Tag Archives: kripto

Starknet Rilis STRK20 untuk Stablecoin Privasi L2

Ekosistem layer-2 Ethereum kembali mencatat perkembangan baru.

Protokol Starknet dilaporkan akan menerapkan framework baru bernama STRK20, yang memungkinkan penerbitan stablecoin berfokus privasi serta berbagai aset digital lainnya di dalam jaringannya.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Starknet untuk memperluas utilitas jaringan layer-2 miliknya, tidak hanya sebagai solusi scaling untuk Ethereum, tetapi juga sebagai platform yang mendukung inovasi di bidang aset digital privat dan programmable finance.

Framework tersebut diharapkan membuka peluang baru bagi pengembang, institusi, maupun penerbit aset digital untuk membangun produk berbasis privasi di atas infrastruktur Starknet.

Baca Juga: Starknet Gelar Private Trader Meetup, Ada Dampak ke Harga STRK?

STRK20 Perluas Fungsi Starknet

Menurut laporan The Block, Framework STRK20 dirancang untuk memberikan standar baru dalam penerbitan aset digital di jaringan Starknet.

Melalui standar ini, berbagai pihak dapat menerbitkan stablecoin maupun token lainnya dengan fitur privasi yang lebih kuat.

Selama ini, sebagian besar stablecoin yang beredar di ekosistem kripto bersifat transparan karena semua transaksi dapat dilihat secara publik di blockchain.

Meski transparansi ini menjadi salah satu keunggulan teknologi blockchain, beberapa institusi dan pengguna juga membutuhkan lapisan privasi tambahan, terutama untuk transaksi bernilai besar atau penggunaan di sektor keuangan tertentu.

Dengan hadirnya STRK20, Starknet berupaya menjembatani kebutuhan tersebut dengan menyediakan standar teknis yang memungkinkan aset digital tetap programmable namun lebih menjaga privasi transaksi.

Inisiatif ini juga menandai upaya Starknet untuk memperluas fokus pengembangan dari sekadar meningkatkan skalabilitas Ethereum menjadi ekosistem yang mendukung lebih banyak use case finansial berbasis blockchain.

Dorong Narasi Baru di Ekosistem Layer-2

Menurut Tim Research Tokocrypto, peluncuran framework STRK20 berpotensi menjadi katalis naratif baru bagi Starknet di tengah kompetisi ketat antar jaringan layer-2.

Mereka menilai bahwa integrasi antara teknologi privasi, stablecoin, dan pengembangan use case finansial dapat menjadi daya tarik tersendiri bagi ekosistem tersebut.

“Untuk Starknet, framework seperti ini bisa menjadi katalis naratif yang kuat karena menghubungkan tema privasi, stablecoin, dan ekspansi use case ke satu payung produk. Namun nilai jangka panjangnya tetap bergantung pada seberapa cepat framework ini diadopsi oleh issuer dan protokol, karena tanpa penggunaan riil, pembaruan teknis mudah berhenti sebagai headline tanpa dampak besar ke STRK,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa inovasi teknologi saja tidak cukup untuk mendorong pertumbuhan ekosistem kripto.

Adopsi nyata dari pengembang dan pengguna tetap menjadi faktor kunci dalam menentukan keberhasilan sebuah framework baru.

Persaingan Layer-2 Semakin Ketat

Langkah Starknet ini juga muncul di tengah meningkatnya persaingan di sektor layer-2 Ethereum, yang saat ini diisi oleh berbagai proyek besar yang menawarkan solusi skalabilitas dan fitur tambahan.

Dalam beberapa tahun terakhir, jaringan layer-2 tidak hanya berlomba meningkatkan kecepatan transaksi dan efisiensi biaya, tetapi juga mulai menghadirkan fitur-fitur baru seperti privacy layer, modular blockchain, hingga programmable assets.

Dengan memperkenalkan STRK20, Starknet berusaha memperkuat posisinya sebagai salah satu platform yang tidak hanya fokus pada performa jaringan, tetapi juga inovasi produk finansial berbasis blockchain.

Jika framework ini berhasil menarik minat pengembang dan penerbit stablecoin, Starknet berpotensi menjadi salah satu pusat pengembangan aset digital privat di ekosistem Ethereum.

Baca Juga: Transaksi Meningkat, Harga Starknet (STRK) Melonjak 26,7%

Masa Depan STRK20 Bergantung pada Adopsi

Meski membawa potensi besar, keberhasilan STRK20 tetap akan ditentukan oleh seberapa cepat standar ini diadopsi oleh issuer stablecoin, proyek DeFi, dan protokol lainnya.

Tanpa penggunaan nyata, inovasi teknis sering kali hanya menjadi pengumuman yang menarik perhatian pasar dalam jangka pendek tetapi tidak memberikan dampak signifikan terhadap ekosistem.

Namun jika berhasil diimplementasikan secara luas, STRK20 dapat membuka jalan bagi generasi baru stablecoin dan aset digital privat yang tetap kompatibel dengan ekosistem Ethereum.

Bagi Starknet, langkah ini menunjukkan ambisi untuk berkembang dari sekadar solusi scaling menjadi platform infrastruktur keuangan digital yang lebih lengkap, yang menggabungkan skalabilitas, privasi, dan fleksibilitas pengembangan aplikasi blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pudgy Penguins Luncurkan Game Baru Bergaya Club Penguin

Proyek NFT populer Pudgy Penguins kembali menghadirkan inovasi baru dengan meluncurkan pengalaman game terbaru yang disebut sebagai momen “Club Penguin”-nya.

Game ini dirancang dengan pendekatan yang lebih ramah pengguna, menghadirkan pengalaman bermain yang menyenangkan tanpa terlalu menonjolkan unsur kripto secara langsung.

Langkah ini mencerminkan perubahan strategi di industri Web3 gaming, di mana banyak proyek mulai memahami bahwa adopsi massal kemungkinan besar datang dari pengalaman hiburan yang familiar, bukan dari jargon blockchain yang rumit.

Dengan konsep tersebut, Pudgy Penguins berupaya membawa brand NFT mereka lebih dekat ke pasar konsumen yang lebih luas.

