Category Archives: Tokocrypto

Takut Ketinggalan, Trader Cina Pindahkan BTC dan ETH ke DEX untuk Yield Farming

Traders di Cina dilaporkan menarik kepemilikan ETH, USDT, dan crypto mereka serta berbondong-bondong beralih dari Centralized Exchange (CEX) menuju Decentralized Exchange (DEX) untuk melakukan yield farming.

Menyusul masalah sulitnya penarikan koin pada 6 September lalu di Cina, sebuah sumber mengungkapkan terdapat beberapa kampanye terkait dengan gerakan memindahkan akun dari CEX ke DEX di Cina.

Berita Terkait: Apa Sih Yield Farming Itu? Panduan Untuk Pemula!

Breaking: pada 6 September lalu, banyak bursa di Cina mengalami kesulitan terkait dengan withdrawal koin ataupun tutup (operasionalnya). Komunitas di Cina meluncurkan ‘kampanye penarikan koin’. Kampanye ini menyerukan untuk menarik semua USDT dan crypto di bursa dan menghapus akun mereka.”

Ada laporan bahwa DeFi di Cina “baru saja dimulai”. Menurut Kepala Pemasaran Hash Key Hub, beberapa pengguna menggunakan kumpulan dana untuk membuat dana “farming pool”.

Dovey Wan, penasihat CoinDesk, menimpali hal ini dengan mengatakan, “Bitcoiners pragmatis menggunakan Bitcoin alpha untuk menghasilkan lebih banyak BTC.”

Yield Farming, Sesuatu yang Tidak Dapat Ditolak

DEX, atau sederhananya DeFi adalah topik yang saat ini sedang hangat diperbincangkan di industri crypto. Pasalnya, aktivitas ini mendorong peningkatan di jaringan Ethereum dan menjanjikan return yang sangat tinggi bagi para penggunanya.

Tidak seperti CEX yang kendalinya masih dipegang oleh entitas pusat, Yield farmingatau yang disebut juga liquidity farming dalam DEX ini hanya melibatkan para traderyang memiliki kuasa penuh atas aset yang mereka miliki. Contoh DEX yang saat ini banyak diperbincangkan adalah Uniswap, Compound, dan masih banyak lagi.

Terlebih, DEX ini biasanya menjanjikan return dan hasil yang lebih baik dari CEX, bahkan ada yang mencapai hingga 600 persen hanya dengan berkontribusi memasukan ETH yang dimiliki pengguna tersebut ke dalam jaringan.

Baca Juga: Trading di Uniswap Lewat Twitter? Sekarang Bisa!

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Presiden Bank Sentral Eropa: Pandemi Percepat Adopsi Mata Uang Digital

Pandemi membuat tren dan pengadopsian pembayaran digital semakin meningkat, jelas Presiden Bank Sentral Eropa (ECB), Christine Lagarde.

Lebih dari itu, Lagarde juga mengindikasikan jajaran petinggi bank sentral akan segera mengumumkan putusan terkait dengan mata uang digital bank sentral Eropa dalam waktu dekat.

Melalui konferensi online yang diselenggarakan Deutsche Bundesbank pada 10 September 2020 lalu, ia menyatakan bahwa penduduk Uni Eropa menerima digitalisasi dengan baik. Hal ini dibuktikan dengan penjualan melalui e-commerce yang meningkat hingga 20% selama bulan Februari hingga Juni, dengan total penjualan ritel yang menurun sebesar 1,2%.

“Pandemi hadir sebagai katalis, mempercepat transisi menuju kenormalan baru di industri digital,” ujar Lagarde. “Sebagian besar konsumen berharap untuk terus menggunakan layanan digital lebih sering dari yang mereka lakukan sekarang ini.”

Sebuah laporan pada bulan Agustus lalu dari Bank DBS Singapura juga menyatakan bahwa “Pandemi mempercepat langkah menuju masyarakat tanpa ketergantungan dengan uang (kertas).”

Baca Juga: Bank Sentral Thailand Luncurkan Proyek Percontohan Mata Uang Digital

Tidak sampai di situ, Lagarde juga menyatakan bahwa ECB mendukung perngembangan CBDC lebih lanjut untuk melangkah lebih maju menuju digitalisasi, selain juga mempercepat pengembangan pembayaran lintas batas yang lebih cepat dan lebih murah.

