Category Archives: Tokocrypto

Tren RWA: Altcoin Utilitas Mulai Mandiri dari Bitcoin

Kapitalisasi pasar sektor Real World Assets (RWA) di blockchain tercatat melonjak empat kali lipat sejak Februari 2023, menurut laporan Coin-Turk pada Rabu (18/2).

Pertumbuhan agresif ini mempertegas bahwa integrasi antara keuangan tradisional dan teknologi blockchain bukan lagi sekadar eksperimen, melainkan transformasi struktural yang sedang berlangsung.

Lonjakan tersebut juga memicu spekulasi bahwa sejumlah altcoin utilitas mulai menunjukkan tanda-tanda decoupling atau pelepasan korelasi dari Bitcoin, yang selama ini menjadi barometer utama pergerakan pasar kripto.

“Divergensi pasar semakin nyata; altcoin dengan fundamental kuat seperti Ethereum, Solana, dan Chainlink mulai mengukir narasi sendiri di luar volatilitas Bitcoin,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Baca Juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli

RWA Jadi Motor Pertumbuhan Baru

RWA merujuk pada tokenisasi aset dunia nyata, seperti obligasi pemerintah, surat utang korporasi, saham, komoditas, hingga instrumen pasar uang—ke dalam bentuk token di blockchain.

Model ini memungkinkan penyelesaian transaksi yang lebih cepat, transparan, dan efisien dibanding sistem tradisional.

Sejak awal 2023, sektor ini mengalami pertumbuhan eksponensial.

Beberapa pendorong utama antara lain masuknya institusi besar ke pasar tokenisasi obligasi; permintaan terhadap produk yield berbasis aset riil; efisiensi settlement lintas negara; dan regulasi yang semakin jelas di sejumlah yurisdiksi.

Pertumbuhan empat kali lipat ini menandakan bahwa blockchain mulai berfungsi sebagai lapisan infrastruktur finansial, bukan sekadar instrumen spekulatif.

Ethereum, Solana, dan Chainlink Memimpin

Dalam ekosistem RWA, sejumlah jaringan blockchain dan infrastruktur pendukung memainkan peran krusial.

Ethereum menjadi platform dominan untuk penerbitan token berbasis RWA berkat kematangan smart contract dan ekosistem DeFi yang luas.

Solana menawarkan kecepatan tinggi dan biaya transaksi rendah, menjadikannya alternatif menarik untuk tokenisasi skala besar.

Sementara itu, Chainlink menyediakan layanan oracle yang menghubungkan data dunia nyata dengan smart contract—elemen penting dalam memastikan validitas aset yang ditokenisasi.

Ketiganya mulai menunjukkan pola pergerakan harga yang tidak selalu mengikuti arah Bitcoin, terutama saat terjadi arus masuk modal spesifik ke sektor RWA.

Tanda-Tanda Decoupling dari Bitcoin

Selama bertahun-tahun, altcoin cenderung bergerak selaras dengan Bitcoin. Namun, pertumbuhan utilitas riil melalui RWA membuka kemungkinan perubahan struktur pasar.

Beberapa indikator yang mendukung perubahan arah pasar menuju decoupling dapat dilihat dari aktivitas on-chain yang meningkat di jaringan layer-1 non-Bitcoin.

Penanda lainnya dipertegas dengan TVL (Total Value Locked) sektor RWA yang terus bertumbuh; arus modal institusional lebih terfokus pada use-case spesifik; hingga diversifikasi produk keuangan berbasis blockchain.

Jika tren ini berlanjut, altcoin dengan fundamental kuat berpotensi memiliki katalis pertumbuhan independen, terlepas dari volatilitas jangka pendek Bitcoin.

Implikasi bagi Investor Kripto

Lonjakan RWA menunjukkan bahwa pasar kripto mulai memasuki fase yang lebih matang dan berbasis utilitas nyata.

Investor kini dihadapkan pada dua pendekatan utama, yakni menjadikan Bitcoin sebagai aset lindung nilai digital dan indikator makro pasar; atau mengalokasikan sebagian portofolio ke altcoin utilitas yang mendapat manfaat langsung dari adopsi institusional.

Meski demikian, penting dicatat bahwa dalam kondisi pasar ekstrem, Bitcoin masih sering menjadi penggerak sentimen global.

Decoupling bukan berarti pemisahan total, melainkan pengurangan ketergantungan struktural.

Awal Era Baru Pasar Kripto?

Pertumbuhan RWA yang konsisten memperlihatkan bahwa integrasi TradFi dan blockchain semakin meluas.

Jika tren ini berlanjut, pasar kripto berpotensi mengalami pergeseran dari siklus spekulatif menuju siklus berbasis fundamental dan adopsi nyata.

Divergensi antara Bitcoin dan altcoin utilitas bisa menjadi ciri khas fase baru ini, di mana performa proyek ditentukan oleh utilitas, inovasi, dan arus modal institusional, bukan semata-mata sentimen makro.

