Category Archives: Tokocrypto

Trading Kripto Anti FOMO dengan CryptoHero

Berangkat dari banyaknya masyarakat yang memiliki minat besar terhadap investasi dan trading aset kripto tetapi tidak memiliki waktu untuk mempelajari teknikal analisis dan fundamental, Tokocrypto meluncurkan fitur terbaru yaitu CryptoHero yang dapat membantu para pengguna untuk melakukan trading secara lebih mudah. 

CryptoHero adalah platform bot perdagangan aset kripto berbasis cloud yang dapat melakukan trading 24/7 di bursa kripto yang dirancang sederhana dan intuitif untuk diatur dan dioperasikan oleh pemula kripto. Kehadiran CryptoHero ini merupakan salah satu fitur yang dinantikan oleh Tokonauts berdasarkan survei yang dijalankan oleh Tokocrypto beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Perusahaan Besar Yakin Kripto Terus Cerah

Kolaborasi Tokocrypto dan CryptoHero menghadirkan berbagai kemudahan dapat dinikmati para user Tokocrypto, antara lain; materi dengan Bahasa Indonesia sehingga semakin mudah untuk dioperasikan oleh user, tersedianya pairing BIDR serta memungkinkan user memiliki hingga maksimal 20 bot untuk masing-masing pairing atau transaksi. 

CryptoHero memungkinkan para user untuk mengotomatisasi trading langsung dari gadget pribadi, tanpa diperlukan keterampilan khusus seperti coding, misalnya. User dapat menggunakan API (Application Programming Interface) untuk terhubung dengan Tokocrypto sehingga para user dapat dengan mudah merencanakan perdagangan dan investasi aset kripto. CryptoHero sendiri memiliki aplikasi selular sehingga memungkinkan para user untuk mengakses bot kapan saja dan dimana saja.

User Tokocrypto juga berkesempatan mendapatkan TKO dengan menyelesaikan misi CryptoHero Bot. Selengkapnya bisa dibaca disini



Sumber : news.tokocrypto.com

Penulis Rich Dad Poor Dad: Bitcoin Bisa Membuatmu Kaya dan Pintar

Penulis buku terkenal Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki kembali memberikan pandangannya soal Bitcoin. Menurut Kiyosaki, Bitcoin bisa membuat investor lebih pintar dan lebih kaya.

” BITCOIN mendidik anak muda. Bitcoin memberi tahu generasi baru tentang mengapa orang tua menyukai emas. Orang tua tidak suka FED yang Korup. Kemudian Investor muda anti-Fed. Dengan emas, perak & Bitcoin membuat orang lebih kaya, lebih kuat melawan Fed,“ cuitnya.

Minat Terhadap Bitcoin

Minat Kiyosaki pada Bitcoin semakin meningkat awal tahun ini ketika bitcoin mengalami tekanan pasokan, yang dikenal sebagai halving. Sama seperti Federal Reserve AS dan bank sentral lainnya di seluruh dunia meningkatkan pencetakan uang untuk menopang perekonomian yang yang labil karena Covid-19. Ia justru melihat kalau Bitcoin dan cryptocurrency lainnya sekarang sedang menantang dominasi dolar AS dan fiat lainnya.

“ Bank-bank sentral, mereka menciptakan ‘uang palsu’ dan meminjamkannya kepada pemerintah. Bitcoin dii sisi lain, sepenuhnya terdesentralisasi yang berarti bahwa tidak ada yang dapat memanipulasi pasar, “  ungkap pria berusia 63 tahun ini.

Baca Juga: Laporan Terbaru Tunjukkan Investor Mulai Berburu Bitcoin

Popularitas Bitcoin Meningkat

Popularitas Bitcoin terus meningkat, dilansir dari survey yang dilakukan oleh Adamant Capital pada 2019 lalu. Responden yang memiliki pandangan positif tentang Bitcoin sebagai inovasi baru dal am teknologi keuangan naik dari 34% menjadi 43%. Persentase orang yang mengindikasikan bahwa mereka kemungkinan akan membeli Bitcoin dalam 5 tahun ke depan naik dari 19% menjadi 27%.

