Category Archives: Tokocrypto

Mengenal Emurgo Tracebilty Solution dan Rencananya untuk Memajukan Blockchain Indonesia

Emurgo salah satu perusahaan blockchain asal Jepang meluncurkan “ Emurgo Tracebility Solution ” yang akan memberikan solusi mengenai rantai pasokan (supply chain) dengan modern dan bernilai tambah bagi berbagai kepentingan rantai pasokan dan tentunya konsumen.

Perusahaan yang sebelumnya juga sukses dengan blockchain Cardanonya ini pun menyediakan layanannya di Indonesia dengan bekerja sama dengan sektor usaha kopi.

Baca Juga: Emurgo Gabungkan Blockchain dan Rantai Suplai

Mengapa Emurgo ingin bekerja sama dengan usaha kopi, apa kelebihan blockchain ini dibanding kompetitor lainnya, hingga pendapat Emurgo soal blockchain di Indonesia dan bagaimana perusahaan ini bisa membantu blockchain dalam negeri untuk terus berkembang.

Simak perbincangan eksklusif Tim Coinvestasi dengan Shunsuke Murasaki, CEO of Emurgo Indonesia di artikel berikut ini.


Di antara semua sektor usaha di Indonesia, Emurgo memutuskan bekerja sama dengan Blue Korintji Coffee, sebuah perusahaan kopi komersial. Apa dan mengapa memilih sektor ini terlebih dahulu?

Sebelumnya kami telah memerhatikan pasar kopi di Indonesia, itu merupakan pasar di mana pasar domestik dan internasionalnya memiliki volume perdagangan yang baik. Kami percaya bahwa sangat masuk akal jika sektor  atau usaha kopi di Indonesia memiliki platform untuk menginformasikan rantai pasokan kopi dari awal hingga akhir.

Salah satu usaha yang kami pilih adalah Blue Koerintji Coffee, dengan menggunakan Emurgo Tracebility Solution pelanggan di coffe shop tersebut bisa memperolah informasi dari mana kopi mereka berasal dengan hanya menggunakan QR code. Ini merupakan sebuah pengaplikasian yang menarik bagi industri kopi. Ke depannya tentu kami juga akan mencoba sektor lain.

Ingin mencoba sektor lain, kira-kira sektor apa yang ingin dieksplor oleh Emurgo ke depannya?

Kami sangat tertarik untuk memperluas solusi dari blockchain yang kami hadirkan ke bidang keuangan. Dalam waktu tiga tahun Emurgo Tracebility Solution ingin membantu berbagai pihak dan kepentingan di manapun untuk memberikan pelacakan rantai pasokan untuk mengakses modal yang relevan bagi bisnis yang ingin dijalankan.

Emurgo percaya jika teknologi blockchain dapat mengatasi masalah keuangan di dunia bisnis. Oleh karena itu, kami ingin bekerja sama dengan banyak perusahaan serta membangun jaringan mitra yang bisa masuk ke dalam entitas blockchain dan memanfaatkan teknologi ini.

Sekarang ini sudah banyak perusahaan blockchain, apa yang membuat Emurgo Tracebility Solution ini berbeda dibanding kompetitor yang ada?

Memang sudah banyak perusahaan blockchain yang ada, karena itu kami bisa mengbservasi lebih jauh dan memiliki pendekatan yang berbeda dengan kompetitor yang ada.

Emurgo lebih focus pada UKM dan brief yang mampu memberikan informasi dari hulu ke hilir untuk memberdayakan petani dan memberika aturan yang adil baik itu soal reputasi atau lainnya. Selain itu,  Emurgo Tracebility Solution ini telah dirancang dengan fleksibel dan dapat mengakomodasi segala proses bisnis di industri apapun. Pengoperasinnya juga sederhana dan mudah digunakan.

Pertanyaan selanjutnya, menurut Emurgo apa poin penting yang bisa di improve oleh Indonesia agar teknologi Blockchain di Indonesia bisa berkembang?

Kami rasa yang bisa dikembangkan adalah soal pendidikannya. Kami percaya jika lebih banyak orang perlu mengetahui teknologi ini secara lebih luas di pemerintahan, bank dan sektor swasta.

Emurgo juga ingin fokus ke edukasi soal blockchain, kami saat ini bekerja dengan universitas lokasi untuk membina mahasiswa sehingga mereka bisa bekerja sebagai intern di perusahaan blockchain. Kami mencari mitra baik dari universitas atau perusahaan yang membutuhkan peserta magang.

Saat ini kami masih memtusukan universitas mana lagi yang akan diajak kerja sama, kemungkinan kami akan memulainya pada semester baru karena saat ini situasi terkendala oleh Covid-19. Tapi sejauh ini kami sudah pernah menyelenggarakan workshop di Universitas Atmajaya, dan Telkom University.