Baca Juga: 5 Altcoin Terbaik dengan Utilitas Nyata Berdasarkan Pendapatan Jaringan

Kapitalisasi pasar RWA yang melonjak empat kali lipat sejak Februari 2023 menandai babak baru dalam evolusi industri kripto. Ethereum, Solana, dan Chainlink berada di garis depan transformasi ini.

Potensi decoupling dari Bitcoin semakin terbuka, terutama jika adopsi institusional terus meningkat.

Namun, investor tetap perlu mencermati dinamika makro dan pergerakan BTC sebagai indikator sentimen global.

Apakah ini awal siklus kripto berbasis fundamental? Pasar tampaknya mulai bergerak ke arah tersebut.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

MYX Finance Anjlok 70% dan Masuk Zona Oversold, Koreksi Berlanjut?

Token MYX Finance tengah menjadi sorotan pasar kripto setelah mengalami penurunan tajam lebih dari 70% sejak 8 Februari, menurut laporan BeInCrypto pada Rabu (18/2).

Penurunan agresif ini membawa MYX untuk pertama kalinya dalam sejarah ke wilayah oversold, sebuah kondisi teknikal yang sering kali diasosiasikan dengan potensi pantulan harga (rebound).

Namun, dinamika terbaru menunjukkan bahwa situasi MYX tidak sesederhana pola oversold klasik.

Data terbaru juga mengungkapkan bahwa korelasi MYX terhadap Bitcoin meningkat menjadi +0,47, menandakan bahwa pergerakan MYX kini semakin selaras dengan arah BTC yang saat ini cenderung stagnan dan lemah.

Baca Juga: 3 Altcoin Ini Potensi Listing di Binance pada Oktober 2025, Termasuk MYX dan MNT

MYX Tertekan 70%: Apa yang Terjadi?

Sejak awal Februari, tekanan jual terhadap MYX meningkat drastis.

Koreksi lebih dari 70% dalam waktu relatif singkat menunjukkan adanya distribusi besar-besaran, baik dari investor jangka pendek maupun spekulan yang keluar dari posisi mereka.

Masuknya MYX ke zona oversold berarti indikator momentum seperti RSI (Relative Strength Index) telah berada di bawah ambang batas normal (biasanya di bawah 30).

Dalam banyak kasus, kondisi ini sering diikuti oleh relief rally karena tekanan jual mulai jenuh. Namun, penting dicatat bahwa oversold tidak selalu berarti harga akan langsung berbalik arah.

Dalam tren bearish kuat, aset dapat bertahan di zona oversold dalam waktu yang lama sebelum benar-benar menemukan titik dasar (bottom).

Korelasi dengan Bitcoin Meningkat

Salah satu perkembangan penting adalah naiknya korelasi MYX dengan Bitcoin menjadi +0,47. Angka ini menunjukkan bahwa hampir setengah dari pergerakan MYX kini dipengaruhi oleh arah BTC.

Korelasi positif yang meningkat ini membawa implikasi ganda. Jika Bitcoin berhasil rebound, MYX berpotensi ikut terdorong naik. Namun jika Bitcoin tetap stagnan atau melemah, tekanan terhadap MYX bisa berlanjut.

Saat ini, Bitcoin sendiri masih berada dalam fase konsolidasi dengan kecenderungan melemah.

Hal ini membuat peluang rebound MYX menjadi lebih kompleks, karena katalis internal mungkin tidak cukup kuat tanpa dukungan pasar secara keseluruhan.

Level Kunci: $0,68 Jadi Penentu

Menurut analisis teknikal, MYX perlu merebut kembali level $0,68 untuk membatalkan narasi bearish yang saat ini mendominasi.

Level tersebut dipandang sebagai resistance penting sekaligus area psikologis yang dapat mengubah struktur tren jangka pendek.

Jika harga gagal menembus dan bertahan di atas $0,68, maka skenario bearish masih tetap dominan.

Dalam kondisi tersebut, potensi penurunan lanjutan tetap terbuka, terutama jika sentimen pasar kripto secara umum memburuk.

Sebaliknya, penembusan kuat disertai volume tinggi di atas level tersebut dapat menjadi sinyal awal pembalikan tren (trend reversal).

Oversold: Peluang atau Perangkap?

Dalam sejarah pasar kripto, zona oversold sering menjadi area akumulasi strategis bagi investor berani risiko tinggi.

Namun, perlu diingat bahwa MYX belum memiliki rekam jejak panjang untuk dijadikan referensi historis yang kuat.

Berbeda dengan aset mapan yang telah melalui beberapa siklus pasar, token yang relatif baru cenderung lebih rentan terhadap volatilitas ekstrem dan pergerakan spekulatif.

