Tag Archives: featured

CEO Robinhood: Bagaimana Dogecoin Bisa Menjadi Mata Uang Internet

CEO dari platform perdagangan saham dan crypto asal AS, Robinhood, Vladimir Tenev, telah membagikan pandangannya mengenai bagaimana Dogecoin (DOGE) agar bisa menjadi mata uang internet.

Pandangan tersebut ia bagikan melalui serangan cuitan di Twitter, yang membahas tentang langkah-langkah apa saja yang perlu dijalankan untuk menjadikan token meme ini mata uang digital yang  bisa dipergunakan sebagai pembayaran transaksi harian di internet.

Pada permulaan, Tenev memfokuskan pada biaya transaksi DOGE yang rendah, sekitar $0,003 per transaksi. Tentu saja, ini sudah bisa dianggap layak menjadi alasan penggunaan DOGE sebagai alat pembayaran internet.

Namun, ia mengoreksi soal ukuran dan waktu blok dari DOGE, yang menurutnya masih perlu perbaikan agar dapat diadopsi lebih luas.

Saat ini, Dogecoin memiliki ukuran blok 1 MB dan waktu blok 1 menit. Itu artinya, TPS (transaksi per detik) yang bisa dicapai oleh jaringannya adalah 40 TPS.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin Hari Ini: Teknikal Analisis

Dan untuk menjadi mata uang internet utama, DOGE harus bisa mengungguli TPS dari Visa, raksasa pembayaran kartu, yang berkemampuan 65.000 TPS.

Meski terpaut jauh, Tenev masih yakin ini mudah untuk diatasi hanya dengan meningkatkan ukuran blok menjadi 1GB, yang berlanjut hingga nantinya ke 10GB. Baginya, batas ukuran blok adalah segalanya untuk menuju adopsi impian di di dunia nyata.

Bagaimana ini akan mampu terwujud akan bergantung pada para pengembang, apakah akan mengambil langkah untuk itu atau belum.

Memang, secara ekosistem, DOGE tidaklah memiliki visi yang luas, hanya berfokus sebagai alat pembayaran saja setelah menyandang nama token meme sejak kelahirannya.

Terlebih lagi, backingan DOGE terbesar adalah Elon Musk dan Milyuner Mark Cuban. Jika DOGE mempunyai struktur yang bisa digunakan sebagai alat pembayaran, bukan mimpi. Apalagi, Elon Musk mempunyai saham terbesar di Twitter, apakah Dia akan mengintegrasikan DOGE dengan Twitter?

Baca juga: Penting! Gunakan Uang Dingin Ketika Berinvestasi Aset Kripto

Dibandingkan Shiba Inu, yang merambah ke metaverse, NFT, blockchain layer-2 dan sebagainya, DOGE tidak begitu. Maka dari itu, fokus sebagai alat pembayaran yang lebih luas adalah satu-satunya jalan untuk berkembang. Kita lihat saja!

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tertarik Litecoin Mining? Ini Dia Caranya Buat Kamu Pemula!

Pernah dengar aset kripto Litecoin? Altcoin yang dianggap sebagai bentuk perak dari Bitcoin ini terus menunjukkan potensinya, tergambar dari harganya yang kembali mengalami peningkatan setelah sebelumnya sempat koreksi. Ternyata, selain dengan dibeli, Litecoin bisa didapatkan juga lewat penambangan, lho! Ingin tahu selengkapnya soal Litecoin mining? Yuk, baca terus artikel ini!

Apa yang dimaksud dengan Litecoin (LTC)?

Litecoin adalah sebuah aset kripto alternatif (altcoin) selain Bitcoin yang merupakan hasil dari modifikasi atau forking dari Bitcoin. Hal inilah yang membuat Litecoin sering disebut sebagai Bitcoin dalam bentuk perak. Pencipta Litecoin adalah Charlie Lee dan pertama kali dirilis pada Oktober 2011. Ia menciptakan Litecoin dengan tujuan untuk membuat sebuah aset kripto yang mirip dengan Bitcoin, tetapi versi lebih sederhana dan cepat.

Lalu, berapa harga 1 koin LTC?

Pada awal kemunculannya, harga LTC hanya berkisar di angka 3 hingga 4 USD saja. Bahkan, empat tahun setelah perilisannya yaitu pada Januari 2011, LTC mencatat harga sebesar 1.11 USD, lho! Di mana angka tersebut menjadi harga terendah yang dimiliki LTC sepanjang masa alias all-time-low

Meski begitu, LTC kembali meroket dengan mencapai harga yang fantastis yaitu 412.96 USD pada Mei 2021, di mana hingga kini, nilai tersebut masih menjadi harga tertinggi sepanjang masa atau all-time-high. Fluktuasi yang dialami oleh LTC membuat harga per kepingnya saat ini berada di angka 114.54 USD, mengutip CoinMarketCap per tanggal 8 April 2022. 

litecoin to usd chart

Source: https://coinmarketcap.com/currencies/litecoin/

Penyebab naik-turunnya harga LTC pun berasal dari berbagai aspek, mulai dari pembaruan yang dilakukan oleh para developer LTC dalam membangun ekosistem Litecoin yang lebih baik seperti Litecoin Mimblewimble pada Januari 2022 lalu, hingga kemudahan adopsi LTC dalam berbagai bisnis di seluruh dunia. 

Selain itu, kondisi pasar juga berpengaruh terhadap aktivitas harga LTC, juga cara yang dipilih para investor dalam mengoleksi LTC. Mulai dari pembelian via exchange seperti Tokocrypto, hingga mining.

Apa itu Litecoin mining

illustrasi seorang pria menambang litecoin

Sebelum membahas lebih jauh mengenai Litecoin mining, mari membahas pengertian dari mining itu sendiri. Mining atau penambangan adalah suatu cara yang bisa dilakukan dalam mendapatkan aset kripto. 

Cara ini mengharuskan para miner untuk memvalidasi suatu transaksi yang terdapat dalam blockchain, dengan memecahkan teka-teki matematika. Apabila seorang miner berhasil dan menciptakan blok baru di blockchain, maka miner tersebut akan diberikan reward sejumlah aset kripto.

Umumnya, saat melakukan mining, para miners membutuhkan bantuan dari teknologi perangkat komputer atau mining rig yang amat canggih. Sebab, dalam blockchain terdapat banyak sekali miners sehingga kegiatan ini sangatlah kompetitif.

Kalau begitu, apa artinya Litecoin mining?

Litecoin mining adalah proses penambangan yang dilakukan untuk mendapatkan sejumlah Litecoin. Namun, berbeda dengan mining Bitcoin, durasi yang diperlukan dalam Litecoin mining lebih cepat 4 kali lipat yaitu dengan hanya membutuhkan 2,5 menit di tiap bloknya. 

Selain karena Litecoin merupakan altcoin yang terpercaya dan membawa banyak kelebihan, hal inilah yang membuat banyak orang memutuskan untuk mendapatkan Litecoin lewat mining.

Baca juga: Daftar 5 Situs Mining Bitcoin Terpercaya yang Aman Digunakan

3 jenis Litecoin mining

Dalam menambang Litecoin, terdapat 3 jenis mining yang bisa dilakukan seperti halnya menambang Bitcoin, yaitu solo, pool, dan cloud. Berikut informasi selengkapnya!

