Tag Archives: kripto

Binance Siapkan Dana Pemulihan, Bantu Perusahaan Kripto dari Krisis

Binance mengambil inisiatif untuk menyiapkan dana pemulihan yang diperuntukan untuk bantu perusahaan kripto dari krisis likuidasi. CEO Binance, Changpeng Zhao, mengatakan bahwa dana ini disiapkan khusus untuk membantu membangun kembali industri.

CZ menjelaskan bahwa rincian lebih lanjut akan diumumkan dalam beberapa hari mendatang, dan mengatakan bahwa dana tersebut terbuka untuk investor bersama industri.

“Untuk mengurangi efek negatif FTX lebih lanjut, Binance membentuk dana pemulihan industri, untuk membantu proyek-proyek yang kuat, tetapi dalam krisis likuiditas. Detail lebih lanjut akan segera hadir. Sementara itu, silakan hubungi Binance Labs jika Anda merasa memenuhi syarat,” tulis tweet CZ.

Baca juga: Tokocrypto Prioritaskan Keamanan Nasabah dan Sinergi Strategi Bisnis

Banyak Diminati Investor

Pendiri Tron, Justin Sun, mengatakan bahwa Tron, Huobi Global, dan Poloniex akan mendukung Binance dalam inisiatifnya. Huobi Global juga mengkonfirmasi hal ini dalam sebuah tweet.

Pengumuman ini datang sebulan setelah Binance Pool mengatakan telah memberikan US$ 500 juta dalam bentuk fasilitas pinjaman untuk penambang bitcoin yang kesulitan.

Token BNB Binance naik 3% karena berita tersebut. Bitcoin dan Ether juga sama-sama naik 4% setelah pengumuman dikeluarkan.

Tanggung Jawab Bersama

CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao. Foto: Binance.
CEO Binance, Changpeng “CZ” Zhao. Foto: Binance.

Baca juga: Trust Wallet Token Melonjak 80% ke Rekor Terbaru, Apa Penyebabnya?

Dalam sambutan yang dibuat Senin (14/11) di KTT B20 di Indonesia, CZ mengatakan dia ingin industri, serta regulator, bertanggung jawab untuk membersihkan tindakannya.

“Kami akan mencoba mengumpulkan pemain industri lainnya bersama-sama untuk membentuk asosiasi industri secara global, dan mencoba untuk menangani beberapa standar umum dalam bisnis,” kata CZ, mengutip peristiwa pasar kripto baru-baru ini sebagai alasan inisiatif tersebut terjadi. “secepatnya.”

Industri kripto sudah memiliki sejumlah asosiasi global termasuk Asosiasi Blockchain di AS. Di Indonesia, ada pula Asosiasi Blockchain Indonesia (A-B-I) dan Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (ASPAKRINDO).





Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Prioritaskan Keamanan Nasabah dan Sinergi Strategi Bisnis

Industri aset kripto global tengah bergejolak. Krisis yang dihadapi oleh salah satu platform crypto exchange global berbuah sentimen negatif. Oleh karena itu, Tokocrypto tetap prioritaskan keamanan nasabah.

Peristiwa tersebut pun menciptakan trust issue terhadap business plan dan sistem keamanan aset investor yang ada di platform centralized exchange. Kondisi ini menjadi perhatian bersama para pelaku industri aset kripto di Indonesia untuk memastikan kondisi tersebut tidak akan terjadi.

CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, mengatakan Tokocrypto sebagai pedagang fisik aset kripto yang terdaftar di Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) akan terus meningkatkan keamanan aset investor. Tokocrypto tetap menjalani operasional dengan normal dan tidak memiliki afiliasi, serta eksposur dengan platform crypto exchange yang mengalami krisis tersebut.

“Kami memahami penurunan nilai di pasar aset kripto menimbulkan kekhawatiran bagi investor dan dirasakan dampaknya di seluruh dunia. Namun, kami memastikan bahwa keseluruhan dana nasabah aman dan Tokocrypto akan selalu menaati regulasi yang ditetapkan pemerintah terkait penyimpanan aset kripto nasabah,” kata Kai.

Keamanan dan Kenyamanan Transaksi Nasabah

Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
Ilustrasi aplikasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: BREAKING: FTX Ajukan Bangkrut, CEO Sam Bankman-Fried Mundur

Kai menegaskan keamanan dan kenyamanan transaksi nasabah adalah komitmen utama perusahaan. Tokocrypto akan terus memberikan pelayanan optimal kepada setiap nasabah dalam menjalankan perdagangan aset kripto. “Diimbau setiap nasabah untuk lebih berhati-hati dan tetap melakukan riset atas setiap keputusan investasi aset kripto yang diambil.”

