All posts by 16

Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!

Drama terbaru dalam dunia investasi kripto terjadi setelah Kyle Samani, salah satu pendiri dan figur publik dari Multicoin Capital.

Seperti dilaporkan BeInCrypto pada Senin (9/2), Samani secara terbuka mengkritik proyek Hyperliquid (HYPE) hanya beberapa hari setelah pengumuman pengunduran dirinya dari firma modal ventura besar itu.

Komentar tajam Samani, yang menyebut Hyperliquid sebagai sesuatu yang “salah dalam segala hal”, menarik perhatian luas di komunitas kripto karena berlawanan dengan data on-chain yang menunjukkan entitas terkait Multicoin justru telah mengakumulasi puluhan juta dolar HYPE sebelum kritik itu muncul.

Baca Juga: Hyperliquid Usulkan HIP-4, Hadirkan Pasar Prediksi Tanpa Risiko Likuidasi

Mundur dari Multicoin dan Kecaman Publik

Samani mengumumkan pengunduran dirinya dari Multicoin Capital pada 5 Februari 2026, menandai akhir hampir satu dekade kepemimpinannya sebagai co-founder dan tokoh penting dalam investasi aset kripto institusional.

Dalam pernyataannya, Samani menegaskan bahwa ia akan tetap terlibat dalam kripto, khususnya dalam ekosistem Solana, sebagai bagian dari perannya sebagai Chairman di Forward Industries, sebuah entitas yang fokus pada pengembangan infrastruktur blockchain.

Namun hanya tiga hari setelah pengunduran itu, Samani mengejutkan komunitas dengan kritik publik terhadap Hyperliquid, platform pertukaran perpetual futures yang dikenal karena likuiditas tinggi, biaya rendah, dan teknologi blockchain internalnya.

Ia menuduh Hyperliquid memiliki sistem yang tertutup dan permissioned, mencerminkan model yang bertentangan dengan prinsip desentralisasi yang selama ini diperjuangkannya.

Spekulasi Konflik Internal dalam Multicoin

Kritik Samani datang di tengah laporan bahwa beberapa wallet on-chain yang ditautkan ke Multicoin telah membeli lebih dari $40 juta token HYPE dalam satu bulan terakhir.

Meskipun belum ada konfirmasi resmi dari Multicoin, informasi ini memicu spekulasi bahwa kesenjangan pandangan antara Samani dan tim investasi dapat menjadi salah satu pemicu perpisahan tersebut.

Sementara Samani menekankan pentingnya desentralisasi yang tulen dan keterbukaan kode sumber, langkah Multicoin yang tampak agresif dalam mengakumulasi HYPE justru menunjukkan pendekatan yang lebih pragmatis: mencari profit tinggi dan eksposur likuiditas instan bahkan jika itu berarti memilih proyek dengan struktur yang agak terpusat.

Terang saja, pernyataan Samani memunculkan perdebatan tentang strategi investasi terbaik dalam lanskap kripto saat ini.

Idealisme Desentralisasi vs. Pragmatisme Profit

Menurut para analis dari Tim Research Tokocrypto, peristiwa ini mengungkap dilema besar yang dihadapi banyak venture capital (VC) kripto.

“Drama ini menyingkap dilema besar di kalangan Venture Capital (VC) kripto saat ini: Idealisme Desentralisasi vs Pragmatisme Profit.”

Jika Multicoin berani bertaruh besar ($40M) pada HYPE meskipun ditentang oleh pendirinya sendiri, ini adalah sinyal High Conviction (keyakinan tinggi) dari institusi terhadap model bisnis Hyperliquid.

“Di satu sisi, tokoh seperti Samani merupakan advokat kuat untuk infrastruktur blockchain yang sepenuhnya terdesentralisasi yang mengutamakan transparansi, partisipasi komunitas, dan nilai fundamental jangka panjang,” lanjut Tim Research Tokocrypto.

Di sisi lain, strategi investasi seperti akumulasi HYPE oleh Multicoin menunjukkan bahwa institusi besar kini semakin bersedia mempertimbangkan proyek yang mampu menawarkan likuiditas tinggi dan adopsi pengguna nyata, meskipun struktur internalnya tidak sepenuhnya terbuka atau sepenuhnya terdesentralisasi.

Bagi investor institusional, hal ini bisa dibaca sebagai sinyal keyakinan tinggi terhadap potensi pertumbuhan Hyperliquid.

“Bagi investor ritel, ini bisa dibaca sebagai sinyal bullish untuk HYPE, karena institusi tampaknya bersedia mentolerir risiko sentralisasi demi mengejar likuiditas dan adopsi pengguna yang nyata,” tutup Tim Research Tokocrypto.

Reaksi Komunitas Kripto

Komentar Samani menuai beragam respons di komunitas. Beberapa pihak setuju dengan kritiknya dan mengajak diskusi soal standar desentralisasi yang “sejati”.

Namun, ada pula yang justru membela Hyperliquid, menekankan bahwa proyek tersebut memberikan nilai nyata melalui likuiditas dan peluang trading yang kuat.

