All posts by 29

Investor Kripto Indonesia Capai 17,14 Juta hingga Q1 2023, Transaksi?

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) melaporkan perkembangan jumlah investor aset kripto di Indonesia yang terus tumbuh. Di samping itu, market kripto di Tanah Air mulai pulih berbarengan dengan situasi ekonomi global yang tengah bangkit.

Bappebti mencatat total investor kripto di Indonesia telah mencapai 17,14 juta orang hingga Maret 2023 atau kuartal I 2023. Jumlah tersebut bertambah 15.000 orang dibandingkan pada bulan Februari 2023. Jika dibandingkan setahun sebelumnya, total pelanggan terdaftar aset kripto telah bertambah sekitar 4,37 juta orang atau 34,2 persen.

Data ini menyebutkan terjadi pelambatan pertumbuhan. Alasan terbesarnya melihat kondisi saat ini tengah terjadi tren menurunnya nilai transaksi kripto di dalam negeri.

Transaksi Kripto

menampilkan illustrasi grafik harga aset kripto
Ilustrasi investasi aset kripto.

Baca juga: Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Kripto Bitcoin, Ethereum Naik

Bappebti melaporkan pada Maret 2023, nilai transaksi kripto di Indonesia sebesar Rp 12,54 triliun. Nilai tersebut menurun 9,13 persen dibandingkan sebulan sebelumnya yang sebesar Rp 13,8 triliun.

Jika dibandingkan setahun sebelumnya yang sebesar Rp 46,44 triliun pada kuartal I 2022, nilai transaksi kripto di dalam negeri juga merosot hingga 73 persen. Kondisi tersebut sejalan dengan anjloknya harga sejumlah aset kripto di pasar global dalam setahun terakhir.

Banyak klaim bahwa pasar kripto dinilai mulai jenuh. Untuk itu Bappebti terus sosialisasi tersebut yakni agar masyarakat Indonesia lebih memahami bahwa aset kripto merupakan aset yang volatil dan berisiko.

Literasi Kripto

Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

Baca juga: Aktivitas Trading Investor Kripto Meningkat Selama Ramadhan 1444 H

Bappebti telah meluncurkan inisiatif baru dalam bentuk program literasi kripto yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai aset kripto. Melalui program ini, Bappebti berharap dapat mengurangi risiko penipuan dan praktik ilegal yang kerap terjadi dalam dunia kripto.

Bappebti mempromosikan slogan 2 L, yaitu Legal dan Logis. Dengan slogan itu, diharapkan masyarakat berpikir lebih legal dan logis saat berinvestasi.

“Kami perkuat literasi itu, jadi baik aset kripto maupun perdagangan berjangka komoditi, kami lakukan promosi sosialisasi yang sangat masif ke berbagai pelosok Indonesia,” kata Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko dalam keterangan resminya dikutip Jumat (21/4).

Didid mengakui pentingnya literasi kripto dalam menjaga kestabilan sektor keuangan dan melindungi konsumen. Dengan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai mata uang kripto, diharapkan masyarakat dapat mengambil keputusan yang lebih baik dalam berinvestasi serta mengurangi risiko yang mungkin timbul dari penggunaan teknologi ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenaikan Suku Bunga The Fed Bikin Kripto Bitcoin, Ethereum Naik

Federal Reserve atau The Fed memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin pada hari Kamis (4/5) dinihari. Saat pengumuman itu rilis, market kripto kembali bergairah dan harga Bitcoin, Ethereum langsung melonjak tinggi.

Untuk mendinginkan ekonomi yang terlalu panas dan menjinakkan harga yang melonjak, The Fed kini telah mengirimkan rentetan 10 kenaikan suku bunga berturut-turut sejak Maret 2022. Hal itu membawa suku bunga dana federal ke kisaran 5 persen hingga 5,25 persen.

CME FedWatch Tools, peningkatan seperempat persen telah diprediksi secara luas, karena menunjukkan investor memberi peluang kenaikan suku bunga AS pada bulan Mei ini 85 persen pasti terjadi.

“Inflasi agak moderat sejak pertengahan tahun lalu,” kata Ketua The FEd, Jerome Powell saat konferensi pers. “Meskipun demikian, tekanan inflasi terus tinggi, dan proses untuk menurunkan inflasi menjadi 2% masih jauh.”

Gerak Market Kripto

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed yang kembali menaikkan suku bunga. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Analis Peringatkan Proyeksi Resesi dan Lebih Banyak Kegagalan Bank

Aset kripto Bitcoin (BTC) sempat sedikit turun sebelum pengumuman The Fed, itu menyebabkan kembali kerugian dan berada di sekitar US$ 28.634, menurut CoinGecko. Ethereum berbalik arah juga, mendorong lebih tinggi di belakang pernyataan Fed menjadi US$ 1.886, naik 1,2 persaen dalam beberapa hari terakhir.

Bitcoin akhirnya kembali naik 1,25% menyusul kenaikan suku bunga The Fed dan mengakhiri hari di US$ 29.937. BTC mengakhiri hari itu dengan US$ 29.000 untuk pertama kalinya dalam tiga sesi. Selama periode yang sama, Nasdaq Composite telah meningkat sekitar 17%.

