Tag Archives: featured

Daftar Aset Kripto yang Paling Banyak Dipegang Orang Indonesia

Sepanjang 2021, investor kripto di Indonesia meraup keuntungan yang direalisasikan sebesar $ 731 juta atau setara Rp 10 triliun. Secara global, investor kripto di seluruh dunia sukses dapat cuan sebesar $ 162,7 miliar, meningkat tajam dibandingkan tahun 2020 hanya $ 32,5 miliar.

Dalam laporan yang disampaikan oleh Chainalysis bertajuk “2021 Chainalysis Global Crypto Adoption Index“, Indonesia menempati peringkat 44 dari 50 negara yang dirisetnya dalam perolehan keuntungan investasi kripto paling besar sepanjang tahn 2021 lalu. Posisi Indonesia paling bawah dibanding negara di Asia Tenggara lainnya, seperti Malaysia, Thailand dan Singapura.

Laporan Chainalysis juga mengungkap aset kripto yang paling banyak dipegang oleh investor di Indonesia. Disebutkan token yang paling banyak digunakan di Indonesia adalah Bitcoin, Ethereum, dan koin/token lainnya. Namun tidak dijelaskan secara rinci berapa persen jumlah penggunaan ketiga token tersebut.

Sementara itu, data lainnya yang dipaparkan Finder mengungkap dari 2.502 pengguna internet di Indonesia yang memiliki kripto paling banyak menjawab memiliki Bitcoin (36,7%), Dogecoin (29,4%), Ethereum (89,1%), Solana (28%) dan Ripple (24%).

jenis altcoin yang menarik perhatian
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Riset Ungkap Cuan Investor Aset Kripto di Indonesia Selama 2021, Berapa?

Bitcoin dan Ethereum Primadona

Menurut Chainalysis, secara umum sepanjang 2021, Ethereum menjadi raja mengungguli Bitcoin dalam total keuntungan yang direalisasikan secara global. Ethereum meraih $ 76,3 miliar, sementara Bitcoin $ 74,7 miliar.

Hal tersebut mencerminkan peningkatan permintaan Ethereum akibat dari kenaikan perkembangan DeFi di tahun 2021. Kenaikan ini dipicu karena sebagian besar protokol DeFi dibangun di atas blockchain Ethereum dan menggunakan Ethereum sebagai mata uang utama mereka.

Meski, kenaikan Ethereum ini terjadi di sebagian besar negara, namun ada beberapa pengecualian. Misalnya di Jepang, Bitcoin mendapatkan keuntungan lebih tinggi sekitar $ 4 miliar, dibandingkan dengan Ethereum di angka $ 790 juta.

Dalam kesimpulannya, Chainalysis menyatakan masih ada risiko yang harus diatasi oleh pelaku industri kripto. Data tahun 2021 tidak hanya menunjukkan bahwa harga aset kripto tumbuh, tetapi juga menunjukkan bahwa aset digital tersebut menjadi sumber peluang ekonomi bagi pengguna di pasar negara berkembang, seperti Indonesia.

Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.

Baca juga: Ahli Prediksi BTC dan ETH akan Tembus Level Tertinggi di Tahun 2022

Survei: Kepemilikan Kripto di Indonesia Turun

Laporan “Finder Cryptocurrency Adoption Index” untuk April 2022 ini juga menemukan tingkat kepemilikan kripto di Indonesia adalah 18,7%, di atas Ghana (18,3%) dan Hong Kong (18,1%). Namun, angka ini lebih tinggi dari rata-rata global sebesar 14,6%.

Di sisi lain, sebenarnya kepemilikan kripto telah surut di Indonesia, dengan 16,1% responden mengatakan mereka memiliki kripto pada November 2021, 22,4% pada 22 Januari dan sekarang 18,7% mengatakan hal yang sama dalam laporan April.

Dari laporan Finder yang terbaru ini menemukan kepemilikan kripto di Indonesia, 62,3% adalah pria dan 37,7% adalah perempuan. Artinya pria kira-kira 1,7 kali lebih mungkin memiliki kripto daripada perempuan. Ada kesenjangan yang lebar dalam adopsi kripto antara pria dan perempuan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Riset Ungkap Cuan Investor Aset Kripto di Indonesia Selama 2021

Indonesia menjadi salah satu dari banyak negara yang merasakan gelombang pertumbuhan aset kripto selama tahun 2021 lalu. Aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum mampu membangun momentum positif yang diperoleh pada akhir tahun 2020 dan mencapai nilai tertinggi baru sepanjang masa pada tahun 2021.

Berdasarkan data Chainalysis, Indonesia masuk dalam daftar 50 negara teratas yang memperoleh keuntungan yang besar dari aktivitas investasi aset kripto yang direalisasikan. Riset tersebut mengungkap sepanjang 2021, investor kripto dari Indonesia total meraup keuntungan hampir $ 731 juta (setara Rp 10 triliun) selama tahun 2021.

Total keuntungan investor kripto di Indonesia masuk urutan ke-44 dari 50 negara. Indonesia masih kalah dari Malaysia ($ 811 juta), Thailand ($ 1,1 miliar), Filipina ($ 1,3 miliar) dan Singapura ($ 1,7 miliar). Namun, Indonesia menang dari Denmark ($ 690 juta), Uni Emirat Arab ($ 642 juta) dan Yunani ($ 619 juta).

