Tag Archives: kripto

Melihat Potensi Cuan Token Kripto saat Piala Dunia 2022

Di tengah market yang lesu, investor mulai beralih dan meminati token kripto yang berhubungan dengan Piala Dunia FIFA 2022. Performa market kripto saat ini mulai terlihat sideways, meski sedang dalam masa pemulihan pasca efek domino dari kebangkrutan FTX.

Investor sudah mulai sedikit akumulasi di tengah gejolak volatilitas yang terjadi di market akhir-akhir ini. Menurut Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, sentimen positif sedang mendorong altcoin yang berhubungan dengan pesta sepak bola terbesar tersebut reli dan terlihat bullish.

“Menjelang Piala Dunia 2022, tampak terlihat investor mulai mengakumulasi altcoin yang berhubungan dengan event tersebut, seperti Fan Token dari negara-negara partisipan. Investor tampak beralih dari akumulasi BTC atau ETH, ke Fan Token untuk meraup keuntungan,” jelas Afid.

Daftar Fan Token Negara Peserta Piala Dunia 2022

Potensi token kripto saat Piala Dunia 2022.
Potensi token kripto saat Piala Dunia 2022.

Baca juga: Jelang Piala Dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Masuk Dunia NFT

Data CoinMarketCap menunjukkan Fan Token empat negara peserta Piala Dunia 2022 teratas mengalami lonjakan hingga dua digit dalam sepekan terakhir. Bahkan beberapa di antaranya baru saja mencapai harga tertinggi atau all-time high (ATH).

Di urutan pertama adalah Brazil National Football Team Fan Token (BFT) yang naik 15,71% dalam seminggu terakhir capai US$ 1,02. Kemudian, Argentine Football Association Fan Token (ARG), naik 17,68% dan sukses mencapai ATH-nya dua pekan lalu di harga US$ 8,12.

Berikutnya adalah Portugal National Team Fan Token (POR) yang naik 29,53% di harga US$ 5,84. Di urutan keempat adalah Spain National Fan Token (SNFT). Pada saat penulisan harganya naik 33,91% dalam tujuh hari terakhir menjadi US$ 0.5037.

“Disamping Fan Token, kripto Chiliz (CHZ) yang dikembangkan oleh Socios.com kemungkinan akan bullish dampak dari Piala Dunia. Banyak Fan Token yang berada di blockchain Chiliz, sehingga ikut reli bersama Fan Token dalam jaringannya,” tutur Afid.

Fan Token dan Chiliz

Potensi token kripto saat Piala Dunia 2022.
Potensi token kripto saat Piala Dunia 2022.

Baca juga: FIFA Rilis Proyek Web3 dan Game NFT untuk Piala Dunia 2022

Kenapa Fan Token banyak diminati? Fan Token memiliki manfaat bagi penggemar bisa terlibat dalam pengelolaan manajemen klub dan berbagai keputusan dan masa depan tim kesayangannya. Semakin banyak Fan Token yang dimiliki seorang penggemar, semakin besar pula pengaruhnya dan itu menunjukkan seberapa besar loyalitasnya.

Tahun ini, Socios.com menargetkan 500 polling bagi komunitas pemilik Fan Token sebagai salah satu privilege yang membuat pemilik token dapat memengaruhi keputusan klub favoritnya, seperti menentukan desain ruang ganti pemain atau pesan yang dikampanyekan tim saat pertandingan. Socios.com bersama klub-klub mitranya juga akan membagikan banyak hadiah bagi para pemilik fan token, seperti official merchandise maupun promo eksklusif.

Socios.com didukung oleh Chiliz, penyedia blockchain terkemuka dunia untuk industri olahraga dan hiburan. Chiliz memiliki kantor regional di Madrid, London, São Paulo Istanbul, Miami, Malta dan Lyon. Chiliz $CHZ mata uang digital dari platform Socios.com dan pengaktif jaringan dari blockchain Chiliz Chain 2.0 (CC2) yang baru, yang memungkinkan para pelaku industri olahraga dan hiburan untuk mengakses potensi besar Web3, tersedia di semua bursa mata uang kripto terbesar di dunia.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Tetap Komitmen Transparansi Kunci Kuatkan Industri Kripto

Peristiwa yang terjadi pada salah satu platform crypto exchange global belakangan ini memberikan sebuah pelajaran untuk kuatkan industri kripto secara keseluruhan. Transparansi dan perlindungan investor menjadi hal utama.