Bukan hanya namanya yang makin beken, Bitcoin pun berhasil membuktikan kalau dia bukan investasi abal-abal. Soalnya harga aset ini sudah mulai mengalami perbaikan meski harus hancur saat Maret lalu. Tapi di bulan Juli harga Bitcoin cukup baik dan stabil, bahkan diakhir bulan harganya berhasil tembus ke angka $11.000-an atau jika di rupiahkan setara Rp160 juta.

Baca juga: Harga Bitcoin Rally 13% Menembus $11.000

Perbaikan harga BTC yang sangat cepat dibandingkan aset lain ini pun membangkitkan minat investor untuk mulai membeli Bitcoin. Ketenaran dan ketahanan Bitcoin ini pun turut dirasakan oleh investor tradisional yang dulu mengalokasikan dananya ke saham, emas atau properti.

Hal ini makin dirasakan di tengah kondisi global yang masih tidak stabil. Apalagi mulai banyak negara yang masuk jurang resesi dan bank sentral mengambil langkah sangat drastis untuk meminimalisir kerusakan ekonomi karena pandemi.

Penulis buku terkenal Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki  pun telah memperingatkan investasi yang dulunya populer yakni “real estate dan emas sedang dihapuskan dan akan digantikan oleh Bitcoin yang akan timbul ke permukaan.

“Saya pikir ini penting, terutama bagi orang-orang tua seperti saya, untuk memahami dunia crypto. Karena dunia itulah yang mulai terlihat saat ini dan real estat serta emas sedang dihapuskan dan Bitcoin yang akan terlihat oleh dunia,” ujar Kiyosaki mengatakan kepada pendengar acara radionya, dilansir dari Forbes.

Prediksi Bitcoin $75.000

Kiyosaki pun juga sempat memprediksi jika lewat tweet16 Mei lalu jika harga BTC bisa menyentuh $75.000 dalam tiga tahun, atau setara dengan 1 Milyar Rupiah.

Ia juga berbagi ketakutannya terhadap ekonomi yang sekarat telah membuatnya membeli lebih dari tiga aset yang ia anggap berharga di luar sistem keuangan tradisional: Emas, Perak, dan Bitcoin (BTC).

Secara angka, prediksi ini mencerminkan peningkatan tahunan yang diperkirakan masing-masing sekitar 76%, 19%, dan 97% untuk emas, perak, dan Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa, setidaknya berdasarkan perhitungan Kiyosaki, Bitcoin memiliki potensi keuntungan paling besar dari tiga aset itu.

Baca juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas Dalam 10 Tahun?

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perusahaan Besar Yakin Kripto Terus Cerah

Riset Blockdata menemukan 32 dari 100 perusahaan terbuka terbesar di dunia positif soal kripto. Organisasi-organisasi besar tidak bisa lagi mengabaikan aset digital.

Di antara 100 perusahaan itu, 32 bersikap positif terhadap kripto, 61 bersikap netral, dan tujuh memilih sikap melawan. Blockdata menjelaskan metode untuk menentukan sikap positif, netral serta negatif 100 perusahaan tersebut.

Perusahaan Besar Positif Terhadap Kripto  

32 bisnis yang bersikap positif terhadap kripto memiliki satu atau lebih kriteria berikut. Pertama, bisnis itu menerima kripto sebagai bentuk pembayaran dan menyediakan barang atau jasa terkait.

Kedua, bisnis tersebut mungkin menyimpan cryptocurrency di neraca keuangannya. Atau merekrut tenaga ahli yang akan mengembangkan barang atau jasa terkait kripto. Ketiga, bisnis itu memiliki pemimpin senior yang berkomentar positif soal aset kripto selama dua tahun terakhir.

Patut dicatat, banyak dari 32 bisnis besat tersebut merupakan lembaga keuangan yang sebelumnya skeptis soal cryptocurrency. Tetapi kini mengubah pemikiran secara progresif akibat permintaan pelanggan.

Di sisi lain, dari 61 perusahaan yang bersikap netral. 59 diantaranya digolongkan netral karena tiadanya pernyataan publik soal mata uang digital oleh perusahaan atau dari jajaran eksekutif senior.

Sebagian besar 100 perusahaan terbesar itu memiliki usaha yang tidak terdampak secara langsung oleh kripto. Dalam skenario terbaik, bisnis-bisnis ini bisa menggunakan kripto untuk bertransaksi dengan mitra.

