All posts by 21

Nasib Aset Kripto LUNA 2.0 dan LUNC di Indonesia

Pendiri Terra, Do Kwon, terus melakukan upaya memulihkan ekosistem Terra pasca kolapsnya Terra (LUNA) dan stablecoin algoritmik, USDTerra (UST) beberapa waktu. Salah satu upaya tersebut adalah dengan meluncurkan jaringan baru Terra pada tanggal 28 Mei 2022.

Peluncuran jaringan baru Terra ini menjadi LUNA 2.0 (LUNA) yang membuat aset kripto Terra dan TerraUSD berubah ticker. Blockchain dan token Terra lama diubah menjadi Luna Classic (LUNC) dan UST Classic (USTC). Terbitnya, jaringan baru ini membuat sejumlah investor aset kripto di Indonesia bertanya akan nasib perdagangan LUNA 2.0 dan status airdrop mereka.

Sejatinya, saat ini aset kripto LUNA 2.0 belum diperdagangkan atau listing di exchange lokal yang terdaftar resmi di Bappebti. Akibatnya pendistribusian airdrop sebagai kompensasi kepada jutaan holder dan komunitas pengembang yang terkena dampak dari keruntuhan Terra belum bisa direalisasikan sepenuhnya.

Terra LUNA
Ilustrasi Terra LUNA. Sumber: Beincrypto.

Baca juga: Serangkaian Aksi dan Reaksi Dibalik Anjloknya UST dan Terra (LUNA)

Government Relations Tokocrypto, Albert Endi, menjelaskan saat ini aset kripto LUNA 2.0 (LUNA) belum bisa diperdagangkan di Indonesia karena belum mendapatkan lisensi dari Bappebti. Ia juga menjelaskan saat ini Tokocrypto masih melakukan pengkajian mendalam terkait aspek fundamental terkait token LUNA sebelum bisa dilisting di platform.

“Adanya usulan penambahan aset kripto, harus ada proses pengkajian terlebih dahulu. Sejak tanggal 27 Mei itu, Tokocrypto sedang mengkaji sedalam-dalamnya kripto LUNA 2.0 ini. karena seperti yang kita lihat tanggapan di media dan komunitas semua masih ragu dengan produk ini,” kata Endi saat berbicara di Twitter Space yang diadakan Tokocrypto pada Kamis (9/6) malam.

Lebih lanjut, Endi mengatakan Tokocrypto selalu patuh dan tunduk pada peraturan mengenai perdagangan aset kripto di Indonesia. Oleh karena itu untuk memperdagangkan kripto LUNA 2.0 harus melalui persetujuan Bappebti. Perlindungan investor menjadi prioritas bagi Tokocrypto.

“Kalo sekarang mengajukan, kami mesti yakin aset (LUNA 2.0) ini berguna di masa depan. Kita tidak mau nanti merugikan investor yang akhirnya memperdagangkan membeli dan sebagainya berinvestasi di LUNA ternyata tidak cukup kuat fundamentalnya,” jelasnya.

Sementara, Tokocrypto mendukung migrasi dan pergantian ticker LUNA dan UST menjadi LUNC dan USTC. Pasangan perdagangan spot di-pairing dengan LUNA/BUSD dan UST/BUSD.

Baca juga: Tragedi Terra (LUNA), UST dan Bitcoin: Raksasa BlackRock, Citadel dan Gemini Dalangnya?

Hak Airdrop LUNA 2.0 Tetap Diberikan

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan Terra sudah menjalankan airdrop LUNA 2.0 sebagai kompensasi bagi investor yang terkena dampak dari keruntuhan jaringan. Airdrop dibagi menjadi dua kategori Pre-attack dan Post-attack.

Airdrop LUNA yang baru memang ada sudah di-annouce oleh Terra Labs ada 2 kategori, ada Pre-attack (7 mei) dan Post-attact (27 mei). Para holder yang hold token LUNA lama di antara dua tanggal itu, bisa dapat airdrop defencing sebesar 30%, 70% akan defencing selama 2 tahun. Itu dikirim ke alamat wallet terakhir,” tutur Afid.

Apa Itu Terra (LUNA) Crypto? Pengertian Untuk Pemula
Ilustrasi aset kripto, Terra (LUNA).

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Melihat perkembangan yang ada saat ini, Afid mengatakan airdrop LUNA 2.0 belum bisa dilakukan di wallet akun Tokocrypto, karena aset kripto tersebut belum terdaftar di Bappebti. LUNA 2.0 masih menjalani pengkajian untuk memenuhi due diligence sebagai aset kripto terdaftar sesuai dengan Peraturan Bappebti No. 7 Tahun 2020 Tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Airdrop dan hak investor akan tetap diperjuangkan. Namun, benar tidak bisa diperdagangkan di Tokocrypto untuk saat ini karena belum legal terdaftar di Bappebti. Hak investor tetap tersalurkan menunggu kajian. Investor bisa melakukan withdraw atau wallet address lainnya di luar Tokocrypto untuk sementara,” tambah Endi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Bergerak Labil, Investor Terlihat Ragu

Pergerakan market aset kripto dalam seminggu terakhir masih mengalami tekanan. Meski, sempat comeback di tengah pekan, rupanya hal tersebut sulit berlanjut. Pasalnya, investor masih “malu-malu kucing” untuk all-out dalam perdagangan aset kripto. 

Secara keseluruhan sejumlah aset kripto, terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap kembali ke zona merah dalam satu hari terakhir. Misalnya saja, Bitcoin yang kembali diperdagangkan dengan nilai $ 30.070 atau turun 1,28% dalam 24 jam terakhir, seperti terpantau dari situs CoinMarketCap pada Jumat (10/6) pukul 15.00 WIB.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan perdagangan aset kripto Bitcoin kemungkinan besar masih terus akan berada di sekitar level $ 30.000 dalam waktu dekat. Pasalnya, investor masih menunggu laporan inflasi ekonomi AS yang dapat memicu ekspektasi pasar.