Baca Juga: Pudgy Penguins Gandeng Visa? Bocoran Kartu Kredit Bareng KAST

Menghadirkan Game yang Terasa “Bukan Crypto”

Menurut laporan Coindesk, game baru dari Pudgy Penguins dirancang agar pemain dapat menikmati pengalaman sosial dan hiburan seperti game online klasik.

Pendekatan ini mengingatkan pada Club Penguin, game sosial berbasis dunia virtual yang pernah sangat populer di kalangan pemain muda.

Dalam game tersebut, pemain dapat menjelajahi dunia virtual, berinteraksi dengan karakter penguin, serta menikmati berbagai aktivitas yang bersifat kasual dan sosial.

Menariknya, elemen kripto tidak ditempatkan sebagai fokus utama pengalaman bermain.

Sebaliknya, fitur blockchain berada di belakang layar sehingga pemain yang tidak familiar dengan teknologi tersebut tetap bisa menikmati game dengan mudah.

Pendekatan ini menjadi bagian dari tren baru di industri Web3, di mana pengembang mulai menempatkan pengalaman pengguna (user experience) sebagai prioritas utama.

Strategi Baru Proyek NFT Menuju Pasar Mainstream

Peluncuran game ini juga mencerminkan evolusi strategi proyek NFT.

Jika pada fase awal banyak proyek lebih menekankan aspek koleksi digital, kini semakin banyak yang berusaha mengubah intellectual property (IP) kripto menjadi produk hiburan nyata.

Dengan memanfaatkan karakter penguin ikoniknya, Pudgy Penguins berusaha membangun ekosistem brand yang lebih luas—mulai dari koleksi NFT hingga game dan produk konsumen.

Pendekatan ini dianggap lebih efektif untuk menarik pengguna baru yang mungkin belum familiar dengan teknologi blockchain atau aset digital.

Alih-alih mempromosikan fitur kripto secara langsung, proyek ini memilih untuk menghadirkan pengalaman hiburan yang menarik terlebih dahulu, sementara teknologi blockchain berperan sebagai infrastruktur pendukung.

Potensi Dampak bagi Ekosistem Token PENGU

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah Pudgy Penguins meluncurkan game dengan pendekatan ramah pengguna dapat menjadi strategi penting dalam memperluas jangkauan ekosistemnya.

Mereka menilai bahwa keberhasilan game ini berpotensi membawa proyek tersebut keluar dari lingkaran komunitas NFT tradisional.

“Bagi Pudgy Penguins, langkah ini penting karena membuka jalur ekspansi brand ke arah consumer crypto yang lebih matang. Jika game ini berhasil menarik pengguna di luar komunitas NFT murni, PENGU bisa mendapat dorongan naratif sebagai salah satu proyek yang benar-benar mampu menerjemahkan IP crypto menjadi produk hiburan yang lebih mainstream,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Komentar ini menyoroti bagaimana proyek NFT kini semakin fokus pada membangun produk yang dapat dinikmati oleh audiens yang lebih luas, bukan hanya kolektor NFT.

Tren Baru di Industri Web3 Gaming

Peluncuran game Pudgy Penguins juga mencerminkan perubahan paradigma dalam industri game berbasis blockchain.

Pada beberapa tahun lalu, banyak game kripto lebih menonjolkan konsep play-to-earn, di mana pemain fokus pada potensi keuntungan finansial.

Namun model tersebut sering kali menghadapi tantangan karena kurangnya pengalaman bermain yang menarik.

Kini, banyak pengembang mulai beralih ke konsep “fun-first gaming”, yaitu menghadirkan game yang benar-benar menyenangkan terlebih dahulu sebelum memperkenalkan elemen ekonomi kripto.

Pendekatan ini diyakini lebih berkelanjutan karena pemain akan bertahan di dalam ekosistem bukan hanya karena insentif finansial, tetapi juga karena pengalaman bermain yang menarik dan komunitas yang aktif.

Baca Juga: Harga PENGU Hari Ini Melonjak 24%: Pudgy Penguins Catat Reli Besar

Masa Depan Pudgy Penguins di Industri Web3

Jika game baru ini berhasil menarik pengguna dari luar komunitas kripto, Pudgy Penguins berpotensi memperkuat posisinya sebagai salah satu brand NFT paling sukses dalam mengembangkan produk hiburan berbasis Web3.

Keberhasilan tersebut juga dapat membuka peluang ekspansi lebih luas, termasuk kolaborasi dengan industri game, media, hingga produk konsumen lainnya.

Bagi industri kripto secara keseluruhan, langkah ini menjadi sinyal bahwa masa depan adopsi Web3 kemungkinan besar akan datang melalui produk yang terasa familiar bagi pengguna, bukan melalui pendekatan teknologi yang terlalu kompleks.

Dengan strategi yang lebih berorientasi pada pengalaman pengguna, Pudgy Penguins mencoba membuktikan bahwa NFT dan blockchain dapat diintegrasikan secara alami ke dalam dunia hiburan digital mainstream.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otorita__$$_s Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

TRON Dukung Infrastruktur Pembayaran Agentic AI

Ekosistem blockchain kembali mencatat perkembangan baru di persimpangan teknologi kripto dan kecerdasan buatan.

Berdasarkan laporan BeInCrypto, jaringan TRON resmi bergabung dengan Agentic AI Foundation, sebuah organisasi yang berfokus pada pengembangan ekosistem agentic AI.

Kolaborasi ini bertujuan membangun payment rails atau infrastruktur pembayaran khusus untuk AI agent, yang memungkinkan sistem kecerdasan buatan melakukan transaksi secara otomatis di jaringan blockchain.

Langkah tersebut menempatkan TRON pada titik pertemuan dua narasi teknologi yang saat ini sedang berkembang pesat, yaitu blockchain dan agentic AI.

Dengan memanfaatkan jaringan blockchain, transaksi antar mesin atau machine-to-machine payments berpotensi menjadi lebih efisien, transparan, dan otomatis.

