Pasar Ethereum Melemah? Volume Futures 6 Kali Lebih Besar dari Spot

Aktivitas perdagangan Ethereum menunjukkan perubahan signifikan, dengan volume transaksi di pasar futures kini tercatat lebih dari enam kali lipat dibandingkan pasar spot. Kondisi ini mencerminkan melemahnya permintaan langsung terhadap ETH di tengah tekanan makroekonomi global.

Perubahan struktur pasar ini terjadi seiring meningkatnya ketegangan geopolitik serta tekanan inflasi yang masih tinggi di Amerika Serikat.

Volume Futures Dominasi Perdagangan ETH

Data terbaru menunjukkan bahwa rasio volume spot terhadap futures Ethereum di Binance turun ke level terendah sejak 2023, yang merupakan periode akhir dari fase bear market sebelumnya.

Saat ini, volume perdagangan futures ETH tercatat lebih dari enam kali lebih besar dibandingkan volume di pasar spot.

Dilaporkan Crypto Quant, dominasi pasar derivatif ini mengindikasikan bahwa aktivitas perdagangan lebih banyak didorong oleh spekulasi jangka pendek dibandingkan permintaan riil di pasar spot.

Open Interest ETH Turun Signifikan

Selain itu, open interest Ethereum di Binance juga mengalami penurunan yang cukup besar.

Sejak Januari 2026, open interest tercatat turun sekitar 400.000 ETH atau setara hampir US$4 miliar. Penurunan ini menunjukkan bahwa banyak trader menutup posisi mereka di pasar derivatif.

Meski demikian, tingginya volume futures menunjukkan bahwa aktivitas perdagangan masih didominasi oleh kontrak jangka pendek, bukan akumulasi aset secara langsung.

Menurut Tim Research Tokocrypto, struktur seperti ini bikin pasar ETH lebih rapuh karena harga lebih banyak digerakkan leverage daripada demand spot yang sehat.

“Selama arus beli spot belum pulih, risiko whipsaw, squeeze singkat, dan dump lanjutan masih tinggi,” jelasnya.

Baca juga: Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

Tekanan Makro Pengaruhi Sentimen Pasar

Kondisi ini tidak terlepas dari tekanan makroekonomi global. Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran mendorong kenaikan harga minyak, yang berpotensi meningkatkan tekanan inflasi.

Data inflasi terbaru menunjukkan core CPI berada di level 2,5% secara tahunan, sementara core PCE mencapai 3,1%.

Kenaikan harga energi serta inflasi yang masih tinggi membuat investor cenderung menghindari aset berisiko seperti kripto.

Di sisi lain, penguatan dolar AS dan kenaikan imbal hasil obligasi jangka panjang juga turut menekan minat investor terhadap aset digital.

Ethereum Jadi Salah Satu yang Terdampak

Di antara aset kripto utama, Ethereum menjadi salah satu yang paling terdampak oleh kondisi ini.

Melemahnya permintaan di pasar spot menunjukkan bahwa minat investor terhadap ETH saat ini masih terbatas.

Beberapa analis juga menyebut kemungkinan adanya tekanan tambahan dari penjualan oleh entitas besar seperti Ethereum Foundation atau tokoh industri, meskipun hal ini belum dikonfirmasi secara resmi.

Dengan kombinasi faktor makro dan perubahan struktur pasar, pergerakan Ethereum dalam waktu dekat diperkirakan akan sangat bergantung pada pemulihan permintaan di pasar spot serta perkembangan kondisi ekonomi global.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Strategy Borong Bitcoin Rp25 Triliun, Total Kepemilikan 761.000 BTC

Perusahaan milik Michael Saylor, Strategy, kembali menambah cadangan Bitcoin dalam jumlah besar. Dalam pembelian terbarunya, perusahaan tersebut mengakuisisi 22.337 BTC senilai sekitar US$1,57 miliar atau setara lebih dari Rp25 triliun.

Langkah ini memperkuat posisi Strategy sebagai perusahaan publik dengan kepemilikan Bitcoin terbesar di dunia.

Pembelian Bitcoin Masif Berlanjut

Berdasarkan laporan yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), pembelian dilakukan dengan harga rata-rata sekitar US$70.194 per Bitcoin.

Harga tersebut berada di bawah rata-rata akumulasi keseluruhan perusahaan yang tercatat sekitar US$75.696 per BTC.

Dilaporkan Cointelegraph, pembelian ini juga menjadi salah satu dari lima transaksi terbesar yang pernah dilakukan Strategy, melanjutkan tren akumulasi agresif setelah sebelumnya membeli hampir 18.000 BTC dalam pekan sebelumnya.

Total Kepemilikan Tembus 761.000 BTC

Dengan tambahan pembelian terbaru, total kepemilikan Bitcoin Strategy kini mencapai 761.068 BTC.