“Pergerakan nilai Bitcoin kemungkinan besar masih akan sideways di level $ 30.000. Investor sepertinya masih bakal kurang bergairah masuk ke pasar kripto lantaran wait and see data inflasi AS terbaru dan dampak pengumuman kebijakan moneter Bank Sentral Eropa. Jika inflasi AS masih meradang, maka ada kemungkinan The Fed bakal mengerek suku bunga acuannya sebesar 50 basis poin pada bulan ini,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Analisis Nilai Bitcoin yang Kembali Masuk ke Harga $ 30.000

Seperti diketahui, Bank Sentral Eropa telah mengumumkan kenaikan suku bunga acuannya yang pertama dalam lebih dari satu dekade terakhir untuk mengatasi inflasi yang meroket. Kebijakan tersebut bisa jadi sinyal bagi The Fed untuk mengetatkan kebijakan moneternya. Diperkirakan inflasi di AS masih menembus jauh di atas 8%, level tertinggi dalam empat dekade.

“Ketika The Fed mengerek suku bunga acuannya, maka tingkat imbal hasil instrumen berpendapatan tetap bakal meningkat, begitupun dengan nilai dolar AS. Alhasil, aset berisiko jadi dipandang tidak menarik dan menjadi lebih mahal di mata investor,” jelas Afid.

Sentimen Negatif Masih Bayangi Market Kripto

Sentimen negatif juga datang dari Bank Dunia yang memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi tahun ini dari 4,1% menjadi 2,9% di tengah kekhawatiran inflasi. Sementara itu, dampak dari invasi Rusia ke Ukraina berlanjut dengan harga minyak mentah yang melonjak.

Di samping perkara makroekonomi, stagnannya transaksi perdagangan kripto juga disebabkan oleh keragu-raguan investor soal titik bottom harga aset kripto, sehingga belum melakukan strategi buy the dip. Meski, aset kripto diperdagangkan di rentang harga yang gitu-gitu aja dalam beberapa waktu terakhir, sebagian investor yakin bahwa titik harga saat ini bukanlah titik terendahnya.

“Keraguan ini buat market kripto jadi stagnan. Karenanya, market membutuhkan beberapa katalis baru untuk keluar dari kelesuan ini dan kemungkinan masih butuh waktu untuk market bullish,” pungkas Afid.

ilustrasi membeli bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

Nasib Token Kripto LUNA 2.0 di Indonesia

Pembahasan soal token aset kripto LUNA 2.0 (LUNA) masih terus ramai diperbincangkan. Afid menjelaskan saat ini token jaringan baru Terra, yakni LUNA belum bisa diperdagangkan di Indonesia, karena belum memiliki lisensi dari Bappebti. Oleh karenanya, airdrop sebagai kompensasi bagi investor yang terkena dampak dari keruntuhan jaringan Terra lama belum bisa direalisasikan.

“Airdrop LUNA akan dikirim ke alamat wallet terakhir di yang memiliki LUNC di Tokocrypto. Merekan berhak mendapatkan airdrop, tetapi kita masih dalam kajian untuk LUNA, kalo kita sudah listing LUNA bisa langsung diterima,” jelas Afid.

Melihat perkembangan yang ada saat ini, Afid mengatakan airdrop LUNA 2.0 belum bisa dilakukan di wallet akun Tokocrypto, karena aset kripto tersebut belum terdaftar di Bappebti. LUNA 2.0 masih menjalani pengkajian untuk memenuhi due diligence sebagai aset kripto terdaftar sesuai dengan Peraturan Bappebti No. 7 Tahun 2020 Tentang Penetapan Daftar Aset Kripto yang Dapat Diperdagangkan di Pasar Fisik Aset Kripto.

Untuk pembahasan mengenai perdagangan aset kripto LUNA 2.0 di Indonesia bisa simak di artikel TokoNews di link ini.

Baca juga: Bitcoin Kembali ke Harga $ 31 Ribu, Hati-hati False Breakout



Sumber : news.tokocrypto.com

Aset Kripto Cardano (ADA) Berkembang Berkat Ribuan Proyek Kripto Ini

Perkembangan dari blockchain Cardano (ADA) tak lepas dari kehadiran lebih dari 1.000 proyek yang dibangun di atas jaringannya.

Cardano, yang kini menjadi blockchain terbesar dan paling menjanjikan ketiga di industri kripto ini, telah menarik banyak perhatian, terutama jelang pembaruan hard fork Vasil yang sangat dinantikan.

Ribuan Proyek Kripto Menopang Perkembangan Blockchain Cardano (ADA) 

Berdasarkan tweet IOHK yang dilansir Use the Bitcoin, jaringan Cardano (ADA) kini telah memiliki 1.003 proyek yang berjalan di atasnya.

Dari informasi tersebut, proyek yang membangun solusi koleksi NFT telah mendominasi, dengan bobot 40,4 persen.Sisanya hampir sama rata seperti Komunitas dan Sosial di 6 persen, Alat Pengembangan dan API di 4,8 persen, game di 4,2 persen dan keuangan terdesentralisasi (DeFi) di 2,1 persen.

Selain itu ada juga proyek-proyek yang membangun metaverse, penjelajahan data, bursa terdesentralisasi (DEX), solusi identitas dan masih banyak lagi.

Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

Pasar kripto yang merana tampak tidak menghambat langkah para pengembang untuk membangun di jaringan Cardano. Sehingga, secara prospek koin ADA pun terlihat menarik yang terbukti dari apresiasi harganya dalam beberapa hari terakhir.

Dan juga, kini Cardano telah menjadi alternatif utama dari jaringan Ethereum dan BNB Smart Chain. Ini meningkatkan prospek adopsi dari pengembang untuk proyek mereka, terlebih Cardano terus berkembang, dengan akan hadirnya pembaruan Vasil akhir Juni ini.

Dan jika kita mengesampingkan stablecoin, maka ADA kini duduk sebagai koin berkapitalisasi pasar terbesar keempat.

