Bitcoin Konsolidasi di $70K, Waspada Lonjakan Supply Shock

Struktur pasar Bitcoin saat ini menunjukkan titik penting yang dapat menentukan arah pergerakan harga selanjutnya. Data on-chain terbaru menunjukkan adanya tekanan suplai yang semakin menyempit, sementara permintaan dari investor institusional tetap kuat.

Dilaporkan Crypto Quant, sejumlah analis menyebut kondisi ini sebagai fase “coiled spring”, yaitu situasi ketika pasokan koin yang tersedia di pasar semakin terbatas, sehingga berpotensi memicu lonjakan harga apabila permintaan meningkat.

Level $70.417 Jadi Titik Penting Pasar

Harga Bitcoin yang mampu bertahan di sekitar level US$70.417 dinilai menjadi titik infleksi penting dalam struktur pasar saat ini.

Pada level tersebut, pasar menunjukkan indikasi perpindahan risiko dan likuiditas dari investor ritel ke investor institusional. Kondisi ini terjadi ketika tekanan jual dari investor ritel mulai melemah, sementara institusi justru memperkuat posisi mereka.

Fenomena ini menciptakan profil risiko dan peluang yang tidak seimbang bagi investor, karena jumlah koin yang tersedia di pasar semakin terbatas sementara permintaan tetap tinggi.

Data On-Chain Tunjukkan Ketimpangan Permintaan

Sejumlah indikator on-chain memperlihatkan adanya ketimpangan antara suplai dan permintaan di pasar Bitcoin.

Data menunjukkan bahwa investor ritel saat ini mengalami tekanan besar dengan kerugian realisasi sekitar 68,95% dalam volume transaksi yang tercatat.

Di sisi lain, investor institusional justru menyerap sekitar 42.200 BTC, jumlah yang sekitar 5,7 kali lebih besar dibandingkan akumulasi investor ritel yang tercatat sekitar 7.300 BTC.

Selain itu, entitas besar juga dilaporkan telah mengakumulasi sekitar 33.902 BTC dalam periode 60 hari terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, inti sinyalnya adalah asimetri supply-demand: koin makin sedikit tersedia di pasar, sementara permintaan institusional tetap tangguh.

“Jika level US$70.417 mampu dipertahankan, kombinasi retail capitulation, outflow tinggi, dan akumulasi entitas besar bisa memicu supply shock yang agresif dan membuat risk-reward BTC menjadi sangat menarik bagi allocator modal besar,”

Aliran Bitcoin Keluar dari Bursa Meningkat

Data aliran dana juga menunjukkan peningkatan arus keluar Bitcoin dari bursa kripto.

Netflow harian mencatat sekitar 6.667 BTC keluar dari bursa, yang biasanya menandakan bahwa investor memindahkan aset mereka ke penyimpanan jangka panjang.

Penurunan pasokan di bursa sering kali dipandang sebagai indikator berkurangnya tekanan jual dalam jangka pendek.

Sementara itu, indikator Puell Multiple yang berada di level 0,68 juga menunjukkan kondisi yang secara historis sering dikaitkan dengan fase dasar siklus pasar.

Potensi “Supply Shock” di Pasar Bitcoin

Dengan semakin sedikitnya koin yang tersedia untuk diperdagangkan dan meningkatnya aktivitas akumulasi oleh institusi, sejumlah analis menilai pasar Bitcoin berpotensi menghadapi apa yang disebut sebagai “supply shock”.

Supply shock terjadi ketika permintaan meningkat sementara pasokan yang tersedia sangat terbatas, sehingga harga dapat bergerak lebih cepat untuk menyesuaikan keseimbangan pasar.

Kombinasi antara likuiditas yang semakin menipis dan permintaan institusional yang stabil membuat sebagian pelaku pasar menilai bahwa tekanan kenaikan harga berpotensi meningkat dalam periode mendatang.

Namun demikian, arah pergerakan harga Bitcoin tetap akan dipengaruhi oleh kondisi makroekonomi global serta dinamika permintaan investor di pasar kripto secara keseluruhan.

Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $71.335, Momentum Menguat


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Startup Akuntansi Kripto Raih $45 Juta, Sinyal Masuknya Institusi

Startup akuntansi aset kripto Cryptio berhasil mengamankan pendanaan sebesar US$45 juta dalam putaran pendanaan Series B. Investasi ini mencerminkan meningkatnya kebutuhan institusi terhadap sistem yang mampu mencatat dan merekonsiliasi transaksi berbasis blockchain untuk keperluan audit, pelaporan keuangan, dan kepatuhan regulasi.

Dilaporkan Cointelegraph, pendanaan tersebut dipimpin oleh BlackFin Capital Partners dan Sentinel Global, dengan partisipasi dari sejumlah investor lain seperti 1kx, BlueYard Capital, Alven, serta Ledger Cathay Capital.

Permintaan Infrastruktur Akuntansi Kripto Meningkat

Cryptio mengembangkan perangkat lunak yang memungkinkan perusahaan mengintegrasikan aktivitas blockchain ke dalam sistem akuntansi tradisional.

Platform ini membantu perusahaan merekonsiliasi transaksi dari berbagai sumber seperti dompet kripto, kustodian, dan bursa aset digital. Data tersebut kemudian diubah menjadi catatan akuntansi yang dapat digunakan untuk pelaporan keuangan, audit, serta kepatuhan regulasi.

Perusahaan mengklaim telah melayani lebih dari 400 klien institusional dan memproses transaksi senilai lebih dari US$3 triliun.

Beberapa kliennya berasal dari sektor kripto seperti Circle, Gemini, dan Securitize, serta lembaga keuangan tradisional seperti SG-Forge milik Société Générale.

Menurut Tim Research Tokocrypto, yang menarik di sini bukan cuma angka pendanaannya, tapi fakta bahwa tokenized finance sedang menciptakan kebutuhan infrastruktur back-office yang nyata.

“Dengan nilai aset real-world asset non-stablecoin yang disebut telah melampaui US$26 miliar dan permintaan banyak datang dari private credit serta US Treasuries tokenized, pertumbuhan onchain kini tidak hanya butuh likuiditas dan issuance, tapi juga sistem akuntansi dan pelaporan institusional yang matang,” jelasnya.

