Harga Pi Network Naik 2,45% ke $0,204, Terkatrol Reli Bitcoin

Harga Pi Network (PI) mencatat kenaikan moderat dalam 24 jam terakhir, seiring dengan reli yang terjadi di pasar kripto global.

Berdasarkan data terbaru, harga PI naik 2,45% menjadi sekitar $0,204, mengikuti tren positif yang dipimpin oleh Bitcoin (BTC) serta kenaikan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan.

Meskipun pergerakan ini terlihat positif, analis menilai bahwa kenaikan tersebut lebih didorong oleh sentimen pasar secara umum dibandingkan oleh faktor fundamental yang berasal dari ekosistem Pi sendiri.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

Pi Network Ikuti Reli Pasar Kripto

Pergerakan harga Pi dalam periode ini menunjukkan pola yang sangat mirip dengan dinamika pasar kripto secara keseluruhan.

Data terbaru dari Coinmarketcap menunjukkan bahwa total kapitalisasi pasar kripto meningkat sekitar 3,38% hingga mencapai $2,51 triliun, sementara Bitcoin mencatat kenaikan sekitar 3,15% dalam periode yang sama.

Fenomena ini sering disebut sebagai beta-driven movement, yaitu kondisi di mana suatu aset bergerak mengikuti arah pasar secara keseluruhan.

Dengan kata lain, kenaikan harga Pi kali ini lebih mencerminkan perubahan sentimen pasar global dibandingkan perkembangan spesifik dari proyek tersebut.

Selain itu, indikator sentimen pasar seperti Crypto Fear & Greed Index juga menunjukkan pergeseran dari level “Fear” menuju “Neutral”.

Pergeseran ini sering kali menandakan meningkatnya kepercayaan investor terhadap aset kripto dalam jangka pendek.

Tidak Ada Katalis Khusus untuk Pi

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Menariknya, kenaikan harga Pi tidak disertai oleh berita besar, kemitraan baru, ataupun pembaruan signifikan dari ekosistem proyek.

Bahkan, data menunjukkan bahwa volume perdagangan Pi justru turun sekitar 38,44% menjadi $42,1 juta selama periode kenaikan harga tersebut.

Penurunan volume ini menunjukkan bahwa reli yang terjadi belum didukung oleh lonjakan permintaan baru dari investor.

Dalam banyak kasus, kenaikan harga yang terjadi dengan volume perdagangan rendah sering dianggap sebagai sinyal bahwa pergerakan tersebut belum cukup kuat untuk memicu tren bullish yang lebih besar.

Hal ini juga menandakan bahwa pasar Pi masih berada dalam fase konsolidasi, di mana harga bergerak dalam rentang terbatas sambil menunggu katalis baru.

Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, ada beberapa level teknikal penting yang menjadi perhatian para trader.

Level pertama adalah $0,20, yang saat ini berfungsi sebagai support psikologis utama bagi Pi.

Selama harga tetap berada di atas level tersebut, peluang untuk mempertahankan momentum kenaikan masih terbuka.

Di sisi lain, level $0,21 menjadi resistance terdekat yang dalam beberapa pekan terakhir terbukti cukup sulit ditembus oleh PI.

Jika harga berhasil menembus dan bertahan di atas $0,21 dengan dukungan volume perdagangan yang meningkat, maka Pi berpotensi melanjutkan kenaikan menuju area $0,235, yang merupakan level tertinggi pada akhir Februari.

Namun jika support $0,20 gagal dipertahankan, harga berisiko kembali turun ke area $0,19, yang sebelumnya menjadi zona konsolidasi.

Prospek Jangka Pendek Pi Network

Secara keseluruhan, pergerakan Pi saat ini menunjukkan bias yang cenderung bullish namun masih terbatas.

Reli yang terjadi lebih dipengaruhi oleh kekuatan pasar kripto secara umum, terutama oleh pergerakan Bitcoin yang masih menjadi penggerak utama industri.

Tanpa adanya katalis baru atau peningkatan volume perdagangan yang signifikan, Pi kemungkinan masih akan bergerak dalam rentang harga yang relatif sempit.

Bagi investor dan trader, hal yang perlu diperhatikan dalam beberapa hari ke depan adalah apakah Pi mampu menarik minat beli baru yang dapat mendorong harga menembus level resistance.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 26%, Tekanan Jual Besar Picu Koreksi Tajam

Kenaikan harga Pi Network sebesar 2,45% ke $0,204 menunjukkan bahwa aset ini masih bergerak searah dengan tren pasar kripto yang lebih luas.

Namun tanpa dukungan katalis fundamental maupun peningkatan volume perdagangan, reli ini masih tergolong moderat dan rentan kembali melemah.

Pergerakan berikutnya akan sangat bergantung pada dua faktor utama: stabilitas harga Bitcoin dan kemampuan Pi mempertahankan support di $0,20.

Jika kedua faktor tersebut bertahan positif, peluang Pi untuk mencoba menembus resistance $0,21 tetap terbuka dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rasio MVRV Bitcoin Turun Drastis, BTC Masuk Zona Undervaluation?

Pergerakan indikator on-chain terbaru menunjukkan sinyal menarik bagi pasar kripto.

Rasio 365-day MVRV milik Bitcoin (BTC) dilaporkan turun mendekati level yang terakhir terlihat pada akhir 2022, tepat setelah runtuhnya FTX.

Data tersebut menunjukkan bahwa kondisi tersebut menandakan valuasi pasar Bitcoin mulai terkompres relatif terhadap realized capitalization, metrik yang sering digunakan untuk menilai apakah suatu aset berada dalam kondisi overvalued atau undervalued.

Menariknya, pada periode serupa setelah krisis FTX di 2022, harga Bitcoin tercatat mampu melonjak sekitar 67% dalam waktu tiga bulan setelah indikator MVRV memasuki zona rendah tersebut.

