Category Archives: Tokocrypto

Harga Pi Network Naik ke $0,176, Upgrade Jaringan dan Ultah Mainnet

Harga Pi Network (PI) menguat 0,853% dalam 24 jam terakhir ke level $0,176, menurut laporan Coinmarketcap pada Selasa (17/2).

Kondisi ini menunjukkan performa yang lebih baik dibanding pergerakan Bitcoin (BTC) yang cenderung stagnan.

Kenaikan ini terjadi di tengah meningkatnya antisipasi investor terhadap sejumlah agenda penting jaringan, termasuk pembaruan ekosistem dan peringatan satu tahun peluncuran Open Mainnet pada 20 Februari 2026.

Meski kenaikannya terlihat moderat, pergerakan ini dinilai signifikan karena terjadi dalam kondisi pasar kripto yang relatif datar.

Lalu, apa saja faktor yang mendorong kenaikan harga PI dan bagaimana prospek jangka pendeknya?

Baca Juga: Harga Pi Network Anjlok 11% ke $0,170 Usai Reli 35%, Awal Koreksi?

Antisipasi Upgrade Jaringan dan Momentum Anniversary

Salah satu pendorong utama penguatan harga PI adalah ekspektasi terhadap pembaruan jaringan yang akan datang.

Komunitas menyoroti transisi versi jaringan dari Stellar network version 19 ke 22, yang diklaim bertujuan meningkatkan desentralisasi dan skalabilitas.

Selain itu, tanggal 20 Februari 2026 menandai satu tahun sejak peluncuran Open Mainnet Pi Network.

Momentum simbolis seperti ini sering kali menjadi katalis sentimen positif, terutama bagi komunitas yang memiliki basis pengguna besar dan loyal.

Dalam dunia kripto, milestone seperti anniversary mainnet kerap memicu lonjakan aktivitas perdagangan jangka pendek. Investor spekulatif biasanya masuk lebih awal untuk mengantisipasi potensi pengumuman atau update tambahan dari tim pengembang.

Namun demikian, penting dicatat bahwa reli berbasis sentimen acara sering kali bersifat temporer jika tidak diikuti perkembangan fundamental yang nyata.

Konfirmasi Breakout Secara Teknikal

Dari sisi teknikal, PI dilaporkan berhasil menembus garis tren menurun (descending trendline) yang membatasi pergerakan harga sejak akhir November 2025.

Breakout ini dinilai sebagai sinyal perubahan momentum dari bearish menjadi bullish dalam jangka pendek.

Indikator teknikal seperti MACD juga menunjukkan sinyal positif, mengindikasikan bahwa tekanan beli mulai menguat.

Level $0,17 kini menjadi support penting yang harus dipertahankan untuk menjaga struktur bullish tetap valid.

Jika harga mampu bertahan di atas level tersebut dengan volume perdagangan yang solid, idealnya di atas $40 juta per hari, maka peluang penguatan menuju resistance berikutnya di sekitar $0,20 terbuka lebar.

Sebaliknya, kegagalan mempertahankan $0,17 dapat membatalkan skenario bullish jangka pendek dan mendorong harga kembali ke area $0,15.

Prospek Jangka Pendek: Menuju $0,20?

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: CoinMarketCap.

Dalam waktu dekat, fokus pasar akan tertuju pada perayaan anniversary mainnet pada 20 Februari.

Jika sentimen komunitas tetap positif dan tidak ada tekanan jual besar, harga PI berpotensi menguji kembali area psikologis $0,20.

Level $0,20 sendiri menjadi resistance penting karena sebelumnya menjadi titik tertinggi lokal sebelum terjadi koreksi.

Penembusan level ini dapat membuka ruang kenaikan lebih lanjut dan memperkuat narasi pemulihan harga.

Namun, trader juga perlu waspada terhadap potensi aksi ambil untung (profit-taking) setelah acara anniversary berlangsung.

Dalam banyak kasus, fenomena “buy the rumor, sell the news” sering terjadi ketika ekspektasi tinggi tidak diikuti kejutan positif yang signifikan.

Risiko yang Perlu Diperhatikan

Walaupun prospek jangka pendek terlihat konstruktif, namun sebenarnya terdapat beberapa risiko tetap membayangi para investor.

Dimulai dengan sentimen pasar kripto global yang belum sepenuhnya pulih, ketergantungan pada katalis berbasis acara, hingga potensi volatilitas tinggi menjelang dan sesudah tanggal 20 Februari.

Tanpa dukungan perkembangan fundamental yang kuat pasca-upgrade, reli bisa kehilangan tenaga dalam waktu singkat.

Baca Juga: Harga Pi Network Melejit 27%, Tembus $0,195! Picu Euforia Baru?

Kenaikan harga Pi Network ke $0,176 mencerminkan kombinasi antara antisipasi upgrade jaringan, momentum peringatan satu tahun Open Mainnet, dan konfirmasi breakout teknikal.

Struktur harga saat ini cenderung bullish selama level $0,17 mampu dipertahankan.

Target jangka pendek berada di area $0,20, dengan catatan volume dan sentimen komunitas tetap mendukung.

Namun, investor tetap perlu mengantisipasi potensi koreksi apabila euforia anniversary mereda.

Dengan volatilitas yang masih tinggi, strategi manajemen risiko menjadi kunci dalam menghadapi pergerakan harga PI menjelang momentum penting ini.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Stabil, Konsolidasi di Tengah Tekanan

Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan pergerakan yang relatif stabil meski tekanan jangka menengah masih membayangi pasar.

Harga Bitcoin (BTC) di Tokocrypto saat ini berada di level $68.476,46 per koin dengan penurunan tipis -0,05% dalam 24 jam terakhir.

Kapitalisasi pasar tercatat sebesar $1,37 triliun, menempatkannya tetap kokoh sebagai aset kripto paling bernilai di dunia.

Meski pergerakan harian terlihat datar, data historis menunjukkan tekanan signifikan dalam 30 hingga 90 hari terakhir.

