Tag Archives: altcoin

XRP Tinggal 3% Lagi Sebelum Ambruk? Sinyal dari Whale Mulai Muncul

Aset kripto XRP berada di titik krusial. Harganya kini hanya berjarak sekitar 3% dari level support penting di kisaran US$1,94 yang, jika jebol, berpotensi memicu koreksi lebih dalam. Namun di tengah struktur teknikal yang cenderung bearish, sebuah sinyal on-chain langka dari pemegang jangka panjang (long-term holders) mulai memberi harapan akan kemungkinan pantulan harga.

Dalam sepekan terakhir, XRP tercatat sebagai salah satu aset berkapitalisasi besar (large cap) dengan kinerja terlemah. Harga XRP turun sekitar 1,1% dibanding kemarin dan sudah melemah hampir 11% dalam tujuh hari terakhir. Pergerakan ini terjadi ketika grafik harga membentuk pola breakdown yang berat, meski satu indikator on-chain justru berbalik menguat dan kini menjadi penahan penting sebelum terjadi penurunan lanjutan.

XRP Bergerak di Bawah Tren Turun, Support US$1,94 Jadi Penentu

Secara teknikal, XRP masih bergerak di bawah garis tren menurun (descending trend line) yang membentuk batas atas dari struktur mirip segitiga melebar. Di sisi bawah, area sekitar US$1,94 bertindak sebagai “lantai” atau base dari pola tersebut. Kombinasi ini secara umum dipandang sebagai pola yang cenderung bearish.

Apabila harga menembus dan ditutup di bawah US$1,94, maka pola tersebut akan terkonfirmasi sebagai breakdown lanjutan dan membuka ruang koreksi yang lebih dalam. Saat ini, XRP hanya berjarak sekitar 3% dari pengujian ulang level penting tersebut.

Dari sisi teknikal lainnya, XRP juga telah menembus beberapa level Fibonacci penting. Breakdown pertama terjadi di sekitar level 0,5 Fibonacci di US$2,19, disusul penurunan di bawah area US$2,10. Zona penyangga berikutnya berada di kisaran US$1,99 hingga US$1,94 yang saat ini sedang diuji pasar.

Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga XRP (XRP/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Cluster 1,79 Miliar XRP Jadi “Tembok” Terakhir Sebelum Jatuh Lebih Dalam

Data on-chain memperkuat pentingnya area ini. Peta biaya perolehan (cost-basis heatmap) menunjukkan di mana sebagian besar XRP awalnya dibeli, yang umumnya membentuk zona support atau resistance kuat.

Saat ini, cluster terbesar berada di rentang harga US$1,96–US$1,97. Di kisaran ini, terdapat sekitar 1,79 miliar XRP yang sebelumnya dibeli oleh para investor. Selama harga masih bertahan di atas area tersebut, cluster ini dapat berfungsi sebagai support on-chain yang kuat.

Namun, jika XRP turun di bawah US$1,96 dan terutama menembus US$1,94, maka hampir seluruh cluster tersebut akan berada dalam kondisi “merugi” (underwater). Dalam kondisi seperti ini, tekanan jual bisa meningkat dan mempercepat penurunan harga menuju zona dukungan besar berikutnya, yang diproyeksikan berada di sekitar US$1,81.

Baca juga: Harga XRP Bisa Meledak ke $2,60 di Desember 2025? Ini Skenario Bull

Sinyal Langka: Pemegang Jangka Panjang Kembali Akumulasi XRP

Di tengah tekanan teknikal tersebut, satu indikator on-chain justru memberikan sinyal berbeda. Data Holder Net Position Change, yang memantau pergerakan token dari dompet pemegang jangka panjang, menunjukkan perubahan drastis dalam dua hari terakhir.

Selama 29 hari berturut-turut, indikator ini mencatat bar merah, menandakan pemegang jangka panjang terus mendistribusikan (menjual atau memindahkan) XRP mereka. Namun pada 1 Desember, metrik ini berbalik hijau untuk pertama kalinya dalam hampir sebulan.

Posisi bersih pemegang jangka panjang berubah dari –83,9 juta XRP pada 30 November menjadi +42,05 juta XRP. Pergeseran sekitar 150% dari arus keluar (net outflow) menjadi arus masuk (net inflow) ini menunjukkan bahwa investor jangka panjang mulai kembali menambah kepemilikan XRP mereka.

Perubahan ini menjadi sinyal awal bahwa sebagian pemegang besar (whale dan long-term holders) mulai menguji kekuatan zona support saat ini dan berpotensi bersiap terhadap skenario pantulan harga (rebound) dari area tersebut.

Skenario Lanjutan: Rebound atau Koreksi Lebih Dalam?

Dilaporkan BeInCrypto, arah pergerakan XRP dalam waktu dekat akan sangat ditentukan oleh nasib level US$1,94–US$1,97. Ada dua skenario utama yang kini diperhatikan pelaku pasar:

  1. Skenario Bearish – Breakdown Terkonfirmasi
    • Jika harga XRP ditutup di bawah US$1,94, struktur breakdown akan terkonfirmasi.
    • Tekanan jual dari cluster 1,79 miliar XRP yang “terjebak” di atas harga bisa meningkat.
    • Target penurunan berikutnya mengarah ke sekitar US$1,81 sebagai zona support besar selanjutnya.
  2. Skenario Bullish Terbatas – Rebound dari Support
    • Jika zona US$1,94–US$1,97 bertahan dan pemegang jangka panjang terus menambah posisi, XRP berpeluang melakukan rebound jangka pendek.
    • Level US$1,99 menjadi rintangan pemulihan (recovery barrier) pertama yang perlu ditembus dan dipertahankan. Menjaga harga di atas level ini penting untuk menghindari koreksi yang lebih dalam.
    • Untuk membentuk rebound yang lebih kuat dan mengurangi tekanan jual jangka menengah, XRP perlu menembus area sekitar US$2,28. Di level ini, harga akan keluar dari garis tren menurun dan mengurangi dominasi tekanan jual yang selama ini menahan kenaikan.

Saat ini, harga XRP terjepit antara support on-chain terkuat dalam jangka pendek dan garis tren turun yang menjadi resistance. Apakah akumulasi baru dari pemegang jangka panjang cukup kuat untuk menahan potensi breakdown di bawah US$1,94 akan menjadi faktor penentu arah pergerakan XRP selanjutnya.

