All posts by 21

Binance Bantah Tudingan Reuters soal Pencucian Uang

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), memberikan tanggapan terhadap pemberitaan Reuters yang menyatakan bahwa exchange kripto terbesar tersebut digunakan sebagai aktivitas pencucian uang senilai $ 2,35 miliar dari 2017 hingga 2021. Laporan investigasi Reuters itu diterbitkan pada Selasa 7 Juni 2022.

Reuters melaporkan pada September 2020, kelompok peretas Korea Utara yang dikenal dengan nama Lazarus masuk ke bursa kripto Eterbase di Slovakia dan mencuri mata uang virtual senilai $ 5,4 juta. Pencurian itu hanyalah sebagian kecil aksi Lazarus yang menurut Amerika Serikat ditujukan untuk mendanai program senjata nuklir Korea Utara.

Beberapa jam kemudian, Lazarus membuka setidaknya dua lusin akun anonim di Binance untuk mengkonversi kripto hasil rampokan mereka sekaligus mengaburkan rekam jejaknya. Hanya dalam waktu sembilan menit, Lazarus sukses membuat akun Binance dan memperdagangkan kripto yang dicuri.

Salah satu pendiri Eterbase, Robert Auxt, menyatakan Binance sendiri tidak tahu siapa yang memindahkan uang dari Eterbase karena sifat akunnya yang anonim. Sementara Eterbase tidak dapat menemukan atau mengembalikan dana yang sudah dicuri.

Baca juga: 5 Alasan Bitcoin Jadi Investasi Jangka Panjang yang Lebih Baik daripada Emas

CEO Binance, CZ, mengatakan laporan investigasi Reuters itu pekerjaan yang sia-sia dan tidak berimbang.

Mengutip data Chainalysis, CZ menjelaskan faktanya sudah jelas bahwa hanya 0,15% dari semua transaksi kripto pada tahun 2021 yang dikaitkan dengan beberapa jenis aktivitas terlarang. Sedangkan menurut PBB, aktivitas terlarang di sektor fiat atau uang tunai jumlahnya diperkirakan sebesar 2-5%, senilai $ 800 miliar hingga $ 2 triliun.

CZ melanjutkan, bahwa Binance tidaklah sempurna dan pernah melakukan kesalahan di masa lampau. Namun hal tersebut bukan berarti Reuters memiliki hak untuk mengabaikan kewajiban mereka untuk menyuguhkan informasi yang obyektif.

“Ini bahkan sama sekali tidak berimbang, seharusnya fair dong,” cuit CZ di akun twitternya 11 jam lalu.

Dia menambahkan bahwa utasnya ini merupakan yang terakhir kalinya sebagai tanggapan Binance kepada Reuters.

Baca juga: Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

Dalam utasnya itu CZ menyatakan seiring dengan perbedaan pendapat di antara pembuat kebijakan soal industri kripto, Binance selalu terbuka untuk ruang diskusi, sebisa mungkin mendukung penegakan hukum, dan mengakui bila berbuat salah.

Dia juga menceritakan setiap minggu dia bisa diwawancari atau diskusi dengan 5 hingga 20 wartawan. Dia menjelaskan ada kalanya dia tidak setuju dengan bagaimana para jurnalis menulis tentang Binance. Namun, itu bukan masalah karena jumlahnya sedikit. Sebaliknya yang menulis secara obyektif jumlahnya lebih banyak.

“Kritikan yang datang dari luar itu membangun tapi harus dilakukan secara fair dan terbuka,” tulis CZ.

Di akhir utasnya, CZ mempublikasikan wawancara dirinya dengan Reuters yang dilakukan melalui email sebelum artikel tersebut diterbitkan dengan pesan “Jurnalisme itu sangat penting bagi pertumbuhan kami. Tapi kita harus sepakat untuk pemberitaan yang fair dan akurat sehingga industri kripto semakin maju.”

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

NFT Jadi Cara Baru Jual Lukisan, Beri Keuntungan ke Seniman

Lukisan adalah salah satu karya seni yang punya banyak peminatnya dan jadi incaran para kolektor sejak dahulu. Sebagian dari kita mungkin sudah tak asing dengan berbagai genre lukisan yang dijual oleh para seniman. Tapi, tahukah Anda jika kini cara menjual lukisan dapat ditempuh dengan lebih luas dengan mengubahnya menjadi NFT? Bukan tidak mungkin, para seniman bisa meraup pasar internasional. 

Wah! Bagaimana caranya, ya?

2  Cara Menjual Lukisan

Sebelum berbicara cara menjual lukisan dalam bentuk NFT, mari kita bahas terlebih dulu gimana sih cara-cara yang sering kita temukan selama ini.

1. Konvensional

Umumnya ada dua cara yang bisa dilakukan secara konvensional. Pertama, menjual lukisan di pameran. Pada cara ini seniman harus mencari lokasi pameran yang akan dibuka. Biasanya, exhibition yang membuka pendaftaran sejak jauh-jauh sebelum hari H. Sebaiknya pendaftaran dilakukan lebih dini agar persiapan dapat dilakukan dengan matang. Saat hari H biasanya para kreator akan melakukan promosi secara langsung kepada pengunjung pameran dan di sinilah biasanya transaksi jual beli dapat terjadi.  

Kedua, memamerkannya di toko atau galeri. Ada seniman yang memiliki toko fisik sendiri. Jika tidak, ada beberapa galeri yang bisa memamerkan sekaligus menjual lukisan. Namun, sebelumnya seniman haruslah melalui proses submission karena space yang ada tak banyak. Adapun prosesnya adalah memasukkan artwork, CV atau portofolio, artist statement, dan proposal tertulis. Barulah setelah itu proses kurasi akan dilakukan oleh pihak galeri. Setelah lukisan terpajang, galeri akan menjadi perantara bagi seniman dengan kolektor.

2. Digital

Cara menjual lukisan secara digital

Cara menjual lukisan secara digital yang pertama ialah melalui media sosial. Ada Facebook, Instagram, maupun Tumblr yang bisa dipilih sesuai dengan pertimbangannya. Ya, kekuatan media sosial di zaman sekarang tak bisa diragukan lagi. Tak hanya untuk saling terkoneksi dengan komunitas, media sosial bisa dimanfaatkan untuk menjual lukisan. 

Cara kedua ialah melalui situs website pihak ketiga. Setidaknya cara ini menguntungkan bagi seniman baru. Tak hanya itu, banyak pembeli yang merasakan nyaman dan aman melalui situs website karena mereka memberikan perlindungan pelanggan. Beberapa situs website Indonesia yang bisa dipilih antara lain Etsy atau Arti.id.

Baca juga: Perbedaan Mengoleksi Seni Konvensional dan Seni Digital NFT

Cara Menjual Lukisan Lebih Luas Melalui NFT

Cara Menjual Lukisan Melalui NFT

Kehadiran NFT atau non-fungible token memungkinkan bagi para seniman untuk memamerkan serta menjual lukisannya dengan lebih luas karena kolektor bisa datang dari mana saja. Tak menutup kemungkinan hingga internasional. Seniman bisa menjual NFT lukisan ini di marketplace global seperti  OpenSea atau marketplace buatan Indonesia seperti TokoMall.