Perusahaan telah menginvestasikan sekitar US$57,61 miliar untuk membangun cadangan Bitcoin tersebut.

Jumlah ini setara dengan lebih dari 3% dari total suplai maksimum Bitcoin yang dibatasi sebanyak 21 juta koin.

Menurut Tim Rsearch Tokocrypto, ini lebih tepat masuk Adopsi karena intinya adalah ekspansi neraca korporasi ke Bitcoin, bukan isu hukum atau enforcement.

“Pesannya ke pasar keras dan jelas: Strategy masih menjadikan BTC sebagai aset inti treasury, dan selama akses ke pasar modal tetap lancar, mereka akan terus jadi salah satu pendorong adopsi institusional paling agresif di dunia kripto,” katanya.

Baca juga: Saylor Borong Bitcoin Lagi Rp20 Triliun, Total Kepemilikan 738.731 BTC

Dibiayai dari Penjualan Saham

Pembelian Bitcoin tersebut didanai melalui penjualan saham preferen perpetual perusahaan, yaitu STRC, serta saham biasa.

Dalam periode yang sama, Strategy menjual sekitar 11,9 juta saham STRC dan mengumpulkan dana sekitar US$1,18 miliar, yang mencakup sekitar 75% dari total nilai pembelian Bitcoin.

Selain itu, perusahaan juga menjual sekitar 2,8 juta saham biasa (MSTR) dengan nilai sekitar US$396 juta.

Strategi Pendanaan dan Target Jangka Panjang

Strategy terus mengandalkan strategi pembiayaan melalui pasar modal untuk mendukung akumulasi Bitcoin.

Produk saham preferen STRC disebut menjadi salah satu instrumen yang paling likuid di pasar, memungkinkan perusahaan mengakses dana dalam jumlah besar secara cepat.

Dengan total kepemilikan saat ini, Strategy masih membutuhkan sekitar 238.932 BTC tambahan untuk mencapai target 1 juta BTC.

Untuk mencapai target tersebut dalam sisa waktu tahun 2026, perusahaan perlu membeli rata-rata sekitar 5.700 BTC per minggu.

Langkah agresif Strategy ini menunjukkan komitmen jangka panjang perusahaan terhadap Bitcoin sebagai aset utama dalam strategi keuangan korporasi mereka.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 7%, Tertekan Profit Taking

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan dalam 24 jam terakhir, turun sekitar 7,01% ke level $0,186.

Penurunan ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang justru cenderung menguat, dipimpin oleh Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH).

Kondisi ini menandakan bahwa pelemahan Pi lebih dipengaruhi oleh faktor internal altcoin, khususnya aksi profit taking dan rotasi modal investor dari aset berisiko tinggi.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,45% ke $0,204, Terkatrol Reli Bitcoin

Altcoin Melemah di Tengah Reli Bitcoin

Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto tercatat naik sekitar 1,49%, menunjukkan bahwa sentimen pasar secara umum masih positif. Namun, tidak semua aset ikut menikmati kenaikan tersebut.

Indikator Altcoin Season Index justru turun sekitar 8%, mengindikasikan bahwa investor mulai mengalihkan dana mereka dari altcoin ke aset yang dianggap lebih stabil seperti Bitcoin.

Fenomena ini sering terjadi setelah periode volatilitas tinggi pada altcoin, di mana investor memilih untuk mengunci keuntungan dan mengurangi risiko.

Dalam kasus Pi, tekanan jual semakin kuat karena sebelumnya token ini sempat mengalami lonjakan signifikan.

Efek Profit Taking Setelah Reli Besar

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dalam sepekan terakhir, Coinmarketcap mencatat harga Pi sempat melonjak lebih dari 30% hingga mendekati $0,30, didorong oleh sentimen positif seperti update Pi Day dan spekulasi listing di exchange besar seperti Kraken.

Namun, lonjakan cepat tersebut sering kali diikuti oleh koreksi tajam ketika trader mulai mengambil keuntungan.

Penurunan harga saat ini menunjukkan bahwa banyak investor jangka pendek mulai keluar dari posisi mereka, terutama setelah momentum hype mulai mereda.

Selain itu, data menunjukkan bahwa volume perdagangan turun sekitar 4,68%, yang menandakan kurangnya minat beli baru untuk menahan tekanan jual.

Tidak Ada Katalis Negatif Baru

Menariknya, penurunan harga Pi kali ini tidak dipicu oleh berita negatif atau perubahan fundamental yang signifikan.

Sebagian besar diskusi di komunitas masih berfokus pada peristiwa sebelumnya seperti Pi Day dan volatilitas pasca-listing.

Hal ini menunjukkan bahwa koreksi yang terjadi lebih merupakan reaksi alami pasar terhadap lonjakan harga sebelumnya, bukan akibat sentimen negatif baru.

Dengan kata lain, pelemahan Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh struktur pasar dan dinamika supply-demand, bukan faktor eksternal.

