Category Archives: Tokocrypto

5 Crypto Potensial Bulan September dengan Potensi Positif Jangka Panjang

Bulan September merupakan bulan yang terkenal mengalami konsolidasi atau pergerakan sideways untuk pasar crypto.

Umumnya pergerakan ini terjadi akibat Bulan Agustus, terutama dalam fase bull run, harga mayoritas crypto mengalami peningkatan cukup signifikan.

Oleh karena itu, September umumnya membawa konsolidasi akibat adanya penyesuaian untuk kemudian membuka jalan untuk naik lebih tinggi.

Namun dalam fase konsolidasi ini terdapat beberapa crypto yang berpotensi memiliki sentimen positif dan dapat membawa harganya naik.

Kenaikan harga ini kemungkinan besar juga akan terjadi dalam jangka panjang melihat sentimen positif yang akan dibawakannya.

Dalam artikel ini, akan diberikan analisis lima crypto potensial yang berpotensi naik di Bulan September dan seterusnya akibat kabar positif.

Cardano (ADA)

Pertama adalah Cardano yang dikabarkan akan memiliki kemungkinan dua sentimen positif pada September 2021 ini.

Kabar yang paling signifikan nampaknya adalah Alonzo Hard Fork yang merupakan pembaruan jaringan terhadap Blockchain Cardano.

Dikabarkan Alonzo Hard Fork ini akan membawa Smart Contracts baru yang intinya akan berguna untuk membuat lebih banyak proyek pada Blockchain Cardano.

Jika berhasil membawa lebih banyak proyek baru, kemungkinan besar volume transaksi pada Blockchain Cardano akan naik.

Sehingga jika mengalami kenaikan volume transaksi kemungkinan besar akan terjadi peningkatan kebutuhan terhadap ADA sehingga dapat mendorong harganya naik.

Selain Alonzo Hard Fork, akan ada dua acara yang dapat memperkenalkan Cardano kepada lebih banyak investor.

Acara tersebut adalah Cardano Summit 2021 pada 25 dan 26 September 2021. Acara ini adalah acara konferensi untuk memperkenalkan ekosistem dan teknologi Blockchain Cardano.

Dengan dua kabar ini, kemungkinan besar ADA dapat mengalami dorongan positif yang cukup signifikan, di September maupun dalam jangka panjang.

Dari sisi teknikal saat ini ADA terlihat akan koreksi melihat pergerakannya yang telah naik cukup signifikan dalam beberapa hari terakhir.

Grafik Harian ADAUSD

Kemungkinan jika terus koreksi, batas bawah berikutnya berada pada $2.4 atau Rp34.464 hingga $2.17 atau Rp31.162.

Jika ditembus pergerakan dapat membawa ADA menuju $1.9 atau Rp27.284 hingga $1.67 atau Rp23.981.

Jika batas bawah saat ini pada $2.7 atau Rp38.772 masih terus terjaga, tujuan berikutnya, jika berhasil menembus $3 atau Rp43.080 adalah pada $4.8 atau Rp68.928 hingga $5 atau Rp71.800 yang berada pada titik 161,8% Fibonacci Extension.

Baca Juga: Marvel Kembali Rilis Aset NFT Edisi Khusus!

Theta Network (THETA)

Berikutnya adalah THETA crypto yang dikabarkan juga akan melakukan beberapa pembaruan terhadap blockchainnya.

Dikabarkan akan ada tiga pembaruan untuk jaringannya dimana pembaruan ini akan terjadi pada Theta Edge Node atau aplikasi utama penggerak jaringan.

Nantinya akan ada pembaruan terhadap kegunaan baru yaitu kegunaan untuk membuat Blockchain memiliki fitur Machine Learning dan Artificial Intelligence.

Selain itu, nantinya juga jaringan Theta akan diperbarui untuk dapat mewadahi beberapa hal baru seperti game dan juga pembaruan perangkat lunak lainnya.

Kabar signifikan lainnya adalah peluncuran pembaruan aplikasi streaming yang digunakan oleh THETA.

Tujuannya adalah meningkatkan kualitas video dan juga penyimpanan video yang lebih efisien pada Blockchain THETA.

Semuanya dijadwalkan terjadi pada akhir kuartal ketiga 2021, yang berarti berada di sekitar akhir September 2021 ini.

Dari sisi teknikal, saat ini THETA sedang bergerak turun namun relatif masih dalam pergerakan konsolidasi yang cukup besar.

Grafik Harian THETAUSD

Selama $6.38 atau Rp91.617 hingga $5.72 atau Rp82.139 masih dapat terjaga, THETA dapat naik menuju $7.88 atau Rp113.159 hingga $8.8 atau Rp126.368.

Apa bila bergerak turun, kemungkinan besar tujuan selanjutnya berada pada batas bawah sejak Januari 2021 kembali yaitu di $4.36 atau Rp62.609 hingga $3.72 atau Rp53.419.