Cara Menjual Lukisan NFT di TokoMall

Sebelum mendaftar di Tokomall, pastikan Anda memiliki dompet kripto atau Metamask, jika belum bisa buat terlebih dahulu dengan mengikuti panduan dalam video ini:

Berikut langkah-langkah mendaftarkan diri sebagai Merchant :

  • Klik menu “user” pada bar navigasi dan halaman login akan muncul
  • Setelah Anda menghubungkan wallet Metamask, muncul halaman dengan pilihan “role” dan pilih sebagai “Merchant”
  • Isi form Individu/Perusahaan
  • Setelah form terisi dan terkirim, halaman proses verifikasi akan muncul
  • Anda akan mendapatkan notifikasi melalui email jika akun TokoMall disetujui maupun ditolak.

Selanjutnya mari kita lihat cara menjual lukisan NFT di TokoMall:

  1. Login ke akun TokoMall dan sambungkan dengan wallet Anda
  2. Klik “NFT” pada menu profil 
  3. Lalu akan muncul tampilan “Unggah NFT”.  Nah, di sini Anda bisa mengunggah atau menjual lukisan/karya seni lain yang akan dijadikan sebagai NFT. Namun perlu diingat jika maksimum ukuran file adalah 50 MB dengan format JPG, PNG, GIF, SVG, MP4, WEBM, MP3, WAV, OGG, M4A, dan X-M4A.
  4. Setelah memasukan karya yang akan dijadikan sebagai NFT, Anda harus mengisi Judul NFT, Serial, hingga Deskripsi dalam Bahasa Indonesia maupun Bahasa Inggris
  5. Klik “Submit”
  6. Sehabis itu, akan muncul halaman summarize dari karya yang Anda upload dan klik persetujuan dalam kolom “Disclaimer” lalu klik “Submit”
  7. Kemudian menuju ke halaman minting dengan klik “Lihat halaman buat NFT” 
  8. Klik “Upload ke blockchain” dan pastikan Anda sudah memiliki BNB, ya
  9. Jika sudah selesai, Anda bisa langsung menentukan harga lukisan yang Anda buat 
Ilustrasi TokoMall.

Ilustrasi TokoMall.

Cara Menjual Lukisan di Marketplace Global, OpenSea

Setelah mengetahui cara menjual lukisan NFT di TokoMall, berikut langkah-langkah mendaftar dan menjual lukisan ke luar negeri melalui OpenSea:

  1. Pertama-tama, Anda harus mendaftar dulu di OpenSea. Pastikan Anda melakukannya di perangkat yang sudah ter-install wallet-nya. Kunjungi https://opensea.io/  dan klik ikon dompet atau ikon foto profil, lalu pilih “Connect Wallet” dan pilih wallet yang Anda gunakan, misalnya MetaMask
  2. Setelah itu, wallet akan terhubung dengan OpenSea
  3. Klik opsi “Account”, lalu kemudian klik opsi “Profile” untuk menyelesaikan setting profil Anda. Masukkan username beserta alamat e-mail, dan lain-lain kemudian klik opsi “Sve”
  4. Lakukan verifikasi permintaan pembuatan akun yang dikirimkan OpenSea di email.
  5. Terakhir, akun Anda siap dipakai. 

Nah, selanjutnya adalah langkah untuk membuat lukisan Anda menjadi NFT serta menjualnya.

  1. Pertama, di halaman awal OpenSea, klik opsi “Create” dan masukkan file lukisan Anda yang ingin dijadikan NFT
  2. Masukkan nama NFT beserta pengaturan lainnya.
  3. Setelah selesai, klik opsi “Create” yang ada di bagian bawah.
  4. NFT sudah siap dijual
  5. Untuk menjualnya, Anda harus menuju ke ops “My Collection” dengan mengklik ikon foto profil yang ada di pojok kanan atas halaman OpenSea
  6. Pilih NFT-nya, lalu klik opsi “Sell
  7. Kemudian Anda bisa memilih 2 skema penjualan. Jika ingin menjual langsung klik opsi “Fixed Priced”, sedangkan untuk lelang klik opsi “Time Auction”
  8. Masukkan harga NFT dengan mata uang kripto yang diinginkan
  9. Klik kolom “Duration” untuk mengatur berapa lama durasi Anda akan menjual NFT tersebut
  10. Jika sudah, klik opsi “Complete Listing”.

Itu dia cara menjual lukisan dengan mengubahnya menjadi NFT. Ingin belajar lebih banyak tentang NFT? Yuk, gabung dengan komunitas resmi TokoMall Discord dan Telegram!



Sumber : news.tokocrypto.com

Cara Main Plant vs Undead, Game NFT Mirip Plant vs Zombie

Saat ini, euforia NFT masih terus mengalami perkembangan dan sepertinya tidak akan berhenti dalam waktu dekat. Selain karya seni, bertebaran pula game NFT yang bisa dimainkan dalam memperoleh keuntungan. Umumnya, game tersebut memiliki cara kerja yang rumit sehingga butuh waktu dalam mempelajarinya. Namun, kini telah hadir game yang memodifikasi dari game jadul Plant vs Zombies, yaitu “Plant vs Undead“. Penasaran cara bermainnya? Yuk, simak terus artikel ini!

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Game Berbasis NFT, Axie Infinity Indonesia!

Apa itu Plant vs Undead?

logo plant vs undead

Source: https://docs.plantvsundead.com/

Plant vs Undead (PvU) adalah game NFT yang dimainkan secara multiplayer dengan mengusung konsep yang mirip dengan game “Plant vs Zombies”, di mana para pemainnya harus membangun sebuah pasukan dalam bentuk tanaman untuk menghabisi sekawanan monster yang menyerang lahan.

Game Plant vs Undead ini diciptakan oleh sekumpulan developer yang berasal dari Amerika Selatan. Proyek NFT ini dimulai pada Q3 tahun 2021, diawali dengan whitelist yang diadakan sepanjang Juni 2021 dan Initial Seeds/Land Offering pada 10 Juli 2021. Sama seperti game NFT pada umumnya, PvU bisa dimainkan secara gratis tetapi memungkinkan para pemainnya untuk mendapatkan keuntungan berupa aset kripto.

Meski begitu, game NFT yang satu ini menerapkan prinsip desentralisasi, di mana para pemainnya bisa berkontribusi dalam game secara penuh. Maksudnya

Jadi, para developer dan petinggi game akan menawarkan sejumlah pilihan yang berkaitan dengan game dan pilihan tersebut bisa ditentukan oleh para pemain lewat proses pemungutan suara. Lalu, pilihan dengan suara terbanyak akan langsung diaplikasikan dalam game, mengutip Coincu.

Cara Mendapatkan Uang di Plant vs Undead

Game ini berlatar di sebuah tempat bernama “Planet Plants, dunia fantasi tempat tanaman dan hewan hidup tenang, hingga akhirnya datang para monster penghancur. Dalam permainan ini, terdapat Mother Tree atau pohon induk yang harus dilindungi dari serangan monster. Caranya adalah dengan menanam tanaman pelindung sebanyak-banyaknya. 

