Category Archives: Tokocrypto

Jangan Kaget! Ini 5 NFT Termahal Yang Pernah Ada

Tahun 2021 menjadi momentum khusus bagi industri kripto, selain tingkat ketertarikan dari investor yang kian tinggi, instrumen yang hadir pun kian beragam. Salah satu instrumen yang terus menarik perhatian investor adalah aset kripto jenis NFT.

Pada artikel sebelumnya sudah dijelaskan apa itu NFT dan bagaimana instrumen ini berpotensi memberikan cuan yang tinggi bagi para investor. Secara garis besar NFT adalah singkatan non-fungible token.

Berbeda dengan aset seperti mata uang atau aset kripto lainnya seperti Bitcoin dan Etherum yang semuanya bersifat fungible, alias bisa digantikan dengan aset lain dengan nilai satuan yang sama.

Setiap NFT memiliki keunikan dan mengandung detail informasi kepemilikan. Oleh sebabnya saat ini banyak NFT baru bisa digunakan dalam benda-benda yang biasa dimiliki oleh manusia. Seperti lukisan, kartu, benda langka atau benda-benda digital.

Dalam satu tahun terakhir, banyak aset NFT yang berhasil terjual dengan angka yang fantastis. Berikut adalah lima NFT termahal yang pernah dijual.

Baca Juga: Tokocrypto Agresif Dukung Pengembangan Industri Digital Kreatif di Indonesia melalui NFT Marketplace, TokoMall

1. Everydays: 5000 Hari Pertama – $69,3 Juta Dollar Amerika

Everydays : The First 5000 Days. Karya seni, yang dibuat oleh seniman digital terkenal Mike “Beeple” Winkelmann, merupakan kolase 5.000 karya seni Beeple sebelumnya, yang menunjukkan perkembangannya sebagai seniman selama kariernya. NFT ini dibeli melalui proses lelang di rumah lelang seni Christie’s kepada Vignesh “Metakovan” Sundaresan seharga $69,3 juta.

2.CryptoPunk #3100 – $7,58 Juta Dollar Amerika

NFT termahal dari CyptoPunks, NFT maker yang populer. CryptoPunks adalah NFT pertama yang dibuat di pasar dan baru booming setelah NFT diluncurkan. sekarang banyak para pemilik koleksi aset CryptoPunks yang menjual koleksi mereka dengan harga jutaan dollar.

3.CryptoPunk #7804 – $7,57 Juta Dollar Amerika

Dylan Field, CEO perusahaan perangkat lunak desain Figma, berada di balik penjualan NFT termahal kedua dalam sejarah yakni CryptoPunk # 7804.

NFT dijual seharga 4.200 pada tahun 2018, pada saat itu bernilai $7,5 juta atau sekitar  Rp109,2 Miliar. 

4. Crossroads – $6,6 Juta Dollar Amerika

Crossroads berada pada daftar NFT termahal. Crossroads merupakan karya seni dari Beeple, yang juga merupakan kreator dari NFT termahal yang pernah ada.

Berbeda dengan Everydays : The First 5000 Days yang merupakan kompilasi seni, Crossroads merupakan satu karya seni murni yang akhirnya meningkatkan harga jualnya.

5. The First Tweet $2,9 Juta

Versi NFT tweet pertama dari pendiri dan CEO Twitter Jack Dorsey. NFT Ini dilelang sepanjang Maret 2021 dan terjual dengan harga $2,9 juta. NFT ini dibeli oleh CEO Oracle Sina Estav, yang meyakini bahwa membeli NFT ini sama dengan membeli Mona Lisa.





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal DeFi (Part 2): Manfaat dan Kegunaan DeFi

Setelah memahami mengenai apa itu Decentralized Finance (DeFi) pada artikel bagian pertama, kini akan dibahas lebih lanjut mengenai manfaat dari DeFi ini sendiri. 

Terbuka Bagi Siapa Saja

Manfaat yang utama adalah, teknologi DeFi memungkinkan orang-orang yang sebelumnya tidak memiliki akses pada layanan finansial dapat berpartisipasi dalam ekonomi global. 

Berdasarkan data dari World Bank, 1,7 miliar orang di dunia (atau 1 dari 5 orang di dunia) tidak memiliki rekening bank. Artinya, mereka tidak memiliki akses ke rekening bank. Dengan tidak memiliki akses ke layanan finansial, orang-orang tersebut tentu tidak memiliki nilai kredit. Padahal nilai kredit ini sangat penting dan terkadang dibutuhkan untuk membuka rekening bank atau melakukan pinjaman dana. 

