All posts by 17

Dogecoin Terjebak di Level Kritis $0,13, Sinyal Bahaya atau Peluang?

Dogecoin (DOGE) masih berada dalam tekanan koreksi setelah kembali gagal mempertahankan momentum pemulihan. Pada 20 Januari, harga DOGE bergerak terbatas di kisaran $0,126–$0,129, menjaga posisinya dekat level terendah siklus terbaru. Kondisi pasar menunjukkan sikap defensif, dengan penjual tetap menguasai arah pergerakan harga.

Dilaporkan Trader Union, sejumlah upaya rebound yang terjadi dalam beberapa hari terakhir terus tertahan, mengindikasikan bahwa tekanan jual masih dominan sejak terjadinya breakdown tajam pekan lalu. Hingga kini, belum terlihat tanda kepanikan ekstrem, namun minat beli juga belum cukup kuat untuk mengubah arah tren.

Harga DOGE Masih di Bawah Tekanan Tren Turun

Pada grafik harian, Dogecoin tetap diperdagangkan di bawah seluruh Exponential Moving Average (EMA) utama, menegaskan struktur bearish yang masih utuh. EMA 20 hari di sekitar $0,136 dan EMA 50 hari di kisaran $0,141 terus menurun dan berfungsi sebagai area resistensi terdekat.

Setiap kenaikan harga yang mendekati zona tersebut langsung mendapat tekanan jual, memperlihatkan bahwa pelaku pasar masih memanfaatkan penguatan harga untuk melepas posisi. Sementara itu, EMA 100 hari di $0,156 dan EMA 200 hari di $0,176 menegaskan besarnya kerusakan teknikal sejak puncak harga pada Oktober lalu.

Indikator momentum juga belum memberi sinyal pemulihan. Relative Strength Index (RSI) harian bergerak di area 30 akhir hingga 40 awal, gagal menembus level netral 50. Hal ini mencerminkan tekanan turun yang masih berlangsung serta minimnya minat beli di area rendah.

Baca juga: Dogecoin Anjlok di Bawah US$0,13, Ancaman ke US$0,10 Makin Nyata

Tekanan Penjual Dominan di Timeframe Pendek

Dari sisi pergerakan intraday, struktur pasar belum menunjukkan perbaikan berarti. Pada grafik 30 menit, DOGE tetap berada di bawah indikator Supertrend dan Parabolic SAR, yang keduanya masih berpihak pada tren turun.

Harga kini bergerak dalam fase konsolidasi sempit, namun tanpa pembentukan higher high. Setiap kenaikan menuju area $0,13 kembali ditolak, memperlihatkan bahwa konsolidasi ini lebih mencerminkan proses penyerapan kerugian, bukan akumulasi.

Data Aliran Dana dan Derivatif Perkuat Sinyal Bearish

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data aliran dana spot menunjukkan arus keluar bersih yang konsisten, menandakan distribusi masih berlangsung. Bahkan saat harga sempat menguat secara intraday, arus masuk tidak mengalami peningkatan signifikan.

Di pasar derivatif, open interest terus menurun seiring turunnya harga, mengindikasikan pelepasan posisi dan pengurangan risiko, bukan pembukaan posisi agresif baru. Likuidasi posisi long juga masih mendominasi, memperlihatkan bahwa setiap percobaan kenaikan harga masih berisiko ditekan kembali.

Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Secara keseluruhan, Dogecoin masih berada dalam kondisi teknikal yang rapuh. Selama harga bertahan di bawah zona resistensi $0,136–$0,142, setiap kenaikan diperkirakan bersifat sementara. Penutupan harian yang solid di atas area tersebut baru dapat menjadi sinyal awal meredanya tekanan jual, dengan potensi menuju $0,155.

Di sisi bawah, $0,12 menjadi level support kunci. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, DOGE berisiko melanjutkan penurunan ke area $0,11 rendah, yang menjadi zona permintaan berikutnya.

Sejalan dengan analisis sebelumnya, pergerakan harga terbaru menegaskan bahwa Dogecoin masih berada dalam fase konsolidasi pasca-penurunan, bukan pembalikan tren. Untuk saat ini, pasar DOGE lebih mencerminkan strategi sell on rally ketimbang buy on dip, hingga muncul konfirmasi teknikal yang lebih kuat.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kolaborasi DRX dan Tokocrypto: Mengulik Adopsi Web3 di Yogyakarta

Perkembangan Web3 kini bergerak ke tahap yang lebih matang. Jika sebelumnya identik dengan aktivitas jual-beli aset kripto, kini Web3 mulai memperlihatkan peluang adopsi yang lebih nyata lewat ekosistem yang dekat dengan keseharian, termasuk sport-tech dan gaming.

Hal tersebut menjadi topik utama dalam diskusi panel offline bertajuk “Web3 Game On: Real Adoption Through Sport-Tech & Community Ecosystem” yang berlangsung di Baki Restaurant, Yogyakarta. Forum ini mempertemukan perspektif dari pelaku proyek Web3, komunitas, dan exchange untuk membahas peran masing-masing dalam mempercepat adopsi Web3 di Indonesia.

Diskusi dipandu oleh Cryptosiast dan menghadirkan tiga narasumber dari DRX Token, Tokocrypto, serta komunitas Cryptosiast. Para panelis menekankan bahwa adopsi Web3 seharusnya tidak berhenti pada spekulasi atau euforia pasar, melainkan hadir sebagai teknologi yang dipakai secara konsisten dalam aktivitas pengguna.

Para pembicara juga sepakat bahwa ukuran adopsi yang sesungguhnya bukan semata volume trading atau hype, tetapi relevansi penggunaan dan nilai nyata yang dirasakan pengguna secara berulang. Pengalaman yang berguna dan terus dipakai dinilai sebagai fondasi terpenting untuk pertumbuhan jangka panjang.

