Category Archives: Tokocrypto

Rocket Pool Perkuat Utilitas RPL dan Efisiensi Staking Ethereum

Protokol liquid staking terdesentralisasi Rocket Pool resmi mengaktifkan upgrade besar bertajuk Saturn One, yang membawa perubahan signifikan pada model ekonomi token dan infrastruktur validatornya.

Menurut laporan Coinmarketcal, pembaruan ini mencakup fitur fee switch untuk pemegang RPL, peluncuran validator 4 ETH, fitur MEGAPOOLS, serta peningkatan pada rETH.

Langkah ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk memperkuat fundamental token RPL sekaligus meningkatkan daya saing Rocket Pool dalam ekosistem staking Ethereum.

Baca Juga: Rocket Pool Naik 21%, Alternatif Staking Ethereum Kembali Panas

Fee Switch: RPL Kini Punya Akrual Nilai Lebih Jelas

Salah satu fitur paling disorot dalam upgrade Saturn One adalah aktivasi fee switch. Melalui mekanisme ini, sebagian pendapatan protokol dapat dialokasikan kepada pemegang RPL.

Secara fundamental, ini mengubah narasi RPL dari sekadar token utilitas menjadi aset dengan potensi yield berbasis performa protokol. Jika pendapatan dan aktivitas staking meningkat, distribusi nilai kepada pemegang token juga berpotensi ikut terdongkrak.

Namun demikian, pasar kripto kerap menunjukkan pola buy-the-rumor, sell-the-news saat upgrade besar dirilis. Artinya, volatilitas harga jangka pendek tetap perlu diantisipasi meskipun fundamental membaik.

Validator 4 ETH: Hambatan Masuk Semakin Rendah

Inovasi penting lainnya adalah pengenalan validator dengan kebutuhan modal hanya 4 ETH. Sebelumnya, model staking tradisional Ethereum mengharuskan 32 ETH untuk menjalankan validator secara mandiri.

Dengan skema baru ini, Rocket Pool menurunkan hambatan masuk bagi operator node, sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan modal.

Model ini berpotensi mendorong partisipasi validator baru, memperkuat desentralisasi jaringan, dan Meningkatkan daya tarik staking non-kustodial

Jika adopsi validator 4 ETH tumbuh pesat, Rocket Pool dapat memperluas pangsa pasarnya di sektor liquid staking.

MEGAPOOLS dan Optimalisasi rETH

Pergerakan harga Rocket Pool (RPL/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Rocket Pool (RPL/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Upgrade Saturn One juga menghadirkan fitur MEGAPOOLS yang dirancang untuk meningkatkan skalabilitas dan manajemen likuiditas protokol.

Dengan sistem yang lebih efisien, pengelolaan dana staking menjadi lebih optimal.

Selain itu, pembaruan pada rETH bertujuan meningkatkan stabilitas mekanisme minting dan redemption.

rETH sendiri merupakan token liquid staking yang memungkinkan pengguna tetap memperoleh likuiditas sambil mendapatkan reward staking.

Peningkatan ini penting karena sektor liquid staking semakin kompetitif, dan efisiensi produk menjadi faktor kunci dalam mempertahankan pengguna.

“Secara fundamental, fee switch memberikan utilitas riil bagi RPL sebagai aset penghasil yield. Namun, narasi upgrade terbesar sering kali memicu dinamika buy-the-rumor/sell-the-news. Jika TVL dan pendapatan protokol meningkat pasca-upgrade, ini akan menjadi katalis bullish jangka panjang yang solid,” ungkap Tim Research Tokocrypto.

Dampak Terhadap Harga dan Sentimen Pasar

Dari sisi pasar, dampak upgrade Saturn One terhadap harga RPL akan sangat dipengaruhi oleh data fundamental pasca-implementasi.

Beberapa indikator yang perlu dipantau antara lain Total Value Locked (TVL), jumlah validator aktif, pendapatan protokol, hingga pertumbuhan suplai dan permintaan rETH.

Jika metrik tersebut menunjukkan tren naik yang konsisten, narasi bullish dapat terbentuk secara lebih solid. Sebaliknya, jika aktivitas tidak meningkat signifikan, reli harga berisiko terkoreksi.

Posisi Rocket Pool di Industri Staking

Sektor liquid staking Ethereum menjadi salah satu pilar penting dalam ekosistem DeFi.

Seiring meningkatnya jumlah ETH yang di-stake, kebutuhan akan solusi staking terdesentralisasi semakin relevan.

Rocket Pool dikenal dengan model non-kustodial yang lebih terbuka dibanding beberapa platform staking terpusat.

Dengan Saturn One, proyek ini mempertegas komitmennya terhadap desentralisasi dan inovasi berkelanjutan.

Upgrade ini bukan sekadar pembaruan teknis, tetapi juga perombakan ekonomi token yang berpotensi memperkuat nilai jangka panjang RPL.

Baca Juga: RPL Rocket Pool Melonjak 30%, TVL Naik 43%: Siap Tembus $10?

Peluncuran Saturn One menjadi momen krusial bagi Rocket Pool. Fee switch memperkenalkan model akrual nilai yang lebih konkret bagi RPL, sementara validator 4 ETH meningkatkan efisiensi dan inklusivitas staking.

Meski volatilitas jangka pendek tetap mungkin terjadi, keberhasilan upgrade ini pada akhirnya akan diukur dari pertumbuhan TVL, pendapatan, dan adopsi validator baru.

