Category Archives: Tokocrypto

Apa Itu Basic Attention Token (BAT)?

Dalam menghadapi pernyataan bahwa “iklan digital telah rusak,” Basic Attention Token (BAT) hadir dengan tujuan memperbaiki fondasi iklan digital. Caranya adalah dengan menghargai perhatian pengguna dan kreativitas para pembuat konten dalam dunia periklanan.

Didukung oleh browser Brave, BAT memiliki misi untuk mengubah model periklanan konvensional. Konsep yang mereka usung adalah menciptakan ekosistem yang memberikan manfaat bagi pengguna, pembuat konten, dan perusahaan periklanan.

Pengantar

Basic Attention Token (BAT), yang diciptakan oleh salah satu perancang web terkemuka, Brendan Eich, pencipta JavaScript dan salah satu pendiri Mozilla.org, adalah token berbasis Ethereum yang bertujuan untuk mengatasi salah satu masalah utama dalam ekosistem web, yaitu periklanan.

BAT mencoba memecahkan masalah ini dengan memberikan penghargaan kepada pengguna internet dan pembuat konten berdasarkan tingkat perhatian yang mereka hasilkan. Token ini didistribusikan kepada pengguna berdasarkan aktivitas online mereka, dan pembuat konten diberi penghargaan sesuai dengan sejauh mana mereka berhasil menarik perhatian pengguna. Ini membuka pintu kepada apa yang dikenal sebagai ekonomi perhatian, atau “the attention economy.”

Basic Attention Token (BAT): Bagaimana Cara Kerjanya

BAT adalah token ERC-20 yang didesain untuk memberikan penghargaan kepada pengguna internet dan pengiklan. Pengguna mendapatkan bayaran ketika mereka menonton iklan, sementara pembuat konten diberi imbalan atas tingkat perhatian yang mereka terima dari pengguna. Dalam esensi, BAT mencoba untuk memonetisasi perhatian, yang sering disebut sebagai ekonomi perhatian.

Salah satu fitur kunci dari BAT adalah reward system yang tersedia dalam browser web Brave yang berfokus pada privasi. Brave secara otomatis memblokir iklan dan pelacak pihak ketiga, dan juga terintegrasi dengan jaringan privasi Tor. Selain itu, BAT digunakan untuk membeli ruang iklan dan memberikan tip kepada pembuat konten di dalam browser Brave.

Meskipun BAT dapat diperdagangkan tanpa menggunakan browser Brave, manfaatnya akan lebih terasa jika Anda menggunakan Brave. Namun, jika Anda hanya tertarik untuk memperdagangkan atau menyimpan BAT, Anda dapat melakukannya di platform seperti Binance.

Cara Basic Attention Token (BAT) Bekerja

Setelah mengunduh dan mengaktifkan browser Brave, pengguna memiliki opsi untuk mengaktifkan Brave Rewards. Dengan cara ini, pengguna dapat mulai mengumpulkan BAT dengan menggunakan browser mereka.

Bagaimana caranya? Dengan menjelajah di browser Brave dan menonton iklan yang disajikan. Pembuat konten akan mendapatkan imbalan sesuai dengan tingkat perhatian yang mereka tarik dari pengguna. Pengguna juga memiliki opsi untuk memberikan tip dalam bentuk BAT kepada pembuat konten yang mereka dukung. Pengiklan, di sisi lain, dapat menggunakan BAT untuk membeli ruang iklan yang akan ditampilkan kepada pengguna.

BAT yang dikumpulkan melalui Brave Rewards dapat ditransfer melalui platform Uphold. Yang menarik, Uphold mengambil alih biaya gas yang terkait dengan proses transfer ini. Secara default, Anda tidak perlu melakukan verifikasi identitas untuk mengaktifkan dan menggunakan Brave Rewards. Namun, jika Anda berencana untuk menarik pendapatan Anda atau melakukan penyetoran melebihi $1000 ke platform tersebut, Anda akan diminta untuk memberikan informasi KYC (Know Your Customer).

Mengapa Basic Attention Token (BAT) Penting

Basic Attention Token (BAT) memiliki peran penting dalam usahanya untuk memperbaiki sistem iklan online, yang terus mengalami kesulitan ketika dunia berpindah dari perangkat desktop ke seluler. Meskipun banyak situs web telah diadaptasi agar tampil dengan baik di perangkat seluler, server iklan sering kali menjadi penyebab penurunan kualitas pengalaman browsing.

BAT menghitung bahwa pada tahun 2018, iklan online membebani pengguna seluler dengan biaya hingga $23 per bulan dalam penggunaan data, dan juga menguras baterai seluler hingga 21%. Selain itu, iklan seringkali dianggap sebagai gangguan yang mengganggu dan sering kali mengancam privasi pengguna.

Di sisi lain, penerbit tradisional juga mengalami penurunan pendapatan iklan akibat perubahan lanskap periklanan di browser web. Brave berusaha untuk memperkenalkan sistem yang lebih bermanfaat untuk semua pihak yang terlibat dalam ekosistem periklanan.

Penggunaan Basic Attention Token (BAT)

Pengiklan memiliki opsi untuk membeli ruang iklan di browser Brave dengan menggunakan BAT sebagai mata uang, bukan USD. Seperti halnya platform iklan lainnya seperti Google atau Facebook, mereka juga dapat memantau metrik seperti tampilan iklan, jumlah klik, konversi, dan banyak lagi.

Penggunaan BAT juga memiliki implikasi dalam hal metadata. Metadata adalah informasi yang sangat berharga, namun biasanya pengguna yang menghasilkan data ini tidak menerima imbalan. Brave dan BAT mencoba untuk menghargai pengguna dengan memberikan kompensasi atas data pribadi yang mereka hasilkan.

Individu atau organisasi yang memiliki situs web, publikasi, saluran YouTube, atau akun Twitch dapat mendaftar sebagai pembuat konten. Jika mereka mendaftar, pengguna dapat memberikan tip dalam bentuk BAT kepada mereka jika kontennya dianggap bernilai. Model ini dapat menciptakan insentif yang lebih besar untuk menghargai konten yang bermanfaat di dunia maya.

Selain itu, bagi mereka yang tertarik dengan ekosistem DeFi (Decentralized Finance), BAT juga dapat digunakan sebagai jaminan di platform MakerDAO untuk mencetak stablecoin DAI.

