Tag Archives: cryptocurrency

Tokocrypto Market Signal 15 Juni 2022: Kripto Bangkit, tapi Rentan “Sakit”

Kondisi market aset kripto sedikit membaik memasuki pertengahan pekan. Walaupun masih belum mencapai titik imbal hasil yang tinggi, beberapa aset kripto perlahan mulai bangkit.

Melansir CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB, sejumlah aset kripto kompak mengalami sedikit peningkatan dalam perdagangan 24 jam terakhir. Bitcoin (BTC) naik 3,16% menjadi $ 21.963, sementara Ethereum (ETH) berada di posisi $ 1.201 atau naik 9,12%.

Altcoin lainnya juga sedikit melesat, seperti Cardano (ADA), BNB, XRP yang masing-masing melonjak di atas 5%. Bahkan, Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) mentereng naik di atas 10%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan bangkit atau pullback market kripto ini bukan sebagai tanda akan terjadi bullish. Investor mengira penurunan sudah selesai dan mulai percaya akan pembalikan arah, tapi dari situ cuma space saja sebelum market melanjutkan penurunan. Kenaikan ini juga diakibatkan dari posisi short yang dilakukan oleh trader untuk sedikit mengambil keuntungan dan mencegah harga-harga aset kripto terjun bebas ke bawah titik support-nya. 

Pullback atau koreksi sementara ini terjadi karena banyak trader yang mengambil posisi short sehingga transaksi sedikit terjadi. Mereka juga ingin mencegah harga kripto anjlok, karena sentimen The Fed nantinya. Jika itu terjadi, maka aksi jual besar-besaran diperkirakan tak terbendung,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan secara umum investor masih memilih untuk menahan aksi beli karena menunggu keputusan pasti kebijakan moneter The Fed yang akan menaikkan suku bunga acuannya 50 basis poin di bulan ini. Namun, tidak menutup kemungkinan The Fed bakal mengerek suku bunga hingga 75 basis poin menyusul data inflasi AS Mei lalu yang ternyata cukup mengejutkan.

“Kombinasi suku bunga AS yang tinggi dan ketakutan akan resesi sebagai faktor makro utama yang menyebabkan pasar penurunan kripto saat ini. Bear market akan terhenti, jika The Fed melonggarkan kebijakan moneter hawkish dengan menghentikan kenaikan suku bunga. Itu bisa terjadi dalam beberapa bulan ke depan,” jelasnya.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: CEO Binance: Musim Dingin Kripto Potensi Baik untuk Bisnis

Melihat Dampak Kebijakan The Fed

Data inflasi AS yang terus meninggi menyebabkan Bitcoin diperdagangkan di bawah $ 22.000 atau turun sekitar 2% selama 24 jam terakhir. Penurunan tersebut merupakan kerugian hari kedelapan berturut-turut. Nilai BTC kini telah turun hampir 30% dari nilainya selama sebulan terakhir.

Investor kripto masih gugup menunggu kenaikan suku bunga terbaru The Fed, yang sekarang diyakini oleh banyak pengamat akan menjadi 0,75 basis poin. Kenaikan yang tinggi ini bisa berpengaruh pada harga Bitcoin dan juga altcoin lainnya.

“Ada kemungkinan jika The Fed menaikan suku bunga sebanyak 75 basis poin, kita bisa melihat BTC akan menuju ke harga $ 18.000. Namun, jika hanya menaikan 50 basis point, mungkin besar BTC hanya bergerak kekisaran ke $ 20.000. Titik bottom Bitcoin dari MA 20 dari cycle ini adalah $ 13.000. Secara historis, ini pernah terjadi di bulan Maret 2020,” ungkap Afid.

Ke depannya investor tampak masih takut dengan pergerakan nilai Bitcoin, terlihat dari Bitcoin Fear & Greed Index yang masih melemah di posisi Extreme Fear, sehingga aksi beli sulit dilakukan. Jika harga BTC masih anjlok, hal yang sama pun akan terjadi pada altcoin lainnya.

Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan ketiga bulan Juni ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. MyNeighborAlice (ALICE)

Analisis teknikal MyNeighborAlice (ALICE).

MyNeighborAlice (ALICE) adalah game berbasis blockchain dengan konsep pertanian dan pengembangan yang memungkinkan pengguna untuk mendapatkan token kripto dan NFT saat mereka bermain. Menariknya, token asli MyNeighborAlice (ALICE) sempat melonjak 60.000% dalam waktu 30 detik sejak terdaftar di Binance pada Maret 2021, dari $ 0,1 menjadi $ 60.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan ALICE kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Sentimen positif datang dari perilisan full game yang kemungkinan akan diluncurkan pada 21 Juni mendatang.

“Token ALICE kemungkinan besar akan melonjak harganya akibat sentimen positif tentang perilisan full game pada 21 Juni 2022. Investor pemegang ALICE meng-hold untuk mendapat profit ketika game tersebut berhasil dirilis,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya ALICE masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 2,4 atau naik 27% dari harga saat ini $ 1,93 dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ALICE di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #308, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 60.710.481. Jumlah koin yang beredar 30.600.000 koin ALICE dan maksimal pasokan 100.000.000 koin ALICE.

2. Cardano (ADA)

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Di tengah banyak aset kripto berkapitalisasi besar yang lesu saat bear market, Cardano (ADA) kemungkinan besar akan bersinar. Afid melihat ADA memiliki potensi bullish pasca Cardano meluncurkan alpha sidechain Ethereum Virtual Machine (EVM) pada 12 Juni lalu dan menambahkan bahwa sidechain saat ini tersedia di testnet.

“Peluncuran jaringan ini memungkinkan pengembang untuk membangun Solidity-based applications di Cardano. DApps yang kompatibel dengan EVM, dan token yang kompatibel dengan ERC20 akan mendapatkan banyak manfaat dari Cardano,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 0,42 masih terjaga, ADA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 0,54 atau naik 21% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #7, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 15.465.112.475. Jumlah koin yang beredar 33.934.048.406 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

3. COTI (COTI)

Analisis teknikal COTI (COTI).

