Di tengah kekhawatiran ekonomi yang menyusutkan selera risiko investor, CEO Celsius Network mengatakan bahwa pasar kripto dan Bitcoin akan bangkit, inflasi tidak akan menghentikannya.
Alex Mashinsky mengungkapkan pandangannya tersebut dalam sebuah wawancara bersama Kitco News, yang memperkirakan pasar kripto justru akan mulai pulih dari sini. Ia menambahkan:
“[Bahkan] JP Morgan… mengeluarkan laporan minggu ini yang mengatakan bahwa mungkin aksi jual crypto berlebihan, dan mereka melihat rebound ke level 38.000 [USD per Bitcoin] dari tempat kita hari ini… Jadi saya pikir kita akan melihat pembalikan atas akhir pekan dan minggu depan.”
Ia pun menilai bahwa, pasar Bearish saat ini memberi dampak baik untuk memisahkan para penipu dan spekulan dari industri kripto.
Menurutnya, pasar kripto memiliki dua jenis pelaku pasar, yakni HODLer seperti Michael Saylor, Komunitas Celsius dan lainnya, dan juga ada para investor yang bersifat spekulan.
Dengan kondisi bearish saat ini, para spekulan telah dihapuskan dari permainan, yang akan menghentikan aksi jual besar-besaran dan mulai beralih lagi ke kenaikan harga yang bagus. Ia mengatakan:
“Ingat, ketika Bitcoin pulih, awalnya pulih 5 hingga 8 kali dari tempatnya, atau bahkan lebih.”
Selain itu, Alex juga mengatakan bahwa ia masih percaya Bitcoin dapat menjadi aset pelindung nilai dari inflasi. Menurutnya, jika membandingkan periode satu dekade pada S&P versus inflasi versus Bitcoin, maka Bitcoin akan mengungguli keduanya.
Menanggapi potensi inflasi, Alex tidak melihat itu akan mereda, karena ia memperkirakan AS tengah menuju puncak dari inflasi dan akan butuh waktu lebih lama bagi ekonomi AS untuk pulih dan memperbaikinya.
Disisi lain, Alex juga mengatakan, inflasi harus dibawah 8% untuk Bitcoin rally dan jika inflasi masih diatas 8.3%, harga Bitcoin akan terus merosot.
Pada tanggal 14-15 Juni, The Fed akan melakukan meeting lagi. Semua trader masih menunggu tanggal tersebut.
Alex juga memberitahukan beberapa exchange yang dia ketahui sudah tidak melakukan likuidasi lagi dan banyak pengguna celsius menukarkan stablecoin mereka ke Bitcoin atau altcoin.
Sebagai investor, memastikan aset tersimpan dengan baik dan aman adalah sebuah keharusan. Sama halnya dengan aset kripto, investor wajib untuk menyimpan aset kriptonya di tempat yang terpercaya dan memiliki tingkat keamanan tinggi. Lantas, sebenarnya apa, sih, fungsi walletbitcoin? Kemudian bagaimana cara membuat wallet bitcoin? Yuk kita bahas satu persatu.
Kenalan dengan Wallet Bitcoin
Apakah wallet bitcoin bisa disamakan dengan fungsi dompet pada umumnya? Bisa dibilang, iya. Namun ada sedikit perbedaan yang mendasarinya.
Penting untuk diketahui, bitcoin sendiri adalah aset digital yang tidak mempunyai bentuk fisik. Maka, wallet bitcoin merupakan perangkat lunak untuk menyimpan public keydan private keydengan berbasis teknologi blockchainyang dengan mudah digunakan oleh pengguna untuk mengirim bitcoin, menerima bitcoin, bahkan memantau saldo bitcoin.
Public key juga sering disebut sebagai wallet address, merupakan alamat dengan format alfanumerik yang dapat digunakan untuk menerima dan mengirim bitcoin ke sesama pengguna. Sedangkan private key merupakan password untuk mengakses wallet dan harus dijaga kerahasiaannya.
Jenis Wallet Bitcoin
Secara umum, wallet bitcoin terbagi menjadi dua jenis, yaitu Hot dan Cold wallet. Berikut penjelasannya.
Apa Itu Hot Wallet
Hot wallet adalah wallet bitcoin yang terkoneksi dengan jaringan internet. Anda dapat dengan bebas memilih hot wallet pada platform digitalyang menyediakannya, baik gratis maupun berbayar.
Apa Itu Cold Wallet
Cold wallet adalah kebalikan dari hot wallet, dimana wallet bitcoin jenis ini tidak membutuhkan jaringan internet dan tentunya memiliki bentuk fisik.
Cara Mengirim dan Menerima Bitcoin Melalui Wallet
Bisa dibilang sebelum memulai untuk melakukan investasi bitcoin dan aset kripto lainnya, sebagai investor Anda harus memiliki wallet. Dikarenakan wallet bitcoin berfungsi sebagai perantara dengan blockchain ketika Anda ingin melakukan transaksi ke sesama pengguna bitcoin.
Jika ingin mengirim bitcoin, Anda bisa mengklik tombol send kemudian masukkan public key penerima dan masukkan jumlah bitcoin yang Anda inginkan. Begitupula sebaliknya, jika ingin menerima bitcoin, klik tombol request dan sistem blockchain akan memberikan address yang bisa Anda berikan kepada pengirim.
Cara Membuat Wallet bitcoin
Jika Anda masih bingung bagaimana cara membuat wallet bitcoin, yuk ikuti langkah-langkah berikut:
Untuk membuat wallet bitcoin, Anda bisa kunjungi situs blockchain atau klik sini. Kemudian klik tombol “Create Wallet”
Lengkapi proses registrasi dengan memasukkan email dan password Anda
Tara! Wallet bitcoin Anda sudah siap!
Tingkatkan Keamanan Wallet Bitcoin
Jika sudah mendaftar wallet bitcoin, tingkatkan keamanan wallet bitcoin Anda dengan menggunakan 2FA atau Two Factor Authentication. Dimana Anda akan dimintai verifikasi identitas sebanyak 2 kali dengan bentuk kode yang dikirimkan melalui email atau SMS. Namun, jangan lupa untuk memverifikasi email Anda terlebih dahulu sebelum melakukan 2FA, ya!