Solo Mining

Seperti namanya, solo mining berarti Litecoin mining yang dilakukan secara individu alias perseorangan. Umumnya, jenis mining yang satu ini dilakukan di rumah saja. Meski terdengar sederhana, justru jenis mining inilah yang dianggap sulit dilakukan. Kok, gitu

Sebab, para miners harus mempersiapkan mining rig yang mumpuni. Tak hanya itu, daya listrik juga internet pun harus besar dan kuat agar proses mining bisa terus berjalan dan membutuhkan cukup banyak waktu. 

Mengutip Investopedia, untuk solo mining Litecoin setidaknya harus dilakukan dengan beberapa Application-Specific Integrated Circuit (ASIC). ASIC yang dimiliki pun harus yang merupakan versi terbaru, karena berpengaruh terhadap kecepatan mining

Salah satu yang masih baru dan populer di kalangan miners  ialah Bitmain’s Antminer L3+ atau A4+ LTCMaster. Setelah itu, jangan lupa untuk mengunduh software mining seperti Cgminer atau MultiMiner.

Pool Mining

Jenis kedua adalah lewat pool mining atau kolam mining, di mana terdapat sebuah kolam yang berisi beberapa miners Litecoin dan masing-masingnya berkontribusi melalui seberapa besar hash power atau kekuatan mining rig yang dimiliki

Jadi, apabila suatu blok telah tercipta, reward Litecoin akan dibagikan ke tiap miners yang ada dalam kolam, jumlahnya berbeda-beda tergantung seberapa banyak kontribusi yang diberikan terhadap proses mining dan regulasi yang dimiliki tiap pool.

Meski tetap membutuhkan mining rig yang canggih, pool mining cenderung lebih ringan dibandingkan dengan solo mining. Selain itu, Anda juga harus mengunduh software mining Litecoin. Pastikan Anda memilih software dan pool Litecoin mining yang terpercaya dan berkualitas, ya, dan lakukan perhitungan agar dana yang Anda keluarkan tidak lebih besar dari hasil yang Anda peroleh. Beberapa pool mining yang populer antara lain LitecoinPool.org, Via BTC, dan F2Pool.

Cloud Mining

Sementara itu, jenis terakhir adalah cloud mining. Cloud mining berarti melakukan penambangan Litecoin menggunakan layanan cloud. Sama seperti pool mining, Anda harus memilih layanan cloud yang terpercaya agar terjamin keamanannya. 

Anda tidak ingin, kan, dana yang Anda sisihkan hilang begitu saja karena salah memilih layanan cloud? Selanjutnya, Anda bisa memilih paket mining yang disediakan dari layanan tersebut.

Keuntungan dengan memilih cloud mining adalah Anda hanya perlu mengeluarkan biaya untuk mining rig yang akan digunakan oleh perusahaan layanan cloud dalam melakukan penambangan Litecoin. 

Jadi, Anda tidak perlu menyiapkan mining rig sendiri. Beberapa layanan cloud mining Litecoin yaitu Hashnet dan ECOS.

Baca juga: 3 Cloud Mining Terpercaya dan Keuntungannya

Apa saja persiapan dalam melakukan Litecoin mining?

illustrasi token litecoin

Setelah mempelajari mengenai pengertian dan jenis Litecoin mining, mungkin Anda bertanya-tanya mengenai hal apa saja yang perlu dipersiapkan. Berikut penjelasan lengkapnya!

  1. Pilih jenis mining

Pastinya, hal pertama yang harus dipersiapkan adalah tentukan jenis Litecoin mining. Hal ini penting dilakukan karena masing-masing jenisnya memiliki cara kerja yang berbeda. Anda bisa memilih jenis mining berdasarkan kemampuan yang Anda miliki, baik itu secara perangkat komputer, budget, hingga kemudahan prosesnya.

  1. Sediakan sejumlah dana dan waktu

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, kegiatan Litecoin mining membutuhkan dana dan waktu. Sebab, kegiatan mining tidak bisa selesai dalam waktu singkat. Selain itu, umumnya dana dikeluarkan untuk membayar biaya pool atau jasa layanan cloud mining

Namun, dengan solo mining, Anda pun harus menyediakan modal yang cukup besar berupa mining rig yang berkualitas tinggi, lho. Belum lagi tagihan listrik, internet, juga biaya sewa ruangan apabila Anda tidak melakukannya di rumah. 

  1. Pastikan telah menyediakan mining rig yang mumpuni

Apabila Anda memilih solo dan pool mining, jangan lupa untuk menyiapkan mining rig dengan kualitas tertinggi, ya. Sebab, semakin tinggi kualitas yang dimiliki, maka kemungkinan mining berhasil pun akan lebih tinggi. 

  1. Gunakan layanan mining yang terpercaya

Jangan lupa, bagi Anda yang memilih jenis pool dan cloud mining, pelajari layanan keduanya terlebih dahulu. Pastikan layanan mining yang Anda pilih telah terbukti baik kualitasnya dengan track record yang bisa dipercaya. Dengan memilih layanan mining tersebut, maka keamanan proses Litecoin mining yang Anda lakukan akan lebih terjamin.
Jadi, itulah pengertian dari Litecoin mining beserta jenis dan cara yang bisa Anda terapkan sebagai pemula. Selalu ingat untuk tetap berhati-hati dan melakukan riset terlebih dahulu mengenai pilihan yang Anda ambil, ya, agar Anda terhindar dari risiko scam. Kunjungi Tokonews untuk informasi dan edukasi lainnya seputar aset kripto dan jangan lupa untuk gabung di komunitas Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Penting! Gunakan Uang Dingin Ketika Berinvestasi Aset Kripto

Gunakan uang dingin ketika berinvestasi adalah salah satu kalimat yang mungkin tak pernah lelah untuk selalu diedukasikan ke banyak orang, terlebih bagi mereka yang baru mau memulai investasi. Khususnya pada aset kripto yang merupakan salah satu aset instrumen yang sifatnya volatile atau harganya yang dapat berubah dengan cepat. 

Tapi, uang dingin yang dimaksud di sini bukan uang yang diberi es batu supaya dingin, ya.

Ini hanyalah sebuah istilah yang kerap dipakai oleh para investor. Nah, supaya tidak salah paham, yuk, baca terus artikel ini!

Pengertian Uang Dingin

Uang dingin adalah uang menganggur yang terpisah dengan dari keperluan harian dan bisa disisihkan dari sisa dana yang memang tidak terpakai untuk kehidupan sehari-hari. Maka dari itu, ini bisa juga termasuk uang yang memang Anda alokasikan untuk ditabung atau sebagai dana darurat. 

Uang ini sebaiknya dipisahkan dengan pos uang yang memang dipakai untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari agar menghindari terpakainya dana. Anda bisa menaruhnya di rekening yang berbeda atau pada instrumen investasi seperti pada aset kripto. 

Lalu, Apa Bedanya dengan Uang Panas?

Uang panas adalah uang yang memang digunakan untuk keperluan sehari-hari, seperti membeli makan dan minum, bayar listrik atau pulsa, transportasi, hingga cicilan. Besarnya uang panas ini memang dapat berubah-ubah sesuai dengan kebutuhan tiap bulannya. Tapi, Anda bisa kok membuat alokasi keuangan tiap bulannya agar tidak over budget

Mengapa Uang Dingin Penting?

Utamanya adalah untuk menghindari risiko. Pernah mendengar berita orang-orang yang berinvestasi mengalami kerugian yang akhirnya mereka mengeluhkan tidak bisa makan dikemudian hari? Itulah salah satu contoh nyata yang akan kita hadapi ketika berinvestasi menggunakan uang panas. Cash flow yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari atau membayar kewajiban cicilan tentu bisa terganggu. 

