Bitcoin (BTC) dan pasar kripto yang saat ini sedang mengalami tekanan karena dampak global dari prospek keruntuhan Evergrande rupanya masih menyimpan dasar teknikal yang percaya diri.
Berdasarkan analisis Fractal, kripto utama ini dilihat akan melesat hingga US$250.000 di tahun 2021.
Apa Itu Fractal?
Fractal secara umum adalah struktur geometris yang padanannya kita temukan di alam yang berupa bentuk berulang.
Sedangkan, fractal dari sisi analisis teknikal adalah indikator yang berguna dalam perdagangan yang efektif. Fractal yang dimaksud adalah fragmen dari grafik harga aset, yang strukturnya berulang dalam periode yang berbeda.
Berkat kesamaan dari fragmen tersebut, analisis dapat dilakukan untuk memprediksi perilaku harga atau indikatornya di masa depan.
Fractal biasanya digunakan pada grafik jangka panjang Bitcoin karena kemiripannya sendiri tampaknya berasal dari siklus halving-nya.
Menurut grafik yang diterbitkan oleh analis kripto Bit Harington, harga BTC berpotensi mencapai kisaran US$250-350rb pada akhir tahun 2021.
Fractal Bitcoin, Sumber: Twitter Bit Harington
Cukup sederhana, gambar ini menjelaskan adanya satu garis resitance (R) dan support (S) muncul. Pertama kali garis ini muncul adalah di sekitar US$200 pada siklus 2012-2015, dan kemudian kita melihatnya lagi di sekitar US$3.000 pada siklus 2016-2019.
Dan yang terbaru, analis menyarankan bahwa garis R/S yang sama akan ada di sekitar US$60.000.
Dalam dua siklus sebelumnya, penembusan pada resistance menyebabkan kenaikan 6 kali lipat pada harga BTC. Ini adalah kenaikan parabola yang cepat.
Menurutnya, menembus resistance terbaru saat ini dapat membawa harga ke kisaran US$250-350 ribu pada akhir tahun 2021.
Tidak diragukan, halving adalah momen jangka panjang yang telah mendongkrak harga hingga ke level ATH baru dengan skala pertumbuhan yang cepat.
Sekadar informasi, halving adalah momen saat hadiah penambangan BTC dikurangi setengahnya.
Dengan melihat dua momen halving sebelumnya, harga telah mengalami peningkatan nilai sekitar 12.000 – 13.000-an persen.
Berpegang pada fakta tersebut, analis Rekt Capital mengungkapkan dalam tweet–nya bahwa halving ketiga BTC akan mengalami pertumbuhan serupa dan membawanya ke US$385.000-US$400.000.
Tentu saja, halving ketiga sudah dimulai pada Mei 2020 lalu, sehingga harga saat ini hanya tinggal menjalankan prosesnya untuk mencetak ketinggian baru. Tetapi pertama-tama, harga perlu menemukan pijakan dari keterpurukannyasaat ini. Mari kita saksikan.
Pakar penjelajahan luar angkasa berpendapat bahwa teknologi blockchain bisa memainkan peran penting dalam industri tersebut, utamanya saat NASA mengembangkan rencana untuk kembali ke bulan dan menjelajah planet Mars.
“Jika Anda melihat masa depan dan membayangkan rantai pasok (supply chain) berdasarkan sumber daya luar angkasa, hal tersebut mudah diangankan, terutama ketika transaksi terjadi melalui robot,” jelas Brian Israel, dosen hukum blockchain dan luar angkasa di Fakultas Hukum UC Berkeley, California AS.
Baru-baru ini, NASA mengumumkan sedang mencari perusahaan swasta yang ingin pergi ke bulan dan mengambil sampel bebatuan sebelum tahun 2024. Bisa jadi blockchain akan segera dilibatkan.
Administrator NASA Jim Bridenstine mengatakan, kemampuan melakukan pemanfaatan sumber daya di lokasi (in-situ resources utilization atau ISRU) akan sangat penting di Mars.
Sebab itu, NASA harus siap mengembangkan teknik dan pengalaman dengan melakukan ISRU di permukaan bulan.
Sejumlah pakar meyakini blockchain dapat membantu kegiatan luar angkasa termasuk rantai pasok, keamanan, pengaturan dan lainnya.
Mantan astronot asal Kanada Chris Hadfield meramalan di bulan akan ditemukan sumber daya yang berharga bagi manusia di bumi, sehingga industri harus berpikir ke depan dan menemukan cara untuk membangun struktur eksplorasi tersebut.
Ia menambahkan pengembangan industri luar angkasa akan menjadi peluang besar bagi blockchain.
Blockchain dapat berperan penting dalam penciptaan aturan operasional di luar angkasa, terutama mengingat Perjanjian Luar Angkasa tahun 1967 membatasi wilayah yurisdiksi setiap negara hanya di permukaan bumi.
Bagaimana perusahaan yang beroperasi di bulan, Mars dan selebihnya akan berinteraksi satu sama lain tanpa adanya otoritas luar angkasa? Jawabannya bisa jadi adalah konsorsium perusahaan yang terlibat aktivitas luar angkasa dan dikelola smart contract.
