Tag Archives: cryptocurrency

Bitcoin Akhirnya Naik ke $ 31 Ribu, Bisa Ciptakan Momentum Bullish?

Bitcoin secara mengejutkan berhasil tembus ke harga di atas $ 31.000 untuk pertama kalinya setelah alami penurunan sejak 9 Maret lalu. Terpantau di situs CoinMarketCap pada Selasa (31/5) jam 09.00 harga BTC sudah di $ 31.567,48 atau naik 7% selama 24 jam terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ini momen yang baik untuk Bitcoin untuk terus melaju ke zona hijau, setelah selama sembilan pekan berturut-turut aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut mengalami penurunan beruntun.

Afid menjelaskan pergerakan ini memecahkan rekor penurunan paling panjang bagi Bitcoin. Sepanjang Mei ini saja, BTC tercatat mengalami penurunan sekitar 22%.

“Pencapaian ini sangat penting bagi pergerakan BTC selanjutnya. Jika BTC berhasil bertahan dan menebus di atas level $ 30.000, bisa merupakan momentum untuk reli hingga menembus SMA 50-hari di level $ 35.181,” katanya.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI), pergerakan BTC menunjukan adanya divergensi positif yang artinya momentum bearish dapat melemah dan reli mungkin akan segera terjadi.

Namun, jika harga turun dari resistensi overhead di level $ 30,528, jebakan bearish akan mencoba menarik BTC di bawah $ 28.630. Jika ini benar terjadi, target penurunan selanjutnya adalah di $ 24.601, menurut laporan Cointelegraph.

Market Kripto Mulai Membaik

Kenaikan Bitcoin yang capai lebih dari 7% dan menembus angka $ 31.000, didorong oleh investor global, karena pasar ekuitas Asia dan Eropa naik. Pasar Amerika juga ditutup untuk liburan Memorial Day.

Reli di market kripto pada akhir Mei ini, juga dipicu lonjakan ekuitas Asia di tengah laporan bahwa kota-kota besar China telah mulai melonggarkan pembatasan virus corona setelah berbulan-bulan lockdown secara ketat.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Investor optimis bahwa pembukaan kembali ekonomi di China dapat memicu peningkatan belanja konsumen yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dalam beberapa minggu mendatang dan dapat menunjukkan menaikan saham di wilayah tersebut.

Secara umum reli juga terjadi di aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) melonjak lebih dari 8% menjadi sekitar $ 1.940. Cardano (ADA) menonjol di antara alternatif Ethereum, melonjak sekitar 14% menjadi sekitar $ 0,54.



Sumber : news.tokocrypto.com

GMT Turun 40% dalam Sehari! Ini Penyebabnya

Stepn (GMT) dikabarkan mengalami koreksi sekitar 40% hanya dalam sehari setelah adanya sentimen negatif. 

Setelah mengalami apresiasi harga yang signifikan saat ini GMT sedang bergerak turun dan semakin parah dengan adanya sentimen negatif baru ini. 

GMT Turun 40% dalam Sehari 

Stepn, yang merupakan sebuah proyek dalam kategori Move to Earn dimana individu diberi imbalan dalam crypto untuk bergerak, terlihat mulai meredup. 

Meredupnya Stepn terlihat dari normalisasi pergerakan harganya dengan adanya penurunan token utamanya yaitu GMT hingga sekitar 78% sejak April 2022. 

Tapi perlu diketahui bahwa token ini sebelumnya mengalami apresiasi hingga lebih dari 26.000% hanya dalam satu bulan. 

GMT Turun 40% dalam Sehari! Ini Penyebabnya
Harga GMTUSD

Fenomena Move to Earn merupakan fenomena yang masih marak hingga saat ini,  namun melihat Stepn yang menjadi proyek utama, pergerakan turun ini terlihat wajar karena perlu adanya normalisasi. 

Sayangnya banyak investor yang terkejut karena dalam normalisasi harga ini, terjadi penurunan signifikan dalam waktu singkat. 

Pada Tanggal 26 Mei 2022, GMT turun hingga 40% hanya dalam satu hari setelah adanya sentimen negatif. 

Sentimen negatif ini datang dari China yang terlihat melarang Stepn untuk beroperasi di negaranya. 

Mengikuti larangan ini, Stepn terlihat mau patuh dan memberikan publikasi di Twitter resminya.