Level Kunci yang Harus Diperhatikan

Dalam jangka pendek, Pi saat ini berada di area krusial yang akan menentukan arah pergerakan berikutnya.

Level penting yang perlu diperhatikan:

  • Support utama: $0,18
  • Resistance terdekat: $0,20 – $0,23

Jika harga mampu bertahan di atas level $0,18, maka peluang rebound menuju area $0,20 hingga $0,23 masih terbuka.

Namun, jika level support tersebut ditembus, maka Pi berisiko mengalami penurunan lebih dalam menuju area $0,14, yang menjadi zona support berikutnya.

Prospek Jangka Pendek: Cenderung Bearish

Dalam jangka pendek, bias pergerakan harga Pi cenderung bearish, terutama jika tekanan jual masih berlanjut dan volume beli belum kembali meningkat.

Sebagai aset dengan karakter high-beta, Pi cenderung mengalami pergerakan yang lebih ekstrem dibandingkan Bitcoin, baik saat naik maupun turun.

Artinya, ketika sentimen terhadap altcoin melemah, Pi biasanya akan mengalami penurunan yang lebih tajam.

Namun di sisi lain, kondisi oversold dalam pasar altcoin juga dapat membuka peluang untuk rebound cepat jika sentimen kembali positif.

Faktor yang Perlu Dipantau

Beberapa indikator penting yang perlu diperhatikan dalam waktu dekat antara lain:

  • Pergerakan Altcoin Season Index sebagai indikator minat terhadap altcoin
  • Volume perdagangan harian Pi
  • Kemampuan harga bertahan di atas level $0,18
  • Perkembangan menuju Open Mainnet Pi Network

Selain itu, kemampuan pasar untuk menyerap tekanan jual dari potensi unlock token juga akan menjadi faktor penting dalam menentukan stabilitas harga.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

Penurunan harga Pi Network sebesar 7% ke $0,186 mencerminkan kombinasi antara aksi profit taking dan rotasi modal dari altcoin ke aset yang lebih stabil.

Tanpa adanya katalis baru, pergerakan Pi saat ini lebih dipengaruhi oleh dinamika pasar dan sentimen jangka pendek.

Level $0,18 menjadi kunci utama dalam menentukan apakah Pi mampu stabil atau justru melanjutkan penurunan.

Jika support ini bertahan, peluang rebound masih terbuka. Namun jika gagal, tekanan bearish bisa semakin dalam dalam waktu dekat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik ke $74.646, Sentimen Menguat

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan penguatan dalam 24 jam terakhir dengan naik sekitar 1,4% ke level $74.646,70.

Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas pasar yang terlihat dari lonjakan volume perdagangan harian.

Berdasarkan data terbaru dari Tokocrypto pada Selasa (17/3), kapitalisasi pasar Bitcoin kini mencapai sekitar $1,49 triliun, sementara volume transaksi dalam 24 jam melonjak ke $58,45 miliar.

Angka ini mencerminkan meningkatnya partisipasi investor di tengah sentimen pasar yang mulai menguat.

Baca Juga: Bitcoin Tembus $74.000, Altcoin Ikut Melejit Saat Sentimen Risiko Kembali

Pergerakan Harga: Stabil dengan Tren Naik

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga terendah di level $72.912,41 dan harga tertinggi $75.988,40.

Rentang ini menunjukkan volatilitas yang masih terjaga, namun dengan kecenderungan naik. Secara intraday, BTC sempat mengalami tekanan kecil dengan penurunan 0,49% dalam 1 jam terakhir, tetapi secara keseluruhan masih bertahan dalam tren positif.

Jika dilihat dari performa yang lebih luas:

  • 7 hari: +7,09%
  • 30 hari: +5,9%
  • 60 hari: -21,88%
  • 90 hari: -14,41%

Data ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin masih dalam fase pemulihan dari koreksi jangka menengah, momentum jangka pendek mulai kembali menguat.

Lonjakan Volume Jadi Sinyal Penting

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Salah satu indikator paling menonjol dalam pergerakan hari ini adalah lonjakan volume perdagangan yang mencapai lebih dari $58 miliar.

Volume yang tinggi biasanya menandakan minat pasar meningkat, likuiditas yang lebih kuat, dan potensi pergerakan harga yang lebih berkelanjutan.

Kombinasi antara kenaikan harga dan volume ini sering dianggap sebagai sinyal bullish, karena menunjukkan bahwa kenaikan tidak terjadi secara tipis, melainkan didukung oleh partisipasi pasar yang luas.

Posisi Bitcoin di Pasar Kripto

Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan dengan peringkat 1 dan suplai beredar sekitar 20 juta BTC dari maksimum 21 juta BTC.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) saat ini berada di kisaran $1,56 triliun, memperlihatkan potensi valuasi maksimum jika seluruh suplai beredar.