Untuk mengetahui soal edukasi yang telah dilakukan oleh Emurgo, Anda dapat mengkasesnya di sini ya!

Seputar Cardano dan ADA

Pertanyaan di bawah ini akan mengulas seputar Cardano dan Mata Uang yang bekerja di blockchain tersebut yakni ADA.

Setelah membahsa Emurgo, kini kita beralih ke pembahasan soal Cardano dalam menghadapi krisis dan bagaimana ADA bisa terdampak atau tidak dengan peristiwa Bitcoin Halving yang diprediksi akan berlangsung di pekan ke dua bulai Mei.

Saat ini pandemik sedang berlangsung, bagaimana Emurgo dan Cardano (ADA) melalui ini?

Sejauh ini Emurgo Indonesia berjalan, kami masih memiliki banyak pertemuan dengan para pemangku kepentingan, kami melakukannya secara online. Kami juga berencana untuk mengubah model pendidikan secara online agar bisa beradaptasi dengan kondisi saat ini

Melihat Bitcoin Halving sebentar lagi, menurut Murasaki apakah ini bisa berdampak kepada ADA?

Saya tahu kalau momen Bitcoin Halving sangat dinantikan oleh Bitcoiners, tapi saya kira Cardano tidak akan terpengaruh banyak karena Cardano sendiri adalah proyek yang didasarkan serangkaian penelitian ilmiah yang berat dan dengan cepat telah membentuk ribuan stakepools dalam transisi ke desentralisasi. Komunitas Cardano juga solid sehingga mereka akan paham jika proyek yang kuat semacam ini tentu membutuhkan waktu untuk terus berkembang.

Bagaimana level adopsi Ada di Indonesia, dan apa rencana ke depan untuk meningkatkannya?

Kami merasa jika Emurgo Indonesia telah mampu membangun kesadaran tentang Cardano (ADA) di Indonesia, tetapi kami mengharapkan peningkatan eksponensial dari adopsi di tahun 2020 ini, ketika era Goguen yang merupakan smart contract yang datang di blockchain Cardano.

Informasi selengkapnya soal Emurgo dapat Anda temukan di sini



Sumber : news.tokocrypto.com

CEO Visa: Stablecoin dan CBDC Punya Peran Penting dalam Pembayaran

Perusahaan layanan pembayaran, Visa mulai mengerjakan proyek interoperabilitas blockchain untuk mendukung central bank digital currencies (CBDC) dan pengadopsian stablecoin. Mereka yakin CBDC dan stablecoin akan memiliki peran penting dalam layanan pembayaran di masa depan.

CEO Visa, Al Kelly, tetap yakin bahwa solusi teknologi blockchain dapat diintegrasikan ke dalam layanan dan penawarannya untuk menggerakkan pembayaran generasi berikutnya. Kelly secara singkat membagikan rencana perusahaan untuk CBDC dan stablecoin dalam adopsi di industri pembayaran digital.

“Ini masih sangat awal, tetapi kami terus percaya bahwa stablecoin dan mata uang digital bank sentral memiliki potensi untuk memainkan peran yang berarti dalam ruang pembayaran, dan kami memiliki sejumlah inisiatif yang sedang berjalan,” kata Kelly dikutip Cointelegraph.

Investasi Visa

Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.
Huobi dan Visa kolaborasi rilis kartu debit kripto buat belanja.

Baca juga: Stablecoin Berbasis Cardano Siap Rilis, Harga ADA Bakal Naik?

Selama bertahun-tahun, Visa telah mengerjakan sejumlah inisiatif terkait blockchain dan kripto.

“Kami memiliki jumlah investasi yang tidak material dalam dana dan perusahaan kripto saat kami berusaha untuk berinvestasi dalam ekosistem pembayaran,” jelas CEO yang akan mundur dari Visa pada Februari mendatang.

Kelly juga mengonfirmasi bahwa neraca Visa tidak terpengaruh oleh beberapa “kegagalan profil tinggi” yang mengguncang dunia aset kripto pada tahun 2022 lalu.

“Kami tidak mengalami kerugian kredit terkait kegagalan ini […] Dalam segala hal yang kami lakukan, ketahuilah bahwa kami sangat fokus untuk menjaga integritas sistem pembayaran Visa dan sistem pembayaran secara keseluruhan dan tentu saja, reputasi merek kami berdiri untuk kepercayaan,” jelasnya.

Fokus Blockchain dan kripto

Ilustrasi aset kripto.
Ilustrasi aset kripto.

Baca juga: Sambut Imlek, Tokocrypto Gelar Kompetisi Trading Hadiah Rp 200 Juta

Tim riset Visa sendiri mulai mengerjakan proyek interoperabilitas blockchain pada September 2021 bernama inisiatif Universal Payment Channel (UPC). Proyek ini dirancang untuk membangun jaringan untuk CBDC dan stablecoin pribadi untuk melewati berbagai saluran pembayaran.