Stepn membuat publikasi tersebut dalam Bahasa Mandarin langsung untuk mempermudah penggunanya  

Dalam publikasi tersebut, Stepn mengabarkan bahwa pengguna di China akan dihentikan dan tidak bisa menggunakan aplikasi Move to Earn-nya. 

“Jika pengguna ditemukan di Cina, Stepn akan menghentikan akses GPS dalam aplikasi ke akunnya pada 15 Juli 2022 pukul 24:00 (UTC+8).”

Baca juga: Yuk, Buat Mining Makin Mudah dengan Kalkulator Bitcoin!

Stepn juga meminta maaf kepada para penggunanya dengan menyatakan bahwa mereka berterima kasih atas pengertiannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya. 

Selanjutnya Stepn juga menyatakan bahwa mereka belum menjalankan bisnis apa pun di China dan tidak memberikan akses resmi ke pengguna di China. 

Hal tersebut disebabkan belum adanya perizinan dari Pemerintah China, sehingga Stepn akan membantu untuk menghentikan segala akses yang didapatkan dari jalan tidak resmi. 

Setelah kabar ini beredar, harga Stepn mengalami koreksi hingga 40% karena banyaknya kekhawatiran menurunnya pengguna dan adanya negara lain yang mengikuti. 

Selain itu, terdapat juga beberapa kekhawatiran akan adanya investor besar yang menjual karena kabar ini. Tapi semua dipastikan aman oleh Stepn. 

Pemerintah Cina Sering Larang Inovasi

Stepn menyatakan bahwa pelarangan di China bukan menjadi masalah besar untuk proyeknya. Sebab, mayoritas penggunanya saat ini berada di Jepang dan Amerika. 

Selain itu, Stepn memastikan bahwa tidak ada manipulasi harga atau investor besar yang mundur dari proyek Stepn. Bahkan, mereka menyatakan adanya rekan dan investor baru yang akan datang.

Menanggapi banyaknya sentimen negatif, Stepn memastikan bahwa proyeknya masih aman, terutama dari sisi pengguna. 

Baca juga: LUNA 2.0 Jatuh Setelah Launching! Investor Mulai Ragu

Melalui Twitter, mereka memberikan data bahwa jumlah pengguna masih stabil walau mengalami fluktuasi. 

Kondisi ini tidak berarti bahwa fenomena Move to Earn akan berakhir, karena larangan dari Cina terhadap inovasi bukan hal baru. 

Sebelumnya, crypto secara menyeluruh juga telah mengalami larangan dari Cina, terutama untuk penambangan atau mining.

Beberapa inovasi terutama di industri teknologi juga telah mengalami larangan dari Cina, seperti Google, Youtube, Facebook, Snapchat, dan beberapa inovasi teknologi lain yang tumbuh besar di dunia.

Mengingat kondisi sejarah ini maka sangat kecil dampak larangan China terhadap pertumbuhan sebuah proyek. 

Untuk saat ini, GMT sendiri sedang berusaha naik kembali untuk mulai pulih. Meskipun begitu, karena saat ini sedang bear market, maka kemungkinan untuk naik drastis kembali masih sangat kecil. 

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Miliuner: Bitcoin Akan Capai US$ 250.000 Tahun 2022, Mungkin?

Di tengah pasar Bearish yang menghantam dengan kuat pasar crypto, investor ternama asal AS, Tim Draper, masih mempercayai harga dari Bitcoin (BTC) akan mampu mencapai $ 250.000.

Tim Drapper adalah seorang miliuner yang mempunyai kekayaan $ 1,2 miliar. Dia juga seorang investor awal di Coinbase, SpaceX, Tesla, Twitch, Twitter, dll.

Dalam sebuah wawancara di YouTube dengan Scott Melkar, Draper melihat bahwa akan ada lebih banyak wanita yang mulai menggunakan aset crypto utama tersebut. Ini akan memperluas basis penggunaan aset crypto di masa mendatang.

Ia mengatakan:

“Semua wanita akan memiliki Bitcoin, dan akan membeli barang dengan Bitcoin.”

Kenapa Wanita?

Bukan sekadar asal bicara, memang kekayaan di AS kini didominasi oleh wanita, dengan persentase sebesar 51%. Porsi ini tentu dapat mendorong harga BTC menjadi lebih tinggi jika mereka mulai banyak masuk dan menggunakannya.