Cara Menyimpan Basic Attention Token (BAT)

Penting untuk memahami bagaimana cara menyimpan Basic Attention Token (BAT) agar Anda dapat dengan aman dan efisien mengelola aset kripto ini. Ada beberapa opsi penyimpanan yang tersedia untuk BAT.

Pertama, BAT dapat disimpan dalam wallet Uphold yang terintegrasi dengan browser Brave. Saat ini, sejak Desember 2020, ini merupakan satu-satunya tempat di mana Anda dapat mentransfer penghasilan BAT dari program Brave Rewards. Namun, penting untuk diingat bahwa jika Anda berencana untuk menarik penghasilan Anda dari Uphold, Anda akan diminta untuk memberikan informasi KYC (Know Your Customer) sesuai dengan regulasi.

Selain itu, karena BAT adalah token ERC-20 yang berjalan di blockchain Ethereum, Anda memiliki fleksibilitas untuk menyimpannya di berbagai tempat. Anda dapat menyimpannya di bursa kripto seperti Binance, di wallet web dan seluler, atau di hardware wallet. Perlu diingat bahwa beberapa hardware wallet terkemuka seperti Ledger dan Trezor mendukung penyimpanan yang aman untuk BAT.

Konklusi

Basic Attention Token (BAT) dan ekosistem yang terkait dengan browser Brave memiliki ambisi besar untuk merubah lanskap industri periklanan digital. Mereka berusaha untuk mewujudkan model periklanan berbasis blockchain yang lebih transparan, memberikan manfaat bagi pengguna, kreator konten, dan perusahaan periklanan.

Apakah Brave adalah cara yang lebih baik untuk beriklan di dunia web? Kemungkinan besar. Namun, keberhasilan ekosistem BAT akan tergantung pada pertumbuhan adopsi oleh pengguna Brave Rewards dan keterlibatan lebih banyak perusahaan dalam program lelang iklan mereka. Seiring waktu, kita akan melihat bagaimana BAT terus berkembang dan beradaptasi dalam menghadapi tantangan dan peluang yang muncul.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

Hacker Tingkatkan Serangan Untuk Pekerja Jarak Jauh Ditengah COVID-19

Jelajahcoin.com – Sementara banyak orang yang kehilangan pekerjaannya karena Pandemi virus corona (COVID-19) hal ini justru dimanfaatkan oleh hacker untuk mengambil keuntungan dari hasil kerja keras orang lain.

Baru-baru ini, Pusat Keamanan Siber Nasional Inggris (NCSC) dan Badan Keamanan. Dan Infrastruktur Cybersecurity (CISA) dari Departemen Keamanan Dalam Negeri AS (DHS). Mengeluarkan pernyataan bersama yang memperingatkan warga bahwa kedua kelompok peretasan yang didukung swasta dan pemerintah telah melakukan penyelidikan.

Badan-badan keamanan menyoroti pertumbuhan konsisten dalam penipuan phishing, serangan ransomware, dan serangan bertema virus korona lainnya. Yang sedang dikerahkan terhadap individu dan organisasi bisnis. Microsoft bahkan mengungkapkan bahwa penjahat cyber telah berhasil mengirim email penipuan bertema coronavirus ini ke setiap negara di planet ini.

Untuk saat ini, yang paling menonjol dari serangan-serangan ini tampaknya adalah penipuanemail phishing. Di mana para hacker mengirim pesan kepada para korban mereka ditengah COVID-19, yang mengaku berasal dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) atau otoritas kesehatan mapan lainnya.

Email-email ini sering menyertakan tautan jahat yang menyembunyikan file malwareberbahaya yang diaktifkan setelah email dibuka. Cara operasi mereka sering berbeda, tetapi tujuan akhirnya adalah untuk menimbulkan ketegangan keuangan pada korban mereka.

Mereka juga menunjukkan bahwa ada peningkatan jumlah serangan yang ditargetkan pada alat dan perangkat lunak yang berfungsi jarak jauh. Virtual Private Networks (VPNs), yang digunakan untuk menutupi lokasi asli seseorang, telah dipilih sebagai target tertentu.

Karena banyak orang sudah mulai bekerja dari rumah, alat-alat seperti VPN telah menjadi populer. Namun, beberapa dari penjahat dunia maya ini sekarang telah mulai mengeksploitasi kerentanan dalam jaringan untuk mendapatkan akses ke komputer mana pun yang terhubung dengannya.

Mereka dapat memperoleh akses ke file pribadi dan perusahaan korban, serta beragam informasi rahasia. Dengan melanggar jaringan rumah mereka – bahkan jika itu dilakukan dari jarak jauh.

Sesi obrolan video bisa beresiko terkena serangan hacker

VPN bukan satu-satunya alat yang ditargetkan oleh aktor jahat. Baru-baru ini, ada juga banyak perhatian ditempatkan pada aplikasi panggilan video. Dengan pindah ke pekerjaan jarak jauh mendapatkan lebih banyak uap. Satu layanan yang telah mendapatkan sangat banyak adalah Zoom, layanan obrolan video. Zoom telah mendapatkan popularitas luas karena kemudahan penggunaannya.

Ada juga paket Freemium, yang memungkinkan hingga 100 grup obrolan video berkelompok. Sejak dimulainya pandemi, perusahaan telah melihat pengguna harian meroket dari 10 juta menjadi 200 juta.

Namun, beberapa laporan juga keluar membakar fitur privasi platform setelah beberapa keluhan pengganggu memasuki obrolan video dan mengganggu pertemuan. Dalam beberapa hari terakhir, Yahoo! Keuangan melaporkan bahwa peretas telah menerbitkan ratusan akun Zoom yang diverifikasi di Dark Web.





Sumber : news.tokocrypto.com

Mendag: Sebagian Tugas Bappebti Soal Kripto Dialihkan ke OJK

Tugas pengawasan aset kripto oleh Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti) nantinya sebagian besar akan dialihkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Hal ini berkaitan dengan adanya Undang Undang Nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU PPSK).