Dominasi Bitcoin yang kuat juga menunjukkan bahwa aset ini masih menjadi acuan utama dalam menentukan arah pasar kripto secara keseluruhan.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, terdapat beberapa level penting yang menjadi perhatian trader:

  • Support terdekat: $72.900
  • Resistance kuat: $76.000

Jika Bitcoin mampu menembus level $76.000, maka peluang untuk melanjutkan tren naik ke level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

Sebaliknya, jika terjadi koreksi dan harga turun di bawah $72.900, maka BTC berpotensi kembali menguji area support berikutnya di kisaran $70.000.

Masih Jauh dari Rekor Tertinggi

Meskipun tren jangka pendek terlihat positif, Bitcoin masih berada cukup jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07.

Hal ini menunjukkan bahwa ruang untuk pertumbuhan masih terbuka lebar, terutama jika didukung oleh faktor-faktor seperti:

  • Arus masuk dana institusional
  • Adopsi yang semakin luas
  • Stabilitas makroekonomi global

Namun demikian, investor tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas yang masih tinggi di pasar kripto.

Sentimen Pasar: Cenderung Positif

Kenaikan harga Bitcoin saat ini mencerminkan pergeseran sentimen pasar ke arah yang lebih optimistis.

Dalam beberapa hari terakhir, BTC berhasil mempertahankan tren naik yang konsisten, didukung oleh peningkatan volume dan stabilitas harga di atas level kunci.

Selain itu, kenaikan sebesar $792 dalam sehari menunjukkan adanya dorongan beli yang cukup kuat, meskipun belum masuk ke fase rally agresif.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $74 Ribu, Bullish Menguat

Harga Bitcoin hari ini yang naik ke $74.646 menandakan bahwa pasar mulai kembali mendapatkan momentum positif.

Didukung oleh lonjakan volume dan pergerakan harga yang stabil, BTC berpotensi melanjutkan tren naik dalam jangka pendek.

Namun, investor tetap perlu mencermati level resistance di $76.000 serta menjaga kewaspadaan terhadap potensi koreksi jangka pendek.

Jika momentum ini berlanjut, Bitcoin bisa semakin mendekati fase pemulihan penuh setelah koreksi besar dalam beberapa bulan terakhir.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 17 Maret 2026: Menguat Meningkat Sentimen Positif

Pasar kripto hari ini, Selasa (17/3) kembali menguat seiring meningkatnya sentimen positif global. Bitcoin melonjak hingga mendekati level $76.000 setelah pernyataan Donald Trump yang menyebut Iran telah menghubungi Amerika Serikat untuk membahas kemungkinan kesepakatan.

Pernyataan ini turut meredakan kekhawatiran geopolitik dan memicu optimisme pasar, terlebih dengan dorongan Trump untuk membuka kembali akses Selat Hormuz yang dianggap penting bagi stabilitas perdagangan energi global.

Seiring penguatan pasar, sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. DEGO memimpin dengan kenaikan 53% hingga diperdagangkan di sekitar $1,343. ANIME juga menguat 33% ke level $0,00653, sementara FARTCOIN naik 27% hingga mencapai $0,214099. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Prospek Altcoin Potensial Saat Pasar Kembali Meroket

  • DEGO melesat 53% dan kini diperdagangkan pada level $1,343.
  • ANIME menguat 33%, membawa harga ke posisi $0,00653.
  • FARTCOIN naik tajam 27%, saat ini mencapai angka $0,214099.

Trump: Iran Ingin Kesepakatan, Bitcoin Melonjak

  • Trump sebut Iran hubungi AS bahas kesepakatan.
  • Harga Bitcoin naik ke $75.000 pasca pernyataan tersebut.
  • Presiden AS dorong pembukaan kembali Selat Hormuz.

Cashback Spesial Beduk Ramadan Total Hadiah Rp 50 JUTA*

Bitcoin $75.000; Peluang ke $80.000 Capai 56%

  • Bitcoin sentuh $75rb di sesi Asia, rekor kenaikan terpanjang sejak 2024.
  • Arus bursa turun dan rasio whale naik; pasokan kian langka.
  • Polymarket: Peluang ke $80rb sebesar 56% akibat rotasi modal dari emas.

ETH Targetkan $4.000, Peter Brandt Pantau Titik Terendah

  • Peter Brandt: ETH berada di level support historis jangka panjang.
  • Grafik bulanan tunjukkan ETH incar kenaikan ke $4.000.
  • Minat investor besar dan institusi terhadap Ethereum kembali naik.

Baca juga: Riset Kripto 9-13 Mar 2026: Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tembus $74.000, Altcoin Ikut Melejit Saat Sentimen Risiko Kembali

Pasar kripto mengalami reli signifikan pada awal pekan setelah Bitcoin sempat menembus level US$74.000, memimpin kenaikan luas di berbagai aset digital utama. Ether, Solana, dan sejumlah altcoin lainnya mencatat kenaikan hingga 6% dalam satu hari perdagangan.