Namun, Visa belum memberikan pembaruan tentang UPC selama lebih dari 12 bulan.

Baru-baru ini, pada 20 Desember 2022, Visa mengumumkan sedang menyusun rencana untuk memungkinkan pembayaran tagihan otomatis dari dompet bertenaga Ethereum milik pengguna.

Visa juga telah meluncurkan beberapa kartu debit aset kripto “tanpa biaya” akhir-akhir ini termasuk perjanjian yang sekarang dihentikan dengan FTX dan kemitraan dengan Blockchain.com pada 26 Oktober, yang masih berlaku.



Sumber : news.tokocrypto.com

Jelang Halving, Bitcoin Terkonsolidasi, Menuju US$10 Ribu?

Rabu (15 April 2020) pagi, Bitcoin berfluktuasi di sekitar US$7 ribu. Dari sudut pandang teknikal, Bitcoin terkonsolidasi antara US$6.600-7.200. Petang ini, Bitcoin terpantau di US$6.883, turun tipis dalam 3 jam terakhir.

“Saya melihat pola itu sama seperti Desember 2019, ketika Bitcoin terkonsolidasi antara US$6.600-7.400, lalu naik menjadi US$10 ribu dalam dua setengah bulan,” kata Nemo Qin, Analis Senior eToro dalam keterangannya pagi ini kepada Blockchainmedia.id.

Qin menegaskan, dalam jangka pendek Bitcoin bisa bergerak sideways dan mungkin menguji US$7 ribu lagi setelah turun.

Qin juga mempertimbangkan sentimen positif terkait pencarian Bitcoin Halving di Google.

“Kenaikan minat terhadap Bitcoin Halving tercermin dari data di Google Trends. Grafiknya melonjak mencapai titik tertinggi sepanjang masa. Tampaknya investor sangat memusatkan perhatian pada momen istimewa itu. Mereka penasaran apa yang akan terjadi terhadap harga Bitcoin sebelum dan setelah Halving,” kata Qin.

Halving pada Mei nanti adalah Halving Ketiga setelah dua Halving sebelumnya pada 28 November 2012 dan 10 Juli 2016. Pada Halving Pertama imbalan kepada para penambang berkurang dari 50 BTC menjadi 25 BTC per block.

Sedangkan pada Halving Kedua berkurang lagi dari 25 BTC menjadi 12,5 BTC. Pada Halving Ketiga nanti, imbalan berkurang dari 12,5 BTC menjadi 6,25 BTC.

“Mengingat batas pasokan maksimum Bitcoin adalah 21 juta BTC, maka Halving bisa sebagai faktor berkurangnya likuiditas pasar. Inilah selanjutnya dapat mendorong harga naik jika permintaan tetap pada tingkat yang sama,” tegasnya. [red]



Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Token Kripto Threshold (T) Melonjak 120% Seminggu

Token kripto Threshold (T) terlihat memuncaki daftar aset kripto yang memiliki performa yang baik dalam seminggu terakhir. Dari pantauan situs CoinMarketCap, lonjakan harga T bisa mencapai 132%.

Menurut data dari CoinMarketCap, Threshold sedang mencapai kecepatan pertumbuhan yang tinggi. Pada Rabu (25/1) pukul 08.00 WIB, harga T saat ini berada di US$ 0,05222 atau naik 23,25% selama 24 jam terakhir dan 121,80% dalam seminggu.

Tren pertumbuhan Threshold yang bullish besar-besaran ini didasari olehpengumuman yang sangat menjanjikan yang dibagikan oleh protokol jaringannya.

Merge Protokol

Baca juga: Harga Kripto Fantom (FTM) Melonjak 20% Seminggu, Apa Penyebabnya?

Dilaporkan U Today, Kebangkitan kembali Threshold berasal dari tweet baru-baru ini yang dibagikan oleh Coinbase Assets yang menyoroti potensi penggabungan protokol NyCypher (NU) dan Keep Network (KEEP) untuk membentuk protokol Threshold.

Sementara itu, merger sendiri telah dimulai pada tahun 2021, Coinbase mengatakan akan menonaktifkan dukungan untuk NU dan KEEP, sambil menerima setoran untuk T.

Dengan deposit Coinbase yang akan dibuka pada 25 Januari nanti, pemegang token T secara khusus melakukan akumulasi untuk memanfaatkan potensi lonjakan harga yang mungkin tercatat pada token saat perdagangan dibuka di Coinbase.

Pre-listing pertumbuhan harga seperti itu di bursa utama seperti Coinbase bukanlah kejadian baru, dan sebagai token kripto yang sangat fluktuatif dan relatif rendah, pergerakan harga besar-besaran agak tak terhindarkan untuk T.

Apakah T Naik Turun?