Daftar 50 negara yang untung dari investasi aset kripto.
Daftar 50 negara yang untung dari investasi aset kripto. Foto: Dok. Chainalysis

Baca juga: Riset: Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Aset Kripto Tertinggi di Dunia

Aset Kripto yang Bikin Untung Investor di Indonesia

Dalam riset yang sama, terungkap juga aset kripto yang banyak memberi keuntungan bagi investor di Indonesia. Faktanya, Bitcoin, Ethereum dan koin/token lainnya menjadi aset kripto yang paling banyak bawa untung untuk investor.

Menurut Chainalysis, yang merupakan perusahaan analis blockchain, menjelaskan secara keseluruhan, investor di seluruh dunia meraih total keuntungan sebesar $ 162,7 miliar pada tahun 2021, dibandingkan dengan hanya $ 32,5 miliar pada tahun 2020.

Chanalysis menggunakan metode pengukuran aliran transaksi level makro on-chain dari semua aset kripto yang dilacak ke setiap bisnis mata uang kripto. Kemudian, mereka memperkirakan total, keuntungan kolektif yang dibuat pada setiap aset dengan mengukur perbedaan antara nilai dolar AS dari semua penarikan aset dan nilai semua simpanan aset.

Tim riset kemudian mendistribusikan keuntungan atau kerugian tersebut berdasarkan negara berdasarkan pangsa lalu lintas web yang dicatat setiap negara di situs web masing-masing bursa atau exchange.

Ilustrasi market kripto di Indonesia.
Ilustrasi market kripto di Indonesia.

Baca juga: Alasan Indonesia Jadi Negara Pengadopsi Kripto Tertinggi di Dunia

Amerika Serikat Paling Untung dari Investasi Kripto

Dalam 50 negara teratas, Amerika Serikat yang dapat keuntungan terbesar dari aset kripto, nilainya mencapai $ 46,9 miliar di sepanjang 2021 lalu. AS memang diibaratkan menjadi kiblat perkembangan dan pertumbuhan aset kripto.

Faktanya, hampir seluruh bursa kripto global berbasis di AS, atau paling tidak menjadikan AS sebagai pasar terbesarnya. Peningkatan keuntungan atas kripto di AS pada tahun lalu juga mencetak rekor. Sepanjang 2020 lalu, keuntungan investor kripto di AS hanya mencapai $ 8,1 miliar atau melesat 476%.

Negara berikutnya yang mengantongi keuntungan terbesar dari aset kripto setelah AS adalah Inggris. Keuntungan investor kripto di Inggris pada tahun 2021 lalu, mencapai $ 8,1 miliar.

Lalu, di posisi ketiga adalah Jerman dengan keuntungan investor kriptonya sepanjang tahun 2021 sebesar $ 5,8 miliar. Baik Inggris dan Jerman sepanjang tahun lalu membukukan pertumbuhan keuntungan sebesar 431% dan 423%.

Baca juga: Indonesia Bisa Jadi Pusat Ekonomi Digital Dunia, Lewat Aset Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

Persija Rilis Fan Token Kripto untuk Penggemarnya

Persija, menjadi klub sepak bola kedua di Indonesia yang bakal merilis Fan Token kripto. Sebelumnya, Persib sudah lebih dahulu menyatakan komitmen yang sama untuk mengadopsi aset kripto dan teknologi blockchain dalam bisnis mereka.

Persija menjalin kemitraan global dengan platform fans engagement berlabel Socios.com untuk menyambut Liga 1 2022/2023. Dalam kerja sama ini, Persija akan meluncurkan Fan Token, yaitu aset kripto yang memberikan akses kepada seluruh penggemar Persija ke layanan digital.

“Kami senang bisa bekerja sama dengan Socios.com. Kami sangat terbuka dengan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan hubungan kami dengan para pendukung Persija,” kata Direktur Komersial Persija, Ivi Sumarna Suryana dalam keterangan resminya.

Persija bergabung dengan 150 klub besar dari berbagai belahan dunia lainnya yang telah bermitra dengan Socios.com. Dari mulai raksasa Eropa, seperti Paris Saint-Germain, FC Barcelona, ​​​​Valencia, Atlético de Madrid, Manchester City, Arsenal, Juventus, AC Milan dan Inter Milan, hingga klub dari Amerika Selatan, River Plate, Flamengo dan Korintus.

Persija
Klub sepak bola, Persija bakal rilis Fan Token kripto. Foto: Dok. Persija.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Banyak Benefit Pemegang Fan Token Persija

Socios.com memproyeksikan nantinya para pemegang Fan Token $PRSJ memungkinkan untuk mempengaruhi keputusan klub yang diambil dari suara pendukung tentang berbagai hal. Mulai dari desain jersey, pemilihan nomor punggung, dan lagu disaat klub merayakan kemenangan.

Para holder $PRSJ juga akan memberi penghargaan kepada lebih banyak penggemar. Sekitar 17.000 penggemar akan mendapatkan kesempatan menonton langsung pertandingan di periode 2022.

Pemegang Fan Token pun akan menerima hadiah yang unik, seperti aset digital, termasuk NFT, serta merchandise dan jersey pertandingan. Sementara yang memenuhi syarat bisa mengakses diskon eksklusif yang terkait dengan sponsor klub dan penawaran serta insentif khusus lainnya. Socios.com pun akan meningkatkan gamification pada aplikasi, meluncurkan berbagai game mobile bertema olahraga khusus untuk pemegang Fan Token.

“Kami senang menyambut Persija di Socios.com. Kami tahu ada banyak gairah untuk sepak bola di Indonesia dan platform kami memberikan akses kepada seluruh penggemar,” kata CEO Chiliz and Socios.com, Alexandre Dreyfus.