Ini Dia Besaran Uang Dingin yang Bisa Dipakai Untuk Investasi!

Anda bisa menentukannya dengan mulai membuat ilustrasi alokasi keuangan bulanan berdasarkan pendapatan yang Anda terima. Komponen penting yang harus termasuk dalam ilustrasi tersebut adalah pendapatan bulanan, kebutuhan operasional, dana darurat, investasi, serta lainnya yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan. Nah, uang tersebut bisa Anda dapatkan ketika penghasilan bulanan dikurangi dengan biaya operasional. 

Ilustrasi Alokasi Keuangan Bulanan dalam Rupiah

Penghasilan Bulanan Rp 4.600.000
Pengeluaran Rutin (Makan, transportasi, pulsa) Rp 2.300.000
Cicilan Rp 1.380.000
Dana Darurat Rp 460.000
Investasi Rp 460.000

Tabel di atas menggunakan alokasi dana menurut Elizabeth Warren dengan proporsi 50,30,20. Kemudian 20% nya sebagai uang dingin dan dibagi menjadi dua untuk membedakan antara dana darurat dan khusus untuk investasi. 

Kiat Investasi Aset Kripto dengan Uang Dingin

Berbicara investasi tentu bukan melulu tentang untung saja. Ada di beberapa waktu tertentu kita mengalami kerugian. Kendati demikian, investasi yang selalu merugi tentu tidak kita harapkan. Berikut beberapa kiat investasi kripto dengan uang dingin: 

  1. Financial planning is a must

Yap, seperti yang sudah disebutkan di atas, Anda perlu melakukan penganggaran keuangan agar pengeluaran rutin tiap bulannya dapat termonitor dengan baik. Selain itu, dengan adanya financial planning yang jelas akan membuat Anda secara sadar dapat mempertimbangkan setiap pengeluaran yang berdampak pada tujuan hidup yang diyakini. Tak kalah penting, penerapan financial planning bisa membuat Anda lebih disiplin dalam memilah mana yang kebutuhan dan keinginan, lho!

Baca juga: Pahami Pengertian Financial Planning dan Caranya Bagi Pemula!

  1. Lakukan analisis sebelum memulai

Yang namanya investasi tentu haruslah dibarengi dengan keputusan-keputusan yang rasional agar tidak FOMO (fear of missing out) dan merugi begitu saja. Tentu langkah awal yang harus dilakukan adalah dengan menganalisis aset instrumen yang akan dipilih. Anda bisa mempelajari aset kripto tersebut melalui white paper-nya, artikel-artikel yang memuat informasi terkini aset kripto seperti pada TokoNews, hingga bisa mempelajari analisis fundamental dan teknikal melalui video yang ada di Youtube. 

Baca juga: 3 Kategori Analisis Fundamental Kripto yang Wajib Dipahami Investor

  1. Diversifikasi kripto

Cara yang bisa ditempuh untuk meminimalisir kerugian dalam pengaturan uang dingin ketika berinvestasi adalah dengan melakukan diversifikasi portofolio. Diversifikasi kripto bisa diartikan sebagai melibatkan investasi dana dalam proyek crypto yang berbeda untuk mengurangi risiko jika satu atau lebih proyek berkinerja buruk. Dengan menerapkan strategi diversifikasi ini  akan membantu Anda untuk  mencapai pengembalian terbaik bahkan ketika beberapa elemen portofolio buruk. 

Bagi Anda seorang pemula, Anda bisa memulainya dengan dua atau tiga koin kripto yang telah Anda identifikasi koin mana yang memiliki pertukaran terbaik. Dan ingat ini kembali lagi dengan kebutuhan Anda, ya

Pada akhirnya menggunakan uang dingin tak hanya berlaku di investasi aset kripto saja. Begitu pula pada instrumen lainnya. Sudah menentukan aset kripto sebagai pilihan untuk investasi? Yuk, daftarkan diri dan selesaikan KYC Anda di exchange terpercaya Tokocrypto. Ikuti juga perkembangan terbaru mengenai dunia kripto di komunitas resmi Tokocrypto di Discord



Sumber : news.tokocrypto.com

Wedge Pattern Yang Wajib Kamu Kenali Pada Saat Trading Kripto!

Dalam trading aset kripto, ada sebuah istilah yang bernama ‘wedge pattern

Apa itu Wedge Pattern?

Pada dasarnya istilah ini Wedge Pattern adalah pola grafik yang digunakan dalam menganalisis secara teknikal yang bisa menjadi parameter dari tren yang ada dalam jual beli aset kripto. Tak hanya mampu membantu para trader untuk menelaah aset mana yang sedang lemah atau kuat, namun, pola wedge ini juga membantu mereka untuk menentukan kapan harus beli atau menjual aset. 

Dalam pola ini ada dua pola yang harus kita kenali, di antaranya Rising Wedge dan juga Falling Wedge. Nah, untuk lebih lengkapnya, yuk simak!

Apa Itu Rising Wedge ?

contoh rising wedge pattern

Pola rising wedge adalah indikator yang menjadi penanda adanya pembalikan harga ke arah tren bearish. Dilansir dari website Investopedia, pola ini terjadi sewaktu harga sekuritas naik dari waktu ke waktu, namun juga dapat terjadi ketika tren sedang turun. Pola ini digambarkan dengan garis tren yang mengerucut ke atas. Para trader atau analis bisa mengantisipasi terjadinya reversal (perubahan harga aset).  

Baca juga: Market Aset Kripto Alami Tren Bullish, Apa Penyebabnya?

Apa Itu Falling Wedge ?

contoh falling wedge pattern

Berbeda dengan rising wedge, pola falling wedge menandakan pergerakan harga aset yang akan bullish. Sebagaimana dengan rising wedge pattern, para trader untuk menganalisis secara teknikal. Pada pola ini price action mengerucut ke bawah sebagaimana reaksi rendah dan tinggi bertemu di titik konvergensi. 

Baik rising wedge maupun falling wedge, kedua pola ini memiliki dua jenis pola yang harus kita ketahui, apa saja itu?

Jenis-jenis Falling dan Rising Wedge Pattern

Pola Reversal

Pada dasarnya, pola reversal atau reversal pattern ini merupakan pola yang mampu memprediksi dan mengidentifikasi perubahan tren dari perubahan pasar. Kedua wedge pattern di atas memiliki pola ini. Namun, yang membedakan keduanya adalah apabila falling wedge mengacu pada bullish, sedangkan untuk rising mengacu pada bearish.

Pola Continuation

Selain pola reversal, ada pola lain, yakni pola continuation pattern. Berdasarkan Investopedia, continuation pattern atau pola continuation menandakan bahwa harga akan terus bergerak pada arah yang sama setelah pola ini selesai seperti sebelumnya. 

Bagaimana Cara Menggunakan Wedge Pattern Pada Trading?

Tentu, trading tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan tanpa persiapan. Pasalnya, meski kini terkesan populer, trading kripto sangatlah tricky, sehingga para trader atau calon trader perlu mempelajarinya. Maka dari itu, untuk mendapatkan hasil yang optimal, para trader perlu merancang strategi dan memahami bagaimana skema dari trading kripto ini sendiri.

Dari penjelasandi atas, ada beberapa strategi jitu untuk memaksimalkan aktivitas trading melalui pola rising dan juga falling wedge. Apa sajakah itu?