COTI adalah salah satu protokol blockchain pertama di dunia yang dioptimalkan untuk pembayaran terdesentralisasi. COTI menyediakan fungsionalitas sekuat Paypal dan Alipay, sekaligus memungkinkan perusahaan yang menggunakan dapat membuat aturan unik mereka sendiri dan akhirnya memiliki sistem pembayaran mandiri untuk menghemat waktu, data, dan uang.

Afid menjelaskan COTI memiliki peluang untuk bergerak ke arah positif pada Minggu ini karena peluncuran fitur Impermanent Loss Protection. Momen ini akan digunakan para investor untuk meningkatkan kepemilikan aset COTI. Harga COTI bisa naik 24% dari $ 0,0846 ke $ 0,1061.

“Peluncuran fitur Impermanent Loss Protection menandai pencapaian besar menjadi ekosistem keuangan generasi berikutnya. Peluncuran ini menawarkan peluang baru bagi pengguna platform CVI Finance untuk perlindungan kerugian dalam transaksi on-chain multi-rantai,” ungkapnya.

Peringkat COTI di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #173, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 92.358.944. Pasokan yang beredar 1.048.141.495 koin COTI dan maksimal pasokan 2.000.000.000 koin COTI.

4. Hedera (HBAR)

Analisis teknikal Hedera (HBAR).

Hedera Hashgraph adalah jaringan terdistribusi terdesentralisasi (decentralized distributed network) yang secara struktural memiliki diferensiasi dari blockchain Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), tetapi melakukan fungsi yang setara.

HBAR bertujuan untuk menyediakan platform yang stabil, efisien dan dapat dipercaya untuk aplikasi kelas perusahaan. Hedera didukung oleh governing council yang terdiri dari 39 organisasi dan perusahaan, seperti Google, Boeing, Deutsche Telekom, IBM, TATA Communications.

Afid melihat HBAR memiliki potensi bullish diakibatkan sentimen dari kabar kemitraan Hala Systems dan Starling Lab yang mengeluarkan Pengajuan Kriptografis Bukti Kejahatan Perang di Ukraina ke Pengadilan Kriminal Internasional.

“Kabar kemitraan tersebut membuat sentimen positif untuk token HBAR. Dari analisis teknikalnya nilai HBAR bisa melonjak hingga $ 0.0738 atau naik 21% dari harga $ 0,063,” kata Afid.

Peringkat HBAR di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #34, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.328.067.623. Pasokan yang beredar 21.084.776.584 koin HBAR dan maksimal pasokan 50.000.000.000 koin HBAR.

5. IOST (IOST)

Analisis teknikal IOST (IOST).

IOST adalah platform aplikasi blockchain yang dapat diskalakan, aman, dan terdesentralisasi. Infrastruktur TPS tinggi, terukur, dan aman memberikan kemungkinan tak terbatas bagi pengembang untuk membuat, berinovasi, dan membangun ide-ide besar berikutnya.

Afid melihat IOST kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Sentimen positif datang dari kemitraan yang dijalin oleh IOST dengan DeNet untuk mempromosikan pengembangan Web3. Harga IOST bisa naik 12% dari $ 0,1250 ke $ 0,1417.

“IOST akan bekerja sama dengan DeNet dan berusaha untuk mengintegrasikan aplikasi on-chain IOST ke Web3.0 secara efisien, serta memanfaatkan solusi pertumbuhan pemasarannya. Investor pemegang token IOST senang dengan kemitraan ini,” kata Afid.

Peringkat IOST di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #103, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 242.463.076. Pasokan yang beredar 18.588.745.668 koin IOST dan maksimal pasokan 90.000.000.000 koin IOST.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. UMA (UMA)

Analisis teknikal UMA (UMA).

UMA atau Universal Market Access adalah protokol untuk pembuatan aset synthetic berdasarkan blockchain Ethereum. UMA secara khusus memungkinkan penggunanya untuk merancang dan membuat kontrak keuangan yang dijalankan sendiri dan ditegakkan sendiri yang dijamin dengan insentif ekonomi dan menjalankannya di blockchain Ethereum.

Menurut Afid, UMA dapat tenggelam di bawah dukungan utamanya untuk mendekati titik rendah. Dari analisis teknikal UMA mungkinkan akan alami penurunan sekitar 13 persen. 

“UMA sudah dalam kondisi hampir 100 persen overbought, sehingga investor disarankan untuk waspada karena harga sewaktu-waktu bisa menukik ke bawah alias turun. UMA bisa turun 26% dari harga $ 2,6 ke $ 1,9 dalam waktu dekat,” kata Afid.

Peringkat UMA di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #125, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 173.258.195. Pasokan yang beredar 66.968.713 koin UMA dan maksimal pasokan 101.172.570 koin UMA.

Baca juga: Peningkatan Suku Bunga Fed Diisukan Segera Datang, Ini Dampak ke Bitcoin

2. SKALE Network (SKL)

Analisis teknikal SKALE Network (SKL).

SKALE Network adalah sebuah solusi penskalaan Layer-2 yang mampu menciptakan lingkungan sidechain untuk mengurangi kemacetan di jaringan Ethereum. Afid menjelaskan SKL akan masuk fase bearish dalam waktu dekat.

“Pergerakan SKL akan bearish pada pekan ini. Hal tersebut terlihat dari analisis teknikalnya, SKL sudah membentuk pola reserve cup and handle sebagai sinyal bearish. Penurunan SKL bisa sampai $ 0,0467 atau sekitar 15% dari harga $ 0,0556,” kata Afid.

Peringkat SKL di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #115, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 196.412.740. Pasokan yang beredar 3.530.852.671 koin SKL dan maksimal pasokan 7.000.000.000 koin SKL.

3. Kyber Network Crystal v2 (KNC)

Analisis teknikal Kyber Network Crystal v2 (KNC).

