Category Archives: Tokocrypto

Whale Panik Jual XRP! Harga Jatuh ke $2,65, Awal Kejatuhan?

Harga XRP kembali menghadapi tekanan besar setelah serangkaian aksi jual dari para whale, menjatuhkan nilai token ini dari level $3,40 menjadi sekitar $2,71 hanya dalam beberapa minggu terakhir.

Namun di tengah gelombang jual yang agresif, zona support teknikal di $2,65 justru memunculkan harapan baru akan potensi rebound signifikan.

Whale Lepas XRP Senilai Puluhan Juta Dolar per Hari

Dilaporkan Bravenewscoin, data on-chain dari CryptoQuant menunjukkan bahwa arus keluar (outflow) dari dompet whale mencapai lebih dari $50 juta per hari. Selama lebih dari dua minggu, rata-rata pergerakan 30 hari terus mencatatkan batang merah—indikasi distribusi tanpa henti.

Menurut laporan Santiment, alamat yang menyimpan lebih dari 1.000 XRP terus menjual tanpa adanya arus masuk signifikan untuk menyeimbangkan tekanan pasar. Hasilnya, momentum bearish semakin menguat di tengah volatilitas tinggi di pasar kripto global.

“Fase distribusi besar-besaran ini bisa jadi titik balik untuk XRP, antara akhir dari tren turun atau awal dari sesuatu yang jauh lebih dalam,” ujar salah satu analis dari CryptoQuant.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 11 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Sabtu, 11 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Whale Lepas XRP Rp7 Triliun! Apakah Support $2,72 Siap Jebol?

EMA 200 Hari di $2,65 Jadi “Benteng Terakhir” XRP

Meski tekanan jual meningkat, zona $2,65–$2,70 kini menjadi fokus utama para trader. Level ini bertepatan dengan posisi Exponential Moving Average (EMA) 200 hari, yang secara historis menjadi “lantai” penting bagi XRP.

Analis Crypto Dyl menulis di X (Twitter):

“Jika ragu, perbesar tampilan grafik, kenaikan $XRP bisa lebih dekat dari yang terlihat.”

Namun, analis veteran Peter Brandt memperingatkan potensi penurunan hingga $2,26 jika support gagal bertahan. Di sisi lain, proyeksi optimis dari Changelly memperkirakan harga XRP bisa bergerak antara $2,71 hingga $3,14 pada Oktober ini — menandakan peluang rebound masih terbuka.

Volume Naik Saat Harga Turun, Sinyal Aksi Reposisi?

Menariknya, meski harga tertekan, volume perdagangan justru naik 16% menjadi $5,33 miliar, menurut data FXStreet. Kenaikan volume di tengah penurunan harga ini bisa menjadi tanda bahwa para trader tengah melakukan reposisi, bukan keluar total dari pasar.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $167 miliar, XRP tetap menjadi salah satu altcoin paling aktif di antara para pelaku institusional dan ritel.

Regulasi dan Isu ETF: Dua Ujung Mata Pisau bagi XRP

Faktor fundamental lain yang membentuk arah harga XRP adalah perkembangan regulasi dan ETF. Pasar saat ini menantikan kabar dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) terkait penyelesaian kasus dengan Ripple serta potensi peluncuran ETF Grayscale XRP.

Jika hasilnya positif, itu bisa menjadi katalis besar untuk arus masuk institusional dan mendorong harga menuju area $4–$10. Namun, keterlambatan atau keputusan negatif dari regulator bisa memperpanjang tekanan jual yang sudah berlangsung.

Kapan Momentum Bullish Kembali?

Secara teknikal, zona $3 masih menjadi batas psikologis utama. Penutupan harga yang kuat di atas area ini dapat membuka jalan bagi reli menuju target $4,47. Namun jika support $2,65 tidak mampu menahan tekanan jual, koreksi tajam hingga $2 atau bahkan lebih rendah masih mungkin terjadi.

Indikator momentum seperti RSI dan MACD menunjukkan kondisi netral, memperkuat pandangan bahwa pasar XRP saat ini berada di fase akumulasi dan ketidakpastian.

Kesimpulan: Antara Tekanan Whale dan Peluang Rebound

Dalam jangka pendek, minggu-minggu ke depan akan menjadi penentu arah pergerakan XRP. Jika tekanan jual dari whale mulai mereda dan level teknikal $2,65 bertahan, rebound tajam menuju zona $3–$4 bisa terjadi.

Namun jika aksi distribusi berlanjut tanpa henti, XRP bisa menembus ke bawah $2,50 sebelum menemukan keseimbangan baru.

Bagi investor, periode volatilitas ini bisa menjadi momen untuk menunggu konfirmasi arah tren berikutnya, apakah ini hanya koreksi sementara, atau sinyal awal dari pergeseran sentimen besar di pasar altcoin.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Anjlok ke $113 Ribu, Sinyal Bahaya atau Peluang Beli?

Harga Bitcoin (BTC) hari ini berada di $113.289,10 per BTC/USD, mencatat penurunan -6,66% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar kini turun menjadi $2,25 triliun USD, dengan volume perdagangan harian melonjak ke $172,73 miliar USD, menandakan meningkatnya aktivitas jual beli di tengah kepanikan pasar.

Bitcoin kini memiliki pasokan beredar 19,93 juta BTC atau 94,92% dari total suplai maksimum (21 juta BTC), menegaskan bahwa suplai baru yang tersisa semakin menipis.

Dalam sepekan terakhir, BTC tercatat turun 7,34%, sementara dalam 30 hari terakhir mengalami koreksi -0,76%, menunjukkan tekanan yang mulai terasa setelah reli kuat beberapa bulan sebelumnya.

Baca Juga: Harga Bitcoin Hari Ini Terkoreksi Tipis ke $121 Ribu, Ada Potensi Baru?