Baca juga: Pertarungan XRP di $3,13: Penentu Bull Run atau Awal Kejatuhan?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

Disclaimer: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

USDT.D Capai Level Resistance, Potensi Market Rebound?

Memahami aliran uang (money flow) merupakan kunci utama untuk memprediksi tren di pasar kripto berikutnya, salah satunya adalah dengan membaca USDT.D atau dominasi USDT di pasar kripto secara keseluruhan.

Saat ini, sorotan utama tertuju pada USDT Dominance (USDT.D) yang terlihat sedang menguji level resistance kritikalnya. 

Secara historis, dominasi stablecoin ini memiliki korelasi terbalik dengan Bitcoin dan Altcoin; ketika dominasi USDT memuncak dan tertahan, seringkali itu menjadi sinyal bahwa likuiditas siap mengalir kembali ke aset berisiko. 

Apakah penolakan di area resistensi ini akan menjadi pemicu market rebound yang dinanti-nantikan para investor? Yuk simak lebih lengkap!

Apa Itu USDT.D?

USDT.D, atau dominasi USDT, adalah metrik yang mengukur pangsa pasar Tether (USDT) terhadap total kapitalisasi pasar kripto secara keseluruhan. 

Dominasi ini sering digunakan sebagai indikator sentimen, dimana kenaikan total dominasi dapat menunjukkan investor beralih ke aset yang lebih aman seperti stablecoin (investor menukar Bitcoin/Altcoin menjadi USDT), dan penurunan bisa menjadi sinyal masuknya dana ke aset yang lebih berisiko dibandingkan dengan stablecoin, seperti Bitcoin dan altcoin (investor menukar USDT ke Bitcoin/Altcoin). 

Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Korelasi USDT.D dengan Pergerakan Bitcoin dan Altcoin

Secara historis, data pasar menunjukkan adanya pola inverse correlation (korelasi terbalik) yang sangat kuat dan konsisten antara USDT Dominance (USDT.D) dengan pergerakan harga Bitcoin serta Altcoin.

Contohnya bisa dilihat pada gambar berikut:

Perbandingan pergerakan USDT.D dengan Bitcoin (BTC) (26/11)

Jika kita membedah grafik di atas, korelasi ini dapat dijelaskan melalui mekanisme aliran likuiditas sederhana diamana USDT.D dapat digunakan sebagai Indikator “Risk-Off”.

Hal ini berarti ketika grafik USDT.D menunjukkan tren kenaikan (seperti yang ditunjukkan oleh panah biru yang mengarah ke atas pada grafik bagian atas), ini menandakan bahwa para investor sedang mencairkan (menjual) aset kripto mereka menjadi stablecoin (Tether). 

Hal ini biasanya terjadi saat pasar sedang takut (fear) atau melakukan aksi ambil untung (profit taking). Akibatnya, likuiditas keluar dari Bitcoin, menyebabkan harga BTC mengalami koreksi atau penurunan (seperti terlihat pada grafik bagian bawah).

Secara sederhana korelasi USDT.D adalah sebagai berikut:

  • USDT.D naik → BTC dan altcoin biasanya turun.
  • USDT.D turun → BTC dan altcoin biasanya naik.

Selain dengan menggunakan USDT.D kamu juga bisa mencoba menambahkan USDT.D dengan USDC.D untuk melihat dominasi stablecoin yang lebih jelas. Maka kamu akan mendapati pola yang juga kurang lebih sama, dimana ada korelasi terbaik antara dominasi USDT + USDC dengan BTC, seperti pada gambar di bawah ini:

Pergerakan USDT.D+USDC.D (26/11)

Masih bingung dengan pergerakan pasar kripto yang volatil? Tenang… kamu bisa gunakan fitur Dollar Cost Averaging yang ada di aplikasi Tokocrypto untuk mendapatkan harga pembelian rata-rata yang lebih stabil. Fitur ini juga bisa terjadwal dan otomatis jadi kamu tidak harus selalu pantau pasar ketika ingin membeli lho! ⤵️

Baca juga: Cara Tukar Rupiah ke Dolar di Tengah USD yang Terus Menguat

Analisis Level Resistance Saat Ini

Pergekaran USDT.D (26/11)

Berdasarkan pengamatan pada grafik time frame mingguan (1W), USDT Dominance (USDT.D) saat ini sedang menguji area resistance yang cukup penting. 

Rentang area resistance ini berada di kisaran level 6.20% hingga 6.740%. Secara historis beberapa tahun terakhir, setiap kali dominasi USDT mencoba menembus area ini dalam setahun terakhir, selalu terjadi penolakan (rejection) yang kuat.

Saat ini, posisi USDT.D berada di angka 6.184%, yang berarti sedang berada di zona level resistance. Jika dominasi USDT.D gagal menembus (breakout), besar kemungkinan akan terjadi pemantulan ke bawah yang dapat menjadi indikasi total USDT yang ada di pasar menurun dan potensi kenaikan BTC serta altcoin.

Dari segi momentum RSI Relative Strength Index (RSI) di bagian bawah grafik menunjukkan tren kenaikan (uptrend), yang sebelumnya sempat sedikit mencapai level jenuh beli (overbought) di atas level 70, sebelum akhirnya kembali turun.

Jika RSI mulai berbelok ke bawah saat harga menyentuh resistensi, ini bisa menjadi konfirmasi sinyal bearish bagi USDT.D, yang berarti sinyal bullish bagi Bitcoin dan Altcoin.

Namun jika USDT.D berhasil menembus resistance bukan tidak mungkin jika USDT.D mengunjungi level 8% atau terus mengalami kenaikan menuju level tertinggi di tahun bear market 2022, yakni di angka 9.3%.

Meskipun analisis teknikal USDT Dominance di atas memberikan gambaran logis mengenai potensi arah pasar, penting untuk dipahami bahwa ulasan ini hanyalah interpretasi berdasarkan probabilitas data historis dan bukan penentu pasti pergerakan harga di masa depan.

