Tag Archives: cryptocurrency

Bitcoin Kembali ke Harga $ 31 Ribu, Hati-hati False Breakout

Harga Bitcoin kembali pulih dan menunjukan rally singkat ke harga $ 31 ribu pada perdagangan Rabu, 8 Juni 2022. Meski level ini adalah titik resistensi kuat bagi BTC, namun sejumlah analis skeptis dengan pergerakan tersebut. 

Pergerakan harga jangka pendek Bitcoin saat ini mengingatkan pada aksi pasar pada 6 Juni lalu. Di mana saat itu BTC mampu memompa harga hingga ke level $ 31 ribu-32 ribu. Namun, aksi jual cepat mendorong harga BTC kembali tenggelam ke harga di bawah $ 30 ribu. 

BTC/USDT 4 H. Tradingview

Analis crypto dan pengguna Twitter pseudonim il Capo Of Crypto, membuat sebuah analisis yang menyoroti BTC saat ini masih terjebak pada level $ 31 ribu selama 60 hari. Di mana ketika menginjak level tersebut BTC kembali memantul. 

grafik Bitcoin
Grafik Bitcoin.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

Namun, menurut il Capo, yang perlu diwaspadai adalah rentang redistrubusi BTC yang menunjukan adanya potensi clean break atau penurunan ke harga $ 21-23 ribu. 

“ Terobosan bersih dari kisaran rendah = leg terakhir turun dikonfirmasi = 21.000-23.000,” tulis il Capo. 

Sementara itu, menurut analis pasar dan pengguna Twitter pseudonim Rekt Capital peregrakan 200 hari EMA (rata-rata pergerakan eksponensial) sebagai indikator utama yang harus diperhatikan.

Menurut Rekt Capital level support di harga $ 20.000 perlu diwaspadai investor maupun ritel. “Maka itu bisa menyarankan bagian bawah $BTC dekat dengan area ~20.000,” tulis Rekt Capital. 

Sumber: https://twitter.com/rektcapital/status/1534165559394410496

BTC Belum Sentuh Harga Terendah

Namun, yang tak kalah penting untuk perhatikan adalah terkait dengan siklus BTC yang saat ini cenderung mirip dengan siklus 2018. 

Kontributor CryptoQuant, Venturefounder, menyebutkan jika ditilik dari pola historis setelah siklus halving bitcoin sebelumnya, maka harga terendah makro BTC saat ini berada di level $ 14-21.000. Ia menganalisis bahwa kemungkinan level tersebut akan terbentuk di enam bulan ke depan. 

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Gifto (GTO) dan Mithril (MITH)?

“Dalam 670 hari ke depan, BTC akan menyerah dalam 6 bulan ke depan dan mencapai titik terendah ($14-21.000), kemudian memotong sekitar $28-40.000 di sebagian besar tahun 2023 dan berada di ~$ 40.000 lagi setelah halving berikutnya (2024),” tulis Venturefounder di akun Twitternya. 

Pergerakan historis BTC selama tahun 2018, cukup relevan dengan fenomena saat ini. Saat itu, setelah mencapai $ 3.100 pada Desember 2018, Bitcoin berhasil pulih ke $ 13.800, namun tujuh bulan kemudian BTC kembali ke titik terendahnya pada Maret 2020 di harga $ 3.600.

“Siklus 2018 terbawah, turun 28% dari harga realisasi. Perlu diingat harga realisasi hari ini adalah $ 24.000, bisa lebih rendah pada saat siklus terendah,” ujarnya.

“Kami mungkin tidak berada di titik terbawah siklus, tetapi kami berada dalam kisaran titik terendah siklus BTC. Ini adalah yang terbaik yang dapat Anda lakukan ketika mengatur waktu siklus pasar.”

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback

Market aset kripto pada tengah pekan kedua Juni 2022 bergerak lincah. Kinerja apik ditunjukan oleh 10 aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap dalam 24 jam terakhir.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) sukses tumbuh 5,79% dalam sehari terakhir dan kini berada di $ 31.131. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) naik 5,46% ke $ 1.826 di waktu yang sama.

Altcoin lainnya, nilai XRP, Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT) kompak tumbuh di atas 2%. Selain itu, Cardano (ADA) bahkan sukses tembus peningkatan di atas 12% dalam 24 jam terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan salah satu sentimen positif yang mendorong kinerja kripto saat ini adalah pengajuan Rancangan Undang-Undang (RUU) dari dua Senator AS, Kirsten Gillibrand dan Cynthia Lummis, terkait regulasi aset digital. RUU tersebut menyiratkan bahwa dukungan perlindungan investor kripto.

“RUU tersebut mencoba untuk mengatasi pertanyaan terbesar yang menggantung di atas aset digital. Ini akan menjawab ketidakpastian yang membuat sektor aset kripto yang masih muda ini bisa lebih matang dari sisi regulasi di AS,” kata Afid.

Selain itu, event Austin Consensus 2022 yang digelar pada 9-12 Juni 2022 di Texas, AS bisa jadi alasan utama kenapa market melihat ke arah pullback. Di acara akbar itu, akan membahas perkembangan industri kripto, blockchain, web3 hingga metaverse.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Market Kripto bakal Pullback

Afid juga mengungkap ke depan overall market akan ke arah pullback dalam jangka pendek. Sementara, jangka menengah masih melihat ke arah sideways. Acuannya dari Bitcoin masih kemungkinan besar akan diperdagangkan di range $ 28.800-$ 32.000.

“Sentimen market sejatinya masih terpantau bearish. Pasalnya, kenaikan nilai aset kripto terbilang stagnan atau tidak signifikan. Kuat dugaan, investor masih enggan melakukan aksi beli, karena belum terlalu percaya diri di pasar kripto,” katanya.

Namun, analisis firma investasi aset digital, Two Prime, melihat beberapa perusahaan manajemen investasi sengaja melakukan aksi beli di kondisi market saat ini, karena berharap harga aset kripto bisa menembus level resistance-nya. Mereka mau tak mau harus melakukan price actions yang kuat agar bisa mendulang cuan fantastis ketika bull market.

Sentimen negatif yang memberatkan pergerakan market masih datang dari faktor pesimis investor adalah ketidakpastian makroekonomi ke depan. Bank Dunia baru-baru ini menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonominya di 2022 dari 4,9% ke 2,1%. Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, mengatakan di hadapan Senat AS bahwa inflasi AS bakal terus menanjak.

Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Juni ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Gifto (GTO) dan Mithril (MITH)?