Dalam menjalankan operasional perusahaan, Tokocrypto senantiasa mengikuti ketentuan dari Bappebti Kementerian Perdagangan selaku lembaga yang mengawasi dan mengatur perdagangan aset kripto. Bappebti telah mengamanahkan kepada semua pedagang fisik aset kripto yang terdaftar resmi untuk memisahkan rekening dana yang dimiliki nasabah dengan rekening dana operasional milik perusahaan untuk menjaga likuiditas. 

“Kami selalu menjalankan prinsip utama dari Bappebti agar dapat menjalankan operasional bisnis dengan baik dan tetap memprioritaskan keamanan investor. Tokocrypto pun saat ini sudah memenuhi syarat penyertaan modal lebih dari yang ditentukan oleh Bappebti. Modal yang besar bisa membuat bisnis lebih stabil dan memiliki rencana jangka panjang,” jelas Kai.

Bisnis yang Berkelanjutan

Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

Menurut Kai, kondisi industri kripto yang pasang surut merupakan hal yang biasa dalam dunia finansial dan investasi. Oleh karena itu untuk menghadapinya, Tokocrypto tetap akan fokus pada strategi bisnis jangka panjang.

“Tokocrypto saat ini sudah melakukan optimalisasi bisnis jangka panjang dengan fokus pada model bisnis crypto exchange dan mengembangkan ekosistem blockchain. Harapannya bisnis akan lebih stabil dan pertumbuhan bisa terjadi dengan rencana yang berkelanjutan,” ungkapnya.

Investasi aset kripto terus alami pertumbuhan di Indonesia. Adapun jumlah investor kripto terdaftar hingga September 2022 mencapai 16,3 juta pelanggan dengan rata-rata peningkatan jumlah pelanggan terdaftar sekitar 692 ribu setiap bulannya. Nilai transaksi aset kripto selama Januari-September 2022 baru mencapai Rp 266,9 triliun atau turun 57,8% dibandingkan periode sama pada 2021. 

“Kami percaya aset kripto dan blockchain masih berada di masa pertumbuhan, adopsinya menyerupai pertumbuhan internet di awal kemunculannya. Tahap ini memerlukan waktu yang panjang untuk adopsi masal,” pungkas Kai.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa: Data Inflasi AS Selamatkan Market Kripto di Tengah Krisis FTX

Performa market kripto sepekan ini tampak seperti roller coaster. Investor seakan-akan dibuat tak berdaya dengan gejolak volatilitas yang terjadi di market akhir-akhir ini. Namun, ada angin segar dari data inflasi AS Oktober 2022.

Menjelang akhir pekan, investor dibuat sedikit ‘bernafas’ karena market menunjukan pertumbuhan nilai. Sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap berada zona hijau pada perdagangan Jumat (11/11) pukul 12.00 WIB. 

Misalnya saja, dari pantauan CoinMarketCap, nilai Bitcoin berada di harga US$ 17.042, naik 4,10% selama 24 jam terakhir dan turun 16,16% sepekan belakang. Ethereum (ETH) ikut melonjak 6,03% ke US$ 1.237 sehari terakhir dan turun juga 19,99% seminggu belakang.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan market kripto dan saham tengah mengalami reli sejak hari Jumat dini hari, setelah laporan Consumer Price Index (CPI) bulan Oktober menunjukkan bahwa inflasi AS akhirnya mungkin mulai mendingin.

Data inflasi AS buat market Bitcoin dan Ethereum naik. Foto: Reuters.
Data inflasi AS buat market Bitcoin dan Ethereum naik. Foto: Reuters.

Baca juga: Sam Bankman-Fried, CEO FTX Kehilangan 94% Kekayaan dalam Sehari

Laporan terbaru dari Biro Statistik Tenaga Kerja AS menemukan bahwa indeks harga konsumen naik 7,7% selama 12 bulan terakhir. Meskipun, jauh di atas target inflasi The Fed sebesar 2%, ini merupakan langkah positif karena turun dari angka 8,2% pada bulan September.