Baca Juga: Bawa Cuan, Ini Dia Game NFT Terbaik yang Bisa Dimainkan!

Terra (LUNA)

Ketiga adalah Terra yang merupakan salah satu blockchain dengan ketenaran yang sedang meningkat dalam beberapa pekan terakhir.

Dikabarkan bahwa pada September ini akan ada pembaruan pada Blockchain Terra yang dapat meningkatkan kualitasnya.

Pembaruan ini bernama Colombus-5 dimana akan ada beberapa teknologi baru yang akan membuat jaringan Terra lebih lancar.

Mengingat Terra memiliki stablecoins sendiri bernama UST, dalam pembaruan ini akan ada mekanisme perubahan terhadap UST yang nilainya didasari oleh LUNA.

Colombus-5 untuk Terra dianggap sebagai London Hard Fork untuk Ethereum, karena akan membawa perubahan besar.

Dengan pembaruan ini nantinya investor dapat menghilangkan atau burn LUNA untuk menerbitkan UST, sehingga dapat membuat LUNA lebih langka.

Selain itu akan diimplementasikan teknologi IBC atau Inter-Blockchain Communication yang intinya adalah fitur Cross Chain.

Dalam pembaruan ini juga akan muncul proyek baru bernama Ozone yang merupakan proyek Decentralized Finance terkait Asuransi.

Berikutnya juga akan ada proyek baru bernama Wormhole untuk menyambungkan Terra dengan Solana.

Dari sisi teknikal, saat ini LUNA masih bergerak koreksi setelah naik secara signifikan. Dengan kabar ini, kemungkinan harganya dapat naik lebih tinggi.

Grafik Harian LUNAUSD

Kemungkinan besar selama batas bawah pada $30.65 atau Rp440.134 hingga $27.2 atau Rp390.592 masih dapat terjaga, LUNA masih dapat naik menuju $34 atau Rp488.240 hingga $37.8 atau Rp542.808.

Jika terus naik tujuan selanjutnya terlihat berada pada titik 161,8% Fibonacci Extension yaitu pada harga $61.35 atau Rp880.986.

Hedera Hashgraph (HBAR)

Keempat adalah HBAR yang merupakan salah satu blockchain yang masih terus aktif sejak beberapa bulan terakhir untuk meningkatkan kualitasnya.

Pada Bulan September 2021 ini dikabarkan bahwa HBAR memiliki dua sentimen positif yaitu peluncuran dan peningkatan kualitas jaringan utama barunya.

Dikabarkan bahwa pada 2 September 2021, HBAR akan meluncurkan jaringan utama barunya yaitu Mainnet V0.17.3 yang akan diperbarui.

Selain itu nantinya di September ini, di sekitar 30 September 2021, akan ada pembaruan yang fokus kepada Non Fungible Token.

Pembaruan ini akan dilakukan melalui HTS atau Hedera Token Service yang nantinya akan membuat penerbitan NFT lebih murah dan efisien dibanding blockchain lain.

Kabar ini adalah kelanjutan dari banyaknya pembaruan terhadap jaringan HBAR dalam beberapa pekan terakhir.

Sehingga kemungkinan besar kabar ini dapat meneruskan sentimen positif terhadap HBAR dalam bulan ini dan juga dalam jangka panjang.

Dari sisi teknikal, saat ini HBAR terlihat masih kuat berada pada zona batas atasnya dan jika masih bertahan, dapat terus naik.

Grafik Harian HBARUSD

Batas bawah saat ini berada pada $0.249 atau Rp3.576 yang jika ditembus kemungkinan dapat menuju $0.214 atau Rp3.973 hingga $0.188 atau Rp2.700.

Namun jika kembali naik, tujuan berikutnya berada pada $0.318 atau Rp 4.567 hingga $0.343 atau Rp4.926 jika berhasil menembus $0.275 atau Rp3.949.

Reef Finance (REEF)

Terakhir adalah Reef Finance, yang merupakan salah satu proyek yang fokus kepada sektor DeFi atau Decentralized Finance.

Setelah redup beberapa pekan terakhir akibat belum adanya publikasi pembaruan atau adopsi lanjutan, saat ini REEF mulai aktif kembali.

REEF merupakan salah satu proyek dengan kabar terbanyak di September 2021 dimana ia memiliki tiga kabar positif.

Ketiga kabar ini sayangnya belum memiliki tanggal yang jelas namun semua diprediksi akan terjadi pada 30 September 2021.

Pertama adalah peluncuran aplikasi Smart Phone “Init” yang nantinya akan mempermudah transaksi dengan Reef Finance untuk perdagangan crypto dan mencari keuntungan pasif.

Kedua adalah peluncuran kartu debit resmi dari Reef Finance yang membuat investor dapat menggunakan crypto untuk membayar apa pun.

