All posts by 16

Bitcoin Terkoreksi $69.658, Tekanan Dominan

Harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali mengalami koreksi setelah gagal mempertahankan momentum penguatan.

Berdasarkan data pasar terbaru di Tokocrypto, Bitcoin diperdagangkan di level $69.658,46 per BTC, turun 1,65% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan jual yang masih mendominasi pasar kripto secara keseluruhan, sekaligus menegaskan bahwa fase konsolidasi menuju tren yang lebih jelas masih berlangsung.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,392 triliun, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar di dunia.

Namun, performa jangka pendek menunjukkan bahwa sentimen investor masih cenderung berhati-hati, terutama setelah penurunan tajam dalam beberapa bulan terakhir.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000

Pergerakan Harga BTC: Tekanan Masih Terasa

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $68.291 hingga $71.076.

Level ini mencerminkan volatilitas yang cukup tinggi, meskipun belum menunjukkan adanya breakout yang meyakinkan.

Penurunan harian sebesar $1.169,92 menambah daftar koreksi yang telah terjadi dalam beberapa periode waktu sebelumnya.

Secara mingguan, harga BTC telah turun 11,17%, sementara dalam 30 hari terakhir Bitcoin terkoreksi cukup dalam hingga 23,17%.

Jika ditarik lebih jauh, penurunan mencapai 24,50% dalam 60 hari dan bahkan 32,56% dalam 90 hari terakhir.

Data ini mengindikasikan bahwa tekanan bearish masih menjadi tema utama pergerakan Bitcoin dalam jangka menengah.

Koreksi ini juga membuat Bitcoin semakin jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198, menandakan perubahan signifikan dalam struktur pasar dibandingkan euforia sebelumnya.

Volume Perdagangan dan Aktivitas Pasar

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 10 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meskipun harga melemah, volume perdagangan 24 jam Bitcoin tercatat cukup solid di $49,14 miliar.

Angka ini menunjukkan bahwa minat pasar terhadap BTC masih tinggi, baik dari sisi trader jangka pendek maupun pelaku institusional.

Volume yang besar di tengah penurunan harga sering kali mengindikasikan adanya distribusi atau reposisi portofolio, bukan sekadar pasar yang sepi aktivitas.

Bitcoin saat ini memiliki pasokan beredar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,18% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Dengan tingkat suplai yang semakin mendekati batas maksimum, faktor kelangkaan jangka panjang tetap menjadi narasi utama Bitcoin, meskipun belum cukup kuat untuk menahan tekanan harga dalam jangka pendek.

Analisis Sentimen dan Faktor Tekanan

Tekanan terhadap harga BTC tidak lepas dari kondisi pasar kripto global yang masih rapuh.

Ketidakpastian makroekonomi, ekspektasi kebijakan moneter, serta sikap risk-off investor turut memengaruhi pergerakan Bitcoin.

Dalam situasi seperti ini, investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko, termasuk kripto.

Pergerakan harga BTC yang turun 0,1% dalam satu jam terakhir juga menunjukkan bahwa tekanan jual masih terjadi secara bertahap, bukan panic selling besar-besaran.

Ini mengindikasikan pasar sedang mencari keseimbangan baru sebelum menentukan arah selanjutnya.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, area $68.000 menjadi level support penting dalam jangka pendek.

Jika Bitcoin gagal bertahan di atas zona ini, potensi penurunan lanjutan menuju area support berikutnya bisa terbuka.

Sebaliknya, untuk mengembalikan sentimen positif, BTC perlu kembali menembus dan bertahan di atas $71.000, yang sebelumnya menjadi batas atas pergerakan harian.

Selama harga masih bergerak di bawah level resistance tersebut, reli yang terjadi berisiko bersifat sementara dan rawan berbalik arah.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih

Konsolidasi dengan Risiko Lanjutan

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi dengan bias bearish.

Penurunan 1,65% dalam 24 jam hanyalah bagian dari tren koreksi yang lebih luas dalam beberapa bulan terakhir.

Meski fundamental jangka panjang Bitcoin tetap kuat, pergerakan jangka pendek masih sangat dipengaruhi oleh sentimen pasar global dan faktor teknikal.

Bagi investor dan trader, penting untuk mencermati level support $68.000 dan resistance $71.000 sebagai penentu arah berikutnya.

Hingga ada konfirmasi pembalikan tren yang lebih kuat, kehati-hatian tetap menjadi strategi utama dalam menghadapi volatilitas Bitcoin saat ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 10 Februari 2026: Bitcoin Stabil di $70.000!

Pasar kripto hari ini, Selasa (10/2) mencatat rebound tipis dengan sejumlah altcoin berkapitalisasi kecil memimpin penguatan. NKN melonjak tajam hingga 78% ke level $0,0091, diikuti GPS yang menguat 39% ke $0,0148, serta ZKP yang naik 41% menyentuh $0,1115. Lonjakan ini mencerminkan kembalinya minat spekulatif jangka pendek, meski secara keseluruhan struktur pasar masih belum sepenuhnya pulih.

Di sisi utama pasar, Bitcoin cenderung bergerak mendatar di area $70.000. Tekanan jual yang masih tinggi membatasi ruang kenaikan, sementara akumulasi agresif dari whale membantu menahan harga pasca koreksi tajam sebelumnya. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Saat Pasar Rebound Tipis

  • NKN melonjak 78% hari ini, capai level harga $0,0091.
  • GPS tumbuh positif 39%, harga kini di level $0,0148.
  • ZKP catat kenaikan signifikan 41% sentuh $0,1115.

Bitcoin Stabil di $70.000: Akankah BTC Naik atau Turun?

