Tag Archives: Market

OJK: Investor Kripto Tembus 19 Juta, Siap Salip Investor Pasar Modal?

Berdasarkan laporan terbaru dari OJK, jumlah investor aset kripto kini telah mencapai 19,08 juta pada akhir November 2025, naik dari 18,61 juta pada Oktober 2025. Peningkatan ini sebesar 2,5% dalam satu bulan, menunjukkan tren positif yang konsisten sepanjang tahun. Dari segi transaksi aset kripto secara kumulatif, sepanjang 2025 (YTD) mencapai Rp446,77 triliun, meskipun nilai transaksi bulanan pada November turun 24,53% menjadi Rp37,20 triliun dibandingkan Oktober (Rp49,29 triliun).

Selain itu, kapitalisasi pasar aset kripto di Indonesia pada akhir November 2025 tercatat Rp39,34 triliun, sedikit menurun dari bulan sebelumnya (Rp39,38 triliun). Penurunan ini dipengaruhi oleh volatilitas pasar global, seperti fluktuasi harga Bitcoin dan Ethereum.

Namun, OJK menilai bahwa kepercayaan konsumen tetap tinggi, terbukti dari penambahan investor baru yang mencapai ratusan ribu orang setiap bulannya. Dengan total investor yang kini mencapai 19,08 juta, investor kripto di Indonesia kini lebih banyak daripada investor saham, bahkan hampir menyalip total investor pasar modal secara keseluruhan dengan total 19,32 juta per November 2025.

Faktor Pendorong Pertumbuhan Investor Kripto

Pertumbuhan jumlah investor kripto di Indonesia tidak lepas dari beberapa faktor utama. Pertama, kemudahan akses melalui aplikasi mobile dan platform exchanger lokal seperti Tokocrypto yang memudahkan investor pemula untuk melakukan investasi, bahkan hanya dengan modal awal Rp50.000.

Data OJK mencatat bahwa hingga November 2025, terdapat 1.347 aset kripto yang dapat diperdagangkan, dan aktivitas jual/beli bisa dilakukan kapan saja selama 24 jam, termasuk tanggal merah dan hari libur.

Kedua, pengaruh generasi muda yang tech-savvy. Dari data OJK, lebih dari 54% investor kripto berusia di bawah 30 tahun. Selain itu, pandemi COVID-19 telah mempercepat adopsi digital, di mana banyak orang beralih ke investasi online untuk diversifikasi portofolio.

Ketiga, dukungan regulasi dari OJK, seperti POJK Nomor 23 Tahun 2025 yang memperkuat pengaturan aset digital. Regulasi ini memberikan rasa aman bagi investor, sehingga jumlah konsumen dapat terus bertumbuh meskipun pasar global mengalami koreksi.

Perbandingan Jumlah Investor Kripto vs Jumlah Investor Saham di Indonesia

Berdasarkan data PT Bursa Efek Indonesia (BEI), jumlah investor saham telah mencapai sekitar 8,08 juta Single Investor Identification (SID) pada akhir Oktober 2025. Angka ini naik signifikan sepanjang tahun, dengan penambahan 1,7 juta investor saham baru, atau pertumbuhan 51,2% dibandingkan tahun sebelumnya.

Namun, jika dibandingkan dengan investor kripto yang mencapai 19,08 juta, jumlah investor saham tampak lebih kecil. Ini menarik karena total SID di pasar modal secara keseluruhan (termasuk saham, reksa dana, dan SBN) mencapai 19,32 juta pada November 2025. Artinya, investor kripto hampir setara dengan total investor pasar modal tradisional, tetapi jauh melebihi investor saham.

Aspek  Investor Kripto  Investor Saham
Jumlah Total 19,08 juta 8,08 juta
Pertumbuhan Bulanan 2,5% (dari September) Sekitar 2-3% (berdasarkan tren)
Usia Dominan Di bawah 30 tahun (mayoritas) Campuran, tapi ritel muda meningkat

Perbandingan ini menunjukkan bahwa kripto lebih menarik bagi investor ritel karena biaya masuk rendah dan akses mudah, sementara saham sering memerlukan modal lebih besar dan proses verifikasi yang lebih ketat. Namun, saham menawarkan stabilitas jangka panjang melalui dividen dan pertumbuhan perusahaan, sedangkan kripto lebih fluktuatif bagi para investor yang moderat. 

Jika kamu tertarik untuk mencoba melakukan investasi di aset kripto seperti Bitcoin, kamu bisa menggunakan exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto — mulai dengan deposit Rp50.000 saja kamu bisa memiliki aset digital masa depan lho! Ayo daftar di sini dan dapatkan potongan biaya trading 20% dengan kode TEMUTOKO!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Siaran Pers OJK. Diakses 14 Desember 2025

Siaran Pers PT Bursa Efek Indonesia. Diakses 14 Desember 2025



Sumber : news.tokocrypto.com

⁠⁠Reksa Dana Versi Kripto! CoinMarketCap Rilis CMC20 DTF Index di Jaringan BNB

Pernah terbayang gak kalau kamu bisa memiliki eksposur langsung terhadap aset kripto, tapi diurus oleh manajer investasi layaknya Reksa Dana atau ETF?

Index dari CoinMarketCap yang satu bekerja dengan cara yang mirip seperti Reksa Dana dan ETF, melacak langsung harga dari 20 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar—dilakukan secara real time, dan mengalami kalibrasi di setiap bulannya.

Menariknya, index ini juga memiliki versi token yang dikenal dengan Decentralized Token Folio (DTF). Bobotnya terdiri dari 20 aset kripto yang didominasi oleh 68% Bitcoin dan 14% Ethereum, sisanya 18 aset dengan kapitalisasi pasar tertinggi yang masuk ke dalam kriteria.

Bagi kamu yang ingin memahami apa itu CMC20, bagaimana cara kerjanya, serta mengapa konsep ini menarik simak langsung penjelasannya yuk!

Apa Itu CMC20 Index?

Data CMC20 di Reserve Protocol lengkap dengan data koleteral. Sumber: Reserve Right Procotol

CMC20 Index adalah indeks dari CoinMarketCap yang melacak pergerakan harga dari 20 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar—kecuali aset yang bermasalah, likuiditasnya kecil, aset wrapped, dan stablecoin.

Konsepnya kurang lebih mirip dengan indeks saham seperti LQ45 atau S&P 500 yang melacak kumpulan saham tertentu. Tujuannya untuk memberikan gambaran yang transparan, data-driven, dan tidak bias tentang kondisi pasar kripto.