Pasar Software Akuntansi Kripto Mulai Berkembang

Cryptio bukan satu-satunya perusahaan yang bergerak di bidang ini. Sejumlah startup lain juga mengembangkan solusi serupa untuk membantu perusahaan mengelola transaksi blockchain secara akuntansi.

Beberapa nama yang berada di sektor yang sama antara lain Lukka, TaxBit, Bitwave, dan CoinLedger.

Munculnya perusahaan-perusahaan tersebut menunjukkan bahwa pasar infrastruktur akuntansi kripto mulai berkembang seiring meningkatnya aktivitas institusi di industri aset digital.

Tokenisasi Aset Dorong Permintaan Baru

Pertumbuhan Cryptio juga didorong oleh meningkatnya minat institusi terhadap tokenisasi aset.

Tokenisasi memungkinkan berbagai aset tradisional seperti obligasi, kredit, atau instrumen keuangan lainnya direpresentasikan dalam bentuk token di blockchain.

Menurut Sidra Pervez dari perusahaan tokenisasi Securitize, pencatatan keuangan yang akurat menjadi semakin penting ketika pasar modal tradisional mulai beroperasi menggunakan infrastruktur blockchain.

Institusi Keuangan Mulai Terlibat

Sejumlah lembaga keuangan global juga mulai aktif dalam pengembangan infrastruktur tokenisasi.

Bank besar seperti HSBC, BNP Paribas, dan Goldman Sachs diketahui mendukung Canton Foundation, sebuah organisasi yang mengembangkan jaringan blockchain khusus untuk pasar keuangan yang teregulasi.

Selain itu, State Street juga telah meluncurkan alat tokenisasi baru yang memungkinkan klien membuat produk keuangan seperti dana pasar uang, ETF, dan deposito dalam bentuk token berbasis blockchain.

Nilai Aset Dunia Nyata yang Ditokenisasi Terus Bertumbuh

Data industri menunjukkan bahwa nilai total aset dunia nyata yang telah ditokenisasi — tidak termasuk stablecoin — telah melampaui US$26 miliar.

Sebagian besar permintaan datang dari sektor kredit swasta dan instrumen keuangan yang didukung oleh obligasi pemerintah Amerika Serikat.

Segmen lain yang berkembang pesat adalah tokenized money market funds, yaitu versi berbasis blockchain dari dana pasar uang tradisional yang biasanya berinvestasi pada instrumen utang jangka pendek dengan risiko rendah.

Perkembangan ini menunjukkan bahwa integrasi antara sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain semakin meningkat, sekaligus mendorong kebutuhan akan infrastruktur akuntansi yang mampu menjembatani kedua dunia tersebut.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Data Futures Ungkap Tekanan Jual Ethereum Belum Mereda

Aktivitas pasar derivatif Ethereum menunjukkan tekanan jual yang masih mendominasi dalam beberapa bulan terakhir. Data dari indikator ETH Binance Futures Smart Money CVD (90 hari) mengungkapkan perubahan struktur permintaan di pasar futures Ethereum, terutama di platform Binance.

Meskipun dalam sesi perdagangan terbaru terdapat sedikit keunggulan pada aktivitas beli agresif, data jangka menengah masih menunjukkan dominasi tekanan jual dari pelaku pasar besar.

Perbedaan Tipis Antara Pembeli dan Penjual

Berdasarkan data terbaru, volume pembelian agresif Ethereum futures di Binance mencapai sekitar US$4,583 miliar. Sementara itu, volume penjualan agresif tercatat hampir setara, yaitu sekitar US$4,576 miliar.

Dilaporkan Crypto Quant, selisih harian antara keduanya, yang dikenal sebagai Taker Delta, mencatat nilai positif sekitar US$7,15 juta. Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas beli agresif sedikit lebih tinggi dibandingkan aktivitas jual dalam sesi perdagangan tersebut.

Namun, keunggulan ini tergolong kecil jika dibandingkan dengan dinamika pasar secara keseluruhan dalam periode yang lebih panjang.

CVD 90 Hari Masih Negatif

Jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih luas, indikator Smart Money CVD selama 90 hari masih menunjukkan nilai negatif sekitar minus US$5,71 miliar.

Nilai negatif ini menandakan bahwa selama tiga bulan terakhir, total aktivitas penjualan agresif di pasar futures Ethereum lebih besar dibandingkan aktivitas pembelian agresif.

Secara umum, kondisi tersebut menunjukkan bahwa pelaku pasar besar masih lebih aktif melakukan penjualan atau membuka posisi short di pasar derivatif.

Menurut Tim Research Tokocrypto, artinya, meski ada pembelian agresif sesaat, tekanan jual kumulatif selama tiga bulan terakhir masih dominan dan belum benar-benar dipatahkan.

“Secara onchain dan derivatif, kondisi ini sering mencerminkan fase di mana buyer mulai menyerap pasokan tanpa langsung mampu membalikkan tren, sehingga ETH masih berada di zona rapuh sampai ada konfirmasi demand yang lebih konsisten,” jelasnya.

Baca juga: ETF Ethereum Staking Pertama BlackRock Catat Debut Kuat di Pasar

Dominasi Penjual di Pasar Futures

Dalam struktur pasar derivatif, nilai CVD negatif biasanya menandakan dominasi penjual agresif yang mengeksekusi transaksi melalui market order.

Perilaku ini sering mencerminkan dua kemungkinan, yaitu trader yang menutup posisi lama atau pelaku pasar yang membuka posisi short baru sebagai respons terhadap kondisi pasar.

Meski demikian, dominasi penjual tidak selalu berarti harga akan langsung turun dalam waktu dekat.

Potensi Fenomena Liquidity Absorption

Dalam beberapa situasi, pasar dapat mengalami fenomena yang dikenal sebagai liquidity absorption.

Fenomena ini terjadi ketika pembeli menempatkan limit order dalam jumlah besar untuk menyerap tekanan jual yang masuk ke pasar. Akibatnya, tekanan jual dapat tertahan tanpa langsung mendorong harga naik secara signifikan.

Kondisi seperti ini sering muncul pada fase konsolidasi pasar, ketika pembeli dan penjual sama-sama aktif namun harga bergerak dalam rentang yang relatif terbatas.