Hal ini mencerminkan adanya pertentangan yang lebih luas di antara pelaku pasar mengenai apa yang sebenarnya merupakan “nilai fundamental” dalam proyek blockchain.

Dampak terhadap Harga HYPE dan Industri Kripto

Terlepas dari kritik publik, token HYPE tampaknya menunjukkan ketahanan yang relatif kuat di pasar, mencerminkan bahwa minat investor mungkin lebih dipengaruhi oleh peluang utilitas dan likuiditas daripada narasi reputasional semata.

Sementara itu, perdebatan ini bisa membuka ruang untuk diskusi lebih luas tentang bagaimana investor, baik ritel maupun institusional, harus mengevaluasi proyek kripto di tengah lanskap yang terus berkembang.

Baca Juga: Ini Alasan Harga Bitcoin Hancur Menurut Multicoin Capital

Narasi yang Berlangsung

Peristiwa di sekitar kritik Samani terhadap Hyperliquid tidak hanya menceritakan tentang satu individu atau satu proyek.

Ini mencerminkan konflik ideologi dan strategi investasi yang lebih dalam dalam industri kripto: antara mereka yang melihat masa depan penuh dengan sistem desentralisasi yang murni, dan mereka yang mengejar efisiensi, adopsi, dan profit melalui pendekatan yang lebih pragmatis.

Dengan spekulasi yang masih terus berkembang dan data on-chain yang terus dipantau, dinamika ini kemungkinan akan menjadi salah satu narasi kunci di pasar kripto sepanjang 2026.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali bergerak di zona hijau setelah mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Tokocrypto pada Senin (9/2), harga Bitcoin (BTC) saat ini berada di level $70.682,42 per BTC, menguat sekitar +2,23% dibandingkan hari sebelumnya.

Kenaikan ini menjadi sinyal pemulihan jangka pendek di tengah tekanan koreksi yang masih membayangi pergerakan harga dalam beberapa bulan terakhir.

Secara fundamental, kapitalisasi pasar Bitcoin kini tercatat mencapai $1.412,69 miliar, menegaskan posisinya sebagai aset kripto dengan valuasi terbesar di dunia dan menempati peringkat pertama secara global.

Sementara itu, volume perdagangan harian BTC berada di kisaran $41,53 miliar, mencerminkan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi serta minat investor yang tetap terjaga meski volatilitas belum sepenuhnya mereda.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000

Pergerakan Harga BTC Hari Ini

Dalam rentang perdagangan 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak di kisaran $68.932,31 hingga $72.206,91.

Level terendah harian ini sempat menjadi area uji kekuatan support sebelum akhirnya BTC berhasil rebound dan kembali menembus area psikologis $70.000.

Pergerakan ini mengindikasikan adanya aksi beli yang cukup solid di area bawah, terutama dari pelaku pasar jangka pendek.

Dari sisi perubahan harga intraday, Bitcoin mencatatkan kenaikan +0,57% dalam 1 jam terakhir, menandakan momentum positif yang masih berlanjut.

Namun, jika dilihat dalam perspektif mingguan, BTC masih mengalami koreksi sekitar -5,22% dalam 7 hari terakhir, menegaskan bahwa tren jangka menengah masih berada dalam fase konsolidasi.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Tekanan Koreksi Masih Terlihat dalam Jangka Menengah

Meskipun menguat hari ini, data historis menunjukkan Bitcoin masih berada dalam tekanan jika ditarik ke rentang waktu yang lebih panjang.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC tercatat turun sekitar $19.608,85 atau -21,67%.

Koreksi serupa juga terlihat pada periode 60 hari (-20,95%) dan 90 hari (-33,62%), mencerminkan fase penyesuaian harga yang cukup dalam setelah reli besar sebelumnya.

Sebagai perbandingan, rekor tertinggi sepanjang masa (all-time high) Bitcoin tercatat di level $126.198,07.

Dengan harga saat ini, BTC masih diperdagangkan jauh di bawah puncaknya, yang bagi sebagian investor justru dianggap sebagai peluang akumulasi jangka panjang, terutama bagi mereka yang memiliki toleransi risiko tinggi.

Data Pasokan dan Struktur Pasar Bitcoin

Dari sisi suplai, jumlah Bitcoin yang beredar saat ini mencapai 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,17% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.

Keterbatasan suplai inilah yang selama ini menjadi salah satu fondasi utama nilai Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital (digital store of value).

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (Fully Diluted Market Cap) Bitcoin tercatat sebesar $1.488,80 miliar, mencerminkan valuasi BTC jika seluruh pasokan maksimum telah beredar di pasar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

Prospek Harga BTC ke Depan

Secara teknikal, penguatan harga BTC hari ini membuka peluang bagi Bitcoin untuk kembali menguji area resistance di sekitar $72.000–$73.000.

Jika level ini berhasil ditembus dengan volume yang kuat, potensi reli lanjutan ke area yang lebih tinggi bisa terbuka.

