Tag Archives: kripto

Gerak Bitcoin Bentuk Pola Golden Cross, Pertanda Harga BTC Naik?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) telah menembus pola “Golden Cross” yang langka. Banyak analis menjelaskan pola seperti ini menunjukan sinyal bullish yang biasanya menandakan keuntungan jangka pendek.

Sebagai informasi, pola Golden Cross bisa terjadi ketika rata-rata pergerakan 50 hari untuk suatu aset melintasi di atas rata-rata pergerakan 200 hari. Persilangan terbaru Bitcoin terjadi pada 18 Februari. Bitcoin hanya melihat enam persilangan lainnya sejak 2015. Persilangan Golden Cross terbaru ini pernah terjadi sebelumnya pada 14 Agustus 2021.

Menariknya Golden Cross banyak dikenali sebagai tanda bahwa telah terjadi pergeseran positif yang berarti dalam momentum pasar. Pola ini hanyalah yang ketujuh Bitcoin dalam 10 tahun terakhir.

Sinyal Bullish

Grafik harian BTC/USDT. Sumber: Trading View.
Grafik harian BTC/USDT. Sumber: Trading View.

Baca juga: BLK 2023: Ekosistem Blockchain & Aset Kripto Tumbuh Subur di Indonesia

Beberapa analis melihat Golden Cross sebagai sinyal beli, atau setidaknya memasukkannya ke dalam rangkaian indikator teknis dan lainnya yang mereka pantau saat membuat keputusan perdagangan. Baik Simple Moving Average (SMA) 50 dan 200 Hari secara luas diikuti indikator teknis oleh investor, oleh karena itu Golden Cross berpotensi menyebabkan tekanan beli yang lebih tinggi di pasar Bitcoin, jika mendorong lebih banyak pembeli untuk memasuki pasar.

Dengan Golden Cross sekarang terkonfirmasi, banyak investor bertanya apakah ini sinyal beli yang bagus? Jawabannya belum tentu. Pola grafik yang langka ini memiliki sejarah keberhasilan yang beragam sebagai sinyal beli Bitcoin.

Jika kamu telah membeli BTC pada saat masing-masing dari tujuh peristiwa Golden Cross terakhir dan diadakan selama 90 hari, maka akan meningkatkan investasi empat dari tujuh kali. Margin keuntungan ini akan sangat bervariasi antara 10-80%.

Jika kamu bertahan selama 365 hari, kemungkinan akan naik lima dari tujuh kali. Sekali lagi, besarnya keuntungan selama periode waktu ini sangat bervariasi dari 25% hingga 400%. Dua kesempatan ketika akan turun setelah 365 hari bertepatan dengan pasar beruang brutal tahun 2014 hingga awal 2015 dan akhir 2021 hingga akhir 2022.

Kinerja Bitcoin

illustrasi token bitcoin sebagai aset kripto
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Bitcoin Menuju Level Harga Tertinggi 6 Bulan, Akankah Terus Naik?

Dilaporkan Coindesk, kinerja Bitcoin setelah Golden Cross secara tradisional kuat, dengan rata-rata pengembalian tujuh dan 30 hari masing-masing sebesar 3,8% dan 8,3%.

Persentase tersebut lebih baik dibandingkan dengan pengembalian tujuh dan 30 hari sebesar 1,6% dan 7,5% dari keseluruhan kumpulan data, menunjukkan BTC yang diperoleh setelah Golden Cross adalah positif. Melihat kembali crossover SMA menunjukkan enam kejadian lain sejak 2015, dengan rata-rata pengembalian tujuh dan 30 hari masing-masing sebesar 2,7% dan 10,6%.

Performa rata-rata akan menyiratkan bahwa harga Bitcoin kemungkinan besar akan menembus US$ 26.500 atau sekitar Rp 403 juta, mengingat harga penutupannya pada 18 Februari. Harga BTC saat ini telah mendekati US$ 25.000, level penting secara psikologis, yang menantang aset untuk bertahan.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto Bitcoin (BTC) di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Kamu juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pangsa Pasar Stablecoin Tether USDT Naik ke Level Tertinggi

Dominasi USDT Tether meningkat di antara stablecoin lain di tengah perombakan pasar kripto. Market share atau pangsa pasar stablecoin sendiri kini mencapai senilai US$ 136 miliar, data dari CoinGecko.

Pangsa pasar USDT di antara stablecoin melampaui 54% pada hari Senin (6/3), level tertinggi sejak November 2021, setelah pasar kripto bull mencapai puncaknya . Kenaikan Tether sebagian besar datang dari saingannya Binance USD (BUSD), yang telah mengalami penurunan cepat sejak kasus Paxos.

Perusahaan kripto, Paxos, mengumumkan pada 13 Februari lalu, bahwa ia akan menghentikan pencetakan token BUSD baru karena tekanan dari Departemen Layanan Keuangan New York, regulator tertinggi negara bagian. Sejak itu, BUSD menyusut di bawah US$ 9 miliar dari kapitalisasi pasar US$ 16 miliar.

USDT Tumbuh

gambaran jenis jenis stable coin
Ilustrasi stablecoin.