Menurut Israel, pengaturan luar angkasa dapat dipandu oleh tiga lapis hukum luar angkasa, yaitu kebijakan antar pemerintah dan sistem swasta berbasis aturan dengan ruang lingkup hukum yang ditentukan di Bumi.
“Semakin saya mempertimbangkan pertumbuhan aktivitas luar angkasa dan teknologi blockchain serta lengkapnya lapisan pengaturan luar angkasa, akan muncul lapisan baru,” jelas Israel dalam kuliahnya.
Ia menambahkan Pengaturan Luar Angkasa 3.0 akan bersifat inter-operator, yaitu hukum privat yang dibangun atas kontrak antara operator kapal luar angkasa, di mana semua pemangku kepentingan, baik publik dan privat, bermain secara seimbang.
Agar sistem pengaturan berbasis smart contractini bekerja, dibutuhkan pihak-pihak yang mengunci nilai yang besar ke konsorsium sebagai bagian dari kontrak agar taat kepada aturan, juga menangani potensi sanksi.
Terlepas dari hal tersebut, peran blockchain di bidang penjelajahan luar angkasa belum ditetapkan, tetapi sifat desentralistik dapat menjadi aspek yang penting di masa depan.
Seiring teknologi ini berkembang, smart contract dapat digunakan untuk membuat operator satelit yang menegakkan aturan satu sama lain, sebuah sistem yang meregulasi dirinya sendiri.
Pada hari Senin kemarin, tepatnya 20 September 2021, seorang analis crypto sekaligus pembawa acara YouTube “BitBoy Crypto” yang sangat populer, Ben Armstrong, berbicara mengenai sektor NFT proyek Cardano yang terpantau berhasil berkembang dengan baik.
Armstrong mengatakan bahwa proyek NFT tersebut akan memiliki masa depan yang paling baik, meski tergolong masih berusia muda ruang NFT.
Tidak hanya sebuah prediksi, Armstrong kemudian melanjutkan pembahasan untuk menyebutkan beberapa proyek NFT bertenaga Cardano dengan masa depan terbaik versinya.
Clay Nation adalah koleksi NTF proyek Cardano lainnya yang memiliki 10 karakter.
Masing-masing karakter terdiri dari kurang lebih 100 handcrafted clay traits dengan 8 kategori yang berbeda.
Setiap karakter NFT juga bisa berfungsi ganda. Bisa sebagai entri ke Clay Nation atau zona anggota eksklusif dengan suasana festival.
Menurut laporan, koleksi Clay Nation berhasil terjual habis pada 9 September silan dengan setiap karakter yang dihargai 40 ADA.
Berikut adalah contoh karakter Clay Nation yang saat ini tersedia untuk dijual di CNFT.IO, yang pada bulan Juli menjadi pasar pertama untuk NFT di Cardano.
Bersumber dari pengakuan Armstrong sendiri, ini adalah koleksi NFT favorit Armstrong untuk Cardano.
Fakta bahwa cryptocurrency adalah non-sovereign, artinya tidak ada orang yang mengatur. Ini menunjukkan kekayaan pengguna tidak dapat disita oleh pemerintah atau melalui inflasi fiat.
“Jika probabilitas itu rata-rata 5% secara global, kapitalisasi pasar Bitcoin, atau nilai jaringan, dapat melonjak lebih dari 10 kali lipat dari $ 200 miliar menjadi $ 2,5 triliun,” jelas analis.
Bitcoin sebagai emas digital adalah pendapat lain dari analis Ark Invest. Namun, penggemar crypto menilai Bitcoin lebih dari pada emas karena portable dan dapat diversifikasi – sifat yang tentu berbeda dengan logam mulia.
Bitcoin yang hanya menangkap 10% dari pangsa pasar emas saja, dapat mendorong nilainya menjadi $ 1 triliun – meningkat 5x lipat dari saat ini $ 200 miliar.
4.Bitcoin Sebagai Lindung Nilai Terhadap Devaluasi Mata Uang
Pendapat terakhir yaitu nilai Bitcoin berpotensi meningkat signifikan dalam 5 tahun ke depan, sehingga mampu bertindak sebagai lindung nilai terhadap fiat yang melemah. Bitcoin hadir sebagai sarana penyelamat yang layak bagi warga yang telah tidak percaya lagi dengan fiat karena inflasi dan hiperinflasi dalam beberapa kasus.
Jika Bitcoin dapat meraih 5% dari basis moneter global, selain dolar AS, yen, yuan, dan euro, maka kapitalisasi pasar kripto dapat mencapai $ 1,2 triliun.
Kesimpulannya, “Bitcoin menawarkan salah satu profil risiko-penghargaan yang paling menarik di antara aset, karena analisis kami menunjukkan bahwa Bitcoin harus berskala dari sekitar $ 200 miliar hari ini untuk menjadi $ 1-5 triliun kapitalisasi jaringan selama 5 – 10 tahun ke depan.”
Saat ini Bitcoin diperdagangkan pada $ 10.676,53 dengan kapitalisasi pasar $ 197 miliar. Menurut ARK Invest, kapitalisasi pasar $ 3 triliun pada tahun 2025 Berarti bitcoin akan dihargai lebih dari $ 140.000.
