All posts by 17

Bitcoin Turun 0,83%, Terkoreksi ke $91.259

Harga BTC hari ini kembali bergerak di zona merah. Berdasarkan catatan Tokocrypto pada Selasa (13/1), Bitcoin (BTC) diperdagangkan di level $91.259,68 per BTC, terkoreksi sekitar -0,83% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini membuat kapitalisasi pasar Bitcoin turun ke kisaran $1,82 triliun, dengan volume perdagangan harian mencapai $36,42 miliar, mencerminkan bahwa aktivitas pasar masih relatif tinggi meski tekanan jual belum sepenuhnya mereda.

Secara intraday, Bitcoin sempat bergerak di rentang $90.055,02 – $92.227,82.

Area ini menunjukkan adanya tarik-menarik antara pembeli yang mencoba menahan harga di atas $90.000 dan penjual yang masih mendominasi pergerakan jangka pendek.

Meski sempat mencatat kenaikan kecil dalam satu jam terakhir (+0,18%), tekanan 24 jam dan 7 hari terakhir (-2,74%) menandakan tren jangka pendek masih condong melemah.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik ke $92.160, Uji Momentum

Kapitalisasi Besar, Tapi Momentum Melemah

Dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,82 triliun, Bitcoin tetap kokoh sebagai aset kripto nomor satu dunia.

Jumlah pasokan yang beredar kini mencapai 19,98 juta BTC, atau sekitar 95,12% dari total suplai maksimum 21 juta BTC.

Kondisi ini menegaskan bahwa Bitcoin semakin mendekati fase kelangkaan maksimalnya, yang secara fundamental sering dianggap positif dalam jangka panjang.

Namun, dari sisi pergerakan harga, data historis memperlihatkan bahwa tekanan belum sepenuhnya selesai.

Dalam 30 hari terakhir, harga BTC masih mencatat kenaikan tipis sekitar +1,01%, tetapi jika ditarik lebih jauh, performanya melemah cukup dalam: -7,73% dalam 60 hari dan -18,50% dalam 90 hari terakhir.

Angka ini menegaskan bahwa pasar Bitcoin saat ini masih berada dalam fase koreksi menengah.

Jarak Lebar dari Rekor Tertinggi

Bitcoin pernah mencetak rekor tertinggi di $126.198,07.

Dibandingkan dengan harga hari ini, BTC masih turun jauh dari puncaknya. Jarak yang lebar ini memberi dua sudut pandang berbeda di kalangan pelaku pasar.

Sebagian melihatnya sebagai sinyal bahwa tren besar masih melemah, sementara sebagian lain menganggap fase ini sebagai periode konsolidasi panjang sebelum arah tren baru terbentuk.

Volume perdagangan 24 jam yang masih berada di atas $36 miliar menunjukkan bahwa minat pasar belum surut.

Likuiditas yang tinggi biasanya mengindikasikan bahwa Bitcoin masih menjadi pusat perhatian investor global, baik untuk aktivitas trading jangka pendek maupun akumulasi bertahap.

Dinamika Jangka Pendek: Konsolidasi di Atas $90.000

Secara teknikal, area $90.000 kini menjadi zona psikologis penting. Bertahannya harga di atas level ini mengindikasikan bahwa masih ada minat beli yang mencoba menahan penurunan lebih dalam.

Namun, selama Bitcoin belum mampu kembali stabil di atas area $92.000 – $93.000, tekanan jangka pendek masih berpotensi berlanjut.

Pergerakan harga yang fluktuatif dengan kisaran harian lebih dari $2.000 menegaskan bahwa volatilitas tetap tinggi.

Kondisi seperti ini cenderung dimanfaatkan trader jangka pendek, sementara investor jangka panjang biasanya lebih fokus pada tren besar dan faktor fundamental seperti suplai yang semakin terbatas.

Gambaran Pasar Bitcoin Saat Ini

Saat ini Bitcoin menempati peringkat 1 kripto terpopuler di dunia, dengan kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDV) mencapai sekitar $1,91 triliun.

Angka ini mencerminkan nilai Bitcoin jika seluruh suplai maksimum telah beredar. Secara struktur, Bitcoin masih berada di posisi dominan dalam ekosistem kripto, dan pergerakannya tetap menjadi acuan utama bagi altcoin.

Koreksi yang terjadi hari ini memperpanjang fase kehati-hatian pasar.

Banyak pelaku pasar kini menunggu kepastian arah, apakah Bitcoin akan melanjutkan konsolidasi di area $90.000 atau justru membuka peluang rebound teknikal.

Baca Juga: 600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?

Analisa harga BTC hari ini di $91.259 menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam tekanan jangka menengah, meskipun volume perdagangan menunjukkan aktivitas pasar yang tetap kuat.

Dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimum dan dominasi pasar yang masih solid, Bitcoin tetap menjadi aset kripto utama yang paling diperhatikan.