Lalu, apakah BTC sedang memasuki fase konsolidasi sebelum rebound, atau justru bersiap menghadapi koreksi lanjutan?

Baca Juga: Miner Jual Bitcoin Habis-Habisan: 90.000 BTC Masuk Exchange, Jadi Peluang Beli?

Pergerakan Harga 24 Jam: Sideways dengan Volatilitas Terjaga

Dalam rentang 24 jam terakhir, BTC bergerak di antara rentang harga $67.301,58 (terendah) dan $70.067,24 (tertinggi).

Rentang volatilitas sekitar $2.700 menunjukkan adanya aktivitas trading yang cukup aktif, dengan volume perdagangan harian mencapai $33,35 miliar.

Meski terjadi fluktuasi intraday, perubahan harga harian Bitcoin hanya turun tipis 0,05% atau sekitar -$36,06.

Hal ini menggambarkan kondisi pasar yang sedang berada dalam fase konsolidasi setelah tekanan jual beberapa waktu terakhir.

Secara mingguan, BTC masih terkoreksi -1,67%, menandakan sentimen pasar belum sepenuhnya pulih.

Tekanan Bulanan Masih Dominan

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 17 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.

Data performa historis menunjukkan tekanan yang lebih signifikan dalam jangka menengah:

  • 30 hari: -27,90%
  • 60 hari: -21,36%
  • 90 hari: -25,23%

Penurunan hampir 28% dalam sebulan terakhir menandakan adanya aksi distribusi besar atau koreksi setelah reli panjang sebelumnya.

Jika dibandingkan dengan rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $126.198,07, harga saat ini masih terkoreksi cukup dalam.

Kondisi ini biasanya mencerminkan fase market reset, di mana investor jangka pendek keluar dan pelaku pasar jangka panjang mulai melakukan akumulasi bertahap.

Fundamental Tetap Kuat

Dari sisi fundamental, posisi Bitcoin masih sangat dominan:

  • Kapitalisasi pasar: $1,37 triliun
  • Sirkulasi suplai: 19,99 juta BTC
  • Maksimum suplai: 21 juta BTC
  • Persentase suplai beredar: 95,19%

Kondisi ini mengindikasikan bahwa sebagian besar suplai BTC sudah beredar di pasar.

Dengan suplai maksimal yang terbatas, faktor kelangkaan (scarcity) tetap menjadi daya tarik utama dalam jangka panjang.

Fully diluted market cap tercatat sebesar $1,44 triliun, mendekati kapitalisasi saat ini, yang menunjukkan struktur tokenomics relatif stabil tanpa risiko inflasi besar.

Analisis Teknikal: Level Kunci yang Perlu Diperhatikan

Secara teknikal, ada beberapa level penting yang menjadi perhatian trader:

  • Support kuat: $67.000
  • Support psikologis lanjutan: $65.000
  • Resistance terdekat: $70.000
  • Resistance berikutnya: $72.500

Jika BTC mampu menembus dan bertahan di atas $70.000, momentum bullish jangka pendek berpotensi kembali terbentuk.

Namun, jika gagal mempertahankan support $67.000, koreksi dapat berlanjut menuju area $65.000.

Pergerakan saat ini lebih mencerminkan pola konsolidasi setelah fase distribusi, bukan panic selling ekstrem.

Sentimen Pasar: Netral Cenderung Wait and See

Dengan perubahan harga 1 jam sebesar -0,07% dan 24 jam -0,05%, pasar terlihat dalam kondisi netral.

Trader jangka pendek tampaknya menunggu konfirmasi arah selanjutnya sebelum mengambil posisi besar.

Volume yang tetap tinggi menunjukkan minat pasar belum surut. Namun, belum ada katalis kuat yang mendorong breakout signifikan.

Outlook Harga Bitcoin

Dalam jangka pendek, BTC berpotensi bergerak sideways di kisaran $67.000–$70.000. Breakout di salah satu sisi akan menentukan arah berikutnya.

  • Skenario bullish: Break di atas $70.000 membuka peluang ke $72.500–$75.000.
  • Skenario bearish: Penurunan di bawah $67.000 berisiko membawa harga ke area $65.000 atau lebih rendah.

Untuk jangka panjang, selama struktur fundamental dan dominasi pasar tetap kuat, Bitcoin masih mempertahankan statusnya sebagai aset kripto utama dengan potensi apresiasi ketika sentimen global membaik.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Rebound $70.300, Sinyal Pemulihan?

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan fase konsolidasi setelah tekanan bulanan signifikan.

Meski turun tipis 0,05% dalam 24 jam, struktur pasar masih relatif stabil dengan kapitalisasi di atas $1,3 triliun.

Kunci pergerakan selanjutnya ada pada area $67.000 sebagai support dan $70.000 sebagai resistance utama.

Investor disarankan mencermati volume dan sentimen global sebelum mengambil keputusan besar di tengah kondisi pasar yang masih sensitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Coinbase Buka Era Agen AI Otonom Bertransaksi di Blockchain

Industri kripto kembali memasuki babak baru setelah Coinbase melalui Coinbase Developer Platform resmi memperkenalkan fitur revolusioner bernama Agentic Wallets.

Menurut laporan Cointelegraph, inovasi ini memungkinkan agen AI otonom memiliki dompet kripto sendiri, mengelola dana, serta melakukan transaksi onchain tanpa input langsung dari manusia.

Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam konvergensi antara kecerdasan buatan (AI) dan teknologi blockchain, membuka jalan menuju ekonomi mesin-ke-mesin (machine-to-machine economy) yang sepenuhnya terdesentralisasi.

Baca Juga: Polymarket hingga Coinbase Dorong Lonjakan Pasar Prediksi Global

Mengenal Agentic Wallets

Agentic Wallets adalah infrastruktur dompet kripto yang dirancang khusus untuk agen AI.

Berbeda dengan dompet kripto tradisional yang memerlukan kontrol manual manusia, fitur ini memungkinkan sistem AI untuk melakukan berbagai tugas.

