Tag Archives: cryptocurrency

Pasar Sepekan: Market Kripto Mulai Stabil, Akankah Reli Kencang?

Pergerakan market aset kripto dalam seminggu terakhir, memang bikin wajah investor muram dan senyum dalam waktu yang berdekatan. Membuka awal pekan ini, market sempat menghijau, tapi tak lama trus anjlok dan menjelang akhir pekan kembali positif.

Dalam pantauan situs CoinMarketCap pada Jumat (3/6) pukul 15.00 WIB secara umum market kripto berkinerja apik. 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berhasil melaju ke zona hijau dalama 24 jam terakhir. Seperti, Bitcoin (BTC) berhasil tumbuh 1,81% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$ 30.480,2. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) naik 0,75% ke US$ 1.828,6 di waktu yang sama.

Altcoin lainnya pun ikut menguat meski dengan angka yang tak begitu signifikan. Binance Coin (BNB), Dogecoin (DOGE) dan XRP kompak tumbuh di atas 2% dalam sehari belakangan. Sementara itu, Solana (SOL) dan Cardano (ADA) tumbuh lebih dari 4% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan stabilnya market aset kripto menjelang akhri pekan pertama bulan Juni ini, mengikuti pergerakan yang terjadi di pasar saham. Laju kencang indeks saham AS berimbas pada market kripto yang kembali bergairah, sehingga investor percaya diri untuk melakukan aksi beli.

“Ada kecenderungan investor kini kembali tergugah masuk ke pasar aset berisiko. Hal ini sejalan dengan tren positif di pasar saham. Namun, ada kemungkinan ini tidak akan berlangsung lama. Market kripto belum memiliki sentimen yang kuat untuk reli kencang dalam waktu dekat,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid memperingatkan kinerja pasar kripto yang mulai stabil ini, bisa saja kembali berumur pendek. Sentimen pasar pun masih terpantau bearish akibat situasi makroekonomi yang tidak menentu. Investor masih dihadapkan pada ancaman resesi ekonomi, kebijakan moneter agresif The Fed, dan inflasi yang meroket.

belajar memahami grafik trading
Ilustrasi market kripto.

Baca juga: Analisis Solana (SOL) yang Sering Mati Jaringan Blockchain, Masih Menarik?

Pasalnya, dari sisi analisis teknikal, harga-harga aset kripto masih bergerak di rentang harga yang sangat pendek dan bahkan belum sukses menembus level resistance-nya. Seperti, Bitcoin harus menyentuh level $ 33.500 untuk memulai fase bullish-nya.

“Jika Bitcoin tidak mampu mempertahankan level saat ini atau kembali menembus harga di atas $ 30.000, maka akan melanjutkan periode bearish-nya, di pemberhentian pertama di level $ 28.630. Namun, jika harga rebound dari $ 28.600, BTC dapat kembali mencoba reli ke $ 32.659,” kata Afid.

Prediksi Bitcoin ke level $ 14.000

Kontributor CryptoQuant, Venturefounder, menyebutkan jika ditilik dari pola historis setelah siklus halving Bitcoin sebelumnya, maka harga terendah makro BTC saat ini berada di level $ 14.000-$ 21.000. Ia menganalisis bahwa kemungkinan level tersebut akan terbentuk di enam bulan ke depan. 

“Dalam 670 hari ke depan, BTC akan menyerah dalam 6 bulan ke depan dan mencapai titik terendah ($14-21k), kemudian memotong sekitar $28-40k di sebagian besar tahun 2023 dan berada di ~$40rb lagi setelah halving berikutnya (2024),” tulis Venturefounder di akun Twitter-nya. 

Baca juga: Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

Prediksi ini tentu bukan kabar baik bagi investor Bitcoin dan kripto secara umum, namun hal ini sangat mungkin untuk terjadi. Data menunjukan jika setelah halving harga BTC memang akan mengalami penurunan. 

Contoh, satu tahun setelah halving di 2017 Bitcoin raih ATH di kisaran angka $ 20.000, di Desember 2018 Bitcoin sempat turun ke $ 3.100 dan baru berhasil pulih tujuh bulan sesudahnya ke angka $ 13.800. Selanjutnya kembali turun ke harga $ 3.600 di Maret 2020 saat pandemi COVID-19 menerjang dunia. 

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

Bitcoin (BTC) yang harganya saat ini tengah berupaya pulih dari kisaran level psikologis $ 30.000 telah menjadi sorotan, baik para pengamat dan juga para analis teknikal.

Dalam pasar bearish yang mendalam ini, ada beberapa pihak yang kini telah melihat peluang dari aset crypto utama ini, untuk membeli di harga potensial, buy the dip, atau dalam diskon besar.

Rekt Capital ada di antara pihak yang melihat peluang tersebut, dengan menggunakan pendekatan analisis teknikal yang tampaknya patut dijadikan bahan pertimbangan dalam analisis jangka panjang.

Dalam buletin langganan Rekt Capital, pendekatan tersebut menggunakan indikator Moving Average 20 bulan, atau MA 20-bulan, untuk menemukan sudut pandang jangka panjang yang secara data, menarik untuk disimak.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fba66f85d-18da-4594-bf04-6760b63a5116_1800x1264.png

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Dengan melihat sejarah, penggunaan MA ini terlihat tepat untuk mengukur prospek tren pada Bitcoin, di mana ketika harga berada di bawahnya, ini berpeluang bergerak lebih rendah lagi sebelum membentuk pemulihan.

Menariknya, MA ini ditembus dalam rentang 4 tahun sekali, dari 2014, 2018 dan 2020, dengan jarak penurunan yang kian mengecil dari masa ke masa, di 2014 (63%), 2018 (52%) dan 2020 (46%).

Dan saat ini, harga mengalami lebih cepat 2 tahun, di 2022, sehingga ini memiliki dua peluang, yaitu langsung membangun pemulihan, atau bergerak lebih rendah lagi sebelum membentuk pijakan baru untuk reli.

Dalam strategi Rekt Capital, saat harga BTC semakin rendah dari MA 20-bulan, maka semakin besar pula peluang keuntungan yang akan didapat investor jangka panjang.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbf83baae-3e9a-44a7-8dee-370c5f173e8b_1862x1264.png

Baca juga: Aset Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022, Apa Dampaknya?