Ilustrasi aset kripto Threshold (T). Sumber: Freepik.
Ilustrasi aset kripto Threshold (T). Sumber: Freepik.

Baca juga: 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

Dengan tingkat pertumbuhan token T saat ini, kemungkinan besar akan ada periode pendinginan yang signifikan setelah listing Coinbase. Terlepas dari pertumbuhan ini, jalan T masih panjang sebelum dapat menguji ulang harga tertinggi sepanjang masa (ATH) sebesar US$ 0,2245 yang dicapai sekitar setahun yang lalu.

Terlepas dari aksi harga saat ini, daftar Threshold Coinbase adalah bukti bahwa platform perdagangan Amerika mendukung ideologi inti dari NyCypher dan Keep Network yang mendasarinya.

Mengikuti The Merger, Threshold mempertahankan relevansinya sebagai jaringan yang menyediakan dan memelihara rangkaian kriptografis yang tradisional untuk beberapa dApps. Ekosistem protokol berkembang, dan daftar Coinbase akan menempatkannya di peta altcoin teratas yang harus diperhatikan.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Pencarian Bitcoin Halving di Google Meningkat Signifikan

Data dari Google Trends pada 14 April lalu menunjukkan kenaikan minat sebanyak 16% tahun ini ada pada peristiwa Halving tersebut. Hal ini lebih tinggi dari yang terjadi di tahun 2016 silam, ketika peristiwa ini terjadi.

Pada rincian data secara geografis dan fokus pada 30 hari terakhir, lima negara teratas yang menunjukkan minat paling besar ada di wilayah Luxembourg, Latvia, Estonia, Swiss, dan Lithuania.

Pencarian yang lebih sempit terkait “Bitcoin Halving 2020”, mengungkapkan distribusi geografis yang sangat berbeda. Nigeria menduduki puncak grafik dengan pencarian tersebut. Jumlah ini diikuti oleh Venezuela, Austria, Portugal, dan Czechia.

Siapa dan Mengapa Mereka Peduli pada Bitcoin Halving ini?

Halving ini adalah peristiwa pengurangan 50% pra-kode secara berkala dari penambangan bitcoin untuk setiap blok di blockchain dari cryptocurrency yang diberikan. Peristiwa ini juga diawasi dengan ketat oleh komunitas crypto karena pengaruhnya terhadap harga mata uang cryptocurrency dan juga dampaknya pada miners.

Halving di tahun 2020 akan menjadi yang ketiga dari peristiwa Halving Bitcoin ini dan akan mengurangi tingkat penerbitan Bitcoin menjadi 6,5 BTC untuk setiap 10 menit penambangan.

Baca juga : Apa itu Bitcoin Halving?

Jauh sebelum peristiwa ini, co-Founder DeFi Toronto, Victor Li telah mengamati peristiwa Halving yang akan terjadi di bulan Mei tahun ini dan akan berpotensi mengurangi tingkat inflasi Bitcoin menjadi 1,8%. Dirinya mengklaim hal ini “mirip dengan emas (emas baru pada rasio mined-to-inventory)”.

Pada akhir 2019 lalu, data Google Trends mengindikasikan peningkatan secara signifikan terhadap pencarian Bitcoin Halving ini di seluruh dunia sepanjang tahun tersebut.

Walaupun dengan adanya pandemi Covid-19 yang menjadi pusat perhatian dunia, minat terhadap peristiwa Halving di industri ini tetap akan berpotensi memiliki dampak bullish pada harga Bitcoin nanti. Klaim ini didasari pada pengetahuan akan hanya ada sedikit Bitcoin “baru” yang diterbitkan, sehingga tingkat pasokan akan berkurang.

Hal ini juga disertai dengan kekhawatiran akan muncul “miner kapitulasi” dan “merugikan” pelaku pasar yang lebih kecil dalam bisnis ini, karena tekanan dari pengurangan rewards itu sendiri. Meskipun hal ini juga bergantung pada kinerja koin pasca-halving ini di spot market.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Reli Bitcoin Untungkan Investor Kripto yang Baru Masuk

Reli harga aset kripto Bitcoin (BTC) dalam seminggu terakhir ini rupanya telah menciptakan keuntungan untuk investor baru. Aset kripto terbesar berdasarkan nilai pasar itu baru-baru ini diperdagangkan pada level US$ 23.000, jadi titik tertinggi sejak FTX bangkrut pada November lalu.

Menurut firma analitik Glassnode, persentase investor atau pemegang BTC yang baru masuk telah mendapat untung dengan peningkatan mencapai 97,5%, level tertinggi sejak November. Bitcoin juga menguntungkan bagi pemegang BTC untuk jangka panjang.

Glassnode membagi kategori investor jangka pendek dan panjang dengan lama waktu memegang Bitcoin sebagai aset mereka. Kategori investor jangka pendek adalah bagi mereka yang memegang BTC kurang dari 155 hari. Sedangkan, investor jangka panjang adalah mereka yang memegang BTC lebih dari 155 hari.