Industri perdagangan aset kripto di Indonesia akan memasuki babak baru. Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, mengungkapkan, salah satu tugas utama Bappebti pada 2023 adalah melaksanakan UU PPSK yang ditandatangani Presiden pada Kamis, 12 Januari 2023 lalu. Dengan adanya UU tersebut, sebagian kewenangan, tugas, dan fungsi Bappebti terkait pengawasan di industri keuangan telah dialihkan ke OJK.

“Pengalihan ini sebagai upaya pemerintah dan DPR dalam memfokuskan dan memperkuat fungsi pengawasan industri keuangan di Indonesia untuk melindungi konsumen atau nasabah dari pesatnya perkembangan. Sekali lagi, saya tekankan bahwa ini merupakan upaya dari Pemerintah dan DPR yang berpandangan ke depan,” kata Zulkifli dikutip dari siaran pers, Selasa (24/1).

UU PPSK

Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti).

Baca juga: Bappebti dan Aspakrindo Sinergi Pengembangan Perdagangan Kripto

UU PPSK sendiri terdiri dari 27 bab dan 341 pasal mengamanahkan pergeseran dua kewenangan Bappebti ke OJK, yaitu terkait pengelolaan aset kripto dan perdagangan derivatif. Perpindahan kewenangan merupakan keputusan pemerintah dan DPR agar pengelolaan dan pengawasan terhadap aset kripto dan perdagangan derivatif dapat terintegrasi dengan pengelolaan keuangan.

Tujuan dari peralihan ini untuk meminimalkan kemungkinan terjadinya permasalahan dalam stabilisasi sektor keuangan di masa depan. Sebagai tindak lanjut UU tersebut, Bappebti bersama Kementerian Keuangan akan menyusun Peraturan Pemerintah terkait masa transisi.

“Bappebti harus mengoptimalkan peran dan bekerja lebih baik lagi dalam melakukan pembinaan, pengaturan dan pengawasan terhadap pelaku usaha serta perbaikan ekosistem usaha. Selain itu, perlu juga untuk disusun langkah strategis dan tepat agar mekanisme pengalihan kewenangan nantinya tidak menimbulkan dampak yang berarti bagi industri dan masyarakat,” jelas Mendag.

Masa Peralihan

Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.
Ilustrasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sumber: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra.

Baca juga: Siap-siap! Bappebti akan Umumkan 5 Aset Kripto Lokal Baru Awal 2023

Bappebti dengan kementerian keuangan akan menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk masa transisi pengalihan aset kripto dan perdagangan derivatif ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

RPP ini akan disusun selama paling lambat 6 bulan dan masa transisi akan dilakukan selama dua tahun atau 24 bulan.

Semantara itu, Zulkifli berpesan agar Bappebti senantiasa secara terus-menerus menelurkan strategi kebijakan yang proaktif, responsif, dan antisipatif terhadap dinamika perekonomian dan perdagangan global yang penuh ketidakpastian. Peran Bappebti harus diperkuat, khususnya dalam menyongsong tantangan perdagangan 2023.

“Kemendag akan semakin proaktif, responsif, dan antisipatif terhadap dinamika perekonomian dan perdagangan global yang penuh ketidakpastian dengan mengeluarkan berbagai strategi kebijakan yang tepat sasaran. Kuncinya adalah kolaborasi serta sinergi antarkementerian lembaga dan unit yang ada di Kementerian Perdagangan,” jelasnya.



Sumber : news.tokocrypto.com

Apa Itu Aave (AAVE)? – Tokocrypto News

AAVE adalah token yang mendasari protokol Aave, sebuah inovasi dalam ekosistem DeFi di Ethereum. Bagi pemegang aset kripto berbasis Ethereum, AAVE bukan hanya sekadar koin digital biasa, melainkan juga merupakan sarana partisipasi dalam pengambilan keputusan dan perubahan arah proyek ini melalui proses voting terbuka.

Dalam dunia yang sedang berkembang pesat seperti DeFi (Decentralized Finance), Aave memegang peran penting sebagai salah satu protokol terdesentralisasi terkemuka. Karena itu, AAVE adalah salah satu koin DeFi terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar. Melalui Aave, pemegang Ethereum dapat dengan mudah meminjamkan dan meminjamkan aset kripto mereka dengan cara yang sepenuhnya terdesentralisasi.

Pengenalan

Pusat dari semua ekosistem keuangan modern adalah kemampuan pengguna untuk meminjam dan meminjamkan aset mereka. Proses meminjam memberikan kesempatan untuk meningkatkan modal untuk berbagai keperluan, sementara meminjamkan memungkinkan seseorang untuk meraih pendapatan yang konsisten dan aman dari aset yang tidak digunakan.

Para pengembang di dunia kripto telah dengan cepat menyadari kebutuhan akan layanan semacam ini dan memperkenalkan apa yang disebut sebagai pasar kripto. Aave adalah salah satu yang terbesar dan paling sukses di antaranya.

Apa Itu Aave?

Aave adalah sebuah platform pasar uang yang berbasis di Ethereum. Di platform ini, pengguna memiliki kemampuan untuk meminjam dan meminjamkan berbagai jenis aset digital, termasuk stablecoin dan altcoin. Manajemen protokol Aave dilakukan oleh para pemegang AAVE.

Untuk memahami sepenuhnya apa itu token AAVE, kita perlu memahami protokol Aave yang menjadi dasarnya. Mari kita eksplorasi lebih dalam.

Asal Usulnya: ETHLend

Sejarah Aave dimulai pada tahun 2017 dengan peluncuran ETHLend. Stani Kulechov dan tim pengembangnya memulai perjalanan ini dengan Initial Coin Offering (ICO) pada bulan November 2017. Tujuan utama ETHLend adalah memfasilitasi peminjaman dan peminjaman mata uang kripto antar pengguna dengan cara memungkinkan mereka untuk mengajukan permintaan dan tawaran pinjaman.

Meskipun ETHLend dan token LEND-nya adalah konsep yang baru saat itu, proyek ini mengalami tantangan selama pasar berada dalam kondisi bear market pada tahun 2018. Salah satu masalah utama adalah kurangnya likuiditas dan kesulitan dalam mencocokkan permintaan dan penawaran pinjaman.

Menghadapi tantangan tersebut, tim ETHLend memutuskan untuk mengubah dan menyempurnakan produk mereka, yang kemudian menghasilkan Aave pada awal tahun 2020.