Persija
Klub sepak bola, Persija bakal rilis Fan Token kripto. Foto: Dok. Persija.

Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

“Kami berkomitmen untuk membangun jaringan di tingkat domestik dan menciptakan peluang keterlibatan dan pengalaman bagi para suporter Persija. Kami berharap dapat meningkatkan pengalaman penggemar Persija dan para pendukungnya,” tuturnya lagi.

Langkah Persija ini tidak hanya ditujukan untuk suporternya yang berada di Indonesia saja, namun dapat merangkul pendukungnya di seluruh dunia. Selain itu, memiliki peluang baru untuk mendapatkan keuntungan serta keakraban baru dengan para pendukung klub sepak bola asal Jakarta tersebut.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenalan Kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD)

Dua aset kripto AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD) mencuri perhatian akhir-akhir ini. AirSwap memiliki project yang membuat protokol perdagangan terdesentralisasi dengan transaksi yang cepat menggunakan blockchain Ethereum.

Kalau Adventure Gold (AGLD), memiliki fungsi token ERC-20 proyek NFT, Loot. AGLD awalnya dikerahkan melalui airdrop ke anggota komunitas Loot NFT. Itu baru sedikit penjelasan soal AST dan AGLD, penasaran apa keunggulannya? So, mari berkenalan lebih dekat AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD).

AirSwap (AST)

Apa Itu AirSwap (AST)?

AirSwap adalah DAO (Decentralized Autonomous Organization) yang fokus pada sistem perdagangan terdesentralisasi. Platform ini berfungsi sebagai pertukaran untuk koin kripto yang relatif baru dan token asli platform.

AirSwap menjadi semakin populer karena koinnya, token kripto aslinya AST. Platform ini memungkinkan pengguna untuk memperdagangkan token Ethereum secara langsung satu sama lain.

Dibandingkan dengan pertukaran terdesentralisasi lainnya, AirSwap tidak membebankan biaya perdagangan atau biaya apa pun untuk setoran dan penarikan. Mereka juga tidak memberlakukan batasan pada setoran, penarikan, dan swap.

AirSwap (AST)
Ilustrasi aset kripto AirSwap (AST).

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto IRISnet (IRIS) dan BitShares (BTS)?

Pengguna juga tidak dipaksa untuk mendaftar ke AirSwap untuk menggunakan fitur-fiturnya. Meski begitu, pertukaran ini sangat aman bagi investor kripto dan memberikan pengalaman pengguna yang luar biasa, terutama untuk volume perdagangan yang tinggi.

AirSwap dikenal sebagai penyedia layanan mandiri. Tidak menggunakan bantuan pihak ketiga untuk menyimpan dan mengelola dana para pedagang. Pengguna di bursa memegang kendali penuh atas dana kripto mereka. Mereka dapat langsung melakukan perdagangan antara berbagai pihak dan tetap anonim karena platform tidak mengharuskan proses pendaftaran akun.

Apa yang Membuat AirSwap (AST) Unik?

AirSwap (AST) adalah token Ethereum untuk AirSwap, jaringan perdagangan peer-to-peer terdesentralisasi. Airswap bertujuan untuk membuat pembelian dan penjualan token aman, sederhana dan tanpa biaya. Token AST terutama berfungsi sebagai sarana bagi pembuat pasar untuk mengatur pasar di AirSwap.

AST berfungsi sebagai aset digital bagi para pedagang. Token dirancang untuk melindungi pedagang dari risiko rekanan penipuan dan selip harga. Token AST juga digunakan untuk menguji pedagang yang dikenal sebagai front running.

Untuk mengeksekusi perdagangan, pengguna harus memiliki 100 AST. Dengan jumlah AST ini, platform memungkinkan staking. Ini juga membantu pengguna dalam mengunci AST ini selama tujuh hari. Setelah durasi penguncian, pengguna mendapatkan kendali atas mekanisme tata kelola.

AirSwap (AST)
Ilustrasi aset kripto AirSwap (AST).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Harga token AST tumbuh secara signifikan. Kapitalisasi pasar total AST pernah mencapai US$ 27,2 juta. Pada tahun 2021, platform tersebut telah mengedarkan sedikit lebih dari 150 juta koin AST.

Peringkat AST di situs CoinMarketCap pada Rabu (29/6) jam 08.00 adalah #626, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 16.701.270. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 150.000.000 koin AST dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Adventure Gold (AGLD)

Apa Itu Adventure Gold (AGLD)?

Adventure Gold (AGLD) adalah token ERC-20 asli dari proyek Loot NFT. Loot adalah proyek NFT yang dirancang secara acak berbasis teks yang dihasilkan dan disimpan secara on-chain, dibuat oleh salah satu pendiri media sosial, Vine, Dom Hofmann.

Proyek Loot tidak memiliki antarmuka front-end, gambar, statistik atau fungsionalitas. Sebaliknya, ini didasarkan pada satu set 8.000 NFT berbasis teks yang terbuka untuk bagaimana komunitas ingin menafsirkannya. NFT berisi teks mulai dari tulisan “Holy Greaves of Giants” hingga “Grim Shout.”

Adventure Gold sendiri diluncurkan pada 2 September 2021, dan memungkinkan setiap pemilik Loot NFT untuk mengklaim 10.000 token secara gratis. Pada 8 September 2021, harga floor price NFT Loot di OpenSea adalah 8,56 ETH. Banyak proyek turunan sedang dibangun di sekitar Loot.

Adventure Gold (AGLD)
Ilustrasi aset kripto Adventure Gold (AGLD).