Dan pada gambar di atas, harga saat ini tampak telah mengikuti pergerakan pada 1 Mei 2020, yang keluar dari garis Channel. Ini bisa saja mengikuti pergerakan selanjutnya, yaitu membangun kenaikan dan bergerak lebih tinggi ke ATH yang baru. Tentu saja, ini berdasarkan sudut pandang teknikal, mengesampingkan sentimen fundamental yang ada.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fe02434e1-915a-464e-95b4-faca754ce016_1800x1264.png

Dan dari grafik Weekly di atas, harga tampak masih bertahan di wilayah Macro Range Low, yang bertindak sebagai Support Utama bagi BTC.

Peluang dari mampu tidaknya harga untuk pulih juga dapat diharapkan selama harga masih di dalam wilayah tersebut.

Kesimpulan

Selama Bitcoin di bawah 20 MA, ini adalah kesempatan untuk membeli. (beli sedikit demi sedikit)

Semakin dalam Bitcoin di bawah 20 MA, semakin bagus kesempatan untuk untung.

Ketika Bitcoin di atas 20 MA, HODL untuk beberapa Minggu atau bulan ke depan.

Namun, menurut Cryptoharian, harga yang paling bagus untuk membeli Bitcoin berada di sekitar $ 28.000-an Karena trader Cryptoharian prediksi Bottom Bitcoin berada di sekitar $ 22.000, terkecuali ada event black swan.

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Solana (SOL) yang Sering Mati Jaringan Blockchain

Aset kripto Solana (SOL) menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir. Penyebabnya jaringan blockchain Solana sempat mati atau down selama empat jam pada Kamis (2/6) lalu. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku pasar yang meng-hold kripto SOL dan bagaimana masa depannya?

Jaringan blockchain Solana dilaporkan down selama empat jam yang diakibatkan oleh adanya bug yang menghentikan produksi blokchain. Akun Twitter resmi Solana menyatakan, insiden ini terjadi pada 1 Juni 2022, pukul 13.00 ET atau 2 Juni 2022 pukul 00.00 WIB.

Jaringan kembali online pada pukul 17.00 ET atau 04.00 WIB di hari yang sama. Melalui situs resminya, Solana melaporkan jaringannya down selama 4 jam 10 menit.

Anatoly Yakovenko, salah satu pendiri Solana, mengungkap masalah tersebut disebabkan oleh bug yang muncul dalam fitur Durable Nonce Transactions. Fitur ini digunakan untuk menjalankan transaksi yang bisa dilakukan secara offline tanpa memerlukan kode blok yang terbaru.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 02 Juni 2022: Laju Pasar Kripto Belum Optimal

“Masalah tersebut membuat beberapa bagian jaringan menganggap blok itu tidak valid dan sebagai hasilnya tidak ada konsensus yang dapat dibentuk,” tulis Yakovenko di Twitternya.

Dikutip Portal Kripto, validator kemudian bekerja sama untuk menghidupkan ulang jaringan Solana dengan menonaktifkan fitur Durable Nonce Transactions. Yakovenko juga memastikan bug yang muncul akan langsung diperbaiki.

Bagaimana Masa Depan Solana (SOL)?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan jaringan blockchain Solana yang terhenti memang menimbulkan sentimen negatif bagi koin SOL. Akibat banyaknya sentimen negatif terkait Solana saat ini, harga Koin SOL mengalami koreksi drastis hanya dalam satu hari.

Dari situs CoinMarketCap saja, nilai SOL sempat turun lebih dari 11% pada Kamis (2/6) pukul 17.00 WIB di hari kejadian jaringannya down menjadi $ 39. Walaupun begitu, harga SOL sudah kembali naik pada Jumat (3/6) menjadi $ 41 atau naik 1,6% dalam 24 jam terakhir.

“Masalah jaringan Solana yang down masih belum menimbulkan dampak yang besar. Harga SOL masih bisa naik dan kuat. Posisi SOL juga masih kuat berada di peringkat sembilan dalam kapitalisasi pasar kripto setelah berhasil mengalahkan Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT),” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: Tokocrypto dan Nexticorn Gelar NXC Web3 Startup Competition 2022 Cari Project Lokal Terbaik

Untuk saat ini harga SOL masih perlahan kembali positif, bersamaan dengan pergerakan yang juga mengarah ke zona hijau. Terkait harga SOL yang turun pada Kamis (2/6) lalu, banyak investor yang menuangkan kekecewaannya karena mengaitkannya dengan kondisi jaringan yang kurang stabil.

Dikutip Coinvestasi, kejadian halt ini bukan pertama kalinya terjadi di jaringan Solana. Sebelumnya Solana sempat mengalami pemberhentian beberapa kali, terakhir pada 30 April 2022, pemberhentian terakhir terjadi akibat adanya kerusakan yang disebabkan bot yang membanjiri mint beberapa koleksi NFT.

Hingga saat ini telah terjadi sekitar empat insiden pemberhentian jaringan, termasuk kejadian di Januari 2022, Desember 2021, dan September 2021. Rentetan kejadian tersebut juga membuat banyak keraguan terkait sistem desentralisasi dari blockchain Solana yang sebenarnya tidak terdesentralisasi sepenuhnya.

Harga Solana Meningkat 400%
Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

Solana merupakan jaringan pesaing Ethereum yang saat ini tengah menjadi platform populer untuk proyek NFT, decentralized apps (dapps) dan games, serta layanan decentralized finance (DeFi). Token SOL mengalami kenaikan harga signifikan tahun lalu, namun nilainya melesu sejak pasar kripto mengalami guncangan dalam beberapa bulan terakhir.

“Karena SOL masih berada dalam daftar 10 besar aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap. Harga yang turun bisa dimanfaatkan investor untuk buy to dip untuk mengakumulasi keuntungan saat pasar tumbuh positif dan tim pengembang Solana melakukan perbaikan jaringan agar hal tersebut tidak terulang,” pungkas Afid.

