All posts by 16

Hashrate Bitcoin Anjlok! Apakah Ini Pertanda Bear Market?

Insight Tim Research Tokocrypto pada Riset Kripto 2–6 Februari 2026 menyoroti satu sinyal yang sering dianggap sebagai fase bottoming dalam siklus Bitcoin, yakni anjloknya hashrate jaringan secara ekstrem. Penurunan ini memicu kekhawatiran baru di pasar, sekaligus memunculkan pertanyaan besar—apakah Bitcoin benar-benar sedang memasuki fase bear market?

Seperti yang kita tahu, Hashrate Bitcoin sendiri mencerminkan total kekuatan komputasi yang mengamankan jaringan, dan ketika indikator ini turun tajam, biasanya menjadi pertanda bahwa para penambang (miner) sedang menghadapi tekanan, baik dari sisi harga, biaya operasional, maupun profitabilitas.

Hashrate Drop 16%: Kapitulasi Miner Terbesar Sejak 2021

Data on-chain menunjukkan penurunan mencapai -16%, menjadi penurunan terdalam sejak larangan aktivitas mining di China pada 2021. Menandakan bahwa terjadi penurunan aktivitas penambangan Bitcoin yang sangat tajam, yang bisa disebabkan oleh tekanan finansial serius pada para miner.

Secara sederhana, hal ini terjadi karena sebagian besar penambang memilih menghentikan operasi karena tidak lagi dipandang menguntungkan untuk menjalankan mesin mining di tengah harga Bitcoin yang melemah.

Menurut Insight Tim Research Tokocrypto, penurunan hashrate sedalam -16% ini merupakan sinyal klasik miner capitulation, yang mana secara historis, fase ini sering muncul saat pasar berada di fase akhir tren turun (bottoming).

Apa itu Miner Capitulation?

Miner capitulation adalah kondisi ketika penambang Bitcoin menyerah karena biaya operasional, terutama listrik, lebih tinggi daripada nilai Bitcoin yang mereka hasilkan.

Situasi ini biasanya terjadi saat harga BTC turun tajam sehingga penambang yang kurang efisien tidak lagi mampu bertahan.

Akibatnya, sebagian dari mereka menjual cadangan Bitcoin yang sebelumnya disimpan, menambah tekanan jual di pasar dan berpotensi menurunkan harga lebih jauh.

Data terbaru dari Bitbo menunjukkan bahwa miner capitulation sering kali berada di fase bottoming ketika grafik menunjukan warna biru, yang mana secara historis, setiap kali grafik mencapai fase biru (bottoming), tren jangka panjang menunjukkan pemulihan hashrate dan kenaikan difficulty, menandakan jaringan menemukan keseimbangan baru.

Apakah Hashrate Anjlok Selalu Berarti Bear Market?

Secara historis, penurunan hashrate yang tajam sering beriringan dengan fase bearish atau transisi menuju bear market yang sering kali terjadi karena tekanan jual dari para miner yang harus menutupi kerugian akibat profitabilitas Bitcoin yang menurun.

Meskipun begitu, penurunan ini tidak secara langsung menjadi sinyal bear market namun sebagaimana dicatat oleh Tim Research Tokocrypto, yang jelas penurunan hashrate ini menandakan tekanan finansial serius pada para miner dan bagi yang ingin melakukan akumulasi perlu kehati-hatian ekstra sebelum memutuskan untuk benar-benar melakukan akumulasi.

Lebih lengkap mengenai insight terbaru mengenai pergerakan harga Bitcoin dan hashrate-nya, bisa kamu baca di: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!

Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

BNB di $617, BNB Chain Luncurkan Paspor AI lewat ERC-8004

BNB Chain memperkenalkan dukungan terhadap ERC-8004, sebuah standar baru yang dirancang untuk memberikan identitas on-chain yang dapat diverifikasi bagi autonomous agents atau agen perangkat lunak berbasis AI. Langkah ini dinilai sebagai upaya untuk membuat konsep identitas agent menjadi lebih praktis dan bisa digunakan dalam skala besar, seiring perkembangan teknologi AI yang semakin memungkinkan software bertindak secara mandiri tanpa campur tangan manusia secara terus-menerus.

Dalam pembaruan terbaru yang dirilis pada 4 Februari 2026, ERC-8004 disebut memungkinkan agent memiliki identitas yang portabel dan dapat dibawa lintas aplikasi, sehingga agent tidak lagi “terkunci” dalam satu platform atau ekosistem tertentu. Standar ini digambarkan sebagai semacam “paspor digital” bagi software, yang membuat agent dapat mempertahankan identitas dan reputasinya saat berpindah antar layanan.

ERC-8004 Beri Identitas Verifiable untuk Autonomous Agents

ERC-8004 memungkinkan autonomous agents membuktikan siapa mereka secara on-chain, serta menyimpan riwayat dan reputasi yang dapat diverifikasi publik. Dengan standar ini, agent dapat berinteraksi dengan sistem lain tanpa harus bergantung pada layanan terpusat.

Standar tersebut dirancang agar agent dapat:

  • membuktikan identitasnya dengan cara yang dapat diverifikasi,
  • membawa histori aktivitas dan reputasi ke berbagai lingkungan,
  • serta berinteraksi dengan agent lain tanpa otoritas sentral.

Konsep ini dianggap penting karena sebagian besar AI tools saat ini dinilai masih memiliki kelemahan, yakni perilakunya sulit diverifikasi dan sering kali “reset” ketika sesi penggunaan berakhir. Hal ini membuat agent tidak bisa membangun reputasi yang konsisten.

Identitas dan Reputasi Jadi Fondasi “Agent Economy”

Dalam penjelasan BNB Chain, autonomous agents membutuhkan identitas agar bisa dipercaya di sistem terbuka. Tanpa identitas, agent tidak dapat membangun reputasi. Tanpa reputasi, agent sulit dipercaya. Dan tanpa kepercayaan, agent tidak dapat beroperasi secara independen dalam ekosistem terbuka.

ERC-8004 disebut memberi agent identitas yang persisten dan tidak hilang antar sesi, serta menciptakan rekam jejak yang mencatat perilaku dan performa agent. Data tersebut kemudian dapat digunakan oleh layanan lain untuk menentukan apakah agent layak diajak bekerja sama atau tidak.

BNB Chain menilai standar ini akan menjadi pondasi bagi sistem ekonomi baru di mana software dapat bekerja, bersaing, dan melakukan transaksi secara mandiri tanpa pengawasan manusia secara penuh.

