Category Archives: Tokocrypto

Arus Masuk Bitcoin ke Bursa Naik, Apa Yang Terjadi?

Di tengah aksi jual yang cukup kuat pada Bitcoin (BTC) belum lama ini, diketahui juga diikuti oleh meningkatnya arus masuk crypto utama ini ke bursa.

Analis pasar  juga berpendapat bahwa penurunan saat ini itu sebagian dapat disebabkan oleh peningkatan arus masuk BTC ke bursa crypto, seperti yang diakui oleh Lark Davis:

“Aliran masuk Bitcoin ke bursa sedang meningkat; ini sering datang sebelum penurunan harga. Selama ini pasar menyerap tekanan jual dengan harga hanya turun beberapa persen.”

Setiap kali bursa mengalami arus masuk yang tinggi, ini biasanya Bearish karena koin dipindahkan dari penyimpanan dingin dan dompet digital dengan tujuan utama untuk dilikuidasi. Akibatnya, tekanan jual naik, menyebabkan harga turun.

Will Clemente juga menggemakan sentimen ini. Analis on-chain tersebut mencatat :

“Saya Bearish jangka pendek. Penurunan Rasio Pasokan Tidak Likuid dan koin pindah ke bursa. Juga, beberapa Whale sedang menjual.”

Baca Juga: Analisa Teknikal 26 Agustus: Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH)

Perusahaan analitik crypto Glassnode, juga mengungkapkan:

“Jumlah pasokan Bitcoin terakhir aktif 1 tahun ke-2 (MA 1 hari) baru saja mencapai level tertinggi 1 bulan di 1.687.319.106 BTC.”

Menurut Crypto Michael, seorang analis di Twitter dan Youtuber, mengatakan bahwa ada kemungkinan BTC akan turun ke $44.000-$48.000 atau bisa ke $51.000 dan melonjak lebih tinggi.

Dia menekankan bahwa BTC memerlukan healthy correction ( koreksi sehat), untuk BTC membentuk higher low dan kembali ke ATH.

Baca Juga: Rayakan HUT RI Ke-76 Bareng Tokocrypto, Total Hadiah Rp 760.000.000 Menantimu!

Disamping itu, dia memprediksi bahwa siklus bull BTC akan habis di tahun 2022 dimana Lark Davis mengatakan bahwa BTC sama seperti tahun 2013 ( BTC ke ATH di bulan Desember)

Namun, menurut Cryptoharian, tidak ada yang tahu kapan TOP dan kapan BOTTOM akan terjadi.

Di sisi lain, pasar crypto global diperkirakan akan mencapai $4,94 miliar pada tahun 2030. Penggerak utama telah meningkatkan pengiriman uang oleh negara asing dan kebutuhan akan transparansi dalam sistem pembayaran.

Crypto adalah masa depan, tetapi tetap akan melalui beragam proses yang tidak semuanya terlihat baik. Regulasi yang akan datang pun digadang akan menjadi tanda kematangan pasar, sehingga ini akan baik secara fundamental. Bagaimana menurut Anda?



Sumber : news.tokocrypto.com

4 Rekomendasi Investasi yang Cocok Untuk Anak Muda

Dahulu investasi identik hanya dilakukan oleh orang tua saja. Namun, kini banyak anak muda yang sudah melek investasi. Semakin berkembangnya teknologi informasi yang masif saat ini membuat informasi semakin mudah untuk diakses. Mencari dan mempelajari informasi investasi mana yang cocok untuk anak muda sangatlah mudah dilakukan. Cukup bermodalkan seperangkat laptop atau smartphone dengan koneksi internet saja, semua informasi sudah bisa didapatkan. 

Tapi, jika Anda ingin memulainya, diperlukan beberapa pertimbangan untuk memilih instrumen investasi mana yang cocok bagi Anda. Yuk, simak selengkapnya!

Alasan Kenapa Anak Muda Perlu Investasi Sedari Dini

Menghadapi masa depan yang serba tidak pasti merupakan hal yang wajib dipersiapkan. Makanya, investasi perlu dilakukan sedari dini. Menyisihkan sedikit dari pendapatan untuk membeli aset instrumen investasi di masa muda akan membantu Anda di masa tua. Dengan berinvestasi dari muda, Anda dapat menjaga nilai uang Anda untuk tetap bertambah mengimbangi pergerakan inflasi yang juga terus bertambah. 