Baca juga: Cara Analisis Sentimen Crypto untuk Pemula atau gabung Telegram Official Tokocrypto untuk diskusi analisa sinyal harian bersama trader lain.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

⁠Bukan Negera, Tether Jadi Pemborong Emas Terbanyak di Dunia!

Tether perusahaan kripto yang menerbitkan stablecoin seperti USDT yang dipatok ke USD dan XAUt yang dipatok ke emas, menurut data dari bank investasi Jefferies Tether membeli 26 ton emas di Q3, lebih banyak dibandingkan bank sentral negara mana pun pada periode yang sama.

Apa itu Tether dan Kenapa Membeli Begitu Banyak Emas?

Didirikan pada 2014, Tether Limited adalah perusahaan kripto terkemuka yang menerbitkan stablecoin populer USDT, stablecoin yang dirancang untuk mempertahankan rasio 1:1 dengan dolar AS, menyediakan likuiditas dalam perdagangan kripto. Sekarang, kapitalisasi pasar USDT  telah melebihi $184 miliar.

Tether sering mendapat sorotan atas transparansi cadangannya. Sehingga, sebagai respons, perusahaan mendiversifikasi asetnya di luar uang tunai dan obligasi pemerintah, termasuk Bitcoin dan, yang paling menonjol, sekarang adalah emas fisik. Pergeseran ini mulai meningkat sekitar 2021, seiring dengan ledakan aset tokenisasi.

Dikutip Yahoo Finance, per bulan September 2025, cadangan emas Tether mencapai 116 ton. Cadangan ini bernilai sekitar $13 miliar, mencakup sekitar 104 ton yang mendukung USDT dan 12 ton yang mendukung XAUt, produk emas tokenisasi Tether.

Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Pembelian Emas Besar-besaran Tether di Q3 2025

Ditengah harga emas yang tengah terus naik, Tether sibuk memborong emas sebagai bagian dari cadangan stablecoin yang dimilikinya. Pembelian 26 ton emas oleh Tether pada Q3 bahkan lebih besar daripada pembelian emas yang dilakukan oleh banyak negara.

Grafik pembelian emas Tether Q3 vs central bank. Sumber: Jefferies via Reuters

Sebagai konteks, Kazakhstan membeli 18 ton, Brasil 15 ton, Turki 7 ton, dan Irak 6 ton selama periode yang sama. Menurut bank investasi Jefferies, Tether menyumbang sekitar 12% dari pembelian emas bank sentral yang diketahui pada kuartal itu dan 14% pada Q2. 

Ini menjadikan Tether bukan hanya pembeli, tetapi pemegang independen emas fisik yang dominan, setara dengan cadangan nasional Korea Selatan (sekitar 104 ton, menurut beberapa estimasi), Hungaria, dan Yunani. 

Namun, berbeda dengan entitas berdaulat yang menimbun emas untuk stabilitas moneter, pembelian Tether didorong oleh permintaan komersial, seperti sirkulasi USDT yang terus melonjak (dari $174 miliar menjadi $184 miliar pada Q3), minat yang tumbuh terhadap XAUt di tengah volatilitas ekonomi, dan adopsi kripto yang semakin meluas.

Alasan di Balik Tether Memborong Emas

Data cadangan aset Tether per September 2025. Sumber: Tether Financial Report and Reserve Report

Faktor seperti dominasi fiskal, utang publik yang meningkat, kebijakan moneter longgar, dan terkikisnya kepercayaan terhadap mata uang fiat. Investor, yang waspada terhadap inflasi dan ketegangan geopolitik, membuat banyak entitas berbondong-bondong membeli aset safe-haven seperti emas.

Tidak ketinggalan, Tether juga semakin giat mengintegrasikan emas ke dalam cadangannya, yang kini mencakup sekitar 7% dari total asetnya (sekitar $13 miliar).

Baca juga: USDT.D Capai Level Resistance, Potensi Market Rebound?

Kontroversi Pembelian Emas oleh Tether

S&P Global diam-diam menurunkan penilaian stablecoin Tether dari “constrained” menjadi “weak”, yang merupakan rating terendahnya. Penurunan ini disebabkan oleh cadangan aset berisiko yang dimiliki Tether terus meningkat, seperti Bitcoin sebesar 5,6%, emas, pinjaman terjamin, dan kredit korporasi.

CEO Tether, Paolo Ardoino, membalas dengan menolak kritik keuangan tradisional dan menekankan ketahanan perusahaan. Paolo juga menganggap bahwa bank-bank lama telah melihat Tether sebagai pengganggu.

Baca juga: S&P vs Tether: Bentrokan Terpanas di Industri Kripto Tahun Ini

Di sisi lain regulasi baru GENIUS Act Amerika Serikat yang disahkan pada 2025 mewajibkan stablecoin yang diizinkan untuk didasarkan 1:1 dengan cadangan aset likuid seperti dolar AS atau surat utang AS jangka pendek, bukan aset volatil atau sulit dicairkan seperti emas dan Bitcoin.

Tether merespons dengan meluncurkan USAT, token yang sesuai GENIUS tanpa emas, dan memungkinkan USDT tetap beroperasi di luar regulasi AS yang ketat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:
Reuters: Has gold been Tethered? Diakses 2 Desember 2025

Tether: Financial Report and Reserve Report. Diakses 2 Desember 2025

Yahoo! Finance: Tether Bought 26 Tonnes of Gold in Q3 — Reserves Now Rival Central Banks. Diakses 2 Desember 2025





Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Pi Network Naik 1,37%: Kemitraan Gaming Selamatkan PI

Pi Network (PI) mencatat kenaikan 1,37% dalam 24 jam terakhir ke level $0.234, sekaligus mengungguli performa pasar kripto yang turun -0.51% pada periode yang sama.

Penguatan ini muncul di tengah pasar yang sedang diliputi ketakutan, dengan indeks Fear & Greed berada di level 16/100, menandakan dominasi sentimen bearish.

Meski demikian, beberapa katalis positif mendorong PI untuk bertahan dan bergerak naik, diantaranya karena kemitraan strategis CiDi Games, risiko token unlock Desember, dan indikator teknikal yang memberikan sinyal campuran.

