Tag Archives: featured

Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Tokocrypto kembali menyelenggarakan TokoInvasion, sebuah kegiatan yang bertujuan untuk memberikan edukasi dan literasi terkait blockchain dan aset kripto secara langsung kepada masyarakat. TokoInvasion kali ini akan digelar secara offline di Atrium Tunjungan Plaza 3, Surabaya mulai tanggal 23 hingga 26 Juni 2022.

TokoInvasion merupakan kegiatan yang diselenggarakan secara rutin oleh Tokocrypto sejak tahun 2021 untuk memperkenalkan aset kripto dan teknologi blockchain kepada seluruh lapisan masyarakat. TokoInvasion telah digelar secara offline maupun online di beberapa kota di Indonesia; Yogyakarta, Bandung, Lampung, Palangkaraya, Semarang, Palembang, Malang dan Lombok.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, mengatakan dipilihnya kota Surabaya sebagai destinasi selanjutnya dari TokoInvasion bukan tanpa alasan. Dari data internal Tokocrypto, jumlah investor aset kripto di Jawa Timur dan Surabaya mengalami pertumbuhan yang signifikan. Kegiatan ini bisa menjadi wadah bagi masyarakat dan investor pemula untuk lebih memahami blockchain dan aset kripto. 

Tokocrypto mencatat jumlah investor aset kripto di Jawa Timur pada tahun 2021 lebih dari 144 ribu pengguna, kemudian meningkat sangat pesat sampai Mei 2022, di mana lebih dari 211 ribu pengguna yang berinvestasi di Tokocrypto. Sementara, jumlah pengguna Tokocrpyto khususnya di Surabaya juga meningkat pesat dari 20 ribu pengguna di tahun 2021, menjadi lebih dari 42 ribu pengguna sampai Mei 2022.

“Edukasi dan literasi sudah menjadi fokus utama dari Tokocrypto sejak lama. Melalui TokoInvasion, kami berharap dapat mengakselerasi adopsi dan memberikan pemahaman lebih terkait manfaat dari teknologi blockchain, serta cara berinvestasi aset kripto dan mengelola keuangan secara bijak dan cerdas,” kata Adytia.

Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto dan UKI Dirikan Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

Kemeriahan TokoInvasion Surabaya

TokoInvasion di kota Surabaya akan dimeriahkan oleh berbagai rangkaian acara. Secara khusus Tokocrypto akan memberikan edukasi dan literasi terkait pemanfaatan teknologi blockchain, metaverse, industri aset kripto secara umum, tips dan trik investasi maupun trading kripto. 

Selain itu, akan ada pengenalan ekosistem blockchain dari Tokocrypto yaitu TokoVerse, seperti TokoMall, TokoCare, TokoLabs, TokoScholars, Kriptoversity dan lainnya. Sesi talkshow akan dibuat sangat insightful dengan para pembicara yang menarik. 

VR Games di TokoInvansion Surabaya
VR Games di TokoInvasion Surabaya.

Para narasumber talkshow yang akan meramaikan rangkaian acara TokoInvasion di Kota Pahlawan tersebut adalah mulai dari Rieka Handayani (VP Corporate Communication Tokocrypto), M Wendy Taufik (VP Tech Tokocrypto), Afid Sugiono (Trader Tokocrypto), Brenda Andrina, Revina VT, Andre Lestari, Angga Andinata, Sigit Tanoko, Arief Muhammad dan masih banyak lainnya.

Tidak hanya sesi talkshow seputar aset kripto dan industri blockchain, ada juga booth interaktif dan beragam program aktivitas lainnya dengan total hadiah jutaan rupiah. Para pengunjung TokoInvasion Surabaya bisa lebih memahami tentang Tokocrypto dan ekosistem blockchain yang dibangun melalui booth Milestones, TokoMall Exhibition dan langsung bergabung serta verifikasi KYC (Know Your Customer) di booth Tokocrypto untuk mendapatkan hadiah menarik.

Tokocrypto menggelar TokoInvasion di Surabaya
Tokocrypto menggelar TokoInvasion di Surabaya.

Ada juga berbagai aktivitas lain seperti Cash Cubes, VR Games, hingga Lucky Draw dengan total hadiah puluhan juta rupiah. Pengunjung TokoInvasion dapat menikmati beragam aktivitas hiburan menarik, seperti pertunjukan musik dari penyanyi dan grup band ternama yaitu Jaz Hayat, Silampukau, 501 dan Incase Band.

“Tokocrypto ke depannya akan terus berkomitmen #SiapLebih dalam mendorong edukasi dan literasi aset kripto dan blockchain kepada masyarakat di Indonesia. Kami juga akan terus berkolaborasi dengan berbagai mitra strategis lainnya demi menciptakan adopsi kripto yang secara lebih luas dan terus membuka peluang menciptakan dampak positif bagi masyarakat,” tutup Adytia.

Baca juga: Pria Ini Berhasil Kalahkan Bos Tokocrypto di Cerdas Cermat Kriptoversity



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Dua aset kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA) memilik project dan utilitas yang menarik. Secara singkat, dForce bertujuan untuk membangun ekosistem protokol moneter dan keuangan terbuka dalam dunia desentralisasi.

Sementara, Bonfida dikenal sebagai pengembang infrastruktur teratas di Solana. Platform blockchain ini memiliki tujuan yang sederhana, namun realistis untuk menyediakan produk dan layanan yang akan meningkatkan blockchain Solana untuk semua penggunanya.

Penasaran apa saja keunggulan kedua aset kripto tersebut? So, mari berkenalan dengan dForce (DF) dan Bonfida (FIDA).

dForce (DF)

Apa Itu dForce (DF)?

dForce merupakan plaform blockchain yang membangun satu set lengkap protokol DeFi (Decentralized Finance) yang mencakup aset kripto, lending, trading berfungsi sebagai infrastruktur di Web3.