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Gala (GALA)

Analisis teknikal Gala (GALA).

GALA adalah token utilitas dari Gala Games, platform game blockchain yang berjalan di jaringan Ethereum dan Binance Smart Chain (BSC). Gala Games sendiri diluncurkan pada 2019, kini telah berkembang menjadi 1,3 juta pengguna aktif bulanan, dan 26.000 NFT telah terjual, dengan item paling mahal senilai $3 juta.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan token GALA akan menunjukan potensi bullish pada pekan ini. Penyebabnya dari sentimen positif, bahwa Gala Games akan meluncurkan game GRIT di Epic Games Store. Ini akan menjadi salah satu pengenalan game Web3 besar pertama bagi jutaan gamer tradisional.

“Peluncuran GRIT di Epic Games Store akan jadi babak baru game Web3 NFT untuk masuk ke market game tradisional. Dampaknya token GALA yang menjadi utilitas dalam ekosistem Gala Games bisa melonjak harganya,” kata Afid.

Dari analisis teknikal, nilai GALA sudah mulai merangkak naik. Diperkirakan akan terjadi kenaikan sebesar 17% dari harga $ 0,082 ke $ 0,093 dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat GALA di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #80, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 549.130.129. Jumlah koin yang beredar 6.977.205.436 koin GALA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Cardano (ADA) 

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Cardano (ADA) menjadi salah satu aset berkinerja baik di 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar selama 2 hari terakhir. Harga ADA kemungkinan akan melonjak pada pekan ini hingga 16% dengan harga mencapai $ 0,68.

Afid melihat kenaikan harga ADA didorong oleh sentimen positif di mana Cardano telah menarik perhatian investor institusi yang mengubah pandangan aset Bitcoin dan Ethereum. Mereka membuat para investor lebih baik memilih ADA karena percaya akan potensinya yang tinggi di masa depan.

“Peningkatan minat pada ADA oleh whales ini telah memainkan peran dalam tren kenaikan baru-baru ini. Sementara itu, ADA juga memimpin kenaikan di antara 10 aset kripto terbesar dalam 2 hari terakhir,” jelas Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 0,58 masih terjaga, ADA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 0,68 atau naik 16% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 21.038.491.784. Jumlah koin yang beredar 33.934.048.406 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

3. Helium (HNT)

Analisis teknikal Helium (HNT).

Helium (HNT) adalah jaringan blockchain terdesentralisasi untuk perangkat Internet of Things (IoT). HNT memiliki utilitas yang menarik. Afid melihat HNT punya potensi untuk bullish pada pekan ini.

Menurutnya sentimen positif yang didorong oleh pergantian proposal tata kelola HIP 51 untuk transisi dari struktur blockchain monolitik ke struktur blockchain modular. Arsitektur jaringan asli Helium dirancang untuk perangkat IoT dan protokol nirkabel LoRaWan.

“Helium mulai berpikir tentang penskalaan di luar jaringan IoT dan menjadi platform terdesentralisasi yang dapat digunakan oleh semua jenis jaringan telekomunikasi lainnya, seperti 5G, WiFi, VPN, dan CDN. Peningkatan jaringan ini menjadi sentimen positif untuk nilai HNT,” ungkap Afid.

Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar akan terjadi lonjakan sebesar 20% dari harga $ 10,41 ke $ 11,80 dalam beberapa hari ke depan. pergerakan HNT juga sudah menunjukan pola cup and handle yang menjadi sinyal bullish.

Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #48, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.233.774.427. Jumlah koin yang beredar 119.278.318 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.

Baca juga: Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

4. Avalanche (AVAX)

Analisis teknikal Avalanche (AVAX).

Avalanche adalah blockchain yang dirancang Ava Labs sebagai jaringan terdesentralisasi yang aman dan terdistribusi secara global. Sementara, AVAX merupakan token native dari platform Avalanche yang digunakan sebagai alat tukar dalam ekosistem mereka. 

Pergerakan nilai AVAX bisa bullish pada pekan ini, disebabkan keterlibatan Avalanche dalam acara Consensus 2022 by CoinDesk yang digelar 9-12 Juni 2022 di Texas, AS. Acara ini juga akan menjadi sentimen positif untuk market aset kripto secara keseluruhan.

“Analisis teknikal AVAX memang dari jangka pendek telah terjadi penurunan. Namun, sudah ada pergerakan naik yang kemungkinan sebesar 10% dari $ 24,47 ke $ 26,87 bisa dicapai dalam beberapa hari ke depan,” ungkap Afid.

Peringkat AVAX di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #15, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 6.843.227.253. Pasokan yang beredar 280.929.424 koin AVAX dan maksimal pasokan 720.000.000 koin AVAX.

5. eCash (XEC)

Analisis teknikal eCash (XEC).

eCash (XEC) adalah aset kripto yang dikembangkan setelah hard fork dari blockchain Bitcoin Cash ABC. XEC juga merupakan rebranding dari Bitcoin Cash ABC (BCHA) dan memiliki teknologi dan fitur yang lebih baik. 

Afid mengatakan XEC berpotensi bullish karena perbaikan dan peningkatan jaringan Electrum ABC 5.1.2. Jaringan ini dapat perbaikan bug, peningkatan, dan pembaruan pada header BIP71 yang membuat Electrum ABC kompatibel dengan dompet eCash lain seperti Badger Cash dan RaiPay.

“Pergerakan XEC sudah perlahan naik. Kemungkinan besar Kemungkinan besar XEC dapat terus bergerak menuju harga $ 0.00006065 atau naik sekitar 13% dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Peringkat XEC di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.062.706.558. Pasokan yang beredar 19.081.117.173.303 koin XEC dan maksimal pasokan 21.000.000.000.000 koin XEC.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum (ETH) jadi aset kripto big cap yang berpotensi bearish pada pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gabungan faktor on-chain, fundamental dan teknis menunjukkan lebih banyak kerugian bagi Ethereum di masa depan.

Lebih lanjut, Afid mengatakan dari data CoinShares pada 31 Mei lalu, terlihat investor telah menarik $ 250 juta dari dana investasi berbasis Ethereum pada tahun 2022. Arus keluar besar-besaran itu membuat harga ETH terus turun.

“Penarikan dari dana Ethereum adalah tanda bagaimana crash di TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) telah mengurangi minat pada keseluruhan sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi),” kata Afid.

Analisis teknis ETH mulai terlihat pola segitiga turun dan reverse cup and handle yang berisiko mengalami pergerakan bearish. Namun, ETH akan sedikit mengalami koreksi hingga harga $ 1.838, lalu turun sebesar 5% ke $ 1.731.