Apakah ini mungkin terjadi? Sangat mungkin, karena Bitcoin sudah dilirik oleh investor institusi. Beberapa minggu lalu, perusahaan Microstrategy membeli total $420 juta dalam Bitcoin. Dan bisa dipastikan, akan ada perusahaan lainnya yang mengikuti gaya ini.
Ethereum terlihat sangat positif setelah berhasil menjalankan pembaruan London yang mengubah wajah Ethereum menjadi lebih baik.
Mekanisme pembakaran (burn) yang menjadikan Ether (ETH) anti-inflasi, telah menjadi daya tarik tersendiri untuk para investor lama, maupun baru.
Belum lama ini, pedagang cryptocurrency dan influencer YouTube, Lark Davis, mengatakan bahwa Ether siap untuk rally 190% dalam perjalanan untuk mencapai harga lima digit.
Dalam sebuah video baru, Davis memberi tahu ratusan ribu pelanggan YouTube-nya bahwa aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar tersebut sedang bersiap untuk terapresiasi di atas $10.000 berdasarkan faktor fundamental utama.
Davis mengatakan salah satu alasan mengapa harga Ethereum ditetapkan lebih dari dua kali lipat adalah karena penurunan pasokan di bursa.
Menurut Davis, pasokan platform kontrak pintar terkemuka di bursa berada dalam tren turun yang kuat selama setahun terakhir karena pemegang mengunci Ethereum mereka dalam protokol keuangan terdesentralisasi (DeFi) atau menggunakan ETH mereka untuk membeli token yang tidak dapat dipertukarkan (NFT).
“Dengan mekanisme pasokan yang bekerja sebagaimana adanya, hanya masalah waktu sebelum krisis pasokan Ethereum akhirnya mendongkrak harga secara serius,” ujarnya.
Davis juga mengutip cuitan dari platform intelijen blockchain IntoTheBlock, yang mengatakan bahwa jumlah bersih Ethereum yang keluar dari pertukaran crypto baru-baru ini mencapai rekor tertinggi baru.
“Jumlah bersih Ethereum yang meninggalkan bursa baru saja mencapai rekor baru. Ethereum senilai lebih dari $1,2 miliar meninggalkan bursa terpusat kemarin. Itu adalah angka yang mengejutkan.”
Davis juga menambahkan bahwa ketika Ethereum bernilai lebih dari satu miliar dolar sebelumnya meninggalkan pertukaran terpusat, harga crypto terbesar kedua naik dengan poin persentase dua digit dalam waktu sekitar empat minggu.
“Dan yang menarik, seperti yang ditunjukkan IntoTheBlock, terakhir kali Ethereum meninggalkan pertukaran terpusat satu miliar dolar atau lebih, Ethereum meningkat 60% dalam 30 hari.”
Davis juga mengatakan mengutip penelitian oleh perusahaan analitik blockchain Glassnode, yang menunjukkan bahwa sebagian besar pasokan Ethereum tidak bergerak dalam 90 hari terakhir. Ia pun mengatakan:
“87% dari pasokan Ethereum belum bergerak secara on-chain selama tiga bulan atau lebih. 87% dari pasokan! Itu adalah kegilaan..
Orang-orang bertahan untuk harga yang lebih tinggi, mereka tidak menjual di bawah level tertinggi sebelumnya. Mereka tahu puncak sepanjang masa baru akan datang. Mereka tahu penemuan harga akan datang. Mereka menonton dan melihat apa yang terjadi secara ekonomi dengan Ethereum saat ini. Mereka melihat berapa banyak, misalnya, Ethereum sedang dibakar saat ini…”
Secara fundamental, apa yang digaungkan oleh Davis itu terdengaar masuk akal. Kebutuhan yang meningkat pesat di tengah pasokan yang minim akan menggerek harga dengan cepat menuju angkasa dan memberi keuntungan yang mungkin tak terbayangkan. Kita lihat saja!
Dulu menabung rasanya tidak jauh dari emas, uang, atau ikutan deposito di bank. Tapi seiring berjalannya waktu, menabung atau investasi itu banyak caranya, yang paling baru sih ada Bitcoin!Bitcoin dikenalkan pada 2009 oleh Satoshi Nakamoto, seorang anonim yang menghadirkan Bitcoin atau aset digital ini sebagai “protes” terhadap kondisi ekonomi saat itu. Jika menghitung usia aset ini yang baru menginjak 11 tahun masih terbilang sangat muda dan baru dibandingkan emas yang sudah ada sejak zaman dulu.
Lalu apa itu Bitcoin?
Bitcoin adalah mata uang digital yang menggunakan kriptografi rumit dan bekerja di jaringan canggih bernama blockchain. Bitcoin dapat digunakan sebagai alat pembayaran di tempat yang sudah menyediakan pembayaran dengan menggunakan Bitcoin. Aset ini juga bisa didapatkan dengan membelinya di bursa cryptocurrency tanpa perlu ke bank konvensional.
Jika Bitcoin dapat disebut sebagai mata uang, pertanyaan selanjutnya adalah berapa nilai Bitcoin?