Beberapa waktu lalu juga, Presiden ECB ini menyatakan dirinya akan fokus memastikan lembaga Uni Eropa beradaptasi dengan lingkungan keuangan yang baru dan terbuka terhadap mata uang crypto lainnya.

“Eurosystem sejauh ini belum membuat keputusan apakah akan memperkenalkan Euro Digital. Namun, seperti banyak bank sentral lainnya di seluruh dunia, kami sedang melakukan penelitian terkait dengan manfaat, risiko, dan tantangan operasional dari pengimplementasian mata uang digital ini.”

Ia juga menambahkan hasil ini akan diumumkan dalam “beberapa minggu ke depan”.

Baca Juga: Bank Sentral Belanda Mulai Kembangkan Mata Uang Digital

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum Kembali Pulih, Ini Pemicunya

Harga Ethereum (ETH) kembali pulih pada hari Minggu kemarin. Hal ini dipicu oleh token asli Ethereum yang melakukan rebound pada hari yang sama.

Aksi ini kemudian disusul kenaikan nilai tukar Ethereum di angka 3,63% dengan mencapai kisaran harga $3,030 dalam waktu 24 jam.

Pekan lalu, harga Ethereum turun karena dipicu masalah yang timbul dari Cina.

Para trader membuang aset crypto secara massal setelah gejolak di pasar properti Cina yang dililit hutang kemudian mendorong aksi jual di pasar saham global.

Baca Juga : Twitter Luncurkan Fitur Tip dengan Bitcoin

Langkah Yang Diambil Pihak Ethereum

Karena aksi jual yang gila-gilaan tersebut, pihak ETH kemudian mengambil langkah rebound yang terjadi di akhir minggu.

Aksi ini juga dipicu karena 2 hari sebelumnya, tepatnya di hari Jumat, Bank Rakyat China menegaskan kembali bahwa transaksi crypto adalah ilegal.

Meskipun demikian, bulls Ethereum mempertahankan pijakannya dan mendorong harga kembali di atas $3.000.

Sentimen serupa juga terjadi di beberapa aset crypto teratas, sebut saja Bitcoin yang mencapai rentan harga $43.767 di Coinbase setelah pergerakan naik 2,49%.

Sementara itu, aset Uniswap (UNI) juga bernasib lebih baik dengan kenaikan lebih tinggi sebesar 19%. Kenaikan tersebut menjadikan UNI sebagai aset crypto dengan kinerja terbaik dalam 24 jam.

Di saat bersamaan, rival utama Ethereum yaitu Cardano (ADA) dan Solana (SOL) dilaporkan berkinerja buruk.

ADA turun lebih dari 5% sementara SOL kehilangan lebih dari 3% pada jangka waktu kurang dari 24 jam.

Baca JugaTokoMall 101: Semua yang Perlu Kamu Tahu Soal “Kolektor”

Permintaan Institusional

Fenomena Ethereum yang pulih juga mengikuti laporan bullish dari JPMorgan & Chase.

Studi tersebut mencatat bahwa investor institusional mulai meningkatkan eksposur mereka di pasar Ethereum.

Mengutip data dari Chicago Mercantile Exchange (CME), tercatat sejak bulan Agustus rata-rata Ethereum Futures premium naik menjadi 1% di atas harga spot ETH setelah 21 hari.

Dan pada saat pers, cadangan ETH bersih pada platform perdagangan telah turun menjadi 18,44 juta ETH, dibandingkan dengan 23,94 juta ETH tahun lalu.

Analis independen PostyXBT juga mengantisipasi potensi rebound harga lebih lanjut di pasar Ethereum.

Ia mencatat bahwa penurunan terbaru cryptocurrency telah mendorongnya ke dalam kisaran akumulasi klasik, seperti yang ditunjukkan pada grafik di bawah ini.

“Penutupan mingguan sama pentingnya untuk ETH hari ini karena harga menguji kisaran tertinggi sebelumnya sebagai support.” Ungkap PostyXBT.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin yang Dikunci dalam Protokol DeFi Terus Bertambah

Jumlah BTC yang dikunci dalam protokol DeFi meningkat lebih dari 30% dalam seminggu terakhir meski harga Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH) sedang dalam penurunan.