DeFi memungkinkan orang-orang mengakses berbagai macam layanan keuangan dengan mudah. 

Akses ke Bentuk Modal Lain 

Di Decentralized Finance (DeFi), tiap orang tidak perlu menerima modal yang dipusatkan oleh pemerintah. DeFi memberikan alternatif pada tiap orang untuk menyimpan asetnya dalam bentuk lain yang stabil. Misalkan, kita tidak harus menyimpan dana dalam bentuk Rupiah, namun bisa dalam bentuk USDT (USD Tether) yang nilainya setara dengan dollar Amerika. 

Mudah Diakses 

Bukan hanya pengguna DeFi yang dapat merasakan manfaat teknologi ini, namun banyak dari pencipta produk keuangan juga mulai membangun generasi selanjutnya diatas DeFi. Salah satu manfaat utama dari DeFi adalah bahwa sebagian besar protokol, seperti misalanya Ethereum adalah sebuah open source yang artinya dapat diakses dan digunakan oleh siapapun, untuk proyek pribadinya. Siapapun yang memiliki akses internet bisa membuat DeFi DApps. Sehingga bukan hanya sebagai produk layanan finansial terbuka bagi penggunanya, tetapi juga bagi pemiliknya. 

Transparansi Tingkat Tinggi 

Di DeFi, segala informasi mudah tersedia dan dapat diakses secara terbuka. Sistem ini percaya bahwa minimnya transparansi dapat mengurangi akuntabilitas dan motivasi seseorang untuk melakukan sesuatu secara bertanggung jawab. 

Meminimalisir Biaya

DeFi dapat mengurangi biaya transaksi karena tidak dibutuhkan perantara dalam setiap layanannya. 

Baca Juga: Mengenal Decentralized Finance (Part 1): Apa itu DeFi?

Saat ini, DeFi juga dapat digunakan untuk:

Pemberian Pinjaman

Ini adalah salah satu jenis aplikasi terpopuler dari ekosistem DeFi. Jika dibandingkan dengan sistem kredit tradisional, transaksi pinjam-meminjam dalam DeFi dapat dilakukan secara instan serta ada kemampuan untuk menjamin aset digital tanpa pemeriksaan kredit dan adanya potensi standarisasi di masa depan. 

Layanan Moneter Perbankan 

Layanan ini dapat mencakup penerbitan stablecoins, hipotek dan asuransi. Harga aset kripto dinilai dapat bergejolak dengan sangat cepat. Hal ini karena teknologi smart contracts yang dapat meminimalisir waktu dan biaya secara signifikan. 

 

Pada artikel selanjutnya, kita akan membahas lebih dalam mengenai perbedaan DeFi dan Keuangan Tradisional. 

 



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga ADA Bisa ke Rp72 Ribu, Siap Serok?

Kripto Cardano, ADA, menyita perhatian publik setelah terus menguat hingga mencapai level tertinggi sepanjang masanya (ATH). Mungkinkah harganya bisa mencapai setara Rp72 ribu, seperti yang disebutkan Michael van de Poppe?

Pembaruan Alonzo yang akan datang tampaknya menjadi “dalang” di balik peningkatan minat investor, yang sepertinya masih belum akan berhenti, setidaknya hingga akhir tahun ini.

Baca Juga: Pertama Kali Sejak Mei 2021, Bitcoin Kembali Sentuh $50.000

Harga ADA Berpotensi Sentuh Rp72 Ribu

Tentu saja, apreasiasi nilai yang fantastis ini telah memicu beberapa pandangan positif dan prediksi harga yang cukup berani.

Belum lama ini, analis pasar Michael van de Poppe, menyerukan kepada 115.000 pelanggan kanal YouTube-nya, bahwa dia yakin kenaikan meteorik ADA belum berakhir.

harga ADA
Harga ADA mencetak rekor tertinggi baru beberapa hari lalu, terdorong pembaruan Alonzo pada September 2021 mendatang, di mana fitur smart contract perdana akan diluncurkan. Sumber: Tradingview.com.

Melalui sebuah video, van de Poppe membagikan pandangan optimistis disertai gambaran teknis dari pergerakan harga ADA.

Level yang harus diperhatikan adalah apa pun dalam kisaran [US$2,00-US$2,50] ini. Jika itu berlaku, saya berasumsi US$3,45 dan US$5,00 berikutnya untuk,” ujar van de Poppe, dilansir dari DailyHodl, Sabtu (21/8/2021).