Dalam sebuah wawancara podcast, Stani Kulechov menyatakan bahwa kondisi bear market sebenarnya menjadi peluang emas bagi ETHLend. Selama periode tersebut, ia dan timnya memiliki waktu untuk mengubah konsep peminjaman aset kripto terdesentralisasi, dan itulah yang menjadi dasar dari Aave seperti yang kita kenal sekarang.

Bagaimana Aave Bekerja

Aave yang baru dan ditingkatkan tetap mempertahankan konsep dasar yang mirip dengan ETHLend, yaitu memungkinkan pengguna Ethereum untuk meminjamkan dan meminjamkan aset kripto mereka. Namun, di balik layar, ada perbedaan yang signifikan.

Aave adalah pasar uang algoritmik, yang berarti pinjaman diberikan melalui pool yang terdesentralisasi, bukan melalui proses pencocokan individual dengan pemberi pinjaman. Tingkat bunga yang dikenakan tergantung pada “tingkat pemanfaatan” dari aset dalam suatu pool. 

Ketika hampir semua aset dalam pool digunakan, tingkat bunga akan naik untuk menarik lebih banyak penyedia likuiditas. Sebaliknya, jika pool memiliki sedikit penggunaan, tingkat bunga akan turun untuk mendorong peminjaman.

Aave juga memungkinkan pengguna untuk mengambil pinjaman dalam mata uang kripto yang berbeda dari yang mereka setorkan. Misalnya, seorang pengguna dapat menyetor Ethereum (ETH), kemudian mengambil stablecoin, dan bahkan menyetorkan stablecoin tersebut ke Yearn.finance (YFI) untuk menghasilkan yield reguler.

Seperti ETHLend, semua pinjaman dalam Aave dijamin berlebih atau overcollateralized. Artinya, jika seseorang ingin meminjamkan aset kripto senilai $100 melalui Aave, ia harus menyetor lebih dari nilai tersebut sebagai jaminan. Untuk mengatasi volatilitas dalam kripto, Aave juga mengimplementasikan proses likuidasi. 

Jika nilai jaminan Anda turun di bawah rasio jaminan yang ditentukan oleh protokol, maka jaminan Anda dapat dilikuidasi. Penting untuk selalu memahami risiko yang terkait dengan menyetor dana ke dalam Aave sebelum Anda melibatkan diri dalam proses ini.

Fitur Penting Lainnya

Aave telah memperluas jangkauannya melampaui pasar uang konvensional. Platform ini semakin dikenal sebagai tempat di mana pengguna DeFi dapat dengan cepat mengakses pinjaman kilat atau flash loan.

Pada umumnya, pool likuiditas dalam Aave seringkali lebih besar daripada jumlah pinjaman yang diminta oleh peminjam. Likuiditas yang tersedia yang tidak digunakan ini dapat dimanfaatkan oleh mereka yang mengambil flash loan, yaitu jenis pinjaman tanpa jaminan yang hanya tersedia dalam satu blok Ethereum.

Secara sederhana, flash loan memungkinkan pengguna untuk meminjam sejumlah besar mata uang kripto tanpa jaminan, lalu mengembalikannya dalam satu transaksi (dengan membayar biaya bunga satu blok).

Hal ini memberikan peluang bagi pengguna yang tidak memiliki modal besar untuk melakukan arbitrase dan mengambil keuntungan dari peluang yang muncul, semuanya dalam satu transaksi di blockchain. Misalnya, jika Anda melihat Ethereum diperdagangkan dengan harga 500 USDC di Uniswap dan 505 USDC di bursa terdesentralisasi lainnya, Anda dapat mencoba mengambil keuntungan dari selisih harga tersebut dengan meminjam sejumlah besar USDC dan melakukan trading kilat.

Selain fitur flash loan dan berbagai fitur lainnya, Aave juga memasuki dunia game dengan menciptakan token non-fungible (NFT) yang dikenal dengan nama Aavegotchi.

Mengenal AAVE

Meskipun ETHLend telah berganti nama menjadi Aave, token LEND masih ada. Ini menjadi perhatian karena LEND tidak memiliki mekanisme pengendalian yang sejalan dengan visi tim Aave. Pemegang LEND tidak memiliki kendali langsung terhadap arah perkembangan protokol Aave.

Hal ini menjadi permasalahan karena Aave terus mengumpulkan likuiditas yang semakin besar, sementara pengguna tidak memiliki kontrol langsung terhadap protokol. Sebagai solusi, diusulkan agar token LEND akan dialihkan menjadi koin baru bernama AAVE dengan rasio 100 LEND untuk satu AAVE.

AAVE, sebagai token ERC-20 baru yang berbasis di Ethereum, membawa sejumlah use case yang juga baru.

Pertama-tama, pemegang AAVE akan berperan sebagai penopang protokol. Peluncuran AAVE memperkenalkan konsep baru yang dikenal dengan istilah “Modul Keamanan”, yang berfungsi melindungi sistem dari potensi kekurangan modal. Dengan kata lain, jika ada kekurangan modal dalam protokol untuk menutupi dana pemberi pinjaman, AAVE dalam Modul Keamanan akan dijual untuk mendapatkan aset yang diperlukan guna menutupi defisit tersebut.

Hanya AAVE yang disimpan dalam modul ini yang dapat dilikuidasi saat terjadi defisit. Setoran ke dalam modul ini didorong oleh insentif dari yield reguler yang dibayarkan dalam bentuk token AAVE.

Use case penting kedua berkaitan dengan tata kelola protokol Aave. Pemegang token memiliki hak untuk berpartisipasi dalam diskusi dan melakukan voting terhadap Proposal Peningkatan Aave. Proposal tersebut dapat diterapkan jika mendapat persetujuan dengan jumlah minimum token AAVE yang telah ditentukan. Tata kelola ini mencakup pengaturan parameter dalam pasar uang Aave, serta pengelolaan dana di cadangan ekosistem. Seperti umumnya dalam token yang berfungsi sebagai alat tata kelola, satu token AAVE setara dengan satu suara.

AAVE memberikan kontribusi signifikan dalam meningkatkan desentralisasi aplikasi DeFi dan menjadi penyeimbang penting untuk mengurangi risiko peristiwa tak terduga.