Rentang Harga dan Rekor Bitcoin

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak antara harga terendah $104.582,41 dan tertinggi $122.509,66 — rentang yang sangat lebar dan mencerminkan volatilitas ekstrem.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07, harga saat ini telah turun lebih dari 10% dari puncaknya.

Meski demikian, para analis menilai koreksi ini masih tergolong sehat secara teknikal, terutama setelah lonjakan besar yang terjadi selama kuartal ketiga 2025.

Faktor-Faktor yang Menyebabkan Penurunan Harga Bitcoin

1. Realisasi Keuntungan Pasca-Rekor Tertinggi

Koreksi besar kali ini didorong oleh aksi ambil untung (profit-taking) dari para investor jangka pendek yang telah menikmati kenaikan harga sejak awal tahun.

Setelah Bitcoin mencetak rekor baru di atas $126.000, banyak trader memilih untuk merealisasikan keuntungan, memicu gelombang jual besar di bursa utama seperti Binance dan Coinbase.

2. Tekanan dari Likuidasi Leverage

Data pasar derivatif menunjukkan terjadinya likuidasi posisi long senilai lebih dari $1,2 miliar hanya dalam waktu 24 jam terakhir.

Lonjakan likuidasi ini mempercepat penurunan harga karena posisi leverage tinggi terpaksa ditutup secara otomatis, memperkuat tekanan jual di pasar spot.

3. Kecemasan Terhadap Kebijakan The Fed dan Inflasi

Faktor makroekonomi juga turut menekan pasar. Pernyataan terbaru dari pejabat Federal Reserve (The Fed) yang mengindikasikan kemungkinan penundaan pemangkasan suku bunga kembali menekan sentimen aset berisiko seperti kripto.

Investor global kini lebih berhati-hati, sementara arus modal beralih sementara ke aset safe haven seperti emas dan obligasi AS.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

4. Aktivitas Whale dan Distribusi Pasar

Beberapa data on-chain menunjukkan bahwa alamat besar (whale) telah melakukan distribusi BTC ke bursa dalam jumlah besar menjelang penurunan harga.

Pergerakan ini biasanya menjadi sinyal awal terjadinya koreksi jangka pendek karena tekanan jual meningkat di pasar terbuka.

Analisis Teknis: Koreksi Masih Dalam Batas Aman

Secara teknikal, meski koreksi terlihat tajam, Bitcoin masih berada di atas area support utama di $105.000.
Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang rebound ke $118.000–$120.000 masih terbuka dalam waktu dekat.

Namun, jika penurunan menembus di bawah $104.000, potensi tekanan lanjutan ke $98.000 tidak dapat diabaikan.

Indikator RSI (Relative Strength Index) kini mendekati area oversold, menandakan bahwa pasar mungkin sudah mulai jenuh jual dan berpotensi mengalami pembalikan arah.

Koreksi Sebagai Peluang Akumulasi

Sementara itu, beberapa analis terkemuka melihat penurunan kali ini bukan sebagai sinyal bahaya, melainkan peluang akumulasi sebelum tren naik berikutnya.

Menurut analis kripto dari Glassnode, “setiap kali Bitcoin terkoreksi 5–10% setelah mencetak ATH, biasanya diikuti oleh fase konsolidasi sehat sebelum melanjutkan kenaikan baru.”

Dengan mendekatnya halving event berikutnya pada tahun 2028, banyak investor institusional masih optimistis terhadap potensi pertumbuhan jangka panjang Bitcoin, terutama dengan semakin terbatasnya suplai.

Baca Juga: Gagal Tembus ATH, Harga Bitcoin Anjlok 2,11% ke Level $122 Ribu

Koreksi harga Bitcoin ke $113.289 menandai fase penyesuaian alami setelah reli panjang.

Tekanan dari aksi ambil untung, likuidasi leverage, dan faktor makroekonomi memang mempercepat penurunan, namun secara fundamental, Bitcoin tetap kuat.

Dengan volume perdagangan tinggi dan dukungan kuat di area psikologis $105.000, banyak pihak menilai ini sebagai peluang beli strategis bagi investor jangka menengah hingga panjang.

Selama fundamental jaringan tetap solid dan adopsi institusional terus meningkat, Bitcoin masih berpotensi menjadi aset terbaik dekade ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Shutdown Pemerintah AS: 3 Altcoin Ini Bakal Tulis Ulang Sejarah

Pemerintahan Amerika Serikat telah memasuki penutupan (shutdown) federal besar pertamanya dalam lebih dari 6 tahun. Hal ini menimbulkan tanya soal bagaimana pasar kripto bakal merespons. Akankah itu menirukan shutdown Januari 2018 silam, yang juga terjadi setelah jeda 5 tahun, atau akankah aset digital menampilkan ketangguhan yang lebih baik kali ini?

BeInCrypto menganalisis 3 altcoin yang menonjol selama shutdown awal 2018 dan ke mana mereka bisa menuju sekarang.

Tron (TRX)

Tujuh tahun lalu, Tron tidak masuk di antara top 10 aset kripto, namun masih memiliki kapitalisasi pasar US$4,6 miliar. Selama penutupan AS yang terakhir, TRX menjadi salah satu yang paling menderita, anjlok 17% hanya dalam 24 jam karena sentimen pasar berubah sangat bearish.

Kali ini, kondisinya nampak berbeda sebab pasar kripto secara luas menunjukkan resiliensi yang lebih besar. Tidak seperti pada 2018, aset digital telah matang dan kurang bergantung pada peristiwa politik AS. Dalam 24 jam terakhir, total kapitalisasi pasar kripto naik US$66 miliar, menandakan kepercayaan investor yang membaik.