Namun sebaliknya, kegagalan bertahan di atas $70.000 dapat memicu tekanan jual lanjutan dan membawa BTC kembali menguji support di area $68.000.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, investor dan trader disarankan tetap mencermati pergerakan volume, sentimen makro, serta faktor global yang berpotensi memengaruhi pasar kripto.

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa meski pemulihan jangka pendek mulai terlihat, kehati-hatian tetap menjadi kunci dalam mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik Tipis 0,84% di Tengah Gejolak Extreme Fear

Harga Pi Network (PI) hari ini tercatat mengalami penguatan tipis dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data pasar terbaru dari Coinmarketcap pada Senin (9/2), PI naik sekitar 0,842% ke level $0,146, mencerminkan pergerakan positif yang terjadi di tengah pemulihan pasar kripto secara umum.

Meski demikian, kenaikan ini dinilai masih relatif lemah karena berada di bawah performa rata-rata pasar kripto global yang mencatatkan kenaikan sekitar 2,1% pada periode yang sama.

Pergerakan harga Pi Network hari ini lebih mencerminkan efek ikut arus (beta move) dari penguatan kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan, alih-alih didorong oleh katalis spesifik dari proyek Pi itu sendiri.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sentimen terhadap PI masih cenderung pasif dan bergantung pada arah pasar secara makro.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Koreksi ke $0,144, Tekanan Masih Jadi Beban

Kenaikan PI Didorong Efek Pasar, Bukan Katalis Internal

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Senin, 9 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto global mengalami peningkatan sekitar 2,1%. Di tengah kondisi tersebut, Pi Network ikut bergerak naik, meskipun dengan laju yang lebih lambat.

Kenaikan sebesar 0,84% ini mengindikasikan bahwa PI hanya memperoleh dorongan beta yang terbatas dari pasar yang sedang menguat.

Likuiditas Pi Network yang relatif tipis turut memengaruhi pola pergerakannya. Rasio turnover PI tercatat sangat rendah, yakni sekitar 0,0071, yang menandakan volume transaksi masih minim.

Dalam kondisi likuiditas rendah, pergerakan harga sering kali diperbesar oleh aliran dana kecil, tanpa perlu adanya permintaan yang signifikan.

Hal ini menjelaskan mengapa PI dapat mencatat kenaikan harga meski tanpa dukungan volume yang kuat.

Volume Perdagangan Menurun, Sinyal Minat Masih Lemah

Alih-alih meningkat, volume perdagangan Pi Network justru mengalami penurunan tajam. Data menunjukkan volume transaksi PI turun sekitar 39% menjadi $9,2 juta.

Penurunan volume ini menjadi sinyal penting bahwa kenaikan harga PI belum didukung oleh partisipasi pasar yang luas.

Dalam analisis pasar kripto, reli harga yang sehat umumnya ditopang oleh peningkatan volume.

Sebaliknya, kenaikan harga dengan volume yang melemah sering kali dianggap rapuh dan berisiko mengalami koreksi dalam waktu singkat.

Kondisi ini memperkuat pandangan bahwa penguatan Pi Network hari ini lebih bersifat teknikal dan sementara.

Sentimen Pasar Masih Dikuasai “Extreme Fear”

Faktor lain yang membayangi pergerakan Pi Network adalah kondisi sentimen pasar kripto secara keseluruhan. Indeks Fear & Greed saat ini berada di level 9, yang masuk kategori “Extreme Fear”.

Sentimen ini mencerminkan kehati-hatian tinggi dari investor, di mana minat beli masih terbatas dan pelaku pasar cenderung menunggu kepastian arah.

Dalam lingkungan pasar yang diliputi ketakutan ekstrem, aset kripto dengan fundamental dan likuiditas kuat biasanya menjadi acuan utama.

Sementara itu, altcoin dengan likuiditas tipis seperti PI cenderung bergerak mengikuti arah pasar tanpa memiliki daya dorong mandiri yang kuat.

Prospek Harga Pi Network dalam Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, pergerakan harga Pi Network akan sangat bergantung pada kemampuannya mempertahankan level support di sekitar $0,14.

Jika area ini mampu dipertahankan, PI berpeluang menguji resistance terdekat di kisaran $0,15.

Level ini menjadi zona psikologis penting yang perlu ditembus untuk membuka peluang penguatan lanjutan.

Namun, jika harga PI gagal bertahan di atas $0,14, risiko penurunan kembali menuju area terendah mingguan cukup terbuka.

Tanpa adanya katalis fundamental atau peningkatan volume yang signifikan, pergerakan PI masih rentan mengikuti fluktuasi sentimen pasar global.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 5%, Dipicu Sentimen Makro

Tren Netral dengan Risiko Tinggi

Secara keseluruhan, kenaikan harga Pi Network hari ini mencerminkan pergerakan netral cenderung positif, namun dengan tingkat keyakinan yang rendah.

Tidak adanya katalis spesifik, ditambah dengan volume perdagangan yang menurun, menunjukkan bahwa reli ini masih rapuh dan sangat bergantung pada stabilitas pasar kripto secara umum.

Investor disarankan untuk mencermati pergerakan Bitcoin sebagai pemimpin pasar, serta perubahan pada indeks Fear & Greed.