Tantangan yang Dihadapi Aave

Salah satu tantangan yang dihadapi oleh Aave adalah bahwa semua pinjaman di dalamnya harus memiliki jaminan berlebih atau overcollateralized. Berbeda dengan sistem keuangan tradisional yang mungkin memerlukan sedikit jaminan formal, pengguna Aave harus menyediakan mata uang kripto dengan nilai yang jauh lebih tinggi daripada jumlah pinjaman yang mereka minta.

Batasan ini mengimplikasikan bahwa Aave adalah sistem modal yang kurang efisien. Dalam upaya melindungi kreditor, Aave memaksa pengguna untuk mengunci jumlah modal yang signifikan untuk mendapatkan pinjaman, yang pada gilirannya bisa menjadi hambatan bagi pengguna yang memiliki modal terbatas. Meskipun ini dilakukan demi keamanan, namun sistem ini secara alami membatasi ukuran pinjaman agregat di Aave.

Kesimpulan

Pasar uang terdesentralisasi seperti Aave dan Compound telah membuka pintu menuju sistem keuangan yang lebih terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja. Aave merupakan proyek DeFi yang menarik, yang memungkinkan pengguna kripto untuk mengakses dana dan layanan secara transparan.

Token AAVE juga menawarkan perkembangan yang menjanjikan. Aset ini memungkinkan pemegangnya untuk memiliki pengaruh terhadap perkembangan protokol Aave dan pada saat yang sama, melindungi protokol dari risiko peristiwa tak terduga.


Jika kamu ingin mengetahui lebih dalam mengenai aset kripto atau cryptocurrency, bisa baca artikel “Belajar Crypto untuk Pemula Mulai Dari Sini.”

Sumber: Binance Academy Indonesia



Sumber : news.tokocrypto.com

30 Hari Menjelang Halving, Bitcoin Berada di Level Oversold

Salah satu indikator penting, RSI menunjukkan Bitcoin (BTC) mengalami oversold yang tidak pernah terjadi sebelumnya dalam sebulan terakhir sebelum peristiwa blok reward halving-nya.

Dalam debat yang berlangsung pada 11 April 2020 di Twitter, analis yang dikenal sebagai PlanB menyebutkan bahwa Relative Strength Index (RSI) Bitcoin sangat rendah.

Indikator Menyentuh Rekor Terendah Pra-Halving

Indikator Oscillator dengan skala dari 1 hingga 100 di bawah ini menunjukan penentuan apakah Bitcoin berada dalam kondisi overbought atau oversoldpada harga tertentu.

RSI 12 bulan dalam grafik, saat ini berada pada posisi 49, dekat dengan posisi terendah dalam sejarahnya. Sejak 2011, menurut data dari PlanB, hanya terlihat dua periode di bawah level itu, yaitu ketika tahun 2015 dan akhir tahun 2018.

Terlebih lagi, sebelum dua kejadian halving lalu di tahun 2012 dan 2016, RSI 12 bulan ketika itu berada di posisi jauh lebih tinggi, posisinya ada di sekitar 70.

Tinggal tersisa 30 hari lagi menjelang Bitcoin Halving tahun 2020.

“RSI Bitcoin … belum pernah selemah ini sebelumnya menjelang Halving”, cuitan PlanB di Twitter pribadinya. Dia kemudian mengonfirmasi “kelemahan” yang dia maksudkan adalah Bitcoin berada pada level oversold.

Baca juga: Bitcoin Akan Terus Dominasi Pasar Crypto Tahun 2020 

Halving Bitcoin Masih Menjadi Target

Halving adalah peristiwa yang berpengaruh bagi para pemegang Bitcoin. Hal ini dikarenakan jumlah yang akan dibayarkan kepada Miners mencapai 50% harga pada setiap bloknya.

Peristiwa ini juga meningkatkan “ketahanan” Bitcoin sebagai uang, mengurangi inflasi, serta meningkatkan rasio stock-to-flow terhadap arus metrik utama yang dikuratori PlanB pada grafik sebelumnya.

Stock-to-flow juga telah terbukti sangat akurat dalam meprediksi kinerja harga Bitcoin. Meskipun dikritik, model ini belum pernah gagal dan bahkan berhasil memprediksi penurunan harga drastis Bitcoin menjadi $3.700 di bulan Maret lalu.

Secara umum, RSI yang rendah memperkuat gagasan akan adanya kenaikan harga. Hal ini disebabkan posisi BTC/USD saat ini menempati tingkat yang lebih rendah dari koridor stock-to-flow. Jika melihat ke depan, harus ada improvisasi posisi ini hingga rata-rata $100.000 pada akhir 2021 nanti.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Bappebti: Bursa Kripto Indonesia Hadir Paling Lambat Juni 2023

Badan Pengawas Perdagangan Komoditi (Bappebti) kembali memberikan informasi terkait perkembangan bursa kripto di Indonesia. Lembaga penunjang ekosistem industri aset kripto itu telah direncanakan hadir sejak tahun 2021.

Plt Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko, mengatakan pembentukan bursa kripto di Indonesia paling lambat pada bulan Juni 2023. Menurutnya kehadiran bursa kripto merupakan sebuah kebutuhan yang harus direalisasikan untuk berbagi risiko antara Bappebti dengan bursa itu sendiri.

“Bursa kripto harus segera terbentuk dan Pak Menteri (Zulkfli Hasan) tenggat waktunya adalah Juni 2023,” kata Didid dikutip Antara pada Selasa (24/1).

Didid menambahkan pembentukan bursa kripto juga akan mempercepat perkembangan perdagangan aset kripto yang sudah memiliki banyak pelanggan. Menurut data Bappebti hingga November 2022, jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 16,55 juta. Tren kenaikan ini terus berlanjut, walau market kripto sepanjang 2022 mengalami kelesuan.

“Jadi sebetulnya yang harus kami bentuk adalah ekosistem dari perdagangan aset kripto bukan sekedar bursanya saja,” ujar Didid.

Upaya Pembinaan

Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.
Plt. Kepala Bappebti, Didid Noordiatmoko. Sumber: Bappebti.

