Category Archives: Tokocrypto

Sambut Imlek, Tokocrypto Gelar Kompetisi Trading Hadiah Rp 200 Juta

Tokocrypto, salah satu crypto exchange terbesar di Indonesia kembali menggelar kompetisi trading di awal tahun 2023. Kompetisi dengan total hadiah hingga Rp 200 juta ini digelar dengan kolaborasi bersama Binance, crypto exchange terpopuler di dunia.

Perkembangan tren investasi aset kripto semakin meningkat setiap tahunnya, malahan jumlah investor perorangan atau investor ritel tercatat semakin meningkat. Menurut data Bappebti hingga November 2022, jumlah investor aset kripto di Indonesia telah mencapai 16,55 juta. Tren kenaikan ini terus berlanjut, walau market kripto sepanjang 2022 mengalami kelesuan.

“Memasuki awal tahun 2023, market kripto kembali bergerak naik. Hal ini bisa menjadi momen yang tepat, bagi investor maupun trader kembali meramaikan pasar dan menerapkan strategi khusus untuk mendapatkan untung. Namun, tetap memperhatikan riset dan profil risiko,” kata Public Relations Tokocrypto, Bianda Ludwianto.

Kompetisi Trading

Baca juga: Tokocrypto Raih Penghargaan dari PPATK

Seiring dengan market kripto yang tengah berangsur pulih, Tokocrypto bersama Binance menggelar program Trading Competition dalam rangkaian menyambut perayaan Tahun Baru Imlek 2023. Periode kompetisi berlangsung mulai tanggal 10 hingga 30 Januari 2023.

Dalam ajang kompetisi trading kripto ini, baik investor dan trader dapat juga memanfaatkan fitur TKO Trading Fees yang merupakan fitur diskon hingga 20 persen untuk membayar trading fee aset kripto dengan TKO di platform Tokocrypto.

“Dengan fitur TKO Trading Fees, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon trading fee ini bisa digunakan oleh semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto,” kata Bianda.

Tokocrypto dan Binance

Ilustrasi Tokocrypto
Ilustrasi Tokocrypto. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Kisah Trader Kripto Muda Cuan Rp 109 Miliar Masih Tinggal Bersama Ibu

Adapun salah satu syarat untuk mengikuti kompetisi trading ini adalah peserta harus sudah menyelesaikan proses verifikasi know-your-customer (KYC) level 1. Memasangkan koin kripto USDT/BUSD/BIDR dengan semua pairing tidak termasuk BTC. Pengumuman pemenang akan diumumkan pada 3 Februari 2023. Untuk informasi lengkap bisa buka link berikut ini.

“Ini merupakan kolaborasi pertama Tokocrypto dan Binance setelah pengumuman penambahan kepemilikan saham pada akhir tahun lalu. Meskipun, Binance adalah pemegang saham terbesar sejak tahun 2020, Binance tidak akan terlibat dalam pengelolaan Tokocrypto. Kedua perusahaan akan dioperasikan secara independen, tidak ada rencana pengubahan nama atau brand,” jelas Bianda.

Tercatat hingga saat ini pengguna Tokocrypto telah mencapai lebih dari 2,9 juta pengguna dengan volume trading mencapai Rp 138 triliun selama tahun 2022. Tokocrypto terus berkolaborasi dengan mitra dan seluruh stakeholders untuk menguatkan industri aset kripto di Indonesia.



Sumber : news.tokocrypto.com

Market Kripto Kembali Reli Panjang, Adakah Risiko Bull Trap?

Mengawali tahun 2023, market kripto nampak bergairah. Terbukti harga Bitcoin (BTC) kembali capai level psikologis di atas US$ 20.000 atau sekitar Rp 300 juta dalam beberapa hari terakhir.

Tim analis Tokocrypto melihat kenaikan market ini didorong oleh indeks dolar AS (DXY) yang mendingin dan data inflasi AS yang positif dalam laporan Consumer Price Index (CPI) terbaru dirilis pekan lalu, menjaga laju kripto yang lebih tinggi.

Data inflasi AS diumumkan turun sesuai dengan prediksi menjadi sebesar 6,5 persen. Laju inflasi yang lebih lambat kemungkinan akan membuka jalan bagi The Fed untuk menurunkan laju kenaikan suku bunga menjadi 25 basis poin dari 50 bps pada bulan Desember 2022.