Pertanyaan utama ke depan adalah apakah Pi Network mampu merebut kembali dan bertahan di atas level $0,15 dengan dukungan volume yang meningkat, atau justru kembali melemah seiring sentimen pasar yang masih diliputi ketakutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mulai Bangkit, BTC di Atas $70.000

Pasar kripto hari ini, Senin (9/2) mulai menunjukkan tanda pemulihan setelah aksi jual panik mereda, ditandai dengan Bitcoin yang kembali menembus level $70.000. Rebound ini turut diikuti altcoin berisiko tinggi, dengan DUSK melonjak 36% ke $0,128843, PYR menguat 20% ke $0,387177, dan ZIL naik 13% ke $0,00469.

Meski BTC, ETH, dan XRP berhasil bangkit, reli ini masih dinilai rapuh. XRP memang didorong akumulasi whale, namun struktur pasar secara keseluruhan masih sensitif terhadap tekanan jual lanjutan dan sentimen makro. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Saat Bitcoin Kembali di Ats $70K

  • DUSK melonjak 36% hari ini, capai level harga $0,128843
  • PYR tumbuh positif 20%, harga kini di level $0,387177.
  • ZIL catat kenaikan signifikan 13% sentuh $0,00469.

Kripto Bangkit Setelah Aksi Jual Panik, Dipimpin Penguatan BTC & XRP

  • Bitcoin kembali melampaui $70.000 diikuti lonjakan altcoin.
  • XRP naik didorong akumulasi whale, namun tren pasar masih rapuh.
  • BTC, ETH, dan XRP pulih sementara; pasar tetap rawan turun kembali.

Deposit Panen Reward dengan VA BCA di Tokocrypto

Sinyal Pemulihan: 3 Altcoin yang Wajib Masuk Watchlist

  • DCR: Naik di atas $20,22; incar resistensi $25,94 dengan momentum bullish.
  • POL: Sentuh dasar $0,0839; divergensi bullish sinyalkan potensi pemulihan.
  • OP: Dekati jenuh jual di $0,1579; berisiko lanjut turun atau segera memantul.

Peristiwa Kripto Utama yang Wajib Dipantau Minggu Ini

  • The Fed suntik $8,3 miliar untuk stabilisasi pasar.
  • Penutupan pemerintahan AS picu kelangkaan data dan volatilitas pasar.
  • Perubahan kepemimpinan Fed berisiko pengaruhi bunga dan inflasi.

Baca juga: Riset Kripto 2-6 Feb 2026: Bitcoin Menurun, Altcoin Ada Harapan?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

USDC Makin Agresif! Circle Kerja Sama dengan Polymarket

Circle resmi mengumumkan kerja sama strategis dengan Polymarket, platform prediction market terbesar di dunia. Kolaborasi ini disebut bertujuan mendukung evolusi terbaru pasar keuangan berbasis on-chain, khususnya pada sektor prediction market yang kini semakin berkembang sebagai instrumen finansial berbasis informasi.

Dalam pengumuman resminya, Circle menyebut bahwa kemitraan ini akan memperkuat fondasi stablecoin di ekosistem prediction market dengan menghadirkan infrastruktur stablecoin yang transparan dan sepenuhnya didukung cadangan (fully-reserved). Langkah ini dinilai penting karena prediction market kini mulai berkembang lebih luas dan membutuhkan sistem penyelesaian transaksi yang lebih kuat dan andal.

Fokus Kemitraan: Stablecoin Transparan dan Settlement Lebih Mulus

Circle menjelaskan bahwa kerja sama dengan Polymarket akan difokuskan pada tiga hal utama. Pertama, membawa infrastruktur stablecoin yang transparan dan fully-reserved ke pasar prediksi agar pengguna memiliki keyakinan lebih tinggi terhadap sistem transaksi.

Kedua, meningkatkan reliabilitas settlement serta mengurangi hambatan transaksi seiring meningkatnya skala pasar. Dengan aktivitas prediction market yang semakin besar, proses settlement yang cepat dan minim friction dianggap menjadi kebutuhan utama untuk menjaga efisiensi dan kenyamanan pengguna.

Ketiga, memperkuat kepercayaan pasar ketika partisipasi dan likuiditas semakin tumbuh. Circle menilai bahwa stablecoin seperti USDC dapat berperan sebagai pilar utama dalam mendorong sistem keuangan baru yang lebih terbuka dan berbasis data.

Circle Sebut Prediction Market Mulai Jadi Alat Keuangan Dunia Nyata

Circle menegaskan bahwa prediction market kini mulai berkembang dari sekadar platform spekulasi menjadi alat finansial berbasis informasi yang dapat digunakan dalam konteks dunia nyata. Kemitraan ini menjadi sinyal bahwa Circle melihat prediction market sebagai bagian penting dari masa depan sistem keuangan on-chain.

Dalam pernyataannya, Circle juga menekankan bahwa USDC dan infrastrukturnya berpotensi menjadi jalur utama (foundational rails) untuk mendukung ekosistem pasar prediksi yang lebih matang dan terintegrasi, terutama ketika permintaan dan volume transaksi semakin meningkat.