Web3 Marketing Manager DRX Token, Bariq Hasnan, menjelaskan bahwa DRX Token tidak menempatkan dirinya hanya sebagai token, melainkan sebagai bagian dari ekosistem sport-tech yang menghubungkan olahraga, mini game, dan komunitas dalam satu pengalaman yang saling terintegrasi. DRX menerapkan pendekatan community-driven dan gamification agar pengguna tetap terlibat, bahkan ketika kondisi pasar kripto sedang tidak bergairah.

Tokocrypto Dukung Edukasi Web3

Sementara itu, dari sisi exchange, Indriana selaku Business Development & Research Tokocrypto menyoroti tantangan besar untuk menggeser orientasi pengguna dari sekadar trading menuju pemahaman Web3 yang lebih luas. Hambatan utama masih datang dari kompleksitas teknis, mulai dari penggunaan wallet, pengelolaan private key, gas fee, hingga risiko salah jaringan, penipuan (scam), dan interaksi dengan smart contract berbahaya—yang sering kali menyulitkan pengguna baru.

Indriana menambahkan bahwa pola pikir sebagian pengguna masih bertumpu pada profit jangka pendek, padahal Web3 menekankan partisipasi aktif, pemanfaatan utility, serta konsep kepemilikan aset digital. Dalam konteks ini, peran exchange menjadi krusial sebagai pintu masuk yang lebih aman sekaligus penyedia edukasi dasar mengenai Web3 serta risiko-risikonya.

Sebagai pedagang aset kripto, Tokocrypto menjalankan fungsi penghubung pengguna dari fiat ke kripto, membantu proyek Web3 menjangkau audiens yang lebih luas, dan membangun kepercayaan melalui proses kurasi serta transparansi. Tokocrypto juga menyatakan terus mendorong literasi Web3 lewat kegiatan komunitas dan rangkaian event offline.

Perspektif Komunitas Web3

Dari perspektif komunitas, Fandi Achmad dari Cryptosiast Community menekankan bahwa keberlanjutan proyek Web3 sangat bergantung pada kualitas pengalaman pengguna dan keterlibatan komunitas. Ia menilai aktivitas seperti gaming, event, dan sport engagement lebih efektif membangun loyalitas dibanding sekadar mengandalkan insentif token.

Menutup diskusi, para panelis menyepakati bahwa agar Web3 gaming dan sport-tech benar-benar masuk arus utama, fokus utama harus berada pada pengalaman yang relevan dan mulus (seamless), tanpa membebani pengguna dengan kerumitan teknis Web3. Nilai utama tetap harus bertumpu pada gameplay, fan experience, dan manfaat yang dapat dirasakan langsung.

Dalam kesempatan yang sama, Tokocrypto kembali menegaskan komitmennya untuk menjadi penggerak edukasi dan adopsi Web3 di Indonesia dengan menjunjung prinsip kehati-hatian dan transparansi, serta mengimbau masyarakat untuk selalu melakukan riset mandiri (DYOR). Seluruh materi diskusi yang disampaikan dalam acara ini bukan merupakan saran investasi maupun rekomendasi finansial (NFA).

Baca juga: Auto Cuan! Harga DRX Token Meroket Hingga 148% Dalam Sehari


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Tertekan Lagi! Harga Tertahan di US$133, Sinyal Bearish Kuat?

Harga Solana (SOL) kembali bergerak lemah dan bertahan di kisaran US$131–US$133 pada perdagangan 20 Januari, setelah upaya pemulihan harga kembali gagal menembus resistance penting. Penolakan terbaru ini menegaskan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar.

Meski pergerakan harga relatif terbatas, pesan yang disampaikan pasar cukup jelas. Struktur teknikal Solana masih berada dalam fase korektif, dengan momentum yang terus melemah dan minat beli yang belum menunjukkan tanda pemulihan berarti.

Analisis Teknikal Solana

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Harga Solana Tertekan di US$130, Sentimen Pasar Memburuk

Secara teknikal, SOL masih diperdagangkan di bawah seluruh Exponential Moving Average (EMA) utama. EMA 20 hari di sekitar US$136,8 dan EMA 50 hari di US$137,7 terus menahan setiap upaya rebound dalam dua pekan terakhir. Di level yang lebih tinggi, EMA 100 hari di US$147,9 dan EMA 200 hari di US$159,2 mencerminkan kerusakan struktur harga sejak puncak Oktober lalu.

Dilaporkan Traders Union, kondisi ini memperkuat pandangan bahwa tren Solana masih bersifat koreksi, bukan fase akumulasi. Setiap reli justru dimanfaatkan pelaku pasar untuk melepas posisi, bukan membangun eksposur baru. Selama harga masih berada di bawah zona US$136–US$140, potensi kenaikan dinilai belum terkonfirmasi.

Indikator momentum turut menguatkan sentimen negatif. Relative Strength Index (RSI) harian kembali turun ke area rendah 40-an setelah gagal bertahan di atas level netral 50. Tidak adanya divergensi bullish menunjukkan risiko penurunan masih terbuka jika support kembali ditembus.

Potensi Harga SOL

Pada timeframe intraday, tekanan jual juga terlihat dominan. Di grafik 30 menit, harga masih berada di bawah indikator Supertrend dan Parabolic SAR, dengan pola lower high yang konsisten. Pergerakan ini mengindikasikan fase distribusi, di mana reli jangka pendek dimanfaatkan untuk keluar dari pasar.

Dari sisi aliran dana, data spot menunjukkan outflow yang berkelanjutan, menandakan distribusi oleh pelaku besar masih berlangsung. Sementara itu, pasar derivatif mencatat penurunan open interest seiring harga melemah, mengindikasikan pengurangan risiko, bukan penambahan posisi agresif. Likuidasi posisi long juga masih mendominasi, mencerminkan rapuhnya kepercayaan pelaku pasar bullish.