Sebagai salah satu crypto exchange yang terdaftar resmi di Bappebti, Tokocrypto selalu mengedepankan transparansi, keamanan, dan kenyamanan nasabah. Perusahaan selalu bertanggung jawab serta mengutamakan kebutuhan nasabah untuk membangun, mengembangkan, dan kuatkan ekosistem industri perdagangan aset kripto.

“Transparansi atas dana pengguna adalah hal yang sangat penting. Hal ini memberikan kepercayaan kepada nasabah bahwa exchange tidak menyalahgunakan dana mereka. Oleh karena itu, kami sedang fokus melakukan audit all assets untuk proof of reserve di platform Tokocrypto. Tahapan ini masih berjalan guna memberikan laporan lebih detail. Jika sudah lengkap dan tersedia akan dibagikan ke publik,” kata CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.

Proses Proof of Reserves

Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Bappebti Hentikan Perdagangan Kripto FTX Token (FTT) di Indonesia

Sejak awal didirikan Tokocrypto telah berkomitmen melakukan audit berupa laporan bukti cadangan dana setiap kuartal dan semester, sehingga nasabah dapat melihat data aset kripto memiliki mereka dengan nilai ratio yang sehat dengan minimum 1:1 atau 100%.

Tokocrypto sudah pun menjalankan proof of reserves untuk stablecoin BIDR yang diaudit bekerja sama dengan Kantor Akuntan Publik (KAP) independen dilakukan setiap semester sejak tahun 2020. Data tersebut bisa diakses melalui https://tokocrypto.com/report.

“BIDR merupakan stablecoin yang dipatok ke dalam Rupiah (IDR). BIDR akan tersedia untuk pembelian langsung dan penukaran dengan harga 1 BIDR setara dengan 1 Rupiah. Untuk menjaga kestabilannya, BIDR didukung 1:1 oleh Rupiah di rekening bank terpisah di Indonesia. BIDR akan diaudit setiap bulan oleh perusahaan audit. Laporan audit akan dipublikasikan di Tokocrypto untuk referensi bagi pengguna BIDR,” jelas Kai.

Penghentian FTX Token

Terkait FTX Token (FTT), sejalan dengan keputusan Bappebti, Tokocrypto telah memutuskan untuk menghapus dan menghentikan perdagangan pada semua pasangan perdagangan untuk token tersebut mulai 30 November 2022 pukul 23.59 WIB.

Semua pesanan perdagangan FTT akan dihapus secara otomatis setelah perdagangan berhenti di setiap pasangan perdagangan masing-masing, FTT/BNB, FTT/BTC, dan FTT/USDT pada tanggal 15 November 2022 pukul 11:30 WIB. Kemudian, pasangan FTT/BUSD pada 30 November 2022 pukul 23.59 WIB.

Tokocrypto akan menghapus dan menghentikan perdagangan FTT (FTX Token) pada tanggal 30 November 2022 pukul 23.59 WIB. Foto: Tokocrypto.
Tokocrypto akan menghapus dan menghentikan perdagangan FTT (FTX Token) pada tanggal 30 November 2022 pukul 23.59 WIB. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Elon Musk Beri Pandangan Soal Masa Depan Aset Kripto

Tokocrypto tetap akan menyimpan FTT milik nasabah, namun tidak dapat untuk diperdagangkan di platform Tokocrypto setelah 30 November 2022 23:59 WIB. Oleh karena itu, disarankan untuk segera melakukan pemindahan aset kripto tersebut ke wallet pribadi nasabah.

Penuhi Standar

Kai menegaskan saat ini tidak terjadi kenaikan permintaan penarikan dana atau withdrawal di platform Tokocrypto. Nasabah yang masih menyimpan token kripto sudah mulai mengalihkan dananya.

“Tokocrypto secara berkala meninjau setiap aset kripto yang diperjualbelikan untuk memastikan bahwa aset tersebut terus memenuhi standar. Ketika suatu aset kripto tidak lagi memenuhi standar kami atau terdapat perubahan pada industri, akan dilakukan peninjauan yang lebih mendalam dan berpotensi menghapusnya. Cara ini adalah untuk melindungi semua nasabah dengan baik,” pungkas Kai.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bappebti Hentikan Perdagangan Kripto FTX Token (FTT) di Indonesia

Runtuhnya crypto exchange FTX akhirnya membuat Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menghentikan semua perdagangan token kripto yang berkaitan dengan platform tersebut. Hal ini dilakukan untuk melindungi investor di Indonesia.

Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menegaskan perdagangan aset kripto Token FTX secara resmi dihentikan. Langkah ini ditempuh setelah FTX telah mengajukan kebangkrutan ke pengadilan Amerika Serikat. Akibatnya, masyarakat melakukan penarikan besar-besaran dan harga FTX Token (FTT) terus turun secara drastis.

“Bappebti mengambil langkah penghentian tersebut menyusul kejatuhan FTX ke dalam krisis pada 11 November 2022 silam. Saat ini, FTX dalam proses mengajukan status bangkrut di sistem pengadilan Amerika Serikat. Terkait hal itu, banyak nasabah melakukan penarikan dari FTX secara besar-besaran dan menyebabkan harganya turun drastis,” jelas Didid dalam keterangan resminya, Kamis (18/11).

Pengawasan Intens

Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Elon Musk Beri Pandangan Soal Masa Depan Aset Kripto

Lebih lanjut, Didid mengatakan penghentian perdagangan aset kripto Token FTX efektif berlaku pada 14 November 2022. FTX Token (FTT) termasuk salah satu dari 383 aset kripto yang dimuat dalam Peraturan Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto Yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Bappebti akan terus melakukan pengawasan yang intens melalui pengawasan ke para pedagang aset kripto yang memfasilitasi perdagangan FTX Token (FTT). Dengan demikian, setiap Calon Pedagang Fisik Aset Kripto yang memperdagangkan FTX Token wajib memperhatikan, memantau, dan menganalisis perkembangannya untuk memberikan perlindungan bagi nasabah aset kripto.

Pada saat ini, terdapat beberapa pedagang aset kripto terdaftar di Bappebti yang memfasilitasi perdagangan FTX Token. Bappebti mencatat pada Januari-Oktober 2022, transaksi yang terjadi senilai Rp 106,5 milliar dengan total nilai volume transaksi sebesar 193.435 transaksi.

Transaksi FTX Token

Ilustrasi FTX Token (FTT). Foto: Cryptoast.
Ilustrasi FTX Token (FTT). Foto: Cryptoast.

Baca juga: NGOBRAS Season 2: FTX Bangkrut dan Analisis Bottom Harga Kripto

Didid mengungkapkan, pangsa FTX Token di indonesia hanya 0,038% dari total nilai transaksi aset kripto periode Januari-Oktober 2022 tercatat sebesar Rp 279,8 trilliun. Diharapkan pasar Indonesia tetap kondusif, serta masyarakat tidak menarik dana dan aset secara besar-besaran di Indonesia.

“Berdasarkan hasil analisis dan pertimbangan serta demi keamanan, perlindungan kepentingan pelanggan aset kripto di Indonesia, kami merekomendasikan agar perusahaan pedagang fisik aset kripto untuk tidak memfasilitasi perdagangan FTX Token. Diharapkan perusahaan pedagang fisik aset kripto juga melakukan penyelesaian sesuai dengan peraturan perundang-undangan,” pungkas Didid.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bappebti Tinjau Ulang Daftar Aset Kripto Legal di Indonesia

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) akan meninjau ulang daftar aset kripto legal di Indonesia menyusul kondisi FTX Token (FTT) yang mengalami volatilitas tinggi. Nilai FTT runtuh imbas crypto exchange, FTX yang bangkrut akibat krisis likuidasi.

Kepala Biro Pembinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komoditi Bappebti, Tirta Karma Senjaya, mengatakan volatilitas nilai aset kripto adalah bagian dari risiko investasi yang harus selalu dipelajari dan dianalisis setiap nasabah.

Menurutnya investasi aset kripto merupakan instrumen yang sangat volatil atau mudah berubah. Artinya, dapat meraup keuntungan yang besar dalam waktu singkat, namun potensi kerugiannya juga sangat besar (high risk, high return). Nasabah perlu waspada.

“Selain itu, Bappebti akan meninjau ulang daftar aset kripto yang diperdagangkan di pasar fisik aset kripto menyusul kondisi FTX Token saat ini. Diharapkan pedagang fisik aset kripto yang tidak lagi memperdagangkan salah satu jenis aset kripto terdaftar terlebih dahulu menyampaikan pemberitahuan secara tertulis kepada Bappebti,” kata Tirta dalam keterangan resminya, Jumat (18/11).