Setelah sempat reli bullish pada pekan lalu, kini Kyber Network Crystal v2 (KNC) harus terkoreksi dengan penurunan nilai yang cukup signifikan. Menurut Afid, KNC akan berpotensi bearish, karena sudah overbought dengan kenaikan harga yang tinggi sebelumnya. 

“Pelaku pasar tampaknya sudah jenuh dengan KNC. Analisis teknikal KNC menunjukan nilai KNC bisa turun dari harga batas bawahnya $ 1,485 ke $ 1,139 atau turun 20%,” tutur Afid.

Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #100, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 251.714.769. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

4. Litecoin (LTC)

Analisis teknikal Litecoin (LTC).

Litecoin adalah aset kripto yang di buat pada tahun 2011 dan software open source di bawah lisensi MIT/X11. Litecoin bisa dibilang aset kripto turunan Bitcoin Core QT yang berarti semua yang ada di dalam Litecoin tidak berbeda jauh dengan Bitcoin.

Litecoin masuk fase bearsih karena sentimen negatif dari aksi Bithumb dan Upbit yang delisting LTC karena protokol baru yang dirilis. Litecoin melakukan upgrade MimbleWimble Extension Blocks yang tidak sesuai dengan peraturan AML (anti pencucian uang) Korea Selatan. 

“Akibat delisting tersebut nilai LTC terus anjlok. Diperkirakan harga LTC bisa menyentuh $ 35,8 atau turun 17 dari $ 43,83 dalam beberapa waktu ke depan,” jelas Afid.

Peringkat LTC di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #20, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 3.101.362.083. Pasokan yang beredar 70.506.969 koin LTC dan maksimal pasokan 84.000.000 koin LTC.

Baca juga: CEO MicroStrategy Tepis Isu Margin Call saat Bitcoin Anjlok ke US$ 21.000

5. TRON (TRX)

Analisis teknikal TRON (TRX).

Tron merupakan platform terdesentralisasi berbasis blockchain yang bertujuan untuk membangun sistem hiburan konten digital global gratis dengan teknologi penyimpanan yang terdistribusi. Jaringan Tron menggunakan aset kriptonya sendiri yang disebut Tron (TRX).

Menurut Afid, TRX tidak lepas dari kondisi penurunan harga kripto akhir-akhir ini dipicu oleh rencana The Fed yang akan bakal menaikkan suku bunga dan memperketat kondisi moneter. “Dari analisis teknikal, penurunan TRX bisa mencapai 16% dari harga $ 0,05349 menuju $ 0,04616,” ungkapnya.

Peringkat TRX di CoinMarketCap pada Rabu (15/6) pukul 12.00 WIB adalah #26, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 6.059.421.993. Pasokan yang beredar 101.801.366.578 koin TRX dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Bisa Gagal Menjadi US$ 13 Ribu, Ini Syaratnya

Bearish pasar kripto yang kembali mendominasi telah membawa prediksi harga Bitcoin untuk jatuh ke US$13.000. Tetapi, ini masih bisa gagal meski peluangnya rendah.

Analis veteran dan trader senior, Peter Brandt, telah secara akurat memprediksi kejatuhan harga dari Ether (ETH), ke US$ 1.200, saat harganya masih berada di kisaran US$ 1.800.

Tentu saja, ini membawa para pengikutnya di Twitter untuk melirik prediksinya pada harga Bitcoin (BTC), yang ia lihat memiliki potensi untuk jatuh lebih dalam, ke US$ 13.000.

Baca Juga: Nasib Harga Bitcoin dan Kripto Lain Ditentukan Hari Ini, Akankah Suku Bunga Acuan di AS Naik Lebih Agresif?

Harga Bitcoin Bisa Sentuh US$ 13.000?

Pasar kripto kian merana sejak bank sentral AS, the Fed, mengambil kebijakan yang agresif dalam menaikan suku bunga, pengetatan kuantitatif, serta melepas aset seperti obligasi.

Ini semakin memperparah arus bearish yang tercipta sejak November 2021 di pasar kripto, yang relasinya kian kuat dengan pasar saham saat selera risiko kian padam.

Investor semakin ketakutan akan prospek inflasi, bahkan hiper-inflasi, yang membuat banyak uang lari ke dolar AS. Indeks dari mata uang AS ini pun melesat ke level tertinggi 20 tahun karena langkah agresif the Fed.

Di tengah lesunya pasar kripto, Peter Brandt, yang menjadi salah satu analis popular di Twitter, memiliki pandangan baru terhadap harga Bitcoin.

Menurut analisis teknikalnya, harga kripto utama ini dapat jatuh ke US$ 13.000, namun masih ada peluang untuk tidak terjadi, meski tipis sekali peluangnya.

Baca Juga: Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

Menurut Peter, kejatuhan ini akan gagal jika harga berhasil menutup weekly candle di atas level tertinggi di 31 Mei, di sekitar US$ 32.206.

Tentu saja, ini terlihat sangat sulit digagalkan karena harga, pada saat penulisan, masih berada di bawah US$ 25.000. Butuh upaya ekstra untuk dapat menutup di atas target yang dibicarakan.

Juga, Peter berpendapat bahwa pola double top pada puncak harga BTC saat ini bersifat masif. Artinya, kejatuhan yang dibentuk setelahnya akan sangat kuat secara teknikal, sehingga US$ 13.000 menjadi target potensial karena berasal dari lower high sebelumnya.

Selain Peter, beberapa pengamat juga melihat BTC dapat jatuh lebih rendah hingga ke US$ 18.000 sampai US$ 11.000.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Binance: Musim Dingin Kripto Potensi Baik untuk Bisnis

Market aset kripto sedang dalam kondisi yang tidak baik-baik saja. Banyak analis bilang musim dingin kripto sudah terjadi. Namun, CEO Binance, Changpeng Zhao, menyebut situasi ini baik untuk bisnis di masa depan.