Hal ini membuat sebagian analis mulai membandingkan situasi saat ini dengan fase akumulasi yang pernah terjadi sebelumnya.

Baca Juga: Bitcoin Sudah Bottom? Data On-Chain Justru Beri Sinyal Berbeda

Apa Itu Rasio MVRV Bitcoin?

MVRV (Market Value to Realized Value) merupakan indikator on-chain yang membandingkan kapitalisasi pasar Bitcoin dengan realized capitalization atau nilai total BTC berdasarkan harga terakhir saat koin tersebut berpindah tangan di blockchain. Secara sederhana:

  • MVRV tinggi → pasar cenderung overvalued, banyak investor berada dalam kondisi profit besar.
  • MVRV rendah → pasar berpotensi undervalued, tekanan jual biasanya mulai melemah.

Ketika rasio ini turun mendekati level rendah, sering kali pasar sedang berada dalam fase di mana investor jangka panjang mulai melakukan akumulasi.

Penurunan rasio MVRV saat ini menunjukkan bahwa valuasi pasar Bitcoin telah terkoreksi cukup dalam dibandingkan dengan nilai dasar yang tercatat di jaringan.

Perbandingan dengan Siklus Pasar 2022

Pada akhir 2022, pasar kripto mengalami guncangan besar setelah runtuhnya FTX, salah satu bursa kripto terbesar saat itu.

Peristiwa tersebut dikenal luas sebagai FTX collapse 2022, yang menyebabkan kepercayaan investor terhadap industri kripto anjlok dan memicu koreksi tajam di berbagai aset digital.

Pada periode itu, rasio MVRV Bitcoin juga turun ke zona rendah yang menunjukkan kapitulasi pasar. Namun setelah fase tersebut berlalu, Bitcoin justru mengalami pemulihan signifikan.

Grafik dari CryptoQuant memperlihatkan bahwa setelah indikator tersebut mencapai titik rendah pada 2022, harga BTC kemudian naik sekitar 67% dalam tiga bulan berikutnya.

Kondisi inilah yang membuat sebagian analis menilai bahwa pasar saat ini bisa berada dalam fase undervaluation potensial yang mirip dengan periode tersebut.

Faktor Baru yang Membentuk Pasar Saat Ini

Meski terdapat kemiripan dengan situasi tahun 2022, struktur pasar kripto saat ini memiliki sejumlah perbedaan penting.

Salah satunya adalah munculnya ETF spot Bitcoin, yang membuka akses investasi institusional ke BTC melalui pasar keuangan tradisional.

Selain itu, faktor makroekonomi seperti suku bunga global yang masih tinggi juga memengaruhi aliran modal ke aset berisiko, termasuk kripto.

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa meskipun indikator MVRV memberikan sinyal menarik, kondisi pasar saat ini tidak sepenuhnya sama dengan siklus sebelumnya.

“Meski MVRV rendah tidak otomatis berarti reversal instan, indikator ini tetap penting karena menandakan perubahan risk-reward jangka panjang ketika tekanan jual mulai melemah dan akumulasi mulai muncul. Bedanya dengan 2022, pasar sekarang juga dibentuk oleh suku bunga tinggi, ETF spot Bitcoin, dan strategi akumulasi korporasi, sehingga jika skenario undervaluation ini bertahan, dampaknya bisa lebih terkait rotasi modal institusional daripada sekadar technical bounce biasa,” kata Tim Research Tokocrypto.

Apa Artinya bagi Investor?

Bagi investor kripto, rasio MVRV sering dianggap sebagai indikator siklus pasar jangka panjang.

Ketika indikator ini berada di zona rendah, sebagian pelaku pasar mulai melihat peluang untuk melakukan akumulasi dengan asumsi bahwa tekanan jual mulai mereda.

Namun penting untuk dicatat bahwa MVRV bukanlah indikator timing yang sempurna. Pasar dapat tetap berada di zona undervaluation untuk waktu yang cukup lama sebelum akhirnya mengalami pembalikan tren.

Selain itu, kondisi makro global serta sentimen terhadap aset berisiko juga masih memainkan peran besar dalam menentukan arah harga Bitcoin.

Baca Juga: Bitcoin Konsolidasi di $70K, Waspada Lonjakan Supply Shock

Turunnya rasio 365-day MVRV Bitcoin ke level yang mendekati periode pasca kolaps FTX membuka kembali diskusi mengenai potensi undervaluation di pasar kripto.

Jika pola historis kembali terulang, kondisi ini bisa menjadi sinyal awal fase akumulasi baru.

Namun dengan hadirnya faktor baru seperti ETF spot Bitcoin dan perubahan dinamika makroekonomi global, pergerakan pasar kali ini kemungkinan akan dipengaruhi oleh aliran modal institusional yang lebih besar.

Bagi investor, indikator ini menjadi salah satu metrik penting untuk memantau apakah pasar Bitcoin sedang berada dalam fase kapitulasi, konsolidasi, atau awal siklus pemulihan baru.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Naik ke $74 Ribu, Bullish Menguat

Harga Bitcoin (BTC) kembali menunjukkan momentum positif dalam perdagangan kripto global.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Senin (16/3), harga Bitcoin hari ini berada di kisaran $73.935 per BTC, mencatat kenaikan sekitar 3,19% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini mendorong kapitalisasi pasar Bitcoin naik hingga sekitar $1,48 triliun, sekaligus memperkuat posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Sementara itu, volume perdagangan harian tercatat mencapai $36,07 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang tetap tinggi di tengah reli harga.

Pergerakan ini juga menandai kelanjutan tren bullish jangka pendek setelah BTC mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Baca Juga: Rasio MVRV Bitcoin Turun Drastis, BTC Masuk Zona Undervaluation?