DForce saat ini digunakan di Ethereum, Arbitrum, Optimism, Polygon, Binance Smart Chain (BSC). Berikut adalah layanan yang dimiliki oeh platform dForce:

dForce DAO adalah proyek berbasis komunitas, dengan perubahan protokol utama yang didorong oleh komunitas dan diputuskan bersama oleh pemegang token DF melalui tata kelola.

dForce (DF)
Ilustrasi aset kripto dForce (DF).

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

Ada juga layanan dForce Lending yang merupakan protokol pinjaman multi-sisi berbasis pool yang mendukung banyak agunan dengan model suku bunga dinamis yang digerakkan oleh pasar. dForce Lending telah menjalani tinjauan kode ekstensif dan audit keamanan oleh Trail of Bits, ConsenSys Diligence, CertiK, Certora (verifikasi formal), dengan bug bounty yang diluncurkan melalui Immunefi. dForce Lending telah digunakan selama lebih dari 1 tahun dan telah teruji dalam pertempuran.

dForce Staking dForce memperkenalkan model hybrid yang menampilkan Staking dan Lock-up Staking. Staking membuka pendekatan baru bagi pemegang token DF untuk menangkap pendapatan biaya di seluruh jaringan dForce.

Apa yang Membuat dForce (DF) Unik?

dForce (DF) adalah token utilitas asli ERC-20 dari platform dForce dan terutama digunakan untuk hal-hal berikut:

  • Tata Kelola: Pemegang token DF dapat memberikan suara pada keputusan tata kelola dan mengatur parameter protokol. Penambangan likuiditas: penyedia likuiditas di dForce dihargai dengan token DF.
  • Pembayaran: pengguna diharuskan menggunakan token DF untuk membayar berbagai layanan yang disediakan oleh platform, seperti pembuatan USDx, GOLDx, dll.
  • Stabilisasi sistem: Token DF dicetak dan dilelang untuk menutupi kredit macet dan merekapitalisasi platform.
dForce (DF)
Ilustrasi aset kripto dForce (DF).

Pemegang token DF dapat mengusulkan dan memberikan suara untuk secara kolektif memutuskan perubahan protokol yang diusulkan, termasuk onboarding aset baru, mendukung agunan baru, dan memutuskan batas pasokan/pinjaman setiap aset.

Peringkat DF di situs CoinMarketCap pada Kamis (23/6) jam 13.00 adalah #643, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 14.375.117. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 421.032.332 koin DF dan maksimal pasokan 999.934.977 koin DF.

Baca juga: Mengenal Kripto Paris Saint-German Fan Token (PSG) dan Beam (BEAM)

Bonfida (FIDA)

Apa Itu Bonfida (FIDA)?

Bonfida menyediakan rangkaian produk lengkap yang menjembatani kesenjangan antara Serum, Solana, dan basis pengguna yang berkembang secara aktif berdagang di Serum DEX. Sebagai GUI (Graphical user interface) Serum unggulan, platform ini menghadirkan analitik data Solana pertama ke ekosistem, yang bertujuan menjadikan Bonfida solusi satu atap untuk mereplikasi pemain terkemuka di ekosistem Ethereum DeFi.

Bonfida APIsaat ini digunakan oleh beberapa pembuat pasar terbesar di industri aset kripto dan telah mengalami pertumbuhan yang mengesankan dengan lebih dari 25%, peningkatan penggunaan dari minggu ke minggu.

Bonfida (FIDA)
Ilustrasi aset kripto Bonfida (FIDA).

Sementara, Bonafida (FIDA) adalah token Solana yang mengatur Bonfida, produk yang bertujuan untuk membangun antarmuka pengguna, API, dan analisis data untuk Serumpertukaran terdesentralisasi. Selain itu, Bonfida bertujuan untuk membangun solusi untuk layanan nama terdesentralisasi dan platform untuk pertukaran NFT di Solana.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Ontology Gas (ONG) dan VIDT Datalink (VIDT)

Apa yang Membuat Bonfida (FIDA) Unik?

FIDA adalah token asli platform, digunakan untuk fungsi berikut:

  • Akrual nilai: Persentase biaya yang dihasilkan dari produk Bonfida (Perpetual Swap, Name Services, Bonfida Bot) akan digunakan untuk membeli dan membakar FIDA.
  • Mempertaruhkan hadiah: Pengguna akan menerima FIDA sebagai hadiah dengan mempertaruhkan token FIDA mereka.
  • Diskon biaya: Pengguna dapat menikmati diskon berjenjang pada biaya platform untuk produk seperti swap abadi dan layanan nama, berdasarkan jumlah FIDA yang dimiliki.
  • Tata Kelola: Pemegang Token akan dapat mengajukan dan memberikan suara pada proposal tata kelola untuk memengaruhi pengembangan platform dan manajemen perbendaharaan. Fungsi tata kelola diharapkan akan aktif sekitar Q1-Q2 2022.
Bonfida (FIDA)
Ilustrasi aset kripto Bonfida (FIDA).

Protokol terdiri dari komponen utama berikut yang bekerja bersama:

  • Perpetual swap: Protokol Audaces adalah protokol berjangka abadi pertama yang dibangun di atas Solana.
  • Layanan nama: Layanan nama Solana menyediakan cara yang terdesentralisasi dan terjangkau untuk memetakan nama domain (.sol) ke on-chain.
  • Bot Bonfida: Layanan ini menggunakan smart contract untuk mengotomatiskan strategi perdagangan dan menyalin perdagangan di atas Serum DEX, dan mendukung fitur TradingView.

Peringkat FIDA di situs CoinMarketCap pada Kamis (23/6) jam 13.00 adalah #629, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 15.183.557. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 44.729.964 koin FIDA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin FIDA.

dForce (DF) dan Bonfida (FIDA) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti dForce (DF) dan Bonfida (FIDA).