  1. Menentukan Target Profit dan Risiko

Trading kripto adalah aktivitas yang memiliki risiko. Dengan demikian, sebaiknya trader harus mengkalkulasikan kerugian dan keuntungan, serta mempertimbangkan target profit sebelum terjun ke pasar aset kripto.

  1. Mengonfirmasi Pola 

Setelah menentukan target profit dan juga risiko, sebagai trader, Anda harus menganalisa pergerakan pola harga aset. Sebelum membeli aset, Anda harus memperhatikan apakah harga melewati garis tren atas atau menembus garis tren bawah.

  1. Menentukan Kapan Waktu yang Tepat untuk Stop-loss

Stop-loss merupakan salah satu teknik dalam trading kripto yang mampu memitigasi kerugian. Dengan menggunakan teknik ini, para trader bisa mendapatkan keuntungan seperti mempertahankan uang yang diinvestasikan, menghasilkan keuntungan, dan mencegah kerugian yang lebih besar. 

Kendati begitu, teknik ini tidak bisa dilakukan dengan sembarangan. Ada dua cara agar Anda dapat menentukan kapan harus melakukan stop-loss, di antaranya adalah dengan trailing stop-loss  

  1. Mengkonfirmasi Keaslian Wedge Pattern

Ketika sedang melakukan aktivitas trading, trader terkadang menemukan pattern yang diragukan keabsahannya. Lantas, apabila menemukan hal seperti itu, apa yang harus dilakukan para trader bisa menganalisa pola dengan tepat? Ada dua metode yang bisa trader lakukan untuk mengkonfirmasi keaslian pola ini. Yang pertama adalah dengan memastikan naik atau turunnya nilai perdagangan aset.

Kemudian, metode kedua yang bisa trader lakukan adalah memeriksa pergerakan harga aset apakah berada di bawah level Fibonacci 50% atau tidak. 

Begitulah pembahasan tentang wedge pattern, kedua jenisnya, dan juga bagaimana cara menggunakan pola ini. Agar aktivitas trading kripto Anda tetap aman dan terhindar dari scam, sebaiknya Anda melakukan riset terlebih dahulu. Untuk mendapatkan informasi yang komprehensif terkait dunia aset kripto, kunjungi website Tokonews dan bergabung di komunitas Tokocrypto sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

NFT Tweet Pertama Jack Dorsey Dijual Rp 689 Miliar, Ditawar Rp 4 Juta

Penjualan NFT tweet pertama Jack Dorsey di second market memunculkan fenomena baru yang cukup miris. Pasalnya, NFT yang langka tersebut hanya ditawar tertinggi dengan harga sekitar $ 280 (setara Rp 4 juta) di second market melalui pelelangan.

Dilaporan Coindesk, pengusaha kripto kelahiran Iran, Sina Estavi, membeli NFT tweet pertama Jack Dorsey, seorang pendiri Twitter seharga $ 2,9 juta (Rp 41 juta) pada Maret 2021. Kemudian, ia ingin menjual kembali NFT tersebut dengan perkiraan harga mencapai $ 48 juta (Rp 689 Miliar).

Pada Kamis (7/4) pekan lalu, dia mengumumkan di Twitter bahwa ingin menjual NFT tersebut, dan menjanjikan 50% dari hasilnya (yang dipikir akan melebihi $ 25 juta) untuk amal melalui badan amal, GiveDirecly.

Ternyata, lelang yang berlangsung seminggu itu ditutup pada hari Rabu (13/4), dengan hanya mengumpulkan tujuh total penawaran mulai dari 0,0019 ETH (hampir $ 6) hingga 0,09 ETH (sekitar $ 280).

NFT tweet pertama Jack Dorsey yang hanya ditawar murah di second market.
NFT tweet pertama Jack Dorsey yang hanya ditawar murah di second market.

Baca juga: Daftar Orang Terkaya di Dunia Berkat Kripto dan Blockchain, Berapa Hartanya?

Belum Mau Dijual

Mendapatkan penawaran yang tidak sesuai harapan membuat Estavi enggan menjual NFT tweet pertama Jack Dorsey itu ke penawar tertinggi. Ia menjelaskan masih memiliki waktu dua hari untuk menerima tawaran lain yang lebih tinggi dan sesuai harapan, atau itu tidak akan dijual.

“Batas waktu yang saya tetapkan sudah berakhir, tetapi jika saya mendapatkan tawaran yang bagus, saya mungkin akan menerimanya, saya mungkin tidak akan pernah menjualnya,” kata Estavi kepada CoinDesk melalui pesan WhatsApp pada hari Rabu (13/4).

Terpantau hingga Kamis (14/4) pukul 13.00 WIB di situs OpenSea, penawaran terbaru tercatat sekitar $ 6.235 (Rp 89,4 juta) atau setara 2 Ethereum.

Pasar NFT sedang Turun?

Menurut laporan Protocol, pasar NFT sedang mengalami tahun yang sulit setelah lonjakan pertumbuhan transaksi pada tahun 2021. Volume perdagangan jatuh pada tahun 2022, dengan kekhawatiran tentang penipuan dan hype mematikan beberapa pembeli.

illustrasi non fungible token
Ilustrasi NFT.

Aktivitas baru-baru ini pulih, tetapi tidak jelas apakah beberapa NFT akan memulihkan nilainya. Sebagian besar orang memandang NFT membingungkan, karena NFT sama dengan penunjuk ke aset digital, bukan aset itu sendiri.

NFT paling baik dianggap sebagai tanda terima atau sertifikat kepemilikan, mekanisme untuk memulihkan kelangkaan ke dunia digital. Tetapi, konsep NFT dari sebuah tweet sangat membingungkan bagi sebagian orang.

Sebuah tweet yang dijadikan NFT pada dasarnya dikendalikan oleh pengguna yang menulisnya dan Twitter adalah perusahaannya, bukan pemilik NFT. Jack Dorsey pun yang merupakan pemilik dari tweet tersebut, dapat menghapus tweet-nya kapan saja, membuat NFT itu tidak berharga.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Troy (TROY) dan VeThor (VTHO)?



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Orang Terkaya di Dunia Berkat Kripto dan Blockchain

Kemunculan aset kripto dan blockchain telah menciptakan banyak orang kaya baru di dunia saat ini. Terlebih dunia kripto yang tengah booming dalam beberapa tahun ini, membuat arus pendapatan deras bagi sejumlah yang orang aktif di industri aset digital.

Forbes membuat daftar orang terkaya berkat kripto dan blockchain di dunia pada awal tahun 2022. Beberapa orang yang masuk daftar tersebut di antaranya Changpeng Zhao, Sam Bankman-Fried, dan Brian Armstrong.

Masuknya sejumlah miliarder tersebut dirasa wajar karena uang yang bisa mereka dihasilkan pada ekonomi kripto senilai $ 2 triliun. Setidaknya, dalam satu tahun terakhir pergerakan kripto disebabkan oleh booming-nya investasi aset kripto, inovasi Web3, non-fungible token (NFT) hingga pergerakan liar di Bitcoin.

Menurut data Forbes, terdapat 19 miliarder kripto dan blockchain yang masuk daftar orang terkaya di dunia 2022, atau lebih banyak 7 orang dari tahun sebelumnya. Sebagian besar dari mereka masuk daftar karena menghasilkan uang dari bisnis yang berhubungan dengan kripto dan teknologi blockchain.