Dalam jangka pendek, pergerakan BTC kemungkinan masih akan didominasi fase konsolidasi dan volatilitas, sementara arah tren berikutnya akan sangat bergantung pada kemampuan harga bertahan di atas level psikologis penting.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Tertekan di $3.109, Masuk Fase Penentuan Arah

Harga Ethereum (ETH) hari ini berada di level $3.109,85, melemah sekitar -1,12% dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini menempatkan Ethereum kembali ke area konsolidasi utama setelah sebelumnya sempat menguji zona atas di sekitar $3.160.

Dari sudut pandang teknikal, kondisi ini menunjukkan bahwa ETH sedang berada dalam fase krusial penentuan arah.

Dalam 24 jam terakhir, Ethereum bergerak di rentang $3.068,07 – $3.162,22, mencerminkan volatilitas aktif namun tanpa arah dominan yang jelas.

Baca Juga: ETH Masih Sideways, Harga Ethereum Hari Ini Stabil di Area $3.000

Struktur Tren Ethereum

Jika dilihat dari struktur pergerakan menengah, Ethereum masih berada dalam fase korektif. Hal ini tercermin dari data historis:

  • 7 hari: -3,44%
  • 60 hari: -3,45%
  • 90 hari: -23,78%

Meski tekanan jangka pendek relatif ringan, penurunan dalam 90 hari mengindikasikan bahwa Ethereum masih berada dalam downtrend menengah.

Secara chart, ETH belum mampu membentuk pola higher high yang solid, sehingga reli yang terjadi sejauh ini masih tergolong sebagai technical rebound.

Namun, penurunan yang mulai melandai dalam 30 hari terakhir (-0,23%) menunjukkan bahwa tekanan jual besar mulai melemah. Dalam analisis teknikal, kondisi ini sering menjadi awal dari fase akumulasi.

Zona Support dan Resistance Penting

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Berdasarkan range harian dan struktur harga, terdapat beberapa level teknikal utama yang kini menjadi perhatian pelaku pasar:

Support kunci:

  • $3.050 – $3.000 → zona psikologis & area pertahanan buyer
  • Area ini berkali-kali menahan penurunan dan menjadi pusat reaksi harga.

Jika support ini ditembus dengan volume besar, maka risiko pelemahan lanjutan akan meningkat.

Resistance terdekat:

  • $3.160 – $3.200 → batas atas range saat ini
  • Di atasnya, terdapat resistance menengah yang berpotensi menjadi penghalang utama sebelum ETH membangun tren naik baru.

Selama harga masih bergerak di antara dua zona ini, chart Ethereum secara teknikal berada dalam fase sideways compression.

Momentum dan Volume Perdagangan

Momentum jangka pendek Ethereum masih tergolong lemah cenderung netral. Hal ini tercermin dari:

  • Perubahan 1 jam: +0,43%
  • Perubahan 24 jam: -1,12%

Artinya, pantulan kecil masih terjadi, namun belum cukup kuat untuk membalik struktur tren.

Di sisi lain, volume perdagangan 24 jam sebesar $18,39 miliar menunjukkan bahwa minat pasar terhadap ETH masih sangat tinggi.

Dalam teknikal analisis, kombinasi volume besar + range menyempit sering menjadi pertanda bahwa pasar sedang mengumpulkan energi untuk pergerakan signifikan.

Skenario Pergerakan Harga ETH

Skenario Bullish (Breakout):

Jika Ethereum mampu menembus dan bertahan di atas $3.200 dengan dukungan volume, maka secara struktur ETH berpotensi membentuk higher high jangka pendek. Ini dapat membuka peluang reli lanjutan dan menggeser sentimen pasar dari netral menjadi bullish.

Skenario Bearish (Breakdown):

Jika tekanan jual mendorong ETH menembus $3.000, maka chart berpotensi melanjutkan tren koreksi. Breakdown dari zona ini akan memperbesar peluang pergerakan turun ke area demand berikutnya.

Skenario Netral:

Jika ETH tetap bergerak di kisaran $3.000–$3.200, maka pasar akan melanjutkan fase konsolidasi, menunggu katalis baru untuk menentukan arah.

Posisi Ethereum di Pasar

Dengan kapitalisasi pasar $375 miliar dan status sebagai kripto terbesar kedua dunia, Ethereum tetap menjadi salah satu aset paling berpengaruh.

Saat ini terdapat 120,69 juta ETH yang beredar, tanpa batas suplai maksimum, membuat harga sangat bergantung pada permintaan jaringan, aktivitas DeFi, NFT, stablecoin, dan solusi layer-2.

Jarak yang masih cukup jauh dari rekor tertinggi $4.953,73 menandakan bahwa Ethereum secara teknikal masih berada dalam fase pemulihan, bukan fase euforia.