Sejak harga Bitcoin naik ke level tertinggi tahunan di level US$ 18.898 pada 12 Januari lalu, banyak investor dan trader yang menyakini bahwa US$ 15.600 merupakan titik bottom BTC yang baru. 

Sentimen Positif

Kenaikan ke titik US$ 20.000 ini merupakan yang pertama kalinya sejak keruntuhan, FTX, yang mulai kolaps pada November lalu. Saat itu, BTC terjun bebas dari US$ 21.300 menjadi US$ 15.600 atau 20% hanya dalam waktu lima hari saja. Meski harga masih belum pulih sepenuhnya, nilai BTC saat ini masih lebih rendah 71% dari all time high (ATH) di US$ 69.000 pada November 2021.

Ilustrasi market kripto Bitcoin.
Ilustrasi market kripto Bitcoin.

Baca juga: Bitcoin Naik di Atas Rp 318 Juta, Top Altcoin Raih Keuntungan Dua Digit

“Kenaikan harga BTC juga memompa kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan hingga hampir menyentuh US$ 1 triliun. Ini juga menjadi menambah kepercayaan diri pelaku pasar kripto, sehingga sentimen market kembali positif,” jelas Tim Analis Tokocrypto.

Ada kenaikan dari Fear and Greed Index yang berhasil menyentuh level 45 pada Senin (16/1) ATAU naik 20 poin dari tujuh hari sebelumnya. Pencapaian market pada pekan lalu, bisa dilabeli sebagai “green weekend”, karena keseluruhan aset kripto mengalami kenaikan yang cukup signifikan, baik Bitcoin maupun altcoin pada penutupan kandil mingguannya.

Ancaman Bull Trap dan Overbought

Dari analisis teknikal, Bitcoin tampaknya sudah masuk dalam zona resistensi yang berada di kisaran angka US$ 21.000. Namun di sisi lain ada ancaman bull trap yang harus diwaspadai investor.

Tekanan beli tinggi menjadi faktor utama naiknya harga Bitcoin, hal tersebut terlihat dari kenaikan Relative Strength Index (RSI) yang berhasil menyentuh level 50. Jika sinyal RSI berada di atas 50, maka tren sedang naik.

Di sisi lain, tim Analis Tokocrypto melihat dari RSI BTC sudah menunjukkan sinyal overbought menuju level di bawah 50. Dengan sinyal tersebut harga BTC diproyeksikan akan kembali terkoreksi. Overbought sudah sering terjadi di market kripto, ketika harga aset sudah mencapai reli panjang, akan mengalami sedikit koreksi dan ada kemungkinan bisa bull run.

Ilustrasi market aset kripto.
Ilustrasi market aset kripto.

Baca juga: Mastercard & Polygon Kolaborasi Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

Menanti Sikap The Fed

Saat ini, BTC mungkin akan mengalami pola koreksi jika gagal breakout. Level resistensi terdekat berada di US$ 21.321 dan menjadi penghalang terdekat yang harus ditembus untuk bergerak lebih tinggi. Namun, apabila terjadi breakout akan menarik ke level support pada harga US$ 20.879.

Di samping itu, sikap The Fed juga menjadi penentu masa depan market kripto. Jika melihat pergerakan suku bunga pada pertemuan FOMC di Februari mendatang terjadi kenaikan sebesar 50 basis poin, maka masih berada di jalan yang panjang untuk menekan inflasi AS pada tahun ini.

Secara mayoritas, para ahli percaya bahwa kenaikan suku bunga dan kebijakan moneter yang lebih ketat tidak akan memungkinkan Bitcoin untuk pulih secara tajam dalam waktu dekat. Seperti di pasar yang tidak pasti seperti ini, investor tidak akan memilih untuk berinvestasi atau membeli aset berisiko, seperti Bitcoin.



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenapa Ekonomi Meltdown Bagus Untuk Bitcoin atau Cryptocurrency?

Dunia sekarang menghadapi krisis keuangan terburuk dalam beberapa dekade, dengan kekhawatiran bahwa ini akan berlanjut untuk beberapa bulan kedepan.