Selain itu ia juga berpandangan, jika Bitcoin melewati ATH siklus ini, analis terkemuka ini memperkirakan keuntungan “gila” yang mungkin akan diraih para pemegang ADA dalam jangka panjang.

Menurutnya, jika Bitcoin bisa bertumbuh sekitar 8 hingga 10 kali lipat dari harga saat ini, harga kripto besutan Charles Hoskinson ini kemungkinan dapat mencapai US$10 hingga US$20.

Mengingat kinerja dan tingkat adopsi Bitcoin, serta kepopularan ADA belum lama ini, langkah ini masih dianggap masuk akal dari sudut pandang “dunia kripto”.

Diketahui, van de Poppe menggunakan indikator Fibonacci Extension untuk menunjukkan potensi sasaran harga jangka pendek saat naik ke ATH terbarunya.

Baca Juga: Setelah Harga ADA Cetak Rekor Baru, Smart Contract Jadi Tapak Inovasi

Level Fibonacci Extension berikutnya adalah [US$3,50] dan [US$5,00] untuk ADA dalam gelombang impuls berikutnya. Itu didasarkan pada titik tertinggi baru-baru ini [US$2,50], serta titik terendah baru-baru ini [US$1,02],” ujar analis itu.

Meroketnya harga kripto ini hingga mencapai ATH-nya, datang setelah pengumuman terbaru Cardano tentang tanggal target untuk pembaruan Alonzo yang akan datang. Ini akan membawa fungsionalitas smart contract ke ekosistem Cardano.

ADA yang saat ini duduk di posisi ketiga kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar, tampaknya akan terus mencetak prestasi baru.

Saat pembaruan tiba dan diterapkan, tentu akan semakin memicu keyakinan baru, yang berakhir dengan meroketnya harga. Itulah salah satu faktor yang paling disukai dari aset digital seperti kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Microsoft dan Alibaba Kerja Sama Adopsi Ethereum, Ini Penjelasannya

Microsoft dan Alibaba, dua perusahaan yang dianggap besar di dunia, dikabarkan kerja sama dengan Universitas Carnegie Mellon untuk adopsi Blockchain Ethereum.

Kabar ini tersebar setelah adanya publikasi artikel penelitian yang menjelaskan mengenai kerja sama ini dengan sistem baru bernama Argus.

Kerja Sama Microsoft dan Alibaba Adopsi Ethereum

Tujuan dari kerja sama ini dikabarkan adalah untuk membangun sebuah sistem anti duplikasi atau untuk menghindari pembajakan perangkat lunak.

Nantinya sistem tersebut akan bernama Argus dan semuanya akan bergerak secara menyeluruh pada Blockchain Ethereum.

Langkah ini dimulai oleh Microsoft yang merupakan salah satu korban “bajakan” paling besar di dunia.

Baca Juga: Apa Itu Ethereum? Berikut Panduan Lengkapnya!

Hal ini disebabkan perangkat lunak Microsoft yang digunakan secara global dan sering kali digunakan secara tidak legal atau versi bajakannya.

Melalui sistem Argus, Microsoft bertujuan untuk mengurangi adanya pembajakan dari produknya namun secara bersamaan tetap menjaga permintaan terhadapnya.

Nantinya sistem Argus juga akan bergerak untuk menguntungkan seluruh pihak, mulai dari investor hingga pengguna produk.

Argus sendiri nantinya akan memiliki insentif untuk pihak-pihak yang dapat melaporkan pembajakan terhadap Microsoft.

Sistem ini akan dijalankan di Blockchain Ethereum, sehingga nantinya laporan tersebut akan divalidasi yang nantinya akan mendapatkan insentif.

Kemungkinan besar sistem ini akan sama seperti transaksi yang perlu divalidasi sebelum masuk ke block pada Blockchain Ethereum.

Menurut publikasi, sistem pelaporan akan mempermudah pelapor untuk memberikan data mengenai perangkat lunak bajakan tanpa dapat memilikinya.

Dari situ nantinya jika sistem valid melalui pemeriksaan tanda keaslian atau “watermark” pelapor akan diberi insentif.

Baca Juga: Microsoft Menjuarai Peringkat Perusahaan Pengguna Blockchain

Setelah itu, Microsoft akan bergerak untuk menutup sistem bajakan tersebut dan bahkan dapat menuntut untuk perihal hak milik.

Para peneliti memaparkan bahwa dengan menggunakan Ethereum, nantinya efisiensi sistem ini akan naik secara signifikan dengan adanya perpindahan data sebanyak 82,6 data per detik per mesin.

