Dogecoin (DOGE) kembali terpukul. Setelah sempat digadang bakal mencatatkan “debut megah” lewat penggabungan House of Doge di NASDAQ, harga DOGE justru meluncur tajam ke $0,20. Tekanan jual besar dan sinyal teknikal bearish kini menghantam kepercayaan pasar, menghapus optimisme yang baru saja muncul.
DOGE sempat mencoba bertahan di area $0,23–$0,24, namun gagal mempertahankan momentum. Penembusan di bawah kisaran itu mengonfirmasi keluarnya Dogecoin dari saluran naik jangka pendek—sebuah sinyal klasik pembalikan arah.
Data dari Coinglass menunjukkan arus keluar bersih sebesar $56,9 juta dari bursa pada 14 Oktober, salah satu yang terbesar di kuartal ini. Aliran modal keluar seperti ini biasanya menandakan fase distribusi, di mana investor besar mulai mengurangi eksposur mereka alih-alih mengakumulasi.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tekanan teknikal semakin jelas di grafik harian. EMA 20 dan 50 hari kini menjadi zona resistensi utama di sekitar $0,23, sementara Parabolic SAR sudah berbalik ke arah bearish. Tanpa dorongan beli yang berarti, risiko penurunan ke level support berikutnya di $0,18 hingga $0,16 semakin besar, dan jika tembus, target berikutnya bisa jatuh ke area $0,12.
Dilaporkan Tradersunion, ironisnya, aksi jual ini datang di tengah berita besar yang seharusnya mendukung sentimen: penggabungan House of Doge dengan Brag House Holdings, langkah yang akan membuka jalan bagi pencatatan entitas gabungan di NASDAQ.
Entitas baru ini dikabarkan akan memegang lebih dari 837 juta DOGE serta dana investasi $50 juta, dengan fokus pada tokenisasi aset, strategi imbal hasil, dan sistem pembayaran berbasis Dogecoin.
Sayangnya, euforia komunitas di media sosial tak cukup kuat melawan tekanan pasar. Harga DOGE tetap terperosok, menandakan bahwa para pelaku pasar lebih memprioritaskan likuiditas dan risiko jangka pendek ketimbang berita fundamental.
Arah Selanjutnya: Bertahan di $0,20 atau Lanjut Turun?
Batas $0,20 kini menjadi titik hidup-mati Dogecoin. Jika area ini bertahan, mungkin ada pantulan teknikal jangka pendek menuju $0,23–$0,24. Namun tanpa dukungan arus masuk baru, potensi pemulihan akan terbatas.
Sebaliknya, bila DOGE kembali kehilangan pijakan di bawah $0,20, pasar bisa menyaksikan gelombang likuidasi baru menuju kisaran $0,16 atau bahkan lebih dalam.
Secara keseluruhan, tren Dogecoin saat ini masih netral ke bearish. Narasi “Dogecoin di NASDAQ” memang memicu antusiasme, tapi belum cukup kuat untuk melawan realitas pasar: minat beli melemah, arus keluar meningkat, dan tekanan teknikal belum mereda.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Harga Solana (SOL) kembali menarik perhatian pasar setelah serangkaian akumulasi besar-besaran oleh investor institusional dan whale menjelang keputusan ETF spot Solana yang dijadwalkan pada 16 Oktober.
Whale Tarik $169 Juta dari Bursa: Sinyal Keyakinan Jangka Panjang
Data dari CoinGlass menunjukkan adanya penarikan SOL senilai $169 juta dari bursa kripto dalam beberapa hari terakhir. Perpindahan besar ini umumnya diartikan sebagai fase akumulasi, di mana investor besar memindahkan aset ke dompet pribadi untuk penyimpanan jangka panjang, bukan untuk dijual.
Dilaporkan Coincentral, langkah ini membuat pasokan SOL di bursa terus menurun, tanda klasik dari pengurangan tekanan jual dan potensi keterbatasan pasokan di pasar spot.
Harga Solana saat ini diperdagangkan di sekitar $197, setelah sebelumnya menemukan support kuat di area $180 dan menguji garis tren naik yang terbentuk sejak Juli. Indikator teknikal seperti Stochastic RSI juga mulai pulih dari area jenuh jual, menandakan potensi pergerakan bullish dalam waktu dekat.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Platform analitik Hyblock mencatat bahwa 76% trader ritel kini berada di posisi long bersih pada Solana, level tertinggi di antara aset kripto utama. Secara historis, setiap kali metrik ini melampaui ambang 75%, SOL cenderung mencatatkan kenaikan 5% dalam tujuh hari berikutnya.
Menariknya, data juga menunjukkan bahwa risiko penurunan berkurang ketika sentimen ritel mencapai level ini, menandakan bahwa pasar mulai memasuki fase akumulasi yang lebih luas di tengah pelemahan altcoin lainnya.
Institusi Turut Masuk: Solmate dan SOL Strategies Borong SOL
Minat institusional terhadap Solana juga terus meningkat. Solmate, perusahaan perbendaharaan digital, baru-baru ini membeli SOL senilai $50 juta dari Solana Foundation dengan diskon 15%. Tak hanya itu, ARK Invest kini memiliki 11,5% saham di Solmate, memperkuat sinyal dukungan institusional terhadap aset ini.
Sementara itu, SOL Strategies menambah 88.433 token SOL dengan harga rata-rata $193,93, meningkatkan total kepemilikannya menjadi lebih dari 523.000 token. Akumulasi besar-besaran ini terjadi di bawah level psikologis $200, area yang kini menjadi fokus utama para trader.
