Category Archives: Tokocrypto

Apa itu Yearn Finance? Panduan untuk Pemula!

Yearn Finance merupakan sebuah platform aggregator yield yang berbasis jaringan blockchain Ethereum. Protokol ini dibuat oleh Andre Cronje sebagai solusi dalam mengoptimalkan return atau interest dari mata uang crypto yang dimiliki oleh penggunanya.

Yearn Finance sendiri masuk ke dalam protokol Decentralized Finance (DeFi) yang menawarkan kegiatan yield farming. Sebagai aggregator, Yearn Finance ini juga menggunakan protokol DeFi lain seperti Curve, Compound, Aave, dan dYDX untuk mengoptimalkan peminjaman token.

Sebelum Yearn Finance diciptakan, seorang pengguna harus secara manual memeriksa, melihat hasil, dan memasukan mata uang crypto mereka ke dalam protokol-protokol tersebut. Namun, hal itu dibuat mudah dengan Yearn Finance ini.

Sederhananya, protokol ini merupakan jembatan canggih yang mengalihkan likuiditas ke berbagai sektor protokol DeFi untuk pada akhirnya mendapatkan keuntungan terbaik yang dapat dihasilkan.

Baca Juga: Whales Pindahkan Aset Setara $300 Juta Saat Pasar Rebound

Lantas, apa yang membuatnya bisa terhubung ke berbagai protokol? Andre Cronje membuat semacam token yang dapat menjembatani token dari protokol ke protokol disebut yToken.

Bagaimana yToken Bekerja?

Ketika seorang pengguna menyimpan token melalui Yearn Finance, token tersebut akan dikonversikan menjadi yToken, seperti yUSDC, yUSDT, dan yDAI. Dari yToken ini penggunanya akan mendapatkan hasil dari biaya pinjaman dan juga biaya tradingpada protokol yang ia pilih. Proses ini membuat Yearn Finance dapat menghasilkan return tahunan dengan interest yang besar kepada penggunanya.

Selain dari yToken, Yearn Finance juga menghasilkan uang untuk penggunanya dari beberapa hal lainnya, seperti COMP dari Compound, CRV dari Curve.finance, yCRV trading fee, likuiditas, biaya ySwap, bonus likuiditas yLiquidate, dan biaya lainnya.

Banyak dari para analis yang memuji, Yearn Finance ini, mengingat platform ini dapat memberikan suku bunga pinjaman terbaik.

Tidak sampai situ, Yearn Finance sendiri mendukung stablecoin seperti DAI, USDC, USDT, TUSD, sUSD, dan banyak token/koin lainnya untuk dipindah alihkan ke dalam platform seperti Compound, Aave, dYdX, dan Curve. Ini tergantung kepada pengguna platform tersebut memilih pools yang menawarkan hasil lebih tinggi.

Di luar itu, Yearn Finance sendiri memiliki token tata kelola protokolnya yang berbeda dari yTokens tersebut.

Apa itu Token YFI?

Token YFI merupakan token ERC-20 yang mengatur ekosistem yearn.finance ini. Token ini didistribusikan kepada penyedia likuiditas (LP) yang memasok yToken tertentu. Tujuan token ini bukan digunakan sebagai alat tukar di dalam protokol, tetapi sebagai hak suara ketika protokol melakukan konsensus.

Token YFI ini bisa didapatkan dari menggunakan protokol Yearn Finance ataupun membelinya dari bursa pertukaran mata uang crypto global maupun lokal. Lantaran supply token yang hanya berjumlah 30.000 token dengan satu tokennya berfungsi sebagai satu suara di dalam protokol, harga token YFI ini berhasil melampaui nilai Bitcoin sebagai mata uang crypto yang memiliki harga tertinggi saat ini.

Total Value Locked di dalam Yearn Finance juga terus meningkat. Pasalnya, Yearn Finance terus berinovasi dan membuat banyak layanan pada protokolnya.

Layanan Protokol Yearn Finance

1. Earn

Earn ini merupakan salah satu layanan di dalam protokol Yearn Finance. Penggunanya hanya perlu mendepositkan mata uang crypto yang mereka miliki untuk nantinya secara otomatis mendapatkan return berupa bunga.

2. Zap

Zap ini merupakan layanan untuk membantu penggunanya menghemat biaya gas yang diperlukan agar lebih leluasa memindahkan mata uang crypto-nya ke berbagai protokol.

3. Vaults

Vaults ini salah satu layanan yang memudahkan penggunanya untuk mencari strategi terbaik dalam memaksimalkan keuntungan yang dari deposito yang dilakukan penggunanya sekaligus mengurangi risiko yang ada.

4. Yinsure.Finance

Layanan ini merupakan layanan asuransi dari Yearn Finance dengan dasar Nexus Mutual. Seperti namanya, sistem ini jika dianalogikan secara sederhana bisa diartikan sebagai sistem asuransi dalam protokol Yearn Finance. Sistem ini akan mengurangi risiko jatuhnya nilai dari pools yang “mencurigakan” dan tetap mendapatkan bayaran dari hal tersebut.

5. StableCredit

Layanan ini layanan terbaru dari Yearn Finance. StableCredit sendiri nantinya akan menggabungkan stablecoin debt yang sudah ditokenisasi, pinjaman, dan Auto Market Maker Single-Side. Langkah ini dilakukan untuk membuat protokol pinjaman yang sepenuhnya terdesentralisasi.


