All posts by 16

Meteora Rilis DAMM V2, Siapkan Pool 50.000 USDC

Protokol DeFi Meteora resmi meluncurkan fitur terbaru mereka, DAMM V2 Farm Pools, yang memungkinkan pengguna memperoleh reward token tambahan di luar imbal hasil standar dari aktivitas penyediaan likuiditas (liquidity provider/LP).

Peluncuran ini menandai langkah lanjutan Meteora dalam memperkuat posisinya sebagai salah satu penyedia infrastruktur likuiditas penting di jaringan Solana.

Sebagai bagian dari kampanye awal, Meteora menyiapkan insentif likuiditas sebesar 50.000 USDC untuk pool MET/SOL yang akan didistribusikan selama 28 hari ke depan.

Dalam akun X (dulu Twitter) resminya, Meteora mendesain skema ini untuk mendorong peningkatan total value locked (TVL) sekaligus aktivitas perdagangan di protokol.

Mengenal DAMM V2 Farm Pools

DAMM V2 (Dynamic Automated Market Maker Version 2) Farm Pools merupakan pengembangan dari model AMM sebelumnya yang digunakan Meteora.

Dengan versi terbaru ini, penyedia likuiditas tidak hanya mendapatkan fee trading, tetapi juga reward tambahan melalui mekanisme farming.

Model ini menggabungkan dua sumber pendapatan utama, yakni Fee dari transaksi DEX dan reward farming dari insentif protokol.

Pendekatan tersebut dirancang untuk meningkatkan efisiensi modal dan memberikan daya tarik lebih besar bagi LP, khususnya di tengah kompetisi ketat antar DEX di jaringan Solana.

Insentif 50.000 USDC untuk Pool MET/SOL

Pergerakan harga Meteora (MET/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Meteora (MET/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sebagai daya tarik utama peluncuran DAMM V2, Meteora mengalokasikan 50.000 USDC sebagai insentif likuiditas untuk pool MET/SOL. Insentif ini akan dibagikan secara proporsional kepada LP selama periode 28 hari.

Strategi ini lazim digunakan oleh protokol DeFi untuk menarik likuiditas awal dalam jumlah besar, meningkatkan kedalaman pool, menekan slippage bagi trader, hingga mendorong volume transaksi organik.

Dengan likuiditas yang lebih dalam, pengalaman trading di Meteora diharapkan menjadi lebih kompetitif dibandingkan DEX lain di Solana.

Perspektif Research: Dampak bagi Meteora dan Solana

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa peluncuran DAMM V2 Farm Pools memiliki dampak strategis, tidak hanya bagi Meteora tetapi juga bagi ekosistem Solana secara keseluruhan.

“Peluncuran V2 dan insentif likuiditas ini bertujuan untuk menarik lebih banyak TVL dan aktivitas ke protokol Meteora di jaringan Solana. Bagi yield farmer, ini adalah peluang earning baru, sementara bagi ekosistem Solana, ini menambah kedalaman likuiditas DEX,” tutur tim Research Tokocrypto.

Pendalaman likuiditas merupakan faktor krusial dalam menjaga daya saing Solana sebagai blockchain DeFi berbiaya rendah dan berkecepatan tinggi, terutama di tengah bangkitnya kembali aktivitas DeFi lintas jaringan.

Peluang bagi Yield Farmer dan Liquidity Provider

Bagi yield farmer, DAMM V2 Farm Pools menawarkan peluang menarik karena:

  • Reward tidak hanya berasal dari fee trading
  • Adanya insentif USDC yang relatif stabil nilainya
  • Potensi APY yang lebih kompetitif selama periode insentif

Namun demikian, pengguna tetap perlu memperhitungkan risiko impermanent loss, terutama pada pasangan token volatil seperti MET/SOL.

Insentif tinggi dapat meningkatkan return, tetapi fluktuasi harga tetap menjadi faktor utama dalam strategi LP.

Posisi Meteora di Lanskap DeFi Solana

Meteora secara konsisten memposisikan diri sebagai protokol yang fokus pada optimalisasi likuiditas.

Dengan DAMM V2, Meteora berupaya meningkatkan efisiensi penggunaan modal, menarik likuiditas jangka menengah, dan membangun ekosistem LP yang lebih berkelanjutan.

Di tengah persaingan DEX Solana yang semakin ramai, inovasi dan insentif seperti ini menjadi kunci untuk mempertahankan relevansi dan pertumbuhan TVL.

Baca Juga: Teknologi Meteora di Solana: DEX, Dynamic Liquidity, dan Likuiditas

Peluncuran DAMM V2 Farm Pools menegaskan komitmen Meteora dalam mengembangkan solusi likuiditas yang lebih menarik dan kompetitif di jaringan Solana.

Dengan insentif 50.000 USDC untuk pool MET/SOL, Meteora berpotensi menarik lonjakan likuiditas dan aktivitas dalam jangka pendek.

Bagi yield farmer, ini merupakan peluang earning baru yang patut diperhitungkan. Sementara bagi ekosistem Solana, kehadiran DAMM V2 berkontribusi memperdalam likuiditas DEX dan memperkuat fondasi DeFi jaringan tersebut.

Ke depan, pasar akan menilai apakah peningkatan TVL ini dapat dipertahankan setelah periode insentif berakhir—sebuah tantangan klasik namun krusial bagi protokol DeFi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Stable Mainnet Upgrade, Gunakan USDTO sebagai Gas Fee Native

Blockchain Stable Mainnet resmi mengaktifkan upgrade jaringan v1.2.0, sebuah pembaruan infrastruktur penting yang mentransisikan pembayaran gas fee native ke USDTO, stablecoin yang dipatok terhadap dolar AS.

Langkah ini menjadi terobosan signifikan dalam meningkatkan pengalaman pengguna (user experience/UX) sekaligus menurunkan hambatan adopsi bagi pengguna baru di ekosistem blockchain.

Dengan upgrade ini, pengguna tidak lagi perlu melakukan proses wrap dan unwrap token untuk membayar biaya transaksi.

Selain itu, Coinmarketcal menyebut bahwa Stable Mainnet juga menghadirkan peningkatan pada aspek observabilitas staking, memungkinkan pemantauan aktivitas staking yang lebih transparan dan informatif.

Baca Juga: Citrea Luncurkan Mainnet untuk Skalabilitas Bitcoin

USDTO sebagai Gas Fee Native: Apa Artinya?