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Baca juga: Daftar Lengkap 383 Aset Kripto Legal Terdaftar Bappebti di Indonesia

“Permohonan disertakan jumlah nasabah dan jumlah aset kripto yang dimiliki sejak tanggal penghentian serta total nilai aset kripto dalam rupiah.”

Perdagangan FTX Token Dihentikan

Bappebti pun sudah resmi menghentikan perdagangan aset kripto FTX Token. Langkah ini ditempuh setelah FTX mengajukan kebangkrutan ke pengadilan Amerika Serikat. Akibatnya, masyarakat melakukan penarikan besar-besaran dan harga FTT terus turun secara drastis.

Penghentian perdagangan aset kripto FTT dimulai sejak 14 November 2022. FTX Token termasuk salah satu dari 383 aset kripto yang dimuat dalam Peraturan Bappebti Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto Yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Pangsa FTX Token hanya 0,038% dari total nilai transaksi aset kripto di Indonesia periode Januari-Oktober 2022 tercatat sebesar Rp 279,8 trilliun. Diharapkan pasar Indonesia tetap kondusif serta masyarakat tidak menarik dana dan aset secara besar-besaran di Indonesia.

Perlindungan Nasabah

Ilustrasi FTX Token (FTT). Foto: Cryptoast.
Ilustrasi FTX Token (FTT). Foto: Cryptoast.

Baca juga: Bappebti Hentikan Perdagangan Kripto FTX Token (FTT) di Indonesia

Tirta menambahkan, pedagang fisik aset kripto yang tidak lagi memperdagangkan FTX Token wajib melakukan langkah penyelesaian dengan meminta nasabah untuk melikuidasi aset kripto yang dimilikinya. Dengan kata lain, memindahkan aset kripto milik nasabah ke dompet atau wallet nasabah.

Tirta juga mengimbau pedagang fisik aset kripto untuk tetap memprioritaskan perlindungan dana nasabah dan masyarakat untuk memahami terlebih dahulu mekanisme transaksi, potensi keuntungan, dan risiko yang dihadapi.

“Sebelum memutuskan untuk bertransaksi, ketahui terlebih dahulu profil dan legalitas pelaku usaha dan jenis aset kripto yang diperdagangkan. Informasi tersebut dapat diakses dengan mudah melalui tautan https://www.ceklegalitas.bappebti.go.id,” pungkas Tirta.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Presiden El Salvador, Nayib Bukele Beli Satu Bitcoin Setiap Hari

Presiden El Salvador, Nayib Bukele, telah mengumumkan bahwa negaranya akan membeli satu Bitcoin setiap hari mulai Kamis (17/11). Pengumuman itu datang hampir tiga bulan setelah negara itu melakukan pembelian BTC terakhirnya pada Juli 2022.

Strategi dollar-cost-average (DCA) untuk BTC adalah hal biasa di masyarakat atau investor retail, tapi baru untuk sebuah negara. Saat ini, El Salvador memiliki perbendaharaan Bitcoin sebesar 2.381 BTC dengan total investasi $103 juta, nilai investasi BTC-nya turun menjadi $39,4 juta dalam kondisi pasar saat ini.

Bukele telah membuat kebiasaan di masa lalu untuk melakukan pembelian BTC dalam jumlah besar selama masa volatilitas pasar dan membeli penurunan. Namun, dengan munculnya pasar beruang pada kuartal kedua tahun 2022, pembelian BTC awal El Salvador mulai terlihat seperti pertaruhan yang menimbulkan kerugian besar.

Rajin Beli Bitcoin

Presiden El Salvador, Nayib Bukele beli satu Bitcoin setiap hari. Foto: Yuri Cortez / AFP via Getty Images.
Presiden El Salvador, Nayib Bukele beli satu Bitcoin setiap hari. Foto: Yuri Cortez / AFP via Getty Images.

Baca juga: Bappebti Hentikan Perdagangan Kripto FTX Token (FTT) di Indonesia

El Salvador mulai membeli BTC pada September 2021, tepat setelah menjadikannya alat pembayaran yang sah. Pada saat itu, BTC berada di tengah-tengah pasar bullish dan setiap pembelian yang dilakukan oleh negara tersebut tampak menguntungkan karena harganya mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa setiap minggunya.