Baca Juga: Stablecoin: Aliran Masuk ke Tron, Arus Keluar dari Ethereum

Menghubungkan Blockchain dan Agentic AI

Konsep agentic AI merujuk pada sistem kecerdasan buatan yang dapat bertindak secara otonom untuk menyelesaikan berbagai tugas, termasuk melakukan transaksi digital tanpa intervensi manusia secara langsung.

Dalam skenario ini, AI agent dapat melakukan berbagai aktivitas seperti membeli layanan digital, membayar data yang dibutuhkan, atau berinteraksi dengan sistem lain secara otomatis.

Melalui kolaborasi dengan Agentic AI Foundation, TRON ingin memposisikan infrastrukturnya sebagai jaringan pembayaran yang dapat digunakan oleh AI agent untuk bertransaksi secara mandiri.

Blockchain dinilai cocok untuk kebutuhan tersebut karena menyediakan sistem pembayaran global yang transparan, terdesentralisasi, dan dapat diprogram.

Hal ini membuka peluang munculnya ekosistem baru di mana transaksi tidak hanya dilakukan oleh manusia, tetapi juga oleh mesin.

Potensi Use Case Pembayaran Mesin-ke-Mesin

Dengan dukungan teknologi blockchain, pembayaran antar AI agent dapat dilakukan secara cepat dan efisien.

Dalam jangka panjang, konsep ini berpotensi menciptakan berbagai use case baru.

Misalnya, AI agent dapat secara otomatis membeli data untuk pelatihan model AI, membayar akses API, atau melakukan transaksi layanan digital lainnya tanpa memerlukan perantara manusia.

Selain itu, sistem pembayaran berbasis blockchain juga dapat membantu mengatasi masalah klasik dalam ekonomi digital, seperti biaya transaksi tinggi, keterbatasan pembayaran lintas negara, dan kebutuhan otomatisasi pembayaran mikro (micropayments).

Jika berhasil diimplementasikan secara luas, model ini berpotensi menjadi bagian penting dari infrastruktur ekonomi digital di masa depan.

Narasi Baru bagi Ekosistem TRX

Kolaborasi dengan Agentic AI Foundation juga membuka peluang bagi token TRX, aset kripto utama di jaringan TRON, untuk mendapatkan sentimen baru di pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, integrasi antara blockchain dan AI saat ini menjadi salah satu tema yang banyak menarik perhatian investor kripto.

“Secara naratif, ini bisa menjadi bahan bakar sentimen baru untuk TRX karena pasar sedang sensitif terhadap tema AI. Namun nilai nyatanya tetap bergantung pada apakah TRON mampu mengubah headline kemitraan ini menjadi integrasi produk, aktivitas onchain, dan use case pembayaran agentic yang benar-benar dipakai, bukan sekadar tempelan buzzword,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti bahwa meskipun narasi AI dapat meningkatkan perhatian pasar, keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada implementasi nyata di ekosistem blockchain.

Persaingan Infrastruktur Blockchain untuk AI

Langkah TRON ini juga menunjukkan meningkatnya minat proyek blockchain untuk masuk ke sektor AI infrastructure.

Beberapa jaringan blockchain saat ini mulai mengembangkan solusi yang memungkinkan integrasi dengan teknologi AI, baik untuk pengolahan data, otomatisasi kontrak pintar, maupun pembayaran digital.

Dengan bergabungnya TRON dalam Agentic AI Foundation, proyek ini mencoba memperkuat posisinya sebagai platform yang relevan bagi ekosistem teknologi masa depan, khususnya dalam bidang pembayaran otomatis.

Jika integrasi ini berkembang menjadi produk nyata, TRON dapat menjadi salah satu jaringan yang menyediakan fondasi finansial bagi interaksi ekonomi antar AI agent.

Baca Juga: PumpSwap: Likuiditas Lintas Rantai Bersama TRON dan pump.fun

Masa Depan Pembayaran Otonom di Blockchain

Kolaborasi antara TRON dan Agentic AI Foundation menunjukkan bagaimana teknologi blockchain dan AI dapat saling melengkapi.

Blockchain menyediakan infrastruktur transaksi yang aman dan transparan, sementara AI menghadirkan kemampuan otomatisasi yang memungkinkan sistem digital beroperasi secara mandiri.

Namun seperti banyak inovasi di industri kripto, keberhasilan inisiatif ini akan sangat bergantung pada tingkat adopsi di dunia nyata.

Jika TRON mampu mengembangkan integrasi produk yang nyata dan mendorong aktivitas on-chain yang signifikan, jaringan ini berpotensi memainkan peran penting dalam ekonomi digital berbasis AI di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Melonjak 7%, Momentum Spekulatif Dorong ke $0,232

Harga Pi Network (PI) menunjukkan performa kuat dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Token ini tercatat naik sekitar 7,26% ke level $0,232, bahkan ketika pasar kripto secara keseluruhan justru bergerak sedikit melemah.

Kenaikan ini membuat Pi Network mengungguli performa pasar kripto yang lebih luas, yang dalam periode yang sama mengalami penurunan kapitalisasi sekitar 0,69%.

Sementara itu, Bitcoin (BTC) sebagai aset kripto terbesar juga tercatat turun sekitar 0,79%.

Meski tidak didorong oleh pengumuman besar atau perkembangan ekosistem tertentu, lonjakan harga PI tampaknya dipicu oleh tekanan beli spekulatif dan momentum trading dari para pelaku pasar.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,216, Likuiditas Tipis Jadi Tekanan Utama

Lonjakan Volume Dorong Momentum Harga

Salah satu indikator utama yang mendukung kenaikan harga PI adalah lonjakan aktivitas perdagangan.

Dalam catatan Coinmarketcap pada Rabu (11/3), volume perdagangan Pi Network dalam 24 jam terakhir tercatat naik sekitar 10,97% menjadi $37,8 juta.

Peningkatan ini menunjukkan adanya minat beli baru dari trader yang mencoba memanfaatkan momentum kenaikan harga.

Kondisi ini biasanya terjadi ketika sebuah aset kripto mulai menarik perhatian pasar setelah mencatat kenaikan signifikan dalam periode sebelumnya.