Baca Juga: Harga Ethereum Hari Ini Menguat 2,37%, ETH Kembali ke Atas $3.160

Analisa harga Ethereum hari ini menunjukkan bahwa ETH sedang berada di zona teknikal penting. Tekanan jual masih ada, namun mulai melemah.

Chart harian ETH di Tokocrypto pada hari ini memperlihatkan fase konsolidasi ketat, yang secara historis sering menjadi pendahulu pergerakan besar.

Level $3.000 kini menjadi garis pertahanan utama, sementara $3.200 berperan sebagai gerbang awal pembalikan tren.

Arah berikutnya akan sangat ditentukan oleh reaksi harga di dua area ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

95 Juta Token Siap Masuk Pasar, Harga Pi Network Kian Tertekan

Harga Pi Network (PI) kembali berada dalam tekanan setelah tercatat turun 1,61% dalam 24 jam terakhir, performa yang lebih buruk dibandingkan rata-rata pasar kripto yang hanya melemah sekitar 1,22%.

Pelemahan ini bukan sekadar fluktuasi jangka pendek, melainkan mencerminkan kombinasi masalah struktural yang saat ini membayangi pergerakan harga PI.

Menurut laporan Coinmarketcap pada Selasa (13/1), tiga faktor utama dinilai menjadi penyebab tekanan berkelanjutan pada Pi Network: banjir pasokan token baru, krisis likuiditas, dan konfirmasi sinyal teknikal bearish.

Baca Juga: Harga Pi Network Hari Ini: Stabil di $0,21, Kapitalisasi $1,75 Miliar

Tekanan Unlock Token Makin Kuat

Salah satu isu paling krusial yang menekan harga Pi Network adalah unlock token harian.

Saat ini, lebih dari 4,5 juta PI dilepas ke pasar setiap hari, setara dengan nilai sekitar $900.000.

Arus suplai ini secara konsisten menambah tekanan jual, terutama karena permintaan pasar belum menunjukkan pertumbuhan signifikan.

Tak hanya itu, pasar juga tengah mengantisipasi gelombang unlock yang lebih besar. Sekitar 95 juta PI (senilai ±$20 juta) dijadwalkan akan dilepas pada Januari 2026.

Salah satu batch terdekat yang menjadi sorotan adalah unlock 5,3 juta PI pada 15 Januari, yang berpotensi meningkatkan volatilitas.

Token yang terbuka umumnya berasal dari early miners dan pihak internal, yang cenderung lebih siap merealisasikan keuntungan.

Dalam kondisi permintaan lemah, mekanisme ini menciptakan tekanan jual struktural yang sulit diimbangi oleh pasar.

Indikator likuiditas turut memperkuat kekhawatiran ini.

Rasio volume terhadap kapitalisasi pasar hanya sekitar 0,45%, menandakan bahwa Pi Network diperdagangkan di pasar yang relatif tipis dan rentan terhadap pergerakan tajam.

Krisis Likuiditas: Volume Anjlok, Akses Terbatas

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 13 Januari 2026. Sumber: CoinMarketCap

Masalah kedua yang semakin memperburuk kondisi Pi Network adalah penurunan volume perdagangan.

Dalam sepekan terakhir, volume harian PI dilaporkan anjlok lebih dari 60% menjadi sekitar $7,7 juta.

Angka ini tergolong rendah, bahkan jika dibandingkan dengan aset kripto lain yang memiliki kapitalisasi pasar jauh lebih kecil.

Rendahnya likuiditas membuat Pi Network menghadapi beberapa konsekuensi langsung:

  • Spread bid-ask melebar, menyulitkan eksekusi transaksi besar.
  • Minat investor baru menurun, karena volatilitas mudah dimanipulasi.
  • Risiko penurunan tajam meningkat, sebab pasar tidak cukup dalam untuk menyerap tekanan jual.

Situasi ini diperparah oleh ketiadaan PI di bursa besar seperti Binance atau Coinbase, yang secara signifikan membatasi eksposur global dan aliran modal baru.

Selain itu, lebih dari 90% suplai yang beredar dipegang oleh investor ritel, kondisi yang secara historis membuat aset kripto lebih rentan terhadap panic selling.

Sinyal Teknikal Konfirmasi Fase Distribusi

Dari sisi teknikal, chart Pi Network memperlihatkan sinyal yang tidak menguntungkan.

Harga PI dilaporkan telah menembus ke bawah Simple Moving Average (SMA) 200 hari di sekitar $0,30, sebuah level yang kerap dianggap sebagai batas tren jangka panjang.

Penembusan ini diikuti dengan terbentuknya bearish pennant dan rising wedge breakdown, dua pola yang umumnya mengindikasikan kelanjutan tren turun. Indikator momentum juga belum mendukung pembalikan arah.

RSI berada di sekitar 43, mencerminkan lemahnya dorongan beli, sementara histogram MACD telah berbalik negatif, meskipun sebelumnya ada sentimen positif terkait rilis toolkit pengembang.