Jika data on-chain mendukung, Saturn One dapat menjadi fondasi pertumbuhan jangka panjang bagi Rocket Pool dalam lanskap liquid staking Ethereum yang semakin matang dan kompetitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

VeChain Builders Gelar Diskusi Fokus Networking dan Update Ekosistem

Komunitas pengembang VeChain kembali menggelar acara Monthly Builders Space melalui platform X Spaces, seperti yang dilaporkan Coinmarketcal pada Kamis (19/2).

Agenda rutin ini menjadi wadah bagi para developer yang membangun di atas jaringan VeChain untuk memaparkan perkembangan proyek, berbagi pembaruan teknis, serta memperluas jaringan kolaborasi di dalam ekosistem.

Acara ini difokuskan pada diskusi komunitas, transparansi progres pembangunan, dan penguatan koneksi antar-builder.

Namun, pertanyaannya: apakah forum rutin seperti ini mampu menjadi katalis signifikan bagi harga token VET?

Baca Juga: VeChain Mulai Voting Tata Kelola di VeBetterDAO: Sinyal Kenaikan Harga?

Forum Komunitas dan Transparansi Ekosistem

Monthly Builders Space merupakan bagian dari strategi VeChain dalam menjaga komunikasi terbuka antara tim inti, pengembang, dan komunitas.

Dalam sesi ini, berbagai proyek yang dibangun di atas jaringan VeChain mendapatkan kesempatan untuk memperkenalkan roadmap terbaru.

Selain itu, pengembang juga diperkenankan untuk menyampaikan pencapaian teknis, membahas tantangan pengembangan, hingga menjalin kolaborasi lintas proyek.

Pendekatan ini memperkuat fondasi komunitas dan memperlihatkan aktivitas pembangunan yang sedang berlangsung di jaringan.

Dalam industri blockchain, transparansi seperti ini sering kali dianggap penting untuk membangun kepercayaan investor dan pengguna.

Namun demikian, dari perspektif pasar, tidak semua aktivitas komunitas memiliki dampak langsung terhadap pergerakan harga.

Dampak Terhadap Harga VET

Menurut Tim Research Tokocrypto, acara seperti ini lebih bersifat administratif dan pemasaran dibandingkan katalis fundamental yang kuat.

“Acara ini lebih bersifat administratif dan pemasaran (networking) daripada katalis harga yang kuat. Tanpa adanya pengumuman kemitraan besar atau upgrade teknis yang mengejutkan, pasar cenderung melihat ini sebagai ‘noise’ rutin dengan dampak minimal pada volume perdagangan,” kata Tim Research Tokocrypto.

Pandangan ini mencerminkan realitas pasar kripto yang sangat reaktif terhadap berita besar, seperti integrasi korporasi skala global, pembaruan protokol besar, atau inovasi teknis signifikan.

Sementara diskusi komunitas penting untuk keberlanjutan jangka panjang, trader jangka pendek cenderung mencari katalis yang lebih konkret dan berdampak langsung terhadap permintaan token.

VeChain dan Posisi di Ekosistem Blockchain

Sebagai blockchain yang berfokus pada solusi enterprise dan manajemen rantai pasok, VeChain telah lama memposisikan diri sebagai jembatan antara dunia bisnis tradisional dan teknologi terdesentralisasi.

Model ini membuat aktivitas pembangunan berkelanjutan menjadi krusial. Acara seperti Monthly Builders Space menunjukkan bahwa pengembangan tetap berjalan aktif.

Namun, tanpa pengumuman seperti kemitraan korporasi baru, integrasi dengan perusahaan multinasional, upgrade protokol besar, dan inovasi tokenomics, pasar kemungkinan tidak akan memberikan respons harga yang signifikan.

Networking: Fondasi Jangka Panjang

Meski dampak jangka pendek terhadap harga terbatas, efek jangka panjang tidak bisa diabaikan sepenuhnya.

Networking antar-builder berpotensi melahirkan kolaborasi baru, aplikasi inovatif, serta peningkatan utilitas jaringan.

Ekosistem yang aktif dan solid sering kali menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan nilai jangka panjang.

Investor fundamental biasanya memperhatikan aktivitas GitHub, jumlah developer aktif, pertumbuhan proyek baru, dan engagement komunitas.

Jika diskusi rutin ini menghasilkan pengembangan nyata yang meningkatkan utilitas jaringan, dampaknya bisa terasa dalam jangka menengah hingga panjang.

Risiko Overhype dan “Event Fatigue”

Dalam industri kripto, terlalu seringnya acara komunitas tanpa pengumuman besar dapat memicu apa yang disebut sebagai “event fatigue”.

Pasar menjadi kebal terhadap acara rutin dan hanya merespons kejutan besar.

Trader yang mengharapkan lonjakan harga dari setiap event komunitas berisiko kecewa apabila tidak ada katalis nyata yang diumumkan.

Baca Juga: VET Masih Merah di $0,0077! VeChain Gelar Voting Governance

Monthly Builders Space VeChain merupakan inisiatif penting untuk menjaga transparansi, komunikasi, dan kolaborasi dalam ekosistem.

Dari sisi fundamental, langkah ini mencerminkan komitmen pembangunan jangka panjang.

Namun, seperti disampaikan Tim Research Tokocrypto, tanpa pengumuman besar atau upgrade signifikan, pasar cenderung menganggap acara ini sebagai aktivitas rutin dengan dampak terbatas terhadap harga VET.

Bagi investor, pendekatan terbaik adalah membedakan antara event komunitas dan katalis fundamental yang benar-benar mampu mengubah dinamika permintaan token.