Baca juga: Alasan Kripto ‘Koin China’ Filecoin hingga VeChain Hasilkan Untung Besar

Dilaporkan Coindesk, kapitalisasi pasar USDT telah tumbuh sekitar US$ 5,3 miliar tahun ini, menjadi US$ 71,6 miliar, dengan keuntungan US$ 3 miliar setelah pertengahan Februari. Stablecoin saingan Circle, koin USD (USDC), juga telah memperoleh US$ 3 miliar sejak pengumuman Paxos, namun kapitalisasi pasarnya sebesar US$ 44 miliar masih lebih rendah dibandingkan awal tahun 2023.

Posisi Tether sebagai penerbit stablecoin yang dominan di dunia menentang pelaporan yang secara historis buram tentang cadangannya yang mendukung nilai USDT dan pengawasan ketat terhadap transaksi internalnya.

Pekan lalu, The Wall Street Journal melaporkan bahwa Tether menggunakan rekening bank yang diakses oleh dokumen palsu pada tahun 2018. Pada bulan September, seorang hakim New York memerintahkan Tether untuk menunjukkan catatan keuangan aset cadangan USDT dalam gugatan yang menuduh Tether berkonspirasi mengeluarkan USDT untuk menopang harga Bitcoin (BTC), CoinDesk melaporkan .

Stablecoin Utama

Nasib Tether yang didenda 41 juta dolar AS oleh CFTC.
Ilustrasi stablecoin Tether USDT.

Baca juga: Masuk Bisnis Web3, Amazon Bakal Rilis NFT Marketplace pada April 2023

USDT adalah aset kripto yang paling banyak diperdagangkan dengan volume perdagangan sekitar US$ 27 miliar dalam 24 jam terakhir, menurut CoinGecko, lebih besar dari BTC .

Stablecoin telah menjadi tulang punggung ekonomi kripto dalam beberapa tahun terakhir, menggelembung ke puncak kapitalisasi pasar sebesar US$ 188 miliar pada Mei 2022.

Stablecoin mematok harganya stabil terhadap aset eksternal, seperti dolar AS, dan berfungsi sebagai fasilitator untuk perdagangan di pertukaran dan melakukan transaksi antara uang fiat yang dikeluarkan bank sentral dan dunia aset digital.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Aset Kripto Stagnan, Bitcoin dan Ethereum Sulit Gerak

Pergerakan market kripto kini tengah lesu. Tidak ada sentimen yang kuat untuk mengalihkan perhatian investor ke market pada akhir pekan lalu.

Tim Riset Tokocrypto menjelaskan minimnya sentimen positif membuat aksi beli turun. Namun, kegelisahan investor atas Silvergate Bank dan sentimen terhadap anggota parlemen yang mengintensifkan dan pengawasan peraturan membuat pasar cenderung bergerak moderat.

Dalam pantauan situs CoinMarketCap pada Senin (6/3) pukul 10.00 WIB, harga kripto Bitcoin masih sideways diperdagangkan dengan harga US$ 22.400-an turun 0,08% dalam 24 jam terakhir. Sementara, Ethereum (ETH) bernasib sama di level US$ 1.500-an dan cenderung stagnan.

“Secara keseluruhan sentimen bearish memang masih kencang pasca potensi kebangkrutan Silvergate merebak. Ketika kabar itu muncul Bitcoin (BTC) pada Jumat (3/3) pagi mengagetkan para investornya, dengan penurunan harga hingga 4,87 persen, dari sebelumnya US$ 23.552 menuju US$ 22.241 dalam jangka waktu 24 jam,” analisis Tim Riset Tokocrypto.

Penurunan di kisaran angka US$ 22.000 pada BTC ini pun menyebabkan index Bitcoin Fear and Greed turun ke angka 48, yang menunjukkan kategori Neutral. Total kapitalisasi pasar kripto kembali ditutup merah, turun 1,20%, ditutup pada level 1,022 triliun.

Proyeksi Pekan Ini

Ilustrasi market dolar AS. Foto: Reuters.
Ilustrasi market dolar AS. Foto: Reuters.

Baca juga: Tokocrypto Lakukan Full Migrasi Server, Ini yang Harus Diperhatikan

Minggu ini akan menjadi pekan yang sibuk untuk pasar kripto. Pada hari Selasa (7/3), penambangan Bitcoin akan menjadi topik hangat di Capitol Hill, dengan ‘sidang Senat pertama yang berfokus pada kebutuhan mendesak untuk menindak dampak lingkungan yang berkembang dari penambangan kripto.’

Investor juga harus memantau obrolan anggota FOMC menjelang kesaksian Ketua Fed, Jerome Powell pada tanggal 7-8 Maret. Pergantian hawkish akan membebani indeks saham AS dan memberi pijakan kripto yang lebih baik.

“Investor kripto pun saat ini masih menjauh dari market. Di pekan ini saja ada dua sentimen makroekonomi yang harus diperhatikan oleh investor, testimoni ketua The Fed, Jerome Powell di depan kongres pada 7-8 Maret rilis laporan ketenagakerjaan AS atau Nonfarm Payrolls yang keluar 10 Maret,” jelas Tim.

Dua laporan ekonomi tersebut sangat penting di pasar utama, terutama saham yang korelasi dengan kripto, karena semuanya dapat terbukti menjadi penggerak market. Laporan itu juga bisa mengindikasikan keputusan The Fed dalam kenaikan suku bunga 25 vs 50 bps pada bulan Maret nanti.