Trading DF/USDT, DF/BUSD, FIDA/USDT, FIDA/BUSD dan FIDA/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 21 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran DF dan FIDA di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pahami Cara Main Game NFT Guild of Guardians

Perkembangan teknologi yang pesat sudah memasuki berbagai macam bidang, salah satunya adalah industri gaming

Saat ini, sudah banyak muncul game yang berbasis teknologi blockchain. Teknologi blockchain sendiri memang sangat berkembang dengan cepat beberapa tahun belakangan ini. 

Dengan banyaknya peminat teknologi blockchain, salah satu pengembang game pun mencoba melebarkan sayapnya. Game Guild of Guardians adalah contoh RPG (Role Playing Game) berbasis blockchain.

Game RPG ini berhasil menarik begitu banyak perhatian. Bahkan sebelum game ini resmi dirilis, tercatat ada sekitar 220 ribu pengguna yang berada dalam waitlist. Sebenarnya, seperti apa game yang sangat ditunggu oleh banyak orang ini? Lalu, bagaimana cara bermainnya? Simak penjelasannya di bawah ini!

Apa Itu Guild of Guardians?

guild of guardians

Source: Stepico

Guild of Guardians adalah game role playing fantasi berbasis blockchain di mana para pemain akan beradu dengan pemain lainnya. Dengan menggunakan karakter Guardian yang Anda pilih, Anda akan dihadapkan pada sebuah kompetisi untuk meraih kemenangan dan hadiah. 

Apakah Guild of Guardians sudah dirilis?

Saat ini, Guild of Guardians masih belum dirilis secara resmi dan rencananya akan tersedia dalam waktu dekat di tahun 2022 pada Android dan juga iOS. Meski begitu, pengembang secara rutin membagikan perkembangan dalam game dan beberapa kali mengadakan presale bagi para calon pemainnya untuk membeli in-game assets yang dijual dalam waktu dan jumlah yang terbatas. 

Melansir akun Twitter resminya, para pengembang baru saja menyelesaikan tahap Pre-Alpha Demo pada April lalu dan sedang mengembangkan game sesuai feedback yang diperoleh dari hasil ujicoba tersebut. Jangan khawatir, game blockchain yang satu ini nantinya bisa dimainkan secara gratis, lho.

Apa protokol yang digunakan untuk game ini?

Game blockchain yang satu ini beroperasi di bawah protokol Ethereum. Game ini dibentuk oleh Stepico Games asal Ukraina dan mendapatkan dukungan dari investor Animoca Brands, sebuah perusahaan pengembang game populer, serta Yield Guild Games, sebuah grup yang memiliki spesialisasi game berbasis blockchain. 

Apa yang menarik dari game Guild of Guardians?

Tujuan utama dari kemunculan game berbasis blockchain ini adalah agar memungkinkan jutaan pemain yang potensial untuk berpindah ke NFT. Mekanisme permainan ini sudah dirancang untuk menghadirkan pengalaman bermain yang menyenangkan dan menarik

Ada berbagai macam tantangan yang harus dihadapi dan memerlukan tingkat kewaspadaan tinggi. Pemain harus mengalahkan musuh dan memenangkan kompetisi yang dinamakan Guild

Karena Guild of Guardians berbasis blockchain, maka permainan ini dilengkapi oleh komponen perdagangan di mana para pemain bisa melakukan minting NFT. Lebih lanjut, game ini juga akan memiliki tokennya dan NFT-nya sendiri. Artinya, para pemain bisa mendapatkan hadiah berupa aset kripto untuk diperdagangkan.

Baca juga: 5 Rekomendasi NFT Game Gampang dan Seru Untuk Dimainkan di Android

Cara Bermain Guild of Guardians

Lantas, bagaimana cara mainnya?

Permainan ini akan memberikan kebebasan bagi pengguna untuk memilih Heroes mereka sendiri. Setiap karakter akan memiliki atribut dan peran yang berbeda. Misalnya, akan ada Heroes yang berperan sebagai healer. Setelah itu, pemain harus bergabung dengan guild, sebuah kelompok yang terdiri dari dua atau lebih pemain untuk mencapai tujuan dalam game. Untuk infomasi lebih lengkap mengenai cara mainnya, simak ketiga komponen penting dalam Guild of Guardian berikut ini!

1. Gameplay

Ada empat Guild yang bisa pemain masuki, yakni Adventures Guild, Warriors Guild, Legends Guild, dan Mythic Guild. Setiap Guild memiliki kapasitas anggota yang berbeda. Game ini nantinya akan menerapkan sistem peringkat dengan NFT atau hadiah token yang berfungsi sebagai mekanisme play-to-earn. Jadi, pihak pengembang akan mendistribusikan token pada pemain yang aktif bermain game.

https://www.youtube.com/watch?v=LipigeWbMZM

Baca juga: Hubungan Game Play to Earn dengan NFT dan 5 Game yang Potensial

2. Karakter

Dalam game ini, Anda akan bertemu dengan banyak karakter. Ada sekitar 35 karakter yang disebut dengan Heroes. Heroes adalah karakter unik yang bisa Anda pilih. Terdapat beberapa pembagian yang menjelaskan perbedaan tiap karakter, yaitu faction, class, dan element. Tentunya, Anda bisa mendapatkan seluruh karakter ini, namun perlu diingat bahwa hal itu tidak akan mudah karena beberapa karakter di antaranya sangat langka. 

konsep karakter guild of guardians

Source: Stepico

Pengembang Guild of Guardians menjelaskan bahwa berdasarkan rarities atau kelangkaan, karakter akan terbagi menjadi ke dalam beberapa kelompok, yaitu Legendary, Epic, Rare, dan Common. Untuk pembagian kelasnya, ada Mage, Ranged dan Melee. Sedangkan untuk factions, akan terbagi menjadi Horde, Glade, dan Empire.

3. Quest

Karakter yang Anda gunakan nantinya akan melakukan petualangan ke Dungeon dan bertarung menyelesaikan quest atau tugas. Ada beberapa cara untuk mendapatkan hadiah dari game ini, mulai dari membuat Guild, menggabungkan Heroes, menyelesaikan misi harian, hingga masuk dalam leaderboard.