Mereka juga bisa memasukkan kripto ke neraca keuangan demi mengimbangi kerugian akibat menyimpan uang yang terkena inflasi,seperti dolar AS.

Dua pengecualian adalah Microsoft dan Alibaba. Microsoft telah mengembangkan sistem identitas desentralistik di blockchain Bitcoin dan berniat membangun solusi lain. Namun, perlu dicatat hal ini bukanlah pernyataan dukungan Microsoft terhadap kripto.

Perusahaan yang bersikap negatif soal aset digital. Terlepas dari apakah mereka menawarkan barang atau jasa terkait kripto, telah menerbitkan artikel yang mengkritik kripto.

Kriteria lain adalah perusahaan yang negatif pernah mengutarakan sikap skeptis atau memiliki eksekutif senior yang berbicara negatif terhadap cryptocurrency selama dua tahun terakhir. Kriteria terakhir adalah perusahaan tersebut pernah membatasi keterlibatan pelanggan di aktivitas terkait kripto.

Secara keseluruhan, sejumlah perusahaan meyakini cryptocurrency adalah masa depan, sementara yang lainnya bersikap netral sambil menunggu respon pasar. Ada juga perusahaan yang memiliki sikap antagonis sebab kripto mengancam kesuksesan usaha mereka.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Hester Peirce: SEC Uji Coba Regulasi DeFi

Dalam sebuah wawancara, Hester Peirce, regulator yang dikenal sebagai “Crypto Mom” yang bulan lalu dilantik sebagai komisaris di Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) menyatakan rencananya untuk lima tahun ke depan dan mengungkapkan beberapa hal terkait dengan regulasi DeFi.

Keuangan terdesentralisasi atau DeFi memang menjadi topik hangat di kalangan pemangku kepentingan dan juga industri mata uang kripto. Ini mengingat proyek-proyek DeFi menjadi proyek berharga miliaran dolar bahkan lebih dan masih terbilang sangat baru.

SEC sendiri merasa topik ini akan sulit untuk ditangani terkait dengan sistem protokol pinjaman non-kustodian, aset dan bursa sintetis, dan belum lagi referensi-referensi lainnya. Beberapa pengacara mengajukan kajian terkait dengan distribusi aset dalam DeFi. Namun, jelas DeFi mengusung protokol desentralisasi, yang kontrol dan kendali dalam jaringan bukan dibebankan kepada hanya satu entitas.

Baca Juga: Perbedaan Decentralized Finance (DeFi) dan Keuangan Tradisional

Prioritas Utama Hester Peirce

“Tujuan DeFi, dari perspektif yang saya pahami, adalah untuk menghilangkan perantara dan memungkinkan orang untuk terlibat satu sama lain secara langsung,” ujar Hester Peirce. “Dan biasanya, cara regulator mengatur sistem keuangan adalah dengan mengatur perantara (yang terlibat) tersebut.”

Dikenal sebagai salah satu pendukung mata uang kripto, Pierce ingin mengubah peraturan yang ada, untuk lebih memudahkan masyarakat Amerika dalam mengakses pasar mata uang kripto yang telah diregulasi. Nantinya, regulasi ini akan membuat lebih banyak perusahaan kripto untuk mengatur dan menggalang dana dalam kerangka kerja yang wajar.

“Prioritas utama saya, terkait banyak hal, dan bukan hanya mencakup lingkup kripto, adalah membuat cara untuk memungkinkan banyak orang di pasar untuk terlibat dalam transaksi yang saling menguntungkan.” ujarnya.

Salah satu rencata utama Peirce untuk lingkup kripto adalah melakukan revisi draf kebijakan “safe harbor” yang akan memberikan perusahaan mata uang kripto waktu selama tiga tahun untuk mengalihkan kekuasaannya kepada komunitas yang mereka miliki.

Di luar semua hal tersebut, banyak orang di dunia kripto berharap Peirce akan menjadi penyelamat industri ini. Namun, Peirce sendiri hanya bisa mengikuti kebijakan yang ada. Terlebih masih banyak rekan komisaris lain yang sikapnya kurang mendukung industri ini.