Berikut daftar orang terkaya di dunia berkat kripto dan blockchain:

Changpeng Zhao

  • Kekayaan bersih: $ 65 miliar
  • Sumber kekayaan: Binance
  • Kewarganegaraan: Kanada
Changpeng Zhao, CEO Binance
Changpeng Zhao, CEO Binance. Foto: Getty Images.

Changpeng Zhao atau yang akrab disapa “CZ” adalah pendiri dan CEO Binance dan merupakan orang terkaya ke-19 di dunia. Forbes memperkirakan bahwa ia memiliki setidaknya 70% dari Binance, platform global terkemuka untuk perdagangan aset kripto.

Tahun 2021 lalu, Binance dilaporkan memfasilitasi sekitar dua pertiga dari semua volume perdagangan kripto, menghasilkan perkiraan pendapatan sekitar $ 16 miliar.

Pria berusia 44 tahun itu juga memegang sebagian kecil Bitcoin dan sejumlah BNB yang dirahasiakan, token asli Binance. Berdasarkan perkiraan tersebut, Forbes telah menaikkan evaluasi kekayaan CZ dari $ 1,9 miliar tahun lalu.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Troy (TROY) dan VeThor (VTHO)?

Sam Bankman-Fried

  • Kekayaan bersih: $ 24 miliar
  • Sumber kekayaan: FTX
  • Kewarganegaraan: AS
Sam Bankman-Fried, CEO FTX
Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

Sam Bankman-Fried merupakan CEO FTX, perusahaan exchange aset kripto. Ia pindah dari Hong Kong ke Bahama yang lebih ramah kripto pada akhir 2021 bersama perusahaannya FTX dan mampu mengumpulkan $ 400 juta pada Januari lalu dengan penilaian $ 32 miliar.

Operasi FTX di AS juga baru-baru ini dinilai oleh investor memiliki rata-rata volume trading sebesar $ 8 miliar. Dia memiliki sekitar setengah kepemilikan dari FTX dan FTT, token asli platform senilai lebih dari $ 7 miliar.

Brian Armstrong

  • Kekayaan bersih: $ 6,6 miliar
  • Sumber kekayaan: Coinbase
  • Kewarganegaraan: AS
Brian Armstrong, CEO Coinbase
Brian Armstrong, CEO Coinbase. Foto: Techcrunch.

Brian Armstrong adalah CEO dan pendiri Coinbase. Ia berhasil membawa Coinbasi melakukan IPO pada April 2021 dengan penilaian $ 100 miliar. Kapitalisasi pasarnya sekitar setengah dari angka tersebut, masih cukup bagus untuk menjadikan Armstrong –dengan 19% sahamnya– orang terkaya ketiga di crypto.

Gary Wang

  • Kekayaan bersih: $ 5,9 miliar
  • Sumber kekayaan: FTX
  • Kewarganegaraan: AS

Gary Wang merupakan salah satu pendiri dan Chief Technology Officer (CTO) FTX. Wang yang pemalu meluncurkan platform pertukaran crypto dengan Bankman-Fried pada tahun 2019. Wang memegang 16% saham dalam bisnis global FTX dan FTT senilai lebih dari $600 juta, token asli FTX.

Sebelum masuk ke crypto, Wang adalah seorang insinyur perangkat lunak di Google, di mana ia membantu membangun platform pemesanan online Google Flights. Dia belajar matematika dan ilmu komputer di MIT.

Chris Larsen

  • Kekayaan bersih: $ 4,3 miliar
  • Sumber kekayaan: Ripple
  • Kewarganegaraan: AS
Chris Larsen, Executive Chairman Ripple
Chris Larsen, Executive Chairman Ripple. Foto: Ripple.

Chris Larsen adalah salah satu pendiri dan Executive Chairman Ripple, yang token XRP-nya saat ini merupakan aset kripto terbesar ke-8.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 13 April 2022: Pasar Kripto Terjebak Zona Merah

Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss

  • Kekayaan bersih: $ 4 miliar
  • Sumber kekayaan: Bitcoin
  • Kewarganegaraan: AS
Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss
Cameron Winklevoss dan Tyler Winklevoss. Foto: Getty Images.

The Wingklevii, panggilan akrab dua bersaudara kembar identik ini menjalankan usaha perdagangan uang kripto dengan nama Gemini. selain perusahaan pertukaran uang kripto dan modal ventura, The Wingklevii ini pun memiliki Nifty Gateway sebuah platform lelang seni.

Ketika bitcoin meroket menjadi $ 58 ribu per koin pada Maret 2021 lalu, si kembar pun melesat menjadi miliarder. Kekayaan bersih mereka berdua jika digabungkan menjadi $ 6 miliar. Kini, kekayaan The Wingklevii diperkirakan Forbes sebesar $ 4 miliar.

Song Chi-hyung

  • Kekayaan bersih: $ 3,7 miliar
  • Sumber kekayaan: Upbit
  • Kewarganegaraan: Korea Selatan
Song Chi-hyung, pendiri Upbit
Song Chi-hyung, pendiri Upbit. Foto: Upbit.

Song Chi-hyung adalah pendiri exchange crypto terkemuka Korea Selatan, Upbit. Chi-hyung telah menguangkan pasar crypto Korea Selatan yang sedang booming senilai $ 46 miliar. Dia diperkirakan memiliki sekitar seperempat kepemilikan dari perusahaan induk Upbit, Dunamu, yang bernilai $ 17 miliar pada November 2021 lalu.

Barry Silbert

  • Kekayaan bersih: $ 3,2 miliar
  • Sumber kekayaan: Digital Currency Group
  • Kewarganegaraan: AS
Barry Silbert
Barry Silbert. Foto: CNBC.

Barry Silbert adalah pendiri grup Digital Currency Group. Silbert telah membangun konglomerat kripto yang terdiversifikasi. Perusahaan investasinya mengendalikan Grayscale, yang mengelola sekitar $ 28 miliar aset kripto, serta CoinDesk, perusahaan berita dan acara kripto populer.

Melalui banyak anak perusahaan, DCG Silbert telah berinvestasi di lebih dari 200 startup kripto. Sebelum crypto, Silbert adalah seorang bankir investasi dan pengusaha yang menjual platform perdagangan saham, Second Market ke Nasdaq pada tahun 2015 dengan jumlah yang tidak diungkapkan.

Jed McCaleb

  • Kekayaan bersih: $ 2,5 miliar
  • Sumber kekayaan: Ripple, Stellar
  • Kewarganegaraan: AS
Jed McCaleb
Jed McCaleb. Foto: Getty Images.

McCaleb menghasilkan sebagian besar kekayaannya dari Ripple Labs dan XRP, proyek aet kripto yang berfokus pada pembayaran yang ia dirikan pada tahun 2012. McCaleb meninggalkan proyek pada 2013 setelah berselisih dengan Larsen dan anggota tim lainnya.

Sejak itu, McCaleb telah menjual sebagian besar XRP-nya secara bertahap, mengikuti perjanjian pemisahan tahun 2014 yang dia buat dengan Ripple Labs. Dia adalah pendiri dan Chief Technology Officer (CTO) Stellar.

Baca juga: Mastercard Siap Terjun Eksplorasi Bisnis ke Metaverse dan NFT



Sumber : news.tokocrypto.com

Mastercard Siap Terjun Eksplorasi Bisnis ke Metaverse dan NFT

Mastercard menambah daftar panjang perusahaan yang siap mengeksplorasi bisnis untuk beroperasi di Metaverse dan ranah NFT. Mastercard bergabung dengan Visa dan American Express untuk “pindah” ke Metaverse, karena berupaya meningkatkan aliran pendapatan dan tetap kompetitif dalam ekonomi virtual.