Barang-barang yang dibuat dari Guild dapat dijual di pasar. Hasil penjualan dibagi oleh para pemain Guild yang berkontribusi. Menggabungkan Heroes dapat menguntungkan bagi Anda. 

Pasalnya, beberapa Heroes memiliki tingkat kelangkaan berbeda, maka dari itu menciptakan Heroes yang baru berpotensi menambah kekuatan dan nilai karakter. Daily quests dan aktivitas permainan lainnya juga dapat menghasilkan pendapatan, di mana pemain mendapatkan token GOG yang dapat dikonversi menjadi uang tunai.

Sekilas tentang Token GOG

token gog

Source: CoinMarketCap

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, bahwa pengembang game blockchain yang satu ini memiliki governance token yang dikenal dengan kode GOG. Token GOG akan sangat diperlukan dalam permainan ini. Dengan token GOG, Anda dapat melakukan pembayaran dalam pembelian in-game assets serta melakukan minting NFT. 

Para pemain bisa mendapatkan token dengan cara memenangkan hadiah. Jika Anda mendapatkan token GOG, maka Anda akan memiliki hak ikut serta dalam tata kelola proyek baru dalam ekosistem Guild of Guardians. Token ini juga bisa untuk membeli aset atau melakukan staking. Berdasarkan CoinMarketCap, token GOG bernilai 0,101 USD per tanggal 15 Juni 2022.

Nah, itulah penjelasan singkat tentang game Guild of Guardians yang berbasis teknologi blockchain. Dengan memainkan permainan ini, Anda berpotensi mendapatkan hadiah token GOG yang tentunya akan memiliki banyak fungsi bagi kebutuhan investasi Anda. Tertarik untuk tahu lebih banyak tentang dunia NFT? Yuk, daftarkan diri Anda di TokoMall sebagai Official Partner (Kreator) atau Creator (Kolektor) sekarang. Jangan lupa juga untuk join komunitas TokoMall di Discord dan Telegram, ya!



Sumber : news.tokocrypto.com

Nilai Pasar Metaverse Diramalkan Menjadi US$ 5 Triliun pada Tahun 2030

Perusahaan konsultan global McKinsey & Company meramal nilai pasar metaverse dapat mencapai US$5 triliun pada tahun 2030. Selain itu, lebih dari 80 persen perdagangan dapat terdampak aktivitas di metaverse.

Nilai Pasar Metaverse 

News.Bitcoin.com melansir, pekan lalu McKinsey menerbitkan laporan bertajuk “Penciptaan Nilai di Metaverse”. Laporan tersebut adalah hasil survei terhadap lebih dari 3.400 konsumen dan eksekutif terkait adopsi dan potensi metaverse serta peluang perubahan perilaku.

“Kami mewawancara 13 pemimpin senior dan pakar metaverse. Pada tahun 2030, sangat mungkin lebih dari 50 persen acara live digelar melalui metaverse,” jelas McKinsey.

McKinsey menambahkan, lebih dari 80 persen perdagangan dapat terdampak aktivitas di metaverse. Sebagian besar pembelajaran, pengembangan dan kolaborasi juga dapat terjadi di dunia virtual.

Selain itu, McKinsey memprediksi pengguna internet normal akan menghabiskan hingga enam jam per hari dalam kegiatan metaverse pada tahun 2030.

Baca juga: Masih Tentang Game NFT, Begini Fitur dan Cara Kerja Game Upland!

Pada tahun 2022, sektor metaverse menerima investasi sebesar US$120 milyar, dua kali lipat nilai investasi pada tahun 2021 sebesar US$57 milyar.

Kendati data metaverse beraneka ragam, McKinsey menyatakan metaverse dapat bernilai hingga US$ 5 triliun pada tahun 2030. Perkiraan potensi dampak metaverse pada tahun 2030 didasarkan kajian terhadap kegunaan bagi konsumen dan usaha.

Selain itu, McKinsey berdiskusi dengan 20 pakar internal dan eksternal terkait metaverse. McKinsey berkata, mereka memberikan prediksi terbaik kendati ketidakjelasan teknis, regulasi dan sosial terhadap metaverse.

Laporan tersebut menyatakan, metaverse akan memiliki dampak besar terhadap kehidupan individu dan perdagangan. Dengan potensi nilai US$5 triliun pada tahun 2030, McKinsey memandang metaverse sebagai potensi yang sangat besar dan tidak dapat diabaikan.

Baca juga: Elon Musk: Saya Tak Pernah Katakan Orang Harus Berinvestasi Bitcoin dan Dogecoin

Sejumlah bank besar dan perusahaan investasi memasuki sektor metaverse, termasuk JPMorgan, HSBC, Standard Chartered dan Fidelity Investments.

Survei yang dilakukan pada bulan April lalu mengungkap metaverse akan menjadi lokasi paling populer bagi komunitas kripto. 70 persen responden setuju kemajuan kripto dan teknologi blockchain penting bagi pengembangan metaverse di masa depan.

Selain McKinsey, beragam perusahaan lain memberikan prediksi ukuran metaverse. Citigroup meramal metaverse adalah peluang senilai US$13 triliun dengan lima milyar pengguna pada 2030.

Goldman Sachs melihat metaverse sebagai peluang senilai US$8 triliun.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa perbedaan Bitcoin Cash dengan Bitcoin? Yuk, simak di sini!

Jual beli aset kripto hingga saat ini menjadi perbincangan yang sangat hangat. Banyak pihak yang turut meramaikan ranah ini. Bagi yang baru menyelami bidang aset kripto, pasti bingung dengan nama-nama aset yang beredar. Bahkan di antara aset-aset tersebut memiliki nama yang serupa. Sebut saja Bitcoin, Bitcoin Gold (BTG), dan Bitcoin Cash (BCH).