Selain itu, Anda juga bisa mencatat backup phrase. Backup phrase merupakan 12 kata pendek yang berfungsi sebagai backup jika Anda kehilangan perangkat maupun tidak mengingat kata sandi yang digunakan untuk mengakses akun wallet. Jadi, backup phrase ini adalah satu-satunya akses yang harus Anda catat dan simpan di tempat yang aman.
Beli Bitcoin di Tokocrypto
Kalau Anda sudah daftar wallet bitcoin dan memiliki wallet, kini saatnya Anda beli dan mendapatkan bitcoin di berbagai platform exchange aset kripto seperti Tokocrypto, yang telah terdaftar di BAPPEBTI, telah memiliki sertifikasi ISO 27001 tentang Sistem Keamanan Informasi dan terdaftar di Kementerian Komunikasi dan Informatika. Oh iya, Anda juga bisa membuat wallet di Tokocrypto jika Anda tidak mau memiliki wallet terpisah.
Yuk, mulai investasi bitcoin dari sekarang di Tokocrypto! Jika Anda ingin mengetahui informasi terbaru, kunjungi Tokocrypto di www.tokocrypto.com dan semua akun media sosial @Tokocrypto
Tokocrypto bersama dengan Nexticorn (Next Indonesian Unicorns) menggelar NXC Web3 Startup Competition sebagai bagian dari pra-event NXC Indonesia Summit 2022 yang digelar pada 31 Agustus-2 September 2022 di Bali. Kompetisi ini bertujuan untuk menjaring 10 proyek Web3 lokal terbaik untuk nantinya diberi kesempatan tampil di ajang Summit nanti.
Perkembangan Web3 di Indonesia sendiri masih tahap early stage dan terus menunjukan pertumbuhan. Salah satu fokus dari acara NXC International Summit 2022 nanti adalah pembahasan dan pemahaman lebih mendalam tentang potensi teknologi Web3 dan turunannya.
Chief Summit Officer di NXC International Summit 2022, Edward Ismawan Chamdani, mengatakan di NXC International Summit 2022 akan ada area khusus yang disebut Experience Area, didedikasikan untuk para partisipan agar bisa merasakan pengalaman langsung dengan teknologi Web3. Selain itu, Nexticorn juga akan menghadirkan para penggiat Web3 ternama global termasuk para pemimpin pasar untuk berpartisipasi dalam kegiatan ini.
“Melalui Nexticorn dan NXC International Summit 2022, kami percaya bahwa Web3 akan menjadi landasan atau launchpad bagi unicorn baru dari Indonesia. Dan ini selaras dengan misi kami untuk mendorong akselerasi industri teknologi Indonesia yang akan melahirkan unicorn-unicorn baru,” kata Edward dalam keterangan resminya.
Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai. Foto: Tokocrypto.
Sementara itu, Tokocrypto sebagai salah satu pendukung acara NXC International Summit 2022 turut berpartisipasi dalam menggali para inovator Web3 di Indonesia untuk menunjukan project mereka ke panggung global melalui NXC Web3 Startup Competition.
“Web3 adalah fase baru yang menjanjikan. Potensi Web3 di Indonesia saat ini up and rising. Tokocrypto sangat optimis tentang potensi Web3 untuk memperluas akses masyarakat ke semua peluang yang lebih baik, mulai dari ekonomi, kesehatan hingga pendidikan,” kata ujar Co-Founder & CEO Tokocrypto, Pang Xue Kai.
“Kerja sama strategis ini, sejalan dengan visi Tokocrypto untuk terus menjadi builder sekaligus leader di ekosistem kripto, blockchain, dan Web3 di Tanah Air, sekaligus membawa Indonesia menjadi barometer di kancah global.”
Kriteria dan kategori NXC Web3 Startup Competition
Gelaran NXC Web3 Startup Competition tidak hanya ditujukan untuk startup atau perusahaan, tetapi juga untuk tim pengembang atau siapa pun yang bekerja pada produk atau layanan bisnis komersial yang menggunakan konsep desentralisasi atau berteknologi blockchain.
Beberapa kriteria yang harus diperhatikan adalah:
Tim inti harus didominasi oleh warga negara Indonesia;
Proyek sudah berjalan minimal 3 bulan;
Memiliki dan dapat menunjukkan data traksi/penggunaan.
Kompetisi Web3 ini dibagi menjadi 4 kategori, yaitu:
DAO – Distributed Autonomous Organizations;
NFT – Non-fungible Tokens (with utilities or smart contracts);
dApps – Decentralized Applications;
Blockchain – Open Ledger dengan Blockchain.
Registrasi berlangsung dari tanggal 24 Mei-12 Juni 2022. Dilanjutkan dengan sesi penjurian oleh Edward Ismawan Chamdani selaku Chief Summit Officer NXC International Summit 2022 dan Tigran Adiwirya selaku VP of TokoLabs Tokocrypto, yang berlangsung selama 3 hari hingga 15 Juni 2022. Kesepuluh pemenang akan diumumkan pada tanggal 18 Juni 2022.
Untuk para penggiat teknologi yang sudah mulai meniti proyek Web3 dan ingin semakin mengembangkan inovasi teranyar ini, segera daftarkan diri. Pendaftaran akan segera ditutup tanggal 12 Juni 2022.
Informasi lebih lanjut terkait kompetisi dan pendaftaran tersedia di website Nexticorn dan NXC Web3 Startup Competition.
Singapura meluncurkan inisiatif aset digital demi menyelidiki potensi kegunaan tokenisasi aset dalam rangka menjadi pusat bagi keuangan desentralistik (DeFi) menyusul minggatnya sejumlah pelaku pasar industri kripto.