Dalam sepekan terakhir, Total Value Locked turun dari nilai all-time-high-nya di $9,6 miliar pada 2 September lalu menjadi $6,11 miliar pada 10 September 2020 sebelum naik kembali ke $7,28 miliar.

Baca Juga: Cara dan Saat yang Pas untuk Jual Bitcoin

Menurut data dari DefiPulse, jumlah BTC yang dikunci meningkat dari 67.038 BTC pada 2 September lalu ke level all-time-high-nya saat ini di 87.752 BTC. Ini meningkat sebesar 30,9% dan mungkin akan terus bertambah. Lebih dari itu, jumlah ini setara dengan 20 kali lipat jumlah BTC yang dikunci di Lightning Network.

Lebih dari 50% BTC atau 51,295 BTC yang terkunci di jaringan Ethereum DeFi tersebut berbentuk WBTC. Ini menyumbang 63% peningkatan sejak 2 September lalu dan setara dengan 13.000 WBTC baru masuk ke dalam jaringan.

Tidak hanya itu, RenVM yang memungkinkan penggunanya untuk memasukan koin BTC mereka di Ethereum telah mengunci sekitar 17.630 BTC, bertumbuh lebih dari 2.500 BTC sejak awal bulan ini.

Sebaliknya, Lightning Network menyumbang hanya 1,2% atau 1.061 BTC dari total BTC yang terkunci di protokol DeFi. Pertumbuhan dalam Lightning Network hanya sebesar 0,02% atau 4 BTC sejauh bulan September ini.

Berbeda dari BTC, koin ETH berada di urutan pertama dengan 5,6 juta koin terkunci di dalam protokol DeFi. Nilai ini setara dengan lebih 2 miliar USD.

Baca Juga: Momentum untuk Bitcoin Jika Tembus Level Ini

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Tiba-tiba Naik, Apakah Bears akan Mulai Ditinggalkan?

Minggu malam, harga Bitcoin (BTC) telah berhasil membangun pemulihan hingga ke kisaran $43.000 disaat sebelumnya tengah berjuang untuk tidak lebih rendah dari level psikologis, $40.000.

Sebelumnya, pertukaran crypto Huobi mengumumkan bahwa mereka akan memblokir semua pengguna China yang ada pada akhir 2021. Tentunya, itu mengikuti pelarangan baru negara tersebut yang mendalangi penuruan terbaru pasar crypto.

Pengumuman Huobi membuat Bitcoin meluncur ke level terendah intraday $40.808, tetapi pembeli dengan cepat masuk untuk menyelamatkan hari.

Pihak Huobi pun mengatakan:

“Huobi Global secara bertahap akan menghentikan akun pengguna China Daratan yang ada sebelum pukul 24:00 (UTC+8) pada tanggal 31 Desember 2021, dan memastikan keamanan aset pengguna. Kami akan memberi tahu pengguna tentang pengaturan dan detail spesifik melalui pengumuman resmi, email, pesan teks, dll.”

Ini adalah titik baru dari upaya pertukaran ini untuk mengikuti apa yang pemerintah China inginkan sehingga pasar crypto kembali memanas karenanya.

Selain itu, minggu yang bergejolak akan mengakhiri pekan yang dramatis untuk cryptocurrency terkemuka. Pada awal pekan lalu, Bitcoin turun hampir 8% karena krisis utang raksasa properti Evergrande yang menciptakan kepanikan di pasar global.

Baca JugaAnalisa Teknikal 27 SEP BNB, MATIC dan UNI

Setelah kehilangan sebagian besar kerugian pada hari Selasa, Bitcoin jatuh lebih jauh pada hari Jumat kemarin setelah China mengintensifkan tindakan kerasnya pada perdagangan crypto dan industri penambangan crypto lokal.

Menurut data yang disediakan oleh Bybt, cryptocurrency senilai $ 296 juta telah dilikuidasi selama 12 jam terakhir saja.