Kendati memiliki kemiripan, ada beberapa hal yang secara mendasar membedakan ketiganya. Untuk mengetahui perbedaannya, Yuk, kita simak sama-sama.

Apa Itu Bitcoin Cash

Di tahun 2017 ada sebuah peristiwa yang dinamakan Hard Fork. Peristiwa ini terjadi karena ada satuan kripto yang terbagi menjadi dua. Alhasil, satuan kripto yang terbagi menjadi dua tersebut menghasilkan kode lama dan kode baru, yang tidak sesuai satu sama lain. Dari peristiwa inilah memunculkan aset kripto yang bernama Bitcoin Cash.

Bitcoin Cash adalah aset kripto yang merupakan hasil dari fork dari Bitcoin. Keduanya memiliki kemiripan satu sama lain. Meski serupa, Tetapi kedua aset kripto ini memiliki perbedaan yang signifikan, yakni Bitcoin Cash memiliki sistem blockchain-nya sendiri. 

Di samping itu, para pendukungnya juga percaya bahwa, aset kripto satu ini lebih mendekati apa yang dicita-citakan oleh sang pencipta Bitcoin, Satoshi Nakamoto sebagai mata uang elektronik peer-to-peer yang pernah ia tulis di dalam white paper pada tahun 2008.

Baca juga: Cara Membuat Wallet Bitcoin Untuk Pemula, Simak Caranya Disini!

Bagaimana Cara Bitcoin Cash Bekerja

Kendati memiliki sistem blockchain sendiri, pada dasarnya aset kripto satu ini memiliki cara kerja yang identik dengan Bitcoin. Kedua aset tersebut menggunakan node peer-to-peer atau jaringan komputer yang dibangun dengan bantuan miner atau penambang. Selain itu, aset kripto ini memanfaatkan algoritma yang bernama Secure Hash Algorithm (SHA). 

Perbedaan Bitcoin dengan Bitcoin Cash 

Tidak seperti aset kripto lain, hasil fork dari Bitcoin ini merupakan salah satu yang berhasil. 

Keduanya tentu sama-sama berada di sistem blockchain. Akan tetapi, Bitcoin Cash berada di dalam sistem blockchain yang berbeda. Selain hal tersebut, ada beberapa perbedaan mendasar antara keduanya, apa sajakah itu?

1. Ukuran Block

Perbedaan pertama yang paling mendasar antara kedua aset kripto ini adalah ukuran block-nya. Bitcoin Cash memiliki ukuran block yang lebih besar dibandingkan oleh Bitcoin, yakni sebesar 32MB. Dengan ukuran block yang lebih besar, memungkinkan para trader-nya untuk bertransaksi dengan ukuran yang lebih besar. 

2. Biaya Transaksi

Di samping ukuran block-nya, keduanya memiliki perbedaan di biaya transaksinya. Ukuran block yang besar ini tentu memengaruhi biaya transaksinya. Alhasil, biaya transaksinya aset kripto ini jauh lebih murah. 

3. Hash Rate

Usia dari Bitcoin Cash tentu jauh lebih muda dibandingkan Bitcoin. Dengan demikian, Bitcoin kini menjadi seperti ‘Dollar”-nya aset kripto. Penambangan aset kripto ini tentu dipengaruhi oleh apa yang dinamakan hash rate

Hash Rate Bitcoin pun lebih unggul, dibandingkan oleh Bitcoin Cash. Alhasil, penambang Bitcoin hingga kini juga lebih banyak. 

Cara Membeli Bitcoin Cash

Bagi Anda yang ingin membeli aset kripto ini, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan, di antaranya:

1. Membeli Bitcoin Cash dari pihak pertama

Pertama, Anda bisa membelinya dari pihak pertama. Apabila Anda pergi ke beberapa negara yang sudah mendukung transaksi dengan menggunakan aset kripto, Anda bisa mendapatkan aset kripto ini di ATM (Anjungan Tunai Mandiri/Automated Teller Machine).

2. Mendapatkan secara gratis

Apabila Anda beruntung, Anda bisa mendapatkan aset kripto ini secara gratis. Karena didapat secara gratis, tentu jumlahnya tidak sebanyak ketika Anda membelinya. Anda bisa mendapatkannya secara gratis di situs resminya. 

3. Membeli dari pihak ketiga

Cara ketiga agar Anda bisa mendapatkan aset kripto satu ini adalah dengan membelinya dari pihak ketiga. Pihak ketiga ini bisa Anda beli di beberapa situs seperti Coinbase. 

4. Berjualan

Seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa beberapa negara sudah melayani transaksi dengan menggunakan Bitcoin Cash. Transaksi dengan metode ini tentu memungkinkan Anda membuka usaha dengan menggunakan transaksi ini. Nah, dari sinilah Anda bisa mendapatkan aset kripto satu ini.

Baca juga: Apakah Bitcoin Jadi Mata Uang di Singapura? Simak Faktanya!

Namun, tak bisa dipungkiri juga, nanti di masa depan justru karena kelebihan-kelebihannya, aset kripto ini bisa jadi akan lebih populer dibanding aset lainnya. Dengan ini, Anda bisa memahami aset kripto lebih dalam. Untuk informasi lebih banyak tentang aset kripto, Anda bisa mengunjungi situs resmi Tokocrypto. Dan jangan lupa untuk bergabung di Telegram dan Discord Tokocrypto sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Aset Kripto Mulai Bangkit dari Keterpurukan, Apa Penyebabnya?

Mayoritas harga aset kripto terlihat bersinar pada Selasa (21/6). Namun, lonjakan harga ini belum cukup untuk memulihkan kapitalisasai pasar kripto dari kejatuhan yang terjadi pada akhir pekan lalu.

Kapitalisasi market kripto mengalami reli singkat dalam 24 jam terakhir, naik sekitar 9,7% setelah akhir pekan yang sulit yang melihat harga beberapa koin anjlok sebanyak 15%. Hal itu terlihat dari nilai Bitcoin pada perdagangan Selasa (21/6) pukul 11.00 WIB yang masih di level US$ 20.655, meski sebelumnya sempat menyentuh US$ 30.000.