Baca juga: Apa itu Whitelist NFT? Temukan Jawabannya di sini!

Terlebih lagi, wanita juga belanja lebih banyak daripada pria.

Dia Mengatakan:

Wanita mengontrol lebih dari 80% dari belanja retail.

Selain itu, ia memandang bahwa masih banyak sekali pebisnis ritel yang belum menyadari bahwa mereka dapat berhemat 2% jika menerima pembayaran dengan BTC, daripada kartu kredit dari perbankan.

Tentu saja penggunaan BTC berpotensi meningkatkan keuntungan mereka karena memperlebar marjin mereka yang kini tipis.

Menurutnya, harga Bitcoin akan bisa mencapai $ 250.000 pada akhir tahun 2022 atau awal tahun 2023 dengan berbagai perkembangannya saat ini.

Baca juga: Inilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

Menariknya, ia mengatakan akan menjadikan BTC sebagai mata uang resmi jika nantinya ia terpilih sebagai Presiden AS.

Pada saat pers, harga Bitcoin berada di $ 29.400-an, mulai ada tanda-tanda kenaikan.

Namun, jika kita menengok harga BTC saat ini, target yang ia utarakan tentu masih terlihat sangat sulit tercapai, terkesan mustahil, untuk di awal tahun depan karena ini butuh kenaikan hampir sepuluh kali lipat dari harga saat ini.

Mungkin, jika targetnya dikendurkan lebih rendah, pasar masih dapat berpikir positif seperti dirinya. Tetapi, angka $ 250.000 itu memang sebuah target optimistis yang terlalu berlebihan, setidaknya melihat urusan regulasi dan sentimen global yang belum begitu mendukung perkembangan industri jelang pertengahan tahun ini.

Baca juga: Analis: Empat Faktor Yang Menggerakkan Harga Bitcoin Di Tahun 2022

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kripto Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS)

Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS) menjadi dua aset kripto yang fokus utama proyeknya untuk mengembangkan platform protokol layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Keduanya menawarkan layanan likuiditas aset yang lebih mudah, aman dan transaksi yang lebih cepat dengan teknologi blockchain.

So, mari berkenalan lebih dekat dengan Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS).

Bounce Finance Governance Token (AUCTION)

Apa Itu Bounce Finance Governance Token (AUCTION)?

Bounce adalah platform lelang terdesentralisasi, yang menggabungkan penambangan likuiditas, tata kelola terdesentralisasi, dan mekanisme staking. Prinsip pertama Bounce adalah menyelesaikan kelangkaan sumber daya yang menciptakan lingkungan pertukaran yang kompetitif.

Ide “swap” berasal dari Uniswap, di mana likuiditas tak terbatas disediakan untuk peserta. Meskipun ini adalah konsep dan hebat, Bounce berfokus pada skenario sebaliknya.

Bounce Finance Governance Token (AUCTION)
Ilustasi aset kripto, Bounce Finance Governance Token (AUCTION).

Baca juga: Tokocrypto Sediakan Dana Rp 100 Juta untuk Riset Aset Kripto dan Blockchain

Bounce menyediakan lingkungan yang kompetitif, untuk persediaan token atau aset lain yang terbatas seperti NFT. Harta tersebut dapat dilelang dengan berbagai cara, seperti:

Penjualan token kripto ke berbagai jenis lelang di mana jumlah token yang dilelang terbatas dengan prinsip dan batas waktu lelang yang berbeda, seperti harga tetap (pelelangan swap tetap), penurunan harga (Dutch auction) atau harga tersembunyi (lelang tawaran tertutup) lelang NFT dilakukan dengan prinsip yang sama dengan penjualan token. Namun, biasanya ada lebih sedikit NFT (atau hanya bagian unik) untuk dijual.

Apa yang Membuat Bounce Finance Governance Token (AUCTION) Unik?

AUCTION adalah token Ethereum yang mendukung Bounce, protokol lelang terdesentralisasi untuk penjualan token dan NFT. AUCTION mendukung insentif pada protokol, memberikan manfaat dan hak tata kelola bagi pemegang, dan digunakan untuk membayar daftar bersertifikat.

Dilansir Coinbase, Bounce Token disebutkan di 16 dari 1.802.794 posting media sosial di Twitter dan Reddit pada 28 Mei 2022. 22 individu unik berbicara tentang Bounce Token dan berada di peringkat #1.353 di sebagian besar sebutan dan aktivitas dari posting yang dikumpulkan.