  • BTC bertahan di $70.000, namun tekanan jual tinggi batasi kenaikan.
  • Akumulasi agresif para whale menopang harga pasca koreksi tajam.
  • ETF dan data on-chain menunjukkan pasar stagnan tanpa tren jelas.

Deposit & Trade $AT PART 2! Rebut Hadiah Rp400 JUTA*

Agenda Ekonomi AS Pekan Ini yang Bakal Gerakkan Bitcoin

  • Pidato Pejabat Fed Pengaruhi Likuiditas & Sentimen Jangka Pendek BTC.
  • Data Tenaga Kerja AS Bisa Picu Ekspektasi Penurunan Suku Bunga.
  • Data Inflasi CPI Jadi Penentu Arah Harga Kripto Selanjutnya.

Altcoin yang Patut Diperhatikan di Pekan Kedua Februari 2026

  • Axie Infinity naik 18%, menargetkan $1,65 jika momentum bullish bertahan.
  • Kite potensi cetak rekor tertinggi baru sepanjang masa.
  • Para pembeli KITE mempertahankan level support $0,150.

Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Skandal $44 Miliar di Bithumb, Korea Selatan Perketat Aturan Kripto

Otoritas pengawas keuangan Korea Selatan meningkatkan pengawasan terhadap industri kripto setelah insiden besar yang melibatkan exchange lokal Bithumb. Financial Supervisory Service (FSS) mengumumkan akan memperketat kontrol pasar aset digital beberapa hari setelah Bithumb secara keliru mengkreditkan sejumlah pengguna dengan bitcoin senilai miliaran dolar.

Dalam pernyataan resminya, FSS menyebut akan memulai investigasi terhadap praktik “berisiko tinggi” yang dapat merusak ketertiban pasar, termasuk manipulasi harga skala besar oleh whale, aktivitas trading yang berkaitan dengan penghentian deposit maupun penarikan, serta skema pump yang didorong informasi menyesatkan di media sosial.

FSS Siapkan Sistem AI Deteksi Pola Trading Mencurigakan Secara Real-Time

Ilustrasi NFT di Korea Selatan.
Ilustrasi NFT di Korea Selatan. Foto: RT Russia.

Dilaporkan Coindesk, FSS menyatakan pihaknya juga akan membangun alat pemantauan yang mampu mengekstrak pola perdagangan mencurigakan hingga level detik dan menit. Selain itu, regulator berencana menggunakan sistem analisis teks berbasis kecerdasan buatan (AI) untuk mengidentifikasi potensi manipulasi pasar secara real-time.

Langkah ini diambil sebagai respons atas meningkatnya risiko penyalahgunaan pasar kripto, termasuk praktik yang dinilai merugikan investor dan mengganggu stabilitas sistem keuangan digital.

Baca juga: Warga Korea Selatan Kini Boleh Investasi Aset Kripto Luar Negeri

Kesalahan Bithumb Diperkirakan Capai $44 Miliar, Bitcoin Sempat Drop 30%

Pengawasan ketat ini muncul setelah kesalahan sistem Bithumb pekan lalu menjadi sorotan publik. Dalam insiden tersebut, beberapa pengguna Bithumb secara tidak sengaja menerima setidaknya 2.000 BTC per orang, padahal seharusnya hanya menerima reward promosi dalam jumlah kecil. Kesalahan tersebut diperkirakan bernilai sekitar $44 miliar pada saat kejadian.

Akibat blunder itu, harga Bitcoin di Bithumb sempat anjlok hingga 30% di bawah rata-rata global ketika sejumlah penerima mencoba menjual aset yang masuk secara tiba-tiba. Bithumb dilaporkan langsung membatasi aktivitas trading dan penarikan untuk 695 pengguna terdampak dalam waktu 35 menit setelah distribusi keliru terjadi pada hari Jumat.

Pihak berwenang dijadwalkan akan melaporkan rincian lengkap insiden tersebut kepada Komite Urusan Politik Majelis Nasional Korea Selatan, menurut laporan media lokal.

Bithumb Bebaskan Fee dan Siapkan Program Kompensasi

Setelah insiden tersebut, Bithumb mengambil langkah pemulihan dengan membebaskan biaya transaksi selama satu minggu. Exchange tersebut juga menjalankan program kompensasi, termasuk pengembalian penuh serta tambahan 10% bagi pengguna yang menjual aset mereka karena panik saat harga Bitcoin jatuh drastis.

Regulator menyatakan insiden ini memperlihatkan adanya “kerentanan dan risiko” dalam aset virtual, sekaligus membuka peluang dilakukannya inspeksi langsung ke exchange apabila ditemukan kejanggalan pada sistem kontrol internal.

FSS juga menyoroti bahwa distribusi bitcoin yang salah tersebut melebihi total kepemilikan Bithumb hingga 10 kali lipat, sehingga memunculkan perhatian terkait aset yang tercatat di ledger namun tidak didukung cadangan nyata.

Korea Selatan Siapkan Denda IT dan Aturan Baru Aset Digital

Selain menarget manipulasi pasar, FSS menyatakan akan memperkenalkan denda yang lebih berat terhadap insiden teknologi informasi (IT) di sektor keuangan. Regulator juga akan meningkatkan tanggung jawab keamanan bagi CEO dan Chief Information Security Officer (CISO), kebijakan yang diperkirakan akan berdampak langsung terhadap exchange kripto.

FSS turut mengonfirmasi pembentukan tim persiapan untuk Basic Digital Asset Act, yang akan memperluas kerangka regulasi Korea Selatan melampaui fase awal aturan kripto yang telah berjalan.

Langkah pengetatan ini selaras dengan agenda Presiden Lee Jae-myung yang mendorong pemberantasan praktik keuangan yang dianggap merugikan masyarakat. Dalam agenda tersebut, FSS juga menyiapkan penguatan penegakan hukum terhadap fraud serta perluasan teknologi untuk memerangi kejahatan finansial seperti voice phishing.