Baca juga: Lebih Kenal Aset Kripto Akropolis (AKRO) & Tellor (TRB)

NFT dihasilkan sebagai item untuk digunakan dalam game atau proyek yang dibuat oleh komunitas. Ini telah menyebabkan generasi komunitas, alat pengembang, developer tools, guilds, market trackers, dan derivative projects menggunakan NFT Loot di dunia mereka.

Loot telah menerima banyak hype karena sifatnya yang inovatif. Meskipun tidak menambahkan fitur atau utilitas baru, inilah yang sebenarnya membuatnya begitu populer. Kebebasan untuk menggunakan Loot sesuai keinginan membuatnya sangat serbaguna.

Apa yang Membuat Adventure Gold (AGLD) Unik?

Adventure Gold mengikuti pendekatan bottom-up. Sementara para pendiri proyek NFT lain mengarahkan pengembangan NFT ciptaannya. Di Loot, komunitaslah yang menentukan nilainya dan cara menggunakannya. Segera setelah pembuatan Loot, komunitas dan proyek telah berkembang untuk menggunakan setiap NFT Loot dengan cara yang unik.

Kesederhanaan dan keunikan Loot itu sendiri mengilhami komunitas web3 untuk membuat banyak proyek turunan berdasarkan kodenya, Adventure Gold sendiri bertujuan untuk digunakan sebagai token tata kelola dan meminta pengguna memilih kredit dalam game di masa depan atau membangun mint di masa depan atas Loot dan mengadopsi AGLD.

Grup multisig yang terdiri dari Papper dan “anggota komunitas yang sangat bereputasi baik yang menyukai Loot” dapat menjalankan izin kontrak, seperti membuat keputusan dan proposal tata kelola lainnya.

Adventure Gold (AGLD)
Ilustrasi aset kripto Adventure Gold (AGLD).

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Kecepatan pengembangan Loot dan Adventure Gold dan desas-desus seputar proyek juga telah menyebabkan lingkungan perdagangan yang unik, didorong oleh keputusan bursa kripto, seperti FTX untuk mendaftarkan AGLD hanya 30 jam setelah peluncurannya.

Peringkat AGLD di situs CoinMarketCap pada Rabu (29/6) jam 08.00 adalah #483, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 31.156.921. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 70.170.001 koin AGLD dan maksimal pasokan tidak tersedia.

AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti AirSwap (AST) dan Adventure Gold (AGLD).

Trading AST/BTC, AGLD/USDT, AGLD/BUSD dan AGLD/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 28 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran AST dan AGLD di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai

Bos bursa kripto Binance, Changpeng Zhao, telah mengutarakan pendapat terbarunya mengenai kondisi bearish pasar kripto saat ini, yang menurutnya mungkin akan segera usai.

Bearish pasar kripto terbaru ini telah benar-benar menghantam industri dengan kuat, memaksa beberapa bisnis terkait untuk gulung tikar, memangkas jumlah staf dan bahkan menutup sebagian operasi cabang mereka.

Meski begitu, para pengembang tetap bergerak di balik layar untuk memoles proyek mereka, mengikuti upaya regulasi yang tampak akan lebih ramah terhadap aset kripto. Membangun ulang industri kripto tampak sedang berjalan di balik kondisi bearish.

Akankah Bearish Pasar Kripto Usai?

Berdasarkan laporan Market Watch, Bos Binance, Changpeng Zhao, telah membahas bearish pasar kripto di konferensi Point Zero Forum, di Zurich, Swiss.

Dengan jelas Zhao mengatakan bahwa dirinya tidak melihat potensi penurunan besar lanjutan dari harga kripto dalam waktu dekat. Menurutnya, ada kemungkinan bearish pasar kripto akan segera usai.

Ilustrasi Binance
Ilustrasi Binance. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Ajang Pencarian Project Web3, Supernova Live Events Sukses Digelar di T-Hub Bali

Dan pada topik “bursa dan lending kripto,” Zhao memperingatkan bahwa hanya bisnis yang berfokus pada keberlanjutan yang akan mampu bertahan. Sementara, bisnis yang berfokus dalam jangka pendek, hanya meraih banyak pelanggan, tidak akan bisa.

“Jika Anda hanya mendapatkan pengguna karena Anda menggunakan insentif untuk menarik pengguna, itu bukan model bisnis yang sebenarnya. Nanti Anda akan kehabisan uang dan Anda akan crash,” ujarnya.

Memang, Zhao tidak menjelaskan secara rinci, alasan di balik pandangannya tersebut. Tetapi, kemungkinan ia merujuk pada kekhawatiran yang mulai merambah soal ketakutan resesi.

Beberapa hari ini, ketakutan akan resesi telah menekan dominasi dolar AS di pasar mata uang, yang juga memicu pemulihan di beberapa aset kripto.

Cara Cuan Ketika Bearish Market
Ilustrasi Bear Market.

Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

Tentu saja, ini belum menjadi tanda pemulihan pasar skala besar, tetapi setidaknya telah menyusutkan tekanan dolar AS terhadap beberapa aset berisiko.

Selain itu, kabar terbaru mengenai potensi penambangan Bitcoin dalam mengurangi dampak perubahan iklim yang buruk juga menjadi sentimen positif baru.