Nantinya, satu laporan bajakan Microsoft akan memiliki biaya dan ukuran yang sama dengan transaksi sebesar 14 ETH pada Blockchain Ethereum.

Adopsi Blockchain Semakin Kuat

Langkah ini bukan langkah pertama Microsoft mencoba untuk masuk ke dunia blockchain karena sebelumnya telah ada beberapa implementasi.

Sebelumnya telah ada rencana adopsi untuk sistem penyimpanan identitas secara terdesentralisasi oleh Microsoft.

Selain itu sebelumnya juga telah ada kerja sama dengan Enjin (ENJ) untuk sistem adopsi Non-Fungible Token (NFT).

Microsoft juga telah memiliki jasa blockchain sendiri bernama Azure Blockchain yang juga telah membuat banyak perhatian tinggi di Mei 2021.

Walau terdapat banyak adopsi blockchain, saat ini Presiden Microsoft, Brad Smith, masih belum sepenuhnya percaya dengan crypto.

Ia menyatakan bahwa perusahaan masih harus menjauhi dalam adopsi untuk alat pembayaran, namun ia tidak memberi pandangan dalam penggunaan sebagai alat investasi.

Tapi dapat dilihat bahwa saat ini banyak perusahaan yang mulai tertarik dengan crypto terutama sebagai alat investasi.

Dengan semakin banyaknya regulasi yang mendukung dan juga kondisi suku bunga yang terus turun, crypto menjadi salah satu alat investasi yang baik untuk menjaga kekayaan perusahaan.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Max Keizer: Tidak Akan Ada Perlawanan Ketika Bitcoin Tembus Rp300 juta!

Menurut pendiri Heisenberg Capital dan pembawa acara Keizer Report, Max Keizer, harga Bitcoin (BTC) akan segera naik menjadi $28.000 atau Rp411.810.000 per BTC. Dia percaya all-time-high BTC pada $20.000 kemungkinan tidak akan melakukan perlawanan apapun.

Keizer, yang merupakan investor awal pada unicorn Kraken dan Bitstamp dengan nilai mencapai $100 juta ini, mengatakan:

“Level $20.000 untuk #Bitcoin tidak akan melakukan perlawanan apapun. Kita tidak akan menghadapi level resistance hingga berhasil mencapai $ 28.000. Penurunan singkat lalu pergerakan menuju $100.000 dimulai dengan semangat baru.”

Dalam 12 hari terakhir, harga Bitcoin terus meningkat dari $ 9.200 menjadi $ 12.000, menempatkan harga tertinggi dalam lebih dari setahun terakhir ini. Pasar mata uang crypto juga  diuntungkan dari momentum kuat Bitcoin dan Ether ini.

Keizer Menegaskan Kembali Prediksi Harga Bitcoin di $ 100.000

Sepanjang rally Bitcoin dalam sebulan terakhir ini, Keizer kembali menegaskan prediksinya mengenai posisi tren jangka menengah pada BTC. Dia berharap BTC akan menembus $28.000, dan menuju harga all-time-high dengan enam angka dalam USD.

Pada akhir Juli ini, ketika harga Bitcoin pertama kali menembus $11.000, Keizer mengatakan BTC dengan enam angka pada kelipatan USD kemungkinan besar akan terjadi. Sejak itu, BTC berhasil mengkonfirmasi harga $10.400 sebagai level support utama dan bertahan pada level tersebut.

“$28.000 sedang bermain sebelum kita melihat adanya beberapa kemunduran – dan kemudian kita akan menuju ke 6 angka!”

Namun, pada 2 Agustus lalu, Bitcoin menghadapi penurunan harga besar pertamanya sejak pertengahan Juni lalu. Harga BTC turun tiba-tiba dari $12.000 menjadi $10.500 dalam waktu 15 menit, menyebabkan $1 miliar dilikuidasi di seluruh pasar.

Keizer dan tokoh ternama lainnya tampaknya tidak terpengaruh oleh perpindahan dan umumnya menganggap aksi harga ini hanya sebagai goncangan biasa. Likuidasi pada kontrak jangka panjang dengan leverage tinggi maupun leverage rendah terjadi dalam waktu kurang dari satu jam, menyebabkan pasar menjadi kaku sesaat.

Pedagang mata uang crypto Scott Melker mengatakan ada banyak divergensi bearish sebelum penurunan terjadi. Setelah rally yang kuat dalam waktu singkat, pasar tampaknya perlu kembali stabil dari rally yang terlalu panas. Ia mengatakan,

Candlestick per jam mencapai $1.700 BTC (kebanyakan masuk dalam beberapa menit) dengan volume yang sangat tinggi, termasuk aksi jual serupa di ETH pada tengah malam? Benar-benar keren. Ada divergensi bearish di mana-mana, seperti yang saya katakan (sebelumnya).”