Tidak hanya sebagai index, CMC20 juga tersedia dalam bentuk token, mirip seperti Reksa Dana atau ETF karena dapat diperjualbelikan secara langsung—bahkan dikirim melalui jaringan BNB.

Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Bagaimana Index CMC20 Bekerja?

CMC20 bekerja dengan menggunakan metode market-capitalization weighting, yaitu menimbang setiap aset sesuai dengan nilai kapitalisasi pasarnya. Lebih lengkap, sistemnya seperti ini:

  1. Constituent Selection

Indeks hanya memasukkan 20 aset kripto terbesar berdasarkan peringkat kapitalisasi pasar di CoinMarketCap. Stablecoin (misalnya USDT) dan token yang “dibungkus” (wrapped tokens seperti WBTC atau stETH) tidak dihitung supaya indeks benar-benar mencerminkan aset kripto yang aktif diperdagangkan.

  1. Weighting Method

Bobot tiap aset ditentukan oleh besar kapitalisasi pasarnya. Jadi, semakin besar nilai pasar suatu kripto, semakin besar pengaruhnya terhadap pergerakan indeks. Contoh: Bitcoin punya bobot dominan karena kapitalisasi pasarnya jauh lebih besar dibanding koin lain.

  1. Rebalancing

Agar tetap relevan, rebalancing dilakukan setiap bulan pada tanggal 1 pukul 00:00 UTC. Tujuannya agar komposisi indeks tetap relevan dengan kondisi pasar terbaru, misalnya jika ada kripto baru yang masuk 20 besar atau ada yang keluar.

  1. Currency

Semua perhitungan dilakukan dalam USD, sehingga nilai indeks bisa dibandingkan secara konsisten.

  1. Calculation Frequency

Nilai indeks diperbarui setiap detik menggunakan data CoinMarketCap yang tervalidasi. Membuat indeks ini diperbarui secara real-time dan mencerminkan kondisi pasar pada saat itu.

Baca juga: Cara Mengetahui Narasi Pasar Kripto dengan Dexu.ai, Wajib Coba!

Komposisi Aset Kripto dalam CMC20 DTF

Komposisi CMC20 per Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

Saat ini komposisi CMC20 didominasi oleh Bitcoin (BTC) dengan bobot sebesar 68.15%, diikuti oleh Ethereum (ETH) sebesar 14.54%.

Aset lainnya seperti XRP, BNB, dan Solana memiliki bobot yang jauh lebih kecil, masing-masing di bawah 5%. Sementara itu, aset seperti TRX, DOGE, ADA, dan LINK hanya menyumbang kurang dari 1% terhadap total indeks.

Token ini adalah hasil kerjasama Reserve Protocol dan Lista DAO, untuk melihat lebih lengkap mengenai komposisi terbaru dan kolateral dari token CMC20 DTF, kamu bisa mengunjungi laman Reserve app.

Kelebihan dan Kekurangan CMC20

Keuntungan

Sebagai index, CMC20 dapat menjadi salah satu cara bagi investor untuk mengetahui pergerakan pasar secara umum, terlebih lagi pasar kripto sering mengikuti pergerakan BTC  dan bobot BTC dalam index ini mencapai lebih dari 60%.

Sebagai token, CMC 20 dapat menjadi salah satu cara untuk melakukan diversifikasi dan membantu mengurangi volatilitas harga jika dibandingkan dengan membeli satu aset tunggal.

Kekurangan

Karena bobot indeks ditentukan oleh kapitalisasi pasar, Bitcoin (±68%) dan Ethereum (±14%) mendominasi pergerakan CMC20. Akibatnya, meskipun disebut “20 aset”, indeks akan sering kali bergerak hampir searah dengan BTC dan ETH.

Selain itu, sebagai token, meskipun transparan, CMC20 belum resmi diperdagangkan dan tidak memiliki jaminan dari pemerintah seperti di reksadana konvensional.

Bagaimana Cara Membeli Token CMC20?

Token ini baru tersedia di jaringan DeFi BNB seperti PancakeSwap, untuk membeli token ini kamu butuh pemahaman tentang cara kerja DEX, penggunaan wallet, biaya jaringan, serta risiko likuiditas dan keamanan sebelum membeli.

  1. Siapkan Wallet: Gunakan web3 wallet seperti Binance Wallet atau Trust Wallet dan pastikan dalam jaringan BNB Smart Chain.
  2. Beli BNB di Tokocrypto: Cari pasangan BNB/IDR di aplikasi Tokocrypto, beli sesuai kebutuhan.
  3. Transfer BNB ke Wallet: Kirim melalui jaringan BEP-20 ke alamat wallet kamu—tutorial lebih lengkap bisa baca Cara Transfer Crypto Lewat Jaringan Blockchain di Tokocrypto
  4. Hubungkan ke PancakeSwap atau Reserve app: Klik Connect Wallet di PancakeSwap.
  5. Swap BNB ke CMC20: Pilih BNB sebagai token asal, CMC20 (0x2f8A339B5889FfaC4c5A956787cdA593b3c36867) sebagai tujuan, setelah itu konfirmasi transaksi.

Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 12 Desember 2025: Altcoin Ini Kembali Pimpin Market!

Pasar kripto hari ini, Jumat (12/12), altcoin kembali memimpin penguatan pasar menjelang akhir pekan dengan JELLYJELLY melonjak 37%, FIS naik 30%, dan SOMI menguat 16%. Sementara itu, Bitcoin masih berada di bawah tekanan setelah sempat jatuh di bawah $90.000, diiringi penurunan arus masuk stablecoin ke bursa hingga 50%, yang membuat tekanan beli melemah dan tren bullish tertahan.

Di sisi lain, sentimen pasar digerakkan oleh prediksi berani Arthur Hayes yang menargetkan Ethereum ke $20.000 pada 2026, serta pandangan a16z bahwa narasi besar tahun depan akan didominasi oleh agen AI, blockchain berkecepatan penyelesaian instan, dan teknologi privasi untuk institusi. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar Menjelang Akhir Pekan

  • JELLYJELLY catat penguatan harian 37%, harganya naik $0,06765.
  • Harga FIS melonjak 30%, saat ini diperdagangkan di level $0,0333.
  • SOMI mengalami kenaikan 16%, dengan harga mencapai $0,2617.

Bisakah Bitcoin Memulai Kembali Tren Bullish?

  • Harga Bitcoin anjlok di bawah $90.000 setelah turun 17,67% (November).
  • Arus masuk stablecoin ke bursa turun 50% (dari $158 M ke $76 M).
  • Kapitalisasi stablecoin tinggi tidak dorong kenaikan harga Bitcoin.