Ke depan, level US$130 menjadi support jangka pendek yang krusial. Jika level ini ditembus secara meyakinkan, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju area US$120-an. Sebaliknya, penutupan harian di atas US$140 dibutuhkan untuk memberi sinyal awal meredanya tekanan jual dan membuka peluang pemulihan ke arah US$148.

Untuk saat ini, Solana masih berada dalam kondisi sell on rally. Struktur harga yang lemah, momentum negatif, serta arus dana yang belum mendukung membuat dominasi bearish tetap terjaga, dengan beban pembuktian masih berada di pihak pembeli.

Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Masih Lesu di Bawah US$2,24, Analis Bidik Target US$2,52

Harga aset kripto XRP tengah berada di fase penentuan setelah mencatatkan kinerja lemah dalam sepekan terakhir. Dalam tujuh hari, harga XRP terkoreksi sekitar 6%, menjadikannya salah satu altcoin berkapitalisasi besar dengan performa terburuk minggu ini.

Meski demikian, sejumlah indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan potensi pembalikan arah, dengan catatan XRP mampu mengulangi pergerakan yang terjadi sekitar empat bulan lalu. Kunci utamanya terletak pada kemampuan harga merebut kembali exponential moving average (EMA) 100 hari di kisaran US$2,24. Jika level ini berhasil ditembus, XRP berpeluang memicu reli hingga 33%.

Pola Grafik Ulang, EMA Jadi Penentu

Berdasarkan grafik harian, XRP saat ini membentuk struktur inverse head-and-shoulders, sebuah pola teknikal yang umumnya mengindikasikan potensi pembalikan tren ke arah naik. Garis neckline dari pola ini berada di sekitar US$2,52, atau sekitar 28% di atas harga saat ini.

Namun, pola tersebut baru akan valid jika XRP mampu bertahan di atas EMA 100 hari. Secara historis, level ini kerap menjadi titik krusial bagi XRP. Pada September lalu, keberhasilan menembus EMA 100 hari mendorong kenaikan harga masing-masing sekitar 12% dan 16% dalam dua fase berbeda.

Saat ini, XRP masih tertahan di bawah EMA jangka pendek 20 hari dan 50 hari, serta sempat ditolak di EMA 100 hari pada 14 Januari. Kendati begitu, munculnya ekor bawah panjang pada candle harian menandakan adanya aksi beli yang cepat menyerap tekanan jual.

Whale dan Holder Jangka Panjang Mulai Akumulasi

Dilaporkan BeInCrypto, di balik pelemahan harga, data on-chain menunjukkan aktivitas akumulasi oleh investor besar. Whale dengan kepemilikan 10–100 juta XRP tercatat menambah saldo dari sekitar 11,14 miliar menjadi 11,17 miliar XRP, setara hampir US$60 juta.

Sementara itu, whale yang lebih kecil dengan kepemilikan 1–10 juta XRP bahkan lebih agresif. Total kepemilikan kelompok ini naik dari 3,54 miliar menjadi 3,59 miliar XRP, atau hampir US$100 juta. Akumulasi ini mulai terlihat sejak 14 Januari, meski sempat terjadi pelepasan sebagian pada 15 Januari saat harga terkoreksi.

Aksi whale kemudian diikuti oleh holder jangka panjang. Data Glassnode menunjukkan, sejak 16 Januari, dompet yang menyimpan XRP selama lebih dari 155 hari mencatat kenaikan kepemilikan dari 223,2 juta menjadi 234,9 juta XRP dalam dua hari, atau naik sekitar 5,2%.

Baca juga: XRP Ambruk Lebih dari 4%, Ini Biang Kerok Kejatuhan Crypto Hari Ini

Pasar Derivatif Didominasi Short

Faktor lain yang berpotensi menjadi katalis adalah kondisi pasar derivatif. Data Coinglass menunjukkan posisi short mendominasi lebih dari 95% di pasar perpetual XRP. Nilai leverage likuidasi short tercatat mendekati US$520 juta, jauh di atas posisi long yang hanya sekitar US$22 juta.

Ketimpangan ini membuka peluang terjadinya short squeeze, di mana kenaikan harga yang relatif moderat dapat memaksa penutupan posisi short secara massal dan mendorong harga naik lebih cepat.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Untuk mengonfirmasi skenario bullish, XRP perlu menutup perdagangan di atas US$2,24 guna merebut kembali EMA 100 hari. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak ke zona US$2,48–US$2,52, yang menjadi pemicu aktivasi pola teknikal dan membuka ruang reli hingga 33%.

Sebaliknya, penurunan di bawah US$1,84 akan melemahkan setup, sementara penembusan ke bawah US$1,77 berpotensi membatalkan skenario bullish sepenuhnya.

Saat ini, XRP masih berada di fase konsolidasi. Namun, jika pergerakan harga mampu meniru momentum yang terjadi pada September lalu, reli yang telah lama dinantikan pasar bisa kembali terwujud.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga ARPA Hari Ini Melejit 47%, Volume Tembus $342 Juta

Harga ARPA Network (ARPA) hari ini mencatat lonjakan tajam dengan kenaikan +47,73% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di level $0,017731 per ARPA/USD.

Kenaikan signifikan ini langsung menarik perhatian pelaku pasar kripto, terutama karena disertai lonjakan volume perdagangan yang sangat tinggi, mencapai $342,94 juta dalam 24 jam.

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $27,24 juta, ARPA saat ini berada di peringkat ke-631 aset kripto global, seperti yang terlihat di Tokocrypto pada Selasa (20/1).

Namun, volume perdagangan yang jauh melampaui nilai kapitalisasi pasarnya menjadi sinyal kuat adanya aktivitas spekulatif dan minat pasar yang meningkat secara drastis.

Baca Juga: Harga ARPA Naik Hampir 20% Setelah Kolaborasi Strategis dengan GAIB

Lonjakan Harga ARPA dalam 24 Jam

Dalam satu hari terakhir, ARPA mencatat kenaikan harga sekitar $0,005791, atau hampir setengah dari nilainya sebelumnya.

