Category Archives: Tokocrypto

Market Aset Kripto Hijau, Harga Bitcoin Naik

Tingkat inflasi tahunan Amerika Serikat (AS) akhirnya melandai dan membuat performa market aset kripto mengalami kenaikan. Tidak hanya itu harga Bitcoin (BTC) sempat tembus level US$ 26.000 untuk pertama kalinya dalam sembilan bulan terakhir.

Dilansir Bloomberg, Departemen Tenaga Kerja AS mencatat indeks harga konsumen (IHK) AS naik 6% pada Februari 2023 dari periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/yoy). Tingkat inflasi AS ini lebih rendah dibandingkan inflasi Januari 2023 sebesar 6,4 persen yoy.

Dibandingkan bulan sebelumnya (month-on-month/mom), inflasi AS Februari mencapai 0,4 persen, lebih rendah dari Januari 2023 dengan inflasi 0,5 persen. Angka ini berbeda dengan hasil konsensus IHK tahunan pada Februari 2023 yang diperkirakan naik 6 persen yoy, sedangkan IHK bulanan diperkirakan naik 0,4 persen.

Market Kripto Hijau

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Goldman Sachs Harapkan Tidak Ada Kenaikan Suku Bunga AS di Maret

Data inflasi terbaru dari AS bersifat bullish bagi pasar kripto, karena dapat memberikan ruang bagi The Fed untuk menghentikan suku bunga atau bahkan memangkasnya. Dan harga Bitcoin segera bereaksi. Pada saat data inflasi keluar, BTC menembus resistensi yang sangat penting di US$ 25.200 dan mencapai US$ 26.278.

Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa Indeks Dolar AS (DXY) juga mengalami penurunan setelah laporan pekerjaan AS yang beragam baru-baru ini dan masalah perbankan terbesar sejak krisis keuangan besar pada tahun 2008. Karena masalah intrinsik sistem perbankan dengan pemerintah AS obligasi dan “Bank Term Funding Program” baru dari Federal Reserve (Fed) AS, ekspektasi dovish telah meningkat secara besar-besaran.

Melalui program baru, The Fed menyelamatkan semua bank. Mereka dapat menjaminkan obligasi Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank yang saat ini merugi kepada Fed dengan harga beli saat itu, bukan nilai pasar saat ini dan menerima uang tunai sebagai imbalannya. Bagi banyak pelaku pasar, ini berarti Fed sekali lagi menghidupkan mesin pencetak uang sementara DXY bersiap untuk penurunan lebih lanjut.

Reli Melandai

Ilustrasi Rekt Capital.
Ilustrasi market aset.

Baca juga: Analisis Harga Cardano (ADA) Pasca Raih TVL Tertinggi Sepanjang Masa

Reli market kripto kini telah melandai. Harga Bitcoin kembali ke posisi di kisaran level US$ 24.000. Terpantau pada situs CoinMarketCap, BTC hanya mengalami kenaikan 2,05% dalam 24 jam terakhir dengan harga US$ 24.756.

Aset kripto yang lebih kecil juga melonjak dan kemudian jatuh kembali sepanjang hari, termasuk Ethereum (ETH), Dogecoin (DOGE), Polygon (MATIC) dan Polkadot (DOT). ETH, Dogecoin, Polygon, dan Polkadot semuanya turun antara 1-2%.

“Saya pikir itu adalah kemunduran yang sehat setelah reli khusus kripto yang euforia,” Riyad Carey, analis riset di firma data kripto, Kaiko dikutip CoinDesk.

“Saya masih terkejut betapa cepatnya pasar mengabaikan peristiwa akhir pekan.”

Carey menyoroti bahwa pasar masih tidak likuid, yang “membuat semua pergerakan ini lebih tajam.” Sementara itu, berita tentang jet tempur Rusia yang bertabrakan dengan drone Angkatan Udara AS di atas Laut Hitam, “menambah beberapa kegelisahan di semua pasar,” tambahnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Meta Hentikan Fitur NFT di Instagram dan Facebook, Ada Apa?

Meta menghentikan fitur non-fungible token (NFT) di platform media sosial Facebook dan Instagram. Perlu diketahui, fitur NFT ini baru hadir kurang dari setahun dan sempat mendapatkan sambutan baik dari para kreator.

Juru bicara Meta, Joshua Gunter, mengatakan perusahaan akan mengakhiri pengujian pembuatan dan penjualan NFT di Instagram, serta kemampuan untuk membagikan NFT di Instagram dan Facebook dalam beberapa minggu mendatang.

Integrasi NFT tersebut tampaknya menjadi salah satu korban dari dorongan CEO Meta, Mark Zuckerberg untuk menjadikan tahun 2023 sebagai “tahun efisiensi,” bersama dengan program Reels Play. Nasib fitur NFT ini mengikuti jejak penutupan proyek aset kripto, Diem yang didukung Meta dan wallet digital, Novi yang dikenalkan Meta pada tahun lalu.

Alih Fokus

Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
Meta rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.

Baca juga: 6 Cara Belajar Main Kripto untuk Pemula yang Baik dan Bijak

Meta Commerce and Fintech lead, Stephane Kasriel, menjelaskan perusahaan akan fokus pada fitur lain untuk memberikan pengalaman yang terbaik kepada pengguna dan mendukung kreativitas serta peningkatan ekonomi kreator, individu, dan bisnis.