Selain sentimen ekonomi tersebut, kabar FUD juga datang dari penyelesaian kasus peretasan Mt. Gox. Investor kripto sedang harap-harap cemas menanti penyelesaian kasus peretasan Mt. Gox, karena dikhawatirkan akan terjadi likuidasi besar-besaran yang membuat aksi jual meningkat. Proses pencairan dana kreditur (repayment) kemungkinan bisa dilakukan mulai 10 Maret 2023.

Analisis Teknikal

Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Analisis Market: Maret Bulan Baik untuk Harga Kripto?

Dari sisi analisis teknikal, pergerakan harga Bitcoin telah mengalami penurunan drastis dan berhasil breakdown support terdekatnya. Tekanan jual yang tinggi menjadi salah satu faktor terjadinya hal tersebut.

“Bitcoin masih menguji level resistensi terdekatnya di level US$ 22.722 yang bila tercapai bisa menahan laju penurunan harga BTC. Namun, apabila penurunan harga Bitcoin berlanjut, ada dua titik support yang harus diperhatikan sebagai tahanan selanjutnya,” ungkap Tim.

Support pertama berada pada garis 200-day exponential moving average (EMA) di level US$ 21.775 dan support kedua berada pada harga terendah pada di level US$ 21.351. Jika dilihat dari pergerakan jangka pendek, peluang untuk kembali bergerak naik dinilai lebih besar ketika penurunan harga menyentuh titik tersebut.

Skenario terburuk adalah apabila pergerakan harga Bitcoin berhasil breakdown bisa didorong oleh data laporan ketenagakerjaan yang kurang baik dan komentar The Fed yang belum melunak untuk sedikit mengerem kenaikan suku bunga, menjadi hal krusial pekan ini.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Lakukan Full Migrasi Server, Ini yang Harus Diperhatikan

Tokocrypto akan melakukan full migrasi server untuk meningkatkan pelayanan dan memenuhi regulasi terkait perdagangan aset kripto di Indonesia. sebagai pedagang aset kripto yang teregulasi Bappebti, Tokocrypto selalu mengedepankan transparansi, keamanan, dan kenyamanan nasabah. 

Dalam upaya meningkatkan pelayanan dan mematuhi regulasi perdagangan aset kripto di Indonesia secara menyeluruh, Tokocrypto akan segera melakukan migrasi server. Migrasi ini dilakukan untuk memenuhi Peraturan Bappebti (PerBa) Nomor 13 Tahun 2023 pasal 14 ayat (3) huruf i, yang menyebutkan: “Server dan cloud server termasuk cadangan (mirroring) server harus ditempatkan di dalam negeri.” 

Bagi kamu yang ingin mengetahui terkait proses full migrasi server yang dilakukan oleh Tokocrypto bisa baca artikel ini.

Kapan waktu full migrasi server dilakukan?

Proses full migrasi server akan dilakukan pada tanggal 7 Maret 2023 pukul 00.00 sampai 06.00 WB.

Berapa lama proses full migrasi server?

Diperkirakan proses full migrasi server akan berlangsung selama enam jam.

Apa dampak bagi pengguna saat proses migrasi terjadi?

Selama proses full migrasi server berlangsung, pengguna tidak bisa mengakses aplikasi dan situs Tokocrypto. Transaksi perdagangan akan terjadi penundaan dan diselesaikan saat migrasi tuntas. 

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Regulasi Bappebti Kuatkan Perdagangan Kripto dan Lindungi Konsumen

Apa keuntungan proses full migrasi server?

Salah satu keuntungan dari full migrasi server ini adalah dapat meningkatkan transfer data yang bisa dirasakan oleh pengguna. Lokasi data center yang berdekatan dengan pengguna akan memangkas waktu latensi antara pengguna dan server.

Bagaimana soal keamanan data pengguna?

Keamanan data dan dana pengguna tetap dalam status aman terjaga. Tokocrypto telah menunjukkan komitme dan berperan aktif menjadi pionir dalam menumbuhkan kenyamanan dan kepercayaan pengguna dengan mengantongi sertifikat ISO 27017 dan ISO 27001. Ini merupakan standar guna membuat layanan berbasis cloud yang lebih aman dan mengurangi risiko terkait masalah keamanan.

Channel komunikasi yang bisa dihubungi?

Selama proses full migrasi server, pengguna dapat menghubungi Customer Service Tokocrypto melalui email: [email protected].

Tokocrypto sampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengguna terdampak atas ketidaknyamanan yang dirasakan karena adanya gangguan akses selama proses migrasi server berlangsung. Kami tetap berkomitmen dan terus melakukan upaya peningkatan pelayanan dan keamanan kepada seluruh pengguna.

Untuk informasi lebih detail mengenai maintenance full migrasi server yang akan dilakukan Tokocrypto bisa buka link berikut ini.

Baca juga: Tokocrypto Komitmen Patuhi Regulasi Terkait Perdagangan Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Komitmen Patuhi Regulasi Terkait Perdagangan Kripto

Tokocrypto sebagai pedagang aset kripto yang teregulasi Bappebti selalu mengedepankan transparansi, keamanan, dan kenyamanan nasabah. Perusahaan bertanggung jawab serta mengutamakan kebutuhan nasabah untuk membangun dan mengembangkan ekosistem perdagangan aset kripto.