Performa ini menjadikan ARPA sebagai salah satu altcoin dengan kenaikan tertinggi hari ini. Perubahan harga ARPA dalam beberapa timeframe menunjukkan tren yang sangat agresif:

  • 1 jam: +0,4%
  • 24 jam: +47,73%
  • 7 hari: +39,81%

Lonjakan mingguan yang hampir 40% mengindikasikan bahwa pergerakan ini bukan hanya spike sesaat, tetapi bagian dari reli jangka pendek yang sedang berlangsung.

Performa ARPA dalam 30 hingga 90 Hari

Pergerakan harga ARPA Network (ARPA/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga ARPA Network (ARPA/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis, performa ARPA Network terlihat semakin menarik. Dalam 30 hari terakhir, harga ARPA naik +46,49%, hampir sejalan dengan lonjakan harian saat ini.

Dalam 60 hari, kenaikan tercatat sebesar +15,99%, menandakan adanya akselerasi momentum dalam beberapa minggu terakhir.

Namun, secara 90 hari, ARPA masih mencatat penurunan -6,13%, yang menunjukkan bahwa reli saat ini terjadi setelah fase tekanan harga sebelumnya.

Pola seperti ini sering kali mencerminkan reversal jangka pendek setelah periode akumulasi atau konsolidasi.

Volume Perdagangan Jadi Sorotan Utama

Salah satu aspek paling menonjol dari pergerakan ARPA hari ini adalah rasio volume terhadap kapitalisasi pasar yang sangat tinggi.

Dengan volume lebih dari $342 juta dan market cap di kisaran $27 juta, rasio ini mengindikasikan perputaran token yang sangat cepat.

Kondisi seperti ini biasanya terjadi saat munculnya katalis spekulatif, aksi trading jangka pendek yang intens, atau masuknya trader momentum dan scalper.

Meski berpotensi menghasilkan keuntungan cepat, kondisi ini juga meningkatkan risiko volatilitas ekstrem dan potensi koreksi tajam dalam waktu singkat.

Pasokan dan Struktur Pasar ARPA

Saat ini, jumlah pasokan ARPA yang beredar mencapai 1,52 miliar token, tanpa batas maksimum suplai yang ditentukan.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) tercatat sekitar $35,85 juta, relatif dekat dengan kapitalisasi pasar saat ini.

Struktur suplai seperti ini membuat harga ARPA sangat sensitif terhadap perubahan permintaan.

Ketika minat beli meningkat, harga dapat melonjak cepat, namun sebaliknya juga rentan mengalami tekanan jual besar ketika sentimen berubah.

Apa yang Perlu Diperhatikan Investor?

Dengan kenaikan hampir 50% dalam satu hari, investor dan trader perlu mencermati beberapa faktor penting:

  • Apakah volume tinggi ini dapat dipertahankan
  • Potensi aksi ambil untung (profit taking) dalam jangka pendek
  • Kemampuan harga ARPA bertahan di atas level psikologis $0,017–$0,018

Tanpa konsolidasi yang sehat, reli tajam seperti ini sering diikuti oleh koreksi cepat.

Baca Juga: Pasar Kripto Hari Ini 20 Januari 2026: kembali Tunjukkan Tanda Rebound

Harga ARPA hari ini mencatat lonjakan luar biasa dengan kenaikan +47% dalam 24 jam, didorong oleh volume perdagangan yang sangat besar.

Secara teknikal, momentum jangka pendek terlihat kuat, namun risiko volatilitas juga meningkat signifikan.

Bagi trader agresif, ARPA menawarkan peluang menarik dalam jangka pendek. Sementara itu, investor perlu tetap waspada terhadap potensi koreksi, mengingat reli cepat sering kali diikuti oleh fase penyesuaian harga.

Seperti biasa, manajemen risiko menjadi kunci utama dalam menghadapi pergerakan ekstrem seperti ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Turun ke $3.185, Terseret Arus Konsolidasi Pasar

Harga Ethereum (ETH) hari ini tercatat berada di level $3.185,08 per ETH/USD, mengalami penurunan sekitar -0,67% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini terjadi di tengah kondisi pasar kripto yang cenderung bergerak sideways, dengan investor masih bersikap hati-hati menunggu arah tren berikutnya.

Meski melemah secara harian, Tokocrypto mencatat Ethereum tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasarnya, dengan nilai mencapai $384,44 miliar.

Sementara itu, volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $20,20–$20,44 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih relatif aktif.

Baca Juga: Harga Ethereum Turun ke $3.205, Sentimen Pasar Melemah

Pergerakan Harga ETH Hari Ini

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam 24 jam terakhir, harga ETH bergerak dalam rentang yang cukup sempit. Ethereum sempat menyentuh harga terendah di $3.166,02 dan harga tertinggi di $3.232,98.

Pola ini mengindikasikan bahwa ETH saat ini sedang berada dalam fase konsolidasi, di mana tekanan jual dan beli relatif seimbang.

Perubahan harga Ethereum dalam beberapa timeframe penting menunjukkan gambaran yang beragam:

  • 1 jam: -0,05%
  • 24 jam: -0,67%
  • 7 hari: +2,29%

Kenaikan mingguan ini menjadi sinyal bahwa tren jangka pendek ETH masih cenderung positif, meskipun koreksi minor terjadi dalam perdagangan harian.

Kinerja Ethereum dalam 30 hingga 90 Hari

Jika ditarik ke perspektif yang lebih luas, performa Ethereum menunjukkan kekuatan yang cukup solid.

Dalam 30 hari terakhir, harga ETH naik sebesar $209,52 atau +7,04%. Bahkan dalam 60 hari, kenaikan mencapai +13,74%, mencerminkan minat beli yang cukup konsisten.