Baca Juga: Rusia Bangun Sistem Pemantauan Transaksi Kripto Gunakan AI

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Facebook Kembali Serius Garap Proyek Kripto

Facebook saat ini tengah menyelesaikan pengembangan dompet kripto ciptaannya yang bernama Novi. Raksasa media sosial tersebut pun dikabarkan akan segera mendukung NFT.

Kepala Facebook Financial sekaligus pemimpin projek kripto Diem besutan Facebook, David Marcus, berkata bahwa Facebook sedang melirik berbagai peluang agar terlibat di industri NFT.

Dalam wawancara dengan Bloomberg Television, Marcus berkata Facebook mempertimbangkan sejumlah opsi untuk memperkenalkan fitur-fitur NFT sebab berada pada posisi baik untuk hal itu.

“Ketika kami memiliki dompet kripto yang bagus seperti Novi nantinya, kami juga harus berpikir tentang cara membantu konsumen mendukung NFT,” tambah Marcus.

Baca JugaInvestasi Kripto Institusional Malah Meningkat Setelah Serangan FUD China

Dompet Novi disebut akan bisa digunakan untuk menyimpan NFT setelah aktif nanti. Soal berbagai layanan yang dibutuhkan ekosistem NFT. Marcus berkata, “Bila Anda adalah pencipta dan Anda menciptakan NFT, Anda mungkin ingin menyewakan NFT itu atau menjualnya. Anda harus menyimpan NFT tersebut.”

Ia menambahkan, dompet kripto Novi sudah siap untuk diluncurkan setelah pengembangan selama dua tahun. Kendati demikian, Facebook memutuskan menunda peluncurannya hingga perusahaan itu mendapat persetujuan dari regulator untuk meresmikan Diem.

Facebook mulai menggarap uang digital Diem dua tahun lalu yang dahulu dinamai Libra. Marcus menjelaskan, raksasa sosial media itu mempertimbangkan untuk meluncurkan Novi tanpa Diem sebagai langkah terakhir. Tetapi ia percaya kedua proyek ini sama-sama penting agar Diem sukses.

Facebook merilis white paper bagi aset kripto Libra pada bulan Juni 2019 dengan rencana awal mematok nilai aset itu ke sekumpulan uang digital termasuk dolar AS, euro, yen Jepang, pound Inggris dan dollar Singapore.

Baca JugaBank Raksasa Jerman Sebut Bitcoin Emas Digital Abad 21

Tetapi, akibat desakan dari regulator global, Asosiasi Libra kesulitan meluncurkan stablecoin itu. Akhirnya, Asosiasi Libra berganti nama menjadi Asosiasi Diem, dompet Calibra berubah menjadi Novi, dan stablecoin Facebook dirancang ulang agar dipatok terhadap dolar AS saja dan diawasi oleh pemerintah AS.

Menanggapi perlawanan dari regulator terhadap keterlibatan Facebook dalam industri keuangan, Marcus menyebut hal itu sebagai tidak bersifat Amerika. Ia berpendapat Facebook memang tidak langsung layak dipercaya rakyat, tetapi ia yakin layak mendapat peluang untuk menerima kepercayaan dari rakyat.

sumber. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Paus Ethereum Bertambah Saat Penurunan Harga Terjadi

Selama penurunan harga beberapa hari ini, setidaknya ada 68 “paus” Ethereum baru yang masuk ke dalam jaringan.

Menurut pengguna Twitter Crypto Ali Martinez, data dari situs analitik Santiment menunjukan jumlah investor yang memegang Ether (ETH) dengan jumlah antara 1.000-10.000 Ether bertambah sebanyak 68 investor sejak 31 Agustus 2020 lalu. Hal ini terjadi bertepatan dengan penurunan harga ETH lebih dari 30% ke level terendah di $316,77, menurut data dari Coinmarketcap.

Pasar DeFi yang saat ini sedang berkembang pesat mendorong peningkatan permintaan untuk ETH semenjak bulan Juni lalu. Di sisi lain, hal ini juga membuat kenaikan biaya gas hingga mencapai ke tertingginya di 485 Gwei pada 1 September lalu.

Baca Juga: Laporan: Pengguna Aktif Ethereum Berlipat Ganda di Kuartal Dua 2020

Saat ini, harga tersebut kembali menurun dan berada di kisaran 98 Gwei per transaksi menyusul penurunan harga mata uang crypto saat ini. Ditambah, proyek SUSHI yang anjol hingga 88% dalam 5 hari terakhir.