Selain itu, meningkatnya korelasi dengan Bitcoin menunjukkan bahwa faktor makro pasar kini lebih dominan dibanding faktor spesifik proyek MYX itu sendiri.

Prospek Jangka Pendek MYX

Dalam jangka pendek, arah MYX akan sangat bergantung pada dua faktor utama, yaitu pergerakan Bitcoin dan sentimen pasar kripto global; serta kemampuan harga mempertahankan area support terbaru dan merebut kembali level $0,68.

“Meskipun oversold biasanya memicu rebound, korelasi tinggi dengan Bitcoin yang lemah meningkatkan risiko penurunan lanjutan. MYX perlu merebut kembali level $0,68 untuk membatalkan narasi bearish, ” kata Tim Research Tokocrypto.

Jika BTC kembali menunjukkan kelemahan, MYX berisiko mengalami tekanan tambahan meskipun berada di zona oversold.

Namun, jika terjadi rotasi modal ke altcoin atau rebound pasar secara luas, MYX bisa menjadi salah satu token dengan potensi pantulan signifikan mengingat penurunannya yang sangat dalam.

Baca Juga: 5 Token IDO Teratas di Binance Wallet: MYX Finance Meroket 66%

MYX Finance kini berada di persimpangan penting. Penurunan 70% sejak 8 Februari membawa token ini ke wilayah oversold untuk pertama kalinya, membuka peluang rebound teknikal.

Namun, meningkatnya korelasi dengan Bitcoin yang sedang lemah meningkatkan risiko penurunan lanjutan. Level $0,68 menjadi batas krusial untuk membatalkan skenario bearish.

Investor dan trader disarankan untuk memperhatikan volume perdagangan, pergerakan Bitcoin, serta respons harga di sekitar resistance kunci sebelum mengambil keputusan, mengingat volatilitas MYX yang masih sangat tinggi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun ke $67.447, Melemah 1,6%

Harga Bitcoin (BTC) kembali berada di zona merah, menurut laporan Tokocrypto pada Rabu (18/2).

Berdasarkan data terbaru, harga Bitcoin hari ini tercatat di level $67.447,48 per BTC, turun sekitar 1,6% dalam 24 jam terakhir.

Koreksi ini memperpanjang tekanan jangka pendek yang masih membayangi aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tersebut.

Secara keseluruhan, kapitalisasi pasar Bitcoin kini berada di kisaran $1,348 miliar dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $33,67 miliar.

Sementara itu, jumlah suplai beredar tercatat sebesar 19,99 juta BTC, atau sekitar 95,20% dari total maksimum suplai 21 juta BTC.

Baca Juga: Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Pergerakan Harga 24 Jam: BTC Bergerak Fluktuatif

Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin sempat menyentuh level tertinggi di $68.660,40 sebelum akhirnya terkoreksi ke area terendah harian di $66.615,28.

Saat ini, harga bergerak relatif stabil di kisaran $67 ribu setelah sempat mencatat kenaikan tipis 0,42% dalam satu jam terakhir.

Namun, secara keseluruhan tren jangka pendek masih menunjukkan tekanan bearish ringan.

Dalam tujuh hari terakhir, BTC turun sekitar 1,1%, mengindikasikan belum adanya momentum kuat untuk pembalikan arah secara signifikan.

Tekanan Bulanan Masih Signifikan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Jika dilihat dalam perspektif yang lebih luas, performa Bitcoin dalam 30 hingga 90 hari terakhir menunjukkan koreksi yang cukup dalam:

  • 30 hari: turun 27,02%
  • 60 hari: turun 23,51%
  • 90 hari: turun 26,90%

Penurunan bulanan yang cukup besar ini menunjukkan bahwa pasar masih berada dalam fase konsolidasi atau koreksi setelah reli besar sebelumnya.

Meskipun begitu, Bitcoin tetap mempertahankan statusnya sebagai aset kripto paling dominan dengan posisi peringkat #1 berdasarkan kapitalisasi pasar.

Kapitalisasi Pasar dan Likuiditas Masih Solid

Meski mengalami tekanan harga, fundamental pasar Bitcoin masih terbilang kuat dari sisi likuiditas. Volume perdagangan harian di atas $33 miliar menunjukkan aktivitas pasar tetap tinggi.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh (Fully Diluted Valuation/FDV) saat ini berada di angka $1,417 triliun, mencerminkan potensi valuasi maksimal jika seluruh 21 juta BTC telah beredar.

Dengan suplai yang semakin mendekati batas maksimal, narasi kelangkaan (scarcity narrative) Bitcoin tetap menjadi salah satu faktor jangka panjang yang menopang optimisme investor institusional maupun ritel.

Analisa Teknikal: Area Kunci yang Perlu Dipantau

Secara teknikal, area $66.600 menjadi support jangka pendek yang krusial karena menjadi titik terendah dalam 24 jam terakhir.

Jika level ini berhasil dipertahankan, Bitcoin berpotensi kembali mencoba menembus resistance di area $68.600 hingga $70.000.