Dilaporkan Coindesk, kenaikan ini terjadi seiring membaiknya sentimen pasar global setelah muncul tanda-tanda meredanya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah.

Bitcoin Pimpin Reli Pasar Kripto

Bitcoin sempat menembus level resistensi US$74.000 setelah beberapa kali gagal melewati batas tersebut dalam dua pekan terakhir. Aset kripto terbesar ini kemudian diperdagangkan sedikit di atas level tersebut pada perdagangan Senin pagi.

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin naik sekitar 2,9% dan mencatat kenaikan mingguan sekitar 9,7%.

Sementara itu, Ether mencatat lonjakan lebih besar dengan kenaikan 7,7% dalam sehari dan sekitar 14,3% dalam sepekan, mencapai harga sekitar US$2.261.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini bukan sekadar squeeze kecil, karena breadth kenaikannya lebar dan altcoin ikut outperform, tanda risk appetite mulai balik.

“Tapi reli seperti ini tetap rapuh: kalau de-eskalasi Timur Tengah gagal berlanjut atau The Fed kembali terdengar hawkish, pasar bisa cepat kehilangan momentum dan membalikkan euforia risk-on tadi pagi,” jelasnya.

Altcoin Ikut Menguat

Reli pasar juga terlihat pada sejumlah altcoin utama. Solana naik sekitar 5,6% dalam 24 jam terakhir dan sekitar 12% dalam sepekan menjadi sekitar US$93.

Dogecoin juga mencatat kenaikan hingga menyentuh US$0,10 untuk pertama kalinya sejak awal Maret, dengan kenaikan harian sekitar 4,6% dan kenaikan mingguan sekitar 10,6%.

BNB naik sekitar 3,8% menjadi sekitar US$683 dengan kenaikan mingguan sekitar 9,5%. Sementara itu, XRP menguat 4,2% menjadi sekitar US$1,47, atau naik sekitar 8,9% dalam tujuh hari terakhir.

Short Squeeze Picu Lonjakan Harga

Kenaikan harga kripto juga dipicu oleh fenomena short squeeze di pasar derivatif.

Data dari CoinGlass menunjukkan bahwa sekitar US$344 juta posisi trading dilikuidasi dalam 24 jam terakhir yang melibatkan lebih dari 91.000 trader.

Dari jumlah tersebut, sekitar US$284,9 juta atau sekitar 83% merupakan likuidasi posisi short.

Posisi short Ether menjadi yang paling terdampak dengan likuidasi sekitar US$127,9 juta, diikuti Bitcoin sekitar US$124,5 juta dan Solana sekitar US$18,5 juta.

Likuidasi terbesar terjadi pada satu posisi Bitcoin senilai sekitar US$6,94 juta di bursa Bitfinex.

Baca juga: Sinyal Kripto 16 Maret 2026: Analisis Teknikal dan Proyeksi Pasar

Sentimen Makro Dorong Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Reli kripto juga dipengaruhi oleh perubahan sentimen makro global. Ketegangan di Selat Hormuz menunjukkan tanda-tanda mereda setelah dua kapal tanker yang membawa gas petroleum cair berhasil melewati jalur tersebut untuk pertama kalinya sejak konflik dimulai.

Pernyataan mantan Presiden AS Donald Trump yang menyebut Amerika Serikat sedang berdialog dengan Iran juga turut meredakan kekhawatiran pasar, meskipun Iran membantah adanya permintaan negosiasi atau gencatan senjata.

Perkembangan tersebut membuat harga minyak dunia turun dari level tertingginya. Harga Brent diperdagangkan sekitar US$104 setelah sebelumnya sempat menyentuh US$106,50, sementara WTI turun di bawah US$100.

Pada saat yang sama, indeks dolar AS melemah sekitar 0,3% dan kontrak berjangka S&P 500 naik sekitar 0,5%.

Investor Menanti Pertemuan The Fed

Meskipun pasar kripto menunjukkan pemulihan, perhatian investor kini tertuju pada pertemuan Federal Reserve pada 17–18 Maret.

Dalam pertemuan tersebut, pasar akan menunggu proyeksi suku bunga terbaru (dot plot) serta pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell yang dapat memengaruhi ekspektasi pemangkasan suku bunga.

Perubahan kebijakan moneter AS dinilai akan menjadi faktor penting yang menentukan arah likuiditas global dan pergerakan aset berisiko seperti kripto dalam beberapa waktu ke depan.

Baca juga: Riset Kripto 9-13 Mar 2026: Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Erik Voorhees Borong ETH Rp900 Miliar, Sinyal Bullish?

Pendiri ShapeShift, Erik Voorhees, dilaporkan kembali membeli Ethereum dalam jumlah besar setelah sebelumnya menjual sebagian kepemilikannya pada tahun lalu. Data on-chain menunjukkan bahwa tokoh kripto tersebut membeli Ethereum senilai lebih dari US$56 juta atau sekitar Rp900 miliar.