Pada sebagian besar blockchain, gas fee biasanya dibayarkan menggunakan token native jaringan yang harganya volatil.

Kondisi ini sering kali menjadi sumber kebingungan, terutama bagi pengguna baru yang harus membeli token native terlebih dahulu, mengelola fluktuasi harga token, dan melakukan konversi atau wrapping token.

Dengan menjadikan USDTO sebagai gas fee native, Stable Mainnet menyederhanakan proses tersebut secara drastis.

Pengguna kini dapat membayar biaya transaksi langsung menggunakan stablecoin dengan nilai yang stabil, tanpa perlu memahami mekanisme teknis tambahan.

Pendekatan ini selaras dengan tren baru dalam desain blockchain yang semakin menitikberatkan pada kesederhanaan UX dan adopsi mainstream.

Menghilangkan Friksi Wrap/Unwrap Token

Salah satu poin utama dari upgrade v1.2.0 adalah penghapusan friksi wrap/unwrap token.

Dalam praktik sebelumnya, pengguna kerap dihadapkan pada langkah tambahan untuk mengonversi aset tertentu agar bisa digunakan sebagai gas fee.

Friksi semacam ini terbukti menjadi penghambat adopsi, terutama bagi pengguna non-teknis, pengembang aplikasi yang menargetkan pasar massal, dan proyek Web2 yang ingin masuk ke Web3.

Dengan model baru ini, Stable Mainnet menghadirkan pengalaman yang lebih mendekati aplikasi keuangan tradisional, namun tetap mempertahankan sifat desentralisasi blockchain.

Peningkatan Observabilitas Staking

Selain perubahan pada sistem gas fee, upgrade v1.2.0 juga membawa peningkatan pada observabilitas staking.

Fitur ini memungkinkan pengguna dan validator untuk memantau performa staking secara real-time, mendapatkan visibilitas yang lebih jelas terhadap reward, dan mengidentifikasi potensi risiko atau anomali.

Transparansi staking menjadi faktor krusial dalam membangun kepercayaan pengguna, khususnya di jaringan yang menargetkan pertumbuhan jangka panjang dan partisipasi komunitas yang luas.

Perspektif Research: Dampak terhadap Adopsi

Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keputusan menggunakan stablecoin sebagai gas fee native merupakan langkah strategis yang berdampak langsung pada adopsi.

“Penggunaan stablecoin sebagai gas native meningkatkan UX secara signifikan, menurunkan barrier to entry bagi pengguna mainstream. Ini adalah upgrade infrastruktur yang krusial untuk adopsi,” jelas tim Research Tokocrypto.

Menurut mereka, kompleksitas teknis sering menjadi alasan utama pengguna ritel enggan menggunakan aplikasi blockchain.

Dengan menyederhanakan mekanisme biaya transaksi, Stable Mainnet membuka peluang integrasi yang lebih luas dengan aplikasi konsumen, fintech, hingga layanan berbasis Web2.

Implikasi bagi Developer dan Ekosistem

Bagi developer, model gas fee berbasis USDTO menawarkan sejumlah keuntungan, mulai dari prediktabilitas biaya transaksi; pengalaman onboarding pengguna yang lebih mulus; hingga pengurangan kebutuhan edukasi teknis terkait token native.

Hal ini berpotensi mendorong lahirnya lebih banyak dApp yang berfokus pada use case nyata seperti pembayaran, remittance, dan aplikasi keuangan sehari-hari.

Di sisi ekosistem, Stable Mainnet memposisikan diri sebagai jaringan yang ramah pengguna dan siap bersaing dalam lanskap blockchain yang semakin kompetitif.

Baca Juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

Upgrade Stable Mainnet v1.2.0 menandai langkah penting dalam evolusi desain blockchain yang berorientasi pada pengguna.

Dengan mentransisikan gas fee native ke USDTO, jaringan ini berhasil menghilangkan friksi teknis yang selama ini menghambat adopsi, sekaligus meningkatkan transparansi staking.

Pendekatan ini menunjukkan bahwa inovasi blockchain tidak selalu harus berfokus pada kecepatan atau skalabilitas semata, tetapi juga pada kesederhanaan dan kenyamanan pengguna.

Jika diimplementasikan secara konsisten, strategi ini berpotensi menjadi fondasi kuat bagi pertumbuhan ekosistem Stable Mainnet dalam jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000

Harga Bitcoin (BTC) hari ini di Tokocrypto tercatat berada di level $69.263,12 per BTC, mengalami koreksi 1,95% dalam 24 jam terakhir.

Pelemahan ini terjadi di tengah tekanan pasar kripto yang masih berlanjut, dengan sentimen investor cenderung berhati-hati setelah volatilitas tinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Berdasarkan data terbaru, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,384 triliun, sementara volume perdagangan 24 jam tercatat sebesar $57,03 miliar, mencerminkan aktivitas transaksi yang masih cukup aktif meski tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?

Pergerakan Harga BTC Hari Ini

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di kisaran $67.364 hingga $71.135.

Area ini menunjukkan adanya pertarungan antara pembeli yang mencoba mempertahankan support dan penjual yang masih mendominasi sentimen jangka pendek.

Secara harian, BTC mengalami penurunan sekitar $1.549 atau 2,19%, menambah daftar koreksi yang cukup dalam pada beberapa horizon waktu:

  • 7 hari: turun 12,08%
  • 30 hari: turun 23,92%
  • 60 hari: turun 25,23%
  • 90 hari: turun 34,87%

Kondisi ini menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase konsolidasi bearish setelah gagal mempertahankan momentum kenaikan sebelumnya.

Tekanan Jangka Menengah Masih Terasa

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Meski harga Bitcoin saat ini masih jauh di atas level psikologis $60.000, tren jangka menengah menunjukkan tekanan yang cukup signifikan.

Dalam 90 hari terakhir, BTC telah terkoreksi lebih dari $37.000 dari level harga sebelumnya, meskipun masih berada di bawah rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198.

Penurunan ini mencerminkan kombinasi beberapa faktor, termasuk:

  • Realisasi profit oleh investor besar
  • Berkurangnya minat risiko (risk-off sentiment) di pasar global
  • Ketidakpastian makroekonomi yang memengaruhi aset berisiko

Namun demikian, fundamental Bitcoin sebagai aset kripto terbesar masih tetap kuat, ditopang oleh pasokan maksimum terbatas 21 juta BTC dan tingkat adopsi yang terus berkembang.