Dari awal pembangunan Yearn Finance, Andre Cronje tidak berfokus pada nilai token YFI saja. Justru Andre Cronje memiliki cita-cita agar Yearn Finance ini dapat diadopsi lebih luas lagi dan mempermudah penggunannya dalam mengelola aset crypto mereka.

Di luar harga token YFI yang terus mengalami kenaikan, pengembang Yearn Finance justru fokus pada inovasi dan pengadopsian terhadap layanan Yearn Finance itu sendiri. Hal ini membuat YFI digadang-gadang sebagai protokol DeFi paling inovatif dari protokol DeFi lainnya.

Baca Juga: Pelajari Strategi Day Trading Agar Lebih Untung

artikel ini dapat dibaca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Industri Cryptocurrency dan Blockchain di Indonesia Alami Pertumbuhan Besar-besaran

Beberapa waktu lalu, proyek blockchain Onfo menemukan bahwa cryptocurrency menyebar empat kali lebih cepat di negara berkembang dibandingkan dengan negara maju. Salah satu yang penyebarannya paling luas adalah Indonesia. Tim Onfo memulai eksperimen untuk melihat seberapa cepat aset kripto memperoleh popularitas di empat negara berbeda yaitu Indonesia, Amerika Serikat, Rusia dan Jerman.

Pendiri Onfo, J.R. Forsyth, mencatat bahwa Indonesia menunjukkan peluang untuk “pertumbuhan besar-besaran”. Data yang dihimpun oleh Coinvestasi dari PPATK dan exchange Indodax menunjukan jumlah trader crypto di Indonesia mengalami kenaikan signifikan hingga 2.263% dari tahun 2015.

Perkembangan crypto di Indonesia dibandingkan dengan empat negara lain. Sumber: News.Bitcoin.

Studi yang dilakukan oleh Mckinsey&Company menunjukan jika Indonesia termasuk negara dengan tingkat adopsi digital tertinggi di dunia. Sedangkan riset dari Google dan Temasek mengungkapkan jika Indonesia memimpin pertumbuhan internet ekonomi di Asia Tenggara dengan 40% setahun. Nilai dari ekonomi mencapai Rp596.2 triliun dan diprediksi bisa menyentuh Rp1.937 triliun di 2025.

Dari data tersebut sangat mungkin jika crypto dan blockchain akan tumbuh subur di Indonesia. Negara ini diprediksi memiliki prospek ekonomi digital yang sangat baik di masa mendatang. Selain itu, regulasi di Tanah Air pun sudah  mengatur perihal Bitcoin dan bursa crypto melalui Bappebti.

Baca Juga: Daftar Platform Trading Bitcoin Legal di Indonesia

Adanya aturan dan hukum yang jelas tentu akan sangat membantu perkembangan mata uang digital di dalam negeri. Misalnya, dengan dibukanya berbagai bursa jual beli Bitcoin hingga banyaknya proyek blockchain yang memberikan inovasi.

Menurut data dari Asosiasi Blockchain Indonesia, tercatat 13 bursa cryptocurrency sudah terdaftar di Bappebti dan 152 proyek terkait crypto dan blockchain yang ada di Indonesia.

Baca juga:Indonesia Blockchain dan Cryptocurrency Landscape 2020

Mike Kennedy, CEO dari Interstellar menyampaikan pendapatnya pada Coinvestasi bahwa Indonesia memiliki potensi kuat sebagai pasar utama cryptocurrency dan blockchain di Asia.

“Saya sangat yakin bahwa Indonesia adalah pasar utama cryptocurrency dan blockchain. Negara ini memiliki potensi kuat di Asia karena ukuran, ekonomi digital, dan dukungan regulasi yang kuat.”

Mike Kennedy, CEO Interstellar

Peluang Besar Crypto di Indonesia Menarik Minat Investor

Sebagai negara berpenduduk terbanyak keempat di dunia, dan teknologi yang masih terus berkembang. Indonesia  tentu memilki peluang yang sangat besar untuk menjadi negara yang ramah terhadap dunia crypto dan blockchain. Oleh karena itu, banyak investor crypto yang tertarik untuk mengembangkan bisnisnya dan mendukung adopsi crypto di Indonesia.

Baca juga: Bank Sentral Lain Pertimbangkan Mata Uang Digital, Bagaimana dengan Indonesia?

“ Kami sangat akrab dengan pasar crypto di Asia, tapi ini adalah pertama kalinya kami belajar banyak tentang apa yang terjadi di Indonesia dan menurut kami hal itu sangat menarik. Tujuan kami adalah untuk mengetahui kondisi pasar di sini lebih jauh. Kami juga akan melihat kemungkinan yang terjadi di ruang P2P crypto. Kemudian membuat rencana lebih agresif menangani pengguna di pasar Indonesia, “ jelas Paul Murphy, CEO Cedmark.

Ia mengatakan ingin melihat produk DeFi yang menggunakan informasi kredit sebagai sarana untuk memberikan produk yang lebih fleksibel dan lebih mudah diakses.

Produk DeFi memang bisa jadi sangat menarik di dalam negeri. Sebab DeFi membuat proses investasi, pinjaman,dan transaksi lebih mudah tanpa perlu menggunakan rekening bank. Hal ini bisa menjadi solusi  karena di Indonesia tercatat 80% masyarakatnya belum memilki rekening bank.