Performa Harga Bitcoin dalam 24 Jam

Dalam periode 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak dalam rentang harga yang cukup lebar dengan harga terendah $71.282 dan harga tertinggi $74.395.

Rentang ini menunjukkan adanya volatilitas yang cukup aktif di pasar, dengan tekanan beli yang cukup kuat untuk mendorong harga mendekati level $74 ribu.

Secara harian, Bitcoin mencatat kenaikan sekitar $2.385 atau 3,33%, menandakan meningkatnya minat beli dari investor.

Selain itu, dalam skala waktu yang lebih pendek, harga BTC juga masih menunjukkan momentum positif:

  • Perubahan 1 jam: +0,56%
  • Perubahan 24 jam: +3,33%
  • Perubahan 7 hari: +9,07%

Kinerja ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan jangka pendek setelah sebelumnya mengalami koreksi dalam beberapa bulan terakhir.

Performa Bitcoin dalam Beberapa Bulan Terakhir

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 16 Maret 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun tren jangka pendek terlihat positif, data historis menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase pemulihan dari koreksi yang terjadi sebelumnya.

Dalam periode waktu berbeda, pergerakan harga BTC tercatat sebagai berikut:

  • 30 hari: naik sekitar 7,62%
  • 60 hari: turun sekitar 23,22%
  • 90 hari: turun sekitar 14,04%

Data tersebut menunjukkan bahwa reli terbaru kemungkinan merupakan bagian dari fase rebound pasar setelah penurunan tajam dalam dua bulan terakhir.

Di sisi lain, Bitcoin juga masih cukup jauh dari rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) yang berada di sekitar $126.198.

Struktur Pasokan Bitcoin Tetap Terbatas

Salah satu faktor fundamental yang terus menjadi daya tarik Bitcoin adalah struktur pasokan yang terbatas.

Saat ini, jumlah Bitcoin yang beredar mencapai sekitar 20 juta BTC, atau sekitar 95,25% dari total pasokan maksimum sebesar 21 juta BTC.

Kelangkaan ini menjadi salah satu alasan utama mengapa Bitcoin sering dianggap sebagai aset digital yang memiliki karakteristik mirip emas, karena suplai yang terbatas dapat menciptakan tekanan harga ketika permintaan meningkat.

Dengan kapitalisasi pasar yang terdilusi penuh mencapai sekitar $1,55 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto paling dominan di pasar.

Faktor yang Mendorong Kenaikan Harga

Beberapa faktor utama yang sering memengaruhi pergerakan harga Bitcoin antara lain:

1. Sentimen Pasar Kripto

Ketika pasar kripto secara keseluruhan menunjukkan tren positif, Bitcoin biasanya menjadi aset pertama yang mengalami lonjakan permintaan.

2. Aktivitas Investor Institusional

Dalam beberapa tahun terakhir, minat dari investor institusional terhadap Bitcoin semakin meningkat. Hal ini dapat memperkuat stabilitas dan likuiditas pasar.

3. Faktor Makroekonomi

Perubahan kebijakan suku bunga global, inflasi, serta kondisi ekonomi dunia juga sering memengaruhi aliran modal ke aset kripto.

Level Penting yang Perlu Dipantau Trader

Dalam jangka pendek, beberapa level harga menjadi perhatian utama para trader.

  • Resistance terdekat: sekitar $74.000 – $75.000
  • Support penting: sekitar $71.000

Jika Bitcoin mampu menembus dan bertahan di atas area resistance tersebut, maka peluang untuk melanjutkan kenaikan ke level yang lebih tinggi akan semakin terbuka.

Namun jika harga gagal mempertahankan momentum, BTC berpotensi kembali melakukan konsolidasi di area support.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 16 Maret 2026: Momentum Terjaga BTC ke $73.000

Harga Bitcoin hari ini naik sekitar 3,33% ke kisaran $74 ribu, menunjukkan bahwa sentimen bullish masih mendominasi pasar kripto dalam jangka pendek.

Dengan kapitalisasi pasar mendekati $1,48 triliun dan volume perdagangan harian di atas $36 miliar, BTC tetap menjadi aset digital paling berpengaruh di industri kripto.

Meski demikian, investor tetap perlu memperhatikan volatilitas pasar serta faktor makroekonomi global yang dapat memengaruhi arah pergerakan harga Bitcoin dalam beberapa waktu ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

BlockFills Bangkrut, Industri Crypto Lending Kembali Jadi Perhatian

Industri pinjam-meminjam aset digital kembali menghadapi tekanan setelah platform crypto lending BlockFills mengajukan perlindungan kebangkrutan Chapter 11 di Amerika Serikat.

Langkah ini diambil setelah perusahaan sebelumnya menghentikan layanan deposit dan penarikan dana pelanggan pada bulan lalu.

Pengajuan kebangkrutan tersebut dilakukan oleh entitas operasional perusahaan, Reliz LTD, bersama tiga perusahaan terkait lainnya. Proses restrukturisasi ini diajukan melalui pengadilan kebangkrutan di Delaware.

Perusahaan menyatakan bahwa langkah tersebut diambil sebagai bagian dari upaya untuk menstabilkan bisnis, menjaga nilai perusahaan, serta memaksimalkan pemulihan bagi para pemangku kepentingan (stakeholders).

Baca Juga: Crypto Lending: Perkembangan dan Dampaknya di Indonesia

Apa Itu Chapter 11?

Chapter 11 merupakan salah satu mekanisme dalam sistem hukum kebangkrutan di Amerika Serikat yang memungkinkan perusahaan untuk melakukan restrukturisasi utang sambil tetap melanjutkan operasional bisnis.

Berbeda dengan likuidasi penuh, proses ini memberikan kesempatan bagi perusahaan untuk:

  • Menyusun kembali struktur utang
  • Menegosiasikan kewajiban dengan kreditur
  • Melindungi aset perusahaan selama proses restrukturisasi

Dengan kata lain, tujuan utama Chapter 11 adalah memulihkan perusahaan agar tetap dapat beroperasi, sekaligus memberikan peluang pemulihan bagi kreditur dan pihak terkait.