Baca Juga: Biaya Transasksi Bitcoin Melonjak Seiring Permintaan Jaringan Meningkat

Tren Bitcoin Dalam Jangka Pendek

Dalam jangka pendek, beberapa trader mengharapkan volatilitas yang rendah pada mata uang crypto seperti Bitcoin dan Ether. Setelah pergerakan harga yang besar, BTC cenderung menetapkan kisarannya dan menghadapi aksi sideways selama beberapa minggu.

Michael van de Poppe, seorang pedagang di Amsterdam Stock Exchange, mengatakan altcoin dapat mengambil manfaat dari potensi aksi sideways BTC ini. Ia mengatakan,

“Kasus yang paling mungkin adalah kita akan menghadapi volatilitas pada $BTC & $ETH saat mereka menentukan kisarannya. Namun, seiring waktu (satu minggu-dua minggu) ini akan mulai turun. Apa yang harus dilakukan? Ya, beli dips pada altcoin. Sementara semua orang fokus pada $BTC, fokus Anda harus pada altcoin lainnya. “

Sementara prediksi jangka pendek dari para trader sangat bervariasi, banyak investor tampaknya positif tentang tren jangka menengah menuju 2021 nanti. Berbagai faktor makro, seperti dolar AS yang menurun dan likuiditas yang meningkat, dapat lebih meningkatkan momentum BTC saat ini.

Baca juga: Stock to Flow: Satu Tahun Setelah Halving Bitcoin Diprediksi Berharga $23.000

PlanB, pencipta model harga Bitcoin stock-to-flow (S2F) yang terkenal, juga menegaskan kembali bahwa BTC berada di jalur yang tepat untuk mencapai $100.000. Ia mengatakan setelah rally eksplosifnya, BTC “berada pada jalur yang sempurna” dalam mencapai enam angka dalam USD.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini



Sumber : news.tokocrypto.com

Biaya Transaksi Bitcoin Melonjak Seiring Permintaan Jaringan Meningkat

Permintaan di dalam jaringan Bitcoin terus meningkat. Hal ini terkait dengan kenaikan harga Bitcoin yang beberapa waktu lalu. Dampaknya mata uang digital ini juga mengalami lonjakan harga di dalam biaya transaksinya.

Jika diamati, harga ini hampir mencapai level tertinggi tahunan yang ditetapkan setelah peristiwa halving pada bulan Mei lalu.

Ditambah, tingkat hash Bitcoin juga belum turun dan masih berada di sekitar nilai all-time-high-nya. Hal ini membuat penambangan Bitcoin semakin untung, mengingat tingkat hash akan segera siap dalam menghadapi pertumbuhan lebih lanjut yang akan terjadi sebentar lagi.

Kesehatan Jaringan Bitcoin Meningkat seiring Tingkat Hash dan Nilai Transaksi yang Tinggi

Fase konsolidasi yang panjang dari Bitcoin, akhirnya membuahkan hasil dan dapat menembus level $11.400 pada Senin lalu. Sejak saat itu, BTC masih dalam ambang koreksi harga yang melayang-layang di antara $11.000 dan sedikit lebih rendah dari level tersebut.

Baca juga: Harga Bitcoin Rally 13% Menembus Rp 164 Juta

Hal ini juga menyebabkan banyak mata uang crypto membentuk struktur teknis bullish, dengan juga banyak analis yang mendukung pergerakan pasar ini dan memprediksi kenaikan harga lebih lanjut di minggu-minggu ke depan.

Tidak hanya harga Bitcoin yang tampaknya akan terus menguat, tetapi juga dengan jaringannya. Saat ini saja, tingkat hash BTC berada tepat di bawah angka all-time-high-nya 126 juta terahash per detik (TH / s) yang ditetapkan beberapa minggu lalu.

Angka ini lebih stabil dan kemungkinan akan mulai naik lebih tinggi dalam waktu dekat ini. Mengingat adanya peningkatan keuntungan dari penambangan crypto. Namun, pertumbuhan ini juga bisa melemah karena adanya penyesuaian kesulitan baru.

Menurut data dari blockchain.com, transaksi senilai hampir $3 miliar bergerak dalam jaringan BTC pada tanggal 27 Juli 2020 lalu.

 

Baca Juga: Mengenal Decentralized Finance (Part 1): Apa itu DeFi?