Koreksi Harga

Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.
Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.

Baca juga: Sambut Imlek, Tokocrypto Gelar Kompetisi Trading Hadiah Rp 200 Juta

Saat ini pada Rabu (25/1) pukul 09.00 WIB, kisaran perdagangan Bitcoin dan Ethereum mulai menyempit karena dua aset kripto terbesar berdasarkan kapitalisasi pasar berupaya membangun area dukungan baru. Menyusul kenaikan 8% dan 5% minggu lalu, pergerakan harga BTC dan ETH belum melebihi satu poin persentase selama empat hari terakhir.

BTC naik 0,4% pada hari Sabtu (20/1), sedikit menurun pada hari Minggu (21/1) dan naik tipis masing-masing 1% dan 0,09%, selama dua hari pertama minggu ini. Eter telah melakukan perjalanan serupa selama periode yang sama.

Grafik Bitcoin menyiratkan level dukungan baru yang terbentuk di dekat US$ 22.900. Alat volume profile visible range (VPVR), menunjukkan peningkatan tingkat aktivitas dan kesepakatan harga pada tanda ini. Seringkali ini disebut node volume tinggi, dan dapat menunjukkan di mana pasar melihat aset dengan harga wajar, setidaknya untuk saat ini.

Investor Bitcoin

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Market Kripto Kembali Reli Panjang, Adakah Risiko Bull Trap?

Dari rasio MVRV (Market Value by Realised Value) pemegang Bitcoin jangka panjang (nilai pasar terhadap nilai yang direalisasikan) telah meningkat di atas 1,0 untuk pertama kalinya dalam enam bulan, menunjukkan bahwa basis biaya untuk pemegang jangka panjang sekarang di bawah harga spot BTC.

Dikutip Coindesk, jelas saat ini investor mengambil posisi long (membeli dan memiliki aset yang diperkirakan akan meningkat dari waktu ke waktu) di BTC dengan biaya lebih rendah setelah penurunan harga BTC yang berkepanjangan mendorong tren ini.

Tetapi dengan lebih dari 97,5% dari pasokan jangka pendek yang sekarang untung, akankah investor BTC baru menguangkan di harga yang lebih tinggi atau mempertahankan posisi mereka, pada akhirnya menjadi pemegang jangka panjang sendiri? Dan apa pentingnya kedua gerakan itu?

Bukti dari Januari 2018, April 2021, dan November 2021 menunjukkan bahwa peningkatan penawaran laba jangka pendek di atas 97,5% mendahului penurunan harga yang tajam. Apakah pasar sekarang menuju ke arah itu?

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Bitcoin Turun? Ini Caranya Agar Tetap Cuan

Beraneka cara untuk mendulang cuan Bitcoin. Cara termudah lazimnya adalah trading di spot market biasa, hodl, berburu airdrop, jadi cryptocurrency influencerdan lain sebagainya. Tapi ada cara yang paling greget, yaitu margin trading. Kendati harga Bitcoin turun, Anda bisa tetap cuan.

OLEH: Muhammad Kurnia Bijaksana
Professional Trader Aset Kripto di SnapEx
dan Pendiri The Crypto Legend Indonesia

Kenapa saya sebutkan paling greget? Karena potensi profit-nya besar dan cepat. Tapi, potensi kehilangan uangnya juga besar dan tak kalah cepat. Jadi, jika Anda ingin melakukan margin trading, Anda harus lebih ekstra hati-hati dibandingkan trading di spot market yang biasa.

Bayangkan, ketika Anda membeli Bitcoin pastilah mengharapkan harganya naik. Tapi ternyata harganya malah turun besar. Anda pun merasa menyesal, lantas menjual rugi Bitcoin.

Atau ada saat di mana harga Bitcoin cenderung stagnan selama berhari-hari. Lazimnya dalam situasi seperti itu, Anda akan bosan, lalu menjual semua cadangan Bitcoin, walaupun belum untung seberapa.

Nah, menggunakan metode margin trading, Anda bisa memaksimalkan pergerakan harga Bitcoin. Jadi, walaupun harga hanya naik sebesar 1 persen, Anda masih bisa mendapatkan keuntungan puluhan persen. Dan lagi, kita bisa tetap bisa meraih profit kendati harga Bitcoin sedang turun. Kok bisa?

Pada dasarnya margin trading adalah metode untuk melakukan trading (jual-beli) menggunakan “pinjaman” uang untuk melakukan trade. Pinjaman itu disebut leverage. Pinjaman itu disediakan oleh beberapa bursa aset kripto, tempat tradingdilakukan. SnapEx misalnya, menawarkan metode margin trading yang mudah.