Singapura dan Inisiatif Aset Digital
Inisiatif aset digital tersebut bernama Project Guardian, yang merupakan kerjasama antara Otoritas Keuangan Singapura (MAS) dan perusahaan keuangan besar. Proyek ini diharapkan menguji kelayakan aplikasi di bidang tokenisasi aset dan DeFi.
Tokenisasi adalah proses membuat wakil aset bernilai secara digital melalui smart contract pada blockchain. Melalui tokenisasi, aset bernilai ekonomis tinggi dapat dipecahkan dan dipertukarkan menggunakan internet dengan basis peer-to-peer.
Bloomberg melaporkan, Wakil Perdana Menteri dan Menteri Koordinasi Kebijakan Ekonomi Heng Swee Keat meluncurkan proyek tersebut pada acara Asia Tech x Singapore Summit pada Senin (31/05/2022) kemarin. Ia berkata Project Guardian akan mengelola resiko kripto terhadap integritas dan stabilitas keuangan.
Proyek itu bertujuan mengembangkan proyek rintisan di beragam bidang, termasuk jaringan terbuka yang interoperabel, trust anchor dan protokol DeFi bagi tingkat institusi.
Proyek rintisan pertama akan menjajaki potensi aplikasi DeFi bagi wholesale funding market.
Proyek ini dipimpin oleh Bank DBS, JPMorgan Chase & Co serta Marketnode Pte dan melibatkan pembuatan permissioned liquidity pool yang terdiri dari token obligasi serta deposit.
MAS termasuk regulator yang tanggap melihat teknologi blockchain. Singapura telah mendirikan kerangka lisensi kripto beberapa tahun lalu.
Kendati demikian, para pemohon lisensi kesulitan mendapatkan persetujuan dikarenakan proses yang lambat. Selain itu, pelarangan iklan kripto menjadi hambatan lain bagi kelancaran industri.
Beragam pelaku pasar kripto telah pindah domisili ke Dubai. Pemerintah Dubai secara aktif merayu perusahaan-perusahaan kripto untuk mendirikan markas di kota tersebut.
Salah satunya adalah bursa Bybit Fintech Ltd yang memindahkan markas dari Singapura ke Dubai. Perusahaan ventura Three Arrows turut pindah ke kota tersebut. Bursa terbesar Binance Holdings Ltd memindahkan operasional dari Singapura ke Dubai.
Sopnendu Mohanty, Kepala Fintech MAS, berkata, “Melalui eksperimen praktis dengan industri keuangan dan ekosistem secara meluas, kami berusaha mempertajam pemahaman kami soal ekosistem aset digital yang berkembang pesat.”
Ia menambahkan, hasil kajian Project Guardian akan memberi informasi bagi pembuat kebijakan soal kerangka regulasi yang dibutuhkan untuk menuai manfaat dari DeFi sekaligus memperkecil resikonya.
Pergerakan market aset kripto tampaknya belum sepenuhnya optimal. Padahal sejak awal pekan lalu, sejumlah aset kripto reli kencang, namun mulai kehabisan “bensin” untuk meneruskan lajunya ke zona hijau.
Misalnya saja, Bitcoin (BTC) sempat melewati level psikologisnya di harga $ 30.000, tapi tidak berlanjut bullish dan kembali anjlok ke $ 29.850 dari pantauan situs CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB. Apa yang sebenarnya terjadi?
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan pergerakan market ini dipengaruhi oleh investor yang sepertinya memanfaatkan momentum reli harga kripto untuk melakukan aksi ambil untung atau taking profit. Mereka tidak mau lama menunggu untuk mendapatkan profit, ketika harga BTC naik setelah sembilan minggu alami penurunan.
“Jika dilihat, ketika sentimen pasar bearish, investor tentu akan buru-buru merealisasikan keuntungannya sebelum laju harga aset kripto kembali berbalik arah. Harga Bitcoin gagal menembus level resistance-nya, sehingga dibutuhkan aksi beli yang kencang demi mengungkitnya lebih tinggi lagi,” kata Afid.
Afid menduga para investor masih mengantisipasi ancaman resesi dan kebijakan moneter The Fed ke depan. Meski begitu ada rasa optimisme pelaku pasar yang dipicu oleh keyakinan bahwa harga aset-aset berisiko, termasuk kripto, sudah mencapai titik bottom. Sehingga, pelaku pasar terus mendorong harga aset kripto untuk menembus level resistance-nya.
Tapi, awan mendung masih menyelimuti market kripto dengan sentimen negatif dari makroekonomi yang sangat mempengaruhi tindak-tanduk investor institusi di bursa kripto. Tak ketinggalan, mereka juga tampak latah mengikuti aksi jual yang dilakukan pelaku pasar modal. Di mana nilai indeks Dow Jones Industrial Average (DJIA), Nasdaq dan S&P 500 juga kompak melorot.
Namun, di tengah market yang volatil ini, aset kripto Waves (WAVES) berhasil tumbuh 13% dalam 24 jam terakhir. Hal ini terjadi setelah Waves merilis peta jalan perbaikan ekosistem keuangan terdesentralisasi (DeFi) yang dijuluki Waves DeFi Revival Master Plan.
Selain WAVES, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan pertama bulan Juni 2022. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Pembuka daftar aset kripto berpotensi bullish awal Juni ini adalah Tezos (XTZ). Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan XTZ masih merasakan sentimen positif dari peluncuran protokol terbaru bernama Jakarta 2.
Afid melihat jaringan Jakarta Protocol berisi pembaruan besar pada protokol ekonomi Tezos, serta banyak perbaikan kecil. Seperti fitur Transaction Optimistic Rollup (TORU) yang memungkinkan pertukaran aset semakin mudah. Dan mekanisme Liquidity Baking Escape Hatch telah didesain ulang dan diganti namanya menjadi “Liquidity Baking Toggle Vote”.
“Peluncuran Jakarta Protocol di jaringan Tezos pada 19 Mei lalu mashi menghadirkan sentimen positif dapat harga XTZ. Ini membuktikan investor masih yakin dengan potensi besar pembaruan jaringan untuk menggerakan harga XTZ naik,” kata Afid.