“ Mungkin saya hanya seorang optimis kripto, tetapi saya pikir tidak dapat dihindari bahwa layanan keuangan termasuk pinjaman yang dibangun di atas kripto akan berdampak besar pada layanan keuangan. Dalam beberapa kasus akan jauh lebih besar daripada yang tersedia secara tradisional, “ jelas Paul Murphy lagi.

Teknologi Blockchain dan Crypto Bisa Membantu Proses Transaksi

Hadirnya teknologi blockchain dan crypto di Indonesia juga bisa membantu proses penyelesaian transaksi yang panjang. Menggunakan teknologi blockchain bisa membuat institusi menggunakan proses yang lebih singkat dan aman. Salah satu penyedia layanan infrasturktur blockchain adalah Stacs yang berasal dari Singapura. Perusahaan ini pun tertarik untuk masuk ke dalam negeri.

Mereka melihat kasus yang ada di Malaysia, di mana Bursa Malaysia menggunakan kontrak pintar untuk mengelola sekuritas seperti dana, obligasi ekuitas. Mereka menggunakan blockchain untuk mengurangi biaya penerbitan serta mengujinya sebagai registri yang efektif untuk melacak transaksi.

“ Hal ini dapat diterapkan di Indonesia, katakanlah menerbitkan Sukuk pada blockchain dan mengurangi biaya penerbitan lebih efektif dengan penyelesaian instan. Ini meningkatkan aktivitas sukuk di pasar serta melengkapi strategi pemerintah dalam likuiditas, “  ujar Isabelle Sumarli, Business Development Manager Hashstacs.

Platform  Hashstacs memungkinkan institusi menggunakan teknologi kontrak pintar untuk mengelola obligasi, dana, serta ekuitas dan keamanan.

“ Di Indonesia, badan pusat yang melakukan pencocokan perdagangan atau kustodian yang melayani masalah ini dapat menggunakan platform kami untuk menyelesaikan masalah ini dan menghemat lebih dari 2000 jam kerja penghematan biaya serta membantu mengurangi jeda perdagangan dan memperbaiki perdagangan, “ ungkap Isabelle Sumarli.


Indonesia memang masih terbilang cukup baru tentang crypto dan blockchain, di negara ini edukasi, pengembangan soal teknologi masih terus berlangsung. Namun dalam lima tahun terakhir ini Indonesia berhasil mengalami peningkatan pesat dan ini adalah hal yang sangat positif. Didukung oleh regulasi, teknologi, investor dalam atau luar negeri tentu perkembangan crypto dan blockchain Indonesia bisa meningkat lebih tinggi lagi di masa depan.

Bagaimana peningkatannya lima tahun yang akan datang ? Kita harus menunggu untuk mengetahui jawabannya, yang jelas pertumbuhan cryptocurrency di Indonesia tahun ini cukup positif meski kita dihantam pandemi yang berdampak pada ekonomi.

Baca Juga: Apa itu Yearn Finance? Panduan untuk Pemula!

artikel ini dapat dibaca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Yuk, Cari Tau Lebih Lengkap Tentang Bitcoin Gold Wallet

Sebagai aset kripto pertama dan terbesar di dunia, Bitcoin telah mengalami hard fork beberapa kali. Salah satunya menghasilkan sebuah koin bernama Bitcoin Gold Wallet. Meskipun berhubungan, koin ini berbeda dengan Bitcoin, lho. Tertarik untuk membelinya? Eits, sebelum itu, ketahui informasi selengkapnya terlebih dahulu, yuk!

Kenalan dengan Bitcoin Gold, Altcoin Hasil dari Hard Fork Bitcoin

Bitcoin Gold merupakan aset kripto yang diluncurkan pada 24 Oktober 2017, sebagai altcoin dari hasil hard fork Bitcoin. Hard fork merupakan kegiatan pengembangan dan perubahan aset kripto yang sudah ada, dengan menciptakan sebuah produk turunan yang baru. 

Umumnya, hard fork dilakukan untuk meningkatkan skala sebuah cryptocurrency seiring semakin bertumbuhnya para pelanggan. Namun, hard fork Bitcoin yang menghasilkan Bitcoin Gold ini dilakukan atas keinginan para pendirinya untuk membuat Bitcoin kembali terdesentralisasi.

Jika membahas lebih dalam, pembentukan Bitcoin Gold ternyata tidak terlalu berkaitan dengan sistem yang terdesentralisasi. Alasannya justru berhubungan dengan proses mining. Para pengembang Bitcoin Gold ingin mengadopsi algoritma mining yang bisa memudahkan proses mining, sehingga dapat dilakukan dalam skala besar. Tak terkecuali para miner dengan perangkat komputer rumahan.

Seiring perjalanannya, harga Bitcoin Gold mengalami perkembangan yang cukup besar. Dilansir dari Coindesk, harga satu koin Bitcoin Gold per tanggal 9 September 2021 mencapai 67.53 USD dengan volume trading sebesar 70.94 juta USD. Namun, layaknya aset kripto, tingkat volatilitas dari Bitcoin Gold tetap tidak dapat dihindari. Para investor tetap membutuhkan strategi khusus dalam menghadapi naik-turunnya harga koin ini.

Dalam jangka panjang, Bitcoin Gold akan terus melakukan pengembangan yang berkaitan dengan smart contract dan Blockchain, seperti jaringan fiat-crypto yang terdesentralisasi. Area pengembangan lainnya juga termasuk dApps beserta infrastruktur dari ekosistem Bitcoin Gold itu sendiri.