Tanaman pelindung ini berbentuk NFT dan bisa dibeli oleh para pemain dengan kemampuan yang berbeda-beda. Pada awal kemunculannya, tanaman yang dibeli bisa berbentuk benih, tetapi dihapuskan oleh developer karena banyak dimanfaatkan untuk cheat. Sehingga, yang kini tersisa hanyalah pohon induk dan tanaman pelindung yang sudah tumbuh.

game asset pvu

Source: https://docs.plantvsundead.com/gameplay/game-asset

Selain game, PvU juga dilengkapi dengan marketplace dan token khusus yang disebut dengan token PVU. Lewat marketplace ini, para pemain bisa membeli, menjual, dan saling menyewa tanaman. Nah, token PVU lah yang digunakan sebagai alat transaksi di dalam marketplace. Sebagai in-game token, PVU bertujuan untuk memberi dukungan terhadap aktivitas ekonomi dalam game.

marketplace plant vs undead

Source: https://docs.plantvsundead.com/gameplay/marketplace

Tak hanya untuk jual-beli di marketplace, PVU juga bisa dimanfaatkan para pemain untuk membeli Light Energy (LE) token yang bisa membantu tanaman tumbuh lebih besar. Seiring tanaman bertumbuh, pemain juga berkesempatan untuk mendapat tambahan LE token dan bisa kembali ditukar dengan PVU. Per tanggal 14 April 2022, PVU mencatat harga 0.07108 USD dengan volume perdagangan mencapai lebih dari 2,6 juta USD melansir CoinMarketCap.

token pvu

Source: https://docs.plantvsundead.com/plant-vs-undead-token

Mode permainan dalam Plant vs Undead

Perlu diketahui bahwa pada game PvU, terdapat dua mode permainan yang bisa dipilih yaitu Survival dan Farming. Berikut informasi selengkapnya!

Mode Survival

Mode Survival berarti para pemain akan terlibat langsung dalam pertempuran melawan monster. Berhasil atau tidaknya pemain ditandai dengan terbunuhnya semua monster (menang) atau hancurnya semua tanaman di lahan, termasuk pohon induk (kalah). Di setiap ronde, akan terdapat 1 pohon induk dan pemain bisa menempatkan 8 tanaman lainnya sesuai strategi. 

Setiap berhasil membunuh monster, maka pemain akan memperoleh sejumlah LE yang nantinya bisa digunakan untuk meningkatkan skill atau mengubah penempatan tanaman. Rondenya pun tidak terbatas, akan selesai apabila salah satu pihak mengalami kekalahan.

gameplay survival mode pvu

Source: https://plantvsundead.com/

Pada mode Survival ini, terdiri dari permainan Player vs Enemy (PvE) dan Player vs Player (PvP). Jika PvE berarti pemain langsung melawan para monster, maka PvP adalah pertandingan antar pemain. Bedanya, selain menyusun strategi dalam menempatkan tanaman, pada PvP pemain bisa menempatkan monster untuk menghancurkan lahan lawan. Jangan khawatir NFT Anda akan hilang saat kalah bermain PvP, karena tanaman pelindung yang digunakan merupakan kloning dari tanaman NFT yang dimiliki.

Mode Farming

farming mode plant vs undead

Source: https://docs.plantvsundead.com/gameplay/farm-mode

Mode Farming adalah di mana pemain bisa bercocok tanam dan memanen LE. Sederhananya, pemain bisa menanam tanaman dan meningkatkan skill yang dimilikinya untuk bertarung melawan monster nanti. Sambil merawat tanaman, pemain berkesempatan untuk mengumpulkan LE. Namun, pemain juga harus selalu berhati-hati akan cuaca buruk atau hama yang bisa merusak tanaman, ya. Selain itu, pemain juga bisa memperoleh reward tambahan dengan menyiram The World Tree alias pohon dunia setiap harinya.

Cara bermain Plant vs Undead

Lantas, bagaimana cara memulai bermain Plant vs Undead? Berikut langkah-langkahnya:

  1. Hubungkan wallet Metamask dengan wallet PancakeSwap

Langkah pertama adalah pastikan Anda memiliki wallet Metamask juga PancakeSwap, ya. Dikarenakan token PVU bergerak di bawah Binance Smart Chain (BSC) seperti halnya PancakeSwap, sehingga PVU baru bisa dibeli dengan BNB.

Jika Anda belum memiliki wallet Metamask, bisa membuatnya dengan mengikuti panduan dalam video ini:

  1. Beli PVU token dengan BNB

Setelah berhasil menghubungkannya, saatnya untuk membeli sejumlah token PVU, dengan minimal pembelian sebanyak 5 PVU. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, token PVU sangat berguna dalam aktivitas di dalam game Plant vs Undead.

  1. Registrasi di website

Jika Anda sudah mengantongi token PVU, berarti Anda sudah bisa melakukan registrasi di website PvU, yakni https://plantvsundead.com/. Jangan lupa juga untuk menghubungkan wallet Metamask dengan akun Anda, ya.

  1. Download aplikasi PvU di smartphone

Selanjutnya, saatnya Anda mengunduh aplikasi Plant vs Undead di smartphone yang Anda miliki. Aplikasi game sudah tersedia baik di Google Play Store (Android) maupun App Store (iOS).

  1. Manfaatkan fitur gratis

Inilah yang ditunggu-tunggu, apakah Plant vs Undead gratis?

Saat pendaftaran, memang para pemain diwajibkan untuk mengantongi sejumlah aset kripto terlebih dahulu pada wallet. Namun, setelah berhasil terdaftar, bagi setiap pemain baru berkesempatan untuk mendapatkan lahan secara cuma-cuma. Di lahan tersebut, Anda bisa menggunakannya untuk bercocok tanam.

  1. Beli item NFT di marketplace

Setelah memiliki lahan, saatnya untuk berbelanja item NFT di marketplace PVU. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, item ini bisa berupa lahan juga tanaman. Masing-masing tanaman memiliki keunikan dan skill tersendiri, sehingga Anda bisa pilih sesuai dengan keinginan dan kebutuhan. Untuk pemula, tanaman yang tersedia adalah bunga matahari.

  1. Tukar sejumlah PVU dengan LE

Jika Anda merasa lahan Anda sudah cukup terisi, maka saatnya untuk membeli peralatan bercocok tanam. Berbeda dengan item seperti lahan dan tanaman yang bisa diperoleh dengan token PVU, peralatan ini hanya bisa didapat dengan LE. Jadi, pastikan Anda telah menukarkan PVU dengan LE, ya. Nilai 1 PVU setara dengan 105 LE. 

  1. Lanjut bermain

Apabila seluruh aktivitas mendasar sudah Anda lakukan, berarti Anda sudah bisa melanjutkan eksplorasi dalam permainan. Aktivitas yang bisa Anda lakukan adalah bercocok tanam, mengunjungi lahan orang lain, menyelesaikan quest, hingga langsung bertanding di mode survival.
Jadi, itulah penjelasan mengenai game NFT Plant vs Undead. Simpel dan mudah, bukan? Tapi, bukan berarti Anda tidak memerlukan pengetahuan soal aset kripto sama sekali, ya, karena alat jual-beli yang dilakukan berbasis aset kripto. Untuk itu, kunjungi Tokonews dan komunitas Tokomall di Discord juga Telegram untuk informasi serta tips and trick seputar aset kripto, blockchain, dan NFT. Kepoin juga marketplace NFT buatan Indonesia yaitu TokoMall sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Serba-Serbi Metamask Wallet, dari Biaya hingga Keunggulan

Layaknya bertransaksi di dunia nyata, kita juga membutuhkan dompet untuk transaksi aset kripto. Bedanya, dompet ini berbentuk digital. Nah, nantinya dompet atau wallet ini dibutuhkan untuk mengelola, menerima, maupun transfer di setiap transaksi yang ada. Salah satu dompet digital yang umum digunakan adalah Metamask wallet.