Dalam kasus Pi Network, harga token ini memang telah menunjukkan performa yang cukup kuat dalam beberapa waktu terakhir.

Dalam tujuh hari terakhir, PI mencatat kenaikan sekitar 36,83%, sementara dalam 30 hari terakhir lonjakannya mencapai sekitar 59,62%.

Kenaikan yang cukup tajam ini sering kali menarik trader momentum yang mencari peluang keuntungan jangka pendek.

Tidak Ada Katalis Fundamental yang Jelas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Meskipun harga PI mengalami lonjakan signifikan, tidak ditemukan katalis fundamental khusus yang secara langsung mendorong pergerakan ini.

Tidak ada pengumuman besar terkait pengembangan ekosistem, pembaruan teknologi, maupun aktivitas pasar derivatif yang biasanya dapat menjadi pemicu lonjakan harga.

Dengan demikian, pergerakan harga PI saat ini lebih mencerminkan aliran modal spekulatif yang bersifat spesifik terhadap aset tersebut, bukan karena faktor eksternal atau tren sektor tertentu.

Memang, indeks Altcoin Season Index tercatat meningkat sekitar 12,5% dalam tujuh hari terakhir, yang menunjukkan adanya rotasi modal ke beberapa altcoin.

Namun tren tersebut bersifat luas dan tidak secara langsung menjelaskan lonjakan harga Pi Network.

Level Teknis Penting yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, Pi Network saat ini mendekati beberapa zona harga penting yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Zona $0,24 hingga $0,25 menjadi area resistance terdekat yang berpotensi menahan kenaikan harga setelah reli kuat dalam beberapa minggu terakhir.

Jika tekanan beli tetap tinggi dan harga mampu bertahan di atas support $0,22, maka PI berpeluang menguji kembali area $0,25 dalam jangka pendek.

Namun jika momentum mulai melemah dan harga turun di bawah $0,22, pasar berpotensi melihat koreksi menuju level psikologis $0,20.

Pergerakan harga dalam beberapa hari ke depan kemungkinan akan sangat bergantung pada kekuatan volume perdagangan dan apakah minat beli tetap terjaga.

Sentimen Pasar Masih Dalam Zona Fear

Selain faktor teknikal, sentimen pasar kripto secara umum juga masih relatif berhati-hati.

Saat ini, Crypto Fear & Greed Index berada di level 25, yang menempatkan pasar dalam kategori “Fear” atau ketakutan.

Kondisi ini biasanya menunjukkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati dalam mengambil risiko, terutama terhadap aset kripto dengan volatilitas tinggi.

Namun, jika indeks tersebut mulai bergerak keluar dari zona Fear menuju kondisi yang lebih netral, minat terhadap altcoin seperti Pi Network berpotensi meningkat.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 4,5% dalam 24 Jam, Reli Mingguan Hampir 30%

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Dalam jangka pendek, tren harga Pi Network dapat dikatakan cenderung bullish namun masih rentan volatilitas.

Reli harga yang terjadi tanpa katalis fundamental sering kali dipicu oleh momentum pasar yang bisa berubah dengan cepat.

Oleh karena itu, keberlanjutan kenaikan harga PI akan sangat bergantung pada apakah volume perdagangan tetap tinggi dan minat beli terus bertahan.

Jika PI mampu bertahan di atas level $0,22 dan mempertahankan momentum volume, peluang untuk menguji resistance $0,25 masih terbuka.

Namun, investor juga perlu mewaspadai kemungkinan aksi ambil untung setelah kenaikan tajam dalam beberapa minggu terakhir.

Dengan kondisi pasar kripto yang masih diliputi sentimen hati-hati, Pi Network kemungkinan akan bergerak dalam rentang volatil antara $0,22 hingga $0,25 sambil menunggu katalis baru yang dapat mendorong arah tren selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Turun ke $69.604 Usai Puncak $71K

Harga Bitcoin (BTC) mengalami koreksi ringan dalam perdagangan 24 jam terakhir setelah sebelumnya sempat menguat.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Rabu (11/3), BTC saat ini diperdagangkan di sekitar $69.604 per koin, turun sekitar 0,6% dalam 24 jam terakhir.

Meski mengalami penurunan tipis, Bitcoin masih mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia, dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,39 triliun.

Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat cukup tinggi di kisaran $52,32 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih aktif.

Pergerakan harga ini terjadi setelah Bitcoin sempat mencapai level tertinggi harian di $71.770, sebelum akhirnya mengalami koreksi menuju area di bawah $70.000.

Baca Juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

Pergerakan Harga BTC dalam 24 Jam Terakhir

Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar.

Data pasar menunjukkan bahwa BTC sempat menyentuh level terendah di $69.327 dan level tertinggi di $71.770.

Setelah mendekati area resistance di atas $71.000, harga kemudian mengalami tekanan jual yang mendorongnya kembali turun ke kisaran $69.000.

Dalam jangka sangat pendek, volatilitas juga masih terlihat. Pada pergerakan 1 jam terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar 0,22%, menandakan adanya aktivitas perdagangan jangka pendek dari para trader.

Meskipun demikian, dalam tujuh hari terakhir Bitcoin masih mencatat kenaikan sekitar 3,1%, yang menunjukkan bahwa tren jangka pendek masih relatif stabil.

Performa Bitcoin dalam Beberapa Periode

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 11 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat performa dalam beberapa periode waktu, Bitcoin menunjukkan gambaran yang cukup beragam.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar 2,25%. Penurunan ini relatif kecil dibandingkan koreksi yang terjadi dalam jangka waktu lebih panjang.

Sementara itu, dalam 60 hari terakhir, harga Bitcoin mengalami penurunan sekitar 23,10%, dan dalam 90 hari terakhir melemah sekitar 22,54%.

Data tersebut menunjukkan bahwa meskipun BTC mulai menunjukkan pemulihan dalam beberapa minggu terakhir, pasar masih berada dalam fase penyesuaian setelah penurunan tajam yang terjadi sebelumnya.

Kapitalisasi Pasar dan Pasokan Bitcoin

Bitcoin tetap menjadi pemimpin pasar kripto dengan kapitalisasi sekitar $1,39 triliun.