Perbedaan Mendasar antara Bitcoin dan Bitcoin Gold

Walaupun Bitcoin Gold memiliki keterkaitan dengan Bitcoin, terdapat perbedaan mendasar yang dapat terlihat dari kedua koin kripto tersebut, yaitu:

Sistem mining yang digunakan oleh Bitcoin adalah Proof of Work (PoW), sama halnya dengan yang digunakan oleh Bitcoin Gold. Perbedaannya terletak pada algoritma mining yang digunakan. Bitcoin menggunakan algoritma SHA256, sementara Bitcoin Gold menggunakan algoritma Equihash. Algoritma Equihash diciptakan dan dikembangkan oleh para pengembang Bitcoin Gold dalam mendukung aktivitas mining.

Perbedaan lainnya terdapat pada perangkat keras yang digunakan untuk mining. Para penambang Bitcoin membutuhkan perangkat bernama Application-Specific Integrated Circuit (ASIC), yaitu sebuah sirkuit yang terintegrasi secara khusus dengan aplikasi. Meskipun sangat canggih, perangkat ini juga dikenal mahal dan boros.

Sementara itu, para penambang Bitcoin Gold hanya memerlukan perangkat yang berbasis Graphics Processing Unit (GPU). Kehadiran Bitcoin Gold tentu membuka kesempatan bagi orang-orang dengan perangkat komputer rumahan untuk ikut serta dalam aktivitas mining.

Cara Mendapatkan Bitcoin Gold

Selain lewat mining, cara sederhana yang bisa dilakukan untuk memperoleh Bitcoin Gold adalah dengan membelinya. Bitcoin Gold bisa diperoleh melalui pembelian, layaknya cryptocurrency pada umumnya. Hingga kini, Bitcoin Gold sudah tersedia di berbagai exchange jual-beli aset kripto yang terpercaya dan sudah teregulasi Bappebti, salah satunya adalah Tokocrypto.

Nah, lewat Tokocrypto, Anda sudah bisa mengantongi sejumlah Bitcoin Gold hanya dengan 4 langkah saja, yaitu:

Pertama, Anda harus membuat akun di aplikasi Tokocrypto terlebih dahulu. Di tahap ini, Anda hanya perlu memasukkan nama lengkap, alamat email yang aktif, beserta password.

  • Lengkapi Data Diri dan Verifikasi

Setelah berhasil, Anda masuk ke tahap yang disebut dengan Know Your Customer (KYC). Pada tahap ini, Anda dapat mengisi data diri sesuai dengan identitas yang Anda miliki. Jika data sudah lengkap, maka selanjutnya Anda akan diarahkan untuk melakukan verifikasi. Tujuannya adalah untuk memastikan data yang Anda input sudah benar dan sesuai.

Selanjutnya, Anda bisa langsung deposit dana fiat dengan mentransfer ke wallet melalui transfer bank virtual account, dengan minimal deposit sebesar Rp50.000. Dana tersebut kemudian akan diubah secara otomatis oleh sistem Tokocrypto ke dalam bentuk BIDR. 

Jika Anda sudah punya aset kripto dan ingin melakukan deposit kripto, Anda juga bisa mengirimkannya ke dalam wallet Tokocrypto. Jadi, Anda hanya tinggal memilih koin yang ingin didepositkan, lalu pilih juga jaringan yang akan digunakan. Pastikan koin dikirim ke alamat yang terdapat pada akun Tokocrypto Anda, ya.

Di Tokocrypto, Bitcoin Gold (BTG) dapat diperdagangkan dengan BTC, BUSD, dan USDT. Dengan demikian, dana yang terdeposit harus dikonversikan menjadi satu dari ketiga koin pasangan BTG tersebut. Misalnya, Anda sudah memiliki sejumlah dana (BIDR) pada wallet Anda. Untuk membeli BTG, Anda harus konversi BIDR tersebut menjadi BTC, dengan cara membeli sejumlah BTC menggunakan BIDR. 

Pembelian ini dilakukan pada menu “Buy/Sell”, lalu Anda perlu pilih BTC dan klik tombol “Buy”, kemudian isi nominal sesuai dengan keinginan Anda. Setelah Anda berhasil memiliki BTC, barulah Anda bisa membeli BTG menggunakan BTC tersebut dengan tata cara yang sama.

Namun, jika Anda sudah memiliki sejumlah BTC sejak awal, maka Anda dapat langsung menggunakannya untuk membeli BTG dengan nominal yang Anda inginkan.

Ternyata, Bitcoin Gold Wallet (BTG) bisa diperoleh dengan cara yang amat mudah, bukan? Sebelum berinvestasi, pastikan Anda sudah memiliki strategi yang tepat dan disertai dengan manajemen risiko yang baik, ya. Untuk informasi seputar BTG dan aset kripto lainnya, kunjungi situs www.tokocrypto.com dan media sosial Tokocrypto di Instagram dan Twitter.





Sumber : news.tokocrypto.com

ACI Worldwide Bermitra dengan Mastercard Untuk Mengembangkan Solusi Pembayaran Real-Time untuk Bank Sentral

ACI Worldwide, salah satu dari mitra Ripple, telah mengumumkan kolaborasi strategis yang luas dengan perusahaan layanan keuangan terkemuka Mastercard pada tanggal 29 September lalu.