Networking mungkin tidak langsung menggerakkan harga hari ini, tetapi bisa menjadi fondasi pertumbuhan di masa depan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Lemah ke $66.838, Tekanan Dominan

Harga Bitcoin (BTC) hari ini tercatat di level $66.838,81 per BTC/USD, mengalami penurunan -1,12% dalam 24 jam terakhir, menurut laporan Tokocrypto pada Kamis (19/2).

Pelemahan ini memperpanjang tren koreksi jangka menengah, di tengah tekanan jual yang masih membayangi pasar kripto global.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai sekitar $1,336 triliun, Bitcoin tetap mempertahankan posisinya sebagai aset kripto terbesar di dunia.

Volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $33,06 miliar, menunjukkan aktivitas pasar yang masih cukup tinggi meski momentum bullish belum kembali.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $67.447, Melemah 1,6%

Pergerakan Harga 24 Jam: Uji Support Baru

Dalam 24 jam terakhir, harga BTC bergerak di rentang antara $65.845,90 (terendah) dan level tertinggi $68.434,43.

Rentang ini menunjukkan volatilitas yang masih relatif terkendali dibandingkan periode koreksi tajam sebelumnya.

Namun, kegagalan bertahan di atas area $68.000 mempertegas bahwa tekanan jual masih dominan dalam jangka pendek.

Secara intraday, pergerakan 1 jam terakhir tercatat turun tipis -0,12%, menandakan pasar masih berada dalam fase konsolidasi setelah pelemahan harian.

Koreksi Bulanan Masih Dalam

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika melihat data historis:

  • 30 hari: -27,48%
  • 60 hari: -24,13%
  • 90 hari: -22,03%

Penurunan hampir 27% dalam sebulan terakhir menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi signifikan dari puncak harga sebelumnya.

Sebagai perbandingan, rekor harga tertinggi sepanjang masa (ATH) Bitcoin berada di $126.198,07, yang berarti harga saat ini masih terpaut cukup jauh dari level tersebut.

Kapitalisasi dan Struktur Pasokan

Bitcoin memiliki suplai beredar sekitar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total maksimum 21 juta BTC.

Struktur suplai yang terbatas ini menjadi salah satu fondasi utama narasi “digital gold” yang sering dikaitkan dengan Bitcoin.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation/FDV) saat ini berada di kisaran $1,403 triliun, mencerminkan valuasi jika seluruh suplai maksimum telah beredar.

Dengan dominasi pasar yang masih tinggi, pergerakan Bitcoin tetap menjadi penentu utama arah pasar kripto secara keseluruhan.

Analisa Teknikal: Area Kritis yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, beberapa level penting yang patut dicermati:

🔹 Support Kunci

  • Area $65.800 menjadi support terdekat berdasarkan low 24 jam.
  • Jika level ini ditembus, potensi penurunan dapat berlanjut menuju area psikologis $65.000 atau bahkan $63.000.

🔹 Resistance Terdekat

  • Resistance berada di sekitar $68.400 (high 24 jam).
  • Breakout di atas $68.500 berpotensi membuka ruang kenaikan kembali menuju $70.000.

Selama BTC masih bergerak di bawah area $70.000, bias jangka pendek cenderung netral hingga bearish ringan.

Sentimen Pasar: Konsolidasi atau Awal Tekanan Baru?

Volume perdagangan yang tetap di atas $33 miliar menunjukkan minat pasar belum surut sepenuhnya.

Namun, belum terlihat lonjakan volume signifikan yang mengindikasikan pembalikan tren (trend reversal).

Investor jangka pendek kemungkinan masih berhati-hati, menunggu konfirmasi arah yang lebih jelas.

Sementara itu, investor jangka panjang cenderung memanfaatkan fase koreksi sebagai area akumulasi bertahap.

Koreksi 30 hari yang mendekati 30% juga bisa dibaca sebagai fase “cooling down” setelah reli sebelumnya, bukan semata tanda pembalikan tren makro.

Prospek Jangka Pendek

Dalam beberapa hari ke depan, skenario yang mungkin terjadi:

  1. Skenario Konsolidasi: BTC bergerak di rentang $65.800–$68.500 sebelum menentukan arah baru.
  2. Skenario Bearish Lanjutan: Breakdown di bawah $65.800 memicu tekanan jual tambahan.
  3. Skenario Rebound: Breakout di atas $68.500 membuka peluang uji $70.000 kembali.

Kunci utama ada pada respons harga terhadap area support $65.800.

Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan tekanan jual masih mendominasi dengan pelemahan 1,12% dalam 24 jam terakhir.

Meski demikian, volume perdagangan tetap solid dan struktur suplai terbatas Bitcoin tetap menjadi fondasi fundamental yang kuat.

Investor disarankan untuk memperhatikan level support dan resistance kunci sebelum mengambil keputusan.

Dalam kondisi pasar yang masih fluktuatif, manajemen risiko dan strategi bertahap menjadi pendekatan yang lebih bijak.

Bitcoin mungkin sedang terkoreksi, namun perannya sebagai aset kripto nomor satu dunia tetap tak tergoyahkan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Terkoreksi ke $0,190, Ikuti Pelemahan Bitcoin

Harga Pi Network (PI) tercatat melemah 1,06% dalam 24 jam terakhir ke level $0,190, mengikuti tekanan yang terjadi di pasar kripto global.

Sebagaimana dilansir dari Coinmarketcap pada Kamis (19/2), penurunan ini terjadi bersamaan dengan koreksi yang dialami Bitcoin, yang turun sekitar 0,87% di tengah sentimen pasar yang masih berada dalam zona “Extreme Fear”.

Tidak terdapat katalis negatif spesifik dari ekosistem Pi. Pergerakan harga lebih mencerminkan arus risk-off yang melanda pasar aset digital secara keseluruhan.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik 8% ke $0,188 Saat BTC Turun, Sinyal Altseason?