Secara teknikal, pelemahan ini membuka potensi pengujian kembali area $0,20, yang kini menjadi support psikologis utama.

Target koreksi berikutnya bahkan mengarah ke kisaran $0,19, yang sebelumnya menjadi titik rendah penting.

Baca Juga: Harga Pi Network Turun 0,54%, Tertekan Likuiditas Tipis

Penurunan harga Pi Network saat ini mencerminkan kombinasi yang cukup berat: tokenomics yang inflasioner, likuiditas pasar yang lemah, dan struktur chart yang sudah terkonfirmasi bearish.

Walaupun inisiatif pengembangan dan alat baru bagi developer dapat memperkuat fundamental jangka panjang, pasar masih menunggu bukti konkret berupa pertumbuhan aplikasi, transaksi jaringan, dan dompet aktif.

Fokus utama investor kini tertuju pada satu pertanyaan krusial: apakah support $0,20 mampu bertahan di tengah derasnya unlock token Januari?

Jika level ini gagal dipertahankan, tekanan jual berbasis algoritma dan sentimen dapat mendorong Pi Network ke fase koreksi yang lebih dalam.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

600.000 Bitcoin Venezuela Akan Disita Trump, Apa Dampaknya?

Beberapa pekan terakhir, dunia kripto diramaikan oleh rumor bahwa pemerintah AS di bawah Trump akan menyita cadangan Bitcoin milik Venezuela senilai puluhan miliar dolar, diperkirakan sekitar 600.000 BTC. Isu ini mencuat menyusul tindakan militer dan penahanan Presiden Nicolás Maduro oleh pasukan AS, serta spekulasi bahwa aset digital tersebut kini berada dalam kendali AS atau bisa segera disita.

Menurut laporan dari MSN, proses akumulasi dimulai sejak 2018, dan melibatkan penukaran emas, dimana Venezuela dilaporkan menjual 73,2 ton emas senilai $2,7 miliar melalui perantara di Turki dan UEA, kemudian dikonversi menjadi BTC melalui mixer untuk menyembunyikan jejak.

Tapi sampai saat ini tidak ada bukti on-chain yang ditemukan oleh firma seperti Arkham Intelligence, “Kami belum mengidentifikasi kepemilikan sebesar itu saat ini,” kata Matteo Colledan, Wakil Presiden Pengembangan Bisnis di perusahaan pengawasan blockchain Arkham.

Secara historis, Venezuela terbilang memang aktif di dunia kripto, contohnya pada 2018, Venezuela meluncurkan Petro, mata uang digital berbasis minyak yang gagal karena kritik sebagai alat penghindaran sanksi. Adopsi kripto di kalangan rakyat juga tinggi karena hiperinflasi (500% pada 2025), tingginya adopsi ini terbukti dengan tercatatnya Venezuela sebagai peringkat 11 dalam adopsi aset digital global, menurut data dari TRM Labs.

Baca juga: Apa itu Quantum Computing yang Dianggap Acaman Bagi Bitcoin?

Venezuela Jadi Negara dengan Bitcoin Terbanyak

Jika benar Venezuela berhasil mengumpulkan lebih dari 600.000 Bitcoin melalui skema “shadow reserve” sejak 2018, maka posisinya bukan hanya akan melampaui El Salvador yang saat ini memiliki sekitar 7.500 BTC, tetapi juga jauh di atas Amerika Serikat dengan cadangan hasil sitaan sekitar 325,293 BTC, serta China yang diperkirakan menyimpan 190.000 BTC.

Di sisi korporasi, angka Venezuela bahkan mendekati kepemilikan MicroStrategy, perusahaan publik yang dikenal sebagai akumulator Bitcoin terbesar dengan lebih dari 672.497 BTC. Dengan estimasi nilai lebih dari 60 miliar dolar AS, Venezuela akan berdiri sebagai negara dengan cadangan Bitcoin terbesar di dunia, melampaui semua catatan resmi yang ada.

Baca juga: 2025 Wrapped: Ini Kejadian Penting di Pasar Kripto Sepanjang Tahun 2025.

Apa Jadinya Jika 600.000 Bitcoin Venezuela Benar-Benar Disita Trump?

Meskipun belum ada data pasti yang menyebutkan bahwa Venezuela memiliki 600.000 Bitcoin, mari kita bayangkan jika 600.000 Bitcoin yang setara dengan 3% dari total suplai Bitcoin ini benar-benar nyata dan disita oleh Trump.

Chart Bitcoin setelah Jerman mendjual Bitcoin. Sumber: Binance @TradingHeihgts

Pasar kripto sebenarnya bukan pertama kali menghadapi isu penjualan aset strategis milik negara, contohnya pada 2024 Jerman menjual 50.000 BTC yang mereka miliki dan menyebabkan koreksi 15-20%.