Selain itu, ETH tetap menjadi aset kripto terbesar kedua berdasarkan kapitalisasi pasar dengan nilai hingga mencapai $39,7 miliar, disusul dengan Tether (USDT) yang menempati posisi ketiga dengan kapitalisasi pasar sebesar $14,17 miliar.

Baca Juga: Apa sih Yield Farming Itu? Panduan Untuk Pemula!

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kolaborasi Strategis Tokocrypto & BeKind: Kembangkan TokoCare & Proyek Tokenisasi di TokoLaunchpad

Tokocrypto selaku pedagang aset kripto no 1 di Indonesia kini juga melebarkan fokusnya pada pengembangan ekosistem blockchain di Indonesia. Salah satunya diwujudkan melalui TokoLaunchpad dimana salah satu startup yang bergabung dalam program inkubator ini adalah BeKind.

Tokolaunchpad merupakan proyek akselerator pertama yang memberdayakan start-up dengan teknologi blockchain dan tokenisasi di Indonesia dari Tokocrypto, rencananya akan diluncurkan pada akhir 2021.

BeKind merupakan proyek blockchain pertama di Indonesia yang mengembangkan ekosistem impak sosial/donasi yang kuat dan terukur, berdasarkan bukti melalui platform digital yang transparan. Saat ini, BeKind berfokus membangun kemitraan dengan berbagai pihak demi mewujudkan misinya, seperti Tokocrypto dan platform penggalangan Dana, WeCare.id, juga para mitra lainnya.

Nanda Ivens, CMO Tokocrypto mengatakan bahwa potensi dan pengalaman yang dimiliki BeKind menawarkan value yang unik dan bisa memberikan inovasi pada proses donasi di Indonesia dengan pemanfaatan blockchain. “Kami sangat berharap agar program inkubator yang akan kami jalankan ini mendorong ekosistem dan pemanfaatan blockchain di berbagai industri di Indonesia”, ungkap Nanda. 

“Besar harapan kami agar dukungan Tokocrypto dalam inkubasi ini bisa mendorong proses IEO sesuai jadwal dalam roadmap kami, yaitu pada akhir tahun 2021. Semoga dengan kolaborasi bersama Tokocrypto adopsi token BKND makin meluas dan makin banyak masyarakat yang tergerak untuk saling membantu sesama, tentunya dengan lebih mudah dan transparan, demi menghasilkan impak yang lebih besar dan berkelanjutan,” ujar Fajar Jasmin, CEO BeKind.

Selain fokus pada inkubasi BeKind sebagai startup di bidang blockchain, Tokocrypto juga menggandeng BeKind untuk mengembangkan berbagai CSR program, yaitu TokoCare.    

Salah satu proyek awal TokoCare yang dilaksanakan bersama BeKind adalah distribusi 90 tabung oksigen secara gratis ke beberapa rumah sakit di Jawa Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta pada Agustus lalu, dan didukung oleh WeCare.id dan Kementerian Perindustrian.

Kini, TokoCare bersama dengan lini produk TokoMall akan menghadirkan pendanaan untuk program CSR yang berkelanjutan dalam bentuk NFT Charity. Pendanaan ini didapatkan dari kategori TKO Original dalam laman TokoMall yang berisikan artwork original dari Tokocrypto. Salah satu yang menarik adalah kehadiran koleksi NFT spesial yaitu Miss Crypto Indonesia.

 “Konsep NFT Charity ini menjadi hal baru yang kami tawarkan kepada para kolektor atau antusias NFT artwork di Indonesia untuk dapat mengoleksi karya seni sekaligus donasi. 100% transaksinya akan disalurkan untuk donasi melalui TokoCare guna membantu penanggulangan isu sosial hingga kesehatan di Indonesia.” – Chung Ying Lai, CSO Tokocrypto.

Miss Crypto Indonesia merupakan Tokocrypto Angels terpilih yang menghadirkan koleksi NFT dalam bentuk foto dan merepresentasikan cerita rakyat Indonesia seperti Timun Mas, Ken Dedes, Telaga Bidadari, dan Purbasari. Hal ini sejalan dengan value dari TokoMall yang ingin mengangkat keragaman nilai, budaya, hingga talenta Indonesia. Dengan total 50 koleksi, donasi yang ditargetkan terkumpul untuk NFT Charity ini sebesar 100 juta rupiah.