Latar Belakang Penghentian Layanan

Krisis di BlockFills mulai mencuat ketika perusahaan secara mendadak menghentikan akses deposit dan penarikan dana pengguna beberapa waktu lalu.

Langkah tersebut biasanya menjadi sinyal awal masalah likuiditas di industri kripto, terutama pada sektor yang bergantung pada model bisnis pinjam-meminjam aset digital.

Dalam model ini, Cointelegraph menyebut platform biasanya meminjamkan aset kripto kepada pihak lain dengan imbal hasil tertentu.

Namun ketika pasar mengalami tekanan atau kepercayaan pengguna menurun, platform dapat mengalami kesulitan untuk memenuhi permintaan penarikan dana secara besar-besaran.

Situasi ini pernah terjadi pada beberapa perusahaan kripto besar sebelumnya yang akhirnya juga masuk ke proses kebangkrutan.

Dampak bagi Sektor Crypto Lending

Kasus BlockFills kembali menyoroti risiko struktural yang masih melekat pada sektor crypto lending.

Model bisnis pinjam-meminjam kripto sering kali bergantung pada likuiditas pasar dan kepercayaan pengguna.

Ketika kondisi pasar memburuk atau terjadi ketidakpastian, tekanan penarikan dana bisa meningkat secara drastis.

Jika platform tidak memiliki cadangan likuiditas yang cukup, maka pembatasan penarikan dana menjadi langkah yang sering diambil untuk mencegah keruntuhan yang lebih cepat.

Namun langkah tersebut justru sering memperburuk sentimen pasar karena dapat memicu kepanikan pengguna.

Pandangan Analis Industri

Menurut tim riset dari Tokocrypto, kasus kebangkrutan BlockFills lebih tepat dilihat sebagai isu regulasi dan hukum, bukan sekadar masalah operasional perusahaan.

“Ini jelas masuk kategori regulasi karena inti ceritanya adalah proses hukum restrukturisasi dan perlindungan kreditur, bukan sekadar masalah operasional biasa,” kata Tim Research Tokocrypto.

Menurutnya, dampaknya juga jelek buat sentimen sektor crypto lending, karena kasus seperti ini terus menegaskan bahwa model bisnis pinjam-meminjam kripto tetap rapuh saat pasar memburuk dan kepercayaan pengguna bisa runtuh sangat cepat begitu akses dana dibatasi.

Pernyataan tersebut mencerminkan kekhawatiran yang lebih luas di industri kripto mengenai stabilitas platform lending.

Industri Masih Dalam Fase Pemulihan

Sektor crypto lending sebenarnya masih berada dalam fase pemulihan setelah sejumlah krisis besar yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir.

Runtuhnya beberapa perusahaan besar di industri kripto sebelumnya telah memicu pengawasan regulasi yang lebih ketat serta meningkatkan tuntutan transparansi terhadap platform keuangan berbasis blockchain.

Banyak investor kini lebih berhati-hati dalam menggunakan layanan pinjam-meminjam kripto, terutama pada platform yang tidak memiliki sistem manajemen risiko yang kuat.

Baca Juga: Euler Finance: Protokol Lending Modular yang Siap Dominasi DeFi

Pengajuan kebangkrutan Chapter 11 oleh BlockFills menjadi pengingat bahwa sektor crypto lending masih menghadapi tantangan besar terkait likuiditas, manajemen risiko, dan kepercayaan pengguna.

Meskipun proses restrukturisasi dapat memberikan peluang bagi perusahaan untuk pulih, kasus ini berpotensi kembali memicu kekhawatiran di kalangan investor terhadap stabilitas platform pinjam-meminjam kripto.

Ke depan, perkembangan kasus ini akan menjadi perhatian penting bagi pelaku industri dan regulator, terutama dalam menentukan bagaimana model bisnis crypto lending dapat dibuat lebih tahan terhadap gejolak pasar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Missouri Majukan RUU Cadangan Strategis Bitcoin

Negara bagian Missouri kembali menjadi sorotan dalam perkembangan regulasi kripto di Amerika Serikat setelah House Bill 2080 (HB 2080) berhasil lolos dari tahap komite legislatif.

Sebagaimana dilaporkan Coin Bureau, rancangan undang-undang tersebut kini bergerak menuju pembahasan di full House floor, setelah mendapatkan dukungan melalui voting 6 berbanding 2 di tingkat komite.

RUU ini mengusulkan langkah yang cukup inovatif, yakni memberikan izin bagi pemerintah negara bagian Missouri untuk memegang Bitcoin (BTC) sebagai bagian dari cadangan treasury negara bagian.

Selain itu, rancangan aturan tersebut juga membuka kemungkinan bagi warga untuk membayar pajak menggunakan aset kripto.

Jika nantinya disahkan, Missouri berpotensi menjadi salah satu wilayah di Amerika Serikat yang secara resmi mengintegrasikan Bitcoin ke dalam kebijakan keuangan publik.

Baca Juga: Indiana Dorong RUU Pro-Kripto ke Gubernur, Usung Tiga Poin Utama

Missouri Ingin Jadikan Bitcoin Bagian dari Treasury

House Bill 2080 secara eksplisit mengusulkan agar pemerintah Missouri dapat menempatkan Bitcoin sebagai bagian dari cadangan aset negara.

Konsep ini sering disebut sebagai strategic Bitcoin reserve, yaitu pendekatan di mana pemerintah atau lembaga publik menyimpan Bitcoin sebagai bagian dari portofolio cadangan mereka.

Selama ini, cadangan treasury pemerintah biasanya terdiri dari aset tradisional seperti obligasi pemerintah, mata uang fiat, emas, dan instrumen keuangan lainnya.