Baca juga: CEO Celsius Network: Bitcoin Pulih ke $38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Pulih ke $38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto

Di tengah kekhawatiran ekonomi yang menyusutkan selera risiko investor, CEO Celsius Network mengatakan bahwa pasar kripto dan Bitcoin akan bangkit, inflasi tidak akan menghentikannya.

Alex Mashinsky mengungkapkan pandangannya tersebut dalam sebuah wawancara bersama Kitco News, yang memperkirakan pasar kripto justru akan mulai pulih dari sini. Ia menambahkan:

“[Bahkan] JP Morgan… mengeluarkan laporan minggu ini yang mengatakan bahwa mungkin aksi jual crypto berlebihan, dan mereka melihat rebound ke level 38.000 [USD per Bitcoin] dari tempat kita hari ini… Jadi saya pikir kita akan melihat pembalikan atas akhir pekan dan minggu depan.”

Ia pun menilai bahwa, pasar Bearish saat ini memberi dampak baik untuk memisahkan para penipu dan spekulan dari industri kripto.

Menurutnya, pasar kripto memiliki dua jenis pelaku pasar, yakni HODLer seperti Michael Saylor, Komunitas Celsius dan lainnya, dan juga ada para investor yang bersifat spekulan.

Baca juga: Shiba Inu Dilepaskan Pendirinya!

Dengan kondisi bearish saat ini, para spekulan telah dihapuskan dari permainan, yang akan menghentikan aksi jual besar-besaran dan mulai beralih lagi ke kenaikan harga yang bagus. Ia mengatakan:

“Ingat, ketika Bitcoin pulih, awalnya pulih 5 hingga 8 kali dari tempatnya, atau bahkan lebih.”

Selain itu, Alex juga mengatakan bahwa ia masih percaya Bitcoin dapat menjadi aset pelindung nilai dari inflasi. Menurutnya, jika membandingkan periode satu dekade pada S&P versus inflasi versus Bitcoin, maka Bitcoin akan mengungguli keduanya.

Menanggapi potensi inflasi, Alex tidak melihat itu akan mereda, karena ia memperkirakan AS tengah menuju puncak dari inflasi dan akan butuh waktu lebih lama bagi ekonomi AS untuk pulih dan memperbaikinya.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Disisi lain, Alex juga mengatakan, inflasi harus dibawah 8% untuk Bitcoin rally dan jika inflasi masih diatas 8.3%, harga Bitcoin akan terus merosot.

Pada tanggal 14-15 Juni, The Fed akan melakukan meeting lagi. Semua trader masih menunggu tanggal tersebut.

Alex juga memberitahukan beberapa exchange yang dia ketahui sudah tidak melakukan likuidasi lagi dan banyak pengguna celsius menukarkan stablecoin mereka ke Bitcoin atau altcoin.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kazakhstan Kantongi US$ 1,5 Juta dari Sektor Tambang Kripto

Pemerintah Kazakhstan mengantongi US$ 1,5 juta, setara Rp 21,77 milyar, dari sektor tambang kripto pada kuartal pertama tahun 2022, berdasarkan laporan News Bitcoin. Dana tersebut berasal dari tagihan biaya listrik yang digunakan untuk menambang aset digital, pertama diterapkan pada Januari silam.

Kazakhstan mengumumkan telah menerima pemasukan besar tersebut dari sektor tambang kripto yang beroperasi secara legal di negara tersebut.

Kazakhstan Raup Pendapatan Besar dari Sektor Tambang Kripto 

Biaya listrik khusus kripto mulai diterapkan pada 1 Januari 2022 sebesar 1 tenge (mata uang Kazakhstan) per kWh listrik yang dipakai untuk penambangan aset kripto. Perusahaan yang menjalankan operasi penambangan wajib membayar tagihan listrik tersebut setiap tanggal 20 pada bulan pertama setelah kuartal berjalan.

Biaya itu belum termasuk aturan pajak resmi Kazakhstan. Pemerintah berencana menerapkan biaya bervariasi bergantung kepada harga listrik yang digunakan. Amandemen aturan tersebut belum lama ini telah mendapat persetujuan pada Dewan Perwakilan Rakyat Kazakhstan.

Langkah tersebut diperkirakan akan menambang pemasukan negara sekaligus membatasi konsumsi listrik oleh sektor produsen aset digital yang membutuhkan energi tinggi.

Kazakhstan menjadi pusat penambangan kripto menyusul pelarangan China terhadap sektor tersebut pada bulan Mei tahun 2021.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Website T-Launchpad, Platform IDO Pertama di Indonesia yang Baru Rilis

Maraknya penambangan kripto disebut sebagai penyebab defisit listrik di Kazakhstan. Akibatnya, lusinan fasilitas penambangan terpaksa menghentikan kegiatan, membongkar dan memindahkan peralatan dari lokasi. Sebagian perusahaan berpindah ke negara lain.

Sebagian perusahaan penambangan kripto yang menghentikan operasi terafiliasi dengan pengusaha asal Kazakhstan Alexander Klebanov dari wilayah Pavlodar, serta Bolat Nazarbayev, saudara dari mantan presiden Nursultan Nazarbayev.

Tokoh publik lain yang disebut terkait dengan investasi penambangan kripto mencakup mantan kepala perusahaan gas Kairat Sharipbaev dan Erlan Nigmatulin, pengusaha terkenal dari wilayah Karaganda.

Dalam rapat pemerintah pada bulan Februari lalu, Presiden Kassym-Jomart Tokayev menghimbau untuk melipatgandakan sanksi pajak terhadap penambangan kripto.

Ia juga memerintahkan pengawas kripto untuk mengidentifikasi semua fasilitas penambangan di negara itu dan memeriksa dokumen pajak serta bea cukai.

Baca juga: Binance Bentuk Tim Sidik Terkait Tudingan Terkait Terra LUNA

Pada awal bulan Mei, Kazakhstan memperluas aturan pendaftaran dan pelaporan bagi penambang. Usaha penambangan wajib menyerahkan serangkaian informasi, meliputi kebutuhan energi alat tambang, rencana investasi serta jumlah pegawai.