Sepanjang tahun ini, Bitcoin dan Ethereum telah membukukan keuntungan masing-masing sekitar 70 persen dan 50 persen, sebagian dengan anggapan bahwa The Fed dapat segera menghentikan kenaikan suku bunga atau bahkan memangkas suku bunga di akhir tahun. Itu karena pedagang cenderung menghindari aset “berisiko,” seperti BTC dan ETH, ketika mereka mengharapkan bank sentral AS melanjutkan kebijakan moneter agresifnya untuk mengendalikan inflasi.

Langkah The Fed

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: REUTERS / Yuri Gripas
Ketua The Fed, Jerome Powell bicara soal kenaikan suku bunga. Foto: REUTERS / Yuri Gripas

Baca juga: Drama First Republic Bank Sempat Bikin Sinyal Bullish Harga Bitcoin

Selama beberapa bulan, Powell telah mengatakan berulang kali bahwa “peningkatan berkelanjutan” akan diperlukan untuk mengembalikan inflasi ke target Fed sebesar 2 persen. Inflasi melonjak menjadi 9,1 persen pada Juni 2022, tertinggi sejak 1981.

Namun, nada suara Powell mulai berubah pada bulan Maret setelah gejolak muncul di sektor perbankan AS yang menyebabkan jatuhnya pemberi pinjaman seperti Signature Bank dan Silicon Valley Bank.

Alih-alih mengatakan bahwa “peningkatan (suku bunga) yang sedang berlangsung” kemungkinan akan diperlukan, Powell mengatakan, “beberapa pengetatan kebijakan tambahan mungkin tepat” di Komite Pasar Terbuka Federal bank sentral AS sebelumnya.

Sekarang, Fed dihadapkan dengan potensi krisis plafon utang, di mana AS berisiko gagal bayar utangnya untuk pertama kalinya dalam sejarah. Menteri Keuangan AS, Janet Yellen memperingatkan hal itu bisa terjadi paling cepat 1 Juni jika Kongres tidak dapat mencapai kesepakatan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analis Peringatkan Proyeksi Resesi dan Lebih Banyak Kegagalan Bank

Para analis keuangan memperingatkan kemungkinan terjadinya kegagalan bank lebih lanjut, resesi potensial, dan dampak global akibat runtuhnya First Republic Bank baru-baru ini. Bank yang berbasis di California tersebut telah beroperasi selama lebih dari 35 tahun sebelum tiba-tiba runtuh, membuat banyak nasabah dan investor terkejut.

Meskipun alasan pasti kegagalan bank tidak diungkap secara detail ke publik, beberapa analis percaya bahwa hal itu mungkin disebabkan oleh investasi berat bank dalam aset dan pinjaman yang berisiko. Runtuhnya bank besar dan mapan seperti ini telah menimbulkan kekhawatiran tentang stabilitas sektor keuangan, baik di AS maupun secara global.

Para ahli memperingatkan bahwa ini bisa menjadi awal dari tren kegagalan bank yang lebih besar, mirip dengan yang terjadi selama krisis keuangan 2008. Ketika bank-bank berjuang dengan utang yang meningkat dan ketidakpastian ekonomi, ada risiko bahwa lebih banyak bank akan mengikuti jejak First Republic Bank.

Dampak Negatif

Ilustrasi market turun.
Ilustrasi market turun.

Baca juga: Investor Diminta Tetap Tenang di Tengah Penurunan Harga Bitcoin

Dampak dari kegagalan semacam itu bisa dirasakan jauh di luar sektor keuangan. Resesi bisa dipicu, dengan hilangnya lapangan kerja dan penurunan ekonomi yang mempengaruhi industri di seluruh sektor. Ekonomi global, yang sudah rapuh karena pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung, juga bisa terpengaruh oleh kejadian semacam ini.

Lembaga keuangan dan pemerintah harus mengambil langkah-langkah untuk mencegah skenario semacam itu terjadi. Ini termasuk regulasi yang lebih ketat dan pengawasan bank, serta langkah-langkah untuk mendukung institusi yang berjuang dan mencegah kepanikan yang meluas di pasar keuangan.

Pada akhirnya, runtuhnya First Republic Bank merupakan peringatan bagi sektor keuangan dan ekonomi secara keseluruhan. Penting untuk mengambil tindakan untuk mencegah kegagalan bank lebih lanjut dan melindungi terhadap konsekuensi yang dapat sangat merusak yang dapat menyertainya.

Sikap The Fed

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: MicroStrategy Hasilkan Laba Kuartalan I dalam Dua Tahun dari Bitcoin

Beberapa analis percaya bahwa kegagalan bank ini ada hubungannya dengan kebijakan hawkish dari Federal Reserve AS, yang secara konsisten menaikkan suku bunga untuk menurunkan tingkat inflasi hingga 2% sejak tahun lalu. Tentang ini, Piskorski menjelaskan:

Dikutip Bitcoin.com, ada ratusan bank yang memiliki nilai pasar aset saat ini kurang dari nilai nominal utang, dan (krisis) terutama disebabkan oleh kenaikan suku bunga oleh Fed.