Menurut Tim Research Tokocrypto, insiden ini berpotensi jadi katalis percepatan regulasi & audit kontrol internal exchange (termasuk inspeksi on-site dan sanksi atas insiden IT).

“Dalam jangka pendek, ini menambah headwind untuk exchange Korea (compliance cost naik) dan bisa memicu aturan lebih ketat untuk trading/withdrawal saat kejadian abnormal—relevan untuk risiko likuiditas pasar lokal,” jelasnya.

Baca juga: Bhutan Resmi Tokenisasi Cadangan Emas Negara di Blockchain Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bos Coinbase: Pasar Boleh Guncang, Masa Depan Kripto Tetap Cerah

CEO Coinbase Brian Armstrong kembali menegaskan pandangan optimistisnya terhadap masa depan industri kripto, meski pasar tengah diliputi volatilitas tinggi. Dalam unggahan di platform X pada 7 Februari, Armstrong menyebut bahwa ketidakpastian harga merupakan hal yang lumrah dalam siklus kripto dan bukan sinyal adanya kelemahan struktural.

Armstrong menanggapi gejolak pasar terbaru, termasuk penurunan tingkat kesulitan mining Bitcoin sebesar 11,16%, yang merupakan penurunan terbesar sejak larangan penambangan kripto di China pada 2021, sebagai bagian dari dinamika pasar yang sudah berulang kali terjadi. Menurutnya, volatilitas jangka pendek tidak mengubah prospek jangka panjang industri aset digital.

Armstrong: Sulit untuk Tidak Bullish pada Kripto

Brian Armstrong, CEO Coinbase
Brian Armstrong, CEO Coinbase. Foto: Techcrunch.

Dalam pernyataannya, Armstrong menekankan bahwa tren adopsi kripto terus berjalan di berbagai sektor, mulai dari pembayaran, kustodi, hingga infrastruktur keuangan. Ia menyatakan bahwa perkembangan tersebut tetap berlangsung terlepas dari sentimen pasar jangka pendek.

Dilaporkan News Bitcoin, Armstrong mengatakan bahwa dirinya tidak melihat alasan untuk bersikap pesimistis terhadap kripto dalam jangka panjang. Ia menilai kripto berkembang sangat cepat dan mulai mengambil peran besar dalam layanan keuangan global. Menurutnya, teknologi blockchain secara perlahan “memakan” sistem keuangan tradisional dan mendorong perubahan struktural yang sulit dihindari.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 9 Februari 2026: Mulai Bangkit, BTC di Atas $70.000

Coinbase Tetap Bangun Infrastruktur di Tengah Volatilitas

Ilustrasi exchange Coinbase.
Ilustrasi exchange Coinbase.

Terkait strategi perusahaan, Armstrong menyebut bahwa Coinbase akan terus fokus membangun produk dan infrastruktur tanpa terpengaruh kondisi pasar. Ia menegaskan bahwa Coinbase memiliki misi jangka panjang untuk memperbarui sistem keuangan global yang dinilai sudah usang.

Armstrong menilai bahwa pembangunan infrastruktur kripto tidak bisa bergantung pada siklus harga. Karena itu, Coinbase akan terus meluncurkan produk dan mengembangkan teknologi sebagai bagian dari proses pematangan pasar kripto secara keseluruhan.

Kripto, AI, dan Masa Depan Sistem Keuangan

Optimisme Armstrong tidak hanya terbatas pada harga aset digital. Ia juga menyoroti peran kripto dalam era kecerdasan buatan (AI). Menurutnya, agen AI otonom di masa depan akan lebih cocok menggunakan uang yang dapat diprogram seperti stablecoin dan smart contract, dibandingkan rekening bank tradisional.

Dari sisi regulasi, Armstrong melihat perkembangan positif di Amerika Serikat. Ia menyinggung pengesahan GENIUS Act pada 2025 serta pembahasan CLARITY Act sebagai sinyal menuju aturan yang lebih jelas untuk stablecoin, kustodi, dan pengawasan pasar kripto. Meski begitu, Armstrong mengkritik versi terbaru CLARITY Act di Senat karena dinilai justru lebih buruk dibandingkan kondisi regulasi saat ini.

Base dan Visi “Everything Exchange”

Armstrong juga menempatkan peran strategis pada Base, jaringan Layer 2 milik Coinbase. Ia melihat Base sebagai fondasi untuk membangun super app on-chain yang mendukung transaksi murah dan penggunaan kripto sehari-hari. Dalam jangka panjang, Armstrong membayangkan Coinbase berevolusi menjadi “everything exchange” yang tidak hanya memperdagangkan aset kripto, tetapi juga saham yang ditokenisasi, prediction market, hingga komoditas.

Mengacu pada siklus pasar historis dan suplai tetap Bitcoin yang hanya 21 juta koin, Armstrong menilai bahwa volatilitas harga adalah bagian dari proses menuju adopsi massal. Menurutnya, meski pasar kerap mengalami reset, fondasi jangka panjang kripto sebagai infrastruktur keuangan global terus menguat.

Menurut Tim Rsearch Tokocrypto, Visi Armstrong tentang AI Agents yang menggunakan uang yang dapat diprogram (programmable money) seperti stablecoin alih-alih rekening bank tradisional adalah poin paling futuristik di sini. Ini memvalidasi narasi “Agentic Economy” (ekonomi antar-robot) yang sedang tren.

“Selain itu, penolakan Armstrong terhadap draf CLARITY Act adalah sinyal penting bagi investor: tidak semua “regulasi” itu positif; industri membutuhkan aturan yang membebaskan inovasi, bukan yang membelenggu. Jika Coinbase sukses dengan Base, mereka tidak hanya akan menjadi bursa, tapi menjadi “App Store” bagi keuangan terdesentralisasi,” jelasnya.

Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

VET Masih Merah di $0,0077! VeChain Gelar Voting Governance

VeChain (VET) kembali mencuri perhatian setelah mengumumkan agenda Better Governance Vote yang berlangsung pada periode 3–9 Februari 2026. Voting ini bertujuan untuk mendorong partisipasi aktif komunitas serta memungkinkan intent-staked Navigators meningkatkan kualitas alokasi dalam ekosistem VeBetter. Meski demikian, respons pasar terhadap agenda governance ini terbilang terbatas.

Berdasarkan data pasar terbaru, harga VET tercatat berada di kisaran $0,0077 atau turun sekitar 3,7% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar VeChain saat ini berada di level sekitar $667 juta, dengan volume perdagangan harian mencapai $19,36 juta.

Better Governance Vote Fokus Partisipasi, Detail Dampak Ekonomi Masih Minim

Proposal Better Governance Vote disebut berfokus pada peningkatan tata kelola jaringan dengan memberikan insentif bagi partisipasi aktif komunitas. Selain itu, mekanisme ini juga ditujukan untuk meningkatkan kualitas alokasi melalui peran Navigators yang melakukan intent staking.

Namun, hingga saat ini belum ada rincian yang diungkap terkait dampak ekonomi dari proposal tersebut. Tidak terdapat kejelasan mengenai perubahan tokenomics, mekanisme burn, atau pergeseran insentif besar yang dapat memengaruhi permintaan token seperti VET, VTHO, B3TR, maupun VEUSD.

Baca juga: Inilah Serba-Serbi Serta Keunikan dari Blockchain VeChain

Dinilai Proses DAO Rutin, Dampak Harga Diperkirakan Terbatas

Dikutip Coinmarketcal, analisis menyebut bahwa agenda ini masih berada pada tahap awal sebagai bentuk dukungan tata kelola di ekosistem VeBetter. Tanpa kejelasan mengenai implikasi ekonomi yang signifikan, pasar cenderung memandang voting ini sebagai proses DAO rutin dan bagian dari upaya engagement komunitas.

Dalam kondisi seperti ini, agenda governance jarang memicu arus spekulatif yang kuat. Dampaknya diperkirakan hanya sebatas peningkatan aktivitas sosial dan diskusi komunitas dalam jangka pendek, tanpa mengubah narasi fundamental VeChain secara menyeluruh.

Harga VET Tertekan, Turun Hampir 55% dalam 90 Hari

Pergerakan harga Vechain (VET/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Vechain (VET/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah agenda governance tersebut, performa harga VET masih berada dalam tren bearish. Dalam 30 hari terakhir, VET tercatat turun sekitar 34,20%, melemah 33,88% dalam 60 hari, dan anjlok hingga 54,94% dalam 90 hari terakhir.

Dengan suplai beredar sebesar 85,99 miliar token dari total maksimum 86,71 miliar, pasar saat ini dinilai masih menunggu katalis yang lebih kuat dan berdampak langsung terhadap utilitas maupun ekonomi token. Tanpa perubahan fundamental yang jelas, agenda governance VeChain kali ini diperkirakan belum cukup untuk membalikkan tekanan harga VET dalam waktu dekat.

Menurut Tim Research Tokocrypto, biasanya event governance cenderung jadi katalis “soft” (lebih ke engagement) kecuali ada perubahan tokenomics/incentive yang jelas.

“Dampak harga VET/VTHO/B3TR kemungkinan terbatas & jangka pendek; yang penting dipantau adalah hasil voting dan apakah ada perubahan mekanisme reward/allocations setelah periode vote,” tuturnya.

Baca juga: Apa Itu VeChain (VET)?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Partnership Baru Kaia, Tapi KAIA Tetap Merah di $0,053

Kaia (KAIA) kembali menjadi sorotan setelah muncul kabar kemitraan dengan RatioFX yang berfokus pada layanan foreign exchange (FX) dan pembayaran lintas negara berbasis blockchain. Meski berita ini memperkuat narasi Kaia sebagai jaringan untuk transaksi keuangan institusional, harga KAIA justru masih mengalami tekanan dan turun ke area $0,053.

Berdasarkan data pasar terbaru per 9 Februari 2026, KAIA diperdagangkan di kisaran $0,0537 atau melemah sekitar 5,5% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar KAIA tercatat sekitar $335 juta, sementara volume perdagangan harian berada di level $14,97 juta.

RatioFX Gunakan Kaia untuk Gantikan Sistem FX Tradisional

Dilaporkan Coinmarketcal, dalam informasi yang beredar, RatioFX disebut memanfaatkan infrastruktur Kaia untuk menggantikan sistem pembayaran dan transaksi FX konvensional dengan eksekusi yang lebih cepat, instan, serta tetap memenuhi aspek kepatuhan (compliant). Kolaborasi ini menempatkan Kaia dalam narasi besar terkait on-chain FX execution dan cross-border payments, yang saat ini menjadi salah satu tema kuat dalam pengembangan blockchain untuk kebutuhan institusional.

Kemitraan ini juga dinilai sebagai langkah strategis dalam memperluas penggunaan Kaia di sektor keuangan, terutama karena pembayaran lintas negara dan transaksi valuta asing masih didominasi oleh jalur tradisional yang dinilai lebih lambat dan mahal.

Baca juga: Harga KAIA Hari Ini Melejit 37%, Kapitalisasi Pasar Tembus $500 Juta

Analis Nilai Kemitraan Lebih ke Branding daripada Katalis Fundamental

Meski demikian, analisis menyebut bahwa dampak kemitraan ini terhadap harga token KAIA kemungkinan terbatas. Salah satu alasan utamanya adalah karena RatioFX masih dianggap sebagai entitas yang relatif belum dikenal luas, serta belum ada metrik konkret yang dirilis, seperti volume transaksi, komitmen aliran dana, maupun dampak langsung terhadap permintaan token KAIA.