Dari pantauan CoinMarketCap, Solana (SOL) dan Ethereum (ETH) memimpin kenaikan di antara 10 koin teratas berdasarkan kapitalisasi pasar dengan kenaikan 9%, sementara Cardano (ADA) dan Polkadot (DOT) naik 7%. Di luar 10 besar, Avalanche (AVAX) melonjak 14%, Polygon (MATIC) bertambah 12% dan ApeCoin (APE) naik 16%.

Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).
Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

Baca juga: Cuitan Elon Musk tentang DOGE Masih Bertuah

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sebagian besar kenaikan harga kripto datang di tengah lonjakan pasar ekuitas yang lebih luas, karena pasar AS tetap tutup untuk libur nasional di AS. Kesempatan ini ternyata dimanfaatkan oleh investor whales yang memutuskan memborong aset kripto atau buy the dip ketika harganya sedang turun.

“Beberapa analis menduga, aksi whales tersebut didorong oleh data historis yang menunjukkan bahwa investor jangka panjang akan mendapat cuan, jika melakukan buy the dip. Aksi whales tersebut setidaknya bisa menopang laju harga aset kripto dalam jangka pendek,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid, menjelaskan bahwa sebagian besar investor kakap percaya titik US$ 20.000 sebagai level support BTC baru yang perlu dipertahankan. Sebab, mereka beranggapan bahwa BTC sudah oversold berlebihan.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

“Pergerakan pasar seperti itu adalah peluang yang baik untuk trader harian, tetapi tidak bagi investor jangka panjang yang bertujuan untuk mengurangi risiko. Market kripto juga sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global, dan ketika itu berubah, aset akan bergerak jauh lebih cepat daripada pasar lain,” jelasnya.

Sentimen negatif untuk pasar kripto sejatinya masih belum kondusif menyusul maraknya ketidakpastian ekonomi, seperti tingkat inflasi, ancaman resesi ekonomi, hingga kenaikan suku bunga acuan The Fed. Sinyal lainnya, juga muncul dari data pasar derivatif BTC. Sebab, return di produk BTC berjangka ternyata kini lebih kecil dari pasar spot untuk pertama kalinya dalam setahun terakhir.

“Saya tidak melihat Bitcoin dengan cepat kembali ke level tertinggi sepanjang masa. Kita mungkin harus bersiap untuk ketidakpastian jangka panjang selama musim dingin kripto,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cuitan Elon Musk tentang DOGE Masih Bertuah

Meski saat ini industri kripto mengalami kerugian dan keseluruhan kapitalisasi pasarnya turun menjadi US$ 830 miliar, namun CEO Tesla dan Space X, Elon Musk, tetap menyatakan dukungannya untuk Dogecoin.

Pada 19 Juni 2022 dia mencuit “I will keep supporting Dogecoin”. Cuitannya itu cukup untuk membuat DOGE melonjak 8% menjadi $0,058.

Tentu saja, kenaikan 5,8 sen ini sangat jauh bila dibandingkan dengan penurunan 72 sen yang dialami Dogecoin sesaat setelah Musk menjadi pembawa acara “Saturday Night Live”. Musk saat itu hadir dan memperkenalkan diri sebagai The Doge Father.

Elon pertama kali mencuit soal Doge pada April 2019. Dia menulis “Doge kemungkinan menjadi mata uang kripto favorit saya. Keren banget lah”.

Sejak itu, cuitannya menjadi viral dan menjadi perbincangan. Dampaknya Doge melejit dari semula kurang dari US$ 0,01 pada Januari 2021 menjadi US$ 0,73 pada 8 Mei 2021 yang merupakan rekor tertingginya.

Baca juga: Apa Itu Kripto Streamr (DATA) dan FC Barcelona Fan Token (BAR)?

Beberapa minggu yang lalu, Musk mengumumkan bahwa SpaceX akan menerima Dogecoin sebagai pembayaran sejumlah merchandise-nya. Dia juga melontarkan ide, setelah mengakuisisi Twitter, menambahkan Dogecoin sebagai metode pembayaran untuk mendapatkan akses premium seperti Twitter Blue.

DOGE/USDT 1 day. Tradingview

Merujuk harga di coinmarketcap pada saat artikel dibuat, Dogecoin berada di kisaran US$ 0,059464 dengan volume perdagangan 24 jam sebesar US$ 1,151,410,669, dan kapitalisasi pasar US$ 7.889.098.705.

Baca juga: Bos Binance: Secara Historis Siklus 4 Tahun, Sekarang adalah Bearish





Sumber : news.tokocrypto.com

Potensi Industri Aset Kripto di Indonesia saat Bear Market

Market  kripto diketahui tengah dalam fase bearish, namun industri aset kripto di Indonesia masih memiliki potensi yang cukup besar. Bappebti mencatat hingga April 2022, transaksi untuk aset kripto sudah mencapai Rp 160 triliun. Meski, angka tersebut jauh lebih kecil dibanding tahun lalu, lantaran beberapa nilai aset kripto mengalami penurunan. 

Sementara, jumlah investor aset kripto kini sudah mencapai 13,04 juta investor, masih jauh lebih besar dibandingkan investor saham. Sementara, jumlah pedagang aset kripto yang resmi terdaftar di Bappebti sudah mencapai 25 perusahaan, tumbuh dari 11 perusahaan di penghujung tahun 2021 lalu.