Dominasi ini membuat BTC sering dianggap sebagai indikator utama pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.

Dari sisi pasokan, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95,24% dari total suplai maksimum sebesar 21 juta koin.

Karena suplai Bitcoin bersifat terbatas, banyak investor melihat aset ini sebagai instrumen lindung nilai digital yang memiliki karakteristik kelangkaan, mirip dengan emas.

Jika dihitung berdasarkan suplai maksimum, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (fully diluted market cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,46 triliun.

Jarak Bitcoin dari Rekor Tertinggi

Meskipun harga BTC masih berada di kisaran tinggi, level saat ini masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198.

Hal ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih memiliki ruang kenaikan yang signifikan jika sentimen pasar kembali menguat dalam jangka panjang.

Namun untuk menuju ke level tersebut, BTC harus terlebih dahulu menembus beberapa zona resistance penting di kisaran $72.000 hingga $75.000.

Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan

Dalam analisis teknikal jangka pendek, ada beberapa level penting yang perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.

Area $69.000 saat ini menjadi support terdekat yang sedang diuji oleh pasar. Jika level ini mampu bertahan, Bitcoin berpotensi kembali mencoba naik menuju zona $71.000 hingga $72.000.

Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat dan harga turun di bawah $69.000, BTC berpotensi menguji support berikutnya di sekitar $67.000 hingga $68.000.

Sementara itu, zona $71.700 hingga $72.000 menjadi area resistance utama yang perlu ditembus untuk melanjutkan momentum kenaikan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Stabil di $67.000, Tunggu Momentum

Prospek Pergerakan Bitcoin Selanjutnya

Secara keseluruhan, pergerakan Bitcoin saat ini masih berada dalam fase konsolidasi setelah reli jangka pendek.

Aktivitas perdagangan yang tinggi menunjukkan bahwa minat investor terhadap BTC tetap kuat, meskipun pasar masih mengalami fluktuasi.

Jika momentum beli kembali meningkat dan harga mampu bertahan di atas level support utama, Bitcoin berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance berikutnya.

Namun dalam kondisi pasar yang masih volatil, investor tetap perlu memperhatikan pergerakan volume perdagangan, sentimen pasar global, serta dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

Sebagai aset kripto terbesar, arah pergerakan Bitcoin dalam beberapa hari ke depan akan tetap menjadi penentu utama tren pasar kripto global.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 11 Maret 2026: Tunjukan Penguatan Jelang CPI

Pasar kripto hari ini, Rabu (11/3) menunjukkan penguatan menjelang rilis data inflasi AS (CPI) yang menjadi perhatian utama investor. Beberapa altcoin mencatat lonjakan signifikan, dipimpin PIXEL yang meroket 90% ke $0,00956. FLOW juga menguat 20% ke $0,0658, sementara XAI naik 19% ke level yang sama. Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat pasar di tengah ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter AS.

Penguatan kripto hari ini didorong oleh beberapa faktor utama. Ketegangan geopolitik antara AS dan Iran mulai mereda, sementara harga minyak mengalami penurunan yang membantu memperbaiki sentimen risiko global. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Altcoin Potensial di Tengah Pasar Tunggu Rilis CPI

  • PIXEL melesat 90% dan kini menyentuh angka $0,00956.
  • FLOW menguat 20% ke posisi harga saat ini $0,0658.
  • XAI naik tajam 19% hingga mencapai level $0,0658.

Penyebab Kripto Naik Hari Ini: 5 Alasan Utama

  • Kripto pulih saat harga minyak turun dan tensi AS-Iran mereda.
  • Elon Musk luncurkan X Money untuk publik April mendatang.
  • Bitcoin naik berkat rebound saham teknologi dan data properti AS.

Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

BNB Melonjak Berkat Adopsi Stablecoin

  • BNB Chain kuasai 40% pasar pembayaran ritel global.
  • Stablecoin jadi “dolar paralel” di Amerika Latin ($27M).
  • BNB kini bergerak layaknya saham infrastruktur.

Harga Bitcoin $70.000 Jelang Rilis CPI, Pasar Waspada Inflasi

  • Bitcoin tembus $70.000 sebelum data Rabu keluar.
  • Prediksi CPI naik ke 0,27% (sebelumnya 0,17%).
  • Suku bunga diprediksi tetap; data Rabu jadi kunci.

Baca juga: Riset Kripto 2-6 Mar 2026: Bitcoin Bullish di Tengah Ketegangan Geopolitik


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Koreksi 3%, Bitcoin Turun ke $68.059

Harga Bitcoin (BTC) kembali mengalami tekanan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto, harga BTC hari ini berada di level $68.059,39 per BTC, turun sekitar 3,03% dibandingkan hari sebelumnya.

Penurunan ini terjadi di tengah aktivitas perdagangan yang masih tinggi.

Volume transaksi Bitcoin dalam 24 jam tercatat sekitar $40,45 miliar, sementara kapitalisasi pasar BTC mencapai sekitar $1,36 triliun, menjadikannya aset kripto dengan nilai pasar terbesar di dunia.

Dengan pasokan beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC, Bitcoin tetap mendominasi pasar kripto global.

Namun, koreksi harga terbaru menunjukkan investor mulai mengambil sikap lebih berhati-hati setelah volatilitas meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Pergerakan Harga Bitcoin dalam 24 Jam

Dalam perdagangan harian, Bitcoin sempat bergerak cukup volatil. Harga tertinggi dalam 24 jam tercatat di $71.164, sementara level terendah menyentuh $67.757.

Rentang pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan jual yang cukup kuat ketika BTC mendekati area $71.000.

Setelah gagal mempertahankan level tersebut, harga mulai mengalami koreksi hingga kembali ke kisaran $68.000.

Secara persentase, penurunan harian mencapai sekitar 3,36%, sementara dalam jangka waktu satu jam terakhir harga relatif stabil dengan perubahan sekitar -0,09%.

Meski demikian, dalam perspektif mingguan Bitcoin masih mencatat kinerja positif.