Baca juga: BNB Terjun 22,5% Sepekan ke $700, Investor Mulai Panik?

BNB Chain Klaim Siap Jadi Infrastruktur Skala Besar untuk Aktivitas Agent

BNB Chain menekankan bahwa dukungan ERC-8004 bukan hanya soal inovasi teoritis, melainkan untuk membuat identitas agent benar-benar bisa digunakan dalam aktivitas sehari-hari. BNB Chain menyebut infrastrukturnya memiliki biaya transaksi rendah dan kecepatan tinggi, sehingga cocok untuk kebutuhan agent yang membutuhkan interaksi berulang dan pembaruan data yang sering.

BNB Chain menilai identitas agent hanya akan efektif jika bisa digunakan dengan biaya murah dan settlement cepat. Jika transaksi mahal atau lambat, standar identitas semacam ini dianggap sulit diterapkan secara luas.

Identitas Disebut Baru Awal, Bukan Tahap Akhir

BNB Chain menyebut bahwa ERC-8004 bukanlah solusi akhir, melainkan lapisan dasar yang akan membuka peluang fitur lain seperti pembayaran antar agent, validasi kerja otomatis, hingga sistem reputasi berbasis tindakan nyata.

Dengan identitas yang dapat diverifikasi, reputasi tidak lagi berdasarkan klaim atau branding, tetapi berdasarkan rekam jejak aktivitas on-chain. Hal ini dinilai dapat mendorong software berkembang dari sekadar alat yang merespons input menjadi sistem yang benar-benar bekerja untuk pengguna secara mandiri.

Harga BNB Turun ke $617 di Tengah Pembaruan ERC-8004

Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah pengumuman tersebut, harga BNB tercatat berada di kisaran $617,13 atau melemah sekitar 1,9% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar BNB saat ini mencapai sekitar $83,97 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam sebesar $1,85 miliar.

Dalam catatan performa, BNB tercatat turun sekitar 32,37% dalam 30 hari terakhir dan melemah hampir 36,42% dalam 90 hari terakhir. Meski demikian, dukungan ERC-8004 di BNB Chain dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat narasi adopsi blockchain di sektor AI dan autonomous agents, terutama dalam membangun infrastruktur identitas digital yang dapat dipercaya di jaringan on-chain.

Dilaporkan Tim Research Tokocrypto, ini melengkapi narasi “Agentic Economy” yang sedang tren (setelah MegaETH & Linea). Dengan BNB Chain yang punya user base masif dan biaya rendah, implementasi ERC-8004 di sini bisa mempercepat adopsi agen AI otonom di ranah konsumen, memungkinkan interoperabilitas identitas yang sesungguhnya.

Baca juga: Kirgistan Kejutkan Dunia: Luncurkan Stablecoin di BNB Chain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

LINK Terancam Fire Sale ke $5? Inflow Exchange Naik 19%

Chainlink (LINK) kembali menjadi perhatian pelaku pasar setelah muncul sinyal tekanan jual baru yang berpotensi menyeret harga lebih dalam. Setelah sempat mencatat pemulihan singkat dari level $7,19, data terbaru menunjukkan lonjakan besar aliran LINK ke exchange. Kondisi ini memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan bearish kembali mendominasi pasar.

Menurut data yang beredar, inflow LINK ke exchange melonjak sekitar 19% dalam satu hari, sebuah pola yang disebut mirip dengan tekanan jual yang terjadi pada akhir Januari. Lonjakan inflow ke exchange umumnya diasosiasikan dengan potensi aksi jual, karena token yang dipindahkan ke bursa sering kali disiapkan untuk dilepas ke pasar.

Level $7,19 Jadi Penentu, Risiko Turun ke $5 Menguat

Kenaikan inflow tersebut memperkuat kekhawatiran bahwa jika support $7,19 gagal bertahan, LINK dapat mengalami flush menuju area $5,00. Analis menilai level tersebut berpotensi menjadi target koreksi berikutnya seiring tekanan spekulatif meningkat.

Meski begitu, pasar juga mencatat adanya kemungkinan bahwa koreksi ini hanya bersifat sementara, karena sejumlah indikator menunjukkan bahwa investor besar belum sepenuhnya keluar. Beberapa pihak menilai penurunan tajam dapat menjadi fase shakeout, yaitu situasi di mana investor ritel terdorong menjual karena panik sebelum harga kembali pulih.

Data ETF: LINK Disebut Belum Pernah Alami Outflow

Di tengah kekhawatiran tekanan jual, data ETF Chainlink disebut masih menunjukkan sinyal positif. Disebutkan bahwa sejak peluncuran, LINK ETF belum pernah mencatat satu hari pun outflow. Kondisi ini dinilai mencerminkan bahwa minat institusional terhadap LINK masih relatif stabil meskipun harga mengalami volatilitas.

Hal ini menjadi faktor yang dipantau pasar, karena arus ETF sering dianggap sebagai indikator sentimen investor institusi terhadap aset kripto tertentu.

Baca juga: Harga Chainlink (LINK) di Ujung Tanduk: Tembus $10 Bisa Seret ke $7,15

Aktivitas Oracle Chainlink Klaim Capai $28,02 Triliun

Selain ETF, metrik dari situs resmi Chainlink juga menunjukkan bahwa layanan oracle Chainlink disebut telah memfasilitasi transaksi dengan total nilai mencapai $28,02 triliun. Angka tersebut dilaporkan terus meningkat, menandakan bahwa penggunaan jaringan Chainlink masih berkembang di tengah kondisi pasar yang tidak stabil.

Di sisi lain, disebutkan pula bahwa cadangan strategis Chainlink yang didanai dari pendapatan (revenue-funded reserves) terus mengalami kenaikan, yang dinilai memperkuat keberlanjutan jaringan dalam jangka panjang.

Investor Ritel Panik, Smart Money Diduga Tunggu Harga Diskon

Sejumlah analis menyebut bahwa penurunan harga LINK saat ini kemungkinan masih dipengaruhi panic selling dari investor ritel. Namun, data juga memunculkan spekulasi bahwa investor besar atau smart money justru menunggu kesempatan untuk membeli di level lebih rendah, khususnya jika harga benar-benar turun ke area $5.

Peta volume juga menunjukkan sinyal “cooling”, yang diartikan sebagai meredanya tekanan jual dibanding sebelumnya. Kondisi ini mengindikasikan bahwa sell-off besar mulai kehilangan tenaga, meskipun risiko penurunan masih tetap terbuka dalam jangka pendek.

Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Chainlink (LINK/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dengan demikian, LINK kini berada pada fase krusial. Jika level $7,19 gagal bertahan, pasar berpotensi melihat koreksi lebih dalam menuju $5. Namun, jika tekanan jual melemah dan akumulasi institusi tetap berlangsung, level tersebut juga dapat menjadi zona masuk strategis bagi investor yang menunggu harga diskon.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pola inflow tinggi sering mendahului volatilitas/koreksi jangka pendek (tekanan jual retail), tapi divergensi dengan aksi whale/institusi (yang diam/akumulasi) adalah sinyal bullish tersembunyi. Area $5 disebut sebagai “generational entry point”.

Baca juga: Perkuat Ekosistem DeFi, Plasma Gabung Chainlink SCALE dan Aave


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

Pergerakan harga XRP kembali menjadi sorotan setelah turun tajam ke kisaran $1,42. Meski tekanan jual terlihat kuat, data on-chain menunjukkan bahwa penurunan ini tidak disertai aksi jual besar dari para whale. Sebaliknya, metrik Whale to Exchange Flow masih berada di level terendah secara historis, mengindikasikan bahwa tekanan jual saat ini lebih banyak datang dari investor ritel.

Pola ini memunculkan spekulasi bahwa para pemegang besar XRP justru memilih menunggu momen reli sebelum mulai mendistribusikan aset mereka ke pasar.

Pola Historis: Whale Jual Saat Harga Naik, Bukan Saat Turun

Data historis menunjukkan perilaku whale yang konsisten dalam beberapa periode penting. Pada Maret–April 2025, aliran whale ke exchange tercatat sangat rendah, sementara harga XRP bergerak lemah. Kondisi tersebut menandakan suplai yang mengetat karena whale tidak menjual, yang kemudian diikuti reli tajam pada Juli 2025.

Dilaporkan Crypto Quant, memasuki Juni–Juli 2025, rasio whale to exchange flow masih berada dekat level terendah historis ketika reli awal dimulai. Namun, seiring harga terus naik, aksi ambil untung mulai muncul dan aliran whale ke exchange melonjak tajam di dekat puncak harga. Lonjakan tersebut menjadi sinyal distribusi, yang kemudian diikuti koreksi.

Desember 2025–Januari 2026: Tekanan Jual Datang dari Ritel

Pola serupa kembali terlihat pada Desember 2025 hingga Januari 2026. Selama periode tersebut, rasio whale to exchange flow tetap rendah meski harga XRP terus melemah. Data menunjukkan bahwa tekanan jual kala itu sebagian besar berasal dari investor ritel, bukan dari whale.

Situasi ini memperkuat pandangan bahwa whale cenderung tidak menjual saat harga turun tajam, melainkan menunggu kondisi pasar yang lebih menguntungkan.

Baca juga: Harga XRP Gagal Tembus $2,20, Risiko Turun ke $1,40 Kian Nyata

Harga Turun ke $1,42, Whale Masih Menahan Diri

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Saat ini, meskipun harga XRP telah jatuh ke sekitar $1,42, tidak terlihat adanya peningkatan signifikan pada aliran whale ke exchange. Penurunan harga tersebut tidak disertai distribusi besar dari pemegang utama, menandakan bahwa panic selling lebih didorong oleh investor kecil.

Berdasarkan perilaku historis, harga XRP berpotensi bergerak sideways atau sedikit lebih rendah dalam jangka pendek seiring menurunnya volatilitas. Fase ini dapat diikuti oleh lonjakan harga mendadak dengan volume rendah. Ketika reli yang sesungguhnya dimulai, aksi jual dari whale diperkirakan akan muncul, yang berpotensi memicu koreksi lebih dalam.

Binance Jadi Kunci Pantau Pergerakan Whale XRP

Analis menekankan bahwa pemantauan metrik whale to exchange flow sebaiknya difokuskan pada Binance. Bursa ini memiliki volume spot dan derivatif XRP terbesar, serta order book terdalam, menjadikannya pusat aktivitas whale dan institusi.

Pergerakan di exchange lain bisa mencerminkan transfer atau perpindahan wallet, namun modal yang benar-benar mampu menggerakkan harga XRP secara signifikan sebagian besar terkonsentrasi di Binance. Karena itu, metrik Binance Whale to Exchange Flow dinilai sebagai indikator utama yang mencerminkan aksi nyata, bukan sekadar ekspektasi pasar, dan sering memberi sinyal sebelum harga bereaksi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pola historis menunjukkan bahwa ketika whale diam saat harga turun, sering diikuti oleh rally tajam. Whale cenderung menunggu likuiditas beli yang lebih baik (saat harga naik) untuk distribusi. Absennya inflow whale ke exchange saat ini adalah sinyal bahwa “smart money” belum menyerah pada tren.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini

Pasar altcoin mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah mengalami tiga minggu penurunan tajam. Meski tekanan beli mulai kembali muncul, sentimen investor masih dipenuhi keraguan dan pasar belum sepenuhnya pulih. Namun, beberapa altcoin kini memiliki katalis yang berpotensi mendorong reli besar dalam pekan kedua Februari, sehingga meningkatkan risiko short liquidation secara signifikan.

Dalam laporan terbaru, Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), dan Zcash (ZEC) disebut berpotensi memicu likuidasi lebih dari $3,1 miliar apabila harga bergerak naik dan para trader yang memasang posisi short gagal mengantisipasi risiko. Penurunan suplai di exchange serta membaiknya sentimen pasar disebut bisa memperbesar pergerakan harga di luar ekspektasi.

Ethereum (ETH) Berisiko Picu Likuidasi $3 Miliar Jika Tembus $2.370

Ethereum menjadi salah satu aset yang paling diperhatikan karena peta likuidasi 7 hari menunjukkan potensi likuidasi dari posisi short jauh lebih besar dibanding posisi long. Hal ini mengindikasikan banyak trader masih memperkirakan penurunan lanjutan, terutama setelah ETH anjlok sekitar 40% sejak pertengahan Januari.

Namun, tekanan bearish tersebut mulai menghadapi risiko baru. Data on-chain menunjukkan cadangan ETH di exchange kini hanya tersisa sekitar 16 juta ETH, level terendah sejak 2024. Arus keluar ETH dari exchange meningkat seiring sell-off yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir, sehingga mengurangi suplai yang tersedia di pasar.