Baca Juga: Harga Pi Network (PI) Anjlok 6,26% Jelang Token Unlock

Kemitraan CiDi Games: Dorongan Bullish untuk Utilitas Token

Penggerak utama sentimen positif PI dalam beberapa hari terakhir adalah pengumuman kemitraan dengan CiDi Games pada 26 November.

Kerja sama ini memungkinkan token PI digunakan dalam ekosistem game CiDi, serta melibatkan dukungan pendanaan dari Pi Network Ventures untuk memperkuat pengembangan proyek digital berbasis komunitas.

Integrasi ini menjadi angin segar bagi Pioneers (sebutan untuk komunitas Pi) karena membuka peluang utilitas baru melalui model ekonomi play-to-earn.

Kemitraan ini cukup berdampak pada pasar. Kini, utilitas token semakin luas. Dengan token PI dapat digunakan sebagai mata uang dalam game, permintaan PI diharapkan meningkat seiring riset awal integrasi game yang siap dipublikasikan pada Q1 2026.

Kolaborasi dengan CiDi Games turut meningkatkan kepercayaan para investor. Sekadar informasi, ini merupakan kemitraan besar pertama sejak kolaborasi OpenMind AI pada 4 November, sehingga memberi sinyal bahwa ekosistem Pi perlahan memasuki fase utilitas nyata.

Kendati demikian, para analis menilai bahwa dampak nyata dari kemitraan ini baru akan terlihat beberapa bulan lagi, terutama setelah game terintegrasi dirilis ke publik. Namun secara sentimen, kerja sama ini jelas memberikan efek bullish pada harga PI.

Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
Pergerakan harga Pi Coin (PI/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap

Ancaman Token Unlock Desember: Risiko Bearish yang Harus Diwaspadai

Meskipun sentimen naik, Pi Network menghadapi risiko besar berupa unlock 190 juta token pada Desember yang bernilai sekitar $43 juta. Token unlock adalah agenda bulanan Pi yang sering kali memicu volatilitas.

Riwayat menunjukkan bahwa unlock sebelumnya pada 21 November menyebabkan penurunan harga PI hingga -10%.

Alhasil, token unlock turut memberikan efek pada perjalanan harga PI di pasar kripto. Dengan volume perdagangan 24 jam hanya $32,5 juta, pasar PI tergolong tipis.

Jika token unlock memasuki order book dalam jumlah yang besar, pasar dapat mengalami tekanan jual yang cukup signifikan.

Jika hal ini sampai terjadi, sebagian trader justru memanfaatkan momentum ini untuk “buy the rumor, sell the news”, berharap terjadi kelelahan pada pelaku jual setelah penurunan pasca-unlock.

Meski demikian, risiko ini tetap menjadi perhatian utama bagi investor yang fokus pada jangka pendek.

Sinyal Teknikal: Momentum Mulai Menguat, Namun Resistansi Masih Berat

Secara teknikal, grafik PI menunjukkan kombinasi sinyal bullish dan bearish, memberikan dinamika menarik bagi analis harga.

  • Hidden RSI Bullish Divergence:
    Terjadi ketika harga membentuk higher lows, tetapi RSI justru membentuk lower lows sejak 21 November. Ini menandakan tekanan bearish mulai melemah.
  • Support $0.223 Tetap Kokoh:
    Level terendah pada 21 November tersebut kembali diuji dan bertahan pada 1 Desember.
  • MACD Mulai Mengarah Netral:
    Meski masih negatif pada -0.00037, histogram MACD terlihat mendatar, menunjukkan potensi pembalikan.

Sinyal Negatif:

  • Resistance di SMA 30 Hari ($0.233):
    Level ini menjadi batas atas yang terus diuji dan menghalangi kenaikan signifikan.

Zona Perdagangan Utama:

  • Support kuat: $0.223
  • Zona akumulasi: $0.22 – $0.24
  • Resistance kunci: SMA 30 hari di $0.233

Selama PI mampu bertahan di atas $0.23, peluang menuju $0.25 terbuka, meskipun risiko penurunan tetap besar menjelang event token unlock.

Baca Juga: Profit Taking dan Likuiditas Tipis Lemahkan Harga Pi Network (PI) 5,36%

Kenaikan Pi Network hari ini menunjukkan bahwa pasar merespons positif kemitraan CiDi Games dan sinyal teknikal yang mengindikasikan pelemahan tekanan bearish. Namun, volatilitas besar mungkin terjadi menjelang unlock 190 juta token di Desember.

Bagi trader, level $0.23 akan menjadi harga yang paling penting untuk dipantau, terutama jika Bitcoin menguji ulang support $90.000 dan memicu pergerakan pasar kripto secara keseluruhan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga JELLYJELLY Melonjak 14%, Oase di Tengah Bullish Bulanan

Harga Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY) kembali menarik perhatian pasar kripto setelah mencatat kenaikan signifikan dalam 24 jam terakhir.

Berdasarkan data terbaru, harga JELLYJELLY diperdagangkan di level $0.039866, mencatat lonjakan +14.76% dalam sehari.

Lonjakan ini terjadi di tengah meningkatnya aktivitas perdagangan, dengan volume 24 jam yang mencapai $73.79 juta, lebih tinggi dibanding rata-rata harian pekan sebelumnya.

Dengan kapitalisasi pasar sebesar $39.87 juta dan suplai beredar 1 miliar token, JELLYJELLY saat ini menempati posisi ke-492 dalam daftar aset kripto dengan kapitalisasi terbesar.

Meski bukan aset papan atas, namun token ini menunjukkan volatilitas tinggi yang sering menjadi incaran para trader jangka pendek.

Baca Juga: Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY) Melonjak 221%, Ini Faktor Pendorongnya

Pergerakan Harga: Bullish Harian, Bearish Jangka Menengah

Jika melihat riwayat harga beberapa periode, JELLYJELLY menunjukkan pola campuran antara pemulihan cepat dan tren bearish lebih panjang:

Periode Perubahan Harga Perubahan (%)
Hari ini +$0.005092 +14.66%
30 hari -$0.011141 -21.86%
60 hari -$0.013320 -25.06%
90 hari +$0.010723 +36.85%

Kenaikan harian menandakan adanya sentimen beli kuat, kemungkinan dipicu oleh aktivitas komunitas yang meningkat; spekulasi jangka pendek; dan volume perdagangan yang melonjak tajam.