Dalam upaya meningkatkan pelayanan dan mematuhi regulasi perdagangan aset kripto di Indonesia secara menyeluruh, Tokocrypto akan segera melakukan full migrasi server. Migrasi ini dilakukan untuk memenuhi Peraturan Bappebti (PerBa) Nomor 13 Tahun 2022 pasal 14 ayat (3) huruf i, yang menyebutkan: “Server dan cloud server termasuk cadangan (mirroring) server harus ditempatkan di dalam negeri.” 

“Salah satu keuntungan lain dari migrasi server ini adalah dapat meningkatkan transfer data yang bisa dirasakan oleh pengguna. Lokasi data center yang berdekatan dengan pengguna akan memangkas waktu latensi antara pengguna dan server,” kata VP of Technology Tokocrypto, Muhammad Wendy Taufik.

Full Migrasi Server

Wendy menjelaskan proses full migrasi server memerlukan waktu sekitar enam jam dimulai pada tanggal 7 Maret 2023 pukul 00.00 WIB hingga 06.00 WIB. Selama proses migrasi berlangsung, pengguna tidak bisa mengakses aplikasi dan situs Tokocrypto. Transaksi perdagangan akan terjadi penundaan dan diselesaikan saat migrasi tuntas. Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi [email protected].

Ilustrasi platform exchange aset kripto, Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.
Ilustrasi platform exchange aset kripto, Tokocrypto. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Regulasi Bappebti Kuatkan Perdagangan Kripto dan Lindungi Konsumen

“Atas nama manajemen, Tokocrypto sampaikan permohonan maaf kepada seluruh nasabah yang terdampak atas ketidaknyamanan yang dirasakan karena adanya gangguan akses selama proses full migrasi server berlangsung. Kami tetap berkomitmen dan terus melakukan upaya peningkatan pelayanan dan keamanan kepada seluruh pengguna,” kata Wendy.

Tokocrypto telah melakukan banyak langkah dari segi pengembangan teknologi dan edukasi untuk melindungi data pengguna agar aman. Untuk menjaga kerahasiaan data, Tokocrypto menunjukkan komitmennya berperan aktif menjadi pionir dalam menumbuhkan kenyamanan dan kepercayaan pengguna dengan mengantongi sertifikat ISO 27017 dan ISO 27001. Ini merupakan standar guna membuat layanan berbasis cloud yang lebih aman dan mengurangi risiko terkait masalah keamanan.

Prioritas Keamanan

Di samping itu, Tokocrypto senantiasa melakukan investasi untuk peningkatan keamanan, baik dari sisi perangkat teknologi hingga sumber daya manusia (SDM) yang mendukung pengembangan dari sisi proteksi.

Tokocrypto terus melakukan pembaruan terhadap perangkat yang digunakan untuk keamanan data pengguna. Pembaruan atau update diperlukan agar sistem yang dipakai perusahaan tidak mudah alami gangguan peretasan.

Tak hanya itu, Tokocrypto memiliki tim internal dengan banyak anggota yang menempati berbagai fungsi. Mulai dari tim khusus yang akan menangani masalah security data protection, fraud hingga risk mitigation.

Baca juga: Bulan Literasi Kripto Ditutup, Bappebti Ingatkan Paham Sifat Aset Kripto

Untuk informasi lebih detail mengenai maintenance full migrasi server yang akan dilakukan Tokocrypto bisa buka link berikut ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun 5% dalam 60 Menit di Tengah Guncangan Silvergate

Harga Bitcoin telah turun tajam sebesar 5% dalam 60 menit pada Jumat (3/3) pagi dan menghapus kapitalisasi pasar BTC sebesar US$ 22 miliar. Penurunan yang drastis ini terjadi di tengah gelombang ketidakpastian mengenai bank Silvergate Capital yang ramah terhadap kripto.

Menurut Cointelegraph Markets Pro, penurunan harga Bitcoin telah menghapus US$ 22 miliar dari total kapitalisasi pasar BTC, yang sekarang menjadi US$ 430,9 miliar. Ethereum (ETH), XRP (XRP), Cardano (ADA) dan Polygon (MATIC), dan aset kripto non-Bitcoin lainnya juga mengalami penurunan tajam serupa.

Sementara penyebab di balik penurunan tajam BTC senilai US$ 1.200 tidak jelas, penurunan tersebut bertepatan dengan kontroversi baru-baru ini seputar Silvergate Bank dan penundaan pengajuan laporan keuangan 10-K tahunannya.

Gonjang-ganjing Silvergate

Ilustrasi bank Silvergate Capital. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi bank Silvergate Capital. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Tokocrypto Komitmen Patuhi Regulasi Terkait Perdagangan Kripto

Beberapa analis teknis di Twitter mengeklaim telah memperkirakan penurunan dari resistensi US$ 23.000, namun alasan yang menyebabkan penurunan tidak jelas. Terakhir kali BTC dihargai US$ 22.250 adalah 15 Februari.

Penurunan tajam terjadi meskipun ada peningkatan mulai tahun 2023, dengan BTC masih naik 34,8% sejak dihargai US$ 16.550 pada 1 Januari. Menjelang akhir pekan pertama Maret 2023, pergerakan market kripto tidak menguntungkan.