Informasi ini diungkap oleh analis blockchain yang memantau aktivitas transaksi di jaringan Ethereum.

Pembelian ETH Senilai $56 Juta

Berdasarkan data dari Arkham yang dikutip oleh platform analitik Lookonchain, Voorhees membeli sekitar 23.393 ETH menggunakan sekitar 49,08 juta USDT melalui dua dompet kripto pada Minggu.

Setelah laporan tersebut muncul, salah satu dompet yang teridentifikasi masih melakukan pembelian tambahan Ethereum dengan menukar jutaan USDT.

Secara keseluruhan, dua dompet tersebut kini tercatat telah membeli sekitar 24.968 ETH dengan nilai sekitar US$56,5 juta.

Baca juga: Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

Perubahan Strategi Setelah Menjual ETH

Dilaporkan The Block, langkah ini menarik perhatian karena Voorhees diketahui sempat menjual sebagian besar Ethereum miliknya sekitar satu tahun lalu.

Saat itu, ia menjual sekitar 12.886 ETH ketika harga Ethereum berada di sekitar US$3.324 per koin.

Pembelian kembali dalam jumlah besar ini memunculkan spekulasi bahwa Voorhees mungkin melihat peluang baru dalam pergerakan pasar Ethereum saat ini.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kalau akumulasi sebesar ini benar, pesannya cukup jelas: pelaku lama yang pernah keluar dari ETH justru kembali masuk dalam ukuran besar saat sentimen Ethereum mulai membaik.

“Secara onchain, pembelian seperti ini bukan jaminan tren naik permanen, tapi tetap penting karena menunjukkan conviction high-net-worth terhadap ETH sebagai aset inti, bukan cuma alat trading jangka pendek,” jelasnya.

Aktivitas Dompet Kripto Terpantau

Data blockchain menunjukkan bahwa salah satu dompet yang terlibat dalam transaksi, dengan alamat awal 0x3e6…Ef2f7, masih menyimpan sekitar 4,44 juta USDT serta 8,64 juta AETHUSDT.

Sementara itu, dompet kedua dengan alamat awal 0x431…10c91 dilaporkan telah menggunakan seluruh saldo USDT-nya untuk membeli Ethereum.

Selain membeli ETH, Voorhees juga diketahui membeli aset kripto berbasis emas tokenisasi.

Investasi di Aset Emas Digital

Beberapa hari sebelum pembelian Ethereum tersebut, Voorhees dilaporkan membeli token emas digital XAUT dan PAXG senilai sekitar US$23,7 juta.

Aset tersebut merupakan stablecoin yang didukung oleh emas fisik dan biasanya digunakan oleh investor sebagai lindung nilai terhadap volatilitas pasar kripto.

Indikasi Minat Institusional terhadap Ethereum

Kembalinya Voorhees ke pasar Ethereum dinilai oleh sejumlah analis sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset tersebut.

Tren ini juga terlihat dari meningkatnya arus dana ke produk ETF Ethereum spot yang tercatat menerima sekitar US$160,8 juta arus masuk bersih dalam pekan terakhir.

Selain Voorhees, analis blockchain juga melaporkan bahwa Billy Luedtke, CEO Intuition Protocol dan salah satu pengguna awal Ethereum, membeli sekitar 7.769 ETH pada hari yang sama.

Pada saat laporan ini disusun, Ethereum diperdagangkan di sekitar US$2.265 per koin, naik sekitar 7% dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perusahaan Manufaktur Ini Diam-Diam Timbun Bitcoin, Pegang 1.252 BTC

Perusahaan manufaktur swasta GIGA kembali menambah cadangan Bitcoin dalam neraca keuangannya. Perusahaan tersebut mengungkapkan telah membeli tambahan 38 BTC pada bulan lalu, sehingga total kepemilikan Bitcoin mereka kini mencapai 1.252 BTC.

Langkah ini merupakan bagian dari strategi perusahaan untuk menggunakan Bitcoin sebagai aset cadangan jangka panjang guna meningkatkan ketahanan finansial perusahaan.

GIGA Tambah Cadangan Bitcoin

Dalam pengumuman terbarunya, GIGA menyatakan bahwa pembelian terbaru tersebut memperkuat strategi treasury perusahaan yang memanfaatkan Bitcoin sebagai lindung nilai terhadap potensi penurunan nilai mata uang.

Perusahaan pertama kali mulai mengakumulasi Bitcoin pada Juli 2025 dengan pembelian awal sebanyak 1.129 BTC.

Dengan tambahan pembelian baru, total kepemilikan Bitcoin perusahaan kini meningkat menjadi 1.252 BTC.

Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa

Nilai Kepemilikan Capai Sekitar $88 Juta

Pada saat laporan ini disusun, harga Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$70.654 per koin.

Dengan harga tersebut, total nilai cadangan Bitcoin milik GIGA diperkirakan mencapai sekitar US$88 juta.

Besarnya kepemilikan tersebut menjadikan GIGA sebagai salah satu perusahaan swasta dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, ekspansi treasury seperti ini memperkuat narasi bahwa Bitcoin makin diterima sebagai komponen neraca perusahaan.

“Jika tren berlanjut, semakin banyak korporasi bisa melihat BTC bukan sekadar instrumen spekulatif, melainkan aset strategis untuk diversifikasi, penyimpanan nilai, dan diferensiasi identitas pasar mereka,” analisanya.

Posisi GIGA di Daftar Pemegang Bitcoin

Berdasarkan data dari BitcoinTreasuries.NET, GIGA kini menempati posisi kedelapan sebagai pemegang Bitcoin terbesar di antara perusahaan swasta.

Jika digabungkan dengan perusahaan publik yang juga menyimpan Bitcoin di neraca mereka, GIGA berada di peringkat ke-46 secara global.

Strategi Perusahaan Gunakan Bitcoin

Perusahaan menyebut penggunaan Bitcoin sebagai bagian dari strategi keuangan untuk meningkatkan fleksibilitas dan ketahanan perusahaan terhadap kondisi ekonomi yang tidak menentu.

Selain itu, langkah ini juga dipandang sebagai cara untuk melindungi nilai aset perusahaan dari potensi depresiasi mata uang fiat.

GIGA juga diketahui bergabung dengan organisasi Bitcoin for Corporations sebagai anggota eksekutif pada awal 2026.

Keanggotaan tersebut bertujuan menunjukkan bagaimana perusahaan industri dapat memanfaatkan Bitcoin dalam neraca keuangan mereka untuk mendukung pertumbuhan bisnis di sektor teknologi konstruksi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tembus $1,47 Setelah Breakout, Trader Bidik Target Baru

Harga XRP mencatat kenaikan sekitar 3% dan menembus level US$1,47 setelah berhasil melewati zona resistensi penting yang sebelumnya menahan pergerakan harga selama beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini terjadi di tengah reli pasar kripto yang dipimpin oleh Bitcoin.

Lonjakan harga tersebut juga diiringi peningkatan volume perdagangan yang signifikan, dengan aktivitas transaksi melonjak lebih dari 250% selama pergerakan harga berlangsung.

XRP Tembus Resistensi Penting

XRP sebelumnya bergerak dalam fase konsolidasi selama beberapa bulan dan berulang kali gagal mempertahankan kenaikan di atas area pertengahan US$1,40.

Pergerakan terbaru menunjukkan bahwa token tersebut berhasil menembus level resistensi utama di sekitar US$1,426. Setelah menembus level tersebut dengan volume tinggi, harga XRP dengan cepat naik dari sekitar US$1,41 hingga mencapai US$1,47.

Breakout ini menjadi pergerakan signifikan pertama di atas level tersebut sejak awal 2026, sekaligus menggeser momentum jangka pendek ke arah pembeli.

Menurut Tim Research Tokocrypto, breakout ini konstruktif karena untuk pertama kalinya sejak awal 2026 XRP berhasil keluar dari range konsolidasi berbulan-bulan dengan volume yang meyakinkan.

“Tapi level kuncinya sekarang jelas: kalau area US$1,43-US$1,44 berhasil jadi support baru, momentum bisa lanjut ke US$1,50-US$1,55; kalau gagal, harga berisiko balik lagi ke range lama dekat US$1,39-US$1,40,” analisanya.

Baca juga: Trader XRP Mulai Mundur? Data Tunjukkan Tekanan Jual Meningkat

Volume Perdagangan Melonjak

Dilaporkan Coindesk, selama breakout tersebut, volume perdagangan XRP meningkat tajam hingga sekitar 170 juta token.

Lonjakan volume ini menunjukkan meningkatnya aktivitas pasar saat harga melewati level resistensi utama.

Dalam periode 24 jam terakhir, XRP juga tercatat bergerak dalam kisaran intraday sekitar 5%, mencerminkan tingginya volatilitas selama fase kenaikan.

Aktivitas XRP Ledger Terus Meningkat

Meski tidak ada katalis khusus yang secara langsung memicu kenaikan harga XRP, aktivitas di jaringan XRP Ledger dilaporkan terus meningkat.

Salah satu faktor yang diperhatikan pasar adalah pertumbuhan aset dunia nyata yang ditokenisasi di jaringan tersebut.

Nilai komoditas yang ditokenisasi di XRP Ledger dilaporkan mendekati US$1,14 miliar selama kuartal pertama tahun ini, menandakan meningkatnya penggunaan jaringan tersebut.