Kemitraan Circle dan Polymarket ini dipandang sebagai langkah strategis dalam memperluas penggunaan USDC, sekaligus memperkuat posisi stablecoin sebagai infrastruktur inti dalam perkembangan pasar keuangan on-chain generasi berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, integrasi infrastruktur Circle ke dalam Polymarket melegitimasi pasar prediksi sebagai sektor finansial on-chain yang serius. Penggunaan USDC yang fully-reserved akan meningkatkan kepercayaan pengguna dan likuiditas platform secara signifikan.

Baca juga: Circle Lepas 250 Juta USDC di Solana: Investor Wajib Waspada!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

POL Sentuh $0,0976, Polygon Burn 25,7 Juta Token dalam Sebulan

Polygon mencatat pembakaran token besar sepanjang Januari 2026. Data terbaru menunjukkan sebanyak 25.735.922 token POL telah dibakar melalui mekanisme biaya jaringan (network fees). Jumlah tersebut setara dengan sekitar 0,24% dari total suplai POL, menandakan adanya pengurangan pasokan yang cukup signifikan dalam satu bulan.

Pembakaran token ini terjadi seiring aktivitas transaksi jaringan Polygon yang terus menghasilkan fee, di mana sebagian biaya tersebut dialokasikan untuk mekanisme burn. Langkah tersebut membuat POL secara bertahap menjadi lebih langka karena suplai berkurang dari waktu ke waktu.

Harga POL Menguat ke $0,0976, Market Cap Tembus $1,03 Miliar

Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah kabar burn token tersebut, harga Polygon Ecosystem Token (POL) tercatat berada di kisaran $0,0976 atau naik sekitar 2,2%. Kapitalisasi pasar POL kini mencapai sekitar $1,03 miliar, sementara volume perdagangan 24 jam berada di level $73,61 juta.

Data juga menunjukkan suplai beredar POL saat ini berada di angka 10,59 miliar token. Meski mengalami kenaikan harian, performa POL dalam jangka menengah masih menunjukkan tekanan. Dalam 30 hari terakhir, POL turun sekitar 32,02%, kemudian melemah 21,46% dalam 60 hari, dan anjlok 46,25% dalam 90 hari terakhir.

Baca juga: Harga POL Masih $0,19, Polygon Justru Meledak $3,50 Miliar Payments

Burn Token Jadi Sorotan, Investor Pantau Dampaknya ke Harga

Pembakaran token dalam jumlah besar biasanya menjadi perhatian investor karena berpotensi mempengaruhi keseimbangan suplai dan permintaan. Dengan suplai yang menyusut, burn sering dianggap sebagai faktor deflasi yang dapat mendukung harga jika permintaan tetap stabil atau meningkat.

Namun, pasar masih memantau apakah burn POL ini akan cukup kuat untuk memberikan dorongan harga dalam jangka panjang, terutama di tengah volatilitas pasar kripto yang masih tinggi. Meski demikian, burn 25,7 juta token dalam satu bulan menjadi sinyal bahwa aktivitas jaringan Polygon tetap berjalan dan menghasilkan fee yang signifikan sepanjang Januari 2026.

Menurut Tim Research Tokocrypto, mekanisme pembakaran ini menegaskan model ekonomi deflasi Polygon yang didorong oleh utilitas nyata. Pengurangan suplai yang konsisten memberikan tekanan positif pada kelangkaan token jangka panjang.

Baca juga: Polygon (POL) Naik 5% & Trending Hari Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum Terkapar di $2.100, Investor AS Diduga Ramai-Ramai Cabut?

Ethereum (ETH) kembali mengalami tekanan besar setelah koreksi tajam menyeret harga turun hingga menguji kembali area psikologis $2.100. Di tengah pelemahan ini, data on-chain terbaru menunjukkan adanya perubahan sentimen pasar yang cukup signifikan, terutama dari investor Amerika Serikat.

Dilaporkan Crypto Quant, salah satu indikator yang menjadi sorotan adalah Ethereum Coinbase Premium Index, yang kini dilaporkan turun ke level terendah sejak Juli 2022. Penurunan tajam pada indikator ini memunculkan spekulasi bahwa tekanan jual ETH saat ini banyak berasal dari pihak institusional AS, bukan semata aksi jual investor ritel global.

Baca juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Coinbase Premium ETH Anjlok, Sinyal Tekanan Jual Datang dari AS

Dalam analisis terbaru, Coinbase Premium Index Ethereum (30-day Moving Average) tercatat jatuh ke level paling rendah sejak periode bear market 2022. Indikator ini mengukur selisih harga antara pasangan ETH/USD di Coinbase Pro yang sering dijadikan proxy aktivitas institusi AS, dibandingkan ETH/USDT di Binance yang lebih merepresentasikan pasar ritel global.

Ketika indeks ini berada pada level negatif, artinya ETH diperdagangkan lebih murah di Coinbase dibanding Binance. Kondisi tersebut menjadi sinyal bahwa tekanan jual lebih besar terjadi di pasar AS, karena pelaku pasar di Coinbase cenderung menjual ETH pada harga diskon dibandingkan pasar global.