Volume Perdagangan dan Struktur Pasar

Volume perdagangan harian BTC yang berada di kisaran $56–57 miliar menunjukkan bahwa likuiditas pasar masih terjaga.

Ini mengindikasikan bahwa meskipun harga melemah, pasar belum kehilangan minat sepenuhnya.

Dengan pasokan beredar sebesar 19,99 juta BTC atau sekitar 95,17% dari total suplai maksimum, tekanan inflasi Bitcoin relatif minimal dibandingkan aset kripto lainnya.

Faktor ini sering menjadi alasan mengapa koreksi harga BTC cenderung menarik minat akumulasi dari investor jangka panjang.

Level Teknis yang Perlu Diperhatikan

Dari sudut pandang teknikal, beberapa level penting yang patut diperhatikan investor dan trader antara lain:

  • Support utama: $67.000 – $65.000
  • Resistance terdekat: $71.000 – $72.000
  • Resistance lanjutan: $75.000

Selama BTC masih bergerak di bawah area resistance $71.000, potensi tekanan lanjutan masih terbuka.

Namun, jika Bitcoin mampu bertahan di atas support $67.000, peluang konsolidasi atau pantulan teknikal (relief rally) tetap ada.

Outlook Harga Bitcoin

Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin masih cenderung sideways hingga bearish, mengikuti dinamika sentimen pasar global dan pergerakan aset berisiko lainnya.

Menghadapi situasi ini, investor disarankan untuk tetap mencermati perubahan volume perdagangan, reaksi harga di area support kunci, hingga sentimen makro dan aliran dana institusional.

Untuk jangka panjang, banyak analis masih memandang Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital dengan potensi pertumbuhan berkelanjutan, meskipun volatilitas tetap menjadi karakter utama.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Rungkad! Bitcoin Turun 9% ke $64.000

Harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi, dengan tekanan jangka pendek yang belum sepenuhnya mereda.

Meski demikian, struktur fundamental Bitcoin tetap solid, dan level harga saat ini berpotensi menjadi area akumulasi bagi investor dengan horizon jangka panjang.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Koreksi ke $0,144, Tekanan Masih Jadi Beban

Harga Pi Network (PI) kembali melemah dalam 24 jam terakhir.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Minggu (8/2), Token ini tercatat turun 2,14% ke level $0,144, mencatatkan performa yang lebih buruk dibandingkan pasar kripto secara keseluruhan yang juga bergerak melemah.

Koreksi ini memperpanjang tren bearish PI, yang dalam beberapa pekan terakhir terus berada di bawah tekanan kuat dari sisi fundamental dan sentimen pasar.

Penurunan harga PI kali ini tidak berdiri sendiri. Pasar kripto global sedang berada dalam fase risk-off, ditandai dengan melemahnya total kapitalisasi pasar dan indeks sentimen yang masih berada di zona Extreme Fear.

Namun, berbeda dengan aset kripto utama seperti Bitcoin, tekanan pada Pi Network dinilai jauh lebih struktural.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 5%, Dipicu Sentimen Makro

Unlock Token Jadi Sumber Tekanan Utama

Faktor paling dominan yang menekan harga PI adalah jadwal unlock token yang agresif.

Data menunjukkan lebih dari 193 juta token PI, dengan nilai melebihi $31 juta, dijadwalkan terbuka sepanjang Februari 2026.

Puncak unlock diperkirakan terjadi pada 13 Februari, dengan hampir 24 juta PI dilepas ke pasar dalam satu hari.

Arus pasokan baru yang terus mengalir ini menciptakan supply overhang, terutama karena permintaan pasar belum menunjukkan pemulihan signifikan.

Dalam kondisi pasar yang lemah, tambahan suplai ini cenderung langsung berujung pada tekanan jual, baik dari holder lama maupun peserta yang baru memperoleh akses token.

Situasi ini diperparah oleh aktivitas on-chain yang menunjukkan perpindahan internal token dalam jumlah besar oleh wallet yang terafiliasi dengan Core Team.

Meski tidak ada bukti penjualan langsung ke bursa, pergerakan ratusan juta token ini memicu kekhawatiran investor terkait potensi distribusi di masa depan.

Sentimen Pasar Masih Risk-Off

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Di sisi eksternal, kondisi pasar kripto juga belum mendukung pemulihan PI.

Dalam 24 jam terakhir, total market cap kripto turun sekitar 1,54%, sementara CMC Fear & Greed Index berada di level 8, yang menandakan ketakutan ekstrem di kalangan investor.

Indikator lain, Altcoin Season Index, berada di kisaran 25, mengonfirmasi bahwa pasar masih berada dalam fase Bitcoin Season.

Artinya, aliran modal cenderung terkonsentrasi di aset berisiko lebih rendah seperti Bitcoin, sementara altcoin berkapitalisasi kecil hingga menengah, termasuk PI, mengalami tekanan lebih besar.

Dalam lingkungan seperti ini, proyek yang tidak memiliki katalis positif jangka pendek akan sulit menarik minat beli baru, terlepas dari komunitas besar yang dimilikinya.

Analisis Teknikal: Area Kritis $0,14

Dari perspektif teknikal, harga PI saat ini berada di area support krusial $0,14–$0,145. Level ini menjadi batas psikologis penting yang menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Jika tekanan jual dari unlock token harian terus berlanjut dan harga gagal bertahan di atas $0,14, maka risiko penurunan lanjutan menuju level psikologis $0,10 semakin terbuka.

Sebaliknya, untuk memberikan sinyal stabilisasi, PI perlu merebut kembali area $0,1533 dan mampu bertahan di atas level tersebut dengan volume yang meningkat.

Namun, tanpa perubahan signifikan pada dinamika suplai atau munculnya katalis fundamental baru, skenario pemulihan dalam waktu dekat masih tergolong menantang.

Outlook Jangka Pendek Pi Network

Dalam jangka pendek, narasi utama Pi Network masih didominasi oleh inflasi suplai token.

Selama unlock harian terus berlangsung dan sentimen pasar kripto tetap defensif, tekanan pada harga PI diperkirakan belum akan mereda.

Perhatian investor kini tertuju pada dua hal utama:

  1. Reaksi pasar pasca unlock besar pada 13 Februari
  2. Kemampuan harga bertahan di atas support $0,14

Jika tekanan jual mulai berkurang setelah fase unlock puncak berlalu, peluang konsolidasi terbuka. Namun, kegagalan mempertahankan level support berisiko memicu penurunan lanjutan.