Selain itu, kemitraan ini juga belum menunjukkan perubahan signifikan pada tokenomics atau fundamental protokol Kaia, seperti mekanisme staking, fee sink, atau peningkatan utilitas token secara langsung. Karena itu, perkembangan ini lebih dipandang sebagai milestone bisnis dan branding, bukan katalis besar yang bisa mendorong kenaikan harga jangka panjang.

Harga KAIA Masih Tertekan, Turun 47% dalam 90 Hari

Pergerakan harga Kaia (KAIA/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Kaia (KAIA/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah kabar tersebut, performa harga KAIA masih menunjukkan tren bearish. Dalam 30 hari terakhir, KAIA tercatat turun sekitar 18,45%, lalu melemah 29,20% dalam 60 hari, dan anjlok hingga 47,77% dalam 90 hari terakhir. KAIA juga bergerak dalam rentang harian antara $0,0534 hingga $0,0569.

Saat ini, suplai beredar KAIA tercatat sebesar 6,24 miliar token. Dengan tekanan harga yang masih besar, pasar diperkirakan akan menunggu bukti nyata dari implementasi kemitraan Kaia dan RatioFX, terutama apakah kerja sama tersebut mampu menciptakan penggunaan jaringan yang signifikan dan mendorong permintaan token secara langsung.

Menurut Tim Research Tokocrypto, narasi cross-border payments/FX bisa kuat kalau ada partner distribusi dan volume nyata, tapi sering sulit dinilai tanpa metrik adopsi. Pantau detail implementasi (produk live, target market, KPI) dan apakah kolaborasi ini mendorong demand onchain (fee, staking, atau aktivitas aplikasi) di Kaia.

Baca Juga: 3 Altcoin Pump Fun Ecosystem Ini Meledak Hingga 158% Sepekan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Bangkit dari $1.817! Target $2.200 Jadi Penentu Sinyal Reli ke $2.600

Ethereum (ETH) mulai menunjukkan tanda pemulihan jangka pendek setelah berhasil memantul dari area support penting. Setelah rebound dari level $1.817, ETH kini kembali bergerak di atas $2.000 dan menjadi perhatian trader karena berpotensi menguji zona likuiditas $2.200. Jika level tersebut berhasil ditembus, ETH diperkirakan dapat membuka peluang reli menuju $2.600.

Pada saat penulisan, Ethereum diperdagangkan di sekitar $2.100 dengan kenaikan sekitar 1% dalam 24 jam terakhir. Pemulihan ini terjadi setelah ETH mengalami tekanan turun selama beberapa minggu terakhir akibat penolakan harga di area $3.400 yang memicu penurunan cepat ke zona demand jangka panjang.

Zona $2.100–$2.200 Jadi Resistance Kunci

Dilaporkan Coincu, pergerakan harga ETH menunjukkan bahwa area $1.817 berfungsi sebagai support harian yang kuat, karena sebelumnya juga mampu menahan tekanan jual pada beberapa periode koreksi. Pantulan dari level tersebut dianggap sebagai sinyal awal bahwa buyer mulai kembali masuk.

Namun, ETH kini menghadapi tantangan utama di zona $2.100 hingga $2.200. Area ini sebelumnya berperan sebagai support, tetapi kini berubah menjadi resistance setelah harga jatuh. Analis ProfSatoshiBTC menyebut bahwa jika bulls mampu menembus area tersebut, ETH berpotensi bergerak lebih cepat karena hambatan harga berikutnya dinilai relatif minim hingga mendekati $2.600.

Trader saat ini fokus mengamati reaksi harga di sekitar $2.200, karena level tersebut dianggap sebagai titik penentu apakah pemulihan ini akan berlanjut atau kembali melemah.

Baca juga: Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

RSI Pulih, MACD Mulai Datar, Tapi Tren Besar Masih Belum Jelas

Indikator teknikal menunjukkan adanya pelemahan tekanan bearish, meskipun belum mengonfirmasi pembalikan tren yang kuat. RSI sebelumnya sempat masuk zona oversold saat harga turun, namun kini mulai pulih. Hal ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mungkin mulai mereda.

Sementara itu, MACD masih berada di bawah garis nol, namun mulai menunjukkan pola flattening atau mendatar. Kondisi ini sering dianggap sebagai tanda bahwa momentum bearish melemah, meskipun sinyal reversal masih belum terbentuk secara jelas.

Dengan sinyal yang masih campuran, pelaku pasar dinilai tetap berhati-hati dan cenderung menunggu konfirmasi breakout di atas $2.200 sebelum meningkatkan ekspektasi reli.

Data On-Chain Stabil: TVL $57,28 Miliar dan 906.700 Alamat Aktif

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi fundamental jaringan, data menunjukkan aktivitas Ethereum masih relatif stabil. Total Value Locked (TVL) Ethereum tercatat sebesar $57,28 miliar per 8 Februari 2026. Nilai ini memang lebih rendah dibanding akhir 2025, namun masih lebih tinggi dibanding periode awal 2024, yang menandakan bahwa kapital di jaringan masih bertahan meskipun pasar volatil.

Selain itu, jumlah alamat aktif naik menjadi sekitar 906.700, menunjukkan tingkat keterlibatan pengguna yang masih kuat. Peningkatan ini menandakan bahwa minat terhadap aplikasi dan layanan berbasis Ethereum tetap berjalan meski terjadi pergeseran likuiditas.