Namun, apabila tekanan jual berlanjut dan harga turun di bawah $66.600, maka potensi koreksi lebih dalam ke area psikologis $65.000 terbuka lebar.

Pergerakan 1 jam terakhir yang menunjukkan kenaikan tipis bisa menjadi sinyal awal stabilisasi, tetapi konfirmasi tren baru tetap membutuhkan peningkatan volume beli yang lebih signifikan.

Sentimen Pasar dan Outlook Jangka Pendek

Perlu diketahui, kondisi pasar kripto saat ini masih cenderung berhati-hati.

Investor tampak menunggu katalis baru, baik dari sisi makroekonomi global, kebijakan suku bunga, maupun arus dana institusional melalui ETF dan instrumen investasi lainnya.

Dalam jangka pendek, pergerakan Bitcoin kemungkinan masih akan bergerak sideways di rentang $66.000–$69.000 sambil mencari arah yang lebih jelas.

Bagi trader jangka pendek, volatilitas ini bisa menjadi peluang trading, sementara bagi investor jangka panjang, fase koreksi seperti ini sering dipandang sebagai periode akumulasi strategis.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Turun 2,3% ke $68.685, Ada Apa?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin berada di level $67.447 dengan koreksi 1,6% dalam 24 jam terakhir.

Meski tekanan jangka pendek masih terasa, likuiditas pasar tetap kuat dan fundamental suplai terbatas terus menjadi daya tarik utama.

Level support di $66.600 dan resistance di sekitar $68.600–$70.000 menjadi area penting yang perlu dipantau.

Arah pergerakan selanjutnya akan sangat bergantung pada sentimen pasar global dan arus modal ke sektor kripto.

Investor disarankan tetap mengelola risiko dengan bijak, mengingat volatilitas Bitcoin yang masih relatif tinggi dalam beberapa bulan terakhir.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 8% ke $0,188 Saat BTC Turun, Sinyal Altseason?

Harga Pi Network (PI) hari ini mencatatkan kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir, melonjak 8,31% ke level $0,188.

Kenaikan ini terbilang impresif karena terjadi di tengah tekanan pasar kripto yang lebih luas, di mana Bitcoin (BTC) justru terkoreksi 2,12% dan total kapitalisasi pasar kripto turun sekitar 1,6%.

Pergerakan yang berlawanan arah dengan Bitcoin ini menunjukkan bahwa PI sedang mencetak “alpha,” istilah yang digunakan untuk menggambarkan performa aset yang mengungguli pasar secara keseluruhan. Lantas, apa yang mendorong reli ini?

Baca Juga: Harga Pi Network Melejit 27%, Tembus $0,195! Picu Euforia Baru?

Rotasi Modal ke Altcoin Jadi Pendorong Utama

Kenaikan harga Pi Network kali ini bukan didorong oleh kabar fundamental spesifik dari proyeknya, melainkan oleh dinamika makro pasar kripto: rotasi modal dari Bitcoin ke altcoin.

Indikator Altcoin Season Index dari CoinMarketCap tercatat naik 8,82% dalam 24 jam terakhir dan melonjak 32,14% dalam sepekan.

Kenaikan indeks ini mengindikasikan bahwa semakin banyak altcoin yang mengungguli Bitcoin dalam periode tertentu, sebuah ciri klasik fase awal “altcoin season”.

Ketika investor mulai mencari imbal hasil lebih tinggi di luar Bitcoin, altcoin dengan volatilitas dan potensi spekulatif tinggi seperti Pi Network sering kali menjadi sasaran utama.

Artinya, reli PI lebih mencerminkan perubahan sentimen risiko (risk-on) di kalangan trader dibandingkan adanya pembaruan fundamental besar dari jaringan tersebut.

Volume Perdagangan Naik 18%, Konfirmasi Minat Beli

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Di sisi lain, kenaikan harga PI juga didukung oleh lonjakan volume perdagangan harian sebesar 18,09% menjadi $26,9 juta.

Peningkatan volume ini penting karena memberikan validasi bahwa kenaikan harga didorong oleh aktivitas beli yang nyata, bukan sekadar pergerakan tipis akibat likuiditas rendah.

Selain itu, Coinmarketcap mencatat bahwa dalam sepekan terakhir PI telah mencatatkan kenaikan impresif sebesar 36,56%.

Momentum mingguan yang kuat ini menunjukkan bahwa reli saat ini kemungkinan merupakan kelanjutan tren naik jangka pendek, bukan hanya short squeeze sesaat.

Secara teknikal, struktur harga menunjukkan bahwa level $0,17 kini menjadi area support krusial. Level ini sebelumnya berfungsi sebagai zona konsolidasi sebelum harga melanjutkan kenaikan.