Nilai Bitcoin selalu berubah seiring waktu, saat pertama kali dikenalkan ia bahkan tidak bernilai. Tapi seiring berjalannya waktu Bitcoin memiliki nilai hingga ribuan dolar. Harga Bitcoin tertinggi terjadi di tahun 2017, yakni menyentuh $20.000 setara dengan 2 Milyar. Kemudian, di tahun 2020 ini, 1 Bitcoin dihargai dikisaran harga $9.000 atau jika dirupiahkan adalah Rp130 jutaan.
Karena harga Bitcoin yang berada di ribuan dollar, aset ini pun bisa dijadikan pertimbangan sebagai alat investasi.
Bitcoin dan Emas
Bitcoin sebagai alat investasi juga kerap kali dibandingkan oleh emas, karena sejauh ini emas memang memiliki nilai yang cukup stabil dan sudah bertahan sejak lama. Tapi daripada dibandingkan ternyata Bitcoin dan emas itu punya kesamaan. Apa saja kesamaan mereka ?
Simak artikel ini sampai habis, dan dapatkan jawaban untuk memilih investasi emas atau Bitcoin.
Jumlah terbatas
Persamaan pertama dari Bitcoin dan emas adalah jumlah mereka yang terbatas. Bitcoin hanya memiliki suplai sebanyak 21 juta koin saja dan hingga saat ini sudah ada 80% Bitcoin yang ditambang dan diperkirakan mata uang kripto paling populer itu akan habis di tahun 2140.
Kemudian dilansir dari Gold.org per 2019 diperkirakan jumlah emas yang berhasil ditambang adalah 197,576 ton. Jumlah tersebut jika disetarakan kurang lebih akan muat di tiga kolam renang berstandar Olimpiade. Masih diambil dari sumber yang sama, saat ini jumlah emas tanah diperkirakan ada sisa 54.000 ton saja, dan ini diprediksi akan habis kurang dari 20 tahun lagi.
Karena keduanya memiliki jumlah terbatas, maka saat persediaannya habis, keberadaan mereka akan sangat langka, dan ini akan menjadi keuntungan bagi orang-orang yang sudah memiliki aset tersebut.
Apa keuntungannya?
Tentu saja harganya akan semakin mahal! Karena Anda akan memiliki barang yang sudah sangat langka di dunia. Bahkan Bitcoin di tahun-tahun mendatang memiliki prediksi hingga ratusan dolar. Salah satu penyebabnya adalah karena ia makin langka dan susah didapatkan.
Jadi, ketika Anda memiliki aset yang jumlahnya terbatas ini, Anda bisa memanfaatkannya untuk jadi kaya raya dengan menyimpannya dan menjualnya saat harganya meroket.
Safe Haven Asset
Emas selalu jadi tempat yang aman dan pilihan pertama ketika orang-orang mau berinvestasi untuk berjaga-jaga di tengah krisis. Hal ini dikarenakan harga emas yang cenderung stabil dan naik ketika krisis terjadi, sehingga bisa dijadikan semacam “pengaman” ketika ekonomi sedang buruk. Namun, di zaman sekarang ada lagi Bitcoin yang bisa dijadikan pilihan sebagai aset masa kini yang bisa dijadikan investasi saat krisis melanda.
Contoh terbaru adalah ketika WHO menetapkan pandemi Covid-19. Saat itu Bitcoin memang harus anjlok dan buat para pemiliknya khawatir. Namun tidak butuh waktu lama kini Bitcoin cukup stabil berada di $9.000-an ketika pandemi masih berlangsung dan krisis ekonomi global semakin mengancam. Oleh karena itu aset kripto tertua ini mulai dipandang sebagai aset yang cukup aman ketika ada kesulitan keuangan.
Tidak Dikontrol Pemerintah
Bitcoin bekerja di jaringan blockchain yang bebas campur tangan pemerintah dan sulit untuk diretas. Pemerintah tidak mengatur bagaimana Bitcoin diciptakan atau di distribusi. Semua sudah diatur oleh Satoshi Nakamoto, seseorang/sekelompok yang menciptakan Bitcoin. Pemerintah pun akhirnya tidak memiliki kontrol langsung atas Bitcoin.
Hal ini pun dialami oleh emas, pemerintah tidak bisa menentukan harga emas sesuka hati karena harga aset ini dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran. Mengingat jumlah emas yang terbatas, makin sedikit maka harganya bisa terdorong naik. Kemudian pemerintah tidak bisa menambah pasokan Bitcoin dan emas ketika aset ini habis.
Aset Pribadi tanpa Bank
Bitcoin dan emas sama-sama bisa menjadi aset pribadi tanpa harus kita laporkan ke pihak lain atau membelinya melalui bank konvensional. Anda dapat membeli Bitcoin di bursa dan emas di toko emas atau tempat lainnya dan tidak perlu melaporkannya kepada pemerintah. Anda dapat mengontrol penuh kedua aset ini.
Hingga saat ini Bitcoin masih menjadi aset yang cukup spekulatif dibandingkan dengan emas. Sebetulnya hal ini wajar, karena emas sudah ada sejak lama dan berhasil melewati banyak krisis dan ujian selama ada digunakan sebagai alat pembayaran atau investasi. Sedangkan Bitcoin masih terbilang baru dan masih butuh waktu untuk dikenalkan dan diadopsi di berbagai aspek kehidupan.