Yuk, simak lebih lengkapnya mengenai dompet digital ini!

Apa itu Metamask Wallet?

Apa itu Metamask Wallet

Metamask wallet adalah salah satu dompet digital yang banyak digunakan oleh pengguna kripto. Melansir dari BlockchainMedia.id, Indonesia sendiri menduduki peringkat ke-9 sebagai pengguna Metamask wallet terbanyak di dunia.

Jadi, sebenarnya apa itu Metamask wallet?

Metamask wallet adalah dompet digital berbasis web yang bisa digunakan di Chrome, Firefox, dan Brave. Dompet ini dikembangkan oleh Aaron Davis dan Dan Finlay di bawah naungan perusahaan Amerika Serikat bernama ConsenSys. Seperti yang sudah disinggung di awal, dompet digital memang dirancang untuk mengelola, menerima, dan mentransfer uang digital, nah, untuk Metamask sendiri khusus dirancang untuk mata uang digital Ethereum dan ERC-20.

Dompet ini berfungsi sebagai ekstensi browser, yang artinya dompet ini bekerja layaknya jembatan yang menghubungkan browser normal dengan blockchain Ethereum sehingga pengguna dapat melakukan transaksi token Ethereum tanpa mengunduh seluruh blockchain terlebih dahulu.

Lalu, apakah ada biaya yang dibutuhkan ketika mengunduh Metamask wallet?

Tenang, Anda tak perlu mengeluarkan biaya ketika mengunduhnya. Ya, Anda dapat mengunduh ekstensi browser ini secara gratis.

Keunggulan Metamask Wallet

1. Kemudahan integrasi blockchain Ethereum

Paling utama, sesuai dengan tujuan dari penciptanya, Metamask menghadirkan kemudahan ketika berintegrasi dengan blockchain Ethereum. Jadi, Anda bisa mempunyai berbagai macam token yang berbasis ERC-20.

2. User interface mudah

Selain itu, Metamask juga memiliki interface (layar muka) yang mudah untuk dipahami dan digunakan oleh para penggunanya. Makanya dompet ini sangat cocok untuk Anda pemula. Dompet ini pun juga didukung dengan 18 bahasa negara yang berbeda untuk memudahkan para penggunanya yang tersebar di seluruh dunia.

3. Cadangan akun

Tak kalah penting, Metamask memiliki pengaturan Hierarchical Deterministic Settings, yang dimana ini berfungsi membantu pengguna dalam membuat cadangan akun mereka. Caranya, Metamask menghadirkan daftar kata atau yang disebut seed phrase. Nah, daftar kata inilah nanti yang digunakan ketika Anda mengatur ulang informasi akun tersebut.

Baca Juga: Hot Wallet dan Cold Wallet, Mana yang Lebih Aman?

Kekurangan Metamask Wallet

1. Rawan terkena hack

Yup, Metamask adalah salah satu contoh dari hot wallet, yaitu wallet aset kripto yang terkoneksi dengan jaringan internet. Nah, salah satu kekurangan dari sifat hot wallet ini adalah memiliki risiko untuk terkena hack, begitupun pada Metamask.

2. Berisiko pada pengumpulan data pribadi

Metamask memang tidak memiliki akses untuk semua data pribadi penggunanya secara online, namun salah satu browser seperti Google Chrome tetap memiliki akses kepada semua aktivitas digital yang pengguna lakukan. Hal ini tentu memiliki pengaruh karena Metamask menyediakan extension melalui Google Chrome.

Cara Pasang Extension

Nah, sekarang saatnya kita membahas bagaimana cara memasang extension Metamask di browser Anda:

1. Unduh Metamask

Langkah pertama adalah unduh ekstensi browser Metamask di browser pilihan Anda. Misalnya jika Anda ingin mengunduhnya di Chrome, silahkan cari Metamask dan klik “Add to Chrome”. Dan, ya, Metamask Anda sudah berhasil terunduh.

Metamask at browser

2. Buat Wallet

Selanjutnya, pilih menu “Create a Wallet” untuk membuat wallet Anda.

New to Metamask

Nantinya Anda akan diminta untuk membuat kata sandi dengan minimal 8 karakter pada kolom “Password”.

Setelah password dibuat, nantinya akan muncul 12 frasa kata yang harus Anda ingat untuk kemudian dituliskan kembali. Pastikan Anda menyalin dan menyimpan 12 kata ini di tempat lain. Nah, 12 kata ini sangat penting, lho, jika suatu saat Anda lupa dengan sandinya. Selanjutnya, pastikan 12 frasa tadi sudah benar urutannya dan klik “Confirm”. Terakhir, dompet digital Anda sudah siap digunakan.

Anda juga bisa melihat cara daftar Metamask melalui video di bawah ini:

Itulah penjelasan mengenai dompet digital, Metamask wallet. Satu yang tak kalah penting lainnya adalah, pastikan Anda berinvestasi di exchange yang aman dan terdaftar di BAPPEBTI. Tokocrypto hadir sebagai platform exchange untuk Anda belajar, beli, jual dan investasi aset kripto yang aman. Unduh aplikasinya di smartphone Anda dan selesaikan KYCnya sekarang juga!



Sumber : news.tokocrypto.com

52% Investor Kaya di Asia Memiliki Kripto, Indonesia Salah Satunya

Meracik portofolio investasi tentu akan berbeda bagi setiap individu karena berkaitan dengan besaran risiko yang dapat diambil, dan juga mengikuti perkembangan dari sentimen ekonomi global.

Dalam sebuah penelitian dari Accenture diketahui bahwa, ada 52% investor kaya di Asia yang memiliki aset digital dalam portofolio mereka, seperti aset kripto, NFT dan crypto fund, di kuartal pertama tahun ini.

Dalam penelitian tersebut ditemukan bahwa ada 7% dari portofolio investor kaya tersebut yang berupa aset digital. Crypto pun menjadi kelas aset terbesar nomor lima di Asia, yang mengungguli mata uang asing (valas), komoditas dan barang koleksi.

Riset Accenture.

Baca juga: Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

Di atas aset digital, investor kaya di Asia lebih banyak memegang saham, reksadana dan properti. Diketahui pula, penelitian tersebut melihat akan ada 21% investor kaya yang akan memegang aset crypto di akhir tahun 2022.

Penelitian tersebut telah menarik 3.200 responden melalui sebuah survei, yang semuanya memiliki aset yang diinvestasikan antara $ 100.000 sampai dengan $ 5.000.000.

Survei tersebut mencakup investor kaya di negara Asia seperti China, Hong Kong, Indonesia, India, Jepang, Singapura, Malaysia dan Thailand. Dan pada kuartal pertama 2022, Indonesia dan Thailand menjadi negara dengan kepemilikan aset digital terbesar di wilayah Asia.

Riset seperti ini juga dilakukan oleh pialang kripto Gemini yang menunjukkan 40% dari pemilik kripto membelinya di tahun 2021. Tahun ini adalah tahun ketika semua kripto naik secara signifikan. Indonesia adalah salah satu negara yang membeli aset kripto secara masif.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

Meski begitu, investor institusi masih dalam mode mengamati saja, belum ramai untuk ingin masuk ke industri crypto karena urusan regulasi masih belum dirampungkan.