“Kenaikan ini menjadi sedikit angin segar bagi investor dan trader, melihat harga kripto yang terus jatuh dihantam oleh krisis FTX pada pekan ini. Meskipun, beberapa orang menyamakan Bitcoin dan kripto lainnya dengan lindung nilai inflasi, pasar aset digital sangat berkorelasi dengan saham selama dua tahun terakhir,” kata Afid.

Reli Singkat

Menurut Afid, selama beberapa hari ke depan, investor tampaknya masih memanfaatkan momentum lunturnya inflasi AS Oktober untuk melakukan price actions di pasar kripto. Maklum, inflasi yang melandai bisa membuat The Fed untuk mempertimbangkan pelonggaran kebijakan moneternya. Hal itu tentu bisa menjadi sentimen positif bagi pergerakan aset berisiko, salah satunya aset kripto.

“Tingkat inflasi yang menurun dapat menyebabkan orang berinvestasi lebih banyak dalam aset digital, karena dolar AS atau Euro yang mereka tempatkan di rekening tabungan sebenarnya kehilangan nilai dari waktu ke waktu. Nilai indeks dolar AS (DXY) pun masih terpantau menurun,” terangnya.

Ilustrasi market kripto bullish.
Ilustrasi market kripto bullish.

Baca juga: Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

Total market cap kripto juga naik sebesar 11,63%, ditutup pada level US$ 841,574 Miliar, dengan level tertinggi berada pada US$ 870,101 Miliar. Namun, meskipun angin segar berhembus pada 24 jam terakhir, Fear and Greed Index Bitcoin masih berada pada kategori Extreme Fear, ditutup pada level 25.

Dari analisis teknikal, Bitcoin masih terus mencoba untuk bergerak naik untuk mencapai level resistance terdekatnya di level US$ 17.601. Jika BTC berhasil breakout, maka level US$ 18.510 menjadi target naik selanjutya.

Namun, perlu diperhatikan penurunan tajam (dump) yang berlangsung selama dua hari beruntun membuat titik support baru BTC kini berada di level US$ 16.019. Diharapkan nantinya harga Bitcoin berhasil pullback setelah penurunan menyentuh titik tersebut.

Market Belum Stabil

Belum selesainya krisis yang dialami FTX bisa membuat market kripto tidak stabli dalam jangka pendek. Kekhawatiran keruntuhan Terra (LUNA) beserta stablecoin Terra USD (UST) pada bulan Mei lalu masih membayangi investor karena menyebabkan kerugian mendalam.

“Ekosistem kripto kembali lagi sedang diuji. Efek domino ke market diprediksi akan sama seperti kasus-kasus sebelumnya yang dialami Celsius, Blockfi, Voyager ataupun Terra. Market akan terpukul keras, karena faktor kepanikan,” ungkap Afid.

Sementara itu, selera investor terhadap market kripto kemungkinan akan tetap teredam untuk melihat arah yang lebih jelas dari penyelesaian yang dialami platform exchange tersebut.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Gonjang-ganjing, Saat yang Tepatkah untuk Nabung Kripto?

Market kripto tengah gonjang-ganjing dan secara keseluruhan sedang dalam tekanan. Namun, masih ada peluang keuntungan jangka panjang dengan strategi nabung kripto.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan salah satu faktor utama yang menyebabkan market tertekan kali ini dipengaruhi oleh drama yang melibatkan platform exchange, FTX.

Kasus tersebut membuat efek domino yang menyebabkan nilai sejumlah kripto menurun signifikan. Total likuidasi market kripto capai US$ 880 juta dalam 24 jam terakhir dan market cap anjlok ke level US$ 800 triliun.

“Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan harga didorong oleh krisis modal FTX, ditambah dengan ketakutan investor dari kebangkrutan atas gagalnya akuisisi. Kejadian ini tentu saja memberikan pukulan keras bagi para trader yang mengharapkan kondisi pasar kripto akan pulih. Pasalnya, di pekan lalu, pasar kripto sempat terlihat sedikit membaik,” kata Afid.

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Binance Batal Akuisisi FTX: Masalah Keuangan Sulit Diatasi

Afid menjelaskan kemungkinan besar selera investor terhadap market kripto akan tetap teredam, dan masih mempertimbangkan untuk menunggu data inflasi AS yang akan rilis Kamis (10/11) malam dan kasus FTX menjadi lebih jelas.