Dengan struktur pasar yang masih menunjukkan tekanan jual dalam jangka menengah, pergerakan Ethereum dalam waktu dekat kemungkinan akan dipengaruhi oleh keseimbangan antara tekanan jual dari pasar derivatif dan kemampuan pembeli untuk menyerap likuiditas tersebut.

Baca juga: BlackRock Resmi Ajukan ETF Staked Ethereum, Langkah Bersejarah!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Trader XRP Mulai Mundur? Data Tunjukkan Tekanan Jual Meningkat

Aktivitas pasar derivatif XRP menunjukkan tanda-tanda pelemahan minat risiko di kalangan trader. Sejumlah indikator utama di Binance memperlihatkan penurunan posisi terbuka, meningkatnya tekanan jual, serta funding rate yang bergerak ke wilayah negatif dalam waktu yang hampir bersamaan.

Kondisi ini menandakan bahwa banyak pelaku pasar mulai mengurangi eksposur mereka terhadap XRP di tengah ketidakpastian pasar kripto secara keseluruhan.

Open Interest XRP di Binance Menurun

Salah satu indikator utama yang diamati adalah Open Interest (OI) di Binance, yang merepresentasikan total nilai kontrak derivatif XRP yang masih aktif di pasar.

Data terbaru menunjukkan bahwa nilai OI mengalami penurunan dalam 24 jam terakhir. Penurunan ini biasanya menandakan bahwa trader menutup posisi mereka, bukan membuka posisi baru.

Ketika Open Interest turun, aktivitas spekulatif di pasar derivatif biasanya ikut melemah karena jumlah kontrak yang diperdagangkan berkurang.

Tekanan Jual Terlihat di Pasar Derivatif

Selain Open Interest, indikator Perpetual Cumulative Volume Delta (CVD) di Binance juga menunjukkan penurunan.

CVD digunakan untuk mengukur akumulasi tekanan beli dan jual dalam kontrak futures perpetual. Penurunan indikator ini menunjukkan bahwa aktivitas jual saat ini lebih dominan dibandingkan aktivitas beli.

Kondisi tersebut menandakan bahwa pelaku pasar derivatif lebih banyak melakukan aksi jual dibandingkan menambah posisi bullish.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, penurunan cadangan exchange biasanya mengindikasikan suplai XRP yang siap dijual makin tipis karena koin dipindahkan keluar untuk disimpan lebih lama.

“Jika tren ini berlanjut, tekanan jual langsung bisa berkurang, tetapi pasar tetap akan menunggu apakah penyusutan reserve ini benar-benar diikuti oleh pemulihan harga yang lebih berkelanjutan,” katanya.

Baca juga: Sinyal Bottom XRP Muncul, Harga Siap Melonjak?

Pasar Spot Juga Tunjukkan Sentimen Negatif

Dilaporkan Crypto Quant, sinyal pelemahan tidak hanya terjadi di pasar derivatif. Data Spot CVD Binance juga mengalami penurunan.

Indikator ini mengukur perbedaan kumulatif antara volume beli dan jual di pasar spot. Penurunan Spot CVD menunjukkan bahwa tekanan jual juga terjadi di pasar perdagangan langsung.

Ketika pasar spot dan derivatif sama-sama menunjukkan dominasi penjual, hal ini biasanya mencerminkan sentimen pasar yang lebih defensif.

Funding Rate Berubah Negatif

Indikator lain yang memperkuat gambaran tersebut adalah funding rate pada kontrak futures perpetual.

Funding rate merupakan mekanisme pembayaran antara trader posisi long dan short untuk menjaga harga kontrak futures tetap mendekati harga pasar spot.

Dalam beberapa waktu terakhir, funding rate XRP di berbagai bursa kripto bergerak ke wilayah negatif. Kondisi ini menunjukkan bahwa posisi short kini lebih dominan dibandingkan posisi long.

Sebagian besar platform mencatat funding rate negatif, sementara bursa OKX tercatat masih berada di sekitar level netral.

Pasar Bisa Lebih Stabil Setelah Leverage Turun

Meski data ini menunjukkan sikap hati-hati dari pelaku pasar, penurunan leverage spekulatif terkadang dapat memberikan dampak positif dalam jangka menengah.

Ketika posisi berisiko tinggi mulai berkurang, struktur pasar dapat menjadi lebih sehat dan stabil. Dalam kondisi seperti ini, harga aset kripto sering kali memiliki peluang untuk membangun fase konsolidasi sebelum menentukan arah pergerakan berikutnya.

Dengan berkurangnya tekanan dari posisi spekulatif, analis menilai pasar XRP berpotensi menemukan keseimbangan baru jika permintaan kembali meningkat dalam waktu dekat.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Glitch Aave Picu Likuidasi Rp400 Miliar

Platform pinjam-meminjam kripto berbasis decentralized finance (DeFi), Aave, mengalami likuidasi besar-besaran senilai sekitar US$27 juta atau lebih dari Rp400 miliar dalam waktu 24 jam pada 10 Maret 2026. Peristiwa ini diduga dipicu oleh kesalahan sementara pada sistem oracle harga yang digunakan protokol untuk menentukan nilai jaminan pinjaman.

Data blockchain yang dianalisis oleh perusahaan manajemen risiko Chaos Labs menunjukkan lonjakan likuidasi yang tidak biasa dalam periode tersebut. Beberapa pengamat pasar menduga masalah ini berkaitan dengan perbedaan harga token wstETH terhadap ETH yang dilaporkan oleh sistem oracle Aave.

Lonjakan Likuidasi di Platform Aave

Dilaporkan Coindesk, likuidasi terjadi ketika nilai jaminan pinjaman pengguna turun di bawah ambang batas keamanan yang ditentukan oleh protokol. Dalam kondisi tersebut, posisi pinjaman otomatis ditutup untuk melindungi sistem dari risiko kerugian.

Menurut data Chaos Labs, lonjakan likuidasi terlihat jelas dalam grafik aktivitas selama 24 jam terakhir. Nilai total likuidasi mencapai sekitar US$27 juta, menjadikannya salah satu kejadian paling signifikan di Aave dalam beberapa waktu terakhir.

Namun, pihak Aave menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berdampak pada keamanan protokol secara keseluruhan.