Sebagai bagian dari kemitraan, ACI Worldwide dan Mastercard akan menciptakan solusi pembayaran real-time untuk bank sentral dan peserta pasar lainnya.

ACI dan Mastercard telah bekerja sama untuk menciptakan berbagai solusi pembayaran real-time secara global. Untuk tahap awal, kedua perusahaan akan memodernisasi pembayaran untuk bank sentral, lembaga keuangan, penyedia pembayaran, dan perusahaan lain yang berfokus pada pembayaran real-time.

Diharapkan, kerjasama ACI dan Mastercard akan menggabungkan infrastruktur, teknologi, dan pengalaman mereka untuk membangun solusi pembayaran “tak tertandingi” yang ditandai dengan opsi penerapan yang fleksibel, pendekatan ISO20022 yang pertama, layanan digital, dan modifikasi untuk menyesuaikan dengan kebutuhan pasar lokal.

Baca Juga: Apakah Kita Siap Untuk Pialang Terdesentralisasi?

Berbicara tentang tujuan bermitra dengan Mastercard pada penawaran baru, Chief Strategy and Transformation Officer, ACI, Craig Saks mengatakan:

“Mastercard dan ACI memiliki rekam jejak yang luas dan saling melengkapi tentang keberhasilan pembayaran real-time – mendorong kliring infrastruktur pusat global dan skema penyelesaian, dan kemitraan ini menciptakan rangkaian kemampuan waktu nyata yang paling kuat dan lengkap di pasar saat ini. Perusahaan kami adalah pemimpin dalam pembayaran waktu nyata dan menyelaraskan solusi ujung-ke-ujung akan memberikan manfaat besar tidak hanya bagi bank dan infrastruktur pusat tetapi juga bagi pedagang, penagih, fintech, dan perantara – dan pelanggan mereka – juga.”

Memberikan pemikirannya tentang bekerja dengan ACI, Paul Stoddart, Presiden Platform Pembayaran Baru di Mastercard mengungkapkan:

“Dengan lebih banyak negara dan wilayah yang memulai modernisasi sistem pembayaran mereka untuk memanfaatkan teknologi waktu nyata dan permintaan pelanggan, peluang pasar menjadi signifikan. Bekerja sama dengan ACI, kami akan mengeksplorasi berbagai peluang untuk mempercepat pengembangan dan penggunaan platform pembayaran waktu nyata dan multi-saluran, mendorong pilihan dan inovasi bagi peserta pasar dan pelanggan akhir.”

Jika kerjasama ini berjalan dengan baik, maka harga XRP bisa melejit tinggi. Namun, untuk saat ini, harga XRP masih ranging, di Rp 3.500- Rp 3.600.

Baca Juga: Wow! Penjelajahan Luar Angkasa Kelak Ditenagai Blockchain

Support kuat yang telah menjadi resistance masih di Rp 4.000-an untuk sepanjang masa.



Sumber : news.tokocrypto.com

Altcoin Curi Panggung Saat Bitcoin Rebound ke Harga $ 44 Ribu

Bitcoin rebound ke harga $ 44 ribu setelah tiga hari sebelumnya terperosok ke harga di bawah $ 40 ribu. Titik harga ini sangat positif bagi pergerakan harga BTC ke depan. Apabila mampu bertahan dan melanjutkan rally, kemungkinan besar BTC akan meneruskan tren bullish.

Pergerakan harga BTC ini sangat berdampak pada performa altcoin. Sejumlah altcoin rebound hingga 30% dalam 24 jam terakhir. Aset kripto seperti COTI, AVAX, ALGO, dan LUNA mampu menembus resistensinya pada perdagangan Kamis, 23 September 2021.

Baca JugaAnalisis Harga BNB, Akankah Tembus Harga $500?

LUNA dan COTI memimpin rombongan altcoin yang naik panggung dengan total kenaikan harga yang signifikan. LUNA terapresiasi 29% dalam 24 jam terakhir, sedangkan COTI melonjak 28,4% pada periode yang sama.

Baca JugaTwitter Luncurkan Fitur Tip dengan Bitcoin

Pemulihan pasar dan harga Bitcoin saat ini sangat dipengaruhi oleh sikap Evergrande yang telah memberi tahu investor bahwa ia akan melakukan pembayaran tepat waktu atas utangnya.

Efek Evergrande ini sebelumnya sangat mempengaruhi kondisi pasar tiga hari ke belakang. Selain itu isu kebijakan tapering dari Bank Sentral AS The Fed cukup membuat investor memasang kuda-kuda sehingga mempengaruhi kondisi pasar.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Indonesia Disarankan Terapkan Rupiah Digital Berteknologi Blockchain

Indonesia disarankan menerapkan rupiah digital berteknologi blockchain untuk meningkatkan mutu tata kelola keuangan dan menjaga kedaulatan negara.

Munculnya aset kripto atau cryptocurrency (mata uang kripto) dan teknologi blockchain selama dekade terakhir, telah membawa kemungkinan baru dalam penerbitan dan penggunaan uang serta bentuk baru aset digital dan pasar yang menarik.

Bersamaan dengan perkembangan lingkungan geopolitik, ekonomi dan sosial yang pesat, tumbuh juga kebutuhan dan standar baru untuk pembayaran digital dan alat tukar yang aman, dapat dipercaya, dan mudah digunakan.