Analisis Harga TRX.
Analisis Harga TRX | Sumber: TradingView

Harga Tron saat ini parkir di US$0,338, mengincar potensi pergerakan melewati resistance US$0,345. Bila momentum terus terbangun, TRX bisa mencatat kenaikan lebih lanjut. Bahkan jika kekuatan bullish terhenti, altcoin ini diperkirakan akan berkonsolidasi di atas level support ini.

Aave (AAVE)

AAVE mencerminkan reaksi Tron selama penutupan pemerintahan AS sebelumnya, di mana altcoin itu anjlok hampir 20% dalam sehari. Namun, kondisi saat ini berbeda secara signifikan, karena pasar kripto yang lebih luas menunjukkan kedewasaan dan ketahanan yang lebih besar, membuat terulangnya crash brutal itu kurang mungkin di lanskap saat ini.

Chaikin Money Flow (CMF) mengindikasikan arus masuk yang deras ke AAVE, yang mencerminkan ledakan permintaan investor. Arus masuk modal ini bisa mengimbangi sentimen bearish yang terpicu oleh ketidakpastian politik. Andaikata momentum berlanjut, AAVE bisa naik menuju US$300. Ini terjadi jika berhasil menembus level resistance US$295 yang telah membatasi kemajuan naiknya baru-baru ini.

Analisis Harga AAVE.
Analisis Harga AAVE | Sumber: TradingView

Seumpama sentimen negatif kembali, AAVE mungkin bakal terseok-seok untuk mempertahankan posisinya. Adapun breakdown alias aksi turun ke bawah support US$277 akan membuka pintu untuk kerugian lanjutan, sekaligus berpotensi menyeret token ke US$259 atau bahkan lebih rendah lagi. Tren turun seperti itu akan serta-merta membatalkan prospek bullish dan menyoroti kerentanan baru dalam aksi harga AAVE.

Enam tahun lalu, Chainlink menempati peringkat ke-87 di antara top 100 aset kripto dengan kapitalisasi pasar sederhana US$310 juta. Hari ini, LINK sudah memiliki valuasi US$15 miliar, menyoroti pertumbuhan eksponensial serta relevansinya yang meningkat di ekosistem blockchain.

Pada 2018, LINK menderita penurunan 22% selama shutdown pemerintah, tetapi kondisinya berbeda sekarang. Indikator MACD menandakan crossover bullish di depan, menunjukkan momentum yang lebih solid. Setelan alias konfigurasi teknis ini menyiratkan bahwa si altcoin mungkin mampu mencegah terulangnya crash sebelumnya dan sebaliknya justru mempertahankan pergerakan naik dalam waktu dekat.

Analisis Harga LINK.
Analisis Harga LINK | Sumber: TradingView

Adapun kenaikan bullish yang berakselerasi bisa mengantarkan LINK melewati US$23,4 dalam waktu dekat. Ada potensi pula apresiasi harga meluas ke level resistance US$25,81. Namun, risiko tetap ada apabila sentimen bergeser secara negatif. Aksi turun tersebut bakal membuat LINK terpelanting ke US$19,91 atau bahkan US$17,31, yang akan membuyarkan prospek bullish serta memicu kehati-hatian investor.

Bagaimana pendapat Anda tentang 3 altcoin yang wajib masuk watchlist pasca dimulainya shutdown pemerintah AS ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Aaryamann Shrivastava
Editor:
Zummia Fakhriani

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bukan Trader, Ini Pihak yang Untung di Perdagangan Meme Coin

Laporan baru dari Galaxy Research mengungkap bahwa penerima manfaat utama dari meme coin bukanlah para trader, melainkan penyedia infrastruktur.

Platform seperti launchpaddecentralized exchange (DEX), dan bot perdagangan otomatis justru meraup pendapatan yang besar. Sementara itu, mayoritas peserta individu mengalami kerugian dalam apa yang disebut sebagai permainan zero-sum dengan nilai harapan (EV) negatif.

Paradoks Meme Coin: Partisipasi Massal, Keuntungan Terkonsentrasi 

Meme coin, salah satu jenis kripto yang sering digambarkan sebagai token berdasarkan lelucon internet atau tren budaya tanpa utilitas, telah muncul selama lebih dari satu dekade. Lonjakan popularitas dan kemudahan pembuatan telah memicu ledakan besar-besaran di sektor tersebut. Membuat jutaan token baru yang akhirnya membanjiri pasar dalam beberapa tahun terakhir.

Banyak trader akhirnya sering tertarik ke ruang ini,berharap mendapatkan keuntungan cepat. Namun, Galaxy Digital mencatat bahwa,

“Perdagangan mereka lebih sedikit tentang fundamental dan lebih banyak tentang apa yang bisa tergambar sebagai ‘arbitrase budaya’: memprediksi atau mendahului siklus perhatian, misalnya, membeli token untuk tren viral di TikTok sebelum pasar mengenalinya sebagai viral. Dalam jangka panjang, sebagian besar peserta pasar akhirnya kehilangan uang dengan memperdagangkan meme coin, dan dalam banyak hal, ini hanyalah perjudian biasa.”

Dalam laporan terbaru, analis riset Galaxy Digital, Will Owens, menjelaskan bahwa ekosistem meme coin berfungsi sebagai tumpukan. Di sini, aliran uang sebagian besar terkonsentrasi pada infrastruktur yang mendukung pembuatan dan perdagangan.

Struktur Ekosistem Meme Coin.
Struktur Ekosistem Meme Coin | Sumber: Galaxy Digital

Pada tingkat dasar, blockchain seperti Solana mendominasi. Platform itu menampung lebih dari 32 juta token, meningkat lebih dari 300% sejak awal 2024. Blockchain ini menyumbang 56% dari 57 juta meme coin di seluruh chain utama, termasuk Ethereum, Base, dan BNB Chain.

“Base dan BSC juga menampung aktivitas signifikan, sementara Ethereum menampung token yang lebih besar dan budaya yang kurang kompetitif,” terang laporan tersebut.