Hal ini mungkin menyebabkan pemerintah AS menghadapi dilema yang tak terpecahkan, menurut Gao Lingyun, dari Akademi Ilmu Sosial Tiongkok di Beijing. The Fed harus menaikkan suku bunga untuk menurunkan tingkat inflasi, tetapi mempengaruhi nilai pinjaman yang dibuat oleh bank ketika tingkat yang sama lebih rendah, meningkatkan risiko gagal bayar. Ini, pada gilirannya, dapat berkontribusi pada resesi di masa depan dan kegagalan bank lainnya di lebih banyak negara, Gao memperingatkan.



Sumber : news.tokocrypto.com

MicroStrategy Hasilkan Laba Kuartalan I dalam Dua Tahun dari Bitcoin

MicroStrategy, penyedia perangkat lunak intelijen bisnis terkemuka, melaporkan laba kuartalan pertama dalam dua tahun berkat taruhan berani perusahaan pada Bitcoin (BTC). Laporan keuangan baru-baru ini menunjukkan bahwa investasi strategis dalam aset kripto kripto populer ini telah memberikan hasil.

Pada Agustus 2020, MicroStrategy menjadi sorotan ketika mengumumkan pembelian 21.454 Bitcoin, senilai sekitar US$ 250 juta. Sejak saat itu, perusahaan terus berinvestasi dalam aset digital ini, pada akhirnya mengumpulkan lebih dari 90.000 Bitcoin. Seiring meningkatnya nilai Bitcoin, begitu pula nilai kepemilikan MicroStrategy.

Hasil keuangan kuartal pertama perusahaan menunjukkan pendapatan bersih sebesar US$ 31,4 juta, dibandingkan dengan kerugian sebesar US$ 30,1 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Kembalinya laba ini sebagian besar dapat diatribusikan pada investasi Bitcoin, yang telah melampaui kinerja aset lain dalam portofolio MicroStrategy.

Laba MicroStrategy

ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Survei: Banyak Orang Yakin Investasi Aset Kripto Bisa untuk Dana Pensiun

Laba yang cukup besar ini telah menyebabkan kenaikan harga saham MicroStrategy, yang naik sekitar 5 persen setelah laporan keuangan dirilis. Analis pasar memuji langkah strategis perusahaan ke dalam Bitcoin, dengan beberapa mengatakan bahwa keputusan tersebut berpotensi mengubah cara pandang perusahaan lain terhadap investasi dalam aset digital.

Seiring semakin banyaknya investor yang tertarik pada Bitcoin, lebih banyak perusahaan mungkin akan mempertimbangkan mengikuti jejak MicroStrategy dan mengintegrasikan mata uang kripto ini ke dalam strategi investasi mereka.

Keberhasilan taruhan Bitcoin MicroStrategy menjadi bukti potensi aset digital untuk memberikan imbal hasil yang signifikan, bahkan ketika pasar tradisional menghadapi ketidakpastian yang berkelanjutan.

Akumulasi Bitcoin

microstrategy borong bitcoin
Ilustrasi MicroStrategy dan Bitcoin.

Baca juga: Visa Buka Banyak Lowongan Kerja Developer Kripto, Berapa Gajinya?

MicroStrategy memiliki fokus jangka panjang dan pendekatan yang dikelola risiko untuk strategi Bitcoinnya. Sejak tahun 2020 perusahaan terus membeli Bitcoin, dengan pembelian terbaru adalah 1045 Bitcoin awal bulan lalu.

Microstrategy saat ini memiliki 140.000 Bitcoin dengan biaya agregat US$ 4,2 miliar atau rata-rata sekitar US$ 29.800 per Bitcoin. Hal ini menjadikan MicroStrategy pemegang perusahaan Bitcoin terbesar yang diperdagangkan secara publik di dunia.

Keputusan MicroStrategy untuk berinvestasi besar-besaran dalam Bitcoin telah menjadi kontroversi, dengan beberapa investor menyatakan keprihatinan tentang volatilitas mata uang kripto.

Namun, Michael Saylor, sekarang Ketua Eksekutif perusahaan, tetap bullish pada Bitcoin, mengatakan itu “100% lebih baik daripada emas.” Dia juga berpendapat bahwa Bitcoin adalah lindung nilai terhadap inflasi dan aset safe-haven selama ketidakpastian ekonomi.



Sumber : news.tokocrypto.com

Banyak Orang Yakin Investasi Aset Kripto Bisa untuk Dana Pensiun

Sebuah survei baru-baru ini mengungkap banyak orang yang menyakini investasi aset kripto bisa dijadikan prospek jangka panjang untuk menyiapkan dana pensiun. Nilai kripto yang diklaim akan terus berpotensi naik bisa menjadi keuntungan bagi investor.

Survei yang dilakukan oleh BitcoinIRA, menunjukan bahwa sentimen investor tetap bullish pada aset kripto, terlepas dari volatilitas dan tantangan pasar. Mayoritas responden melihat aset digital sebagai kelas aset yang sah dan perintis dan percaya bahwa regulasi yang meningkat membuat investasi kripto lebih menarik.

Survei menyoroti bahwa 72 persen peserta akan merekomendasikan keluarga atau teman untuk berinvestasi dalam aset kripto. Selain itu, 51 persen responden sedang mempertimbangkan untuk memasukkan kripto ke dalam portofolio pensiun mereka, sementara 27 persen sudah melakukannya.

Motivasi utama untuk berinvestasi dalam kripto termasuk spekulasi harga, diversifikasi portofolio, mengejar pensiun, dan lindung nilai inflasi.