“Walaupun tetap fokus pada kasus FTX, sentimen positif yang bisa menggerakan market bisa datang dari hasil sementara pemilu sela AS. Saat ini dilaporkan sejumlah anggota parlemen pro-kripto telah memenangkan kursi mereka. Sehingga regulasi yang ramah kripto bisa terwujud di AS,” terangnya.

Waktu Tepat Nabung Kripto

Di saat market kripto yang tengah gonjang-ganjing, VP Growth Tokocrypto, Cenmi Mulyanto, menjelaskan masih ada strategi yang bisa dijalankan untuk tetap menciptakan peluang keuntungan di masa depan. Menurutnya dengan konsep nabung kripto di saat market anjlok akan mendapatkan keuntungan membeli aset dengan harga bawah atau ‘diskon.’

“Ketika market anjlok, pergerakan aset kripto cenderung sulit diprediksi. Banyak investor setuju bahwa jalan terbaik ke depan adalah dengan mengadopsi strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan Buy The Dip di mana membeli sejumlah aset kripto di saat pasar mengalami koreksi bearish yang signifikan. Konsep ini bisa disebut sebagai nabung kripto,” terang Cenmi.

Ilustrasi menabung kripto.
Ilustrasi menabung kripto.

Baca juga: Sam Bankman-Fried, CEO FTX Kehilangan 94% Kekayaan dalam Sehari

Menurut Cenmi, hal yang paling penting untuk dipahami adalah ketika market anjlok bukanlah akhir dari segalanya. Kabar baiknya, setidaknya secara historis, penurunan kripto akan selalu diikuti oleh kenaikan kuat yang membuat Bitcoin dan berbagai altcoin lain bisa mencapai kenaikan harga.

Pastikan Riset

Walaupun dengan terjadi penurunan harga atau ‘diskon,’ investor harus selalu melakukan riset dan tidak terbuai dengan iming-iming keuntungan yang cepat. Pelajari kembali berbagai jenis aset kripto yang saat ini tersedia di market atau mencari lebih banyak strategi investasi untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.

“Jadi, pastikan investor lakukan analisis mengapa harga turun, dan gali lebih dalam alasannya. Jangan fokus pada jenis-jenis kripto tertentu saja. Strategi nabung kripto bisa jadi peluang keuntungan di market,” ujar Cenmi.

Dari analisis teknikal, Bitcoin terlihat sempat menurun di rentang harga US$ 15.000, lalu kembali berusaha untuk rebound ke US$ 16.700. Ada upaya dari investor untuk membuat level support BTC di harga US$ 15.000 tidak jebol.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sam Bankman-Fried, CEO FTX Kehilangan 94% Kekayaan dalam Sehari

Sam Bankman-Fried menjadi sosok yang paling sering dibahas belakangan ini di industri aset kripto. Ia adalah pengusaha kripto yang dikenal sebagai Founder dan CEO FTX, salah satu kripto exchange terbesar di dunia.

Bankman-Fried, yang dikenal luas sebagai SBF juga dikenal sebagai milioner muda dengan perkiraan kekayaan lebih dari US$ 15 miliar, menurut Bloomberg Billionaire Index. Namun, belakangan ia diprediksei kehilangan 94% kekayaannya dalam sehari, setelah runtuhnya FTX akibat kesulitan likuidasi.

Di tengah krisis kasus FTX, Bloomberg melaporkan bahwa kekayaan bersih SBF anjlok menjadi US$ 991,5 juta. Sebelum FTX mengalami krisis, SBF diperkirakan memiliki kekayaan bersih sekitar US$ 15,2 miliar, artinya, ia kehilangan U$ 14,6 miliar (Rp 228,2 triliun) dalam semalam.

Siapa Sam Bankman-Fried?

Setelah lulus dengan gelar di bidang fisika dari Massachusetts Institute of Technology (MIT), Bankman-Fried memulai karirnya sebagai arbitrage trader di Jane Street Capital.

Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.
Sam Bankman-Fried, CEO FTX. Foto: FTX.

Baca juga: Binance Batal Akuisisi FTX: Masalah Keuangan Sulit Diatasi

Pada tahun 2017, tiga tahun setelah bergabung dengan Jane Street, ia bertemu dengan aset kripto dan mulai menerapkan spesialisasi arbitrasenya di pasar. Secara khusus, dia mulai membeli Bitcoin di AS dan menjualnya di Jepang, mendapat untung hingga 10% karena perbedaan harga.

Belakangan tahun itu, Bankman-Fried mendirikan perusahaan perdagangan kripto miliknya sendiri, Alameda Research.