Biaya Transaksi Bitcoin Capai Tertinggi Tahunan

Salah satu hasil dari meningkatnya permintaan dalam ruang jaringan Bitcoin adalah biaya yang juga ikut meroket.

Selama beberapa hari terakhir, biaya BTC mencapai level yang belum pernah dialami dalam kurun waktu setahun terakhir. Secara total, $ 2,06 juta biaya transaksi dibayarkan kepada para penambang pada tanggal 27 Juli 2020 lalu.

Biaya tinggi terakhir kali terlihat setelah adanya rewards halving penambangan Bitcoin pada akhir Mei lalu. Di lain sisi, hal ini mengindikasikan bahwa permintaan di dalam jaringan meningkat karena dorongan kuat harga BTC itu sendiri dan merupakan hal yang sangat positif.

Informasi ini dapat dibaca kembali di sini



Sumber : news.tokocrypto.com

Laporan KPMG: Investasi Blockchain dan Kripto Mengganda Sejak 2020

Perusahaan akuntansi KPMG melaporkan, investasi kripto dan blockchain terus bertumbuh berkat minat investor yang semakin tinggi. Investor disebut memiliki pemahaman lebih baik soal aset kripto serta sisi operasional dan proseduralnya.

Investasi Kripto dan Blockchain Bertumbuh

Berjudul “Denyut Fintech H1 2021”, studi itu mencakup aktivitas investasi global di beragam area teknologi keuangan pada semester pertama tahun ini. Laporan tersebut merinci 2.456 investasi bernilai US$98 milyar yang terjadi antara Januari dan Juni.

Salah satu tren terbesar di bidang fintech pada tahun 2021 adalah meledaknya pertumbuhan di investasi kripto dan blockchain.

Pada enam bulan pertama tahun 2021, ada 548 aktivitas investasi di sektor blockchain dan aset kripto, termasuk modal ventura, ekuitas swasta serta merger dan akuisisi. Total nilai investasi selama kurun waktu tersebut mencapai US$8,7 milyar atau Rp125 triliun, dua kali lipat nilai investasi selama 2020 yaitu sebesar US$4,3 milyar.

Perusahaan yang menggalang dana lebih dari US$100 juta dalam putaran pendanaan termasuk BlockFi, Paxos, Blockchain.com serta Bitso. Perusahaan-perusahaan ini memimpin pertumbuhan volume investasi.

Baca Juga: Institusi Ini Ajukan Perizinan Reksadana ETF Ethereum

Kepala fintech global KPGM Anton Ruddenklau berkata kripto dan blockchain sedang meledak secara global. Ia menambahkan, ada banyak aktivitas di sektor blockchain saat ini.

“Ada proyek eCNY di Tiongkok, Diem oleh Facebook, sejumlah gerakan ekosistem dan juga berbagai platform perdagangan yang menerima pendanaan. Uang digital dan aset virtual adalah topik diskusi yang sangat besar. Saya pikir untun tahun ini kripto akan menjadi tiket yang panas bagi investor,” tambah Ruddenklau.

Studi KPGM merujuk wawasan investor sebagai pendorong kunci bagi pertumbuhan investasi di bidang blockchain. Investor memiliki pengertian lebih baik soal aset kripto beserta operasional, termasuk kustodian dan penyimpanan serta persaingan dan kematangan penyedia layanan.

KPMG memrediksi sektor kripto akan terus semakin matang, sementara perbedaan antara aset kripto dan teknologi blockchain akan semakin jelas. NFT, salah satu topik inti di enam bulan pertama tahun 2021, akan menyumbang terhadap evolusi bursa kripto dalam bentuk platform perdagangan khusus NFT.

Baca Juga: Pasar Kripto Bergairah Lagi, Nilai Pasar Hampir US$2 Triliun

Laporan tersebut memperkirakan, akan ada peningkatan kerangka regulasi selama semester kedua tahun 2021. Satu kasus spesifik, yakni India, akan berdampak terhadap keseluruhan ekosistem kripto bila negara tersebut mengatur kripto sebagai kelas aset.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengekor Bitcoin, Ether (ETH) Menanjak 5,34 Persen

Mengekor kenaikan harga Bitcoin (BTC), harga aset kripto Ether (ETH) pun menanjak hingga 5,34 persen dalam 24 jam terakhir. Petang ini, aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar kedua itu nongkrong di kisaran Rp5,2 juta.

Sejumlah besar aset kripto berkapitalisasi besar mengekor kenaikan harga Bitcoin sejak pagi hari ini. Salah satunya adalah Ether (ETH), berdasarkan pantauan dari Coinmarketcap.