“Di seluruh perusahaan, kami mencermati apa yang kami prioritaskan untuk meningkatkan fokus kami,” kata Kasriel .

“Kami menghentikan koleksi digital (NFT) untuk saat ini guna berfokus pada cara lain untuk mendukung kreator, orang, dan bisnis.” Alih-alih, perusahaan berfokus pada “area di mana kami dapat memberikan dampak dalam skala besar”, seperti perpesanan dan monetisasi di Reels dan peningkatan Meta Pay.

Proyek Digital

Kasriel tidak merinci mengapa Meta membalikkan arah pada NFT, yang menurut Zuckerberg dapat berperan dalam pertumbuhan perusahaan dalam rencana proyek metaverse.“Saya harap Anda tahu, pakaian yang dikenakan avatar Anda di metaverse, Anda tahu, pada dasarnya dapat dicetak sebagai NFT dan Anda dapat membawanya di antara tempat yang berbeda,” katanya Zuckerberg saat penampilan SXSW tahun lalu.

Meta akhirnya rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.
Meta rilis fitur Instagram NFT. Sumber: Meta Platforms, Inc.

Baca juga: Alasan Bitcoin Dekati Harga US$ 25.000, Pasca Kejatuhan Signature Bank

Tapi itu bukan satu-satunya inisiatif ambisius yang gagal dalam setahun terakhir. Meta juga menutup wallet kriptonya, Novi, yang pernah dikabarkan memiliki dukungan NFTpada peta jalannya, tahun lalu. Perusahaan juga telah menghentikan proyek dengan divisi metaverse-nya, Reality Labs, dan programnya yang berbayar bonus kepada pembuat Reel.

Namun, bahkan ketika Meta keluar dari NFT, perusahaan lain bergegas memasuki pasar aset digital ini. Reddit terus mempromosikan avatar “koleksi digital” yang merupakan NFT , Starbucks baru- baru ini menjual mengeluarkan pilihan 2.000 NFT bernilai US$ 100 dalam program loyalitas pelanggan Odyssey, dan Sesame Street baru saja mengumumkan kolaborasi NFT.



Sumber : news.tokocrypto.com

Goldman Sachs Harapkan Tidak Ada Kenaikan Suku Bunga AS di Maret

Goldman Sachs telah merevisi perkiraan kenaikan suku bunga The Fed karena tekanan dalam sistem perbankan di Amerika Serikat. Bank investasi global itu bahkan tidak lagi mengharapkan Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga pada pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC) pada bulan Maret mendatang.

Proyeksi Goldman Sachs tersebut keluar setelah bank sentral AS mengumumkan langkah-langkah untuk menyelamatkan deposan Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank yang gagal. Dalam sebuah catatan kepada klien pada hari Minggu (12/3), para ekonom bank, yang dipimpin oleh kepala ekonom Goldman Sachs, Jan Hatzius, merinci:

“Mengingat tekanan dalam sistem perbankan, kami tidak lagi mengharapkan FOMC untuk memberikan kenaikan suku bunga pada pertemuan berikutnya pada 22 Maret,” jelasnya.

Harapan The Fed Melunak

Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.
Ilustrasi Bank Sentral AS, The Fed. Foto: Shutterstock.

Baca juga: Alasan Bitcoin Dekati Harga US$ 25.000, Pasca Kejatuhan Signature Bank

Bulan lalu, FOMC menaikkan federal funds rate sebesar 25 basis poin ke kisaran target 4,5% hingga 4,75%, tertinggi sejak Oktober 2007.

Goldman merevisi ramalannya tak lama setelah Departemen Keuangan, Dewan Gubernur Federal Reserve System, dan Federal Deposit Insurance Corporation (FDIC) mengumumkan langkah-langkah penyelamatan untuk deposan dari dua bank gagal.

Regulator menutup Silicon Valley Bank pada hari Jumat (10/3) dan Signature Bank pada hari Minggu (12/3). Selain itu, Dewan Federal Reserve mengatakan hari Minggu bahwa dana tambahan akan tersedia untuk lembaga penyimpanan yang memenuhi syarat.

Ketidakstabilan Pasar

Ilustrasi bear market
Ilustrasi bear market. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Misteri Motif Vitalik Buterin Jual Kripto Shitcoin Senilai Rp 10,8 Miliar

Mengomentari keputusan Departemen Keuangan AS untuk menunjuk Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank yang gagal sebagai risiko sistemik dan pembentukan Bank Term Funding Program baru oleh Federal Reserve untuk mendukung institusi yang terpengaruh oleh ketidakstabilan pasar selanjutnya, para ekonom Goldman Sachs menjelaskan:

“Kedua langkah ini kemungkinan akan meningkatkan kepercayaan di antara para deposan, meskipun mereka menghentikan jaminan FDIC atas akun yang tidak diasuransikan seperti yang diterapkan pada tahun 2008,” jelasnya.

Dikutip Bitcoin.com, para ekonom lebih lanjut mencatat bahwa mereka masih mengharapkan Fed untuk menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin pada Mei, Juni, dan Juli, dengan ekspektasi tingkat terminal 5,25% menjadi 5,5%.



Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Bitcoin Dekati Harga US$ 25.000, Pasca Kejatuhan Signature Bank

Bitcoin (BTC) mengalami peningkatan harga yang signifikan, hampir mencapai US$ 25.000 atau sektiar Rp 384 juta. Kenaikan harga BTC ini terjadi setelah Silicon Valley Bank (SVB) dan Signature Bank diselamatkan oleh regulator keuangan pemerintah Amerika Serikat (AS) setelah kedua bank ramah kripto itu jatuh.

Berdasarkan situs CoinMarketCap, harga Bitcoin dan Ethereum (ETH) mengalami lonjakan pada Selasa (14/3) pukul 10.00 WIB. BTC melonjak 9,51% dalam 24 jam terakhir berada di posisi US$ 24.510. Sementara, ETH mencapai level US$ 1.685, naik 5,25% sehari terakhir.

Bitcoin dan Ethereum (ETH) melihat lonjakan sekitar 20% sejak posisi terendahnya pada hari Jumat (10/3). Kenaikan mendadak ini terjadi setelah janji meyakinkan dari otoritas AS bahwa simpanan di Silicon Valley Bank dan Signature Bank yang gagal akan dilindungi, membuat banyak perusahaan terkait kedua bank ramah kripto tersebut bisa tenang.

Stablecoin USDC yang bermasalah juga menguat menyusul peningkatan akses pemberi pinjaman ke uang tunai cepat, yang disahkan oleh Federal Reserve dan USTreasury setelah pemerintah mengambil alih SVB dan Signature Bank.

Sentimen Bitcoin

Ilustrasi Bitcoin.
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Market Watch: Pasar Kripto Bangkit, Harga Bitcoin Kembali Naik

Dikutip Utoday, ada tiga alasan terkait mengapa Bitcoin bergerak naik setelah mengalami pergerakan yang buruk pada pekan lalu. Alasan pertama adalah indeks Dolar AS yang mengalami depresiasi atau penurunan nilai sehingga membuat Bitcoin bergerak naik.

Berdasarkan grafik harian DXY, sejak akhir pekan lalu, Dolar AS terlihat bergerak turun. Perlu diketahui terjadi hubungan yang negatif antara kripto dan Dolar Amerika, kenaikan harga Bitcoin menjadi hal yang logis.

Alasan kedua adalah banyak akumulasi BTC yang dilakukan oleh investor dan trader. saat harga Bitcoin turun dan stablecoin USDC bermasalah, banyak wallet dengan kepemilikan Bitcoin sebanyak 10 BTC hingga 10.000 BTC melakukan pembelian yang mencapai total 40.557 BTC.

Pembelian Bitcoin yang naik tersebut juga terjadi bersama data USDC yang terlihat mengalami pergerakan masuk ke bursa kripto berpotensi untuk dijual yang lebih banyak dibandingkan yang keluar untuk disimpan di wallet, terutama saat terjadi depeg. Data tersebut menandakan adanya kemungkinan penjualan USDC membuat harga Bitcoin mengalami kenaikan, terutama di akhir pekan.

Pemulihan Market

market aset kripto
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Binance Umumkan Konversi Dana Pemulihan US$1 Miliar

Alasan ketiga adalah banyaknya kabar positif terkait pemulihan SVB, Signature Bank dan USDC. Kenaikan nilai USDC membuat kepercayaan investor kembali terhadap kripto. CEO Circle, Jeremy Allaire, buka suara dan menyatakan bahwa dana yang menjaga nilai USDC akan tetap stabil dan masih terlihat aman.

Ditambah lagi dengan adanya pengumuman bahwa bank yang bermasalah seperti SVB dan Signature Bank yang akan diselamatkan oleh pemerintah Amerika Serikat, sentiment positif kembali bertebaran sehingga mendorong BTC naik.

Pertumbuhan eksplosif Bitcoin membawanya ke level resistensi kunci yang sama dengan penurunannya beberapa minggu lalu. Jadi, meskipun reli BTC disambut baik dan dialihkan dari jatuh di bawah US$ 20.000, BTC belum menembus kisaran yang ditentukan dari US$ 16.000-US$25.000.

Oleh karena itu, masih terlalu dini untuk mengatakan apakah ini benar-benar pivot dari bearish ke bullish. Meskipun dengan cepat mendekati level resistance yang jika diambil akan menandakan hal itu.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Perbedaan Soft Fork vs Hard Fork Pada Bitcoin

Perkembangan teknologi berbagai bidang, dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan pembaruan. Tidak terkecuali pada teknologi yang digunakan oleh cryptocurrency, beberapa koin menggunakan teknologi terbaru yang muncul untuk menyempurnakan programnya.

Apa itu Fork?

Dalam istilah programing pada aset kripto Fork merupakan proses pembaruan teknologi, sebuah proses modifikasi kode pemrograman open-source. Kode-kode yang di-fork ini biasanya sama dengan kode aslinya atau kode sebelumnya, namun dengan beberapa modifikasi penting yang dilakukan, sehingga mengubah beberapa fitur.

Beberapa proses fork tersebut juga digunakan untuk menguji sebuah proses pada pemrograman, namun pada aset kripto, fork digunakan untuk mengimplementasikan perubahan fundamental atau untuk membuat aset baru dengan karakteristik yang hampir serupa namun ada perbedaan di beberapa sisi untuk meningkatkan fitur atau performa.