Data ini memperkuat indikasi bahwa investor institusional Amerika Serikat saat ini sedang melakukan aksi “de-risking” atau mengurangi eksposur secara agresif. Di sisi lain, investor ritel global dinilai masih cenderung bertahan atau bahkan mulai melakukan pembelian saat koreksi.

Terendah Sejak 2022, Bisa Jadi Bearish Lanjutan atau Sinyal Kapitulasi

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Situasi ini memunculkan dua kemungkinan utama. Pertama, kondisi tersebut bisa memperpanjang momentum bearish karena permintaan dari investor AS yang biasanya menjadi pendorong utama reli kripto kini dinilai menghilang. Jika tekanan jual dari institusi terus berlanjut, maka peluang pemulihan harga ETH dalam waktu dekat dapat tertahan.

Namun, di sisi lain, penurunan ekstrem pada Coinbase Premium juga bisa menjadi sinyal kontrarian. Secara historis, level premium yang sangat negatif sering muncul pada fase “capitulation”, yakni ketika tekanan jual mencapai titik ekstrem dan pelaku pasar besar mulai kehabisan suplai untuk dijual. Dalam beberapa kasus, kondisi ini justru menjadi pertanda terbentuknya bottom lokal sebelum harga kembali pulih.

Level $2.100 Jadi Kunci, Pemulihan Butuh Premium Kembali Normal

Area $2.100 kini dianggap sebagai level support penting secara teknikal sekaligus psikologis. Meski begitu, analis menilai bahwa pembalikan tren yang berkelanjutan hanya bisa terjadi jika Coinbase Premium mulai kembali normal atau berbalik positif.

Selama investor AS masih menjual ETH dengan harga lebih murah dibandingkan pasar global, potensi kenaikan harga dinilai akan tetap terbatas. Dengan kata lain, pemulihan ETH masih akan sulit terjadi jika tekanan jual dari institusi Amerika Serikat belum mereda.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, premi negatif ekstrem sering menjadi penanda fase kapitulasi akhir (“contrarian buy signal”).

“Namun, untuk pemulihan berkelanjutan, permintaan institusi AS harus kembali positif. Selama premi tetap negatif, momentum kenaikan harga akan sangat terbatas,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Inflow Stablecoin Meledak, Investor Kripto Mulai Balik?

Arus masuk stablecoin ke bursa kripto dilaporkan meningkat tajam meski tekanan jual di pasar masih berlangsung kuat. Data terbaru menunjukkan bahwa ketika Bitcoin (BTC) perlahan mendekati koreksi sekitar 50% dari rekor tertinggi (all time high/ATH) pada Oktober, aktivitas stablecoin justru mulai mengalami lonjakan yang signifikan.

Dilaporkan Crypto Quant, kondisi ini menjadi sorotan karena stablecoin umumnya digunakan sebagai “amunisi” untuk membeli aset kripto. Kenaikan inflow stablecoin ke exchange sering dianggap sebagai indikasi bahwa investor mulai menyiapkan modal untuk masuk kembali ke pasar, terutama saat harga mengalami penurunan besar.

Inflow Stablecoin Sempat Anjlok ke $51 Miliar di Desember 2025

Pada akhir Desember 2025, rata-rata mingguan inflow stablecoin (7-day moving average) tercatat turun hingga $51 miliar. Angka tersebut disebut mencerminkan lemahnya permintaan pasar yang sudah terjadi selama beberapa bulan terakhir, seiring investor cenderung menahan diri dan pasar bergerak dalam tekanan bearish.

Penurunan inflow stablecoin pada periode tersebut juga menandakan minimnya modal baru yang masuk ke bursa, sehingga memperkuat kondisi lesu dan rendahnya minat beli di pasar kripto secara keseluruhan.

Kini Melonjak ke $98 Miliar, Melewati Rata-rata 90 Hari

Namun, tren tersebut mulai berubah. Data terbaru menunjukkan bahwa inflow stablecoin ke exchange kini melonjak ke $98 miliar. Angka tersebut berarti inflow stablecoin telah meningkat hampir dua kali lipat dibandingkan level akhir Desember 2025.

Selain itu, inflow stablecoin saat ini juga telah bergerak melampaui rata-rata 90 hari yang berada di angka $89 miliar. Hal ini mengindikasikan bahwa laju penempatan modal (capital deployment) mulai meningkat dalam beberapa minggu terakhir, di tengah kondisi pasar yang masih tertekan.

Lonjakan ini menjadi sinyal bahwa pasar mulai menerima pasokan likuiditas baru, yang dinilai sangat dibutuhkan untuk menahan tekanan penurunan harga lebih lanjut.

Tekanan Jual Masih Tinggi, Tapi Investor Mulai Masuk Bertahap

Meski inflow stablecoin meningkat, laporan menyebut bahwa tekanan jual di pasar masih terlalu kuat untuk sepenuhnya diserap oleh modal yang masuk. Artinya, kenaikan inflow belum cukup untuk langsung membalikkan tren, karena aksi jual masih mendominasi pergerakan pasar.