LAUNCH-DROP DRX Token Raih Total Hadiah Rp80Juta*

Arthur Hayes Membuat Prediksi Gila tentang Ethereum untuk Tahun 2026

  • Arthur Hayes prediksi ETH $20.000; 50 ETH bisa jadikan jutawan saat Pemilu AS.
  • Hayes ramal L1 akan runtuh, Ethereum dan Solana bertahan jangka panjang.
  • Hayes sebut institusi akan membangun di atas Ethereum dorong siklus harga.

a16z Memprediksi Tiga Narasi Kripto Akan Bersinar di Tahun 2026

  • Prediksi a16z, agen AI akan memainkan peran besar blockchain tahun depan.
  • Blockchain jadi kekuatan sektor keuangan karena penyelesaian instan.
  • Blockchain privasi akan dominan karena institusi butuh perlindungan data.

Baca juga: Riset Kripto 1-5 Des 2025: Bitcoin Menguat: Santa Rally atau Bull Trap?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Piala Dunia 2026 Sebentar Lagi, Likuiditas Pasar Siap Tersedot!

Dengan undian grup Piala Dunia yang baru saja keluar pada 6 Desember 2025 kemarin di Washington DC, perayaan 4 tahunan sepak bola dunia ini kini semakin dekat.

Piala Dunia kali ini akan melibatkan 48 tim dari seluruh dunia dan total 104 pertandingan yang tersebar di 16 kota di tiga negara: Amerika Serikat (11 kota), Kanada (2 kota), dan Meksiko (3 kota). 

Venue-venue yang dipilih termasuk stadion ikonik seperti MetLife Stadium di New Jersey, AT&T Stadium di Dallas, dan BMO Field di Toronto. Pemilihan ini tujukan untuk optimalisasi perjalanan tim dan pengalaman penggemar, dengan pertimbangan geografis untuk mengurangi jet lag dan meningkatkan aksesibilitas.

Dengan kick off yang akan dimulai pada 11 Juni 2026 dan berakhir pada 19 Juli 2026, event ini tidak hanya ditunggu oleh para pecinta olahraga, namun berpotensi memberikan dampak bagi pasar keuangan.

Ketika Piala Dunia dimulai, banyak mata tertuju pada pergelaran event besar ini, termasuk para investor—membuat likuiditas pasar “tersedot” karena perhatian investor beralih ke lapangan hijau, khususnya pasar prediksi.

Piala Dunia dan Dampaknya Pada Likuiditas Pasar

Event olahraga sebesar Piala Dunia bukan hanya tentang gol dan trofi—namun pagelaran ini juga mempengaruhi ekonomi global, termasuk pasar keuangan. 

Penelitian dari European Central Bank pada Piala Dunia 2010 menunjukkan bahwa selama pertandingan tim nasional, jumlah transaksi turun hingga 45%, dan volume trading merosot 55% dibandingkan saat kondisi normal. 

Efek ini digadang-gadang disebabkan oleh “investor inattention” yang merupakan kondisi dimana ketika perhatian investor terbatas dan mudah teralihkan oleh hal-hal lain, sehingga mereka tidak sepenuhnya memproses informasi pasar.

Dengan hype Piala Dunia yang semakin panas, perhatian investor jadi teralihkan ke pertandingan, terutama saat ada gol dicetak, yang menyebabkan penurunan tambahan 5% dalam aktivitas trading.

Baca juga: ⁠5 Aset Kripto yang Jadi Sponsor Klub Sepak Bola Top Dunia

Studi lain dari Journal of Financial Markets menemukan bahwa selama pertandingan sepak bola yang tumpang tindih dengan jam trading, membuat volume trading meningkat sebelum pertandingan, tetapi kemudian turun selama laga.

Volatilitas pasar sebelum kick-off dan turun selama pertandingan, sementara likuiditas menurun dengan spread yang melebar. Ini lebih parah di negara-negara dengan penggemar sepak bola yang fanatik, di mana distraksi dari pagelaran ini dapat menyebabkan pengurangan volatilitas harga, tapi penurunan price discovery.

Secara historis, Piala Dunia mempengaruhi return di saham. Sebuah analisis dari Project Syndicate dalam kurun waktu dari tahun 1950 hingga 2006 menunjukkan return rata-rata pasar AS turun 2.6% selama periode World Cup, dibandingkan kenaikan 1.2% di periode normal. Di pasar forex, volume trading rendah menyebabkan volatilitas lebih tinggi, dan pasar bisa turun setelah kekalahan tim nasional.

Bagaimana dengan Pasar Kripto?

Selama Piala Dunia, pasar prediksi seperti platform Polymarket dan Kalshi jadi lebih menarik perhatian karena selain investor bisa mendukung tim kesayangan, banyak investor yang beranggapan bahwa mereka bisa menikmati Piala Dunia sambil mendapatkan keuntungan. 

Baca juga: Apa itu Polymarket? Platform Prediksi yang Akan Terintegrasi dengan Google

Pasar kripto sering kali dalam periode penurunan (bear market), hal ini salah satunya karena siklus Halving yang juga sama-sama 4 tahun seperti Piala Dunia, membuat pasar kripto dan Piala Dunia memiliki ritme yang sama.

Grafik Bitcoin dan mulainya Piala Dunia. Sumber: TradingView

Event Piala Dunia 2026 diproyeksikan FIFA menarik hingga 6 miliar penonton yang akan terlibat melalui streaming, highlights, atau bentuk interaksi lainnya, menjadikannya salah satu acara olahraga terbesar dalam sejarah. 

Paparan masif ini tidak hanya meningkatkan antusiasme, tetapi juga berpotensi mendorong narasi SportFi di dunia kripto, sebagai perpaduan antara sports dan decentralized finance (DeFi) yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk inovasi seperti tokenisasi hak penggemar, NFT collectibles berbasis olahraga, dan platform engagement yang memungkinkan penggemar berpartisipasi secara finansial dalam ekosistem tim favorit mereka. 

Total kapitalisasi pasar Fan Token. Sumber: CoinMarketCap

Fan token, sebagai salah satu aset kripto utama dalam narasi ini, bisa menjadi pilihan yang patut dilirik oleh investor, mengingat total kapitalisasi pasarnya baru mencapai sekitar $241 juta, dimana masih relatif kecil dibandingkan dengan narasi lain seperti AI, RWA, atau DeFi.

Kamu bisa trading fan token kripto, dengan biaya 0% melalui Tokocrypto yang telah berizin resmi dan diawasi oleh OJK! DAFTAR SI INI!

Baca juga: Fan Token Sepak Bola Terbaik: Mengenal dan Memahami Risikonya


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.