Namun, tren bulanan masih memperlihatkan penurunan harga yang cukup dalam, terutama dalam rentang 30—60 hari terakhir.

Ini menandakan bahwa meskipun momentum bullish terjadi, pemulihan harga masih membutuhkan konfirmasi konsisten dalam beberapa hari ke depan.

Volatilitas Tinggi: Rentang Harga 24 Jam Terpaut Lebar

Dalam 24 jam terakhir, JELLYJELLY bergerak sangat agresif dengan rentang harga $0.05337 (tertinggi) hingga $0.031644 (terendah).

Rentang hampir 68% ini menunjukkan likuiditas tinggi dan aktivitas trading yang intens. Bagi trader berpengalaman, kondisi seperti ini bisa menjadi peluang, namun juga membawa risiko signifikan terutama bagi pemula.

Menariknya, harga tertinggi harian sempat mendekati dua kali lipat harga terendahnya, menggambarkan bahwa pasar JELLYJELLY berada dalam fase volatil yang sangat kuat.

Pergerakan harga Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Jelly-My-Jelly (JELLYJELLY/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Rekor Harga & Potensi Pemulihan

JELLYJELLY pernah mencatat all-time high (ATH) sebesar $0.494135, jauh di atas harga saat ini. Artinya, token ini masih berada lebih dari 90% di bawah puncak harga historisnya.

Meskipun gap yang besar ini dapat menunjukkan bearish trend jangka panjang, namun bagi sebagian investor, kondisi ini juga dianggap sebagai peluang akumulasi jika proyek JELLYJELLY dianggap memiliki potensi fundamental yang menjanjikan.

Sentimen Pasar dan Prospek ke Depan

1. Sentimen Jangka Pendek: Bullish

Lonjakan 14% dalam 24 jam, diikuti volume besar, menandakan minat pelaku pasar meningkat. Namun, penurunan harga 12.95% dalam 1 jam terakhir menunjukkan trading cepat masih mendominasi.

2. Sentimen Jangka Menengah: Netral–Bearish

Penurunan tajam dalam 30–60 hari menunjukkan bahwa JELLYJELLY belum berhasil mempertahankan tren naik secara konsisten.

3. Indikator Penting untuk Dipantau

  • Apakah volume tinggi dapat terjaga dalam beberapa hari ke depan
  • Kekuatan buyer pada level resistance $0.045 – $0.050
  • Kemampuan harga bertahan di atas support $0.035

Jika JELLYJELLY mampu menembus kembali area $0.05 dengan volume kuat, potensi pemulihan jangka menengah bisa terbentuk.

Baca Juga: Harga JELLYJELLY Naik 43%, Pilihan Investor Jangka Pendek

JELLYJELLY menunjukkan performa harian yang sangat kuat, menandai adanya momentum bullish yang menarik bagi para trader jangka pendek.

Namun, tekanan jangka menengah masih jelas terlihat dari penurunan harga dalam satu hingga dua bulan terakhir.

Dengan volatilitas yang tinggi, JELLYJELLY menawarkan peluang besar namun juga risiko signifikan.

Bagi investor, analisa lanjutan terkait fundamental, roadmap proyek, dan pergerakan volume harus menjadi bahan pertimbangan sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga ETH Hari Ini: Tekanan Bearish, Ethereum Turun ke $2.808

Harga Ethereum (ETH) kembali mengalami tekanan setelah mencatat penurunan harian sebesar -0.57%, diperdagangkan pada level $2,808.03.

Meski penurunan ini relatif kecil, gambaran lebih luas menunjukkan tren bearish yang masih mendominasi pasar dalam satu hingga dua bulan terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar $338.92 miliar, Ethereum tetap menempati posisi ke-2 aset kripto terbesar di dunia, namun tren korektif jangka menengah patut diperhatikan oleh investor.

Volume perdagangan 24 jam yang mencapai $30.40 miliar mengindikasikan bahwa aktivitas pasar masih cukup tinggi, terutama di tengah kondisi pasar yang cenderung sensitif terhadap pergerakan makroekonomi global.

Baca Juga: Analisa Harga ETH Hari Ini: Rungkad! Ethereum Merosot 5%

Tren Harga: Koreksi Jangka Pendek Hingga Menengah Masih Berlanjut

Jika melihat riwayat harga ETH dalam beberapa rentang waktu terakhir, Ethereum mengalami koreksi tajam yang menggeser harga dari level psikologis $4.000 ke zona $2.800 saat ini.

Berikut rangkuman perubahan harga ETH:

Periode Perubahan Harga Perubahan (%)
Hari ini -$13.38 -0.47%
30 hari -$1,073.12 -27.64%
60 hari -$1,698.53 -37.68%
90 hari -$1,512.49 -35.00%

Data tersebut mempertegas bahwa Ethereum sedang berada dalam fase koreksi yang cukup dalam, terutama dalam kurun 30–60 hari terakhir.

Penurunan harga hampir 40% dari posisi dua bulan lalu menunjukkan tekanan kuat dari faktor makro, pengambilan keuntungan investor besar, serta penurunan minat risiko di pasar kripto.

Meski demikian, sebagian analis melihat ini sebagai fase konsolidasi sebelum potensi pembalikan arah jika fundamental Ethereum tetap kuat dan aktivitas on-chain kembali meningkat.

Rentang Harga 24 Jam: Volatilitas Terukur, Tren Masih Lemah

Dalam 24 jam terakhir, ETH bergerak dalam rentang harga di antara $2,848.97 (tertinggi) hingga $2,720.44 (terendah).

Rentang harga sekitar $128 ini mencerminkan volatilitas yang relatif stabil, meski tetap menunjukkan adanya tekanan jual yang menghalangi harga kembali menembus area resistensi $2.850.

Perubahan harga 1 jam terakhir yang naik 0.23% menandakan adanya percobaan pemantulan kecil, namun belum cukup kuat mengubah sentimen secara keseluruhan.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jarak dari Rekor Tertinggi

Ethereum saat ini masih berada jauh dari all-time high (ATH) $4,953.73, yang dicapai pada akhir 2021. Dengan harga saat ini di kisaran $2.808, ETH masih berada lebih dari 43% di bawah puncak historisnya.