Sebut saja mengirim dan menerima aset kripto; membayar layanan digital secara otomatis; melakukan perdagangan aset; mengelola portofolio secara mandiri; hingga berinteraksi langsung dengan smart contract.

Dengan kata lain, AI kini tidak hanya mampu mengambil keputusan berbasis data, tetapi juga memiliki kemampuan finansial untuk mengeksekusi keputusan tersebut secara langsung di blockchain.

Konsep ini sering disebut sebagai “AI with a wallet”, AI yang memiliki identitas finansial digital sendiri.

Menuju Ekonomi Mesin-ke-Mesin

Peluncuran Agentic Wallets berpotensi mempercepat lahirnya ekosistem machine-to-machine economy.

Dalam skenario ini, agen digital dapat membayar API atau layanan komputasi, menyewa storage terdesentralisasi, membeli data untuk analisis, dan melakukan settlement otomatis antar sistem.

Tim Research Tokocrypto menilai inovasi ini sebagai langkah signifikan.

“Peluncuran ini menandai konvergensi nyata antara AI dan Crypto. Dengan memberi agen AI kemampuan finansial otonom (AI with a wallet), Coinbase memfasilitasi masa depan di mana agen digital dapat membayar layanan, berdagang, dan mengelola aset secara independen, menciptakan utilitas baru bagi infrastruktur blockchain,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Integrasi AI dan blockchain selama ini masih terbatas pada analitik atau otomatisasi trading berbasis algoritma. Namun dengan Agentic Wallets, AI kini menjadi entitas ekonomi aktif dalam jaringan kripto.

Dampak bagi Ekosistem Blockchain

Langkah Coinbase ini dapat membawa sejumlah implikasi besar bagi industri kripto:

1. Peningkatan Aktivitas Onchain

Jika agen AI mulai bertransaksi secara mandiri, volume transaksi onchain berpotensi meningkat signifikan. Aktivitas ini dapat mendorong pertumbuhan jaringan layer-1 maupun layer-2.

2. Utilitas Baru untuk Smart Contract

AI dapat berinteraksi langsung dengan protokol DeFi, NFT, atau DAO, menciptakan model penggunaan baru yang sebelumnya tidak terpikirkan.

3. Transformasi Model Bisnis Digital

Bayangkan agen AI yang mengelola kampanye pemasaran, membayar iklan secara otomatis, atau melakukan arbitrase harga lintas platform tanpa campur tangan manusia. Semua ini dapat berjalan 24/7 tanpa jeda.

4. Tantangan Regulasi dan Keamanan

Di sisi lain, muncul pertanyaan terkait tanggung jawab hukum dan keamanan. Siapa yang bertanggung jawab jika agen AI melakukan transaksi yang merugikan? Bagaimana mekanisme kontrol dan auditnya?

Isu ini diperkirakan akan menjadi perhatian regulator di berbagai negara.

Konvergensi AI dan Kripto Semakin Nyata

Dalam beberapa tahun terakhir, tren penggabungan AI dan kripto semakin menguat.

Berbagai proyek mencoba menghadirkan AI terdesentralisasi, marketplace data berbasis blockchain, hingga autonomous agents dalam ekosistem Web3.

Namun langkah Coinbase memiliki bobot tersendiri karena perusahaan ini merupakan salah satu bursa kripto terbesar dan paling teregulasi di dunia.

Dengan infrastruktur yang matang dan basis pengguna global, implementasi Agentic Wallets berpotensi mempercepat adopsi konsep ekonomi digital otonom.

Inovasi ini juga dapat meningkatkan relevansi blockchain sebagai infrastruktur keuangan untuk sistem AI generatif, autonomous agents, dan robotika di masa depan.

Masa Depan: AI sebagai Entitas Ekonomi Digital

Jika adopsi berjalan sesuai rencana, kita mungkin akan memasuki AI-driven economy, di mana agen digital menghasilkan pendapatan, dan mengelola kas operasional.

Selain itu, agen digital berbasis AI ini juga diberi kewenangan untuk membayar biaya komputasi, berinvestasi dalam protokol DeFi, atau bahkan berpartisipasi dalam governance DAO.

Blockchain menyediakan transparansi dan finalitas transaksi, sementara AI menyediakan kecerdasan dan otonomi pengambilan keputusan.

Kombinasi keduanya berpotensi menciptakan sistem ekonomi baru yang sepenuhnya otomatis.

Baca Juga: Bos Coinbase: Pasar Boleh Guncang, Masa Depan Kripto Tetap Cerah

Peluncuran Agentic Wallets oleh Coinbase menjadi sinyal kuat bahwa integrasi AI dan kripto bukan lagi sekadar narasi, melainkan realitas yang mulai diimplementasikan.

Dengan memungkinkan agen AI memiliki dompet kripto dan bertransaksi secara mandiri, Coinbase membuka jalan menuju era baru ekonomi mesin-ke-mesin di blockchain. Jika berhasil diadopsi secara luas, inovasi ini dapat mengubah cara sistem digital berinteraksi, bertransaksi, dan menciptakan nilai di masa depan Web3.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Inggris Tunjuk HSBC Kelola Pilot Obligasi Negara Digital (DIGIT)

Pemerintah Inggris resmi mengambil langkah besar dalam transformasi keuangan digital.

Sebagaimana dilansir dari Cointelegraph, Departemen Keuangan Inggris menunjuk HSBC melalui platform blockchain miliknya, Orion, untuk mengelola pilot obligasi negara digital pertama yang diberi nama DIGIT.

Proyek ini bertujuan untuk mendigitalisasi obligasi pemerintah Inggris (gilt) tradisional dengan memanfaatkan teknologi buku besar terdistribusi (distributed ledger technology/DLT).

Inisiatif ini menandai babak baru integrasi blockchain dalam infrastruktur pasar modal nasional di negara anggota G7 tersebut.

Apa Itu Proyek DIGIT?