Volume perdagangan Ethereum dalam 24 jam terakhir juga tercatat mencapai lebih dari $20,95 miliar, memperlihatkan bahwa pasar masih aktif dan tengah menunggu apakah ETH mampu menembus resistance $2.200 untuk membuka peluang reli menuju $2.600.

Menurut Tim Research Tokocrypto, data ini mengonfirmasi divergensi positif antara harga dan utilitas jaringan. Meskipun harga ETH terkoreksi dari puncaknya di akhir 2025, aktivitas pengguna (alamat aktif) justru tumbuh, menunjukkan bahwa ekosistem DeFi dan aplikasi di atas Ethereum tetap ramai digunakan.

“Bagi trader, level $2.200 adalah area “Make or Break”; breakout di sini dengan volume tinggi (di atas $20 Miliar) akan menjadi konfirmasi pembalikan tren yang valid, sementara kegagalan menembusnya bisa berarti konsolidasi yang lebih lama,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ternyata Ini 3 Hal Paling Dicari Investor Kripto Indonesia

Dalam Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 terdapat hasil survei nasional terhadap 1.851 responden dari berbagai daerah di Indonesia. Dari laporan tersebut terungkap bahwa investor kripto Indonesia cenderung memilih Bitcoin dan Stablecoin, diikuti oleh aset-aset dengan kapitalisasi pasar besar seperti Solana, Ethereum, BNB, dan XRP.

Sumber: Indonesia Crypto & Web3 Industry Report

Menurut Head of Community Coinvestasi, Niki Sekar Dewayani, investor kripto Indonesia sebenarnya tidak didominasi oleh perilaku spekulatif yang ekstrem, walaupun dalam prakteknya ada segmen ritel yang berani mengambil risiko lebih tinggi dan tertarik pada aset dengan kapitalisasi pasar kecil, namun secara umum preferensi pasar masih menunjukkan pendekatan yang rasional.

Industri kripto selama bertahun-tahun, memang sering diasosiasikan dengan keuntungan cepat dan instan seperti persepsi; masuk cepat, keluar cepat, kejar momentum, dan raih keuntungan. Namun data terbaru ini menunjukkan bahwa narasi tersebut mulai bergeser.

Lebih lanjut, Niki juga menjelaskan bahwa dalam memilih platform kripto, investor Indonesia justru menunjukkan sikap yang cukup konservatif. Berdasarkan hasil survei, ada tiga faktor utama yang paling dicari investor kripto saat memilih platform, yaitu kemudahan penggunaan (user friendly), keamanan, dan tingkat kepercayaan terhadap platform itu sendiri.

Sumber: Indonesia Crypto & Web3 Industry Report

Kemudahan Penggunaan (User Friendly): 23,0%

Di posisi teratas, 23,0% responden menyebut bahwa kemudahan atas penggunaan platform menjadi alasan utama mereka memilih dalam platform kripto. 

Mayoritas investor kripto Indonesia kini yang kini didominasi Gen Z dan milenial, sudah akrab betul dengan teknologi, tapi mereka tidak mau ribet. Mereka menginginkan aplikasi yang intuitif, navigasi jelas, dan proses transaksi yang smooth

Keamanan Platform: 20,4%

Tak jauh di bawahnya, 20,4% investor menempatkan keamanan platform sebagai prioritas utama. Angka ini menjadi salah satu indikator bahwa investor kripto Indonesia sudah makin sadar perihal risiko.

Setelah berbagai insiden global, mulai dari peretasan hingga runtuhnya platform besar, pengguna kini jauh lebih selektif. Laporan ini juga menegaskan karakter investor lokal yang risk-aware. Alih-alih spekulatif, mereka cenderung berhitung dan memilih platform dengan sistem keamanan kuat, sejalan dengan regulasi yang semakin ketat di Indonesia.

Reputasi Brand: 11,7%

Menariknya, reputasi atau kepercayaan terhadap brand (11,7%) tetap menjadi faktor kunci, meskipun banyak pilihan aset kripto justru berada di angka lebih tinggi, yaitu 14,9%, dan biaya transaksi rendah di 11,3%.

Ini menunjukkan bahwa meskipun variasi aset tetap penting, namun kepercayaan terhadap brand tetap menjadi fondasi utama dalam pengambilan keputusan investor, terutama di pasar yang sudah teregulasi dan semakin dewasa.

Head of Community Coinvestasi, Niki Sekar di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

Hal ini juga ditegaskan langsung oleh Head of Community Coinvestasi, Niki Sekar Dewayani:

“Dalam konteks memilih platform kripto, ternyata user memilih; pertama kepercayaan terhadap brand, kemudian kemudahan, dan keamanan—baru jika ketiga ini sudah terpenuhi komunitas Web3 lah yang akan menjadi retensi dan edukasinya.”

Temuan mengenai tiga faktor utama dalam memilih platform kripto di atas bukan satu-satunya data penting yang disampaikan dalam ICO 2026 kemarin.

Laporan Indonesia Crypto & Web3 Industry Report 2025 juga memuat beragam insight lain, termasuk ke mana arah pasar kripto Indonesia di 2026 serta bagaimana tren adopsi kripto di Asia terus berkembang seiring meningkatnya regulasi dan partisipasi institusional.

Kalau kamu ingin melihat riset dan insight kripto Indonesia yang lebih lengkap dan mendalam, kamu bisa dapatkan materi riset resminya secara gratis di sini: Riset & Materi Indonesia Crypto Outlook 2026 – Tokocrypto


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Cardano (ADA) Bertahan di Support Kritis $0,27, Sinyal Berbahaya?

Pergerakan harga Cardano (ADA) saat ini berada di fase krusial.

Setelah mengalami koreksi tajam dari puncaknya di atas $1,00 pada pertengahan 2025, Coincu mencatat harga ADA kini turun ke kisaran $0,27 dan bertahan di garis support utama dalam pola descending channel.