Menurut laporan platform analitik Santiment yang menganalisis aktivitas on-chain, koin ADA telah secara konsisten mengalami peningkatan jumlah transaksi di jaringannya.

Baca juga: Cardano (ADA) dan Ethereum (ETH) Bersaing Ketat di Produk Investasi Grayscale ini

Whale pun diketahui telah mulai memborong ADA dalam jumlah besar dalam sepekan terakhir.

“Cardano melihat 39 transaksi whale senilai lebih dari US$1 juta antara pukul 14.00 dan 15.00 UTC Jumat. Sejak rentang jam tersebut, harga ADA telah naik lebih dari 32 persen. Whale terus menunjukkan nilai dalam pertanda pergeseran arah harga. Aset ini juga melihat tingkat diskusi tertinggi selama 17 hari,” ungkap laporan Santiment.

Santiment pun menilai bahwa, semakin banyak proyek dan jumlah platform yang dikembangkan di atas jaringan Cardano, maka semakin besar pula jumlah pengguna dan minat investor.

Pada akhirnya, ekosistem akan berkembang dengan konsisten dan solid, yang lebih disukai investor, terutama institusi. Ini dapat terlihat dari meningkatnya bobot Cardano dalam produk investasi Grascyale. 

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Tiga Alasan Harga Ethereum Berisiko Turun 25% di Juni 2022

Gabungan faktor fundamental dan teknikal menyebabkan nilai token asli Ethereum (ETH) mengalami penurunan lebih dari setengahnya pada tahun 2022. Selain kehilangan nilainya terhadap Bitcoin (BTC), ETH juga sekarang disematkan di bawah $ 2.000.

Dengan kondisi tersebut, harga ETH berisiko mengalami kerugian yang lebih besar di bulan Juni. Berikut 3 alasannya

1. Ethereum kehilangan modal 

Menurut laporan pasar mingguan CoinShares yang diterbitkan 31 Mei 2022, investor telah menarik $ 250 juta dari dana investasi berbasis Ethereum pada tahun 2022.

Arus keluar besar-besaran dari ETH ini bertolak belakang dengan koin lainnya. Misalnya Bitcoin yang malah mendapatkan kucuran dana investasi senilai $ 369 juta. Atau protokol blockchain layer satu yang bersaing dengan Ethereum, Solana dan Cardano, masing-masing mendapatkan dana segar senilai $ 104 juta dan $ 9 juta.

Sumber: https://coinshares.com/research/digital-asset-fund-flows

Penarikan dana dari Ethereum ini adalah tanda bagaimana jatuhnya TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) berdampak pada berkurangnya minat investor untuk menanamkan modalnya di sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi) secara keseluruhan yang merupakan andalan Ethereum.

Prospek bullish ETH tetap terpaku pada ledakan di pasar DeFi karena blockchain Ethereum menampung sebagian besar aplikasi keuangan di sektor ini. Per 5 Juni, total nilai yang dikunci (TVL) di dalam aplikasi berbasis Ethereum adalah $ 68,71 juta, hampir 65% dari total TVL DeFi.

Namun, TVL ini masih mencerminkan kemunduran besar-besaran dari pool DeFi Ethereum, yang sebelum runtuhnya Luna Classic (LUNC) dan TerraUSD Classic (USTC) pada 9 Mei lalu berkisar sekitar $ 100 miliar.

Sumber: https://defillama.com/chain/Ethereum

Baca juga: Analisis Nilai Bitcoin yang Kembali Masuk ke Harga $ 30.000

Menurut Ilan Solot dari Tagus Capital, dampak sentimen kebijakan The Fed ditambah dengan outlook terhadap sektor DeFi yang lebih hati-hati, penurunan nilai ETH diprediksi masih akan berlanjut di sepanjang Juni ini.

Kepada Financial Times, Solot mengatakan jika The Fed menaikkan suku bunga dana federal untuk mengencangkan atau membatasi jumlah uang beredar dan orang-orang harus membayar $ 4,5 per galon gas, maka mereka akan memiliki dana yang lebih sedikit untuk berinvestasi di DeFi atau dibelanjakan untuk permainan blockchain.”

2. Teknikal yang lamban

Perilaku perdagangan sejak Mei juga memberikan prospek bearish untuk Ethereum.

Secara rinci, Ether telah berfluktuasi dalam area yang ditentukan oleh support garis tren horizontal dan resistensi garis tren turun. Polanya kurang lebih terlihat seperti “segitiga menurun”, pola bearish yang berkelanjutan yang terbentuk ketika downtrend.

Bila dibaca menurut aturan analisis teknis, pola segitiga akan mengalami resolve setelah harganya dengan pasti menembus di bawah garis tren dukungannya dan kemudian turun setinggi ketinggian maksimum segitiga.

Jika, harga ETH berada lebih rendah dibawah garis segitiga terbawah, maka nilainya pada Juni ini berisiko jatuh menuju $ 1.350 atau turun sekitar 25% dibandingkan harga hari ini.

Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

3. Cadangan ETH di bursa meningkat

Merujuk data CryptoQuant, jumlah total saldo Ether di bursa kripto secara global telah meningkat sebesar 550.459 ETH sejak Mei. Saldo senilai hampir $ 950 juta itu masuk ke hot wallet, Ether sejak awal bencana Terra.

Symber: Cryptoquant.com

Biasanya, pedagang mengirim token ke bursa saat mereka ingin menukarkannya dengan aset lain. Dengan demikian, tekanan jual kemungkinan akan meningkat, jika tren turun dalam cadangan ETH di bursa mulai berbalik arah.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Cara Simpan Bitcoin yang Aman pada Wallet Kripto

Tak bisa dipungkiri, dunia maya rentan sekali terjadi scam dan bisa dibilang tidak sepenuhnya ramah, termasuk ketika kita bertransaksi dan menyimpan aset kripto. Meski begitu, bukan berarti tidak ada yang bisa Anda lakukan untuk mencegah terjadinya pencurian aset kripto. Berikut adalah beberapa cara yang bisa Anda lakukan dan kombinasikan untuk menyimpan aset kripto, termasuk Bitcoin, dengan lebih aman di wallet kripto.