Baca Juga: Harga Pi Network Tertekan ke $0,142, Risk-Off Global Jadi Pemicu

Harga Pi Network saat ini berada dalam fase bearish yang dipicu oleh faktor struktural, bukan sekadar fluktuasi pasar jangka pendek.

Kombinasi antara unlock token besar-besaran dan sentimen risk-off membuat PI sulit menemukan pijakan yang kuat.

Bagi investor, periode ini menuntut kehati-hatian ekstra. Selama suplai baru masih mendominasi narasi, pergerakan harga PI cenderung tetap berada di bawah tekanan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Sandiaga Uno: Blockchain Adalah Kunci Ekonomi 2026

Industri kripto dan blockchain Indonesia mulai memasuki fase baru. Jika sebelumnya kripto kerap dipersepsikan sebatas aset digital dan instrumen investasi, kini fokusnya bergeser ke peran yang lebih strategis dalam mendukung efisiensi ekonomi nasional. Arah perubahan ini disampaikan langsung oleh Sandiaga Uno dalam pemaparan Indonesia Crypto Outlook 2026.

Dalam pembukaan penyampaiannya, Sandiaga menempatkan kripto dalam konteks besar dinamika pasar keuangan global yang sedang bergejolak. Ia menyinggung koreksi pasar saham hingga ketidakpastian global sebagai tantangan yang tidak bisa dihindari oleh seluruh instrumen keuangan.

“Ini adalah tantangan yang selalu dihadapi di pasar keuangan, baik itu produknya saham maupun juga produk-produk lainnya,” ujar Sandiaga, menegaskan bahwa kripto pun tidak terlepas dari dinamika tersebut.

Basis Investor Kripto Jadi Modal Strategis

Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

Sandiaga kemudian menyoroti kekuatan utama ekosistem kripto Indonesia, yaitu basis penggunanya. Hingga 2025, jumlah investor kripto di Indonesia telah mencapai sekitar 19 juta orang, angka yang dinilainya sangat meningkat signifikan jika dibandingkan dengan instrumen keuangan konvensional, menimbang pasar kripto yang masih baru dan hampir bisa menyalip total investor pasar modal.

“Jumlah investor di kripto di Indonesia ini sudah mencapai 19 juta orang. Sementara produk-produk lain yang lebih konvensional ini memakan waktu yang begitu lama untuk mencapai angka seperti yang dicapai oleh kripto,” jelasnya.

Menurut Sandiaga, capaian ini menunjukkan tingginya daya tarik kripto di masyarakat yang tercermin dari nilai transaksi kripto nasional yang telah mendekati Rp500 triliun sepanjang 2025. Namun, besarnya basis investor juga berarti ekosistem kripto harus dikelola dengan lebih bertanggung jawab agar pertumbuhan tersebut tidak rapuh.

“Total nilai transaksi kripto yang sudah mencapai hampir 500 triliun rupiah ini harus bisa terjaga, dan kuncinya adalah kepercayaan pasar,” lanjut Sandiaga.

Baca juga: Ternyata Ini Sektor Kripto yang Paling Mendominasi Percakapan Warganet di 2025

Regulasi sebagai Penopang Trust, Bukan Penghambat

Menurut pandangan Sandiaga Uno, regulasi memegang peran sentral dalam menjaga kepercayaan tersebut. Ia menegaskan bahwa regulasi tidak boleh menjadi faktor yang justru melemahkan industri; “Regulasi harus bisa memfasilitasi. Jangan sampai regulasi ini justru menggoyang pondasi untuk membangun trust, membangun governance, dan keberlanjutan industri,” ujarnya.

Sandiaga juga menjelaskan bahwa regulasi kripto bukan sekadar respons terhadap munculnya instrumen investasi baru, melainkan bagian dari strategi besar untuk memposisikan aset digital sebagai pendukung pembangunan ekonomi digital Indonesia menuju Indonesia Emas 2045.

Kripto Menuju Quality Growth di 2026

Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

Memasuki pembahasan outlook 2026, Sandiaga menyampaikan perlu adanya pergeseran fokus industri kripto, dimana pertumbuhan tetap penting, tetapi tidak lagi cukup jika berdiri sendiri.

“Di 2026 ini kita bergeser dari hanya growth, for the sake of growth, menuju ke quality growth,” ujarnya.

Ia kemudian menjelaskan bahwa quality growth berarti kripto harus memberikan dampak nyata bagi perekonomian. “Crypto ini harus menghadirkan jobs, harus menghadirkan literasi, harus menghadirkan juga solusi-solusi yang dibutuhkan oleh ekonomi kita.”

Penjelasan ini menunjukkan bahwa ukuran keberhasilan kripto ke depan tidak lagi sebatas volume transaksi, tetapi kontribusinya terhadap penciptaan lapangan kerja dan peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat.

Selanjutnya, Sandiaga juga menegaskan perubahan cara pandang terhadap teknologi blockchain dan menolak pendekatan yang melihat blockchain hanya sebagai fondasi aset kripto, tapi juga sebagai pendukung efisiensi lintas sektor.

Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

Ia kemudian memberi contoh konkret melalui isu affordability, yaitu bagaimana teknologi dapat membantu menurunkan biaya dan membuat layanan lebih terjangkau.

How to make a product more affordable. How to create a system that service is become more affordable,” ujar Sandiaga yang terinspirasi setelah bertemu tim ekonom Zohran Mamdani di New York.

Penjelasan ini memperlihatkan bahwa blockchain diposisikan sebagai alat untuk meningkatkan efisiensi sistem ekonomi, bukan sekadar teknologi finansial. Namun, efisiensi tidak akan berarti tanpa adopsi yang merata, maka dari itu Sandiaga menekankan pentingnya inklusivitas.

“Kunci adopsinya adalah inclusivity. Tidak ada yang boleh tertinggal. Semuanya harus menjadi bagian daripada kemajuan tersebut.” Ujar sandiaga sembari menegaskan bahwa arah pertumbuhan kripto Indonesia harus bersifat adil dan bukan hanya quality growth, tapi growth with equity.

Data presentasi Sandiaga Uno di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

Transformasi digital melalui kripto harus membuka peluang seluas mungkin, bukan menciptakan kesenjangan baru, dan visi besar ini hanya bisa tercapai melalui kolaborasi lintas sektor. Sandiaga percaya bahwa peran penting misalnya seperti regulator, tidak bisa berdiri sendiri, tapi harus melibatkan pelaku industri, serta harus juga melibatkan komunitas guna mencapai visi besar tersebut.