Biaya rendah dan throughput tinggi Solana menjadikannya tempat favorit, dengan meme coin menyumbang sekitar 20-30% dari volume perdagangan DEX-nya, turun dari 60% pada bulan Januari.

Selanjutnya, launchpad membentuk lapisan penting, memungkinkan penyebaran token yang cepat. Pump.fun Solana, yang meluncur pada awal 2024, mencontohkan tren ini dengan mengindustrialisasi proses melalui kurva ikatan yang menjamin likuiditas dengan biaya minimal.

Platform ini telah menciptakan sekitar 12,9 juta token, yang membentuk 40,31% dari total 32 juta token Solana. Token yang rilis di Pump.fun memiliki kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDMC) agregat melebihi US$4,8 miliar, meskipun ini mencapai puncaknya di atas US$10 miliar awal tahun ini.

“Distribusi nilai hukum kekuatan di antara token Pump.fun sangat mengejutkan. Dari hampir 12,9 juta token yang rilis di platform, hanya 12 yang menyumbang lebih dari setengah dari semua kapitalisasi pasar terdilusi penuh (FDMC). Selusin token tersebut secara kolektif mewakili US$2,69 miliar, atau 56% dari total US$4,8 miliar FDMC, sementara 44% sisanya terbagi di antara jutaan token lainnya,” papar Owens.

Launchpad Hasilkan Keuntungan Secara Signifikan

Selain itu, Pump.fun telah menghasilkan biaya signifikan dari pembuatan dan perdagangan. Pada musim panas 2024, platform ini sempat kehilangan posisi ke pesaing seperti LetsBonk. Namun, launchpad ini merebut kembali dominasi melalui inovasi seperti Project Ascend, yang memperkenalkan model biaya dinamis untuk kreator, dan integrasi dengan streamer untuk peluncuran interaktif.

Sementara itu, agregator DEX dan pembuat pasar otomatis (AMM) seperti Jupiter, Raydium, Orca, dan PumpSwap milik Pump.fun lebih lanjut mengekstraksi nilai dengan menangani perdagangan pasca-peluncuran langsung. Platform ini mendapatkan keuntungan dari volume tinggi, dengan meme coin mendorong akuisisi pengguna dan pertumbuhan ekosistem.

Bot perdagangan, termasuk Axiom, BONKbot, dan Trojan, meningkatkan ini dengan memungkinkan sniping—membeli token saat peluncuran—dan eksekusi cepat, berkontribusi pada lingkungan yang sangat kompetitif, player-versus-player (PvP).

“Axiom, misalnya, telah melampaui US$200 juta dalam pendapatan kumulatif dengan tim kurang dari 10 orang,” sorot laporan tersebut.

Terakhir, pengembang token, orang dalam, dan key opinion leader (KOL) juga meraup keuntungan. Pengembang dan orang dalam sering kali menyimpan bagian pasokan besar di wallet tersembunyi, membuangnya ke likuiditas ritel untuk mendapatkan keuntungan. KOL di platform seperti X memperkuat narasi melalui kampanye terkoordinasi.

“Komunitas X (sebelumnya Twitter) dan grup Telegram memperkuat meme dan mengoordinasikan kampanye shilling. Komunitas didorong untuk mendongkrak token mereka lebih tinggi, dengan keyakinan kolektif menggantikan fundamental. KOL adalah bagian besar dari lapisan ini,” tulis analis tersebut.

KOL Kripto Utama di X
KOL Kripto Utama di X | Sumber: Galaxy Digital

Sponsored

Sponsored

Apakah Trader Ritel Menjadi Pihak yang Paling Rugi dalam Boom Meme Coin

Di sisi lain, sebagian besar trader menghadapi kerugian struktural. Laporan tersebut mengungkapkan bahwa waktu tahan median untuk meme coin Solana sekitar 100 detik. Memperlihatkan penurunan dari 300 detik di setahun sebelumnya.

“Artinya rata-rata peserta tidak ‘menahan’ token selama berjam-jam, apalagi berhari-hari. Sebaliknya, mereka berputar dengan cepat, mengambil keuntungan beberapa persen melawan trader lain dalam apa yang pada dasarnya adalah permainan perdagangan PvP,” jelas Owens.

Risiko berlimpah, termasuk honeypots—token yang memungkinkan pembelian tetapi memblokir penjualan—rug pulls, di mana orang dalam menarik likuiditas, dan vamping, di mana peniru menyedot nilai dari yang asli. Insiden profil tinggi, seperti insiden token LIBRA, telah mengakibatkan kerugian jutaan bagi trader sementara orang dalam meraup keuntungan. 

Paradoks ekosistem ini menyoroti tren yang lebih luas. Karena saat sementara meme coin berfungsi sebagai pintu masuk ke aset kripto, menarik pengguna baru ke dalam wallet dan DEX. Hiruk-pikuk spekulatif ini malah memperkaya sekelompok kecil pemilik infrastruktur. 

Bagi sebagian besar peserta, trading tetap negatif EV. Jadi, meme coin mungkin terlihat seperti kasino, tetapi rumah — bukan pemain — yang selalu menang.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Kamina Bashir
Editor:
Adi Wiratno

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Melania Trump Comeback, Meme Coin MELANIA Menggeliat

Setelah berbulan-bulan diam, Ibu Negara mempromosikan meme coin MELANIA berbasis Solana miliknya dalam video AI baru.

Meski sempat mengalami lonjakan harga singkat, token ini terus mengalami penurunan 98% dari harga tertinggi sepanjang masa pada bulan Januari. Trump juga terus menghadapi kritik atas penjualan token komunitas senilai US$10 juta oleh wallet tim.

Postingan Baru MELANIA AI Picu Trading

Trump mempromosikan meme coin yang sesuai dengan namanya minggu ini di X dengan mengunggah video hasil AI. Ia juga menulis “Into the Future” dan menandai akun resmi koin tersebut.