Secara teknikal, kondisi ini membuka peluang terjadinya rebound jangka pendek dengan potensi pengujian ulang target harga di area $0,37.

Namun di balik peluang pemulihan harga tersebut, data fundamental jaringan Cardano justru menunjukkan sinyal pelemahan yang signifikan.

Penurunan aktivitas DeFi dan arus modal keluar (capital outflow) memunculkan kekhawatiran bahwa potensi reli teknikal ADA berisiko menjadi bull trap jika tidak didukung oleh pemulihan fundamental.

Baca Juga: Harga Cardano Uji Level US$0,2775, Sinyal Awal Reli 360% ke US$1,35?

Analisis Teknikal: Peluang Rebound Masih Terbuka

Dari sudut pandang teknikal, ADA masih bergerak rapi di dalam pola descending channel yang terbentuk sejak penurunan besar pasca puncak 2025.

Saat ini, harga berada di area support bawah channel, zona yang secara historis sering memicu pantulan harga (technical bounce).

Jika support ini mampu dipertahankan, target pemulihan terdekat berada di kisaran $0,33 hingga $0,37, yang bertepatan dengan area resistance dinamis channel.

Level $0,37 sendiri menjadi target teknikal penting karena berpotensi menjadi titik konfirmasi apakah ADA hanya mengalami relief rally atau benar-benar memulai pembalikan tren jangka menengah.

Namun, skenario ini tetap bersifat spekulatif tanpa dukungan dari faktor fundamental yang kuat.

Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Cardano (ADA/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Fundamental Cardano Melemah: TVL dan Aktivitas DeFi Anjlok

Berbeda dengan potensi teknikalnya, kondisi fundamental jaringan Cardano justru menunjukkan tekanan serius.

Total Value Locked (TVL) Cardano tercatat turun drastis menjadi hanya $129,37 juta, merosot jauh dari level di atas $500 juta pada awal 2025.

Penurunan lebih dari 70% ini mengindikasikan keluarnya likuiditas besar dari ekosistem DeFi Cardano.

Tak hanya TVL, aktivitas perdagangan di sektor decentralized exchange (DEX) Cardano juga mengalami penurunan tajam.

Volume transaksi DEX saat ini hanya berada di kisaran $2,03 juta, angka yang tergolong sangat rendah untuk jaringan layer-1 besar seperti Cardano.

Data ini mencerminkan minimnya aktivitas pengguna serta berkurangnya minat pengembang dan investor terhadap aplikasi DeFi di jaringan tersebut.

Kombinasi penurunan TVL dan volume DEX menjadi sinyal kuat bahwa secara on-chain, ekosistem Cardano sedang berada dalam fase “mati suri”.

Open Interest Tinggi, Spekulasi Memanas

Menariknya, di tengah lesunya fundamental jaringan, data pasar derivatif justru menunjukkan gambaran yang kontras.

Open Interest (OI) ADA tercatat masih sangat tinggi, mencapai sekitar $452 juta. Angka ini menunjukkan besarnya posisi terbuka di pasar futures dan perpetual, menandakan minat spekulatif jangka pendek yang masih sangat aktif.

Tingginya OI di tengah tren harga menurun sering kali menjadi indikator bahwa pasar sedang bersiap menghadapi pergerakan besar.

Kondisi ini menciptakan potensi volatilitas eksplosif, baik dalam bentuk short squeeze (jika harga naik tajam) maupun long squeeze (jika harga kembali jatuh).

Divergensi Berbahaya antara Harga dan Fundamental

Tim Research Tokocrypto menilai kondisi ADA saat ini sedang tidak baik-baik saja dan berpotensi ke arah yang lebih gawat.

“Kondisi ADA saat ini menampilkan Divergensi Berbahaya: Harga dan aktivitas on-chain (DeFi) sedang ‘mati suri’, tetapi minat spekulatif (Open Interest/OI) justru memanas,” tutur Tim Research Tokocrypto.

Di satu sisi, harga menunjukkan peluang teknikal untuk rebound, sementara di sisi lain aktivitas DeFi dan fundamental jaringan justru melemah drastis.

“Tingginya OI di tengah tren harga turun biasanya menjadi sinyal bahwa pasar sedang bersiap untuk pergerakan eksplosif (bisa Short Squeeze ke atas atau Long Squeeze ke bawah).”

Dengan tingginya Open Interest, pasar ADA berada dalam kondisi sensitif terhadap pergerakan harga ekstrem. Investor ritel perlu ekstra waspada terhadap volatilitas mendadak yang bisa terjadi tanpa peringatan.

“Bagi investor, penurunan TVL yang masif adalah bendera merah (red flag); reli teknikal ke $0.37 mungkin saja terjadi, namun tanpa dukungan fundamental DeFi yang pulih, kenaikan tersebut rentan bersifat sementara (bull trap),” lanjut Tim Research Tokocrypto.

Baca Juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!

Waspada Bull Trap

Secara keseluruhan, Cardano (ADA) saat ini berada di persimpangan penting. Peluang pemulihan teknikal masih terbuka selama harga mampu bertahan di area support descending channel.

Namun, lemahnya fundamental jaringan yang ditandai oleh anjloknya TVL dan volume DEX, menjadi faktor risiko utama yang tidak bisa diabaikan.

Bagi investor, reli jangka pendek menuju $0,37 sebaiknya diperlakukan dengan kehati-hatian tinggi.

Tanpa tanda-tanda pemulihan aktivitas on-chain dan arus modal masuk ke ekosistem DeFi Cardano, setiap kenaikan harga berisiko menjadi jebakan bullish di tengah tren turun yang lebih besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kerugian Phishing Kripto Melonjak 200%, Apa yang Harus Diwaspadai?