Karena itu Bitcoin bisa sangat mengungguli emas karena ada teknologi canggih dibaliknya, yakni Blockchain. Kemudian, Bitcoin juga akan mengalami adopsi massal ke masyarakat dunia, sehingga akan makin banyak orang yang mengenal dan menggunakan Bitcoin. Jika hal ini terwujud maka kapitalisasi pasar aset ini akan semakin besar dan kesempatannya untuk menyaingi emas yang terbuka lebar.
Menurut analis Bloomberg Intelligence Morgan Barna mengatakan, daripada membandingkan Bitcoin dan emas sebagai aset yang berlawanan. Mereka berdua ini dapat dijadikan aset investasi yang saling melengkapi sebuah portofolio investasi.
“Emas memiliki sifat investasi yang lebih baik dalam beberapa kasus dibandingkan dengan bitcoin, tetapi bitcoin pun demikian terhadap emas,” ujar Morgan dilansir dari Bloomberg pada 2019 lalu.
Ia juga mengatakan jika Bitcoin di sisi lain memiliki potensi untuk memberikan nilai lebih besar bagi investor dibandingkan dengan emas.
Jadi, apa pilihan aset investasimu di masa depan ? Bitcoin, emas atau mau mencoba keduanya?
Pelatih sepak bola kenamaan, Jose Mourinho, diketahui akan meluncurkan NFT bersama dengan Mastercard. Mourinho, yang juga duta global dari Mastercard, akan menghadirkan koleksi digital khusus.
NFT Khusus dari Mastercard dan Mourinho
Mengapa disebut koleksi digital khusus? Itu karena NFT tersebut akan berupa animasi sepak bola digital yang ditandatangi oleh pelatih veteran tersebut.
Menariknya, NFT tersebut tidak untuk dilelang. Ini akan menjadi bagian dari undian untuk pemegang Mastercard yang berbasis di Inggris. Pemenang akan dipilih secara acak. Kesempatan untuk menang terbuka hingga 30 September.
Tentu saja, ini adalah barang langka sehingga nilainya digadang akan fantastis.
Meskipun ini adalah NFT pertama Mastercard, tetapi ini bukan langkah pertama mereka di industri kripto.
Selama setahun terakhir, Mastercard telah membuat langkah besar dalam layanan terintegrasi kripto dan blockchain.
Perusahaan memulai program perusahaannya sendiri untuk startup kripto dan blockchain-centric. Program ini bertujuan untuk percepatan dan dorongan inovasi di bidang teknologi tersebut.
Dan pada Juli lalu, Mastercard mengumumkan bahwa mereka berencana untuk menghadirkan kartu untuk dompet dan bursa kripto.
Di sisi lain, VISA, pesaing utamanya, telah berkecimpung ke industri NFT juga, namun dengan cara yang berbeda.
VISA memilih untuk membeli aset NFTberupa koleksi digital, salah satu dari koleksi CryptoPunk senilai Rp2,3 milyar.
Dalam whitepaper-nya, yang dirilis tak lama setelah pembelian NFT-nya, tertulis bahwa VISA pun memandang NFT sebagai media yang menjanjikan untuk keterlibatan penggemar.
Hadirnya raksasa pembayaran seperti VISA dan Mastercard tentu akan memberi dampak besar bagi perkembangan industri baru ini.
NFT akan semakin dikenal dan dipahami orang-orang sebagai koleksi digital. Tidak jauh berbeda dengan koleksi barang fisik, orang-orang akan mengetahui bahwa aset di NFT juga memiliki nilai.
Selain itu, hype pada industri ini kian menjadi saat Pendiri TRON, Justin Sun, membeli NFT gambar batu senilai setengah juta Dolar AS.
Menurut Sun, karya seni gambar batu itu sama bernilainya seperti karya Picasso pada masa puncak kreativitas pelukis tersebut.
Menurut triliuner muda tersebut, uang yang dibelanjakan bukan masalah sama sekali sebab karya seni digital itu akan menjadi berharga seiring waktu, layaknya lukisan Picasso.
Tentu saja, NFT masih dalam fase awal. Keterlibatan yang semakin besar digadang akan terjadi di tahun 2022 mendatang. Diperkirakan, akan semakin banyak bintang olahraga, seniman dan sosok ternama lainnya yang akan menceburkan diri ke industri ini. Let’s see.
Popularitas kripto tidak hanya mengundang minat masyarakat sebagai investor, namun juga menarik minat pemerintah. Salah satunya adalah rencana dari pemerintah untuk mulai menarik pajak dari pasar kripto Indonesia.
Dilansir dari CNBC Indonesia disebutkan bahwa Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan, tengah menggodok peraturan pajak yang dikenakan bagi masyarakat yang berinvestasi di aset kripto.
Rencananya aset kripto bakal dikenai Pajak penghasilan (PPh) final seperti yang berlaku di Bursa Efek Indonesia. Namun untuk besarannya PPh final masih dalam proses perencanaan.
Pemerintah melalui Bappepti menilai dengan adanya pajak penghasilan untuk aset kripto diharapkan bisa menjadi insentif bagi para investor untuk masuk ke pasar kripto di Indonesia, khususnya para investor-investor dari luar negeri.