Pi Bergerak Seirama dengan Bitcoin

Kapitalisasi pasar kripto global turun sekitar 1,14% dalam 24 jam terakhir.

Pola ini menunjukkan bahwa altcoin, termasuk Pi, masih sangat bergantung pada arah Bitcoin sebagai market leader.

Dengan indeks Fear & Greed berada di level 11, investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko.

Dalam kondisi seperti ini, altcoin biasanya mengalami tekanan yang lebih besar atau setidaknya bergerak dengan volatilitas lebih tinggi dibanding BTC.

Penurunan PI yang relatif sejalan dengan BTC menunjukkan bahwa pergerakan ini bukan disebabkan oleh masalah internal proyek, melainkan tekanan eksternal yang bersifat makro.

Tidak Ada Katalis Proyek

Berbeda dengan fase reli sebelumnya yang dipicu oleh momentum komunitas dan ekspektasi pembaruan jaringan, kali ini tidak ditemukan pengumuman atau perkembangan signifikan dari Pi Network.

Volume perdagangan PI bahkan tercatat turun sekitar 6,34%, mengindikasikan tidak adanya aksi panic selling besar.

Hal ini memperkuat pandangan bahwa koreksi yang terjadi merupakan pullback teknikal normal setelah kenaikan signifikan dalam sepekan terakhir (+43,28%).

Artinya, struktur tren jangka pendek belum sepenuhnya rusak.

Analisa Teknikal: Level Penting yang Perlu Dipantau

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Kamis, 19 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Secara teknikal, area $0,185 menjadi support jangka pendek yang krusial. Jika harga mampu bertahan di atas level ini, peluang konsolidasi tetap terbuka.

Sementara itu, resistance terdekat berada di kisaran $0,195–$0,20, yang juga menjadi area psikologis penting bagi pelaku pasar.

Beberapa skenario yang mungkin terjadi:

  • Bullish ringan: Jika Bitcoin stabil dan PI bertahan di atas $0,185, harga berpotensi kembali menguji $0,20.
  • Sideways: Konsolidasi di rentang $0,185–$0,195 jika volume tetap moderat.
  • Bearish lanjutan: Breakdown di bawah $0,185 dapat membuka ruang koreksi menuju $0,17.

Kunci utama tetap pada stabilitas Bitcoin, terutama di sekitar level Fibonacci 61,8% di kisaran $66.835. Jika BTC kehilangan support tersebut, tekanan terhadap altcoin berisiko meningkat.

Apakah Pi Bisa Decouple?

Salah satu pertanyaan penting adalah apakah PI mampu bergerak independen dari Bitcoin. Untuk saat ini, korelasi masih cukup tinggi.

Tanpa katalis fundamental baru atau lonjakan volume signifikan, peluang decoupling relatif kecil.

Agar PI bisa keluar dari bayang-bayang BTC, dibutuhkan peningkatan aktivitas jaringan, pengumuman besar dari tim inti, dan lonjakan volume di atas rata-rata mingguan.

Tanpa faktor-faktor tersebut, pergerakan harga PI kemungkinan besar tetap mengikuti dinamika pasar global.

Outlook Jangka Pendek

Secara keseluruhan, bias jangka pendek PI berada di zona netral hingga bearish ringan, bergantung pada arah Bitcoin dan sentimen makro.

Koreksi 1,06% dalam 24 jam terakhir masih tergolong moderat jika dibandingkan dengan kenaikan mingguan yang signifikan.

Hal ini menunjukkan bahwa pasar belum memasuki fase distribusi agresif. Namun, dalam kondisi sentimen “Extreme Fear”, volatilitas dapat meningkat sewaktu-waktu.

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 11% ke $0,170 Usai Reli 35%, Awal Koreksi?

Penurunan harga Pi Network ke $0,190 lebih dipicu oleh pelemahan pasar kripto secara luas daripada faktor internal proyek.

Selama support $0,185 bertahan dan Bitcoin mampu stabil, peluang konsolidasi sehat tetap terbuka.

Investor disarankan memantau pergerakan volume serta dinamika Bitcoin sebagai indikator utama arah selanjutnya.

Dalam situasi pasar yang sensitif terhadap sentimen, manajemen risiko tetap menjadi faktor terpenting dalam pengambilan keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Bagi-Bagi $5.000 USDC, Apakah BNB Ikut Tersengat?

Binance akan menggelar acara Virtual Super Meetup pada pukul 12.00 UTC dengan menghadirkan preview eksklusif, wawasan dari jajaran pimpinan, serta pembagian hadiah senilai total $5.000 dalam bentuk USDC Red Packets. Kegiatan ini merupakan bagian dari kampanye komunitas dan inisiatif Ramadan bertajuk #BinanceWithPurpose.

Dalam pengumuman yang beredar, acara ini difokuskan pada engagement komunitas, berbagi insight kepemimpinan, serta program giveaway bagi peserta yang mengikuti siaran langsung. Tidak ada penyebutan mengenai pembakaran BNB, peluncuran produk besar, listing baru, maupun perubahan tokenomik yang bersifat struktural.

Historis Harga BNB

Dilaporkan CoinMarketcal, secara historis, event komunitas Binance kerap menghadirkan pembaruan ringan atau pengumuman minor. Namun berdasarkan informasi yang tersedia, agenda Virtual Super Meetup kali ini lebih menitikberatkan pada aktivitas pemasaran dan interaksi komunitas dibandingkan pengumuman strategis berskala besar.