Kondisi ini bisa dilihat sebagai risiko tinggi jika tren bearish masih berlanjut atau peluang menarik bagi investor jangka panjang yang percaya pada ekosistem Ethereum, terutama menjelang peningkatan skalabilitas melalui roadmap seperti danksharding atau penguatan layer-2.

Analisis Pasar: Sentimen Cenderung Negatif, Aktivitas Tetap Stabil

1. Sentimen Jangka Pendek: Lemah

Penurunan 24 jam dan 7 hari menunjukkan tekanan jual moderat, namun konsisten. Harga masih kesulitan bertahan di atas zona $2.850 yang menjadi resistensi terdekat.

2. Sentimen Jangka Menengah: Bearish

Penurunan lebih dari 25–35% dalam 30–90 hari menunjukkan bahwa ETH sedang berada dalam fase distribusi, yang biasanya menandai tren bearish yang matang.

3. Aktivitas Pasar Tetap Kuat

Volume perdagangan yang tetap tinggi di kisaran $30 miliar menunjukkan bahwa pasar Ethereum masih sangat likuid. Trader dan investor aktif memanfaatkan volatilitas saat ini, baik untuk akumulasi maupun profit-taking.

Level Penting yang Perlu Dipantau

Support terdekat:

Jika ETH turun di bawah level ini, ada potensi penurunan menuju $2,500.

Resistance terdekat:

Breakout dari dua level ini dapat membuka peluang menuju $3,050 di jangka pendek.

Baca Juga: $400 Juta Menguap! MegaETH Tersandung Kesalahan Multisig Fatal!

Ethereum sedang berada dalam fase harga yang penuh tekanan, mencatat penurunan signifikan dalam satu hingga tiga bulan terakhir.

Meski demikian, kestabilan volume perdagangan dan kekuatan fundamental ekosistem ETH menjadi faktor yang dapat mendukung pemulihan jangka panjang.

Bagi trader jangka pendek, volatilitas saat ini menawarkan peluang menarik. Namun bagi investor jangka panjang, penurunan harga ETH dapat menjadi kesempatan akumulasi, selama tetap memperhatikan kondisi pasar global dan perkembangan teknologi Ethereum.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Dihadang Tekanan Pasar, Harga MovieBloc (MBL) Turun 0,99%

Harga MovieBloc (MBL) hari ini tercatat berada pada level $0.001467, mencerminkan penurunan -0.99% dalam 24 jam terakhir.

Meski secara harian bergerak di zona merah, aktivitas perdagangan justru melonjak signifikan dengan volume mencapai $51.29 juta, jauh di atas kapitalisasi pasar sebesar $27.77 juta. Kondisi ini menunjukkan meningkatnya minat trader jangka pendek terhadap volatilitas MBL.

Dengan jumlah sirkulasi mencapai 18.94 miliar MBL, token ini tetap berada dalam jajaran aset kripto aktif yang sering diperdagangkan, menempati peringkat ke-621 dalam daftar aset terpopuler.

Baca Juga: Lonjakan Harga MBL 53% Dorong MovieBloc Masuk Radar Investor

Tren Harga: Fluktuasi Tinggi, Kinerja Jangka Pendek Masih Campuran

Pergerakan harga MBL dalam beberapa minggu terakhir menunjukkan volatilitas yang cukup terasa. Berdasarkan data riwayat harga:

Periode Perubahan Harga Perubahan (%)
Hari ini -$0.000063 -4.12%
30 hari +$0.000082 +5.93%
60 hari -$0.000513 -25.96%
90 hari -$0.000711 -32.68%

Gambaran ini menunjukkan bahwa meski MBL mencatat kenaikan 6% dalam 30 hari terakhir, secara keseluruhan token ini masih berada dalam tren koreksi jangka menengah.

Penurunan hampir -33% dalam 90 hari mengindikasikan adanya tekanan jual berkepanjangan yang belum terselesaikan.

Menariknya, dalam 7 hari terakhir, MBL justru mencatat kenaikan 18.81%, mengisyaratkan adanya potensi pemulihan atau akumulasi setelah periode oversold.

Rentang Harga 24 Jam: Volatilitas Tinggi Berpotensi Menarik Trader Jangka Pendek

Dalam 24 jam terakhir, harga MBL bergerak cukup liar dalam rentang $0.001947 (tertinggi) dan $0.001409 (terendah).

Pergerakan hampir 38% dari titik terendah ke tertinggi ini menunjukkan tingginya volatilitas, yang biasanya menarik perhatian scalper dan day trader.

Namun di sisi lain, volatilitas ekstrem juga menjadi sinyal risiko lebih tinggi bagi investor jangka panjang.

Perubahan harga 1 jam terakhir yang turun -8.41% juga menunjukkan bahwa aksi jual masih dominan dan harga belum menemukan titik stabil.

Pergerakan harga MovieBloc (MBL/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga MovieBloc (MBL/USDT) pada Selasa, 2 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jarak dari Rekor Tertinggi: Diskon Besar, Potensi atau Risiko?

MovieBloc kini diperdagangkan jauh di bawah all-time high $0.045995, yang berarti harga saat ini telah terkoreksi lebih dari 96% dari puncaknya. Angka ini dapat dilihat dari dua perspektif:

Investor yang percaya pada roadmap MovieBloc mungkin melihat harga ini sebagai level menarik untuk akumulasi.

Namun perlu diingat, penurunan terlalu dalam seringkali mengindikasikan melemahnya fundamental atau minimnya adopsi proyek, kecuali ada trigger baru dalam ekosistem MovieBloc.

Analisis Pasar: Volume Tinggi Jadi Sorotan Utama

1. Volume Meningkat Drastis

Dengan volume perdagangan mencapai lebih dari $50 juta, atau hampir 2x kapitalisasi pasar, MBL memperlihatkan aktivitas pasar yang sangat intens. Lonjakan volume seperti ini biasanya menandai fase spekulatif tinggi.

2. Tingkat Popularitas Masih Stabil

Peringkat ke-621 menunjukkan bahwa MBL tetap berada di radar pasar, meski tidak dalam kategori top-tier.

3. Pasokan Beredar

Dengan 63.12% token sudah beredar dan total maksimum 30 miliar MBL, risiko inflasi suplai di masa mendatang masih perlu menjadi perhatian investor.