DIGIT merupakan singkatan dari Digital Gilt Instrument Tokenisation, sebuah program percontohan untuk menerbitkan obligasi negara dalam format digital berbasis blockchain.

Dengan menggunakan platform Orion milik HSBC, pemerintah Inggris ingin meningkatkan efisiensi dalam proses penerbitan obligasi, manajemen kepemilikan aset, penyelesaian transaksi (settlement), serta transparansi dan auditabilitas.

Alih-alih menggunakan sistem konvensional yang melibatkan banyak perantara dan proses manual, model digital ini memungkinkan pencatatan kepemilikan secara real-time dan penyelesaian transaksi yang lebih cepat.

Jika berhasil, proyek DIGIT berpotensi menjadi standar baru dalam penerbitan surat utang negara berbasis teknologi blockchain.

Perkuat Ketahanan Ekonomi Digital

Langkah ini bukan sekadar eksperimen laboratorium atau uji coba internal bank. Pemerintah Inggris secara resmi mengintegrasikan blockchain dalam instrumen keuangan publik.

Tim Research Tokocrypto menilai kebijakan ini sebagai sinyal kuat pergeseran paradigma global.

“Inisiatif ini menandai pergeseran krusial dari sekadar eksperimen internal menjadi adopsi infrastruktur keuangan publik yang nyata oleh negara anggota G7. Keberhasilan pilot ini akan menjadi tolok ukur global bagi negara lain dalam menerapkan teknologi buku besar terdistribusi untuk memperkuat ketahanan ekonomi digital mereka,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, keputusan Inggris dapat memicu efek domino di negara lain, khususnya di Eropa dan Amerika Utara.

Peran HSBC dan Platform Orion

HSBC dipilih karena telah mengembangkan Orion, sebuah platform blockchain yang dirancang untuk mendukung penerbitan aset digital, termasuk obligasi dan instrumen pasar modal lainnya.

Platform ini memungkinkan tokenisasi surat utang, settlement instan atau near real-time, integrasi dengan sistem keuangan tradisional, hingga kepatuhan terhadap regulasi pasar modal.

Dengan reputasi global dan infrastruktur yang matang, HSBC dinilai mampu menjembatani kebutuhan antara inovasi teknologi dan kepastian hukum.

Penunjukan ini juga mempertegas bahwa institusi keuangan tradisional semakin serius dalam memanfaatkan blockchain, bukan lagi sebagai tren eksperimental, tetapi sebagai fondasi sistem keuangan masa depan.

Dampak terhadap Pasar Modal Inggris

Digitalisasi gilt berpotensi membawa sejumlah manfaat strategis:

1. Efisiensi Operasional

Proses penerbitan dan settlement obligasi bisa dipangkas dari beberapa hari menjadi hampir instan, mengurangi biaya administrasi dan risiko operasional.

2. Transparansi Lebih Tinggi

DLT memungkinkan pencatatan transaksi yang immutable dan dapat diaudit secara real-time.

3. Likuiditas yang Lebih Baik

Dengan tokenisasi, obligasi dapat diperdagangkan secara lebih fleksibel dan berpotensi menjangkau basis investor yang lebih luas.

4. Daya Saing Global

Langkah ini memperkuat posisi London sebagai salah satu pusat keuangan global yang adaptif terhadap inovasi digital.

Tren Global Tokenisasi Aset Negara

Namun perlu diketahui, Inggris bukanlah satu-satunya negara di dunia yang mengeksplorasi tokenisasi aset publik.

Sejumlah negara telah melakukan uji coba obligasi digital, namun skala dan legitimasi proyek DIGIT berbeda karena didukung langsung oleh pemerintah dan dikelola oleh bank global terkemuka.

Tokenisasi aset dunia nyata (real-world assets/RWA) kini menjadi salah satu narasi terbesar di industri blockchain.

Obligasi negara digital dipandang sebagai pintu masuk adopsi institusional berskala besar karena instrumen ini memiliki risiko relatif rendah, permintaan investor tinggi, dan kerangka regulasi sudah mapan.

Jika pilot DIGIT sukses, bukan tidak mungkin obligasi negara digital akan menjadi standar baru dalam dekade mendatang.

Tantangan yang Perlu Diperhatikan

Meski menjanjikan, implementasi blockchain di pasar modal tetap menghadapi tantangan.

Dimulai integrasi dengan sistem legacy, kepatuhan regulasi lintas yurisdiksi, keamanan siber, hingga edukasi investor dan pelaku pasar.

Keberhasilan proyek ini sangat bergantung pada koordinasi antara regulator, bank sentral, institusi keuangan, dan penyedia teknologi.

Baca Juga: Penjelasan Tentang Merkle Tree dan Merkle Root

Penunjukan HSBC untuk mengelola pilot obligasi negara digital DIGIT menandai langkah besar Inggris dalam mengadopsi blockchain sebagai infrastruktur keuangan publik.

Ini bukan lagi sekadar wacana, melainkan implementasi nyata di pasar modal nasional. Jika proyek ini berhasil, Inggris berpotensi menjadi benchmark global dalam tokenisasi surat utang negara.

Transformasi ini dapat mempercepat adopsi blockchain di sektor keuangan tradisional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi digital di era baru teknologi terdistribusi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

CFTC Bentuk Komite Penasihat Inovasi, Digawangi 35 Tokoh Kripto

Regulator pasar derivatif Amerika Serikat, Commodity Futures Trading Commission (CFTC), secara resmi mengumumkan pembentukan Komite Penasihat Inovasi (Innovation Advisory Committee) yang terdiri dari 35 anggota.

Menurut laporan Cointelegraph, komite ini mencakup sejumlah tokoh terkemuka dari industri kripto dan teknologi finansial, termasuk pimpinan perusahaan besar seperti Coinbase, Ripple, Kraken, Polymarket, Robinhood, serta Chainlink Labs.

Langkah ini dinilai sebagai sinyal kuat bahwa regulator AS mulai mengadopsi pendekatan yang lebih kolaboratif terhadap industri aset digital dan inovasi keuangan.