Namun, kondisi tersebut tetap dianggap sebagai sinyal positif karena menunjukkan bahwa minat investor mulai kembali muncul di level koreksi saat ini. Lonjakan inflow stablecoin mengindikasikan bahwa sebagian pelaku pasar mulai melakukan aksi beli bertahap atau “buy the dip”, meskipun tren pemulihan masih memerlukan penguatan lebih lanjut.

Dengan meningkatnya aliran stablecoin, pasar kini dipantau untuk melihat apakah momentum pembelian bisa bertambah kuat dan mampu mengimbangi tekanan jual yang masih tinggi.

Menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan inflow stablecoin adalah indikator “smart money” yang sedang melakukan deployment modal (“buy the dip”). Ketersediaan likuiditas segar di bursa ini krusial untuk menyerap tekanan jual dan membentuk landasan harga (floor) yang solid.

Baca juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alarm Bear Market? Long-Term Holder Bitcoin Kembali Masuk Fase Loss

Bitcoin kembali memunculkan sinyal tekanan pasar yang dinilai cukup serius setelah data terbaru menunjukkan Long-Term Holders (LTH) atau pemegang jangka panjang mulai memasuki zona kerugian untuk pertama kalinya sejak 2022. Kondisi ini menjadi perhatian karena dalam siklus sebelumnya, pergeseran LTH ke fase rugi sering kali memicu percepatan penurunan harga dan meningkatkan tekanan jual di pasar.

Dilaporkan Crypto Quant, sata tersebut ditunjukkan melalui dua grafik utama yang membandingkan pola pergerakan LTH pada siklus sebelumnya dengan kondisi saat ini. Dalam analisis historis, fase rugi bagi investor jangka panjang dianggap sebagai salah satu indikator penting yang dapat mengubah sentimen pasar dari bertahan menjadi panik.

Pola 2021: Saat LTH Rugi, Tekanan Jual Bitcoin Makin Dalam

Grafik pertama memperlihatkan bahwa pada siklus 2021, ketika LTH memasuki zona rugi, momentum penurunan Bitcoin justru meningkat tajam. Kondisi tersebut menjadi awal dari tekanan jual yang lebih agresif, di mana investor yang sebelumnya cenderung bertahan mulai kehilangan keyakinan terhadap tren harga.

Pada periode itu, masuknya LTH ke zona rugi menandakan bahwa bahkan investor yang telah memegang Bitcoin dalam jangka panjang mulai terdampak koreksi harga. Hal tersebut memicu efek psikologis yang kuat, karena LTH biasanya dianggap sebagai kelompok yang paling tahan terhadap volatilitas pasar.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

Kondisi Saat Ini: LTH Kembali Masuk Fase Loss

Grafik kedua menunjukkan bahwa situasi serupa kini kembali terjadi. Data terbaru mencatat bahwa per hari ini, Long-Term Holders kembali memasuki fase kerugian. Ini menjadi momen penting karena menandakan perubahan besar dalam struktur pasar, di mana tekanan harga sudah cukup dalam hingga menekan rata-rata biaya beli investor jangka panjang.

Masuknya LTH ke fase rugi juga sering dikaitkan dengan potensi munculnya panic selling, terutama jika tekanan turun terus berlanjut. Jika investor jangka panjang mulai melepas aset, maka tekanan jual dapat meningkat lebih cepat dibanding fase koreksi biasa.

Analis Ingatkan Risiko Bearish, Trader Diminta Tidak Terburu-buru Ambil Posisi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kesimpulan dari pola historis 2021 menunjukkan bahwa masuknya LTH ke zona rugi sering kali menjadi awal transisi pasar menuju fase bearish yang lebih panjang. Kondisi tersebut biasanya memicu gelombang aksi jual berbasis kepanikan, bukan sekadar koreksi teknikal.

Karena itu, analis menilai bahwa mengambil posisi terlalu cepat tanpa adanya konfirmasi tren yang jelas dapat meningkatkan risiko penurunan lebih dalam pada level harga saat ini. Dengan sinyal ini, pelaku pasar disarankan untuk lebih berhati-hati dan menunggu validasi arah tren sebelum melakukan positioning agresif.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kapitulasi LTH adalah pedang bermata dua: di satu sisi memicu volatilitas downside ekstrem jangka pendek, namun di sisi lain diperlukan untuk membersihkan sisa supply overhang sebelum pasar bisa membentuk bottom yang valid.

Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

DEX Perpetual DipCoin Luncurkan Program Insentif Horizon Season 1

Platform DEX perpetual DipCoin resmi meluncurkan program insentif terbarunya bertajuk “Horizon” Season 1.

Menurut laporan Cryptodaily, Horizon Season 1 merupakan sebuah skema berbasis poin yang dirancang untuk memberikan reward kepada trader dan penyedia likuiditas (liquidity provider/LP).