Namun, gejolak ekonomi ini juga akan memainkan peran kunci dalam mendorong teknologi Bitcoin dan blockchain ke arus utama. Dan, tiga elemen kunci ini akan berperan.

Adopsi Bitcoin

Para kritikus telah menerkam keputusan Federal Reserve AS untuk mencetak triliunan dolar untuk membantu mengurangi tingkat pengangguran negara yang semakin meningkat. Langkah ini pasti akan menyebabkan inflasi, yang akan memiliki dampak luar biasa pada ratusan juta orang di negara-negara terbelakang yang mengandalkan Dolar sebagai lindung nilai terhadap flat nasional mereka sendiri yang lemah.

Sederhananya, selama beberapa dekade, Dolar telah menjadi mata uang keras tepercaya di luar perbatasan Amerika Serikat. Dengan hegemoni yang sekarang dalam bahaya, Bitcoin dan cryptocurrency lainnya akan tampak jauh lebih menarik sebagai alternatif.

Bahkan sebelum krisis saat ini, negara-negara semakin merangkul crypto. Ketakutan akan melemahnya Dolar hanya akan mempercepat proses ini.

Narasi Safe Haven Tumbuh

Krisis ekonomi saat ini telah membuktikan bahwa kerangka moneter global saat ini jauh lebih lemah dari yang dibayangkan sebelumnya. Bitcoin telah lama menawarkan alternatif, karena memungkinkan aset disimpan dan digunakan tanpa bergantung pada institusi terpusat.

Sementara penurunan harga Bitcoin dalam beberapa minggu terakhir mungkin membuat frustasi, pada saat yang sama para penipu Bitcoin bisa tenang mengetahui bahwa koin mereka tidak dapat disita atau didevaluasi oleh otoritas pusat.

Fakta ini sangat pasti untuk mendorong adopsi oleh mereka yang sekarang telah kehilangan kepercayaan pada sistem keuangan lama. Terlepas dari nilai sekarang, dalam hal ini Bitcoin terbukti menjadi opsi yang sangat aman untuk menjaga aset.

Baca Juga: 2 Investasi Terbaik yang Membawa Anda Kaya Raya

Ruang Blockchain Berkonsolidasi

Banyak Altcoins tumbuh, dan kebanyakan menjadi penipuan, menghalangi tumbuhnya kepercayaan di ruang cryptocurrency. Sementara beberapa Alts berguna dan bisa dimanfaatkan di dunia nyata. Sekarang adalah waktu di mana konsolidasi di sekitar platform blockchain terkuat harus terjadi.

Penampungan kolektif dari Altcoin terlemah akan menciptakan rally di sekitar mereka yang memegang janji sejati untuk adopsi massal. Ini akan menguntungkan Bitcoin dan para pesaingnya.

Ini juga akan memberikan investor institusional dan bisnis besar pilihan yang jelas ketika mencari untuk menemukan platform yang solid untuk merangkul. Proses ini mungkin menyakitkan bagi beberapa investor individu dan advokat, tetapi akan menciptakan lingkungan yang lebih sehat untuk adopsi blockchain jangka panjang. Bagaimana menurut Anda?



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis: Alasan Kenapa Harga Emas Harus 5x Lebih Besar

Jelajahcoin.com – Alasan kenapa harga Emas harus 5x lebih besar dari sebelumnya. Disaat Pasar keuangan global mengalami pukulan serius bulan ini di tengah kekhawatiran yang berkembang dari coronavirus novel (COVID-19).

Namun, di tengah-tengah ketidakpastian ekonomi, investor sering beralih ke emas sebagai lindung nilai untuk melindungi portofolio mereka. Menurut salah satu model, nilai wajar emas saat ini seharusnya sekitar $8.900, yang lebih dari lima kali lipat dari harga saat ini.

Model Mercusuar Emas

Harga emas saat ini berkisar sekitar $1.600 per ons. Ini menandai peningkatan 11% dalam enam bulan terakhir tetapi penurunan 1% pada bulan lalu. Mengingat kinerja pasar keuangan global, emas tampaknya bertahan dengan baik.