Sumber : news.tokocrypto.com

Walaupun Terdampak Covid-19, Industri Penerbangan Tetap Gandeng Blockchain

Perusahaan terbesar di industri penerbangan Rusia, S7 Airlines akan mulai menjual tiket pesawat miliknya lewat blockchain yang dikembangkan oleh Sberbank, bagian dari bank raksasa milik Rusia. Proyek bersama ini memungkinkan agen penjualan tiket pesawat dengan akun di Sberbank melakukan penyelesaian pemesanan atau pembelian tiket melalui smart contract dengan menggunakan token.

Bila menggunakan sistem yang lama, agen penjual tiket harus menggunakan jaminan bank dan uang muka untuk mendaftarkan tiket pesawat, dan proses penyelesaian sendiri masih menggunakan surat, rekonsiliasi dan transfer uang yang bisa memakan waktu 10 hari.

Baca Juga: Cara Blockchain Menumpas Korupsi Agar Menciptakan Pemerintah yang Bersih

Namun, dengan blockchain yang dikembangkan oleh Sberbank. Proses rumit tersebut akan disederhanakan dan memberikan kecepatan transaksi hingga 20 detik.

Uang yang berasal dari akun perantara yang diberikan token dan ditransfer ke S7 sesuai dengan perintah yang ditentukan dalam smart contract. Token tersebut akan ditautkan kepada akun pelanggan sebenarnya, dan Sberbank bertugas sebagai penjamin kesepakatan.

Pembelian tiket pesawat S7 baru ini akan terapkan pada September 2020 dan menargetkan klien dari korporat karena masih dalam tahap pengembangan. Pengembangan blockchain antara S7 dan Sberbank sudah dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, sebagai perusahaan maskapai terbesar di Rusia, S7 melakukan pembelian platform pertama di dunia untuk penjualan tiket pesawat lewat platform blockchain, saat itu bekerja sama dengan Alfa Bank pada 2017. Pada Juli 2019, total transaksi yang telah dilakukan lewat platform blockchain tersebut sudah memproses lebih dari $1 juta pembayaran.

Kemungkinan besar token nanti yang akan digunakan bisa berasal dari stablecoin yang sedang dipertimbangkan untuk diluncurkan oleh Sberbank dipatok 1:1 dengan mata uang Rusia. Jenis token ini layaknya seperti USDT dan IDRT. Sebab, hingga saat ini Sberbank masih belum mengutarakan jenis token seperti apa yang nantinya akan digunakan.

Di mana, sistem baru pembelian tiket blockchain ini akan menjadi token virtual pertama yang digunakan untuk pembayaran dan settlement di Rusia, dan menghilangkan proses transaksi yang cukup lama hingga 10 hari dalam pembelian tiket di industri penerbangan dengan melibatkan para agen penjualan tiket.

Baca Juga: MIT Bantu Fed Rancang CBDC untuk Penggunaan Massal

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bank Raksasa Jerman Sebut Bitcoin Emas Digital Abad 21

Valuasi pasar Bitcoin yang mendekati $1 triliun disebut-sebut berpotensi menjadi emas versi digital di abad 21.

Buruh, ekonom senior, dan ahli strategi pasar asal Deutsche Bank, mengatakan bahwa orang selalu berusaha untuk menyimpan kekayaan mereka dalam aset yang tidak dikendalikan oleh pemerintah, seperti emas.

“Emas telah memiliki peran ini selama berabad-abad. Dan ya, tidak menutup kemudian Bitcoin akan berpotensi menjadi emas versi digital abad ke-21.”

Ahli strategi asal Deutsche Bank juga menambahkan bahwa saat ini banyak individu telah melihat Bitcoin sebagai perlindungan terhadap inflasi fiat.

Hal ini karena Bitcoin memiliki pasokan tetap pada saat bank sentral secara eksponensial meningkatkan pasokan mata uang tradisional.

Ibaratkannya, pasokan maksimum 21 juta, itu setara dengan 89% Bitcoin sudah beredar.