Sementara itu, auditor dari pemerintah berusaha menutup celah aturan pajak yang dimanfaatkan oleh sejumlah penambang. [ed]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Singapura Luncurkan Inisiatif Aset Digital

Singapura meluncurkan inisiatif aset digital demi menyelidiki potensi kegunaan tokenisasi aset dalam rangka menjadi pusat bagi keuangan desentralistik (DeFi) menyusul minggatnya sejumlah pelaku pasar industri kripto.

Singapura dan Inisiatif Aset Digital 

Inisiatif aset digital tersebut bernama Project Guardian, yang merupakan kerjasama antara Otoritas Keuangan Singapura (MAS) dan perusahaan keuangan besar. Proyek ini diharapkan menguji kelayakan aplikasi di bidang tokenisasi aset dan DeFi.

Tokenisasi adalah proses membuat wakil aset bernilai secara digital melalui smart contract pada blockchain. Melalui tokenisasi, aset bernilai ekonomis tinggi dapat dipecahkan dan dipertukarkan menggunakan internet dengan basis peer-to-peer.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Bloomberg melaporkan, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinasi Kebijakan Ekonomi Heng Swee Keat meluncurkan proyek tersebut pada acara Asia Tech x Singapore Summit pada Senin (31/05/2022) kemarin. Ia berkata Project Guardian akan mengelola resiko kripto terhadap integritas dan stabilitas keuangan.

Proyek itu bertujuan mengembangkan proyek rintisan di beragam bidang, termasuk jaringan terbuka yang interoperabel, trust anchor dan protokol DeFi bagi tingkat institusi.

Proyek rintisan pertama akan menjajaki potensi aplikasi DeFi bagi wholesale funding market.

Proyek ini dipimpin oleh Bank DBS, JPMorgan Chase & Co serta Marketnode Pte dan melibatkan pembuatan permissioned liquidity pool yang terdiri dari token obligasi serta deposit.

MAS termasuk regulator yang tanggap melihat teknologi blockchain. Singapura telah mendirikan kerangka lisensi kripto beberapa tahun lalu.

Kendati demikian, para pemohon lisensi kesulitan mendapatkan persetujuan dikarenakan proses yang lambat. Selain itu, pelarangan iklan kripto menjadi hambatan lain bagi kelancaran industri.

Baca juga: Tiongkok Awasi Stablecoin Pasca Keruntuhan Terra LUNA?

Beragam pelaku pasar kripto telah pindah domisili ke Dubai. Pemerintah Dubai secara aktif merayu perusahaan-perusahaan kripto untuk mendirikan markas di kota tersebut.

Salah satunya adalah bursa Bybit Fintech Ltd yang memindahkan markas dari Singapura ke Dubai. Perusahaan ventura Three Arrows turut pindah ke kota tersebut. Bursa terbesar Binance Holdings Ltd memindahkan operasional dari Singapura ke Dubai.

Sopnendu Mohanty, Kepala Fintech MAS, berkata, “Melalui eksperimen praktis dengan industri keuangan dan ekosistem secara meluas, kami berusaha mempertajam pemahaman kami soal ekosistem aset digital yang berkembang pesat.”

Ia menambahkan, hasil kajian Project Guardian akan memberi informasi bagi pembuat kebijakan soal kerangka regulasi yang dibutuhkan untuk menuai manfaat dari DeFi sekaligus memperkecil resikonya.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 02 Juni 2022: Laju Pasar Kripto Belum Optimal

Pergerakan market aset kripto tampaknya belum sepenuhnya optimal. Padahal sejak awal pekan lalu, sejumlah aset kripto reli kencang, namun mulai kehabisan “bensin” untuk meneruskan lajunya ke zona hijau.

Misalnya saja, Bitcoin (BTC) sempat melewati level psikologisnya di harga $ 30.000, tapi tidak berlanjut bullish dan kembali anjlok ke $ 29.850 dari pantauan situs CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB. Apa yang sebenarnya terjadi?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market ini dipengaruhi oleh investor yang sepertinya memanfaatkan momentum reli harga kripto untuk melakukan aksi ambil untung atau taking profit. Mereka tidak mau lama menunggu untuk mendapatkan profit, ketika harga BTC naik setelah sembilan minggu alami penurunan.

“Jika dilihat, ketika sentimen pasar bearish, investor tentu akan buru-buru merealisasikan keuntungannya sebelum laju harga aset kripto kembali berbalik arah. Harga Bitcoin gagal menembus level resistance-nya, sehingga dibutuhkan aksi beli yang kencang demi mengungkitnya lebih tinggi lagi,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Afid menduga para investor masih mengantisipasi ancaman resesi dan kebijakan moneter The Fed ke depan. Meski begitu ada rasa optimisme pelaku pasar yang dipicu oleh keyakinan bahwa harga aset-aset berisiko, termasuk kripto, sudah mencapai titik bottom. Sehingga, pelaku pasar terus mendorong harga aset kripto untuk menembus level resistance-nya.

Tapi, awan mendung masih menyelimuti market kripto dengan sentimen negatif dari makroekonomi yang sangat mempengaruhi tindak-tanduk investor institusi di bursa kripto. Tak ketinggalan, mereka juga tampak latah mengikuti aksi jual yang dilakukan pelaku pasar modal. Di mana nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), Nasdaq dan S&P 500 juga kompak melorot.

Namun, di tengah market yang volatil ini, aset kripto Waves (WAVES) berhasil tumbuh 13% dalam 24 jam terakhir. Hal ini terjadi setelah Waves merilis peta jalan perbaikan ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang dijuluki Waves DeFi Revival Master Plan.

Selain WAVES, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan Juni 2022. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Binance Kumpulkan Dana $ 500 juta untuk Investasi di Web3 dan Blockchain

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Tezos (XTZ)

Analisis teknikal Tezos (XTZ).

Pembuka daftar aset kripto berpotensi bullish awal Juni ini adalah Tezos (XTZ). Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan XTZ masih merasakan sentimen positif dari peluncuran protokol terbaru bernama Jakarta 2.

Afid melihat jaringan Jakarta Protocol berisi pembaruan besar pada protokol ekonomi Tezos, serta banyak perbaikan kecil. Seperti fitur Transaction Optimistic Rollup (TORU) yang memungkinkan pertukaran aset semakin mudah. Dan mekanisme Liquidity Baking Escape Hatch telah didesain ulang dan diganti namanya menjadi “Liquidity Baking Toggle Vote”.