Baca Juga: Pendiri Cardano Optimis! Selig Pimpin CFTC, Apakah Kripto Siap Naik?

Komite Penasihat untuk Era Inovasi Digital

Komite Penasihat Inovasi CFTC dirancang untuk memberikan masukan strategis terkait perkembangan teknologi baru di sektor keuangan.

Beberapa masukan tersebut antara lain aset kripto dan derivatif digital, tokenisasi aset dunia nyata (RWA), stablecoin dan infrastruktur pembayaran digital, serta integrasi blockchain dalam pasar keuangan tradisional.

Dengan melibatkan pelaku industri secara langsung, CFTC berupaya membangun dialog yang lebih konstruktif antara regulator dan inovator teknologi.

Kehadiran para CEO dan eksekutif perusahaan kripto papan atas menunjukkan bahwa suara industri kini memiliki ruang formal dalam proses konsultasi kebijakan.

Sinyal Pergeseran Regulasi di AS

Dalam beberapa tahun terakhir, industri kripto di Amerika Serikat menghadapi ketidakpastian regulasi dan berbagai tindakan penegakan hukum dari sejumlah lembaga.

Namun pembentukan komite ini mengindikasikan perubahan pendekatan.

Tim Research Tokocrypto menilai inisiatif ini sebagai langkah strategis menuju regulasi yang lebih seimbang.

“Keikutsertaan tokoh-tokoh kunci industri dalam komite penasihat pemerintah ini menandakan pergeseran besar menuju lingkungan regulasi yang lebih kolaboratif di AS. Langkah ini menunjukkan kesediaan regulator untuk berdialog guna mendorong inovasi yang bertanggung jawab sambil tetap menangani kekhawatiran regulasi,” ujar Tim Research Tokocrypto.

Pendekatan kolaboratif ini dapat mengurangi gesekan antara regulator dan perusahaan kripto, sekaligus mempercepat lahirnya kebijakan yang lebih jelas dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.

Dampak bagi Industri Kripto

Pembentukan komite ini berpotensi membawa sejumlah dampak signifikan:

1. Kepastian Regulasi Lebih Baik

Keterlibatan pelaku industri dalam diskusi kebijakan memungkinkan regulator memahami model bisnis dan risiko teknologi secara lebih mendalam.

2. Inovasi Lebih Terarah

Dengan dialog yang terbuka, inovasi dapat berkembang dalam kerangka hukum yang lebih jelas, mengurangi risiko tindakan penegakan hukum mendadak.

3. Peningkatan Kepercayaan Investor

Kolaborasi regulator dan industri dapat meningkatkan kepercayaan institusional terhadap pasar kripto AS.

4. Standar Global Baru

Sebagai salah satu ekonomi terbesar dunia, kebijakan AS sering menjadi referensi global. Jika model kolaboratif ini sukses, negara lain berpotensi mengadopsi pendekatan serupa.

Siapa Saja yang Terlibat?

Komite ini diisi oleh kombinasi regulator, akademisi, dan pelaku industri.

Kehadiran pimpinan dari bursa kripto besar, perusahaan blockchain, hingga platform prediksi menunjukkan bahwa spektrum diskusi akan mencakup berbagai aspek ekosistem Web3.

Partisipasi eksekutif dari perusahaan seperti Coinbase dan Kraken mencerminkan peran sentral bursa dalam ekosistem derivatif kripto.

Sementara keterlibatan Ripple dan Chainlink Labs menandakan fokus pada infrastruktur blockchain dan interoperabilitas data.

Di sisi lain, kehadiran Robinhood dan Polymarket menunjukkan perhatian terhadap model bisnis ritel dan pasar prediksi yang semakin berkembang.

Tantangan yang Masih Mengemuka

Meski menjadi langkah positif, pembentukan komite tidak serta-merta menyelesaikan seluruh persoalan regulasi kripto di AS.

Beberapa isu krusial tetap menjadi perdebatan, seperti klasifikasi token sebagai sekuritas atau komoditas, regulasi stablecoin, pengawasan platform DeFi, hingga perlindungan konsumen dan manajemen risiko.

Keberhasilan komite ini akan sangat bergantung pada efektivitas dialog dan sejauh mana rekomendasinya diimplementasikan dalam kebijakan nyata.

Baca Juga: Tether Didenda 41 US Dollar Oleh CFTC

Pembentukan Komite Penasihat Inovasi oleh CFTC menjadi tonggak penting dalam evolusi regulasi kripto di Amerika Serikat.

Dengan melibatkan 35 tokoh industri papan atas, regulator menunjukkan komitmen untuk membangun ekosistem yang lebih transparan, kolaboratif, dan inovatif.

Bagi industri kripto, ini adalah peluang untuk berkontribusi langsung dalam pembentukan kebijakan yang akan menentukan masa depan pasar aset digital di AS.

Jika sinergi ini berjalan efektif, bukan tidak mungkin Amerika Serikat kembali menjadi pusat inovasi kripto global dengan kerangka regulasi yang lebih jelas dan kompetitif.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Saat Pasar Crypto Tak Menentu, Cash is King Jadi Jawaban: Apa Maksudnya?

Insight Tim Research Tokocrypto menyoroti bahwa di tengah pasar kripto yang penuh ketidakpastian, prinsip “cash is king” menjadi salah satu prinsip utama. Namun, apa sebenarnya makna istilah tersebut dalam konteks pasar kripto saat ini?

Apa Maksud dari “Cash is King”?

“Cash is king” merupakan ungkapan yang sudah lama populer di dunia keuangan. Secara sederhana, frasa ini berarti bahwa uang tunai atau aset yang likuid sejenis seperti stablecoin adalah aset layak untuk dipegang ketika kondisi pasar sedang tidak menentu.

Menurut Investopedia, istilah “cash is king” merujuk pada pandangan bahwa memegang kas lebih unggul dibandingkan aset lain yang kurang likuid. Artinya, memiliki uang tunai atau setara kas dianggap memberikan fleksibilitas dan keamanan lebih dibandingkan mengikat dana pada investasi jangka panjang atau aset berisiko tinggi. 