Berdasarkan analisis teknikalnya, XTZ sedang perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar XTZ dapat terus bergerak menuju harga $ 2,92 atau naik sekitar 34%-37% dari harga bawah $ 2,08 dalam beberapa hari ke depan.
Peringkat XTZ di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #37, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.702.018.053. Pasokan yang beredar 896.681.214 koin XTZ dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. Gitcoin (GTC)
Analisis teknikal Gitcoin (GTC).
Gitcoin adalah platform yang menggabungkan proyek pemrograman open source dengan sistem pembayaran kripto. GTC digunakan sebagai token tata kelola asli Gitcoin. GTC adalah token ERC-20 yang ditujukan untuk tata kelola platform komunitas.
Afid melihat sejak pekan lalu pergerakan GTC terus mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Kemungkinan besar reli akan terus berlanjut dan bisa menguntungkan investor.
“Analisis teknikal GTC, terlihat kenaikan yang signifikan. Harga GTC kemungkinan besar bisa mencapai $ 4,5 atau naik sekitar 44% dari harga bawah saat ini $ 3,68,” jelasnya.
Peringkat GTC di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #472, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 37.257.489. Pasokan yang beredar 14.198.202 koin GTC dan maksimal pasokan tidak tersedia.
3. Toko Token (TKO)
Analisis teknikal Toko Token (TKO).
Toko Token (TKO) adalah token native dari Tokocrypto yang menggabungkan utilitas CeFi dan DeFi. TKO masuk daftar kripto yang potensi bullish didorong dari pergerakan harganya yang mulai perlahan naik.
Afid mengatakan pergerakan ini bisa didorong oleh sentimen positifnya tentang launching T-Launchpad yang kabarnya akan hadir dalam waktu dekat di bulan Juni ini. TKO akan menjadi token utilitas yang bisa digunakan di platform T-Launchpad untuk mengikuti project DAO yang dirilis di sana.
“Dari analisis teknikal harga TKO bisa melambung tinggi hingga Rp 6.318 atau naik sekitar 21% dari harga bawah saat ini Rp 5.700. Namun, apabila TKO gagal bullish, maka harganya bisa turun hingga Rp 5.210 menuju level support-nya,” kata Afid.
Peringkat TKO di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #459, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 39.727.468. Pasokan yang beredar 108.500.000 koin TKO dan maksimal pasokan 500.000.000 koin TKO.
Origin Protocol (OGN) adalah token Ethereum yang mendukung platform Origin, yang bertujuan untuk memperkuat pasar yang terdesentralisasi danpeer-to-peer. OGN dapat digunakan untuk mempertaruhkan, mengatur, dan beriklan di platform Origin.
Menurut Afid, OGN bisa masuk ke fase bullish pada pekan ini. “OGN telah membentuk pola cup and handle yang membentuk lengkungan seperti huruf U. Pola handle ini terbentuk karena penurunan harga yang pendek, namun sebagai sinyal bullish.”
Dari analisis teknikalnya, OGN terlihat ada pergerakan turun atau koreksi sedikit meski perlahan dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar nilai OGN bisa reli naik mencapai $ 0,4 atau sekitar 31% dari harga bawah $ 0,34.
Peringkat OGN di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #198, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 108.484.056. Pasokan yang beredar 388.570.733 koin OGN dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin OGN.
5. Kava (KAVA)
Analisis teknikal Kava (KAVA).
Fase bullish pada aset kripto KAVA tampaknya terus berlanjut. Afid menjelaskan sentimen positif pasca peluncuran mainnet Kava 10 dan kabar Kava Network telah menambahkan protokol Sushi ke program insentif pengembangnya dengan mengalokasikan dana total $ 14 juta.
Melalui kemitraan ini, pengguna dan pengembang Sushi akan memiliki akses tanpa batas ke seluruh nilai pasar senilai $300 miliar dari blockchain Ethereum dan Cosmos dari satu jaringan, yang menurut Kava adalah untuk pertama kalinya.
“Sentimen positif KAVA terus menguat. Dari analisis teknikal KAVA juga terlihat pola cup and handle. Kemungkinan besar KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 3,6 dari $ 3,03 dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.
Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 12.00 WIB adalah #81, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 531.580.940. Pasokan yang beredar 201.597.568 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Meski sempat mencicipi level psikologisnya di $ 30.000, Bitcoin kini malah berpotensi bearish dalam beberapa hari ke depan. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat sentimen positif untuk menggerakan BTC belum kuat.
“Meski institusi udah mulai pada akumulasi Bitcoin, tapi dari analisa Bitcoin Trading Option, perusahaan besar seperti Delta melihat adanya order ‘put‘ yang lebih banyak dari order ‘call‘. Jadi ada kemungkinan Bitcoin koreksi sedikit lagi dengan ditandai ‘short squeeze‘,” kata Afid.
Dari analisa teknikalnya, BTC akan sedikit koreksi atau turun ke harga kisaran $ 29.000-$ 28.000. Namun, BTC masih tetap berada di atas sedikit dari level support-nya yang masih di angka $ 26.000.
Peringkat BTC di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #1, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 568.647.487.538. Pasokan yang beredar 19.055.837 koin BTC dan maksimal pasokan 21.000.000 koin BTC.
2. Maker (MKR)
Analisis teknikal MKR (Maker).
MKR (Maker) adalah token ERC-20 di blockchain Ethereum yang bertindak sebagai token tata kelola MakerDAO. Pemegang token MKR dapat berpartisipasi dan memberikan suara untuk proposal perubahan terhadap platform MakerDAO.
Afid melihat MKR akan mengalami penurunan dan berpotensi bearish dari segi analisis teknikalnya. “MKR terlihat sudah mengalami penurunan secara bertahap. Pergerakan ini kemungkinan besar akan terus berlanjut. Harga MKR kemungkinan bisa terus terperosok hingga $ 1.150 atau turun 12% dari harga $ 1.319.” jelasnya.
Peringkat MKR di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #49, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 1.182.488.074. Pasokan yang beredar 977.631 koin MKR dan maksimal pasokan 1.005.577 koin MKR.