Harga BTC naik sekitar 3,83% dalam tujuh hari terakhir, menunjukkan bahwa tren jangka pendek masih memiliki momentum kenaikan meskipun terjadi koreksi harian.

Tren Harga BTC dalam Beberapa Bulan

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 7 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dari periode yang lebih panjang, Bitcoin mengalami koreksi yang cukup besar dalam beberapa bulan terakhir.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC turun sekitar $2.523 atau sekitar 3,58%. Penurunan menjadi lebih signifikan jika melihat periode yang lebih panjang.

Selama 60 hari terakhir, Bitcoin telah turun sekitar $25.510 atau sekitar 27,27%. Sementara dalam 90 hari terakhir, BTC mencatat penurunan sekitar 24,01% atau setara dengan $21.500.

Koreksi tersebut terjadi setelah sebelumnya Bitcoin sempat mencapai rekor harga tertinggi sepanjang masa di $126.198. Setelah menyentuh level tersebut, pasar mengalami fase konsolidasi yang cukup dalam.

Kondisi ini merupakan pola yang cukup umum dalam siklus pasar kripto, di mana reli besar biasanya diikuti oleh periode koreksi atau konsolidasi sebelum tren berikutnya terbentuk.

Kapitalisasi Pasar dan Dominasi Bitcoin

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,36 triliun, Bitcoin masih memegang posisi sebagai aset kripto terbesar di dunia dengan peringkat 1 dalam daftar kapitalisasi pasar.

Dominasi Bitcoin juga tetap sangat kuat, terutama karena pasokan maksimalnya yang terbatas hanya 21 juta koin.

Saat ini sekitar 95% dari total pasokan maksimum sudah beredar di pasar.

Selain itu, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) Bitcoin diperkirakan mencapai sekitar $1,42 triliun, mencerminkan valuasi jika seluruh pasokan maksimal BTC telah beredar.

Angka ini menunjukkan bahwa meskipun pasar mengalami koreksi, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling berpengaruh dalam menentukan arah pergerakan pasar secara keseluruhan.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, pelaku pasar kini memperhatikan beberapa level teknikal penting untuk menentukan arah pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Area $67.700 hingga $68.000 saat ini berfungsi sebagai support jangka pendek.

Jika harga mampu bertahan di atas level ini, BTC berpotensi kembali mencoba menguji area $71.000 yang sebelumnya menjadi resistance.

Namun, jika tekanan jual terus meningkat dan harga menembus level support tersebut, maka Bitcoin berpotensi mengalami koreksi lebih lanjut menuju area $65.000.

Sementara itu, untuk kembali membangun momentum bullish yang kuat, BTC perlu menembus dan bertahan di atas $71.000 hingga $72.000.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $70.921, Pasar Tunggu Arah

Prospek Bitcoin ke Depan

Meskipun mengalami penurunan harian, fundamental Bitcoin sebagai aset digital terbesar masih tetap kuat.

Likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta minat institusional yang terus berkembang membuat BTC tetap menjadi barometer utama pasar kripto.

Pergerakan harga dalam waktu dekat kemungkinan akan dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk sentimen makroekonomi global, arus modal institusional, serta dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

Bagi investor dan trader, periode volatilitas seperti saat ini sering kali menjadi fase penting dalam menentukan arah tren berikutnya.

Jika Bitcoin mampu mempertahankan level support utama dan kembali menarik minat beli, peluang pemulihan harga tetap terbuka dalam jangka menengah.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin Cetak Rekor Baru, Tapi Dana Tak Masuk ke Kripto?

Kapitalisasi pasar stablecoin kembali mencetak rekor baru pada Maret 2026, menembus angka US$313 miliar. Meski sering dianggap sebagai “dry powder” atau likuiditas siap pakai untuk membeli aset kripto, data terbaru menunjukkan dana tersebut belum sepenuhnya mengalir ke pasar kripto.

Dikutip BeInCrypto, lonjakan kapitalisasi stablecoin terjadi di tengah volatilitas pasar kripto dan meningkatnya ketegangan geopolitik global yang membuat investor cenderung mengambil sikap lebih berhati-hati terhadap aset berisiko.

Kapitalisasi Stablecoin Capai Rekor Tertinggi

Data dari DefiLlama menunjukkan total kapitalisasi pasar stablecoin mencapai lebih dari US$313 miliar pada 8 Maret 2026. Angka tersebut menandai level tertinggi sepanjang sejarah bagi sektor stablecoin.

Secara keseluruhan, kapitalisasi stablecoin meningkat sekitar 1,8% sejak awal tahun 2026. Dalam ekosistem kripto, stablecoin biasanya berfungsi sebagai mata uang dasar untuk aktivitas perdagangan dan sering dianggap sebagai indikator likuiditas yang siap masuk ke pasar aset digital.

Ketika pasokan stablecoin meningkat, banyak analis biasanya menilai kondisi tersebut sebagai tanda masuknya modal baru yang berpotensi mendorong pembelian kripto.

Namun dalam situasi saat ini, peningkatan pasokan stablecoin tidak sepenuhnya mencerminkan arus dana ke pasar kripto.

Arus Dana ke Bursa Kripto Masih Negatif

Menurut analis on-chain Darkfost, aliran stablecoin ke bursa kripto terpusat (CEX) masih menunjukkan tren negatif sejak awal 2026.

Di antara platform besar, Binance mencatat arus keluar stablecoin sekitar US$2 miliar per bulan. Bitfinex juga mengalami arus keluar sekitar US$336 juta.

Meski begitu, laju arus keluar tersebut mulai melambat dibandingkan periode sebelumnya. Pada pertengahan Februari, arus keluar Binance tercatat mencapai sekitar US$6,7 miliar.

Data ini menunjukkan bahwa sebagian likuiditas stablecoin tidak mengalir ke aktivitas perdagangan kripto, melainkan bergerak ke penggunaan lain di luar pasar aset digital.

Menurut Tim Research Tokocrypto, implikasinya penting: likuiditas memang ada, tetapi belum tentu siap diputar ke aset berisiko.