Menanti Keputusan ETF: Pemicu Bullish Berikutnya?
🚨JUST IN: Solana treasury company @oursolmate (NASDAQ: SLMT) has purchased $50M worth of $SOL from the Solana Foundation at a 15% discount, while Ark Invest has disclosed a new ~11.5% ownership stake in the company.
Dengan harga bergerak di antara EMA 50 dan 100 hari, pasar tampak memasuki fase kompresi — kondisi yang biasanya mendahului pergerakan besar arah berikutnya.
Analis mencatat bahwa setiap kali aktivitas pembelian whale meningkat seperti saat ini, SOL berpotensi mencatatkan reli antara 40% hingga 70% dalam beberapa minggu ke depan.
Semua mata kini tertuju pada keputusan ETF Solana tanggal 16 Oktober. Jika hasilnya positif, pasar dapat menyaksikan lonjakan permintaan spot dan pengetatan pasokan, mendorong harga SOL untuk kembali menembus di atas level $200 dan melanjutkan tren naik jangka menengahnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Di tengah kejatuhan pasar kripto yang mengguncang minggu lalu, banyak investor panik dan menilai XRP sudah memasuki fase bearish. Namun, analis teknikal terkenal Charting Guy justru menegaskan hal sebaliknya, XRP sama sekali tidak bearish, bahkan sedang bersiap untuk fase reli berikutnya.
Kejatuhan Pasar Tak Goyahkan Struktur XRP
Pada 10 Oktober 2025, pasar kripto mengalami koreksi besar-besaran. XRP ikut terguncang dan sempat menyentuh level terendah tahunan di $1,53, turun dari harga sebelumnya di sekitar $2,8. Walau begitu, token ini langsung memantul dan kini diperdagangkan di kisaran $2,49, hanya turun 11% dari sebelum kejatuhan.
Menurut Charting Guy, kondisi ini belum cukup untuk menyebut XRP bearish. Ia menunjukkan grafik 1 bulanan (1M) yang memperlihatkan XRP masih kokoh bertahan di atas zona support kuat antara $1,45–$1,68, area yang juga mencakup level Fibonacci retracement 0,786 di $1,61.
“Selama XRP tidak menembus dan bertahan di bawah zona ini, tren jangka panjangnya masih bullish,” ujarnya.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Dilaporkan The Crypto Basic, ketika harga sempat jatuh ke $1,53, para investor bullish langsung melakukan aksi pertahanan besar-besaran. Hasilnya, XRP berhasil bangkit dan kini berada jauh di atas support utama, sinyal bahwa tekanan jual mulai mereda.
Charting Guy menekankan, jika XRP sempat turun di bawah $1,45, skenarionya akan jauh lebih berat karena area itu berpotensi berubah menjadi resistance kuat. Namun kini, dengan harga di $2,49, XRP justru menunjukkan kekuatan teknikal yang signifikan.
Pemulihan cepat XRP pasca kejatuhan juga membawanya melewati level Fibonacci 0,888 di $2,2, yang berarti tidak ada lagi resistensi Fibonacci besar hingga $2,8, area sebelum crash.
Jika XRP berhasil merebut kembali level tersebut, analis memproyeksikan tiga target bullish besar berdasarkan ekstensi Fibonacci:
Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pasar kripto kembali mengalami tekanan besar selama beberapa hari terakhir, di tengah tingginya Bitcoin Dominance (BTC.D) yang kembali naik, TOTAL3 — yaitu total kapitalisasi pasar seluruh altcoin tanpa Bitcoin dan Ethereum mengalami koreksi tajam, sempat menyentuh lebih dari 35% saat flash crash terjadi.
Benjamin Cowen, pendiri platform quantitative market analysis, Into The Cryptoverse memprediksi bahwa altcoin baru dapat sepenuhnya masuk dalam fase altcoin season ketika TOTAL3/BTC menyentuh level 0.25 seperti 2 altcoin season sebelumnya.
Apa Itu TOTAL3
TOTAL3 adalah grafik yang menggambarkan nilai gabungan dari seluruh altcoin di pasar kripto, kecuali Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).
Ketika TOTAL3 naik, biasanya menandakan kepercayaan investor terhadap proyek-proyek non-BTC/ETH meningkat, dan dana mulai mengalir ke aset berisiko lebih tinggi. Sebaliknya, saat TOTAL3 turun, itu pertanda rotasi modal kembali ke aset besar atau stablecoin, menandakan fase defensif di pasar.
Outlook TOTAL3 Saat Ini
Grafik TOTAL3 (Total pasar kripto kecuali BTC dan ETH)
Saat ini TOTAL3 berada pada posisi yang sama seperti harga tertinggi di tahun 2021, sebelumnya pada saat pasar kripto mengalami flash crash karena berita tarif Donald Trump, TOTAL3 sempat terjun 35% sebelum akhirnya kembali memantul.
Meskipun TOTAL3 saat ini berada di level yang sama seperti di 2021, banyak investor kripto masih belum merasakan hype altcoin season seperti di tahun 2021 silam. Menurut analis Benjamin Cowen dariInto the Cryptoverse, TOTAL3 bisa naik karena pasar kripto sedang berada di fase bull market yang dipimpin oleh Bitcoin, tapi altcoin cenderung masih “bleeding” terhadap BTC.
Membaca Bottom TOTAL3 dengan TOTAL3/BTC
Grafik (TOTAL3-USDT)/BTC
Menurut Benjamin Cowen, salah satu cara agar lebih mudah membaca pergerakan TOTAL3 adalah dengan mengurangi total TOTAL3 dengan USDT dan membaginya dengan BTC.