Namun, dalam rentang 90 hari, Ethereum masih mengalami koreksi sebesar -17,67%, turun sekitar $683,61.

Penurunan ini menunjukkan bahwa ETH masih dalam fase pemulihan dari tekanan besar sebelumnya, meskipun tren jangka menengah mulai menunjukkan perbaikan.

Kapitalisasi Pasar dan Pasokan ETH

Saat ini, jumlah pasokan Ethereum yang beredar mencapai 120,69 juta ETH.

Berbeda dengan Bitcoin, Ethereum tidak memiliki batas maksimum suplai, sehingga faktor permintaan dan aktivitas jaringan menjadi kunci utama dalam menentukan pergerakan harga jangka panjang.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Market Cap) sebesar $384,44 miliar, nilai Ethereum sepenuhnya mencerminkan suplai yang sudah beredar saat ini.

Hal ini membuat pergerakan harga ETH relatif lebih responsif terhadap perubahan sentimen pasar dan perkembangan ekosistem.

Jarak dari Rekor Tertinggi Ethereum

Ethereum pernah mencatat rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $4.953,73. Dibandingkan dengan harga saat ini, ETH masih berada sekitar 35% di bawah level tertingginya.

Bagi sebagian investor, kondisi ini dipandang sebagai peluang akumulasi jangka panjang, terutama jika kepercayaan terhadap ekosistem Ethereum tetap kuat.

Faktor fundamental seperti dominasi Ethereum di sektor DeFi, NFT, dan smart contract, serta perkembangan layer-2 dan efisiensi jaringan, terus menjadi pendorong utama minat investor terhadap ETH.

Prospek ETH ke Depan

Dalam jangka pendek, level $3.150–$3.200 menjadi area support penting yang perlu dipertahankan.

Jika tekanan jual meningkat dan level ini ditembus, ETH berpotensi mengalami koreksi lanjutan.

Sebaliknya, apabila mampu kembali menembus area $3.250–$3.300, peluang penguatan menuju resistance berikutnya akan terbuka.

Secara keseluruhan, Ethereum masih menunjukkan struktur pasar yang relatif sehat.

Selama tren mingguan tetap positif dan volume perdagangan stabil, koreksi harian seperti saat ini dapat dianggap sebagai bagian normal dari pergerakan pasar.

Baca Juga: Koreksi Ringan, Harga Ethereum (ETH) Turun Tipis ke $3.288

Harga ETH hari ini yang turun ke $3.185 mencerminkan koreksi ringan di tengah tren pemulihan jangka menengah.

Dengan kapitalisasi pasar besar, volume perdagangan yang stabil, dan peran sentral dalam ekosistem kripto, Ethereum tetap menjadi salah satu aset digital paling diperhatikan oleh investor. .Pergerakan selanjutnya akan sangat ditentukan oleh sentimen pasar global dan kemampuan ETH bertahan di atas level support kunci.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Flat $92.000, Investor Wait and See

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin (BTC) masih bergerak relatif stabil meskipun tekanan jual jangka pendek masih terasa.

Berdasarkan data terbaru via Tokocrypto pada Selasa (20/1), harga Bitcoin saat ini berada di level $92,312.98 per BTC/USD, mengalami penurunan tipis sekitar -0,28% dalam 24 jam terakhir.

Pergerakan ini mencerminkan kondisi pasar yang cenderung berhati-hati di tengah dinamika global dan sentimen investor yang belum sepenuhnya pulih.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,845 triliun, Bitcoin masih kokoh di posisi teratas sebagai aset kripto paling bernilai di dunia.

Volume perdagangan dalam 24 jam terakhir tercatat sebesar $29,99 miliar, menandakan aktivitas transaksi masih cukup aktif meskipun volatilitas mulai mereda dibandingkan beberapa bulan sebelumnya.

Baca Juga: Restoran Burger Legendaris AS Ini Borong Bitcoin Rp150 Miliar

Pergerakan Harga BTC Hari Ini

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam rentang 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh harga terendah di $92,137.32 dan harga tertinggi di $93,358.98.

Fluktuasi yang relatif sempit ini menunjukkan bahwa pasar sedang berada dalam fase konsolidasi, di mana pelaku pasar menunggu katalis baru untuk menentukan arah pergerakan selanjutnya.

Secara jangka pendek, perubahan harga BTC tercatat:

  • 1 jam: -0,14%
  • 24 jam: -0,28%
  • 7 hari: +1,29%

Kenaikan dalam periode mingguan memberi sinyal bahwa tekanan beli masih ada, meskipun belum cukup kuat untuk mendorong harga menembus level resistensi utama.

Kinerja BTC dalam 30 hingga 90 Hari

Jika melihat data historis, performa Bitcoin menunjukkan dinamika yang menarik.

Dalam 30 hari terakhir, BTC mencatat kenaikan sebesar $4,338.15 atau +4,93%, sementara dalam 60 hari naik +7,54%.

Namun, dalam jangka 90 hari, harga Bitcoin masih terkoreksi cukup dalam sebesar -14,65%, turun sekitar $15,856.17.

Koreksi ini menunjukkan bahwa meskipun tren jangka menengah mulai membaik, Bitcoin masih dalam fase pemulihan dari tekanan besar sebelumnya.

Investor jangka panjang cenderung melihat kondisi ini sebagai area akumulasi, sementara trader jangka pendek lebih berhati-hati menghadapi potensi volatilitas lanjutan.

Data Pasokan dan Kapitalisasi Pasar

Saat ini, pasokan Bitcoin yang beredar mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,13% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Dengan pasokan yang semakin mendekati batas maksimal, kelangkaan Bitcoin tetap menjadi faktor fundamental utama yang mendukung nilainya dalam jangka panjang.

Kapitalisasi pasar yang diencerkan sepenuhnya (Fully Diluted Market Cap) tercatat sebesar $1,939.84 triliun, mencerminkan potensi nilai Bitcoin apabila seluruh suplai maksimum telah beredar di pasar.