Namun, menurut apa yang disebut Lighthouse Gold Model, nilai wajarnya adalah sekitar $8.900. Sekitar enam kali lebih banyak dari harga saat ini. Menurut model, karya Eddy Elfenbein, “harga emas naik jika suku bunga riil di bawah 2% (riil – tagihan T-3-bulan dikurangi CPI) dengan 6,5x selisih hingga 2%. Sebaliknya, emas harus turun selisih 5x jika tingkat riil di atas 2%.”

Perlu dicatat bahwa singkatan T-bills adalah singkatan dari Treasury Bills. CPI, di sisi lain, singkatan dari Indeks Harga Konsumen. Postingan ini juga memberikan contoh dengan T-Bills 3 bulan pada 0% dan CPI pada 1,75%. Di mana tingkat bunga riilnya adalah -1,75%. Perbedaan menjadi 2% adalah 3,75. Dan dalam lingkungan ini, harga emas harus naik 24,375% per tahun (6,5 x 3,75).

Kinerja Emas Melalui Krisis Coronavirus

Sementara itu berhasil stabil pada saat penulisan ini, emas juga mengalami bulan yang sangat menantang di bulan Maret. Pada satu titik, itu naik dari tertinggi 7 tahun di sekitar $1.700 turun ke $1.490, mencatat kerugian total 12%. Namun, menurut ekonom populer Peter Schiff, ini karena investor tidak mengetahui apa yang akan terjadi. Berbicara tentang masalah ini, dia berkata:

“Emas jatuh karena investor tidak tahu apa yang akan terjadi. Pola pikir mereka mirip dengan para bankir sentral. Mereka tidak tahu seberapa buruk konsekuensi dari kesalahan kebijakan moneter & fiskal saat ini. Ketika mereka mengetahuinya secara massal, emas akan meroket.”

Sangat menarik untuk melihat ke mana logam mulia akan membawanya dari sini karena banyak ahli percaya krisis ekonomi baru saja dimulai.





Sumber : news.tokocrypto.com

Hong Kong Berambisi Jadi Pusat Kripto Global, Mungkinkah?

Hong Kong telah menegaskan kembali komitmennya untuk menjadi pusat kripto global, setelah runtuhnya crypto exchange, FTX. Ambisi ini telah lama direncanakan dan pemerintah mulai serius dalam mewujudkannya.

Sekretaris Keuangan Hong Kong, Paul Chan Mo-po, mengatakan kembali komitmen pemerintah dalam mendukung perkembangan industri aset digital pada pertemuan puncak web3 di Cyberport, Senin (9/1).

“Karena bursa kripto tertentu runtuh satu demi satu, Hong Kong menjadi titik berdiri yang berkualitas bagi korporat aset digital,” kata Mo-po dikutip Bitcoin.com.

Aturan Kuat

Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.
Ilustrasi aset kripto di Hong Kong. Sumber: Getty Images.

Baca juga: Mastercard Kolaborasi Polygon Bikin Program Bantu Artis Eksis di Web3

Mo-po menambahkan bahwa pihaknya memiliki kerangka peraturan yang kuat untuk kripto yang sesuai dengan norma dan standar internasional.

Sementara, Joseph Chan, wakil menteri untuk jasa keuangan dan Departemen Keuangan untuk pemerintah Hong Kong, mengungkapkan pihaknya sedang bersiap untuk mengeluarkan lebih banyak lisensi untuk perusahaan perdagangan aset digital.

Selain itu, sedang merencanakan konsultasi pada platform kripto untuk mengeksplorasi potensi partisipasi ritel di industri ini.

Dorong Investasi

Hong Kong bakal izinkan penuh perdagangan aset kripto. Foto: REUTERS/Tyrone Siu.
Hong Kong bakal izinkan penuh perdagangan aset kripto. Foto: REUTERS/Tyrone Siu.

Baca juga: WEF Percaya Kripto dan Blockchain Jadi Bagian Integral Ekonomi Modern

Hong Kong mendorong untuk menjadi pusat kripto global, meskipun runtuhnya FTX dan beberapa perusahaan aset digital lainnya yang mengajukan kebangkrutan. Setelah bertahun-tahun peraturan kripto yang ketat, pemerintah sekarang mendorong untuk memudahkan investor ritel untuk memperdagangkan aset digital.