Alih-alih membuang gas metana ke udara, penambangan BTC dapat menjadi solusi mengurangi metana dengan mengubahnya menjadi energi listrik murah. Ini adalah satu-satunya solusi terbaik, murah dan berkelanjutan bagi masalah tersebut. [st]

Artikel ini telah tayang di blockchainmedia.id dengan judul “Bos Binance: Bearish Pasar Kripto Mungkin Segera Usai



Sumber : news.tokocrypto.com

Supernova Live Events Sukses Digelar di T-Hub Bali

Supernova Live Events, ajang pencarian project Web3 dan blockchain lokal sukses digelar di T-Hub Bali by Tokocrypto. Acara ini sudah berjalan sejak awal Juni 2022, diadakah setiap hari Jumat dan per pekannya dihadiri oleh ratusan peserta secara offline.

Acara yang diprakarsai oleh ICP Network (Dfinity) ini telah menampilkan lebih dari dua puluh project blockchain terpilih dari seluruh komunitas web3 di Bali. Para developer project tersebut mempresentasikan proposal mereka dalam upaya untuk mendapatkan pendanaan sebesar US$ 100.000 dari Dfinity Foundation. Ada lima project web3 yang sudah melakukan pitching di antaranya: Balicoop, Clubconscious, Favourse, Happnow, dan Qui-Xi.

Supernova Live Events Bali adalah salah satu dari rangkaian acara hackathon blockchain terbesar yang pernah diselenggarakan oleh ICP Network (Dfinity). Saat ini, sudah ada lebih dari 4.000 developer blockchain bergabung dari seluruh dunia untuk mendapatkan hadiah utamanya pendanaan lebih dari US$ 6 Juta sebagai apresiasi proyek kripto mereka di Supernova Demo Day yang digelar 30 Juni 2022.

Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali
Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali.

Baca juga: Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

“Sebagai penyelenggara Supernova Live Events, kami atas nama Dfinity merasa terhomat menjadi perjalanan yang luar biasa bagi perkembangan dunia blockchain dan web3 di Bali. Suasana yang dibangun oleh komunitas dan kualitas proyek yang muncul sungguh luar biasa, menunjukkan betapa substansial industri blockchain di Indonesia dan betapa pentingnya bagi pemain utama seperti IC untuk menjadi “glocal” dan “phygital,” Kata Emilio Canessa, Special Projects of ICP Network (Dfinity).

Rangkaian acara ini telah menyatukan seluruh spektrum komunitas kripto hingga web3 di Bali, baik lokal maupun ekspatriat, menarik lebih dari 500 orang secara total dari semua latar belakang: NFT, kripto, Blockchain dan DAO. Mengutip data internal Tokocrypto, jumlah pengguna kripto di Bali telah melonjak menjadi 37.660 investor per Februari 2022, naik dari hanya 808 investor pada awal tahun 2021.

Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali
Supernova Live Events sukses digelar di T-Hub Bali.

Baca juga: Memahami Aset Kripto, NFT dan Gagasan “Greater Fool Theory”

“Antusiasme yang ditunjukkan orang-orang untuk acara ini semakin memperkuat keyakinan bahwa Bali telah menjadi salah satu episentrum pengembangan proyek blockchain di Asia yang harus diperhitungkan,” ungkap Antria Pansy, Senior Community Engagement Tokocrypto.

Kegiatan Supernova Live Events selaras dengan visi dan misi T-Hub Bali by Tokocrypto, untuk menjadi hub yang aman bagi komunitas kripto untuk berkumpul, berjejaring, dan berkolaborasi. Dengan lebih banyak acara kolaboratif, seperti Supernova Live Events, perkembangan industri kripto dan blockchain di Bali dan Indonesia, dapat didorong untuk selalu tumbuh dan berkembang.

Tokocrypto meluncurkan T-Hub di Bali pada Januari lalu, sebagai bentuk dukungan upaya pemulihan perekonomian daerah, sekaligus diharapkan membawa multiplier effect untuk membangkitkan ekonomi nasional melalui pengembangan ekonomi digital dan akselerasi industri berbasis wisata dan hospitality.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Aset Kripto di Indonesia Tembus Lebih dari 14 Juta Pelanggan

Investasi aset kripto semakin diminati oleh masyarakat Indonesia. Walaupun saat ini market kripto global sedang mengalami tekanan di tengah tren bearish, industri kripto di dalam negeri perlahan terus tumbuh.

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kementerian Perdagangan merilis laporan terbaru terkait jumlah investor aset kripto di Indonesia dan transaksi perdagangan yang dihimpun sampai bulan Mei 2022. Dalam laporan tersebut, Bappebti menyebutkan dari akhir Desember 2021 sampai Mei 2022, terdapat penambahan hampir 3 juta investor dari 11,2 juta sekarang mencapai 14,1 juta investor.

Sementara, untuk jumlah transaksi perdagangan aset kripto di Indonesia, selama periode Januari hingga Mei 2022 sudah mencapai Rp 192 triliun. Jika dibandingkan dengan jumlah transaksi pada tahun 2021 dengan masa periode yang sama, terjadi penurunan. Pada Mei 2021, jumlah transaksi aset kripto mencapai Rp 370 triliun.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein. Foto: Tokocrypto.

VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, mengatakan laporan pertumbuhan yang dikeluarkan oleh Bappebti memberikan bukti nyata bahwa industri aset kripto di Indonesia masih bergerak ke arah positif, meski dihantam situasi bear market. Meski pertumbuhan tidak terlalu memuaskan, jumlah investor aset kripto masih jauh lebih besar dibanding saham.