Selain itu, dengan berinvestasi juga bisa membuat Anda dapat menggapai mimpi-mimpi yang ingin dikejar. Seperti mempunyai usaha sendiri, memiliki rumah, atau berjalan-jalan keliling dunia tentunya membutuhkan dana yang tak sedikit kan. Nah dengan berinvestasi, Anda berpeluang dalam menambah nilai uang dan dapat menyisihkan tambahan dana untuk mengejar impian. 

Cara Memulai Investasi Di Usia Muda

Anda masih bingung harus memulainya dari mana? Tak perlu khawatir. Berikut beberapa hal yang bisa Anda terapkan sebagai persiapan dalam memulainya: 

  • Buat Tujuan serta Rencana Jangka Panjang

Langkah pertama yang dilakukan adalah susun tujuan dan rencana. Anda bisa sisihkan sebagian waktu untuk mencari tahu tujuan keuangan yang ingin dicapai. Setelahnya, buat juga rencana jangka panjang untuk mencapai tujuan itu. Beberapa indikator dalam rencana yang bisa diperhatikan adalah berapa besar keuntungan yang ingin didapatkan dan kapan waktu mendapatkannya. 

  • Tentukan Budget Investasi

Untuk mendukung langkah pertama yang telah disusun, Anda juga perlu menentukan budget investasi. Ada berapa banyak dana yang harus dialokasikan agar dapat mencapai target waktu dan keuntungan yang diinginkan. Tapi satu yang perlu diingat, Anda tetap harus menghitung dan mempertimbangkan kebutuhan sehari-hari dan bulanan. Nah biasanya, dana yang bisa dialokasikan sekitar 20-40% dana dari pendapatan. 

  • Pilih Jenis Investasi yang Sesuai

Setelah mengetahui tujuan dan menyusun rencana, sudah juga menetapkan besar alokasi dana investasi, kini saatnya untuk mempelajari jenis instrumen investasi yang ada dan memilih jenis investasi yang sesuai. Dengan ini, Anda bisa menemukan jenis investasi yang sesuai dengan tujuan, kebutuhan, budget, dan profil risiko. 

Rekomendasi Investasi Yang Cocok Untuk Anak Muda

Berikut rekomendasi instrumen investasi yang cocok untuk anak muda:

Reksa dana merupakan produk investasi yang mana dana investor nantinya akan dikelola oleh manajer investasi agar memperoleh keuntungan. Instrumen investasi ini seringkali menjadi opsi yang bagus bagi pemula yang baru mau memulai berinvestasi. 

Kini investasi reksadana dapat sangat mudah dibeli oleh berbagai kalangan, apalagi banyaknya sudah banyaknya platform online yang memudahkan anak muda untuk mengakses informasinya. 

Beli saham menjadi salah satu alternatif yang menguntungkan meski risikonya pun cukup tinggi. Keuntungan dari beli saham bisa didapat dari dua cara, yaitu capital gain (margin yang diperoleh dari harga jual dan harga beli) dan dividen (pembagian keuntungan bagi para pemegang saham yang diberikan oleh perusahaan).

P2P Lending merupakan platform yang mempertemukan antara peminjam atau debitur dengan pemberi pinjaman alias kreditur. Kreditur dapat membantu para peminjam dengan menyediakan dana yang mereka butuhkan. Nantinya debitur akan mencicil pinjamannya tiap bulan, nah dari sinilah keuntungan dapat diterima cukup cepat. 

Aset kripto merupakan mata uang digital yang dipakai untuk bertransaksi virtual dalam jaringan internet. Instrumen investasi satu ini memang sedang hype di kalangan anak muda. Dilansir dari Ajaib.co.id, telah dilakukan survei dan menemukan bahwa 44% dari milenial berpikir aset kripto akan diterima di masa depan.

Mudahnya dalam pencarian informasi serta kemudahan transaksi yang bisa dilakukan melalui smartphone saja merupakan alasan yang tepat bagi anak muda untuk memilih investasi ini. Apalagi banyaknya campaign-campaign yang dilakukan oleh exchange aset kripto dapat memberikan keuntungan bagi mereka. 

Yang terbaru, Tokocrypto yang merupakan exchange terpercaya Indonesia melakukan campaign #1TKO1INDONESIA. Dimana nantinya, jika register di Tokocrypto, Anda akan mendapatkan aset kripto (TKO) secara gratis. Wah menguntungkan kan?

Tunggu apa lagi? Pilih aset kripto sebagai investasi yang cocok bagi Anda dan daftarkan diri segera di www.tokocrypto.com untuk dapatkan keuntungannya!