Bulan lalu, Securities and Futures Commission (SFC) Hong Kong mengeluarkan pernyataan peringatan tentang risiko yang terkait dengan platform aset digital yang menawarkan simpanan, tabungan, pendapatan, dan layanan staking.

Elizabeth Wong, SFC’s director of licensing and head of the fintech unit, mengatakan pada Oktober tahun 2022 lalu: “Kami telah memiliki empat tahun pengalaman dalam mengatur industri ini… Kami pikir ini mungkin saat yang tepat untuk benar-benar memikirkan dengan hati-hati tentang apakah kami akan melanjutkan persyaratan khusus investor profesional ini.”



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin dan Saham Kembali Bangkit Seiring Perekonomian AS yang Melambat

Senin, 30 Maret 2020 terbukti menjadi hari yang mengejutkan untuk harga Bitcoin. Aset digital menguat pada 12,73% menjadi $ 6.599 sebelum kembali turun ke $ 6.380 beberapa jam kemudian.

Meskipun berita surat dari AS mencapai 3.000 kematian akibat pandemi Covid-19 dan hari cuti besar-besaran 500.000 pekerja, beberapa pasar menunjukan peningkatan pada Senin kemarin. Indeks S&P 500 menguat pada 3,35% sementara Dow dan Nasdaq masing-masing naik 3,19% dan 3.62%.

Sebagaimana dibahas pada analisis baru-baru ini. Harga Bitcoin diprediksi akan naik kembali ke level $ 6.200 untuk menghindari level yang pernah diduduki pada $ 5.870. Posisi $ 6.200 menempatkan harga di atas penurunan nilai trendline dan level 23.6% pada Fibonacci retracement.

Sebelumnya pada hari yang sama, kontributor Cointelegraph Michaël van de Poppe menyarankan bahwa sekali berada pada level harga $ 6.200. Hal tersebut dapat dengan cepat menaikan harga ke nilai $ 6.600 dan trader akan mencatat pemotongan harga hari ini melalui celah volume dari kisaran $ 6.250 – $ 6.590 dalam indikator VPVR.

Baca juga: WHO Nyatakan COVID-19 Sebagai Pandemi, Crypto dan Saham pun Anjlok

Resistensi Bitcoin dan Saham

Meskipun pada Senin ini keuntungan yang didapatkan mengesankan. Van de Poppe percaya bahwa di bawah $ 6.900 harga Bitcoin akan tetap dianggap turun dan dia mengharapkan harga dalam menghadapi resistensi yang kuat begitu $ 6.600 tercapai.

Menurut van de Poppe, “skenario pertemuan bull/bear ada di sekitar area $ 6.600” dan dia lebih lanjut menjelaskan bahwa momen ketika area $ 6.600 tidak terpenuhi dan celah CME ditutup. Tekanan lebih lanjut pada penurunan harga diperkirakan akan terus terjadi.

Dorongan terhadap nilai di atas $ 6.900 tidak akan selalu menjadi obat untuk semua penurunan harga Bitcoin karena terdapat simpul VPVR dengan volume tinggi yang bekisar pada $ 7.200 dan level ini diharapkan berfungsi sebagai resistensi yang kuat.

Setelah di atas angka $ 7.200, trader akan menetapkan target mereka pada $ 8.000 di mana pergerakan rata-rata berada pada 50 dan 200 hari situasi saat ini.

Mayoritas dari 10 altcoin teratas juga menunjukan peningkatan moderat karena harga Bitcoin melonja ke $6.600. Ether (ETH) mencatat kenaikan pada level 3,57% sementara Bitcoin SV (BSV) dan Binance Coin (BNB) nilainya bertambah ke level 9,66% dan 5,50%.

Kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan saat ini mencapai $ 180,7 Miliar dan tingkat dominasi Bitcoin pada 65,2%.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Kisah Trader Kripto Muda Cuan Rp 109 Miliar Masih Tinggal Bersama Ibu

Seorang trader kripto berusia 25 tahun yang masih tinggal bersama ibunya sukses mendapatkan cuan sebesar Rp 110 miliar. Keuntungan itu dia dapat dari trading dan menjalankan bisnis perdagangan kripto.