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Memecoin Pepe (PEPE) Tembus 100 Besar Aset Kripto Paling Berharga

Bitcoin (BTC) tetap menjadi pilihan utama bagi investor, dengan 69 persen responden memilihnya sebagai aset kripto pilihan mereka. Ethereum (ETH) mendapat peringkat sebagai altcoin yang paling banyak diminta untuk investasi kripto, mengumpulkan 18 persen suara.

Temuan survei menunjukkan bahwa meskipun terjadi gejolak pasar baru-baru ini, investor optimis tentang masa depan aset digital dan peran mereka dalam perencanaan keuangan jangka panjang.

Singkatnya, survei menemukan bahwa sentimen investor tetap bullish pada aset digital meskipun aksi dan peristiwa pasar bergejolak. Investor kripto sebagian besar berspekulasi harga akan naik, dan terus mengandalkan kripto untuk melakukan lindung nilai terhadap inflasi dan meningkatkan masalah keamanan sosial.

Lindung Inflasi

Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
Ilustrasi sukses investasi aset kripto.

Baca juga: Korelasi Bitcoin-Emas Mencapai Fase Tertinggi Sepanjang Masa

Lebih dari setengahnya melihat kripto sebagai kelas aset yang sah dan luar biasa, dan lebih dari setengahnya setuju bahwa regulasi kripto membuat investasi digital lebih menarik.

“Meskipun komunitas kripto telah diuji oleh peristiwa baru-baru ini, investor memiliki antusiasme baru untuk aset digital,” kata Chris Kline, Co-founder dan Chief Revenue Officer BitcoinIRA.

“Orang Amerika percaya bahwa memperkuat peraturan kripto akan menguntungkan kami. Investor kripto terus melihat aset digital sebagai instrumen utama dalam diversifikasi portofolio pensiunan, serta lindung nilai terhadap inflasi dan kekhawatiran yang meningkat tentang jaminan sosial. BitcoinIRA bersemangat untuk menjadi bagian dari solusi bagi orang Amerika yang mencari aset alternatif untuk tabungan mereka.”

Metodologi survei pandangan kripto dikirim pada Februari 2023 ke sekelompok individu secara acak. 445 responden berpartisipasi. Individu tidak menerima kompensasi atau juga untuk partisipasi mereka dalam survei.



Sumber : news.tokocrypto.com

Daftar Kripto Altcoin yang Bisa Masuk Watchlist Bulan Mei 2023

Banyak aset kripto, terutama altcoin yang bisa diperhatikan atau masuk watchlist untuk bulan Mei 2023 ini. Beberapa di antara diprediksi akan mengalami kenaikan harga yang didorong oleh sentimen tertentu. Apa saja itu?

Istilah altcoin mengacu pada aset kripto selain Bitcoin (BTC). Menurut laporan Be[in]crypto, setidaknya ada lima altcoin yang layak masuk watchlist bulan Mei ini. Altcoin dalam daftar ini diproyeksikan memiliki perkembangan positif dianalisis untuk menilai potensinya.

Avalanche (AVAX)

Pengembangan aset kripto AVAX akan menyelenggarakan Avalanche Summit pada 3-5 Mei 2023. Ini akan menampilkan lebih dari 300 pembicara dan memiliki lebih dari 125 sesi panel dengan berbagai topik blockchain. Acara akbar ini dapat memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk harga AVAX , yang telah jatuh di bawah garis resistensi turun sejak awal Februari lalu.

Harga AVAX juga menyimpang di atas garis resistensi pada pertengahan April sebelum jatuh di bawahnya sesudahnya. Kini, harga altcoin diperdagangkan pada garis support menaik yang sudah ada sejak awal tahun.

Grafik Harian AVAX/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik Harian AVAX/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Riset: Kuartal I Tahun 2023 Pasar Kripto Tumbuh Signifikan, Bitcoin Juara

Dikombinasikan dengan garis resistensi, ini menciptakan segitiga simetris, yang dianggap sebagai pola netral. Oleh karena itu, ini menunjukkan bahwa breakout dan breakdown mungkin terjadi. AVAX dapat bergerak ke area resistensi US$ 21,50 jika terjadi penembusan. Namun, jika kerusakan terjadi, penurunan menjadi US$ 15 dapat terjadi.

Gala (GAL)

Peluncuran GALA(v2) akan dilakukan pada tanggal 15 Mei mendatang. Pembaruan ini akan menghadirkan berbagai peningkatan baru, seperti mekanisme burning dan keamanan yang disempurnakan. Semua pemegang GALA(v1) akan menerima token baru dalam penurunan 1:1, setelah itu token GALA (v1) tidak lagi didukung.

Terlepas dari berita positif, pergerakan altcoin GAL stagnan dari garis support naik pada 25 April. Sebelumnya, garis tersebut sudah ada sejak awal tahun. Terobosan seperti itu biasanya berarti bahwa tren sebelumnya telah berakhir.

Grafik Harian GAL/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik Harian GAL/USDT. Sumber: TradingView.