Dugaan Masalah pada Harga wstETH

Beberapa analis mengaitkan kejadian ini dengan perbedaan harga wstETH yang dilaporkan oleh oracle Aave dibandingkan harga pasar sebenarnya.

wstETH merupakan token yang diterbitkan oleh Lido sebagai representasi dari ether yang telah di-stake. Karena token tersebut terus mengakumulasi imbal hasil staking, nilainya biasanya sedikit lebih tinggi dibandingkan ETH biasa.

Saat kejadian berlangsung, oracle Aave dilaporkan menilai 1 wstETH sekitar 1,19 ETH, sementara harga pasar saat itu berada di sekitar 1,23 ETH. Selisih harga ini menyebabkan sistem menilai jaminan pengguna lebih rendah dari nilai sebenarnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara onchain, peristiwa seperti ini penting karena menyorot risiko laten pada infrastruktur DeFi yang sering diabaikan saat pasar tenang.

“Bagi Aave dan sektor lending secara umum, price glitch yang berujung likuidasi massal bisa mengikis kepercayaan pengguna dan mengingatkan pasar bahwa efisiensi protokol tetap harus dibayar dengan ketergantungan tinggi pada akurasi data harga,” ungkapnya.

Baca Juga: Uniswap Gelar UNIfication Jadi Mesin Pendapatan DeFi, Dampak Harga?

Masalah Konfigurasi Sistem Oracle

Chaos Labs kemudian menjelaskan bahwa sumber masalah bukan berasal dari data harga utama, melainkan dari konfigurasi sistem CAPO risk oracle yang digunakan Aave.

Sistem tersebut dirancang untuk membatasi seberapa cepat nilai token berbasis yield seperti wstETH dapat meningkat. Namun, parameter dalam smart contract tidak diperbarui secara sinkron, termasuk nilai referensi kurs dan timestamp.

Akibatnya, sistem sementara menghitung nilai maksimum wstETH lebih rendah dari harga pasar sebenarnya, sekitar 2,85% lebih rendah. Penurunan nilai ini membuat sejumlah posisi pinjaman terlihat lebih berisiko dari kondisi sebenarnya, sehingga memicu likuidasi otomatis.

Tidak Ada Kerugian Protokol

Meskipun likuidasi terjadi dalam jumlah besar, Chaos Labs menegaskan bahwa protokol Aave tidak mengalami bad debt atau kerugian sistemik.

Sebaliknya, para likuidator, trader atau bot yang menutup posisi pinjaman bermasalah, justru memperoleh keuntungan dari bonus likuidasi. Secara total, mereka memperoleh sekitar 499 ETH dari bonus dan selisih harga selama kejadian tersebut.

CEO Chaos Labs, Omer Goldberg, menekankan bahwa sistem risk oracle merupakan infrastruktur penting bagi Aave untuk mengelola pasar yang sangat volatil.

Sementara itu, kontributor dari Lido juga menegaskan bahwa insiden tersebut tidak berkaitan dengan mekanisme wstETH maupun protokol Lido itu sendiri.

Sebagai langkah lanjutan, pihak pengembang menyatakan bahwa pengguna yang terdampak oleh kejadian ini akan mendapatkan penggantian penuh atas kerugian yang terjadi.

Baca Juga: Uniswap Usulkan Fee Switch di 8 Jaringan, Siap Buyback


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Sudah Bottom? Data On-Chain Justru Beri Sinyal Berbeda

Harga Bitcoin menunjukkan ketahanan di tengah ketegangan geopolitik global, namun sejumlah indikator on-chain mengisyaratkan bahwa pasar kemungkinan belum mencapai titik dasar (bottom) yang sesungguhnya. Analis menilai pasar saat ini berada dalam fase “stress test”, di mana investor institusional memainkan peran dominan dalam siklus ini.

Dilaporkan Crypto Quant, berbeda dengan siklus sebelumnya yang banyak digerakkan oleh investor ritel, proses pembentukan dasar harga kali ini diperkirakan berlangsung lebih lama karena dipengaruhi strategi manajemen risiko institusi besar.

Investor 6–12 Bulan Masih Rugi

Salah satu indikator penting berasal dari kelompok investor yang memegang Bitcoin selama 6 hingga 12 bulan. Data menunjukkan bahwa harga rata-rata pembelian kelompok ini berada di sekitar US$100.000.

Dengan harga Bitcoin saat ini masih jauh di bawah level tersebut, sebagian besar investor di kelompok ini berada dalam posisi rugi.

Dalam siklus pasar sebelumnya, titik dasar biasanya terbentuk ketika kurva biaya pembelian kelompok ini mulai mendatar. Namun saat ini kurva tersebut masih menunjukkan tren naik, yang menandakan adanya potensi tekanan jual dari investor yang ingin keluar di harga impas.

MVRV Belum Masuk Fase Kapitulasi

Indikator lain yang diamati adalah rasio Market Value to Realized Value (MVRV), yang saat ini berada di sekitar 1,2.

Level ini sering dianggap sebagai zona nilai yang menarik bagi investor jangka panjang untuk melakukan strategi dollar-cost averaging (DCA). Namun secara historis, titik dasar siklus biasanya terjadi ketika MVRV turun di bawah angka 1,0.

Baca juga: Harga Bitcoin Tembus $70.000, Tapi Pasar Justru Semakin Pesimis?

Ketika rasio tersebut berada di bawah 1, pasar biasanya memasuki fase kapitulasi, yaitu kondisi ketika banyak investor menjual aset mereka dalam kondisi rugi akibat tekanan pasar yang ekstrem.

Karena kondisi tersebut belum terjadi, sebagian analis menilai pasar belum mencapai fase “max pain” yang sering menjadi titik balik pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kesimpulan gambar ini tajam: yang ada sekarang lebih cocok disebut value bottom untuk akumulasi jangka panjang, bukan structural bottom yang bersih.

“Dua jalur yang dipetakan sama-sama berat, entah crash cepat yang memaksa likuidasi dan menyelesaikan proses dalam 1–2 bulan, atau fase “great boring” di mana BTC menggiling di rentang US$60.000–US$80.000 cukup lama sampai uang baru menua menjadi LTH, mungkin sampai akhir 2026 atau 2027. Jadi secara objektif, pasar boleh mulai murah, tapi belum sehat,” analisanya.