Selain itu, lebih dari 4 juta ETH juga tercatat berada dalam antrean staking. Kondisi ini semakin menekan suplai likuid yang bisa diperdagangkan. Jika pemulihan harga ETH menguat akibat ketidakseimbangan suplai dan permintaan, maka posisi short dapat terjebak dalam tekanan likuidasi besar.

Laporan tersebut menyebut bahwa jika ETH naik menuju $2.370 pada pekan ini, potensi likuidasi dari posisi short bisa mencapai $3 miliar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, ini adalah setup klasik untuk “Short Squeeze”. Trader bertaruh harga turun (shorting), tapi supply fisik di exchange menipis. Jika harga rebound sedikit saja (misal ke $2.370), potensi likuidasi short bisa mencapai $3 miliar, memaksa pembelian paksa yang melambungkan harga lebih tinggi.

Baca juga: Ethereum Bangkit dari Support $1.817, Level $2.200 Jadi Reli Selanjutnya

Dogecoin (DOGE) di Bawah $0,10, Potensi Short Squeeze Menuju $0,109

Dogecoin juga masuk daftar altcoin yang berisiko memicu likuidasi besar. DOGE kini turun di bawah $0,10, yang merupakan level terendahnya pada 2024. Berdasarkan peta likuidasi 7 hari, DOGE dapat memicu short liquidation hingga $98 juta apabila harga naik menuju $0,109 pada pekan ini.

Dilaporkan BeInCrypto, sejumlah analis menilai skenario rebound tersebut masih realistis. Dalam jangka pendek, analis Trader Tardigrade mengamati pola Bull Flag, yang berpotensi mendorong DOGE bergerak ke arah $0,12 dalam waktu dekat.

Sementara itu, analis Javon Marks menyoroti struktur tren jangka panjang Dogecoin yang menunjukkan Higher Highs (HH) diikuti Higher Lows (HL). Struktur ini dinilai sebagai sinyal kekuatan yang masih bertahan. Marks bahkan memproyeksikan bahwa jika Higher Lows tetap terjaga, DOGE bisa mengalami kenaikan lebih dari 640% hingga melampaui rekor tertinggi sebelumnya di sekitar $0,73905.

Selain faktor teknikal, perhatian pasar terhadap Dogecoin juga dinilai berpotensi meningkat setelah Elon Musk sempat merespons pembahasan DOGE dari akun Tesla Owners Silicon Valley pada awal Februari.

Zcash (ZEC) Turun 50%, Tapi Dukungan Vitalik Picu Sentimen Positif

Zcash mengalami tekanan besar setelah turun sekitar 50% sejak 8 Januari. Penurunan ini terjadi usai pengumuman bahwa seluruh tim Electric Coin Company (ECC), pengembang inti Zcash, akan meninggalkan proyek. Sentimen negatif pasar yang lebih luas juga memperpanjang tren penurunan ZEC.

Meski begitu, peta likuidasi ZEC menunjukkan dominasi potensi likuidasi posisi short, menandakan banyak trader masih bertaruh pada kelanjutan tren bearish. Namun, beberapa sinyal positif mulai muncul dalam beberapa hari terakhir.

Salah satunya datang dari pendiri Ethereum, Vitalik Buterin, yang diketahui memberikan donasi publik kepada Shielded Labs, kelompok pengembang yang berfokus pada pengembangan Zcash. Vitalik menegaskan bahwa privasi adalah elemen fundamental dalam blockchain dan bukan sekadar fitur tambahan. Aksi tersebut dinilai dapat membangkitkan kembali sentimen positif terhadap ZEC.

Data dari zkp.baby juga menunjukkan bahwa lebih dari 5 juta ZEC masih terkunci di Shielded pool meskipun harga mengalami penurunan tajam. Hal ini mengindikasikan bahwa kepercayaan investor terhadap teknologi privasi Zcash masih cukup kuat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, dukungan Vitalik memvalidasi Zcash sebagai infrastruktur privasi penting (public good), bukan sekadar token spekulatif. Kenaikan shielded pool di tengah harga jatuh adalah divergensi bullish: “smart money” mengakumulasi/menahan aset privasi saat “weak hands” keluar karena FUD developer.

Pasar Altcoin Mulai Pulih, Risiko Likuidasi Bisa Meledak

Secara keseluruhan, pasar altcoin disebut mulai pulih setelah fase panic selling yang terjadi selama beberapa pekan. Analisis terbaru memperkirakan total kapitalisasi pasar kripto masih berpeluang kembali naik di atas $2,8 triliun.

Pemulihan pasar yang dipadukan dengan katalis spesifik dari Ethereum, Dogecoin, dan Zcash dinilai dapat mendorong harga melesat lebih tinggi dari perkiraan pelaku pasar. Kondisi tersebut membuat risiko short liquidation semakin besar, terutama jika trader tidak siap menghadapi potensi reli mendadak dalam pekan kedua Februari.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Rebound 12%, Tapi Sinyal Ini Bisa Seret SOL ke $70

Solana (SOL) mencatat pemulihan harga signifikan setelah melonjak sekitar 12% dari level terendah dalam waktu singkat. Kenaikan ini mendorong SOL menjauh dari area yang sebelumnya dianggap berbahaya oleh pelaku pasar. Namun, meskipun rebound terjadi cukup cepat, sejumlah analis masih menilai tren Solana belum sepenuhnya aman dan tetap berada dalam tekanan bearish.

Kondisi ini membuat proyeksi pergerakan SOL masih dipenuhi ketidakpastian, terutama karena munculnya satu sinyal yang dinilai dapat melemahkan peluang reli lanjutan.

Data On-Chain: Long-Term Holder Mulai Mundur, Sinyal Merah untuk SOL

Salah satu indikator yang menjadi perhatian adalah melemahnya akumulasi dari investor jangka panjang. Berdasarkan data HODLer Net Position Change, terlihat bahwa aktivitas akumulasi long-term holders mulai melambat drastis setelah koreksi tajam yang terjadi pekan lalu.

Padahal, kelompok investor jangka panjang biasanya berperan sebagai penopang harga ketika pasar mengalami tekanan. Jika akumulasi mereka melemah, hal ini dinilai dapat mengurangi kekuatan support alami SOL dan menjadi sinyal negatif terhadap keberlanjutan pemulihan harga.

Money Flow Index Dekati Oversold, Potensi Seller Exhaustion Mulai Terlihat

Di sisi lain, indikator Money Flow Index (MFI) disebut mendekati level oversold di bawah 20. Level ini sering diartikan sebagai tanda bahwa tekanan jual mulai melemah atau mendekati fase seller exhaustion.