“Terpantau pada Jumat (3/3) pagi, Bitcoin (BTC) kembali breakdown dan meninggalkan level psikologis US$ 23.000 yang lama ditempatinya beberapa hari terakhir.Perdagangan tiga major aset kripto dibuka merah. Bitcoin mengalami penurunan 4,25%, ETH anjlok cukup signifikan sebesar 4,94%, dan BNB turun 3,94%. Total kapitalisasi pasar kripto pun memerah dengan penurunan sebesar 2,36%, pada level $1,05 triliun,” jelas Tim Riset Tokocrypto.

Anjloknya market kripto terutama Bitcoin disebabkan oleh beberapa hal. Market goyah karena kekhawatiran baru atas solvabilitas perusahaan kripto hingga data statistik pasar tenaga kerja AS yang baru dirilis pada Kamis (2/3).

Sentimen Negatif

Ilustrasi bear market. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi bear market. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Tingkat Stres Investor Kripto Indonesia dan Pentingnya Edukasi Investasi

Kalender ekonomi AS menarik banyak perhatian investor, dengan pasar tenaga kerja AS menjadi sorotan. Biaya tenaga kerja per unit melonjak 3,2% di Q4, naik dari 2,0% di Q3, dengan klaim pengangguran awal turun dari 192.000 menjadi 190.000. Angka pasar tenaga kerja terbaru mendukung lintasan suku bunga The Fed yang lebih hawkish untuk menekan inflasi ke target.

“Investor kripto menanggapi data statistik tersebut, dengan sedikit menjauh dari market. Pasalnya mengindikasikan perekonomian AS masih terlihat kuat dan itu seharusnya membuat pembicaraan hawkish The Fed tetap berjalan. Risiko kenaikan suku bunga yang lebih besar dari seperempat poin mungkin kembali muncul,” jelas Tim Riset Tokocrypto.

Kemudian, ketakutan baru akan keruntuhan Bank Silvergate menguji sentimen investor. Harapan untuk mengakhiri crypto winter telah berkurang setelah kebangkrutan FTX. Silvergate menderita akibat keruntuhan FTX, menunda laporan tahunannya yang mengindikasikan situasi yang kurang baik.

Silvergate telah menghadapi beberapa tantangan sejak akhir tahun lalu, menyusul meledaknya crypto exchange, FTX. Pada bulan Januari mengalami penurunan 40% lagi dalam satu hari setelah melaporkan penarikan besar-besaran pada kuartal keempat, sehubungan dengan keruntuhan FTX.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Market: Maret Bulan Baik untuk Harga Kripto?

Menyusul bulan Februari yang datar, banyak investor kripto berharap penuh untuk dapat banyak peluang keuntungan di Maret mendatang. Namun, harapan itu tampak sulit melihat situasi makroekonomi dan industri kripto secara keseluruhan.

Tim Riset Tokocrypto menjelaskan pergerakan harga Bitcoin (BTC) selama bulan Februari termasuk dalam kategori sideways. Terlihat dari indeks Bitcoin Monthly Returns, Harga BTC berakhir di Februari hanya naik 0,03%. Praktis setelah penutupan pergerakan bulanan BTC mengonfirmasi tidak ke mana-mana selama empat minggu berturut-turut.

Naik turunnya harga Bitcoin yang sebagian besar karena data makroekonomi. Aksi harga BTC menyelesaikan bulan Februari hampir persis dengan di akhir Januari 2023, di mana BTC mulai di sekitar US$ 23.500. Itu berarti bahwa Bitcoin lebih stabil daripada kumpulan aset arus utama, termasuk saham, komoditas, dan, tentu saja, mata uang utama dunia. Ini bukan prestasi yang berarti untuk kripto, dengan Bitcoin sering dikritik sebagai penyimpan nilai yang buruk karena volatilitasnya yang terkadang intens.

Lalu bagaimana dengan proyeksi pergerakan Bitcoin di Maret nanti? 

Proyeksi Gerak Market Kripto di Maret

Ilustrasi investasi aset kripto.
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Daftar Aset Kripto yang Berkinerja Baik di Februari 2023

Pada hari-hari awal Maret ini, terlihat bukanlah bulan yang baik atau bullish untuk market kripto, khususnya Bitcoin. BTC telah turun hampir 5%, menghapus kapitalisasi pasar US$ 22 miliar menjadi total US$ 430,9 miliar pada Jumat (3/3). Ethereum (ETH), XRP (XRP), Cardano (ADA) dan Polygon (MATIC), dan altcoin lainnya juga mengalami penurunan tajam serupa.

Anjloknya market kripto terutama Bitcoin disebabkan oleh beberapa hal. Market goyah karena kekhawatiran baru atas solvabilitas perusahaan kripto yang terjadi pada bank Silvergate hingga data statistik pasar tenaga kerja AS yang baru dirilis pada Kamis (2/3) tidak menguntungkan pasar aset berisiko.

Kemudian di luar data makroekonomi, investor kripto juga dikhawatirkan oleh tindakan dan komentar dari drama U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) yang ingin melakukan pengetatan regulasi kripto di AS. Oleh karena itu, bisa saja market bergerak sideways atau datar imbas investor yang masih khawatir dengan masa depan kripto di AS.