Sumber : news.tokocrypto.com

Decentralized Finance: Tantangan dan Peluang

Decentralized Finance (DeFi) memberi akses terhadap produk dan layanan yang tidak terbatas kepada semua orang. Layanan produk keuangannya pun sangat beragam mulai dari produk tabungan sederhana hingga platform perdagangan yang kompleks tanpa hambatan, dimana membutuhkan infrastruktur yang sangat minim. Sebanyak 1,7 miliar orang dewasa yang tidak memiliki akses ke layanan bank (unbanked) dapat mengakses semua fasilitas keuangan melalui adanya decentralized finance tanpa memerlukan izin atau perantara. 

Dengan kemampuan mengakses fasilitas keuangan tanpa perantara, DeFi berpotensi membuat produk tertentu lebih murah dimana hal ini dapat memberikan perbedaan besar antara DeFi dan keuangan tradisional dalam jangka panjang. 

Namun, bagaimanakah dengan tantangan DeFi? Mengingat teknologi ini menawarkan berbagai macam keuntungan dan kemudahan namun belum sepenuhnya dikenal khususnya dalam dunia global.

Baca Juga: Perbedaan Decentralized Finance dan Keuangan Tradisional

Mengalihkan tanggung jawab dari pihak perantara ke pengguna dapat menjadi aspek negatif bagi beberapa orang. Merancang produk yang meminimalisasi resiko kesalahan pengguna merupakan tantangan yang sulit ketika produk tersebut dipasang diatas blockchain yang tidak bisa dirubah. 

Decentralized Finance belum mencapai potensi penuhnya karena beberapa tantangan terkait dengan penipuan, volatilitas, kegunaan dan ketidakpastian regulasi. DeFi tentu bisa rentan terhadap kecurangan dan juga penyebaran inovasi keuangan yang belum teruji. Agar berhasil, DeFi perlu menumbuhkan ekosistem yang sehat yang mendorong inovasi yang bertanggung jawab sehingga dapat menyingkirkan pelaku penipuan. 

Secara bawaan, blockchain cenderung lebih lambat daripada aplikasi sejenis lainnya yang tersentralisasi. Pengembang DeFi tentu perlu memperhitungkan keterbatasan ini dan mengoptimalkan produknya. 

Selain itu, DeFi cenderung dibangun diatas aset kripto yang dikenal sangat mudah berubah sehingga dapat menghambat stabilitas dan adopsi. Untuk mengatasi hal ini maka munculnya stablecoin yang nilainya setara dengan aset stabil seperti USD. 

Pada intinya, teknologi blockchain dapat mengurangi biaya transaksi, memperluas cakupan transaksi dan memberdayakan transaksi peer to peer. Paradigma baru ini menyebabkan munculnya Decentralized Finance (DeFi) yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk menciptakan sistem keuangan alternatif yang lebih desentralisasi, inovatif, tanpa batas dan transparan. Meskipun banyak tantangan yang dihadapi, namun para wirausahawan dan inovator telah bereksperimen dengan model bisnis ini yang secara tradisional tidak dapat berjalan tanpa adanya teknologi blockchain. 

Jika berhasil, DeFi memiliki potensi untuk membentuk kembali industri yang ada dan menciptakan landscape baru untuk kewirausahaan dan inovasi. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Laporan Terbaru Tunjukkan Investor Mulai Berburu Bitcoin

Lama vs baru, fisik vs digital. Ini adalah perdebatan hangat baru-baru ini terkait dengan aset mana yang dapat menyimpan nilai dengan lebih baik. Di sisi lain, usia dari para investor juga mendorong aksi pada strategi investasi saat ini.

Menurut laporan JPMorgan Chase & Co yang dirilis minggu ini dan dikutip oleh Bloomberg, investor secara keseluruhan (berdasarkan umur) mencari aset alternatif selama pandemi dan ketidakpastian ekonomi seperti saat ini.

Jika investor dengan usia yang lebih tua mencari rasa aman dari emas, sebuah penyimpan nilai klasik dan lindung nilai terhadap inflasi, investor muda justru melakukan hal yang sama, tetapi tidak pada emas melainkan pada Bitcoin.

Baca Juga: 5 Alasan Bitcoin Bisa Wujudkan kebebasan Finansial

Investor Secara Keseluruhan Mulai Melirik Bitcoin

Laporan tersebut juga menunjukkan bahwa di antara produk investasi tradisional, investor muda memilih saham teknologi sedangkan investor yang lebih tua memilih untuk menjual ekuitas.