Baca juga: Sambut Imlek, Tokocrypto Gelar Kompetisi Trading Hadiah Rp 200 Juta

Didid mengatakan terkait dengan aset kripto dan perdagangan derivatif, Bappebti akan melakukan upaya-upaya pembinaan dan pengawasan untuk meningkatkan koordinasi. Hal ini juga berkaitan dengan peralihan sebagian pengawasan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Saat ini, Bappebti dengan kementerian keuangan akan menyusun Rancangan Peraturan Pemerintah (RPP) untuk masa transisi pengalihan aset kripto dan perdagangan derivatif ke OJK.

Upaya tersebut meliputi pengawasan terhadap pedagang yang mendapat izin dari Bappebti, serta pelaku usaha yang melakukan usaha-usaha menyerupai perdagangan berjangka komoditi (PDK).

“Kami akan melakukan upaya-upaya pendekatan agar mereka masuk ke dalam ekosistem Bappebti. Artinya izinnya harus diurus, jadi ada beberapa pelaku perdagangan berjangka komoditi yang tidak berizin dan itu pelanggannya udah cukup banyak,” jelas Didid.

Anti-pencucian Uang

Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti. Sumber: TokoNews.
Aset kripto lokal yang masuk daftar legal Bappebti. Sumber: TokoNews.

Baca juga: Tokocrypto Raih Penghargaan dari PPATK

Bappebti, lanjut Didid, juga turut aktif dalam upaya mewujudkan Indonesia menjadi anggota Financial Action Task Force (FATF). FATF merupakan suatu keanggotaan negara-negara yang aktif melakukan upaya-upaya pencegahan pencucian uang. Saat ini Indonesia merupakan satu-satunya negara G20 yang belum menjadi anggota FATF.

“Keanggotaan dalam FATF ini penting untuk meningkatkan kredibilitas Indonesia di mata negara-negara yang akan berinvestasi maupun bertransaksi dengan Indonesia. Bappebti secara aktif mewakili Kementerian Perdagangan bersama PPATK, Kepolisian RI, Kejaksaan, Bank Indonesia dan kementerian lainnya menjawab asesmen yang dilakukan oleh FATF,” terangnya.

Dari segi nilai transaksi, sampai akhir Desember 2022, nilai transaksi kripto di Indonesia sebesar Rp 296,66 triliun. Memang ada penurunan dari tahun 2021 yang mencapai Rp 859,4 triliun, tapi perlu ingat nilai transaksi masih tercatat lebih besar dibanding tahun 2020 sebesar Rp 64,9 triliun.



Sumber : news.tokocrypto.com

QCP Market Update 13 April 2020

QCP UpdateBitcoin mengalami Breakout pada akhir pekan panjang yang lalu hingga berada di bawah $7000 USD sehingga fokus bitcoin saat ini telah bergeser ke arah yang lebih rendah.

Area $7000 – 7500K saat ini akan membuktikan resistensi yang lebih tangguh, dengan pertemuan banyak trendline yang telah membatasi momentum bullish selama seminggu terakhir, termasuk:

1. Garis downtrend dari puncak hari kasih sayang 2020 (garis tren merah pada grafik 2),
2. Channel atas dari 2H19 (saluran merah muda pada grafik 2), serta
3. Channel jangka pendek yang diposting pada bagan 1 di bawah ini.

$6500 – $6600 kemungkinan akan menjadi area support untuk sementara, karena ini termasuk channel jangka pendek dari posisi terendah bulan terakhir (garis tren oranye pada grafik 2), dan sementara harga memantul di area itu pagi ini, penembusan yang lebih rendah di bawah $6500 kemungkinan akan lihat likuidasi lebih lanjut. Top harian TD 9 dari minggu lalu berarti kita akan bertujuan untuk level dukungan TDST $6100 – 6200 harian – yang juga bertepatan dengan trendline saluran bawah jangka pendek pada grafik 1. Ini adalah penembusan nyata pertama di bawah dukungan 4H TDST level yang telah bertahan sejak pemulihan dimulai (lihat garis biru putus-putus pada grafik 1).

Below $6000 and there really isnt much support all the way till $5k at least – and we could quickly go back to retest the March lows. We’re watching the Coinbase volume as a sign of whether this breakdown will extend (if volume picks up on this move lower), and looking further out – when a sustained uptrend will finally develop.

Di bawah $6000 dan benar-benar tidak ada banyak dukungan sampai $5000 setidaknya – dan kita bisa dengan cepat kembali untuk menguji ulang posisi terendah Maret. Kami mengamati volume Coinbase sebagai tanda apakah perincian ini akan memperpanjang (jika volume naik pada pergerakan ini lebih rendah), dan melihat lebih jauh – ketika tren naik berkelanjutan akhirnya akan berkembang.

Dalam ruang opsi, mengingat kemiringan Put signifikan dan keterbelakangan dalam kurva ke depan, kami melihat nilai dalam menjual pemogokan rendah Puts hingga Juni dari $3.500 hingga $5.000. Kami juga ingin menambah BTC panjang di level tersebut juga. Masih bullish jangka panjang dan terlihat taktis lama ke musiman bullish di minggu pertama Mei.

 



Sumber : news.tokocrypto.com

WEF Percaya Kripto dan Blockchain Jadi Bagian Integral Ekonomi Modern

World Economic Forum (WEF) percaya bahwa teknologi blockchain yang mendukung aset kripto akan terus menjadi bagian integral dari ekonomi modern. WEF secara khusus menyoroti aplikasi kriptografi dan teknologi blockchain yang tersebar luas di seluruh dunia.

Dalam posting blog di situs resminya, WEF berbicara tentang apa yang akan terjadi di masa depan untuk industri kripto. WEF percaya bahwa tahun 2022 yang diklaim sebagai ‘bencana’ untuk industri aset kripto dapat menyebabkan pertumbuhan dan pemulihan ekosistem.

Sebuah artikel yang ditulis oleh CSO Circle, Dante Disparte, diterbitkan di weforum.org, menjelaskan kejatuhan FTX baru-baru ini dan matinya blockchain Terra Luna memengaruhi jutaan konsumen pada tahun 2022, dengan pasar kehilangan US$ 2 triliun pada periode itu.

Namun, dua kejadian besar itu, tidak berubah inti dari teknologi blockchain, yang saat ini sedang diuji oleh lembaga keuangan di seluruh dunia.

Adopsi Kripto dan Blockchain

ilustrasi membeli bitcoin
Ilustrasi Bitcoin.