Rekor Tertinggi dan Prospek ke Depan

Bitcoin sebelumnya mencatat rekor tertinggi sepanjang masa di $126,198.07. Dibandingkan level saat ini, harga BTC masih berada cukup jauh dari ATH tersebut.

Namun, banyak analis menilai bahwa fase konsolidasi seperti sekarang sering kali menjadi fondasi bagi pergerakan besar berikutnya.

Ke depan, pergerakan harga Bitcoin akan sangat dipengaruhi oleh sentimen makroekonomi global, kebijakan suku bunga, arus dana institusional, serta perkembangan regulasi kripto.

Jika tekanan jual mereda dan minat beli kembali meningkat, BTC berpotensi melanjutkan tren naik secara bertahap.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Anjlok ke $92.394, Tekanan Kembali

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin masih bertahan kuat di atas level psikologis $92.000, dengan volatilitas yang relatif terkendali.

Meskipun koreksi jangka pendek masih terjadi, fundamental Bitcoin tetap solid, didukung oleh pasokan terbatas dan kapitalisasi pasar yang besar.

Bagi investor dan trader, kondisi ini menjadi momen penting untuk mencermati pergerakan selanjutnya sebelum mengambil keputusan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network (PI) Naik 2,29%, Apakah Ini Awal Pembalikan Tren?

Setelah sempat mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir, harga Pi Network (PI) akhirnya mencatat kenaikan 2,29% dalam 24 jam terakhir dan diperdagangkan di kisaran $0,194.

Kenaikan token ini sedikit mengungguli pergerakan pasar kripto secara keseluruhan yang cenderung stagnan, seperti yang terlihat di Coinmarketcap pada Selasa (20/1).

Meski demikian, lonjakan ini belum cukup untuk mengubah gambaran besar, mengingat PI masih mencatat penurunan 5,70% secara mingguan dan turun 5,87% dalam sebulan terakhir.

Pergerakan harga ini lebih mencerminkan pantulan jangka pendek (technical bounce) di tengah tren turun yang masih dominan, ketimbang sinyal pembalikan arah yang kuat.

Beberapa faktor utama menjadi pendorong kenaikan terbatas ini.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 7,5%, 3 Faktor Ini Jadi Penyebab Utama

Oversold Technical Bounce Jadi Pemicu Utama

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Salah satu faktor paling signifikan di balik kenaikan harga PI adalah kondisi teknikal yang sangat jenuh jual.

Harga PI sebelumnya mendekati all-time low Oktober 2025 di area $0,172, level yang selama ini berfungsi sebagai zona support kuat.

Indikator teknikal menunjukkan bahwa RSI 14-hari berada di level 26,8, jauh di bawah ambang batas oversold 30.

Kondisi ini sering kali memicu aksi beli spekulatif dari trader jangka pendek yang mencari peluang rebound cepat.

Namun, perlu dicatat bahwa volume perdagangan justru menurun menjadi $16,4 juta, turun sekitar 31% dibanding hari sebelumnya.

Volume rendah ini mengindikasikan minimnya keyakinan pasar, sehingga reli berpotensi rapuh dan mudah berbalik arah jika tekanan jual kembali meningkat.

Tekanan Token Unlock Mulai Mereda

Pi Network selama beberapa bulan terakhir menghadapi tekanan besar akibat pembukaan token (token unlock) harian, yang sempat mencapai rata-rata 4,6 juta PI per hari.

Masuknya token baru ke pasar secara konsisten menciptakan tekanan jual yang signifikan.

Namun, data proyeksi Januari 2026 menunjukkan bahwa laju token unlock mulai melambat dibandingkan puncaknya di akhir 2025.

Penurunan pasokan baru ini memberi ruang bernapas sementara bagi harga PI, karena tekanan jual jangka pendek menjadi lebih ringan.

Meski begitu, tantangan utama belum hilang. Total suplai beredar PI masih sangat besar, mencapai lebih dari 8,38 miliar token, yang berpotensi membatasi kenaikan harga secara signifikan dalam jangka menengah hingga panjang.

Sentimen Regulasi Masih Jadi Penopang

Faktor lain yang turut menopang sentimen pasar adalah pencapaian regulasi Pi Network, khususnya setelah proyek ini mengajukan MiCA Whitepaper kepada otoritas Eropa pada November 2025.

Langkah ini menjadi tonggak penting dalam upaya Pi Network menuju kepatuhan regulasi dan potensi listing di bursa kripto teregulasi Uni Eropa.

Walaupun bukan katalis baru, sentimen positif dari langkah ini masih memberikan dukungan psikologis bagi investor, terutama bagi mereka yang berorientasi jangka panjang.

Di tengah minimnya berita positif terbaru, fondasi regulasi ini menjadi alasan utama mengapa harga PI mampu bertahan di atas level support kritis.

Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Dari sisi teknikal, area $0,20 menjadi level psikologis penting.

Selain itu, $0,202 yang bertepatan dengan Fibonacci retracement 23,6% menjadi resistance terdekat yang harus ditembus agar reli jangka pendek berlanjut.

Sebaliknya, kegagalan bertahan di atas area ini berisiko membawa harga kembali menguji support $0,18 hingga $0,17, terutama jika muncul pengumuman token unlock baru atau peningkatan arus token ke bursa.

Baca Juga: Harga Pi Network Terkoreksi Tipis 0,56%: Pasokan Membengkak

Kenaikan harga Pi Network (PI) sebesar 2,29% dalam 24 jam terakhir lebih tepat dipandang sebagai koreksi teknikal akibat kondisi oversold, bukan sebagai sinyal perubahan tren besar.

Perlambatan token unlock dan sentimen regulasi memberikan dukungan sementara, namun suplai yang sangat besar dan lemahnya volume masih menjadi hambatan utama.