Unggahan terbaru ini cukup mengejutkan. Mengingat sejak Juni akun tersebut belum mengunggah hal apapun. Langkah mendadak itu sontak memicu lonjakan pada harga token. Mendongkrak posisinya dari US$0,16 menjadi US$0,19 sebelum akhirnya kembali turun. Berdasarkan CoinGecko, pada saat penulisan token MELANIA bergerak di kisaran harga US$0,18.

Namun, utas tersebut tidak menyertakan komentar dari Trump terkait penjualan token senilai jutaan dolar awal tahun ini.

Analis Kripto Angkat Bendera Merah

Menanggapi berita tersebut, analis blockchain mengungkapkan kekhawatiran tentang bagaimana tim di balik meme coin MELANIA menangani dana komunitas.

Pada bulan April, berdasarkan data on-chain yang terlacak oleh Bubblemaps, proyek MELANIA memindahkan dan menjual lebih dari US$30 juta token komunitas tanpa penjelasan. Platform tersebut juga menyoroti terhapusnya token senilai US$10 juta dari pool komunitas dan dijual.

Kekurangan komunikasi ini menarik kritik dari analis yang memandang bahwa proyek MELANIA kurang transparan.Sponsored

Sponsored

“Melania Trump tidak akan membahas US$10 juta token komunitas yang dijual oleh wallet tim. Hanya memposting video AI setelah 10 bulan diam,” tulis Bubblemaps dalam utasnya hari ini.

Dalam peristiwa terpisah yang tercatat pada bulan yang sama, tim proyek MELANIA secara sistematis menjual lebih dari US$1,5 juta token selama tiga hari, memanfaatkan pemulihan harga 21% yang singkat. Mereka menggunakan manuver yang mirip dengan strategi Dollar-Cost Averaging (DCA), melakukan penjualan kecil dan bertahap daripada satu penjualan besar.

Pendekatan yang secara cermat ini memungkinkan tim untuk menjual banyak kepemilikan mereka. Menghasilkan tekanan jual yang konsisten pada token, dan mengurangi risiko untuk memicu bencana penurunan harga secara langsung.

Kontroversi Mengenai Token Presiden

Sebagai catatan, aksi Presiden Donald Trump yang merilis meme coin miliknya, TRUMP pada malam pelantikan berjalan sukses. Token tersebut dengan cepat melonjak, mencapai puncak US$13,73 sebelum akhirnya jatuh. Namun demikian harganya tidak pernah pulih.

Nah peluncuran token MELANIA dengan cepat diikuti oleh peluncuran yang dilakukan oleh Presiden Trump sendiri. Tetapi berbeda dengan MELANIA, TRUMP mengalami lebih banyak periode kesuksesan. Token tersebut mengalami lonjakan harga setelah pengumuman kebijakan penting.

Token TRUMP juga menghadapi kritik publik yang cukup keras, utamanya didorong oleh tuduhan manipulasi pasar.

Kontroversi memuncak pada bulan Mei ketika Presiden mengundang 220 holder token teratas ke makan malam eksklusif di klub golfnya di Virginia. Kritikus sangat mengkritik acara tersebut, sembari menyebut bahwa itu adalah penggunaan jabatan publik yang tidak pantas untuk keuntungan finansial pribadi, terutama karena publisitas acara tersebut juga ikut mengerek harga token.

Bagaimana pendapat Anda tentang topik ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Camila Naón
Editor:
Adi Wiratno

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin Ini Potensi Listing di Binance pada Oktober 2025, Termasuk MYX dan MNT

Oktober bisa membawa gelombang baru bagi altcoin bakal yang menarik perhatian banyak investor. Salah satu katalisnya adalah adanya potensi sejumlah altcoin untuk listing di Binance, crypto exchange terbesar di global. 

Beberapa token, seperti MYX, ASTER, dan MNT, sepertinya siap untuk merampungkan proses listing di exchange tersebut pada bulan ini.

MYX Finance (MYX)

MYX baru-baru ini mengalami peningkatan signifikan dalam aktivitas perdagangan dan pembicaraan pasar. Selama sebulan terakhir, harga token ini melonjak lebih dari 1.360% menjadi US$14,31. Altcoin ini, yang sudah berjalan di Binance Futures, memiliki peluang bagus untuk listing di pasar spot Binance bulan ini.

MYX naik 57% dalam seminggu terakhir dan saat ini menghadapi resistance di US$15,84. Jika aktivitas perdagangan berlanjut dan altcoin ini berhasil mengubah hambatan menjadi lantai support, bakal mendorong harga MYX untuk mencapai kembali harga tertinggi sepanjang masanya di US$19.

Untuk TA token dan update pasar: Ingin lebih banyak wawasan token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

MYX Price Analysis
Analisis Harga MYX | Sumber: TradingView

Tetapi jika aksi ambil untung berlanjut, altcoin ini bisa kehilangan keuntungan baru-baru ini dan berisiko turun di bawah US$12,18.

ASTER

ASTER kemungkinan akan menyelesaikan proses listing di Binance minggu ini. Data on-chain terbaru menunjukkan bahwa token tersebut telah terkirim ke wallet spot Binance. 

Menurut BscScan, satu alamat wallet pertama kali mengirim 20 ASTER sebagai transfer uji coba, yang segera diikuti oleh transaksi yang jauh lebih besar senilai US$4,8 juta.

Deposito ASTER di Binance | Sumber: Bscscan

Jika aktivitas ini mendorong momentum pembelian, harga ASTER bisa naik menuju US$2,03. 

Analisis Harga ASTER | Sumber: TradingView

Di sisi lain, jika permintaan tidak terwujud, token ini bisa turun ke US$1,71.