Bounce Finance Governance Token (AUCTION)
Ilustasi aset kripto, Bounce Finance Governance Token (AUCTION).

Peringkat AUCTION di situs CoinMarketCap pada Senin (30/5) jam 10.00 adalah #710, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 13.924.392. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 2.083.956 koin AUCTION dan maksimal pasokan 10.000.000 koin AUCTION.

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

StaFi (FIS)

Apa Itu StaFi (FIS)?

StaFi (kependekan dari Staking Finance) adalah protokol DeFi pertama yang membuka likuiditas aset yang dipertaruhkan. Pengguna dapat mempertaruhkan token Proof of Stake (PoS) melalui StaFi dan menerima rToken sebagai imbalannya, yang tersedia untuk diperdagangkan, sambil tetap mendapatkan hadiah staking.

rToken adalah turunan staking sintetis yang dikeluarkan oleh StaFi untuk pengguna ketika pengguna memasang token PoS melalui aplikasi StaFi rToken. rToken ditambatkan ke token PoS yang dipertaruhkan oleh pengguna dan imbalan staking yang sesuai. rToken dapat ditransfer dan diperdagangkan kapan saja.

StaFi (FIS)
Ilustrasi aset kripto, StaFi (FIS).

Baca juga: Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Apa yang Membuat StaFi (FIS) Unik?

FIS adalah token asli Protokol StaFi, yang digunakan untuk mengamankan protokol dengan FIS, holder dapat staking, membayar tx fee, dan mencetak rToken di StaFi.

Protokol StaFi memberi Staker likuiditas token dan biaya yang digunakan untuk membeli kembali FIS dan membakarnya. Hal ini akan menjadi nilai tambah bagi setiap pemegang FIS. Jika holder menggunakan FIS untuk terlibat dalam konsensus online, bisa mendapatkan hadiah inflasi sistemik.

Dilansir Coinbase, StaFi disebutkan di 513 dari 1.802.794 posting-an media sosial di Twitter dan Reddit pada 28 Mei 2022. 643 individu unik membicarakan StaFi dan menduduki peringkat #260 dalam sebagian besar sebutan dan aktivitas dari postingan yang dikumpulkan.

StaFi (FIS)
Ilustrasi aset kripto, StaFi (FIS).

Peringkat FIS di situs CoinMarketCap pada Senin (30/5) jam 10.00 adalah #619, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 20.883.055. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 20.883.055 koin FIS dan maksimal pasokan 114.911.733 koin FIS.

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS).

Trading AUCTION/USDT, AUCTION/BUSD, AUCTION/BTC, FIS/USDT, FIS/RUB dan FIS/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 27 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran AUCTION dan FIS di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

LUNA 2.0 Anjlok 70% Beberapa Jam Setelah Debut

Terraform Labs meluncurkan versi baru dari blockchain Terra, “Terra 2.0” dengan token LUNA baru pada Sabtu, 28 Mei 2022, pukul 06.00 UTC (13.00 WIB).

Setelah diluncurkan, LUNA mencapai nilai tertingginya pada $ 19,54. Namun 12 jam kemudian, pada saat artikel ini ditayangkan, nilainya turun 73% ke angka $ 5,18. Data tersebut dikutip dari CoinMarketCap.

LUNA to USD. Sumber: Coinmarketcap

Token LUNA tersedia di sejumlah exchange kripto sekitar 10 menit setelah diluncurkan. Saat ini, LUNA diperdagangkan di delapan bursa berbeda yaitu Bybit, Kucoin, Kraken, MEXC, OKK, Bitrue, Kucoin dan BingX.

Baca juga: Aset Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022, Apa Dampaknya?

CEO Terra, Do Kwon, tidak menanggapi volatilitas LUNA di hari pertamanya ini. Dia hanya me-retweet beberapa pengumuman dari bursa.

CEO Binance, Changpeng Zhao, menulis “Kredibilitas adalah mata uang utama,” dalam cuitannya tak lama setelah Terra 2.0 memulai debutnya. Binance termasuk di antara mereka yang menawarkan dukungan untuk blockchain baru Terra.

Masih banyak orang yang skeptis tentang Terra 2.0. Salah satunya kripto YouTube, Ben Armstrong, yang mengatakan “Jangan beli LUNA lagi.”