Menurut laporan Cointelegraph, ada 15 aplikasi hak panten yang diajukan oleh Mastercard, meliputi presentasi produk, marketplace, menyelenggarakan acara live streaming, kartu kredit dan debit, serta membuat komunitas terkait NFT di Metaverse.

Paten tersebut diajukan ke Kantor Paten dan Merek Dagang Amerika Serikat (USPTO). Informasi ini diketahui dari sebuah cuitan Twitter seorang pengacara perizinan merek bernama Mike Kondoudis.

“Mastercard telah mengajukan 15 aplikasi merek dagang untuk Mastercard, Priceless, Circle Logo miliknya. Mengindikasikan rencana untuk media yang didukung NFT, pemrosesan pembayaran di Metaverse, marketplace untuk barang digital + NFT, transaksi e-commerce di Metaverse,” tulis Kondoudis.

Baca juga: Harga Kripto Shiba Inu Melonjak 35% Dalam Satu Hari, Apa Penyebabnya?

Mastercard Terbuka Soal Aset Kripto

Seperti yang dilaporkan sebelumnya oleh Cointelegraph, Mastercard menambahkan 500 karyawan baru pada bulan Februari untuk berkonsultasi dengan bank dan pedagang tentang mengadopsi teknologi dan NFT yang mendukung aset kripto.

Mastercard bukan satu-satunya perusahaan fintech besar yang mengajukan merek dagang NFT atau Metaverse. Visa dan American Express telah mengajukan pengajuan USPTO terkait kripto mereka sendiri.

Kembali pada tahun 2020, Visa pertama kali mengajukan aplikasi paten untuk membuat mata uang digital yang sedang dalam pengembangan di jaringan kartunya. Beincrypto melaporkan, Coinbase akan menerima pembayaran NFT melalui Mastercard. Tujuannya agar mempermudah orang-orang yang masih awam terhadap aset kripto.

Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.

Baca juga: Visa Kembangkan Konsep Transfer Mata Uang Digital Aman

Aset Kripto Bisnis Masa Depan

Dalam kasus American Express, ada tujuh aplikasi yang terkait dengan branding kartu pembayaran virtual, layanan concierge di Metaverse dan menggunakan kartu kredit dan debit mereka di pasar NFT.

Selain itu, perusahaan kartu kredit ini telah mengambil beberapa inisiatif untuk tetap kompetitif dalam ekonomi virtual. Sementara, Mastercard membuat program tiga bulan, yang disebut Start Path Crypto, untuk membantu blockchain dan startup crypto meningkatkan skala bisnis mereka, Visa juga meluncurkan Creator Program, untuk membimbing pengusaha tentang NFT untuk mengembangkan bisnis kecil mereka.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 13 April 2022: Pasar Kripto Terjebak Zona Merah

Pergerakan market kripto pada pekan kedua April ini, perlahan tapi pasti nyaman mendarat di zona merah. Situasi ini membuat pelaku pasar banyak yang mengambil sikap wait and see untuk terus memantau pergerakan ke depan. 

Melansir Coinmarketcap, Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big semua dalam posisi nyaman berada zona merah dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) sempat anjlok di bawah $ 39.000 dan sejumlah altcoin pun juga bernasib sama.

Namun, berkah ada pada bintang utama, Shiba Inu (SHIB) yang sempat meroket 35% dalam sehari terakhir. Nilai SHIB meroket berkat dampak dari listing di platform investasi AS, Robinhood.

“Selain itu sentimen SHIB juga datang dari Unification Foundation, perusahaan solusi blockchain yang mengumumkan akan melakukan testnet Shibarium, yakni jaringan blockchain layer-2 Shiba Inu,” kata Trader Tokocrypto, Afid Sugiono pada Rabu (13/4).

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan overall market masih kuat untuk bearish pada minggu ini. Pergerakan market kripto mungkin akan sedikit alami pullback untuk melanjutkan penuruan.

“Secara umum, pasar kripto hari ini masih tertekan berkat aksi jual besar-besaran setelah pelaku pasar. Kuat dugaan, aksi jual ini dilakukan karena pelaku pasar mengantisipasi data inflasi AS pada Maret lalu dan arah kebijakan moneter The Fed yang lebih ketat,” jelasnya.

Baca juga: Harga Kripto Shiba Inu Melonjak 35% Dalam Satu Hari, Apa Penyebabnya?

Namun di sisi baiknya, banyak investor kawakan mungkin akan melakukan akumulasi aset kripto, karena harganya sedang murah atau melakukan strategi buy the dip, sehingga tekanan aksi beli tersebut lebih kuat dibanding aksi jualnya. Hal tersebut bisa jadi sedikit banyak akan mempengaruhi penguatan pasar kripto sepekan ke depan.

Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan April ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Reserve Rights (RSR)

Ilustrasi analisis teknikal Reserve Rights (RSR).

Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV). 

Token kedua adalah token Reserve Rights (RSR), yang digunakan untuk menjaga RSV stabil pada target harga $1,00 melalui sistem peluang arbitrase. RSR adalah sebuah token utilitas yang memungkinkan pemegang untuk memberikan hak suara atau voting pada proposal tata kelola.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan RSR akan menuju fase bullish pada pekan ini. Hal tersebut dampak dari kabar Mainnet Launch yang akan dilaksanakan pada 30 April dan bisa lebih cepat.

“Para RSR holders akan menahan token mereka sebelum Mainnet diluncurkan untuk dapat keuntungan. Dari analisis teknikalnya, RSR sudah membentuk pola cup and handle yang sering dianggap sebagai sinyal bullish, dengan pola sisi kanan biasanya mengalami trading volume yang lebih rendah. Peningkatan harga kemungkinan bisa capai 23%,” kata Afid.

Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #19, dengan kapitalisasi pasar $ 193.407.005. Jumlah koin yang beredar 14.801.148.904 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.

2. Mines of Dalarnia (DAR)

Ilustrasi analisis teknikal Mines of Dalarnia (DAR).

Token kripto DAR masih kemungkinan akan kembali bullish pada pekan ini. Peningkatan nilai DAR masih berdampak dari kabar peluncuran Mines of Dalarnia Mainnet pada 26 April mendatang. Kemudian, dibukanya penjualan tanah virtual Mines of Dalarnia Land membuat harga DAR melonjak.

“Mines of Dalarnia akhirnya resmi mengumumkan peluncuran Mainnet pada 26 April mendatang. Analisis teknikal melihat akan ada peningkatan 12% dari harga sekarang di kisaran $ 1,05,” ungkap Afid.

Mines of Dalarnia adalah game petualangan dengan konsep play-to-earn dan para pemainnya akan mendapatkan NFT sebagai rewards. Token asli dalam game MoD adalah DAR dan memainkan peran kunci dalam mengelola ekonomi dalam permainan, mendorong pemain dan juga menjaga ekonomi di dunia Dalarnia tumbuh secara berkelanjutan.

Peringkat DAR di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #263, dengan kapitalisasi pasar $ 196.313.041. Jumlah koin yang beredar 123.200.000 koin DAR dan maksimal pasokan 800.000.000 koin DAR.

3. Secret (SCRT)

Ilustrasi analisis teknikal Secret (SCRT).

Secret Network adalah jaringan blockchain pertama dengan smart contract yang menjaga privasi. Secret Network memiliki native coin bernama Secret (SCRT). Ini seperti Ethereum (ETH) dan Bitcoin (BTC), yang bisa disimpan di wallet dan membelanjakannya saat ingin menggunakan jaringan Secret Network.