4 Cara Menyimpan Aset Kripto yang Aman

Anda bisa melakukan 4 cara ini agar penyimpanan aset di wallet kripto lebih aman. Ini dia caranya!

1. Pilih wallet yang terpercaya

Langkah pertama yang harus Anda lakukan adalah memilih wallet yang terpercaya. Sekarang ini, ada banyak sekali jenis wallet kripto yang bisa Anda pilih. Jika dikelompokkan berdasarkan mekanisme kerjanya, wallet khusus menyimpan aset kripto bisa dibagi menjadi dua, yaitu hot wallet dan cold wallet.

Hot wallet merupakan jenis dompet kripto yang berupa suatu platform atau software. Dompet yang satu ini terhubung langsung dengan internet. Sedangkan, cold wallet adalah jenis penyimpanan aset kripto yang berupa hardware dan tidak terhubung langsung dengan internet.

Jika melihat mekanisme kerjanya, cold wallet menawarkan keamanan yang lebih baik dibandingkan dengan hot wallet karena tidak terhubung langsung dengan internet. Kunci pribadi (private key) Anda akan disimpan dalam sebuah perangkat keras yang memang didesain khusus menyimpan aset kripto. Kunci juga tidak bisa diubah menjadi teks biasa karena telah dilindungi oleh fitur keamanan microcontroller.

Apa itu altcoin seasons

Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Aset Kripto Lokal Bisa Tingkatkan Potensi Perekonomian Digital RI

Nah, ini dia ada tips dalam memilih wallet crypto yang terpercaya:

  1. Tentunya, fitur keamanan harus Anda perhatikan. Jika memilih hot wallet, pastikan Anda memilih website dengan https, bukan http. Karena ini tentunya akan menambah keamanan yang ekstra bagi dompet Anda. Jika cold wallet, pastikan dompet yang dipilih memiliki bahan yang kuat dan tahan lama
  2. Selanjutnya, kemudahan akses dari wallet pun harus diperhatikan. Jika Anda memilih hot wallet, setidaknya pilih yang bisa diakses melalui perangkat seluler. Sedangkan jika memilih cold wallet, pilih dengan bentuk dompet yang tidak terlalu besar
  3. Yang tak kalah penting, Anda juga harus tahu kemampuan penyimpanan dari wallet yang hendak dipilih. Apakah ia bisa menyimpan aset kripto yang hendak Anda beli atau tidak
  4. Selain itu, Anda bisa memilih dompet yang bisa mengkonversi satu aset kripto menjadi aset kripto lainnya. Nah, dengan adanya fitur ini akan menguntungkan pemilik jika ingin melakukan arbitrase aset kripto. Salah satu dompet yang mempunyai fitur ini ialah Exodus
  5. Terakhir, hendaknya Anda harus mengetahui apakah dompet yang ingin dipilih kompatibel atau cocok dengan berbagai macam perangkat. Karena setiap pengguna memiliki sistem operasi yang berbeda. Misalnya pada iOs, Android, Windows, Linux, mereka berbeda. Makanya, Anda harus memilih dompet yang bisa mendukung berbagai sistem operasi tersebut agar bisa lebih fleksibilitas.

Baca juga: Hot Wallet dan Cold Wallet, Mana yang Lebih Aman?

2. Gunakan beberapa wallet

jenis wallet kripto untuk menyimpan aset kripto

Ada baiknya ada membagi aset kripto dan menyimpannya dalam beberapa wallet yang berbeda. Kebanyakan pemilik hanya akan menggunakan hot wallet atau online wallet untuk aset kripto dalam jumlah kecil. Sisanya akan disimpan dalam beberapa cold wallet atau hardware khusus penyimpanan aset kripto.

Langkah ini sangat efektif untuk mencegah kerugian dalam jumlah besar. Anda masih bisa menyelamatkan sejumlah aset kripto jika ada satu wallet yang terserang virus atau ancaman keamanan lainnya.

3. Menerapkan multi-signature

Bagi pemilik aset kripto yang jumlahnya besar, terdapat opsi perlindungan multi-signature. Proteksi keamanan ini juga umum digunakan oleh perusahaan yang memiliki aset kripto. Dengan multi-signature ini, maka sebuah wallet akan memiliki beberapa kunci pribadi atau private keys. Aset kripto tidak akan bisa diakses jika kunci pribadi tersebut tidak lengkap. Akses juga tidak akan diberikan jika kunci pribadi lengkap namun terdapat kesalahan pada salah satu atau beberapa kunci.

Katakanlah Anda menerapkan wallet dengan tiga kunci pribadi. Anda memegang salah satu kunci dan dua sisanya dipegang pihak lain. Anda tidak akan bisa mengambil aset kripto yang tersimpan jika pihak lain yang memegang kunci pribadi tidak memberikan persetujuan.

Ilustrasi aset kripto.

Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Tips Kelola Gaji untuk Investasi Kripto #SiapLebihCuan Bareng Tokocrypto dan GoPay

4. Simpan private key atau seed phrase secara offline

Pada dasarnya, tiap aset kripto dilengkapi dengan sebuah private key atau seed phrase sebagai perlindungan pertama. Aset kripto hanya bisa diakses oleh mereka yang memiliki private key atau seed phrase tersebut. Bentuknya pun kebanyakan tidak rumit. Pada aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar, Bitcoin misalnya, seed phrase hanya berupa deretan huruf dan angka.

Kebanyakan pemilik aset kripto biasanya akan menyalin kata kunci tersebut dalam bentuk tulisan manual, bukan file digital. Bahkan, mereka yang memiliki aset kripto dalam jumlah besar akan menyimpan kertas catatan tersebut dalam kotak penyimpanan khusus atau brankas yang disediakan oleh perusahaan penyimpanan dengan keamanan tingkat tinggi. Tak jarang pula orang mengukir seed phrase dari aset kripto mereka pada lempengan logam sehingga tidak mudah luntur atau rusak karena waktu.