Sementara pengguna Twitter lainnya mengatakan mereka tetap menggunakan LUNA yang lama atau asli. Sejak berganti nama menjadi Terra Classic (LUNC) atau LUNA Classic, nilainya turun 29% selama 24 jam terakhir menjadi $ 0,00009031, menurut CoinMarketCap. LUNC mencapai puncaknya di bulan lalu pada $ 119,18 sebelum ambruk pada awal Mei silam yang menyebabkan kehilangan puluhan miliar dolar.

Sedangkan, dari 1 miliar token LUNA baru, baru 21 juta yang dikirim melalui skema airdop dan ditambahkan ke pasokan yang beredar pada Sabtu. Sisanya akan di-airdrop secara bertahap.

Baca juga: Pasar Sepekan: Market Kripto Belum Kondusif, Bitcoin Gagal Agresif

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022

Aset kripto dan blockchain semakin mendapat tempat pada pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF). Pada agenda tahunan WEF yang digelar 22-26 Mei 2022 di Davos, Swiss, dihadiri para pemimpin ekonomi global membahas soal aset kripto dan pemanfaatan blockchain.

Aset kripto, blockchain dan digitalisasi layanan keuangan serta dampaknya pada berbagai sektor global menjadi topik utama selama pertemuan tahunan WEF 2022. Ada beragam agenda yang digelar meliputi diskusi mengenai peran dari market keuangan terdesentralisasi (DeFi), peran mata uang digital bank sentral (CBDC), hingga bagaimana blockchain dapat diterapkan untuk memberantas kemiskinan dunia.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan masuknya aset kripto dan blockchain dalam pembahasan utama di agenda WEF 2022 menjadi hal yang baik untuk perkembangannya secara global, termasuk di Indonesia.

“Saya melihat ini adalah pencapaian sekaligus peluang. Aset kripto dan blockhcain sudah tidak dipandang sebelah mata oleh para pemimpin ekonomi global. Kesempatan ini merupakan peluang untuk menciptakan nilai tambah yang baik. Pokok pembahasan tersebut bisa menjadi acuan bagi perkembangan kripto dan blockchain ke depannya, termasuk di Indonesia,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo) & COO Tokocrypto, Teguh Kurniawan Harmanda.
Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

Adopsi Kripto dan Blockchain Semakin Luas

Lebih lanjut Manda menjelaskan kehadiran aset kripto tetap tumbuh, walau saat ini market secara keseluruhan sedang mengalami crash. Menurutnya, kripto semakin terintegrasi dengan perekonomian global, maka risiko-risiko seperti itu bisa jadi memiliki beberapa justifikasi.

Aset kripto bisa menjadi instrumen pelindung nilai yang baik, guna melawan risiko dari pasar lainnya. Dengan demikian, masih memungkinkan kripto dan teknologi blockchain berfungsi dengan berbagai cara dan melangkah lebih jauh lagi.

“Fase adopsi kripto saat ini layaknya seperti hari-hari awal adopsi internet. Di tengah tren negatif makroekonomi, sejumlah pihak yang tetap mengakui market akan kembali bullish atau optimis dengan prospek jangka panjang industri kripto,” ungkapnya.

“Pemerintah melihat pertumbuhan perdagangan aset kripto baik di Indonesia maupun di dunia sangat dinamis. Hal ini menimbulkan optimisme perkembangan aset kripto yang semakin baik ke depannya.”

World Economic Forum
Pertemuan tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) di Davos, Swiss bahas soal aset kripto. Foto: Getty Images.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Tantangan Industri Kripto dan Blockchain

Ada sejumlah tantangan yang harus diatasi sebelum kripto dan blockchain menjadi arus utama. Kurangnya pemahaman manajemen risiko hingga stigma negatif masih membayangi pertumbuhan industri kripto.

Para pelaku industri kripto akan terus berkolaborasi untuk menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat Indonesia.

“Kita harapkan fokus utama kami bersama ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan trust kepada masyarakat. Selain itu, semua stakeholder bersinergi untuk mempercepat kelengkapan ekosistem kelembagaan aset kripto di Indonesia agar maksimal menggali potensi industri kripto dalam negeri,” pungkasnya.