Pasar kripto terus menggelepar dalam angin puyuh ketakutan inflasi dan ketidakpastian ekonomi dengan Bitcoin, Ethereum dan kripto lainnya sedang berjuang untuk mendapatkan kembali kekuatan yang mereka hilangkan dalam aksi jual dramatis dalam beberapa hari terakhir.

Bitcoin baru-baru ini diperdagangkan di bawah US$ 22.000 turun sekitar 2% selama 24 jam terakhir. Penurunan tersebut merupakan kerugian hari kedelapan berturut-turut Bitcoin. Bitcoin telah turun hampir 30% dari nilainya selama sebulan terakhir. Nilai kapitalisasi pasar kripto pun anjlok lebih dari US$ 1 triliun.

Melihat kondisi market kripto seperti ini, CEO Binance, Changpeng Zhao, yang akrab disapa “CZ,” mengatakan dalam sebuah wawancara baru-baru ini bahwa musim dingin kripto potensi baik untuk bisnis.

Ilustrasi Binance
Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

Strategi Binance saat Bear Market

Ketika ditanya bagaimana Binance akan berjalan selama musim dingin kripto saat ini menyusul laporan pembekuan perekrutan karyawan di Gemini dan Coinbase, dia menjawab dengan percaya diri.

“Ini bukan pertama kalinya kami melewati musim dingin kripto. Jika kita berada di musim dingin kripto, itu akan menjadi yang ketiga dan kedua bagi Binance. Jadi ini bukan pertama kalinya kami mengalami ini,” katqa CZ dikutip Cointelegraph.

Menurut Zhao, saat ini Binance yang merekrut staf baru selama bear market untuk mengambil keuntungan dari kemungkinan bull market berikutnya. “Saat ini jauh lebih baik untuk merekrut, selama pasar bullish, setiap orang memulai proyek mereka sendiri, dan setiap orang dibayar dengan jumlah kompensasi yang di luar akal sehat.”

“Sekarang pasar lebih seimbang, jadi talenta terbaik tersedia, dan kami ingin merekrut mereka.”

CEO Binance, Changpeng Zhao

Ilustrasi Binance
Ilustrasi Binance. Foto: SOPA IMAGES/LIGHTROCKET VIA GETTY IMAGES.

Baca juga: CEO MicroStrategy Tepis Isu Margin Call saat Bitcoin Anjlok ke US$ 21.000

Dunia kripto telah menderita melalui periode penurunan beberapa minggu terakhir ini, tetapi bos Binance masih merekomendasikan bahwa sekarang adalah waktu yang tepat bagi perusahaan untuk memperluas bisnis dan merekrut talenta terbaik.

Changpeng melanjutkan dengan menyatakan, “Binance selalu sangat hemat dalam pengeluaran besar, kami tidak mensponsori Super Bowl,” dan “kami tidak membeli hak nama stadion.”

Sementara itu, banyak perusahaan exchange kripto, seperti Coinbase dan Gemini telah membekukan penerimaan karyawan baru dan melakukan PHK sebagian kecil pegawainya. Perusahaan seperti Crypto.com dan BlockFi juga telah memberhentikan lebih dari 5% karyawan mereka karena kondisi pasar. Platform perdagangan Robinhood juga memecat 9% stafnya pada bulan April lalu.



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO MicroStrategy Tepis Isu Margin Call saat Bitcoin Anjlok

Perusahaan MicroStrategy disinyalir akan mengalami margin call pada nominal sebesar US$ 205 juta. Kemungkinan ini bisa terjadi apabila jika BTC jatuh lebih jauh pada angka yang dikhawatirkan. Akan tetapi, CEO Michael Saylor telah memberikan pernyataan bahwasanya perusahaan “siap untuk HODL bila skenario buruk terjadi”.

HODL sendiri merupakan langkah untuk menahan aset merujuk pada strategi buy and hold di kalangan investor kripto.

Klaim yang sama juga datang dari Chief Technology Officer (CTO) MicroStrategy, Phong Lee pada awal bulan lalu. Ia meyakinkan kepada para pemegang aset Bitcoin tidak perlu khawatir saat datangnya “musim dingin kripto”.

“Sebutulnya Bitcoin harus terjun hingga setengah harga atau sekitar US$ 21.000 sebelum kita mengalami margin call,” ungkap Lee kepada investor saat rapat triwulan, Rabu (15/6).

Namun, pada kenyataannya pagi ini harga Bitcoin sempat meluncur turun dan berada di bawah angka US$ 21.000. Penurunan ini sendiri merupakan yang terendah selama 52 minggu, sebelum naik lagi pada angka US$ 22.260 saat tulisan ini terbit.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

Penurunan ini memaksa MicroStrategy untuk mengambil pinjaman dari Silvergate Bank sebesar US$ 205 juta pada Maret lalu hanya untuk menimbun Bitcoin. Jika harga BTC jatuh dan berada di bawah US$ 21.000 untuk periode yang lama, maka hal tersebut akan memicu margin call pada pinjaman MicroStrategy.

Saat skenario tersebut benar-benar terjadi, maka perusahaan menurunkan puluhan ribu Bitcoin ke pasar pada posisi bearish. Dari laporan pendapatan terbaru, saat ini MicroStrategy tengah memegang aset investor sebesar 129.218 BTC.

Kendati demikian, Michael Saylor selaku CEO MicroStrategy lewat media sosial Twitter menyatakan, dirinya bakal menggandakan permainan Bitcoin dalam perusahaannya. Dia mengatakan bahwa perusahaannya akan menghadapi badai pasar ini dengan tingkat keparahan yang jauh lebih besar.

Sementara itu, pinjaman di Silvergate Bank sendiri meminta jaminan sebesar US$ 410 juta. Saylor juga menjelaskan, bahkan jika harga Bitcoin anjlok di bawah harga US$ 21.000 dan memicu margin call, MicroStrategy masih memiliki aset BTC tambahan yang cukup sebagai jaminan.