“Peluncuran Jakarta Protocol di jaringan Tezos pada 19 Mei lalu mashi menghadirkan sentimen positif dapat harga XTZ. Ini membuktikan investor masih yakin dengan potensi besar pembaruan jaringan untuk menggerakan harga XTZ naik,” kata Afid.

Berdasarkan analisis teknikalnya, XTZ sedang perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar XTZ dapat terus bergerak menuju harga $ 2,92 atau naik sekitar 34%-37% dari harga bawah $ 2,08 dalam beberapa hari ke depan. 

Peringkat XTZ di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #37, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.702.018.053. Pasokan yang beredar 896.681.214 koin XTZ dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Gitcoin (GTC)

Analisis teknikal Gitcoin (GTC).

Gitcoin adalah platform yang menggabungkan proyek pemrograman open source dengan sistem pembayaran kripto. GTC digunakan sebagai token tata kelola asli Gitcoin. GTC adalah token ERC-20 yang ditujukan untuk tata kelola platform komunitas.

Afid melihat sejak pekan lalu pergerakan GTC terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kemungkinan besar reli akan terus berlanjut dan bisa menguntungkan investor.

“Analisis teknikal GTC, terlihat kenaikan yang signifikan. Harga GTC kemungkinan besar bisa mencapai $ 4,5 atau naik sekitar 44% dari harga bawah saat ini $ 3,68,” jelasnya.

Peringkat GTC di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #472, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 37.257.489. Pasokan yang beredar 14.198.202 koin GTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

3. Toko Token (TKO)

Analisis teknikal Toko Token (TKO).

Toko Token (TKO) adalah token native dari Tokocrypto yang menggabungkan utilitas CeFi dan DeFi. TKO masuk daftar kripto yang potensi bullish didorong dari pergerakan harganya yang mulai perlahan naik.

Afid mengatakan pergerakan ini bisa didorong oleh sentimen positifnya tentang launching T-Launchpad yang kabarnya akan hadir dalam waktu dekat di bulan Juni ini. TKO akan menjadi token utilitas yang bisa digunakan di platform T-Launchpad untuk mengikuti project DAO yang dirilis di sana.

“Dari analisis teknikal harga TKO bisa melambung tinggi hingga Rp 6.318 atau naik sekitar 21% dari harga bawah saat ini Rp 5.700. Namun, apabila TKO gagal bullish, maka harganya bisa turun hingga Rp 5.210 menuju level support-nya,” kata Afid.

Peringkat TKO di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #459, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 39.727.468. Pasokan yang beredar 108.500.000 koin TKO dan maksimal pasokan 500.000.000 koin TKO.

Baca juga: Mengenal Launchpad di Dunia Aset Kripto, Apa Keuntungannya?

4. Origin Protocol (OGN)

Analisis teknikal Origin Protocol (OGN).

Origin Protocol (OGN) adalah token Ethereum yang mendukung platform Origin, yang bertujuan untuk memperkuat pasar yang terdesentralisasi dan peer-to-peer. OGN dapat digunakan untuk mempertaruhkan, mengatur, dan beriklan di platform Origin.

Menurut Afid, OGN bisa masuk ke fase bullish pada pekan ini. “OGN telah membentuk pola cup and handle yang membentuk lengkungan seperti huruf U. Pola handle ini terbentuk karena penurunan harga yang pendek, namun sebagai sinyal bullish.”

Dari analisis teknikalnya, OGN terlihat ada pergerakan turun atau koreksi sedikit meski perlahan dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar nilai OGN bisa reli naik mencapai $ 0,4 atau sekitar 31% dari harga bawah $ 0,34.

Peringkat OGN di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #198, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 108.484.056. Pasokan yang beredar 388.570.733 koin OGN dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin OGN.

5. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Fase bullish pada aset kripto KAVA tampaknya terus berlanjut. Afid menjelaskan sentimen positif pasca peluncuran mainnet Kava 10 dan kabar Kava Network telah menambahkan protokol Sushi ke program insentif pengembangnya dengan mengalokasikan dana total $ 14 juta.

Melalui kemitraan ini, pengguna dan pengembang Sushi akan memiliki akses tanpa batas ke seluruh nilai pasar senilai $300 miliar dari blockchain Ethereum dan Cosmos dari satu jaringan, yang menurut Kava adalah untuk pertama kalinya.

“Sentimen positif KAVA terus menguat. Dari analisis teknikal KAVA juga terlihat pola cup and handle. Kemungkinan besar KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,6 dari $ 3,03 dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 12.00 WIB adalah #81, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 531.580.940. Pasokan yang beredar 201.597.568 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Avarta dan Tokocrypto Jalin Kemitraan Strategis Kembangkan Ekosistem Blockchain di Indonesia

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Bitcoin (BTC)

Analisis teknikal Bitcoin (BTC).

Meski sempat mencicipi level psikologisnya di $ 30.000, Bitcoin kini malah berpotensi bearish dalam beberapa hari ke depan. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sentimen positif untuk menggerakan BTC belum kuat.

“Meski institusi udah mulai pada akumulasi Bitcoin, tapi dari analisa Bitcoin Trading Option, perusahaan besar seperti Delta melihat adanya orderput‘ yang lebih banyak dari ordercall‘. Jadi ada kemungkinan Bitcoin koreksi sedikit lagi dengan ditandai ‘short squeeze‘,” kata Afid.

Dari analisa teknikalnya, BTC akan sedikit koreksi atau turun ke harga kisaran $ 29.000-$ 28.000. Namun, BTC masih tetap berada di atas sedikit dari level support-nya yang masih di angka $ 26.000.

Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 568.647.487.538. Pasokan yang beredar 19.055.837 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

2. Maker (MKR)

Analisis teknikal MKR (Maker).

MKR (Maker) adalah token ERC-20 di blockchain Ethereum yang bertindak sebagai token tata kelola MakerDAO. Pemegang token MKR dapat berpartisipasi dan memberikan suara untuk proposal perubahan terhadap platform MakerDAO.