Dilaporkan Cryptonews, dalam catatan historis, Solana hanya mencapai kondisi oversold seperti ini sebanyak tiga kali dalam dua setengah tahun terakhir. Setiap kali indikator tersebut muncul, SOL cenderung mengalami stabilisasi harga atau bahkan reversal yang mampu mengejutkan pelaku pasar bearish.

Meski demikian, indikator oversold belum otomatis menjamin reli besar, karena pasar masih membutuhkan konfirmasi tambahan dari struktur teknikal.

SOL Masih Terjebak Tren Turun, Support $85–$90 Jadi Penentu

Secara teknikal, SOL masih berada dalam struktur descending channel dan belum menunjukkan pembalikan tren yang jelas. Harga bahkan dilaporkan sempat turun menembus struktur channel tersebut dan kini bergerak di area $85 hingga $90 yang berfungsi sebagai support jangka pendek.

Analis menilai bahwa tren besar SOL masih bearish karena pola lower highs dan lower lows masih terbentuk secara konsisten. Jika support $85–$90 gagal bertahan, maka target penurunan berikutnya diperkirakan berada di sekitar $70, yang dianggap sebagai zona demand kuat terakhir.

Resistance $100 dan $144 Jadi Kunci Pemulihan

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Untuk skenario pemulihan, resistance terdekat berada di sekitar $100. Namun, level yang dinilai paling penting berada di area $144. Analis menyebut bahwa penutupan harga harian di atas $144 akan menjadi sinyal kuat bahwa tren turun berpotensi berakhir dan SOL bisa memasuki fase bullish yang lebih nyata.

Dengan demikian, meski SOL berhasil memantul 12% dalam waktu singkat, pasar masih menunggu konfirmasi lanjutan. Melemahnya akumulasi investor jangka panjang menjadi faktor risiko utama, sementara indikator oversold membuka peluang terjadinya stabilisasi atau reversal apabila tekanan jual benar-benar mulai mereda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, rebound cepat tanpa akumulasi volume seringkali rapuh. Trader harus waspada terhadap “bull trap” di mana harga naik sementara untuk menjebak pembeli FOMO sebelum koreksi berlanjut. Konfirmasi butuh penutupan candle harian kuat.

Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Bangkit dari Support $1.817, Level $2.200 Jadi Reli Selanjutnya

Pergerakan Ethereum (ETH) kembali menjadi sorotan setelah aset kripto terbesar kedua ini berhasil memantul dari level terendah $1.817.

Rebound tersebut membuka peluang pemulihan lanjutan, dengan fokus pasar kini tertuju pada zona likuiditas krusial di $2.200.

Menurut laporan Coincu, level ini dinilai sebagai area penentu arah tren, di mana penembusan yang meyakinkan berpotensi memicu reli lanjutan menuju kisaran $2.600.

Pemulihan harga ETH ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang masih volatil.

Namun berbeda dengan sejumlah altcoin lain, Ethereum justru menunjukkan ketahanan fundamental yang relatif solid, terutama dari sisi aktivitas jaringan dan ekosistem DeFi yang tetap ramai digunakan.

Baca Juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Analisis Harga ETH: $2.200 sebagai Area “Make or Break”

Secara teknikal, rebound dari area $1.817 menandakan adanya minat beli yang kuat di zona support utama.

Area ini berfungsi sebagai dasar pemulihan jangka pendek setelah tekanan jual yang terjadi pasca puncak harga Ethereum di akhir 2025.

Saat ini, perhatian pelaku pasar tertuju pada level $2.200, yang dikenal sebagai zona likuiditas padat.

Di area ini, tersimpan konsentrasi order beli dan jual dalam jumlah besar, sehingga reaksi harga akan sangat menentukan arah pergerakan berikutnya.

Jika ETH mampu menembus dan bertahan di atas $2.200 dengan dukungan volume besar, maka struktur teknikal berpotensi beralih ke tren bullish jangka menengah. Target kenaikan berikutnya diproyeksikan berada di kisaran $2.500–$2.600.

Sebaliknya, kegagalan menembus level tersebut bisa memicu fase konsolidasi lanjutan, dengan harga bergerak sideways sebelum menentukan arah baru.

Fundamental Ethereum Tetap Kokoh di Tengah Koreksi Harga

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berbeda dengan pergerakan harga yang sempat terkoreksi, fundamental jaringan Ethereum justru menunjukkan stabilitas yang kuat.

Data terbaru mencatat Total Value Locked (TVL) Ethereum bertahan di angka $57,28 miliar, menegaskan posisinya sebagai tulang punggung utama ekosistem DeFi global.

TVL yang relatif stabil ini mencerminkan kepercayaan pengguna dan pengembang terhadap jaringan Ethereum, meskipun pasar sedang berada dalam fase penyesuaian.

Selain itu, jumlah alamat aktif Ethereum meningkat menjadi sekitar 906.700, menunjukkan pertumbuhan keterlibatan pengguna yang berkelanjutan.

Peningkatan alamat aktif ini mengindikasikan bahwa aktivitas transaksi, penggunaan aplikasi terdesentralisasi (dApps), serta interaksi DeFi dan NFT masih berlangsung secara konsisten. Dengan kata lain, utilitas jaringan Ethereum tetap tinggi meskipun harga belum sepenuhnya pulih.

Divergensi Positif: Harga vs Utilitas Jaringan

Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ini sebagai divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan.

Saat harga ETH mengalami koreksi dari puncaknya, aktivitas on-chain justru menunjukkan tren yang berlawanan.

“Data ini mengonfirmasi divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan. Meskipun harga ETH terkoreksi dari puncaknya di akhir 2025, aktivitas pengguna justru tumbuh. Ini menandakan ekosistem DeFi dan aplikasi di atas Ethereum tetap ramai digunakan,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Fenomena ini sering kali dipandang sebagai sinyal awal pembentukan dasar harga (price base), di mana fundamental yang kuat berpotensi mendukung pemulihan harga dalam jangka menengah hingga panjang.

Volume Perdagangan Jadi Kunci Konfirmasi Tren

Meski prospek terlihat menjanjikan, Tim Research Tokocrypto menekankan bahwa konfirmasi volume tetap menjadi faktor krusial.

Untuk memastikan bahwa breakout di atas $2.200 valid dan bukan false breakout, dibutuhkan lonjakan volume perdagangan yang signifikan.