Ada indikasi akhir-akhir ini bahwa investor yang lebih tua mulai melihat Bitcoin dan mata uang crypto lainnya sebagai cara berinvestasi yang layak dipertimbangkan.

Misalnya saja, aplikasi bernama Mode, baru-baru ini melaporkan peningkatan signifikan dalam pembelian Bitcoin bulanan dari pengguna Baby Boomers dan Gen X. jumlahnya hampir sama dengan jumlah peningkatan dari bulan ke bulan yang terlihat pada pengguna Milenial dan Gen Z.

Baca Juga: Penulis Rich Dad Poor Dad: Bitcoin Bisa Membuatmu Kaya dan Pintar

Meski begitu, investor yang lebih tua ternyata masih melihat lebih banyak nilai dalam aset yang telah teruji waktu seperti emas ini. Hal ini tidak lain karena emas memang selalu dijadikan sumber stabilitas di pasar selama beberapa waktu. Di sisi lain, Bitcoin masih dipandang sebagai aset baru dan asing, belum lagi karena volatilitasnya yang tinggi dianggap relatif tidak stabil.

Lonjakan Harga Emas dan Bitcoin

Namun, di luar itu semua, terdapat hal yang pasti, yaitu harga emas dan Bitcoin sedang melonjak akhir-akhir ini. Pada akhir bulan lalu saja, harga emas mencapai titik all-time-high baru, melampaui level tertinggi sebelumnya pada tahun 2011 silam. Pada hari Selasa, 4 Agustus, emas berhasil menembus $2.000 per troy ounce di New York untuk pertama kalinya.

Baca Juga: Seberapa Profit Bitcoin Dibandingkan Emas Dalam 10 Tahun?

Bitcoin tidak berada di dekat level tertinggi all-time-high di $20.089 pada 2017 silam, tetapi secara berkala terus melonjak dan melipatgandakan harga yang sempat menjadi terendah di $3.900 pada Black Thursday lalu.

Saat penulisan ini, Bitcoin berada di kisaran $11.700 dan naik 28% dalam 30 hari terakhir. Hampir semua mata uang crypto juga ikut naik, dengan Ethereum berada di kisaran $400 naik 74% dalam 30 hari terakhir.

Baca Juga:

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini



Sumber : news.tokocrypto.com

Rayakan HUT RI Ke-76 Bareng Tokocrypto, Total Hadiah Rp 760.000.000 Menantimu!

Masa pandemi dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tidak akan menjadi penghalang untuk tetap merasakan serunya momen kemerdekaan. Tokocrypto turut meramaikan perayaan ulang tahun Kemerdekaan Indonesia dengan mengadakan Lomba Trading 17an antar kota di Indonesia.

Peserta akan mewakili kota masing-masing sesuai dengan KTP yang digunakan saat verifikasi akun Tokocrypto/ KYC. Adapun beberapa kota yang bertanding dalam kompetisi ini adalah; Jakarta, Surabaya, Medan, Bandung, Bekasi, Semarang, Tangerang, Tangerang Selatan, Depok dan Bogor. 

Baca Juga: 222 ETH Senilai Rp 10 Miliar Berhasil Dikumpulkan Kurang dari 4 Jam dalam Lelang Amal karya NFT Oxygen for Indonesia

Kompetisi ini akan dilakukan secara virtual di platform Tokocrypto selama kurang lebih 3 minggu, terhitung dari tanggal 25 Agustus 2021 hingga 14 September 2021. Beberapa perlombaan yang akan diadakan adalah; Panjat Pinang, Balap Karung, Tarik Tambang dan Community Voting. 

Kompetisi trading 17an ini merupakan bentuk kerjasama Tokocrypto dan beberapa proyek kripto lainnya seperti Coin98, Alien Worlds, Near Protocol, Neo, Gas, Flamingo dan Conflux. Hadiah akan diberikan dalam bentuk aset kripto yaitu TKO, C98, NEO, GAS, NEAR, FLM dan TLM. 

Lihat disini untuk informasi lebih lanjut terkait kompetisi ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Perbedaan Decentralized Finance (DeFi) dan Keuangan Tradisional

Decentralized Finance (DeFi) atau keuangan terdesentralisasi adalah industri baru yang menjanjikan adanya revolusi sektor keuangan tradisional. Kebutuhan akan sistem keuangan yang terbuka, transparan dan aman adalah pendorong utama suksesnya DeFi menjadi obrolan dalam dunia teknologi Blockchain setahun belakangan ini. Tidak heran jika akhirnya, DeFi muncul sebagai alternatif dari sistem keuangan saat ini. 