Prospek Jangka Pendek: Uji Resistance $0,20

Dalam jangka pendek, arah pergerakan PI sangat bergantung pada dua faktor utama, yakni keberlanjutan rotasi modal ke altcoin dan kemampuan harga bertahan di atas support $0,17.

Jika rotasi ke altcoin terus berlanjut dan sentimen pasar tetap risk-on, maka PI berpotensi menguji ulang resistance psikologis di kisaran $0,20.

Level ini menjadi target terdekat yang akan menentukan apakah reli bisa berlanjut ke fase kenaikan berikutnya.

Namun, jika harga gagal mempertahankan support $0,17, maka risiko koreksi ke area $0,16 terbuka lebar.

Koreksi tersebut bisa semakin dalam apabila Bitcoin kembali melemah tajam atau Altcoin Season Index berbalik turun.

Risiko: Ketergantungan pada Sentimen Makro

Meski pergerakan PI terlihat bullish, perlu dicatat bahwa reli ini sangat bergantung pada dinamika makro pasar kripto, bukan pada katalis internal proyek.

Jika Bitcoin kembali menguat dan menarik likuiditas dari altcoin, atau jika sentimen pasar berubah menjadi risk-off, maka altcoin dengan volatilitas tinggi seperti PI berpotensi mengalami koreksi lebih tajam.

Dalam fase rotasi modal, aset yang naik cepat juga cenderung terkoreksi cepat ketika arus dana berbalik arah.

Baca Juga: Harga Pi Network Naik ke $0,176, Upgrade Jaringan dan Ultah Mainnet

Kenaikan harga Pi Network sebesar 8,31% ke $0,188 mencerminkan kuatnya arus rotasi modal ke altcoin di tengah pelemahan Bitcoin.

Lonjakan volume 18% dan momentum mingguan +36,56% memperkuat struktur bullish jangka pendek.

Namun, reli ini bersifat kondisional. Selama harga mampu bertahan di atas $0,17 dan Altcoin Season Index terus meningkat, peluang uji resistance $0,20 tetap terbuka. Sebaliknya, kehilangan support kunci bisa memicu koreksi ke area $0,16.

Bagi trader dan investor, fokus utama saat ini adalah memantau kekuatan rotasi altcoin dan dinamika Bitcoin, karena dua faktor tersebut akan menentukan apakah reli Pi Network berlanjut atau justru mulai kehilangan tenaga.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 18 Februari 2026: Menanti Risalah FOMC

Menjelang rilis risalah FOMC, pasar kripto hari ini Rabu, (18/2) bergerak dinamis dengan sejumlah altcoin mencatat lonjakan signifikan. CYBER memimpin reli dengan kenaikan 30% ke level $0,73 pada Rabu (18/2), disusul STEEM yang naik 25% ke $0,0655 dan ORCA yang menguat 18% hingga $1,234.

Pergerakan ini mencerminkan meningkatnya spekulasi jangka pendek menjelang katalis makro penting dari The Fed. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Potensial Hari Ini Jelang Risalah FOMC

  • CYBER meroket 30% ke level $0.73 hari ini, Rabu (18/2).
  • STEEM naik 25%, kini diperdagangkan $0,0655.
  • ORCA melesat 18% hingga menyentuh $1,234.

Reli Bitcoin Mereda,Analis Sebut Waktunya Serok

  • BTC anjlok 22%, kinerja kuartalan terburuk sejak 2018.
  • Naik 9% picu risiko jatuh akibat pasar terlalu bullish.
  • Support $66rb; tembus berisiko ke $58rb, batal jika lewati $79rb.

Deposit & Trade $AT PART 2! Rebut Hadiah Rp400 JUTA

3 Altcoin yang Patut Diperhatikan di Pekan Ketiga Februari 2026

  • Arbitrum berisiko jatuh ke $0,0944 jika gagal tembus $0,1447.
  • Injective tetap bearish di bawah $3,662 mengekor Bitcoin.
  • Bitcoin Cash incar $609,8 jika mampu tembus $574,1.

Risalah FOMC Besok: Reli atau Guncangan bagi Kripto?

  • Risalah Januari picu volatilitas kripto seiring pergeseran ekspektasi suku bunga.
  • Sinyal hawkish tekan Bitcoin, isyarat dovish angkat Altcoin.
  • CPI 2,4% dan proyeksi Maret pengaruhi arah suku bunga Fed 2026.

Baca juga: Riset Kripto 9-13 Feb 2026: Bitcoin Berdarah, AI Berpesta!!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Standard Chartered Perluas Layanan Kripto, Mitra Likuiditas Institusi

Standard Chartered dan B2C2 resmi menjalin kemitraan strategis untuk memperluas akses investor institusional ke pasar kripto. Kolaborasi ini menggabungkan infrastruktur perbankan global milik Standard Chartered dengan likuiditas aset digital dari B2C2 di pasar spot dan opsi.