Selain insight dari Sandiaga Uno, dalam rangkaian acara Indonesia’s Crypto Outlook 2026 juga memuat beragam insight lain dari para pelaku industri kripto dan ahli lain, termasuk ke mana arah pasar kripto Indonesia di 2026 serta bagaimana tren adopsi kripto di Asia terus berkembang seiring meningkatnya regulasi dan partisipasi institusional.

Kalau kamu ingin melihat riset dan insight kripto Indonesia yang lebih lengkap dan mendalam, kamu bisa dapatkan materi riset resminya secara gratis di sini: Riset & Materi Indonesia Crypto Outlook 2026 – Tokocrypto

Baca juga: Ternyata Ini 3 Hal Paling Dicari Investor Kripto Indonesia!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ETH Naik ke $2.092, Vitalik Tegaskan L2 Bukan Sekadar Solusi Scaling

Co-founder Ethereum, Vitalik Buterin, menyampaikan pandangan terbaru mengenai arah pengembangan Layer-2 (L2) di ekosistem Ethereum. Vitalik menilai bahwa visi awal L2 sebagai “branded shards” atau pecahan Ethereum dengan identitas masing-masing sudah tidak lagi relevan, terutama karena Layer-1 (L1) Ethereum kini semakin berkembang dan terus meningkatkan kapasitas skalabilitasnya.

Menurut Vitalik, peningkatan skala pada Ethereum L1 membuat fungsi utama L2 sebagai solusi skalabilitas menjadi kurang tepat jika hanya berfokus pada mempercepat transaksi atau menekan biaya. Ia menegaskan bahwa L2 harus mulai memikirkan peran yang lebih besar dan menghadirkan nilai tambah yang tidak bisa diberikan langsung oleh jaringan utama Ethereum.

Vitalik Dorong L2 Fokus ke “Value Add”, Bukan Sekadar Skalabilitas

Dalam pernyataannya, Vitalik mengusulkan agar proyek-proyek L2 ke depan lebih menekankan pada fitur atau keunggulan unik di luar sekadar scaling. Ia menilai L2 seharusnya memiliki diferensiasi yang jelas, seperti inovasi pada sistem keamanan, privasi, pengalaman pengguna, atau fitur khusus yang tidak tersedia di jaringan utama.

Selain itu, Vitalik juga menekankan pentingnya interoperabilitas maksimum dengan Ethereum. Artinya, L2 perlu memastikan integrasi yang kuat dan koneksi yang seamless dengan ekosistem Ethereum agar pengguna dapat berpindah jaringan dengan mudah tanpa hambatan.

Pernyataan tersebut dinilai sebagai sinyal bahwa arah ekosistem L2 Ethereum bisa berubah dalam beberapa tahun ke depan, seiring Ethereum L1 semakin mampu menangani kebutuhan skalabilitas secara langsung.

Baca juga: Sinyal Bahaya ETH Makin Kuat! Whale Diduga Mulai Buang Ethereum

Harga Ethereum Menguat ke $2.092, Meski Tren Jangka Panjang Masih Melemah

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah kabar tersebut, harga Ethereum (ETH) tercatat berada di kisaran $2.092,72 atau menguat sekitar 1,3%. Data pasar menunjukkan kapitalisasi pasar Ethereum saat ini berada di level $251,98 miliar, dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $40,80 miliar.

Meski mengalami kenaikan harian, ETH masih mencatat koreksi tajam dalam beberapa periode terakhir. Dalam 30 hari terakhir, harga ETH turun sekitar 32,81%, kemudian melemah 37,27% dalam 60 hari, dan anjlok hingga 41,52% dalam 90 hari terakhir. ETH juga tercatat bergerak dalam rentang harian antara $1.995,92 hingga $2.115,82.

Pernyataan Vitalik terkait perubahan arah L2 ini muncul di tengah situasi pasar yang masih fluktuatif. Namun, wacana tersebut memperkuat spekulasi bahwa Ethereum akan terus mendorong evolusi ekosistemnya, bukan hanya lewat scaling L1, tetapi juga dengan mengubah peran L2 agar lebih inovatif dan saling terhubung secara maksimal.

Menurut Tim Research Tokocrypto, perubahan narasi ini menuntut L2 untuk berinovasi lebih dari sekadar transaksi murah. L2 yang sukses ke depan adalah yang memiliki spesialisasi (Privacy/RWA), bukan sekadar fork generik.

Baca Juga: Harga Ethereum Jebol $2.8K, Whale Diam-Diam Borong Rp3,7 Triliun ETH


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pumpfun Akuisisi Vyper, Potensi Harga PUMP Capai $0,00300

Platform terminal kripto Vyper resmi mengumumkan bahwa mereka telah diakuisisi oleh Pumpfun. Dalam pengumuman resminya, Vyper menyatakan bahwa seluruh infrastruktur mereka akan segera dimigrasikan ke TradingTerminal, yang membuat layanan Vyper akan memasuki tahap penghentian bertahap (sunsetting).

Vyper menyebut akuisisi ini sebagai bagian dari pengembangan ekosistem baru bersama Pumpfun dan TradingTerminal, sekaligus menandai akhir perjalanan Vyper sebagai produk independen. Tim Vyper juga mengucapkan terima kasih kepada pengguna yang telah mendukung selama 18 bulan terakhir dan berharap komunitas tetap melanjutkan perjalanan di bawah naungan Pumpfun dan TradingTerminal.

Migrasi Infrastruktur ke TradingTerminal, Vyper Mulai Winding Down 10 Februari 2026

Baca juga: Breakout PUMP Terancam Gagal? Target Naik 57% Dipertanyakan

Dalam pernyataannya, Vyper mengonfirmasi bahwa proses penghentian fitur inti produk akan dimulai pada Selasa, 10 Februari 2026 pukul 12.00 EST. Setelah tanggal tersebut, sebagian besar layanan utama Vyper akan mulai dihentikan secara bertahap seiring perpindahan sistem ke TradingTerminal.

Meski begitu, Vyper memastikan beberapa fitur masih akan tetap tersedia setelah tanggal tersebut, yakni fitur ekspor private key yang dapat diakses melalui tab portfolio, data wallet tracking melalui tab Track, serta pengaturan konfigurasi pengguna. Fitur-fitur tersebut disediakan agar pengguna tetap dapat mengamankan aset dan mengakses data penting sebelum Vyper benar-benar ditutup.