Sistemnya kemungkinan besar akan dipublikasi mendekati peluncuran, namun kemungkinan REEF akan mengubah crypto kepada fiat secara otomatis untuk digunakan.

Ketiga adalah peluncuran reksadana NFT yang sekarang dijuluki sebagai NFT Basket. Nantinya investor dapat mengumpulkan dana bersama dan kemudian membeli suatu NFT.

Sehingga nantinya akan ada pembagian kepemilikan NFT tersebut sehingga bersifat seperti reksadana berbasis NFT.

Dari sisi teknikal, saat ini REEF masih terlihat bergerak naik namun masih dalam pergerakan konsolidasi, sehingga belum ada pergerakan jelas.

Grafik Harian REEFUSD

Kemungkinan besar jika berhasil menembus $0.027 atau Rp388 harganya dapat terus naik lebih tinggi menuju $0.031 atau Rp445 hingga $0.040 atau Rp575.

Apa bila kembali turun, batas bawahnya saat ini berada pada $0.022 atau Rp316 hingga $0.019 atau Rp273 yang jika ditembus dapat terus bergerak turun.

*Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Peluncuran Mainnet 3.0 Diundur, Theta Koreksi dari Harga Tertinggi

Theta Labs menyatakan mereka mengundurkan peluncuran Mainnet 3.0 akibat adanya keperluan untuk uji coba dan evaluasi lebih lanjut.

Dikabarkan bahwa penundaan ini akan terjadi hingga Bulan Juni 2021, dan nampaknya membawa sentimen negatif untuk THETA.

Walaupun begitu, THETA masih memiliki kemungkinan untuk naik jika dilihat dari sisi teknikal pergerakan harganya.

Theta Labs Menunda Mainnet 3.0

Dalam pengumuman dari Theta Labs, perusahaan mengumumkan bahwa saat ini Mainnet 3.0 masih dalam proses pengembangan.

Pengembangan yang dimaksud adalah adopsi untuk Non-Fungible Tokens (NFT) yang akan dapat diperdagangkan dalam Theta Mainnet 3.0.

Saat ini tim developer juga sedang memastikan jaringan tersebut berjalan lancar saat ditingkatkan untuk 100.000 Elite Edge Nodes. Theta menyatakan,

“Kami masih melakukan uji coba dan evaluasi. Semua dilakukan untuk memastikan Theta Mainnet 3.0 berjalan secara lancar setelah diterbitkan.”

Dikabarkan bahwa penerbitan Mainnet 3.0 ini akan ditunda hingga 21 April 2021 hingga 30 Juni 2021.

Saat ini fokus utamanya masih tertuju pada adopsi NFT akibat fenomena yang naik di sekitarnya.

Baca juga: Influencer Crypto Ini Menyatakan 3 NFT Utama untuk Menjadi Miliarder

Theta berencana untuk menjadi tempat penyimpanan terdesentralisasi untuk NFT.

Hal tersebut dilakukan dengan meluncurkan fitur cross-chain atau pertukaran dan perdagangan antar blockchain untuk menurunkan biaya.

Sehingga, nantinya blockchain Theta akan terbuka kepada beberapa blockchain Ethereum, Binance Smart Chain, dan beberapa blockchain lainnya.

Tahun lalu, Theta mengumumkan adanya penundaan peluncuran Mainnet 2.0 dari Maret 2020 menjadi Mei 2020.

Alasannya juga sama seperti saat ini, yaitu untuk uji coba dan evaluasi seperti jaringan.

Theta menerbitkan sesuai janji, dimana Mainnet 2.0 diterbitkan pada 27 Mei 2020, sehingga kemungkinan saat ini juga akan tepat waktu di Juni 2021.

Memiliki Potensi Apresiasi Walau Terkoreksi

Sayangnya, setelah kabar penundaan ini, THETA mengalami koreksi sejak 24 Maret 2021 hingga 25 Maret 2021, dari harga tertingginya.

Koreksi tersebut terjadi sekitar 22%, namun jika melihat dari sisi teknikal, saat ini THETA memiliki kesempatan untuk naik kembali.

Walau ada sentimen negatif , nampaknya koreksi terjadi akibat pengambilan keuntungan dari pihak yang sudah untung saat apresiasi.

Sehingga dari sisi teknikal, nampaknya pergerakan tersebut hanya retest atau menguji kembali zona apresiasi.

prediksi theta
Grafik 4 Jam THETAUSD

Hal tersebut terjadi akibat sebelumnya THETA mengalami breakout atau keluar dari zona apresiasi.

Baca Juga: Purwarupa Dolar Digital Digelar Juli 2021

Umumnya setelah mengalami breakout, suatu aset akan bergerak untuk turun kembali yang dinamakan retest sebelum kembali naik.