3. STEPN (GMT)
Analisis teknikal STEPN (GMT).
STEPN (GMT) sempat mencuri perhatian para pelaku pasar kripto karena keunikan utilitasnya. GMT kini diperkirakan akan kembali bearish pada pekan ini.
Menurut Afid, aset kripto GMT masih masih cukup bagus dalam beberapa waktu ke depan. Namun, saat ini GMT sedang mengalami koreksi sehingga membuat harganya alami penurunan.
“Analisis teknikalnya, harga GMT sudah turun secara perlahan sejak awal pekan ini. GMT bisa alami penurnan harga hingga $ 1 atau turun 17% dari harga $ 1,18 selama beberapa waktu mendatang,” ujar Afid.
Peringkat GMT di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #74, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 611.090.269. Jumlah koin yang beredar 600.000.000 koin GMT dan maksimal pasokan 6.000.000.000 koin GMT.
New Kind of Network (NKN) adalah blockchain publik yang bertujuan untuk menggunakan insentif ekonomi untuk memotivasi pengguna internet untuk berbagi koneksi jaringan dan memanfaatkan bandwidth yang tidak digunakan. NKN bertujuan untuk menjadi jaringan untuk membangun aplikasi terdesentralisasi dengan cara yang meningkatkan transmisi dan konektivitas data peer-to-peer.
Sayangnya, meski memiliki utilitas yang baik nilai NKN terus turun sejak awal tahun 2022. Afid melihat penurunan NKN yang drastis sejak April lalu, belum bisa membuat NKN masuk ke zona bullish.
“Analisis teknikal NKN ini sudah terlihat turun sejak April, meski ada konsolidasi tidak bisa membuatnya reli. NKN kemungkinan besar akan mengalami penurunan harga menuju $ 0,07 dari $ 0,09,” kata Afid.
Peringkat NKN di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #350, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 67.029.463. Jumlah koin yang beredar 700.000.000 koin NKN dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin NKN.
5. Mirror Protocol (MIR)
Analisis teknikal Mirror Protocol (MIR).
Mirror Protocol (MIR) adalah token Ethereum yang memungkinkan pencipta mengeluarkan aset sintetis, yang membantu melacak harga aset dunia nyata. Afid mengungkap MIR akan mengalami bearish selama beberapa hari ke depan.
“MIR akan terus turun harganya menuju $ 0,20 atau anjlok 25% dari $ 0,28. Tapi meski begitu, MIR akan tetap berada di atas level support-nya di harga $ 0,11,” ujar Afid.
Peringkat MIR di CoinMarketCap pada Kamis (2/6) pukul 10.00 WIB adalah #612, dengan kapitalisasi pasar langsung $ 21.175.149. Jumlah koin yang beredar 77.742.680 koin MIR dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Dalam acara Forum Ekonomi Dunia yang digelar di Davos, Swiss, CEO Bank of America (BoA) Brian Moynihan berkata bahwa bank tersebut tidak terburu-buru untuk memasuki sektor aset kripto.
Bank of America dan Keinginan ke Aset Kripto
Kanal berita Yahoo Finance bertanya ke Moynihan apakah Bank of America merasa tertinggal sebab tidak berinvestasi di sektor kripto secara agresif.
Menanggapi pertanyaan itu, Moynihan menjelaskan BoA adalah bank yang diregulasi sehingga tidak diperbolehkan terjun secara mendalam ke aset kripto.
Ia berkata Bank of America sebaiknya terus memusatkan perhatian kepada misi utamanya, yakni menjadi bank yang mengusung kebebasan finansial.
“Misi kami adalah membantu konsumen Amerika membangun keuangan yang sukses,” jelas CEO Bank of America tersebut. Moynihan telah bertugas sebagai CEO selama 12 tahun dan menopang transformasi perbankan di AS.
Produk perencanaan keuangan BoA yang memiliki empat hingga lima juta pengguna diluncurkan tiga tahun lalu. Moynihan menambahkan, tugas bank tersebut adalah membantu nasabah mempelajari cara berinvestasi demi meningkatkan mutu kehidupan.
Kendati kegunaan aset kripto adalah pembayaran antar negara, Moynihan berpendapat regulasi yang ketat bagi kripto dan ketidakjelasan panduan menyebabkan kelas aset tersebut tidak dapat berinteraksi dengan kelas aset lain.
Bank of America menyatakan pihaknya hanya diperbolehkan meriset tentang kripto. Bank tersebut mendirikan tim khusus kripto pada bulan Juli lalu.
Watcher melaporkan, laporan keuangan terbaru BoA mengungkap 53 persen transaksi nasabah berasal dari kanal digital. Moynihan menambahkan, bank tersebut memiliki 54 juta nasabah digital.
Bank of America memiliki ratusan paten terkait blockchain menurut Moynihan. Paten terkait blockchain meningkat 86 persen pada tahun 2021. Kendati memegang paten banyak, BoA tidak berniat berinvestasi ke aset kripto secara besar-besaran.
Forum Ekonomi Dunia dihadiri oleh beragam perwakilan industri kripto, termasuk CEO Ripple, Brad Garlinghouse, dan Presiden bursa kripto FTX, Brett Harrison. Tetapi, Yahoo Finance melaporkan sebagian besar peserta forum tersebut masih bersikap skeptis terhadap aset digital.
Sikap skeptis tersebut disebabkan pasar aset kripto yang melesu. Saham perusahaan kripto seperti bursa Coinbase dan platform Robinhood mengalami penurunan besar. Kegagalan stablecoin Terra USD (UST) turut menjadi sorotan bagi para kritikus kripto, termasuk dari IMF.
Pendiri Shiba Inu (SHIB), dengan nama samaran Ryoshi, pamit dari komunitas setelah menghapus semua cuitannya di Twitter dan semua tulisannya di blog Medium.
Seperti pendiri Bitcoin (BTC), Satoshi Nakamoto, Ryoshi juga tidak diketahui identitas aslinya sejak proyek Shiba Inu diluncurkan pada Agustus 2020.