Di satu sisi rencana pemberlakuan pajak ini dapat memberikan sinyal positif bagi pasar kripto di Indonesia. Selain memberikan sinyal positif dalam hal perhatian pemerintah ini juga bisa memberikan rasa pasti dari sisi legalitas bagi para investor. Mengingat saat ini masih banyak salah paham terkait persepsi pasar kripto di dalam negeri.
Semenjak Tahun 2018 lalu pemerintah Indonesia melalui Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) menyetujui perdagangan Bitcoin (BTC) dan aset kripto lainnya sebagai komoditas. Hal itu dicantumkan dalam Peraturan Bappebti No. 5/2019 tentang Ketentuan Teknis Penyelenggaraan Pasar Fisiki Aset Kripto (Crypto Asset) di Bursa Berjangka.
Tidak hanya itu disebutkan juga bahwa Kementerian Perdagangan berencana meluncurkan bursa kripto di Indonesia. Nantinya Kemendag akan berkolaborasi dengan Bank Indonesia (BI) untuk menyempurnakan aturan perdagangan kripto sebagai komoditi digital.
Zaman sekarang ini investasi bukan merupakan hal yang asing lagi, apalagi di tengah kondisi global yang tidak bisa diprediksi, kemudian mata uang yang selalu inflasi membuat investasi atau menabung sebuah aset menjadi hal yang patut diperhatikan demi hidup nyaman di masa depan.Salah satu investasi yang selalu memiliki peminat dari waktu ke waktu adalah properti, investasi ini biasanya dikaitkan dengan kepemilikan tanah, apartemen, rumah atau apapun yang berkaitan dengan bangunan. Hal ini wajar, karena pada realitanya harga properti dari tahun ke tahun bisa naik berkali-kali lipat, apalagi kalau kamu memilih lokasi yang strategis.Investasi properti masih jadi favorit bagi generasi baby boomer atau yang lahir tahun 60an, tapi dilansir dari Fintech Magazine, bagi kalangan milenial (1991-1996) dan GenZ yang lahir sesudah era itu justru memilih Bitcoin sebagai alat investasi.Apa itu Bitcoin? Jawabannya dapat kamu temukandi sini
Lalu apa keuntungan investasi Bitcoin dibandingkan dengan properti dan bagaimana perbandingan keuntungannya?
Jawaban Bitcoin vs Properti dapat kamu temukan di artikel berikut ini.
Keuntungan Investasi di Bitcoin
Cryptocurrency, yang paling populer di antaranya adalah Bitcoin. Ini adalah salah satu opsi investasi terbaru yang tersedia. Mata uang digital ini bertindak sebagai alat tukar global sebagai alternatif uang. Bitcoin didukung oleh teknologi blockchain.
Jumlah Terbatas
Salah satu manfaat besar dari investasi bitcoin adalah mata uang ini terbatas hanya berjumlah 21 juta saja. Jadi ketika suplai ini habis, maka Bitcoin tidak akan diproduksi lagi. Harga Bitcoin akan terus meningkat seiring dengan meningkatnya kelangkaan Bitcoin.
Modal Kecil
Untuk memulai investasi ini pun tidak perlu modal besar seperti properti, karena kamu tidak perlu membeli 1 BTC untuk bisa investasi, bisa dimulai dari Rp50.000 atau Rp100.000 kamu sudah bisa memiliki sejumlah kecil BTC dan bisa terus ditambah seperti menabung. Dengan begitu investasi ini pun termasuk terjangkau oleh berbagai kalangan, termasuk mahasiswa.
Terhindar dari Inflasi
Karena Bitcoin tidak diatur oleh suatu negara atau lembaga tertentu, Bitcoin terhindari dari inflasi. Pergerakan harganya berkaitan dengan hukum supply dan demand. Selain itu, Bitcoin tidak perlu perawatan bulanan seperti properti.
Namun, sama besarnya dengan semua fasilitas ini, ada beberapa kekurangan dari aset ini. Bitcoin adalah aset tidak berwujud, ada sedikit ruang untuk kesalahan dalam pertukaran. Mata uangnya sepenuhnya digital, yang membuatnya terbuka untuk serangan cyber terutama jika kamu menyimpannya di exchange yang sepenuhnya terhubung di internet.
Tetapi jika kamu menyimpannya di cold wallet ini keamanan akan cukup terjaga. Juga, meskipun hanya ada sedikit jumlah Bitcoin, ada banyak jenis cryptocurrency lain yang tersedia yang dapat meningkatkan pasar
Keuntungan Investasi di Properti
Properti juga merupakan investasi nyata, kamu bisa menarik uang darinya dan mengembalikan nilainya. Dengan pembelian atau penjualan yang tepat, kamu bisa mendatangkan uang sambil memberi nilai pada aset yang dapat dijual. Keuntungan dari investasi ini antara lain:
Aset Berwujud
Properti adalah aset yang bisa kamu lihat dan rawat secara langsung, kamu juga akan mengetahui jika aset kamu mengalami kerusakan dan bisa meminta perbaikan dengan klaim asuransi
Investasi Serbaguna
Kamu bisa menyewakannya sehingga mendapatkan pendapatan tambahan setiap bulan dari biaya yang diberikan orang lain.