Investor yang menerapkan strategi ini lebih memilih menyimpan dana dalam bentuk cash ketika harga atau pergerakan aset dianggap tidak sedang berpihak pada investor, agar bisa memanfaatkannya saat pergerakan masuk ke level yang ideal.

Dalam konteks kripto, memegang aset seperti stablecoin atau uang tunai dianggap sebagai kunci, karena likuiditas menjadi sangat berharga dan memungkinkan investor membeli dengan mudah.

Uang tunai memberikan dua keunggulan utama:

  1. Perlindungan nilai saat harga aset turun tajam.
  2. Fleksibilitas untuk masuk ke pasar saat muncul peluang dengan valuasi lebih menarik.

Jadi singkatnya, cash is king berarti memprioritaskan posisi kas seperti uang tunai atau stablecoin dibandingkan terlalu banyak terpapar pada aset berisiko saat pasar tidak pasti.

Mengapa “Cash is King” Relevan di Pasar Saat Ini?

Di kondisi pasar kripto yang tidak menentu seperti sekarang, banyak investor mengalami tekanan psikologis akibat volatilitas harga. Memegang cash memberikan fleksibilitas, dimana dana siap digunakan kapan saja tanpa sewaktu ingin menambah aset.

Insight Tim Research Tokocrypto menyebutkan bahwa, mengingat psikologi pasar sedang hancur lebur di level Extreme Fear, prioritas utama adalah pertahanan modal… karena di kondisi seperti ini cash is king dan keamanan dana adalah segalanya.

Prinsip ini menjadi salah satu jawaban rasional ketika kombinasi tekanan penjualan dari miner dan long-term holders meningkat, serta sentimen makroekonomi yang bearish mendominasi pasar. Dengan likuiditas yang dikelola secara defensif, uang tunai dapat membantu investor menjaga kestabilan emosi dan modal hingga kondisi pasar membaik.

Namun kamu tertarik membeli di level harga sekarang, pendekatan seperti Dollar Cost Averaging (DCA) atau mencicil dengan pembelian secara berkala mulai dari Rp20.000 di aplikasi Tokocrypto, akan lebih relevan dibandingkan masuk sekaligus. Karena strategi ini dapat membantu memperkecil risiko volatilitas dan menghindari keputusan emosional saat pasar masih mencari titik keseimbangan.

Lebih lengkap mengenai insight terbaru tentang analisa pasar dan bagaimana kamu harus menyikapinya, bisa kamu baca di: Riset Terbaru Pasar Kripto — Tokocrypto

Mulai perjalanan kriptomu dengan pastikan membeli token kripto terdaftar di resmi di Indonesia melalui exchange lokal resmi yang mengikuti prosedur yang berlaku seperti Tokocrypto.

Dapatkan potongan 20% biaya trading dengan masukkan kode: TEMUTOKO saat melakukan pendaftaran Tokocrypto—download aplikasinya dan registrasi di sini!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Binance Resmi Integrasi RLUSD, Stablecoin Ripple Makin Ekspansif!

Binance, bursa kripto terbesar di dunia, resmi menyelesaikan integrasi Ripple USD (RLUSD) di jaringan XRP Ledger. Langkah ini dilakukan di tengah meningkatnya permintaan terhadap stablecoin yang teregulasi dan memiliki cadangan transparan.

Dilaporkan Trading View, Binance mengonfirmasi bahwa deposit RLUSD kini sudah tersedia, sementara fitur penarikan (withdrawal) akan segera diaktifkan setelah likuiditas jaringan mencukupi.

Eksekutif senior Ripple, Reece Merrick, menyatakan bahwa integrasi teknis RLUSD di XRP Ledger telah rampung. Dengan dukungan jaringan XRP Ledger yang dikenal cepat dan berbiaya rendah, RLUSD kini dapat ditransfer secara lebih efisien. Hal ini dinilai penting bagi trader maupun institusi yang membutuhkan transaksi stabil dengan waktu penyelesaian singkat.

Baca juga: XRP Tumbang ke US$1,38, Tapi Kalahkan Bitcoin dan Ethereum?

Integrasi Teknis RLUSD

Di Binance, RLUSD telah dipasangkan dengan beberapa pasangan perdagangan seperti RLUSD/USDT dan XRP/RLUSD guna meningkatkan likuiditas dan utilitas di dalam ekosistem. Bursa tersebut juga menawarkan promo bebas biaya transaksi (zero trading fees) untuk pasangan RLUSD tertentu.

Selain itu, RLUSD telah terintegrasi dalam program Simple Earn Binance, memungkinkan pengguna memperoleh imbal hasil dengan skema fleksibel tanpa periode penguncian tetap.

Setelah integrasi ini, pengguna dapat langsung membuat alamat deposit dan mengirim RLUSD melalui jaringan XRP Ledger. Sementara itu, penarikan akan dibuka dalam waktu dekat setelah likuiditas dinilai stabil. Sebelumnya, RLUSD telah lebih dulu terdaftar di sejumlah bursa besar seperti Bitstamp, Kraken, Gemini, dan Bitget. Secara keseluruhan, stablecoin ini kini tersedia di lebih dari 16 bursa global.

Sejak diluncurkan pada Desember 2024, RLUSD menunjukkan pertumbuhan yang stabil dengan kapitalisasi pasar melampaui US$1,52 miliar. Harganya tetap bergerak di kisaran US$1, mencerminkan stabilitas sebagai aset yang dipatok terhadap dolar AS.

RLUSD didukung cadangan 1:1 berupa simpanan dolar AS, obligasi pemerintah AS (Treasury bills), serta aset likuid lainnya di bawah pengawasan New York Department of Financial Services (NYDFS). Laporan terbaru menyebutkan bahwa cadangan RLUSD bahkan melebihi 103% dari total suplai beredar, memperkuat kepercayaan terhadap stablecoin tersebut.