Sebagai perbandingan, jika kita kalkulasikan maka Bitcoin milik Venezuela adalah 12x lebih banyak dari Bitcoin yang di jual oleh Jerman pada 2024 kemarin.

Tentunya hal ini akan memicu volatilitas pasar, karena ketakutan dan ketidakpastian.

Namun melihat Amerika Serikat yang pro crypto dan telah mengesahkan Bitcoin strategic reserve, maka skenario Trump menyimpan Bitcoin hasil sitaan tersebut sebagai aset strategis AS untuk jangka panjang mungkin saja terjadi–sehingga bukan tidak mungkin pasar kembali bullish karena BTC sitaan ini berkurang secara tidak langsung dari sirkulasi karena disimpan untuk cadangan strategis AS, dan memperkuat narasi kelangkaan BTC.

Jika kamu tertarik untuk membeli Bitcoin, pastikan kamu memilih exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto, agar kamu bisa menikmati proses penarikan dana yang aman, transparan, dan cepat.

Dapatkan potongan 20% biaya trading selamanya dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber: 

Bitcoin’s price could be hit by Venezuela’s 3% BTC reserve: Here’s how – AMBCrypto

Does Venezuela own a colossal Bitcoin hoard? Here’s everything we know – DL News





Sumber : news.tokocrypto.com

Menanti Data CPI AS Terbaru

Pasar kripto hari ini, Selasa (13/1) bergerak aktif jelang rilis data CPI AS, dengan altcoin seperti DOLO, DUSK, dan JELLYJELLY memimpin kenaikan di tengah meningkatnya spekulasi pasar.

Semantara itu, Bitcoin dan Ethereum cenderung fluktuatif karena CPI masih berada di atas target, membuat kepastian pemangkasan suku bunga The Fed belum jelas, meski ETH tetap membidik area $3.200 seiring tren positif. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Deretan Altcoin Potensial Jelang Rilis CPI AS

  • Lonjakan 59% membawa harga DOLO ke titik $0.06673.
  • DUSK mencatatkan kenaikan 26% dan mencapai level $0,0746.
  • JELLYJELLY tumbuh 19% menjadi $0,077665 pada perdagangan hari ini.

Laporan CPI AS Hari Ini: Dampak pada Harga BTC & ETH

  • CPI di atas target, pemangkasan suku bunga masih belum pasti.
  • BTC fluktuatif; data CPI bisa picu breakout harga.
  • ETH incar $3.200, didorong tren positif dan optimisme pasar.

Tahun Baru, Cashback langsung GAS! Total Hadiah Rp25 JUTA!*

Altcoin Potensial Pekan Kedua Januari 2026

  • Migrasi token MANTRA bisa picu lonjakan OM jangka pendek.
  • Polygon soroti stablecoin Wyoming, waspada aksi ambil untung.
  • Aptos terancam volatilitas akibat token unlock $20,58 Juta.

Solana Incar $200 Usai Laporan Dominasi WisdomTree

  • Harga SOL pulih, tren bullish diprediksi berlanjut.
  • WisdomTree: Dominasi jaringan Solana bersifat struktural.
  • Analisis fokus pada pengguna, pengembang, dan pendapatan on-chain.

Baca juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Dogecoin (DOGE) Anjlok 2,32%, Support Kritis Mulai Diuji

Harga Dogecoin (DOGE/USD) kembali mengalami tekanan signifikan. Dalam 24 jam terakhir, DOGE tercatat turun 2,32% dan diperdagangkan di level US$0,13947, seiring meningkatnya volatilitas pasar kripto global.

Penurunan ini terjadi di tengah melemahnya sentimen pasar terhadap aset digital utama. Meski demikian, indikator teknikal menunjukkan kondisi yang relatif berimbang antara tekanan jual dan peluang konsolidasi.

Analisis Teknikal Dogecoin

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Secara teknikal, Relative Strength Index (RSI) berada di angka 50,24, menandakan momentum netral tanpa indikasi jenuh beli maupun jenuh jual. Sementara itu, Average Directional Index (ADX) di level 35,25 mengonfirmasi adanya tren yang cukup kuat dalam pergerakan harga Dogecoin saat ini.

Dari sisi volatilitas, DOGE bergerak dalam rentang Bollinger Bands, dengan batas bawah di US$0,11 dan batas atas di US$0,15. Harga saat ini berada di sekitar garis tengah US$0,13, menunjukkan fase konsolidasi. Indikator MACD juga memperlihatkan momentum netral tanpa sinyal bullish atau bearish yang dominan.

Aktivitas perdagangan Dogecoin tercatat sebesar 503,2 juta, atau sekitar 66% dari rata-rata volume 30 hari. Penurunan volume ini mengindikasikan partisipasi pasar yang melemah. Meski demikian, kapitalisasi pasar Dogecoin masih berada di angka US$20,37 miliar, mempertahankan posisinya sebagai salah satu kripto utama.