How the World Cup Affects Forex Trading – Orbex Forex Trading Blog



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Menggila Menjelang Keputusan The Fed

Pasar kripto mengalami lonjakan tajam hanya beberapa jam sebelum pengumuman kebijakan suku bunga The Fed (FOMC), Rabu (10/12). Pergerakan agresif ini disebut analis sebagai “taruhan total” pasar terhadap dua kemungkinan: penurunan suku bunga atau setidaknya dovish pause.

Harga Bitcoin (BTC) naik sekitar 2,37%, sementara Ethereum (ETH) melonjak lebih dari 6%, menandai lonjakan pra-pengumuman yang menurut analis merupakan aksi front-running oleh investor besar atau whale. Mereka diyakini melakukan akumulasi lebih awal untuk mengamankan harga bawah sebelum kabar resmi rilis.

Mengapa Suku Bunga Jadi Penentu Besar?

Analis kripto @fhiyyerh menjelaskan bahwa perubahan suku bunga sangat menentukan jumlah likuiditas murah di pasar global.

  • Suku bunga turun = aset berisiko naik
    Saat The Fed memberi sinyal pelonggaran, arus modal biasanya keluar dari obligasi berimbal hasil rendah dan berpindah ke aset spekulatif, termasuk kripto.

Kondisi ini memicu apa yang disebut sebagai Liquidity Cascade, di mana Bitcoin dan Ethereum mendapat aliran dana institusi terlebih dahulu. Namun, keuntungan persentase terbesar biasanya muncul di altcoin mid-cap yang lebih sensitif terhadap sentimen risiko.

Altcoin Mana yang Paling Berpotensi ‘Melejit’ Jika Fed Dovish?

1. Solana (SOL)

Solana disebut sebagai kandidat terkuat penerima limpahan likuiditas. Kecepatan transaksi dan biaya murah membuatnya berkali-kali menjadi pemenang di momen risk-on.

2. Token Gaming & Metaverse (SAND dan sejenisnya)

Dengan suku bunga rendah, sektor berisiko tinggi seperti gaming dan metaverse kembali diminati karena memerlukan modal murah untuk berkembang.

3. Token DeFi

Penurunan suku bunga tradisional membuat yield DeFi terlihat lebih menarik. Lonjakan TVL dan aktivitas swap berpotensi mengangkat harga token governance berbagai protokol.

4. Layer-2 (Optimism, Arbitrum)

Menurut akun analis @Crypto_bannks, L2 diperkirakan ikut terangkat karena peningkatan aktivitas jaringan dan dukungan institusional pada ekosistem Ethereum.

5. AI Tokens & Mid-cap Layer-1 (FET/AGI, KAS, SUI)

Analis @bellezza_ melihat aliran modal sudah bergerak diam-diam ke sektor ini. Konsolidasi ketat yang terjadi belakangan dianggap sebagai tanda awal potensi ledakan volatilitas.

Tidak Semua Analis Sepakat

Walau euforia meningkat, beberapa analis memperingatkan bahwa pasar mungkin sudah terlebih dahulu mencerminkan (priced in) skenario dovish.
Jika The Fed memberikan nada hawkish, volatilitas ekstrem bisa muncul dalam hitungan menit.

Selain itu, pola historis menunjukkan bahwa:

  • Kapital biasanya mengalir ke BTC dan ETH lebih dulu,
  • Altcoin baru menyusul setelah tren utama benar-benar terbentuk.

Semua Mata Tertuju pada FOMC

Antisipasi pasar kini sangat jelas: keputusan dovish dapat memicu rotasi besar ke altcoin. Namun pemenang sebenarnya akan ditentukan oleh kombinasi likuiditas, fundamental proyek, dan katalis jangka pendek.

Dengan volatilitas yang sudah meningkat sebelum pengumuman, para trader kini bersiap menghadapi salah satu momen paling menentukan dalam pasar kripto sepanjang kuartal ini.

Baca juga: Menegangkan! XRP Sentuh $2 Jelang Pengumuman The Fed, Rebound?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 9 Desember 2025: Sideways Nunggu Sinyal Terbaru

Pasar kripto hari ini, Selasa (9/12) bergerak sideways, namun sejumlah altcoin tetap mencuri perhatian dengan LUNA naik 27%, RDNT 17%, dan MAGIC 15%, menandakan rotasi minat investor ke aset berisiko.

Dari sisi makro, muncul sinyal baru di Bitcoin menjelang FOMC: pasokan BTC berusia 10 tahun kembali aktif, CDD melonjak, dan aktivitas whale menunjukkan potensi distribusi, sehingga arah pasar sangat bergantung pada keputusan Powell dan kondisi likuiditas minggu ini.

Data ekonomi AS seperti JOLTS dan klaim pengangguran juga akan membentuk ekspektasi penurunan suku bunga, mengarahkan BTC di kisaran dukungan $86.000 atau target bullish $92.000–$100.000. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Pimpin Kenaikan di Tengah Pasar Sideways

  • Harga LUNA melonjak 27%, saat ini diperdagangkan di level $0,1271.
  • RDNT mengalami kenaikan 17%, dengan harga mencapai $0,01171.
  • MAGIC catatpenguatan harian 15%, menetapkan harganya pada $0,1111.

Perhatian! Sinyal Bitcoin Baru Muncul Menjelang FOMC

  • Pasokan Bitcoin 10 tahun aktif kembali, potensi distribusi.
  • CDD melonjak, whale ambil untung, permintaan pembeli melemah.
  • Arah pasar tergantung keputusan FOMC dan likuiditas.

LAUNCH-DROP DRX Token Raih Total Hadiah Rp80Juta*

Data Ekonomi Utama AS Bentuk Sentimen Bitcoin Minggu Ini

  • Keputusan FOMC dan arahan Powell dominasi sentimen BTC, awasi volatilitas.
  • JOLTS dan klaim pengangguran pengaruhi harapan penurunan suku bunga.
  • Minggu data padat tentukan arah BTC Desember: antara dukungan $86.000 dan target $92.000-$100.000.

Altcoin yang Patut Diawasi Jelang Pertemuan FOMC Desember

  • FARTCOIN tunjukkan momentum kuat, indikator bullish dukung potensi untung.
  • BCH diuntungkan struktur bullish, berpotensi naik jika pasar positif.
  • 2Z incar terobosan resistance, MACD menguat jelang keputusan suku bunga yang menguntungkan.

Baca juga: Riset Kripto 1-5 Des 2025: Bitcoin Menguat: Santa Rally atau Bull Trap?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Mengetahui Narasi Pasar Kripto dengan Dexu.ai, Wajib Coba!