Ancaman keamanan di dunia kripto kembali meningkat tajam pada awal tahun ini.

Data terbaru yang dipublikasikan BeInCrypto pada Senin (9/2) menunjukkan kerugian akibat serangan signature phishing melonjak hingga 207%, mencapai sekitar $6,3 juta hanya dalam satu bulan.

Ironisnya, lonjakan nilai kerugian ini terjadi meskipun jumlah korban justru turun sekitar 11%, menandakan adanya pergeseran strategi signifikan dari para pelaku kejahatan siber kripto.

Alih-alih menargetkan banyak pengguna kecil, penyerang kini mengadopsi pendekatan yang lebih presisi dan berisiko tinggi: “Whale Hunting”, yakni membidik investor besar atau pemilik dompet dengan nilai aset signifikan.

Fakta paling mencolok, hanya dua korban menyumbang hampir 65% dari total kerugian signature phishing pada periode tersebut.

Baca Juga: Kerugian Kripto di Januari 2026 Tembus Hampir $400 Juta

Dari Serangan Massal ke Target Bernilai Tinggi

Perubahan pola ini menunjukkan evolusi taktik kriminal kripto.

Jika sebelumnya penyerang mengandalkan phishing massal melalui tautan palsu atau situs tiruan, kini mereka lebih fokus pada analisis perilaku dan riwayat transaksi target bernilai besar.

Dengan jumlah korban yang lebih sedikit namun nilai kerugian yang jauh lebih besar, efektivitas serangan meningkat drastis.

Pendekatan ini juga mengurangi risiko terdeteksi, karena aktivitas mencurigakan tidak lagi tersebar ke ribuan korban kecil, melainkan terfokus pada segelintir alamat dompet bernilai tinggi.

Address Poisoning: Ancaman yang Lebih Halus dan Mematikan

Selain signature phishing, metode address poisoning muncul sebagai salah satu teknik paling merugikan.

Dalam satu kasus ekstrem, seorang investor dilaporkan kehilangan $12,25 juta akibat mengirim dana ke alamat palsu yang menyerupai alamat tujuan aslinya.

Address poisoning bekerja dengan cara mengirim transaksi kecil ke dompet korban menggunakan alamat yang dibuat sangat mirip (vanity address) dengan alamat yang sering digunakan korban.

Ketika korban menyalin alamat dari riwayat transaksi tanpa verifikasi menyeluruh, dana dalam jumlah besar bisa terkirim ke alamat penyerang.

Safe Labs mengungkap bahwa mereka telah mengidentifikasi kampanye terkoordinasi yang melibatkan sekitar 5.000 alamat berbahaya, yang secara khusus dirancang untuk mengecoh pengguna dengan pola alamat dan aktivitas yang tampak “familiar”.

Teknik Signature Phishing Semakin Canggih

Signature phishing modern tidak lagi sekadar meminta tanda tangan transaksi sederhana.

Penyerang kini memanfaatkan pemalsuan fungsi izin (permit) dan manipulasi smart contract yang membuat korban tanpa sadar memberikan akses penuh ke aset mereka.

Bagi pengguna dompet self-custody, ancaman ini jauh lebih berbahaya karena tidak melibatkan peretasan langsung.

Secara teknis, korban “menyetujui” transaksi tersebut, sehingga dana dapat berpindah tanpa mekanisme perlindungan tambahan.

Tim Research Tokocrypto menilai situasi ini sebagai alarm serius, khususnya bagi investor yang berpengalaman.

“Data ini adalah peringatan keras bagi smart money dan pengguna dompet self-custody. Penyerang tidak lagi menebar jaring luas, tetapi menggunakan teknik canggih seperti memalsukan izin transaksi dan membuat alamat vanity yang menyerupai histori transaksi korban,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Smart Money Justru Jadi Target Utama

Paradoksnya, kelompok investor yang dianggap paling paham teknologi kini menjadi sasaran utama.

Whale dan investor institusional sering kali melakukan transaksi bernilai besar dan berinteraksi dengan banyak protokol DeFi, sehingga membuka lebih banyak celah sosial-engineering untuk dimanfaatkan.

Selain itu, kepercayaan diri dan rutinitas transaksi yang tinggi dapat menurunkan kewaspadaan, terutama ketika alamat atau kontrak terlihat “mirip” dengan yang biasa digunakan.

Implikasi bagi Keamanan Ekosistem Kripto

Lonjakan kerugian ini menunjukkan bahwa keamanan kripto tidak lagi hanya soal menjaga private key, tetapi juga tentang verifikasi izin, alamat, dan interaksi smart contract secara menyeluruh.

Tanpa perubahan perilaku pengguna, serangan dengan nilai kerugian besar kemungkinan akan terus meningkat, meski jumlah korban tampak menurun.

Bagi industri kripto secara keseluruhan, tren whale hunting ini bisa berdampak pada kepercayaan investor, terutama di tengah adopsi dompet self-custody yang semakin luas.

Baca Juga: Moonbirds Umumkan Migrasi Kontrak & Nesting 2.0, Waspadai Link Scam

Waspada di Era Serangan Presisi Tinggi

Kasus signature phishing dan address poisoning terbaru menegaskan bahwa penjahat kripto kini bermain lebih cerdas, lebih sabar, dan lebih terfokus.

Penurunan jumlah korban bukanlah kabar baik jika diiringi lonjakan kerugian hingga ratusan persen.

Bagi investor ritel maupun institusional, kewaspadaan ekstra menjadi keharusan: selalu periksa detail izin transaksi, verifikasi alamat tujuan, dan hindari kebiasaan menyalin alamat dari histori tanpa pengecekan ulang.

Di era serangan presisi tinggi, satu kesalahan kecil bisa berujung pada kerugian jutaan dolar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com