Secara menyeluruh belum ada tanda maupun sentimen yang kuat untuk terjadinya bull run di bulan Maret ini. Kemungkinan besar pasar masih akan tetap sideways di rentang harga US$ 21.500-US$ 25.000. 

Bitcoin Monthly Return. Sumber: Coinglass.
Bitcoin Monthly Return. Sumber: Coinglass.

Baca juga: 5 Aset Kripto Teratas Layak Dipantau pada Maret 2023

Berkaca dari historis Bitcoin Monthly Return, Maret bukan bulan yang baik untuk BTC dan kripto lainnya. Indikasi penurunan pasar kripto banyak terjadi di bulan Maret dalam periode tahun 2014-2018. Di samping itu, bulan Maret juga berisiko tinggi untuk penurunan indeks saham berikutnya, merujuk ke data historis yang menunjukan pasar bearish sering berhenti di antara musim pendapatan triwulanan. 

Kecenderungan investor sulit untuk masuk ke pasar karena menunggu hasil laporan keuangan kuartal dari beberapa perusahan besar, terutama di bidang teknologi. Korelasi pasar saham dan kripto masih berkaitan erat dalam beberapa tahun terakhir.

Pasar kripto telah diperdagangkan sejalan dengan saham teknologi pertumbuhan tinggi sejak akhir tahun 2020, melonjak ke level tertinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Kemudian, perlahan mengalami kehancuran, ketika The Fed mulai menaikkan suku bunga dan menyedot likuiditas keluar dari pasar.

Adapun kalender ekonomi AS yang harus diwaspadai investor adalah tanggal 10 maret akan ada data Non Farm Payrolls (NFP), Consumer Price Index (CPI) pada 14 Maret, dan pertemuan FOMC The Fed untuk menentukan kenaikan suku bunga pada 21-22 Maret. Data makroekonomi yang menguat akan menggangu sikap hawkish The Fed, sehingga kemungkinan besar juga berpengaruh pada pasar kripto bulan ini.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Ada Kripto, Potensi Ekonomi Digital Indonesia Bisa Capai US$ 146 Miliar

Perdagangan aset kripto merupakan bagian ekonomi digital di Indonesia dan diperkirakan akan berkembang pesat di masa mendatang. Diyakini menurut data Google diproyeksikan potensi ekonomi digital Indonesia pada 2025 akan mencapai US$ 146 miliar, terbesar di Asia Tenggara.

Wakil Menteri Perdagangan RI, Jerry Sambuaga, mengatakan konsep aset kripto dan blockchain akan memberikan pengaruh luas dan intensif dalam berbagai sektor serta mengubah pola pengaturan ekonomi perdagangan menjadi berbasis otoritas pasar dan komunitas.

“Potensi ekonomi digital Indonesia dalam beberapa tahun ke depan akan menjadi yang terbesar di Asia Tenggara, yaitu sebesar USD 146 miliar. Hal ini merupakan sesuatu yang harus dapat kita realisasikan bersama,” kata Wamendag, Jerry Sambuaga dalam keterangan tertulisnya dikutip Senin (27/2).

“Maka dari itu, aset kripto harus teratur dan terlembaga serta harus berada di bawah pengaturan negara, sehingga mampu memberikan perlindungan kepada masyarakat serta dapat memberikan manfaat terbaik bagi perekonomian nasional.”

Diminati Anak Muda

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga di acara Tokocrypto Bulan Literasi Kripto 2023. Foto: Tokocrypto.
Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga di acara Tokocrypto Bulan Literasi Kripto 2023. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Market Watch: Bitcoin Sempat Anjlok, Kini Berusaha Bangkit Lagi

Menurut Wamendag, perdagangan aset kripto menjadi salah satu pilihan berinvestasi yang belakangan ini sangat diminati, terutama oleh anak muda. Menurut data Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) Kemendag, lebih dari separuh pelanggan aset kripto di Indonesia berada pada rentang usia 18-35 tahun.

Survei dari Center of Economic and Law Studies (CELIOS), juga menunjukkan bahwa aset kripto berada pada urutan ketiga instrumen investasi yang dimiliki masyarakat Indonesia di mana 21,1 persen responden memiliki instrumen investasi aset kripto, angka ini berada di bawah Reksadana (29,8 persen) dan saham (21,7 persen) dengan rata-rata penempatan dana yang dilakukan masyarakat.

Kementerian Perdagangan melalui Bappebti terus berupaya menyempurnakan peraturan terkait perdagangan fisik aset kripto serta memberikan kesempatan kepada anak bangsa untuk terus berinovasi dalam mengembangkan aset kripto untuk diperdagangkan.

Kuatkan Regulasi

Bappebti telah mengeluarkan peraturan terbaru yaitu Peraturan Nomor 11 Tahun 2022 tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto sebanyak 383 jenis aset kripto di mana di antaranya terdapat sekitar 10 aset kripto lokal.

Diskusi panel di acara Tokocrypto Bulan Literasi Kripto 2023. Foto: Tokocrypto.
Diskusi panel di acara Tokocrypto Bulan Literasi Kripto 2023. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Kripto ANKR Melonjak 60% Efek Kemitraan dengan Microsoft dan Tencent

Selain itu, Bappebti juga telah menerbitkan Peraturan Bappebti Nomor 13 Tahun 2022 tentang
Perubahan Atas Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021 Tentang Pedoman Penyelenggaraan
Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto di Bursa Berjangka.