Seperti yang sudah dibahas pada artikel sebelumnya, DeFi adalah sektor keuangan terbuka yang berjalan diatas perangkat lunak yang dibangun diatas blockchain dan memiliki kemampuan untuk menjadi alat keuangan yang berada diluar kendali pemerintah dan regulasi. Penciptaan sistem keuangan yang sepenuhnya terdesentralisasi dan independen terus berkembang pesat di tengah meningkatnya seruan untuk keamanan data dan privasi. 

DeFi memanfaatkan seperangkat alat yang progresif untuk memberikan kontrol kepada pengguna. Fakta bahwa tren DeFi ini menawarkan fungsi ekstra selain mengurangi resiko operasional menjadikan DeFi sebagai pengganti ideal untuk sistem keuangan saat ini. 

Berawal pada tahun 2018 ketika 15 proyek berbasis Ethereum datan bersama untuk membangun sistem keuangan yang independen, aman dan terbuka, sejak saat itulah DeFi terkenal sebagai pengganti sistem keuangan tradisional. 

Baca Juga: Mengenal DeFi (Part 2): Manfaat dan Kegunaan DeFi 

Lalu, apakah perbedaan antara Decentralized Finance dan Keuangan Tradisional?

Ada beberapa poin utama yang membedakan antara keduanya, yaitu:

  • Dalam Decentralized Finance, blockchain berperan utama mengatur segala pengerjaan di sektor keuangan. Sebaliknya, pemerintah publik yang memerlukan hukum dan lembaga keuangan yang teregulasi bertindak sebagai sumber kepercayaan yang mengatur semua kegiatan dalam keuangan tradisional.
  • Decentralized Finance sangat menarik perhatian sejumlah kalangan karena sistemnya yang lebih terbuka dan transparan daripada keuangan tradisional. Siapapun dapat mengambil bagian dalam membuat layanan dan alat finansial diatas teknologi blockchain. Sebaliknya dalam keuangan tradisional, seseorang harus memiliki lisensi dan otorisasi dari pihak yang berwenang atau regulator, sehingga hal ini membatasi inovasi-inovasi dalam sistem keuangan tradisional. 
  • Dalam Decentralized Finance, user dapat melakukan transaksi tanpa perantara, sehingga prosesnya akan lebih cepat dan mudah. Hal ini menyebabkan DeFi juga membutuhkan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan keuangan tradisional

Dari poin-poin diatas, dapat dikatakan bahwa kehadiran DeFi dapat menjembatani kesenjangan yang ada dan memungkinkan industri finansial dapat dinikmati oleh segala kalangan, setiap orang tanpa adanya batasan. DeFi membuka peluang besar bagi para pengguna untuk mengakses beberapa instrumen finansial tanpa adanya batasan-batasan umur, ras, agama, kewarganegaraan hingga masalah geografis. 

Baca Juga: Tokocrypto Angkat Topik DeFi di Indonesia Blockchain Week



Sumber : news.tokocrypto.com

222 ETH Senilai Rp 10 Miliar Berhasil Dikumpulkan Kurang dari 4 Jam dalam Lelang Amal karya NFT Oxygen for Indonesia

Tokocrypto berkolaborasi dengan salah satu seniman Indonesia, William Tan berhasil mengumpulkan 222 ETH dalam waktu kurang dari 4 Jam untuk penggalangan dana Oxygen for Indonesia melalui lelang NFT pertama yang dilakukan di Indonesia.

Lelang amal yang diadakan di Twitter Space pada 17 Agustus 2021 lalu bersama  CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai, Chef Arnold Poernomo serta Aldi Haryopratomo, mantan CEO Gopay berhasil mengumpulkan dana dalam ETH yang setara dengan USD 700,000 atau sekitar 10 Miliar Rupiah (berdasarkan harga ETH saat penggalangan dana berlangsung) dalam waktu yang sangat singkat dengan berhasil menjual total 1024 NFT). 

Baca Juga: Apa Itu NFT dan Kenapa Kian Populer

“Kami berterimakasih atas antusiasme masyarakat terhadap NFT. Hal ini membawa keberhasilan melalui pengumpulan dana dengan jumlah yang sangat signifikan dan bahkan dapat digunakan untuk membeli 7 pabrik oksigen untuk meningkatkan pasokan oksigen di Indonesia”, kata Aldi. 