Jika penurunan berlanjut, area support terdekat akan berada di US$ 0,031. Di sisi lain, jika harga GALA merebut kembali garis support, maka bisa naik ke resistance berikutnya di US$ 0,049.

eCash (XEC)

Jaringan eCash akan menjalani pemutakhiran besar-besaran pada 15 Mei mendatang. Upgrade akan mencakup banyak fitur, seperti menghapus batas transaksi berantai dan memindahkan dana penambang keluar dari aturan konsensus.

Mirip dengan kripto altcoin AVAX, harga XEC diperdagangkan di dalam segitiga simetris yang dianggap sebagai pola netral. Jika tembus, support terdekat berikutnya akan berada di US$ 0,000026. Namun, jika penembusan terjadi, resistensi berikutnya akan berada di US$ 0,000033.

Grafik Harian XEC/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik Harian XEC/USDT. Sumber: TradingView.

Baca juga: Pasar Kripto Berhasil Bangkit Setelah Gerak Liar Sepekan Terakhir

Lido DAO (LDO)

Lido DAO diperkirakan akan merilis upgrade mainnet barunya pada pertengahan Mei. Meskipun ini merupakan perkembangan positif, aksi harga menunjukkan tanda-tanda bearish. Harga LDO berjuang untuk memulai pemantulan di area support horizontal US$ 2. Selain itu, telah menciptakan kepala dan bahu, yang dianggap sebagai pola bearish.

Jika altcoin rusak dari area US$ 2, harganya bisa turun menjadi US$ 1,30. Prakiraan bearish ini tidak akan valid jika LDO malah memantul dan keluar dari garis resistensi turunnya. Dalam hal ini, harga dapat meningkat menjadi US$ 2,80.

Bagan Harian LDO/USDT. Sumber: TradingView.
Bagan Harian LDO/USDT. Sumber: TradingView.

Vechain (VET)

Pembaruan wallet seluler VechainThor akan berlangsung pada 4 Mei. Ini dapat memberikan dorongan yang sangat dibutuhkan untuk harga VET , yang berjuang untuk memulai reli dari area dukungan US$ 0,022. Selain menjadi area support horizontal, ini juga merupakan level support retracement Fib 0,618.

Jika berhasil, kenaikan menjadi US$ 0,027 bisa menyusul. Namun, penembusan darinya dapat menyebabkan penurunan menuju area dukungan US$ 0,020.

Grafik Harian VET/USDT. Sumber: TradingView.
Grafik Harian VET/USDT. Sumber: TradingView.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Berhasil Bangkit Setelah Gerak Liar Sepekan Terakhir

Pekan ini menjadi periode yang sibuk untuk pasar kripto. Hingga tengah pekan terakhir April ini, harga Bitcoin (BTC) sempat turun 10% dalam seminggu terakhir, padahal sebelumnya aset kripto ini mengalami kenaikan harga hingga US$ 31.000, namun beberapa hari kemudian terkoreksi hingga di level US$ 27.000.

Faktor utama pendorong BTC kembali mendapatkan sinyal bullish adalah kolapsnya saham First Republic Bank. Ketika itu Bitcoin telah mengklaim kembali level US$ 28.000 dari US$ 27.000. kenaikan US$ 1.000 adalah perkembangan penting, kemampuan Bitcoin untuk retest dan menahan garis support merupakan sesuatu yang krusial. Pasalnya, jika level ini bertahan maka hal tersebut dapat menanamkan kepercayaan pada bulls kripto untuk mendorong harga lebih tinggi. 

“Kenaikan harga yang tiba-tiba ini dapat mengarah pada prospek BTC yang sangat positif. Dalam beberapa bulan terakhir, bank tradisional telah sedang alami masalah likuiditas dan kebangkrutan. Hal ini tentu saja memberikan keuntungan bagi kripto seperti Bitcoin secara signifikan. Investor beralih banyak yang beralih pada Bitcoin atau emas sebagai lindung nilai terhadap ketidakstabilan sistem keuangan,” kata Trader Eksternal Tokocrypto, Fyqieh Fachrur.

Naik-turun Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Aktivitas Trading Investor Kripto Meningkat Selama Ramadhan 1444 H

Namun, kebahagiaan tidak berlangsung lama. Harga Bitcoin (BTC) kembali beraksi layaknya roller coaster dengan penurunan drastis sekitar 7 persen dalam waktu satu jam saja, dari US$ 29.850 menjadi US$ 27.341 pada Kamis (27/4).

Penurunan tersebut dikaitkan oleh kesalahan perusahaan analitik blockchain, Arkham Intelligence yang mengirimkan peringatan yang salah kepada pengguna mereka bahwa wallet yang terkait dengan Mt. Gox dan pemerintah Amerika Serikat telah mulai memindahkan sejumlah besar Bitcoin. Setelah kabar itu dibantah Bitcoin dan pasar kripto secara keseluruhan mulai bangkit dan kini bergerak sideways cenderung masih nyaman di zona hijau. 

Sinyal bullish masih kuat untuk pasar kripto dari indikator makroekonomi. Banyak faktor pendukungnya, seperti Ekonomi AS tumbuh dengan kenaikan PDB sebesar 1,1% di Q1. Klaim pengangguran turun dari 246 ribu menjadi 230 ribu, menghilangkan kekhawatiran langsung atas pasar tenaga kerja AS.