Tekanan jual juga tercermin dari Money Flow Index (MFI) di level 43,01, yang menunjukkan arus keluar dana dalam batas moderat. Sementara indikator stokastik menunjukkan kondisi jenuh beli jangka pendek, yang berpotensi memicu koreksi lanjutan atau pergerakan mendatar.

Baca juga: Dogecoin Tertekan! Harga Ancam Ambruk ke US$0,08

Proyeksi Harga Dogecoin

Dari sisi proyeksi harga, analisis menunjukkan potensi penurunan bulanan hingga US$0,08 jika level support gagal bertahan. Namun, dalam jangka menengah, harga DOGE diperkirakan bisa pulih ke US$0,16 secara kuartalan, dan bahkan mencapai US$0,305 dalam proyeksi tahunan, dengan catatan kondisi pasar tetap stabil.

Dilaporkan Meyka, level US$0,13 saat ini menjadi support penting yang diawasi pelaku pasar. Jika ditembus, harga berpotensi turun menuju US$0,11. Sementara itu, resistensi terdekat berada di US$0,15, dengan rata-rata pergerakan 50 hari di US$0,13839 menjadi penghambat kenaikan jangka pendek.

Dalam catatan historis, Dogecoin telah turun hampir 50% dalam setahun terakhir dan berada 67,8% di bawah harga tertingginya pada 2025. Namun secara jangka panjang, DOGE masih mencatat kenaikan lebih dari 6.300% dalam lima tahun, menegaskan karakter volatil namun berpotensi tinggi dari aset kripto ini.

Pelaku pasar kini mencermati pergerakan Dogecoin di area support utama. Arah selanjutnya akan sangat ditentukan oleh kekuatan minat beli dan konfirmasi sinyal pembalikan tren dalam waktu dekat.

Baca juga: Dogecoin Bangkit dari Tekanan? Harga DOGE Bertahan di US$0,15


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Diam-Diam Ngebut, 3 Privacy Coin Ini Catat Kenaikan Harga Signifikan

Kategori Privacy Coins kembali mencuri perhatian pasar kripto. Sejumlah aset kripto dengan fokus privasi mencatatkan kenaikan harga signifikan dalam 24 jam dan 7 hari terakhir, seiring meningkatnya minat investor terhadap anonimitas transaksi.

Berdasarkan data kapitalisasi pasar terbaru, Monero (XMR), Pirate Chain (ARRR), dan Umbra (UMBRA) menjadi 3 privacy coin terbesar saat ini dikutip CoinMarketCap.

Monero (XMR)

Monero (XMR) masih kokoh di posisi pertama sebagai privacy coin dengan kapitalisasi pasar terbesar. Harga XMR tercatat di level $568.15, naik 18.71% dalam 24 jam dan menguat 33.68% dalam 7 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar Monero mencapai $10.48 miliar dengan volume transaksi harian sebesar $347.45 juta. Dengan suplai beredar 18.44 juta XMR, Monero tetap menjadi standar utama aset kripto berbasis privasi global.

Pirate Chain (ARRR)

Di posisi kedua, Pirate Chain (ARRR) menunjukkan performa agresif dalam jangka pendek. Harga ARRR berada di $0.3436, melonjak 58.17% dalam 24 jam dan naik 36.56% dalam 7 hari.

Kapitalisasi pasar Pirate Chain tercatat sebesar $67.42 juta, meski volume transaksi harian masih relatif kecil di angka $300.571. Total suplai beredar ARRR mencapai 196.21 juta token, menjadikannya salah satu privacy coin dengan pertumbuhan harga tercepat pekan ini.

Umbra (UMBRA)

Sementara itu, Umbra (UMBRA) menempati peringkat ketiga dengan kapitalisasi pasar $16.58 juta. Harga UMBRA berada di level $1.66, naik 15.56% dalam 24 jam terakhir. Volume transaksi harian tercatat sebesar $754.866 dengan suplai beredar 10 juta UMBRA.

Umbra dikenal sebagai solusi privasi berbasis Ethereum yang berfokus pada anonimitas alamat dompet tanpa mengorbankan kompatibilitas jaringan utama.

Dengan volatilitas pasar yang kembali meningkat, pergerakan privacy coins menjadi salah satu sektor yang paling diperhatikan. Kinerja Monero, Pirate Chain, dan Umbra menunjukkan bahwa isu privasi masih menjadi narasi kuat di tengah perkembangan industri kripto global.

Baca juga: Update Harga Zcash (ZEC) Terbaru: Lonjakan Harian 16%


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Tembus $140, Tapi Ini Risiko Besar Jika Support Kritis Jebol

Harga Solana (SOL) berhasil menembus level psikologis $140 dan kini diperdagangkan di kisaran $144, memicu optimisme pasar kripto. Namun, analis teknikal mengingatkan bahwa euforia ini tetap dibayangi risiko koreksi jika level support utama gagal dipertahankan.