Dilaporkan Bitcoin Magazine, dalam kerja sama tersebut, B2C2 akan memberikan klien institusionalnya, termasuk manajer aset, hedge fund, perusahaan korporasi, hingga family office—akses langsung ke jaringan perbankan dan layanan penyelesaian (settlement) milik Standard Chartered. Integrasi ini dirancang untuk menghadirkan pengalaman yang lebih efisien dengan menggabungkan layanan perbankan teregulasi dan likuiditas kripto tingkat institusi.

Langkah ini mencerminkan tren adopsi institusional terhadap aset digital yang semakin meningkat, khususnya di kawasan Asia. Seiring bertambahnya permintaan terhadap akses kripto yang teregulasi, kemitraan antara bank besar dan perusahaan aset digital dinilai mampu mengurangi hambatan transaksi fiat-ke-kripto serta mempercepat proses penyelesaian.

Baca Juga: Standard Chartered Peringatkan Bitcoin Bisa Anjlok ke $50.000!

Luke Boland, Head of Fintech Asia di Standard Chartered, menyebut kolaborasi ini memungkinkan konektivitas pasar yang teregulasi dan terukur tanpa mengorbankan eksekusi maupun manajemen risiko. Sementara itu, CEO Grup B2C2 Thomas Restout menilai jangkauan global dan kredibilitas regulasi Standard Chartered menjadikannya mitra strategis ideal untuk memperluas akses institusi ke pasar digital.

Melalui kemitraan ini, investor institusional dapat mengelola transaksi fiat dan aset digital secara lebih efisien dalam satu ekosistem yang terintegrasi. B2C2 sendiri dikenal sebagai penyedia likuiditas kripto bagi institusi global, sedangkan Standard Chartered memiliki jaringan kuat di Asia, Eropa, dan Timur Tengah dalam layanan transaksi lintas negara dan akses pasar.

Sebelumnya pada Mei 2025, Standard Chartered mengumumkan ekspansi layanan aset digital teregulasi untuk klien institusional. Bank tersebut kini telah meluncurkan perdagangan spot Bitcoin melalui cabang Inggrisnya, terintegrasi dengan platform FX yang ada serta menawarkan fleksibilitas dalam settlement dan kustodian.

Kemitraan terbaru ini dinilai memperkuat jembatan antara keuangan tradisional dan pasar kripto, sekaligus menegaskan posisi aset digital yang semakin terintegrasi dalam sistem keuangan arus utama.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kolaborasi ini memperdalam jembatan antara perbankan tradisional (TradFi) dan pasar kripto, memberikan jalur masuk yang aman dan teregulasi (regulated on-ramp) bagi institusi besar yang sebelumnya ragu karena masalah likuiditas dan kepatuhan.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Leverage XRP Rontok! Open Interest Anjlok ke Level Terendah Sejak 2024

Pasar derivatif XRP menunjukkan tanda pelemahan leverage setelah data terbaru mencatat open interest (OI) XRP di seluruh exchange turun ke level terendah sejak 2024. Total open interest kini berada di kisaran 902 juta, jauh lebih rendah dibanding puncak tahun 2025 ketika angka tersebut sempat menembus 2,5 hingga 3,0 miliar.

Dilaporkan Crypto Quant, penurunan ini mencerminkan perubahan besar dalam struktur pasar XRP, terutama karena kontraksi terjadi secara merata di berbagai platform perdagangan. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa pelaku pasar mengurangi eksposur leverage secara luas, bukan sekadar memindahkan likuiditas antar exchange.

Open Interest Kontrak XRP

Di Binance, open interest kontrak XRP dilaporkan turun ke sekitar 458 juta. Meski angka ini masih berada di atas level pada Desember lalu, tren penurunan tetap terlihat jelas dan sejalan dengan pelemahan open interest di platform lain. Data ini memperkuat sinyal bahwa pasar derivatif XRP sedang mengalami fase deleveraging.

Secara historis, periode penurunan open interest seperti ini kerap diikuti oleh fase konsolidasi harga atau pembentukan support baru. Dengan berkurangnya posisi spekulatif berleverage tinggi, volatilitas ekstrem dapat mereda, meski pasar juga cenderung bergerak lebih lambat dalam jangka pendek.

Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

Analisis Momentum Harga

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Analis menilai, jika open interest kembali meningkat di kemudian hari dan didukung oleh perbaikan momentum harga, hal tersebut bisa menjadi indikator awal munculnya tren baru. Namun, selama open interest masih melemah, pasar diperkirakan tetap berada dalam fase penyesuaian.

Penurunan open interest XRP ke level terendah sejak 2024 menandakan adanya proses “pembersihan pasar” dari posisi leverage berisiko tinggi. Meski kondisi terlihat lebih tenang, fase ini dinilai dapat menjadi dasar bagi pergerakan yang lebih stabil ke depan, dengan manajemen risiko tetap menjadi faktor penting bagi trader di tahap berikutnya.