“Salah satunya adalah standar baru yang belakangan ini mulai gencar diterapkan di berbagai negara adalah mengenai Central Bank Digital Currency (CBDC),” kata Gilang Bhagaskara, Director of Blocksphere Indonesia.

Untuk mempercepat adopsi CBDC di Indonesia, baru-baru ini Blocksphere Indonesia yang bermitra dengan Consensys menerbitkan kembali laporan tinjauan adopsi CBDC yang berjudul “Laporan Resmi Consensys: Bank Central dan Masa Depan Uang Digital”. Laporan tersebut dapat diunduh di sini.

Di dalam laporan itu disebutkan bahwa Indonesia disarankan menerapkan rupiah digital dalam konteks Central Bank Digital Currency (CBDC).

“Selain dua hal itu, Indonesia berpotensi mempercepat inovasi keuangan digital dengan menerapkan mata uang digital bank sentral (CBDC),” kata Gilang Bhagasakara Director of Blocksphere Indonesia.

Lanjut Gilang, sebagai sebuah negara kepulauan dengan geografi yang berkarakter desentralistik, Indonesia memiliki tantangan soal fragmentasi data di banyak sektor. Pun termasuk sektor keuangan, pembayaran dan peraturan ekonomi.

Dengan CBDC yang berteknologi blockchain, Indonesia dapat mempercepat proses bisnis keuangan negara, baik di bidang ritel, antar bank, maupun antar negara.

“Inovasi produk keuangan pun menjadi ringkas dan cepat berkat CBDC dan bisa menciptakan model bisnis baru yang menguntungkan bagi negara,” paparnya.

Pandu Sastrowardoyo, VP of Consulting Blocksphere Indonesia & Supervisory Board Asosiasi Blockchain Indonesia menambahkan, bahwa CBDC pada prinsipnya berperan sebagai pelindung terhadap kedaulatan mata uang.

“Dengan banyaknya penelitian, pengembangan dan penerapan mata uang digital akhir-akhir ini, baik yang dikelola oleh negara asing dan perusahaan swasta, legal maupun tidak, tentu ini adalah tantangan kompetitif terhadap rupiah. Ringkasnya, suka atau tidak, pengguna uang di Indonesia kini telah terekspos ke pengalaman pengguna mata uang digital, yang memiliki banyak kemudahan dan berdayajangkau internasional,” katanya.

CBDC juga dapat membantu tata kelola keuangan di Indonesia. Transparansi yang menjadi basis dari rancangan teknologi itu, serta fitur kontra-perubahan (anti-tampering), bisa memperbesar auditabilitas dan pelacakan keuangan di seluruh Indonesia.

Blocksphere adalah perusahaan teknologi informasi di Indonesia yang memiliki spesialisasi dalam pengembangan blockchain.

Perusahaan yang didirikan pada tahun 2017 itu berpengalaman mengembangkan beragam solusi berbasis blockchain sejak teknologi itu mulai popular, di puluhan perusahaan berskala besar, baik nasional maupun mancanegara.

Di Indonesia, Blocksphere merupakan mitra strategis Consensys, perusahaan terkemuka asal AS di bidang blockchain. Consensys juga dikenal sebagai pencipta teknologi Hyperledger Besu, termasuk sebagai inisiator public blockchain, Ethereum.

Pada Agustus 2020, Consensys ini memperluas lingkup solusinya dengan membeli teknologi blockchain JPMorgan, Quorum. Dengan akuisisi teknologi ini, produk Hyperledger Besu kemudian bergabung ke dalam rumpun produk Consensys Quorum bersama GoQuorum.

Selain itu, Consensys dipercaya oleh banyak negara untuk mengembangkan solusi CBDC, termasuk yang terbaru di Hong Kong.

“Blocksphere siap menjadi mitra utama semua perusahaan di Indonesia dalam mengakses teknologi dan layanan Consensys. Khusus penerapan CBDC di Indonesia, Blocksphere siap bermitra dengan bank sentral,” pungkas Gilang.

Baca Juga: Inilah Cara Praktis Deposit Bitcoin di Tokocrypto



Sumber : news.tokocrypto.com

Twitter Luncurkan Fitur Tip dengan Bitcoin

Salah satu platform media sosial terbesar di dunia. Twitter, baru saja meresmikan rencana mengenai pemberian tip untuk para pencipta konten.

Fitur pemberian tip atau Tip Jar ini dapat membuat pencipta konten di Twitter menghasilkan keuntungan.

Kabar spesialnya adalah Tip Jar ini akan memberikan kemudahan untuk memberi dan menerima tip dalam bentuk crypto yaitu Bitcoin.

Pengumuman ini baru saja diresmikan pada Kamis, 23 September 2021, melalui pernyataan resmi di blog Twitter.

Twitter Resmikan Fitur Tip Jar

Dalam beberapa bulan terakhir, Twitter telah mengujicoba fitur Tip Jar ini dan juga memberikan beberapa publikasi untuk menarik perhatian publik.

Pada Kamis, 23 September 2021, Twitter telah resmi mengumumkan bahwa fitur ini dapat resmi digunakan, namun baru untuk pengguna iOS.

Selain menggunakan Bitcoin, Twitter juga menyatakan bahwa fitur ini dapat dilakukan melalui uang fiat dengan bantuan sembilan perusahaan keuangan lain.

Perlu diketahui bahwa seluruh fitur ini tidak dijalankan oleh Twitter sendirian, karena ada kerja sama dengan jaringan dan beberapa perusahaan.