Baca juga: Adopsi Teknologi Blockchain dan Kripto Berkembang Baik di Indonesia, Ini Penyebabnya



Sumber : news.tokocrypto.com

Proposal Pemulihan Terra Telah Disetujui dengan Memiliki 65% Suara

Akhirnya, setelah melalui masa voting beberapa hari, proposal pemulihan Terra secara resmi telah disetujui, dengan mendapatkan 65% suara yang mendukung, mengatakan “Ya.”

Ekosistem baru yang dijuluki Terra 2.0 ini akan secara resmi diluncurkan pada 27 Mei atau hari ini, yang tentu sangat diharapkan mampu membawa kabar pemulihan yang layak dan tepat bagi ekosistem.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Berikut laporan resmi dari salah satu akun sosial media Terra:

“Proposal tata kelola Terra No. 1623 untuk mengganti nama jaringan yang ada Terra Classic (LUNC), dan kelahiran kembali Terra blockchain (LUNA) baru telah resmi disahkan!”

Proposal ini akan membuat pengembang melakukan forking pada jaringan Terra, untuk menghadirkan blockchain Terra baru dan token LUNA baru.

Baca juga: Inilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

Sementara, jaringan blockchain lama akan disebut Terra Classic, dan token LUNA yang lama akan disebut Terra Classic, dengan simbol LUNC. Ini tepatnya telah didukung oleh suara sebanyak 65,50%.

Tentu saja, investor sangat bersemangat dengan ini, yang juga mendapatkan dukungan dari pertukaran crypto, Binance dalam upaya pemulihan ekosistem ini.

Meski secara jelas belum terlihat, apakah pembaruan ini hanya akan baik bagi LUNA yang baru, atau juga akan baik bagi UST dan LUNC, tetapi ini terlihat masih lebih baik dibandingkan hanya diam saja dan melihat ekosistem mati dan investor yang terbengkalai.

Dalam proposal, para pemegang UST dan LUNC akan mendapatkan token LUNA dalam hitungan porsi, melalui skema airdrop, dengan perhitungan yang berbeda, terlebih bagi pemegang yang sudah HODL sejak sebelum dan sesudah crash terjadi.

Do Kwon dan tim kini tengah dalam sorotan, bukan hanya karena proposal pemulihan, tetapi juga dari pantauan regulator setempat yang begitu terarah pada mereka. Kejatuhan LUNA dan UST telah memakan banyak korban lokal di Korea Selatan.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Koin LUNA “Untracked”, Coinmarketcap Alihkan Laman ke Terra 2.0

Harga koin LUNA hari ini masih berstatus “untracked” setelah proyek kripto itu berganti wajah menjadi Terra 2.0. Bursa kripto besar mendukung itu, kecuali BitMEX. Sementara itu, laman baru kripto LUNA di Coinmarketcap dalam proses penyelarasan informasi.

Jatuhnya Terra memang membuat nelangsa, khususnya hodler kelas jelata. Alih-alih mundur sepenuhnya, Terraform Labs memilih bertahan dengan blockchain baru, tetap bernama Terra dengan kripto tetap bernama Luna (bersimbol LUNA). Dan yang pasti stablecoin UST ditinggalkan. Dukungan besar dari sejumlah bursa kripto, tentu saja setelah Do Kwon melobi mereka satu per satu, pun berdatangan.

Lewat pengumuman resmi pada Kamis (26/5/2022), Terraform Labs memaparkan rincian soal airdrop yang direncanakan digelar pada  Jumat (27/5/2022).

Sasaran distribusi itu adalah kepada para pemegang Terra Luna Classic (LUNC), TerraUSD Classic (USTC) dan Anchor Protocol UST (aUST) yang memenuhi syarat. Disebut “classic” di sini karena kripto itu yang bersemayam di blockchain Terra yang lama.

Sebelumnya, bursa kripto Binance dan FTX sudah berkoordinasi dengan tim Terraform Labs terkait airdrop itu. Binance bilang bahwa itu bertujuan untuk membantu pengguna Binance yang turut terpapar “teror LUNA”.

Baca juga: Sudah Tahu Teknologi Terbaru MetaHuman? Ini Dia Penjelasannya

Sementara itu FTX menyebutkan mereka akan mendukung airdrop itu dan menghentikan sementara pasar LUNA dan UST selama proses migrasi. Tim Terra mengatakan, bahwa selain Binance dan FTX, itu juga bekerja sama dengan lebih banyak “bursa kripto mitra mereka” yang akan mendukung airdrop.