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 219.884.038.658. Pasokan yang beredar 121.089.053 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: $750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?

2. STEPN (GMT)

Analisis teknikal STEPN (GMT).

STEPN (GMT) diperkirakan akan bearish pada pekan ini. Menurut Afid, ada beberapa faktor menyebab sentimen negatif yang membuat harga GMT turun.

Salah satu yang palilng krusial peristiwa malang baru-baru ini yang terjadi pada STEPN membuat cibiran soal kegagalan game blockchain play-to-earn. STEPN mengalami 25 juta serangan DDOS yang dikirim ke server dalam waktu singkat. Hal ini menyebabkan beberapa pengguna dikeluarkan dari platform.

“Dalam beberapa waktu terakhir STEPN, diamati ada banyak pemain menggunakan bot dan spoofing GPS untuk menggelembungkan jumlah token yang dihasilkan dengan menggunakan aplikasi. Jumlah pengguna yang terus meningkat adalah masalah utama yang dihadapi oleh game blockchain dengan model bisnis play-to-earn,” ujar Afid.

Dalam 24 jam terakhir, token GMT telah mencatat penurunan. Analisis teknikalnya, harga GMT sudah turun secara perlahan, namun ada koreksi sesaat. GMT bisa alami penurnan harga hingga $ 0,90 atau turun 12% dari harga $ 0,97 selama beberapa waktu mendatang.

Peringkat GMT di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #76, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 575.458.810. Jumlah koin yang beredar 600.000.000 koin GMT dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin GMT.

3. Elrond (EGLD)

Analisis teknikal Elrond (EGLD).

Koin EGLD kemungkinan besar akan bearish pada pekan ini, karena sentimen negatif dari kabar Maiar, DEX utama yang menggunakan di Elrond Network telah dimatikan di tengah penyelidikan aktivitas mencurigakan.

“Berita negatif dari adanya kemungkinan sabotase pada jaringan DEX, Maiar membuat harga EGLD tertekan. EGLD kemungkinan besar akan turun menuju harga $ 65,35 atau 11% dari $ 73,83,” kata Afid.

Elrond sendiri adalah platform berbasis blockchain yang dibangun untuk menawarkan kecepatan transaksi yang sangat cepat dengan menggunakan sharding. Proyek ini menggambarkan dirinya sebagai ekosistem teknologi untuk internet baru, yang mencakup fintech, keuangan terdesentralisasi dan Internet of Things (IoT). 

Peringkat EGLD di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #41, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.512.350.291. Pasokan yang beredar 22.381.068 koin EGLD dan maksimal pasokan 31.415.926 koin EGLD.

4. Reserve Rights (RSR)

Analisis teknikal Reserve Rights (RSR).

Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV). 

Token kedua adalah token Reserve Rights (RSR), yang digunakan untuk menjaga RSV stabil pada target harga $ 1 melalui sistem peluang arbitrase. RSR adalah sebuah token utilitas yang memungkinkan pemegang untuk memberikan hak suara atau voting pada proposal tata kelola.

Afid melihat pergerakan RSR akan bearish pada pekan ini. Hal tersebut terlihat dari analisis teknikalnya, RSR sudah overbought dan membentuk pola reserve cup and handle sebagai sinyal bearish. “Penurunan RSR bisa sampai $ 0,00751 atau sekitar 16% dari harga $ 0,00899.”

Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #175, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 138.151.544. Jumlah koin yang beredar 14.801.148.904 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.

Baca juga: The Economist: 37% Peserta Survei Ingin Bitcoin Dilegalkan

5. BNBDOWN (BNBDOWN)

Analisis teknikal BNBDOWN (BNBDOWN).

BNBDOWN sedang mengalami penurunan pada pekan ini. Menurut Afid, kondisi pergerakan BNB yang mulai naik turut berpengaruh negatif pada BNBDOWN.

BNBDOWN bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga BNB turun. Sedangkan BNBUP bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga BNB naik. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

“Pergerakan BNBDOWN sudah bergerak naik signifikan, kemungkinan akan koreksi dalam. Dari grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Harga BNBDOWN bisa turun 11% mencapai $ 0,05578 dari harga $ 0,06277,” pungkas Afid.

Peringkat BNBDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #2934, dengan kapitalisasi pasar langsung tidak diketahui. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Economist: 37% Peserta Survei Ingin Bitcoin Dilegalkan 

Dalam sebuah studi survei terbaru dari The Economist, telah didapatkan sebuah jawaban yang menarik terkait adopsi crypto sebagai alat pembayaran sah di beberapa negara.

Diketahui, ada 37% suara dalam survei tersebut yang menginginkan pemerintah di negara mereka menjadikan Bitcoin atau aset crypto lain sebagai alat pembayaran sah dan legal untuk transaksi internal.

Selain itu, CBDC pun termasuk aset yang disukai dari 37% suara tersebut, karena ini diharapkan dapat bersinergi dengan aset crypto jika penggunaan crypto sebagai alat pembayaran menjadi legal.

Baca juga: Rencana Rilis Dogecoin Core Diumumkan, Menarikkah?

Survei tersebut diketahui berisikan 3.000 partisipan dari berbagai negara maju seperti AS, Inggris,Australia, Korsel, Prancis dan Singapura, serta beberapa negara berkembang seperti Turki, Brazil, Vietnam, Filipina dan Afrika Selatan.

Para partisipan diminta untuk menentukan sikap mereka terhadap industri crypto saat ini. 

Selain 37% suara yang mendukung pelegalan crypto dan Bitcoin, ada 43% suara yang memilih bersikap netral dan hanya ada 18% suara yang merasa berat dan tidak setuju dengan keputusan tersebut.

Dan saat menanyakan perihal CBDC, ada jumlah suara yang sama, yakni 37%, yang percaya bahwa pemerintah juga harus meluncurkan CBDC. Sementara, 19% suara menilai CBDC adalah suatu kesalahan.

Baca juga: Market Awal Pekan: Bitcoin Sukses Perkasa, tapi di Bawah Tekanan The Fed

Dan ketika membahas soal NFT, ada lebih dari 60% suara yang menyatakan NFT perlu dipertimbangkan untuk dibeli, disimpan atau dijual. Sementara, ada sekitar 7% suara saja yang tidak menyukai konsep NFT.