Harga Naik
Properti sejauh ini selalu memiliki harga dengan tren positif setiap tahun harganya naik karena faktor inflasi dan kekuatan pasar. Bahakn diasumsikan properti bisa mengalami kenaikan 20% setiap tahunnya, sehingga harga properti akan makin mahal setiap tahun apalagi jika lokasi yang dipilih strategis.
Tapi, ada kekurangan untuk investasi properti yakni beban perawatan yang besar, investasi padat modal yang artinya makin besar modal yang dimiliki maka semakin besar pula keuntungan yang bisa didapat. Selanjutnya, investasi properti tidak begitu terjangkau karena kamu harus menyediakan tabungan yang cukup banyak untuk membeli sebuah properti.
Selain itu kamu masih akan dibebankan dengan pajak seperti PPH dan BPHTB. Besarnya pajak PPH adalah 5% yang dikenakan bagi penjual dan untuk BPHTB sebesar 5% dikenakan bagi pembeli, sehingga pengeluaran tiap bulan atau tahun bisa bertambah.
Perbandingan Keuntungan Investasi dalam 10 Tahun
Setelah mengetahui keuntungan hingga kekurangan dua aset ini, maka kini saatnya untuk membandingkan keuntungan yang bisa di dapatkan jika kita berinvestasi Bitcoin ys properti.
Di tahun 2019, dilansir dari Kompas.com harga properti satu unit rumah berada di kisaran harga Rp500 juta. Kita akan membeli rumah tersebut dengan menggunakan kredit kepemilikan rumah (KPR), dilansir dari data Bank Indonesia di triwulan ke tiga 2019 jumlah pembelian rumah menggunakan KPR mencapai 76,02%.
Simulasi perhitungan cicilan rumah dalam 10 tahun
Di sini ada contoh perhitungan sistem KPR menggunakan Bank BTN. Kami akan mengambil properti dengan harga 500 Juta tanpa subsidi. Sehingga uang muka awal adalah Rp75.000.000. Dengan jenis suku bunga flat, dan suku bunga tahunan 8.99%
Setelah dihitung secara umum menggunakan simulasi yang diberikan oleh Bank BTN, kami harus mengeluarkan uang hingga Rp112.975.600 di pembayaran pertama. Ini termasuk biaya di muka, notaris, asuransi, dan lainnya. Kemudian cicilan selama 10 tahun akan dibayarkan dengan nominal Rp6.725.600 dalam 120 bulan dan rumah itu baru jadi milik pribadi sepenuhnya.
Jika disederhanakan, maka paling tidak kamu harus memiliki modal minimal Rp113 juta, dengan gaji yang stabil di kisaran Rp12.000.0000-Rp15.000.000 agar cicilan dan kebutuhan lain tetap terpenuhi. Modal yang terbilang sangat besar, dengan pengembalian yang tidak terlalu cepat. Karena jika kamu ingin menjualnya kembali, paling tidak harus menunggu hingga 10 tahun lagi.
Sedangkan, mari kita ambil perbandingan harga Bitcoin tertinggi di 2019 yg berharga $7.335.29 setara dengan Rp108 jutaan. Jadi, dengan modal yang sama kamu bisa mendapatkan 1 BTC tanpa harus mencicilnya. Kemudian, tinggal disimpan hingga menunggu harganya naik. Di 2020 ini harga BTC berada di kisaran $9.000 setara dengan Rp133.000.000.
Artinya, dalam satu tahun kamu sudah mendapatkan keuntungan Rp25 juta jika menjual BTC yang kamu beli tahun lalu dan dijual tahun 2020. Tetapi jika kamu membeli properti, maka kamu justru harus mengeluarkan uang untuk cicilan hingga 10 tahun ke depan.
Kesimpulannya, Bitcoin vs Properti dari segi modal akan lebih untung jika investasi di BTC daripada properti. Karena kamu sudah dapat membeli 1 BTC, sedangkan di properti kamu baru melakukan pembayaran awal, dan dalam satu tahun pun belum terlihat keuntungan berarti ditambah lagi akan ada biaya tambahan untuk merawat rumah, sedangkan BTC dalam satu tahun itu berhasil naik dan tanpa uang tambahan apapun.
Keuntungan dalam 10 tahun jika diasumsikan properti akan naik 20%/tahun dan kamu akan lunas mencicil KPR per Januari 2030.
Menurut laporan dari Crypto Research Team harga BTC di 2030 diprediksi akan menyentuh $397.277, jika di rupiahkan di kurs saat ini maka nilainya adalah 5.8 Milyar Rupiah.
Dalam kata lain dari segi modal dan pengembalian keuntungan, maka Bitcoin vs Properti lebih menguntungkan BTC dibandingkan properti, dan kamu masih tetap bisa beli properti dengan keuntungan yang kamu dapatkan dari Bitcoin.
Disclaimer
Artikel ini adalah artikel perbandingan antara investasi Bitcoin vs Properti yang dirangkum dari berbagai sumber untuk memberikan informasi dan perkiraan investasi mana yang lebih menguntungkan. Artikel ini bukan merupakan anjuran atau saran dalam berinvestasi, karena investasi apapun harus atas kesadaran dan kemampuan pribadi tanpa ada unsur paksaan.