Nah fork-fork tersebutlah yang menghasilkan model kripto yang baru. Seperti pada Bitcoin, ada  Bitcoin Core, Bitcoin ABC, Bitcoin Gold, Bitcoin Diamond dan masih banyak lagi.

Secara umum Fork dibagi menjadi dua hard fork dan soft fork.

Pengertian Hard Fork dan Soft Fork

Keduanya sama sama akan melakukan perubahan yang fundamental, namun masing-masing tipe fork ini memiliki perbedaan ketika diimplementasikan. Jadi apa sebenarnya hard fork dan soft fork? Lalu apa perbedaan keduanya? Langsung saja kita bahas di bawah hard fork vs soft fork!

Penjelasan perbedaan hard fork dan soft fork di menit 3:30

Pengertian Hard Fork

Hard fork adalah perubahan protocol yang akan menyebabkan versi lama menjadi tidak valid. Jika kita mengambil contoh pada bitcoin, sebuah hard fork dibutuhkan untuk mengubah protocol pada parameter seperti ukuran block, tingkat kesulitan puzzle kriptografi yang harus dipecahkan saat penambangan, batasan informasi  yang dapat ditambahkan dan yang lainya. 

Perubahan protocol parameter ini akan membuat block dapat diterima oleh protocol baru namun ditolak oleh protocol lama dan dapat menjadi masalah yang cukup serius atau yang lebih parahnya kehilangan sejumlah aset kripto pada sistem.

Contoh sederhananya, jika batas ukuran block di upgrade dari 2MB menjadi 5MB, sebuah block dengan ukurannya 3MB akan diterima oleh node yang beroperasi di versi baru namun ditolak oleh node yang beroperasi di versi lama.

Pengertian Soft Fork

Soft fork adalah update program yg tetap compatible dengan versi lamanya. Berbeda dengan hard fork, sebuah soft fork masih dapat beroperasi dalam versi yang lama. Misalkan, jika sebuah protokol diubah dengan cara peraturannya yang diperketat, menjalankan sebuah perubahan atau menambahkan fungsi yang tidak mempengaruhi konstruksi apapun, sehingga kemudian block versi terbaru akan dapat diterima dengan node versi lama.

Sederhananya, jika para komunitas memutuskan untuk mengurangi ukuran blok menjadi 1MB dari batas yang sekarang 2MB. Node versi terbaru akan menolak blok yang berukuran 2MB, dan akan membangun di blok yang sebelumnya (dengan versi kode yang sudah diperbaharui), dan hal ini akan menyebabkan fork sementara.

Hal tersebutlah yang dinamai dengan soft fork dan beberapa kali sering terjadi. Pada awalnya bitcoin yang tidak memiliki batas ukuran blok, diketahui oleh proses soft fork bitcoin memiliki batas ukuran blok 1MB. Soft fork tidak terlalu memiliki resiko sebesar hard fork, karena merchant (platform exchange) dan pengguna yang beroperasi pada node lama akan membaca kedua versi dari blok tersebut. 

Pay-to-script-hash, atau menambahkan kode tanpa merubah strukturnya, dapat dengan mudah ditambahkan melalui proses soft fork. Penambahan tipe ini umumnya hanya membutuhkan banyak miner untuk melakukan upgrade, di mana hal ini mudah dilakukan dan tidak terlalu menggangu jaringan.

Perbedaan Soft Fork dan Hard Fork

Soft Fork Hard Fork
Aturan Semakin ketat (Contoh 2MB => 1Mb) Aturan Semakin Longgar (Contoh 2MB => 3Mb)
Protokol baru masih kompatibel dengan protokol lama Protokol baru tidak kompatibel dengan protokol lama
Node lama menerima blok baru Node lama tidak menerima blok baru

Baik melalui soft fork ataupun hard fork, Tokocypto akan selalu menjadi keamanan dan kenyamanan pengguna untuk dapat bertransaksi pada aset kripto yang disediakan oleh Tokocypto. Untuk lebih mengenal kami lebih dalam, kunjungi Tokocrypto melalui sosial media dengan username @Tokocypto atau mengunjungi website kami di www.Tokocrypto.com



Sumber : news.tokocrypto.com

Trading di Aplikasi Bitcoin untuk Android dan iOS dari Tokocrypto

Seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin maju, kini semua orang menggunakan fasilitas teknologi untuk melakukan berbagai hal. Hal ini pun turut berlaku di bidang financial, mulai dari perbankan hingga financial market turut menggunakan teknologi ini untuk mempermudah orang-orang dalam mengakses informasi mengenai keuangan mereka. 

Khususnya di financial market, jika dahulunya trading dilakukan secara konvensional seperti trader harus memantau dan mengecek pergerakan harga di market yang ada pada bursa efek secara langsung ataupun melalui telepon. Kini semuanya bisa diakses secara online via smartphone oleh siapa saja, dimana saja, dan kapan saja. 

Seiring dengan semakin diminatinya aset kripto, semakin banyak pilihan dan jenis exchange yang ada. Jika sebelumnya melakukan trading aset kripto dilakukan di exchange berjenis web wallet ataupun hardware wallet, kini bisa dilakukan melalui wallet seluler atau lebih dikenal dengan aplikasi pada smartphone Anda.