Dominasi Investor Jangka Panjang Masih Terbatas

Struktur pasar juga menunjukkan bahwa kontribusi investor jangka panjang masih relatif rendah.

Secara historis, dasar harga yang kuat biasanya terbentuk ketika pemegang Bitcoin lebih dari dua tahun menguasai lebih dari 20% dari realized capitalization pasar.

Saat ini proporsi tersebut masih berada di sekitar 15%, yang berarti dukungan dari modal jangka panjang masih belum cukup kuat untuk membentuk dasar pasar yang stabil.

Peran Investor Institusional

Dalam siklus kali ini, investor institusional memegang peran yang jauh lebih besar dibandingkan periode sebelumnya.

Meski institusi cenderung tidak bereaksi panik seperti investor ritel, mereka tetap terikat pada berbagai aturan manajemen risiko dan kepatuhan internal.

Jika harga berada terlalu lama di bawah harga pembelian atau terjadi tekanan likuiditas pada produk investasi mereka, institusi tetap dapat terpaksa melakukan penjualan.

Dua Skenario Menuju Bottom

Analis melihat dua kemungkinan skenario menuju pembentukan dasar harga Bitcoin.

Skenario pertama adalah penurunan tajam yang memicu likuidasi besar-besaran, sehingga investor dengan harga beli tinggi keluar dari pasar. Meski menyakitkan, skenario ini biasanya mempercepat terbentuknya dasar harga dalam waktu relatif singkat.

Skenario kedua adalah fase konsolidasi panjang di mana Bitcoin bergerak dalam kisaran sekitar US$60.000 hingga US$80.000 selama periode yang lebih lama.

Dalam skenario ini, investor baru secara bertahap berubah menjadi pemegang jangka panjang, sehingga memperkuat struktur pasar sebelum fase kenaikan berikutnya.

Meski beberapa indikator menunjukkan Bitcoin sudah memasuki zona nilai bagi investor jangka panjang, analis menilai bahwa dasar pasar secara struktural kemungkinan belum terbentuk sepenuhnya. Untuk saat ini, volatilitas di kisaran US$60.000 hingga US$70.000 masih berpotensi berlanjut sebelum pasar menentukan arah tren berikutnya.

Baca Juga: Michael Saylor Beri Sinyal Beli Bitcoin Baru Setelah Pendanaan $711 Juta


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aerodrome Gelar Founder Friday, Bahas Masa Depan Trading On-Chain

Protokol keuangan terdesentralisasi Aerodrome Finance (AERO) menggelar acara komunitas bertajuk Founder Friday pada 13 Maret lalu, bekerja sama dengan program Base Build.

Acara ini menghadirkan core contributor Aerodrome, Alexander Cutler, yang dikenal di komunitas dengan akun @wagmiAlexander, untuk membahas perkembangan Aerodrome serta masa depan trading on-chain dalam ekosistem blockchain Base.

Event ini menjadi bagian dari upaya Aerodrome untuk memperkuat narasi dan engagement komunitas, sekaligus mempertegas posisinya sebagai salah satu platform DeFi utama yang berkembang di jaringan Base.

Meski demikian, acara ini lebih difokuskan pada diskusi komunitas dan narasi industri dibandingkan pengumuman produk baru atau perubahan fundamental protokol.

Baca Juga: AERO Naik 40%: Dorongan Coinbase dan Permintaan Tinggi

Forum Diskusi untuk Masa Depan Trading On-Chain

Founder Friday merupakan format acara yang dirancang sebagai forum diskusi antara pengembang inti, builder, dan komunitas pengguna dalam ekosistem Base.

Sebagaimana dikutip dari Coinmarketcal, dalam sesi ini Alexander Cutler membahas berbagai topik terkait perkembangan Aerodrome, termasuk visi jangka panjang platform serta peluang pertumbuhan trading on-chain di jaringan Base.

Sebagai salah satu decentralized exchange (DEX) utama di ekosistem Base, Aerodrome memainkan peran penting dalam menyediakan likuiditas dan infrastruktur perdagangan bagi berbagai aset kripto yang beroperasi di jaringan tersebut.

Diskusi dalam acara ini juga menyoroti bagaimana inovasi DeFi terus berkembang, terutama di jaringan layer-2 yang menawarkan biaya transaksi lebih rendah dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi dibandingkan jaringan utama.

Aerodrome dan Posisi Strategis di Ekosistem Base

Sejak diluncurkan, Aerodrome berupaya memposisikan dirinya sebagai platform DeFi terbesar di jaringan Base.

Dengan meningkatnya aktivitas pengguna dan developer di jaringan Base, protokol-protokol DeFi seperti Aerodrome berpotensi memainkan peran penting dalam menyediakan likuiditas dan infrastruktur perdagangan.

Ekosistem Base sendiri semakin menarik perhatian karena didukung oleh **Coinbase, salah satu perusahaan kripto terbesar di dunia.

Dukungan dari ekosistem yang berkembang pesat membuat platform DeFi di Base memiliki peluang besar untuk tumbuh seiring meningkatnya adopsi jaringan tersebut.

Acara seperti Founder Friday menjadi salah satu cara untuk memperkuat hubungan antara proyek DeFi dan komunitas builder yang sedang mengembangkan aplikasi di jaringan Base.

Fokus pada Narasi dan Community Engagement

Meskipun acara ini memberikan ruang diskusi strategis mengenai masa depan DeFi, tidak ada pengumuman terkait fitur baru, perubahan tokenomics, maupun integrasi teknis besar yang biasanya dapat memicu perubahan signifikan pada harga token.

Karena itu, dampak langsung terhadap pergerakan harga token AERO diperkirakan terbatas.

Menurut tim riset dari Tokocrypto, acara seperti ini lebih berfungsi sebagai penguatan narasi dan positioning proyek di mata komunitas.

“Untuk AERO, event seperti ini tetap berguna sebagai penguat positioning karena Aerodrome ingin terus diasosiasikan dengan Base dan tema ‘biggest DeFi platform on Base’. Namun tanpa peluncuran fitur, tokenomics baru, atau integrasi yang konkret, dampaknya kemungkinan lebih banyak ke sentimen sosial jangka pendek daripada repricing yang kuat,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti bahwa efek utama dari acara komunitas semacam ini biasanya lebih terasa pada sentimen sosial dan engagement komunitas, bukan perubahan fundamental yang langsung tercermin pada harga token.