Namun dengan meningkatnya popularitas aset digital, beberapa pembuat kebijakan mulai mempertimbangkan Bitcoin sebagai alternatif penyimpan nilai jangka panjang.

RUU tersebut juga memberikan fleksibilitas bagi pemerintah negara bagian untuk menerima pembayaran pajak dalam bentuk kripto, sebuah langkah yang dapat memperluas penggunaan aset digital dalam aktivitas ekonomi sehari-hari.

Proses Legislasi Masih Berlanjut

Meskipun telah lolos dari tahap komite, House Bill 2080 masih harus melalui beberapa tahap legislasi sebelum resmi menjadi undang-undang.

Langkah berikutnya adalah pembahasan di House floor, di mana seluruh anggota legislatif negara bagian akan memberikan suara terhadap RUU tersebut.

Jika disetujui, RUU tersebut juga masih harus melewati proses di Senat negara bagian sebelum akhirnya dapat ditandatangani oleh gubernur Missouri.

Proses ini menunjukkan bahwa adopsi Bitcoin di tingkat pemerintahan masih memerlukan diskusi yang mendalam, terutama terkait aspek risiko, regulasi, dan stabilitas keuangan.

Tren Adopsi Bitcoin oleh Pemerintah

Dalam beberapa tahun terakhir, diskusi mengenai peran Bitcoin dalam kebijakan keuangan publik semakin meningkat.

Sebagian pihak melihat Bitcoin sebagai aset digital yang memiliki karakteristik unik, seperti suplai terbatas dan sifat desentralisasi, yang membuatnya menarik sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi.

Selain itu, penggunaan kripto dalam pembayaran pajak juga dianggap sebagai langkah untuk mendorong inovasi teknologi finansial.

Jika Missouri benar-benar mengadopsi kebijakan ini, negara bagian tersebut bisa menjadi salah satu pionir dalam integrasi kripto ke dalam sistem keuangan pemerintah di Amerika Serikat.

Pandangan Analis tentang Dampaknya

Analis industri kripto menilai perkembangan ini sebagai langkah penting dalam evolusi regulasi aset digital.

Menurut tim riset dari Tokocrypto, proses legislasi seperti ini menunjukkan bahwa diskusi mengenai peran Bitcoin dalam kebijakan publik mulai bergerak ke tahap yang lebih konkret.

“Dari sisi regulasi, perkembangan ini penting karena menunjukkan bahwa adopsi Bitcoin di level negara bagian AS mulai bergerak dari wacana ke proses legislasi yang lebih konkret. Jika disahkan, Missouri bisa menjadi contoh bagaimana Bitcoin diposisikan bukan hanya sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai bagian dari kebijakan treasury publik dan sistem pembayaran negara,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa langkah Missouri dapat memiliki dampak yang lebih luas bagi cara pemerintah memandang aset digital.

Potensi Dampak bagi Industri Kripto

Jika RUU tersebut berhasil disahkan, dampaknya tidak hanya terbatas pada Missouri.

Keputusan ini dapat memicu diskusi serupa di negara bagian lain di Amerika Serikat, terutama terkait kemungkinan penggunaan Bitcoin dalam cadangan negara atau sistem pembayaran publik.

Langkah ini juga berpotensi meningkatkan legitimasi Bitcoin sebagai aset keuangan yang diakui secara institusional.

Selain itu, penerimaan pajak dalam kripto dapat memperluas penggunaan aset digital di sektor publik sekaligus meningkatkan adopsi teknologi blockchain dalam sistem administrasi pemerintah.

Baca Juga: Oklahoma Lebih Dekat Sahkan RUU Cadangan Strategis Bitcoin

Masa Depan Bitcoin dalam Kebijakan Publik

Perkembangan di Missouri menunjukkan bahwa peran Bitcoin dalam sistem keuangan global terus berkembang.

Dari awalnya hanya dianggap sebagai aset spekulatif, Bitcoin kini mulai dipertimbangkan sebagai bagian dari strategi keuangan pemerintah di berbagai wilayah.

Meskipun masih berada dalam tahap legislasi, proposal seperti HB 2080 memperlihatkan bahwa integrasi kripto dalam kebijakan publik bukan lagi sekadar wacana.

Jika tren ini berlanjut, Bitcoin dapat memainkan peran yang semakin besar tidak hanya dalam pasar investasi, tetapi juga dalam arsitektur keuangan negara di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Wall Street Serbu ETF Solana, Dana $540 Juta Mengalir ke SOL

Investor institusional dari Wall Street dilaporkan mengalirkan lebih dari US$540 juta ke produk exchange-traded fund (ETF) Solana di Amerika Serikat pada kuartal keempat 2025. Data tersebut menunjukkan meningkatnya minat lembaga keuangan terhadap aset kripto alternatif di luar Bitcoin dan Ethereum.

Informasi ini berasal dari analis ETF Bloomberg, James Seyffart, yang mengolah data dari laporan kepemilikan institusional (13F filings) yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC).

Institusi Besar Jadi Pembeli Utama

Menurut data tersebut, perusahaan modal ventura Electric Capital dan bank investasi Goldman Sachs menjadi dua pembeli terbesar ETF Solana.

Dilaporkan Cointelegraph, Electric Capital tercatat memiliki eksposur sekitar US$137,8 juta, sementara Goldman Sachs memegang sekitar US$107,4 juta dalam produk ETF tersebut.

Beberapa institusi lain yang juga masuk dalam lima besar pemegang ETF Solana termasuk Elequin Capital, SIG Holding, dan Multicoin Capital.

Selain itu, lembaga keuangan besar seperti Morgan Stanley dan Citadel Advisors juga tercatat membeli ETF Solana setelah peluncuran produk tersebut di Amerika Serikat.