Jaringan pembayaran pun menghadapi tuntutan perubahaan sejak pandemi Covid-19 melanda, yang mengalihkan pembayaran tunai ke pembayaran digital secara masif dan berkala.

Dan yang lebih khusus, ada lebih dari 30% suara di survei YouGov, yang ingin Bitcoin dilegalkan di Amerika Serikat (AS).

Menurut survey tersebut, perempuan yang berumur 55 tahun keatas tidak menyetujui hal tersebut, sementara, laki-laki dan peserta (perempuan dan laki-laki) yang berumur 25 hingga 34 tahun menyetujui Bitcoin sebagai sarana pembayaran yang sah.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

Investasi aset kripto saat ini sudah menjadi pilihan yang penting untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebuah riset terbaru menemukan banyak dari investor kaya di Indonesia sudah masuk ke industri aset kripto untuk memperoleh keuntungan dari portofolionya.

Menurut penelitian dari Accenture yang diterbitkan pada 6 Juni 2022, mengungkap investor kaya di Indonesia tidak malu memiliki beberapa bentuk aset digital selama kuartal I 2022. Riset itu bahkan menempatkan investor Indonesia paling banyak terjun ke dunia aset digital dibanding tujuh negara yang ditelitinya.

Dibanding China, Hong Kong, India, Jepang, Malaysia dan Singapura, investor dari Indonesia dan Thailand masing-masing sebesar 9% melakukan investasi di aset digital. Aset digital yang dimaksud meliputi aset kripto, stablecoin dan crypto funds.

Riset Accenture temukan investor kaya di Indonesia banyak yang sudah investasi aset kripto.
Riset Accenture temukan investor kaya di Indonesia banyak yang sudah investasi aset kripto. Sumber: Accenture.

Aset investasi lainnya dalam riset tersebut adalah mata uang asing, komoditas dan barang koleksi, dan dalam beberapa kasus setara atau melebihi jumlah yang diinvestasikan dalam ekuitas swasta/modal ventura dan hedge funds atau dana lindung nilai.

Baca juga: 5 Alasan Bitcoin Jadi Investasi Jangka Panjang yang Lebih Baik daripada Emas

Rata-rata Investor Kaya di Asia, Investasi di Kripto

Accenture mengatakan survei dilakukan dengan lebih dari 3.200 klien di seluruh China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Perusahaan mendefinisikan investor kaya sebagai siapa saja yang mengelola aset yang dapat diinvestasikan antara US$ 100.000 hingga US$ 1 juta.

52% investor kaya di Asia memiliki portofolio investasi di aset kripto. Setiap negara yang diteliti membentuk rata-rata 7% dari portofolio investor yang disurvei punya kripto dan menjadikannya kelas aset terbesar kelima bagi investor di Asia.

Meskipun setengah dari investor di Asia sudah memegang aset digital pada kuartal I 2022, penelitian Accenture menunjukkan bahwa 21% lebih lanjut diharapkan untuk berinvestasi di dalamnya pada akhir tahun 2022, yang berarti sebanyak 73% investor kaya Asia dapat memiliki aset digital.

Riset Accenture paparkan risiko dari berbagai instrumen investasi.
Riset Accenture paparkan risiko dari berbagai instrumen investasi. Sumber: Accenture.

Baca juga: Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?

Hambatan Pertumbuhan Investasi Kripto

Dalam riset juga menemukan bahwa perusahaan manajemen kekayaan, yang menyediakan perencanaan keuangan, pajak, saran investasi dan perencanaan perumahan kepada klien mereka, lambat untuk naik pertumbuhan aset kripto. 67% perusahaan manajemen kekayaan mengatakan mereka tidak memiliki rencana untuk menawarkan produk atau layanan aset digital.

“Perusahaan manajemen kekayaan, aset digital adalah peluang pendapatan senilai US$ 54 miliar, namun sebagian besar diabaikan.”

Riset Accenture

Perusahaan manajemen kekayaan mengaku kurangnya kepercayaan dan pemahaman tentang aset digital, pola pikir wait and see dan kompleksitas operasional meluncurkan penawaran aset digital sebagai alasan utama untuk menahan, mengarahkan investor untuk memprioritaskan inisiatif lain sebagai gantinya.

Baca juga: $750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?

Accenture mengatakan akibat langkah yang lambat dari perusahaan manajemen kekayaan tersebut, membuat investor dipaksa untuk mendapatkan nasihat keuangan mereka tentang aset kripto dari sumber yang tidak dapat diandalkan. Namun, Accenture telah menekankan pentingnya perusahaan manajemen kekayaan untuk maju ke ruang aset digital, atau berisiko tertinggal.

Pada bulan April, sebuah laporan oleh exchange global, Gemini menemukan bahwa adopsi kripto meroket pada tahun 2021, terutama di negara-negara seperti Indoneisa, India dan Hong Kong. Sekitar 45% responden di Asia Pasifik membeli aset kripto pertama mereka pada tahun 2021.



Sumber : news.tokocrypto.com

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?

Menurut data dari Coinglass, tercatat bahwa sekitar $ 750 Juta posisi short terlikuidasi dan mengalami kerugian di pasar crypto dalam satu hari terakhir.

Kondisi ini terjadi bersama dengan mayoritas crypto bergerak naik, terutama Ethereum yang memperlihatkan apresiasi terbesarnya sejak beberapa pekan terakhir. 

Akibat kondisi ini, mayoritas investor terlihat percaya dengan pemulihan Ethereum untuk kembali ke atas Rp 30 Juta. Namun apakah benar?

$750 Juta Posisi Short di Pasar Crypto Rugi

Data dari Coinglass memperlihatkan bahwa terjadi likuidasi melebihi $ 750 Juta hanya dalam satu hari terakhir dari posisi trading di pasar derivatif terutama futures

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Data Likuidasi 24 Jam Terakhir Coinglass

Terlihat bahwa penyumbang likuidasi posisi terbesar datang dari Ethereum (ETH) yang menyumbang hingga $ 700 Juta lebih dana likuidasi dari trader yang rugi. 

Hingga 16.30 WIB saat artikel ini ditulis, sejak kemarin di waktu yang sama, tercatat bahwa likuidasi pasar crypto secara menyeluruh telah mencapai $ 813,04 juta. 

Kondisi positif ini terjadi bersama dengan mulainya pekan yang baru di awal Bulan Juni 2022. Dalam beberapa hari terakhir, mayoritas trader melihat pergerakan positif dari Minggu ke Senin. 

Pergerakan positif dari Minggu ke Senin umum terjadi pada kondisi bear market atau kondisi konsolidasi walau tidak ada sentimen positif yang besar. 