Baca juga: Nilai Bonk Token Meroket, Kuatkan Ekosistem Solana dan Harga SOL

WEF membandingkan adopsi teknologi kriptografi dan blockchain dengan penerapan keamanan siber dan transformasi digital. “Pelukan teknologi kripto juga tak terhindarkan, bahkan jika istilah itu terasa seperti kata yang buruk,” kata organisasi itu.

Organisasi tersebut mengakui bahwa industri kripto tidak bebas risiko, mirip dengan sektor lain yang melibatkan uang. Namun, perlu dicatat bahwa sifat transparan kripto memberikan sedikit tempat bagi aktor jahat untuk bersembunyi.

“Sementara teknologi yang mendasari kriptografi dan blockchain dapat digeneralisasikan untuk semua industri dan kegiatan koordinasi (secara kolektif blok bangunan Web3), eksperimen pada inti layanan keuangan, di antara sektor lainnya, terus berlanjut,” tulis Disparte.

Mirip Internet

Ilustrasi blockchain.
Ilustrasi blockchain.

Baca juga: Bappebti dan Aspakrindo Sinergi Pengembangan Perdagangan Kripto

Disparte memanfaatkan perumpamaan yang umum digunakan, membandingkan kripto dengan teknologi lainnya seperti internet dan email, yang juga telah digunakan untuk tujuan ilegal dan kriminal oleh pelaku jahat. Menempatkan bobot tindakan jahat pada orang yang menggunakan alat, dan bukan teknologi itu sendiri, adalah kunci dalam periode ini untuk kripto.

Untuk WEF, tindakan terbaik untuk melanggengkan kripto dan blockchain adalah dengan “menjaring efek berbahaya mereka dengan menempatkan teknologi di tangan aktor yang bertanggung jawab dan mendorong penggunaannya secara bertanggung jawab.”

WEF telah menjadi organisasi aktif dalam hal kripto, meluncurkan Crypto Sustainability Coalition pada bulan September tahun lalu, dengan tujuan menggunakan teknologi Web3 untuk melawan perubahan iklim.



Sumber : news.tokocrypto.com

Youtuber Ini Dicekal Selamanya, Bitcoin Jadi Jawaban

Seorang pemilik bisnis fotografi memposting sebuah video di YouTube channel-nya mengakatan bahwa layanan pengiriman uang, Western Union mecekal dirinya untuk selama-lamanya sebagai akibat dari transaksi yang dilakukannya di wilayah Afrika Tengah. Bitcoin hadir sebagai jawaban tersebut.

Pencekalan Datang Tanpa Penjelasan

Dalam videonya, Ben Taylor atau yang biasa disebut Pleasant Green membahas pendirian bisnis fotografi pribadinya di Afrika yang juga mencakup karya yang hasil dari penjualannya akan disumbangkan.

Dia menegaskan bahwa selama lebih dari tiga tahun, dia telah menggunakan Western Union dalam mengirim uang ke Liberia dan selama itu pula tidak terjadi masalah apapun. Namun, setelah mencoba mengirimkan dana ke tempat lain di benua tersebut, perusahaan pengiriman uang pertama itu malah memblokir uang yang dikirimkannya dan kemudian memberitahu bahwa Taylor dilarang bertransaksi untuk selamanya.

Taylor mencatat bahwa dia berusaha keras untuk membuktikan kepada Western Union bahwa dia bukanlah penipu dan tidak terlibat dengan penipuan apapun. Sebaliknya, Taylor tidak diberi penjelasan mengapa dirinya tidak dapat lagi menggunakan layanan pengiriman uang tersebut.

Baca Juga: 4 Alasan Dibalik Kepopuleran Bitcoin di Afrika Selatan

Pernyataan Taylor dalam Videonya

“Saya tidak ingin membuat video ini, tetapi saya harus memberikan penjelasan kepada orang-orang sekitar saya yang akan mulai mempertannyakan mengapa bisnis kami mengalami penurunan omset dan mengapa saya tidak bisa lagi mempekerjakan mereka, atau membantu mereka. Jadi sekarang saya akan mulai beralih ke hal-hal seperti Bitcoin dan uang seluler untuk menjaga agar semuanya tetap berjalan.”

Dalam video lainnya yang diunggah dua minggu lalu, Taylor membahas awal kasus tersebut yang melibatkan usahanya untuk mengirimkan uang kepada seorang perempuan Afrika yang menerbitkan buku dalam acara penggalan dana bagi yang membutuhkan operasi darurat.

Dalam video ini, ia memutar transkrip percakapan yang tidak mengarah ke penjelasan mengapa pelayanan transfer uang untuk dirinya diblokir. Dia juga menjabarkan peristiwa kedua, kali ini melibatkan MoneyGram, yang sama-sama membuat frustasi.

Bitcoin adalah Jawaban

Biaya tinggi dan praktik bisnis yang rumit memang sudah melekat menjadi ciri khas layanan transfer uang. Warga negara terbelakang adalah yang paling terbebani oleh masalah ini. Mereka adalah orang-orang yang paling serong mengandalkan perusahan-perusahaan ini dalam jasa keuangan. Alasan inilah yang menjadi sebab cryptocurrency seperti Bitcoin berkembang pesat di wilayah ini.

Arsitektur Blockchain memungkinkan Bitcoin untuk dikirim dengan cepat, dan tanpa proses yang sangat lama seperti yang diperlukan perusahan pengiriman uang. Arsitektur Bitcoin yang terdesentralisasi membuat Bitcoin lebih terbuka kepada siapapun penggunanya, dan transaksi tidak dapat diblokir atau diputar-balikkan. Yang paling penting, Bitcoin dapat dikirim dengan biaya yang jauh lebih sedikit dari sistem-sistem lama.

Menginagt keunggulan tersebut, hanya masalah waktu sebelum aset blockchain seperti Bitcoin digunakan secara massal.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

5 Fakta Menarik Bitcoin di Tengah Pandemi Covid-19

Tiga minggu yang lalu, ketika pasar komoditas global jatuh, harga Bitcoin pun ikut anjlok hingga lebih dari 40% selama beberapa hari perdagangan. Dalam menghadapi penurunan itu, banyak orang yang mencemooh raja aset kripto tersebut karena ketidakmampuannya untuk mempertahankan nilai dalam krisis seperti pandemi Covid-19.  Meski begitu Bitcoin pada kenyataanya tetap lebih baik dan dinilai sebagai safe haven bila dibandingkan dengan saham dan emas.