Peran Event Komunitas dalam Ekosistem DeFi

Dalam industri kripto, acara komunitas seperti Founder Friday sering kali menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan antara pengembang dan pengguna.

Melalui forum diskusi terbuka, komunitas dapat memahami arah pengembangan proyek, sementara tim pengembang juga mendapatkan umpan balik langsung dari pengguna.

Selain itu, event komunitas juga membantu memperkuat narasi proyek di tengah persaingan ketat antar platform DeFi.

Banyak protokol DeFi memanfaatkan acara seperti ini untuk memperkenalkan visi jangka panjang, menarik developer baru, dan meningkatkan kesadaran terhadap ekosistem mereka.

Baca Juga: Token VVV Melejit 20% Saat Pasar Kripto Merah, Apa yang Terjadi?

Prospek Aerodrome di Masa Depan

Ke depan, pertumbuhan Aerodrome kemungkinan akan sangat bergantung pada perkembangan ekosistem Base secara keseluruhan.

Jika adopsi jaringan Base terus meningkat, platform DeFi yang beroperasi di dalamnya berpotensi menikmati peningkatan aktivitas perdagangan dan likuiditas.

Namun untuk mendorong perubahan valuasi token yang lebih signifikan, pasar biasanya menunggu katalis yang lebih konkret seperti peluncuran fitur baru, integrasi protokol besar, atau perubahan model insentif dalam tokenomics.

Sementara itu, acara seperti Founder Friday tetap memiliki peran penting dalam menjaga momentum komunitas dan memperkuat posisi Aerodrome sebagai salah satu pemain utama dalam lanskap DeFi yang berkembang di jaringan Base.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Raih Kemenangan Hukum di Kasus Alabama

Platform pertukaran kripto terbesar di dunia, Binance, dikabarkan meraih kemenangan hukum penting dalam kasus yang berlangsung di pengadilan Alabama, Amerika Serikat.

Kasus tersebut berkaitan dengan tuduhan bahwa aktivitas di platform Binance diduga digunakan untuk mendukung pendanaan terorisme oleh pihak ketiga.

Dalam putusannya, pengadilan menolak klaim yang diajukan terhadap Binance, sehingga memberikan kemenangan penuh bagi perusahaan tersebut dalam sengketa hukum ini.

Menurut laporan Cointelegraph, perkembangan ini menjadi salah satu kemenangan penting bagi Binance di tengah meningkatnya tekanan regulasi dan pengawasan terhadap industri kripto secara global.

Putusan tersebut juga memperkuat narasi bahwa tidak semua tuduhan serius terhadap perusahaan kripto akan bertahan ketika diuji melalui proses hukum formal.

Baca Juga: Dituding Terkait dengan Iran, Binance Gugat Wall Street Journal!

Latar Belakang Gugatan terhadap Binance

Kasus ini berawal dari gugatan yang menuduh bahwa aktivitas tertentu di platform Binance digunakan oleh pihak yang diduga terkait dengan kegiatan terorisme.

Penggugat berargumen bahwa Binance dianggap memiliki tanggung jawab atas penggunaan platformnya oleh aktor ilegal.

Namun, dalam proses persidangan, pengadilan menilai bahwa klaim tersebut tidak memiliki dasar hukum yang cukup kuat untuk melanjutkan tuntutan terhadap perusahaan.

Putusan ini menjadi penting karena menyentuh isu sensitif dalam industri kripto, yaitu sejauh mana platform pertukaran dapat dimintai pertanggungjawaban atas aktivitas pengguna di dalam sistem mereka.

Sebagai platform global yang melayani jutaan pengguna, Binance kerap berada di pusat perdebatan terkait pengawasan transaksi, kepatuhan regulasi, serta pencegahan aktivitas ilegal di jaringan blockchain.

Implikasi Hukum bagi Industri Kripto

Kemenangan Binance dalam kasus ini dinilai dapat memberikan preseden penting bagi industri kripto secara keseluruhan.

Salah satu perdebatan utama dalam regulasi kripto adalah apakah platform exchange harus bertanggung jawab secara hukum atas tindakan pengguna yang memanfaatkan layanan mereka untuk aktivitas ilegal.

Dalam banyak kasus, perusahaan teknologi dan platform digital sering berargumen bahwa mereka hanya menyediakan infrastruktur, sementara aktivitas pengguna berada di luar kendali langsung perusahaan.

Putusan pengadilan Alabama ini memperkuat argumen tersebut, setidaknya dalam konteks kasus yang dihadapi Binance.

Namun demikian, keputusan ini tidak berarti bahwa exchange kripto sepenuhnya terbebas dari kewajiban kepatuhan terhadap regulasi.

Sebagian besar platform tetap diwajibkan untuk menerapkan prosedur Know Your Customer (KYC), Anti-Money Laundering (AML), serta sistem pemantauan transaksi guna mencegah aktivitas ilegal di dalam ekosistem mereka.

Pandangan Analis terhadap Dampak Putusan

Menurut analis industri, kemenangan hukum seperti ini dapat memengaruhi cara regulator dan publik menilai tanggung jawab platform kripto terhadap aktivitas pengguna.

Tim riset dari Tokocrypto menilai bahwa hasil pengadilan ini berpotensi memperkuat posisi defensif Binance dalam menghadapi sengketa hukum serupa di masa depan.

“Dari sisi regulasi, kemenangan hukum seperti ini penting karena bisa memengaruhi cara publik dan regulator menilai tanggung jawab exchange atas aktivitas ilegal pihak ketiga. Meski tidak menghapus tekanan compliance, hasil pengadilan yang menguntungkan Binance dapat memperkuat posisi defensifnya dalam sengketa hukum serupa di masa depan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa meskipun tekanan regulasi terhadap industri kripto masih tinggi, hasil pengadilan dapat membantu memperjelas batas tanggung jawab antara platform dan pengguna.

Binance di Tengah Tekanan Regulasi Global

Selama beberapa tahun terakhir, Binance menghadapi berbagai tantangan regulasi di berbagai yurisdiksi.

Sebagai salah satu pemain terbesar di industri kripto, perusahaan ini sering menjadi sorotan regulator terkait kepatuhan terhadap aturan keuangan, perlindungan konsumen, serta pencegahan aktivitas ilegal.