Contoh sederhanya seperti ini. Saat ini misalnya, harga Bitcoin Rp100 juta per BTC. Tapi Anda hanya punya uang Rp10 juta. Dengan uang sekecil itu, maka Anda hanya bisa membeli 0,1 BTC.

Nah, dengan margin trading, Anda bisa meminjam uang Rp90 juta agar Anda “seolah-olah” mempunyai Rp100 juta agar bisa membeli 1 BTC. Asyik, kan?

Karena Anda meminjam, maka dana itu harus dikembalikan kepada bursa aset kripto, tidak peduli kondisinya, apakah Anda nanti rugi ataupun untung.

Misalnya harga Bitcoin naik menjadi Rp110 juta. Kalau Anda menjual 1 BTC tadi, maka diperolehlah dana Rp110 juta. Uang Rp90 juta (pinjaman) Anda kembalikan ke pihak bursa dan Anda meraih untung Rp10 juta. Dalam hal ini, berkat pinjaman itulah, dengan modal hanya Rp10 juta, Anda dapat untung Rp10 juta, atau 100 persen.

Sebaliknya, jika harga Bitcoin turun menjadi Rp95 juta, Anda tetap harus mengembalikan Rp90 juta itu. Jadi, Anda jual Bitcoin-nya seharga Rp95 juta, dan mengembalikan Rp90 juta ke pihak bursa, sehingga uang yang tersisa untuk Anda tinggal Rp5 juta. Dalam konteks itu, Anda kehilangan Rp5 juta, alias rugi 50 persen. Inilah resiko besar dalam margin trading.

Sederhananya lagi begini: Dalam margin trading, Anda melakukan jual-beli menggunakan uang dari pihak bursa aset kripto dan itu harus dikembalikan. Jaminannya adalah uang  (modal) Anda sendiri. Jika, harga Bitcoin turun sebesar modal, maka Anda kehilangan semua modal itu alias rugi 100 persen.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Kripto Fantom (FTM) Melonjak 20% Seminggu, Apa Penyebabnya?

Aset kripto Fantom (FTM) kini menarik perhatian para investor dan trader. Pasalnya, harga token FTM dilaporkan telah naik 20% setiap minggu. Apa penyebab kenaikan ini?

Penyebab utama melonjaknya harga kripto FTM adalah karena blockchain Fantom sedang menerima berita positif karena Squid SDK — yang memungkinkan pengembang untuk mengindeks, mengubah, dan menggunakan data blockchain secara gratis — akhirnya tiba di Fantom.

Squid SDK membantu pengguna mengambil, mengubah, dan menggunakan data Web3, dan telah diluncurkan di Fantom. Hal ini akan memungkinkan peserta di blockchain untuk mengindeks hingga 50.000 block per detik dan menerapkannya di mana saja menggunakan layanan yang di-hosting gratis.

Ilustrasi aset kripto Fantom (FTM).
Ilustrasi aset kripto Fantom (FTM).

Baca juga: Mendag: Sebagian Tugas Bappebti Soal Kripto Dialihkan ke OJK

Ecosystem Vault

Sementara itu, pada Jumat (20/1), blockchain Fantom juga memasukkan mekanisme Vault dalam ekosistem kriptonya. Ecosystem Vault ini dibuat untuk membiayai proyek yang dibangun di atas blockchain Fantom dengan menawarkan cara alternatif.

Mekanisme pembiayaan yang terdesentralisasi ini akan digunakan untuk mendanai proyek dan aplikasi yang dibangun di atas blockchain Fantom. Ini merupakan bagian dari evolusi berkelanjutan Fantom menuju desentralisasi, Ecosystem Vault merupakan dana on-chain yang didanai oleh 10% dari biaya transaksi di Fantom dan dikendalikan oleh komunitas dan mengurangi tingkat burn rate FTM.

Sejak awal tahun 2023, Fantom telah menyaksikan pencapaian penting. Pada awal Januari, proposal tata kelola Fantom, yang mendukung monetisasi gas, berhasil disahkan. Selain itu, pertukaran lintas rantai kini diaktifkan di Fantom melalui Pangolin DEX. Pengguna kini dapat melakukan pertukaran dari FTM ke AVAX dan kembali secara langsung melalui Bridge Swap di Pangolin DEX.

Ilustrasi aset kripto Fantom (FTM).
Ilustrasi aset kripto Fantom (FTM).

Baca juga: Bitcoin Terus Reli, Investor Kripto Tetap Bertahan Cari Untung

Harga FTM

Pada saat artikel ini ditulis pada Selasa (24/1), harga Fantom (FTM diperdagangkan di level US$ 0,417, per data CoinMarketCap. Token FTM naik 11,21% dalam 24 jam terakhir karena sebagian besar kenaikan hariannya telah berkurang.