Pasokan BTC itu tidak akan cukup untuk menjaminkan pinjaman jika harga BTC turun ke angka US$ 3.562.

“Dalam peristiwa seperti ini, perusahaan MicroStategy memiliki jaminan lebih lanjut untuk kedepannya,” ujarnya.

Baca juga: Peningkatan Suku Bunga Fed Diisukan Segera Datang, Ini Dampak ke Bitcoin

Faktanya, dalam jarak satu bulan lalu CTO MicroStrategy meyakinkan pemegang saham bahwa peristiwa seperti hari ini tidak akan pernah datang. Hal tersebut tidak sesuai dengan votalitas saat ini dan ketidakpastian kapan aset BTC akan berada pada titik terendah.

Bila harga Bitcoin semakin turun dan MicroStrategy tidak dapat mempertahankan US$ 410 juta dalam bentuk pinjaman, maka perusahaan terpaksa menjual Bitcoin dalam jumlah besar sekaligus mengembalikan pinjaman.

Hal itu akan membuat harga keuangan kripto akan menjadi lebih anjlok dan berpotensi menyebabkan efek riak di pasar dengan skala yang lebih luas.

Tetapi, Saylor dan MicroStrategy tetap pada keyakinannya, setidaknya di publik bahwa hari itu tidak akan pernah datang. Pasar pun akhirnya memberikan perhatian, dengan naiknya saham perusahaan hampir 3 persen hari ini, setelah terjun bebas 54 persen selama kehancuran kripto bulan lalu.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Peningkatan Suku Bunga Fed Segera Datang, Ini Dampak ke Bitcoin

The Fed atau dikenal bank sentral AS diisukan bakal kembali meningkatkan suku bunga untuk kedua kalinya secara berturut-turut sebanyak setengah poin persentase.

Peningkatan suku bunga ini dapat terjadi, saat melonjaknya harga konsumen. Lonjakan ini berujung pada peningkatan data rumah tangga dan faktor lainnya, yang menjadi indikasi jelas bahwa suku bunga akan naik lagi.

Hal tersebut diperkuat saat Ketua The Fed, Jerome Powell tidak dapat memberikan pernyataan kemenangan melawan inflasi. Kabar tersebut diketahui setelah data konsumen naik lebih dari ekspektasi, yakni sebesar 8,6 persen dalam data year-to-year.

“The Fed perlu menunjukkan tekad. Mereka tidak boleh terlihat kurang yakin untuk mengatasi inflasi yang membandel dan terus-menerus ini. Dua pertemuan berikutnya harus menjadi kenaikan setengah poin.” ungkap Kepala Strategi Ekuitas The Private Bank di Union Bank, Todd Lowenstein.

Baca juga: USDD Tron Turun dari $ 1, Ikuti Jejak UST?

Namun, the Fed menurut beberapa pihak tidak harus agresif, seperti beberapa waktu lalu melakukan pelepasan aset seperti obligasi. Selain itu, the Fed juga meningkatkan pencetakan uang dan suku bunga. Ini merupakan langkah “gila” yang dilakukan untuk mencoba melawan inflasi di depan mata.

Kekhawatiran pun datang dari segala sisi, yang mengklaim bahwa menaikkan suku bunga justru bukan sebuah jawaban untuk inflasi. Hal ini, justru hanya akan menjatuhkan ekonomi AS lebih keras. Di samping itu, hiperinflasi pun juga dinilai menjadi kekhawatiran tersendiri.

Apakah Bitcoin akan Merosot?

Ketika kenaikan suku bunga telah diterapkan, serta data AS menunjukkan sikap The Fed yang lebih agresif, maka selera risiko global akan menyusut.

Kenaikan ini akan berpengaruh pada minat pada pasar aset berisiko, seperti saham dan aset kripto. Kedua asset ini diperkirakan akan jatuh sehingga menyeret harga Bitcoin dan altcoin ke bawah. Semakin rendah dan terpuruk tanpa ada kejelasan kapan bottom akan tercipta.

Selama isu kenaikan suku bunga berlanjut, maka pasar kripto diperkirakan akan kembali melemah. Titik balik kebangkitan kripto baru bisa dilihat saat The Fed mereda, atau bahkan ketika dolar AS akhirnya jatuh.

Baca juga: Blockware: 8 Tahun Lagi 10% Penduduk Dunia Gunakan Bitcoin

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Blockware: 8 Tahun Lagi 10% Penduduk Dunia Gunakan Bitcoin

Perusahaan infrastruktur pertambangan dan jaringan Bitcoin, Blockware Solutions, merilis hasil riset yang menyebutkan di tahun 2030 10% penduduk dunia akan mempunyai atau mengadopsi Bitcoin. 

Pertumbuhan adopsi Bitcoin diprediksi akan lebih cepat dari perkiraan sejumlah ahli. Bahkan, hasil riset tersebut meneybutkan bahwa pertumbuhan adopsi BTC akan lebih kencang dari penggunaan internet. 

Dalam laporan yang dirilis pada Rabu, 8 Juni 2022,  perkiraan ini dihitung berdasarkan kurva adopsi dari sembilan jenis kategori teknologi disruptif. Diantaranya, mobil, tenaga listrik, smartphone, internet dan media sosial. Laporan ini pun menghitung kurva adopsi BTC sejak tahun 2009.

“Semua teknologi yang mendisrupsi mengikuti pola kurva S eksponensial yang serupa, tetapi […] teknologi berbasis jaringan yang lebih baru terus diadopsi jauh lebih cepat daripada yang diperkirakan pasar,” tulis laporan tersebut. 

Sumber: Blockware Solutions

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

Berdasarkan metrik Cumulative Sum of Net Entities Growth (CAGR) dan prediksi Bitcoin, laporan tersebut memperkirakan dalam 8 tahun ke depan 10% penduduk bumi atau sekitar 780 juta jiwa (berdasarkan jumlah perkiraan penduduk bumi 2022: 7,8 milyar) akan memilki Bitcoin.