Jika melihat grafik terbaru antara (TOTAL3-USDT)/BTC maka pasar altcoin kini hanya setara dengan 39% dari Bitcoin yang menunjukkan altcoin secara struktural terus melemah terhadap Bitcoin, dan bahwa rotasi modal kembali ke “raja kripto” sedang berlangsung.
Pola historis (TOTAL3-USDT)/BTC
Dari pola historis, (TOTAL3-USDT)/BTC sering kali mengalami kenaikan yang memicu altcoin season setelah mencapai bottom di area 0.25. Sedangkan hingga akhir 2025 ini (TOTAL3-USDT)/BTC masih belum pernah menyentuh level 0.25 dan secara keseluruhan terus menurun dan membentuk lower high.
Grafik (TOTAL3-USDT-USDC)/BTC yang terlihat telah hit bottom pada flash crash
Tapi yang menarik, jika kita mencoba mengurangi index altcoin tersebut dengan USDT dan USDC lalu dibagi dengan Bitcoin, maka flash crash kemarin membuat menyentuh bottom yang dapat mengindikasikan potensi bottoming mungkin telah, atau akan sebentar lagi terjadi.
Tertarik untuk mulai akumulasi altcoin? Beli 400+ aset kripto dan trading langsung dari IDR dengan biaya trading 0% di Tokocrypto, daftar di sini ⤵️
Bagaimana Menurut Analis?
Menurut Benjamin Cowen, analis Into The Cryptoverse, indikator TOTAL3 yang mewakili kapitalisasi pasar altcoin (eksklusif BTC dan ETH) sedang mengalami koreksi mendalam, dan altcoin harus mencapai titik bottom sebelum memasuki fase alt season yang sesungguhnya.
Cowen menekankan bahwa pasangan ALT/BTC cenderung terus bleeding hingga mencapai level rendah baru, seperti yang terlihat pada siklus sebelumnya di mana alt season baru dimulai setelah ALT/BTC menyentuh range lows yang lebih rendah dari level saat ini.
Provided the outline months ago.
ALT/BTC pairs stayed strong for 1-2 weeks into September so the timing was off by 2 weeks
Still I said BTC.D rally into October and ALT/BTC pairs to 0.25
Dalam analisisnya, ia memperingatkan untuk fade narasi alt season prematur, karena ALT/BTC telah menurun sejak Oktober 2023 dan baru-baru ini menyentuh cycle low baru, dengan target potensial di level 0.25.
Ia menyarankan investor untuk tetap waspada terhadap pergeseran likuiditas, karena altcoin sering kali mengalami penurunan 40-50% saat BTC hanya koreksi 10%, menandakan bahwa alt season baru akan datang setelah fase ini selesai.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Cycle bull run selalu menjadi momen yang ditunggu-tunggu oleh para investor kripto. Dalam beberapa tahun terakhir, pola pergerakan pasar kripto, terutama Bitcoin menunjukkan kecenderungan mengikuti siklus empat tahunan, dan jika mengikuti alur pola yang sudah ada, maka cycle itu kini diperkirakan berakhir di bulan Oktober-November 2025.
Tapi di tengah kekhawatiran investor perihal puncak bull run yang sudah dekat, belum satu pun dari 30 indikator bull market peak menunjukan sinyal top yang menandakan harga sudah terlalu tinggi dan bisanya menjadi akhir dari bull run.
Istilah bull market peak indicator mengacu pada kumpulan sinyal yang secara historis muncul sebelum pasar kripto mencapai puncak harga, seperti lonjakan besar volume ritel, overbought pada RSI (Relative Strength Index), atau perbandingan market cap-to-stablecoin ratio yang terlalu tinggi.
Dalam siklus sebelumnya (misalnya tahun 2017 dan 2021), kombinasi indikator seperti ini selalu menjadi alarm bahwa pasar mulai “mendidih” dan harga siap untuk terkoreksi besar-besaran.
Berikut 30 indikator yang ada dalam Bull Market Peak Indicator beserta dengan pengertiannya:
Bitcoin Ahr999 Index
Indeks ini mengukur seberapa jauh harga Bitcoin dibandingkan dengan rata-rata harga historisnya. Nilai yang lebih tinggi biasanya menandakan kondisi pasar yang panas atau mendekati puncak.
Pi Cycle Top Indicator
Indikator ini menggunakan dua rata-rata bergerak, yaitu 111 day moving average (DMA) dan 350 DMA yang dikalikan dua. Ketika rata-rata 111DMA menembus ke atas 350DMA x2, biasanya itu menandai potensi puncak harga Bitcoin.
Puell Multiple
Puell Multiple adalah rasio antara pengeluaran harian Bitcoin dalam dolar AS dan rata-rata 365 hari pengeluaran harian tersebut. Indikator ini banyak digunakan untuk menilai apakah pasar sedang undervalued (harga terlalu rendah) atau overvalued (harga terlalu tinggi) berdasarkan profitabilitas miner.
Model visual yang mengelompokkan harga Bitcoin ke dalam berbagai warna berdasarkan tingkat “kehangatan” market. Setiap warna menunjukkan fase siklus pasar, mulai dari “beli” hingga “jual”.
Days of ETF Net Outflows
Mengukur berapa hari secara beruntun terjadi arus keluar (penarikan dana) bersih dari ETF Bitcoin. Angka yang tinggi bisa menandakan tekanan jual dari institusi.