Secara kasat, penutupan mingguan akan mendasari seberapa hebat upaya beli untuk menekan pengaruh sentimen negatif yang cukup beruntun terhadap pasar crypto.

Menurut Rekt Capital, seorang analis di Twitter, mengatakan bahwa BTC berada di level support bullish. Menurut Cryptoharian, jika BTC bisa bertahan di level ini, maka $50.000 adalah target berikutnya.

Menariknya, banyak tokoh ternama yang masih memandang positif pasar crypto secara keseluruhan, terutama Bitcoin.

Baca JugaYuk, Intip Koleksi NFT Art Messi yang Bertajuk ‘Messiverse’

Bagi mereka, crypto utama ini masih terlihat hanya bergerak dalam koreksi saja karena secara fundamental. Dukungan untuk bullish telah lebih dari cukup untuk menerbangkan harga dalam waktu dekat, sebelulm tahun 2021 berakhir. Bagaimana menurut Anda?

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tingkat Transaksi Rendah, Ini Alasan Dogecoin Tetap Masuk TOP 10!

Dogecoin (DOGE) adalah mata uang crypto generasi pertama yang dapat digunakan untuk mentransfer nilai secara global dengan cara yang aman. Berhasil menduduki 10 besar market cap, nyatanya aset Dogecoin relatif memiliki tingkat transaksi yang rendah.

Meski dengan perputaran seperti itu, CEO perusahaan jaringan raksasa bioskop, AMC Entertainment milik Adam Aron justru memutuskan untuk bekerjasama dengan jaringan DOGE diantara aset crypto yang lainnya.

Pihak AMC menyatakan akan mendukung pembayaran tiket film di bioskop mereka menggunakan Dogecoin pada akhir tahun 2021 ini.

Selain AMC, platform tokenisasi real estat, RedSwan juga menerima DOGE sebagai medium pembayarannya.

Beberapa perusahaan bahkan telah membuat permainan adopsi DOGE minggu ini.

Robinhood adalah salah satunya. Mereka mengkonfirmasi langsung akan meluncurkan fitur crypto wallet baru di aplikasinya bulan depan.

Crypto wallet tersebut nantinya akan mendukung penyetoran dan penarikan Dogecoin tersebut.

Baca JugaBitcoin Tiba-tiba Naik, Apakah Bears akan Mulai Ditinggalkan?

Real Estat Bisa Dibeli dengan Dogecoin

Pada 22 September kemarin, platform tokenisasi, real estat yang merupakan komersial RedSwan mengumumkan bahwa mereka menerima Dogecoin untuk dua transaksi real estat digital dalam marketnya.

Perusahaan tersebut menawarkan kepemilikan fraksional di dua gedung apartemen bertingkat tinggi dengan nilai gabungan sebesar $384 juta.

Dua kesepakatan real estat digital yang dijuluki APLO dan LHOK tersebut, mengambil investasi minimum $1.000 atau sekitar 4.447 DOGE pada saat penulisan.

Selain itu, mereka juga menawarkan tingkat pengembalian internal investor yang ditargetkan secara tahunan dengan masing-masing persentase sebesar 26% dan 19%.

Pada hari yang sama, CEO AMC Entertainment, Adam Aron melakukan polling terhadap 140.000 pengikutnya di Twitter.

Adam Aron menanyakan kepada komunitasnya, apakah DOGE harus ditambahkan ke dalam rencana perusahaan untuk mendukung pembayaran crypto untuk tiket pada akhir tahun 2021?

Dari empat opsi yang disediakan, “Yes, for sure do it” menerima 68,1% suara. Dengan respon yang positif begitu, Adam Aron kemudian menindaklanjuti rencananya dengan gerakan cepat.

Adam Aron juga menambahkan bahwa perusahaannya memang tidak salah jika menerima Dogecoin. Pergerakan selanjutnya AMC dan tim akan membahas bagaimana cara merealisasikan rencana tersebut.

Baca Juga Selamat! Cardano Resmi Memiliki Stablecoin Pertamanya

Tingkat Transaksi Dogecoin Memprihatinkan

Meskipun hype menendang ke overdrive minggu ini, tingkat transaksi Dogecoin telah turun ke posisi terendah yang belum pernah terlihat sejak Desember 2017.