Hal tersebut adalah yang terjadi pada THETA, sehingga, selama batas pengaman pada $11 tidak dilewati, apresiasi masih sangat mungkin terjadi.

Saat ini batas atas apresiasi berada di $12, yang jika ditembus dapat membawa apresiasi THETA kembali ke $14, harga tertinggi sebelumnya.

Dalam jangka menengah, jika $14 berhasil dilewati, kemungkinan besar target berikutnya berada pada $23.

Tujuan jangka menengah tersebut berada di daerah 161,8% Fibonacci Extension.

Namun nampaknya apresiasi akan dipenuhi volatilitas, hal tersebut disebabkan bayaknya sentimen perekonomian dan juga internal dari crypto itu sendiri.

*Disclaimer

Seluruh pernyataan dalam artikel ini adalah pandangan dan analisis penulis pribadi dan bukan saran resmi untuk investasi atau trading. Kerugian dan keuntungan yang didapat dari analisis ini bukan tanggung jawab Coinvestasi dan merupakan tanggung jawab investor atau trader masing-masing.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kapitalisasi Pasar Tether Meningkat 4X Lipat Selama 2020

Dengan melonjaknya aktivitas di sektor DeFi, membuat Tether sebagai basis token pertukaran dengan token-token tersebut mengalami lonjakan. Bulan lalu saja $3 miliar Tether dirilis ke dalam jaringan yang mendorong kapitalisasi pasarnya menjadi lebih dari $15 miliar.

Pada awal tahun ini saja, ada lebih dari $4 miliar USDT beredar di dalam jaringan, dan terus meningkat hingga $15 miliar. DeFi telah menjadi pendorong kuat dibalik penggunaan Tether besar-besaran karena semakin banyak kolam likuiditas yang menerima stablecoin tersebut sebagai dasar operasinya.

Baca Juga: Ketahui Cara Trading yang Simple Tapi Untung

Menurut beberapa laporan, nilai transfer harian rata-rata Tether telah melampaui PayPal dengan permintaan yang terus melonjak.

Tether juga membagikan cuitan tersebut di Twitter resmi mereka

Infografis dari Flipsidecrypto.com menggambarkan pergerakan Tether antara pengguna dan pertukaran pada bulan ini. Pertukaran terpusat besar seperti Binance dan Bitfinex masih menjadi jalan bagi pengguna untuk mendapatkan Tether dengan nilai lebih dari $2 miliar.

Menurut Laporan Tether Transparancey, jumlah USDT di Ethereum meningkat melebih $10 miliar, disusul $4,2 miliar di jaringan Tron, dan $1,3 miliar di jaringan Omni.Tether juga terus melakukan pemindahan dirinya pada protokol lain mengingat biaya gas dan kepadatan lalu lintas beberapa protokol. USDT sendiri saat ini sudah tersedia di Layer 2 OMG Network dan diluncurkan pada blockchain Solana berkeceptan tinggi.

Baca Juga: Pria Ini Sukses Menghasilkan Profit $10 Miliar dari Bitcoin, Apa Rahasianya?

artikel ini dapat anda baca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aplikasi Chat LINE, Luncurkan Program Hadiah Token!

LINE, aplikasi chat asal Jepang dengan lebih 90 Juta pengguna di Indonesia, memulai program rewards berupa token LINK (token asli dari blockchain LINE) kepada para pengguna layanan digital tersebut. Kabar ini diumumkan pada hari Jumat lalu, dengan juga meluncurkan halaman peluncuran terkait LINK Rewards Program tersebut.

Baca Juga: Uniswap Rilis Token UNI dan Bagikan Cuma-cuma Kepada Pengguna

Untuk saat ini, program rewards ini hanya tersedia untuk pengguna LINE di Jepang. Nantinya, pengguna akan diberikan semacam penghargaan/rewards berupa LINK dengan syarat telah menghubungkan akun LINE ke dalam tiga aplikasi seluler lainnya. Terdiri dari LINE Pay berupa produk pengiriman uang, Line Securities berupa produk investasi, dan Line Score berupa produk evaluasi kredit.  LINE Securities sendiri saat ini mulai bekerja sama dengan Nomura Holdings, salah satu pialang saham terbesar di Jepang.

Program rewards ini merupakan bentuk dari promosi terkait dengan pembangunan jaringan blockchain LINE sendiri. Pada 2018 lalu, perusahaan tersebut membuat laboratorium internal yang berfokus pada pengembangan aplikasi terdesentralisasi (dApps) dengan dasar LINE Blockchain yang telah dipatenkan.

Program ini sudah dijalankan tertanggal 18 September 2020 lalu. Berdasarkan laporan dari LINE, 10.000 pengguna yang memiliki kartu kredit keluarga LINE yang diterbitkan oleh LINE Pay akan menerima token LINK senilai 2.000 YEN atau setara dengan Rp283.000. Sementara pengguna LINE Securities akan mendapatkan hingga 500 YEN atau setara Rp70.500 dalam token LINK.