“Kami harus dapat memberikan pandangan yang terinformasi tentang kripto, yang memerlukan riset khusus,” papar Sacha Walker, kepada strategi dan operasi bisnis untuk wilayah Asia-Pasifik di Julius Baer

Regulasi yang diperkirakan akan memicu peningkatan aliran dana ke pasar crypto dari institusi, masih dinantikan karena eksposur ke crypto dapat meningkat dan meluas dengan adanya kejelasan regulasi, termasuk perlindungan dana para investor.

Ini akan sangat dinantikan karena diperkirakan akan membawa dasar yang positif bagi industri crypto dalam jangka panjang.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Kembali ke Harga $ 31 Ribu, Hati-hati False Breakout

Harga Bitcoin kembali pulih dan menunjukan rally singkat ke harga $ 31 ribu pada perdagangan Rabu, 8 Juni 2022. Meski level ini adalah titik resistensi kuat bagi BTC, namun sejumlah analis skeptis dengan pergerakan tersebut. 

Pergerakan harga jangka pendek Bitcoin saat ini mengingatkan pada aksi pasar pada 6 Juni lalu. Di mana saat itu BTC mampu memompa harga hingga ke level $ 31 ribu-32 ribu. Namun, aksi jual cepat mendorong harga BTC kembali tenggelam ke harga di bawah $ 30 ribu. 

BTC/USDT 4 H. Tradingview

Analis crypto dan pengguna Twitter pseudonim il Capo Of Crypto, membuat sebuah analisis yang menyoroti BTC saat ini masih terjebak pada level $ 31 ribu selama 60 hari. Di mana ketika menginjak level tersebut BTC kembali memantul. 

grafik Bitcoin
Grafik Bitcoin.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback ke Zona Hijau

Namun, menurut il Capo, yang perlu diwaspadai adalah rentang redistrubusi BTC yang menunjukan adanya potensi clean break atau penurunan ke harga $ 21-23 ribu. 

“ Terobosan bersih dari kisaran rendah = leg terakhir turun dikonfirmasi = 21.000-23.000,” tulis il Capo. 

Sementara itu, menurut analis pasar dan pengguna Twitter pseudonim Rekt Capital peregrakan 200 hari EMA (rata-rata pergerakan eksponensial) sebagai indikator utama yang harus diperhatikan.

Menurut Rekt Capital level support di harga $ 20.000 perlu diwaspadai investor maupun ritel. “Maka itu bisa menyarankan bagian bawah $BTC dekat dengan area ~20.000,” tulis Rekt Capital. 

Sumber: https://twitter.com/rektcapital/status/1534165559394410496

BTC Belum Sentuh Harga Terendah

Namun, yang tak kalah penting untuk perhatikan adalah terkait dengan siklus BTC yang saat ini cenderung mirip dengan siklus 2018. 

Kontributor CryptoQuant, Venturefounder, menyebutkan jika ditilik dari pola historis setelah siklus halving bitcoin sebelumnya, maka harga terendah makro BTC saat ini berada di level $ 14-21.000. Ia menganalisis bahwa kemungkinan level tersebut akan terbentuk di enam bulan ke depan. 

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Gifto (GTO) dan Mithril (MITH)?

“Dalam 670 hari ke depan, BTC akan menyerah dalam 6 bulan ke depan dan mencapai titik terendah ($14-21.000), kemudian memotong sekitar $28-40.000 di sebagian besar tahun 2023 dan berada di ~$ 40.000 lagi setelah halving berikutnya (2024),” tulis Venturefounder di akun Twitternya. 

Pergerakan historis BTC selama tahun 2018, cukup relevan dengan fenomena saat ini. Saat itu, setelah mencapai $ 3.100 pada Desember 2018, Bitcoin berhasil pulih ke $ 13.800, namun tujuh bulan kemudian BTC kembali ke titik terendahnya pada Maret 2020 di harga $ 3.600.

“Siklus 2018 terbawah, turun 28% dari harga realisasi. Perlu diingat harga realisasi hari ini adalah $ 24.000, bisa lebih rendah pada saat siklus terendah,” ujarnya.

“Kami mungkin tidak berada di titik terbawah siklus, tetapi kami berada dalam kisaran titik terendah siklus BTC. Ini adalah yang terbaik yang dapat Anda lakukan ketika mengatur waktu siklus pasar.”

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Market Signal 8 Juni 2022: Pasar Kripto Comeback

Market aset kripto pada tengah pekan kedua Juni 2022 bergerak lincah. Kinerja apik ditunjukan oleh 10 aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap dalam 24 jam terakhir.

Melansir situs CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) sukses tumbuh 5,79% dalam sehari terakhir dan kini berada di $ 31.131. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) naik 5,46% ke $ 1.826 di waktu yang sama.

Altcoin lainnya, nilai XRP, Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT) kompak tumbuh di atas 2%. Selain itu, Cardano (ADA) bahkan sukses tembus peningkatan di atas 12% dalam 24 jam terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan salah satu sentimen positif yang mendorong kinerja kripto saat ini adalah pengajuan Rancangan Undang-Undang (RUU) dari dua Senator AS, Kirsten Gillibrand dan Cynthia Lummis, terkait regulasi aset digital. RUU tersebut menyiratkan bahwa dukungan perlindungan investor kripto.

“RUU tersebut mencoba untuk mengatasi pertanyaan terbesar yang menggantung di atas aset digital. Ini akan menjawab ketidakpastian yang membuat sektor aset kripto yang masih muda ini bisa lebih matang dari sisi regulasi di AS,” kata Afid.

Selain itu, event Austin Consensus 2022 yang digelar pada 9-12 Juni 2022 di Texas, AS bisa jadi alasan utama kenapa market melihat ke arah pullback. Di acara akbar itu, akan membahas perkembangan industri kripto, blockchain, web3 hingga metaverse.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Market Kripto bakal Pullback

Afid juga mengungkap ke depan overall market akan ke arah pullback dalam jangka pendek. Sementara, jangka menengah masih melihat ke arah sideways. Acuannya dari Bitcoin masih kemungkinan besar akan diperdagangkan di range $ 28.800-$ 32.000.

“Sentimen market sejatinya masih terpantau bearish. Pasalnya, kenaikan nilai aset kripto terbilang stagnan atau tidak signifikan. Kuat dugaan, investor masih enggan melakukan aksi beli, karena belum terlalu percaya diri di pasar kripto,” katanya.

Namun, analisis firma investasi aset digital, Two Prime, melihat beberapa perusahaan manajemen investasi sengaja melakukan aksi beli di kondisi market saat ini, karena berharap harga aset kripto bisa menembus level resistance-nya. Mereka mau tak mau harus melakukan price actions yang kuat agar bisa mendulang cuan fantastis ketika bull market.

Sentimen negatif yang memberatkan pergerakan market masih datang dari faktor pesimis investor adalah ketidakpastian makroekonomi ke depan. Bank Dunia baru-baru ini menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonominya di 2022 dari 4,9% ke 2,1%. Sementara itu, Menteri Keuangan AS, Janet Yellen, mengatakan di hadapan Senat AS bahwa inflasi AS bakal terus menanjak.

Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Juni ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Gifto (GTO) dan Mithril (MITH)?

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Gala (GALA)

Analisis teknikal Gala (GALA).

GALA adalah token utilitas dari Gala Games, platform game blockchain yang berjalan di jaringan Ethereum dan Binance Smart Chain (BSC). Gala Games sendiri diluncurkan pada 2019, kini telah berkembang menjadi 1,3 juta pengguna aktif bulanan, dan 26.000 NFT telah terjual, dengan item paling mahal senilai $3 juta.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan token GALA akan menunjukan potensi bullish pada pekan ini. Penyebabnya dari sentimen positif, bahwa Gala Games akan meluncurkan game GRIT di Epic Games Store. Ini akan menjadi salah satu pengenalan game Web3 besar pertama bagi jutaan gamer tradisional.