Mengetahui arah pasar kripto tidak cukup hanya dengan membaca grafik harga atau mengikuti berita. Pasar kripto digerakkan oleh sesuatu yang jauh lebih kuat dan komunal, yakni narasi. Narasi adalah tema besar yang dapat mempengaruhi minat investor, mengarahkan arus modal, dan menentukan sektor mana yang sedang layak jadi atensi.

Dexu.ai hadir sebagai solusi berbasis kecerdasan buatan yang mampu mengidentifikasi, menganalisis, dan memvisualisasikan narasi secara cepat, komprehensif, serta mudah digunakan oleh pemula.

Panduan ini akan membantu kamu memahami cara mengetahui narasi pasar kripto dengan Dexu.ai, tapi sebelum itu pastikan kamu telah menggunakan exchange kripto yang terdaftar resmi seperti Tokocrypto agar pengalaman trading kamu tetap aman! Dapatkan juga potongan gratis biaya trading dengan fitur beli/jual ⤵️

Apa itu Dexu.ai?

Dexu.ai adalah platform Web3 data analytics yang menggunakan kecerdasan buatan (AI) untuk menganalisis pasar kripto secara menyeluruh sehingga dapat memberikan gambaran holistik tentang kondisi pasar kripto agar trader, investor, maupun analis bisa mengambil keputusan lebih cerdas.

Dexu.ai dirancang untuk memberikan insight mendalam tentang pasar kripto, termasuk data teknikal, sosial, dan fundamental menggabungkan data dari berbagai sumber seperti CoinMarketCap, Binance, Twitter, dan Defillama lalu menggabungkan data dari banyak sumber dan memperbaikinya setiap 5 menit, sehingga pengguna selalu mendapatkan informasi real-time.

Dengan fitur yang tersedia di Dexu.ai pengguna dapat mempelajari insight pasar kripto lebih detail, seperti korelasi harga, funding rate, hingga mengetahui pergeseran dari narasi pasar kripto yang sedang terjadi.

Baca juga: Gemini 3 Sekarang Bisa Langsung Gambar Teknikal Analisis, Begini Tutorialnya!

Ada 8 fitur utama di Dexu.ai  yang bisa kamu gunakan untuk mengetahui narasi pasar kripto, mulai dari Narratives, Project, KOLs, Ecosystems, Socials, AI Alpha, Screener, dan Market Signal. Berikut penjelasan lebih lengkapnya:

  • Narratives → Fitur ini menyediakan gambaran umum tentang narasi kripto seperti AI, DeFi, atau Memecoins. Top Narratives menampilkan performa harga rata-rata (mean) dalam timeframe seperti 1H hingga YTD, dengan basis USD, BTC, ETH, atau SOL. Explore a Narrative mencakup mindshare sosial, grafik historis, korelasi, dan filter untuk penyesuaian. Data diperbarui setiap 5 menit dari CoinMarketCap.
  • Projects → Projects memungkinkan analisis aset individu. Top Projects memeringkat berdasarkan market cap atau performa. Explore a Project memiliki tab Social (mindshare, tweet terkait), Market (harga, volume), Technical (on-chain seperti TVL, sebagian besar WIP), dan KOLs (influencer yang menyebutkan). Pengguna dapat menavigasi dari narasi ke proyek spesifik.
  • KOLs → Fitur KOLs melacak key opinion leaders. Top KOLs memeringkat berdasarkan keterlibatan atau dampak. Explore a KOL menunjukkan proyek yang disebutkan (misalnya top 4 seperti $HYPE, $WIF), volume tweet, tweet viral, dan overlay tweet pada grafik harga untuk melihat pola perilaku selama tren naik atau turun.
  • Ecosystems  →  Ecosystems membandingkan jaringan blockchain seperti Ethereum atau Solana. Top Ecosystems menampilkan performa token asli dalam timeframe 1H hingga YTD. Explore an Ecosystem mencakup TVL, market cap, volume, mindshare, dan maxis, dengan visualisasi TreeMap atau Bar. Beberapa data ditandai TBC atau memerlukan plan Advanced.
  • Socials → Socials mengintegrasikan X (Twitter) untuk tren real-time, word cloud per kohort (VCs, founders, degens), tweet viral, dan pencarian dengan grafik perhatian. YouTube mungkin terintegrasi untuk konten media lebih luas, meskipun fokus utama pada Twitter. Fitur ini termasuk deteksi ticker baru berdasarkan engagement.
  • AI Alpha → AI Alpha memindai Twitter kripto untuk kata kunci, menghasilkan ringkasan TLDR tentang opini, berita, dan pandangan utama. Pengguna dapat memilih jendela waktu 1D, 2D, atau 7D. Tersedia di plan Advanced dengan kredit bulanan terbatas; ringkasan mungkin memiliki ketidakakuratan sesekali.
  • Screener → Screener menyaring token berdasarkan market cap (misalnya >$10B hingga $10M-$100M). Menampilkan metrik seperti perubahan harga 24H hingga YTD, volume, TVL, rasio market cap/FDV, pengikut pintar, dan jarak ke ATH. Termasuk ringkasan mean/median, dengan opsi filter dan sort.
  • Market Signal → Market Signal memantau indikator agregat seperti total volume 24H top 1000 aset (opsi exclude bluechips seperti BTC/ETH/SOL) dan funding rate rata-rata dari Binance perpetuals. Data diperbarui setiap 5 menit dari CoinMarketCap dan Binance.

Cara Mengetahui Narasi Pasar Kripto dengan Dexu.ai

Untuk mengetahui narasi apa yang ada di pasar kripto, kamu hanya perlu menggunakan fitur “Narrative” dan akan Dexu.ai akan menampilkan dengan jelas performa narasi pasar kripto sesuai dengan jangka waktu yang kamu inginkan, mulai dari satu jam, hari, bulan, hingga satu tahun.

Tampilan data narasi pasar kripto secara keluruhan. Sumber: Dexu.ai

Kamu bisa langsung melihat narasi apa saja yang sedang mengalami kenaikan dan penurunan, seperti gambar di atas.

Selain itu, kamu juga bisa mengetahui lebih detail perihal aset apa yang sedang perform pada kategori narasi tersebut dengan langsung meng-klik batang infografis seperti di bawah ini:

Data dari Dexu.ai akan menampilkan lebih lengkap daftar performa aset dalam kategori tersebut, lengkap dengan volume hingga performa tracking secara historis.