Penasihat Investasi Dominasi Kepemilikan

Jika dilihat berdasarkan kategori institusi, penasihat investasi menjadi kelompok investor terbesar dalam ETF Solana.

Kelompok ini menguasai lebih dari US$270 juta dari total kepemilikan ETF. Sementara itu, manajer hedge fund berada di posisi kedua dengan nilai investasi sekitar US$186,4 juta.

Perusahaan holding dan broker tercatat memegang sekitar US$59,5 juta dan US$20,3 juta. Sementara bank memiliki porsi yang lebih kecil dengan sekitar US$4,5 juta.

Secara keseluruhan, kepemilikan ETF tersebut setara dengan sekitar 4,3 juta token SOL.

Menurut Tim Research Tokocrrypto, secara onchain dan pasar, arus dana sebesar ini penting karena memperkuat kasus bahwa Solana mulai masuk radar alokasi institusional, bukan cuma tema retail dan ekosistem onchain.

“Jika arus seperti ini berlanjut dan didukung aktivitas jaringan yang sehat, SOL bisa membangun fondasi valuasi yang lebih kuat, meski dalam jangka pendek harga tetap sensitif terhadap kondisi likuiditas dan rotasi pasar crypto secara keseluruhan,” katanya.

Nilai Investasi Turun Seiring Harga SOL

Meski minat institusional terlihat kuat, nilai pasar dari kepemilikan tersebut mengalami penurunan seiring melemahnya harga Solana.

Sejak akhir kuartal keempat 2025, harga SOL dilaporkan turun lebih dari 30%, dari sekitar US$124,95 menjadi sekitar US$86 pada saat data terakhir dicatat.

Penurunan harga ini otomatis mengurangi nilai pasar dari kepemilikan institusi dalam ETF tersebut.

Arus Dana ETF Tetap Stabil

Meski harga Solana melemah, arus dana ke ETF Solana tetap menunjukkan stabilitas.

Analis ETF Bloomberg lainnya, Eric Balchunas, menyebut bahwa aliran dana ke produk ETF Solana tetap kuat dalam beberapa bulan terakhir.

Sekitar 50% aset ETF Solana saat ini dimiliki oleh institusi yang wajib melaporkan kepemilikan mereka melalui dokumen 13F, yang menunjukkan bahwa basis investor produk tersebut didominasi oleh pelaku pasar profesional.

Data dari Farside Investors juga menunjukkan bahwa sejak diluncurkan di Amerika Serikat pada Oktober 2025, ETF Solana telah mengumpulkan sekitar US$952 juta arus dana masuk secara kumulatif.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Labil, Aktivitas Jaringan Meledak

Aktivitas jaringan Ethereum mengalami peningkatan signifikan dalam beberapa waktu terakhir, meskipun pergerakan harga aset kripto tersebut masih menunjukkan tren yang beragam. Data terbaru menunjukkan jumlah alamat aktif di jaringan Ethereum mencapai salah satu level tertinggi dalam sejarahnya.

Lonjakan ini menunjukkan meningkatnya partisipasi pengguna di dalam ekosistem Ethereum, bahkan ketika kondisi pasar kripto masih mengalami volatilitas.

Alamat Aktif Ethereum Capai Level Tinggi

Dilaporkan Crypto Quant, jumlah alamat aktif merupakan salah satu indikator utama yang digunakan untuk mengukur aktivitas di jaringan blockchain. Peningkatan jumlah alamat aktif menunjukkan semakin banyak pengguna yang melakukan transaksi atau berinteraksi dengan aplikasi di jaringan tersebut.

Data terbaru menunjukkan bahwa alamat aktif Ethereum meningkat secara signifikan, menandakan aktivitas jaringan yang semakin padat. Lonjakan ini menjadi salah satu sinyal bahwa penggunaan jaringan terus berkembang.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kenaikan alamat aktif ini mencerminkan meluasnya penggunaan Ethereum di area seperti DeFi, stablecoin, dan interaksi smart contract otomatis.

“Secara onchain, divergensi antara harga yang belum sepenuhnya kuat dan aktivitas jaringan yang terus naik adalah sinyal konstruktif: adopsi dasar jaringan bisa saja sedang menguat lebih dulu sebelum sepenuhnya tercermin ke valuasi ETH di pasar,” jelasnya.

Baca juga: Data Futures Ungkap Tekanan Jual Ethereum Belum Mereda

Peningkatan Penggunaan di Berbagai Sektor

Pertumbuhan aktivitas jaringan Ethereum sebagian besar didorong oleh meningkatnya penggunaan di berbagai sektor dalam ekosistem blockchain.

Beberapa di antaranya termasuk sektor decentralized finance (DeFi), penggunaan stablecoin, serta berbagai interaksi otomatis melalui smart contract.

Aplikasi-aplikasi ini memerlukan transaksi yang terus berjalan di jaringan Ethereum, sehingga turut mendorong peningkatan jumlah alamat aktif dan volume aktivitas secara keseluruhan.

Adopsi Jaringan Tetap Kuat Meski Harga Berfluktuasi

Menariknya, peningkatan aktivitas jaringan terjadi di tengah pergerakan harga Ethereum yang masih menunjukkan ketidakpastian.

Fenomena ini menunjukkan adanya perbedaan antara dinamika harga di pasar dan perkembangan fundamental jaringan.

Beberapa analis menilai bahwa meningkatnya aktivitas jaringan dapat menjadi indikasi bahwa adopsi Ethereum terus berkembang, yang berpotensi memperkuat fundamental jangka panjang dari aset tersebut.

Dengan semakin luasnya penggunaan di berbagai sektor, aktivitas jaringan yang tinggi dapat menjadi faktor penting dalam mendukung ekosistem Ethereum di tengah volatilitas pasar kripto.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Momentum Terjaga BTC ke $73.000

Pasar kripto hari ini, Senin (16/3) mengawali pekan dengan sentimen positif setelah Bitcoin kembali menembus level $73.000. Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya selera risiko (risk-on) investor meskipun ketegangan geopolitik terkait konflik Iran masih menjadi perhatian global.