Menurut catatan publik, El Salvador saat ini memiliki 2.381 BTC dengan harga beli rata-rata US$ 43.357. Dengan demikian, negara tersebut telah menghabiskan hampir US$ 103,23 juta untuk pembelian BTC dan nilai BTC yang sama saat ini berada di US$ 39,4 juta.

Di luar hanya membeli BTC dan menjaga keseimbangannya untuk El Salvador, administrasi Bukele telah mendorong lahirnya acara yang mengumpulkan para pemimpin dunia dari negara-negara di seluruh dunia untuk belajar tentang penawaran adopsi Bitcoin kebebasan finansial.

Strategi Bukele

Ilustrasi El Savador adopsi pembayaran dengan Bitcoin.
Ilustrasi El Savador adopsi pembayaran dengan Bitcoin. Foto: BuyUcoin

Baca juga: Elon Musk Beri Pandangan Soal Masa Depan Aset Kripto

Pengumuman rutinitas pembelian BTC terjadi pada saat aset kripto teratas itu diperdagangkan pada siklus harga terendah baru. Diharapkan strategi DCA ini dapat membantu El Salvador mengimbangi beberapa kerugiannya dalam beberapa bulan mendatang.

Melihat lebih jauh dari kerugian yang ditimbulkan oleh negara kecil tersebut atas pembelian BTC mereka, Bitcoin telah berperan penting dalam membantu mengurangi biaya pengiriman uang lintas batas secara signifikan dan juga memberikan dorongan pada sektor pariwisata.

Cointelegraph melaporkan bahwa BTC diterima di sebagian besar tempat wisata di El Salvador, tetapi aplikasi dan layanan seluler memerlukan penyempurnaan lebih lanjut.

Adopsi BTC El Salvador mungkin tidak terlihat sangat menjanjikan saat ini karena crypto winter yang intens. Namun, melihat sejarah siklus harga Bitcoin, bangsa ini dapat dengan mudah mengimbangi kerugiannya pada siklus bullish berikutnya hanya dengan mempertahankan pembelian BTC-nya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Elon Musk Beri Pandangan Soal Masa Depan Aset Kripto

Elon Musk sudah menjadi salah satu sosok yang erat kaitannya dengan aset kripto. Bahkan ada analogi, apapun yang disampaikan oleh Musk terkait kripto bisa menggerakan market.

Dikutip Bitcoinist, Dogecoin tetap menjadi aset kripto favorit Elon Musk. Keyakinan miliarder itu terhadap koin meme DOGE tampaknya tidak berkurang sejauh ini.

Saat crypto winter berkecamuk, banyak spekulasi tentang proyek Dogecoin apa yang bisa keluar dan lebih kuat. Yang jelas DOGE tetap menjadi aset kripto terbesar di pasar, tetapi CEO Tesla Elon Musk telah menambahkan Dogecoin ke daftar koin yang akan memiliki ‘masa depan’ yang baik.

Elon Musk melompat ke Twitter Space di mana dia membagikan pemikirannya tentang iklim pasar kripto saat ini dan memberikan aset digital yang dia yakini akan bertahan melewatinya. Di ruang yang dihadiri oleh hampir 1 juta orang, Musk menyebut kandidat yang mungkin sebagai Bitcoin dan Ethereum, tetapi menambahkan Dogecoin ke dalam daftar.

Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.

Baca juga: NGOBRAS Season 2: FTX Bangkrut dan Analisis Bottom Harga Kripto

Menurut miliarder itu, sementara musim dingin kripto akan berlangsung lama, ini adalah tiga aset yang dia yakini akan memiliki masa depan. Ini adalah aset yang paling dia yakini karena dia mengatakan tidak yakin tentang orang lain.

“Saya pikir mungkin ada masa depan untuk Bitcoin, Ethereum, dan DOGE. Saya tidak bisa berbicara dengan yang lain,” kata Musk.

“Tetapi jika Anda memiliki salah satu dari ketiganya di cold wallet, dan sebagai gantinya, saya pikir tebakan saya apakah itu berhasil dengan baik.”

Elon Musk Dukung Kripto

Itu juga menegaskan kembali dukungan Musk untuk aset kripto bahkan pada saat ini market telah kehilangan sebagian besar dari nilainya yang tinggi sepanjang masa.