Dalam beberapa kesempatan, Ryoshi sudah memberi isyarat akan menghilang dari komunitas. Salah satunya terlihat dalam sebuah tulisan di Medium.
“Saya sudah mengatakan sejak awal, saya bukan siapa-siapa, saya tidak penting. Segala upaya untuk mengungkap identitas saya, jika berhasil, akan mengecewakan. Saya hanyalah seseorang yang sedang mengetik dalam keyboard dan posisi saya dapat tergantikan. Saya Ryoshi,” ujarnya.
Saat ini, akun Twitter milik Ryoshi masih aktif, tetapi seluruh cuitan sudah dihapus. Sementara dua tulisan yang berisi ucapan selamat tinggal kepada Shib Army masih terlihat di Medium.
“Saya tidak penting, dan suatu hari saya akan pergi tanpa pemberitahuan. Genggam SHIBA dan lanjutkan perjalanan. Setiap Shibaarmy adalah Ryoshi. Itu tidak mewakili seseorang, tetapi mewakili kejayaan Shibaarmy! Tamat,” tulis Ryoshi.
Namun, sejumlah anggota komunitas menduga blog Ryoshi diretas. Peretas kemudian membuat akun baru atas nama Ryoshi.
Dugaan ini cukup masuk akal. Link lama blog Ryoshi kini bertuliskan ‘pengguna menonaktifkan atau menghapus akun mereka’. Tetapi, blog serupa masih ditemukan dengan nama dan profil picture yang sama.
Terlepas dari semua tudingan itu, pengembang utama Shiba Inu, Shytoshi Kusama, ikut mengunggah tulisan di Medium pada Selasa (31/5) kemarin. Ia mengucapkan selamat tinggal kepada Ryoshi dan menegaskan kembali bahwa Shiba Inu tetap mengacu pada visi Ryoshi untuk membangun ekosistem memecoin yang terdesentralisasi.
“Etos Ryoshi untuk tetap anonim dan tidak mengarahkan Shib, membuat mitos tentang kami semakin mistis dan mengesankan. Kami telah membangun dari nol, tidak pernah membayar exchange untuk dimasukkan ke daftar, dan merevolusi token ‘meme’ dengan tumbuh secara eksponensial,” tulis Kusama.
“Shib, Leash, Bone, Treat, ShibaSwap, Shi, Shibarium. Perhatikan juga konsep area (pertemuan) LOKAL Shib seperti yang kita lihat di ShibaZone, dan akhirnya Shibacon. Bagi saya, dua aspek terakhir ini adalah bagian dari pertumbuhan kami, dan semua proyek kami yang lain mendukung dan memanfaatkan proyek-proyek di atas,” tambah dia.
Kabar pamitnya Ryoshi dari komunitas tidak berdampak negatif pada harga SHIB. Memecoin ini justru naik 3,1% selama 24 jam setelah berita mencuat, menjadi sekitar $ 0,00001209.
Secara keseluruhan SHIB turun hingga 86% sejak menyentuh titik tertinggi sepanjang masa di level $ 0,00008616 pada akhir Oktober 2021. Namun, SHIB masih mengalami kenaikan 54% jika dibandingkan dengan 12 bulan lalu.
Dua aset kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO) memiliki proyek yang menarik untuk memberikan solusi layanan desentralisasi baru. Misalnya saja Tribe yang merupakan token tata kelola untuk stablecoin algoritmik, Fei USD (FEI).
Sementara, LTO Network adalah platform blockchain terkemuka di Eropa dengan utilitas atau penggunaan dunia nyata yang kuat. Platform ini menjalankan proyek solusi perusahaan business-to-business (B2B) ,seperti alur kerja terdesentralisasi, verifikasi dan otentikasi data dan dokumen.
Untuk mengetahui lebih lengkap mengenai kegunaan dan keunikan dari dua aset kripto tersebut. So, mari berkenalan lebih dekat dengan Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO).
Tribe (TRIBE)
Apa Itu Tribe (TRIBE)?
Secara singkat, Tribe adalah token tata kelola untuk stablecoin algoritmik, FEI. Aset kripto Fei sendiri bertujuan untuk memberikan solusi terdesentralisasi baru ke pasar stablecoin.
Stablecoin yang ada dijamin dengan fiat dan, oleh karena itu, terpusat atau dijamin dengan kripto, menjadikannya tidak efisien modal. Sementara, stablecoin algoritmik lainnya menderita, karena tidak ada likuiditas yang mendukung nilai keterikatannya atau peg, sehingga membuatnya secara inheren tidak stabil atau memusatkan penghargaan kepada pemangku kepentingan tertentu.
Ilustrasi aset kripto Tribe (TRIBE).
FEI mengusulkan model yang serupa dalam desain untuk bank sentral cadangan fraksional, di mana protokol mengeluarkan FEI untuk harga yang disubsidi terhadap Ethereum (ETH) yang digunakan sebagai perbendaharaan untuk mempertahankan peg. TRIBE adalah token DAO yang mengendalikan tata kelola FEI dan dapat digunakan dalam untuk menentukan suara atau ditukar dengan FEI.
Tribe dijalankan sebagai DAO, artinya diatur oleh komunitasnya dengan cara yang sepenuhnya terdesentralisasi melalui smart contract. Stablecoin FEI yang diatur oleh DAO didirikan oleh Joey Santoro, Brianna Montgomery dan Sebastian Delgado. Kripto ini meluncur pada Maret 2021.
FEI memperkenalkan konsep product-controlled value (PCV). DAO Tribe yang mengatur stablecoin mencetak FEI dengan tarif bersubsidi untuk ETH pada peluncurannya untuk menghasilkan kumpulan ETH sebagai perbendaharaannya. Tribe kemudian memasok sebagian dari ETH ini dengan FEI yang baru dicetak di kumpulan likuiditas ETH-FEI di Uniswap untuk memungkinkan perdagangan stablecoin.