 “CAGR 60% kami memperkirakan bahwa adopsi Bitcoin global akan menembus 10% pada tahun 2030,” tulis laporan itu. 

Prediksi terkait kurva adopsi BTC pun sebelumnya pernah dilakukan oleh sejumlah lembaga dan analis. Salah satu yang dibuat oleh mantan karyawan Google, Michael Levin.

Levin mengatakan, dalam 12 tahun  mendatang, mengutip laporan Visbitcoin, BTC akan mencapai 1 miliar pengguna pada tahun 2025. Prediksi serupa telah dibuat oleh analis Willy Woo. Mereka berdua setuju bahwa Bitcoin akan mencapai tonggak sejarah 1 miliar penggunanya dalam rentang waktu lebih cepat setengahnya dari pertumbuhan pengguna internet. 

Sumber: Visbitcoin melalui Michael Levin

Baca juga: Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

Pertumbuhan Pengguna BTC Berkembang Pesat

Adopsi aset kripto telah berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Menurut data dari TripleA, gateway pembayaran aset kripto global, pada tahun 2021, tingkat penggunaan aset kripto global mencapai rata-rata 3,9%, atau sekitar 300 juta pengguna. di seluruh dunia, 

Se,entara itu, platform data blockchain, Chainalysis tahun lalu mengungkapkan bahwa adopsi global Bitcoin dan aset kripto melonjak 881% dari Juli 2020 hingga Juni 2021. Di mana adopsi tertinggi akan terjadi di wilayah Asia. 

Pada bulan April, sebuah survei yang dilakukan oleh pertukaran aset kripto, Gemini menemukan bahwa adopsi kripto meroket pada tahun 2021 di negara-negara seperti India, Brasil dan Hong Kong.  Karena lebih dari setengah responden dari 20 negara yang disurvei menyatakan bahwa mereka mulai berinvestasi di kripto pada tahun 2021.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

USDD Tron Turun dari $ 1, Ikuti Jejak UST?

Stablecoin Tron yaitu Decentralized USD (USDD) yang baru saja diterbitkan beberapa bulan lalu terlihat mengalami masalah. 

Algorithmic Stablecoin ini terlihat turun di bawah $ 1 hingga mencapai $ 0,91 dan saat ini bergerak di sekitar $ 0,98. 

Kondisi ini jauh dari yang seharusnya di mana seharusnya USDD berada stabil di $ 1 sehingga membuat banyak investor panik.

USDD Turun dari $ 1 dalam Sehari 

USDD dari Tron dikabarkan telah turun dari nilai yang seharusnya mencapai sekitar $ 0,98 hingga saat ini. 

Penurunan nilai ini terjadi bersama dengan pasar kripto yang hancur sejak akhir pekan lalu bersama Bitcoin yang mencapai sekitar $ 21.000. 

Koreksi ini terjadi bersama dengan pasar kripto yang turun bersama aset berisiko lainnya akibat adanya potensi krisis resesi bahkan stagflasi yang akan terjadi di dunia. 

Bersama faktor makroekonomi ini, terdapat beberapa sentimen negatif lain dari sisi internal pasar kripto yang membuat banyak investor memilih untuk menjual akibat khawatir koreksi berlanjut. 

Kondisi pasar yang negatif ini berdampak tidak hanya pada USDD tapi seluruh kripto. Meski begitu, USDD mengalami salah satu koreksi terparah, yang membuatnya hampir mirip dengan UST, stablecoin dari Terra. 

Walau tidak separah UST, USDD sempat mengalami koreksi ke $ 0,91 dari $ 1 hanya dalam satu hari, yang membuat banyak investor TRX panik akan kejadian yang sama seperti Terra. 

Koreksi ini juga terjadi setelah pembelian Bitcoin sebagai dana cadangan oleh Tron DAO, kesatuan yang menjaga nilai USDD. 

Baca juga: Token Kripto Metaverse Terus Tumbuh, meski Market Bearish

Banyak investor yang khawatir karena Terra mulai hancur juga setelah pembelian Bitcoin untuk dana cadangannya. 

Walau saat ini turun, Tron DAO menyatakan bahwa mereka akan terus membeli dan menambah dana cadangan untuk memastikan USDD kembali stabil. 

Tapi terdapat tambahan bahwa mereka akan membeli dalam jumlah besarl lagi jika pasar mulai pulih. 

Untuk saat ini, Tron DAO masih terus aktif menjaga nilai USDD dengan pembelian USDC hingga mencapai $ 2,5 Miliar. 

Sama seperti UST?

Pada saat peluncuran USDD, sebelumnya Tron menjanjikan bahwa akan ada dana cadangan untuk menjaga USDD hingga mencapai $ 10 miliar. 

Hingga saat ini terlihat bahwa target janji tersebut masih belum tercapai karena dana cadangan yang ada dan telah digunakan masih berada di sekitar $ 3 miliar. 

USDD Tron Turun dari $1, Ikuti Jejak UST?
Dana Cadangan Tron DAO untuk USDD

Walau mengalami penurunan nilai, Tron DAO tetap memastikan bahwa USDD masih terjamin hingga mencapai 277,54% dengan beberapa kripto seperti USDC, USDT,  TUSD, TRX, BTC dan DAI. 

Justin Sun yang saat ini menjabat sebagai penasihat untuk Tron, menyatakan bahwa mekanisme USDD seharusnya membuatnya aman. 

Ia juga merupakan individu yang menyarankan dana jaminan tambahan melebihi 100% dari persediaan USDD yang beredar. 

Tapi sayangnya kedua hal tersebut masih belum berhasil menjaga USDD untuk bergerak stabil di sekitar $ 1. 

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

Untuk investor Terra dan UST, kondisi ini membawa ingatan buruk karena pergerakan kedua proyek ini hampir sama. 

Keduanya membeli Bitcoin sebagai dana cadangan, keduanya memiliki stablecoin dengan mekanisme hampir sama, dan keduanya mengalami penurunan nilai. 