ETF-to-BTC Ratio
Membandingkan total kepemilikan ETF Bitcoin dengan jumlah Bitcoin yang beredar. Rasio tinggi menandakan minat besar institusi terhadap ETF.
2-Year MA Multiplier
Menggunakan rata-rata harga 2 tahun Bitcoin untuk mencari potensi jenuh beli atau jenuh jual.
MVRV Z-Score
Mengindikasikan apakah Bitcoin sedang overvalued atau undervalued dengan membandingkan nilai pasar dan nilai realisasi on-chain.
Bitcoin Bubble Index
Indeks ini membantu melacak potensi terbentuknya bubble (gelembung harga) pada Bitcoin.
USDT Flexible Savings
Menampilkan tingkat bunga pada produk tabungan fleksibel USDT, yang bisa mengindikasi permintaan pada stablecoin untuk “parkir” dana.
RSI – 22 Day
Relative Strength Index (RSI) 22 hari mengukur kekuatan tren harga Bitcoin dalam waktu dekat, dengan nilai tinggi mengindikasikan overbought.
Indeks yang menilai apakah altcoin (aset kripto non-Bitcoin) sedang outperform Bitcoin dalam periode tertentu.
Bitcoin Dominance
Persentase kapitalisasi pasar Bitcoin dibanding total kapitalisasi pasar kripto. Dominasi tinggi menunjukkan Bitcoin menjadi aset yang memimpin pasar.
Bitcoin Long Term Holder Supply
Total pasokan Bitcoin yang disimpan oleh holder jangka panjang (belum dipindahkan selama waktu tertentu). Penurunan pasokan ini bisa mengindikasi tekanan jual.
Bitcoin Short Term Holder Supply (%)
Persentase pasokan Bitcoin yang dimiliki oleh holder jangka pendek. Kenaikan angka ini menandakan lebih banyak Bitcoin yang dikuasai trader jangka pendek.
Bitcoin Reserve Risk
Rasio antara harga Bitcoin dan insentif untuk menjual bagi pemegang jangka panjang. Angka tinggi artinya risiko menahan coin meningkat.
Bitcoin Net Unrealized P&L (NUPL)
Mengukur posisi laba rugi belum terealisasi secara agregat seluruh pemegang Bitcoin. Nilai tinggi artinya kebanyakan holder sedang untung besar.
Bitcoin RHODL Ratio
Rasio yang membandingkan coin yang baru saja dipindahkan dengan coin yang telah disimpan lama, menjadi sinyal siklus pasar.
Bitcoin Macro Oscillator (BMO)
Indikator yang mengidentifikasi fase makro dari siklus Bitcoin dengan mengolah beberapa data on-chain.
Bitcoin MVRV Ratio
Membandingkan nilai pasar Bitcoin dan nilai realisasinya, berguna untuk menentukan apakah sudah overbought atau oversold.
Bitcoin 4-Year Moving Average
Rata-rata harga Bitcoin selama 4 tahun terakhir, digunakan untuk mengidentifikasi tren utama dan turning point market.
Crypto Bitcoin Bull Run Index (CBBI)
Indeks komposit berisi berbagai data yang menandakan apakah Bitcoin sedang berada di fase bull run ekstrem atau mendekati puncak.
Mayer Multiple
Rasio harga Bitcoin terhadap rata-rata 200 hari. Nilai tinggi sering dikaitkan dengan overbought.
Bitcoin AHR999x Top Escape Indicator
Indikator alternatif dari Ahr999 yang digunakan untuk menandai potensi saat terbaik untuk “keluar” dari market.
MicroStrategy’s Avg Bitcoin Cost
Harga rata-rata pembelian Bitcoin yang dicatat oleh MicroStrategy, salah satu institusi terbesar yang memegang BTC.
Bitcoin Trend Indicator
Indikator tren harga Bitcoin berdasarkan gabungan beberapa analisis statistik dan on-chain.
3-Month Annualized Ratio
Rasio pengembalian harga Bitcoin selama tiga bulan dalam basis tahunan, digunakan untuk melihat momentum market jangka pendek.
Bitcoin Terminal Price
Estimasi harga terminal Bitcoin (batas harga berdasarkan model tertentu) yang sering digunakan sebagai acuan jangka panjang.
Golden Ratio Multiplier
Menggunakan rasio emas (golden ratio) pada moving average untuk mencari level harga penting di pasar siklus Bitcoin.
Smithson’s Bitcoin Price Forecast
Prediksi harga Bitcoin berdasarkan model dari analis bernama Smithson, sering digunakan sebagai referensi eksternal oleh trader.
0 dari 30 Indikator Tercapai
Indikator bull peak masih 0/30. Sumber: CoinGlass
Hingga update terakhir 14 Oktober 2025, belum satu pun dari 30 indikator puncak bull market Bitcoin yang memberikan sinyal “hit” atau “hijau”. Artinya, belum ada satu indikator pun yang menyentuh batas ekstrim, baik secara harga, sentimen, on-chain, maupun metrik ETF yang bisa jadi pertanda awal puncak siklus bull run.
Dari indikator populer seperti Pi Cycle Top Indicator, Ahr999 Index, MVRV Z-Score, Bitcoin Rainbow Chart, hingga Altcoin Season Index, semuanya masih berada jauh di bawah threshold puncak masing-masing.
Rata-rata progres indikator utama masih di bawah 70%. Sebagai contoh:
Altcoin Season Index baru 65% menuju level alarm.
Bitcoin MVRV Z-Score di 43% dari nilai puncak historis.