Bursa lainnya yang senada adalah KuCoin, mendukung Terra 2.0 baik dari segi migrasi, daftar dan perdagangan kripto baru Luna 2.0.

Namun, tidak demikian dengan bursa BitMEX. Juru bicara BitMEX mengatakan kepada Cointelegraph, bahwa saat ini tidak ada rencana untuk mendaftarkan kripto itu.

“Kami tidak memiliki rencana saat ini untuk mendaftarkan LUNA di pasar spot. Adapun kontrak derivatif berdasarkan nilai kripto itu, kami harus mempertimbangkan indeks acuan yang lebih jelas,” sebut BitMEX.

Dalam proses migrasi besar ini, Coinmarketcap.com pun menyeleraskan informasi soal LUNA ini.

Baca juga: Terra LUNA Hari Ini Menguat, Bursa Kripto Ini Siap Sokong Terra 2.0, Voting Berakhir Petang

Terpantau Kamis (26/5/2022) pada malam hari, laman lama LUNA tak dapat digunakan lagi sebagai acuan informasi setelah Terra 2.0 muncul. Bahkan laman lama berubah nama menjadi “Terra Classic”. Coinmarketcap mengabarkan laman baru untuk LUNA, yakni “Terra (LUNA) ini, dengan status “untracked“, menanti blockchain baru meluncur. Harga koin LUNA hari ini di laman lama terpantau sekitar US$0,0001426, naik 26,88 persen. Ini tentu saja tidak mencerminkan pasar sepenuhnya, karena blockchain lama akan beralih ke blockchain baru.

Tampilan laman Terra lama (Terra Classic) di Coinmarketcap.com.
Harga koin LUNA hari ini
Tampilan lama baru Terra 2.0 (LUNA) di Coinmarketcap.com. Laman baru tak dapat dijadikan acuan lagi, setelah blockchain baru meluncur pada Jumat besok. Sumber: Coinmarketcap.com.

Logo pun sudah berubah, dari sebelumnya kombinasi biru dan kuning, kini LUNA baru perpaduan kuning dan jingga pekat berbentuk seperti lidah api. Meninggalkan warna biru dapat dimaknai sebagai simbol meninggalkan stablecoin UST itu. [ps]

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Binance dan Bursa Besar Lainnya Dukung Peluncuran Terra 2.0

Sejumlah pertukaran atau exchanges aset kripto berjanji akan mendukung peluncuran jaringan baru Terra yang bertajuk Terra 2.0. Di mana setiap holder Terra Classic termasuk LUNAdan UST akan mendapat airdrop sesuai dengan janji dalam proposal 1623.

Exchanges kripto yang telah mengumumkan akan membantu peluncuran Terra 2.0 ini diantaranya, Binance , FTX , Crypto.com , Huobi , Bitfinex , Bybit , Gate io , Bitrue dan Kucoin. Mereka telah berjanji untuk mendukung versi modifikasi dari blockchain Terra yang baru saja runtuh. 

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 25 Mei 2022: Dinamika Pasar Kripto Masih Statis

Binance menyatakan bahwa mereka sedang bekerja sama dengan tim Terra dalam rencana pemulihan ini. Sementara FTX mengumumkan bahwa mereka akan mendukung pembagian airdrop LUNA baru dan menangguhkan pasar LUNA dan UST.

Terra 2.0 akan diluncurkan pada 27 Mei 2022. Setelah itu airdrop token “LUNA baru” akan diproses.

Menurut pengumuman dari Terraform Labs, distribusi dan vesting LUNA yang diberikan melalui airdrop bergantung pada jenis token wallet dan jumlahnya, serta snapshot yang ada di dalamnya.

Airdrop pertama akan diluncurkan pada 27 Mei 2022

Di peluncuran (genesis) ini, akan tersedia 30% LUNA airdrop untuk pengguna Pre-Attack dengan dana yang tersedia di wallet kurang dari 10.000 LUNA (termasuk turunan staking) atau disimpan UST di Anchor. Sedangkan untuk pengguna Post-Attack dengan jumlah LUNA berapa pun (termasuk staking derivatif), UST, atau keduanya.