Sayangnya bagi trader yang belum memahami kondisi tersebut, kerugian adalah hasilnya di mana seperti gambar di atas terlihat banyak kerugian hanya dalam 24 Jam. 

Kerugian terbesar dialami oleh trader dengan aset derivatif Ethereum diikuti Bitcoin (BTC), Solana (SOL), dan Terra (LUNA). Mayoritas posisi yang dibuka adalah posisi short yang membuat banyaknya likuidasi saat harga naik. 

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Data Likuidasi Exchange 24 Jam Terakhir dari Coinglass

Bursa perdagangan atau exchange dengan penyumbang trader yang mengalami likuidasi terbesar adalah Bitfinex. 

Bitfinex terlihat mengalami likuidasi sebanyak $684,31 Juta hanya dalam 24 Jam terakhir. 

Posisi likuidasi tersebut adalah short di mana 98,73% posisi yang dibuka trader di exchange tersebut adalah posisi short.

Kedudukan Bitfinex diikuti oleh Okex dan Binance, di mana urutan ini mengejutkan karena umumnya Binance menjadi pemimpin likuidasi saat terjadi likuidasi besar di pasar. 

Terlihat dari data di atas bahwa 96% posisi trade di pasar dalam 24 Jam terakhir yang terlikuidasi adalah posisi short karena adanya apresiasi harga signifikan. 

Banyak trader dan investor yang berasumsi bahwa apresiasi ini tidak dipimpin hanya oleh Bitcoin namun juga Ethereum yang membawa mayoritas token dalam ekosistemnya untuk naik. 

Asumsi ini wajar karena likuidasi terbesar terlihat berada pada Ethereum. Namun, apakah ini berarti Ethereum akan mulai naik?

Ethereum Berusaha Pulih

Jika mengacu pada analisis onchain, terlihat bahwa saat ini dalam jangka pendek, ETH memberikan pergerakan yang positif. 

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Data Inflow Ethereum dari Glassnode

Jika melihat pada data inflow atau jumlah ETH yang masuk ke exchange, terlihat bahwa Ethereum yang masuk ke exchange mulai menurun, menandakan potensi penurunan tekanan jual. 

Dalam satu pekan terakhir, terlihat bahwa penurunan terus terjadi yang menandakan potensi pergerakan positif. 

Tapi jika mengacu pada akhir Mei 2022, setelah penurunan drastis umumnya terjadi peningkatan, yang umumnya mengacu pada tekanan jual meningkat dan harga ETH kembali turun. 

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Data Posisi Futures Terbuka dari Coinglass

Jika melihat data pasar derivatif, terlihat bahwa trader belum positif karena posisi yang dibuka belum mengalami peningkatan drastis. Kondisi ini umumnya menandakan potensi konsolidasi dalam beberapa hari ke depan. 

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Model MVRV Z-Score dari Glassnode

Tapi, jika mengacu pada jangka panjang melalui model MVRV Z-Score, masih terdapat kemungkinan ETH akan turun kemungkinan hingga sekitar Rp 23 Juta hingga Rp 17 Juta. 

Secara keseluruhan kemungkinan besar pergerakan positif ini belum akan membawa pemulihan. Sebab, walau dalam jangka pendek memiliki potensi positif, kemungkinan besar dalam jangka panjang ETH masih akan bergerak dalam konsolidasi. 

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Grafik Mingguan ETHUSD

Dari sisi teknikal grafik mingguan, terlihat bahwa saat ini muncul potensi terbentuknya pola candlestick morning doji star. Tapi pola tersebut akan benar, jika hanya pekan ini Ethereum ditutup dengan candlestick mingguan hijau. 

Melihat adanya publikasi data inflasi Amerika dan beberapa negara pada pekan ini, kemungkinan tersebut menjadi sangat kecil. Meski begitu kemungkinan besar ETH masih akan terjebak dalam pergerakan konsolidasi. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Bitcoin Jadi Investasi yang Lebih Baik daripada Emas

Banyak orang yang membicarakan soal peluang investasi aset kripto, terutama Bitcoin (BTC) untuk jangka panjang. Terlebih diskusi yang terjadi selalu mengaitkan Bitcoin dengan emas. Bahkan pendukung kripto sering sebut Bitcoin sebagai “emas digital”.

Melihat situsi ekonomi global yang semakin mengerikan akibat dampak dari angka inflasi tertinggi selama empat puluh tahun terakhir di Amerika Serikat, banyak analis keuangan merekomendasikan emas sebagai investasi untuk melindungi dari volatilitas dan kemungkinan penurunan nilai dolar AS.

Tapi di sisi lain, tidak hanya emas, Bitcoin juga digadang-gadang memiliki sifat lindung nilai yang tidak kalah baiknya dalam menghadapi inflasi. Tetapi pertanyaannya, apakah BTC itu sebenarnya investasi yang lebih baik daripada emas?

Mari kita lihat beberapa argumen konvensional yang dikutip Cointelegraph untuk membandingkan antara investasi emas dan Bitcoin.

Penyimpanan Nilai

Salah satu alasan paling umum banyak investor membeli emas dan Bitcoin adalah karena keduannya memiliki riwayat sejarah yang dapat mempertahankan nilainya saat melalui masa ketidakpastian ekonomi.

Fakta sejarah tersebut telah didokumentasikan dengan baik, dan tidak dapat disangkal bahwa emas telah menawarkan beberapa perlindungan kekayaan terbaik secara historis, tetapi tidak selalu mempertahankan nilainya. Grafik di bawah ini menunjukkan bahwa perdagangan emas, juga telah mengalami penurunan harga yang lama.

Harga emas
Harga emas. Sumber: TradingView.

Dari grafik di atas, seseorang yang membeli emas pada bulan September 2011, harus menunggu hingga Juli 2020 untuk bisa mendapatkan untung atau setidaknya balik modal.

Dalam sejarah Bitcoin, tidak pernah membutuhkan lebih dari tiga hingga empat tahun untuk harganya kembali dan melampaui level tertinggi sepanjang masa, menunjukkan bahwa pada garis waktu jangka panjang, BTC bisa menjadi penyimpan nilai yang lebih baik.