“Pertumbuhan jumlah investor aset kripto masih bergerak ke arah positif di saat situasi market yang mengalami banyak tekanan. Dampak dari kondisi market terlihat dari jumlah transaksi perdagangan, namun hal ini sudah diantisipasi sebelumnya, sehingga belum memberikan efek serius untuk pertumbuhan bisnis industri kripto di Indonesia,” kata Adytia.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Bear Market Kripto Bisa Jadi Peluang

Lebih lanjut, Adytia mengatakan industri kripto dalam negeri masih terus bergeliat. Hal ini dilihat dari masih adanya sejumlah project aset kripto dan NFT baru dari pelaku industri lokal yang rilis. Mereka percaya bahwa bear market bisa menjadi peluang yang baik untuk menunjukkan project mereka. 

Kondisi bear market bisa menjadi seperti seleksi alam di dunia aset kripto dan blockchain, di mana project kripto dan NFT akan diuji untuk bertahan dan mencari peluang. Pasar akan memperlihatkan mana project yang punya fundamental yang baik dan tidak, sehingga membuka potensi untuk yang lebih besar di masa mendatang.

Cara Cuan Ketika Bearish Market
Cuan Ketika Bearish Market.

Dari segi bisnis Tokocrypto sendiri masih mengalami pertumbuhan. Perusahaan berhasil mencatatkan pertumbuhan jumlah investor mencapai 2,7 juta investor per Mei 2022. Sementara, transaksi perdagangan atau weekly trading volume mencapai US$ 300-400 juta. 

“Bisnis Tokocrypto masih mengalami pertumbuhan. Kami terus mengembangkan ekosistem blockchain, TokoVerse untuk meningkatkan revenue perusahaan. Sejauh ini kami juga masih mencari talenta-talenta terbaik untuk bergabung di perusahaan dan bersama untuk memajukan industri aset kripto dan blockchain di Indonesia,” jelas Adytia.

Baca juga: Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global

Tokocrypto Bangun Ekosistem Blockchain

Ekosistem TokoVerse, yang terdiri dari TokoMall (NFT marketplace), TokoLabs (program akselerator startup blockchain), T-Hub (crypto hub), Kriptoversity (edutech), TKO (project kripto) dan lainnya bisa menjadi lini bisnis baru yang bisa memanfaatkan perkembangan blockchain, Web3, Metaverse, NFT, DeFi, GameFi dan lainnya. Revenue perusahaan tidak hanya bertumpu pada pendapatan dari exchange saja, sehingga sustainability tetap bertahan untuk jangka panjang.

Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.
Ilustrasi ekosistem blockchain, TokoVerse by Tokocrypto.

Untuk terus mendorong pertumbuhan, Tokocrypto juga fokus pada edukasi dan perlindungan investor. Tujuannya agar masyarakat bisa mendapatkan rasa trust dan confidence untuk masuk ke dalam industri aset kripto. Salah satu cara edukasi yang dijalankan oleh Tokocrypto adalah membuat program TokoInvasion yang digelar di Surabaya pada tanggal 23 hingga 26 Juni 2022.
“Dalam industri investasi dan layanan keuangan, perihal trust menjadi hal utama. Maka dari itu, kita ingin menciptakan rasa trust di masyarakat dalam memandang aset kripto dan blockchain. Kita sejak lama fokus di edukasi dan literasi. Kita ingin menciptakan pertumbuhan industri yang sehat dan menekan investasi ilegal dan stigma negatif dari aset kripto,” pungkas Adytia.

Baca juga: Mengulik Ekspektasi Bitcoin Bakal Lampaui US$ 100.000 di Tahun 2025



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Awal Pekan: Bitcoin Masih “Nyaman” di Harga $ 21.000

Pergerakan market aset kripto pada awal pekan kelima Juni 2022, masih terlihat datar. Selama akhir pekan lalu, tidak ada pergerakan market yang mengejutkan baik naik maupun turun.

Melansir situs CoinMarketCap pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar ada big cap kompak turun sedikit ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) turun 1,37% ke $ 21.086 per keping dalam sehari terakhir.

Sementara nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) tidak jauh berbeda turun 1,52% ke $ 1.214 di waktu yang sama. Solana (SOL) dan Polkador (DOT) juga mengalami penurunan, masing-masing 3,39% dan 1,06%. Mengejutkan Dogecoin (DOGE) mengalami lonjakan harga hingga 10,97% capai $ 0,07513.

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin, US$ 209 Ribu pada Tahun 2025

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto awal pekan ini masih terus bergerak sideways, meski sedikit melemah di tengah tipisnya volume trading selama akhir pekan lalu.

“Dari pergerakkan market kripto masih datar saja. Ini diperkirakan akan terus berlangsung lama. Salah satu penyebab market terus sideways di antaranya investor terus berulang melakukan aksi profit taking, saat harga sedikit naik, mumpung kinerja pasar kripto pekan lalu berada di teritori positif,” kata Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan Investor juga masih dalam fase priced in dalam melihat dinamika makroekonomi yang terjadi selama sepekan belakang. Niatan The Fed untuk mengerek suku bunga acuannya dengan kencang di masa depan membuat banyak aset kripto semakin berkorelasi kuat dengan kondisi makroekonomi dalam sembilan bulan terakhir.

Belum Ada Momentum Bullish

Afid berkeyakinan dalam beberapa waktu ke depan belum ada momentum yang baik untuk market bergerak bullish. Apalagi ekonom Wall Street meramalkan bahwa resesi ekonomi bisa terjadi dalam kurung waktu 12 bulan mendatang. Ramalan ini memberikan sinyal antisipasi bagi pelaku pasar, mengantisipasi “efek samping” kebijakan moneter agresif The Fed.