Nantinya, Pengguna akan dapat mengubah token tersebut menjadi mata uang fiat melalui layanan perdagangan aset kripto LINE, Bitmax, dan lainnya dengan mendaftarkan diri pada platform-platform tersebut.

Dengan adanya program ini, perusahaan ini bertujuan untuk mendorong penggunanya untuk ikut berpartisipasi dalam token economy dari LINK. Hal ini akan membuat banyak orang untuk menggunakan LINK sebagai alat pembayaran dan meningkatkan kegunaannya.

Baca Juga: DeFi Semakin Tokcer, Koin Digital Ini Diprediksi Subur

artikel ini dapat dibaca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Foundation Angkat Elon Musk dan Vitalik Buterin Sebagai Penasehat

Dogecoin Foundation nampak mulai serius mengembangkan proyeknya untuk menjadi metode pembayaran global. Meme coin tersebut baru saja membuat pengumuman yang cukup penting dalam sejarah coin dengan lambang anjing shiba inu ini.

Dogecoin Foundation baru saja mengumumkan pengangkatan Elon Musk dan Vitalik Buterin sebagai penasehat mereka. Hal ini merupakan langkah penting bagi kelangsungan coin tersebut untuk bersaing sebagai metode pembayaran global.

Baca Juga: Microsoft dan Alibaba Kerja Sama Adopsi Ethereum, Ini Penjelasannya

Dalam pengumuman resmi yang dirilis di situs Dogecoin Foundation, mereka mengatakan pihaknya sedang dalam upaya untuk mendukung pengembangan komunitas Dogecoin ( DOGE ) serta mempromosikan masa depan blockchain.

Mereka pun mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya akan mendorong adopsi dan utilitas DOGE untuk menjangkau komunitas di akar rumput.

“Foundation memegang tanda Dogecoin dan Logo Dogecoin dan akan mempertahankannya untuk komunitas,” tulis pengumuman itu. “Ini berarti Yayasan dapat terus melindungi Merek Dogecoin dan mengizinkan (di bawah lisensi yang sangat liberal) kemampuan untuk menggunakannya untuk meme, proyek, dan kesenangan terkait Dogecoin.”

Baca Juga: Kepala SEC AS Gary Gensler: “Inovasi Satoshi Nakamoto Itu Nyata”

Dogecoin didirikan pada tahun 2014 oleh Jackson Palmer. Saat itu, Jackson mengumumkan proyeknya tersebut dalam utas di Twitter. Ia mencitrakan Dogecoin sebagai lelucon atau meme. Namun, di balik lelucon tersebut, Dogecoin memiliki yayasan yang cukup banyak berkontribusi dalam kegiatan amal.

Namun, yayasan tersebut vakum setelah para pendirinya: Ben Doernberg dan Eric Nakagawa, meninggalkan yayasan tersebut.

Dogecoin (DOGE) menjelma sebagai salah satu koin elit setelah harganya melambung 10.000% pada tahun lalu. Sebelumnya koin itu praktis tidak berharga, namun dengan dukungan dari Elon Musk, DOGE menjelma menjadi koin paling menguntungkan.

Disclaimer:

Perdagangan atau investasi digital asset atau mata uang kripto (Bitcoin, Ethereum, dll) merupakan aktivitas beresiko tinggi. Sebelum memutuskan untuk mulai berinvestasi ketahui dulu resikonya. Perdagangan Digital Asset sebaiknya dilakukan pada platform exchange yang terdaftar di Bappebti.

Kami tidak memaksa Anda untuk membeli atau menjual aset digital ini, sebagai investasi, atau aksi mencari keuntungan. Pahami dulu lebih dalam sebelum memutuskan berinvestasi mata uang kripto.

Semua informasi di artikel bukan bersifat financial advisor. Kami hanya mengiformasikan keadaan pasar atau keadaan ekonomi dan situasi global yang berkaitan dengan mata uang kripto beserta ekosistemnya.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Efek UNISWAP, Return Token Dalam Protokol Melambung Tinggi

Sebuah laporan dari penyedia data crypto, Cross Angle, mengklaim token-token yang berada dalam protokol Uniswap saat ini secara konsisten memberikan return rata-rata 208% setelah terdaftar oleh platform exchange mata uang crypto terpusat / Centralized Exchange (CEX).

Baca Juga: Uniswap Rilis Token UNI dan Bagikan Cuma-cuma Kepada Pengguna

Hal ini mengingatkan slogan yang sering terdengar seperti “efek Coinbase” dan “efek Binance”, ketika harga token mengalami lonjakan drastis setelah masuk ke dalam daftar mata uang crypto platform tersebut. Namun kali ini efeknya sedikit berbeda.