Mantle (MNT)

Listing MNT di exchange terkemuka seperti Coinbase dan Bybit telah meningkatkan kredibilitas, memperkuat peluang altcoin ini untuk segera listing di Binance. Selain itu, peningkatan aktivitas perdagangan telah mendorong kapitalisasi pasar MNT melampaui US$6,9 miliar, semakin meningkatkan kepercayaan pasar.

Pada saat penulisan, MNT bergerak di sekitar puncak harga barunya di US$1,98, yang bisa naik lebih tinggi jika permintaan terus tumbuh.

MNT price
Analisis Harga MNT | Sumber: TradingView

Di sisi lain, jika aksi ambil untung muncul, harga token ini bisa terkoreksi ke US$1,70.

Bagaimana pendapat Anda tentang potensi altcoin di atas untuk listing di Binance di Oktober ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Abiodun Oladokun
Editor:
Adi Wiratno

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Ethereum (ETH) Bakal Turun 6% Sebelum Cetak ATH Baru, Ini Alasannya

Ada sesuatu yang menarik sedang terjadi pada grafik Ethereum. Setelah beberapa minggu mengalami kenaikan stabil, harga Ethereum sepertinya berhenti di sekitar US$4.700. Namun hal itu bukanlah sebuah sinyal pelemahan. Justru sebaliknya, data dan pola menunjukkan bahwa penurunan kecil bisa memang menjadi kebutuhan ETH sebelum bergerak lebih tinggi lagi.

Koreksi menuju US$4.410, atau turun sekitar 6%, bisa melengkapi setup pembalikan klasik. Kondisi itu sering muncul sebelum reli besar. Namun, data on-chain menunjukkan sesuatu yang memperlihatkan bahwa trader berhati-hati dalam jangka pendek.

Arus Masuk Exchange Reda saat Whale Tetap Berhati-hati

Perubahan posisi bersih Ethereum di exchange, yang mengukur berapa banyak koin yang bergerak masuk atau keluar dari exchange terpusat menunjukkan perlambatan dalam aktivitas pembelian. Ketika angka ini sangat negatif, artinya lebih banyak koin yang ditarik. Situasi itu menunjukkan bahwa investor memilih untuk menahan. Saat menjadi kurang negatif, trader mengirim lebih banyak koin ke exchange, yang biasanya untuk mengambil keuntungan.

Pada 6 Oktober, perubahan posisi bersih ETH berada di –1,5 juta, naik dari –2,3 juta pada 22 September, pergeseran 35% menuju tekanan jual. Nilai negatif yang lebih kecil berarti lebih sedikit penarikan dan sedikit lebih banyak deposit, menunjukkan bahwa beberapa trader mungkin tertarik mengambil keuntungan setelah kenaikan baru-baru ini.

Ethereum Sellers Gaining Ground
Ethereum Sellers Gaining Ground: Glassnode

Ingin lebih banyak wawasan token seperti ini? Daftar untuk Newsletter Harian Crypto Editor Harsh Notariya di sini.

Namun, wallet whale yang memegang jumlah besar ETH masih menunjukkan keyakinan. Selama dua hari terakhir, kepemilikan gabungan mereka meningkat dari 99,16 juta menjadi 99,26 juta ETH, sekitar US$470 juta, menurut data Santiment.

Tetapi itu merupakan tanda keyakinan yang lambat namun stabil. Di sisi lain, beberapa trader mungkin mengambil keuntungan dari ritel.

Ethereum Whales Continue Buying
Ethereum Whales Continue Buying | Sumber: Santiment

Kombinasi penjualan ritel ringan dan pembelian whale yang hati-hati biasanya menandakan bahwa pasar menunggu entri yang lebih baik, sering kali tepat sebelum koreksi harga jangka pendek.

Pada grafik harian, Ethereum berada dalam pola inverse head-and-shoulders, struktur yang sering terbentuk sebelum breakout bullish. “Kepala” berada lebih rendah, sementara neckline sejajar di sekitar US$4.740.

Jika pola ini selesai, Ethereum mungkin perlu turun menuju US$4.410 untuk membentuk bahu kanan, pergerakan 6% ke bawah dari level saat ini. Relative Strength Index (RSI), yang melacak momentum pembelian, mendukung setup ini. Antara 12 September dan 7 Oktober, RSI membuat higher high sementara harga membuat lower high — divergensi bearish tersembunyi yang sering mendahului koreksi.

Ethereum Price Analysis
Ethereum Price Analysis | Sumber: TradingView

Jika koreksi terjadi, pantulan di dekat US$4.410 bisa membuat Ethereum siap untuk breakout di atas US$4.740. Konfirmasi candle harian di atas level tersebut akan membuka jalan menuju US$4.950 (dekat dengan all-time high/ATH sebelumnya), dan mungkin mencapai level tertinggi baru di atasnya.

Di sisi lain, jika Ethereum melewatkan koreksi dan menutup di atas US$4.740 sekarang, tesis penurunan langsung akan batal. Mengonfirmasi kekuatan yang berlanjut. Bagaimanapun, skenario yang lebih bearish hanya akan terjadi jika harga Ethereum jatuh di bawah US$4.270, yang akan menunda pola bullish dan memperpanjang konsolidasi.

Jika melihat secara menyeluruh, tren naik yang lebih luas dari Ethereum tetap utuh. Sehingga jeda yang terjadi ini mungkin hanya ketenangan sebelum dorongan kuat ke atas berikutnya.

Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi dan analisis Ethereum yang menyebut bahwa ETH harus turun 6% sebelum cetak ATH baru? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Ananda Banerjee
Editor:
Adi Wiratno

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Peter Brandt Prediksi Harga XRP Bakal Turun Dalam ke Level Ini

Kapitalisasi pasar altcoin (TOTAL2) mencapai rekor tertinggi baru sebesar US$1,19 triliun. Sejalan dengan tren positif tersebut, trader veteran Peter Brandt, yang memiliki pengalaman lebih dari 40 tahun, membagikan prediksi anyarnya untuk XRP. Salah satu altcoin yang ada dalam pengawasan investor.