Sentimen Bullish

Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Riset: Kuartal I Tahun 2023 Pasar Kripto Tumbuh Signifikan, Bitcoin Juara

Di samping itu, laporan pendapatan perusahaan mendukung sesi bullish, dengan pasar merespons positif hasil dari Meta (META) dan Amazon.com (AMZN). Indeks saham AS pun positif NASDAQ naik 2,43%, dengan Dow dan S&P 500 mengakhiri hari masing-masing naik 1,96% dan 1,57%. 

“Sentimen bull juga semakin kuat terlihat dari Bitcoin Fear and Greed Index yang melonjak tinggi pada Jumat (28/4) berada di level 64, kategori Greed. Angka ini naik drastis dari hari sebelumnya yang berada angka 59. Kenaikan ini juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau terus melemah di level 101 (-0,04),” tutur Fyqieh.

BTC perlu melewati level US$ 29.888 untuk menargetkan Level Resistensi Utama Pertama (R1) di US$ 30.113 yang akan menandakan sesi bullish diperpanjang. Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji Level Resistensi Utama Kedua (R2) di US$ 30.747. Level Resistensi Utama Ketiga (R3) berada di US$ 32.240.

Hal yang perlu diwaspadai oleh investor saat ini adalah rapat FOMC The Fed minggu depan. CME FedWatch Tool saat ini menunjukkan probabilitas 87% dari kenaikan suku bunga 25 basis poin pada pertemuan kebijakan moneter The Fed nanti. Ini bisa menjadi sinyal bullish selanjutnya untuk Bitcoin dan pasar kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aktivitas Trading Investor Kripto Meningkat Selama Ramadhan 1444 H

Dalam momen Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H, Tokocrypto mencatatkan peningkatan signifikan aktivitas trading kripto pengguna dan perubahan perilaku yang berbeda dengan hari biasa. Tokocrypto, salah satu platform populer untuk perdagangan aset kripto di Indonesia, telah mengalami pertumbuhan yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Mengusung semangat #KejarTHR dan #BerbagiRezeki untuk kebaikan di sepanjang momen Ramadhan dan Idul Fitri 1444 H yang baru saja berlalu, Tokocrypto sebagai good crypto exchange konsisten berupaya memaksimalkan pengalaman trading bagi seluruh pelanggan melalui program yang menarik dan menguntungkan. Berkat upaya tersebut, Tokocrypto mencatatkan adanya pertumbuhan sekitar 15 persen dibanding momen hari biasa.

“Tokocrypto mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1444 H kepada seluruh umat muslim di Indonesia. Semoga hari perayaan besar ini bisa menjadi momentum bagi kita semua untuk menjadi pribadi yang lebih optimis dan aktif dalam menebar manfaat bagi sesama. Kami juga memaknai perayaan Idul Fitri kali ini sebagai momentum untuk terus membuka lebih banyak peluang bagi masyarakat untuk mengelola keuangan dan melek berinvestasi. Saat ini sudah banyak instrumen investasi yang memudahkan calon investor untuk mulai berinvestasi. Mulai dari emas, saham, reksa dana sampai kripto,” kata Rieka Handayani, VP Corporate Communications Tokocrypto.

Trading saat Sahur

Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi investasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Korelasi Bitcoin-Emas Mencapai Fase Tertinggi Sepanjang Masa

Selama bulan Ramadhan, terdapat perubahan perilaku trading yang menarik untuk diamati. Frekuensi trading pada waktu sahur (antara pukul 03.00 WIB hingga 05.00 WIB) mengalami peningkatan sebesar 70 persen dibandingkan dengan sebelum Ramadhan. Hal ini menunjukkan bahwa banyak pengguna memanfaatkan waktu sahur untuk melakukan aktivitas perdagangan aset kripto.

“Perubahan perilaku trading selama bulan Ramadhan ini menunjukkan adaptasi dan fleksibilitas pengguna dalam mengatur waktu trading mereka. Peningkatan aktivitas trading di waktu sahur mencerminkan bagaimana pengguna memanfaatkan waktu luang di pagi hari untuk berinvestasi,” ungkap Rieka.

Pada periode 6-10 April, yang bertepatan dengan pemberian Tunjangan Hari Raya (THR), belum terjadi peningkatan trading yang signifikan. Namun, periode 10-13 April menunjukkan peningkatan sebesar 10 persen pada sisi deposit dibandingkan dengan dua minggu sebelumnya. 

Kemudian, menjelang Idul Fitri periode 19-22 April juga terjadi peningkatkan active trader dan deposit sebesar 12 persen. Hal ini mengindikasikan bahwa beberapa pengguna mungkin menggunakan dana THR mereka untuk berinvestasi dalam aset kripto. Selama Ramadhan, aset kripto yang paling banyak diperdagangkan di Tokocrypto adalah Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), dan Tokocrypto Coin (TKO).

“Kami melihat adanya peningkatan deposit di periode penerimaan THR, yang menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan potensi investasi dalam aset kripto. Hal ini sejalan dengan misi kami untuk meningkatkan inklusi keuangan melalui teknologi blockchain,” tutur Rieka.