Deskripsi Crunchbase-nya berbunyi: “Alameda Research adalah perusahaan perdagangan aset kripto kuantitatif yang menyediakan likuiditas di pasar aset kripto dan aset digital.”

Anak Emas di Industri Kripto

Bankman-Fried kemudian mulai membangun kerajaan kripto-nya dengan exchange FTX, yang meluncur pada Mei 2019. Itu diposisikan sebagai pertukaran yang dibangun oleh trader, untuk trader.

Exchange FTX akhirnya menjadi bagian arsitektur yang berpengaruh di dunia kripto. Pada Mei 2022, ia menyalip Coinbase (COIN) dan OKX dengan volume perdagangan pasar spot sebesar US$ 89 miliar

FTX bahkan sempat menduduki peringkat kedua terbesar di belakang Binance, sebagai platform pertukaran spot dan derivatif terbesar menurut CoinMarketCap.

Bankman-Fried terus meningkatkan reputasinya selama crypto winter ini. Setelah memberikan dukungan kepada perusahaan yang kesulitan seperti perusahaan pemberi pinjaman, Blockfi, sehingga ia digambarkan sebagai “crypto Pierpont Morgan.”

Kejatuhan FTX

Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.
Crypto exchange, FTX. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Vitalik Buterin Ungkap Roadmap Baru Ethereum Setelah The Merge

Tapi semuanya gagal untuk Bankman-Fried minggu ini. Kesehatan keuangan Alameda Research dipertanyakan setelah diketahui menggunakan token FTT yang merupakan native crypto dari FTX sebagai jaminan.

CEO Binance, Changpeng Zhao, kemudian mengungkapkan bahwa perusahaan exchange-nya memutuskan untuk menjual kepemilikan FTT. Migrasi pelanggan menarik kripto mereka dari FTX diikuti, yang melihat pertukaran mengalami masalah likuiditas.

Binance kemudian mengumumkan pada hari Selasa 8 November bahwa mereka mengakuisisi pertukaran FTX karena berencana untuk menyelesaikan krisis likuiditasnya. Namun, belakangan gagal dan Binance tidak membuat kesepakatan baru.

FTX memberi tahu para investornya ada kemungkinan kebangkrutan tanpa dana segar untuk mengatasi masalah keuangan perusahaan. Bankman-Fried telah mengatakan kepada para investor bahwa mereka menghadapi kekurangan likuidasi hingga US$ 8 miliar.



Sumber : news.tokocrypto.com

Vitalik Buterin Ungkap Roadmap Baru Ethereum Setelah The Merge

Vitalik Buterin, telah menambahkan tahapan baru ke roadmap teknis Ethereum. Salah satu pendiri Ethereum itu berujar tujuan roadmap baru ini untuk meningkatkan ketahanan sensor dan desentralisasi jaringan Ethereum.

Rencana pembaruan jaringan Ethereum diungkapkan oleh Buterin dalam posting Twitter hari Sabtu (5/11), yang memperkenalkan bagian yang disebut The Scourge dalam roadmap enam tahapan yang sekarang diperluas.

Roadmap teknis yang diperbarui sekarang memasukkan The Scourge sebagai tahapan baru, dan disertai dengan segmen lain yang dikenal sebelumnya — The Merge, The Surge, The Verge, The Purge, dan The Splurge.

Tujuan Roadmap Baru

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Harga Chiliz (CHZ) Melonjak 34% dalam Seminggu, Pola Bullish?

Menurut roadmap Ethereum, tujuan The Scourge adalah untuk “memastikan penyertaan transaksi yang andal dan dapat dipercaya netral dan untuk menghindari sentralisasi dan risiko protokol lainnya dari MEV (Miner Extractable Value).”

Seruan salah satu pendiri Ethereum untuk lapisan konsensus yang lebih “netral” muncul karena para penambang diketahui mengeksploitasi transaksi di jaringan Ethereum untuk kepentingan mereka.

Buterin sebelumnya menggambarkan mekanisme netral yang kredibel sebagai satu, yang “tidak mendiskriminasi atau melawan orang tertentu.”

MEV terjadi ketika penambang menjalankan peserta lain di jaringan dengan memutuskan transaksi mana yang akan ditempatkan di blok dan dalam urutan apa.

Ini memungkinkan penambang untuk menduplikasi semua transaksi yang menang dari mengumpulkan dan mengeksekusi transaksi mereka di depan pencari arbitrase atau siapa pun yang mencoba menghasilkan keuntungan.