“Peluncuran GRIT di Epic Games Store akan jadi babak baru game Web3 NFT untuk masuk ke market game tradisional. Dampaknya token GALA yang menjadi utilitas dalam ekosistem Gala Games bisa melonjak harganya,” kata Afid.

Dari analisis teknikal, nilai GALA sudah mulai merangkak naik. Diperkirakan akan terjadi kenaikan sebesar 17% dari harga $ 0,082 ke $ 0,093 dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat GALA di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #80, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 549.130.129. Jumlah koin yang beredar 6.977.205.436 koin GALA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. Cardano (ADA) 

Analisis teknikal Cardano (ADA).

Cardano (ADA) menjadi salah satu aset berkinerja baik di 10 besar kripto berdasarkan kapitalisasi pasar selama 2 hari terakhir. Harga ADA kemungkinan akan melonjak pada pekan ini hingga 16% dengan harga mencapai $ 0,68.

Afid melihat kenaikan harga ADA didorong oleh sentimen positif di mana Cardano telah menarik perhatian investor institusi yang mengubah pandangan aset Bitcoin dan Ethereum. Mereka membuat para investor lebih baik memilih ADA karena percaya akan potensinya yang tinggi di masa depan.

“Peningkatan minat pada ADA oleh whales ini telah memainkan peran dalam tren kenaikan baru-baru ini. Sementara itu, ADA juga memimpin kenaikan di antara 10 aset kripto terbesar dalam 2 hari terakhir,” jelas Afid.

Lebih lanjut, Afid menjelaskan dari analisis teknikalnya kemungkinan besar selama batas bawah pada $ 0,58 masih terjaga, ADA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 0,68 atau naik 16% dalam beberapa hari ke depan.

Peringkat ADA di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #6, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 21.038.491.784. Jumlah koin yang beredar 33.934.048.406 koin ADA dan maksimal pasokan 45.000.000.000 koin ADA.

3. Helium (HNT)

Analisis teknikal Helium (HNT).

Helium (HNT) adalah jaringan blockchain terdesentralisasi untuk perangkat Internet of Things (IoT). HNT memiliki utilitas yang menarik. Afid melihat HNT punya potensi untuk bullish pada pekan ini.

Menurutnya sentimen positif yang didorong oleh pergantian proposal tata kelola HIP 51 untuk transisi dari struktur blockchain monolitik ke struktur blockchain modular. Arsitektur jaringan asli Helium dirancang untuk perangkat IoT dan protokol nirkabel LoRaWan.

“Helium mulai berpikir tentang penskalaan di luar jaringan IoT dan menjadi platform terdesentralisasi yang dapat digunakan oleh semua jenis jaringan telekomunikasi lainnya, seperti 5G, WiFi, VPN, dan CDN. Peningkatan jaringan ini menjadi sentimen positif untuk nilai HNT,” ungkap Afid.

Dari analisis teknikalnya, nilai HNT kemungkinan besar akan terjadi lonjakan sebesar 20% dari harga $ 10,41 ke $ 11,80 dalam beberapa hari ke depan. pergerakan HNT juga sudah menunjukan pola cup and handle yang menjadi sinyal bullish.

Peringkat HNT di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #48, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.233.774.427. Jumlah koin yang beredar 119.278.318 koin HNT dan maksimal pasokan 223.000.000 koin HNT.

Baca juga: Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

4. Avalanche (AVAX)

Analisis teknikal Avalanche (AVAX).

Avalanche adalah blockchain yang dirancang Ava Labs sebagai jaringan terdesentralisasi yang aman dan terdistribusi secara global. Sementara, AVAX merupakan token native dari platform Avalanche yang digunakan sebagai alat tukar dalam ekosistem mereka. 

Pergerakan nilai AVAX bisa bullish pada pekan ini, disebabkan keterlibatan Avalanche dalam acara Consensus 2022 by CoinDesk yang digelar 9-12 Juni 2022 di Texas, AS. Acara ini juga akan menjadi sentimen positif untuk market aset kripto secara keseluruhan.

“Analisis teknikal AVAX memang dari jangka pendek telah terjadi penurunan. Namun, sudah ada pergerakan naik yang kemungkinan sebesar 10% dari $ 24,47 ke $ 26,87 bisa dicapai dalam beberapa hari ke depan,” ungkap Afid.

Peringkat AVAX di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #15, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 6.843.227.253. Pasokan yang beredar 280.929.424 koin AVAX dan maksimal pasokan 720.000.000 koin AVAX.

5. eCash (XEC)

Analisis teknikal eCash (XEC).

eCash (XEC) adalah aset kripto yang dikembangkan setelah hard fork dari blockchain Bitcoin Cash ABC. XEC juga merupakan rebranding dari Bitcoin Cash ABC (BCHA) dan memiliki teknologi dan fitur yang lebih baik. 

Afid mengatakan XEC berpotensi bullish karena perbaikan dan peningkatan jaringan Electrum ABC 5.1.2. Jaringan ini dapat perbaikan bug, peningkatan, dan pembaruan pada header BIP71 yang membuat Electrum ABC kompatibel dengan dompet eCash lain seperti Badger Cash dan RaiPay.

“Pergerakan XEC sudah perlahan naik. Kemungkinan besar Kemungkinan besar XEC dapat terus bergerak menuju harga $ 0.00006065 atau naik sekitar 13% dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Peringkat XEC di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #53, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.062.706.558. Pasokan yang beredar 19.081.117.173.303 koin XEC dan maksimal pasokan 21.000.000.000.000 koin XEC.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Ethereum (ETH)

Analisis teknikal Ethereum (ETH).

Ethereum (ETH) jadi aset kripto big cap yang berpotensi bearish pada pekan ini. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan gabungan faktor on-chain, fundamental dan teknis menunjukkan lebih banyak kerugian bagi Ethereum di masa depan.

Lebih lanjut, Afid mengatakan dari data CoinShares pada 31 Mei lalu, terlihat investor telah menarik $ 250 juta dari dana investasi berbasis Ethereum pada tahun 2022. Arus keluar besar-besaran itu membuat harga ETH terus turun.

“Penarikan dari dana Ethereum adalah tanda bagaimana crash di TerraUSD (UST) dan Terra (LUNA) telah mengurangi minat pada keseluruhan sektor keuangan terdesentralisasi (DeFi),” kata Afid.

Analisis teknis ETH mulai terlihat pola segitiga turun dan reverse cup and handle yang berisiko mengalami pergerakan bearish. Namun, ETH akan sedikit mengalami koreksi hingga harga $ 1.838, lalu turun sebesar 5% ke $ 1.731.

Peringkat ETH di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #2, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 219.884.038.658. Pasokan yang beredar 121.089.053 koin ETH dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: $750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?

2. STEPN (GMT)

Analisis teknikal STEPN (GMT).

STEPN (GMT) diperkirakan akan bearish pada pekan ini. Menurut Afid, ada beberapa faktor menyebab sentimen negatif yang membuat harga GMT turun.