Untuk fitur tip dengan Bitcoin sendiri, Twitter melakukan kerja sama dengan Strike, sebuah perusahaan aplikasi wallet Bitcoin.

Strike bergerak pada Lightning Network, atau jaringan sampingan dari Blockchain Bitcoin, sehingga kecepatannya lebih tinggi dan biaya lebih rendah.

Salah satu alasan Twitter menggunakan Strike sebagai rekan dalam fitur tip ini adalah juga akibat luasnya penggunaan Strike di beberapa negara termasuk El Salvador.

Akibat kerja sama ini, nantinya jika ada donasi atau tip dengan Bitcoin, pengguna akan diberikan pemberitahuan melalui Strike.

Jadi selain adanya tombol yang mempermudah donasi atau tip, para pengguna atau pencipta konten Twitter juga dapat menuliskan alamat wallet Strike di halaman pribadi atau Bio.

Selain itu, nantinya Twitter juga akan membuat riwayat transaksi untuk penerima tip atau donasi.

Tujuannya adalah untuk mempermudah perekapan dan juga untuk mempermudah  penerima untuk mengucapkan terima kasih kepada pemberi tip atau donasi.

Baca JugaMilyuner Ini Prediksi ADA Tembus $4 Tahun Ini

Terdapat Potensi Fitur NFT Baru

Selain adanya fitur Tip Jar ini, Twitter juga mengumumkan adanya potensi penambahan fitur terkait Non Fungible Token (NFT).

Dikabarkan bahwa Twitter akan meluncurkan fitur untuk mempermudah pengguna untuk melakukan publikasi NFT dan menjaga keasliannya.

Nantinya Twitter akan mempermudah penerapan fitur ini dengan menyambungkan akun Twitter pengguna dengan wallet crypto pribadi yang memiliki NFT tersebut. Juru bicara Twitter mengatakan,

“Autentikasi NFT akan diterapkan dalam bentuk logo atau lencana yang akan ditampilkan pada profil pengguna yang akan ditampilkan di foto profil, untuk menjaga keaslian NFT yang dipublikasi di Twitter.”

Hingga saat ini masih belum ada publikasi jelas apakah NFT yang dimaksud hanya untuk publikasi di foto profil atau di halaman cuitan atau tweet pribadi.

Namun nampaknya telah banyak pihak yang antusiasi mendengar kabar ini, akibat akan memiliki ruang publikasi untuk karyanya secara lebih luas dan tetap menjaga dari duplikasi.

Baca JugaLark Davis: Ethereum di Atas $10.000 Akan Terjadi

Percakapan NFT ini nampaknya juga dimulai dari beberapa seniman yang berbincang di Twitter untuk mengajukan fitur baru.

Salah satu seniman tersebut adalah 3LAU yang merupakan seorang musisi. Ia membuat cuitan langsung kepada Jack Dorsey untuk mengadopsi NFT di Twitter.

Pada saat itu, 3LAU meminta Twitter untuk membentuk fitur yang dapat menjaga keaslian dari NFT yang dipublikasi penggunanya.

Kemudian pihak Twitter langsung menanggapi pernyataan tersebut dan kabar mulai beredar mengenai fitur baru NFT saat ini.

Untuk kepastiannya masih belum dapat diketahui, namun sudah dapat dipastikan bahwa Twitter mulai terbuka terhadap adopsi crypto secara luas.

sumber.





Sumber : news.tokocrypto.com

Jack Dorsey: Blockchain dan Bitcoin (BTC) adalah Masa Depan Twitter

Jack Dorsey, CEO Twitter mengatakan bahwa teknologi blockchain dan Bitcoin (BTC) adalah masa depan untuk Twitter. Tegasnya, Twitter sekarang berada di bisnis inovasi, dalam diskusi virtual “Oslo Freedom Forum 2020”, Jumat (25 September 2020).

“Blockchain dan Bitcoin (BTC) mengarah ke masa depan. Mereka mengarah ke dunia, di mana konten akan eksis selamanya. Saat ini kami tidak lagi dalam bisnis hosting konten, tetapi kami berada dalam bisnis inovasi,” katanya.

Untuk mewujudkan itu Dorsey mengharapkan organisasi nirlaba, Blue Sky untuk membuat protokol Twitter lebih terbuka, di mana pengguna dapat berkontribusi dan mengakses data. Kelak Twitter menjadi lebih desentralistik dan melibatkan partisipasi pengguna.

“Blue Sky adalah organisasi nirlaba yang benar-benar terpisah dari perusahaan Twitter. Kami akan fokus menjadi kliennya, sehingga kami dapat membangun layanan dan bisnis yang menarik. Siapa pun dapat mengakses dan siapa pun dapat berkontribusi,” tegasnya.

Dia menambahkan, lembaga nonprofit tersebut masih mencari setidaknya lima peran, yang ditugaskan untuk membuat platform blockchain publik khusus untuk Twitter.

“Karakter itu adalah yang paling mendasar di Blockchain dan Bitcoin. Kuncinya adalah akan semakin banyak keterlibatan individu di Twitter,” ujar Dorsey.

Blue Sky kali pertama diumumkan oleh Dorsey pada akhir tahun 2019 silam. Ia menyebut peran organisasi itu sebagai “Open, Decentralized Standard for Social Media“, sebagai sebuah standar baru bagi media sosial yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk menyimpan data, sekaligus sebagai sistem imbalan kepada penggunanya.