Sementara, pengguna dapat membeli FEI dari DAO Tribe, mereka tidak dapat menjual FEI kembali ke sana tetapi harus menjual FEI di pasar terbuka. Stabilitas dijaga melalui sistem insentif. Jika harga FEI melebihi pasak, arbitrase dapat menjual ETH ke DAO Tribr dan menjual FEI mereka di Uniswap untuk menghasilkan keuntungan.
Jika harga di bawah peg, insentif yang dipasang Tribe ikut bermain. Pembeli FEI di Uniswap menerima potongan harga untuk mengembalikan nilainya, sementara penjual harus membayar potongan harga ini dan penalti kelebihan untuk memberi insentif agar peg dipulihkan.
Ilustrasi aset kripto Tribe (TRIBE).
Semakin jauh dari patok harga FEI telah bergerak, semakin besar potongan harga dan penalti, sehingga sangat tidak menguntungkan bagi penjual untuk menjual FEI yang didiskon. Tribe dapat menggunakan cadangan Ether-nya untuk membeli kembali FEI dan membakar kelebihan FEI untuk mengurangi pasokan sebagai upaya terakhir. Tribe hanya bertindak sebagai badan pengatur dengan fungsi sebagai berikut:
Menunjuk kontrak Minter dan Burner (termasuk kurva ikatan baru)
Sesuaikan target Skala dan aturan alokasi pada kurva ikatan
Sesuaikan tingkat pertumbuhan FEI
Hadiah untuk restorasi peg FEI
melakukan stabilisasi ulang salah satu peg FEI di Uniswap.
Peringkat TRIBE di situs CoinMarketCap pada Selasa (31/5) jam 14.00 adalah #259, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 108.297.847. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 453.448.622 koin TRIBE dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin TRIBE.
LTO Network adalah jaringan blockchain yang berbasis di Eropa. Platform ini didirikan sebagai solusi perusahaan B2B seperti alur kerja terdesentralisasi, verifikasi dan otentikasi data. Pada tahun 2021, pembaruan mainnet COBALT pada jaringan LTO menambah dukungan Decentralized Identifiers (DID) dan Verifiable Credentials (VC) sehingga murni menjadi blockchain layer-1 yang sebenarnya.
LTO Network dikembangkan oleh Firm24. Awalnya perusahaan mulai mengembangkan LTO Network sebagai LegalThings One pada tahun 2014. Kemudian di tahun 2017, mereka memutuskan untuk menambahkan blockchain ke produk dan mengubah namanya menjadi LTO Network.
Ilustrasi aset kripto, LTO Network (LTO).
Orang-orang dibalik LTO Network adalah CEO Firm24, Rick Schmitz adalah pengusaha berpengalaman dan salah satu pendiri LTO Network. dan CFO Firm24, Martijn Migchelsen, sebelumnya, beliau bekerja sebagai konsultan keuangan perusahaan di PwC.
Fokus terbaru LTO Network adalah membuat identitas terdesentralisasi dan kredensial yang dapat diverifikasi hingga menyongsong teknologi NFT 2.0, di mana orang benar-benar memiliki dan mengelola NFT mereka dengan cara yang terdesentralisasi.
Dengan memanfaatkan pendekatan hybrid (layer-2), LTO Network secara native sesuai dengan GDPR. Ini memastikan kepatuhan yang mudah bagi perusahaan di seluruh dunia dengan undang-undang privasi yang terus meningkat. Karena itu, LTO Network memungkinkan pengembang dan bisnis untuk membangun Privacy Aware Decentralized Apps (PADA) dan menawarkan banyak peluang unik untuk dijelajahi.
Dua fitur utama LTO Network adalah live contracts atau kontrak langsung yang mudah digunakan dan penerapan mekanisme blockchain hybrid. Kontrak langsung memungkinkan para pihak untuk membuat perjanjian yang saling menguntungkan secara real-time.
Ketika para pihak mencapai kesepakatan dan meluncurkan kontrak langsung, sistem induk LTO membuat blockchain pribadi khusus untuk mencatat sejarah peristiwa dan status kontrak saat ini. Saat kesepakatan terpenuhi, salah satu pihak mengirimkan respons ke blockchain, dan yang lainnya menandatanganinya, memungkinkan node untuk mengonfirmasi bahwa tindakan telah terjadi. Semua data kontrak hanya tersedia untuk mereka yang terlibat.
Ilustrasi aset kripto, LTO Network (LTO).
Kontrak langsung memungkinkan pengguna untuk mendaftarkan tindakan, menambah/menghapus peserta, dan merekam diskusi di blockchain. Mereka juga memungkinkan untuk menyelesaikan konflik dan memasukkan sub-proses dalam kerangka kesepakatan yang ada.
Fungsionalitas blockchain dibagi menjadi dua lapisan: Publik dan privat. Lapisan privat dirancang untuk kolaborasi yang efisien, pertukaran data, dan otomatisasi proses. Pada gilirannya, lapisan publik menyediakan keamanan tingkat tinggi, berkat node terdistribusi dan sistem penghargaan.
Peringkat LTO di situs CoinMarketCap pada Senin (31/5) jam 14.00 adalah #478, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 37.919.312. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 392.693.698 koin LTO dan maksimal pasokan 397.969.832 koin LTO.
Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO) Listing di Tokocrypto
Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO).
Trading TRIBE/USDT, TRIBE/BUSD, TRIBE/BTC, LTO/USDT, LTO/BUSD dan LTO/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 31 Mei 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran TRIBE dan LTO di Tokocrypto sebagai persiapan trading.
DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.
Bitcoin secara mengejutkan berhasil tembus ke harga di atas $ 31.000 untuk pertama kalinya setelah alami penurunan sejak 9 Maret lalu. Terpantau di situs CoinMarketCap pada Selasa (31/5) jam 09.00 harga BTC sudah di $ 31.567,48 atau naik 7% selama 24 jam terakhir.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ini momen yang baik untuk Bitcoin untuk terus melaju ke zona hijau, setelah selama sembilan pekan berturut-turut aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar tersebut mengalami penurunan beruntun.