Tokocrypto sebagai platform exchange aset kripto pertama yang terdaftar dan juga merupakan exchange terpercaya dan terdepan di Indonesia telah meluncurkan aplikasi bitcoin untuk Android dan iOS pada bulan November 2020. Peluncuran aplikasi Tokocrypto ini memudahkan nasabah dalam melakukan jual-beli aset kripto, menyimpan dan juga mengirim aset kripto Anda melalui smartphone dengan mudah, terpercaya, dan aman.

Aplikasi bitcoin untuk Android dan iOS ini hadir dengan berbagai pilihan aset kripto yang dapat Anda lakukan transaksi jual-belinya, yaitu antara lain Bitcoin (BTC), Ethereum (ETH), Binance Coin (BNB), Tether (USDT), Binance USD (BUSD), Ripple (XRP), Polkadot (DOT), Binance IDR (BIDR), Tron (TRX), dan DogeCoin (DOGE).

Fitur-fitur Aplikasi Bitcoin untuk Android dan iOS Tokocrypto yang Memudahkan

Nah, aplikasi bitcoin dari Tokocrypto ini kaya akan fitur-fitur antarmuka yang memudahkan Anda dalam penggunaannya. Apa saja sih fitur-fitur tersebut? Yuk, simak ulasannya dibawah ini!

Dari segi fitur keamanannya, aplikasi ini menjadikan keamanan sebagai prioritas utamanya. Hal ini dibuktikan oleh sudah terverifikasinya Tokocrypto oleh Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (BAPPEBTI) sebagai exchange yang berizin dan legal di Indonesia. Selain itu, aplikasi ini telah menerapkan teknologi Know-Your-Customer (KYC) dan 2 Factor Verification. Tak hanya itu, untuk memastikan Anda agar dapat bertransaksi dengan aman dan nyaman, aplikasi ini pun sudah mengadopsi teknologi trading Binance dan mendapatkan skor yang sangat tinggi yakni 9,35 serta sudah bekerja sama dengan institusi ASLI RI untuk verifikasi data nasabah dan Merkle Science and Confirm untuk analisa transaksi. 

Aplikasi Tokocrypto hadir dengan fitur yang memberikan kemudahan dalam transaksi trading Anda. Anda bisa menukarkan seluruh jenis aset kripto yang dimiliki ke rupiah yang kemudian dapat ditarik ke rekening bank dengan memilih kolom fiat untuk penarikan rupiah, lalu masukan nomor rekening dan nominalnya. Selanjutnya tekan tombol konfirmasi penarikan jika nama rekening tujuan dengan nama yang terdaftar pada akun Tokocrypto Anda sudah sama. Nah, withdraw ini dilakukan dengan proses yang cepat dengan batas waktu 24 jam. 

Selain itu, pada aplikasi Tokocrypto terdapat fitur filter, yang dapat Anda gunakan untuk melihat riwayat saldo dan transaksi di menu dompet dan adanya tab pesanan. Nah, fitur filter ini akan memudahkan Anda untuk melihat catatan pesanan.  Lalu, Anda juga bisa mendapatkan harga terbaik dengan order book di menu aplikasi dan Anda bisa favoritkan aset kriptonya agar memudahkan dalam akses trading berikutnya. 

Aplikasi Tokocrypto ini hadir untuk membuat transaksi trading Anda menjadi lebih sederhana. Pada aplikasi Tokocrypto ini terdapat semua fasilitas yang memudahkan pengalaman perdagangan aset dan mata uang digital Anda, baik untuk trader pemula yang baru memulai trading ataupun yang sudah berpengalaman.

Selain keamanan yang terjamin dan kemudahan dalam menggunakan aplikasinya, Tokocrypto juga memastikan setiap prosedur dapat berjalan dengan cepat. Karena Tokocrypto didukung oleh tim dukungan pelanggan khusus yang selalu siap membantu Anda selama 24 jam. Anda bisa menghubungi salah satu petugas pelanggan kami melalui Widget Dukungan Pelanggan yang ada pada aplikasi. 

Untuk dapat langsung melakukan transaksi jual-beli crypto di aplikasi Tokocrypto ini, langkah pertama yang dilakukan ialah mengunduh aplikasi bitcoin untuk Android dan iOS ini melalui Play Store atau App Store. Selanjutnya, Anda tinggal mendaftar dan menyelesaikan KYC. Setelah pendaftaran selesai dilakukan, Anda dapat melakukan penyetoran uang minimal Rp 50.000 ke Tokocyrpto VA. Setelah dana yang dikirim sudah masuk dalam bentuk BIDR (stable coin berbasis Rupiah dengan nilai 1 BIDR = Rp 1), Anda sudah mulai membeli aset kripto pertama kalian.

Itulah kemudahan trading aset kripto yang didapatkan jika Anda melakukannya bersama aplikasi Tokocrypto. Tunggu apa lagi? Yuk, mulai trading dan investasi aset kripto bersama Tokocrypto dan unduh aplikasinya untuk mendapatkan kemudahannya!



Sumber : news.tokocrypto.com

Beruntung! Penambang Bitcoin Ini Berhasil Pecahkan Blok Dapat Rp 2,2 M

Seorang penambang Bitcoin (BTC) diberi penghargaan karena menambahkan blok 780.112 ke blockchain Bitcoin. Ia mampu mengalahkan penambang lainnya dengan peluang yang sedikit.