Bitcoin adalah alat investasi masa kini, dengan menggunakan Bitcoin kita bisa meraih kebebasan finansial. Karena dengan modal minim mulai dari Rp100.000 saja kita bisa mendapatkan return yang berkali-kali lipat. Hal ini dikarenakan Bitcoin fluktuatif sehingga harganya bisa naik dengan sangat cepat.
Berinvestasi dengan aset ini bisa mendatangkan keuntungan yang cukup besar dan cepat, sehingga kebebasan finansial bisa mudah didapat.
Lalu apa sih itu kebebasan finansial?
Kebebasan finansial adalah ketika kamu bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari, punya tabungan yang cukup, ada pendapatan tambahan yang jumlahnya menyamai pendapatan bulanan, bebas hutang dan cicilan serta memiliki kebebasan untuk menabung tanpa ada halangan.
Terus bagaimana caranya untuk bebas finansial?
Cara bebas finansial yang bisa kita lakukan adalah dengan menabung atau investasi dengan menggunakan Bitcoin.
Berikut ini beberapa alasan Bitcoin yang bisa membantumu meraih kebebasan finansial
Mulai 100 Ribu Aja
Bahkan untuk yang penghasilannya minim tetap bisa untuk menabung dengan Bitcoin. Karena Bitcoin itu bisa dibagi, jadi meski harga 1 Bitcoin adalah 100 juta misalnya, kamu tetap bisa punya Bitcoin dengan harga Rp100.000, dengan mendapatkan 0 koma sekian persen BTC.
Karena itu dengan nabung Bitcoin mulai Rp100.000 aja dan dilakukan dengan rutin lama-lama kamu akan mendapatkan satu Bitcoin dan bisa dapat untung.
Nah, kalau nabungnya 100 ribu perbulan, terus untungnya gimana?
Di sini letak kerennya Bitcoin, mulai Rp100.000 bisa untung satu juta! Soalnya Bitcoin punya volatilitas yang besar di mana harga naik dan turunnya itu cepat. Misal, hari ini kamu beli 0 koma sekian persen BTC cuma Rp100.000 kemudian minggu depan harga BTC meroket dua kali lipat dan kamu jual BTC itu.
Artinya kamu udah dapat untung Rp100.000 lagi. Ini kan kalau kamu punya 0 koma sepersekian BTC, kalau kamu punya satu BTC tentu aja untungnya akan lebih banyak bahkan bisa lebih dari pendapatanmu dalam setahun.
Di sini kamu akan mendapatkan pendapatan berlipat ganda, yang bisa membuat tabungan jadi banyak dan membuatmu jadi bebas secara finansial.
Buat sebagian orang halangan dalam menabung adalah aturan dan syaratnya yang rumit, terutama jika mau menabung di saham atau deposito bank. Tapi syarat yang susah ini tidak ditemukan di Bitcoin.
Kamu bisa memiliki Bitcoin tanpa pusing dengan banyak berkas. Cukup download aplikasi bursa yang sudah legal, kemudian isi data diri, upload dokumen seperti KTP dan lainnya kemudian deposit dan beli Bitcoin. Ini bisa kamu lakukan di mana saja bahkan sambil rebahan pun gak masalah.
Pemerintah Gak Ikut Campur
Buat negara demokrasi seperti Indonesia mungkin ini gak terlalu berasa efeknya. Tapi buat negara yang cukup otoriter. Bitcoin itu bagaikan penyelamat karena pemerintah gak bisa mencampuri warganya untuk investasi di Bitcoin, karena jaringan Bitcoin berdiri sendiri di jaringan canggih dan tidak bisa diatur oleh sembarang orang yang bernama blockchain.
Karena ini warga negara pun bisa bebas investasi tanpa takut dihalang-halangi pemerintah, sehingga warga bisa merasakan kebebasan finansial karena bisa menabung dan mendapatkan pendapatan tambahan dari Bitcoin.
Tanpa Pajak
Jika investasi di properti akan ada pajak yang dibebankan setiap tahunnya, tapi di Bitcoin? Gak ada pajak yang dibebankan oleh pemerintah kepada pemilik aset ini. Sehingga keuntungan yang didapatkan pengguna Bitcoin tidak berkurang karena pajak.
Hal ini tentu menguntungkan karena berinvestasi di sini berarti kamu bisa mendapatkan penghasilan yang murni tanpa dikenakan pajak yang besar,dan akan membantumu untuk menabung demi meraih kebebasan finansial
Alat Lindung Nilai
Alasan Bitcoin kelima adalah aset ini terhindar dari inflasi, maka berinvestasi di sini bisa membuat nilai asetmu cukup aman. Karena ketika krisis melanda, Bitcoin bisa membantumu untuk dijadikan alat investasi. Ini terbukti dari harganya saat krisis global justru membaik, bahkan di Juli sempat menyentuh harga Rp160 jutaan. Ini tentu saja sangat menguntungkan buatmu yang ingin meraih kebebasan finansial meski sedang krisis sekalipun.
Kebebasan finansial tentu jadi harapan semua orang, cara untuk mendapatkannya adalah menabung atau investasi. Bitcoin bisa dijadikan alat investasi dengan modal minim dan bisa membantu banyak orang meraih kebebasan finansial.
Jadi, sudah siap investasi Bitcoin demi kebebasan finansial di masa depan ?
Bitcoin aset masa kini yang bisa membuatmu kaya di masa depan