“Bagi trader, level $2.200 adalah area make or break. Breakout di sini dengan volume tinggi, di atas $20 miliar, akan menjadi konfirmasi pembalikan tren yang valid. Sebaliknya, kegagalan menembusnya bisa berarti konsolidasi yang lebih lama,” tambah Tim Research Tokocrypto.

Tanpa dukungan volume, kenaikan harga berisiko bersifat sementara dan rentan terhadap tekanan jual lanjutan.

Baca Juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

ETH di Persimpangan Penting

Ethereum saat ini berada di fase penentuan arah. Rebound dari $1.817 membuka peluang reli lanjutan, namun zona $2.200 menjadi gerbang utama yang harus ditembus untuk mengonfirmasi perubahan tren.

Di sisi lain, fundamental jaringan yang tetap kuat—ditopang TVL besar dan peningkatan alamat aktif—memberikan dasar yang solid bagi potensi pemulihan jangka menengah.

Bagi investor dan trader, kombinasi antara analisis teknikal dan data on-chain menjadi kunci.

Jika Ethereum mampu memanfaatkan momentum ini dengan breakout yang disertai volume tinggi, maka reli menuju $2.600 bukanlah skenario yang mustahil.

Namun, kehati-hatian tetap diperlukan selama ETH masih berjuang di bawah area likuiditas krusial tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Era Baru Cross-Chain DEX Dimulai

SushiSwap, salah satu protokol decentralized exchange (DEX) di ekosistem DeFi, secara resmi mengumumkan peluncuran versi terintegrasi di jaringan Solana.

Kolaborasi dengan Jupiter Exchange ini aktif mulai 9 Februari 2026, dan merupakan langkah strategis yang memperluas kemampuan SushiSwap di luar jaringan Ethereum Virtual Machine (EVM) tradisional.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcal pada Selasa (10/2), langkah ini bukan sekadar pembaruan teknis biasa, tetapi juga menandai fase ekspansi penting bagi SushiSwap untuk menjadi multi-chain DEX yang dapat melayani pengguna lintas jaringan dengan lebih cepat, murah, dan efisien.

Baca Juga: Uniswap V3 Kalahkan SushiSwap, Raih Gelar Ini

Peluncuran SushiSwap di Solana: Apa Artinya?

Solana dikenal sebagai blockchain dengan throughput tinggi dan biaya transaksi rendah, seni teknologi yang semakin menarik bagi platform DeFi besar untuk memperluas jangkauan mereka.

SushiSwap di Solana akan memungkinkan pengguna melakukan swap aset secara langsung, memanfaatkan kecepatan jaringan Solana sekaligus tetap terhubung dengan aset dari EVM seperti Ethereum.

Kolaborasi dengan Jupiter yang merupakan agregator likuiditas terbesar di Solana, akan membantu SushiSwap mengakses likuiditas yang lebih luas, memudahkan transaksi lintas jaringan, dan memberikan pengalaman trading tanpa batas bagi pengguna DeFi.

Selain itu, peluncuran ini membuka peluang bagi pertukaran berbagai jenis token, termasuk meme tokens, aset tokenized, hingga token real-world assets (RWA), yang semakin populer di pasar kripto global.

Strategi Multi-Chain: Langkah Besar SushiSwap

SushiSwap selama ini dikenal sebagai protokol DEX multichain, beroperasi di lebih dari 40 jaringan blockchain dan menyediakan liquidity pool serta fitur swap yang terdesentralisasi.

Namun, integrasi resmi di Solana membawa ekspansi ini ke level yang lebih luas, terutama dengan dukungan lintas rantai (cross-chain) yang lebih efisien tanpa harus bergantung pada infrastruktur pihak ketiga yang lebih kompleks.

Integrasi ini juga sejalan dengan rencana besar SushiSwap untuk tahun-tahun mendatang, termasuk tujuan platform untuk menawarkan solusi DeFi yang lebih canggih melalui produk seperti Susa (order-book DEX on-chain) dan Kubo (alat peluncuran pasar dengan strategi delta-neutral), serta Blade, solusi automated market maker generasi baru.

Dengan memperluas ke Solana, SushiSwap tidak hanya memperluas pasar likuiditasnya tetapi juga menciptakan peluang bagi pengguna untuk berinteraksi dengan aset yang sebelumnya terbatas hanya pada jaringan tertentu.

Dampak untuk Pengguna dan Trader

Peluncuran SushiSwap di Solana diperkirakan akan meningkatkan jumlah pengguna aktif, terutama bagi mereka yang mencari biaya transaksi rendah dan eksekusi cepat.

Solana telah menjadi magnet bagi aplikasi DeFi dan NFT berkat throughput jaringan yang tinggi, sebuah keunggulan kompetitif dibandingkan jaringan Ethereum yang sering mengalami biaya gas tinggi ketika volume aktivitas meningkat.

Trader juga bisa memanfaatkan fitur lintas jaringan yang lebih lancar, seperti swap otomatis dari aset Solana ke aset berbasis EVM dan sebaliknya.

Dengan ini, SushiSwap berpotensi menarik lebih banyak modal, terutama dari pengguna yang sebelumnya menghindari biaya tinggi atau kemacetan jaringan.

Meski masih dini, langkah ini bisa memicu volatilitas harga jangka pendek untuk token SUSHI maupun JUP (token dari Jupiter Exchange), karena trader mungkin akan melakukan spekulasi seputar likuiditas, volume perdagangan lintas jaringan, serta aktivitas pengguna baru setelah peluncuran.

Perspektif Industri: DeFi yang Semakin Multichain

Integrasi SushiSwap di Solana mencerminkan tren yang lebih luas di dunia kripto: DeFi menuju interoperabilitas yang sebenarnya.

Protokol besar kini tidak lagi terbatas pada satu ekosistem blockchain, tetapi membangun jembatan antar jaringan untuk menghadirkan layanan DeFi yang lebih inklusif dan efisien.

Solana, sebagai salah satu jaringan dengan pertumbuhan aktivitas signifikan, menjadi pilihan strategis.

Pendukungnya melihat potensi besar bagi protokol DeFi seperti SushiSwap untuk meraih pangsa pasar lebih luas berkat biaya rendah dan kecepatan tinggi.

Risiko dan Tantangan

Walaupun langkah ini memunculkan banyak potensi positif, Tim Research Tokocrypto menilai tetap ada tantangan dan risiko yang perlu diwaspadai.