Di sisi pasar, harga BNB saat ini berada di kisaran $611 dengan kapitalisasi pasar sekitar $83 miliar. Dalam 24 jam terakhir, BNB bergerak relatif stabil dengan perubahan sekitar -0,2%. Selama 30 hari terakhir, BNB masih terkoreksi sekitar 33%, mencerminkan tekanan yang lebih luas di pasar kripto.

Baca juga: BNB di $617, BNB Chain Luncurkan Paspor AI lewat ERC-8004

Analisis Harga BNB

Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Binance Coin (BNB/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Analis menilai bahwa tanpa adanya katalis fundamental seperti pembaruan jaringan, perubahan mekanisme suplai, atau integrasi produk baru, dampak langsung acara ini terhadap pergerakan harga BNB cenderung terbatas. Jika pun terjadi volatilitas, pergerakan tersebut diperkirakan bersifat jangka pendek dan dipicu sentimen spekulatif.

Meski demikian, acara ini tetap berpotensi meningkatkan partisipasi komunitas dan memperkuat brand engagement Binance, terutama di tengah periode pasar yang masih fluktuatif. Investor kini menanti apakah akan ada kejutan tambahan yang diumumkan di luar agenda utama yang telah dipublikasikan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, acara ini lebih bersifat pemasaran komunitas dan CSR (Corporate Social Responsibility) daripada penggerak harga fundamental.

“Tanpa adanya pengumuman pembakaran (burn) BNB atau peluncuran fitur revolusioner, dampaknya terhadap narasi pasar cenderung lemah dan aksi beli kemungkinan besar hanya bersifat marginal,” jelasnya.

Baca juga: Kirgistan Kejutkan Dunia: Luncurkan Stablecoin di BNB Chain


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Rekor Buruk Altcoin Pecah: 13 Bulan Dijual Terus, Total -$209 Miliar

Tekanan jual di pasar altcoin dilaporkan mencapai level paling ekstrem dalam lima tahun terakhir. Data cumulative buy/sell difference untuk altcoin (di luar Bitcoin dan Ethereum) menunjukkan angka -$209 miliar, menandakan arus jual bersih yang terus menumpuk dalam 13 bulan terakhir di pasar spot exchange terpusat (CEX).

Angka tersebut kontras dengan kondisi pada Januari 2025, ketika metrik yang sama berada di kisaran mendekati nol. Pada periode itu, permintaan masih relatif seimbang dengan suplai, atau dengan kata lain, aksi beli masih mampu mengimbangi tekanan jual. Namun setelahnya, tren bergerak satu arah: arus jual bersih terus melebar hingga menembus -$209 miliar.

Tekanan Saat Bitcoin Lemah

Dilaporkan Crypto Quant, tekanan ini terjadi di tengah pelemahan harga Bitcoin. BTC saat ini berada di sekitar $68.800, turun jauh dari rekor tertinggi lebih dari $125.000 yang dicapai pada Oktober 2025. Pelemahan aset utama tersebut dinilai ikut memperburuk sentimen risiko, terutama untuk altcoin yang cenderung lebih sensitif terhadap penurunan likuiditas dan perubahan selera pasar.

Kondisi ini juga disebut memperlihatkan perubahan perilaku pelaku pasar. Aktivitas investor ritel dinilai melemah, sementara “smart money” disebut telah melakukan rotasi, meninggalkan sebagian besar altcoin. Pada saat yang sama, tidak terlihat indikasi akumulasi altcoin oleh institusi dalam skala besar, sehingga pasar kehilangan katalis pembelian yang biasanya mampu menahan tekanan jual.

Pasar Sudah Sampai Bottom?

Meski demikian, angka -$209 miliar tidak otomatis mengonfirmasi bahwa pasar telah mencapai dasar (bottom). Data tersebut lebih menggambarkan satu hal: minat beli melemah dan pembeli tidak cukup hadir untuk menyerap suplai yang terus masuk ke order book.

Dalam konteks pasar spot CEX, tren ini dipandang bukan sekadar koreksi jangka pendek, melainkan fase jual bersih yang berlangsung terus-menerus selama 13 bulan. Dengan kondisi permintaan yang belum pulih, tekanan jual altcoin berpotensi tetap menjadi faktor dominan dalam jangka menengah, sembari pelaku pasar menunggu apakah likuiditas dan risk appetite bisa kembali masuk ke segmen altcoin.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kondisi ekstrem ini menunjukkan kelelahan penjual (seller exhaustion). Meskipun menyakitkan dalam jangka pendek, secara historis level ekstrem seperti ini memberikan rasio risk/reward yang menarik.

Baca juga: Waspada! 3 Altcoin Ini Bisa Picu Likuidasi Rp50 Triliun Lebih Minggu Ini


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Terancam Turun ke $1? Aksi Jual Whale Picu Pertarungan Sengit

Harga XRP kembali berada di bawah tekanan setelah mengalami penolakan tajam di area resistance $1,67 pada 15 Februari. Sejak gagal menembus level tersebut, XRP telah turun sekitar 13% dan kini bergerak di bawah tekanan jual yang meningkat dalam 24 jam terakhir.

Penurunan ini bukan sekadar koreksi biasa. Data teknikal dan on-chain menunjukkan adanya distribusi dari investor besar (whale), sementara pemegang jangka panjang berusaha menyerap suplai tersebut untuk mencegah pelemahan lebih dalam.

Analisis Teknikal XRP

Secara teknikal, XRP bergerak dalam pola rising wedge sejak awal Februari. Pola ini umumnya bersifat bearish karena menunjukkan kenaikan harga yang makin melemah dalam rentang tren yang menyempit. Jika breakdown terjadi, pola tersebut mengindikasikan potensi koreksi hingga sekitar 26%.