Menurut data dari Bit Info Charts, jumlah transaksi DOGE harian telah jatuh ke angka 16.000 untuk pertama kalinya dalam empat tahun.

Perbedaan angka tersebut terlihat begitu kontras dengan DOGE-mania yang menyapu pasar crypto pada bulan April tahun ini dan menghasilkan transaksi sebesar 140.000 hanya dalam 24 jam.

Kurangnya aktivitas on-chain juga tercermin dalam harga dan kapitalisasi pasar DOGE. Harga telah menurun sebesar 69% sejak All-Time-High di $0,73 pada pertengahan Mei menjadi $0,22 hari ini.

Dengan begitu, dapat ditarik kesimpulan jika Dogecoin tetap berhasil meraih popularitasnya berkat jalinan kerjasama yang menutup tingkat transaksi rendahnya.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Rusia Bangun Sistem Pemantauan Transaksi Kripto Gunakan AI

Rusia baru-baru ini dilaporkan sedang mengembangkan sistem menggunakan kecerdasan buatan (AI) dalam melacak dan menganalisis transaksi yang melibatkan mata uang kripto, seperti Bitcoin, Dash, dan Monero.

Protipe sistem tersebut telah dibuat dan saat ini sedang dalam tahap pengujian. Berita ini menyusul penandatangan terkait dengan regulasi kripto yang disahkan oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin menjadi UU yang sah.

Baca Juga: Cara Menukarkan Bitcoin ke Rupiah di Tokocrypto

Sistem Pemantauan Kripto di Rusia

Pemerintah Rusia sedang merencanakan sistem baru dalam melacak transaksi mata uang kripto. Hal ini dilansir dari media lokal RBC yang mengutip surat kepada Parshin Maxim Viktorovich, Wakil Menteri Pengembangan Digital, Komunikasi dan Media Massa Rusia. Surat itu menjelaskan rencana Layanan Pemantauan Keuangan Federal Federasi Rusia (Rosfinmonitoring) dalam memantau transaksi mata uang kripto.

Rosfinmonitoring bertugas mengumpulkan dan menganalisis transaksi keuangan untuk memerangi pencucian uang domestik dan internasional, pendanaan teroris, dan kejahatan keuangan lainnya. Menurut surat tersebut,

Rosfinmonitoring berencana mengembangkan sistem dalam menganalisis transaksi mata uang kripto menggunakan kecerdasan buatan (AI).

Blockchain Transparan

Proyek, yang disebut “Transparent Blockchain” atau Blockchain Transparan akan “menghapus sebagian anonimitas pengguna transaksi mata uang kripto dalam sistem Bitcoin, Ethereum, Omni, Dash, dan Monero,” penjelasan dalam surat itu.

Pihak berwenang, Bank Rusia, dan organisasi keuangan akan dapat menggunakan sistem tersebut dalam memantau dan menganalisis pergerakan mata uang kripto, mengindentifikasi penyedia layanan, dan melakukan penyelidikan terkait peredaran ilegal.

Surat itu juga merinci jika “kebutuhan mendesak” dibutuhkan oleh Rosfinmonitoring dalam memantau transaksi kripto. Hal ini memberikan kendali pemerintah atas peredaran mata uang kripto dan dapat mencegah penggunaan aset kripto pada “skema ilegal” seperti perdagangan narkoba, penggelapan pajak, kejahatan dunia maya, penyalahgunaan kontrak, penjualan informasi dari basis data tertutup, (dan) pembiayaan terkait aktivitas ekstremis.

Lebih lanjut, Nikita Kulikov, anggota dewan ahli State Duma dan pendiri Organisasi Nirlaba Otonomi Pravorobotov, mencatat bahwa Rosfinmonitoring berencana membuat sistem AI untuk “memantau seluruh jaringan internet dalam mencari tindakan ilegal dengan aset kripto” seperti tanda-tanda pencucian uang dan pendanaan teroris.

Baca Juga: Regulasi Crypto Pertama di Rusia Mulai Berlaku pada Awal 2021

Uji Coba Sistem Pemantauan

Lebih dari itu, surat tersebut juga menjelaskan bahwa prototipe sistem ini sudah dalam tahap pembuatan dan pengujian di bidang pengendalian peredaran narkoba. Sistem ini dikembangkan oleh Lebedev Physical Institute of the Russian Academy of Sciences, salah satu institut penelitian terkemuka Rusia dengan spesialisasi fisika.