Laporan tersebut menyebutkan sejumlah token mengalami lonjakan harga setelah terdaftar dalam token di bursa terdesentralisasi Uniswap.

“Return rata-rata proyek teratas yang terdaftar di Uniswap yang juga masuk ke dalam daftar CEX sangat mengejutkan + 208% (YFI, YFII, REN, RSR, ZAP, AMPL, OM, BAL, SNX, UMA). Harga token, volume, jumlah wallet, dan jumlah wallet yang aktif, semuanya mengalami peningkatan secara signifikan.”

Menurut Cross Angle, pemenang terdepan adalah stablecoin terdesentralisasi dengan sebutan “Reserved Rights / Hak Cadangan”, yang memperoleh return lebih dari 700%. Namun, belum diketahui metedologi lebih lanjut terkait perhitungan di dalam laporan tersebut.

Pada 16 September 2020 lalu, Uniswap secara resmi mengeluarkan token UNI sebagai token tata kelola protokolnya dan membagikan secara cuma-cuma kepada para penggunanya yang telah ikut berpartisipasi secara aktif di dalam protokol sebelum tanggal 1 September.

Baca Juga: Cara dan Saat yang Pas untuk Jual Bitcoin

artikel ini dapat anda baca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pertama Kali Sejak Mei 2021, Bitcoin Kembali Sentuh $50.000

Akhirnya setelah mengalami bulan-bulan penurunan, raja aset kripto yakni Bitcoin kembali menunjukkan keperkasaannya. Hari ini Bitcoin sentuh harga $50.000 pertama kali sejak Mei 2021, seperti yang kita ketahui di beberapa bulan ke belakang harga BTC merosot lumayan bahkan bahkan sempat terjun ke kisaran $29.000 pada akhir Juni.

Dengan kenaikan ini harga Bitcoin telah naik lebih dari 72% sejak alami penurunan. Kenaikan harga ini pun merupakan angin segar bagi para trader yang telah melakukan hold aset kripto meskipun harganya sempat turun beberapa waktu lalu.

Harga Bitcoin (BTC) dilansir dari Cointelegraph kembali ofensif pada Minggu malam, menyentuh $50.000 untuk pertama kalinya sejak Mei dan menandakan bahwa pasar bull dengan cepat mendekati gelombang kedua.

Baca Juga: Amazon Dorong Harga Bitcoin Naik! Sentimen Positif Lanjutan Setelah The B Word

Harga BTC memuncak pada $50.270,00 di Bitstamp, setelah naik 3% pada hari itu, menurut Cointelegraph Markets Pro. Cryptocurrency terbesar memiliki total kapitalisasi pasar sebesar $943 miliar. Di Binance harga Bitcoin pun sudah menyentuh $50,220 pukul 11.16 WIB atau setara dengan 724 juta Rupiah.

Metrik on-chain baru-baru ini menunjukkan bahwa pemerasan pasokan mungkin sudah dekat, dengan pemegang dan institusi jangka panjang memperkuat kepemilikan BTC ketika harga sedang turun. Serangkaian posisi terendah yang lebih tinggi dan sinyal penutupan harian yang positif telah membawa momentum untuk BTC sejak diperdagangkan di kisaran rendah $30.000.

Bitcoin Naik, Indeks Fear and Greed Berubah

Sementara itu, Indeks fear and greed Bitcoin, yang didasarkan pada analisis sentimen multifaktorial, telah berubah dari “extreme fear” menjadi “extreme greed ” dalam waktu kurang dari sebulan.

Pasar cryptocurrency tampaknya telah berubah arah bulan ini, dengan kapitalisasi crypto gabungan saat ini berkisar sekitar $ 2,2 triliun, menurut Coingecko. Sebaliknya, kaplitasasi crypto gabungan turun di bawah $1,3 triliun selama kedalaman aksi pasar bearish bulan Juli.

Baca Juga: Tertarik Menambang Bitcoin? Yuk, Pahami Caranya!

Selain Bitcoin, banyak altcoin telah melonjak, beberapa di antaranya adalah Cardano (ADA), Polkadot (DOT) dan Solana (SOL) semuanya mencatatkan keuntungan dua digit untuk minggu ini.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Berikut Penyebab Bitcoin Koreksi 20% Dalam Satu Hari

Pasar crypto mengalami koreksi yang signifikan sekitar 20% hanya dalam satu hari. Koreksi ini terjadi sekitar pukul 21.00 WIB hingga 22.00 WIB untuk Bitcoin, yang pada akhirnya ikut menarik mayoritas Altcoins turun sekitar 30%.

Banyak investor yang terkejut dan kebingungan karena penyebab penurunan masih belum pasti. Berikut ini adalah analisis mengapa Bitcoin koreksi dan bagaimana potensi pergerakan Bitcoin selanjutnya.