Pemulihan aset berisiko turut mendorong arus dana kembali ke pasar kripto, meski analis mengingatkan bahwa leverage tinggi pada Bitcoin dan Ethereum dapat memicu likuidasi massal jika momentum penguatan melemah. Karena itu, banyak trader mulai memperketat strategi melalui penggunaan stop loss dan lindung nilai untuk mengantisipasi volatilitas. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Prospek Altcoin Potensial di Awal Pekan

  • G melesat 33% dan kini diperdagangkan pada level $0,00458.
  • RENZO menguat 19%, membawa harga ke posisi $0,003855.
  • PSG naik tajam 14%, saat ini mencapai angka $0,85757.

BTC tembus $73.000 Berkat Sentimen Risk-on dari Konflik Iran

  • Aset berisiko pulih, dorong BTC ke level $73.000 meski tensi global tinggi.
  • Leverage tinggi BTC & ETH rawan picu likuidasi massal jika momentum melambat.
  • Trader perketat strategi via stop loss dan lindung nilai guna hadapi volatilitas.

Spesial Ramadan, Kesempatan Dapat Total Hadiah Rp 250JUTA!*

ETH Naik 5% Seiring Lonjakan Open Interest (OI) di atas $30 Miliar

  • OI ETH naik 9% jadi $30,4 miliar mengikuti harga di atas $2.180.
  • Konsentrasi OI di bursa besar memperbesar risiko jika terjadi gangguan sistem.
  • Tren OI-harga yang refleksif rawan memicu deleveraging mendadak jika stagnan.

Michael Saylor Isyaratkan Beli BTC Lagi Lewat Unggahan Sosmed

  • Saylor beri sinyal pembelian Bitcoin terbaru dalam pratinjau hari ini.
  • MicroStrategy miliki 738.731 BTC senilai $53 miliar dari 102 kali pembelian.
  • Harga BTC di $71.300, naik 1,15% dalam 24 jam terakhir.

Baca juga: Riset Kripto 9-13 Mar 2026: Inflasi AS Stabil, Bitcoin Masuk Fase Sideways


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Coinbase Resmi Luncurkan Futures Kripto di 26 Negara Eropa

Bursa kripto Coinbase resmi meluncurkan perdagangan kontrak berjangka (futures) Bitcoin dan aset kripto lainnya untuk trader di 26 negara Eropa. Langkah ini menandai pertama kalinya Coinbase menawarkan produk derivatif secara langsung kepada pengguna di kawasan tersebut.

Produk futures ini tersedia melalui platform Coinbase Advanced dan ditawarkan melalui entitas Coinbase yang telah terdaftar di bawah regulasi MiFID di Eropa, sehingga sesuai dengan kerangka regulasi pasar keuangan Uni Eropa.

Trader Eropa Dapat Akses Derivatif yang Teregulasi

Dilaporkan Bitcoin Magazine, peluncuran ini mencakup trader di sejumlah negara besar di Eropa seperti Jerman, Prancis, dan Belanda.

Sebelumnya, banyak trader Eropa yang mengakses produk derivatif kripto melalui platform luar negeri yang tidak selalu berada di bawah pengawasan regulator lokal. Kondisi tersebut sering kali menimbulkan risiko operasional dan ketidakpastian regulasi.

Dengan produk futures yang teregulasi, Coinbase berupaya menyediakan alternatif yang lebih aman dan transparan bagi investor di kawasan tersebut.

Menurut Tim Resesarch Tokocrypto, dari sisi regulasi, ekspansi ini penting karena memperlihatkan bagaimana exchange besar tidak lagi hanya mengejar volume, tetapi juga legitimasi pasar melalui produk yang diawasi secara formal.

“Jika penetrasi derivatif teregulasi terus tumbuh, Eropa bisa menjadi salah satu pusat pengembangan pasar crypto yang lebih selaras dengan kerangka hukum dan partisipasi institusi besar,” jelasnya.

Jenis Kontrak Futures yang Ditawarkan

Coinbase menyediakan dua jenis kontrak futures utama bagi trader di Eropa.

Jenis pertama adalah kontrak bergaya perpetual dengan masa berlaku hingga lima tahun. Kontrak ini menggunakan mekanisme funding rate per jam untuk menjaga harga tetap selaras dengan aset dasar dan melakukan penyelesaian harian.

Jenis kedua adalah kontrak futures dengan tanggal jatuh tempo tertentu, yang tersedia dalam periode bulanan atau kuartalan. Kontrak ini juga dinilai ulang setiap hari dan akan diselesaikan secara tunai ketika kontrak mencapai jatuh tempo.

Selain Bitcoin dan Ethereum, Coinbase juga menawarkan kontrak futures yang terkait dengan indeks saham dan aset kripto, termasuk produk yang disebut “Mag7 + Crypto Equity Index Futures”.

Produk ini menggabungkan eksposur terhadap perusahaan teknologi besar, saham Coinbase, serta exchange-traded fund (ETF) kripto.

Leverage Hingga 10 Kali

Trader yang memenuhi syarat dapat menggunakan leverage hingga 10 kali pada beberapa kontrak, termasuk Bitcoin dan Ethereum.

Produk lain menawarkan tingkat leverage yang lebih rendah, umumnya berada di kisaran 4 hingga 5 kali.

Biaya perdagangan futures di platform ini dimulai dari sekitar 0,02% per kontrak, belum termasuk biaya tambahan seperti biaya bursa dan kliring.

Untuk mengakses produk tersebut, pengguna harus melewati proses verifikasi identitas (KYC) serta pemeriksaan pengalaman trading sebelum dapat mendanai akun menggunakan euro atau stablecoin USDC.