Berikut ini 5 fakta menarik dari Bitcoin dan apa yang membuatnya lebih baik dari aset lain saat krisis melanda.

Tetap Tumbuh di Tengah Penurunan Nilai Investasi Secara Global

Fakta menarik pertama adalah para investor yang menempatkan uangnya di Bitcoin memang harus sabar untuk menghadapi kenyataan bahwa saat ini sedang mengalami penurunan. Namun Meskipun begitu, para Investor Bitcoin tidak perlu merasa panik berlebihan dan secara gegabah melepas seluruh asetnya.

Di sisi lain, kondisi krisis seperti sekarang ini justru muncul demand baru yang cukup besar yang mendorong harga kripto naik karena harganya menjadi murah dan masyarakat membutuhkan media investasi yang lebih aman dan tidak terpengaruh efek ekonomi global sehingga aset kripto menjadi salah satu pilihannya.

Jika dilihat pergerakan harganya dari Rp 96 juta pada 2 Januari 2020, bitcoin justru sempat naik lebih dari 40 persen hingga Rp 141 juta pada 14 Februari 2020. Sedangkan IHSG bergerak bearish dari awal tahun dan posisinya saat ini bahkan kembali ke level di tahun 2016.

Apabila dibandingkan, pergerakan emas sejak awal tahun hingga saat ini telah mengalami kenaikan 26% sementara IHSG justru mengalami koreksi sebesar 23.6%, disisi lain Bitcoin justru mengungguli dengan kenaikan lebih dari 30% di tengah krisis ini.

Semakin Banyak Dilirik Perusahaan untuk Diimplementasikan

Sebuah survei yang diterbitkan pada tanggal 31 Maret mengungkapkan bahwa eksekutif perdagangan senior percaya bahwa perusahaan besar dalam bisnis akan tertarik untuk mengambil keuntungan dari anjloknya Aset Kripto baru-baru ini.

Menurut laporan Adoption of Digital Asset Trading yang diterbitkan oleh platform intelijen manajemen Acuiti, adopsi aset digital yang lebih besar di antara penyedia layanan sisi penjualan (26%) dibandingkan perusahaan perdagangan tradisional (17%). Namun, itu menjelaskan bahwa tingkat adopsi terbatas pada CME atau Bakkt.

Semua perusahaan perdagangan Kripto yang dipelajari dalam laporan tersebut menyadari bahwa ada minat yang meningkat terhadap derivatif Bitcoin. Sekitar 57%dari perusahaan trading tradisional telah memperdagangkan Bitcoin, sementara 29% memperdagangkan derivatif Ethereum (ETH).

Meskipun survei masih percaya bahwa tingkat adopsi tetap rendah, masa depan terlihat cerah dalam hal adopsi. 97% dari perusahaan perdagangan tradisional mempertimbangkan untuk memperdagangkan aset digital dalam dua tahun ke depan.

Imun Terhadap Isu Ekonomi

Fakta menarik selanjutnya adalah kondisi aset kripto ini berbeda dengan produk investasi lain, seperti saham dan reksa dana yang dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintah saat virus corona.

Hal itu dikarenakan bitcoin dan aset kripto lain tidak dipengaruhi oleh pelemahan ekonomi dan kebijakan pemerintahan. Penentuan harga bitcoin dan aset kripto lainnya terbentuk karena adanya supply dan demand. Jadi, disaat krisis, tidak memberikan dampak langsung kepada penurunan harga bitcoin.

Penyebab turunnya harga hanya karena aksi jual dari sekelompok orang yang membutuhkan uang tunai untuk berbelanja dan menyelamatkan usaha mereka karena Pandemi ini. Beda dengan saham, reksa dana dan lain-lain yang terpengaruh langsung dengan krisis global dan kebijakan pemerintah.

Semakin Banyak Diakui Dunia

Semakin banyak Negara di Dunia yang menyetujui dan melegalkan Aset Kripto, bahkan yang terbaru adalah negara Jiran Malaysia yang melegalkan Aset Kripto di tengah krisis pandemi Covid-19 ini berlangsung. Hal ini tentu membawa dampak positif terhadap komunitas Aset Kripto dan diyakini akan semakin meluas dan diakui eksistensinya sebagai mata uang global di masa depan.

Bitcoin Halving Day

Bitcoin akan mengalami halving dalam waktu dekat ini, dimana ketika halving itu terjadi, maka akan ada kenaikan harga yang cukup signifikan seperti pada halving yang sudah terjadi sebelumnya. Bitcoin halving day adalah reward atau imbalan yang diberikan kepada penambang (miner) pada setiap blok Bitcoin untuk mengontrol pasokan Aset Kripto di pasar.

Sehingga halving day akan meningkatkan harga bitcoin dalam beberapa tahun ke depan. Kesempatan ini tentunya bisa dijadikan momen untuk berinvestasi Bitcoin, apalagi di tengah kondisi pandemi Covid-19 yang menimbulkan ketidakpastian secara ekonomi global.

Melihat fakta ini menunjukan jika pandemi Covid-19 telah memberi dampak besar terhadap segala aspek kehidupan kita, termasuk dari sisi keuangan.

“Di tengah pandemi Covid-19 yang diperkirakan masih akan berlangsung hingga beberapa bulan kedepan, tentu menjadi penting untuk memilih instrumen investasi secara bijak, dan tetap memperhatikan aspek diversifikasi. Bitcoin terbukti dapat bertahan di tengah kepungan pandemi dan isu keuangan global yang ada, bahkan terus menunjukkan sentimen penguatan,” ujar Pang Xue Kai, CEO Tokocrypto

Baca juga: Cara Daftar di Tokocrypto

Didukung fakta-fakta tersebut, saat ini dapat menjadi awal bagi mereka yang belum mengenal Bitcoin untuk mulai mempelajarinya serta dapat menjadi waktu yang tepat untuk menambah portofolio bagi mereka yang sudah mulai melakukan transaksi bitcoin.

Terlebih, perdagangan Bitcoin serta aset kripto lainnya di Indonesia, sudah diperbolehkan dan telah diatur dalam peraturan BAPPEBTI.



Sumber : news.tokocrypto.com