Tampilan data berdasarkan kenaikan harga aset kripto sesuai narasinya. Sumber: Dexu.ai

Selain dari pergerakan harga, kamu juga bisa mencari tahu mengenai narasi yang sedang terjadi di pasar kripto dari aspek sosial dengan memindahkan tab “market” ke tab “social”. Contohnya, seperti gambar di bawah ini:

Tampilan tab social untuk mengetahui aset apa yang sedang diperbincangkan di media sosial. Sumber: Dexu.ai

Tak berhenti sampai di situ, banyak fitur Dexu.ai yang juga bisa kamu gunakan untuk mengetahui narasi yang mungkin akan terjadi, seperti memanfaatkan fitur Fitur KOLs yang membantu melacak influencer dan spesialisasi mereka, sementara Socials mampu memfilter tweet viral untuk sinyal awal.

Coba langsung Dexu.ai dengan kunjungi laman https://dexu.ai/narratives atau klik di sini.

Penutup

Secara keseluruhan, fitur Dexu.ai menjadi solusi bagi trader yang menggunakan strategi trading dengan memanfaatkan momentum, seperti narasi atau narrative. Dengan pendekatan top-down yang menggabungkan data pasar, sosial, dan on-chain, platform ini mampu menyaring kebisingan informasi dan menampilkan sinyal yang relevan secara real-time. 

Hal ini menjadikan Dexu.ai bukan hanya sekadar dashboard analitik, melainkan alat berbasis AI yang membantu trader mendeteksi tren lebih awal, memahami sentimen komunitas, serta mengidentifikasi peluang narasi pasar kripto selanjutnya di 2026 nanti.

Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

⁠⁠Crypto AI Bubble Pecah? Ini Harga Koin-Koinnya Sekarang!

Di tengah AI yang meledak sejak 2023-2024, sektor cryptocurrency dengan narasi AI (crypto AI) menjadi salah satu yang paling menarik perhatian investor. 

Namun, memasuki akhir 2025, kira-kira bagaimana performa koin-koin ini sekarang? Simak lebih lengkap!

Apa Itu Crypto AI Bubble?

Crypto AI menggabungkan teknologi blockchain dengan kecerdasan buatan, menciptakan ekosistem di mana AI bisa beroperasi secara desentralisasi. Proyek seperti Bittensor (TAO) memungkinkan kolaborasi model machine learning global, sementara Render (RENDER) fokus pada rendering GPU yang mendukung aplikasi machine learning untuk AI. 

Didorong oleh kemajuan ChatGPT, narasi crypto AI sempat meledak di tahun 2024 dan membuat integrasi AI di blockchain semakin marak, yang mendorong market cap sektor ini melonjak hingga $69.92 miliar.

Istilah “bubble” sendiri muncul karena harga aset crypto dalam sektor AI sempat naik tidak wajar, seolah-olah “menggelembung” jauh di atas nilai intrinsiknya, dan bisa pecah tiba-tiba pecah kapan saja seperti balon.

Grafik saham Nvida. Sumber: Google

Sementara AI di pasar saham masih menunjukkan kekuatan yang solid, seperti Nvidia yang tetap kokoh dengan harga saham yang tidak jauh dari harga tertingginya di 2025, penjualan chip mencapai $57 miliar dan posisi dominan di infrastruktur AI, sektor AI di crypto justru mulai mulai menunjukkan tanda-tanda keruntuhan.

Banyak proyek dianggap hanya hype, aspek crypto yang hanya dianggap formalitas karena fitur masih bisa diakses tanpa blockchain, atau sekedar join the tren sebagai meme coin. Membuat janji inovasi desentralisasi sering kali tidak sebanding dengan realisasi pendapatan atau adopsi. 

Total kapitalisasi pasar aset crypto dengan narasi AI. Sumber: CoinMarketCap

Dari data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar sektor AI di crypto kini berada di level yang sama dengan awal 2024, setelah sebelumnya sempat menyentuh kapitalisasi pasar tertinggi di tahun 2025, yakni di  $69.92 miliar.

Penurunan dari level kapitalisasi pasar tertinggi di 2025 ke level hari ini tersebut mencatatkan penurunan sebesar 71.5%, maka tak heran banyak banyak koin AI turun 50-90% dari ATH mereka di awal 2025.

Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Harga Proyek Crypto AI yang Pernah Booming Sekarang

Berikut daftar koin dari proyek crypto AI yang sempat populer dan viral. Untuk harga terbaru, kamu bisa kunjungi Tokocrypto.com atau download aplikasi Tokocrypto dan masukkan kode: TEMUTOKO untuk dapatkan potongan biaya trading 20% — Download di sini!

Nama Koin Ticker Harga Saat Ini (USD) % Penurunan dari ATH 2024-2025 Keterangan
Chainlink LINK 13.89 -55.0% (ATH $30.81, 2024) Oracle desentralisasi untuk data AI large language models (LLMs) on chain.Meskipun mengalami penurunan yang cukup signifikan, LINK masih kokoh jadi salah satu proyek AI terbaik di crypto.
Bittensor TAO 297.72 -60.8% (ATH $757.60, Apr 2024) Jaringan blockchain desentralisasi untuk kolaborasi AI dan model machine learning peer-to-peer.Meskipun dengan penurunan lebih dari 60% TAO masih kokoh masuk 100 aset crypto terbesar.
NEAR Protocol NEAR 1.76 -80.5% (ATH $9.00, Mar 2024) platform blockchain modular dan scalable untuk aplikasi AI native serta agen otonom.
Render RENDER 1.61 -88.1% (ATH $13.53, Mar 2024) Jaringan rendering GPU desentralisasi untuk konten digital, serta mendukung LLM.
Artificial Superintelligence Alliance FET 0.2389 -93.1% (ATH $3.45, Mar 2024) Sempat hype karena merger Fetch.ai, SingularityNET, dan Ocean Protocol, FET kini turun lebih dari 90% dari harga tertingginya.
Virtuals Protocol VIRTUAL 0.8404 -83.5% (ATH $5.07, Jan 2025) Protokol infrastruktur untuk agen AI otonom.
The Graph GRT 0.0466 -90% ($0.48, ATH 2024) Database blockchain untuk indexing dan querying data AI melalui GraphQL.
Eliza ELIZA 0.0001917 -99.7% (ATH $0.0767, Nov 2024) Framework agen AI open-source dari ai16z untuk operasi crypto dan AI yang sempat naik tinggi karena hype AI dan Pump.Fun.
ChainGPT CGPT $0.037179 90% (ATH $0.36, Feb 2025) Platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk mendukung ekosistem Web3, Blockchain, dan Crypto. 
Act I : The AI Prophecy ACT $0.0212 95% (ATH $0.67 Desember 204) Meme coin yang diterbitkan oleh salah satu user Pump.Fun dengan narasi AI yang sempat hype.
Sumber: Harga terbaru dari Tokocrypto.com

Dari data tersebut, terlihat bahwa hampir semua koin AI mengalami penurunan lebih dari 50%, membuat crypto dengan narasi AI seperti mengalami proses gelembung yang sekarang sudah pecah.