Berdasarkan data perdagangan Kraken, SOL memulai tren naik setelah stabil di atas $132. Aset kripto ini kemudian menembus sejumlah level resistance penting, mulai dari $138, $140, hingga $142, sebelum mencapai puncak sementara di $144 dan bergerak konsolidatif.

Analisis Teknikal Solana

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Solana Rilis Upgrade Validator Darurat, Harga SOL Siap Uji Level $144?

Secara teknikal, harga Solana kini berada di atas simple moving average (SMA) 100 jam, menandakan tren jangka pendek yang masih bullish. Selain itu, terbentuk garis tren naik dengan area support kuat di sekitar $138 pada grafik per jam pasangan SOL/USD.

Dilaporkan Yellow, level Fibonacci retracement 23,6% dari pergerakan harga $135 ke $144 juga masih bertahan, memperkuat sentimen positif pasar. Indikator MACD per jam menunjukkan momentum bullish, sementara Relative Strength Index (RSI) tetap berada di atas level 50.

Potensi SOL ke Depan

Meski demikian, pasar masih mencermati ujian resistance berikutnya di $145. Jika Solana mampu menembus $150, analis menilai peluang kenaikan menuju $162 hingga $170 akan terbuka.

Di sisi lain, risiko penurunan tetap menjadi perhatian. Level $140 kini berperan sebagai support awal yang krusial dan bertepatan dengan Fibonacci retracement 50% dari reli terbaru. Jika harga turun dan menembus $138, tekanan jual berpotensi membawa SOL kembali ke area $132.

Dengan kondisi ini, pelaku pasar diimbau tetap waspada, meskipun tren jangka pendek masih menunjukkan sinyal penguatan.

Baca juga: Resmi Meluncur Januari 2026, Token SKR Solana Mobile Siap Dibagikan


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Wajib Tahu! 5 Agenda Pekan Ini Bisa Ubah Arah Pasar kripto

Pasar kripto memasuki pekan ini dengan sinyal optimisme baru di tengah meningkatnya perhatian investor terhadap sejumlah agenda ekonomi global. Kapitalisasi pasar kripto tercatat naik 0,73% dalam 24 jam terakhir, sejalan dengan tren mingguan positif sebesar 0,84%, meski masih membukukan penurunan tipis 0,84% secara bulanan.

Bitcoin terus bertahan di atas level psikologis USD 90.000, menguatkan sentimen bullish di pasar. Ethereum juga stabil di atas USD 3.100, sementara Binance Coin (BNB) bertahan di atas USD 900 dan membuka peluang pemulihan lanjutan. Di tengah pergerakan harga yang relatif stabil, investor kini mencermati sejumlah agenda makroekonomi yang berpotensi menentukan arah pasar kripto dalam jangka pendek.

Berikut lima peristiwa utama terkait ekonomi dan kebijakan moneter yang dinilai krusial bagi pergerakan aset kripto pekan ini:

Senin: Pidato Pejabat FOMC Jadi Sorotan Awal Pekan

Dilaporkan Coingape, pekan dibuka dengan pidato pejabat Federal Open Market Committee (FOMC). Pernyataan yang disampaikan akan menjadi petunjuk penting terkait arah kebijakan suku bunga ke depan. Nada hawkish berpotensi menekan aset berisiko seperti kripto, sementara sinyal dovish dapat memicu optimisme pasar terhadap peluang pelonggaran moneter.

Selasa: Data CPI Tentukan Arah Inflasi

Bureau of Labor Statistics AS dijadwalkan merilis data Consumer Price Index (CPI) pada 13 Januari. Pada laporan sebelumnya, inflasi utama tercatat turun ke level 2,7% dan Core CPI ke 2,6%, lebih rendah dari perkiraan. Analis memperkirakan inflasi dapat kembali turun hingga 1,9%. Jika tren penurunan berlanjut, ekspektasi penurunan suku bunga dapat menguat dan mendorong pasar kripto. Sebaliknya, lonjakan inflasi berpotensi menekan harga aset digital.

Baca juga: Pasar Kripto Hari Ini 12 Januari 2026: Awal Pekan Sideaways, Kenapa?

Rabu: PPI Jadi Indikator Awal Tekanan Harga

Data Producer Price Index (PPI) untuk periode Oktober dan November akan dirilis pada 14 Januari. PPI mencerminkan biaya di tingkat produsen dan kerap menjadi sinyal awal tekanan inflasi. Penurunan PPI secara konsisten dapat memperkuat keyakinan bahwa inflasi melandai, yang umumnya berdampak positif bagi aset berisiko termasuk cryptocurrency.

Kamis: Klaim Pengangguran Uji Ketahanan Pasar Tenaga Kerja

Laporan klaim pengangguran mingguan menunjukkan kenaikan 8.000 klaim menjadi 208.000 pada awal Januari. Meski masih mencerminkan pasar tenaga kerja yang relatif stabil, lonjakan yang tidak terduga dapat memicu kekhawatiran perlambatan ekonomi. Stabilitas tenaga kerja dinilai penting dalam menjaga minat risiko investor di pasar kripto.