Program ini menjadi langkah strategis DipCoin dalam mempercepat pertumbuhan volume transaksi sekaligus memperluas basis pengguna di tengah persaingan ketat sektor DeFi perpetual.

Peluncuran Horizon Season 1 menandai adopsi penuh DipCoin terhadap tren Points Meta, sebuah pendekatan insentif yang kini menjadi standar industri dalam fase bootstrap liquidity bagi protokol DeFi generasi baru.

Baca Juga: Teknologi Meteora di Solana: DEX, Dynamic Liquidity, dan Likuiditas

Apa Itu Horizon Season 1 DipCoin?

Horizon Season 1 memperkenalkan sistem poin yang diberikan kepada pengguna berdasarkan aktivitas mereka di platform, seperti:

  • Aktivitas trading perpetual
  • Penyediaan likuiditas
  • Partisipasi dalam sistem referral

Poin yang dikumpulkan selama musim berlangsung berpotensi dikonversi menjadi reward di masa depan, termasuk kemungkinan airdrop token, insentif ekosistem, atau hak partisipasi dalam tata kelola protokol.

Model ini bertujuan menciptakan insentif jangka pendek yang agresif untuk menarik likuiditas dan meningkatkan user engagement, terutama dari kalangan trader aktif dan yield hunter.

Points Meta: Standar Baru di DeFi

Menurut tim research Tokocrypto, pendekatan ini bukanlah hal baru di industri kripto.

“Program insentif berbasis poin telah menjadi standar baku untuk bootstrap likuiditas di DeFi (Points Meta). Ini peluang bagi airdrop hunter, namun tantangan sebenarnya bagi DipCoin adalah mempertahankan likuiditas tersebut setelah musim insentif berakhir,” jelas tim research Tokocrypto.

Dalam dua tahun terakhir, berbagai protokol besar seperti DEX, Layer-2, hingga platform perpetual futures menggunakan sistem poin sebagai pre-token incentive.

Strategi ini terbukti efektif menciptakan lonjakan volume dalam waktu singkat, namun sering kali menghadapi penurunan aktivitas setelah program berakhir.

Strategi Pertumbuhan DipCoin di Pasar Perpetual DEX

Sektor perpetual DEX merupakan salah satu segmen paling kompetitif di DeFi, dengan dominasi platform besar yang telah memiliki likuiditas dan basis pengguna kuat. Bagi DipCoin, Horizon Season 1 berfungsi sebagai:

  1. Alat Akuisisi Pengguna Cepat
    Sistem poin menarik trader oportunistik dan komunitas airdrop hunter yang siap memindahkan likuiditas dalam waktu singkat.
  2. Peningkatan Volume Perdagangan
    Volume menjadi metrik kunci untuk membangun reputasi DEX perpetual, terutama dalam menarik market maker dan trader profesional.
  3. Pengujian Ketahanan Infrastruktur
    Lonjakan aktivitas selama musim insentif juga menjadi ajang stress test bagi sistem trading DipCoin.

Namun demikian, keberhasilan jangka panjang DipCoin tidak hanya ditentukan oleh besarnya insentif, melainkan oleh kualitas produk inti.

Tantangan Pasca-Insentif: Retensi Likuiditas

Sejarah DeFi menunjukkan bahwa banyak protokol mengalami liquidity cliff setelah program insentif berakhir.

Likuiditas dan volume yang bersifat “sementara” akan menguap jika tidak diikuti oleh UI/UX trading yang kompetitif, biaya transaksi yang efisien, likuiditas order book yang stabil, serta keamanan dan transparansi protokol.

Bagi DipCoin, Horizon Season 1 hanyalah langkah awal. Tantangan sebenarnya adalah mengonversi pengguna berbasis insentif menjadi pengguna loyal.

Peluang bagi Trader dan Airdrop Hunter

Dari sisi pengguna, Horizon Season 1 menawarkan peluang menarik, terutama bagi trader aktif dan penyedia likuiditas yang terbiasa mengikuti ekosistem points-based incentive.

Namun, pengguna tetap perlu memperhatikan risiko volatilitas pasar perpetual, biaya dan slippage, serta keberlanjutan reward jangka panjang.

Partisipasi dalam program insentif sebaiknya disertai manajemen risiko yang matang, bukan semata berburu poin.

Baca Juga: Cara Mengetahui Narasi Pasar Kripto dengan Dexu.ai, Wajib Coba!

Peluncuran Horizon Season 1 menegaskan ambisi DipCoin untuk bersaing di arena DEX perpetual melalui strategi insentif modern berbasis poin.

Dalam jangka pendek, program ini berpotensi mendorong lonjakan volume dan aktivitas pengguna secara signifikan.

Namun, keberhasilan jangka panjang DipCoin akan sangat ditentukan oleh kemampuannya mempertahankan likuiditas setelah musim insentif berakhir—sebuah ujian klasik bagi hampir semua protokol DeFi yang mengadopsi Points Meta.

Bagi pasar, Horizon Season 1 menjadi indikator penting untuk menilai apakah DipCoin mampu berkembang dari sekadar “DEX musiman” menjadi platform perpetual yang berkelanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com