Langkah sunsetting ini menjadi sinyal bahwa Vyper akan sepenuhnya beralih menjadi bagian dari ekosistem TradingTerminal, dengan fokus layanan baru yang dikembangkan bersama Pumpfun.

Pumpfun Beri Promo Cashback 90% untuk User Vyper

Sebagai bentuk perayaan akuisisi sekaligus transisi pengguna menuju platform baru, Vyper mengumumkan bahwa seluruh pengguna mereka akan mendapatkan promo cashback 90% di Terminal untuk waktu terbatas. Promo ini ditujukan untuk mendorong pengguna Vyper agar segera berpindah dan mulai menggunakan TradingTerminal setelah proses migrasi dilakukan.

Vyper juga menyampaikan bahwa mereka akan terus mengembangkan batas kemampuan terminal kripto melalui kolaborasi dengan Pumpfun dan TradingTerminal. Pengumuman tersebut ditutup dengan pernyataan optimistis bahwa mereka akan bertemu pengguna “di sisi lain” setelah transisi selesai.

Harga Token Pump.Fun (PUMP) Terkoreksi, Market Cap Tembus $740 Juta

Pergerakan harga Pump.Fun (PUMP/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Pump.Fun (PUMP/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah kabar akuisisi ini, token Pump.Fun (PUMP) tercatat diperdagangkan di level $0,00209 atau turun sekitar 1,71% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar PUMP berada di kisaran $740,90 juta dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $144,93 juta.

Dalam catatan performa harga, PUMP mengalami penurunan sekitar 4,08% dalam 30 hari terakhir, turun 31,96% dalam 60 hari, dan melemah hingga 48,96% dalam 90 hari terakhir. Total suplai maksimum token PUMP tercatat sebesar 1 triliun token, dengan suplai beredar sekitar 354 miliar token. Sementara itu, fully diluted market cap token PUMP berada di kisaran $2,09 miliar.

Akuisisi Vyper oleh Pumpfun dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat ekosistem terminal dan layanan trading, meskipun pergerakan harga PUMP masih menunjukkan tekanan koreksi dalam jangka pendek.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah konsolidasi ini memperkuat ekosistem Pump.fun dengan fitur trading pro dari Vyper. Ini menandakan evolusi infrastruktur memecoin Solana dari sekadar peluncuran token menuju penyediaan alat trading yang lebih canggih (terminalization).

Baca juga: 3 Altcoin Binance Alpha Airdrops Ini Meledak Berdasarkan Market Cap


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga POL Masih $0,19, Polygon Justru Meledak $3,50 Miliar Payments

Polygon mencatat lonjakan aktivitas jaringan pada kuartal terakhir 2025 meski harga token POL masih bergerak stagnan dalam rentang sempit. Laporan terbaru mengungkap bahwa peningkatan penggunaan Polygon didorong oleh pembayaran digital, transfer stablecoin, serta pertumbuhan aset dunia nyata berbasis token (tokenized real-world assets/RWA). Kondisi ini menunjukkan bahwa adopsi Polygon justru berkembang lewat aktivitas utilitas nyata, bukan sekadar pergerakan harga.

Menurut laporan review jaringan kuartal keempat dari Messari yang dirilis pada 4 Januari, Polygon menutup Q4 2025 dengan peningkatan volume transaksi on-chain secara signifikan. Aktivitas tersebut banyak dipengaruhi oleh biaya transaksi yang tetap rendah serta waktu penyelesaian transaksi yang cepat, menjadikan Polygon semakin menarik untuk kebutuhan pembayaran dan transfer aset.

Volume Pembayaran Polygon Tembus $3,5 Miliar, Naik 96% dalam 3 Bulan

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Polygon memproses transaksi pembayaran senilai sekitar $3,50 miliar sepanjang Q4 2025. Volume ini berasal dari lebih dari 50 aplikasi pembayaran yang dibangun di jaringan Polygon. Angka tersebut melonjak sekitar 96% dibanding kuartal sebelumnya dan hampir empat kali lipat dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Dilaporkan Newsbtc, peningkatan aktivitas juga diperkuat oleh pertumbuhan stablecoin-linked card atau kartu pembayaran berbasis stablecoin. Sebanyak 10 program kartu pembayaran tercatat memproses hampir $363 juta transaksi melalui jalur pembayaran Mastercard dan Visa, dengan Visa menyumbang porsi transaksi yang lebih besar. Laporan menyebut bahwa pertumbuhan ini berasal dari aktivitas belanja harian, bukan transaksi besar sesaat, sehingga mengindikasikan penggunaan Polygon mulai masuk ke aktivitas rutin masyarakat.

Beberapa perusahaan juga tercatat memperluas penggunaan Polygon untuk transfer dana lintas platform. DeCard memungkinkan pengguna melakukan pembayaran menggunakan USDC dan USDT di berbagai merchant. Selain itu, Flutterwave memilih Polygon sebagai jaringan untuk pembayaran bisnis lintas negara di 30 negara Afrika. Revolut turut mengintegrasikan transfer stablecoin murah di dalam aplikasinya, sementara Stripe terus mengembangkan fitur langganan berbasis USDC.

Meski tidak banyak mendapat sorotan pasar, kombinasi dari berbagai integrasi tersebut mendorong arus transaksi yang konsisten dan memperkuat peran Polygon dalam ekosistem pembayaran kripto global.

Aset Dunia Nyata Tokenisasi Capai $1,1 Miliar, Stablecoin Supply Hampir 3 Miliar

Selain sektor pembayaran, Polygon juga mencatat perkembangan signifikan pada tokenisasi aset dunia nyata. Laporan menyebut bahwa Polygon mengakhiri Q4 2025 dengan total RWA hampir $1,10 miliar, menempatkannya di peringkat kesembilan dunia dalam kategori tersebut. Pertumbuhan ini dinilai lebih banyak didorong oleh struktur regulasi yang lebih rapi dibandingkan hype dari investor ritel.

Di sisi stablecoin, suplai stablecoin di jaringan Polygon naik hingga hampir 3 miliar. USDC menjadi stablecoin terbesar dengan nilai sekitar $1,34 miliar, disusul DAI yang berada di sekitar $630 juta. Wilayah Amerika Latin juga disebut menjadi salah satu kontributor utama, di mana volume stablecoin non-USD mencapai $1,18 miliar.