Berbagai data on-chain dan sentimen mendukung analisisnya, membantu investor untuk menilai risiko dan peluang di bulan Oktober.

Struktur Harga XRP Mengindikasikan Koreksi Tajam

Dalam analisis terbaru di X (Twitter), Brandt mengidentifikasi pola segitiga menurun klasik pada grafik XRP. Formasi yang merujuk pada buku teks analisis teknikal Edwards dan Magee ini, biasanya menandakan kelanjutan tren turun.

Prediksi Harga XRP. Sumber: Peter Brandt.
Prediksi Harga XRP | Sumber: Peter Brandt.

Walaupun pola ini bearish, Brandt tetap berhati-hati. Dia menghindari membuat pernyataan mutlak namun menunjukkan kondisi spesifik yang bisa mengonfirmasi penurunan lebih dalam.

“Di sebelah kanan adalah segitiga menurun yang sedang berkembang. HANYA JIKA menutup di bawah 2,68743 (maka saya akan menjadi pembenci), maka seharusnya turun ke 2,22163,” ujar Brandt.

Pada saat penulisan, XRP bergerak di kisaran US$2,85. Artinya, penurunan 6% dari level saat ini bisa memicu potensi turun lebih dari 20%.

Prediksi Brandt muncul ketika XRP menghadapi beberapa sinyal negatif dari pasar yang lebih luas. Menurut data dari Santiment, sentimen negatif terhadap XRP telah mencapai level tertinggi dalam enam bulan.

Namun, dengan menggunakan alasan kontrarian, Santiment berpendapat bahwa sentimen negatif yang kuat tersebut mungkin menunjukkan potensi rebound, berdasarkan pemulihan harga historis XRP.

Namun, faktor lain yang sering diabaikan adalah penurunan minat pencarian Google untuk XRP. Data dari Google Trends menunjukkan bahwa pencarian XRP mencapai titik terendah dalam tiga bulan pada akhir September dan sekarang berada di bawah 25 poin.

Tren Pencarian XRP. Sumber: Google Trends.
Tren Pencarian XRP | Sumber: Google Trends.

Kombinasi data sentimen bearish dari Santiment dan penurunan minat pencarian dapat membuat kondisi penurunan Brandt lebih mungkin terjadi.

Holder Menengah Mulai Menjual Setelah Setahun Akumulasi

Faktor lain yang memperkuat pandangan bearish adalah distribusi pasokan XRP.

Menurut grafik Santiment, wallet yang memegang antara 1 juta hingga 10 juta XRP — biasanya investor tingkat menengah — mulai menjual untuk pertama kalinya dalam setahun.

Persentase Pasokan XRP yang Dimiliki oleh Wallet dengan Saldo 1 Juta—10 Juta XRP. Sumber: Santiment.
Persentase Pasokan XRP yang Dimiliki oleh Wallet dengan Saldo 1 Juta—10 Juta XRP | Sumber: Santiment.

Persentase pasokan yang dipegang oleh kelompok ini naik dari sekitar 6% pada Oktober 2024 ke puncak 10,76% pada September 2025, sebelum turun ke 10% pada awal Oktober 2025.

Penjualan ini menunjukkan pengambilan keuntungan atau menurunnya kepercayaan di antara holder tingkat menengah, yang keduanya sering menjadi pertanda tekanan jual yang meningkat di pasar. Karena kelompok ini mengendalikan sebagian besar pasokan beredar XRP, tindakan mereka dapat sangat memengaruhi tren harga.

Secara keseluruhan, prediksi Peter Brandt menyoroti risiko penurunan untuk XRP di bulan Oktober, dengan pola segitiga menurun sebagai inti dari analisisnya. Dengan tingkat FUD yang tinggi, minat pencarian yang rendah, dan penjualan holder tingkat menengah, XRP mungkin menghadapi volatilitas yang meningkat dalam beberapa minggu mendatang.

Bagaimana pendapat Anda tentang prediksi Peter Brandt terhadap harga XRP di Oktober ini? Yuk, sampaikan pendapat Anda di grup Telegram kami. Jangan lupa follow akun Instagram dan Twitter BeInCrypto Indonesia, agar Anda tetap update dengan informasi terkini seputar dunia kripto!

Penulis: Nhat Hoang
Editor:
Adi Wiratno

Konten artikel ini bersumber dari BeInCrypto sebagai mitra media Tokocrypto.





Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Siap Lepas dari Zona Mati? Satu Sinyal Ini Bisa Picu Reli 20%!

Harga Dogecoin (DOGE) kembali menjadi sorotan setelah berminggu-minggu bergerak tanpa arah yang jelas. Meski banyak altcoin menunjukkan volatilitas tinggi, Dogecoin justru bertahan di antara kisaran sempit $0,24–$0,27.

Namun, di balik stagnasi ini, ada satu alasan utama mengapa DOGE masih mampu menghindari crash, sekaligus belum bisa reli, untuk saat ini.

Dua Dinding Raksasa: Pasokan yang Tahan Jatuh dan Tahan Naik

Menurut data on-chain dari Glassnode, harga Dogecoin saat ini “terjebak” dalam zona yang sangat padat secara pasokan.

Antara $0,247–$0,249, terdapat sekitar 1,89 miliar DOGE yang beredar, menciptakan “bantalan tebal” yang mencegah harga jatuh di bawah $0,24. Di sisi lain, di atas level $0,26–$0,27, terdapat lapisan resistensi kuat sebesar 2,6 miliar DOGE, yang membuat kenaikan signifikan sulit menembus.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kepadatan pasokan inilah yang menjaga keseimbangan harga Dogecoin. Terlalu banyak pembeli siap bertahan di bawah, dan terlalu banyak penjual siap menjual di atas. Hasilnya: pasar menjadi seperti perang posisi diam.