Dana yang terkumpul disumbangkan melalui Oxygen For Indonesia, koalisi yang diciptakan oleh ekosistem startup di Indonesia guna membantu memerangi pandemi dengan memberikan tambahan pasokan oksigen dalam negeri. Gerakan Koalisi Oxygen For Indonesia ini memiliki target untuk menyediakan 10.000 oxygen concentrator yang akan didistribusikan ke kurang lebih 1.500 rumah sakit untuk bisa membantu 30 ribu pasien Covid-19 di Indonesia dalam jangka pendek, dan 7 juta pasien dalam jangka panjang.

Selain dari proses penggalangan dana dari korporasi dan publik, anggota koalisi Oxygen for Indonesia juga membentuk tim untuk seluruh proses dari hulu ke hilir. Misalnya akan ada tim yang fokus ke procurement dan impor, ada tim yang fokus ke pengiriman unit ke rumah sakit, ada tim yang fokus ke proses verifikasi dan hotline bagi pengguna alat yang didonasikan.

Baca Juga: Jangan Kaget, ini 5 NFT Termahal yang Pernah Ada

Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto mengatakan bahwa kegiatan amal melalui pelelangan hasil karya dalam bentuk NFT ini menunjukkan minat masyarakat dan komunitas yang sangat besar terhadap NFT. “Ini adalah momen bersejarah, dimana pertama kalinya di Indonesia diadakan lelang amal dalam bentuk karya seni NFT. Kegiatan lelang amal ini merupakan dari rangkaian dari program TokoCare, sebuah Inisiatif Tokocrypto untuk berKOLABORasi dan berAKSI dalam berbagai program corporate social responsibility” tutup Kai. 

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Coca-Cola akan Menggunakan Teknologi Blockchain Ethereum

CONA (Coke One North America), salah satu perusahaan dari Coca Cola, akan mencoba Baseline Protocol, teknologi blockchain Ethereum publik yang menargetkan untuk penggunaan perusahaan.

Startup Blockchain Unibright dan Provide mengumumkan proyek tersebut, yang sudah dikonfirmasi di LinkedIn oleh Direktur Inovasi CONA.

CONA adalah platform yang menyediakan alat untuk dua belas mitra pembotolan Coca-Cola Company terbesar di Amerika Utara agar mereka dapat berkolaborasi sebagai satu perusahaan.

Pada tahun 2019, beberapa pembotolan Coca-Cola Amerika Utara telah mengadopsi dan mengimplementasikan CONA, dimana tujuannya adalah untuk membuat transaksi rantai pasokan lintas organisasi lebih efisien, tanpa gesekan, dan transparan..

CONA sekarang pindah untuk membuat transaksi yang efisien antara pemasok botol jaringan internal dan pemasok eksternal bahan baku.

Oleh karena itu, ia menggunakan Baseline Protocol, seperangkat alat untuk memberikan privasi untuk adopsi perusahaan blockchain Ethereum publik.

Teknologi ini diluncurkan beberapa bulan yang lalu oleh Ernst & Young dan dikembangkan dalam kerjasama dengan ConsenSys dan Microsoft.

Tujuannya di sini adalah untuk membangun “Pelabuhan Pembotolan Coca-Cola,” sehingga akan dapat memungkinkan proses onboarding jaringan penghalang rendah untuk pemasok, yang seharusnya membawa lebih banyak manfaat bagi pemasok pembotolan internal dan eksternal, kata para mitra.

Pengumuman berlanjut untuk mendaftar sejumlah poin yang mereka klaim akan dapat proyek buktikan. Ini termasuk:

  • Suatu faktur dapat di tokenisasi dalam proses dasar;
  • Implementasi berbasis Hyperledger yang ada dapat memperluas, mengubah atau mengintegrasikan dengan Protokol Dasar;
  • Membuat versi dokumen komersial (mis. pesanan pembelian, pesanan penjualan, pengiriman, penerimaan barang, dll.) dapat menghilangkan masalah koordinasi ketika semua pihak menyetujui versi terbaru, versi resmi;
  • Menyetujui versi dasar terbaru dari “kebenaran yang diinginkan” yang dapat digunakan untuk membahas penanganan kesalahan atau pengiriman ulang sebagian, dll.

Proyek ini diharapkan menunjukkan hasil awal pada kuartal terakhir tahun ini.

Selain itu, kemitraan pada proyek ini juga berarti CONA akan memperoleh akses ke Chainlink (LINK), penyedia jaringan yang terdesentralisasi. Kita lihat saja bagaimana perkembangannya nantinya!