Menurut Tim Research Tokocrypto, penurunan OI drastis seringkali menjadi indikator reset pasar. Hilangnya leverage berlebih menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk pembentukan harga dasar baru meskipun harga sedang tertekan.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Short Bitcoin Paling Ekstrem! Sinyal Reversal Besar Kembali Muncul?

Gelombang posisi short di pasar kripto saat ini tercatat sebagai yang paling ekstrem sejak Agustus 2024, menurut data agregat funding rate dari berbagai exchange. Periode tersebut sebelumnya menandai titik dasar (major bottom) Bitcoin sebelum reli besar terjadi.

Funding rate merupakan mekanisme dalam pasar perpetual futures yang menjaga harga kontrak tetap mendekati harga spot. Jika funding rate bernilai negatif, trader short membayar trader long. Sebaliknya, jika positif, trader long membayar short. Ketika funding rate agregat jatuh jauh ke zona negatif, hal itu menandakan pasar secara luas bertaruh pada penurunan harga lebih lanjut.

Data “Funding Rates Aggregated By Exchange” yang menggabungkan informasi dari sejumlah platform utama menunjukkan bahwa tekanan short saat ini terjadi secara luas, bukan hanya di satu exchange. Metrik ini merata-ratakan funding rate dari berbagai bursa untuk melihat apakah pasar secara keseluruhan condong ke posisi long atau short.

Situasi serupa pernah terjadi pada Agustus 2024. Saat itu, funding rate juga berada di zona negatif ekstrem karena mayoritas trader memperkirakan harga akan terus turun. Namun, pasar justru berbalik arah. Likuidasi besar-besaran posisi short yang terlalu padat memicu lonjakan harga, dan Bitcoin naik sekitar 83% dalam empat bulan berikutnya.

Pendalaman funding rate negatif biasanya mencerminkan crowded short trade. Banyak posisi short dibuka menggunakan leverage, sehingga jika harga bergerak naik, kerugian dapat membesar dengan cepat. Ketika kerugian mencapai ambang tertentu, sistem exchange secara otomatis menutup posisi tersebut. Penutupan paksa ini menciptakan efek short squeeze, di mana pembelian mendadak dari likuidasi mendorong harga naik lebih cepat.

Gelombang Likuidasi

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Kondisi ini juga mengingatkan pada peristiwa 10 Oktober 2025, ketika gelombang likuidasi long di Binance menekan harga Bitcoin. Setelah penurunan tajam tersebut, banyak trader beralih ke posisi short dengan keyakinan bahwa tren turun akan berlanjut. Ketidakseimbangan itu tercermin dalam funding rate dan menjadi sinyal potensi volatilitas lanjutan.

Meski demikian, funding rate negatif ekstrem tidak menjamin reli instan. Lingkungan pasar saat ini masih ditandai sentimen lemah dan kehati-hatian investor. Namun, posisi short yang sangat padat meningkatkan risiko terjadinya volatilitas ke atas jika harga mulai bergerak naik dan memicu likuidasi berantai.

Dengan tekanan posisi yang berat di satu sisi, pasar kini berada dalam fase berisiko tinggi, di mana perubahan arah harga dapat terjadi secara cepat. Pelaku pasar diimbau untuk tetap disiplin dan menghindari keputusan emosional di tengah kondisi volatil yang masih berlangsung.

Menurut Tim Research Tokocrypto, secara historis, funding rate yang sangat negatif sering kali menjadi indikator bottom lokal yang mendahului short squeeze masif.

“Kondisi ini menciptakan ‘bahan bakar’ untuk pembalikan harga yang cepat jika para short seller dipaksa menutup posisi mereka (liquidated). Investor disarankan tetap sabar dan menghindari keputusan emosional di tengah volatilitas ini,” analisisnya.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

NEAR Turun ke $1,03, Nansen Rilis Fitur Pelacakan Wallet dan Token

Platform analitik on-chain Nansen resmi menghadirkan dukungan untuk NEAR Protocol, membuka akses penuh terhadap data wallet dan token di jaringan tersebut. Integrasi ini memungkinkan pengguna memantau aktivitas on-chain NEAR dengan visibilitas yang lebih mendalam melalui berbagai fitur unggulan Nansen.

Dengan kehadiran analitik NEAR di Nansen, pengguna kini dapat mengakses data lintas token dan dompet secara lebih terstruktur. Nansen menyebut pembaruan ini menghadirkan lebih banyak sinyal dan mengurangi noise, membantu investor maupun analis memahami pergerakan dana di jaringan NEAR secara lebih akurat.

Fitur Utama NEAR

Beberapa fitur utama yang kini tersedia untuk NEAR meliputi Nansen Profiler, Token God Mode, Wallet Profiler for Tokens, Profiler + Token God Mode API, serta Nansen Agent.