Data Derivatif: Bull dan Bear Sama Kuatnya

Data dari Coinglass juga menunjukkan tidak ada pihak yang mendominasi.
Total posisi long pada pasangan DOGE/USDT di Bitget mencapai $304 juta, sementara posisi short hanya sedikit lebih besar di $331 juta.

Ketidakseimbangan yang sangat kecil ini berarti tidak ada tekanan leverage yang cukup untuk memicu reli besar atau aksi jual masif.

Dengan kata lain, baik bull maupun bear belum memiliki alasan kuat untuk menggoyang pasar.

Satu Pola Teknis yang Bisa Ubah Segalanya

Baca juga: Prediksi Dogecoin: Sinyal RSI Tunjukkan DOGE Siap Tembus $1?

Meski tampak tenang di permukaan, grafik 4 jam Dogecoin menunjukkan potensi pergerakan besar.

Dilaporkan BeInCrypto, analis mencatat adanya divergensi bullish, ketika harga mencetak lower low namun indikator RSI justru naik. Pola ini sering menandakan bahwa tekanan jual mulai melemah dan momentum kenaikan bisa segera muncul.

Menariknya, pola serupa terakhir kali muncul pada 22–26 September lalu, dan hasilnya Dogecoin sempat reli 20%, dari $0,22 menjadi $0,26.

Jika sejarah berulang, DOGE berpotensi kembali melonjak ke sekitar $0,29, menembus lapisan resistensi yang menahan kenaikan selama berminggu-minggu.

Segitiga Simetris: Titik Ledak Harga DOGE

Pada grafik harian, Dogecoin kini bergerak dalam pola segitiga simetris, tanda klasik fase konsolidasi sebelum breakout besar.

Jika DOGE berhasil menutup di atas $0,27–$0,29, pola ini dapat dikonfirmasi sebagai penembusan ke atas, membuka peluang reli jangka pendek. Sebaliknya, penutupan harian di bawah $0,24 bisa menandai awal koreksi baru ke kisaran $0,22 atau lebih rendah.

Fase Tenang Sebelum Badai?

Dogecoin kini berada dalam kondisi unik, terlalu banyak dukungan untuk jatuh, tapi juga terlalu banyak resistensi untuk naik.

Keseimbangan pasokan dan posisi derivatif ini menjelaskan mengapa DOGE menghindari crash sekaligus belum bisa reli. Namun, dengan munculnya pola divergensi bullish dan formasi segitiga simetris, pasar bisa segera berubah arah.

Satu langkah bersih di atas $0,27 bisa menjadi pemicu reli 20% berikutnya, dan akhirnya membawa Dogecoin keluar dari “zona mati” yang telah menahannya selama berminggu-minggu.

Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

SOL di Ujung Jurang: Harga Uji $220 Jelang Keputusan ETF Grayscale

Harga Solana (SOL) kembali berada di titik kritis. Setelah sebulan penuh volatilitas liar, aset kripto ini kini menguji zona support krusial di $217–$220, dan pasar menunggu dengan napas tertahan: apakah peluncuran ETF Solana akan memicu reli besar, atau justru menjadi sinyal koreksi lebih dalam?

Tekanan Pasar Menyempitkan Ruang Gerak SOL

Dalam sebulan terakhir, harga SOL berfluktuasi tajam antara $190 hingga $250, tanpa memberikan imbal hasil berarti. Kini, mata uang kripto ini kembali berada di tepi support utama di $220, yang bisa menjadi titik balik besar.

Analis kripto Ali Martinez menilai bahwa $217 adalah pivot zone bagi Solana. “Jika level ini bertahan, kita bisa melihat rebound signifikan. Tapi jika tembus, risiko penurunan ke bawah $200 terbuka lebar,” ujarnya.

Senada dengan itu, analis BitGuru mencatat pola bullish reversal mulai terbentuk setelah pullback terakhir. Ia menambahkan, “Selama SOL mampu menembus resistance di $240, peluang menuju $253 sangat terbuka. Namun jika jatuh di bawah $200, target berikutnya ada di sekitar $190.”

ETF Solana Grayscale: Pemicu Reli atau Sekadar Hype?

Sementara itu, sorotan utama tertuju pada ETF Solana (GSOL) yang diajukan oleh Grayscale. Keputusan final dari Komisi Sekuritas dan Bursa AS (SEC) dijadwalkan pada 10 Oktober, dan hasilnya bisa menjadi katalis besar bagi pergerakan harga SOL.

Dilaporkan Coinspeaker, ETF ini direncanakan akan memiliki biaya manajemen 0,35%, dan akan diperdagangkan di NYSE Arca, menunggu restu regulator. Meski proses persetujuan sedikit tertunda karena penutupan sebagian pemerintah AS, Grayscale tetap menunjukkan komitmennya dengan menggandeng Figment untuk memperkuat layanan staking institusional Solana.

Raksasa perbankan JPMorgan bahkan memperkirakan ETF ini bisa menarik arus masuk mencapai $1,5 miliar hanya dalam tahun pertama perdagangannya, sebuah sinyal kuat bahwa minat institusional terhadap Solana terus meningkat.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 10 oktober 2025. Sumber: Tokocrypto.

Optimisme TradFi, Harapan Baru Solana

Menurut Matt Hougan, Chief Investment Officer di Bitwise, pasar keuangan tradisional kini mulai memperluas pandangannya. “Investor tidak lagi hanya fokus pada Bitcoin. Mereka mulai melihat Solana sebagai aset dengan fundamental kuat dan potensi ekosistem yang besar,” katanya.

Jika ETF Solana akhirnya diluncurkan dalam beberapa minggu ke depan seperti yang diperkirakan, pasar bisa menyaksikan lonjakan permintaan baru yang mendorong harga SOL keluar dari fase stagnan saat ini.

Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com