Salah satu yang palilng krusial peristiwa malang baru-baru ini yang terjadi pada STEPN membuat cibiran soal kegagalan game blockchain play-to-earn. STEPN mengalami 25 juta serangan DDOS yang dikirim ke server dalam waktu singkat. Hal ini menyebabkan beberapa pengguna dikeluarkan dari platform.

“Dalam beberapa waktu terakhir STEPN, diamati ada banyak pemain menggunakan bot dan spoofing GPS untuk menggelembungkan jumlah token yang dihasilkan dengan menggunakan aplikasi. Jumlah pengguna yang terus meningkat adalah masalah utama yang dihadapi oleh game blockchain dengan model bisnis play-to-earn,” ujar Afid.

Dalam 24 jam terakhir, token GMT telah mencatat penurunan. Analisis teknikalnya, harga GMT sudah turun secara perlahan, namun ada koreksi sesaat. GMT bisa alami penurnan harga hingga $ 0,90 atau turun 12% dari harga $ 0,97 selama beberapa waktu mendatang.

Peringkat GMT di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #76, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 575.458.810. Jumlah koin yang beredar 600.000.000 koin GMT dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin GMT.

3. Elrond (EGLD)

Analisis teknikal Elrond (EGLD).

Koin EGLD kemungkinan besar akan bearish pada pekan ini, karena sentimen negatif dari kabar Maiar, DEX utama yang menggunakan di Elrond Network telah dimatikan di tengah penyelidikan aktivitas mencurigakan.

“Berita negatif dari adanya kemungkinan sabotase pada jaringan DEX, Maiar membuat harga EGLD tertekan. EGLD kemungkinan besar akan turun menuju harga $ 65,35 atau 11% dari $ 73,83,” kata Afid.

Elrond sendiri adalah platform berbasis blockchain yang dibangun untuk menawarkan kecepatan transaksi yang sangat cepat dengan menggunakan sharding. Proyek ini menggambarkan dirinya sebagai ekosistem teknologi untuk internet baru, yang mencakup fintech, keuangan terdesentralisasi dan Internet of Things (IoT). 

Peringkat EGLD di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #41, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.512.350.291. Pasokan yang beredar 22.381.068 koin EGLD dan maksimal pasokan 31.415.926 koin EGLD.

4. Reserve Rights (RSR)

Analisis teknikal Reserve Rights (RSR).

Reserve Rights adalah platform stablecoin token ganda yang diluncurkan pada Mei 2019. Pengaturan token ganda Reserve Rights mencakup stablecoin yang dikenal sebagai Reserve stablecoin (RSV). 

Token kedua adalah token Reserve Rights (RSR), yang digunakan untuk menjaga RSV stabil pada target harga $ 1 melalui sistem peluang arbitrase. RSR adalah sebuah token utilitas yang memungkinkan pemegang untuk memberikan hak suara atau voting pada proposal tata kelola.

Afid melihat pergerakan RSR akan bearish pada pekan ini. Hal tersebut terlihat dari analisis teknikalnya, RSR sudah overbought dan membentuk pola reserve cup and handle sebagai sinyal bearish. “Penurunan RSR bisa sampai $ 0,00751 atau sekitar 16% dari harga $ 0,00899.”

Peringkat RSR di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #175, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 138.151.544. Jumlah koin yang beredar 14.801.148.904 koin RSR dan maksimal pasokan 100.000.000.000 koin RSR.

Baca juga: The Economist: 37% Peserta Survei Ingin Bitcoin Dilegalkan

5. BNBDOWN (BNBDOWN)

Analisis teknikal BNBDOWN (BNBDOWN).

BNBDOWN sedang mengalami penurunan pada pekan ini. Menurut Afid, kondisi pergerakan BNB yang mulai naik turut berpengaruh negatif pada BNBDOWN.

BNBDOWN bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga BNB turun. Sedangkan BNBUP bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga BNB naik. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.

“Pergerakan BNBDOWN sudah bergerak naik signifikan, kemungkinan akan koreksi dalam. Dari grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Harga BNBDOWN bisa turun 11% mencapai $ 0,05578 dari harga $ 0,06277,” pungkas Afid.

Peringkat BNBDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (8/6) pukul 10.00 WIB adalah #2934, dengan kapitalisasi pasar langsung tidak diketahui. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.

Disclaimer

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

The Economist: 37% Peserta Survei Ingin Bitcoin Dilegalkan 

Dalam sebuah studi survei terbaru dari The Economist, telah didapatkan sebuah jawaban yang menarik terkait adopsi crypto sebagai alat pembayaran sah di beberapa negara.

Diketahui, ada 37% suara dalam survei tersebut yang menginginkan pemerintah di negara mereka menjadikan Bitcoin atau aset crypto lain sebagai alat pembayaran sah dan legal untuk transaksi internal.

Selain itu, CBDC pun termasuk aset yang disukai dari 37% suara tersebut, karena ini diharapkan dapat bersinergi dengan aset crypto jika penggunaan crypto sebagai alat pembayaran menjadi legal.

Baca juga: Rencana Rilis Dogecoin Core Diumumkan, Menarikkah?

Survei tersebut diketahui berisikan 3.000 partisipan dari berbagai negara maju seperti AS, Inggris,Australia, Korsel, Prancis dan Singapura, serta beberapa negara berkembang seperti Turki, Brazil, Vietnam, Filipina dan Afrika Selatan.

Para partisipan diminta untuk menentukan sikap mereka terhadap industri crypto saat ini. 

Selain 37% suara yang mendukung pelegalan crypto dan Bitcoin, ada 43% suara yang memilih bersikap netral dan hanya ada 18% suara yang merasa berat dan tidak setuju dengan keputusan tersebut.

Dan saat menanyakan perihal CBDC, ada jumlah suara yang sama, yakni 37%, yang percaya bahwa pemerintah juga harus meluncurkan CBDC. Sementara, 19% suara menilai CBDC adalah suatu kesalahan.

Baca juga: Market Awal Pekan: Bitcoin Sukses Perkasa, tapi di Bawah Tekanan The Fed

Dan ketika membahas soal NFT, ada lebih dari 60% suara yang menyatakan NFT perlu dipertimbangkan untuk dibeli, disimpan atau dijual. Sementara, ada sekitar 7% suara saja yang tidak menyukai konsep NFT.

Jaringan pembayaran pun menghadapi tuntutan perubahaan sejak pandemi Covid-19 melanda, yang mengalihkan pembayaran tunai ke pembayaran digital secara masif dan berkala.

Dan yang lebih khusus, ada lebih dari 30% suara di survei YouGov, yang ingin Bitcoin dilegalkan di Amerika Serikat (AS).

Menurut survey tersebut, perempuan yang berumur 55 tahun keatas tidak menyetujui hal tersebut, sementara, laki-laki dan peserta (perempuan dan laki-laki) yang berumur 25 hingga 34 tahun menyetujui Bitcoin sebagai sarana pembayaran yang sah.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Metabank Bangun Bank Terdesentralisasi Pertama di Metaverse

Mengikuti perkembangan dunia yang serba digital, Metabank telah bangun bank terdesentralisasi pertama di metaverse, guna meningkatkan pelayanan dan pengalaman pada para pelanggan.

Sektor metaverse memang tengah menjadi salah satu sektor terpanas di industri kripto yang masih berkembang dengan baik, di tengah koreksi pasar yang melanda pasar kripto sejak November 2021.

Sektor ini adalah penghubung antara dunia digital dan dunia nyata, dengan memanfaatkan teknologi blockchain yang canggih. Ini diawali dengan ramainya peminat pada platform metaverse terdesentralisasi dari Decentraland dan The SandBox.