Dikutip Cointelegraph, trader kripto muda itu adalah Darren Nguyen yang berasal dari Australia. Nguyen diketahui telah memperdagangkan kripto senilai hampir 3 miliar dolar Australia (US$ 2 miliar) pada tahun 2021 dan menjalankan kerajaan kriptonya dari rumah orang tuanya di Sydney, Australia.

Nguyen memiliki bisnis perdagangan kripto, PO Street Capital yang terdaftar di rumah orang tuanya di Guildford, Sydney. Bisnis kripto Nguyen membawa pulang laba setelah pajak sebesar AU$ 10,41 juta atau sekitar Rp 110 miliar untuk tahun fiskal yang berakhir pada 30 Juni 2021, menurut pengajuan dari Australian Securities and Investments Commission (ASIC).

Keuntungan Nguyen

Ilustrasi perdagangan aset kripto di Australia. Sumber: Shutterstock.
Ilustrasi perdagangan aset kripto di Australia. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Samsung Gandeng Polygon Masuk ke Web3, Akankah MATIC Melonjak?

Keuntungan Nguyen berasal dari total perdagangan kripto senilai AU$ 2,98 miliar (US$ 2 juta) selama periode 12 bulan. Itu adalah peningkatan besar dari pendapatan Nguyen tahun sebelumnya, yang berjumlah sekitar AU$ 692.182 (US$ 470.780) pada tahun 2020.

Auditor PO Street Capital menulis bahwa hasil menunjukkan laba bersihnya meningkat 1.404,12 persen pada tahun 2021, dibandingkan tahun sebelumnya.

Menurut pengajuan, PO Street Capital memiliki provisi jangka pendek senilai AU$ 4,3 juta (US$ 2,9 juta) pada Juni 2021, di samping pinjaman sebesar AU$ 1,3 juta (US$ 883.960) yang dibayarkan kembali ke Nguyen, tetapi tidak memiliki utang lain dalam pembukuannya.

Nguyen juga menerima dividen sebesar AU$ 873.200 (US$ 593.750) dari keuntungan tahun itu.

Keluarga Tertutup

Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstocks.
Ilustrasi aset kripto. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Pendiri TRON Foundation Justin Sun Singgung Pi Network dan CoreDAO

Dilaporkan The Australian, keluarga Nguyen tetap bungkam tentang bisnis perdagangan kripto yang dijalankan oleh pria berusia 25 tahun tersebut. Ibunya menolak mengomentari apa yang dia ketahui tentang aktivitas perdagangan yang terjadi di bawah atap rumahnya.

Sementara itu, Nguyen juga tutup mulut tentang bisnisnya, termasuk strategi perdagangannya dan bagaimana kinerja PO Street Capital untuk tahun keuangan terakhir, yang berakhir pada 30 Juni 2021.

Khususnya, peningkatan besar-besaran kinerja PO Street Capital pada tahun 2021 bertepatan dengan kenaikan harga kripto yang meroket antara 1 Juli 2020, dan 30 Juni 2021. Namun, dengan penurunan pasar sejak saat itu, tidak jelas bagaimana hal itu berdampak pada Nguyen dan PO Street Capital.



Sumber : news.tokocrypto.com

QCP market update 31 Maret 2020

Tiba kita dipenghujung bulan Maret dan kuartal pertama tahun 2020, mari kita lihat beberapa hal pola yang terjadi sebelum kita menuju ke bulan baru. Apabila selama Maret cenderung mengalami tren negatif untuk BTC (turun sebanyak 7 kali dalam 10 tahun terakhir termasuk 2020), April diperkirakan menjadi bulan yang positif (naik sebanyak 7 kali dalam 9 tahun terakhir).

Sulit untuk mengatakan apa yang mendorong bulan April merupakan bulan yang baik buat BTC, tapi tapi akan menjadi hal menarik apabila pola kenaikan di bulan April ini kembali terjadi di tahun ini mengingat momentum penurunan dan berita utama Covid saat ini.

Kami telah membahas pola penurunan (short) dan mendatar pada BTC baru-baru ini dan mulai melalukan aksi jual secara strategis terhadap aset yang dimiliki sejak lama untuk mengambil keuntungan dari kenaikan volume dan penurunan pada pergerakan kurva mendatang.