Sejauh ini, sistem tersebut dikembangkan tanpa pendanaan federal. Namun, jika proyek ini diambil alih, diperkirakan proyek tersebut akan memakan dana sebesar 760 juta rubel atau setara Rp154 miliar dari anggaran federal.

Regulasi mengenai mata uang kripto telah ditandatangani oleh Presiden Rusia, Vladimir Putin. Namun, hanya sebatas sebagai mata uang legal dan tidak dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Paling Tidak Ada 3 Negara Mulai Bangun Mata Uang Digital Sendiri

Menurut sebuah laporan, ada tiga hingga lima negara di seluruh dunia yang sedang membangun sistem dasar dari mata uang digital bank sentral (CBDC) mengganti mata uang fiat kertas. Laporan ini memprediksi CBDC tersebut akan rilis paling tidak pada tahun 2030 nanti.

Lembaga yang berfokus pada FinTek di Belanda, dGen merilis laporan tersebut berdasarkan tren geopolitik CBDC pada 9 September 2020 lalu. Berjudul “CBDC: Geopolitical Ramifications of a Major Digital Currency”, laporan tersebut membahas lebih dalam terkait status mata uang fiat global utama seperti Dolar US, Euro, dan Yuan China.

Dihimpun dengan sumber referensi dari lembaga-lembaga seperti Bank Sentral Eropa (ECB), Standard Chartered Bank, dan Frankfurt School, lapora ini membuat beberapa prediksi ke depan terkait dampak CBDC pada sistem keuangan global.

Berdasarkan hal tersebut dGen memperkirakan setidaknya ada tiga hingga lima negara di seluruh dunia yang akan sepenuhnya mengganti mata uang nasional mereka ke dalam CBDC dalam kurun waktu 10 tahun ke depan.

Meski demikian, laporan tersebut tidak memberikan gambaran pasti terkait negara mana yang akan mengalihkan mata uang fianya ke dalam uang digital. Laporan tersebut juga menguraikan kemajuan signifikan dalam CBDC dari segi hukum dan regulasi di beberapa negara. Setidaknya China telah berhasil membangun mata uang Yuan digitalnya, dan Swedia dengan pembangunan E-Krona serta rencana negara tersebut untuk bebas tunai pada tahun 2025.

Kemajuan yang sangat pesat dari Yuan digital juga membuat dGen memperkirakan bahwa kekuatan Euro akan digantikan dengan Yuan jikan Eropa tidak segera mengembangkan CBDC-nya sendiri.

Baca juga: 4 Jenis Investasi yang Harus Dicoba Sebelum Memasuki Usia 30 Tahun

Philipp Sandner, ketua Frankfurt School Blockchain Center, mengkritik ECB karena dirasa terlalu lambat menanggapi perkembangan pesat CBDC ini dengan mengatakan,

“Reaksi ECB terlalu lambat. Terutama, melihat manfaat dari CBDC untuk industri, misalnya saja, uang yang dapat diprogram, hal ini seperti diabaikan begitu saja. Terlebih ada Libra dan DC/EP (Yuan Digital), ECB seharusnya bereaksi cepat untuk mempertahankan posisi geopolitiknya.”

Dalam laporan tersebut, dGen juga menyampaikan pendapatnya terkait perkembangan Yuan Digital. Menurutnya, Yuan Digital cepat atau lambat akan menggeser popularitas dolar US saat ini.

CBDC sendiri merupakan representasi digital dari mata uang fiat suatu negara. Tujuannya untuk menyediakan transaksi tanpa uang tunai, mempercepat pembayaran, dan mengurangi biaya terkait pencetakan mata uang kertas.