Oleh karena itu, kemungkinan besar, TRX akan mendapatkan sentimen negatif hampir mirip dengan Terra. Tapi untuk kehancurannya, untuk saat ini Tron DAO masih memiliki dana untuk menjaga USDD sehingga masih belum hancur. 

USDD Tron Turun dari $1, Ikuti Jejak UST?
Grafik Bulanan TRXUSD

Untuk saat ini dari sisi teknikal, TRX masih terlihat memiliki potensi pergerakan negatif, terutama dari grafik bulanannya. 

Hal ini disebabkan, TRX telah keluar dari zona segitiga simetrisnya di grafik bulanan yang membuat adanya potensi koreksi lanjutan. 

Kemungkinan besar jika terus turun TRX akan bergerak menuju $ 0,04 hingga $ 0,03 namun butuh waktu yang lama. 

Baca juga: Blockware: 8 Tahun Lagi 10% Penduduk Dunia Gunakan Bitcoin

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Senator AS Rancang RUU Soal Kripto Sebagai Komoditas Perdagangan

Cynthia Lummis yang merupakan senator AS, telah memperkenalkan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang komprehensif dan merata untuk aset kripto dan peraturan terkait.

RUU itu bernama RFI (Inovasi Keuangan yang Bertanggungjawab), yang telah dirilis olehnya pada 7 Juni lalu, bersama dengan pengacara asal New York, Kristen Gillibrand dan senator Demokrat.

RUU tersebut akan fokus mengarah pada adopsi aset kripto ke sistem keuangan tradisional. Hal ini berarti aset kripto dapat digunakan layaknya komoditas di AS. 

Baca juga: Pasar Sepekan: Market Kripto Bergerak Labil, Investor Terlihat Ragu

“Jika RUU tersebut diresmikan menjadi undang-undang, maka ini akan dapat membawa perubahan bagi industri. Akan ada perbedaan yang jelas antara sekuritas, komoditas, kripto, stablecoin dan NFT,” ungkap Cynthia.

Di samping itu, Bitcoin saat ini punya banyak kesamaan dengan komoditas lain dalam hal volatilitas. Ini diatur dalam asosiasi harga makro di seluruh dunia dan harga energi.

Cynthia juga berpendapat bahwa koin Bitcoin dan Ethereum tidaklah dianggap sebagai sekuritas. Ia dan rekan pun mengatakan bahwa CFTC harus mengatur aset digital ini sebagai komoditas.

“Kami berharap RUU ini nantinya jika disahkan, akan menjadi jembatan untuk regulasi yang lebih ringkas, tegas, presisi dan tidak menghambat perkembangan dari industri kripto,” ujarnya.

Baca juga: Peningkatan Suku Bunga Fed Diisukan Segera Datang, Ini Dampak ke Bitcoin

Dirinya juga berpendapat, jika RUU ini dapat menjembatani dengan ringkas dan tidak menghambat kemajuan ekonomi digital di waktu yang bersamaan. Inovasi dari aset kripto utama ini bisa saja beralih ke negara lain yang lebih ramah kripto.

Kendati demikian, RUU ini juga memuat hal-hal yang positif secara mayoritas bagi kripto, sehingga sangat diharapkan dapat menjadi undang-undang. Institusi pun kemungkinan akan lebih banyak masuk setelah ada kejelasan aturan dan perlindungan konsumen yang lebih “terniat”.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Ini Justru Yakin Harga Bitcoin Mampu Mencapai US$ 250 Ribu

Ketika sebagian besar investor kecil masih merasa “ngeri-ngeri sedap” dengan kondisi Bitcoin (BTC) saat ini, seorang CEO ternama ini justru yakin harga kripto itu bisa mencapai US$250 ribu, dengan perusahaan manajemen investasi dan pemerintah memegang peranan utama. “Agak laen?”

Faktanya saat ini, pasar kripto terus merunduk, dengan Bitcoin gagal berada di atas US$31 ribu. Pasalnya dolar terus menguat, dampak dari kenaikan suku bunga The Fed.

Bahkan kenaikan itu akan semakin tinggi, karena inflasi tahunan di AS per Mei 2022 sudah mencapai 8,6 persen. Inilah yang tertinggi sejak 41 tahun terakhir pada periode serupa, tahun di mana dolar AS sejatinya memulai kehilangan nilainya, akibat deregulasi.

Inflasi parah menyeret pasar saham merosot, termasuk pasar kripto dan tentu saja Bitcoin yang untuk kali pertama masuk di lingkungan pengetatan kuantitatif.

Berangkat pada penguatan dolar AS di masa silam, ini bisa berefek luas pada turunnya nilai mata uang negara lain, khususnya negara berkembang.

Baca juga: Nasib Aset Kripto LUNA 2.0 dan LUNC di Indonesia, Bisakah Diperdagangkan?

Kenyataan pahit ini dinilai tak dapat dihindari, imbas dari jenuhnya jumlah dolar AS di pasar akibat kebijakan pelonggaran kuantitatif di masa lalu.

Namun, ada masa di mana pasar akan rebound lebih baik, tetapi dalam jangka sangat panjang. Itulah yang disampaikan oleh CEO perusahaan manajemen investasi VanEck, Jan van Eck.

Khusus kripto Bitcoin, sebagai kripto nomor satu, ia justru sangat optimis bahwa harga Bitcoin (BTC) akan naik luar biasa.

Jan mengatakan bahwa harga Bitcoin bisa naik sekitar 732 persen dari harga saat ini, mencapai US$ 250.000 per BTC.

Namun, proyeksi itu bisa memakan waktu puluhan tahun, dengan kapitalisasi pasar Bitcoin akan menjadi sekitar 50 persen dari kapitalisasi pasar emas.