Sementara itu, aktivitas perdagangan di decentralized exchange (DEX) turut meningkat. Volume DEX harian rata-rata melonjak 44% hingga berada sedikit di atas $200 juta, memperlihatkan bahwa penggunaan Polygon tidak hanya bertumpu pada pembayaran, tetapi juga mulai menguat dalam sektor DeFi.

Harga POL Masih Sideways Meski Aktivitas Jaringan Naik Tajam

Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Sabtu, 7 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di tengah lonjakan aktivitas jaringan tersebut, pergerakan harga POL justru tidak menunjukkan reli signifikan. Token ini masih bergerak sideways dan sempat tertahan setelah gagal menembus resistance jangka pendek di tengah kondisi pasar kripto yang melemah. Meski demikian, POL kemudian stabil karena aksi beli masih mampu mempertahankan zona support penting.

Kondisi ini memperlihatkan perbedaan mencolok antara harga dan fundamental jaringan. Saat pasar fokus pada pergerakan harga yang cenderung datar, Polygon justru mengalami peningkatan aktivitas yang didorong oleh pembayaran stablecoin, integrasi institusi secara perlahan, serta pertumbuhan tokenisasi aset dunia nyata.

Menurut Tim Research Tokocrypto, peningkatan volume pembayaran membuktikan transisi Polygon menjadi layer infrastruktur finansial riil. Utilitas ini memberikan nilai fundamental jangka panjang bagi ekosistemnya, memisahkan kinerja jaringan dari sekadar spekulasi harga token.

Baca juga: Polygon (POL) Naik 5% & Trending Hari Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Polygon (POL) Naik 5% dan Trending Hari Ini

Harga POL hari ini menunjukkan performa yang semakin solid di pasar kripto. Hal ini terpantau di platform Tokocrypto pada Minggu (11/1).

Polygon Ecosystem Token (POL) tercatat diperdagangkan di kisaran $0,177849 per POL/USD, menguat sekitar +5,35% hingga +5,71% dalam 24 jam terakhir.

Kenaikan ini memperpanjang tren positif POL, yang dalam sepekan terakhir melonjak hampir +49,14%, menjadikannya salah satu token berkapitalisasi besar dengan performa terbaik dalam periode pendek.

Tak hanya harga, aktivitas perdagangan POL juga terpantau sangat aktif. Volume transaksi 24 jam mencapai sekitar $560,44–$560,63 juta, angka yang mencerminkan tingginya minat pasar.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,87–$1,88 miliar, POL kini menempati peringkat ke-42 aset kripto global, memperkuat posisinya sebagai salah satu token utama di sektor infrastruktur blockchain.

Baca Juga: Polygon (POL) Siap Tembus $0,33? Data On-Chain Ungkap Momentum Bullish

Pergerakan Harga POL: Stabil di 24 Jam, Meledak dalam 7 Hari

Dalam 24 jam terakhir, POL bergerak relatif stabil di jalur positif.

Meski sempat mengalami koreksi kecil di timeframe pendek dengan perubahan -0,73% dalam satu jam, tekanan beli secara keseluruhan masih dominan, tercermin dari kenaikan harian di atas 5%.

Namun sorotan utama datang dari performa mingguan. Dalam 7 hari, harga POL melonjak sekitar +49,14%, hampir menembus 50%.

Lonjakan ini menunjukkan adanya peningkatan signifikan minat investor, baik dari kalangan trader jangka pendek maupun pelaku pasar yang mulai kembali melirik ekosistem Polygon.

Secara bulanan, tren positif juga semakin jelas. Dalam 30 hari terakhir, POL telah naik sekitar +46,23%, menandakan reli yang cukup konsisten.

Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Polygon (POL/USDT) pada Minggu, 11 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Sementara itu, pada horizon yang lebih panjang, pergerakan masih bercampur: dalam 60 hari hanya naik tipis +0,69%, sedangkan dalam 90 hari terakhir masih tercatat turun -13,15%.

Data ini menunjukkan bahwa reli saat ini dapat dipandang sebagai fase pemulihan kuat setelah periode tekanan sebelumnya.

Data Pasar POL: Likuiditas Tinggi, Posisi Semakin Kuat

Dari sisi fundamental pasar, POL memperlihatkan struktur yang relatif matang. Sirkulasi pasokan saat ini sekitar 10,56 miliar POL, dengan kapitalisasi pasar $1,87 miliar.

Menariknya, kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) tercatat sama di kisaran $1,87 miliar, yang mengindikasikan tidak adanya perbedaan signifikan antara suplai beredar dan valuasi penuh yang dihitung pasar saat ini.

Volume perdagangan harian yang menembus $560 juta memperlihatkan bahwa POL termasuk token dengan likuiditas tinggi.

Rasio volume terhadap market cap yang besar biasanya mencerminkan pasar yang aktif, spread yang lebih sehat, serta kemudahan masuk-keluar posisi bagi trader.

Masuknya POL ke jajaran aset populer peringkat #42 juga menandakan visibilitas yang semakin tinggi di kalangan pelaku pasar kripto global.

Mengapa POL Menjadi Sorotan Pasar?

Kenaikan tajam POL dalam sepekan terakhir tidak terjadi dalam ruang hampa.

Ada beberapa faktor yang secara umum sering mendorong minat terhadap token ekosistem seperti POL:

  1. Narasi infrastruktur blockchain
    Polygon dikenal luas sebagai salah satu ekosistem layer-2 dan infrastruktur Web3 terpenting. Ketika sentimen pasar terhadap skalabilitas, interoperabilitas, dan adopsi blockchain menguat, token ekosistem cenderung ikut terdorong.
  2. Momentum teknikal yang kuat
    Lonjakan hampir 50% dalam 7 hari menciptakan daya tarik momentum, memancing trader mengikuti tren yang sedang terbentuk.
  3. Volume tinggi dan peringkat pasar besar
    Dengan market cap miliaran dolar dan volume ratusan juta, POL berada di radar investor institusional maupun ritel, sehingga pergerakannya lebih mudah mendapat perhatian luas.
  4. Efek rotasi ke altcoin besar
    Dalam fase tertentu pasar kripto, modal sering berputar dari aset utama ke altcoin berkapitalisasi besar yang dianggap lebih “aman” dibandingkan mikro-kap.

Peluang dan Risiko yang Perlu Dicermati

Dari sisi peluang, tren mingguan dan bulanan yang sangat kuat membuka potensi kelanjutan reli apabila volume tetap tinggi dan sentimen pasar mendukung.

POL juga diuntungkan oleh posisi Polygon sebagai salah satu brand blockchain yang sudah mapan.