Baca Juga: Perusahaan Publik AS Ini Tempatkan Asetnya $425 Juta ke dalam Bitcoin

artikel ini dapat anda baca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Yuk, Intip Koleksi NFT Art Messi yang Bertajuk ‘Messiverse’

Para publik figur, khususnya atlet dari berbagai cabang olahraga mulai marak yang menunjukkan ketertarikannya dengan NFT, sebuah aset digital yang sedang naik daun dalam setahun ke belakang. Salah satunya adalah pesepakbola asal Argentina, Lionel Messi, yang baru saja meluncurkan NFT art Messi beberapa waktu lalu. Mari simak informasi selengkapnya!

Popularitas NFT di Berbagai Kalangan

Tidak dapat dipungkiri, kehadiran NFT di dunia kesenian mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan. Bukan hanya seniman rupa dan digital saja, tetapi juga menarik perhatian para publik figur, khususnya yang berasal dari bidang olahraga. Sebagaimana yang terjadi dalam beberapa bulan ke belakang, banyak atlet ternama yang ikut meluncurkan koleksi NFT miliknya.

Sebelum membahas mengenai siapa saja atlet yang telah mempublikasikan NFT, alangkah baiknya untuk memahami secara singkat tentang apa itu NFT. NFT, yang merupakan singkatan dari Non-Fungible Token merupakan sebuah bentuk aset kripto yang menggunakan teknologi blockchain untuk mencatat status kepemilikan dari objek tersebut. Hal ini membuat NFT terjamin keasliannya dan memiliki sifat yang eksklusif. NFT dapat berupa artwork, musik, hingga tulisan dan kemudian dijual melalui marketplace khusus NFT.

Sebagaimana yang terjadi pada bulan Mei 2021 lalu, atlet american football Rob Gronkowski menerbitkan empat kartu dari koleksi Super Bowl sebagai NFT. Lalu, dari cabang olahraga baseball, atlet Taijuan Walker yang bermain untuk tim New York Mets juga meluncurkan NFT berupa artwork bertanda tangan. Kemudian pada Juli 2021, mantan pesepakbola ternama Ronaldinho juga menerbitkan koleksi NFT miliknya yang terdiri atas tujuh keping artwork untuk dilelang.

Peluncuran ‘Messiverse’, NFT Art Milik Lionel Messi

Baru-baru ini, tepatnya pada 21 Agustus 2021, Lionel Messi bersama Ethernity meluncurkan koleksi NFT yang diberi nama ‘Messiverse’. Peluncuran NFT art ini dilakukan oleh Messi sebagai bentuk selebrasi atas karirnya dalam dunia sepakbola. Dilansir dari The Jakarta Post, Messi mengumumkan peluncuran koleksi NFT miliknya lewat cuitan yang berbunyi, “Art is like football. Eternal.” di Twitter pada awal Agustus lalu.

Koleksi NFT milik Messi yang dinamai ‘Messiverse’ ini terdiri atas total 5 karya seni yang didesain oleh dua seniman digital ternama, yaitu BossLogic dan Impossible Brief. Dari lima keping NFT tersebut, BossLogic mendesain empat keping yang diberi judul “The Golden One”, “The Man From Tomorrow”, “The Man of The Past”, dan “The King Piece”. Keempat karya seni tersebut menggambarkan sosok Messi sebagai superhero, dewa Yunani, dan juga raja. 

Sedangkan, seniman digital Impossible Brief menciptakan keping NFT terakhir dari koleksi ‘Messiverse’ yang diberi nama “The Magician”. NFT ini dibuat untuk memperingati kemenangan bersejarah Lionel Messi bersama tim nasional Argentina atas Brazil di Copa America. Peristiwa ini dianggap sebagai penghargaan karena merupakan kemenangan Lionel Messi dan Argentina di kompetisi besar setelah satu dekade lamanya.

Pada saat peluncurannya, “The Golden One” yang hanya tersedia satu keping ini dilelang selama 72 jam dengan harga lelang mulai dari 50.000 USD. Namun, harga lelang terus meroket bahkan mencapai 1.128.815 USD. Sementara untuk “The Man From Tomorrow” dan “The Man of The Past” yang tersedia sebanyak 75 edisi ini dijual seharga 10.000 USD per keping. Para pembeli NFT ini akan secara otomatis mendapatkan keping “The Man of The Past” yang dikirim melalui airdrop.