Penguatan terakhir itu menambah porsi jumbo ETH sejak Maret 2020. Pada 16 Maret 2020, ETH masih condong di Rp1,6 jutaan. Dengan kenaikan baru hari ini, maka imbal hasilnya mencapai 225 persen.

Kenaikan ETH itu juga didorong oleh akumulasi besar-besaran menyusul ujicoba versi awal jaringan blockchain Ethereum 2.0 yang kelak meninggalkan algoritma konsensus Proof-of-Work menjadi Proof-of-Stake.

Hal lainnya adalah hype sangat tinggi di sektor Decentralized Finance (DeFi) yang saat ini mencapai US$4,06 miliar (lihat Defipulse.com). Maklumlah, ETH adalah aset kripto utama besar yang digunakan di beragam platform DeFi itu.

Ambil contoh dalam rentang 90 hari terakhir, ETH yang ter-lock di beragam DeFi pada 11 Juni 2020 hanya US$2,5 juta. Ketika artikel ini ditulis nilainya bertambah menjadi US$4,27 juta.

Pertambahan jumlah ETH di DeFi dalam kurun waktu 90 hari terakhir. Sumber: Defipulse.com.

Peningkatan nilai ETH dan valuasi di DeFi juga terdampak pada naiknya kapitalisasi pasar sejumlah aset kripto lain yang terhubung dengan DeFi itu.

Chainlink (LINK) misalnya menguasai kapitalisasi pasarnya mencapai 5,9 persen dalam 7 hari terakhir. Data terkakhir dari Coingecko, kapitalisasi pasar LINK sudah mencapai US$3 miliar. Di bawahnya menyusul Maker (MKR) sebesar US$509 juta di harga terakhir US$565 per MKR.

Sedangkan Ampleforth (AMPL) dan SNX tidak terpaut jauh dengan MKR, demikian pula dengan Compound (COMP) dan Aave (LEND). [red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Institusi Ini Ajukan Perizinan Reksadana ETF Ethereum

Kryptoin salah satu perusahaan keuangan yang cukup ternama di Amerika, dikabarkan sedang mengajukan perizinan Reksadana ETF Ethereum.

Dikabarkan bahwa perizinan tersebut sedang dalam tahap ulasan oleh Securities and Exchange Commission atau SEC.

Kryptoin Ajukan Reksadana ETF Ethereum

Perusahaan yang berbasis di Delaware ini dikabarkan telah mengajukan perizinan ETF Ethereum dengan penerbitan di Bursa Chicago Board Options Exchange (CBOE).

Nantinya ETF tersebut akan memiliki harga yang sama dengan harga dasar ikatan antara Ethereum dan Dolar Amerika yang telah ditetapkan oleh pemerintah Amerika.

Sebelumnya, perusahaan ini telah gagal menerima izin untuk penerbitan ETF Bitcoin di Tahun 2019. Namun perizinan telah diajukan lagi di April 2021.

Saat ini perizinan tersebut terlihat bertambah dengan adanya perizinan ETF Ethereum yang saat ini dikabarkan keduanya masih dalam tahap ulasan SEC.

Nantinya jika disetujui, ETF Ethereum ini akan terikat dengan Gemini yang akan berperan sebagai kustodian atau tempat penyimpan dana.

Menurut perusahaan, tujuan penerbitan ini adalah untuk memberikan akses investasi kepada Ethereum tanpa risiko tinggi dari investasi pada aset aslinya.

Nantinya ETF ini tidak akan memperdagangkan Ethereum secara langsung, namun akan memperdagangkan lembar kepemilikan sekitar 100.000 lembar per transaksi.

Dengan bertambahnya pengajuan izin dari Kryptoin, saat ini terdapat 21 perizinan ETF Ethereum yang sedang dalam tahap ulasan oleh SEC.

Salah satu analis senior dari Bloomberg memprediksi bahwa keputusan perizinan masih akan terjadi dalam waktu yang cukup lama.

Kemungkinan disetujui masih besar mengingat Gary Gensler, Kepala SEC, yang mulai setuju dengan ETF Bitcoin dan adopsi crypto dengan aman.

Baca Juga: Analis Bloomberg: Ethereum Akan Melebihi Bitcoin

Kelanjutan Regulasi Pajak Mempengaruhi ETF

Walau saat ini mulai banyak institusi yang mengajukan penerbitan ETF Bitcoin dan Ethereum, minat investasi terhadapnya masih dapat terhalang oleh regulasi.