Baca Juga: Oxygen for Indonesia Kumpulkan Donasi Sebesar 61 Miliar Rupiah

Penyebab Bitcoin Koreksi 20% Satu Hari

Dari kabar yang beredar, koreksi yang terjadi ini adalah tekanan jual dari mayoritas investor besar atau whale dan juga para penambang. Hal ini disebabkan karena El Salvador dikabarkan yang melakukan pembelian Bitcoin kemarin.

Data Penjualan Miners

Data menunjukkan bahwa mayoritas penambang melakukan penjualan Bitcoin setelah El Salvador mengumumkan pembeliannya.

Kemudian, data ini juga terlihat selaras dengan data dari exchange inflow atau data Bitcoin yang masuk ke bursa untuk dijual.

Data Bitcoin Masuk ke Bursa

Kabar dari El Salvador ini pun menjadi kesempatan bagi mayoritas investor besar atau whale terlihat mengambil keuntungan dengan menjual di bursa.

Meski terjadi penurunan, El Salvador menjadikan ini kesempatan dan kembali membeli Bitcoin. Saat ini jumlah Bitcoin milik negara tersebut berjumlah 550 Bitcoin.

Penyebab koreksi lain yang dikaitkan dengan International Monetary Fund dan beberapa pihak lain yang mengkritik pembelian Bitcoin oleh El Salvador.

Selain itu, terdapat sentimen negatif lain dari salah satu bursa terbesar di dunia yaitu Huobi di Thailand yang izin operasionalnya dicabut pemerintah setempat.

Kondisi ini telah membuat mayoritas posisi terutama di pasar futures mengalami likuidasi atau pencairan secara otomatis.

Likuidasi yang terjadi hanya dalam dua jam yaitu diantara 21.00 WIB hingga 22.00 WIB terlihat mencapai $2,7 Miliar atau Rp38,4 Triliun.

Kondisi tersebut disinyalir karena trader mengalami perilaku FOMO karena membeli saat harga mayoritas crypto naik.

Pergerakan tersebut tentu sangat bertolak belakang dengan pola pikir investor besar atau whale yang membeli saat harga turun dan menjual saat harga tinggi.

Penyebab lainnya adalah banyak narasi bahwa tekanan jual kemarin terjadi akibat smart money atau investor yang memiliki pola pikir yang benar dalam pasar crypto.

Baca Juga: Prediksi Pergerakan Crypto Bulan September Menurut Data Onchain

Potensi Pergerakan Selanjutnya

Untuk pergerakan ke depannya, kemungkinan besar koreksi saat ini sudah terlihat reda. Hal ini bisa terlihat di grafik di bawah bahwa harga tertahan pada batas bawah awal September 2021.

Grafik Harian BTCUSD

Narasi bahwa September akan membawa sideways atau konsolidasi nampaknya masih terjaga akibat koreksi saat ini.

Narasi tersebut datang dari data onchain bull run sebelumnya tersebut, yang hingga saat ini masih terbukti benar.

Kemungkinan besar, batas bawah yang kuat saat ini berada pada $46.000 atau Rp654 Juta hingga $44.000 atau Rp626 Juta.

Jika ditembus kemungkinan besar batas bawah selanjutnya berada pada $40.000 atau Rp569 Juta yang kemungkinan akan menjadi batas bawah kuat di Bulan September ini.

Batas atas konsolidasi nampaknya masih terlihat kuat pada $48.000 atau Rp683 Juta hingga $52.000 atau Rp739 Juta.

September ini kemungkinan akan membawa konsolidasi yang cukup panjang di daerah tersebut setelah apresiasi harga Agustus kemarin.

*Disclaimer

Artikel merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Semua investasi harus dilakukan mandiri dan tanpa paksaan, semua keputusan ada di investor.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Visa Gunakan Blockchain, Bantu Integrasi Mata Uang Digital Bank Sentral

Dilansir dalam wawancara bersama Forbes, dua eksekutif Visa, Cuy Sheffield, yang menjabat sebagai Direktur dan Kepala bagian cryptocurrency, dan Terry Angelos, Kepala FinTek Global SVP di Visa, sedang mempertimbangkan langkah selanjutnya dari perusahaan dalam meningkatkan adopsi pembayaran berbasis blockchain pada klien visa.

Rencananya perusahaan ini juga akan membantu bank-bank sentral dunia dalam memanfaatkan peluang dari pengintegrasian sistem Mata Uang Digital Bank Sentral ini.

Terry mengakui perusahaan nantinya akan terlibat langsung dengan perkembangan pembangunan produk berbasis blockchain dan memberikan peluang untuk para kliennya sebagai aktor yang berperan secara tidak langsung dalam pembangunan mata uang digital ini.