Penambang anonim ini menggunakan layanan Solo CK Pool untuk membuat kumpulan penambangan tunggal, di mana mereka menghasilkan hash yang valid untuk blok tersebut dan menerima hadiah sebesar 6,25 BTC dan hadiah biaya sekitar 0,63 BTCyang bernilai sekitar US$ 148.000 atau RP 2,2 miliar.

Seorang pengguna Twitter menunjukkan betapa beruntungnya penambang tunggal itu menghasilkan hash yang valid, dengan mengatakan bahwa biasanya membutuhkan waktu lebih lama untuk membuat transaksi yang valid mengingat daya komputasi terbatas.

“Seorang penambang sebesar ini akan memecahkan blok rata-rata setiap 10 bulan sekali,” kata pengguna Twitter @ckpooldev. “Mereka baru menambang solo selama 2 hari terakhir jadi sangat beruntung.”

Kesulitan

konsep mining bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Market Watch: Pasar Kripto Bangkit, Harga Bitcoin Kembali Naik

Penambang bekerja dengan kekuatan hashing rata-rata 6,7 ​​PH/s (petahash per detik), menurut @ckpooldev. Sekitar waktu blok ditambahkan, tingkat hash total Bitcoin adalah sekitar 308.262 PH/s, yang berarti tingkat hash 6,7 PH/s penambang tunggal mewakili sekitar 0,002% dari seluruh daya komputasi blockchain.

Sebuah akun di forum Bitcoin bitcointalk.org melangkah maju untuk mengklaim tanggung jawab untuk menghasilkan hash yang valid, dengan mengatakan dia menyewa daya ekstra kurang dari sehari menggunakan layanan yang disebut nicehash.

“Memang, sangat beruntung bisa menangkap blok dengan hashrate seperti itu,” kata pengguna bernama Pineconeeee di forum. “Dalam waktu kurang dari sehari, keberuntungan tersenyum padaku.”

Beruntung

ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Stablecoin USDC Bangkit Setelah Terdampak Krisis Silicon Valley Bank

Penambang solo, yang mengaku berasal dari Rusia, menjelaskan bahwa mereka biasanya menggunakan daya komputasi sekitar 270 TH/s (terahash per detik) tetapi menyewa daya senilai 5 PH/s (petahash per detik) Kamis lalu, menurut miliknya posting .

Blok yang ditambang oleh penambang solo berisi 3.220 transaksi yang terdiri dari sekitar 16.940 volume Bitcoin. Untuk menambahkan blok ke jaringan proof-of-work seperti Bitcoin, penambang terus menjalankan perhitungan untuk menemukan hash yang valid untuk blok tersebut, menggunakan proses yang mirip dengan kekuatan kasar komputasi.

Saat ini, sebagian besar blok baru yang ditambahkan ke blockchain Bitcoin ditambang melalui kumpulan penambangan, tempat penambang menggabungkan kekuatan komputasi mereka untuk meningkatkan peluang mereka membuat hash yang valid.

Secara teknis, mungkin bagi penambang Bitcoin untuk sesekali beruntung dan menghasilkan hash yang valid sendiri, terlepas dari persaingan komputer lain yang berlomba untuk menghitung hash yang valid untuk blok berikutnya di jaringan Bitcoin.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Bangkit, Harga Bitcoin Kembali Naik

Pergerakan market kripto kembali bergairah, pasca diterjang kejadian dari Silvergate Bank, Silicon Valley (SVB) dan USDC. Harga Bitcoin (BTC) sempat turun ke harga US$ 19.600, namun kini, per hari Senin (13/3) pagi telah kembali meraih level US$ 22.000, dengan peningkatan lebih dari 8 persen dalam 24 jam.

Menurut situs CoinMarketCap, harga Bitcoin mencapai US$ 22.336, naik 8,19% pada Senin (13/3) pukul 11.00 WIB. Sementara, Ethereum bernasib sama mengalami kenaikan harga yang signifikan di posisi US$ 1.595 dengan kenaikan 7,73%.

Kenaikan agresif ini dipicu oleh sentimen kuat dari regulator keuangan pemerintah AS yang mengeluarkan pernyataan bersama pada hari Minggu (12/3) untuk menyelamatkan setiap aset deposit terakhir di Silicon Valley Bank (SVB). Menanggapi berita tersebut, Bitcoin dan USDC dengan cepat kembali ke level harga mereka sebelum bank runtuh.

Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi market aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Stablecoin USDC Bangkit Setelah Terdampak Krisis Silicon Valley Bank

Stablecoin USDC juga mulai perlahan bangkit pada pasaknya terhadap dolar AS, yang sebelumnya hilang di tengah keruntuhan SVB dan bikin geger market kripto. Harga USDC sempat ​turun menjadi US$ 0,87 setelah Circle penerbitnya mengatakan punya US$ 3,3 miliar dari cadangan token disimpan di SVB.