Dilaporkan BeInCrypto, sinyal pelemahan sudah terlihat sebelumnya melalui bearish divergence antara harga dan Relative Strength Index (RSI). Saat harga membentuk puncak yang lebih rendah, RSI justru mencetak puncak lebih tinggi. Divergensi ini menandakan momentum kenaikan tidak didukung kekuatan beli yang solid.

Pada 15 Februari, XRP sempat menyentuh $1,67, tetapi membentuk candle dengan sumbu atas panjang, menandakan tekanan jual agresif. Sejak saat itu, harga terus melemah dan kini mendekati batas bawah pola rising wedge, meningkatkan risiko breakdown.

Data on-chain memperlihatkan bahwa wallet besar menjadi faktor utama di balik tekanan jual ini. Wallet yang memegang antara 100 juta hingga 1 miliar XRP mengurangi kepemilikan sekitar 10 juta XRP. Sementara itu, kelompok whale dengan kepemilikan 10 juta hingga 100 juta XRP melepas sekitar 40 juta XRP tambahan.

Sentimen Holder

Secara total, hampir 50 juta XRP, senilai sekitar $75 juta pada harga saat ini, dilepas ke pasar selama reli terakhir. Distribusi ini berkontribusi pada kegagalan harga mempertahankan momentum kenaikan.

Di sisi lain, pemegang jangka panjang mulai meningkatkan akumulasi. Indikator Hodler Net Position Change menunjukkan kenaikan kepemilikan dari sekitar 127 juta XRP menjadi 150 juta XRP dalam beberapa hari terakhir, atau naik sekitar 17%. Namun, skala akumulasi ini masih jauh lebih kecil dibandingkan lonjakan pembelian awal Februari yang mencapai lebih dari 337 juta XRP.

Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

Saat ini, level $1,26 menjadi area kunci. Data cost basis menunjukkan lebih dari 442 juta XRP dibeli di kisaran $1,27–$1,28. Zona ini berpotensi menjadi support kuat karena banyak investor berada di titik impas dan cenderung mempertahankan posisi mereka.

Jika XRP mampu bertahan di atas $1,26, peluang stabilisasi terbuka. Namun, penutupan candle 12 jam di bawah garis tren rising wedge dan level $1,26 dapat memicu penurunan lanjutan menuju $1,16 hingga $1,06. Dalam skenario tersebut, level psikologis $1 kembali menjadi target utama.

Tekanan Bearish

Sebaliknya, untuk meredam tekanan bearish, XRP perlu merebut kembali $1,48 sebagai resistance terdekat. Penembusan di atas $1,67 akan membatalkan pola rising wedge dan mengindikasikan kembalinya dominasi pembeli.

Untuk saat ini, arah pergerakan XRP masih ditentukan oleh pertarungan antara whale yang mendistribusikan suplai dan pemegang jangka panjang yang mencoba menahan tekanan jual. Pergerakan harga dalam beberapa sesi ke depan akan menjadi penentu apakah XRP mampu bertahan atau justru mendekati level $1.

Menurut Tim Research Tokocrypto, pertarungan antara distribusi whale dan akumulasi HODLer saat ini berada di titik kritis. Jika support kuat di level ,26 (cost basis utama) jebol, XRP berisiko terkoreksi lebih dalam menuju area ,00 sesuai proyeksi teknikal. Reclaim di atas ,48 diperlukan untuk membatalkan narasi bearish jangka pendek.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

ORCA Meledak 50% Sehari, Ada Red Flag yang Bikin Investor Waspada

Token Orca (ORCA) mengejutkan pasar setelah mencatat lonjakan harga sekitar 50% dalam 24 jam terakhir. Kenaikan ini terjadi tanpa adanya pengumuman besar terkait pengembangan proyek, sehingga reli tersebut dinilai lebih dipicu oleh meningkatnya minat investor dibandingkan faktor pembaruan protokol.

Meski demikian, lonjakan harga tajam dalam waktu singkat kerap membawa risiko tinggi. Pergerakan agresif seperti ini biasanya menarik modal spekulatif dan meningkatkan volatilitas dalam jangka pendek.

Data on-chain ORCA

Data on-chain menunjukkan reli ORCA didorong oleh aksi beli yang kuat di pasar spot. Saldo ORCA di exchange turun drastis, dengan hampir 1 juta token ditarik dari exchange hanya dalam satu hari. Dengan harga saat ini sekitar US$1,23, akumulasi tersebut setara dengan nilai lebih dari US$1,23 juta.

Dilaporkan BeInCrypto, penurunan suplai di exchange menjadi sinyal meningkatnya keyakinan investor karena semakin sedikit token yang tersedia untuk dijual. Aksi akumulasi ini disebut sebagai yang terbesar sepanjang tahun ini untuk ORCA. Selain itu, indikator utilitas juga menunjukkan adanya permintaan organik. Total value locked (TVL) USDC di Orca dilaporkan naik 100% secara tahunan hingga mendekati US$90 juta.

Baca juga: Harga ORCA Hari Ini: Reli 25%, Volume Perdagangan Tembus $63 Juta

Indikator Net Unrealized Profit and Loss (NUPL) turut memperkuat sinyal bahwa tekanan jual mulai melemah. Data terbaru menunjukkan kondisi “loss saturation” atau titik ketika kerugian yang belum terealisasi sudah terlalu tinggi sehingga investor cenderung berhenti menjual. Pola serupa sempat terjadi pada Maret 2025, ketika ORCA mencatat reli sekitar 119% setelah periode penurunan panjang.