Pengguna Tokocrypto

Tokocrypto Data Insight Q1 2023. Sumber: Tokocrypto.
Tokocrypto Data Insight Q1 2023. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Pengadilan Hong Kong Akui Cryptocurrency Sebagai Properti

Menurut data terbaru, jumlah pengguna terdaftar di Tokocrypto mencapai lebih tiga juta. Porsi usia pengguna Tokocrypto cukup bervariasi, dengan sebagian besar pengguna berusia antara 18-30 tahun (56,7 persen), 31-45 tahun (33,9 persen), 46-55 tahun (9,4 persen). Dalam hal jenis kelamin, mayoritas pengguna Tokocrypto adalah laki-laki, yang mencakup 74 persen dan perempuan sebesar 26 persen.

“Pertumbuhan pengguna dan perubahan perilaku trading di Tokocrypto selama Ramadhan mencerminkan tren global yang menunjukkan minat yang semakin meningkat dalam investasi kripto. Selain itu, adaptasi pengguna terhadap waktu trading yang berbeda menunjukkan bahwa pasar kripto terus berkembang dan menjadi lebih inklusif bagi berbagai segmen masyarakat,” jelas Rieka.

Untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ini, Tokocrypto terus mengupayakan inovasi dan peningkatan layanan bagi penggunanya. Beberapa inisiatif yang sedang dilakukan meliputi pengembangan fitur edukasi, kolaborasi dengan mitra strategis, serta peningkatan keamanan platform.

“Masa depan industri kripto di Indonesia terlihat cerah, dan Tokocrypto siap untuk memimpin perubahan tersebut. Dengan memahami demografi dan perilaku pengguna, platform ini berharap dapat terus menyediakan layanan yang sesuai dengan kebutuhan mereka, sambil mendorong inklusi keuangan dan ekonomi digital yang lebih luas,” pungkas Rieka.



Sumber : news.tokocrypto.com

Korelasi Bitcoin-Emas Mencapai Fase Tertinggi Sepanjang Masa

Korelasi Bitcoin (BTC) dengan emas terus meningkat sejak Maret lalu, karena ketidakpastian di tengah krisis perbankan dan suku bunga yang lebih tinggi. Krisis perbankan membuat investor menaruh uang mereka di Bitcoin, karena memberikan pengembalian yang lebih tinggi daripada emas dan ekuitas AS.

Bitcoin dan emas menunjukkan keterkaitan yang lebih kuat karena kedua aset berusaha untuk menetapkan diri sebagai safe haven di saat ketidakpastian pasar.

Seiring berlanjutnya ketidakpastian pasar, hubungan antara Bitcoin dan emas semakin erat, mencapai titik tertinggi dalam dua tahun terakhir. Keterkaitan ini menunjukkan bahwa investor semakin melihat kedua aset ini sebagai safe haven di tengah gejolak ekonomi.

Bitcoin Sebagai Safe Haven

Data terbaru dari TradingView menggarisbawahi keterkaitan yang memperkuat antara Bitcoin dan emas, dengan kedua aset mencapai korelasi 0,5 pada skala -1 hingga 1. Korelasi 1 akan menandakan bahwa aset bergerak seiring secara sempurna, sementara korelasi -1 akan menunjukkan bahwa mereka bergerak ke arah yang berlawanan. Korelasi 0,5 ini merupakan yang tertinggi sejak 2021.

Korelasi Bitcoin dengan emas. Sumber: Kaiko.
Korelasi Bitcoin dengan emas. Sumber: Kaiko.

Baca juga: Standard Chartered: Harga Bitcoin Capai Rp 1,4 Miliar di Akhir Tahun 2024

Banyak investor telah lama menganggap emas sebagai penyimpan nilai yang andal di saat ekonomi yang tidak menentu. Demikian pula, para pendukung Bitcoin berpendapat bahwa sifat desentralisasi dan pasokan terbatas aset kripto ini menjadikannya lindung nilai yang ideal terhadap inflasi dan depresiasi mata uang.

Keterkaitan yang semakin kuat ini menunjukkan bahwa lebih banyak investor mulai melihat Bitcoin sebagai alternatif yang layak untuk aset safe haven tradisional.

Meskipun keterkaitan semakin meningkat, penting untuk dicatat bahwa Bitcoin tetap menjadi aset yang lebih fluktuatif dibandingkan emas. Sebagai akibatnya, aset ini mungkin bukan pilihan yang ideal untuk investor konservatif yang mencari stabilitas.

Tetap Fluktuatif

Namun demikian, hubungan yang semakin kuat antara kedua aset ini bisa menjadi indikator kematangan Bitcoin sebagai instrumen investasi dan penerimaan yang semakin meningkat di dunia keuangan utama.

Kesimpulannya, keterkaitan yang meningkat antara Bitcoin dan emas menunjukkan persepsi yang berkembang dari kedua aset sebagai safe haven di saat ketidakpastian pasar. Meskipun volatilitas yang melekat pada Bitcoin mungkin menghalangi beberapa investor, korelasi yang meningkat dengan emas menunjukkan bahwa mata uang digital ini secara bertahap memperoleh pengakuan sebagai alternatif sah untuk aset safe haven tradisional.

ilustrasi membeli bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: 45 Nama Calon DK OJK Terpilih Awasi LKM dan Aset Kripto, Siapa Saja?

Harga BTC saat ini diperdagangkan mendekati level psikologis US$ 30.000, mencatat reli kuat sebesar 85% tahun ini. Para ahli percaya harga BTC bisa mencapai lebih dari US$ 135.000 setelah Bitcoin berkurang setengahnya tahun depan.