Aset kripto dengan kapitalisasi tinggi seperti Bitcoin memang memerlukan perlindungan ekstra. Semakin besar nilai aset kripto yang Anda miliki, semakin besar pula ancaman keamanan yang mengintai. Untuk itu, perlindungan terbaik bisa Anda kombinasikan dengan cara di atas ketika penyimpanan aset pada wallet kripto.

Jika sudah tahu cara menyimpan Bitcoin dengan aman, pastikan juga Anda tahu tips dan trik ini sebelum membeli Bitcoin.

Ingin mengetahui tips lainnya seputar aset kripto? Yuk, kunjungi website Tokocrypto, Instagram, Twitter, serta bergabung di komunitas Tokocrypto!





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Akan Melonjak ke Titik Tertinggi, Jika Momen Ini Terjadi

Aset kripto Bitcoin mengalami momen fluktuasi besar dalam beberapa pekan terakhir. Nilainya bahkan sempat anjlok hingga USD28.694 pada pertengahan Mei 2022.

Kabar baiknya, nilai aset kripto terbersar di dunia tersebut perlahan melonjak sejak penutupan Mei 2022. Pada pekan pembuka Mei 2022, Bitcoin berhasil kembali ke angka USD30.000 per tokennya.

Analis Altcoin, Austin Arnold mengungkapkan antusiasmenya atas masa depan token kripto tersebut setelah masa-masa penurunan pada Mei 2022 lalu.

Ia mengutip salah satu analisa dari layanan perdagangan aset kripto, Santiment yang juga mengungkapkan hal senada.

“Bitcoin, menyoroti pekan besar lainnya yang dipenuhi dengan perdagangan besar. Bitcoin menduduki posisi kedua di antara delapan non-stable coins dalam volume perdagangan total sepakan terakhir” tulis pemilik akun @santimentfeed pada Rabu, 3 Juni 2022.

Austin menampilkan bahwa perdagangan aset kripto Bitcoin tersebut disandingkan dengan beberapa aset lainnya, seperti ETH, BNB, DOGE, SOL, ADA, DOT, dan AVAX.

 Ia menjelaskan bahwa perdagangan aset kripto pada dasarnya tetap memenuhi konsep dasar yang dipahami mayoritas investor.

Baca juga: Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

“BTC mengalami perdagangan, setiap penjualan akan disertai pembelian, begitu juga setiap pembelian diiringi penjualan,” ujar Austin.

Austin juga mengutip keterangan dari analis lainnya, yakni GlassNode yang mengungkapkan bahwa penjualan aset kripto tersebut mengalami perlambatan dalam beberapa periode terakhir.

“Penambang BTC telah menjadi jaringan distribusi sejak momen sell-off. Neraca penambang mengalami penurunan penjualan dari tingkat puncak nerasa 5.000 menjadi 8.000 BTC per bulannya,” tulis GlassNode di akun Twitter resminya @glassnode.

Menurut GlassNode, jumlah tersebut merupakan indikasi perlambatan kebiasaan belanja hingga 3.300 BTC per bulan.

Menanggapi fakta tersebut, Austin berpendapat bahwa para penambang secara kolektif memilih untuk mengambil sejumlah keuntungan dari penahanan aset kripto tersebut. Menurut Austin, hal tersebut menjadi latar belakang melambatnya tren fluktuasi Bitcoin dalam beberapa momen terakhir.

Namun di balik hal tersebut, Austin justru mengungkapkan optimismenya.

“Kabar baiknya adalah penurunan penjualan memperlambat tren, sehingga tampaknya tren akan berbalik lagi (menanjak, red), namun kita membutuhkan lebih banyak waktu dan informasi,” ujarnya.

Austin juga berpendapat bahwa analisa dan data tersebut membuat para investor dapat melalui masa-masa krusial nilai Bitcoin dengan kepercayaan diri yang lebih besar.

Tidak hanya itu, Austin juga menyajikan analisa lain dari Will Clemente yang menampilkan potensi kenaikan nilai Bitcoin secara fantastis.

Baca juga: Prediksi Harga Ethereum (ETH) Hari Ini: Teknikal Analisis (Update Setiap Minggu)

Austin mengungkapkan bahwa tidak hanya sejumlah penambang yang berusaha mengambil keuntungan dengan memperlambat tren dan menahan penjualan. Di sisi lain, terdapat sejumlah institusi yang juga memiliki pergerakan strategis pada aset kripto tersebut.

“Sangat menarik melihat arus masuk berkelanjutan ke Bitcoin oleh Canadian Purpose, Bitcoin ETF,” tulis Will Clemente.

Dalam keterangan tersebut, Canadian Purpose telah menambahkan 11.350 BTC dalam sebulan terakhir. Hal tersebut dinilai sebagai langkah yang sangat agresif di pasar kripto.

“Mereka secara agresif menambahkan Bitcoin ke aset pendanaan mereka lagi, saya pikir ini tentang cara membuat perbedaan di pasar,” ujar Austin berkomentar pada kabar tersebut.

Austin menerangkan bahwa pergerakan nilai Bitcoin dalam jangka pendek merupakan sebuah misteri. Namun terdapat gambaran besar yang dapat dilihat dengan jelas.

Austin memperkenalkan gagasan tentang “Bitcoin Halving” yang menempatkan Bitcoin sebagai aset kripto yang sangat menjanjikan.

Menurut analisa Austin, Bitcoin telah menetapkan jumlah 21 juta Bitcoin yang dapat beredar di pasar. Jumlah tersebut merupakan besaran tetap yang tidak akan berubah.

Uniknya, beberapa aset Bitcoin terakhir tentu tidak akan dipublikasikan atau ditambang dalam jangka waktu yang cukup panjang di masa depan. Ia mengungkapkan bawah setiap 10 menit, terdapat satu blok Bitcoin yang ditambang.