Namun di sisi lain, Binance juga terus memperluas upaya kepatuhan dengan meningkatkan sistem pemantauan transaksi, memperkuat kebijakan KYC, dan bekerja sama dengan otoritas di berbagai negara.

Kemenangan hukum di Alabama menjadi salah satu perkembangan positif bagi perusahaan dalam menghadapi dinamika regulasi global yang semakin ketat.

Baca Juga: Cadangan Bitcoin Binance Tembus Level Tertinggi Sejak 2024

Prospek Sengketa Hukum Kripto ke Depan

Kasus yang melibatkan Binance ini menunjukkan bahwa sektor kripto masih berada dalam fase evolusi regulasi.

Banyak negara dan lembaga pengawas masih berupaya menentukan kerangka hukum yang tepat untuk mengatur industri yang berkembang sangat cepat ini.

Putusan pengadilan seperti yang terjadi di Alabama dapat menjadi referensi penting bagi kasus serupa di masa depan, terutama terkait tanggung jawab platform digital terhadap aktivitas pengguna.

Bagi industri kripto secara keseluruhan, perkembangan ini juga menegaskan pentingnya keseimbangan antara inovasi teknologi, perlindungan pengguna, dan kepatuhan terhadap regulasi.

Jika kerangka hukum yang lebih jelas dapat terbentuk, industri kripto berpotensi berkembang lebih stabil dengan kepercayaan yang lebih besar dari investor, regulator, dan masyarakat luas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Regulasi Kripto AS Mandek, Pasar Kembali Tak Pasti

Upaya pemerintah Amerika Serikat untuk membangun kerangka regulasi yang lebih jelas bagi industri kripto kembali menghadapi hambatan waktu.

Pimpinan United States Senate dilaporkan tidak memperkirakan bahwa RUU struktur pasar kripto akan disahkan sebelum bulan April.

Pernyataan tersebut disampaikan oleh John Thune, salah satu pimpinan Senat AS, yang menilai proses legislasi untuk aturan pasar kripto masih membutuhkan waktu tambahan.

Hal ini menunjukkan bahwa pembahasan regulasi kripto di Amerika Serikat masih bergerak relatif lambat meskipun tekanan dari industri dan pelaku pasar terus meningkat.

Bagi banyak perusahaan kripto, kepastian regulasi menjadi faktor penting untuk menentukan strategi bisnis, investasi, dan ekspansi di pasar Amerika Serikat.

Baca Juga: Indiana Dorong RUU Pro-Kripto ke Gubernur, Usung Tiga Poin Utama

RUU Market Structure Kripto Masih Dibahas

RUU struktur pasar kripto merupakan salah satu inisiatif legislasi yang bertujuan untuk menciptakan kerangka hukum yang lebih jelas bagi aset digital di Amerika Serikat.

Menurut laporan Cointelegraph, regulasi ini diharapkan dapat menjawab berbagai pertanyaan mendasar dalam industri kripto, seperti:

  • Bagaimana aset kripto diklasifikasikan secara hukum
  • Lembaga mana yang memiliki kewenangan pengawasan utama
  • Aturan perdagangan dan perlindungan investor
  • Standar kepatuhan bagi perusahaan kripto

Selama ini, industri kripto di AS sering menghadapi ketidakjelasan regulasi karena adanya tumpang tindih kewenangan antara berbagai regulator, termasuk U.S. Securities and Exchange Commission (SEC) dan Commodity Futures Trading Commission (CFTC).

RUU market structure diharapkan dapat memperjelas pembagian tanggung jawab antara lembaga-lembaga tersebut.

Industri Kripto Menunggu Kepastian Regulasi

Banyak perusahaan kripto dan investor institusional menilai bahwa Amerika Serikat membutuhkan kerangka regulasi yang lebih jelas agar industri dapat berkembang secara lebih stabil.

Tanpa aturan yang pasti, perusahaan kripto sering menghadapi risiko hukum yang tinggi ketika menjalankan operasi di negara tersebut.

Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah perusahaan kripto bahkan memilih untuk memperluas operasi ke yurisdiksi lain yang dianggap lebih ramah terhadap industri blockchain.

Karena itu, proses legislasi yang lambat berpotensi membuat AS kehilangan sebagian momentum dalam kompetisi global untuk menarik inovasi di sektor kripto.

Dampak Penundaan bagi Pasar

Penundaan pembahasan RUU ini juga berdampak pada sentimen pasar dan keputusan investasi.

Banyak investor institusional menunggu kepastian regulasi sebelum meningkatkan eksposur mereka terhadap aset kripto atau perusahaan berbasis blockchain di Amerika Serikat.

Menurut analis dari **Tokocrypto, ketidakpastian regulasi yang berkepanjangan dapat memperlambat pertumbuhan industri.

“Secara regulasi, penundaan seperti ini penting karena memperpanjang ketidakpastian bagi pelaku industri yang menunggu kejelasan hukum. Semakin lama pembahasan tertunda, semakin besar risiko pasar tetap bergerak dalam abu-abu kebijakan yang bisa menahan investasi, ekspansi, dan kepastian operasional di AS,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pernyataan tersebut menyoroti bahwa kejelasan hukum merupakan salah satu faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan industri kripto.

Persaingan Regulasi Global

Sementara Amerika Serikat masih membahas regulasi kripto, beberapa negara dan kawasan lain sudah lebih dulu mengadopsi kerangka hukum yang relatif jelas.

Sebagai contoh, European Union telah mengesahkan regulasi Markets in Crypto-Assets Regulation (MiCA) yang memberikan panduan komprehensif bagi perusahaan kripto yang beroperasi di wilayah Eropa.

Langkah tersebut membuat banyak perusahaan melihat Eropa sebagai salah satu wilayah dengan kepastian hukum yang lebih baik untuk bisnis kripto.

Jika proses legislasi di AS terus tertunda, beberapa analis khawatir negara tersebut dapat tertinggal dalam perlombaan global untuk menjadi pusat inovasi blockchain.

Baca Juga: Kongres AS Siapkan Undang-Undang Kripto untuk Program 401(k)

Masa Depan Regulasi Kripto di AS

Meskipun belum diperkirakan akan lolos sebelum April, pembahasan RUU market structure kripto tetap menjadi prioritas bagi banyak anggota Kongres AS.