Akibatnya, Ethereum telah dikaitkan dengan tingkat sentralisasi dan sensor yang lebih tinggi setelah transisinya ke proof-of-stake (PoS).

Detail Rahasia

Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi The Merge Ethereum. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Analisa: Market Kripto Anjlok Imbas Aksi Binance Akuisisi FTX

Sementara rincian lengkap The Scourge belum diungkapkan, Buterin baru-baru ini mengusulkan solusi “Partial Block Auction” di mana pembuat blok hanya diberikan hak untuk memutuskan beberapa konten blok.

Proposal lain untuk memerangi penyensoran pada lapisan konsensus telah diajukan — seperti solusi Single Unifying Auctions for Value Expression (SUAVE) perusahaan penelitian dan pengembangan Ethereum Flashbots.

Buterin juga mengkonfirmasi pembaruan ke The Verge – yang sekarang akan melibatkan integrasi teknologi Succinct Non-Interactive Argument of Knowledge (SNARK) ke Ethereum.

Penambahan SNARK akan menambahkan fitur perlindungan privasi yang sangat dibutuhkan ke jaringan Ethereum sambil tetap memungkinkan transaksi anonim dapat dilacak.

Buterin juga mencatat bahwa “peran yang lebih eksplisit untuk pembuktian kuantum” akan diimplementasikan pada berbagai tahap peta jalan Ethereum sebagai komponen penting dari protokol “permainan akhir”.



Sumber : news.tokocrypto.com

NGOBRAS Season 2: Harga MATIC Reli hingga Likuidasi Token FTT

Polygon (MATIC) menjadi salah satu aset kripto yang menjadi perhatian minggu ini. MATIC dalam dua hari terakhir, harga terpantau telah melonjak lebih dari 30%. Apa penyebabnya?

Selain itu, minggu ini juga ramai soal likuidasi besar-besaran token FTT yang dilakukan oleh Binance. Tindakan ini membuat hubungan Binance dan FTX, pengembang dari token FTT menjadi memanas.

Bagi kamu yang penasaran dengan dua topik itu, simak video terbaru dari NGOBRAS Season 2: Episode 4 ini yang seperti biasa dipadu oleh Trader Tokocrypto, Afid Sugiono dan Adriansah dari TokoScholar.

Baca juga: NGOBRAS Season 2: Dampak Elon Musk Akuisisi Twitter ke Market Kripto

Selain itu, mereka berdua juga bahas berita terupdate lainnya seputar dunia kripto dan blockchain. Perlu diketahui, kabar-kabar ini bisa menjadi sentimen pendorong dari pergerakan market kripto selama sepekan belakang.

Tak lupa juga ada watch list token/koin yang bisa menjadi pegangan investor maupun trader yang diproyeksikan mendapatkan cuan. Namun, sekali lagi perlu riset mendalam juga tentang token atau koin yang disampaikan dalam video tersebut.

Penasaran? Yuk simak video lengkapnya di bawah ini.

https://www.youtube.com/watch?v=ZnpHetLt8N0



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Chiliz (CHZ) Melonjak 34% dalam Seminggu, Pola Bullish?

Harga token kripto asli Chiliz (CHZ) dilaporkan telah melonjak lebih dari 34% dalam seminggu, mencapai tertinggi intraday US$ 0,29 pada 6 November dari terendah 31 Oktober di US$ 0,216.

Token menguat setelah harga Chiliz membentuk pola bullish yang disebut inverse head-and-shoulders (IH&S).

Secara rinci, pola inverse head-and-shoulders mencakup tiga bagian bawah yang berurutan – shoulders dan head di antaranya. Ketiga dips terhubung melalui Neckline bersama. Saat formasi berlanjut, aksi harga membentuk tiga penurunan dan kembali ke garis neckline.

Selain itu, polanya memprediksi lonjakan jika token menaklukkan garis neckline. Bull CHZ dapat mengharapkan pengembalian setinggi 210%, membawa nilai tukar CHZ/USD ke US$ 0,901. Harga CHZ saat ini berada di dekat garis leher pola tersebut.

Penembusan dan penahanan di atas garis tren kemungkinan akan menarik pembeli ke pasar, membantu harga CHZ naik lebih tinggi.