Menurut Tim Research Tokocrypto, hadirnya RLUSD di bursa kripto terbesar dunia memperluas kegunaan ekosistem XRP Ledger.

“Integrasi ini memperkuat posisi Ripple di pasar stablecoin yang teregulasi dan memberikan opsi likuiditas baru bagi institusi yang mencari kepatuhan hukum,” jelasnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

LayerZero Dilirik Tether! USDT0 Disebut Sudah Pindah US$70 Miliar

Tether Investments, unit investasi dari penerbit stablecoin terbesar USDT, mengumumkan telah melakukan investasi strategis ke LayerZero Labs, pengembang protokol interoperabilitas LayerZero. Langkah ini menegaskan fokus Tether pada teknologi lintas blockchain, termasuk pengembangan versi token yang dapat bergerak antarjaringan tanpa terjebak pada satu ekosistem.

Dalam rilis perusahaan, Tether menyebut investasi tersebut berkaitan erat dengan teknologi yang menjadi fondasi USDt0, versi blockchain-agnostic dari USDT. Tether mengklaim USDt0 telah memindahkan lebih dari US$70 miliar antar blockchain dalam waktu kurang dari satu tahun. Infrastruktur LayerZero dirancang untuk memungkinkan aset kripto berpindah di berbagai blockchain tanpa menciptakan fragmentasi likuiditas, sehingga dana tidak terisolasi di satu jaringan tertentu.

Fokus Tether

Baca Juga: LayerZero (ZRO) Melejit 31%, Sinyal Bullish Mulai Terbentuk

Dilaporkan Yahoo Finance, Tether juga menyoroti bahwa arsitektur ini membuka ruang untuk use case yang lebih eksperimental, termasuk “agentic finance”, yaitu skenario ketika agen AI dapat mengelola wallet sendiri dan mengirim pembayaran secara otomatis. Menurut Tether, kemampuan lintas-chain menjadi salah satu prasyarat agar sistem pembayaran dan aplikasi keuangan berbasis stablecoin dapat berjalan lebih fleksibel di banyak jaringan.

Investasi ini datang tidak lama setelah USDt0 dideploy oleh Everdawn Labs dan dibangun menggunakan standar Omnichain Fungible Token (OFT) milik LayerZero. Selain USDt0, proyek tokenized gold milik Tether, XAUt0, juga disebut sebagai uji penerapan nyata atas kerangka interoperabilitas LayerZero. Tether dan LayerZero tidak mengungkapkan nilai investasi tersebut, dan Tether dilaporkan tidak memberikan komentar tambahan saat diminta.

Perluas Portofolio Investasi

Dalam beberapa waktu terakhir, Tether diketahui memperluas portofolio investasinya dari dana yang berasal dari aktivitas bisnis stablecoin. Investasi tersebut mencakup kepemilikan mayoritas di perusahaan agribisnis Amerika Latin Adecoagro, investasi pada aplikasi kesehatan berfokus privasi, hingga kepemilikan saham di platform video Rumble. Tether juga memperkuat eksposur emas, termasuk membeli saham senilai US$150 juta di Gold.com untuk memperluas distribusi tokenized gold.

Pasca kabar investasi ini, token ZRO sempat naik hingga sekitar 10% sebelum berbalik arah. Dalam 24 jam terakhir, ZRO tercatat melemah sekitar 3%, mencerminkan volatilitas yang tetap tinggi di pasar aset kripto meski ada sentimen positif dari berita kemitraan dan investasi institusional.

Menurut Tim Research Tokocrypto, investasi ini mengarah ke distribusi USDT yang makin “native” lintas jaringan dan berpotensi menurunkan friksi perpindahan likuiditas antar-chain.

“Namun, ekspansi cross-chain juga memperbesar permukaan risiko teknis (messaging/oracle/bridge security), jadi kualitas implementasi dan audit jadi kunci,” jelasnya.

Baca Juga: Jelajahi Interoperabilitas Blockchain: Memahami LayerZero (ZRO)


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Cardano Anjlok ke US$0,25, Siap Tembus US$0,22?

Harga Cardano (ADA) kembali tertekan dan diperdagangkan di kisaran US$0,2559, turun lebih dari 2% dalam 24 jam terakhir setelah menembus area support US$0,26. Pergerakan ini membawa ADA ke level terendah sejak akhir 2024, dengan tekanan jual masih mendominasi di berbagai timeframe.

Secara teknikal, ADA kini berada di bawah seluruh exponential moving average (EMA) utama. EMA 20 hari berada di US$0,2987, EMA 50 hari di US$0,3450, EMA 100 hari di US$0,4155, dan EMA 200 hari di US$0,5151. Keempat EMA tersebut tersusun menurun dan membentuk area resistensi berlapis, memperkuat struktur tren turun yang telah terbentuk sejak puncak Agustus lalu.

Analisis Teknikal Cardano

Di sisi derivatif, data Coinglass menunjukkan open interest (OI) justru naik tipis 0,27% menjadi US$410,27 juta. Kenaikan ini terjadi di tengah tekanan harga, mengindikasikan bahwa sebagian trader membangun kembali posisi pada level yang lebih rendah, alih-alih menutup eksposur sepenuhnya. Namun, volume perdagangan turun 14,62% menjadi US$715,53 juta, mencerminkan partisipasi pasar yang melemah.

Dilaporkan Coinedition, rasio long/short masih condong ke sisi long, masing-masing 2,11 di Binance dan 2,29 di OKX. Kondisi ini menunjukkan bahwa leverage masih relatif optimistis meskipun harga terus melemah, sehingga meningkatkan risiko likuidasi jika penurunan berlanjut.

Dari sisi pasar spot, arus keluar bersih sebesar US$1,56 juta tercatat pada 11 Februari. Meskipun tidak besar secara nominal, pola outflow yang konsisten selama beberapa pekan terakhir mengindikasikan pemegang aset lebih memilih mengurangi eksposur dibandingkan mengakumulasi di harga rendah.