Jumlah tersebut terus menurun sejak tahun 2009 yang masih mendistribusikan total 50 blok. Penurunan juga terjadi pada 2012 yang menyusut menjadi 25 blok. Hal tersebut berlanjut hingga catatan 2020 lalu yang juga menampilkan penurunan hingga 6,25 BTC per blok.

“Anda tentu pernah mendengar, alasan penting menghitung harga untuk aset apapun berdasar penawaran dan permintaan,” ujar Austin.

Hal tersebut merujuk pada konsep permintaan dan suplai. Austin menjelaskan bahwa apabila permintaan BTC dalam jumlah tetap sementara pasokan terpotong separuhnya, maka hal tersebut akan mendorong kenaikan nilai secara besar-besaran.

“Kita telah melihatnya berulang kali,” ujar Austin.

Baca juga: 52% Investor Kaya di Asia Memiliki Kripto, Indonesia Salah Satunya

Austin mendefinisikan kondisi tersebut sebagai salah satu katalis yang lazim untuk mendorong pertumbuhan jaringan Bitcoin. Namun dampak dari pemotongan jumlah pasokan tersebut tidak terasa secara spontan dan biasanya mendekati puncaknya sekitar 12-18 bulan.

“Misalnya pada 2020 itu terjadi dan kemudian hampir secara harfiah 12 bulan kemudian kami mencapai puncak,” ujar Austin.

Austin memperkirakan momen Bitcoin Halving berikutnya terjadi pada bulan Maret 2024 dan telah dimulai saat ini. Namun ia juga mengungkapkan bahwa situasi faktual dapat berbeda dengan analisanya.

“Apabila tidak ada hal lain, ini akan menjadi katalis utama dan harga akan naik jika permintaan tetap sama,” ucap Austin.

Dalam keterangan lanjutannya, Austin juga menjelaskan beberapa kondisi yang harus dipenuhi untuk dapat mencapai posisi idela tersebut. Hal tersebut hanya berlaku pada aset yang jumlahnya tidak dapat dimanipulasi tanpa izin.

Austin membandingkan situasi Bitcoin dengan mata uang konvensional Dollar Amerika Serikat. Ia menjelaskan tentang kebebasan penyedia uang untuk menambah jumlah sebaran uang di pasar. Ia berpendapat bahwa hal tersebut yang menjadi dasar penurunan nilai uang dari masa ke masa.

“Jadi uang USD100 pada 1913 bernilai satu sen hari ini, pada dasarnya tidak berharga sama sekali hari ini karena mereka terus mencetak,” jelas Austin.

Pada kesimpulan analisanya, Austin menjelaskan dua katalis utama tersebut, yakni pasokan dan kendali aset berpotensi menjadikan Bitcoin memiliki kekuatan luar biasa di masa depan.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Kakap ini Prediksi Bitcoin akan Injak Harga $ 250 Ribu

Investor modal ventura asal Amerika Serikat Tim Draper mempunyai prediksi terkait peningkatan harga Bitcoin di akhir tahun ini. Ia menyebutkan, bahwa BTC bisa saja menginjak harga $ 250 ribu atau setara dengan Rp 3,6 milyar (kurs Rp 14,433).

Hal itu ia katakan dalam sebuah wawancara di channel Youtube milik Scott Melker, alias Wolf of All Streets, 25 Mei 2022. Draper mengatakan, bahwa BTC bisa terbang ke harga tersebut diperkirakan akan terjadi akhir tahun ini atau awal tahun depan. 

“Ya, akhir tahun ini atau awal tahun depan,” ujarnya.

Lebih lanjut ia menjelaskan alasan mengapa dia yakin dengan prediksi tersebut. Salah satunya adalah massifnya penggunaan Bitcoin di tahun ini oleh kalangan perempuan. “Satu hal yang mungkin akan terjadi – dan saya tidak tahu persis kapan – adalah bahwa para wanita akan mulai menggunakan bitcoin,” katanya.

Menurutnya, sebelumnya hanya satu dari 14 pemegang BTC dari kalangan perempuan. Namun, saat ini angkanya terus melonjak. Kini, jumlah pemegang BTC dari sisi gender hampir setara.  “Sekarang, itu seperti satu dari enam dan saya pikir pada akhirnya akan seimbang,” katanya.

Sementara itu, sebuah survei yang rilis oleh perusahaan jasa keuangan kripto, Blockfi di bulan Maret menemukan bahwa hampir satu dari tiga wanita Amerika mengatakan berencana untuk membeli aset kripto di tahun 2022. Selain itu, 60% dari sepertiganya mengindikasikan bahwa mereka berniat untuk melakukannya dalam tiga bulan ke depan.

Baca juga: Potensi Aset Kripto dan NFT di Rumah Tangga hingga Industri Olahraga

Alasan mengapa bertambahnya perempuan yang memegang BTC bakal berpengaruh besar pada pasar, Draper mengatakan, bahwa perempuan saat ini menjadi entitas yang mendominasi pengeluaran ritel. 

“Perempuan mengendalikan sekitar 80% dari pengeluaran ritel, dan pengecer belum menyadari bahwa mereka dapat menghemat 2%. Mereka dapat menghemat 2% hanya dengan menerima Bitcoin daripada mengambil kartu kredit yang dikeluarkan bank. Dan itu bisa mengubah segalanya,” ujarnya.

Lebih dari itu, ia masih optimis dengan masa depan Bitcoin. Terlepas dari goncangan ekonomi yang baru dirasakan paska-pandemi COVID-19, dan melonjaknya inflasi di sejumlah negara, ia masih percaya BTC masih menjadi lindung nilai yang baik.

“Saya masih optimis dengan bitcoin karena ini merupakan lindung nilai yang bagus terhadap inflasi.Ketika spekulan pergi, pada akhirnya akan menyimpang dari saham teknologi,” ujarnya. 

Dominasi BTC Meningkat

Sejak awal Mei 2022, terdapat peningkatan dominasi Bitcoin. Meningkatnya dominasi ini tercatat setelah terjadi guncangan di pasar crypto setelah jaringan Terra hancur. 