Afid melihat MKR akan mengalami penurunan dan berpotensi bearish dari segi analisis teknikalnya. “MKR terlihat sudah mengalami penurunan secara bertahap. Pergerakan ini kemungkinan besar akan terus berlanjut. Harga MKR kemungkinan bisa terus terperosok hingga $ 1.150 atau turun 12% dari harga $ 1.319.” jelasnya.

Peringkat MKR di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #49, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.182.488.074. Pasokan yang beredar 977.631 koin MKR dan maksimal pasokan 1.005.577 koin MKR.

3. STEPN (GMT)

Analisis teknikal STEPN (GMT).

STEPN (GMT) sempat mencuri perhatian para pelaku pasar kripto karena keunikan utilitasnya. GMT kini diperkirakan akan kembali bearish pada pekan ini.

Menurut Afid, aset kripto GMT masih masih cukup bagus dalam beberapa waktu ke depan. Namun, saat ini GMT sedang mengalami koreksi sehingga membuat harganya alami penurunan.

“Analisis teknikalnya, harga GMT sudah turun secara perlahan sejak awal pekan ini. GMT bisa alami penurnan harga hingga $ 1 atau turun 17% dari harga $ 1,18 selama beberapa waktu mendatang,” ujar Afid.

Peringkat GMT di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #74, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 611.090.269. Jumlah koin yang beredar 600.000.000 koin GMT dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin GMT.

Baca juga: Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

4. NKN (NKN)

Analisis teknikal NKN (NKN).

New Kind of Network (NKN) adalah blockchain publik yang bertujuan untuk menggunakan insentif ekonomi untuk memotivasi pengguna internet untuk berbagi koneksi jaringan dan memanfaatkan bandwidth yang tidak digunakan. NKN bertujuan untuk menjadi jaringan untuk membangun aplikasi terdesentralisasi dengan cara yang meningkatkan transmisi dan konektivitas data peer-to-peer.

Sayangnya, meski memiliki utilitas yang baik nilai NKN terus turun sejak awal tahun 2022. Afid melihat penurunan NKN yang drastis sejak April lalu, belum bisa membuat NKN masuk ke zona bullish.

“Analisis teknikal NKN ini sudah terlihat turun sejak April, meski ada konsolidasi tidak bisa membuatnya reli. NKN kemungkinan besar akan mengalami penurunan harga menuju $ 0,07 dari $ 0,09,” kata Afid.

Peringkat NKN di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #350, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 67.029.463. Jumlah koin yang beredar 700.000.000 koin NKN dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NKN.

5. Mirror Protocol (MIR)

Analisis teknikal Mirror Protocol (MIR).

Mirror Protocol (MIR) adalah token Ethereum yang memungkinkan pencipta mengeluarkan aset sintetis, yang membantu melacak harga aset dunia nyata. Afid mengungkap MIR akan mengalami bearish selama beberapa hari ke depan.

“MIR akan terus turun harganya menuju $ 0,20 atau anjlok 25% dari $ 0,28. Tapi meski begitu, MIR akan tetap berada di atas level support-nya di harga $ 0,11,” ujar Afid.

Peringkat MIR di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #612, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 21.175.149. Jumlah koin yang beredar 77.742.680 koin MIR dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank of America Tak Ingin Terburu-buru Masuk Kripto

Dalam acara Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos, Swiss, CEO Bank of America (BoA) Brian Moynihan berkata bahwa bank tersebut tidak terburu-buru untuk memasuki sektor aset kripto.

Bank of America dan Keinginan ke Aset Kripto 

Kanal berita Yahoo Finance bertanya ke Moynihan apakah Bank of America merasa tertinggal sebab tidak berinvestasi di sektor kripto secara agresif.

Menanggapi pertanyaan itu, Moynihan menjelaskan BoA adalah bank yang diregulasi sehingga tidak diperbolehkan terjun secara mendalam ke aset kripto.

Ia berkata Bank of America sebaiknya terus memusatkan perhatian kepada misi utamanya, yakni menjadi bank yang mengusung kebebasan finansial.

“Misi kami adalah membantu konsumen Amerika membangun keuangan yang sukses,” jelas CEO Bank of America tersebut. Moynihan telah bertugas sebagai CEO selama 12 tahun dan menopang transformasi perbankan di AS.

Baca juga: PFP adalah Profile Picture: Bagaimana Tren Penggunaan PFP NFT Sebagai Avatar?

Produk perencanaan keuangan BoA yang memiliki empat hingga lima juta pengguna diluncurkan tiga tahun lalu. Moynihan menambahkan, tugas bank tersebut adalah membantu nasabah mempelajari cara berinvestasi demi meningkatkan mutu kehidupan.

Kendati kegunaan aset kripto adalah pembayaran antar negara, Moynihan berpendapat regulasi yang ketat bagi kripto dan ketidakjelasan panduan menyebabkan kelas aset tersebut tidak dapat berinteraksi dengan kelas aset lain.

Bank of America menyatakan pihaknya hanya diperbolehkan meriset tentang kripto. Bank tersebut mendirikan tim khusus kripto pada bulan Juli lalu.

Watcher melaporkan, laporan keuangan terbaru BoA mengungkap 53 persen transaksi nasabah berasal dari kanal digital. Moynihan menambahkan, bank tersebut memiliki 54 juta nasabah digital.

Baca juga: Terra 2.0 Meluncur, Peretas Ini Curi Kripto Setara Rp11,6 Milyar dari Anchor Protocol

Bank of America memiliki ratusan paten terkait blockchain menurut Moynihan. Paten terkait blockchain meningkat 86 persen pada tahun 2021. Kendati memegang paten banyak, BoA tidak berniat berinvestasi ke aset kripto secara besar-besaran.

Forum Ekonomi Dunia dihadiri oleh beragam perwakilan industri kripto, termasuk CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dan Presiden bursa kripto FTX, Brett Harrison. Tetapi, Yahoo Finance melaporkan sebagian besar peserta forum tersebut masih bersikap skeptis terhadap aset digital.