Level Harga Penting yang Perlu Diperhatikan

Support terdekat:

Resistance terdekat:

Pergerakan di atas $0.002 akan menjadi sinyal bullish awal untuk MBL, sedangkan jatuh di bawah $0.00140 dapat mendorong penurunan lanjutan.

Baca Juga: Gila! Harga MBL MovieBloc Terbang 58% Hanya dalam 24 Jam

MovieBloc dalam Fase Sensitif, Trader Harus Waspada

Harga MBL hari ini berada dalam tekanan, namun lonjakan volume perdagangan menghadirkan dinamika pasar yang menarik.

Dalam jangka pendek, volatilitas tinggi memberikan peluang bagi trader aktif, sementara investor jangka panjang perlu mempertimbangkan risiko mengingat tren penurunan jangka menengah masih terlihat jelas.

Jika MovieBloc merilis pembaruan platform, kemitraan baru, atau peningkatan ekosistem dalam waktu dekat, hal tersebut bisa menjadi katalis positif untuk harga. Hingga saat ini, pasar masih menunggu arah selanjutnya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 2 Desember 2025: Bitcoin Tertekan, Altcoin Reli?

Pasar kripto hari ini, Selasa (2/12) bergerak dalam fase konsolidasi, namun sejumlah altcoin justru memimpin penguatan. JELLYJELLY melonjak 16% ke $0,04251, disusul BAND yang naik 13% ke $0,465, dan SANTOS yang menguat 10% ke $2,075 dalam 24 jam terakhir.

Di sisi makro, sentimen pasar kripto, khususnya Bitcoin, terguncang oleh empat peristiwa ekonomi AS: pidato Powell, akhir kebijakan QT, hingga data ADP dan klaim pengangguran yang meningkatkan ekspektasi pemotongan suku bunga. Inflasi PCE yang jadi indikator kunci juga berpotensi menentukan arah BTC dalam beberapa pekan ke depan. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar di Tengah Konsolidasi Pasar

  • JELLYJELLY bertambah 16% dan saat ini diperdagangkan pada level $0,04251.
  • BAND naik signifikan hingga 13% (24 jam), harga saat ini di $0,465.
  • SANTOS menguat sebesar 10% dalam satu hari, dan kini dihargai $2,075.

4 Peristiwa Ekonomi AS Guncang Sentimen Bitcoin di Awal Desember

  • Pidato Powell dan akhir QT ubah likuiditas dan sentimen Bitcoin.
  • Data ADP dan klaim pengangguran dorong peluang penurunan suku bunga dan tekan pasar kripto.
  • Angka inflasi PCE konfirmasi pemotongan suku bunga dan tentukan arah BTC.

Promo Tokocrypto x Halodoc kini hadir buat kamu!

Fed Akhiri QT: Mungkinkah Picu Reli Altcoin?

  • Akhir QT Fed picu reli altcoin multi-tahun (29-42 bulan) secara historis.
  • Tren rasio ALT/BTC tunjukkan zona kapitulasi (dekat 0,25) sebelum reli.
  • Efek likuiditas mungkin tertunda hingga 2026, tunda reaksi pasar meski QT berakhir.

Akankah Bitcoin Capai ATH Berikutnya? Inilah Prediksi Tom Lee

  • Tom Lee prediksi Bitcoin belum puncak, harapkan ATH baru Januari.
  • Akhir QT pacu reli cepat, memicu optimisme Lee terhadap Bitcoin dan ekuitas.
  • Permintaan jangka panjang terus menentukan pergerakan Bitcoin.

Baca juga: Riset Kripto 24-28 Nov 2025: Bitcoin Rebound! Bear Market Batal?!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.





Sumber : news.tokocrypto.com

Dogecoin Anjlok 9%! Penopang Utama Jebol, Sinyal Dump Lebih Dalam?

Harga Dogecoin (DOGE) merosot hampir 9% dalam 24 jam terakhir setelah menembus level support kunci, di tengah pelemahan Bitcoin dan minimnya minat institusional terhadap ETF Dogecoin yang baru diluncurkan.

Penurunan tajam itu terjadi ketika Dogecoin jatuh dari sekitar US$0,1495 ke kisaran US$0,1377, mengirim token meme tersebut ke level terendah bulanan dan memicu kekhawatiran bahwa tekanan jual yang lebih besar masih bisa berlanjut.

Support Utama Jebol, Tren Berbalik Turun

Secara teknikal, penurunan di bawah support kuat US$0,1495 dipandang sebagai titik balik penting. Level ini sejak akhir Oktober menjadi “lantai” setiap reli utama Dogecoin. Jebolnya area tersebut mengubah struktur pasar dari fase konsolidasi menjadi tren turun aktif.

Volume perdagangan ikut menguatkan sinyal negatif tersebut. Sekitar 1,56 miliar token DOGE berpindah tangan dalam rentang jual yang menentukan, atau sekitar 6,5 kali rata-rata volume harian. Pola ini lazim terlihat saat terjadi likuidasi besar atau penjualan algoritmik, bukan sekadar aksi ambil untung ritel.

Pergerakan harga terbentuk melalui rangkaian lower high dan lower low sebelum jatuh tajam ke area US$0,1370. Upaya pemantulan terbatas tertahan di sekitar US$0,1383 yang kini berfungsi sebagai resistance intraday.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 1 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Senin, 1 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Dogecoin Kian Lesu di $0,40: Aktivitas Whale Drop Dua Bulan Beruntun!

ETF Mengecewakan, Sentimen Pasar Lesu

Di sisi fundamental, peluncuran ETF Dogecoin oleh Grayscale dan Bitwise belum mampu menjadi katalis positif. Kedua ETF tersebut hanya mencatat total arus masuk sekitar US$2,16 juta di pekan pertama, jauh di bawah ekspektasi pasar yang berharap adanya lonjakan minat institusional.

Pada saat yang sama, pasar kripto secara keseluruhan berada dalam mode penghindaran risiko (risk-off) seiring Bitcoin bergerak dekat level terendah beberapa bulan terakhir. Kondisi likuiditas yang menurun membuat token meme seperti DOGE mengalami volatilitas yang lebih besar dibanding aset kripto utama lainnya.