Namun, reli cepat selalu datang dengan risiko. Kenaikan hampir 50% dalam 7 hari meningkatkan potensi koreksi jangka pendek, terutama jika terjadi aksi ambil untung.

Pergerakan satu jam yang sempat negatif menunjukkan bahwa volatilitas tetap tinggi. Maka dari itu, investor disarankan untuk mencermati:

  • Konsistensi volume setelah reli
  • Stabilitas harga di atas area kenaikan terbaru
  • Sentimen pasar kripto secara keseluruhan
  • Respons POL terhadap tekanan jual jangka pendek

Baca Juga: Ethereum dan Polygon Kuasai Amerika Latin, Blockchain Baru Tersisih?

Harga POL hari ini di kisaran $0,177 dengan lonjakan mingguan hampir 50% menegaskan kebangkitan kuat Polygon Ecosystem Token di pasar kripto.

Didukung kapitalisasi pasar sekitar $1,87 miliar dan volume harian lebih dari $560 juta, POL kini menjadi salah satu aset ekosistem yang paling aktif diperdagangkan.

Meski peluang masih terbuka, investor tetap perlu mewaspadai volatilitas setelah reli tajam. Bagi pasar, fase ini menjadi momen penting untuk menilai apakah POL mampu mempertahankan tren naiknya atau justru memasuki periode konsolidasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Ternyata Ini Sektor Kripto yang Paling Mendominasi Percakapan Warganet di 2025

Pasar kripto yang semakin berkembang membuat percakapan dan diskusi perihal dunia kripto tidak lagi hanya berfokus pada pergerakan harga aset kripto, tetapi mulai mengarah pada sektor teknologi yang menjadi fondasi pengembangan industri kripto ke depan.

Perubahan ini terekam dalam laporan Indonesia’s Crypto Outlook 2026 yang diungkapkan oleh Dataxet Sonar x Tokocrypto, berdasarkan analisis percakapan publik terkait kripto di berbagai kanal online selama 2025 yang menunjukkan bahwa minat publik mulai terbuka terhadap inovasi berbasis teknologi seperti AI dalam cakupan Web3.

Menurut Prasetyo Katon, Head of Insights Dataxet Sonar, dengan mengetahui sektor-sektor ini kita bisa mengikuti pola seperti apa, dan sektor-sektor apa yang diminati di industri kripto. Lantas, kira-kira apa saja sektor yang menjadi pembahasan warganet selama 2025?

AI & DePIN Jadi Sektor Paling Banyak Dibicarakan

Head of Insights Dataxet Sonar, Prasetyo Katon di acara Indonesia Crypto Outlook 2026 pada 29 Januari 2026 di Jakarta. Sumber: Tokocrypto.

Berdasarkan pemetaan sektor kripto yang menjadi fokus percakapan publik, AI & DePIN (Artificial Intelligence & Decentralized Physical Infrastructure Networks) muncul sebagai sektor paling dominan sepanjang 2025. Sektor ini mencatat 32% share of voice, menjadikannya yang tertinggi dibanding sektor kripto lainnya.

Dalam presentasinya tersebut Dataxet Sonar memberikan sentimen bahwa dominasi AI & DePIN selaras dengan tren global, di mana integrasi kecerdasan buatan dan infrastruktur terdesentralisasi menjadi topik utama dalam pengembangan ekosistem kripto. Percakapan ini menunjukkan bahwa warganet tidak hanya membahas kripto sebagai aset investasi, tetapi juga sebagai teknologi yang menopang berbagai aplikasi masa depan.

Top 5 Sektor Kripto yang Paling Banyak Dibicarakan

Untuk konteks perbandingan, berikut lima sektor kripto utama yang mendominasi percakapan publik di Indonesia sepanjang 2025 berdasarkan share of voice:

  1. AI & DePIN: 32%
  2. Stablecoin: 22%
  3. RWAs (Real World Assets): 10%
  4. Memecoin: 5.7%
  5. Layer 1 dan Layer 2: 3.92%

Data ini menunjukkan bahwa  selama 2025 meskipun memecoin masih ramai dibicarakan, ini bisa menjadi salah satu pertanda bahwa fokus warganet mulai bergeser ke sektor yang lebih fundamental dan berorientasi utilitas.

Baca juga: Aplikasi Bitchat Bisa Kirim Pesan dan Bitcoin Tanpa Internet, Gini Caranya!

Indikasi Pasar Kripto Indonesia Mulai Mature

Salah satu temuan penting dalam laporan ini adalah meningkatnya percakapan tentang RWAs, regulasi stablecoin, dan tokenisasi. Dataxet Sonar mencatat bahwa topik-topik tersebut menjadi sinyal bahwa market Indonesia mulai mature dan siap untuk institutional participation. Menurut Dataxet Sonar:

“Percakapan tentang RWAs, stablecoin regulation, dan tokenization menunjukkan market Indonesia mulai mature dan siap untuk institutional participation.”

Hal ini menunjukkan bahwa warganet dan pelaku pasar tidak lagi hanya membicarakan kripto dari sisi volatilitas harga, tetapi juga dari perspektif regulasi, kepastian hukum, dan kesiapan ekosistem untuk melibatkan institusi dalam skala yang lebih besar.

Arah Baru Perbincangan Kripto di Indonesia

Secara keseluruhan, data ini menunjukkan bahwa percakapan kripto di Indonesia mulai bergerak ke fase yang lebih dewasa. Warganet tidak lagi hanya bereaksi terhadap fluktuasi harga, tetapi mulai membahas teknologi, infrastruktur, serta kesiapan pasar. Dominasi AI & DePIN selama tahun 2025 kemarin diharapkan menjadi gambaran bahwa kripto semakin dipahami sebagai fondasi inovasi digital, bukan sekadar instrumen spekulasi.

Laporan Dataxet Sonar x Tokocrypto di ICO 2026 juga memuat beragam insight lain, termasuk ke mana arah pasar kripto Indonesia di 2026 serta bagaimana tren adopsi kripto di Asia terus berkembang seiring meningkatnya regulasi dan partisipasi institusional.

Kalau kamu ingin melihat riset dan insight kripto Indonesia yang lebih lengkap dan mendalam, kamu bisa dapatkan materi riset resminya secara gratis di sini: Riset & Materi Indonesia Crypto Outlook 2026 – Tokocrypto

Baca juga: Ternyata Ini 3 Hal Paling Dicari Investor Kripto Indonesia!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com