Bagi investor, penting untuk memahami bahwa strategi jangka panjang lebih efektif dibanding sekadar mengejar momentum. Salah satu cara yang terbukti membantu menghadapi fluktuasi harga adalah dengan menerapkan Dollar-Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset kripto secara rutin untuk mendapatkan harga rata-rata yang lebih stabil di tengah fluktuasi.

Daftar dan coba fitur DCA di Tokocrypto, DI SINI!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Sinyal Kripto: Analisis Teknikal dan Peluang 8 Desember 2025

Tokocrypto menghadirkan Market Sinyal Harian Kripto yang berisi analisis mendalam dan rekomendasi strategi perdagangan untuk hari Senin, 8 Desember 2025. Dalam edisi kali ini, fokus tertuju pada tiga aset kripto yang menunjukkan potensi pergerakan harga yang signifikan.

Informasi ini disusun berdasarkan data pasar terkini dan indikator teknikal, guna membantu para trader mengambil keputusan yang lebih tepat di tengah dinamika pasar kripto yang terus berubah.

Peristiwa yang terjadi dalam 24 jam terakhir :

Peristiwa yang terjadi dalam 24 jam terakhir

  1. Bittensor Akan Melakukan Halving Pertama pada 14 Desember

Issuance TAO akan dipotong dari 7.200 → 3.600 TAO/hari.
Ini menandai tahap kematangan jaringan AI tersebut dengan mengadopsi model suplai tetap ala Bitcoin.
Dampak: Bullish untuk $TAO karena suplai baru berkurang.

  1. WisdomTree Luncurkan Tokenized Equity Income Fund (EPXC)

WisdomTree resmi merilis tokenized equity income fund on-chain yang menghadirkan strategi put-writing options.
Dampak: Menambah adopsi institusional untuk aset tokenized.
Token relevan: Narasi RWA.

  1. ETFs & Public Companies Kini Menyimpan Bitcoin Lebih Banyak daripada Exchange

Data River menunjukkan kepemilikan BTC oleh ETF & perusahaan publik telah melampaui total BTC yang ada di exchange.
Dampak: Senitmen bullish, pasokan BTC pada exchange makin menipis, tekanan jual berkurang.

  1. Saldo Ethereum di Exchange Turun ke Level Terendah dalam 10 Tahun

Glassnode melaporkan ETH di exchange jatuh ke titik terendah 10 tahun.
Dampak: Bullish, menunjukkan akumulasi dan sinyal kurangnya tekanan jual.

  1. Biaya Produksi Bitcoin Penambang Publik Mencapai $74.6K (cash) dan $137.8K All-In

Data CoinShares menunjukkan rata-rata biaya produksi BTC untuk Q2 2025 meningkat signifikan.
Dampak: Jika harga BTC turun mendekati biaya produksi, tekanan jual dari miner mungkin berkurang.

Pastikan untuk selalu melakukan analisis secara keseluruhan sebelum mengambil keputusan perdagangan atau trading.

BTC/USDT (🔼 +4.05%)

  • Entry: $89914.44
  • Stop Loss: $87874.99
  • Take Profit: $93602.81

BTC saat ini bergerak di dalam bearish flag dan kembali memantul dari area support dinamis, menandakan minat beli mulai muncul lagi di zona aman. Selama harga bertahan di atas area entry sekitar $90.200-$89.900, peluang bullish jangka pendek menuju target $93.600.

RSI yang baru bangkit dari area oversold memberikan sinyal momentum mulai pulih, sementara MACD menunjukkan potensi cross ke arah positif yang biasanya menjadi pemicu kenaikan lanjutan. Selama harga tidak jatuh di bawah $87.800 sebagai level invalidasi, skenario naik tetap dominan.

SOL/USDT (🔼 +6.10%)

  • Entry: $128.97
  • Stop Loss: $124.78
  • Take Profit: $136.84

SOL saat ini sedang bergerak dalam fase konsolidasi sehat setelah pullback, dengan area $128-$129 menjadi “lantai penyangga” yang cukup kuat bagi buyer. Pola harga menunjukkan potensi “rebound berenergi” menuju zona resistance $136-$137, apalagi RSI mulai memantul dari area tengah dan menunjukkan sinyal pemulihan momentum. Jika harga mampu bertahan di atas area entry dan tidak kembali turun menembus support krusial $124.7, maka peluang kenaikan menuju target $136.8 terbuka lebar.

BNB/USDT (🔼 +5.90%)

  • Entry: $885.21
  • Stop Loss: $861.51
  • Take Profit: $937.48

BNB saat ini bergerak di area konsolidasi sehat dan baru saja memantul dari zona support $885-$861, yang menunjukkan buyer masih mempertahankan kontrol jangka pendek. Selama harga bertahan di atas area Entry $885, peluang menuju resistance utama $937 tetap terbuka lebar karena struktur harga membentuk pola kenaikan bertahap (higher low).

Indikator RSI juga bergerak naik dari area netral yang menandakan momentum mulai pulih, sementara MACD mulai menunjukkan potensi persilangan bullish yang mendukung skenario lanjutan ke atas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

RUU P2SK Ancam Industri Kripto Lokal, Apa Isinya?

Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) yang tengah digodok DPR RI sedang menjadi sorotan besar di kalangan pelaku industri kripto.

Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial X, dengan mayoritas komentar menunjukkan penolakan. Data @socialcrabdotid bahkan mencatat sekitar 76% sentimen terhadap rancangan ini bersifat negatif.

Meskipun tujuannya dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif, tapi justru RUU ini justru menuai kritik dari pelaku industri kripto karena dalam salah satu revisinya dianggap berlawanan dengan inti dari semangat desentralisasi kripto, mengancam industri kripto lokal, hingga dianggap dapat memicu gelombang PHK besar-besaran.

Apa Itu RUU P2SK?

RUU P2SK merupakan revisi Rancangan Undang-Undang nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau disingkat dengan UU P2SK.

Rancangan undang-undang ini  sedang dibahas oleh DPR RI untuk menyesuaikan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No.59/PUU-XXI/2023 dan No.85/PUU-XXII/2024, serta memperkuat independensi lembaga seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dikutip dari Detik Finance,  menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Mohammad Hekal, pembahasan dan pembentukan panja terhadap perubahan UU P2SK ini telah dilakukan sejak Januari 2025.