Baca Juga: Whales Pindahkan Aset Setara $300 Juta Saat Pasar Rebound

Tidak hanya itu, nantinya perusahaan juga akan berfokus pada jaringan yang akan terus bekerja dalam membantu peningkatan dalam layanan Visa. Cuy Sheffield juga menambahkan Visa nantinya akan terus mengembangkan teknologi berbasis blockchain di dalam sistem operasinya, seiring juga dengan meningkatkan opsi pembayaran dengan mata uang crypto.

Meningkatnya Adopsi Mata Uang Crypto

Dengan Visa yang terus meningkatkan teknologinya berbasis blockchain dan layanan mata uang crypto. Ini menunjukan bahwa ada peningkatan minat yang signifikan terhadap mata uang crypto. Visa sendiri merupakan perusahaan layanan keuangan terbesar di dunia dengan 60 juta transaksi perdagangan setiap harinya di dalam jaringan. Saat ini, setidaknya Visa telah mendukung sekitar 25 perusahaan blockchain termasuk wallet dan exchange crypto di seluruh dunia.

Keterlibatan Visa dengan Mata Uang Digital Bank Sentral

Cuy Sheffield selanjutnya mengatakan keterlibatan Visa dengan bank sentral di seluruh dunia terbilang sangat erat, ditambah mata uang digital bank sentral yang kian diminati. Terlebih, informasi terkait dengan aksesibilitas, penerimaan oleh para pedagang, dan kegunaan mata uang tersebut akan memberikan peluang besar bagi perusahaan untuk masuk dan mengambil andil dalam pembangunan sistem operasi ini.

Perusahaan tersebut juga berencana akan mengajukan hak paten terkait dengan mata uang digital berbasis blockchain dengan sistem komputer terpusat.

Baca Juga: Perbedaan Bitcoin dan Altcoin, Mana yang Lebih Aman?

artikel ini dapat dibaca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO CryptoQuant: Bitcoin Menampilkan Metrik Bullish Meskipun Bervolatilitas

Aksi jual baru-baru ini pada Bitcoin (BTC) tampaknya belum mampu menahan pandangan optimis para analis dan pelaku pasar yang mengusulkan kelanjutan arus Bullish.

Berbeda dengan tahun 2017 lalu, kini Bitcoin telah menyerap banyak minat institusi dan pemain besar lainnya, bahkan negara seperti El Salvador, sehingga kasus Bullish kali ini banyak dianggap berbeda, lebih kuat.

Seorang eksekutif puncak di CryptoQuant belum lama ini mengatakan bahwa dia Bullish pada Bitcoin meskipun minggu ini, crypto terkemuka sedang sulit.

Chief executive officer Ki Young Ju dari perusahaan analisis on-chain mengatakan bahwa beberapa metrik fundamental Bitcoin menunjukkan tanda-tanda kenaikan setelah seminggu yang melihat crypto utama ini turun hampir 15% dari level tertinggi $52.774.

Baca Juga: Mengintip Kripto Audius (AUDIO) yang Sudah Digandeng TikTok

Ki Young Ju memberi tahu 245.600 pengikut Twitter-nya bahwa pasokan Bitcoin di bursa mendekati posisi terendah 2021, yang dapat diartikan sebagai sinyal Bullish karena kemungkinan mengurangi risiko aksi jual besar-besaran.

“Pasokan BTC di bursa akan menembus level terendah sebelumnya. Berharap untuk melihat krisis likuiditas sisi jual lainnya pada Bitcoin.”

Kepala CryptoQuant juga mengatakan bahwa Whale crypto memindahkan Bitcoin ke bursa derivatif, indikator lain yang berpotensi Bullish.

“Whale mengirim BTC ke bursa derivatif dari bursa lain untuk mengambil posisi baru atau mengisi margin. Jika Anda melihat data historis, harga naik dalam jangka panjang setelah akumulasinya. Posisi mereka tampaknya merupakan posisi Long.”

Ki Young Ju sebelumnya telah membuat klaim bahwa dia yakin Bitcoin akan meroket menjadi $100.000 tahun ini.

“Tidak diragukan lagi itu akan mencapai $ 100.000 tahun ini, tetapi dalam jangka pendek, jika kita tidak melihat tekanan beli yang signifikan dari Coinbase Pro, saya pikir BTC akan Bearish.”

Menurut beberapa analis lainnya, tahun ini atau tahun depan kuartal dua adalah harga tertinggi untuk BTC. Menurut Lark Davis, kemungkinan besar kuartal pertama atau kedua BTC akan berpindah trend ke bearish.

Baca Juga: Mengenal CrossFi, Protokol Peminjaman Yang Memperkuat DeFi

Di Instagram milik Crypto Michael, dia memprediksi kuartal kedua 2022 akan menjadi trend bearish dan akan menjual semua aset crypto miliknya.

Apakah bisa dipercaya? Kebanyakan orang tidak akan tahu tren bearish sebelum terjadi. Jadi, anda harus menggunakan money management yang benar.



Sumber : news.tokocrypto.com