Overbought RSI

Harga Chiliz (CHZ) membentuk pola bullish yang disebut Inverse Head and Shoulders. Sumber: Tradingview.com.
Harga Chiliz (CHZ) membentuk pola bullish yang disebut Inverse Head and Shoulders. Sumber: Tradingview.com.

Baca juga: Pasokan Polygon (MATIC) di Bursa Turun Saat Harga Meroket, Kenapa?

Sementara itu dilaporkan Coinchapter, relative strength index (RSI) CHZ telah menjadi overbought, dengan nilai 78,21 pada grafik harian. Trader menganggap level RSI overbought sebagai awal dari pembalikan tren mendatang yang menguntungkan bear. Akibatnya, fenomena tersebut sering menjadi sinyal jual untuk suatu aset.

Jika RSI overbought memicu aksi jual, harga CHZ bisa jatuh ke resistance yang berubah menjadi support di dekat US$ 0,275. Tingkat harga sebelumnya bertindak sebagai resistensi untuk token sejak Agustus tahun ini. Penembusan di bawah support langsung dapat mendorong harga Chiliz jatuh ke support dekat US$ 0,25 sebelum pulih.

Sebaliknya, jika uptrend berlanjut dan harga CHZ menembus di atas pola IH&S, harga Chiliz bisa naik ke resistance di dekat US$ 0,302. Penembusan dan penahanan di atas resistensi langsung dapat membuat harga CHZ naik ke US$ 0,34 sebelum koreksi turun mengurangi kenaikan.

Piala Dunia Bantu Lonjakan Harga CHZ

Fan Token ARG dari Timnas Argentina yang dibuat oleh Socios.com pengembang Chiliz (CHZ). Sumber: Socios.com.
Fan Token ARG dari Timnas Argentina yang dibuat oleh Socios.com pengembang Chiliz (CHZ). Sumber: Socios.com.

Baca juga: Ramai Binance Vs FTX Picu Lukidasi, Harga Kripto FTT Bergerak Turun

Harga Chiliz mungkin mengambil isyarat bullish dari Piala Dunia 2022 di Qatar mendatang. Platform mengorientasikan dirinya sebagai token penggemar dengan target audiens penggemar olahraga. Piala Dunia 2022 dimulai pada bulan November telah menjadi salah satu bahan bakar terkuat untuk pertumbuhan harga CHZ.

Token CHZ membantu pengguna berpartisipasi dalam kehidupan tim olahraga favorit mereka, memberikan aliran pendapatan tambahan kepada perusahaan yang mendukung tim. Oleh karena itu, bahkan jika harga CHZ turun karena RSI yang overbought, token memiliki bullish kuat yang datang dari piala dunia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Google Jadi Validator Jaringan Blockchain Solana

Google menjalin kemitraan strategis dengan Solana. Kerja sama ini akan membuat layanan Google Cloud menjalankan validator di jaringan blockchain Solana, dan akan segera menambahkan fitur yang ditujukan untuk menyambut pengembang Solana.

Selain membawa dukungan Blockchain Node Engine ke Solana, Google Cloud akan mengindeks blockchain Solana dan membawa data ke BigQuery tahun 2023 mendatang. Tujuannya adalah untuk memudahkan ekosistem pengembang Solana untuk mengakses data historis.

“Kami ingin menjalankan node Solana dengan satu klik dengan cara yang hemat biaya,” kata manajer produk Google Web3 Nalin Mittal pada Solana’s Breakpoint conference di Lisbon pada Sabtu (4/11).

Pujian Solana

Nalin Mittal, Web3 Lead at Google Cloud. Foto: Solana.
Nalin Mittal, Web3 Lead at Google Cloud. Foto: Solana.

Baca juga: CEO Binance Terbuka untuk Bergabung dengan Dewan Twitter

Di atas panggung Breakpoint, pendiri Solana, Anatoly Yakovenko, memuji peningkatan yang cukup besar dari Google dalam menambahkan Solana ke BigQuery.

Ketika ditanya di mana Google dapat membantu dengan masalah rekayasa data, Yakovenko mengutip membangun SDK yang lebih baik untuk membantu mempercepat pengembangan aplikasi, dan mengatasi masalah yang belum terpecahkan dalam menyimpan frase bseed.

“Ada banyak penelitian yang dilakukan untuk menyimpan rahasia secara efektif dengan cara yang bahkan tidak diketahui oleh Google, dan Anda memiliki sebagian pemulihan kunci antara pengguna dan penyedia layanan seperti Google yang dapat memverifikasi identitas Anda,” jelas Yakovenko dikutip Decrypt.