Sektor ini dalam waktu singkat telah berkembang pesat dan menarik banyak peminat, dari kalangan investor ritel, perusahaan, jaringan bisnis, fesyen, hingga artis dan seniman papan atas. Aliran dana ke sektor ini pun menggembung dengan cepat.

Baca juga: 5 Alasan Bitcoin Jadi Investasi Jangka Panjang yang Lebih Baik daripada Emas

Bank Terdesentralisasi Pertama di Metaverse dari Metabank 

Bak permata yang tersembunti, Metabank telah melihat peluang keuntungan di metaverse, dengan menghadirkan bank terdentralisasi pertama di dunia virtual. Ini adalah penawaran investasi metaverse yang unik, berbeda dan menguntungkan.

Ini akan dihadirkan dalam bentuk franchise, sehingga para investor, selaku franchisee, dapat membuka kantor cabang Metabank di setiap metaverse.

Investor akan menjadi agen nasabah avatar di setiap kantor cabang yang dibuka, yang tugasnya adalah menjawab pertanyaan setiap calon nasabah.

Keuntungan yang akan didapatkan oleh Franchisee berasal dari setiap biaya transaksi dan biaya komisi yang menarik.

Baca juga: Tegas! Penambang Bitcoin Menjual BTC, Karena Pasar Belum Kondusif

Private sale dari penawaran ini telah dimulai pada 4 Juni 2022, yang dapat diakses langsung di situs resminya.

Dan untuk mendapatkan diskon sebesar 25 persen, pengguna dapat menggunakan kode promo: TGM252, pada harga token asli Metabank, METAX, di US$0,99.

Metabank

Dan skema usahanya, pelanggan hanya perlu menggunakan aplikasi mobile Metabank, yang dapat diunduh di smartphone android (iOS akan segera tersedia), untuk menghubungkan rekening bank dan dompet kripto mereka yang sudah ada.

Selain itu, pengguna juga akan mendapatkan kartu kredit virtual dengan Visa dan MasterCard.

Kartu tersebut dapat ditambahkan oleh pengguna ke Apple Pay atau Google Pay untuk melakukan pembayaran di mana saja menggunakan smartphone.

Setelah aplikasi mobile Metabank terhubung, pengguna akan dapat menggunakan Metabank di semua metaverse maupun dunia nyata. Tidak ada batasan lagi antar dua dunia ini.

Selain itu, Metabank juga menghadirkan fitur kredit P2P (peer-to-peer), dengan pelanggan yang memungkinkan untuk mendapatkan pinjaman di metaverse dan menggunakan dananya di mana saja, termasuk di dunia nyata.

Untuk mengakses fitur tersebut, peminjam dapat menggunakan token METAX sebagai jaminan untuk pinjaman. Ini secara langsung akan memberikan utilitas yang kuat bagi token tersebut.

Dan nantinya, tanah virtual pun akan dapat dijadikan jaminan untuk mendapatkan kredit Metabank, yang tentu menjadi opsi menarik bagi para investor di sektor metaverse. [st]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

Investasi aset kripto saat ini sudah menjadi pilihan yang penting untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebuah riset terbaru menemukan banyak dari investor kaya di Indonesia sudah masuk ke industri aset kripto untuk memperoleh keuntungan dari portofolionya.

Menurut penelitian dari Accenture yang diterbitkan pada 6 Juni 2022, mengungkap investor kaya di Indonesia tidak malu memiliki beberapa bentuk aset digital selama kuartal I 2022. Riset itu bahkan menempatkan investor Indonesia paling banyak terjun ke dunia aset digital dibanding tujuh negara yang ditelitinya.

Dibanding China, Hong Kong, India, Jepang, Malaysia dan Singapura, investor dari Indonesia dan Thailand masing-masing sebesar 9% melakukan investasi di aset digital. Aset digital yang dimaksud meliputi aset kripto, stablecoin dan crypto funds.

Riset Accenture temukan investor kaya di Indonesia banyak yang sudah investasi aset kripto.
Riset Accenture temukan investor kaya di Indonesia banyak yang sudah investasi aset kripto. Sumber: Accenture.

Aset investasi lainnya dalam riset tersebut adalah mata uang asing, komoditas dan barang koleksi, dan dalam beberapa kasus setara atau melebihi jumlah yang diinvestasikan dalam ekuitas swasta/modal ventura dan hedge funds atau dana lindung nilai.

Baca juga: 5 Alasan Bitcoin Jadi Investasi Jangka Panjang yang Lebih Baik daripada Emas

Rata-rata Investor Kaya di Asia, Investasi di Kripto

Accenture mengatakan survei dilakukan dengan lebih dari 3.200 klien di seluruh China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Perusahaan mendefinisikan investor kaya sebagai siapa saja yang mengelola aset yang dapat diinvestasikan antara US$ 100.000 hingga US$ 1 juta.

52% investor kaya di Asia memiliki portofolio investasi di aset kripto. Setiap negara yang diteliti membentuk rata-rata 7% dari portofolio investor yang disurvei punya kripto dan menjadikannya kelas aset terbesar kelima bagi investor di Asia.

Meskipun setengah dari investor di Asia sudah memegang aset digital pada kuartal I 2022, penelitian Accenture menunjukkan bahwa 21% lebih lanjut diharapkan untuk berinvestasi di dalamnya pada akhir tahun 2022, yang berarti sebanyak 73% investor kaya Asia dapat memiliki aset digital.

Riset Accenture paparkan risiko dari berbagai instrumen investasi.
Riset Accenture paparkan risiko dari berbagai instrumen investasi. Sumber: Accenture.

Baca juga: Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?

Hambatan Pertumbuhan Investasi Kripto

Dalam riset juga menemukan bahwa perusahaan manajemen kekayaan, yang menyediakan perencanaan keuangan, pajak, saran investasi dan perencanaan perumahan kepada klien mereka, lambat untuk naik pertumbuhan aset kripto. 67% perusahaan manajemen kekayaan mengatakan mereka tidak memiliki rencana untuk menawarkan produk atau layanan aset digital.

“Perusahaan manajemen kekayaan, aset digital adalah peluang pendapatan senilai US$ 54 miliar, namun sebagian besar diabaikan.”

Riset Accenture

Perusahaan manajemen kekayaan mengaku kurangnya kepercayaan dan pemahaman tentang aset digital, pola pikir wait and see dan kompleksitas operasional meluncurkan penawaran aset digital sebagai alasan utama untuk menahan, mengarahkan investor untuk memprioritaskan inisiatif lain sebagai gantinya.

Baca juga: $750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?

Accenture mengatakan akibat langkah yang lambat dari perusahaan manajemen kekayaan tersebut, membuat investor dipaksa untuk mendapatkan nasihat keuangan mereka tentang aset kripto dari sumber yang tidak dapat diandalkan. Namun, Accenture telah menekankan pentingnya perusahaan manajemen kekayaan untuk maju ke ruang aset digital, atau berisiko tertinggal.

Pada bulan April, sebuah laporan oleh exchange global, Gemini menemukan bahwa adopsi kripto meroket pada tahun 2021, terutama di negara-negara seperti Indoneisa, India dan Hong Kong. Sekitar 45% responden di Asia Pasifik membeli aset kripto pertama mereka pada tahun 2021.



Sumber : news.tokocrypto.com