Baca Juga: Tokocrypto Kembali Gelar Indonesia Blockchain Week yang Ke-2

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Pluang akan Hadirkan 29 Koin Kripto Baru, Bekerja Sama dengan Tokocrypto

Pluang, aplikasi investasi Indonesia, akan meluncurkan 29 koin dan token kripto baru bekerja sama dengan Tokocrypto, salah satu platform aset kripto terbesar di Indonesia. Selain itu, Pluang juga menyediakan fitur trading aset kripto di aplikasi Pluang demi menjawab permintaan peminat aset kripto yang berkembang pesat di Indonesia.

Bersama Tokocrypto, Pluang menawarkan aset kripto dengan kategori “koin alternatif” (altcoins), seperti Binance Coin (BNB), Cardano (ADA), Polkadot (DOT), dan Ripple (XRP), yang kini sudah bisa didapatkan di aplikasi Pluang.

“Pluang adalah salah satu platform di Indonesia yang mengutamakan kemudahan bagi para penggunanya, baik investor pemula maupun investor berpengalaman” ujar Co-Founder Pluang Richard Chua.

“Kami melihat kebutuhan pengguna kami atas aset kripto kian meningkat seiring perkembangan pasarnya. Dan kini, pengguna Pluang bisa berinvestasi di seluruh ekosistem aset kripto, mulai dari koin-koin ‘penantang Ethereum’ hingga token DeFi, berkat kemitraan kami dengan Tokocrypto,” imbuh Richard.

Baca Juga: Harga ADA Bisa Ke 72Ribu, Siap Serok?

Peminat investasi aset kripto terus bertumbuh dalam setahun terakhir. Data Kementerian Perdagangan per Mei lalu mencatat jumlah investor aset kripto di Indonesia menembus 6,5 juta orang, atau melebihi jumlah investor saham sebanyak 2,4 juta investor berdasarkan data KSEI.

Antusiasme tersebut didorong oleh generasi milenial Indonesia yang berbondong-bondong bertransaksi pada aplikasi investasi kripto setelah melihat lonjakan tajam harga aset kripto sejak kuartal IV 2020.

Dari Januari hingga Juli 2021, misalnya, nilai Binance Coin telah berhasil tumbuh 757%. Di sisi lain, nilai Cardano dan Polkadot masing-masing telah meroket 644% dan 85%. Angka tersebut jauh melampaui nilai Bitcoin yang hanya tumbuh 43% di periode yang sama.

Kemudian, transaksi altcoin mengambil porsi 70% dari total volume transaksi di Indonesia saat puncak reli harga aset kripto terjadi awal tahun ini.

Melihat tingginya minat masyarakat atas aset kripto, aplikasi Pluang tak hanya meluncurkan koin-koin baru namun juga memperkenalkan fitur-fitur trading aset kripto, seperti limit order dan stop limit. Fitur baru ini memungkinkan trader yang lebih berpengalaman untuk memanfaatkan kesempatan dari volatilitas harga aset kripto serta momentum pasar.

Sebelumnya, pengguna Pluang hanya bisa trading menggunakan harga final di pasar saja. Sehingga, kehadiran fitur baru ini adalah bukti bahwa Pluang memfasilitasi baik traders pemula maupun traders berpengalaman.

“Platform investasi kami akan siap membantu pengguna dalam melaksanakan siasat trading yang mumpuni untuk menentukan waktu tepat masuk-keluar pasar. Dengan limit dan stop orders, pengguna juga tidak perlu menatap layar terus menerus dalam memantau turun-naik harga aset kripto,” ujar Richard.

“Untuk menambah kemeriahan akan hadirnya 29 altcoin, Pluang menghadirkan Crypto Trading Competition dengan total hadiah Rp100.000.000 bagi 5 pemenang dengan nilai transaksi tertinggi hingga 31 Agustus 2021,” tambah Richard. Adapun informasi lebih lanjut mengenai kompetisi tersebut terdapat di https://get.pluang.com/cryptotradingcompetition/.

Pang Xue Kai, Co-Founder & CEO Tokocrypto, mengatakan, “Kami sangat bangga bermitra dengan Pluang, hal ini sejalan dengan tujuan kami, yaitu  menjangkau lebih luas lagi masyarakat untuk berinvestasi. Pengguna Pluang pun bisa merasakan kenyamanan dan kemudahan berinvestasi, seperti  platform yang stabil dan berbagai pilihan aset kripto yang tersedia di platform kami.”