Melalui fitur Nansen Profiler, pengguna dapat memeriksa dompet tertentu untuk melihat saldo wallet, daftar counterparty, hingga riwayat transaksi. Fitur ini dirancang untuk memberikan gambaran menyeluruh tentang pergerakan dana suatu alamat di jaringan.

Sementara itu, Token God Mode memungkinkan pelacakan pemegang token, arus masuk dan keluar (inflows dan outflows), serta distribusi suplai secara real-time. Pengguna dapat memantau pola akumulasi dan distribusi tanpa perlu melakukan analisis manual yang kompleks.

Fitur Wallet Profiler for Tokens juga memungkinkan pengguna memilih kombinasi wallet dan token tertentu untuk melihat aktivitas detail seperti pembelian dan penjualan, rata-rata harga beli/jual, serta profit dan loss (PnL) baik yang sudah terealisasi maupun belum.

Baca juga: Token Modular Mulai Naik! NEAR 2.34 Dolar & TIA 0.75 Dolar Jadi Sorotan

Analisis Harga NEAR

Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Near Protocol (NEAR/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Integrasi ini hadir di tengah kondisi pasar NEAR yang masih berfluktuasi. Token NEAR diperdagangkan di kisaran $1,03 dengan kapitalisasi pasar sekitar $1,34 miliar dan volume perdagangan harian lebih dari $126 juta. Dalam 30 hari terakhir, harga NEAR tercatat mengalami tekanan, meski dalam sepekan terakhir menunjukkan pemulihan terbatas.

Dengan dukungan analitik dari Nansen, ekosistem NEAR kini mendapatkan alat tambahan untuk meningkatkan transparansi dan pemantauan aktivitas on-chain, yang dinilai dapat membantu pelaku pasar dalam mengambil keputusan berbasis data.

Menurut Tim Research Tokocrypto, visibilitas on-chain adalah kunci adopsi institusional. Masuknya NEAR ke radar Nansen mengurangi hambatan informasi bagi investor besar, berpotensi meningkatkan likuiditas dan kepercayaan terhadap fundamental jaringan.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

ASTER di $0,70, Aster Umumkan 0% Maker Fee untuk Semua Market

Aster mengumumkan kebijakan baru dengan memangkas biaya maker menjadi 0% di seluruh market yang tersedia di platformnya. Kebijakan ini akan berlaku mulai 2 Februari pukul 12.00 UTC dan diterapkan tanpa persyaratan volume transaksi.

Langkah tersebut berarti pengguna yang menyediakan likuiditas di pasar Aster tidak lagi dikenakan biaya transaksi. Aster menyatakan bahwa kebijakan ini berlaku untuk semua market, sehingga setiap trader yang menempatkan order maker bisa bertransaksi tanpa membayar biaya tambahan.

0% Maker Fee Berlaku Tanpa Syarat Volume

Dalam pengumumannya, Aster menegaskan bahwa kebijakan 0% maker fee tidak memerlukan syarat tertentu, termasuk batas minimal volume perdagangan. Dengan skema ini, pengguna ritel maupun institusi dapat menikmati keuntungan yang sama selama mereka berperan sebagai penyedia likuiditas.

Aster menekankan bahwa setiap pihak yang menambah kedalaman pasar atau memasang order di order book tidak perlu membayar biaya, karena seluruh biaya maker telah dihapus sepenuhnya.

Dorong Likuiditas dan Persaingan Bursa Kripto

Kebijakan penghapusan maker fee dinilai dapat meningkatkan aktivitas perdagangan serta mendorong pertumbuhan likuiditas di platform. Dengan biaya maker nol, spread harga berpotensi menjadi lebih rapat, sementara order book bisa menjadi lebih dalam karena semakin banyak pengguna terdorong untuk memasang order.

Langkah ini juga mencerminkan strategi kompetitif di tengah persaingan bursa kripto global yang semakin ketat, di mana penurunan biaya menjadi salah satu cara utama untuk menarik pengguna dan meningkatkan volume transaksi.

Harga ASTER Bergerak di Kisaran $0,70

Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Aster (ASTER/USDT) pada Rabu, 18 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Di sisi pasar, token Aster (ASTER) tercatat diperdagangkan di sekitar $0,705 dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,75 miliar. Volume perdagangan 24 jam berada di kisaran $103,81 juta.

Meski mengalami penurunan sekitar 2,8% dalam 24 jam terakhir, ASTER masih mencatat kenaikan sekitar 7,3% dalam sepekan terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, langkah ‘Zero-Fee’ ini adalah strategi agresif untuk menyedot likuiditas dan market maker dari kompetitor.

“Bagi token ASTER, ini bisa menjadi katalis bullish jangka pendek karena peningkatan volume platform, namun perlu dipantau dampaknya terhadap revenue jangka panjang,” jelasnya.

Baca juga: Aster vs Hyperliquid: Perbandingan Platform Perpetual DEX


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com