“Kami menyambut baik pertumbuhan jumlah calon pedagang aset kripto yang terdaftar resmi di Indonesia. Jika dari market atau masyarakat melihat akan semakin banyak kompetitor, namun kami melihat ini sebagai bukti bahwa industri kripto di Indonesia terus tumbuh dan sehat, serta punya potensi untuk berkembang, karena menarik banyak pemain untuk masuk ke industri ini,” jelas VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto.

flag pattern chart
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Atur Strategi Investasi saat Market Aset Kripto Bearish

Prospek ke depan, industri kripto masih menjanjikan dan akan terus tumbuh, bersamaan dengan adopsi teknologi blockchain yang semakin luas. Kripto nantinya tidak akan dilihat lagi sebagai instrumen investasi, namun sebagai backbone ekosistem yang bisa menyelimuti banyak sektor.

Oleh karena itu, Tokocrypto tidak hanya fokus mengembangkan bisnis exchange yang sudah dimulai sejak 2017. Kami melebarkan lini bisnis dengan menciptakan ekosistem blockchain, TokoVerse, yang meliputi project kripto (TKO), NFT marketplace (TokoMall), program akselerator startup (TokoLabs), crypto hub (T-Hub), aplikasi edukasi (Kriptoversity) dan lainnya.

“Investor bisa melihat industri aset kripto di Indonesia lebih luas lagi. Dampaknya akan besar tidak hanya sebagai instrumen investasi, tetapi membangun industri blockchain yang bisa meliputi banyak sektor. Kami terus menguatkan edukasi dan literasi aset kripto dan ekosistem blockchain kepada masyarakat di segala golongan usia. Diharapkan fokus utama kami ini, bisa membuahkan hasil yang baik dan ciptakan trust kepada masyarakat,” jelas Cenmi.

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto.

Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto dan UKI Dirikan Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

Regulasi Kripto di Indonesia

Dalam laporan terbaru dari exchange global, Gemini, saat ini ada 41 persen dari total penduduk Indonesia yang memiliki aset kripto. 64 persen orang Indonesia juga percaya bahwa aset digital mampu melindungi nilai terhadap inflasi. Kemudian, ada lebih dari 60 persen orang Indonesia juga yang memercayai bahwa kripto adalah masa depan uang.

Di samping itu, dukungan regulasi dari pemerintah juga mendorong pertumbuhan industri aset kripto. Sebagaimana diketahui aset kripto telah diregulasi dan dinyatakan sebagai komoditas yangdiperdagangkan secara sah dan legal yang diatur oleh Bappebti. Kemudian, ada aturan perpajakan PMK 68 dari Kementerian Keuangan menambah legitimasi kripto di Indonesia.

“Tujuan utamanya adalah untuk memberikan keamanan hukum dan untuk melindungi kepentingan konsumen kripto Indonesia. Dibutuhkan dukungan seluruh ekosistem untuk membawa adopsi dan manfaat kripto dan blockchain kepada masyarakat,” pungkas Cenmi.

Baca juga: Market Awal Pekan: Nilai Bitcoin Rebound Setelah Terpuruk Ditekan Inflasi



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa itu SafeMoon Coin? Kripto yang Hits di Kalangan Selebritas

Industri aset kripto dihebohkan dengan hadirnya aset kripto SafeMoon Coin yang meroket secara fantastis pada bulan April 2021 lalu. Meledaknya valuasi aset kripto ini didorong oleh para selebritis internasional yang mempromosikan dan mengajak para penggemar mereka untuk berinvestasi.

lil yachty

Melalui akun Twitter resminya, Lil Yachty berkicau “#safemoonisthenewdogecoin” pada 29 Maret 2021. Hal ini diaminkan oleh Jake Paul dengan balasan pada cuitan tersebut “factssss.”

Apa itu SafeMoon Coin?

SafeMoon coin adalah aset kripto BEP-20 yang termasuk DeFi (decentralized finance) token yang diluncurkan pada Maret 2021 di blockchain Binance Smart Chain. Nama SafeMoon sendiri merupakan singkatan dari “Safely To The Moon,” yang mengindikasikan para penciptanya ingin koin ini meroket dengan aman.

SafeMoon Coin dikenal memiliki volatilitas yang tinggi dan beberapa aturan yang tergolong ‘aneh.’

Kreator aset kripto ini menuturkan bahwa mata uang ini didesain untuk mereka yang ingin berinvestasi jangka panjang. SafeMoon menerapkan biaya transaksi sebesar 10%. Pendapatan dari biaya transaksi yang tinggi tersebut kemudian dibagikan kepada holder jangka panjang. Hal ini ditujukan untuk menjaga stabilitas harga dari SafeMoon Coin.

Serupa dengan aset kripto kecil lainnya seperti Dogecoin, Shiba Inu, dan Akita Inu; SafeMoon menggunakan pendekatan meme culture dan hype di media sosial untuk meningkatkan popularitas mereka.

Mengutip dari CoinGecko, SafeMoon berada di urutan 131 diukur dari Market Capitalization. Harga SafeMoon Coin mencapai puncak tertingginya pada bulan Januari 2022. Namun jika dibandingkan dengan harga rata-rata per bulan ini, valuasinya telah menurun sebesar 79%. Para developer SafeMoon juga mengurangi jumlah token dalam sirkulasi secara berkala dalam rangka meningkatkan harga dan menjaga stabilitas.

Hingga saat ini, SafeMoon memiliki 2,9 juta holder, mengutip dari BscScan.

Baca Juga: Terkenal Cepat, Simak Penjelasan Lengkap tentang Fantom Coin

Fitur Utama SafeMoon Coin

  • Dilansir dari white paper proyek SafeMoon, para holder yang menjual tokennya dikenakan biaya transaksi sebesar 10%, yang mana pendapatan 5% dari biaya transaksi akan didistribusikan ke para holder lainnya.
  • White paper proyek SafeMoon juga menjelaskan bahwa 5% dari biaya transaksi akan disebar ke beberapa liquidity pool di PancakeSwap dan platform lainnya. Selain itu, sisa dari 5% yang disebar ke beberapa liquidity pool dikonversikan menjadi Binance Coin (BNB) untuk memberi jaminan likuiditas dari SafeMoon.
  • Token Burn merupakan salah satu fitur dari SafeMoon coin yang ditujukan untuk mengurangi kuantitas aset kripto satu ini dalam sirkulasi.