Dukungan Musk untuk Bitcoin, Ethereum, dan Dogecoin telah membantu karena tiga aset digital telah bekerja jauh lebih baik minggu ini. Mereka belum sepenuhnya keluar dari hutan tetapi telah bertahan dengan kuat setelah membentuk dukungan yang baik.

Bitcoin masih diperdagangkan dengan kuat di atas US$ 16.800 sementara Ethereum mampu menahan US$ 1.200 dengan cukup baik. Adapun DOGE, harganya sedang tren di US$ 0,089 pada saat penulisan ini, memungkinkannya untuk mempertahankan tempatnya sebagai mata uang kripto terbesar ke-8 di pasar.

Ilustrasi Elon Musk beli Twiiter
Ilustrasi Elon Musk beli Twiiter. Foto: Jakub Porzycki/NurPhoto via Getty Image.

Baca juga: Binance Siapkan Dana Pemulihan, Bantu Perusahaan Kripto dari Krisis

Komentar Keruntuhan FTX

Kebangkrutan FTX tetap menjadi perhatian semua orang dan Musk juga membagikan pemikirannya tentang hal itu. Musk menegaskan kembali bahwa investor harus menganggap ini sebagai tanda untuk tidak menyimpan kripto mereka di bursa. Sebaliknya, mereka harus menyimpannya di cold wallet.

Mengomentari mantan CEO FTX, Sam Bankman-Fried, Musk mengatakan dia pertama kali mendengar tentang SBF pada April 2022 sehubungan dengan kesepakatan akuisisi Twitter.

“Saya mendapat banyak sekali orang yang memberi tahu saya bahwa dia punya (uang), Anda tahu, sejumlah besar uang yang ingin dia investasikan dalam kesepakatan Twitter,” kata CEO Tesla itu. Namun, Musk akan menolak tawaran SBF untuk berinvestasi dalam kesepakatan Twitter karena menurutnya, CEO FTX telah menetapkan “Bulls**t meter” pada saat itu.



Sumber : news.tokocrypto.com

JPMorgan: Kasus FTX Buka Potensi Regulasi Aset Kripto Dipercepat

Raksasa perbankan, JPMorgan memberikan pandangan tentang keseluruhan drama seputar kejatuhan crypto exchange, FTX. Sam Bankman-Fried dan FTX adalah salah satu pemain kunci di bagian terpusat atau centralized protocol dari industri kripto.

Fried juga bertindak sebagai penyedia likuiditas pilihan terakhir untuk proyek-proyek bermasalah finansial yang serupa dengan Terra. Namun, setelah menghadapi krisis likuiditas dan masalah lainnya, kerajaan FTX kini telah runtuh.

Jatuhnya raksasa itu telah membuat waspada dan mengkhawatirkan regulator global dan investor di seluruh dunia. Analis ekuitas JPMorgan, Steven Alexopoulos, membagikan pemikirannya tentang kejatuhan FTX dan efeknya yang mengalir di seluruh industri.

Penyebab Goncangan Industri

Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

Baca juga: Vitalik Buterin Berbagi Pikiran Tentang Sam Bankman-Fried dan FTX

Alexopoulos menyebutkan bahwa jatuhnya FTX akan terbukti menjadi katalisator yang akan menggerakkan industri aset kripto dua langkah ke depan. JPMorgan juga mengidentifikasi pemain terpusat sebagai akar penyebab keruntuhan baru-baru ini.

Ia menegaskan dari fakta yang ada menemukan bahwa keruntuhan industri kripto baru-baru ini bukan berasal dari protokol terdesentralisasi tetapi dari pemain terpusat.

“Selain itu, sementara berita runtuhnya FTX memberdayakan para skeptis kripto, kami akan menunjukkan bahwa semua keruntuhan baru-baru ini dalam ekosistem kripto berasal dari pemain terpusat dan bukan dari protokol terdesentralisasi,” ungkapnya

Regulasi Kripto

Ilustrasi regulasi aset kripto.
Ilustrasi regulasi aset kripto.

Baca juga: Tokocrypto Prioritaskan Keamanan Nasabah dan Sinergi Strategi Bisnis

JPMorgan menyebutkan dalam sebuah catatan bahwa jatuhnya FTX mengirimkan gelombang kejutan ke seluruh pasar kripto. Raksasa perbankan itu percaya bahwa ini berpotensi membuka jalan bagi regulasi aset kripto yang dipercepat.