Peran Penting Crypto di Masa Depan dalam Pembayaran

Profesor keuangan dan ekonomi Universitas Harvard, memberi tanggapan bahwa aset crypto akan banyak membantu dalam pembentukan alternatif masa depan pembayaran.

Saat ini, keterbatasan Bitcoin sebagai alat pembayaran rata-rata berasal dari beberapa gerai merchant yang mendukungnya. Ditambah lagi waktu penyelesaian yang lambat dan biaya transaksi yang tinggi.

Namun, faktor-faktor tersebut bisa saja berubah karena saat ini aset crypto seperti Bitcoin pasti akan alami peningkatan adopsi dan akan meningkatkan teknologinya agar memungkinkan transaksi yang lebih murah dan lebih cepat.

“Tetapi penting untuk diingat bahwa Bitcoin tetap memiliki risiko. Sifatnya juga terlalu fluktuatif untuk menjadi penyimpan nilai yang andal saat ini. Dan saya berharap untuk tetap sangat fluktuatif di masa mendatang.” Ungkap sang Profesor.

Profesor tersebut juga membandingkan Bitcoin dengan Ethereum.

“Jika Bitcoin kadang-kadang disebut ‘emas digital’, maka Ethereum akan menjadi ‘perak digital’.”

Baca JugaApa Itu Bitcoin Berjangka?

Masalah Terbesar Crypto Adalah Kurangnya Regulasi

Subjek regulasi telah menjadi topik hangat di industri cryptocurrency.

Itu karena regulasi adalah salah satu faktor terpenting yang mempengaruhi harga Bitcoin.

Kenaikan cryptocurrency telah ditangkap setiap kali pemerintah telah memecahkan cambuk kebijakan, dengan negara-negara yang memutuskan mengambil berbagai pendekatan terhadap regulasi Bitcoin.

Banyak buruh yang mengatakan bahwa sementara ini peraturan yang longgar sedang mengadopsi banyak aset. Itu telah menjadi batasan terhadap investasi potensial dari bisnis dan investor institusi.

Cryptocurrency juga mengkonsumsi energi dalam jumlah besar dan tidak berkelanjutan untuk memproses transaksi.

Kedua masalah tersebut dapat diselesaikan dengan mengadopsi teknologi crypto yang lebih ramah lingkungan seperti Tezos misalnya.

Para buruh kemudian menyimpulkan bahwa aset cryptocurrency, mata uang digital sentral, dan uang tunai akan hidup berdampingan di masa depan.

CBDC, uang tunai, dan cryptocurrency akan hidup berdampingan. Uang tunai tentu tidak akan hilang, tetapi kami berharap itu menurun sebagai alat pembayaran.”



Sumber : news.tokocrypto.com

Tertarik Koleksi NFT? Inilah Tips Mengoleksi NFT!

Hadirnya Non Fungible Token (NFT) saat ini memungkinkan bagi kita untuk mempunyai kepemilikan digital atas sebuah karya seni. Dengan memiliki karya seni yang sudah di NFT-kan artinya Anda akan memiliki sebuah kode unik yang berfungsi untuk melacak penerbit token, creators, pemilik awal, dan pemilik akhir untuk sebuah karya. NFT tak hanya hype di kalangan kreator saja, tapi di kalangan kolektor karya seni juga. Tak sedikit para kolektor yang kini mulai terjun untuk koleksi NFT. 

Seiring keuntungan-keuntungan yang dihadirkan ketika mengoleksi NFT, timbul beberapa persoalan yang membuntutinya. Seperti kasus duplikasi karya seni yang dilakukan oleh Twisted Vacancy, seorang penggiat NFT atas karya milik Ardneks yang ramai diperbincangkan sejak beberapa bulan yang lalu. 

Jelas hal ini tak hanya merugikan pihak kreator asli saja, kolektor yang telah membeli karya tersebut tentu juga merasakan dampaknya. Alih-alih puas setelah membeli karya tersebut, yang ada rasa jengkel-lah yang didapatkan. Belum lagi karya yang sudah diketahui oleh umum yang dibuat berdasarkan jiplakan karya orang lain tentunya tidak akan menjadi bernilai lagi. Tentunya ini merugikan kolektor yang juga menyisipkan value berinvestasi selain mengoleksinya.  