Baca Juga: Harga Cardano Uji Level US$0,2775, Sinyal Awal Reli 360% ke US$1,35?

Grafik Harga ADA

Pada grafik harian, ADA telah menembus seluruh support penting dan kini menguji level psikologis US$0,25. Penutupan harian di bawah level tersebut berpotensi membuka jalan menuju zona permintaan berikutnya di US$0,22, yang merupakan area terendah Oktober 2024. Sementara itu, tren garis menurun sejak Agustus terus membatasi setiap upaya pemulihan.

Dalam timeframe intraday 30 menit, harga bergerak dalam pola descending channel dengan batas bawah di sekitar US$0,2555. Relative Strength Index (RSI) berada di 35, mendekati area jenuh jual namun belum menunjukkan sinyal pembalikan yang jelas. Indikator MACD masih berada di wilayah negatif, memperkuat momentum bearish jangka pendek.

Prospek pergerakan selanjutnya sangat bergantung pada kemampuan ADA mempertahankan support US$0,25. Skenario bullish memerlukan pantulan kuat dengan volume tinggi serta penutupan di atas EMA 20 hari pada US$0,2987 untuk mengindikasikan pelemahan tren turun. Sebaliknya, jika level US$0,25 gagal dipertahankan, risiko penurunan lebih lanjut ke kisaran US$0,22 hingga US$0,20 semakin terbuka, sekaligus mencetak level terendah baru dalam beberapa bulan terakhir.

Menurut Tim Research Tokocrypto, kombinasi breakdown harga + outflows spot mengindikasikan tren masih rapuh. Namun open interest yang tidak runtuh (bahkan sedikit naik) bisa berarti pelaku pasar mulai membangun posisi di level rendah, potensi setup volatilitas lanjutan.

“Konfirmasi reversal biasanya butuh reclaim MA/EMA kunci dan berhentinya outflow spot secara konsisten,” ujarnya.

Baca Juga: Viral Rumor Cardano Shutdown, Tapi Laporan Resmi Justru Bikin Kaget!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

XRP Tumbang ke US$1,38, Tapi Kalahkan Bitcoin dan Ethereum?

Harga XRP kembali tertekan dan turun di bawah level US$1,50, memperpanjang fase koreksi sekaligus memicu sinyal teknikal yang terakhir muncul hampir dua tahun lalu. Penurunan ini mendorong XRP diperdagangkan di bawah realized price, metrik on-chain yang kerap digunakan untuk mengidentifikasi potensi titik dasar (bottom) pasar.

Saat ini XRP diperdagangkan di kisaran US$1,38, sedikit di atas level support US$1,37. Kondisi tersebut menempatkan harga spot di bawah realized price, yang mencerminkan rata-rata harga beli seluruh koin yang beredar. Secara historis, ketika harga berada di bawah realized price, pasar cenderung memasuki fase kerugian agregat dan berpotensi mendekati area bottom, meskipun proses pemulihannya tidak selalu terjadi secara instan.

Tekanan Jual Meningkat

Dilaporkan BeInCrypto, tekanan jual terlihat meningkat dalam beberapa hari terakhir. Data Santiment menunjukkan alamat yang memegang antara 10.000 hingga 100.000 XRP mengurangi kepemilikan mereka. Dompet besar dengan kepemilikan antara 100 juta hingga 1 miliar XRP juga melakukan aksi jual agresif. Secara total, sekitar 350 juta XRP dilepas dalam lima hari terakhir, dengan nilai lebih dari US$483 juta. Distribusi oleh whale ini menambah tekanan jangka pendek dan meningkatkan volatilitas harga.

Namun di tengah aksi jual tersebut, arus dana institusional menunjukkan tren berbeda. Data CoinShares mencatat XRP membukukan inflow sebesar US$63,1 juta dalam pekan yang berakhir 6 Februari. Secara year-to-date, total arus masuk ke produk investasi XRP mencapai US$109 juta, melampaui performa Bitcoin, Ethereum, dan Solana pada periode yang sama yang justru mencatat arus keluar bersih. Perbedaan ini mengindikasikan bahwa sebagian investor institusi masih melihat prospek utilitas XRP, terutama dalam use case pembayaran lintas batas.

Baca juga: XRP Jatuh ke $1,42, Tapi Whale Belum Menjual, Sinyal Apa?

Pola Historis XRP

Dari sisi historis, pola serupa pernah terjadi pada 2022. Setelah reli besar pada awal 2021, XRP mengalami penurunan bertahap dan sempat diperdagangkan di bawah realized price pada Mei 2022. Fase bottom kala itu berlangsung hingga Maret 2023 sebelum pemulihan yang lebih solid terjadi. Jika pola tersebut terulang, XRP berpotensi mengalami periode konsolidasi lebih panjang sebelum reli berkelanjutan terbentuk.

Dalam jangka pendek, level US$1,52 menjadi area penting untuk direbut kembali sebagai support. Jika berhasil, harga berpotensi bergerak menuju US$1,77 hingga menguji kembali level psikologis US$2,00. Sebaliknya, jika support US$1,37 ditembus secara meyakinkan, risiko penurunan ke US$1,26 bahkan US$1,12 semakin terbuka.

Dengan kombinasi tekanan jual dari whale dan dukungan arus dana institusional, pergerakan XRP saat ini mencerminkan fase transisi yang krusial. Apakah ini benar-benar awal pembalikan tren atau hanya konsolidasi sebelum penurunan lanjutan, akan sangat bergantung pada kekuatan permintaan dan sentimen pasar kripto secara keseluruhan.

Menurut Tim Research Tokocrypto, turun di bawah realized price sering berarti pasar masuk fase “loss-making” yang bisa menjadi zona akumulasi, tetapi pemulihan biasanya tidak instan dan berisiko konsolidasi panjang.

“Divergensi whale selling vs inflow institusional membuat struktur lebih “dua arah”: perlu bukti bahwa tekanan distribusi whale mereda dan demand spot mampu menyerap supply sebelum tren bullish valid,” ungkapnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com