Afid mengungkap peningkatan Mainnet pada jaringan Secret Network membuat nilai token SCRT melonjak. Dalam pengumumannya, upgrade Mainnet ini bisa meningkatkan kinerja jaringan 500 kali lipat lebih besar.

“Secret Network akan upgrade Mainnet Shockwave Alpha pada 27 April mendatang. Kabar ini membuat harga SCRT langsung naik. Dari analisis teknikalnya, SCRT berpotensi naik hingga 9% sampai harga kisaran $ 5,9,” katanya.

Peringkat SCRT di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #93, dengan kapitalisasi pasar $ 801.834.568. Jumlah koin yang beredar 163.295.557 koin SCRT yang beredar dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Mengenal Secret Network, Kripto Diklaim Pesaing Ethereum & Polkadot

4. Kyber Network Crystal v2 (KNC)

Ilustrasi analisis teknikal Kyber Network Crystal v2 (KNC).

Kyber adalah protokol likuiditas on-chain yang dapat diimplementasikan pada semua blockchain smart contract. Protokol ini memungkinkan pertukaran token yang didesentralisasi dan dapat diintegrasikan ke dalam aplikasi apa pun, dan berjalan dengan mulus antara semua pihak dalam suatu ekosistem.

Token dari Kyber Network ini yaitu KNC akan digunakan sebagai bagian dari transaksi untuk memfasilitasi operasi sistem yang sedang berlangsung pada network. 

Menurut Afid, KNC akan berpotensi bullish. Posisi harga KNC naik lebih dari 50% setelah memperluas akses ke sepuluh jaringan blockchain dan integrasi dengan Uniswap v3.

“Kyber Network kemungkinan akan mengalami bullish pada pekan ini. pada tanggal 8 April saja, KNC udah naik 55,4%. Dari teknik analisisnya, pekan ini KNC rata-rata akan mengalami kenaikan 17%,” tutur Afid.

Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #100, dengan kapitalisasi pasar $ 674.734.856. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.

5. NEAR Protocol (NEAR)

Ilustrasi analisis teknikal NEAR Protocol (NEAR).

NEAR Protocol (NEAR) bisa menjadi salah satu aset kripto yang bersinar dalam beberapa pekan terakhir. Pasalnya, pekan ini NEAR kembali masuk dalam kripto potensi bullish. Ini ketiga kali berturut-turut NEAR masuk ke dalam daftar.

“NEAR berpeluang mengalami bullish dengan peningkatan nilai mencapai 14 persen. harga NEAR diprediksi akan naik hingga $ 17,8. Penyebabnya masih dampak dari pengumuman peluncuran Unchainfund, kemitraan mereka dengan SialGP, dan pemenang MetaBUILD 2,” kata Afid.

Peringkat NEAR di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #18, dengan kapitalisasi pasar $ 10.986.886.660. Jumlah koin yang beredar  667.451.644 koin NEAR dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NEAR.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Bitcoin (BTC)

Ilustrasi analisis teknikal Bitcoin (BTC).

Pekan ini memang menjadi waktu yang sulit bagi Bitcoin (BTC). Harga BTC sempat jatuh kembali di bawah $ 40.000. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat ini dampak karena metrik on-chain menunjukkan kurangnya permintaan dari investor baru dan institusi yang sebagian besar mendominasi pasar.

“Bitcoin sempat reli di atas $ 40.000 dan menabrak dinding resistensi di $ 40.650, namun akhirnya harga BTC jatuh kembali di bawah $ 39.600. Secara keseluruhan, Bitcoin masih sideways dengan pasar menunggu momentum baru dan arus masuk dana baru ke pasar kripto,” kata Afid.

Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar $ 761.068.274.689. Jumlah koin yang beredar 19.010.225 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.

2. Ethereum (ETH)

Ilustrasi analisis teknikal Ethereum (ETH).

Tidak jauh beda nasibnya dengan Bitcoin, Ethereum (ETH) juga mengalami penurunan harga. Sepanjang Selasa (12/4), ETH mengalami penurunan nilai hingga 4,4%. Namun, Rabu (13/4) harganya terpantau bergerak naik, tapi Afid melihat ini tidak akan lama.

“ETH kemungkinan besar akan bearish. Dari analisis teknikalnya, ETH mungkin akan turun hingga 9% mencapai harga bawah di kisaran $ 2.800. Ini masih berdampak dari market yang tertekan dan pergerakan BTC yang turun,” jelasnya. 

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar $ 367.141.139.995. Jumlah koin yang beredar 120.355.434 koin ETH dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Baca juga: Volume Perdagangan Kripto di India Runtuh Setelah Pajak Baru Berlaku

3. Bitcoin UP (BTCUP)

Ilustrasi analisis teknikal Bitcoin UP (BTCUP).

Bitcoin UP (BTCUP) juga berdampak dari pergerakan Bitcoin. Seperti dietahui pergerakan BTCUP mengikuti Bitcoin, apabila BTC naik, maka token ini akan menghasilkan keuntungan berkali lipat. Jumlah keuntungan yang kelipatannya ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

“BTCUP belum bisa keluar dari masa bearish-nya. BTCUP ini kan menggunakan leverage dan benar-benar memakai harga spot, jadi sangat berpengaruh dengan harga BTC yang pekan ini sedang turun. Penurunannya bisa capai 17% hingga harga bawah $ 31,” ungkap Afid.

Peringkat BTCUP di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #2957, dengan kapitalisasi pasar $ 3.768.583. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

4. Cocos-BCX (COCOS)

Ilustrasi analisis teknikal Cocos-BCX (COCOS).

COCOS adalah aset kripto dari blockchain Cocos-BCX dan digunakan untuk membayar biaya transaksi dan gas fee, tetapi juga dapat dipertaruhkan untuk berpartisipasi dalam konsensus DPoS dan tata kelola blockchain yang mendasarinya.

“COCOS terlihat jelas dalam analisis teknikalnya akan masuk bearish. Terlihat ada pola reverse cup and handle sebagai tanda-tanda penurunan. Nilai COCOS kemungkinan besar turun hingga 10% hingga harga bawah $ 1,3,” jelas Afid.

Peringkat COCOS di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #477, dengan kapitalisasi pasar $ 65.247.168. Jumlah koin yang beredar 42.015.868 koin COCOS dan maksimal pasokan 100.000.000 koin COCOS.

5. Coin98 (C98)

Ilustrasi analisis teknikal Coin98 (C98).

Coin98 (C98) adalah aset kripto asli dari protokol blockchain Coin98 Finance. Protokol Coin98 Finance adalah pertukaran terdesentralisasi (DEX) yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam staking, pertukaran lintas-rantai, dan pertanian hasil. Ini diluncurkan di Binance Smart Chain (BSC) pada Juli 2021.

“Sama seperti COCOS, C98 juga sudah menunjukan pola reverse cup and handle. Pekan ini akan menjadi berat untuk C98 bisa bergerak naik. C98 juga sudah overbought sehingga akan terkoreksi hingga 10%,” kata Afid.

Peringkat C98 di CoinMarketCap pada Rabu (13/4) pukul 10.00 WIB adalah #169, dengan kapitalisasi pasar $ 286.892.706. Jumlah koin yang beredar 185.000.000 koin C98 dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin C98.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.