“Bappebti dan para pemangku kepentingan terus berupaya meningkatkan literasi kepada masyarakat, karena tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu tolak ukur bahwa sebuah industri sudah matang juga ditunjukkan oleh kematangan literasi dari masyarakat yang terlibat,” tutur Jerry.

Dalam enam bulan ke depan, Bappebti bersama kementerian/lembaga lainnya akan menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) yang akan mengatur secara teknis mekanisme masa peralihan wewenang pengaturan dan pengawasan perdagangan fisik aset kripto selama dua tahun ke depan.

“Sebelum masa peralihan tersebut berakhir, kami menargetkan seluruh kelembagaan pada ekosistem perdagangan fisik aset kripto akan segera terbentuk. Hal ini menjadi sebuah penegasan komitmen Kementerian Perdagangan terhadap perkembangan perdagangan fisik aset kripto yang adil serta berorientasi kepada perlindungan masyarakat,” pungkas Wamendag.



Sumber : news.tokocrypto.com

Regulasi Bappebti Kuatkan Perdagangan Kripto dan Lindungi Konsumen

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) memiliki regulasi atau Peraturan Bappebti (PerBa) yang bertujuan untuk menguatkan industri perdagangan aset kripto dan perlindungan konsumen di Indonesia. Salah satu aturan terbaru yang membahas hal tersebut adalah PerBa Nomor 13 Tahun 2022 Tentang Perubahan Atas Peraturan Bappebti Nomor 8 Tahun 2021. 

Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, menegaskan pemerintah selalu mendukung pertumbuhan perdagangan aset kripto di Indonesia yang merupakan bagian dari ekonomi digital yang sedang berkembang. Perkembangan ini dibuktikan dengan data Gross Merchandise Value (GMV) yang menyebutkan, Indonesia merupakan negara teratas di Asia Tenggara dengan nilai ekonomi digital sebesar US$ 70 miliar pada tahun 2021.

“Kementerian Perdagangan melalui Bappebti mengatur perdagangan aset kripto dalam sejumlah  peraturan sebagai upaya memberikan perlindungan kepada konsumen dan kepastian berusaha, meningkatkan investasi di dalam negeri atau mencegah capital outflow, meningkatkan penerimaan pajak bagi negara, mencegah kejahatan pencucian uang dan pendanaan terorisme, serta membuka lapangan kerja baru di bidang teknologi informasi,” kata Didid dalam keterangan tertulisnya.

Penguatan Peraturan

Ilustrasi aset kripto di Indonesia.
Ilustrasi aset kripto di Indonesia.

Baca juga: Indonesia Lebih Dekat Jadi Anggota FATF, Kuatkan Perdagangan Kripto

Bappebti memandang bahwa pengaturan perdagangan aset kripto wajib dilakukan terkait perlindungan dana nasabah, memberikan kepastian hukum berusaha, dan memandang dinamika perdagangan aset kripto sebagai sesuatu yang baik. Salah satu upaya untuk terus menguatkan perdagangan kripto adalah memperbarui regulasi atau peraturan dengan dikeluarkannya PerBa Nomor 13 Tahun 2022.

PerBa 13 ini mengatur Tentang Pedoman Penyelenggaraan Perdagangan Pasar Fisik Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka. Semua crypto exchange atau Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) yang teregulasi Bappebti diminta untuk segera mematuhi aturan baru tersebut terhitung sejak enam bulan PerBa ditetapkan tertanggal 9 November 2022.

“Pelaku usaha yang telah terdaftar sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto sebelum berlakunya Peraturan Badan ini maka wajib menyesuaikan dengan Peraturan Badan ini paling lambat 6 (enam) bulan sejak Peraturan Badan ini ditetapkan.”

Respons Tokocrypto

Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg
Ilustrasi pedagang aset kripto di Indonesia, Tokocrypto. Foto: Dimas Ardian/Bloomberg

Baca juga: Ada Kripto, Potensi Ekonomi Digital Indonesia Bisa Capai US$ 146 Miliar

Sebagai Calon Pedagang Fisik Aset Kripto (CPFAK) yang teregulasi Bappebti, Tokocrypto merespons positif regulasi baru terkait penyelenggaraan perdagangan aset kripto di Indonesia. Melalui PerBa 13 ini bisa menjadi pondasi kuat untuk pelaku usaha di industri aset kripto dalam memitigasi potensi risiko dan tetap mengutamakan keamanan nasabah.

Salah satu upaya yang akan dilakukan Tokocrypto untuk tetap comply pada peraturan dan perundang-undangan yang berlaku di Indonesia adalah untuk meningkatkan pelayanan dengan melakukan migrasi server dalam waktu dekat. Hal ini berkaitan juga dengan PerBa No. 13 Tahun 2022 pasal 14 ayat (3) huruf f dan i:

f. memiliki Disaster Recovery Centre (DRC): 

1. ditempatkan di dalam negeri dengan lokasi paling dekat 20 km (dua puluh kilometer) dengan lokasi server utama;

2. menggunakan server atau cloud server yang memadai dan memiliki standar ISO 27001; dan 

3. memiliki kantor perwakilan resmi di Indonesia.

i. server atau cloud server yang digunakan memiliki spesifikasi teknis yang baik untuk memfasilitasi penggunaan sistem dan/atau sarana perdagangan online yaitu:

1. server dan cloud server termasuk cadangan (mirroring) server harus ditempatkan di dalam negeri;

2. server atau cloud server harus memiliki cadangan (mirroring) server; dan

3. server atau cloud server didukung oleh prasarana dan sarana yang memadai sehingga dapat menjamin kesinambungan operasional.