“Selama stablecoin lebih banyak diparkir untuk settlement, pembayaran, atau menunggu momentum, pasar crypto bisa tetap terlihat lesu meski basis likuiditas terus tumbuh—artinya masalahnya bukan ketiadaan uang, melainkan rendahnya conviction untuk melakukan risk deployment,” ucapnya.

Baca juga: Transfer USDC Meledak, Volume Stablecoin Tembus Rekor $1,8 Triliun

Stablecoin Digunakan di Luar Perdagangan Kripto

Pertumbuhan kapitalisasi stablecoin saat ini juga dipengaruhi oleh semakin luasnya penggunaan aset tersebut dalam sektor keuangan digital yang lebih luas.

Laporan Dana Moneter Internasional (IMF) menyoroti meningkatnya peran stablecoin dalam pembayaran lintas negara. Stablecoin dinilai mampu mengatasi hambatan yang sering muncul dalam sistem pembayaran tradisional.

Survei yang dilakukan oleh BVNK terhadap 4.658 responden di 15 negara menunjukkan bahwa bagi sebagian pengguna, pembayaran dalam bentuk stablecoin bahkan dapat mencapai sekitar sepertiga dari total pendapatan tahunan mereka.

Selain itu, stablecoin juga semakin banyak digunakan untuk pembayaran bisnis-ke-bisnis (B2B) serta berbagai aktivitas ekonomi digital lainnya.

Penggunaan stablecoin kini juga meluas ke sektor baru, termasuk perdagangan saham yang ditokenisasi, lindung nilai terhadap inflasi di negara tertentu, hingga investasi pada infrastruktur komputasi seperti GPU untuk pengembangan kecerdasan buatan.

Potensi Peran Stablecoin dalam Ekonomi Digital

Sejumlah perusahaan teknologi dan keuangan juga mulai mengembangkan sistem pembayaran berbasis stablecoin.

Circle Internet Group dan Stripe, misalnya, tengah mengembangkan sistem pembayaran yang memungkinkan agen kecerdasan buatan otonom melakukan transaksi menggunakan stablecoin.

Beberapa analis menilai perkembangan ini dapat membuka pasar baru yang jauh lebih besar dibandingkan penggunaan stablecoin hanya untuk perdagangan kripto.

Volume penyelesaian transaksi stablecoin secara global bahkan diperkirakan telah mencapai sekitar US$46 triliun per tahun.

Meski demikian, sebagian analis berpendapat bahwa jika likuiditas stablecoin yang saat ini mengalir ke berbagai sektor tersebut kembali ke pasar kripto, hal itu dapat menjadi katalis penting bagi pemulihan pasar aset digital di masa mendatang.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Bertahan di $2.000, Trader Bidik Short Squeeze?

Harga Ethereum (ETH) kembali bertahan di atas level psikologis US$2.000 di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan derivatif. Data terbaru menunjukkan lonjakan posisi leverage dan arus dana ke bursa derivatif, yang memicu spekulasi bahwa trader sedang membidik likuiditas short di atas harga saat ini.

Pada perdagangan terbaru, ETH diperdagangkan di sekitar US$2.059 setelah sempat menguji area resistensi dalam kisaran US$2.000. Aktivitas derivatif yang meningkat menunjukkan potensi volatilitas lebih tinggi dalam waktu dekat.

Arus Dana Derivatif Meningkat

Dilaporkan Cointelegraph, data dari CryptoQuant menunjukkan bursa derivatif mencatat arus masuk bersih sekitar 110.343 ETH pada 7 Maret. Lonjakan ini menjadi salah satu yang terbesar sepanjang 2026.

Pergerakan serupa sebelumnya terjadi pada 6 Februari, yang kemudian diikuti kenaikan harga ETH sekitar 13% dari titik terendah tahunan di US$1.736.

Namun dalam beberapa kasus sebelumnya, lonjakan arus dana ke bursa derivatif juga sering diikuti periode volatilitas tajam atau koreksi jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain dan derivatif, area di atas harga saat ini tampak penuh dengan likuiditas short yang bisa menjadi bahan bakar rally jangka pendek jika ditembus.

“Namun selama penembusan itu belum dikonfirmasi dengan volume dan momentum yang kuat, ETH tetap berada di fase rawan fakeout antara squeeze teknikal dan tekanan tren yang belum sepenuhnya pulih,” jelasnya.

Baca juga: Co-Founder Ethereum Kirim ETH Rp2,4 Triliun ke Bursa, Sinyal Jual?

Rasio Leverage Sentuh Rekor

Selain arus masuk dana, rasio leverage Ether juga meningkat ke level tertinggi baru di sekitar 0,78.

Indikator ini mengukur perbandingan antara open interest di pasar derivatif dengan cadangan ETH di bursa. Nilai yang tinggi menunjukkan semakin banyak trader menggunakan dana pinjaman untuk membuka posisi.

Kondisi ini biasanya memperbesar potensi pergerakan harga karena likuidasi posisi leverage dapat terjadi secara berantai jika harga bergerak tajam.

Zona Likuiditas di Atas Harga

Secara teknikal, ETH saat ini masih bergerak dalam rentang bulanan antara sekitar US$1.800 hingga US$2.000 setelah mengalami penolakan di sekitar US$2.150 pada pekan lalu.

Grafik jangka pendek menunjukkan adanya upaya pemulihan setelah harga sempat menyentuh area likuiditas di sekitar US$1.908.

Saat ini perhatian pasar tertuju pada zona suplai antara US$2.050 hingga US$2.100. Jika ETH berhasil menembus area ini dan menjadikannya sebagai support baru, peluang kenaikan lebih lanjut terbuka.

Data dari CoinGlass juga menunjukkan konsentrasi likuidasi posisi short yang cukup besar di atas harga saat ini.

Sekitar US$273 juta posisi short terakumulasi di sekitar level US$2.030. Zona tersebut sering menjadi target pergerakan harga karena likuidasi posisi short dapat memicu pembelian paksa yang mempercepat kenaikan harga.