Para pembuat kebijakan di Washington menyadari bahwa industri kripto telah berkembang menjadi sektor ekonomi yang signifikan dengan dampak global.

Karena itu, banyak pihak berharap bahwa proses legislasi ini pada akhirnya dapat menghasilkan kerangka regulasi yang seimbang—mampu melindungi investor sekaligus mendukung inovasi teknologi.

Bagi pelaku industri kripto, perkembangan regulasi di Amerika Serikat akan tetap menjadi faktor penting yang memengaruhi arah pasar global dalam beberapa tahun ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun ke $0,199, Likuiditas Tipis Picu Volatilitas Tinggi

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan dalam perdagangan 24 jam terakhir.

Berdasarkan data Coinmarketcap pada Minggu (15/3), Token ini tercatat turun sekitar 7,43% ke level $0,199, meskipun pasar kripto secara keseluruhan justru menunjukkan pergerakan yang relatif positif.

Penurunan ini membuat Pi kembali berada di bawah level psikologis $0,20, sebuah area harga yang sebelumnya dianggap sebagai support penting bagi pergerakan jangka pendek.

Berbeda dengan koreksi besar yang biasanya dipicu oleh berita atau sentimen global, pelemahan harga Pi kali ini lebih banyak dipengaruhi oleh struktur pasar yang tipis dan rendahnya likuiditas perdagangan.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 26%, Tekanan Jual Besar Picu Koreksi Tajam

Likuiditas Rendah Perbesar Dampak Tekanan Jual

Salah satu faktor utama yang memicu penurunan harga Pi adalah rendahnya kedalaman pasar atau market liquidity.

Indikator yang sering digunakan untuk mengukur likuiditas adalah turnover ratio, yaitu perbandingan antara volume perdagangan dan kapitalisasi pasar.

Dalam kasus Pi, rasio ini tercatat hanya sekitar 0,0355, yang menunjukkan aktivitas perdagangan relatif rendah dibandingkan ukuran pasar token tersebut.

Dalam kondisi seperti ini, bahkan order jual yang tidak terlalu besar dapat memicu penurunan harga yang signifikan karena jumlah pembeli yang tersedia di order book terbatas.

Situasi ini membuat Pi menjadi salah satu aset kripto yang sangat sensitif terhadap perubahan arus order di pasar.

Ketika tekanan jual muncul, harga dapat bergerak turun dengan cepat karena tidak cukup likuiditas untuk menyerap volume penjualan tersebut.

Tidak Ada Katalis Berita yang Jelas

Menariknya, penurunan harga Pi kali ini tidak disertai dengan katalis berita yang jelas.

Tidak ada pengumuman besar, kerja sama baru, ataupun pembaruan ekosistem yang dapat menjelaskan pergerakan harga secara langsung.

Pada periode yang sama, pasar kripto justru menunjukkan performa yang relatif stabil. Bahkan Bitcoin (BTC) dan kapitalisasi pasar kripto global tercatat naik sekitar 0,57%.

Perbedaan arah pergerakan ini menunjukkan bahwa penurunan harga Pi kemungkinan besar dipicu oleh dinamika internal pasar token tersebut, bukan oleh faktor eksternal yang memengaruhi seluruh industri kripto.

Level Support Penting di Sekitar $0,195

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 15 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 15 Maret 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dalam analisis teknikal jangka pendek, level $0,195 kini menjadi area support penting bagi Pi.

Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut, ada kemungkinan pasar memasuki fase konsolidasi di sekitar $0,20.

Dalam skenario ini, pergerakan harga Pi dapat berada dalam rentang sempit antara $0,195 hingga $0,205 sambil menunggu katalis baru yang dapat menentukan arah tren selanjutnya.

Namun jika tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah $0,195, risiko penurunan lebih lanjut menuju $0,19 menjadi semakin besar.

Level tersebut dianggap sebagai support psikologis berikutnya yang mungkin menarik minat beli dari sebagian investor.

Peran Volume Perdagangan

Selain level harga, indikator lain yang perlu diperhatikan adalah volume perdagangan harian.

Lonjakan volume sering kali menjadi sinyal penting dalam perubahan tren harga. Dalam konteks Pi, analis menilai bahwa kenaikan volume di atas $100 juta dalam 24 jam dapat menunjukkan bahwa likuiditas pasar mulai meningkat.

Jika volume perdagangan meningkat bersamaan dengan kenaikan harga, kondisi ini dapat menandakan minat beli yang kembali masuk ke pasar.

Sebaliknya, jika harga terus turun tanpa peningkatan volume yang signifikan, hal tersebut dapat menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase distribusi.

Risiko Volatilitas pada Altcoin Berlikuiditas Rendah

Kasus Pi Network ini juga menjadi contoh bagaimana altcoin dengan likuiditas rendah dapat mengalami pergerakan harga yang ekstrem.

Dalam pasar dengan kedalaman terbatas, perubahan kecil dalam arus order dapat menghasilkan volatilitas yang jauh lebih besar dibandingkan aset kripto dengan likuiditas tinggi.

Karena itu, aset seperti Pi sering kali mengalami pergerakan harga yang tajam meskipun tidak ada katalis berita yang signifikan.

Bagi trader jangka pendek, kondisi ini dapat menciptakan peluang trading. Namun bagi investor jangka panjang, volatilitas tinggi juga membawa risiko yang perlu diperhitungkan dengan cermat.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 26%, Tekanan Jual Besar Picu Koreksi Tajam

Prospek Harga Pi Network

Secara keseluruhan, tren jangka pendek Pi Network saat ini masih menunjukkan tekanan bearish.

Penurunan harga terbaru menyoroti pentingnya likuiditas pasar dalam menjaga stabilitas harga token kripto.

Dalam beberapa hari ke depan, perhatian pasar kemungkinan akan tertuju pada kemampuan harga Pi bertahan di atas level support $0,195.

Jika level tersebut berhasil dipertahankan dan volume perdagangan mulai meningkat, pasar berpotensi mengalami rebound menuju area $0,205 atau lebih tinggi.

Namun jika support tersebut gagal bertahan, Pi berisiko melanjutkan koreksi menuju level harga yang lebih rendah di sekitar $0,19.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com