“Investor melihat Bitcoin sebagai pelengkap aset emas, karena Bitcoin memiliki persediaan terbatas; pasokan jelas dan transparan. Selain itu perlu cara yang kompleks untuk diproduksi dan hampir tidak mungkin untuk mengubahnya. Bitcoin akan mencapai setengah kapitalisasi pasar emas, atau sekitar US$250.000 per BTC. Tetapi itu bisa memakan waktu puluhan tahun,” katanya, dilansir dari Barron’s, Sabtu (11/6/2022).

Ia menegaskan, menuju skenario positif itu, investor institusional dan pemerintah yang mengambil peran.

Baca juga: Harga Bitcoin Tergelincir Setelah Dolar dan Inflasi AS Naik Lagi

“Bitcoin memiliki apresiasi harga lebih lanjut dengan adopsi besar dari perusahaan dan pemerintah yang akan meningkat setiap tahun. Dunia akan melihat Bitcoin sebagai aset yang berguna,” tegasnya.

Menyinggung perbandingan apresiasi Bitcoin dengan emas, ia melihat Bitcoin sebagai pelengkap aset investasi.

“Orang yang membeli emas, tetap juga akan membeli Bitcoin dan kita berada di fase siklus adopsi itu dan ada kenaikan lebih lanjut,” tutup Jan.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Bitcoin Terpuruk di Bawah Tekanan Inflasi Tinggi

Market aset kripto pada awal pekan ketiga Juni 2022, terlihat mengalami pelemahan harian terparah. Tampak “cuaca buruk” menyelimuti market pasca data inflasi tahunan Amerika Serikat pada Mei lalu, ternyata menyentuh 8,6% dan menjadi rekor tertingginya dalam empat dekade terakhir.

Melansir situs CoinMarketCap pada Senin (13/6) pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar ada big cap kompak terjebak di zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) saja turun 8,67% ke $ 25.825 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) tidak jauh berbeda turun 10% ke $ 1.356 di waktu yang sama. Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) mengalami penurunan yang paling signifikan, masing-masing 13,78%, 13,43% dan 12,13%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan investor terlihat panik dan cenderung menghindari market kripto setelah AS mencetak inflasi tahunan 8,6% di Mei 2022. Angka tersebut jauh lebih tinggi dari estimasi analis 8,3% dan merupakan laju inflasi terkencang sejak 1981.

“Kepanikan investor bukan tanpa alasan. Tadinya, mereka meyakini bahwa siklus inflasi tinggi di AS sudah selesai pada Maret lalu. Sehingga, mereka tak menduga bahwa inflasi Mei malah meroket. Hal ini membuat tekan The Fed akan mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin untuk bulan ini dan bulan depan,” kata Afid.

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Nasib Aset Kripto LUNA 2.0 dan LUNC di Indonesia, Bisakah Diperdagangkan?

Korelasi Market Kripto dan Inflasi

Lebih lanjut Afid menjelaskan sebenarnya, inflasi bisa tak berkorelasi langsung dengan kinerja market aset kripto. Ia memberi contoh kasus di masa lalu, tingginya inflasi bisa berdampak baik bagi permintaan dan laju harga Bitcoin mengingat statusnya sebagai aset penyimpan kekayaan (store of value), seperti layaknya emas.

“Saat ini teori tersebut tampaknya tidak berlaku lagi. Kondisinya sudah berbeda. Market kripto sudah banyak dimasuki oleh investor institusi yang melihat dinamika makroekonomi sebagai indikasi untuk keputusan di pasar,” jelasnya.

Investor institusi yang sudah banyak masuk ke dalam market kripto, bisa mengurangi porsi aset berisiko di dalam portofolio mereka atau derisking. Dengan banyaknya jumlah dana kelolaan mereka di market cukup besar, aksi jual investor institusi bisa sangat mempengaruhi performa pergerakan aset kripto.

Ilustrasi market kripto
Ilustrasi market kripto.

Selain karena antisipasi data ekonomi, investor juga enggan all-out di market disebabkan harga beberapa aset kripto belum benar-benar menyentuh titik bottom-nya. Investor masih berpikir atau ragu-ragu untuk menjalankan strategi buy the dip.

Baca juga: Analisis Nilai Bitcoin yang Kembali Masuk ke Harga $ 30.000

Level Support Bitcoin Terus Turun

Nilai Bitcoin terus turun dari level resistensi $ 33.000 minggu lalu, yang mengindikasikan hilangnya momentum kenaikan. Itu menurunkan kemungkinan BTC bakal bisa reli dalam waktu dekat.

Perdagangan BTC secara kasar terlihar datar selama seminggu terakhir dan telah terbatas pada rentang perdagangan yang berombak. Level support awal terlihat di $ 25.000, yang mendekati harga terendah sejak 12 Mei lalu.

Afid menjelaskan momentum pada grafik harian telah melemah selama beberapa minggu terakhir, menunjukkan tren turun BTC dari November tahun lalu dapat berlanjut dalam jangka pendek. Tren turun didefinisikan oleh harga tertinggi yang lebih rendah dan harga terendah yang lebih rendah.

Grafik mingguan Bitcoin menunjukkan support/resistance, dengan RSI di bagian bawah. (Damanick Dantes/CoinDesk, TradingView).
Grafik mingguan Bitcoin menunjukkan support/resistance, dengan RSI di bagian bawah. (Damanick Dantes/CoinDesk, TradingView).

Level support BTC dalam grafik 200-week moving average, saat ini berada di $ 22.294. Namun, penurunan harga yang tajam pada akhirnya bisa stabil di $ 17.673, yang merupakan retracement 78% dari tren naik BTC sebelumnya dari Maret 2020 hingga November 2021,” tuturnya.

Menurut Relative Strength Index (RSI) pada grafik mingguan terlihat oversold, yang berarti tekanan jual bisa mereda selama beberapa minggu ke depan. Namun, pembacaan oversold tidak menunjukkan harga pasti yang rendah, terutama dalam konteks tren turun.

Baca juga: Tiga Alasan Harga Ethereum Berisiko Turun 25% di Juni 2022



Sumber : news.tokocrypto.com