Market cap Fantom telah meningkat menjadi sekitar US$ 1,1 miliar atau naik 11,27%. Peringkat FTM di situs CoinMarketCap adalah #47, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar US$ 1.152.859.397. FTM memiliki pasokan beredar 2.773.353.381 koin FTM dan maksimal pasokan 3.175.000.000 koin FTM.

Pastikan Anda hanya melakukan trading kripto di platform terpercaya, seperti Tokocrypto. Dengan berbagai fitur yang mumpuni serta ekosistem yang luas, trading kripto jadi lebih mudah. Anda juga bisa menyimak berbagai informasi terbaru mengenai kripto dengan mengunjungi website TokocryptoInstagramTwitter, serta  komunitas Tokocrypto!

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Mengapa Trader Berharap Level Kunci Fibonacci di $5.300?

Indikator Retracement Fibonacci menunjukkan $5.300 adalah level tren jangka pendek utama untuk Bitcoin. Hal ini mengingatkan pada kecenderungan BTC untuk retrest di level kunci Fibonacci dan mungkin mengindikasikan dominasi cryptocurrency akan mengalami penurunan.

Sejak 7 April lalu, harga Bitcoin telah turun dari $7.325 menjadi $6.600 lebih dari sepuluh persen. Lalu, kembali pulih ke $7.150, hal ini pun terjadi karena para trader mengantisipasi kenaikan kecil menjelang penutupan grafik candle mingguan BTC pada 12 April. Namun, dengan adanya penolakan tajam, BTC turun ke pertengahan $6.000 ketika candle mingguan baru dibuka.

Mengapa $5.300 Penting bagi Bitcoin Jangka Pendek?

Saat menggunakan indikator Retracement Fibonacci, analis teknis mempertimbangkan 23,6%, 38,2%, 61,8% dan 78,6% sebagai level kunci jangka pendek yang paling penting. Sebagai contoh, jika harga aset turun 23,6% itu akan membuatnya menjadi level Fibonacci 0,236.

Analis teknis biasanya melihat level Fibonacci 0,618 sebagai support penting untuk jangka pendek. Level ini juga sering disebut sebagai “Rasio Emas 0,618” dan digunakan dalam pengaplikasian rumus matematika lainnya seperti formasi galaksi dan arsitektur.

Menurut salah satu trader cryptocurrency yang dikenal sebagai Crypto Birb, ia membagikan berbagai bagan yang mengidentifikasi $5.300 sebagai level 0,618 untuk Bitcoin jangka pendek, BTC juga dapat retest lebih rendah di $5.000 sebelum akhirnya melihat perpanjangan rally lagi.

Data historis menunjukkan bahwa Bitcoin condong ke level Fibonacci utama beberapa kali dalam periode waktu yang singkat. Retracement seperti itu terjadi karena sebagai aset yang keberadaannya masih baru di pasaran, BTC sering mengalami gejolak volatilitas yang ekstrem.

Ketika Bitcoin mengalami kemunduran yang signifikan, seperti terlihat pada penurunan harga menjadi $3.600 pada 12 Maret lalu, Bitcoin cenderung merespons dengan pemulihan bentuk-V. Namun, ini sering membuat BTC rentan terhadap pullback besar, yang justru meningkatkan risiko retrest di area utama seperti level Fibonacci 0,618.

Baca juga: Apa itu Indikator dalam Trading?

Skenario Koreksi Jangka Pendek

Harga Bitcoin ditolak di harga $7.150 pada 13 April kemarin, dan analis memperkirakan dua skenario bermain untuk BTC dalam waktu dekat ini.

Harga BTC bisa naik ke kisaran $7.300 hingga $7.700, menolak apa yang disebut “titik distribusi” dan membuat jalan menuju tingkat dukungan yang lebih rendah.

Skenario kedua adalah skenario bullish, mengklaim $7.300 sebagai levelsupport, memperkuat pertahan di area tersebut, dan melihat rally di atas $7.900 pada minggu mendatang.

Peningkatan BTC baru-baru ini didukung juga dengan peningkatan volume, sementara rebound sebelumnya tidak memiliki volume yang cukup untuk mendorongnya maju ke tingkat resistensi yang kuat.

Dalam jangka menengah, trader tetap yakin $3.600 adalah titik terendah di tahun 2020. Harga dapat menguat dalam kisaran $4.000 hingga $5.000 tetapi dipercaya tidak akan kembali ke $3.000 lagi.

Trader cryptocurrency terkemuka yang dikenal sebagai Loma, menyatakan:

“Tidak yakin berapa banyak ‘jus’ yang tersisa di sini, tetapi area $7.700 ada di hadapan kita sekarang. Price Action semacam ini membuat saya cukup percaya diri, kita telah mencapai posisi terbawah untuk tahun ini.”