Bagi investor, pergerakan ini menegaskan bahwa PI tetap merupakan aset dengan volatilitas tinggi dan sangat sensitif terhadap dinamika pasokan.

Pertanyaan utamanya kini adalah, mampukah PI bertahan di atas level $0,20, atau justru kembali tertekan oleh gelombang jual berikutnya?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga ROSE Hari Ini Melonjak 30%, Oasis Network Jadi Sorotan Pasar

Harga Oasis Network (ROSE) hari ini mencatat lonjakan signifikan dengan kenaikan +30,60% dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di level $0,019086 per ROSE/USD.

Kenaikan tajam ini menjadikan Oasis Network sebagai salah satu altcoin dengan performa terbaik hari ini dan langsung menarik perhatian pelaku pasar kripto.

Seiring lonjakan harga tersebut, kapitalisasi pasar ROSE meningkat ke kisaran $138–143 juta, menempatkannya di peringkat ke-189 aset kripto global.

Yang paling mencolok, Tokocrypto mencatat volume perdagangan ROSE dalam 24 jam mencapai $142,48 juta, atau hampir setara dengan kapitalisasi pasarnya.

Kondisi ini mengindikasikan lonjakan aktivitas transaksi dan minat pasar yang sangat tinggi.

Baca Juga: Harga ROSE Hari Ini Melonjak 30%, Oasis Network Jadi Sorotan Pasar Kripto

Lonjakan Harga ROSE dalam 24 Jam Terakhir

Dalam satu hari terakhir, harga ROSE naik sekitar $0,0039 atau +26,90%, meskipun sempat mengalami koreksi kecil secara intrajam.

Data menunjukkan perubahan harga 1 jam terakhir turun -5,14%, yang mengindikasikan adanya aksi ambil untung setelah reli kuat.

Performa ROSE dalam berbagai timeframe menunjukkan momentum yang agresif:

  • 24 jam: +26,90%
  • 7 hari: +44,70%
  • 30 hari: +76,98%

Kenaikan hampir 77% dalam sebulan menandakan bahwa reli ini bukan hanya lonjakan sesaat, melainkan bagian dari tren naik jangka pendek yang cukup solid.

Kinerja Historis ROSE: Momentum Mulai Terbangun

Pergerakan harga OASIS Network (ROSE/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga OASIS Network (ROSE/USDT) pada Selasa, 20 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dalam perspektif yang lebih luas, performa ROSE menunjukkan pemulihan bertahap. Dalam 60 hari terakhir, ROSE mencatat kenaikan +2,82%, sementara secara 90 hari naik +6,81%.

Angka ini menunjukkan bahwa lonjakan terbaru merupakan akselerasi signifikan setelah fase konsolidasi yang relatif panjang.

Reli cepat seperti ini sering kali menandakan masuknya trader momentum dan spekulan jangka pendek yang memanfaatkan pergerakan harga agresif, terutama pada altcoin dengan kapitalisasi menengah seperti ROSE.

Volume Tinggi Jadi Indikasi Minat Pasar

Volume perdagangan ROSE yang menembus $142 juta menjadi salah satu faktor paling penting dalam pergerakan hari ini.

Rasio volume terhadap market cap yang tinggi menandakan likuiditas pasar meningkat, aktivitas beli dan jual berlangsung sangat aktif, dan potensi volatilitas lanjutan masih terbuka.

Namun, volume tinggi juga sering diikuti oleh pergerakan harga ekstrem, baik ke atas maupun ke bawah.

Investor perlu mencermati apakah volume ini dapat bertahan atau justru menurun setelah euforia mereda.

Pasokan Token dan Struktur Pasar

Saat ini, jumlah ROSE yang beredar mencapai 7,51 miliar token, atau sekitar 75,09% dari total suplai maksimum 10 miliar ROSE.

Dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) sekitar $184 juta, masih terdapat potensi tekanan suplai tambahan seiring pelepasan token ke pasar.

Struktur suplai seperti ini membuat ROSE cukup sensitif terhadap perubahan sentimen.

Ketika permintaan meningkat, harga bisa melonjak cepat, namun ketika minat beli melemah, koreksi juga bisa terjadi secara tajam.

Level Penting yang Perlu Diperhatikan

Dalam jangka pendek, area $0,018–$0,019 menjadi zona krusial.

Jika ROSE mampu bertahan di atas level ini, peluang untuk melanjutkan reli ke area psikologis $0,020 terbuka lebar.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan momentum dapat memicu koreksi menuju area support di bawahnya.

Aksi koreksi kecil pada timeframe 1 jam menunjukkan bahwa pasar mulai memasuki fase penyeimbangan antara pembeli dan penjual.

Baca Juga: Gila! 3 Altcoin Metaverse Ini Meledak, Ada yang Naik 148% dalam 7 Hari

Harga ROSE hari ini mencerminkan lonjakan kuat yang didorong oleh volume tinggi dan meningkatnya minat pasar.

Dengan kenaikan hampir 77% dalam 30 hari dan 30% dalam sehari, Oasis Network kembali masuk radar investor dan trader kripto.

Meski momentum jangka pendek terlihat bullish, risiko volatilitas tetap tinggi.

Bagi trader, ROSE menawarkan peluang menarik, sementara investor perlu tetap disiplin dalam manajemen risiko mengingat reli cepat sering kali diikuti fase konsolidasi atau koreksi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Bank of America: Bunga Stablecoin Bisa Bikin $6 miliar Keluar Sistem Perbankan!

CEO Bank of America, Brian Moynihan, dalam Q4 2025 Bank of America Earnings Conference Call, memperingatkan bahwa jika stablecoin diizinkan membayar bunga (yield/interest) kepada pemegangnya, maka diperkirakan hingga $6 triliun deposito bank di Amerika Serikat berpotensi berpindah keluar dari sistem perbankan konvensional.