Jumat: Neraca The Fed Ungkap Arah Likuiditas

Federal Reserve akan memperbarui data neraca keuangannya pada akhir pekan. Besaran neraca ini mencerminkan jumlah likuiditas yang beredar di sistem keuangan. Penyusutan neraca mengindikasikan pengetatan likuiditas, sementara ekspansi neraca dapat menjadi katalis positif bagi pasar kripto.

Dengan kombinasi data inflasi, kondisi pasar tenaga kerja, dan kebijakan moneter, rangkaian agenda ekonomi pekan ini diperkirakan akan menentukan volatilitas jangka pendek sekaligus arah pergerakan pasar kripto hingga akhir Januari.

Baca juga: Riset Kripto 05-09 Jan 2026: Konflik Geopolitik: Bom Waktu Bitcoin?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga BTC Dekati US$92K, XRP US$2,08 Jelang Putusan Tarif AS

Harga Bitcoin dan XRP terpantau bergerak stabil menjelang putusan penting Mahkamah Agung Amerika Serikat terkait kebijakan tarif perdagangan global yang dijadwalkan pada 14 Januari 2026. Pelaku pasar kripto memilih bersikap hati-hati karena keputusan tersebut dinilai dapat memengaruhi sentimen makro dan aliran dana institusional ke aset digital.

Bitcoin tercatat diperdagangkan di kisaran US$90.550, sementara XRP berada sedikit di atas US$2,08. Pergerakan harga yang relatif sempit mencerminkan sikap wait and see investor global.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar kripto global naik tipis 0,12 persen menjadi US$3,09 triliun. Sejumlah altcoin utama seperti Ethereum (ETH), Solana (SOL), Cardano (ADA), dan Dogecoin (DOGE) bergerak tanpa arah yang jelas. Ethereum tetap bertahan di atas level psikologis US$3.000, menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dilaporkan Coingape, Mahkamah Agung AS sebelumnya hanya merilis satu putusan pada Jumat lalu yang tidak berkaitan dengan kasus tarif. Investor kini menanti keputusan lanjutan pada Rabu, 14 Januari, yang akan membahas legalitas tarif global yang diberlakukan mantan Presiden Donald Trump.

Kasus ini berfokus pada penggunaan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) tahun 1977, yang awalnya ditujukan untuk kondisi darurat nasional, namun digunakan untuk memberlakukan tarif impor lintas negara. Putusan tersebut berpotensi menentukan batas kewenangan presiden serta kemungkinan pengembalian dana tarif yang telah dipungut.

Meski isu ini dinilai signifikan, pasar kripto sejauh ini merespons secara terbatas dan belum menunjukkan lonjakan volatilitas yang berarti.

Baca juga: Harga XRP Turun ke US$2,05, Pasar Menanti Keputusan CLARITY Act

ETF Tunjukkan Sikap Hati-Hati Investor Institusi

Menjelang putusan pengadilan, data ETF menunjukkan sentimen campuran dari investor institusi. Spot Bitcoin ETF mencatat arus keluar bersih sebesar US$250 juta, menandakan kehati-hatian pasar. Namun, beberapa produk justru mengalami akumulasi selektif.

ETF Bitcoin milik Fidelity (FBTC) mencatat arus masuk bersih sebesar US$7,87 juta, mengindikasikan keyakinan sebagian investor terhadap kekuatan jangka menengah Bitcoin.

Sementara itu, ETF spot XRP mencatat arus masuk bersih US$4,93 juta, mencerminkan meningkatnya minat terhadap XRP di tengah perkembangan regulasi dan hukum yang mengitarinya.

Level Harga Penentu Arah Bitcoin dan XRP

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Senin, 12 Januari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Dari sisi teknikal, Bitcoin saat ini memiliki area support kuat di US$90.000 dan US$89.000. Jika berhasil menembus resistensi di atas US$92.000, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju US$93.500 hingga US$95.000. Namun, kegagalan breakout dapat mendorong koreksi ke area US$88.500.

Adapun XRP masih bergerak dalam fase konsolidasi di atas US$2,08. Penembusan level US$2,10 berpotensi membuka jalan menuju US$2,20 hingga US$2,50. Sebaliknya, penurunan di bawah US$2,00 dapat memicu pelemahan lanjutan hingga US$1,90.

Menjelang putusan Mahkamah Agung AS, pelaku pasar diperkirakan tetap waspada. Kejelasan arah kebijakan perdagangan global dinilai dapat menjadi pemicu perubahan sentimen dan volatilitas jangka pendek, dengan arus ETF dan faktor makro menjadi penentu pergerakan pasar kripto selanjutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com