Bahkan indikator terkait likuiditas ETF, profit holder, dominasi BTC, rasio siklus (seperti RHODL, Mayer Multiple, dan 4-Year Moving Avg) hanya menunjukkan progres di kisaran 28%-60%—jauh dari zona “overheat”.
Kondisi ini memperkuat persepsi bahwa tren bullrun Bitcoin dan crypto masih jauh dari kata usai, dengan ruang apresiasi pasar yang masih besar menuju fase puncak selanjutnya.
Pencarian dengan kata kunci Bitcoin berkolerasi dengan top cycle 2021. Sumber: GoogleTrends
Sementara itu, data Google Trends terkait kata kunci seperti “Bitcoin” dan “crypto” masih jauh di bawah level 2021, menjadi salah satu sinyal bahwa antusiasme publik belum sebesar puncak 2021.
Kesimpulan
Indikator Bull Market Peak bisa menjadi salah satu referensi untuk melihat apakah level harga saat ini berada di level top atau masih memiliki ruang untuk terus melanjutkan reli bull run.
Menurut data dari 30 indikator tersebut, belum ada satu pun indikator bull market peak yang tercapai, sehingga mengimplikasikan bahwa masih ada ruang untuk reli ke depannya.
Tapi, tetap ingat jika semua indikator ini berdasarkan harga historis, dan pasar kripto saat ini telah berkembang dengan pesat dibandingkan dengan beberapa cycle ke belakang, seperti dengan hadirnya ETF Bitcoin, partisipasi institusional, dan regulasi.
Maka bisa saja indikator-indikator yang tersedia tersebut tidak lagi relevan, sehingga untuk memahami konteks pasar, indikator tersebut tidak bisa dijadikan satu-satunya patokan dalam menilai apakah bullrun masih panjang atau justru mendekati puncak.
Selalu lakukan riset mandiri (Do Your Own Research / DYOR) sebelum membuat keputusan finansial, termasuk dalam investasi kripto ya!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Amerika Serikat tengah bersiap mengambil langkah besar dalam mengintegrasikan aset digital ke sistem keuangannya, melalui undang-undang kripto.
Seorang anggota Kongres, Troy Downing, baru-baru ini mengajukan Rancangan Undang-Undang (RUU) yang bertujuan menjadikan executive order Presiden Donald Trump tentang aset digital dalam dana pensiun 401(k) sebagai undang-undang permanen.
Executive Order 14330, yang ditandatangani pada 7 Agustus 2025, membuka jalan bagi pekerja Amerika untuk memasukkan aset digital, termasuk kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, ke dalam portofolio pensiun mereka.
Namun, karena statusnya hanya berupa perintah eksekutif, kebijakan ini masih bisa dibatalkan oleh presiden berikutnya.
Dengan diusulkannya RUU ini, kebijakan tersebut berpotensi memiliki kekuatan hukum jangka panjang, memberikan kepastian dan stabilitas bagi investor serta penyedia dana pensiun.
Jika RUU ini mendapat persetujuan dari Kongres dan Gedung Putih, sejumlah perubahan besar bisa terjadi dalam dunia investasi pensiun AS:
Akses Kripto dalam Program 401(k) Pekerja Amerika akan secara sah dapat mengalokasikan sebagian dana pensiun mereka ke aset kripto — memperluas pilihan investasi di luar saham dan obligasi.
Regulasi dan Panduan yang Jelas Departemen Tenaga Kerja (DOL), Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC), serta Departemen Keuangan AS akan memiliki waktu enam bulan untuk merumuskan panduan resmi terkait tata kelola investasi kripto di portofolio pensiun.
Dorongan Modal Institusional ke Kripto Dengan potensi triliunan dolar dana pensiun yang bisa mengalir ke pasar aset digital, pasar kripto akan mendapatkan arus modal baru yang dapat memperkuat likuiditas dan stabilitas harga jangka panjang.
Peluang Besar bagi Pasar Kripto
Banyak analis menilai langkah ini dapat menjadi tonggak sejarah dalam adopsi kripto secara institusional.
Program pensiun seperti 401(k) mengelola aset senilai lebih dari $7 triliun, dan bahkan jika sebagian kecil dialokasikan ke kripto, dampaknya akan sangat signifikan terhadap nilai pasar global Bitcoin dan aset digital lainnya.
“Jika kebijakan ini dikodifikasikan dalam hukum, maka adopsi kripto akan memasuki babak baru, dari spekulatif menjadi strategis,” ujar seorang analis keuangan di New York sebagaimana dikutip dari Cryptopolitan pada Rabu (15/10).
Selain itu, RUU ini juga dapat memperkuat posisi Amerika Serikat sebagai pelopor regulasi inovatif di sektor keuangan digital, menyusul langkah beberapa negara seperti Swiss dan Singapura yang telah lebih dulu mengintegrasikan aset kripto dalam sistem pensiun swasta mereka.
Tantangan dan Kritik yang Muncul
Meski menjanjikan, kebijakan ini juga memicu sejumlah kekhawatiran:
Risiko Volatilitas Tinggi: Kripto dikenal memiliki fluktuasi ekstrem yang bisa mengancam stabilitas dana pensiun jangka panjang.
Tanggung Jawab Fiduciary: Pengelola dana pensiun dapat menghadapi tuntutan hukum jika investasi kripto menyebabkan kerugian besar bagi peserta.
Kesenjangan Literasi Finansial: Banyak pekerja belum memahami risiko dan mekanisme aset digital, sehingga diperlukan edukasi mendalam sebelum implementasi.