Bagian dari Strategi Ekspansi Coinbase

Peluncuran futures di Eropa merupakan bagian dari strategi Coinbase untuk memperluas layanan menjadi platform perdagangan yang lebih luas.

Perusahaan sebelumnya juga memperkenalkan fitur perdagangan saham bagi pengguna di Amerika Serikat, memungkinkan transaksi saham seperti Apple dan Tesla sepanjang waktu.

Selain itu, Coinbase juga menjalin kerja sama dengan platform prediksi Kalshi untuk menghadirkan pasar prediksi serta mengembangkan roadmap tokenisasi aset tradisional agar dapat diakses melalui teknologi blockchain.

Ekspansi di Tengah Pasar Kripto Melemah

Langkah ekspansi Coinbase di Eropa terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih mengalami tekanan.

Total kapitalisasi pasar kripto global diperkirakan turun sekitar 50% dari puncaknya pada Oktober 2025.

Penurunan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk ketegangan geopolitik global, ketidakpastian kebijakan perdagangan di Amerika Serikat, konflik di Timur Tengah, serta kekhawatiran pasar terkait perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Meski demikian, Coinbase menilai permintaan terhadap produk derivatif kripto yang teregulasi tetap tinggi, terutama dari investor yang mencari akses pasar dengan perlindungan regulasi yang lebih jelas.

Baca Juga: Bos Coinbase: Pasar Boleh Guncang, Masa Depan Kripto Tetap Cerah


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Thailand Bekukan 10.000 Akun Kripto Terkait Pencucian Uang

Platform kripto di Thailand dilaporkan telah membekukan lebih dari 10.000 akun yang diduga digunakan untuk aktivitas pencucian uang. Langkah ini dilakukan sebagai bagian dari upaya pemerintah memperketat pengawasan terhadap transaksi aset digital dan menekan praktik penipuan keuangan.

Pembekuan akun terjadi setelah operator platform kripto menerapkan prosedur pemeriksaan yang lebih ketat terhadap transaksi yang dianggap berisiko tinggi.

10.000 Akun Diduga Digunakan untuk Pencucian Uang

Menurut laporan Bangkok Post, operator kripto di Thailand berhasil mengidentifikasi dan membekukan lebih dari 10.000 akun yang diduga merupakan “mule accounts”.

Dilaporkan Cointelegraph, Mule accounts adalah akun yang digunakan untuk memindahkan dana hasil aktivitas ilegal agar sulit dilacak oleh otoritas.

Att Thongyai Asavanund, CEO KuCoin Thailand sekaligus ketua Thai Digital Asset Operators Trade Association (TDO), menyatakan bahwa pembekuan tersebut terjadi setelah penerapan sistem penyaringan transaksi yang lebih ketat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dari sudut regulasi, pembekuan massal seperti ini menegaskan bahwa compliance kini menjadi medan utama pertarungan industri crypto dengan regulator.

“Semakin keras penegakan AML di pasar regional, semakin besar pula tekanan bagi platform untuk meningkatkan monitoring, verifikasi, dan sistem pengawasan transaksi secara real-time,” tuturnya.

Pemeriksaan KYC Diperketat

Langkah ini juga mencakup penambahan prosedur Know Your Customer (KYC) sebelum transaksi kripto tertentu dapat diproses.

Transaksi yang dianggap berisiko kini memerlukan verifikasi tambahan serta proses pemeriksaan yang lebih panjang. Tujuannya adalah memperlambat transfer mencurigakan dan mencegah penyalahgunaan platform kripto untuk aktivitas ilegal.

Operator kripto di Thailand juga diminta untuk meningkatkan pemantauan terhadap pola transaksi yang tidak biasa.

Kolaborasi Regulator dan Industri

Upaya ini merupakan kelanjutan dari kerja sama antara Securities and Exchange Commission (SEC) Thailand dan asosiasi operator aset digital TDO.

Pada Februari 2025, SEC Thailand bersama berbagai lembaga lain termasuk Bank of Thailand, Cyber Crime Investigation Bureau, Central Investigation Bureau, Anti-Money Laundering Office, serta Thai Bankers’ Association mengembangkan mekanisme baru untuk mendeteksi akun mule.

Hasil dari kerja sama tersebut cukup signifikan. Sepanjang 2025, operator aset digital di Thailand dilaporkan telah membekukan sekitar 47.692 akun mule.

Peningkatan Berbagi Data Antar Lembaga

Dalam upaya memperkuat pengawasan, regulator dan pelaku industri juga sepakat untuk memperluas mekanisme pertukaran data antara platform kripto, bank, dan aparat penegak hukum.

Langkah ini memungkinkan lembaga terkait untuk lebih cepat mengidentifikasi transaksi mencurigakan dan menghentikan aliran dana ke akun yang diduga terlibat dalam aktivitas ilegal.

Pemerintah juga memperkuat implementasi aturan Travel Rule, yang mewajibkan penyedia layanan kripto mengumpulkan dan mengirimkan informasi identitas pengirim serta penerima transaksi aset digital.

Bagian dari Kampanye Anti “Gray Money”

Pembekuan ribuan akun kripto ini merupakan bagian dari kampanye pemerintah Thailand untuk memberantas apa yang disebut sebagai “gray money”.

Program ini bertujuan menutup celah pencucian uang tidak hanya di sektor aset digital, tetapi juga di pasar emas fisik dan sektor keuangan lainnya.

Dengan pengawasan yang semakin ketat, pemerintah Thailand berharap dapat meningkatkan transparansi dan keamanan ekosistem kripto sekaligus melindungi investor dari praktik penipuan dan kejahatan keuangan.

Baca Juga: Thailand Resmi Legalkan Bitcoin untuk Pasar Derivatif


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com