Entah Bitcoin akan masuk ke dalam fase akumulasi di bawah $5.000 dan menahan diri untuk kembali turun di pertengahan $4.000, hal itu tetap harus diamati.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Terus Reli, Investor Kripto Tetap Bertahan Cari Untung

Pergerakan kripto Bitcoin (BTC) terus reli kencang hingga menembus level US$ 23.000 pada hari Selasa (24/1) pagi. Secara keseluruhan market kripto terus menunjukan keperkasaannya sejak dua minggu lalu.

Tim riset Tokocrypto menjelaskan di awal pekan ke-4 Januari 2023 ini, harga Bitcoin lainnya masih tergolong bullish, bahkan capai level US$ 23.000, angka ini menjadikan harga tertinggi BTC sejak Agustus 2022.

“Walau ada sedikit mulai terlihat koreksi, tapi tidak signifikan. BTC masih berada di atas level psikologisnya dan momentum untuk bull run masih sangat besar,” tulis analisisnya.

Sentimen Positif

Ada beberapa penyebab harga aset kripto big cap melonjak dan kemungkinan akan bull run. Market tampaknya masih melanjutkan sentimen positif dari data inflasi Amerika Serikat yang turun.

Ilustrasi aset kripto
Ilustrasi aset kripto

Baca juga: 3 Prediksi Teratas Harga Bitcoin untuk Tahun 2023, Bakal Naik?

Hal tersebut tentunya menambah keyakinan investor kripto, bahwa The Fed dapat melakukan kenaikan suku bunga berukuran lebih kecil atau bersikap dovish sepanjang tahun 2023, karena tanda-tanda dari laporan CPI bahwa strategi The Fed telah berhasil menjinakan inflasi.

Disamping itu, indeks dolar AS (DXY) yang terpantau masih berkinerja buruk menjadi salah satu katalis kenaikan harga BTC pada hari Selasa (24/1) pukul 10.33 WIB berada di level 101.93 (-0,21%). Secara historis ketika DXY turun, sentimen untuk aset berisiko seperti Bitcoin meningkat. Pasar saham AS juga masih dalam situasi baik.

Kondisi Cukup Stabil

Kondisi makroekonomi yang cukup stabil menguntungkan market kripto. jika suku bunga AS mereda dan ekonomi tumbuh, Bitcoin dapat terus menguat. Semakin baik iklim makro, semakin baik untuk harga Bitcoin. Hal tersebut juga dapat membuat keseluruhan aset kripto mengalami penguatan harga lebih lanjut.

Arus Keluar Bitcoin Besar-besaran dalam 7 Hari dari Bursa, Sinyal Mega Bullish?
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin.

Baca juga: Bappebti: Bursa Kripto Indonesia Hadir Paling Lambat Juni 2023

Sementara dari sisi situasi ekosistem industri kripto yang terpantau memburuk tidak terlalu menyurutkan semangat investor. Kabar bangkrutnya Genesis dan efek domino yang dapat ditimbulkannya, tidak terlalu membuat investor khawatir. Namun, saat kabar itu muncul, BTC sempat terkoreksi sebentar sekitar 2%, tapi dapat kembali reli.

Saat ini, sentimen pasar kripto pun masih terlihat stabil dengan kondisi pasar yang cenderung sideways, setelah mengalami kenaikan harga. Fear and greed index ditutup pada level 52, dengan kategori Neutral dan lepas dari status Fear.

Investor Tetap Bertahan

Harga BTC yang telah melonjak dalam beberapa minggu terakhir, membantu investor jangka pendek dan jangka panjang untuk mendapatkan keuntungan.

Menurut firma analitik Glassnode, pada saat penulisan, persentase pemegang BTC yang mendapat untung jangka pendek meningkat menjadi 97,5%, level tertinggi sejak November. Bitcoin juga menguntungkan bagi pemegang BTC jangka panjang, menurut Glassnode.

Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.
Pasokan pemegang Bitcoin untuk jangka panjang dan jangka pendek dalam bagan beranotasi laba. Sumber: Glassnode.

Baca juga: Kontestan El Savador Pakai Kostum Tema Bitcoin di Miss Universe 2022

Sebagai informasi investor jangka panjang adalah individu yang memegang BTC lebih dari 155 hari, sedangkan investor jangka pendek kurang dari 155 hari.

Dikutip Cointelegraph, laporan Glassnode menunjukkan bahwa pemegang BTC jangka panjang tetap teguh dan tidak keluar dari pasar atau taking profit, ​​bahkan setelah kerugian lebih dari setahun.

Analisis perilaku menunjukkan bahwa pemegang jangka pendek dan penambang telah termotivasi oleh kesempatan untuk melikuidasi sebagian dari kepemilikan mereka. Sebaliknya, pasokan yang dipegang oleh pemegang jangka panjang terus tumbuh, yang dapat dikatakan sebagai sinyal kekuatan dan keyakinan di seluruh kelompok ini.



Sumber : news.tokocrypto.com