Sebelumnya, Do Kwon menulis sebuah proposal peluncuran kembali blockchain Terra. Proposa; itu disetujui oleh mayoritas voters. Dalam hasil voting yang ditampilkan di Terra Station, 65,5% dari komunitas Terra menyatakan setuju proposal 1623 tersebut. Sedangkan, 20,98% abstain, 0,33% menolak, dan 13,20% menyatakan no with veto.

Proposal tersebut dipublikasikan oleh Do Kwon pada 16 Mei 2022. Dalam rencana itu disebutkan rantai Terra baru dibuat tanpa stablecoin algoritmik. Adapun, rantai lama disebut Terra Classic (token Luna Classic – LUNC) dan rantai baru disebut Terra (token Luna – LUNA).

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Aset kripto memasuki babak baru setelah menjadi pusat perhatian di forum ekonomi dunia (WEF) di Davos, Swiss. Bank-bank sentral dan otoritas keuangan dari seluruh dunia membahas kripto dalam pertemuan WEF pada Selasa (24/5).

Dilaporkan dari CNN Business, dalam pertemuan itu, petinggi bank sentral dan otoritas keuangan berbagai negara sepakat bahwa aset kripto bukan merupakan mata uang. Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva, mengakui bahwa aset kripto menawarkan layanan transaksi yang lebih cepat, efisien dan lebih inklusif.

Di samping itu Georgieva menegaskan bahwa dia tidak setuju kripto dapat disebut sebagai mata uang. “Bitcoin mungkin disebut koin, tetapi itu bukan uang. Ini bukan (aset) penyimpan nilai yang stabil,” katanya.

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF), Kristalina Georgieva. Foto: Stephen Jaffe/IMF.

Georgieva menambahkan, beberapa cara kerja aset kripto lebih mirip dengan skema piramida atau ‘ponzi’ versi era digital. Sebab, aset kripto sendiri tidak didukung aset nyata. Hal tersebut ia ungkap melihat kasus jatuhnya harga kripto, seperti luna, terra, serta Bitcoin, membuktikan kripto memiliki risiko terlalu tinggi.

Sedangkan menurut Georgieva, mata uang digital keluaran bank sentral (central bank digital currencies/CBDC) yang didukung oleh pemerintah bisa lebih stabil.

Baca juga: Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya

Aset Kripto Bukan Mata Uang

Tidak hanya Georgieva, Gubernur Bank Sentral Perancis, François Villeroy de Galhau, menilai banyak masyarakat yang kehilangan kepercayaan terhadap kripto lantaran nilainya yang naik-turun besar-besaran. Maka, dari itu kripto tidak bisa menjadi mata uang.

“Kripto bukanalat pembayaran yang dapat diandalkan. Seseorang harus bertanggung jawab atas nilainya dan itu harus diterima secara universal sebagai alat pertukaran. (Kripto) bukan itu,” jelas Villeroy.

Panelis lain dalam pertemuan WEF itu juga bertanya-tanya apa tujuan jangka panjang aset kripto. Sethaput Suthiwartnarueput, Gubernur Bank of Thailand, mengatakan Thailand telah bereksperimen di dunia aset kripto. Tapi, dia mengatakan itu “harus jelas masalah apa yang ingin Anda selesaikan.”

“Kami tidak ingin melihatnya sebagai alat pembayaran,” kata Suthiwartnarueput, menambahkan bahwa kripto lebih merupakan investasi daripada alat tukar.

Aset kripto dinilai tidak bisa jadi mata uang.
Aset kripto dinilai tidak bisa jadi mata uang.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Villeroy menyebutkan bahwa percobaan oleh El Salvador untuk menggunakan Bitcoin sebagai mata uang legal menunjukkan betapa berisikonya merangkul aset kripto jadi alat pembayaran.

Georgieva mencatat bahwa uang digital (CBDC) dapat menjadi “barang publik global” yang dapat membantu orang mengirim uang melintasi perbatasan. Kuncinya adalah untuk interoperabilitas, sehingga transfer mata uang digital sama mudahnya dengan mata uang kertas seperti dolar dan euro.

Tetapi panelis menekankan bahwa akan butuh waktu bagi CBDC untuk berevolusi dan menjadi lebih umum bagi masyarakat, lembaga keuangan utama, dan pemerintah. Anggota parlemen di Amerika Serikat serta Federal Reserve juga memperdebatkan pro dan kontra dari mata uang yang didukung secara digital.



Sumber : news.tokocrypto.com