Sentimen bull juga semakin kuat terlihat dari Bitcoin Fear and Greed Index, kini Senin (13/3) berada di level 49, kategori Neutral. Angka ini naik drastis dari hari sebelumnya yang berada di level Fear dengan angka 33. Kenaikan ini juga didukung dengan indeks dolar AS (DXY) yang terpantau terus melemah di level 104

Sentimen-sentimen tersebut membuat market kembali bergairah dan banyak perdagangan aksi beli terjadi. Kapitalisasi pasar kripto meroket capai nilai US$ 1 triliun, naik lebih dari 8%.

Analisis Teknikal

Dari sisi analisis teknikal, Bitcoin telah membuat bounce menuju resistance di US$ 22.800, setelah mengalami penurunan harga yang cukup dalam. Titik support di level US$ 19.891 cukup solid untuk menahan penurunan harga BTC, bahkan berhasil membalikan arah tren dari turun menjadi naik.

Iustrasi aset kripto Bitcoin
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: IWD 2023: Perempuan Bisa Berkarya di Bidang Blockchain dan Kripto

Indikator teknis berubah bullish, dengan perkiraan di bawah US$ 23.000. Jika pergerakan harga Bitcoin mampu bertahan untuk bergerak diatas uptrend line, kemungkinan akan kembali retest resistance pada US$ 22.698 dan bila tembus menandakan sesi bullish yang diperpanjang. Jika reli diperpanjang, BTC kemungkinan akan menguji level resistensi di US$ 23.380.

Sentimen pekan ini harus ramah kripto untuk mendukung reli yang diperpanjang. Diharapkan reaksi pasar positif lebih lanjut terhadap berita regulator AS menyelamatkan deposan SVB.Namun, investor harus terus memantau berita dan pembaruan dari kasus SEC v Ripple yang sedang berlangsung dan melihat respons pasar menjelang laporan CPI dan data inflasi AS pada hari Selasa (14/3).

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Stablecoin USDC Bangkit Setelah Terdampak Krisis Silicon Valley Bank

Stablecoin USDC perlahan tapi pasti pulih kembali pasca terimbas runtuhkan Silicon Valley Bank yang dinyatakan bangkrut. Nilai USDC pada Senin (13/3) pagi mulai mencapai harga US$ 1 lagi, setelah sempat turun drastis sejak akhir pekan lalu.

USDC dikenal sebagai stablecoin, yang berarti nilai aset tersebut seharusnya dipatok ke mata uang referensi, yakni dolar AS. USDC dirancang untuk diperdagangkan pada nilai US$ 1, tetapi pada akhir pekan lalu turun di bawah 87 sen pada hari Sabtu (11/3), menurut data dari CoinDesk.

Penurunan nilai atau disebut depeg tersebut disebab oleh perusahaan pengembang USDC, Circle mengungkapkan bahwa mereka memiliki hampir 8% dari cadangan US$ 40 miliar yang disimpan di Silicon Valley Bank (SVB). Seperti yang diketahui, SVB telah dinyatakan bangkrut karena kesulitan likuidasi.

SVB Bangkrut

Regulator menutup SVB pada hari Jumat (12/3)dan menyita simpanannya. Peristiwa ini diklaim menjadi kegagalan perbankan AS terbesar sejak krisis keuangan 2008. Ledakan spektakuler perusahaan dimulai Rabu (10/3)malam ketika mengejutkan investor dengan berita bahwa SVB perlu mengumpulkan US$ 2,25 miliar untuk menopang neraca keuangannya. Yang terjadi selanjutnya adalah keruntuhan yang cepat dari bank yang sangat dihormati yang tumbuh bersama klien teknologinya.

Dalam tweet Jumat, Circle mengatakan memiliki US$ 3,3 miliar sisa cadangan di SVB. Perusahaan menyerukan kelangsungan bank dan mengatakan akan mengikuti panduan dari regulator.

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Industri aset kripto masih mengambil bagian setelah keruntuhan tiba-tiba FTX tahun lalu , dan terobosan USDC dengan dolar AS dapat menandakan lebih banyak masalah di masa depan. Stablecoin, seperti bank, rentan untuk dijalankan.

Jika pemegang USDC ketakutan atau khawatir tidak ada cukup uang cadangan, mereka juga bisa terburu-buru menjual atau menukar koin mereka.

USDC Bangkit

Circle menyatakan akan menggunakan sumber daya perusahaan dan “modal eksternal jika perlu” untuk memastikan bahwa USDC dapat ditukarkan dengan Dolar AS. Dalam sebuah posting blog , Circle menulis bahwa perusahaan secara hukum berkewajiban untuk “berdiri di belakang” USDC dan akan menutupi kekurangan apa pun menggunakan sumber daya perusahaan—dan “modal eksternal jika perlu”—untuk memastikan bahwa stablecoin dapat ditebus dengan rasio 1:1 dengan Dolar AS.

CEO Jeremy Allaire menegaskan kembali komitmen tersebut dalam sebuah utas Twitter. Circle menegaskan kembali klaimnya bahwa USDC dijamin 100% dengan uang tunai dan Departemen Keuangan AS.

Baca juga: Bappebti: Transaksi BIDR Termasuk Pertukaran Antar Jenis Kripto

“USDC saat ini dijamin 77% ($32,4 miliar) dengan US Treasury Bills (dengan periode jatuh tempo tiga bulan atau kurang), dan 23% ($9,7 miliar) dengan uang tunai yang disimpan di berbagai institusi, di mana SVB hanya satu,” tulis pernyataan Circle.