Pelaku industri perbankan juga percaya bahwa peristiwa baru-baru ini dapat membangkitkan dan mempercepat peraturan dengan membantu adopsi aset kripto secara institusional.

Sebelumnya, JP Morgan melalui posting di LinkedIn menunjukkan bahwa perusahaan tersebut ingin memasuki peluang pembayaran kripto, Web3, dan Metaverse. Mereka sedang mencari untuk menunjuk pemimpin yang “ingin tahu dan dinamis” yang dapat membimbing perusahaan dengan pengetahuan teknis tentang blockchain.



Sumber : news.tokocrypto.com

BlockFi Diambang Kebangkrutan Setelah FTX Runtuh

Kejatuhan FTX masih menginfeksi sebagian besar dunia aset kripto. Bloomberg telah melaporkan bahwa yang paling terpengaruh baru-baru ini adalah BlockFi. Mereka telah merencanakan pengajuan kebangkrutan yang akan segera terjadi.

Platform pemberi pinjaman kripto, BlockFi, masuk dalam daftar teratas perusahaan yang berpotensi mengikuti kebangkrutan FTX. Kabar ini sudah kencang beredar hampir sepanjang minggu ini.

Tampaknya sekarang hal itu akan membuahkan hasil dengan BlockFi bersiap untuk mengajukan kebangkrutan chapter 11 dalam waktu dekat.

BlockFi dan FTX

Tidak ada yang menyangka BlockFi akan menghadapi krisis terparah sepanjang sejarah aset kripto. Efek domino dari FTX begitu besar. Sebagai salah satu platform crypto exchange paling terkenal di dunia, memiliki ketergantungan dengan beberapa perusahaan mitranya.

Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Jelang Piala Dunia, Cristiano Ronaldo dan Lionel Messi Masuk Dunia NFT

FTX memulai krisis dengan token asli yang anjlok, diakhiri dengan perusahaan yang bangkrut. Karena tawaran akuisisi yang gagal dan laporan penyalahgunaan dana pelanggan menghancurkannya sampai tidak bisa kembali. Selanjutnya, tanpa ada tempat tersisa untuk berbelok, FTX mengajukan kebangkrutan chapter 11.

Sepertinya BlockFi diatur untuk mengikutinya. Paparan mereka yang luas terhadap FTX membawa mereka ke nasib yang sama. Seperti yang dilaporkan Bloomberg bahwa pengajuan kebangkrutan sekarang sudah dekat untuk platform pinjaman kripto.

Belum Terkonfirmasi

Laporan Bloomberg tersebut berasal dari, “orang-orang yang mengetahui masalah ini”, dan mengikuti periode penghentian penarikan klien. Meskipun ini telah menjadi rumor hampir sepanjang hari, BlockFi sejauh ini menolak mengomentari masalah tersebut.

Wall Street Journal sebelumnya telah melaporkan awal pekan ini, soal BlockFi yang menuju kebangkrutan. Selain itu, BlockFi mengaku memiliki banyak transaksi dengan FTX. Penanda lain bahwa runtuhnya FTX merupakan ancaman bagi industri aset kripto.

Sebelumnya ditengah tech winter, BlockFi memangkas sekitar 20% stafnya karena perusahaan memperhitungkan penurunan dramatis dalam aset kripto dan meningkatnya kekhawatiran tentang melemahnya ekonomi.

Baca juga: Pendiri Chiliz Alokasikan 38 Juta CHZ Bantu Pengguna FTX Terdampak



Sumber : news.tokocrypto.com

Trust Wallet Token Melonjak 80% ke Rekor Terbaru, Apa Penyebabnya?

Trust Wallet Token (TWT) berhasil mencapai rekor baru dalam pergerakannya di market kripto. Terpantau di CoinMarketCap pada Senin (14/11) pukul 12.00 WIB, TWT berhasil melonjak 26,63% dalam 24 jam terakhir di level harga US$ 2,11. Apa penyebab kenaikan ini?

Dilaporkan CoinDesk, pendorong utama harga Trust Wallet Token adalah CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao, yang meminta anggota komunitas kripto untuk mengambil kendali pribadi atas aset digital mereka menggunakan Trust Wallet. Ini yang mengirimkan token asli aplikasi, TWT, ke rekor tertinggi.

“Penahanan diri adalah hak asasi manusia yang mendasar,” tweet Zhao. “Anda bebas melakukannya kapan saja. Pastikan Anda melakukannya dengan benar.”