Tokocrypto pun sudah melakukan audit terbaru mengenai sertifikasi ISO 27001 (Information Security Management System) yang di dalamnya sudah terdapat Statement of Applicability (SOA) untuk ISO 27017 (cloud security). Hal dilakukan untuk melindungi segala informasi yang dimiliki oleh karyawan dan konsumen atau klien baik itu digital, hardcopy atau cloud. Kemudian, mengelola risiko keamanan sistem informasi secara tepat dan efektif.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Halving Bisa Buat Harga BTC Capai Rp 2,7 Miliar

Seorang analis kripto populer baru saja meluncurkan target jangka panjangnya untuk siklus Bitcoin halving yang akan datang. Ia menyatakan Bitcoin halving yang diproyeksikan terjadi pada tahun 2024 nanti, bisa mendorong harga BTC capai Rp 2,7 miliar.

Analis kripto dengan nama samaran, Filbfilb, memberi tahu 85.000 pengikut Twitter-nya bahwa targetnya untuk Bitcoin sekarang adalah US$ 180.000 atau sekitar Rp 2,7 miliar. Ia menunjuk pada Bitcoin halving, yang bisa sekitar satu tahun lagi, sebagai katalis utama.

Halving yang terjadi setiap empat tahun ini akan mengurangi jumlah BTC baru yang memasuki pasar dari 6,25 Bitcoin per blok menjadi 3,125 Bitcoin per blok. Peristiwa ini juga akan memperlambat tingkat inflasi Bitcoin dari sekitar 2,0% menjadi sekitar 1,0%. Tingkat inflasi Bitcoin dirancang untuk terus turun dan cenderung menuju nol untuk memastikan pasokan BTC tidak pernah melampaui 21 juta.

Kenaikan Harga

Bitcoin Bull Market Comparasion jelang halving. SUmber: Decentrader.
Bitcoin Bull Market Comparasion jelang halving. SUmber: Decentrader.

Baca juga: Analisis Tunjukkan 2023 Mungkin Waktu Terbaik untuk Akumulasi Bitcoin

Pengetatan pasokan secara historis bertepatan dengan pergerakan besar harga Bitcoin, dan para investor serta traders yakin kali ini tidak akan berbeda.

“Bitcoin halving akan jatuh tempo pada Maret 2024. Jika sejarah adalah segalanya, maka Anda memiliki waktu maksimal 18 bulan untuk menyelesaikan masalah Anda sebelum kita mulai melakukan segala macam hal gila di atas rekor tertinggi sepanjang masa lagi,” kata Filbfilb.

Filbfilb mengatakan traders hanya perlu satu grafik, merinci apa yang terjadi segera setelah setiap BTC berkurang setengahnya, untuk memahami potensinya.

“Jika kita hanya melihat satu grafik maka perbandingan bull market Bitcoin adalah itu,” jelasnya.

“Jadi semua orang ada di halaman yang sama, bank Bitcoin tidak memiliki anggota, tidak ada bangunan, dan tidak ada bankir yang memanipulasi tarif yang mencoba menyeimbangkan inflasi dengan pekerjaan penuh. Ini berjalan pada kode; itu selalu dan akan selalu… Sekarang untuk pelajaran ekonomi yang semua orang tahu. Harga merupakan fungsi dari penawaran dan permintaan. Inilah mengapa kami melihat reli harga pada periode setelah setiap halving (di sebelah kiri grafik).”

Sejarah Bitcoin Halving

Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Alasan Kripto ‘Koin China’ Filecoin hingga VeChain Hasilkan Untung Besar

Sejauh ini ada tiga peristiwa Bitcoin halving, yang pertama pada November 2012, yang kedua pada Juli 2016, dan yang terbaru pada April 2020. Ketiganya telah mengalami peningkatan besar-besaran dalam harga Bitcoin. Pada saat halving tahun 2012, Bitcoin diperdagangkan sekitar US$ 12. Dalam waktu sekitar satu tahun, itu telah naik di atas US$ 1.000.

Halving kedua terjadi ketika harga BTC sekitar US$ 650. Dalam waktu kurang dari satu setengah tahun, harga Bitcoin telah mencapai US$ 19.000. Terakhir, pada tahun 2020 halving terjadi ketika harga Bitcoin berada di bawah US$ 9.000. Harga kemudian mencapai rekor tertinggi pada November 2021 sebesar US$ 69.000.

Dengan demikian, BTC telah membukukan keuntungan sejak tanggal halving hingga puncak pasar berikutnya sekitar 83x, 29x, dan 8x. Tidak mengherankan, dengan Bitcoin yang semakin matang sebagai kelas aset dan telah menikmati pertumbuhan substansial dalam kapitalisasi pasarnya, tingkat keuntungan pasca-separuhnya telah melambat dan masih bisa semakin melambat.



Sumber : news.tokocrypto.com