Sikap skeptis tersebut disebabkan pasar aset kripto yang melesu. Saham perusahaan kripto seperti bursa Coinbase dan platform Robinhood mengalami penurunan besar. Kegagalan stablecoin Terra USD (UST) turut menjadi sorotan bagi para kritikus kripto, termasuk dari IMF. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Shiba Inu Dilepaskan Pendirinya! – Tokocrypto News

Pendiri Shiba Inu (SHIB), dengan nama samaran Ryoshi, pamit dari komunitas setelah menghapus semua cuitannya di Twitter dan semua tulisannya di blog Medium.

Seperti pendiri Bitcoin (BTC), Satoshi Nakamoto, Ryoshi juga tidak diketahui identitas aslinya sejak proyek Shiba Inu diluncurkan pada Agustus 2020.

Dalam beberapa kesempatan, Ryoshi sudah memberi isyarat akan menghilang dari komunitas. Salah satunya terlihat dalam sebuah tulisan di Medium.

“Saya sudah mengatakan sejak awal, saya bukan siapa-siapa, saya tidak penting. Segala upaya untuk mengungkap identitas saya, jika berhasil, akan mengecewakan. Saya hanyalah seseorang yang sedang mengetik dalam keyboard dan posisi saya dapat tergantikan. Saya Ryoshi,” ujarnya.

Saat ini, akun Twitter milik Ryoshi masih aktif, tetapi seluruh cuitan sudah dihapus. Sementara dua tulisan yang berisi ucapan selamat tinggal kepada Shib Army masih terlihat di Medium.

Baca juga: Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

“Saya tidak penting, dan suatu hari saya akan pergi tanpa pemberitahuan. Genggam SHIBA dan lanjutkan perjalanan. Setiap Shibaarmy adalah Ryoshi. Itu tidak mewakili seseorang, tetapi mewakili kejayaan Shibaarmy! Tamat,” tulis Ryoshi.

Namun, sejumlah anggota komunitas menduga blog Ryoshi diretas. Peretas kemudian membuat akun baru atas nama Ryoshi.

Dugaan ini cukup masuk akal. Link lama blog Ryoshi kini bertuliskan ‘pengguna menonaktifkan atau menghapus akun mereka’. Tetapi, blog serupa masih ditemukan dengan nama dan profil picture yang sama.

Terlepas dari semua tudingan itu, pengembang utama Shiba Inu, Shytoshi Kusama, ikut mengunggah tulisan di Medium pada Selasa (31/5) kemarin. Ia mengucapkan selamat tinggal kepada Ryoshi dan menegaskan kembali bahwa Shiba Inu tetap mengacu pada visi Ryoshi untuk membangun ekosistem memecoin yang terdesentralisasi.

“Etos Ryoshi untuk tetap anonim dan tidak mengarahkan Shib, membuat mitos tentang kami semakin mistis dan mengesankan. Kami telah membangun dari nol, tidak pernah membayar exchange untuk dimasukkan ke daftar, dan merevolusi token ‘meme’ dengan tumbuh secara eksponensial,” tulis Kusama.

Baca juga: Bitcoin Akhirnya Naik ke $ 31 Ribu, Bisa Ciptakan Momentum Bullish?

“Shib, Leash, Bone, Treat, ShibaSwap, Shi, Shibarium. Perhatikan juga konsep area (pertemuan) LOKAL Shib seperti yang kita lihat di ShibaZone, dan akhirnya Shibacon. Bagi saya, dua aspek terakhir ini adalah bagian dari pertumbuhan kami, dan semua proyek kami yang lain mendukung dan memanfaatkan proyek-proyek di atas,” tambah dia.

Kabar pamitnya Ryoshi dari komunitas tidak berdampak negatif pada harga SHIB. Memecoin ini justru naik 3,1% selama 24 jam setelah berita mencuat, menjadi sekitar $ 0,00001209.

Secara keseluruhan SHIB turun hingga 86% sejak menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di level $ 0,00008616 pada akhir Oktober 2021. Namun, SHIB masih mengalami kenaikan 54% jika dibandingkan dengan 12 bulan lalu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Dua aset kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO) memiliki proyek yang menarik untuk memberikan solusi layanan desentralisasi baru. Misalnya saja Tribe yang merupakan token tata kelola untuk stablecoin algoritmik, Fei USD (FEI).

Sementara, LTO Network adalah platform blockchain terkemuka di Eropa dengan utilitas atau penggunaan dunia nyata yang kuat. Platform ini menjalankan proyek solusi perusahaan business-to-business (B2B) ,seperti alur kerja terdesentralisasi, verifikasi dan otentikasi data dan dokumen.

Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai kegunaan dan keunikan dari dua aset kripto tersebut. So, mari berkenalan lebih dekat dengan Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO).

Tribe (TRIBE)

Apa Itu Tribe (TRIBE)?

Secara singkat, Tribe adalah token tata kelola untuk stablecoin algoritmik, FEI. Aset kripto Fei sendiri bertujuan untuk memberikan solusi terdesentralisasi baru ke pasar stablecoin.

Stablecoin yang ada dijamin dengan fiat dan, oleh karena itu, terpusat atau dijamin dengan kripto, menjadikannya tidak efisien modal. Sementara, stablecoin algoritmik lainnya menderita, karena tidak ada likuiditas yang mendukung nilai keterikatannya atau peg, sehingga membuatnya secara inheren tidak stabil atau memusatkan penghargaan kepada pemangku kepentingan tertentu.

Tribe (TRIBE)
Ilustrasi aset kripto Tribe (TRIBE).

FEI mengusulkan model yang serupa dalam desain untuk bank sentral cadangan fraksional, di mana protokol mengeluarkan FEI untuk harga yang disubsidi terhadap Ethereum (ETH) yang digunakan sebagai perbendaharaan untuk mempertahankan peg. TRIBE adalah token DAO yang mengendalikan tata kelola FEI dan dapat digunakan dalam untuk menentukan suara atau ditukar dengan FEI.

Baca juga: Kenal Lebih Kripto Bounce Finance Governance Token (AUCTION) dan StaFi (FIS)

Apa yang Membuat Tribe (TRIBE) Unik?

Tribe dijalankan sebagai DAO, artinya diatur oleh komunitasnya dengan cara yang sepenuhnya terdesentralisasi melalui smart contract. Stablecoin FEI yang diatur oleh DAO didirikan oleh Joey Santoro, Brianna Montgomery dan Sebastian Delgado. Kripto ini meluncur pada Maret 2021.