Bitcoin saat ini diperdagangkan pada US$ 29.756, naik 10% dalam 24 jam terakhir. Rendah dan tinggi 24 jam masing-masing adalah US$ 27.284 dan US$ 30.000. Selain itu, volume perdagangan telah meningkat sebesar 70 persen dalam 24 jam terakhir, menunjukkan peningkatan minat di kalangan pedagang.

Para ahli memperkirakan Bitcoin dapat mencapai US$ 35.000 di tengah reli terbaru dalam beberapa minggu ke depan. The Fed akan mengumumkan keputusan kenaikan suku bunga pada 2 Mei, dengan kemungkinan besar kenaikan suku bunga 25 bps sesuai data saat ini.

Pastikan kamu hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Drama First Republic Bank Sempat Bikin Sinyal Bullish Harga Bitcoin

Harga Bitcoin telah mengalami tren kenaikan pasca kolapsnya saham First Republic Bank. BTC telah mengklaim kembali US$ 28.000, setelah menghadapi reject di atas level kunci US$ 30.000.

Harga Bitcoin mencapai level tertinggi US$ 29.173, per data CoinGecko, dan saat ini diperdagangkan di bawah US$ 28.950, naik 5,7% pada hari itu. Namun, Bitcoin belum sepenuhnya pulih dari kemerosotannya baru-baru ini, dan tetap turun 4,7% dalam seminggu.

Bitcoin terus mendapat manfaat dari kegelisahan yang terungkap atas stabilitas bank Amerika Serikat. Kenaikan harga yang tiba-tiba ini dapat mengarah pada prospek BTC yang sangat positif.

Dalam beberapa bulan terakhir, bank tradisional di AS telah bergulat dengan masalah likuiditas dan kebangkrutan. Hal ini tentu saja memberikan keuntungan bagi kripto seperti Bitcoin secara signifikan.

Krisis First Republic Bank

Ilustrasi First Republic Bank. Sumber:  Justin Sullivan/Getty Images.
Ilustrasi First Republic Bank. Sumber: Justin Sullivan/Getty Images.

Baca juga: Visa Buka Banyak Lowongan Kerja Developer Kripto, Berapa Gajinya?

Pada bulan Maret lalu, Silicon Valley Bank (SVB) dan lainnya mengalami kebangkrutan. Akibatnya, terjadi peningkatan pada BTC/USD sebesar 40 persen hanya dalam beberapa hari. Dengan saham First Republic Bank anjlok serta lebih dari US$ 100 juta deposito cabut dari bank, Bitcoin mengalami lonjakan sekali lagi.

Saham First Republic Bank yang berbasis di San Francisco menukik pada Rabu (26/4) menyusul laporan triwulanan yang suram, di mana ia melaporkan penarikan yang lebih tinggi dari perkiraan lebih dari US$ 100 miliar pada bulan Maret, meningkatkan kekhawatiran tentang solvabilitas pemberi pinjaman regional.

Sektor perbankan AS menghadapi tantangan dalam beberapa bulan terakhir, mulai dari regulator menutup Signature Bank, sementara Silicon Valley Bank bangkrut karena bangkrut. Ketidakpastian telah menghidupkan kembali narasi seputar proposisi nilai Bitcoin sebagai aset “safe haven.”

Kenaikan harga Bitcoin juga disebabkan oleh prospek suntikan likuiditas baru ke pasar dari Federal Reserve atau lembaga lain, di tengah ketidakpastian seputar First Republic Bank.

Indikator koefisien korelasi menunjukkan bahwa korelasi Bitcoin dengan pasar saham telah turun sejak awal April, sementara korelasinya dengan emas semakin kuat.

Bitcoin Melemah Lagi

Baca juga: Riset: Kuartal I Tahun 2023 Pasar Kripto Tumbuh Signifikan, Bitcoin Juara

Setelah sempat naik, Bitcoin terpantau terjun 7 persen dalam satu jam pada Kamis (27/4) dinihari di bawah US$ 28.000 saat Arkham mengirim peringatan Mt.Gox yang salah.

Firma analitik Blockchain, Arkham mengatakan dompet yang terkait dengan pertukaran kripto, Mt.Gox yang tidak berfungsi dan pemerintah AS telah memindahkan Bitcoin dalam jumlah besar. Tetapi peringatan itu adalah hasil dari “perbaikan bug.”

Arkham mengklarifikasi melalui Twitter bahwa peringatan itu dikirim karena kesalahan, dan hanya untuk “sebagian kecil pengguna.” Perusahaan mengatakan perbaikan bug “terkait dengan peringatan Bitcoin” pada sistemnya menyebabkan kesalahan tetapi tidak memberikan rincian lebih lanjut. Perwakilan perusahaan tidak segera menanggapi permintaan komentar dari Decrypt.

DISCLAIMER: Artikel ini bersifat informasi dan bukan merupakan tawaran atau ajakan untuk menjual dan membeli aset kripto apapun. Perdagangan aset kripto merupakan aktivitas beresiko tinggi. Harga aset kripto bersifat fluktuatif, di mana harga dapat berubah secara signifikan dari waktu ke waktu dan Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas perubahan fluktuasi dari nilai tukar aset kripto.





Sumber : news.tokocrypto.com