Baca juga: Dua Bocah Ini Bisa Cuan Rp 430 Juta per Bulan dari Tambang Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

Inilah yang Perlu Anda Ketahui

Minggu ini, tiga proyek kripto menarik meluncurkan airdrop, memberikan kesempatan bagi para investor untuk bergabung tanpa perlu mengeluarkan modal. Airdrop ini merupakan peluang emas, terutama bagi para “petani airdrop” yang ingin mendapatkan keuntungan dengan berpartisipasi dalam proyek-proyek yang didukung oleh investor ternama.

Berikut tiga airdrop yang layak diperhatikan:

1. Xterio: Perpaduan Gameplay Gratis dan Blockchain

Xterio membawa konsep permainan gratis ke dalam dunia blockchain, dengan menawarkan kepemilikan digital melalui teknologi Web3. Proyek ini memiliki rencana ambisius yang diumumkan oleh salah satu pendirinya, Jeremy Horn, terutama setelah ia berbagi pengalaman di acara Token 2049 di Singapura.

“Kami yakin jajaran Xterio di kuartal keempat akan mendorong pertumbuhan sektor ini, menggabungkan fundamental yang kuat dan insentif Web3 untuk memperluas ekosistem token dengan cara yang berkelanjutan,” ujar Horn.

Peserta dapat berpartisipasi dalam airdrop kripto dengan mendaftar dan memainkan mini-game Age of Dino serta aktivitas lainnya untuk mengumpulkan poin XTER dan hadiah berupa ROAR. Xterio juga menyediakan dasbor untuk memantau poin yang didapat dari aktivitas dalam ekosistem proyek ini.

XTER, token utama permainan ini, akan diberikan setelah acara pembuatan token (Token Generation Event – TGE), dengan tambahan peluang untuk mengumpulkan NFT dan hadiah menarik lainnya.

2. Vana: Menggabungkan Kepemilikan Data dan Kecerdasan Buatan (AI)

Vana hadir sebagai proyek yang menggabungkan teknologi AI dan kepemilikan data berbasis blockchain terdesentralisasi. Proyek ini memberikan pengguna kendali penuh atas data mereka, memungkinkan mereka untuk memonetisasi informasi yang selama ini dikuasai oleh perusahaan teknologi besar.

Melalui aplikasi mini di Telegram, peserta dapat menambang dan mendapatkan token VANA. Dengan menggunakan “DNA Virtual” (VNA), peserta bisa membuat “Diri Digital” mereka untuk menjelajahi Vanaverse dan mengontrol pengalaman personalisasi mereka.

Untuk berpartisipasi, pengguna harus menjalankan Vana Data Hero Bot di Telegram dan menautkan dompet TON mereka. Poin VANA bisa diperoleh dengan menyelesaikan tantangan seperti mengajak teman, bermain game, dan berbagai aktivitas lainnya.

3. Neon: EVM Paralel Pertama di Solana

Cara Mendapatkan Poin Neon. Sumber: Neon Ecosystem.

Baca juga: 3 Altcoin yang Perlu Diperhatikan di Minggu Kedua Oktober 2024

Neon memposisikan dirinya sebagai Ethereum Virtual Machine (EVM) paralel pertama di blockchain Solana, yang memungkinkan pengembang untuk membangun dan meluncurkan aplikasi terdesentralisasi (dApps) berbasis Ethereum dengan menggunakan kode yang ada.

Airdrop mainnet Neon telah dikonfirmasi setelah proyek ini berhasil mengumpulkan dana sebesar $45 juta, dipimpin oleh Jump Capital dan didukung oleh beberapa pemain besar seperti Solana Ventures, IDEO CoLab Ventures, dan Ethereal Ventures.

Peserta dapat memenuhi syarat untuk airdrop dengan menyelesaikan berbagai tugas, melacak pembaruan, dan berpartisipasi dalam aktivitas harian di blockchain yang menghasilkan Poin Neon. Hadiah diberikan berdasarkan jumlah transaksi harian dan total nilai transaksi yang terjadi.

Pengguna baru Neon dapat memindahkan dana mereka ke ekosistem dengan menambahkan jaringan Neon ke dompet EVM mereka, sementara pengguna Solana bisa memanfaatkan NeonPass untuk mentransfer token Neon mereka. Pengguna EVM juga dapat menggunakan deBridge untuk menghubungkan dana mereka ke Neon.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin yang Perlu Diperhatikan di Minggu Kedua Oktober 2024

Oktober, yang sering disebut “Uptober” di dunia kripto, diprediksi akan menjadi bulan yang menguntungkan bagi banyak altcoin. Berikut adalah tiga token yang patut Anda perhatikan minggu ini, berdasarkan analisis dari BeInCrypto.

1. Token FTX (FTT)

Token FTX mengalami lonjakan harga yang signifikan dalam beberapa hari terakhir, naik 84% dalam delapan hari. Peningkatan ini dipicu oleh rumor pembayaran kembali kepada kreditor yang membuat banyak investor optimis.

Analisis Harga FTT. Sumber:  TradingView.
Analisis Harga FTT. Sumber: TradingView.

Saat ini, FTT diperdagangkan di harga $2,57 dan diperkirakan akan terus naik seiring dengan sidang terkait rencana pembayaran pada 7 Oktober. Jika sidang berjalan lancar, sekitar $16 miliar bisa didistribusikan ke kreditor, yang berpotensi mendorong harga FTT lebih tinggi, hingga $2,98 atau lebih. Namun, perlu diingat, setelah pengumuman pembayaran, mungkin akan ada penurunan harga karena investor sering kali membeli berdasarkan rumor dan menjual setelah berita keluar.

Jaringan utama MANTRA akan aktif sebelum akhir Oktober, dan antisipasi terhadap hal ini sudah mempengaruhi harga token OM. Hari ini, OM mencapai harga tertingginya sepanjang masa, yaitu $1,47. Sebelumnya, rekor tertinggi ini terjadi pada pertengahan Juli.

Analisis Harga OM. Sumber:  TradingView.
Analisis Harga OM. Sumber: TradingView.

Baca juga: Altcoin dengan Kenaikan Terbesar di Minggu Pertama Oktober 2024

Jika tren kenaikan berlanjut, harga OM bisa terus naik. Namun, jika investor mulai menjual pada level saat ini, bisa terjadi koreksi harga dengan support di sekitar $1,20 atau bahkan turun ke $1,04.

3. Stacks (STX)

Meskipun harga STX belum mencapai titik tertinggi sepanjang masa, potensi kenaikan tetap ada, terutama karena peningkatan besar yang akan datang pada jaringan Stacks. Pada 9 Oktober, STX akan mengalami hard fork Nakamoto yang diharapkan mempercepat waktu blok menjadi lima detik dan memberikan finalitas 100% pada Bitcoin.

Analisis Harga altcoin STX. Sumber:  TradingView.
Analisis Harga STX. Sumber: TradingView.

Dengan peningkatan ini, harga STX diprediksi bisa naik hingga $2,06, level resistensi penting berikutnya. Jika berhasil menembus level tersebut, STX bisa mencapai $2,26, menandai level tertinggi dalam empat bulan terakhir.

Ketiga altcoin ini layak Anda perhatikan minggu ini, mengingat potensi kenaikan dan momentum pasar yang kuat.


Pastikan kamu hanya melakukan investasi dan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah.

DISCLAIMERSetiap keputusan investasi adalah tanggung jawab pribadi Anda. Pelajari dan analisis sebelum membeli dan menjual kripto. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas keuntungan dan kerugian yang timbul dari keputusan investasi Anda.



Sumber : news.tokocrypto.com