Sejak 8 Mei 2022, BTC dominance naik hampir 7 poin. Saat ini dominasi Bitcoin terhadap altscoin berada di level 46-47%. 

BTC D. Sumber: Tradingview
Market Cap BTC Dominance.

Baca juga: Analisis Nilai Bitcoin yang Kembali Masuk ke Harga $ 30.000

Meningkatnya dominasi BTC memberi sinyal bahwa investor saat ini lebih tertarik dan merasa aman untuk menyimpan asetnya di Bitcoin dibanding altscoin. Ini menjadi pertanda juga bahwa pelemahan akan terjadi di sejumlah altcoin

Sementara itu, pergerakan harga Bitcoin saat ini masih melanjutkan tren bearish. Selama 9 pekan berturut-turut BTC ditutup dengan chart merah. Pergerakan ini merupakan salah satu yang terburuk sepanjang BTC ada.

Saat laporan ini ditulis, Ahad, 5 Juni 2022 (16.00 WIB), BTC diperdagangkan di level $ 29.667. Aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar ini pada pekan lalu sempat menyentuh harga di atas $ 32 ribu. Namun, pertahanan di level tersebut tak berlangsung lama, dan pada akhirnya mengantarkan kembali BTC ke harga di bawah $ 30 ribu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Persib Luncurkan Fan Token Kripto Ikuti Jejak AC Milan dan Barcelona FC

Persib, salah satu klub sepakbola profesional di Indonesia akhirnya masuk lebih dalam ke industri aset kripto. Menjadi klub sepakbola pertama di Indonesia, Persib meluncurkan Fan Token aset kripto mengikuti jejak AC Milan hingga Barcelona.

Klub bola asal Bandung yang punya basis komunitas digital terbesar di Asia ini, menjalin kemitraan strategis dengan platform fans engagement yang berbasis teknologi blockchain, socios.com. Kemitraan ini Persib akan meluncurkan Fan Token ke seluruh pendukungnya atau lebih dikenal dengan Bobotoh yang tersebar di seluruh Indonesia bahkan di dunia.

Direktur PT PERSIB Bandung Bermartabat, Teddy Tjahjono, mengatakan Persib adalah klub sepakbola profesional yang sangat terbuka dan tentunya sangat mendukung berbagai inovasi dan teknologi terbaru. Bersama Socios.com, dapat menawarkan peluang baru bagi seluruh basis pendukung Persib, Bobotoh baik di Indonesia maupun di seluruh dunia untuk terlibat lebih dalam dan lebih dekat.

Persib Fan Token akan menjadi sebuah media dan instrumen yang efektif bagi kami, karena dapat menjangkau banyak basis pendukung digital global kami yang jumlahnya lebih dari 20 juta, menjadi lebih dekat dengan klub kebanggaannya,” kata Teddy.

Persib bergabung dengan berbagai organisasi olahraga global yang telah bergabung di dalam platform Socios.com, seperti Manchester City, FC Barcelona, AC Milan, dan banyak lainnya.

Bobotoh
Bobotoh, para pendukung Persib. Foto: Persib.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

Keuntungan punya Fan Token Kripto Persib

Fan Token kripto seperti yang akan diluncurkan Persib ($PERSIB), nantinya bakal punya berbagai keuntungan untuk para pemegang atau pemiliknya. Socios.com mengatakan memungkinkan para pemegang Fan Token Persib bisa terlibat mempengaruhi keputusan klub yang diambil dari suara pendukung tentang berbagai hal, mulai dari desain jersey, pemilihan nomor punggung dan lagu disaat klub merayakan kemenangan.

Socios.com juga akan memberikan gambaran lebih banyak rewards kepada para pendukung klub kesayangannya, dengan sebanyak 17.000 pendukung akan mendapatkan akses menonton langsung dan menikmati pengalaman unik di pertandingan selama tahun 2022 ini.

“Kami senang memasuki market yang baru, di mana ada hasrat besar untuk sepakbola tingkat domestik dan cinta untuk permainan yang global. Sambutan yang sangat hangat dari kami untuk Persib. Kami berharap dapat menciptakan pengalaman luar biasa dan peluang baru bagi seluruh Bobotoh agar lebih dekat dengan klub kebanggaannya,” kata CEO Chiliz & Socios.com, Alexandre Dreyfus.

Persib, klub sepakbola pertama di Indonesia yang luncurkan Fan Token kripto
Persib, klub sepakbola pertama di Indonesia yang luncurkan Fan Token kripto. Foto: Persib.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Pemegang Fan Token juga berpeluang menerima berbagai hadiah dalam bentuk digital rewards yang unik, termasuk digital asset, serta merchandise dan jersey yang dikenakan oleh pemain saat pertandingan, selama memenuhi syarat untuk dapat mengakses diskon eksklusif yang ditawarkan sponsor klub, dan penawaran serta insentif khusus lainnya dari berbagai mitra kerja sama.

Socios.com juga akan terus meningkatkan gamification pada aplikasi serta meluncurkan berbagai mobile game yang bertema olahraga khusus bagi para pemegang Fan Token.

Sebelumnya, Persib diketahui sudah masuk ke ranah blockchain dan NFT dengan menjalin kemitraan dengan Liberty Gaming Guild (LGG). LGG merupakan platform Play-to-Earn (P2E) atau GameFi (game berbasis blockchain + Non-Fungible Token | NFT) yang diintegrasikan ke dalam sistem game.



Sumber : news.tokocrypto.com

Potensi Aset Kripto dan NFT di Rumah Tangga hingga Industri Olahraga

Sebuah studi yang dilakukan Seton Hall University mengungkapkan aset kripto dan token NFT menjadi aset yang banyak dicari rumah tangga Amerika Serikat.

Survey jejak pendapat tersebut juga mengungkapkan penggemar olahraga termasuk ke dalam kategori yang memiliki ketertarikan pada aset kripto dan token NFT.

Seperti berbagai negara lain, Amerika Serikat juga masih mengalami serapan pemahaman tentang konsep kripto dan NFT yang rendah.