Level Kunci ETH

Analis kripto Cyril-DeFi menyebut area US$1.900 hingga US$2.000 sebagai level penting yang dapat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Menurutnya, dalam beberapa siklus sebelumnya, setiap kali harga ETH menyentuh garis tren naik jangka panjang di area tersebut, pasar cenderung mengalami rebound yang kuat.

Jika ETH mampu bertahan di atas level tersebut dan menembus area resistensi di atasnya, target berikutnya yang mulai diperhatikan pasar berada di sekitar US$2.150 hingga US$2.500.

Namun dengan tingginya penggunaan leverage di pasar derivatif, pergerakan harga Ether juga berpotensi menjadi lebih volatil dalam waktu dekat.

Baca Juga: Tekanan Jual Anjlok 90%, Ethereum Siap Meledak Lagi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

$50 Miliar XRP Nyangkut di Kerugian, Harga Sulit Bangkit?

XRP kembali berada di bawah tekanan setelah data on-chain menunjukkan sebagian besar pemegang token tersebut masih berada dalam posisi rugi. Kondisi ini membuat reli harga sulit berlanjut karena banyak investor cenderung menjual saat harga mendekati titik impas mereka.

Data terbaru menunjukkan sekitar 60% dari total pasokan XRP saat ini berada di posisi rugi secara tidak terealisasi, menandakan tekanan jual yang masih cukup besar di pasar.

Sebagian Besar Pasokan XRP Masih Rugi

Menurut data Glassnode, sekitar 36,8 miliar XRP saat ini berada dalam kondisi rugi berdasarkan harga pasar terbaru. Jika dihitung dalam nilai dolar, kerugian tidak terealisasi tersebut mencapai sekitar US$50,8 miliar.

Situasi ini membuat banyak pemegang aset berada “di bawah air” atau membeli pada harga yang lebih tinggi dibandingkan harga saat ini. Ketika harga mencoba naik, sebagian investor cenderung menjual untuk mengurangi kerugian atau keluar mendekati titik impas.

Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa XRP kesulitan mempertahankan kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

Sepanjang tahun ini, harga XRP telah turun sekitar 26% dan merosot sekitar 54% dalam enam bulan terakhir. Pada perdagangan terbaru, XRP sempat turun dari sekitar US$1,37 ke US$1,33 sebelum kembali stabil di kisaran US$1,35.

Baca juga: Whale XRP Diam-Diam Kumpulkan Likuiditas, Harga Tertekan?

Level $1,44 Jadi Batas Penting Pasar

Dilaporkan Crypto Slate, salah satu level yang menjadi perhatian pasar berada di sekitar US$1,44, yang merupakan realized price XRP atau rata-rata harga beli agregat para pemegang token berdasarkan data on-chain.

Ketika harga pasar berada di bawah level tersebut, secara rata-rata investor masih berada dalam posisi rugi.

Dengan harga XRP saat ini di sekitar US$1,35, jarak terhadap realized price tersebut membuat area US$1,44 berpotensi menjadi zona tekanan jual karena banyak investor mungkin ingin keluar di level tersebut.

Indikator lain juga menunjukkan kondisi pasar yang masih berada dalam fase kerugian. Rasio Spent Output Profit Ratio (SOPR) XRP masih berada di bawah angka 1, yang berarti koin yang berpindah tangan rata-rata dijual dalam kondisi rugi.

Selain itu, indikator Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) juga masih berada di zona negatif, menunjukkan bahwa secara agregat pasar XRP masih berada dalam fase kerugian.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, besarnya unrealized losses ini penting karena dapat meningkatkan risiko capitulation jika harga terus melemah dan holder mulai menyerah.

“Namun di sisi lain, fase ketika sebagian besar suplai berada di bawah harga beli juga sering menjadi area stres ekstrem yang mendekati titik kelelahan jual, sehingga XRP kini berada di zona yang sensitif baik untuk breakdown lanjutan maupun relief rebound,” jelasnya.

Tekanan Jual Masih Dominan

Di sisi aliran dana, produk investasi berbasis XRP juga mulai mencatat arus keluar dalam beberapa minggu terakhir.

Data SoSoValue menunjukkan produk ETF XRP mencatat arus keluar sekitar US$5 juta pada pekan yang berakhir 6 Maret. Secara keseluruhan, produk investasi XRP juga mencatat lebih dari US$30 juta arus keluar sepanjang bulan ini menurut CoinShares.

Sementara itu, aktivitas spekulatif di pasar derivatif juga menurun. Open interest XRP turun menjadi sekitar US$2,25 miliar, level terendah sejak Januari 2025.

Penurunan open interest biasanya menandakan trader mulai menutup posisi dan mengurangi eksposur terhadap aset tersebut.

Data order flow juga memperlihatkan dominasi tekanan jual. Rasio taker buy-sell XRP di Binance berada di sekitar 0,912, yang berarti order jual agresif lebih banyak dibandingkan order beli agresif.

Kondisi ini menunjukkan bahwa penjual saat ini lebih aktif mendorong pergerakan pasar dibandingkan pembeli.

Volume dan Aktivitas Pasar Menurun

Selain tekanan jual, aktivitas perdagangan XRP juga menunjukkan tanda-tanda melambat.

Data CryptoQuant menunjukkan volume perdagangan XRP di Binance berada di bawah rata-rata dalam 30 hari terakhir, dengan z-score sekitar -1,16. Volume harian tercatat sekitar 27 juta XRP.

Di saat yang sama, jumlah wallet yang aktif melakukan deposit dan penarikan XRP di bursa juga turun ke level terendah sejak awal 2025.

Penurunan aktivitas ini dapat membuat likuiditas pasar menjadi lebih tipis. Dalam kondisi tersebut, pergerakan harga bisa menjadi lebih sensitif terhadap aliran dana yang masuk atau keluar.

Dengan kombinasi pasokan yang masih banyak berada dalam posisi rugi, tekanan jual yang dominan, serta aktivitas pasar yang menurun, XRP saat ini berada dalam fase yang menantang.

Meski demikian, reli harga tetap memungkinkan terjadi jika permintaan baru mampu menyerap tekanan jual dari pemegang lama yang menunggu kesempatan untuk keluar di harga yang lebih baik.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com