Baca juga: Market Awal Pekan: Bitcoin Sukses Perkasa, tapi di Bawah Tekanan The Fed

Harga Cenderung Naik

Emas secara historis dipandang sebagai lindung nilai yang baik terhadap inflasi karena harganya cenderung naik seiring dengan kenaikan biaya hidup. Namun, melihat lebih dekat pada grafik untuk emas dibandingkan dengan Bitcoin, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dari grafik di bawah ini menunjukkan bahwa emas telah melihat kenaikan sederhana sebesar 21,84% selama dua tahun terakhir, harga Bitcoin telah meningkat 311%.

Emas vs grafik 1 hari BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Emas vs grafik 1 hari BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Di seluruh dunia, di mana biaya hidup secara keseluruhan meningkat lebih cepat daripada yang dapat ditangani kebanyakan orang, memegang aset yang dapat melebihi kenaikan inflasi sebenarnya membantu meningkatkan kekayaan daripada mempertahankannya.

Sementara, volatilitas dan penurunan harga pada tahun 2022 sangat menyakitkan, Bitcoin memang masih memberikan lebih banyak keuntungan bagi investor jangka panjang.

Simpanan Aman saat Ketidakpastian Geopolitik

Emas sering disebut sebagai “komoditas krisis”, karena dikenal memiliki nilainya selama masa ketidakpastian geopolitik. Orang-orang diketahui berinvestasi dalam emas ketika ketegangan konflik perang dunia meningkat.

Emas disebut sebagai logam krisis, jika ekonomi masuk ke dalam resesi lagi, emas akan naik sebagai komoditas. Sayangnya, bagi orang-orang yang berada di zona konflik atau daerah lain yang rentan terhadap ketidakstabilan, membawa benda berharga, seperti emas adalah proposisi yang berisiko, menjadi sasaran penyitaan dan pencurian aset.

Bitcoin menawarkan opsi yang lebih aman bagi orang-orang dalam situasi ini, karena mereka dapat bepergian tanpa takut kehilangan dana mereka. Begitu mereka mencapai tujuan, dapat menyusun kembali dompet kripto dan memiliki akses ke kekayaan mereka.

Sifat digital Bitcoin dan ketersediaan beberapa pasar terdesentralisasi dan pertukaran peer-to-peer memberikan peluang lebih besar untuk memperoleh Bitcoin.

apakah bitcoin aman
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Alternatif Aset saat Dolar AS Terus Kehilangan Nilainya

Mata uang dolar AS menguat dalam beberapa bulan terakhir, tetapi tidak selalu demikian. Selama periode di mana nilai dolar jatuh terhadap mata uang lain, investor diketahui berbondong-bondong ke emas dan Bitcoin.

Meskipun emas telah menjadi aset utama selama ribuan tahun, emas tidak digunakan atau diterima secara luas dalam masyarakat digital modern dan bahkan oleh kebanyakan orang di generasi muda, belum pernah melihat koin emas secara langsung.

Untuk situasi ini, Bitcoin mewakili opsi yang lebih familiar yang dapat diintegrasikan ke dalam gaya hidup masyarakat yang digunakan atau diaplikasikan secara digital, dan tidak memerlukan keamanan ekstra atau penyimpanan fisik.

Bitcoin yang Langka

Banyak investor dan pakar keuangan menunjukkan sifat kelangkaan dan kendala pasokan emas, setelah bertahun-tahun produksi menurun sebagai alasan aset tersebut merupakan investasi yang baik.

Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Melihat Potensi dan Tantangan Besar Metaverse di Indonesia

Diperlukan waktu lima hingga sepuluh tahun bagi tambang baru untuk mencapai produksi, yang berarti peningkatan pasokan yang cepat tidak mungkin terjadi. Meskipun demikian, diperkirakan masih ada lebih dari 50.000 metrik ton emas di dalam tanah, yang akan dengan senang hati digali oleh para penambang jika terjadi kenaikan harga yang signifikan.

Di sisi lain, Bitcoin memiliki pasokan tetap sebesar 21 juta BTC yang diproduksi dan diterbitkan. Sifat keterbukaan dari blockchain Bitcoin memungkinkan lokasi setiap Bitcoin diketahui dan diverifikasi.

Tidak ada cara untuk benar-benar menemukan dan memvalidasi semua toko emas di planet ini, yang berarti pasokan sebenarnya tidak akan pernah benar-benar diketahui. Karena itu, Bitcoin memenangkan perdebatan kelangkaan dan ini adalah bentuk uang tersulit yang diciptakan oleh umat manusia hingga saat ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Peretas Curi 32 NFT dari Server Discord Terbaru Bored Ape

Peretas diketahui telah berhasil membawa lari 32 NFT setelah mendapatkan akses ke server Discord baru dari Bored Ape Yacht Club (BAYC) dan Otherside Metaverse. Keduanya adalah proyek dari Yuga Lab.

Analis on-chain, OkHotShot, adalah yang kali pertama menemukan jejak peretasan ini, yang memperkirakan peretas mendapatkan akses tersebut dari akun Manajer Komunitas Proyek, Boris Vagner, yang telah dilanggar oleh seseorang tanpa identifikasi. 

Menurut temuan OkHotShot, ada lebih dari 145 ETH yang berhasil dicuri, senilai $ 256.000.

Dan dalam laporan perusahaan keamanan blockchain PeckShield, menyatakan memang ada peretasan antara dua server Discord tersebut, dengan 32 NFT yang telah dicuri, termasuk 1 NFT BAYC, 2 MAYC,5 Otherdeeds dan 1 BAKC.

Baca juga: Analisis Solana (SOL) yang Sering Mati Jaringan Blockchain, Masih Menarik?

Ditemukan bahwa peretas masuk melalui serangan phishing, yang memikat para anggota Discord yang lengah dengan menjanjikan hadiah ekslusif yang seolah resmi.

Saat anggota Discord mengklik link tautan yang dipasang oleh peretas, maka sang peretas sudah dapat mengakses dompet crypto mereka dan mengambil aset di dalamnya.

Bored Ape yang merupakan salah satu NFT paling bernilai di ranah koleksi digital tentu menjadi incaran banyak peretas, sehingga serangan sering terjadi terhadapnya, salah satunya melalui peretasan server Discord dan lain sebagainya.

Baca juga: ProBit Global Menawarkan Diskon USDC dalam Waktu Terbatas

Ini bukan pertama kalinya perentasan media sosial Bored Ape terjadi. Pada bulan April 2022, akun instagram dan Discord Bored Ape juga direntas dengan kerugian sekitar $ 13 juta.

Selain kasus ini, peretasan juga telah terjadi pada beberapa NFT seperti Camo Chameleon Club, Wibin Woves, Art of Mob, Not Bored Apes dan Cardania, menurut laporan OkHotShot. Ini juga menggunakan serangan phishing untuk mencuri dari para pengguna yang lengah dan kurang waspada.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?