Cara Cuan Ketika Bearish Market
Cara Cuan Ketika Bearish Market.

Baca juga: Mengulik Ekspektasi Bitcoin Bakal Lampaui US$ 100.000 di Tahun 2025

Pergerakkan Bitcoin pun rupanya diramalkan belum bergerak bagus. Pasar kripto belum bisa menguat signifikan pekan ini, karena tidak ada momentum yang bisa mendorong BTC meninggalkan kisaran US$ 20.000 per keping.

“Bitcoin akan mengalami test support berkali-kali, di mana harganya bisa jadi akan berada di level US$ 19.800 hingga US$ 17.000 dalam beberapa waktu ke depan. Dari analis teknikal, prospek bullish belum bisa terihat. Untuk bergerak bullish, BTC harus melewati level resistance di titik US$ 23.000,” jelas Afid.

Jika dilihat dari sisi teknikal, BTC sendiri memiliki peluang untuk melanjutkan penguatannya sampai ke area US$ 22.400 hingga US$ 22.700 selama pekan ini. Kenaikan harga kripto yang terjadi nantinya hanya bersifat prematur, karena belum ada sentimen positif yang kuat.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Investor Kripto Bisa Bernafas Lega, Awas Bull Trap

Di penghujung pekan keempat Juni 2022, investor aset kripto tampaknya bisa bernafas lega melihat kondisi market. Market kripto akhirnya bisa sedikit comeback menuju zona hijau menjelang akhir pekan.

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap telah tampil gemilang menuju zona hijau dalam perdagangan 24 jam terakhir. Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, Jumat (24/6) jam 13.00 WIB, nilai Bitcoin kembali tumbuh dengan harga $ 21.106 atau tumbuh 4,12%.

Altcoin lainnya pun tak kalah meroket. Nilai Ethereum (ETH) ikut naik 6,67% ke US$ 1.149. Solana (SOL) dan XRP bahkan melonjak lebih dari 10%. Binance Coin (BNB), Cardano (ADA) dan Dogecoin (DOGE) tumbuh lebih dari 5% sehari belakangan. 

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan perdagangan market kripto bergerak positif menjelang akhir pekan disebabkan oleh investor yang mulai percaya diri untuk ramaikan pasar dengan aksi beli. Ternyata sentimen positif ini juga dirasakan oleh kinerja pasar modal yang menampilkan performa gemilang.

“Secara umum, investor kembali masuk ke market kripto, bersamaan dengan kinerja pasar modal yang juga mengalami kinerja positif. Investor yakin bisa mendapatkan keuntungan dalam jangka panjang, ketika market kripto akan kembali bullish, sehingga mereka memutuskan untuk masuk meski masih ragu-ragu,” kata Afid.

Baca juga: Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global

Selain dari sikap invetor ritel yang bersemangat untuk masuk ke market, ternyata dari sisi teknikal, aksi buy the dip yang dilakukan oleh whales juga berpengaruh untuk kenaikan harga. Buktinya, indikator Mayer Multiple menunjukkan bahwa skornya berada 50% di bawah level Moving Average (MA) BTC selama 200 hari. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Meski begitu, potensi market kripto untuk bullish dalam waktu dekat masih ada hambatan. Salah satu utamannya adalah Kekhawatiran atas resesi ekonomi kian nyata, setelah Ketua The Fed, Jerome Powell kembali menegaskan, otoritas moneter AS tersebut bakal terus melawan inflasi dengan kenaikan suku bunga acuan.

Secara teori, kenaikan suku bunga bakal mengurangi minat investor untuk menyimpan hartanya di aset beresiko seperti kripto, dan saham. Investor maupun ritel cenderung akan memilih institusi keuangan tradisional atau perbankan untuk menyimpan asetnya.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Menanti Titik Bottom Bitcoin

Titik bottom atau dasar dari penurunan harga Bitcoin saat ini menjadi hal yang paling nantikan. Pasalnya, bottom ini akan menjadi akhir dari penderitaan berlarut-larut dari bear market dan membawa angin segar ke industri kripto.

“Berkaca pada kejadian Bitcoin crash pada 2013 dan 2017, di mana nilai BTC anjlok hingga 80% dari titik tertingginya atau ATH di kedua tahun tersebut. Sementara itu, saat ini, Bitcoin berada di kisaran US$ 21.000, atau baru jatuh sekitar 75% dari titik tertingginya US$ 68.000 di November lalu. Sehingga, banyak analis berkeyakinan titik bottom BTC nanti akan juga turun 80% sama pada 2013 dan 2017,” jelas Afid.

Pergerakan Bitcoin kini masih ditargetkan alami penurunan hingga level support US$ 19.000-US$ 15.500 dalam beberapa waktu ke depan. Level resistance BTC sekarang ada di nilai US$ 23.000. Prospek bearish juga tampak berlanjut untuk menemukan bottom yang sebenarnya, meski Bitcoin Fear & Greed Index sedikit membaiknya levelnya, walaupun masih bertahan di wilayah Extreme Fear.

Bitcoin Fear & Greed Index
Bitcoin Fear & Greed Index pada tanggal 24 Juni 2022.

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto dForce (DF) dan Bonfida (FIDA)

Secara fundamental, bangkitnya nilai Bitcoin dan industri kritpto dapat terealisasi setelah meredanya gejolak ekonomi, yang menumbuhkan selera risiko investor ke aset, seperti saham dan kripto. Secara teknikal, pergerakan market saat ini telah melihat adanya peluang bottom Bitcoin sudah dekat.