Baca juga: Tokocrypto Prioritaskan Keamanan Nasabah dan Sinergi Strategi Bisnis

Trust Wallet dan Binance

Dorongan Zhao itu datang ketika investor memikirkan kembali bagaimana menjaga aset mereka tetap aman setelah keruntuhan crypto exchange, FTX dan peretasan berikutnya yang menguras koin senilai US$ 600 juta dari wallet-nya.

Diakuisisi oleh Binance pada tahun 2018, Trust Wallet adalah hot wallet terdesentralisasi yang memfasilitasi penyimpanan mata uang kripto dan token yang tidak dapat dipertukarkan. Ini kompatibel dengan beberapa blockchain.

Trust Wallet Token (TWT) adalah token resmi platform ini, yang memungkinkan pemegang untuk berpartisipasi dalam pengambilan keputusan terkait fitur dan pembaruan aplikasi. Token telah melonjak 80% dalam 24 jam terakhir ke rekor US$ 2,3, menurut sumber data Messari.

“Anda belum membeli Bitcoin sampai menerimanya di dompet tempat Anda mengontrol kunci pribadinya,” kata Blockware Solutions. “Penanganan dana pengguna yang berulang dan sembrono melalui pertukaran adalah bukti bahwa Anda tidak dapat mempercayai bahwa institusi ini benar-benar memiliki Bitcoin yang Anda beli.”

Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.
Ilustrasi dompet kripto, Trust Wallet. Foto: Trust Wallet.

Baca juga: Kelas Kripto: Trust Wallet Vs MetaMask, Mana Lebih Baik?

Apa Itu Trust Wallet?

Trust Wallet telah menjadi dompet terdesentralisasi resmi dari exchange kripto, Binance sejak diakuisisi pada November 2017. Trust Wallet secara luas dianggap sebagai dompet yang ramah pengguna, aman, dan mudah digunakan. Ini mendukung lebih dari 4,5 juta jenis aset kripto di lebih dari 65 jaringan blockchain.

Trust Wallet menyediakan lebih banyak fitur daripada sekadar menyimpan aset kripto pengguna. Anda dapat dengan mudah mengakses lebih dari 60 jaringan blockchain, seperti Ethereum dan Polygon dan menggunakan aplikasi terdesentralisasi (dapps) yang populer.

Platform dapps-nya bertindak sebagai jembatan sehingga pengguna bisa mendapatkan akses ke Decentralized Exchange (DEX) populer seperti PancakeSwap dan SushiSwap. Pengguna juga dapat membeli, menukar, dan staking kripto di dalam Trust Wallet.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

NGOBRAS Season 2: FTX Bangkrut dan Analisis Bottom Harga Kripto

Krisis yang dialami oleh platform crypto exchange, FTX yang berujung bangkrut menjadi perhatian market sepekan terakhir. Peristiwa ini membuat banyak trader kripto kegocek, karena volatilitas yang tinggi dengan naik-turunnya harga kripto.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar membagikan cerita dan analisisnya tentang market yang kegocek dengan adanya krisis yang dialami oleh FTX yang bangkrut. Bagi kamu yang penasaran bisa langsung aja simak video terbaru dari NGOBRAS Season 2: Episode 5 ini.

“Kayanya kalo ditanya rugi, hampir semua trader spot mungkin mengalami kerugian minggu ini ya. Minggu yang berat buat kita semua. Minggu berdarah-darah, tetap ambil sisi positifnya. Kita analisa bottom-nya, mudah-mudahan bisa dapatkan cuan di kemudian hari,” kata Afid.

bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Foto: Getty Images.

Baca juga: Binance Siapkan Dana Pemulihan, Bantu Perusahaan Kripto dari Krisis

Afid dan Rian juga bahas berita ter-update lainnya seputar dunia kripto dan blockchain. Perlu diketahui, kabar-kabar ini bisa menjadi sentimen pendorong dari pergerakan market kripto selama sepekan belakang.

Tak lupa juga ada watchlist token/koin yang bisa menjadi pegangan investor maupun trader yang diproyeksikan mendapatkan cuan. Namun, sekali lagi perlu riset mendalam juga tentang token atau koin yang disampaikan dalam video tersebut.

Penasaran? Yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=VhQAipVfbl8



Sumber : news.tokocrypto.com