Karya seni lainnya yaitu “The King Piece” tersedia sebanyak 2500 edisi dan per kepingnya dihargai sebesar 499 USD. Sedangkan, untuk NFT keping terakhir yang bernama “The Magician”, dijual seharga 50 USD secara open edition, maksudnya adalah NFT tersebut hanya tersedia selama 15 menit saja dengan jumlah yang tidak terbatas. 

Mempublikasikan NFT Art Melalui Marketplace Terpercaya

Untuk menerbitkan NFT, diperlukan marketplace yang terpercaya sebagai wadah dalam memamerkan dan menjual NFT tersebut. Jika membahas tentang marketplace NFT, masyarakat Indonesia terutama para seniman digital sudah tidak perlu khawatir lagi. Sebab kini telah hadir marketplace NFT TokoMall, yang merupakan salah satu pionir dari munculnya marketplace NFT di Indonesia.

TokoMall dapat membantu para seniman digital yang tertarik dalam memamerkan bakatnya ke dalam bentuk NFT. Marketplace NFT yang telah secara resmi diluncurkan pada pertengahan bulan Agustus lalu ini memiliki alur pendaftaran yang sederhana dan praktis. Dengan demikian, para seniman atau siapa saja yang ingin menerbitkan NFT berkesempatan untuk mencobanya.

Caranya adalah dengan mendaftarkan diri Anda sebagai exclusive merchant partner di TokoMall. Setelah mengisi data diri dan lolos review serta verifikasi, Anda bisa mulai minting karya seni terbaik Anda sebagai NFT di TokoMall. Dalam proses tersebut ada sejumlah gas fee yang dikenakan pada Anda dan setelahnya karya Anda akan langsung tampil halaman TokoMall dan bisa dikoleksi oleh kolektor. 

Itu dia penjelasan mengenai koleksi NFT art Messi yang berhasil menarik perhatian para kolektor karya seni digital. Nah, bagi Anda yang tertarik mengoleksi NFT art hasil karya seniman Indonesia, sekarang Anda sudah tidak perlu khawatir lagi. Yuk, langsung saja kunjungi www.mall.tokoscape.com dan daftarkan diri Anda sebagai kolektor di TokoMall sekarang!



Sumber : news.tokocrypto.com

Baru Rilis, UNI Sudah Jadi 20 Token DeFi Teratas!

Token UNI dari Uniswap yang dibagikan kepada para pengguna lama Uniswap, membuat nilai token tersebut terus meningkat. Terdapat beberapa prediksi yang mengatakan nilai token tersebut akan turun, mengingat 75.235 pengguna sejauh ini berlomba-lomba untuk mencaikan token UNI atau menukarkannya dengan koin lain. Namun, nilai UNI masih tetap berada di kisaran $3,80 hingga $5,40 dalam 12 jam terakhir.

Berita Terkait: Efek UNISWAP, Return Token Dalam Protokol Melambung Tinggi

Nilai Token UNI Terus Melonjak

Token UNI yang baru beberapa hari rilis ini langsung masuk ke 3 besar token DeFI berdasarkan kapitalisasi pasar DeFi. Menurut DeFi Pulse, peringkat Uniswap sebagai protokol DeFi menjadi yang pertama dengan total value locked sebesar 1,40 miliar USD meningkat 81.10% dalam sehari.

Terlebih, dengan kinerja yang sangat baik dari Uniswap selama ini, tidak mengherankan jika harga UNI terus melonjak.

Dalam satu hari, UNI telah terdaftar di lebih dari 12 bursa pertukaran, dan memiliki hampir lebih dari 40 pairing, dan telah berhasil mendapatkan lebih dari $1,8 miliar volume perdagangan. Kondisi ini membuat UNI menjadi aset crypto yang masuk tujuh besar aset crypto yang paling banyak diperdagangkan dalam 24 jam terakhir menurut CoinGecko.

CoinGecko juga memberi peringkat Uniswap sebagai token DeFi terbesar ke-16 berdasarkan kapitalisasi, berada di bawah Kyber Network (KNC) dan di atas Balancer (BAL).

Baca Juga: Perbedaan Forex Dan Cryptocurrency Yang Wajib Anda Ketahui

artikel ini dapat anda baca kembali disini.



Sumber : news.tokocrypto.com