Saat ini ORCA diperdagangkan di kisaran US$1,214 setelah naik sekitar 51,7% dalam sehari. Token sempat menyentuh level tertinggi harian di US$1,421 sebelum terkoreksi kembali ke bawah US$1,256, mengindikasikan adanya aksi ambil untung awal.

Analisis Teknikal ORCA

Secara teknikal, ORCA masih bertahan di atas level Fibonacci retracement 61,8% yang menjadi area support penting. Jika harga mampu bertahan di zona ini, peluang reli lanjutan menuju US$1,421 tetap terbuka. Apabila breakout terjadi, target berikutnya berada di sekitar US$1,603.

Namun, potensi pembalikan arah tetap tinggi. Jika tekanan jual meningkat, penurunan di bawah US$1,126 bisa menjadi sinyal melemahnya struktur bullish. Dalam kondisi tersebut, ORCA berpotensi turun ke US$1,025, bahkan kembali menembus US$1,000 menuju area US$0,945.

Di sisi lain, muncul juga sinyal risiko yang menjadi perhatian pasar. Laporan Rugcheck Risk Analysis menyoroti bahwa fitur Mint Authority pada wallet pemilik masih aktif. Kondisi ini secara teknis memungkinkan penerbitan token baru di luar suplai yang ada.

Potensi ke Depan

Meski beberapa proyek mempertahankan mint authority untuk kebutuhan teknis seperti mekanisme lintas chain, isu ini tetap memunculkan kekhawatiran terkait transparansi dan tata kelola, terutama karena Orca beroperasi dalam struktur DAO. Jika kontrol suplai masih berada di satu wallet, hal tersebut dapat memicu pertanyaan terkait keamanan dan kepercayaan investor.

Hingga saat ini, investor disarankan memantau perkembangan terkait klarifikasi governance Orca, sekaligus mewaspadai potensi volatilitas lanjutan setelah reli besar yang terjadi secara mendadak.

Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun data on-chain menunjukkan permintaan riil dan fundamental yang membaik, muncul bendera merah terkait “Mint Authority” yang masih aktif pada dompet pemilik.

“Hal ini menimbulkan risiko tata kelola dan potensi dilusi suplai. Investor perlu berhati-hati terhadap volatilitas tinggi dan memastikan kontrol DAO atas fungsi pencetakan token,” jelasnya.

Baca Juga: Harga Orca Melonjak Usai Salip Raydium, Apa yang Terjadi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dana Rp3 Triliun Masuk Exchange, SOL Terancam Anjlok ke $67

Solana (SOL) masih berada dalam tekanan kuat seiring memburuknya kondisi pasar kripto secara keseluruhan. SOL melanjutkan tren turun selama beberapa pekan terakhir, mencerminkan melemahnya kepercayaan investor. Data on-chain terbaru menunjukkan peningkatan suplai yang mengarah ke exchange, memunculkan sinyal kapitulasi yang terakhir kali terlihat pada 2022.

Berdasarkan data, sekitar 2,35 juta SOL telah berpindah ke wallet exchange dalam 17 hari terakhir. Dengan harga saat ini, jumlah tersebut setara dengan sekitar US$202 juta atau lebih dari Rp3 triliun. Lonjakan suplai ini meningkatkan likuiditas sisi jual dan memperkuat tekanan bearish di pasar.

Cadangan Solana

Dilaporkan BeInCrypto, meningkatnya cadangan SOL di exchange biasanya menjadi sinyal negatif karena memudahkan pelaku pasar melakukan aksi jual dalam jumlah besar. Meski aliran deposit aktif di jaringan Solana mulai melambat setelah sempat melonjak di awal bulan, saldo SOL di exchange tetap menunjukkan akumulasi yang tinggi, mengindikasikan tekanan jual masih belum mereda.

Di sisi valuasi, indikator MVRV Pricing Bands menunjukkan Solana saat ini diperdagangkan di bawah zona “Extreme Lows”. Kondisi ini terjadi ketika rasio Market Value to Realized Value (MVRV) berada di bawah 0,8 dalam periode tertentu. SOL tercatat berada di bawah level tersebut selama 26% sesi perdagangan terbaru, menandakan fase undervaluation yang cukup panjang.

Peristiwa serupa terakhir terjadi pada Mei 2022. Setelah itu, harga Solana sempat mengalami tekanan berkepanjangan selama sekitar 17 bulan sebelum akhirnya mencatat pemulihan yang signifikan. Situasi ini memunculkan kekhawatiran bahwa tekanan saat ini bisa menjadi fase penurunan lanjutan, bukan sekadar koreksi jangka pendek.

Baca Juga: Solana Terancam Jebol US$100, Investor Jangka Panjang Mulai Mundur

Analisis Harga SOL

Saat ini SOL diperdagangkan di kisaran US$86. Harga masih tertahan di bawah resistance US$90, sementara support utama berada di area US$81. Jika SOL gagal bertahan dan menembus support tersebut, pasar berpotensi menguji level support berikutnya di sekitar US$67.

Namun, apabila SOL mampu menembus kembali US$90 dan keluar dari garis tren turun, hal tersebut dapat menjadi sinyal perbaikan teknikal. Dalam skenario bullish, momentum berpeluang membawa SOL naik menuju US$105, sekaligus melemahkan tekanan bearish yang saat ini mendominasi pasar.

Menurut Tim Research Tokocrypto, meskipun arus keluar besar mengkhawatirkan, level MVRV ekstrem rendah ini secara historis merupakan zona akumulasi bagi investor institusional.

“Jika harga bertahan di atas support 1, tekanan jual dari bursa kemungkinan besar akan mereda seiring tercapainya titik jenuh jual,” jelasnya.