“Jika inflasi dan tekanan geopolitik terus mereda, market akan kembali bergerak positif. Jika melihat histori bear market atau crypto winter pada 2018, butuh waktu kurang lebih dua tahun bear market selesai dan harga mulai kembali naik atau mencapai ATH,” kata Afid.

Jika pola ini berulang ada kemungkinan para investor yang bertahan di kondisi pasar saat ini baru akan mendapatkan imbal hasil tinggi di 2025, satu tahun setelah halving di 2024. Jadi kurang lebih dibutuhkan waktu 2-3 tahun untuk bull market datang kembali.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Luncurkan Smartphone Android

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko, baru saja mengumumkan bahwa Solana bersiap meluncurkan beberapa produk untuk integrasi ke smartphone.

Kabar tersebut ditambah dengan rencana Solana untuk membuat smartphone sendiri yang terintegrasi ke teknologi Web 3.0.

Solana Masuk ke Dunia Smartphone

Pada 23 Juni 2022, CEO Solana mengumumkan di New York bahwa Solana akan mulai masuk lebih serius ke dunia smartphone

Ia mengumumkan bahwa Solana sedang membentuk Software Development Kit atau SDK agar developer lebih mudah membuat aplikasi terdesentralisasi smartphone berbasis Web 3.0 bernama Solana Mobile Stack atau SMS. 

Dalam pengumuman di New York tersebut, ia juga mengumumkan bahwa Solana akan meluncurkan smartphone sendiri bernama Saga

Smartphone ini akan menggunakan sistem operasional android dan bertujuan untuk mempermudah penggunaan aplikasi terdesentralisasi berbasis Web 3.0. 

Diperkirakan bahwa harga smartphone ini adalah sekitar $1,000 atau Rp 14,8 Juta dan akan dapat dibeli pada Tahun 2023. Nantinya, smartphone tersebut akan memiliki spesifikasi yaitu prosesor Snapdragon 8+ Gen 1, layar  6.67″ OLED, RAM sebesar 12GB, and ruang penyimpanan sebesar 512GB.

CEO Solana
CEO Solana memaparkan rencana smartphone proyek di New York.

Baca juga: Giatkan Literasi Aset Kripto, Tokocrypto Gelar TokoInvasion di Surabaya

Dalam smartphone tersebut nantinya akan ada aplikasi bernama Solana Pay untuk mempermudah transaksi melalui Kode QR dan tempat penyimpanan seed phrase

Saat ini, Solana menerima deposit sebesar $100 atau Rp 1,48 Juta untuk investor yang mau ikut serta dalam tahap penjualan awal atau presale smartphone ini.

Nantinya investor yang memberi deposit akan mendapatkan NFT sebagai tanda terima deposit. 

Raj Gokal, salah satu pendiri Solana menyatakan bahwa SDK bernama SMS tersebut akan mempermudah adopsi Web 3.0 yang selama ini membutuhkan komputer. 

“Solana dapat mengubah banyak hal yang kita lakukan setiap hari, tapi kita perlu membuka kesempatan untuk aplikasi terdesentralisasi bergerak di smartphone kita agar perubahan dapat terjadi.”

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

CEO FTX, Sam Bankman Fried, menyatakan dukungannya terhadap inovasi Solana karena teknologi Web 3.0 di smartphone masih jauh tertinggal. 

Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global
Solana Luncurkan Smartphone Android, Langkah Baru Menuju Adopsi Global.

Memperluas Adopsi Web 3.0

Anatoly Yakovenko menyatakan bahwa inovasi ini dapat membawa perkembangan pada adopsi Web 3.0 secara menyeluruh.

“Ini adalah awal dari langkah besar menuju adopsi crypto di smartphone. Saat ini langkah terbaik adalah untuk membuat fitur yang mempermudah transaksi Web 3.0 pada smartphone, agar aset digital bisa dibawa kemana saja,” katanya.

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

Ia percaya bahwa ini adalah langkah besar untuk adopsi Web 3.0 yang bisa menjadi inovasi dan solusi dari perusahaan teknologi besar yang kurang menyediakan ruang inovasi di dunia kripto dan blockchain.

Baca juga: Ini 5 Game NFT Gratis yang Dapat Memberi Keuntungan

Selanjutnya ia menambahkan bahwa Solana sedang mencoba untuk memberikan solusi baru untuk penyimpanan dana yang lebih mudah untuk pengguna smartphone

Walau saat ini sudah banyak tempat kustodi atau penyimpanan dana, Yakovenko merasa bahwa potensinya belum didorong ke tahap terbaiknya, terutama di sektor smartphone

“Setiap hari saya mendengar cerita investor-investor yang sedang jauh dari komputer harus kembali ke komputer untuk konfirmasi transaksi crypto. Semua transaksi tersebut dapat menjauhkan investor dari kehidupan sehari-hari.”

Pendiri Solana Labs, Anatoly Yakovenko

Pernyataan tersebut menjadi dasar alasan mengapa inovasi sangat dibutuhkan dalam mengakomodir transaksi kripto, terutama melalui smartphone yang pada dasarnya sudah menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari karena akses yang diberikan. 

Data dari Yakovenko menyatakan bahwa terdapat 44% peningkatan dalam pengguna blockchain yang aktif sejak Desember 2021. 

Data tersebut dapat menjadi dasar bagaimana pentingnya adopsi teknologi Web 3.0 di smartphone karena akan mempermudah pengguna-pengguna tersebut dan menciptakan efek domino untuk adopsi lebih luas. 

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com