Resiko yang Patut Diperhatikan 

Apakah Safemoon adalah investasi yang baik? Sama seperti aset kripto lainnya, SafeMoon Coin merupakan aset yang sangat spekulatif dan tidak memiliki nilai intrinsik sama sekali. 

Anda harus bersiap dengan resiko kehilangan investasi Anda jika memilih untuk membeli aset kripto satu ini. Berikut adalah beberapa resiko yang patut diperhatikan:

  • Volatilitas: semenjak peluncurannya, harga SafeMoon mengalami peningkatan dan penurunan yang tergolong ekstrim. Harganya sempat melonjak hingga 20.000 persen sebelum akhirnya jatuh melampaui 80 persen. Karena aset kripto tidak memiliki nilai intrinsik, keuntungan yang dapat diperoleh dari investasi ini hanya dari nilai penjualan.
  • Likuiditas: SafeMoon mendorong para holder untuk berinvestasi jangka panjang dengan mengenakan biaya transaksi sebesar 10 persen sehingga menjual token ini memerlukan pertimbangan agar tidak merugi.
  • Skema Ponzi: beberapa pengamat kripto mengemukakan keraguan mereka terkait SafeMoon Coin sebagai sebuah skema ponzi dengan adanya reward bagi investor jangka panjang dari biaya transaksi yang tinggi.

Selalu lakukan research sendiri sebelum menentukan koin apa yang ingin Anda beli untuk investasi. 

Demikian informasi tentang SafeMoon Coin yang perlu Anda ketahui. Temukan berbagai artikel terkait investasi aset kripto di sini

Tetap up to date soal dunia kripto dengan mengikuti media sosial Tokocrypto: Instagram & Twitter. Kamu juga bisa ikut berdiskusi dengan investor lainnya di komunitas Discord kami, join melalui link berikut.





Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Nilai Bitcoin Rebound Setelah Terpuruk Ditekan Inflasi

Market aset kripto pada awal pekan keempat Juni 2022, terlihat mengalami rebound, setelah selama akhir pekan lalu mengalami penurunan yang drastis. Pergerakan reli kecil terlihat mengirim Bitcoin kembali di atas ambang batas nilai psikologisnya $ 20.000, tetapi situasi ini diprediksi tidak akan bertahan.

Melansir situs CoinMarketCap pukul 08.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar ada big cap kompak meluncur ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) naik 5,48% ke $ 19.985 per keping dalam sehari terakhir.

Sebelumnya pada Sabtu (18/6) pagi, harga BTC anjlok di bawah $ 20.000 dan turun ke $ 17.601. Penurunan itu menempatkan Bitcoin di bawah level tertinggi sepanjang masa $ 19.783 yang dicapai pada Desember 2017, level yang diyakini banyak pedagang kripto bahwa BTC tidak akan pernah lagi jatuh di bawahnya.

Sementara nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) tidak jauh berbeda naik 9,48% ke $ 1.084 di waktu yang sama. XRP, Solana (SOL) dan Dogecoin (DOGE) mengalami penurunan yang paling signifikan, masing-masing 4,72%, 6,54% dan 10,75%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Pria Ini Berhasil Kalahkan Bos Tokocrypto di Cerdas Cermat Kriptoversity

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto awal pekan ini sedikit mengalami pullback, setelah nilai babak belur pada akhir pekan lalu. Penyebab pergerakan rebound saat ini adalah sikap investor yang mulai masuk ke market, memanfaatkan rendahnya volume trading pasar kripto di akhir pekan untuk melakukan buy the dip.

Investor berharap Bitcoin dan altcoin lainnya tidak jatuh lebih bawah lagi, sehingga mereka melakukan strategi buy the dip untuk berusaha mendapatkan imbal hasil membaik untuk menutup kerugian.

“Investor kini tampaknya bersedia untuk membeli aset kripto dengan harga murah, meski belum dianggap sebagai titik bottom. Investor harus menentukan membeli sekarang atau menunggu tiba ke titik bottom yang belum diketahui pasti kapan terjadi,” kata Afid.

Prediksi Bitcoin sampai Titik Bottom

Afid melihat saat ini target Bitcoin menuju level support di $ 15.500. Menurutnya, Bitcoin masih lemah, namun tidak ada kejelasan di mana titik bottom yang akan ditujunya.

“Bitcoin masih dalam tekanan. Target pergerakan Bitcoin kini akan menuju penurunan hingga $ 19.000-$ 15.500 dalam beberapa waktu ke depan. Prospek bearish juga tampak berlanjut untuk menemukan bottom yang sebenarnya,” kata Afid.

bentuk koin bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Kenalan dengan SafeMoon Coin, Kripto yang Hits di Kalangan Selebritas

Jika melirik ke pada siklus Bitcoin, pada market bearsih tahun 2015, membutuhkan waktu 426 hari untuk akhirnya mencapai posisi bottom. Lalu jika dilihat ke siklus pada tahun 2017, butuh 365 hari untuk mencetak bottom pada 2018.

Sedangkan, dari puncak pada Juni 2019 pada $13.900, BTC kemudian mengalami penurunan 274 hari sebelum mencapai posisi bottom. Maka asumsi saat ini, jika pada bulan November 2021, merupakan siklus puncak titik bottom dalam antara 274 hari atau 365 hari, maka secara kalkulasinya akan terjadi pada September 2022 atau November 2022.

“Investor tetap cemas tentang inflasi yang tinggi, yang mencapai level tertinggi 40 tahun untuk bulan Mei, berlanjutnya kejatuhan ekonomi dari invasi Rusia ke Ukraina dan kemungkinan meningkatnya resesi global. Analisa teknikal tidak begitu berguna saat ini, fundamental atau makroekonomi yang bisa menentukan arah Bitcoin,” pungkas Afid.



Sumber : news.tokocrypto.com