Regulasi yang dimaksud adalah regulasi pajak, yang hingga saat ini masih dalam tahap diskusi oleh pihak pemerintah.

Saat ini tahap perancangan telah melewati diskusi senator dan sedang berada di tangan dewan perwakilan rakyat dan menteri keuangan.

Hasil dari perancangan awal terlihat kurang memuaskan dan membuat banyak investor kecewa terhadap hasil yang dilanjutkan.

Hal ini disebabkan hasil dari perancangan tersebut mengabaikan beberapa saran dari investor dan juga senator yang mendukung regulasi positif untuk crypto.

Baca Juga: Ketua SEC Akhirnya Buka Suara Bahas Regulasi Crypto!

Saat ini walau sudah melewati tahap pengajuan di tingkat senator, terdapat satu senator yang masih berusaha membela crypto.

Senator tersebut adalah Anna G. Eshoo, yang terlihat mendesak Menteri Keuangan Amerika, Janet Yellen, untuk mempertimbangkan regulasi tersebut.

Senator Eshoo terlihat mendesak menteri keuangan untuk mempertimbangkan pemilihan kalimat dalam regulasi tersebut.

Tujuannya adalah agar regulasi tetap tidak menghalangi pertumbuhan crypto di Amerika, yang menurut senator pendukung crypto, dapat membuat Amerika tertinggal.

Intinya saat ini regulasi masih terlihat dalam tahap perencanaan dan diskusi. Jika berakhir dengan regulasi yang kurang baik, Amerika dapat tertinggal dari sisi inovasi.

Regulasi yang buruk juga dapat mengurangi minat investasi crypto di Amerika, yang juga dapat berpengaruh pada ETF Bitcoin serta Ethereum.

sumber.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analis Bloomberg: Ethereum Akan Melebihi Bitcoin

Pembaruan Ethereum sepertinya terus memberikan sentimen positif untuk Altcoin utama Ether (ETH), sehingga sinyal-sinyal penguatan yang lebih besar selain untuk harga telah bermunculan.

Menurut analis Bloomberg, Mike McGlone, jika Bitcoin ingin mengejar pencapaian Ethereum tahun ini, target harganya akan cenderung menuju $100.000.

Jika #Bitcoin mengejar kinerja #Ethereum tahun ini, harga crypto No.1 akan mendekati $100.000. Meskipun kami melihat Bitcoin di jalur itu, tampaknya hanya sedikit yang dapat menghentikan proses pembalikan Ethereum.

Ethereum adalah jaringan blockchain open-source di mana aplikasi terdesentralisasi dan kontrak pintar dibangun.

Baca Juga: Kerjasama Strategis Tomochain dan Tokocrypto

Adopsi luas dari blockchain untuk pengembangan berbagai protokol sebagian besar telah menyebabkan kemacetan di jaringan, menimbulkan beberapa masalah yang melekat, termasuk biaya jaringan yang tinggi.

Untuk mengatasi tantangan ini, pengembang di balik protokol harus memperkenalkan beberapa perubahan yang disebut Ethereum Improvement Protocols (EIPs).

Yang terbaru memiliki nomor 1559, atau “Hard Fork London”. Pembaruan khusus ini telah aktif minggu lalu, dan memperkenalkan struktur biaya yang akan membantu mengurangi fluktuasi tinggi.

Peningkatan EIP 1559 juga memperkenalkan elemen deflasi ke dalam koin Ether yang beredar, dengan total sekitar 21.065 token yang terbakar sejauh ini.

Bitcoin tidak diketahui mengimplementasikan peningkatan ini. Migrasi akhir dari jaringan Proof-of-Work (PoW) saat ini oleh Ethereum ke jaringan Proof-of-Stake (Ethereum 2.0) yang akhirnya akan mengantarkan jaringan yang skalabel dan unggul yang dapat mendukung pertumbuhan jaringan secara memadai.

Menurut Rekt Capital, ETH kemungkinan akan mencapai ATH karena kemungkinan akan melakukan U-Shaped grafik teknikal.

Meski terdengar muluk, tetapi ini bukanlah pernyataan tanpa dasar yang menjurus ke omong kosong belaka.

Baca Juga: PlanB: Bitcoin di Harga Ini akan Mengkonfirmasi Dorongan Ke ATH

Ether memang berpeluang membalikan Bitcoin jika pertumbuhan dalam jaringannya terus bertumbuh, mulai dari NFT, DeFi, ataupun pertukarann terdesentralisasi seperti Uniswap. Kita lihat saja!



Sumber : news.tokocrypto.com