Di dalamnya, revisi ini mencakup 16 materi pokok, termasuk penguatan pengawasan industri kripto yang sejak Januari 2025 berada di bawah OJK.

Baca juga: Black Swan: Peristiwa Tak Terduga yang Picu Crypto Bear Market!

Isi Revisi Terkait Kripto

Dikutip dari laman Coinvestasi, melalui draft dari revisi ini, aset kripto akan ditempatkan sebagai bagian dari Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) di bawah pengawasan OJK, dengan Lembaga Jasa Keuangan Aset Kripto (LJK Aset Kripto) yang akan menjalankan kegiatan sektor keuangan digital terkait aset kripto.

Selain aturan baru tersebut, ada beberapa pasal pasal kunci yang menjadi sorotan:

Pasal 215A ayat (4)

Revisi Pasal 215A ayat (4) ini berbunyi: Seluruh aktivitas ITSK terkait aset keuangan digital, termasuk aset kripto, yang dilakukan wallet digital aset kripto, wajib ditransaksikan melalui dan dilaporkan kepada bursa.

Dalam revisi ini artinya setiap pengguna yang ingin melakukan transaksi aset kripto, wajib dilakukan lewat bursa resmi dan melaporkannya ke bursa. Dalam hal ini, aktivitas digital yang dilakukan dari dompet kripto seperti aktivitas DeFi, Airdrop, trading meme coin melalui PumpFun dan lain sebagainya harus juga dilaporkan ke bursa resmi.

Hal ini bertujuan untuk memastikan pengawasan terpusat, tetapi menuai kritik karena berpotensi mengancam desentralisasi Web3.

Pasal 215C dan Pasal 312A

Pasal 215C dan Pasal 312A dalam RUU P2SK menjadi pasal yang paling disorot oleh para pelaku industri kripto, baik itu investor dan exchange. Alasannya, karena pasal ini dianggap dapat membuat seluruh perdagangan kripto terpusat di bawah kendali satu bursa.

Dikutip dari Investor.id, isi dari rancangan aturan baru, Pasal 215C poin 9 menyebutkan bahwa bursa kripto harus memiliki atau mengendalikan sistem penyelenggaraan perdagangan aset keuangan digital, termasuk aset kripto dan derivatif.

Pasal ini digadang-gadang berpotensi menghilangkan peran Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) atau sering kita kenal dengan exchange, dan memusatkan seluruh aktivitas perdagangan di bawah kendali bursa. Akibatnya, peran exchange yang ada di Indonesia bisa diambil alih penuh oleh bursa sehingga bisa menimbulkan gelombang PHK.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) William Sutanto, juga beranggapan bahwa jika aturan ini benar-benar dilakukan maka “PHK mungkin tidak bisa dihindari”, ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Menyusul rancangan aturan tersebut, Pasal 312A poin C menjelaskan bahwa ada masa transisi selama dua tahun hingga bursa resmi dapat menyelenggarakan seluruh perdagangan aset digital, termasuk mempertemukan penawaran jual dan beli. Setelah masa tersebut, perdagangan kripto di luar bursa resmi tidak diperkenankan lagi.

Dampak Potensial pada Industri Kripto Lokal

Dikutip dari ​​Beritasatu, menurut salah satu salah satu direktur utama yang masuk ke dalam Pedagang Aset Kripto Digital (PAKD), Hamdi Hassyarbaini, aturan ini masih multi tafsir, dan menurutnya ada tiga kemungkinan utama:

  • Pertama, bursa hanya mengelola perdagangan aset digital yang penawaran perdananya dilakukan di Indonesia. 
  • Kedua, bursa mengatur seluruh perdagangan, sementara PAKD hanya berfungsi sebagai broker
  • Ketiga, seluruh perdagangan dilakukan langsung oleh bursa tanpa peran PAKD sama sekali.

Yang paling ditakutkan adalah kemungkinan kedua dan ketiga, dimana industri kripto Indonesia, mencakup 25 Pedagang Aset Kripto Digital (PAKD) berizin yang di dalamnya ada Tokocrypto, berisiko kehilangan peran utama sebagai exchange mandiri. Serta dapat mengakibatkan monopoli bursa, hilangnya potensi arbitrase, dan memicu PHK.

Selain itu, risiko keamanan juga meningkat karena seluruh aset digital terkonsentrasi pada satu titik. Kondisi ini menciptakan potensi Single Point of Failure, yaitu situasi di mana jika terjadi satu kegagalan, maka dapat melumpuhkan keseluruhan sistem.

Ditengah gonjang-ganjing ini, Calvin Kizana, CEO Tokocrypto, menyampaikan harapan besar agar semua pihak dapat berdialog secara terbuka agar kebijakan yang sedang dirumuskan ini tetap bisa mendorong industri kripto dalam negeri.

“Kami memahami bahwa revisi undang-undang ini dimaksudkan untuk memperkuat sektor keuangan nasional, termasuk industri aset digital. Namun, penting bagi semua pihak untuk memastikan agar kebijakan ini tetap mendorong inovasi dan tidak mematikan pelaku lokal yang sudah berkontribusi membangun ekosistem kripto di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Perkembangan RUU P2SK

Progres RUU P2SK. Sumber: DPR RI

Per Desember 2025, rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) masih berada dalam tahap harmonisasi.

Dengan status yang masih harmonisasi, artinya aturan final mengenai perdagangan aset digital, termasuk pasal-pasal kontroversial seperti 215C dan 312A, belum resmi ditetapkan. 

Lebih lengkap, kamu dapat memantau secara langsung perkembangan RUU tentang Perubahan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) melalui halaman berikut: Situs Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Kolom partisipasi dan masukan untuk RUU P2SK. Sumber: DPR RI

Selain itu kamu juga bisa memberikan partisipasi langsung dalam bentuk saran untuk RUU P2SK melalui laman resmi DPR di atas, dengan masuk ke tab “Partisipasi” atau kirim masukkan melalui melalui alamat e-mail: [email protected].


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Beritasatu: Revisi UU P2SK Dinilai Ancam Keberlangsungan Industri Aset Kripto. Diakses 8 Desember 2025

Coinvestasi: Revisi UU P2SK Ancam Exchange Kripto Lokal, Risiko PHK Mengintai. Diakses 8 Desember 2025

WartaEkonomi: Revisi UU P2SK Dinilai Ancam Keberlangsungan Industri Aset Kripto. Diakses 8 Desember 2025

DetikFinance: Isi RUU Perubahan P2SK: Atur Kripto, Asuransi hingga Perluas Peran BI. Diakses 8 Desember 2025





Sumber : news.tokocrypto.com