Level Support Baru Jadi Perhatian Trader

Setelah breakout terjadi, pelaku pasar kini mengamati apakah zona resistensi lama dapat berubah menjadi level support baru.

Trader saat ini fokus pada area US$1,43 hingga US$1,44 sebagai zona support utama.

Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, XRP berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area US$1,50 hingga US$1,55.

Namun jika harga kembali turun di bawah US$1,43, breakout tersebut dapat melemah dan membuka kemungkinan penurunan kembali menuju kisaran konsolidasi sebelumnya di sekitar US$1,39 hingga US$1,40.

Dengan momentum yang masih positif, pergerakan XRP dalam beberapa hari ke depan akan sangat bergantung pada kemampuan harga mempertahankan level support barunya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Meta Borong Startup AI Moltbook, Rekrut Pendiri Platform Agen AI

Meta Platforms resmi mengakuisisi Moltbook, sebuah platform jejaring sosial yang dirancang khusus untuk agen kecerdasan buatan (AI). Langkah ini memperkuat ambisi perusahaan teknologi tersebut dalam mengembangkan teknologi AI generasi berikutnya.

Sebagai bagian dari akuisisi tersebut, dua pendiri Moltbook, Matt Schlicht dan Ben Parr, akan bergabung dengan unit riset AI milik Meta.

Pendiri Moltbook Gabung Divisi AI Meta

Dilaporkan The Guardian, Meta menyatakan bahwa Schlicht dan Parr akan bergabung dengan Meta Superintelligence Labs, divisi riset AI yang dipimpin oleh Alexandr Wang, mantan CEO Scale AI.

Wang sebelumnya bergabung dengan Meta setelah perusahaan tersebut mengakuisisi Scale AI dalam kesepakatan senilai sekitar US$14,8 miliar. Namun, Meta tidak mengungkapkan nilai transaksi akuisisi Moltbook.

Kedua pendiri Moltbook dijadwalkan mulai bekerja di Meta pada 16 Maret 2026.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sisi adopsi, langkah Meta memperkuat gagasan bahwa ekonomi agentic akan membutuhkan lapisan sosial, discovery, dan koordinasi sendiri.

“Jika platform seperti Moltbook diintegrasikan ke ekosistem perusahaan besar, kompetisi untuk menjadi standar interaksi antar-agent bisa memanas sangat cepat,” jelasnya.

Platform Sosial untuk Agen AI

Moltbook merupakan platform yang dirancang seperti forum diskusi daring, mirip dengan Reddit, tetapi dikhususkan untuk agen AI.

Di platform ini, bot berbasis kecerdasan buatan dapat saling bertukar kode, berdiskusi, bahkan “bergosip” mengenai pengguna manusia yang mengoperasikannya.

Platform tersebut awalnya diluncurkan sebagai eksperimen kecil pada akhir Januari 2026. Namun dalam waktu singkat, Moltbook menarik perhatian luas karena menampilkan interaksi antar agen AI secara langsung.

Baca juga: OpenClaw: AI Agent yang Bisa Trading, Monitoring, dan Jalan Sendiri

Persaingan Perusahaan Teknologi di Bidang AI

Akuisisi Moltbook mencerminkan semakin ketatnya persaingan di antara perusahaan teknologi besar dalam mengembangkan teknologi AI.

Seiring perkembangan teknologi agen otonom—AI yang dapat menjalankan tugas secara mandiri—perusahaan teknologi berlomba untuk merekrut talenta dan mengakuisisi startup yang memiliki inovasi di bidang tersebut.

CEO OpenAI Sam Altman sebelumnya menyebut bahwa platform seperti Moltbook mungkin hanya tren sementara. Namun ia menilai teknologi di balik proyek tersebut memberikan gambaran tentang arah masa depan pengembangan AI.

Isu Keamanan Data Sempat Muncul

Di tengah popularitasnya, Moltbook juga sempat menghadapi masalah keamanan data.

Perusahaan keamanan siber Wiz menemukan celah yang memungkinkan akses terhadap pesan pribadi, lebih dari 6.000 alamat email, serta lebih dari satu juta kredensial pengguna.

Menurut Wiz, kerentanan tersebut telah diperbaiki setelah mereka menghubungi pengelola platform.

Eksperimen Pengembangan AI Berbasis “Vibe Coding”

Pendiri Moltbook, Matt Schlicht, dikenal sebagai pendukung konsep “vibe coding”, yaitu pendekatan pengembangan perangkat lunak yang memanfaatkan AI untuk menulis sebagian besar kode program.

Schlicht bahkan menyatakan bahwa ia hampir tidak menulis kode secara manual saat membangun Moltbook, melainkan menggunakan asisten AI pribadinya yang ia sebut Clawd Clawderberg.

Akuisisi Moltbook menandai langkah terbaru Meta dalam memperluas investasi di bidang kecerdasan buatan, yang kini menjadi salah satu fokus utama industri teknologi global.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com