 

“Akhirnya, teknologi baru telah muncul untuk membuat pendekatan desentralisasi lebih memungkinkan. Blockchain adalah solusi hosting yang desentralistik, terbuka dan tahan lama. Unik dari segi tata kelola, dan bahkan monetisasi. Banyak pekerjaan yang harus diselesaikan, tetapi fundamentalnya ada di sana,” kata Dorsey kala itu.

Baca Juga: Mengapa Bitcoin Bisa Bernilai?



Sumber : news.tokocrypto.com

Milyuner Ini Prediksi ADA Tembus $4 Tahun Ini

Cardano (ADA) terpantau memiliki kinerja yang patut diperhitungan. ADA mencatat lonjakan 1,027% dan berhasil diperdagangkan dengan normal di level $2,15. Dengan pencapaian tersebut, milyuner optimis ADA akan tembus $4 pada akhir tahun ini.

Meskipun Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) adalah 2 cryptocurrency terbesar dan terkenal saat ini. Tetapi ADA perlahan-lahan menyusul sampai tiga besar setelah kenaikan spektakuler tahun ini.

Narasi Bullish Akan Dimulai

Milyuner yang disebutkan tadi adalah CEO dari salah satu perusahaan konsultan keuangan terbesar di dunia, Nigel Green dari deVere Group.

Ia berbicara dengan Business Insider dan mengungkapkan pandangan optimisnya untuk Alt yang sedang tren ini.

“Cardano akan menetapkan harga tertinggi baru berkat reli crypto yang lebih luas. Terutama karena peningkatan teknologi baru-baru ini. Hal ini bisa membuka jalan Cardano untuk mencapai harga tertinggi baru bahkan sampai $4 pada akhir tahun 2021.” Ungkap Green dalam sebuah wawancara.

Baca JugaPlatform DeFi dan DEX Layer 2 Alami Lonjakan Luar Biasa

Green menambahkan jika Cardano telah berada pada lintasan yang jelas dan tidak ada alasan untuk berpikir bahwa ini akan berhenti dalam waktu dekat.

Menurut Green, jika orang-orang mengatakan ADA adalah token yang datang ‘entah dari mana’ kemudian berhasil ‘sukses dalam semalam’, sebenarnya bukan itu poinnya.

Karena ADA sendiri dibuat oleh salah satu pendiri Ethereum, Charles Hoskinson yang kemudian diluncurkan pada tahun 2017 silam.

Tidak hanya Hoskinson, para ahli juga ikut membantu penelitian ADA secara serius. Dan token ADA baru bisa menarik perhatian publik setelah lebih dari 18 bulan terombang ambing, dan itu bukan lah waktu yang singkat.

Sementara itu, bulan lalu Green juga memprediksi Cardano akan mencapai $3. Prediksi itu pun terbukti akurat.

Altcoin berhasil memuncak di angka $3,10 pada 2 September. Namun, harganya memang sedikit runtuh pada saat hari penulisan.

Terlepas dari itu, Green tetap yakin bahwa Cardano akan bangkit kembali bersama dengan cryptocurrency teratas lainnya sambil mendapatkan keuntungan dari  green cred.

Baca JugaNFT Proyek Cardano Diprediksi Memiliki Masa Depan Terbaik!

Pendapat Green Tentang Penggemar Cardano Jangka Panjang

Menurut Green, ADA sebenarnya sudah lama alami bullish jika dibandingkan dengan token cryptocurrency lainnya.

Fakta menarik untuk dicatat, Cardano telah ditambahkan ke deVere Crypto sesuai dengan blog resminya.

Dengan itu, Cardano berhasil bergabung dengan mata uang digital utama lainnya termasuk Bitcoin, Ethereum, Dash, Bitcoin Cash, XRP, dan Dogecoin.

Kesimpulannya, tidak ada yang perlu di khawatirkan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Wow! Kartu Debit Ini Bisa Simpan Bitcoin

Kartu debit rupiah itu sudah biasa. Tapi, kartu debit buatan Binance dan Visa ini bisa menyimpan Bitcoin (BTC) dan Binance Coin (BNB). Diluncurkan perdana di Asia Tenggara, tak lama lagi Anda bisa mencicipinya.

“Bursa aset kripto Binance hari ini memperkenalkan Binnce Card untuk menjembatani kesenjangan antara aset kripto dengan barang dan jasa. Binance Card adalah bagian dari upaya Binance untuk memperluas adopsi aset kripto secara global,” Josh Goodbody, nmedia.id/wow-kartu-debit-ini-bisa-simpan-bitcoin/card.binance.comDirektur Growth Binance kepada Blockchainmedia.id.

Didukung oleh Visa, Binance Card memungkinkan semua pengguna Binance yang memenuhi syarat untuk melakukan beragam pembelian dan pembayaran dengan Bitcoin dan Binance Coin, baik secara online ataupun offline.

“Binance Card akan diluncurkan perdana di wilayah Asia Tenggara dalam beberapa pekan mendatang dan dilanjutkan di negara-negara lain. Kartu ini sudah bisa mulai dipesan sekarang. Selayaknya kartu debit biasa, Anda tidak akan dibebankan biaya rutin. Cukup pembayaran satu kali sebesar US$15 untuk setiap pemesan kartu baru,” jelas Josh. [red]



Sumber : news.tokocrypto.com