Meski begitu, sejumlah 24% rumah tangga di Amerika Serika mengungkapkan bahwa mereka telah memilih kripto atau NFT dalam portfolio investasinya.

“Ketika ditanya secara khusus apakah kepemilikan mereka adalah kripto dan/atau NFT, peserta survey menunjukkan keterlibatan yang lebih kuat dengan kripto,” ungkap penyelenggara survey.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

Tidak hanya itu, terdapat jumlah cukup besar responden yang mengaku memilih aset kripto dalam agenda survei tersebut.

“Dari mereka yang memegang dan/atau menjual, sejumlah 62% hanya memilih kripto, sementara 31% hanya memilih NFT, dan 7% lainnya memilih keduanya,” lanjut panitia.

Dalam studi tersebut juga diungkapkan bahwa masyarakat berusia antara 18-34 tahun memiliki andil partisipasi lebih tinggi dalam perdagangan aset kripto dan NFT. Dengan total 42% suara memiliki keyakinan potensi pada aset tersebut.

Potensi aset kripto dan NFT juga mendapat dukungan dari Profesor Pemasaran dan Metodologi Poll Seton, Hall Daniel Ladik. Ia mengungkapkan bahwa NFT dapat menjadi sumber pendapatan utama merek olahraga di masa depan.

“Jika dikelola secara efektif, NFT dapat menjadi sumber pendapatan utama serta jalur baru koneksi penggemar untuk merek olahraga,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa potensi tersebut didorong oleh perkembangan teknologi digital dan interaksi aset yang semakin berkembang.

Baca juga: Analisis Nilai Bitcoin yang Kembali Masuk ke Harga $ 30.000

“Di era digital, aset interaktif seperti NFT dapat mendorong rasa kepemilikan dan kepemilikan, atribut utama untuk kesuksesan merek,” lanjut Daniel.

Dari sudut pandang penggemar olahraga, NFT memiliki daya tarik yang lebih tinggi dibandingkan aset kripto. Keunggulan utamanya terletak pada manfaat yang ditawarkan aset NFT.

Direktur Pusat Manajemen Olahraga di Sekolah Bisnis Stillman Seton Hall, Charles Grantham, mengungkapkan bahwa statistik mendukung potensi NFT pada sektor tersebut.

“Angka-angka tersebut tampaknya menunjukkan bahwa NFT mewakili lahan subur bagi liga untuk meningkatkan pengalaman penggemar,” ujar Charles.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kisah Bocornya RUU Kripto, AS Main Keras?

Rancangan undang-undang (RUU) kripto AS tampaknya telah bocor di sosial media, yang tampak menyiratkan AS akan main keras kali ini.

RUU terkait kripto di AS memang telah lama dinantikan, karena ini digadang akan memperjelas status aset kripto dan perlindungan investor di negeri paman sam tersebut. Ini sekaligus memperjelas perusahaan AS dalam menyajikan eksposur ke aset kripto bagi investor institusi.

Saat ini, investor institusi masih terlihat menahan diri untuk masuk ke industri kripto karena urusan regulasi belum begitu jelas dan transparan. Jika institusi akhirnya masuk ke pasar kripto, ini digadang dapat menjadi tanda pemulihan kuat.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Gifto (GTO) dan Mithril (MITH)?

Bocoran RUU Kripto AS Beredar

Berdasarkan laporan Watcher News, satu set dokumen dengan watermark “DIEMBARGO” telah beredar di sosial media, yang diyakini sebagai bocoran dari RUU kripto AS.

Orang-orang di komunitas kripto di Twitter pun mulai membagikan bocoran tersebut, yang berupa file gambar, dan telah di-retweet oleh banyak akun, yang kali pertama dibagikan oleh akun @Bot_slam.

Ada 600 lebih lembar halaman RUU kripto AS yang dibagikan, yang telah menuai banyak tanggapan dari penggiat dan komunitas kripto.

Disimpulkan, RUU tersebut akan membawa kejelasan terkait regulasi dan menghilangkan segala keraguan yang saat ini melanda para investor di AS.

Namun, ada beberapa bagian yang dinilai buruk bagi kripto, tetapi juga akan memberi manfaat positif bagi industri.

Di antaranya adalah terkait kepatuhan, DAO, bursa dan penyedia stablecoin harus menjadi entitas terdaftar. Jika tidak terdaftar, mereka diduga akan dikenakan pajak khusus.

Secara jelas, RUU tersebut telah dibuat lebih ketat, sehingga hampir tidak mungkin bagi proyek anonim untuk eksis.

Baca juga: Do Kwon Dituding Hilangkan Bukti Kejatuhan Terra LUNA

Selain itu, RUU tersebut juga mengungkapkan adanya beberapa perombakan terkait keamanan, dengan sejumlah aset kripto yang telah diklarifikasi ulang sebagai komoditas di bawah naungan CFTC.

Biaya kepatuhan pun terlihat akan dinaikkan, sehingga investor kemungkinan akan ikut menanggungnya karena bursa akan menyesuaikan biaya dalam platform guna mengikuti aturan baru tersebut.

Salah satu yang tak kalah menarik adalah, definisi kebangkrutan dalam kripto yang telah diubah. Pada aturan baru, nantinya aset yang disimpan akan dikembalikan dan tidak dilikuidasi. Ini tentu menjadi dasar aturan yang baik bagi bursa dan investor.

Bocoran tersebut juga menyertakan aturan bahwa, sejumlah regulator lain akan diberikan wewenang untuk menyelidiki dan memberikan saran tentang peraturan di area baru. Juga, ini akan memberikan hak kepada lembaga penyimpanan untuk mengeluarkan stablecoin.

Memang, RUU ini masih dapat berubah pada saat pengesahannya, tetapi setidaknya komunitas kripto sudah dapat mengetahui beberapa dasarnya. Ini masih akan berdampak baik bagi industri kripto dalam jangka panjang. Mari kita saksikan. [st]

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com