Seorang analis dari CryptoQuant melihat adanya aksi serok dari para investor Bitcoin jangka panjang, yang tentu menjadi tanda menarik untuk diperhatikan.

Sejauh ini, pasar kripto masih dikatakan bergerak dalam arus bearish, yang tampak masih terus mencoba mendominasi pandangan investor ketika berbagai sentimen tidak mendukung.

Kebijakan bank sentral AS, konflik Rusia dan Ukraina, serta dampak pandemi masih menghantam selera risiko investor. Sehingga, Bitcoin cs masih belum dapat dikatakan mampu pulih.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok 

Berdasarkan hasil analisis CryptoQuant yang dilansir Crypto Potato, analis bernama Edris aksi kapitulasi dari pemegang jangka panjang telah dimulai.

Sekadar informasi, kapitulasi adalah aksi melepas kepemilikan aset dari investor yang telah menyerah dengan keadaan saat ini, yakni pada gelombang bearish yang tengah melanda.

Itu artinya, individu atau perusahaan yang telah memegang BTC dalam waktu lama, telah melepas kepemilikan mereka pada aset kripto, entah itu dalam kondisi untung atau merugi.

Baca juga: Yuga Labs Akui Akun Discord Mereka Diretas, NFT Rp5 Milyar Raib

Ini memang menjadi dasar penurunan yang terlihat masih dominan, ketika kerugian melanda sebagian besar investor.

Dan Edris menilai, pada pasar bearish saat ini, kapitulasi pemegang jangka panjang biasanya dapat menandai titik terendah multi-tahun.

Biasanya, aksi kapitulasi ini terjadi setelah beberapa bulan pasca pasar bergerak ke arah Selatan.

Saat aksi kapitulasi terjadi, itu artinya akan ada semakin banyak aksi jual di masa mendatang, tetapi ini juga menandakan kian dekatnya harga ke titik terendahnya.

Analisis tersebut mengungkapkan bahwa, saat kapitulasi melepaskan banyak aset kripto, maka akan ada investor yang dengan senang hati membelinya di harga terdiskon besar-besaran.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Website T-Launchpad, Platform IDO Pertama di Indonesia yang Baru Rilis

Ini disebut uang pintar, saat investor baru membeli di harga yang sangat rendah dari ATH, yang akan memberikan keuntungan berlipat pada mereka dalam jangka panjang.

Saat kapitulasi berjalan, itu tandanya tidak akan lama lagi pasar akan masuk ke fase akumulasi (serok) uang pintar. Mereka dapat menggandakan uang mereka, atau lebih, di BTC jika setelah membeli harga kembali ke ATH-nya, dalam jangka panjang.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Sukses Perkasa, tapi di Bawah Tekanan The Fed

Kondisi market kripto awal pekan ini, Senin (6/6) terlihat tampak optimis. Bitcoin (BTC) dan altcoin lainnya yang masuk dalam daftar aset kripto berkapitalisasi besar sukses mengalami kenaikan harga dalam 24 jam terakhir.

Melansir situs CoinMarketCap pada perdagangan hari Senin (6/6) pukul 10.00 WIB, BTC alami kenaikan 4.05% ke harga $ 30,973, Ethereum (ETH) naik ke $ 1.861 atau 3,93 %. Sementara, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) masing-masing melonjak di atas 4%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan aset kripto di awal pekan ini cukup membuat investor optimis, meski sebenarnya rentang kenaikan ini sudah terjadi juga pada pekan-pekan sebelumnya. Misalnya saja Bitcoin yang terus saja diperdagangkan di angka $29.000-$30.000.

“Perdagangan Bitcoin sebenarnya masih tetap lemah. BTC belum menginjak rentang harga $ 31.000 hingga $ 32.000 di mana itu adalah level resistance-nya. Satu hal yang dikhawatirkan adalah aksi jual akan marak ketika BTC naik sedikit dan bisa membuatnya kembali ke bawah $ 30.000. Sehingga harga BTC tampaknya bakal tetap sideways,” kata Afid.

market aset kripto bitcoin
Ilustrasi market aset kripto. Foto: Roy Buri, Pixabay.

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Antisipasi Tekan The Fed

Pekan ini, pergerakan market kripto harus mengantisipasi respons The Fed terhadap data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari Jumat (10/6) mendatang. Ini berupa dokumen Indeks Harga Konsumen (consumer price index/CPI) untuk bulan Mei lalu yang dapat memicu volatilitas, jika inflasi terbukti berjalan di atas ekspektasi yang sudah tinggi.

“Pergerakan harga aset kripto secara keseluruhan sebenarnya masih naik-turun sangat tipis. Apalagi, investor kemungkinan masih akan cenderung melakukan aksi jual pekan ini karena dibayang-bayangi kebijakan moneter agresif The Fed,” ucap Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan investor bisa memanfaatkan trading volume yang kecil untuk melakukan price actions sebelum pasar kembali bergejolak dan alami penurunan yang dalam.

Investor akan mendapatkan ukuran terbaru tentang seberapa cepat kenaikan harga barang dan jasa di seluruh AS ketika Biro Statistik Tenaga Kerja merilis Indeks Harga Konsumen terbaru Jumat nanti.

Sebagai langkah antisipasi inflasi inflasi mendekati level tertinggi 40 tahun, pembuat kebijakan The Fed akan segera mengendalikan dengan kenaikan suku bunga, sehingga memicu kekhawatiran langkah-langkah tersebut dapat meredam pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: CEO Celsius Network: Bitcoin Pulih ke $ 38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Dua aset kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP) memiliki utilitas yang berguna untuk mempermudah sistem layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Misalnya, Golem ditujukan untuk membangun ekonomi berbagai atau economy sharing untuk dunia desentralisasi.

Sementara, Optimism memungkinkan pengguna untuk menikmati biaya gas atau gas fee yang lebih rendah pada transaksi mereka yang dilakukan di jaringan Optimism yang tentu sudah terdesentralisasi.

So, mari berkenalan lebih dekat dengan Golem (GLM) dan Optimism (OP).

Golem (GLM)

Apa Itu Golem (GLM)?

Golem Network adalah jaringan komputasi terdesentralisasi, yang merupakan cara baru mendistribusikan daya komputasi yang berlebihan kepada mereka yang membutuhkannya, sesuai permintaan. Golem Project diumumkan pada tanggal 28 April 2016. Jaringan diluncurkan di mainnet pada 10 April 2018.