Circle mengatakan 23% sisanya, sekitar US$ 9,7 miliar, dalam bentuk tunai, dan Circle menyetor US$ 5,4 miliar dengan BNY Mellon untuk “mengurangi risiko bank.” Perusahaan mengatakan bahwa Consumer Bank memiliki cadangan US$ 1 miliar lagi dalam USDC, menambahkan bahwa Circle mempertahankan rekening transaksi dan penyelesaian untuk USDC dengan Signature Bank.





Sumber : news.tokocrypto.com

Penyebab Harga Bitcoin Turun dan Proyeksi Pasar Kripto Hari Ini

Pasar kripto dan harga Bitcoin (BTC) mengalami penurunan pada hari Jumat (10/3) efek dari kejatuhan Silvergate Bank hingga gugatan regulator AS terhadap KuCoin yang membebani sentimen negatif investor.

Menurut data CoinMarketCap, Bitcoin melihat tekanan ke bawah yang berkelanjutan setelah penurunan harga BTC sebesar 5,5% pada 7 Maret. Harga BTC perpantau diperdagangkan pada level US$ 20.097 atau anjlok 7,71% dalam 24 jam terakhir pada Jumat (10/3) pukul 09.40 WIB. Sementara, Ethereum (ETH) juga bernasib sama dengan penurunan 7,33% di level US$ 1.429.

Dikutip Tim Riset Tokocrypto, mengatakan anjloknya market kripto pekan ini disebabkan beberapa hal. Mulai dari kebangkitan ketakutan akan inflasi yang tinggi di AS, Silvergate Bank yang likuidasi, transfer BTC yang dilakukan pemerintah AS hingga peraturan kripto yang diperketat.

“Sinyal kenaikan suku bunga dan ekspektasi pelemahan ekonomi membebani investor untuk bersemangat meramaikan pasar kripto. Sentimen seputar inflasi, memmbuat analisis bahwa AS akan mengalami resesi tajam di beberapa titik di tahun 2023,” jelas analisisnya.

Banyak Sentimen Buruk

Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.
Data inflasi AS guncang pasar, Bitcoin dan Ethereum jatuh. Foto: Reuters.

Baca juga: Harga Bitcoin Turun 5% dalam 60 Menit di Tengah Guncangan Silvergate

Kenaikan suku bunga The Fed yang akan datang adalah bagian terpenting dan teka-teki yang harus dipecahkan oleh investor dan trader kripto sebelum kembali melakukan akumulasi. Ketakutan pun semakin bertambah imbas salah satu bank kripto terbesar, Silvergate Capital harus tutup dan melikuidasi aset dan menghentikan operasionalnya.

Salah satu yang menyebabkan harga BTC turun juga berasal dari aktivitas mencurigakan terkait transfer aset yang disita dari peretas Silk Road, marketplace darkweb yang telah ditutup paksa FBI pada 2013. Pada Kamis (9/3) lalu beredar kabar wallet kripto yang terkait dengan pemerintah Amerika Serikat (AS) melakukan transfer inflow ke bursa Coinbase sebesar 9.826 BTC senilai US$ 217 juta. Aksi ini memicu kekhawatiran akan aksi jual Bitcoin yang besar dari exchange kripto.

Pengetatan regulator AS masih membayangi pasar kripto. Terbaru gugatan terhadap exchange kripto, KuCoin perihal perdagangan aset kripto yang menyalahi aturan. Industri aset kripto dan regulator memiliki sejarah panjang yang tidak sejalan baik karena berbagai kesalahpahaman atau ketidakpercayaan atas penggunaan aset digital.

Berbagai macam sentimen buruk tersebut menimbulkan ketakutan pada pelaku pasar kripto. Bitcoin Fear and Greed Index merosot 10 poin, ditutup pada level 34 dengan kategori Fear. Hal ini menunjukan pasar kripto tidak sedang baik-baik saja yang diselimuti oleh banyak kabar fear, doubt and uncertainty (FUD).

Analisis Teknikal

Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.
Grafik harga mingguan BTC/USD. Sumber: TradingView.

Baca juga: Misteri Motif Vitalik Buterin Jual Kripto Shitcoin Senilai Rp 10,8 Miliar

Dari analisis teknikal, kripto Bitcoin kembali melanjutkan tren negatif. Ada kemungkinan banyaknya sentimen negatif yang bertebaran di pasar kripto BTC akan terus bergerak turun. Harga BTC masihbisa bergerak turun, keluar dari zona apresiasinya.

Dalam jangka pendek, kemungkinan besar harga BTC akan terus sideways dan retest untuk bertahan di daerah US$ 20,000 atau Rp 308,7 Juta yang merupakan level psikologis terkuatnya atau zona netral antara dorongan beli dan tekanan jual.

“BTC perlu bergerak melalui pivot US$ 20.768 untuk menargetkan level resistensi di US$ 21.449. Jika reli gagal untuk bergerak melalui pivot akan meninggalkan level support di US$ 19.699,” ungkap analisisnya.

Investor kripto harus waspada terhadap laporan Pekerjaan AS dan kabar bahwa pemerintah AS berencana untuk menghapus subsidi pajak yang berkaitan dengan transaksi terkait kripto. Dua hal tersebut dapat mendorong Bitcoin menuju level di bawah US$ 19.500.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com