“Pivot penting bagi SushiSwap yang selama ini EVM-centric. Masuk ke Solana (chain dengan volume DEX tertinggi saat ini) lewat Jupiter adalah cara cerdas untuk langsung dapat flow tanpa harus bootstrap likuiditas dari nol sendirian. Potensi re-rating jika volume yang diroute signifikan, ” tutur Tim research Tokocrypto.

Interoperabilitas lintas chain membawa kompleksitas teknis dan potensi risiko keamanan yang unik, seperti smart contract exploit atau manipulasi likuiditas jika tidak dikunci dengan baik.

Begitu pula, volatilitas jangka pendek setelah peluncuran bisa menjadi sangat tinggi karena sentimen pasar, spekulasi, serta fluktuasi permintaan atas token SUSHI dan JUP, terutama di hari-hari pertama setelah integrasi resmi diumumkan.

Baca Juga: Sushiswap Terbitkan Kontrak di 5 Blockchain, Apa Saja?

Era Baru SushiSwap di Ekosistem Solana

Peluncuran SushiSwap di jaringan Solana menandai tonggak penting dalam evolusi DEX multichain.

Dengan dukungan Jupiter Exchange, protokol ini siap menghadirkan pengalaman swap yang lebih cepat, murah, dan lintas jaringan bagi pengguna global.

Bagi pelaku pasar DeFi, event ini bukan hanya sekadar integrasi teknis, tetapi sinyal bahwa masa depan DeFi adalah interoperabilitas tanpa batas antara berbagai jaringan blockchain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

VeChain Mulai Voting Tata Kelola di VeBetterDAO: Sinyal Kenaikan Harga?

VeChain (VET) kembali menjadi sorotan komunitas kripto global setelah memulai periode voting tata kelola baru di platform VeBetterDAO, yang berlangsung dari 3 hingga 9 Februari 2026.

Menurut laporan Coinmarketcal pada Selasa (10/2), voting ini difokuskan pada proposal yang bertujuan meningkatkan insentif bagi partisipasi aktif serta memperbaiki kualitas alokasi dana dalam ekosistem VeChain.

Meski event tata kelola biasanya tidak memberikan dampak besar langsung ke harga token, terutama bila tidak menyentuh aspek tokenomics seperti mekanisme burn atau yield baru, momentum voting tetap menjadi indikator penting tentang kegiatan pengembang dan keterlibatan komunitas.

Baca Juga: Alasan Kripto ‘Koin China’ Filecoin hingga VeChain Hasilkan Untung Besar

Apa Itu VeBetterDAO dan Mekanisme Governance?

VeBetterDAO merupakan sistem tata kelola terdesentralisasi (DAO) yang dibangun di atas VeChainThor, yang memberi suara kepada komunitas untuk memutuskan arah alokasi sumber daya dan pengembangan prospek ekosistem.

Partisipasi dalam governance dilakukan melalui dua token utama:

  • B3TR: Token insentif yang dibagikan kepada komunitas berdasarkan aktivitas mereka dalam ekosistem.
  • VOT3: Token tata kelola yang digunakan untuk memberikan suara dalam setiap voting DAO. B3TR dapat ditukar dengan VOT3 dalam rasio 1:1 untuk mendapatkan hak suara.

Pengguna yang ingin berpartisipasi harus menahan atau mengonversi token mereka ke VOT3, yang kemudian memberikan hak suara pada proposal yang diajukan oleh anggota DAO lain.

Mekanisme ini dirancang untuk mendorong keterlibatan aktif daripada voting pasif, sehingga keputusan yang diambil lebih mencerminkan kebutuhan nyata komunitas.

Fokus Proposal: Reward Partisipasi dan Kualitas Alokasi

Pergerakan harga Vechain (VET/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Vechain (VET/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Periode voting ini diadakan untuk menilai sejumlah proposal yang bertujuan:

  • Memberi insentif lebih besar bagi partisipasi komunitas, sehingga pengguna lebih termotivasi untuk terlibat dalam tata kelola.
  • Meningkatkan kualitas alokasi dana ekosistem, sehingga keputusan pendanaan lebih mencerminkan kontribusi nyata.
  • Memperkuat sinyal tata kelola, yang memengaruhi bagaimana proyek-proyek di dalam ekosistem VeChain diprioritaskan dan didanai.

Sebelum voting dimulai, proposal ini memasuki fase pengumpulan dukungan awal, di mana anggota DAO harus menyumbangkan VOT3 untuk mencapai ambang tertentu agar proposal dapat lanjut ke tahap voting penuh.

Jika ambang dukungan tidak tercapai, proposal bisa gagal otomatis.

Dampak Voting terhadap Ekosistem

Menurut Tim Research Tokocrypto, event voting tata kelola umumnya memberikan dampak “soft” terhadap harga token, terutama bila tidak mencakup perubahan besar dalam tokenomics atau insentif ekonomi langsung.

Namun, keberadaan event ini tetap memiliki beberapa implikasi penting:

“Governance vote biasanya punya dampak “soft” ke harga kecuali ada perubahan tokenomics radikal (burn/yield). Namun, ini sinyal aktivitas dev/komunitas yang sehat. Perhatikan apakah voting ini memicu kenaikan staking rate VET/B3TR selama periode aktif,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dua aspek utama yang menarik perhatian pasar adalah:

  1. Partisipasi komunitas yang meningkat, yang bisa menjadi indikator kepercayaan jangka panjang terhadap proyek.
  2. Potensi efek psikologis kepada investor, karena semakin banyak suara yang dikeluarkan, semakin kuat sinyal bahwa komunitas peduli terhadap perkembangan ekosistem.

Mengapa Governance Penting di Era DeFi?

Dalam dunia kripto modern, tata kelola terdesentralisasi bukan sekadar teori, ia menjadi bagian penting dari keputusan strategis protokol.

Sistem seperti VeBetterDAO memungkinkan komunitas menentukan sendiri arah pengembangan, alokasi dana, dan prioritas pengembangan proyek berbasis konsensus.

Ekosistem yang memiliki mekanisme tata kelola fungsional sering kali menunjukkan pertumbuhan yang lebih stabil karena keputusan tidak sepenuhnya berada di tangan pengembang inti saja, tetapi juga disetujui bersama oleh kontributor dan pemangku kepentingan lainnya.

Ini menciptakan rasa kepemilikan dan tanggung jawab bersama dalam komunitas.

Potensi Volatilitas Harga dan Sentimen Pasar

Meskipun governance vote biasanya tidak memicu reaksi harga besar secara langsung, event seperti voting VeBetterDAO sering kali menimbulkan buzz sosial di komunitas pengguna VET, B3TR, dan token terkait lainnya.