Berkaca dari kasus duplikasi tersebut, rasanya tak ada jaminan untuk di kemudian hari kejadian ini tak akan terjadi kembali. Untuk itu, bagi Anda yang tertarik untuk mengoleksi NFT, berikut kami hadirkan beberapa tipsnya!

Tips Mengoleksi NFT

Inilah beberapa tips bagi Anda yang ingin mengoleksi NFT: 

1. Riset Karya Seniman

Berkaca dari kasus plagiarisme yang telah disebutkan di atas sebenarnya bisa dihindari oleh kolektor jika sebelumnya ia telah melakukan riset terlebih dahulu.  Salah satu cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan mengeceknya langsung ke profil social media milik artist, apakah ia pernah update atau memberikan informasi kalau menjual karya NFT.

Cara lainnya yang bisa dilakukan adalah ketika Anda menemui NFT milik Seniman B dan berniat membelinya, Anda bisa mengecek terlebih dahulu karya-karya lain miliki Seniman B tersebut. Apakah karya-karya Seniman B tersebut memiliki “ciri khas” yang sama atau tidak. Biasanya para seniman yang sudah berkecimpung bertahun-tahun, ia memiliki value atau bisa dikatakan ciri khasnya tersendiri, seperti contoh dari karya-karya Ardneks yang mempunyai ciri khas pada palet warna kuning, biru, merah hasil dari eksplorasinya sendiri. 

Jika Anda menemukan karya NFT yang ternyata “mencurigakan”, tentunya Anda bisa mengurungkan niat beli NFT tersebut. 

2. Lakukan Google Image Search Apakah Original atau Plagiat

Dengan Google Image, Anda bisa melakukan pencarian berdasarkan gambar untuk mengetahui apakah ada gambar serupa yang telah dipublikasikan di internet. 

Caranya mudah, Anda tinggal mengunjungi laman Google kemudian klik ikon Kamera yang ada di sebelah kanan kolom pencarian. Setelah itu, Anda tinggal masukkan link gambar atau juga bisa dengan mengunggah gambar yang ingin Anda cari. 

3. Tanya-tanya Pendapat ke Komunitas NFT Apakah Artist Kredibel atau Plagiat

Berdasarkan hasil wawancara yang telah kami lakukan dengan Radiofeeder, seorang kolektor dan juga kreator NFT di Indonesia, bagi Anda yang ingin berkecimpung di dunia NFT” sebaiknya dapat bergabung ke dalam komunitas-komunitas yang ada di Indonesia. Tak hanya kreator, komunitas NFT yang ada pun terbuka juga bagi kolektor yang ingin bergabung.

Di dalamnya, tak hanya sharing seputar topik terkait kreator saja, Anda bisa juga menanyakan apakah NFT artist tersebut kredibel atau tidak. Karena memang dengan mengikuti komunitas, Anda bisa mengetahui jaringan antar para NFT artist

4. Lihat Potongan Biaya yang Ditentukan Artist

Potongan biaya yang dimaksud di sini adalah potongan royalti. Setiap karya seni NFT yang ada akan ditekankan besaran royalti yang nantinya akan diberikan kepada kreator ketika karya NFT tersebut dijual kembali oleh kolektor. Nah, besaran royalti ini bisa ditentukan oleh artist ketika ia mentokeninasi hasil karyanya di blockchain. Adapun besaran royalti nya adalah mulai dari 10% hingga 25%.

Lantas, mengapa seorang kolektor harus melihat potongan royalti ini sebelum membelinya? Hal ini sebenarnya bermanfaat ketika Anda ingin menjual kembali koleksi NFT milik Anda. Dengan memilih potongan biaya royalti yang kecil, di kemudian hari ketika menjualnya, Anda tak perlu memasang harga yang terlalu tinggi untuk menutupi potongan royalti tersebut. 

Itulah beberapa tips yang bisa kami berikan untuk Anda yang tertarik koleksi NFT. Apakah Anda tertarik mengoleksi karya NFT dari seniman Indonesia yang keren-keren? Kini, Anda bisa menemukannya di TokoMall, lho! Yuk, daftarkan diri Anda sebagai collector sekarang juga di www.mall.tokoscape.com



Sumber : news.tokocrypto.com