Data juga menunjukkan pemegang besar (whale) masih cenderung menjadi penjual bersih meski ETF telah diluncurkan, menambah tekanan pada harga.

Kondisi Teknis: Oversold, Tapi Belum Ada Sinyal Pembalikan

Dilaporkan Yahoo Finance, indikator momentum menunjukkan Dogecoin berada di area jenuh jual (oversold), namun hingga kini belum terbentuk divergensi yang biasanya menandakan potensi pembalikan. Harga DOGE masih bergerak di bawah level support yang kini berubah menjadi resistance di US$0,1495.

Saat ini, harga berkonsolidasi dalam rentang sempit antara sekitar US$0,1372 dan US$0,1383, menandakan fase stabilisasi sementara setelah penurunan tajam. Resistance terdekat berada di sekitar US$0,1383, sementara dukungan langsung berada di kisaran US$0,1370. Jika level ini kembali ditembus, risiko penurunan menuju area US$0,1350–US$0,1320 dinilai meningkat.

Apa yang Jadi Perhatian Pelaku Pasar

Pelaku pasar kini memantau beberapa level kunci dan dinamika berikut:

  • Level US$0,1495 yang hilang kini berubah menjadi resistance besar di atas kepala harga Dogecoin.
  • Support terdekat berada di sekitar US$0,1370; penembusan ke bawah dapat membuka jalan menuju US$0,1350–US$0,1320.
  • Kondisi oversold membuka peluang terjadinya relief bounce, namun belum ada konfirmasi teknikal yang kuat.
  • Minimnya arus masuk ETF menghapus salah satu narasi bullish jangka pendek bagi Dogecoin.
  • Reclaim meyakinkan dengan volume tinggi di zona US$0,1420–US$0,1450 dipandang sebagai salah satu sinyal awal bahwa tekanan jual mulai mereda dan pembeli kembali aktif.

Untuk saat ini, struktur pasar Dogecoin masih lebih condong ke kelanjutan tren turun ketimbang pembalikan, selama harga belum mampu merebut kembali level-level kunci dengan dukungan volume yang kuat.

Baca juga: Lonjakan Dogecoin Picu Harapan Reli Wyckoff Bullish


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Solana Ambruk 5 Hari Beruntun, Harga Tertekan di $126

Solana (SOL) kembali melemah pada perdagangan Senin, terkoreksi sekitar 5% dan tertekan di kisaran $126. Pelemahan ini menandai candle harian bearish kelima berturut-turut, sekaligus menghapus kenaikan yang sempat terbentuk pada pekan sebelumnya. Tekanan jual yang kian intens membuat SOL berisiko kehilangan level support penting dan membuka peluang penurunan lebih dalam.

Di pasar derivatif, sentimen investor berbalik bearish seiring pergeseran ke mode risk-off. Data CoinGlass menunjukkan Open Interest (OI) futures SOL, nilai nominal seluruh kontrak yang belum diselesaikan, turun 6,17% dalam 24 jam terakhir menjadi sekitar $7,00 miliar. Penurunan eksposur modal ini mengindikasikan berkurangnya selera risiko pelaku pasar dan meningkatnya kekhawatiran atas prospek harga Solana.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 1 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 1 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Baca juga: Solana Anjlok Tajam, ETF Melemah dan Ancaman Retest $100

Solana Menghadapi Tekanan Bearish

Dilaporkan FXstreet, tekanan jual tidak hanya terjadi pada SOL. Aksi jual yang lebih luas melanda pasar kripto setelah Bitcoin (BTC) turun di bawah $87.000, yang memicu likuidasi lebih dari $600 juta posisi derivatif di seluruh pasar dalam 24 jam terakhir.

Sejalan dengan memburuknya sentimen, tingkat pendanaan (funding rate) berbobot OI untuk kontrak Solana berbalik negatif ke -0,0055% pada Senin. Kondisi ini mencerminkan meningkatnya kepercayaan di kubu penjual, karena pihak yang membuka posisi jual (short) bersedia membayar premi untuk mempertahankan posisinya. Dalam periode yang sama, likuidasi posisi beli SOL mencapai sekitar $31,88 juta, jauh melampaui likuidasi posisi jual sebesar $2,99 juta. Dominasi likuidasi di sisi beli menegaskan kuatnya tekanan bearish yang “menghantam” para pemegang posisi bullish.

Secara teknikal, Solana berpotensi membentuk candle Marubozu bearish pada grafik harian, sejalan dengan penurunan sekitar 5% pada perdagangan hari ini. Koreksi yang berlangsung selama lima hari terakhir telah membawa harga kembali menguji area support $126, yang sebelumnya terbentuk sebagai level terendah pada 22 Juni.

Apabila SOL mencatat penutupan harian yang meyakinkan di bawah $126, tekanan jual diperkirakan dapat berlanjut menuju area terendah 11 Maret di sekitar $112, dan bahkan membuka ruang koreksi lebih jauh ke zona $95 yang tercatat pada 7 April.

Solana Berisiko Kehilangan Support Penting

Indikator momentum turut memperkuat sinyal kehati-hatian. Relative Strength Index (RSI) harian berada di level 33 dan sejak awal Oktober terus bertahan di bawah garis tengah, menandakan dominasi tren turun. Jika RSI terus bergerak mendekati batas zona jenuh jual di kisaran 30, tekanan jual pada SOL berpotensi meningkat.

Sementara itu, indikator Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih berada sedikit di atas garis sinyal, sehingga secara teknis masih menyimpan bias bullish tipis. Namun, apabila MACD memotong ke bawah garis sinyal merah, indikator tersebut akan mengonfirmasi penguatan kembali momentum bearish dan dapat menjadi pemicu sinyal jual tambahan bagi pelaku pasar teknikal.

Meski tekanan jual tengah menguat, peluang pantulan harga tetap terbuka. Jika Solana mampu bertahan dan memantul dari level $126, potensi rebound jangka pendek dapat mengarahkan harga kembali ke area psikologis $150, selama tekanan jual dapat diredam dan minat risiko investor kembali pulih.

Baca juga: ETF Jadi Penentu, Akankah Solana Oktober Ini Reli 30%?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com