Trader sering memperhatikan metrik lain seperti:

  • Tingkat staking / partisipasi B3TR dan VET, karena ini bisa menunjukkan komitmen jangka panjang.
  • Volume transaksi dan likuiditas harian, yang dapat naik seiring peningkatan aktivitas jaringan.
  • Perilaku pasar sebelum dan setelah periode voting, terutama bila proposal yang disetujui memberikan perubahan signifikan di masa depan.

Baca Juga: VET Masih Merah di $0,0077! VeChain Gelar Voting Governance

Governance yang Menjadi Sinyal Kesehatan Ekosistem

Periode voting tata kelola VeBetterDAO pada 3–9 Februari 2026 bukan hanya rutinitas semata, tetapi menjadi sinyal bahwa ekosistem VeChain masih aktif bertransformasi melalui partisipasi komunitas.

Walaupun dampaknya terhadap harga mungkin bersifat soft, event ini mencerminkan adanya perhatian terhadap tata kelola yang lebih baik dan partisipasi yang lebih berkualitas, dua hal yang sangat penting dalam dunia kripto yang terus berkembang.

Bagi investor maupun pengguna jaringan VeChain, mengikuti hasil voting dan melihat bagaimana proposal yang diterima diimplementasikan bisa menjadi indikator penting tentang arah pengembangan jaringan dalam beberapa bulan ke depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Turun 4%, Ini Analisis dan Level Kuncinya

Harga Pi Network (PI) kembali mengalami tekanan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Coinmarketcap pada Selasa (10/2), PI tercatat turun 4,14% ke level $0,140, kinerja yang lebih buruk dibandingkan pelemahan pasar kripto secara keseluruhan.

Penurunan ini mencerminkan kombinasi tekanan pasar makro kripto dan struktur teknikal PI yang masih rapuh.

Dalam kondisi pasar yang sedang berada di fase risk-off, aset kripto berisiko tinggi seperti Pi cenderung menjadi korban utama aksi jual, terutama ketika likuiditas pasar relatif tipis.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik Tipis 0,84% di Tengah Gejolak Extreme Fear

Sentimen Pasar Kripto Masih di Zona Extreme Fear

Tekanan terhadap harga PI tidak terjadi secara terisolasi.

Kapitalisasi pasar kripto global turun sekitar 2,01% dalam 24 jam, sementara Bitcoin (BTC) melemah 2,29% pada periode yang sama.

Indeks Crypto Fear & Greed saat ini berada di level 10, yang mengindikasikan kondisi “Extreme Fear” di kalangan pelaku pasar.

Dalam situasi seperti ini, investor cenderung menghindari aset berisiko tinggi dan memindahkan dana ke aset yang lebih defensif atau stablecoin.

Pi Network, yang memiliki karakteristik high beta, bergerak searah dengan pasar namun dengan volatilitas yang lebih besar.

Akibatnya, saat pasar turun, PI cenderung jatuh lebih dalam dibanding aset kripto utama.

Secara historis, altcoin dengan likuiditas terbatas memang lebih rentan terhadap tekanan jual saat sentimen pasar memburuk. Pergerakan PI kali ini mencerminkan pola tersebut.

Likuiditas Rendah Memperbesar Tekanan Harga

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Selain faktor sentimen global, likuiditas PI yang relatif rendah turut memperparah pelemahan harga.

Volume perdagangan PI tercatat naik sekitar 28%, namun masih berada di kisaran $11,78 juta dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,25 miliar.

Ini menghasilkan rasio volume terhadap market cap hanya 0,94%, yang tergolong tipis.

Likuiditas yang rendah membuat pergerakan harga menjadi lebih sensitif terhadap order jual dalam jumlah relatif kecil.

Dengan kata lain, tekanan jual yang tidak terlalu besar pun dapat mendorong harga turun lebih dalam.

Yang menarik, tidak ada katalis negatif spesifik seperti pengumuman proyek, perubahan fundamental, atau isu on-chain yang memicu penurunan ini.

Hal ini mengindikasikan bahwa pelemahan harga PI lebih didorong oleh aliran teknikal dan sentimen makro, bukan oleh faktor fundamental jangka pendek.

Struktur Teknikal Masih Lemah

Dari perspektif teknikal, Pi Network masih berada dalam tren turun yang kuat. Dalam periode 30 hari terakhir, harga PI tercatat sudah turun sekitar 33%, mencerminkan dominasi penjual yang belum mereda.

Level teknikal penting yang kini menjadi perhatian adalah area support di sekitar $0,135. Level ini merupakan titik terendah terbaru dan menjadi batas psikologis penting bagi pelaku pasar.

Jika tekanan jual berlanjut seiring bertahannya sentimen Extreme Fear, penembusan di bawah $0,135 berpotensi membuka jalan menuju area $0,130.

Sebaliknya, untuk skenario pemulihan jangka pendek, PI perlu kembali menembus dan bertahan di atas $0,145.

Reclaim level ini bisa menjadi sinyal awal stabilisasi, meskipun belum cukup untuk mengonfirmasi pembalikan tren.

Ketergantungan pada Pergerakan Bitcoin

Arah pergerakan PI dalam jangka dekat sangat bergantung pada kondisi pasar kripto secara keseluruhan, khususnya Bitcoin.

Stabilisasi BTC di atas level $69.000 dipandang sebagai salah satu syarat penting untuk meredakan tekanan jual di altcoin.

Jika Bitcoin gagal menemukan pijakan dan sentimen pasar tetap berada di zona Extreme Fear, maka probabilitas kelanjutan tren bearish pada PI masih cukup besar.

Sebaliknya, perbaikan struktur pasar Bitcoin dan peningkatan selera risiko investor dapat membuka peluang rebound teknikal pada PI.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Koreksi ke $0,144, Tekanan Masih Jadi Beban

Tekanan Bearish Masih Dominan

Penurunan harga Pi Network ke $0,140 merupakan refleksi dari pasar kripto yang sedang diliputi ketakutan ekstrem, diperparah oleh likuiditas rendah dan struktur teknikal yang lemah.

Tanpa adanya katalis positif yang jelas, pergerakan PI masih akan sangat dipengaruhi oleh sentimen makro dan arah Bitcoin.

Level kunci yang perlu diperhatikan investor adalah support di $0,135 dan resistance di $0,145.

Selama pasar belum menunjukkan tanda pemulihan yang solid, tekanan bearish pada PI masih menjadi skenario utama dalam jangka pendek.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com