Angka ini terbilang sangatlah besar, karena mencapai sekitar 30-35% dari total deposito bank komersial di AS. Dampaknya, jika ini ternjadi bisa mencakup bank yang kehilangan sumber dana murah dari deposit retail yang mengendap, hingga naiknya biaya pinjaman kredit.

$6 miliar Bisa Keluar Sistem Perbankan Gara-Gara Stablecoin

Menurut Moynihan, perkiraan tersebut didasarkan pada studi Departemen Keuangan AS (U.S. Treasury Department) dan menghubungkan potensi pergeseran dengan perdebatan legislatif yang sedang berlangsung mengenai stablecoin berbunga.

Ia menjelaskan bahwa stablecoin yang membayar bunga akan berfungsi mirip seperti money market mutual fund, instrumen investasi yang menawarkan yield lebih tinggi dibandingkan rekening tabungan bank biasa.

Jika stablecoin bisa memberikan yield sekitar 4%, sementara bank hanya memberikan bunga kecil, maka wajar jika masyarakat dan institusi lebih memilih memindahkan dana mereka ke stablecoin.

Dalam surat yang ditulis oleh para pimpinan bank kepada Senat AS mengenai risiko besar jika stablecoin diizinkan membayar bunga atau imbal hasil, menyebutkan bahwa “jika miliaran dana tersingkir dari pinjaman bank komunitas, usaha kecil, para petani, pelajar, dan pembeli rumah di kota-kota seperti milik kita akan menderita.” seraya menambahkan bahwa perusahaan yang terkait dengan stablecoin tidak dapat menggantikan peran bank dalam menciptakan kredit dan tidak menawarkan asuransi FDIC.

Dampak lainnya juga bisa berakibat seperti:

  • Bank kehilangan sumber dana murah (deposito ritel)
  • Bank terpaksa mencari dana dari sumber lain yang lebih mahal (wholesale funding)
  • Kapasitas kredit/lending bank menurun
  • Biaya pinjaman (suku bunga kredit) secara keseluruhan bisa naik

Namun, banyak yang menganggap hal di atas hanyalah alasan belaka, untuk melindungi kepentingan dan margin keuntungan bank besar. Karena bank besar ini sebenarnya mampu menawarkan suku bunga yang lebih kompetitif pada deposito jika terpaksa bersaing secara terbuka.

Gonjang-Ganjing Regulasi Stablecoin di AS

Pernyataan Moynihan muncul di tengah perdebatan sengit di Kongres AS terkait rancangan undang-undang struktur pasar kripto terbaru (termasuk yang disebut sebagai bagian dari GENIUS Act atau draft terbaru dari Senator Tim Scott pada 9 Januari 2026).

Draft tersebut secara eksplisit melarang penerbit stablecoin membayar bunga atau yield hanya karena pemegang memegang token tersebut (passive holding). Namun, reward masih diperbolehkan jika terkait aktivitas seperti staking, liquidity provision, atau penggunaan aktif lainnya.

Bank-bank besar, termasuk Bank of America dan kelompok lobi perbankan sangat mendukung larangan ini, karena mereka ingin menutup celah agar stablecoin tidak menjadi pesaing langsung deposito bank.

Di sisi lain, pelaku industri kripto seperti CEO Coinbase, Brian Armstrong dengan tegas menolak draft tersebut, menyebutnya sebagai upaya bank untuk membunuh reward pada stablecoin dan membatasi kompetisi.

Amstrong beranggapan bahwa dengan stablecoin yang bisa memberikan yield berarti bunga dari yeild bisa masuk ke kantong keluarga Amerika. Menurutnya ini malah bagus, karena rakyat biasa dapat untung lebih banyak daripada simpan di bank yang bunganya rendah.

Baca juga: Mendulang Cuan Tambahan dari Staking ETF Ethereum

Membandingkan Rata-Rata Bunga Bank vs Stablecoin

Terlepas dari stablecoin yang mulai dipandang sebagai ancaman baru oleh bank konvensional, mari kita bandingkan rata-rata yield atau bunga bank vs stablecoin.

Di Indonesia, bunga deposito terbagi menjadi dua kategori, yakni Bank Besar dan Bank Digital.

Bank Besar biasanya memberikan bunga rendah karena likuiditas mereka melimpah, sedangkan Bank Digital berani memberikan bunga tinggi untuk menarik nasabah.

Bank Besar (BCA, Mandiri, BNI): Bunga berkisar 2.00% – 3.50% p.a.

Bank Digital (Seabank, Bank Saqu, Krom, Neo): Bunga berkisar 5.00% – 8.75% p.a.

Sedangkan untuk stablecoin, pengguna bisa menggunakan centralized exchange dan decentralized exchange untuk mendapatkan bunga. Bunganya sendiri bervariasi tergantung aktivitasnya, seperti earn, staking, atau landing.

Data DeFiLlama, 20 Januari 2026. Sumber: DeFiLlama.

Dikutip dari data DeFiLlama, rentang bunga stablecoin seperti USDT cukup bervariatif (diurutkan berdasar TVL) mulai dari 0.57% hingga 41.23% p.a dengan rata-rata 2-10% p.a namun bisa melonjak tinggi saat bull market sedang panas, karena banyak orang meminjam stablecoin untuk beli Bitcoin.

Kesimpulan

Bank mau tidak mau harus mulai beradaptasi dengan kemajuan teknologi, seperti kripto dan stablecoin. Jika bank terus melobi untuk membatasi yield stablecoin tanpa berinovasi, mereka berisiko kehilangan relevansi dalam era digital money, terlebih lagi adopsi stablecoin semakin meluas dengan pesat.

Baca juga: Contoh Nyata Manfaat Aset Kripto: Venezuela Andalkan USDT di Tengah Inflasi

Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Yahoo Finance: Bank of America CEO Warns $6T in Deposits Could Flow into Stablecoins

Stockwits: White House Threatens To Pull Support For Crypto Market Structure Bill





Sumber : news.tokocrypto.com