FEI memperkenalkan konsep product-controlled value (PCV). DAO Tribe yang mengatur stablecoin mencetak FEI dengan tarif bersubsidi untuk ETH pada peluncurannya untuk menghasilkan kumpulan ETH sebagai perbendaharaannya. Tribe kemudian memasok sebagian dari ETH ini dengan FEI yang baru dicetak di kumpulan likuiditas ETH-FEI di Uniswap untuk memungkinkan perdagangan stablecoin.

Sementara, pengguna dapat membeli FEI dari DAO Tribe, mereka tidak dapat menjual FEI kembali ke sana tetapi harus menjual FEI di pasar terbuka. Stabilitas dijaga melalui sistem insentif. Jika harga FEI melebihi pasak, arbitrase dapat menjual ETH ke DAO Tribr dan menjual FEI mereka di Uniswap untuk menghasilkan keuntungan.

Jika harga di bawah peg, insentif yang dipasang Tribe ikut bermain. Pembeli FEI di Uniswap menerima potongan harga untuk mengembalikan nilainya, sementara penjual harus membayar potongan harga ini dan penalti kelebihan untuk memberi insentif agar peg dipulihkan.

Tribe (TRIBE)
Ilustrasi aset kripto Tribe (TRIBE).

Semakin jauh dari patok harga FEI telah bergerak, semakin besar potongan harga dan penalti, sehingga sangat tidak menguntungkan bagi penjual untuk menjual FEI yang didiskon. Tribe dapat menggunakan cadangan Ether-nya untuk membeli kembali FEI dan membakar kelebihan FEI untuk mengurangi pasokan sebagai upaya terakhir. Tribe hanya bertindak sebagai badan pengatur dengan fungsi sebagai berikut:

  • Menunjuk kontrak Minter dan Burner (termasuk kurva ikatan baru)
  • Sesuaikan target Skala dan aturan alokasi pada kurva ikatan
  • Sesuaikan tingkat pertumbuhan FEI
  • Hadiah untuk restorasi peg FEI
  • melakukan stabilisasi ulang salah satu peg FEI di Uniswap.

Peringkat TRIBE di situs CoinMarketCap pada Selasa (31/5) jam 14.00 adalah #259, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 108.297.847. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 453.448.622 koin TRIBE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin TRIBE.

Baca juga: Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

LTO Network (LTO)

Apa Itu LTO Network (LTO)?

LTO Network adalah jaringan blockchain yang berbasis di Eropa. Platform ini didirikan sebagai solusi perusahaan B2B seperti alur kerja terdesentralisasi, verifikasi dan otentikasi data. Pada tahun 2021, pembaruan mainnet COBALT pada jaringan LTO menambah dukungan Decentralized Identifiers (DID) dan Verifiable Credentials (VC) sehingga murni menjadi blockchain layer-1 yang sebenarnya.

LTO Network dikembangkan oleh Firm24. Awalnya perusahaan mulai mengembangkan LTO Network sebagai LegalThings One pada tahun 2014. Kemudian di tahun 2017, mereka memutuskan untuk menambahkan blockchain ke produk dan mengubah namanya menjadi LTO Network.

LTO Network (LTO)
Ilustrasi aset kripto, LTO Network (LTO).

Orang-orang dibalik LTO Network adalah CEO Firm24, Rick Schmitz adalah pengusaha berpengalaman dan salah satu pendiri LTO Network. dan CFO Firm24, Martijn Migchelsen, sebelumnya, beliau bekerja sebagai konsultan keuangan perusahaan di PwC.

Fokus terbaru LTO Network adalah membuat identitas terdesentralisasi dan kredensial yang dapat diverifikasi hingga menyongsong teknologi NFT 2.0, di mana orang benar-benar memiliki dan mengelola NFT mereka dengan cara yang terdesentralisasi.

Dengan memanfaatkan pendekatan hybrid (layer-2), LTO Network secara native sesuai dengan GDPR. Ini memastikan kepatuhan yang mudah bagi perusahaan di seluruh dunia dengan undang-undang privasi yang terus meningkat. Karena itu, LTO Network memungkinkan pengembang dan bisnis untuk membangun Privacy Aware Decentralized Apps (PADA) dan menawarkan banyak peluang unik untuk dijelajahi.

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Apa yang Membuat LTO Network (LTO) Unik?

Dua fitur utama LTO Network adalah live contracts atau kontrak langsung yang mudah digunakan dan penerapan mekanisme blockchain hybrid. Kontrak langsung memungkinkan para pihak untuk membuat perjanjian yang saling menguntungkan secara real-time.

Ketika para pihak mencapai kesepakatan dan meluncurkan kontrak langsung, sistem induk LTO membuat blockchain pribadi khusus untuk mencatat sejarah peristiwa dan status kontrak saat ini. Saat kesepakatan terpenuhi, salah satu pihak mengirimkan respons ke blockchain, dan yang lainnya menandatanganinya, memungkinkan node untuk mengonfirmasi bahwa tindakan telah terjadi. Semua data kontrak hanya tersedia untuk mereka yang terlibat.

LTO Network (LTO)
Ilustrasi aset kripto, LTO Network (LTO).

Kontrak langsung memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan tindakan, menambah/menghapus peserta, dan merekam diskusi di blockchain. Mereka juga memungkinkan untuk menyelesaikan konflik dan memasukkan sub-proses dalam kerangka kesepakatan yang ada.

Fungsionalitas blockchain dibagi menjadi dua lapisan: Publik dan privat. Lapisan privat dirancang untuk kolaborasi yang efisien, pertukaran data, dan otomatisasi proses. Pada gilirannya, lapisan publik menyediakan keamanan tingkat tinggi, berkat node terdistribusi dan sistem penghargaan.

Peringkat LTO di situs CoinMarketCap pada Senin (31/5) jam 14.00 adalah #478, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 37.919.312. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 392.693.698 koin LTO dan maksimal pasokan 397.969.832 koin LTO.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO).

Trading TRIBE/USDT, TRIBE/BUSD, TRIBE/BTC, LTO/USDT, LTO/BUSD dan LTO/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 31 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran TRIBE dan LTO di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com