Beberapa ekonom bahkan memperingatkan agar pemerintah “tidak terburu-buru membuka pintu spekulatif dalam sistem pensiun” sebelum struktur pengawasan benar-benar matang.
Momentum Baru untuk Integrasi Kripto di Ekonomi Riil
RUU yang diajukan Downing bukan sekadar regulasi teknis, melainkan adalah simbol pergeseran paradigma finansial di Amerika Serikat.
Jika disahkan, kebijakan ini akan memperkuat legitimasi aset digital di salah satu pilar ekonomi terbesar dunia: sistem pensiun nasional.
Bagi industri kripto global, langkah ini bisa menjadi angin segar yang mempercepat adopsi institusional dan membuka peluang investasi baru.
Namun, seperti halnya setiap inovasi finansial, keberhasilannya akan bergantung pada regulasi yang seimbang antara kebebasan dan perlindungan investor.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pasar kripto baru saja mengalami gelombang likuidasi terbesar dalam sejarah, dengan posisi leverage senilai $20 miliar terhapus dalam waktu singkat.
Aksi likuidasi masif ini memicu volatilitas tajam, terutama pada Bitcoin, yang sempat tertekan ke kisaran harga di sekitar $112.700 sebelum stabil kembali.
Namun, meskipun pasar diguncang, para pengamat mencatat bahwa permintaan struktural tetap menjadi pilar penahan, terutama dari dompet besar (whales), likuiditas stablecoin yang terus bertambah, serta aliran masuk dana ke produk ETF Bitcoin spot.
Menurut data dari Glassnode, likuidasi besar ini sebenarnya merupakan pemusnahan spekulasi berlebih yang disebut sebagai “purge” pasar, yang menyisakan peserta pasar yang lebih hati-hati dan terstruktur.
Sementara itu, CryptoQuant menyoroti bahwa supply USDT naik sekitar $15 miliar dalam 60 hari terakhir, memicu arus modal ke dalam ekosistem kripto.
Walau tekanan jual dominan, beberapa indikasi on-chain menunjukkan bahwa para whale malah melakukan akumulasi. Mereka memanfaatkan harga turun untuk membeli kembali posisi besar.
Selain itu, dana institusional melalui ETF Bitcoin spot juga mencatat arus masuk signifikan, yang menunjukkan bahwa modal besar masih percaya pada jangka panjang Bitcoin.
Menurut laporan CoinDesk pada Rabu (15/10), penembusan konsisten di atas level realisasi rata-rata sekitar $115.000 bisa menjadi sinyal awal fase bullish baru.
Pergerakan Harga & Respons Pasar Asia
Di kawasan Asia, pasar dibuka dengan tekanan jual namun tak meninggalkan optimisme karena adanya sinyal bahwa likuidasi telah menyingkirkan posisi spekulatif.
Meski demikian, sentimen global, terutama pernyataan pejabat AS dan ketegangan perdagangan, turut memicu kekhawatiran investor.
Bitcoin sempat merosot di sesi awal dan berada di bawah level $110.000, sebelum pemulihan parsial. Sedangkan Ethereum juga mengalami tekanan, turun lebih dari 3,7%, seiring berkurangnya open interest di pasar derivatif dan tekanan ambil untung setelah penolakan di area resistance.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Faktor Penahan & Katalis Potensial
1. Likuiditas Stablecoin yang Meningkat Pertumbuhan supply USDT menjadi katalis penting. Dengan lebih banyak likuiditas masuk ke dalam sistem, peluang aliran masuk ke aset kripto seperti Bitcoin meningkat.
2. Akumulasi Whale & Investor Institusional Meskipun likuidasi besar terjadi, akumulasi dari pemegang besar membantu menjaga tekanan negatif tetap terkendali.
3. Penurunan Leverage & Posisi Spekulatif Likuidasi berskala besar menghapus posisi spekulatif yang terlalu berisiko, menyisakan pasar yang lebih sehat dan berkelanjutan.
4. Level Teknis Kritis CryptoQuant menyebut level $115.000 sebagai zona realisasi rata-rata yang harus dijaga untuk mendukung momentum kenaikan selanjutnya. Jika Bitcoin bisa bertahan di atas level ini, pasar bisa menghindari koreksi lebih dalam.
Momen likuidasi senilai $20 miliar memang mengguncang pasar. Namun di balik aksi jual yang luas, terdapat fondasi struktural yang masih solid: likuiditas stablecoin tinggi, akumulasi dari whale, dan ekspektasi institusional melalui ETF spot.
Pasar kini dalam fase transisi antara penyesuaian risiko dan kesiapan untuk rebound. Jika Bitcoin mampu mempertahankan level kritis (sekitar $115.000), peluang menuju fase bullish berikutnya jelas terbuka.
Namun, jika tekanan eksternal kembali meningkat — seperti suku bunga atau geopolitik — konsolidasi atau koreksi lebih lanjut tetap menjadi risiko nyata.
Investor disarankan untuk tetap waspada, memantau data on-chain dan arus ETF, serta mengambil posisi dengan manajemen risiko yang cermat dalam fase pasar yang sangat fluktuatif ini.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua di dunia setelah Bitcoin, kembali mengalami koreksi tipis pada perdagangan hari ini, Rabu (15/10).
Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto, harga Ethereum berada di level $4.096,58 per ETH, atau mencatat penurunan 1,2% dalam 24 jam terakhir.
Meskipun terkoreksi, Ethereum masih mempertahankan kapitalisasi pasar besar senilai $494,45 miliar dengan volume perdagangan harian mencapai $67,53 miliar.