Untuk di dunia stablecoin, kami masih melihat pola pembelian yang kuat hing 5-10% dari pasar Asia, khususnya Tiongkok, Malaysia, dan Indonesia.

Dengan pasar dunia yang mulai sedikit stabil, pertanyaan besar/utamanya  adalah apakah BTC akan terus diperdagangkan sebagai aset beresiko (yang selalu muncul dalam berbagai pemberitaan utama keuangan dan data ekonomi) atau akan kembali melanjutkan kualitas asetnya yang aman. Untuk kasus yang terakhir, dapat diperkirakan BTC akan bergerak ke support dan volume akan turun secara signifikan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Stabil di Atas $ 17.000, Saat Sikap The Fed Kembali Dingin

Bitcoin (BTC) bertahan stabil karena dolar AS menunjukkan sedikit tanda pemulihan setelah pidato Ketua The Fed, Jerome Powell pada Selasa (10/1) yang mendingin dan menunjukan akan terus bersikap hawkish.

Pada saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan 1,27% lebih tinggi di US$ 17.412, setelah menyentuh level tertinggi tiga minggu di US$ 17.391 pada hari Senin (9/1), menurut data CoinDesk. Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua, naik hampir 1% menjadi US$ 1.332.

Powell mengatakan data inflasi baru yang keluar akhir pekan ini akan membantu The Fed memutuskan apakah mereka dapat memperlambat laju kenaikan suku bunga pada pertemuan mendatang, menjadi hanya kenaikan seperempat poin daripada peningkatan yang lebih besar.

Data Ekonomi AS

Jika data harga konsumen AS yang dirilis pada hari Kamis (12/1) mengkonfirmasi penurunan yang terlihat dalam laporan pekerjaan bulanan terbaru, Presiden Bank Fed Atlanta, Raphael Bostic, mengatakan kepada wartawan pada hari Senin (9/1) bahwa ia harus menganggap kenaikan seperempat poin “lebih serius dan bergerak ke arah itu.”

Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.
Ketua The Fed, Jerome Powell. Foto: Getty Images.

Baca juga: Kolaborasi Tokocrypto & UNS Surakarta Bangun Pusat Inovasi dan Literasi Blockchain

Setelah hampir satu tahun kenaikan suku bunga agresif yang dirancang untuk memperlambat ekonomi dan membuat inflasi melonjak, The Fed mengatakan mereka didorong oleh perlambatan data pekerjaan dan pertumbuhan upah baru-baru ini yang dapat menandakan inflasi yang lebih dingin ke depan.

Tetapi mereka enggan untuk menghentikan kenaikan suku bunga atau bahkan turun ke lebih kecil terlalu cepat, karena takut membuat inflasi tinggi dan pada akhirnya memaksa The Fed untuk menaikan suku bunga lebih lanjut.

Market Kripto Takut

Dikutip Coindesk, dalam beberapa pekan terakhir, aset berisiko mencerminkan meningkatnya keyakinan bahwa The Fed akan mengakhiri siklus kenaikan suku bunga pada kuartal ini dan beralih ke penurunan suku bunga pada kuartal ketiga. Itu terbukti dari penurunan indeks dolar AS setelah risalah pertemuan The Fed bulan Desember yang baru-baru ini dirilis dan beberapa pejabat Fed mengulangi jalur suku bunga yang lebih tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama.

“Pastinya, pasar tidak setuju dengan narasi Fed tentang suku bunga yang diambil menjadi 5,00% dan dipertahankan di sana untuk waktu yang lama. Pasar tampaknya menghargai siklus pelonggaran 50bp pada 2H23,” Frantisek Taborsky, ahli strategi valuta asing di ING.

Ilustrasi aset kripto Bitcoin.
Ilustrasi aset kripto Bitcoin.

Baca juga: Analis Beberkan Ini Akan Terjadi Sebelum Harga Bitcoin Naik

“Dengan asumsi bahwa baik komentar Powell maupun NFIB tidak mematahkan narasi pembangunan Fed yang lebih santai (dan IHK (Indeks Harga Konsumen) AS hari Kamis juga akan menjadi kunci untuk cerita ini), kami berharap momentum tetap terhadap dolar AS,” Taborsky menambahkan.