Golem Network menciptakan jaringan peer-to-peer di mana pengguna yang bergabung dengan kapasitas yang sama dapat membeli dan menjual komputasi mereka, membagi tugas-tugas rumit menjadi subtugas yang lebih kecil di jaringan. Di Golem tidak ada otoritas pusat dan tidak ada pengguna yang lebih atau kurang penting dari yang lain.

Golem (GLM)
Ilustrasi aset kripto, Golem (GLM).

Baca juga: Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Golem mengandalkan sistem transaksi berbasis Ethereum untuk menyelesaikan pembayaran antara penyedia, pemohon, dan pengembang perangkat lunak. Jaringannya terdiri dari kekuatan gabungan mesin pengguna, dari komputer hingga pusat data besar. Penggunaan jaringan Golem menargetkan berbagai kasus penggunaan, mulai dari rendering CGI hingga komputasi ilmiah yang kompleks.

Apa yang Membuat Golem (GLM) Unik?

Ide untuk membuat Golem Network pertama kali dipresentasikan selama DevCon 0 pada November 2014. Platform terdesentralisasi ini dimaksudkan untuk menjadi lingkungan bebas proxy dan tahan sensor pertama untuk proyek intensif komputer di seluruh dunia. Setelah memperkenalkan konsep ini di DevCon 0, tim bekerja tanpa lelah untuk mengembangkan Golem Network dan meluncurkan acara crowdfunding publik pada 11 November 2016.

Pada tahun 2019, berdasarkan pembelajaran kolektif mereka, tim menyadari bahwa mereka membutuhkan arsitektur yang benar-benar baru untuk membangun platform yang lebih menyeluruh untuk komputasi terdistribusi umum. Hal ini pada akhirnya menghasilkan arsitektur baru yang lebih baik dan pendekatan bangunan baru yang dirancang untuk memberi pengguna kemungkinan tak terbatas dalam hal membuat di atas Golem.

Golem (GLM)
Ilustrasi aset kripto, Golem (GLM).

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

GNT atau token Golem Network diperlukan untuk membayar perhitungan di jaringan dan merupakan mata uang yang menggerakkan pasar. Penyedia jasa dapat menetapkan tawaran sejumlah GNT yang bersedia dibayarkan kepada pengguna lainnya agar tugas selesai. Sebagai penyedia bisa juga mendapatkan GNT dengan menghitung tugas untuk pengguna lainnya.

Pada 19 November 2020, token GNT memulai migrasi ke token GLM baru di mana individu yang memegang GNT dapat membakar token GNT lama mereka dan menerima GLM baru 1:1. Migrasi GNT ke GLM 1:1 selalu dapat dilakukan. 82% dari GLM pergi ke peserta penjualan token, 12% ke perusahaan yang beroperasi, dan 6% ke pendiri Golem.

Peringkat GLM di situs CoinMarketCap pada Senin (6/6) jam 09.00 adalah #116, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 296.556.735. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 1.000.000.000 koin GLM dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin GLM.

Optimism (OP)

Apa Itu Optimism (OP)?

Optimism (OP) adalah blockchain layer-dua di atas Ethereum. Optimisme mendapat manfaat dari keamanan mainnet Ethereum dan membantu menskalakan ekosistem Ethereum dengan menggunakan optimistic rollups.

Mekanisme optimistic rollups adalah solusi penskalaan layer-2 yang mengandalkan komputasi off-chain untuk mencatat transaksi yang terjadi. Itu berarti transaksi dicatat tanpa kepercayaan di Optimism, tetapi pada akhirnya diamankan di Ethereum.

Optimism (OP)
Ilustrasi aset kripto, Optimism (OP).

Optimism dipimpin oleh Optimism Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk menumbuhkan ekosistem Optimism. Mirip dengan Ethereum, Optimism bertujuan untuk menjadi barang publik yang sepenuhnya terdesentralisasi yang tidak berorientasi pada keuntungan.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Apa yang Membuat Optimism (OP) Unik?

Optimism adalah salah satu solusi penskalaan terbesar untuk Ethereum dengan TVL lebih dari $300 juta. Ini adalah rumah bagi 35 protokol, yang terbesar adalah Synthetix (SNX), Uniswap (UNI) dan Velodrome (VELO).

Pengguna dapat memulai perjalanan mereka di Optimisme dengan menambahkan rantai di Metamask mereka dan menjembatani token seperti ETH ke L2. Pada tanggal 31 Mei 2022, Optimism melakukan airdrop token OP yang sangat dinanti. Airdrop sangat populer sehingga secara singkat memperlambat blockchain Optimism.

Optimism dirancang di sekitar empat prinsip inti:

  • Simplicity
  • Pragmatism
  • Sustainability
  • Optimism
Optimism (OP)
Ilustrasi aset kripto, Optimism (OP).

Optimism bertujuan untuk jumlah minimum bagian yang bergerak sambil membangun solusi layer-2 untuk Ethereum. Dalam praktiknya, ini berarti menggunakan kode dan infrastruktur Ethereum. Optimisme dengan demikian bertujuan untuk menjaga kodenya sesederhana mungkin dan bekerja secara langsung dengan basis kode yang ada.

Ekosistem lebih lanjut menekankan pragmatisme dan didorong oleh kebutuhan dan kendala dunia nyata dari timnya sendiri dan pengguna yang terlibat dengan ekosistem. Oleh karena itu, Optimism bertujuan untuk membangun secara iteratif dan mengimplementasikan fitur seperti kesetaraan EVM secara bertahap.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Mantra Dao (OM) dan QuickSwap (QUICK)

Optimism bertujuan untuk menciptakan ekosistem, di mana nilai dihasilkan untuk tiga konstituennya:

  • Pemegang token menerima nilai melalui penyebaran kembali pendapatan sequencer yang produktif.
  • Kontributor dan pembangun menerima nilai dari pendanaan barang publik yang berlaku surut.
  • Pengguna dan anggota komunitas menerima nilai dari airdrop yang sedang berlangsung dan insentif proyek.

Peringkat OP di situs CoinMarketCap pada Senin (6/6) jam 09.00 adalah #2806, dengan kapitalisasi pasar langsung, pasokan yang beredar dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Golem (GLM) dan Optimism (OP) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Golem (GLM) dan Optimism (OP).

Trading GLM/BTC, GLM/ETH, OP/USDT, OP/BUSD dan OP/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 03 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran GLM dan OP di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com