Baca juga: Tokcer! Token GHOST Melonjak Usai Isyarat Integrasi Solana


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasokan Ethereum di Binance Langka, Sinyal Harga Bakal Meroket?

Suplai Ethereum (ETH) di Binance dilaporkan turun ke titik terendah sejak Agustus 2024.

Data on-chain terbaru menunjukkan berkurangnya cadangan ETH di bursa terbesar dunia tersebut, sebuah indikator yang kerap diasosiasikan dengan potensi tekanan jual yang melemah dan meningkatnya kecenderungan investor untuk menyimpan aset dalam jangka panjang.

Menurut laporan Cryptoquant pada Rabu (18/2), fenomena ini memicu optimisme baru di kalangan pelaku pasar, terutama di tengah konsolidasi harga ETH dalam beberapa pekan terakhir.

Baca Juga: Ethereum Dihantam Likuidasi Terbesar Sejak 2021! Apa Dampaknya?

Apa Arti Penurunan Suplai ETH di Bursa?

Dalam analisis on-chain, suplai aset kripto yang tersimpan di bursa sering digunakan sebagai indikator sentimen pasar.

Ketika investor memindahkan aset mereka dari bursa ke dompet pribadi (self-custody), hal ini biasanya menandakan niat untuk menyimpan (holding) daripada menjual dalam waktu dekat.

Sebaliknya, peningkatan suplai di bursa umumnya mengindikasikan potensi tekanan jual karena aset lebih siap untuk diperdagangkan.

“Penurunan suplai bursa adalah indikator on-chain bullish klasik. Jika permintaan meningkat sementara suplai di bursa tetap rendah, ini menciptakan kelangkaan yang dapat memicu kenaikan harga,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Dengan suplai ETH di Binance kini berada di level terendah dalam hampir satu tahun, pasar mulai berspekulasi mengenai kemungkinan fase akumulasi yang lebih luas.

Binance Sebagai Barometer Likuiditas Global

Sebagai bursa kripto dengan volume perdagangan terbesar secara global, Binance sering dijadikan barometer likuiditas pasar.

Pergerakan suplai ETH di platform ini dapat mencerminkan dinamika yang lebih luas.

Penurunan cadangan di Binance bisa disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk aksi investor institusional yang memindahkan ETH ke cold wallet untuk penyimpanan jangka panjang.

Aktivitas staking meningkat, terutama pasca implementasi mekanisme proof-of-stake Ethereum. Hal ini memicu lonjakan penggunaan DeFi dan aplikasi layer-2 yang memerlukan pemindahan aset keluar dari bursa.

Dengan semakin berkembangnya ekosistem Ethereum, mulai dari staking hingga tokenisasi aset dunia nyata, permintaan terhadap ETH sebagai aset utilitas terus meningkat.

Efek Kelangkaan dan Dinamika Permintaan

Secara teori ekonomi, harga ditentukan oleh interaksi antara suplai dan permintaan.

Ketika suplai yang tersedia untuk diperdagangkan menurun sementara permintaan tetap atau meningkat, potensi kenaikan harga menjadi lebih besar.

Dalam konteks Ethereum, beberapa faktor yang berpotensi meningkatkan permintaan antara lain pertumbuhan sektor DeFi, peningkatan adopsi layer-2, integrasi Real World Assets (RWA), dan potensi arus masuk ETF berbasis ETH di beberapa yurisdiksi.

Jika tren penurunan suplai di bursa ini bertahan dan disertai peningkatan volume pembelian, skenario bullish dapat semakin kuat.

Apakah Ini Awal Fase Akumulasi?

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan suplai di bursa sering kali muncul menjelang fase kenaikan harga signifikan di siklus sebelumnya. Namun, penting untuk dicatat bahwa indikator on-chain tidak berdiri sendiri.

Faktor eksternal seperti kondisi makroekonomi, kebijakan suku bunga global, serta pergerakan Bitcoin masih memiliki pengaruh besar terhadap sentimen pasar secara keseluruhan.

Meskipun demikian, kombinasi antara suplai bursa yang menyusut dan fundamental jaringan yang terus berkembang memberikan dasar yang lebih solid bagi narasi bullish Ethereum dibanding sekadar spekulasi jangka pendek.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Meski indikator suplai menunjukkan sinyal positif, volatilitas pasar kripto tetap tinggi.

Lonjakan harga yang terlalu cepat tanpa dukungan volume yang kuat dapat memicu koreksi tajam. Selain itu, pergeseran suplai tidak selalu berarti pengurangan tekanan jual permanen.

Dalam kondisi pasar tertentu, investor bisa saja memindahkan aset kembali ke bursa untuk merealisasikan keuntungan.

Karena itu, investor disarankan untuk memantau kombinasi indikator lain seperti volume perdagangan, open interest derivatif, serta data arus masuk dan keluar bursa secara keseluruhan.

Baca Juga: Ethereum Masuk Opportunity Zone, Sinyal Rebound?

Turunnya suplai Ethereum di Binance ke level terendah sejak Agustus 2024 menjadi salah satu sinyal on-chain paling menarik dalam beberapa bulan terakhir.

Secara historis, kondisi ini kerap mendahului fase kenaikan harga, terutama jika diiringi peningkatan permintaan.

Apakah ini awal dari reli baru Ethereum? Jawabannya akan sangat bergantung pada keseimbangan suplai dan permintaan dalam beberapa pekan ke depan.

Namun satu hal jelas: indikator kelangkaan mulai menguat, dan pasar tengah mencermati setiap pergerakan ETH dengan lebih serius.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com