Saat ini, total pasokan ETH yang beredar mencapai 120,7 juta koin, menjadikannya salah satu aset kripto paling aktif di pasar global.
Dalam 24 jam terakhir, ETH sempat menyentuh harga terendah $3.895,97 dan tertinggi $4.154,17, menunjukkan volatilitas yang masih tinggi di tengah tekanan sentimen pasar yang melemah.
Secara mingguan, Ethereum mengalami penurunan sekitar 7,76%, sementara dalam jangka waktu satu bulan terakhir, koreksi lebih dalam tercatat sebesar 11,87%.
Namun, jika melihat periode tiga bulan terakhir, ETH masih mencatatkan kenaikan positif sebesar 22,84%, menandakan bahwa tren jangka menengahnya masih cukup kuat.
Pergerakan harga ini menunjukkan bahwa investor mulai bersikap lebih berhati-hati setelah lonjakan harga besar yang sempat terjadi pada kuartal ketiga 2025.
Banyak analis menilai koreksi ini sebagai fase konsolidasi sehat sebelum potensi kenaikan baru.
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Pergerakan Harga ETH
Tekanan dari Aksi Jual Bitcoin (BTC) Sebagai aset kripto dengan pengaruh terbesar di pasar, penurunan harga Bitcoin beberapa hari terakhir turut menyeret altcoin besar seperti Ethereum. Sentimen bearish jangka pendek ini membuat sebagian investor memilih mengambil keuntungan (profit taking).
Penyesuaian Pasar Menjelang Upgrade Ekosistem Ethereum Komunitas Ethereum tengah menantikan pengembangan lebih lanjut dari roadmap “Kohaku”, yang berfokus pada peningkatan privasi dan efisiensi jaringan. Namun, menjelang pembaruan besar, volatilitas harga biasanya meningkat akibat spekulasi investor.
Tingkat Aktivitas DeFi dan NFT yang Masih Fluktuatif Meskipun Ethereum tetap menjadi tulang punggung utama bagi sektor DeFi dan NFT, aktivitas pengguna sempat melambat dibandingkan awal tahun. Penurunan ini sedikit menekan permintaan terhadap ETH sebagai bahan bakar transaksi (gas fee).
Kebijakan Makroekonomi dan Kinerja Dolar AS Penguatan Dolar AS dan sinyal kebijakan suku bunga tinggi dari Federal Reserve turut menekan aset berisiko, termasuk kripto. Investor global cenderung mengalihkan dana ke aset yang dianggap lebih aman seperti obligasi AS.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Prospek Harga Ethereum: Rebound atau Lanjut Terkoreksi?
Beberapa analis memperkirakan Ethereum masih memiliki potensi untuk rebound dalam jangka menengah jika berhasil bertahan di atas level support psikologis $3.900.
Jika tekanan jual mereda dan Bitcoin kembali stabil di atas $115.000, ETH berpeluang menguji kembali resistance di kisaran $4.200–$4.300.
Sebaliknya, jika penurunan terus berlanjut, area $3.800–$3.700 akan menjadi titik krusial yang menentukan arah pasar selanjutnya.
Sentimen positif dapat kembali muncul dari perkembangan ekosistem Ethereum, khususnya peningkatan aktivitas jaringan dan proyek DeFi besar yang masih aktif menggunakan blockchain ini.
Harga Ethereum saat ini berada dalam fase konsolidasi setelah reli panjang yang sempat membawa aset ini menembus level $4.100.
Meskipun ada tekanan jangka pendek, fundamental Ethereum tetap kuat berkat posisinya sebagai fondasi utama ekosistem Web3, DeFi, dan NFT.
Jika minat investor terhadap teknologi blockchain dan aplikasi terdesentralisasi meningkat kembali, ETH berpotensi menjadi salah satu aset kripto yang paling cepat pulih dalam siklus pasar berikutnya.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga MyShell (SHELL) saat ini berada di level $0.10818 per token, mencatat kenaikan 19,72% dalam 24 jam terakhir.
Kapitalisasi pasar mencapai $ 33,39 juta, sementara volume perdagangan 24 jam menembus $ 81,61 juta, menandakan aktivitas pasar yang tinggi dibandingkan pekan sebelumnya.
Jumlah suplai beredar 308,67 juta SHELL, dari total pasokan maksimum 1 miliar token, dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh mencapai sekitar $ 108 juta.
Dalam 24 jam terakhir, harga SHELL bergerak antara $ 0.0827 – $ 0.1195, menandai volatilitas yang cukup tajam.
Meski sempat turun hingga 33% dalam 90 hari terakhir, lonjakan kali ini memberikan sinyal pemulihan momentum setelah periode koreksi panjang.
MyShell adalah platform berbasis kecerdasan buatan (AI) dan blockchain yang berfokus pada pembuatan serta personalisasi agen AI (AI companions dan chatbots) yang dikendalikan pengguna.
Melalui ekosistemnya, pengguna dapat menciptakan, melatih, dan memonetisasi agen AI menggunakan teknologi Web3.
Token SHELL berfungsi sebagai bahan bakar utama ekosistem, digunakan untuk transaksi, staking, dan reward bagi kreator AI.
Proyek ini mulai mendapatkan sorotan di awal 2024 setelah gelombang investasi besar-besaran pada sektor AI + blockchain, terutama pasca hype yang ditimbulkan oleh proyek seperti Fetch.ai, SingularityNET (AGIX), dan Render (RNDR).