Pluang menyediakan produk investasi mikro berbiaya rendah, dan saat ini menawarkan Emas, Micro E-Mini S&P500, Reksa Dana, dan Aset Kripto kepada 1.000.000+ penggunanya. Sebelumnya Pluang menyelesaikan penggalangan dana pra-Seri B sebesar $20 juta yang dipimpin oleh GoVentures, dan Openspace.



Sumber : news.tokocrypto.com

Tokocrypto Kembali Gelar Indonesia Blockchain Week yang Ke-2

Jakarta, 4 Agustus 2020 – Setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2019, Tokocrypto siap kembali menggelar Indonesia Blockchain Week (IBW) 2020, ajang rangkaian seminar blockchain terbesar di Indonesia, pada 18 hingga 27 Agustus mendatang.

Apabila tahun lalu IBW menawarkan beragam bahasan dari pelaku proyek blockcain tanah air maupun manca negara, maka tahun ini akan fokus membahas tentang Decentralized Finance (DeFi), yang memang tengah menjadi topik hangat diskusi para pelaku indsutri keuangan maupun blockchain.

“Dalam setahun belakangan ini, Decentralized Finance atau sistem keuangan yang terdesentralisasi kerap menjadi perbincangan dalam dunia finansial dan juga blockchain. Pada IBW 2020, kami ingin mengupas lebih dalam terkait hal ini dan memperkenalkan pada masyarakat Indonesia sebagai bentuk upaya untuk membuka akses finansial bagi seluruh lapisan masyarakat, khususnya yang belum memiliki akses ke fasilitas perbankan”, kata Chung Ying Lai, Business Development Director Tokocrypto sekaligus Ketua Penyelenggara Indonesia Blockchain Weeks 2020.

Selain fokus membahas tentang DeFi, penyelenggaraan seminar IBW kali ini juga sedikit berbeda. Apabila tahun lalu dilakukan di berbagai kota secara offline, maka kali ini dilakukan secara daring dalam bentuk webinar.

“Indonesia Blockchain Week adalah sebuah perwujudan dari visi Tokocrypto untuk menjadi pusat edukasi blockchain di Indonesia. Walaupun dalam keadaan sulit seperti sekarang ditengah pandemi COVID19, kami percaya bahwa virtual webinar ini dapat menjadi sebuah kesempatan yang baik karena dapat mudah diakses dimanapun dan oleh siapapun yang ingin memahami lebih jauh tentang industri ini”, kata Pang Xue Kai, Co-Founder & CEO Tokocrypto. 

Dalam penyelenggaraan IBW 2020 kali ini, Tokocrypto juga didukung oleh berbagai partner yang memang memiliki pandangan yang sama dan turut mendorong inisiatif terkait pengaplikasian DeFi, yaitu Binance, Swipe, dan Synthetix, dimana merekajuga akan menjadi pembicara pada konferensi ini. 

Info seputar Indonesia Blockchain Week 2020 dapat dilihat di situs resmi IBW2020 serta di semua kanal resmi Tokocrypto.

Tentang Indonesia Blockchain Week 

Indonesia Blockchain Week (IBW) adalah rangkaian acara seminar tahunan tentang blockchain yang diorganisir oleh Tokocrypto. IBW  menjadi ajang tempat berkumpulnya individu, pengusaha, investor, organisasi, perusahaan, serta blockchain proyek lokal maupun manca negara, untuk memahami lebih dalam tentang penerapan blockchain dalam kegiatan sehari-hari. Diadakan pertama kali pada tahun 2019, acara yang berlangsung selama seminggu penuh ini berupaya untuk memberikan pendidikan kelas dunia terkait industri blochcain dan bagaimana manfaatnya melalui seminar dengan topik-topik menarik yang dibawakan para ahli.

 

Tentang Tokocrypto

Tokocrypto adalah pedagang aset kripto teregulasi dan salah satu yang terbesar di Indonesia. Didirikan pada tahun 2018, Tokocrypto lahir dari sekelompok antusias kripto yang memiliki keyakinan teguh pada manfaat blockchain yang ditawarkan ke masyarakat. Tokocrypto bertujuan untuk menjadi pedagang aset kripto terkemuka di Indonesia dengan memberikan kemudahan, kenyamanan dan keamanan bagi nasabah agar dapat bertransaksi dengan tenang dan yakin. Tokocrypto juga merupakan pusat pendidikan dan berita terkait teknologi blockchain melalui kolaborasi yang erat dengan komunitas Blockchain, universitas, pemerintah serta masyarakat di Indonesia dan Asia Tenggara. 



Sumber : news.tokocrypto.com