Harga Token Solana Naik

Harga Solana Meningkat 400%
Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

Baca juga: Dua Misteri Terbesar dalam Sejarah Aset Kripto

Token solana (SOL) asli Solana melonjak nilainya pada pengumuman dan SOL naik 7,8% lebih tinggi terhadap dolar AS minggu ini. SOL bahkan sempat naik 12% sekitar US$ 36,80 pada saat publikasi kerja sama tersebut.

Tak bertahan lama pada Senin (7/11) pukul 11.00 WIB di pantau dari situs CoinMarketCap, nilai SOL kembali turun sekitar 9,94% di harga US$ 32,47. Penurunan ini imbas dari market kripto yang secara keseluruhan sedang turun.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Siap Kolaborasi Tekan Pelanggaran Perdagangan Aset Kripto

Tokocrypto siap berkolaborasi dengan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) untuk menekanpenghimpunan dana masyarakat berkedok perdagangan aset kripto, seperti MLM (Multi-level marketing) atau skema ponzi. Tindakan perdagangan yang melanggar akan merusak pertumbuhan industri.

Government Relation Manager Tokocrypto, Albert Endi Hartanto, mengatakan Tokocrypto selalu mendukung upaya regulator dalah hal ini Bappebti untuk mengambil tindakan tegas terhadap perdagangan aset kripto berkedok MLM dengan skema member get member. Aktivitas tersebut bisa merugikan platform Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) yang terdaftar resmi.

“Kami melihat aktivitas perdagangan aset kripto yang menyalahi aturan bisa merugikan pedagang aset kripto resmi yang terdaftar di Bappebti. Masyarakat pun tentu pihak yang paling dirugikan, karena kurangnya pengetahuan mereka. Kami tidak ingin kepercayaan masyarakat terhadap investasi aset kripto terciderai,” kata Endi.

Bappebti Tindak Tegas

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Baca juga: Bappebti: Waspada Perdagangan Aset Kripto Berkedok MLM

Dalam laporan Bappebti banyak entitas yang marak menawarkan investasi perdagangan aset kripto dengan skema member get member untuk merekrut anggota baru. Entitas tersebut memberikan janji keuntungan yang konsisten dan hampir tanpa kerugian dari trading yang dilakukan. 

Jika para anggota ingin mendapatkan keuntungan lebih, harus merekrut anggota baru sebagai downline mereka. Sebagai imbalan, anggota yang merekrut anggota baru akan mendapatkan bonus generasi.

Untuk menekan perdagangan aset kripto ilegal yang merugikan perlu meningkatkan edukasi dan literasi. Endi mengungkap Tokocrypto selalu memberikan informasi yang jelas mengenai produk yang ditawarkan dan terus menggencarkan edukasi tata cara bertransaksi aset kripto yang benar dan aman. 

Giatkan Edukasi Kripto

Government Relation Manager Tokocrypto, Albert Endi Hartanto. Foto; Tokocrypto.
Government Relation Manager Tokocrypto, Albert Endi Hartanto. Foto; Tokocrypto.

Baca juga: Modus Aneh Perdagangan Aset Kripto Berkedok MLM di Indonesia

Dengan industri yang masih baru dan stigma masyarakat tentang investasi kripto bisa membawa keuntungan dengan cepat, Tokocrypto tetap akan fokus pada penguatan edukasi. Melalui edukasi, Tokocrypto ingin menguatkan investasi kripto yang bertanggungjawab dan berkelanjutan di Indonesia. 

“Fokus kami tetap pada edukasi dan literasi. Dua hal itu menjadi kunci untuk menyehatkan industri. Masyarakat bisa mengerti tentang investasi kripto secara menyeluruh dan bisa menghindari penipuan perdagangan kripto yang ilegal dan kerugian lainnya. Apalagi investasi kripto kini sedang diminati,” tutur Endi.

Berdasarkan riset CELIOS berjudul “Peran Aplikasi Multi-Aset terhadap Pertumbuhan Investor Ritel” yang dirilis tahun 2022, aset kripto telah menjadi produk investasi terbesar ketiga yang paling diminati investor ritel. Dalam studi ini, ditemukan bahwa saat ini aset kripto merupakan produk investasi terpopuler setelah Reksadana dan Saham yang merupakan instrumen investasi yang telah dikenal sejak lama.



Sumber : news.tokocrypto.com