Analisis Kenaikan Harga SHELL
Kenaikan harga SHELL sebesar hampir 20% dalam 24 jam terakhir dapat dikaitkan dengan beberapa faktor penting:
Kebangkitan Narasi AI Token Setelah koreksi besar pada kuartal sebelumnya, sektor AI kembali menjadi sorotan. Lonjakan volume pada proyek seperti FET dan RNDR menular ke token AI lain, termasuk SHELL.
Aktivitas Perdagangan Meningkat Volume perdagangan yang menembus $ 80 juta menandakan peningkatan minat spekulatif. Likuiditas tinggi ini menunjukkan banyak trader mulai mengantisipasi potensi rally AI menjelang akhir tahun.
Pemulihan Teknis (Technical Rebound) Dari sisi teknikal, SHELL telah turun sekitar 33% dalam 90 hari terakhir. Kenaikan 19% hari ini menandai pemantulan (rebound) dari area support kuat di kisaran US$ 0.08.
Peningkatan Adopsi Platform MyShell Tim pengembang aktif merilis pembaruan fitur, termasuk AI Creator Tools dan sistem revenue-sharing untuk kreator. Hal ini memperkuat utilitas token di dalam ekosistem.
Pergerakan harga MyShell (SHELL/USDT) pada Rabu, 15 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Tren Harga Jangka Pendek
Secara jangka pendek, SHELL menghadapi resistensi kuat di kisaran $ 0.12, yang sebelumnya menjadi level distribusi utama. Jika harga berhasil menembusnya dengan volume tinggi, maka potensi naik ke $ 0.15 – 0.18 terbuka lebar.
Sebaliknya, jika tekanan jual meningkat, area $ 0.085 – 0.09 menjadi zona support penting yang harus dipertahankan agar tren bullish tetap valid.
Tantangan dan Risiko yang Perlu Diperhatikan
Meski momentum saat ini positif, investor tetap perlu mewaspadai beberapa faktor risiko:
Volatilitas tinggi sektor AI token yang sering mengalami fluktuasi harga ekstrem.
Belum stabilnya adopsi pengguna aktif di platform MyShell.
Ketergantungan pada hype AI yang bisa cepat beralih ke proyek lain.
Kinerja jangka panjang SHELL akan sangat bergantung pada seberapa cepat MyShell mampu memperluas adopsi pengguna nyata dan menjalin kemitraan dengan proyek Web3 besar.
Kenaikan harga MyShell (SHELL) ke level $ 0.108 menandai awal dari potensi pemulihan setelah penurunan panjang di sektor token AI.
Volume perdagangan tinggi dan optimisme investor menunjukkan minat baru yang kuat terhadap proyek ini.
Jika momentum AI blockchain berlanjut, SHELL bisa menjadi salah satu token berperforma terbaik di kuartal akhir 2025. Namun, investor disarankan tetap berhati-hati terhadap risiko volatilitas jangka pendek.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Pi Network (PI) saat ini berada di level $0,214958 per PI, menurut data terbaru CoinMarketCap pada Rabu (15/10).
Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar $ 40,07 juta, sementara kapitalisasi pasar Pi mencapai $ 40,08 juta dengan suplai beredar sebanyak 7,7 miliar PI.
Token ini menempati peringkat #32 dalam daftar kripto global, menandai fase awal perdagangan publik yang telah lama dinantikan oleh komunitas Pi.
Kendati demikian, fase awal perdagangan ini juga disertai volatilitas tinggi, perbedaan harga antar bursa, serta masih terbatasnya likuiditas di beberapa pasar.
Alhasil, Pi (PI) turun 1,32% dalam 24 jam terakhir menjadi $0,215, lebih rendah dari pasar kripto secara keseluruhan (-1,24%). Berikut faktor-faktor pendorongnya:
Lebih dari 1,24 miliar token PI akan dirilis tahun depan, dengan 120 juta akan dirilis pada Oktober 2025 saja.
Hal ini mengikuti pola di mana peluncuran sebelumnya berkorelasi dengan penurunan harga, misalnya penurunan 30% setelah peluncuran 8 juta PI pada Mei 2025.
Ini bermakna, token yang telah dibuka meningkatkan pasokan yang beredar sebesar 15% per bulan, melampaui permintaan yang lemah.
Data historis menunjukkan PI cenderung turun 10-30% menjelang acara peluncuran besar karena penambang/pedagang awal menjual.
Kelemahan Teknis yang Berlanjut
PI diperdagangkan di bawah semua rata-rata pergerakan utama ($0,2178 SMA 7-hari, $0,27695 SMA 30-hari).
Sementara itu, RSI di 30,48 (14-hari) menandakan kondisi jenuh jual, tetapi histogram MACD tetap negatif (-0,00111).
Artinya, sinyal jenuh jual belum memicu rebound yang signifikan karena volume yang lemah (-18,6% turnover 24 jam).
Level $0,20 merupakan support penting. Penembusan di bawahnya dapat mempercepat aksi jual menuju $0,15 atau yang terendah tahun 2025.
Keraguan Terhadap Sistem
Meskipun Pi Network meluncurkan fitur DEX/AMM testnet, skeptisisme tetap ada mengenai adopsi yang sebenarnya.
Dana ekosistem senilai $100 juta yang diumumkan pada Mei 2025 belum mengungkapkan penerimanya, dan Valor Pi Fund telah menarik kurang dari $5.000 dalam 2 bulan.
Berarti, para pengembang menunggu sinyal utilitas yang lebih jelas. Tanpa pencatatan di bursa utama (Binance/Coinbase) atau pembakaran token, PI masih terjebak dalam pola perdagangan spekulatif.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.