Pelemahan dolar AS yang berkelanjutan kemungkinan akan menjadi pertanda baik bagi Bitcoin, membantu aset kripto membangun penembusan bullish baru-baru ini di atas simple moving average (MA) 50 hari.

“Bitcoin telah melihat tindak lanjut naik sejak menembus di atas MA 50-hari akhir pekan lalu karena momentum jangka pendek yang lebih baik. Penembusan jangka pendek menempatkan resistensi berikutnya di dekat US$ 18.400,” Katie Stockton, pendiri dan mitra pengelola di Fairlead Strategies.



Sumber : news.tokocrypto.com

Mengenal Major Trend, Secondary Trend dan Minor Trend

Setelah minggu lalu kita mempelajari beberapa jenis kondisi pasar, dari bullish, bearish dan side way, minggu ini kita akan beleajar untuk menganalisis tiga jenis kondisi pada sebuah tren tersebut.

Menurut teori yang paling dikenal yaitu Dow Theory, kondisi apada sebuah tren dibagi lagi menjadi tiga bagian yang detail, yaitu major trend (primary trend), secondary trend (intermediate trend) dan minor trend (nearest-term trend).

Garis yang menghubungkan titik A – B – C-D pada gambar di bawah adalah sebagai major trend yang membentuk uptrending charts. Di dalamnya terdapat tren yang lebih kecil, disebut dengan secondary trend. Apabila diperhatikan secara saksama, di dalam secondary trend masih terdapat trend yang lebih kecil lagi-yaitu minor trend.

Gambar : Menunjukkan secondary trend dan minor trend yang berada di dalam sebuah major uptrend.

Teori tersebut mengilustrasikan tcorinya dengan “LAUT”. Pasang (tide) digambarkan sebagai major trend, ombak (wave) sebagai secondary trend, dan riak-rak (ripples) pada ombak dikatakan sebagai minor trend. Kita bisa memperkirakan air laut sedang pasang/surut (uptrend/ downtrend) dengan memperhatikan batas ketinggian air yang dicapai oleh ombak di pinggir laut, untuk mengilustrasikan puncak dan lembah terakhir pada sebuah charts.

Dow menyatakan bahwa sebuah primary trend (major trend) pada suatu pasar (market) bisa lebih dari satu tahun atau bahkan bcberapa tahun. Secondary trend yang terjadi akibat koreksi sesaat, dianggap penurunan wajar atau sementara pada primary trend, dan mempunyai batasan waktu antara tiga minggu sampai dengan tiga bulan. Sedangkan nor trend yang memiliki batasan waktu terpendek, umumnya berlangsung kurang dari tiga minggu. Minor trend ini merupakan fluktuasi harga yang terjadi dalam secondary trend. Tren-tren ini saling berinteraksi dalam kurun waktu yang tak terbatas, dari yang sangat singkat meliputi menit per menit, sampai dengan jangka waktu yang sangat panjang-misalnya 100 tahun.

Para pelaku pasar memiliki tiga keputusan setelah melakukan analisisnya. Yang pertama, melakukan aksi beli (bisa juga disebut dengan istilah long atau buy). Yang kedua, melakukan aksi jual (short-sell atau sell) dan yang terakhir, tidak melakukan apa-apa atau wait and see. Tentu apabila terdapat kecenderungan turun, lebih baik melakukan aksi jual; dan sebaliknya jika terdapat kecenderungan naik, bisa untuk melakukan aksi beli. Namun, bila market sedang sideways-wait and see adalah keputusan yang paling bijaksana.

Tetapi dengan adanya instrumen Options yang semakin hari semakin populer, telah membuka peluang bagi para investor untuk tetap bisa memperoleh profit pada saat market sidenays, misalnya dengan strategi Credit Spread. Selain itu fungsi Options lainnya juga bisa digunakan sebagai leverage, yaitu dengan strategi Long Call sebagai pengganti membeli saham, ataupun dengan menggunakan strategi Long Put scbagai pengganti short-sell saham. Strategi yang unik, Options juga bisa digunakan untuk mengantisipasi kedua arah market sekaligus, atau dengan kata lain, bisa memperoleh k”intungan bila market naik maupun turun, yaitu dengan melakukan strategi Straddle atau Strangle.

 



Sumber : news.tokocrypto.com