Afid menjelaskan pergerakan ini memecahkan rekor penurunan paling panjang bagi Bitcoin. Sepanjang Mei ini saja, BTC tercatat mengalami penurunan sekitar 22%.
“Pencapaian ini sangat penting bagi pergerakan BTC selanjutnya. Jika BTC berhasil bertahan dan menebus di atas level $ 30.000, bisa merupakan momentum untuk reli hingga menembus SMA 50-hari di level $ 35.181,” katanya.
Berdasarkan indikator Relative Strength Index (RSI), pergerakan BTC menunjukan adanya divergensi positif yang artinya momentum bearishdapat melemah dan reli mungkin akan segera terjadi.
Namun, jika harga turun dari resistensi overhead di level $ 30,528, jebakan bearish akan mencoba menarik BTC di bawah $ 28.630. Jika ini benar terjadi, target penurunan selanjutnya adalah di $ 24.601, menurut laporan Cointelegraph.
Market Kripto Mulai Membaik
Kenaikan Bitcoin yang capai lebih dari 7% dan menembus angka $ 31.000, didorong oleh investor global, karena pasar ekuitas Asia dan Eropa naik. Pasar Amerika juga ditutup untuk liburan Memorial Day.
Reli di market kripto pada akhir Mei ini, juga dipicu lonjakan ekuitas Asia di tengah laporan bahwa kota-kota besar China telah mulai melonggarkan pembatasan virus corona setelah berbulan-bulan lockdown secara ketat.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.
Investor optimis bahwa pembukaan kembali ekonomi di China dapat memicu peningkatan belanja konsumen yang dapat meningkatkan pendapatan perusahaan dalam beberapa minggu mendatang dan dapat menunjukkan menaikan saham di wilayah tersebut.
Secara umum reli juga terjadi di aset kripto lainnya, seperti Ethereum (ETH) melonjak lebih dari 8% menjadi sekitar $ 1.940. Cardano (ADA) menonjol di antara alternatif Ethereum, melonjak sekitar 14% menjadi sekitar $ 0,54.
Stepn (GMT) dikabarkan mengalami koreksi sekitar 40% hanya dalam sehari setelah adanya sentimen negatif.
Setelah mengalami apresiasi harga yang signifikan saat ini GMT sedang bergerak turun dan semakin parah dengan adanya sentimen negatif baru ini.
GMT Turun 40% dalam Sehari
Stepn, yang merupakan sebuah proyek dalam kategori Move to Earn dimana individu diberi imbalan dalam crypto untuk bergerak, terlihat mulai meredup.
Meredupnya Stepn terlihat dari normalisasi pergerakan harganya dengan adanya penurunan token utamanya yaitu GMT hingga sekitar 78% sejak April 2022.
Tapi perlu diketahui bahwa token ini sebelumnya mengalami apresiasi hingga lebih dari 26.000% hanya dalam satu bulan.
Harga GMTUSD
Fenomena Move to Earn merupakan fenomena yang masih marak hingga saat ini, namun melihat Stepn yang menjadi proyek utama, pergerakan turun ini terlihat wajar karena perlu adanya normalisasi.
Sayangnya banyak investor yang terkejut karena dalam normalisasi harga ini, terjadi penurunan signifikan dalam waktu singkat.
Pada Tanggal 26 Mei 2022, GMT turun hingga 40% hanya dalam satu hari setelah adanya sentimen negatif.
Sentimen negatif ini datang dari China yang terlihat melarang Stepn untuk beroperasi di negaranya.
Mengikuti larangan ini, Stepn terlihat mau patuh dan memberikan publikasi di Twitter resminya.
Stepn juga meminta maaf kepada para penggunanya dengan menyatakan bahwa mereka berterima kasih atas pengertiannya dan mohon maaf atas ketidaknyamanannya.
Selanjutnya Stepn juga menyatakan bahwa mereka belum menjalankan bisnis apa pun di China dan tidak memberikan akses resmi ke pengguna di China.
Hal tersebut disebabkan belum adanya perizinan dari Pemerintah China, sehingga Stepn akan membantu untuk menghentikan segala akses yang didapatkan dari jalan tidak resmi.
Setelah kabar ini beredar, harga Stepn mengalami koreksi hingga 40% karena banyaknya kekhawatiran menurunnya pengguna dan adanya negara lain yang mengikuti.
Selain itu, terdapat juga beberapa kekhawatiran akan adanya investor besar yang menjual karena kabar ini. Tapi semua dipastikan aman oleh Stepn.
Pemerintah Cina Sering Larang Inovasi
Stepn menyatakan bahwa pelarangan di China bukan menjadi masalah besar untuk proyeknya. Sebab, mayoritas penggunanya saat ini berada di Jepang dan Amerika.
Selain itu, Stepn memastikan bahwa tidak ada manipulasi harga atau investor besar yang mundur dari proyek Stepn. Bahkan, mereka menyatakan adanya rekan dan investor baru yang akan datang.
Menanggapi banyaknya sentimen negatif, Stepn memastikan bahwa proyeknya masih aman, terutama dari sisi pengguna.
Melalui Twitter, mereka memberikan data bahwa jumlah pengguna masih stabil walau mengalami fluktuasi.
Kondisi ini tidak berarti bahwa fenomena Move to Earn akan berakhir, karena larangan dari Cina terhadap inovasi bukan hal baru.
Sebelumnya, crypto secara menyeluruh juga telah mengalami larangan dari Cina, terutama untuk penambangan atau mining.
Beberapa inovasi terutama di industri teknologi juga telah mengalami larangan dari Cina, seperti Google, Youtube, Facebook, Snapchat, dan beberapa inovasi teknologi lain yang tumbuh besar di dunia.
Mengingat kondisi sejarah ini maka sangat kecil dampak larangan China terhadap pertumbuhan sebuah proyek.
Untuk saat ini, GMT sendiri sedang berusaha naik kembali untuk mulai pulih. Meskipun begitu, karena saat ini sedang bear market, maka kemungkinan untuk naik drastis kembali masih sangat kecil.