Tag Archives: aset kripto

Riset: Investor Kaya di Indonesia Banyak yang Mulai Investasi Aset Kripto

Investasi aset kripto saat ini sudah menjadi pilihan yang penting untuk sebagian besar masyarakat Indonesia. Sebuah riset terbaru menemukan banyak dari investor kaya di Indonesia sudah masuk ke industri aset kripto untuk memperoleh keuntungan dari portofolionya.

Menurut penelitian dari Accenture yang diterbitkan pada 6 Juni 2022, mengungkap investor kaya di Indonesia tidak malu memiliki beberapa bentuk aset digital selama kuartal I 2022. Riset itu bahkan menempatkan investor Indonesia paling banyak terjun ke dunia aset digital dibanding tujuh negara yang ditelitinya.

Dibanding China, Hong Kong, India, Jepang, Malaysia dan Singapura, investor dari Indonesia dan Thailand masing-masing sebesar 9% melakukan investasi di aset digital. Aset digital yang dimaksud meliputi aset kripto, stablecoin dan crypto funds.

Riset Accenture temukan investor kaya di Indonesia banyak yang sudah investasi aset kripto.
Riset Accenture temukan investor kaya di Indonesia banyak yang sudah investasi aset kripto. Sumber: Accenture.

Aset investasi lainnya dalam riset tersebut adalah mata uang asing, komoditas dan barang koleksi, dan dalam beberapa kasus setara atau melebihi jumlah yang diinvestasikan dalam ekuitas swasta/modal ventura dan hedge funds atau dana lindung nilai.

Baca juga: 5 Alasan Bitcoin Jadi Investasi Jangka Panjang yang Lebih Baik daripada Emas

Rata-rata Investor Kaya di Asia, Investasi di Kripto

Accenture mengatakan survei dilakukan dengan lebih dari 3.200 klien di seluruh China, Hong Kong, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, dan Thailand. Perusahaan mendefinisikan investor kaya sebagai siapa saja yang mengelola aset yang dapat diinvestasikan antara US$ 100.000 hingga US$ 1 juta.

52% investor kaya di Asia memiliki portofolio investasi di aset kripto. Setiap negara yang diteliti membentuk rata-rata 7% dari portofolio investor yang disurvei punya kripto dan menjadikannya kelas aset terbesar kelima bagi investor di Asia.

Meskipun setengah dari investor di Asia sudah memegang aset digital pada kuartal I 2022, penelitian Accenture menunjukkan bahwa 21% lebih lanjut diharapkan untuk berinvestasi di dalamnya pada akhir tahun 2022, yang berarti sebanyak 73% investor kaya Asia dapat memiliki aset digital.

Riset Accenture paparkan risiko dari berbagai instrumen investasi.
Riset Accenture paparkan risiko dari berbagai instrumen investasi. Sumber: Accenture.

Baca juga: Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?

Hambatan Pertumbuhan Investasi Kripto

Dalam riset juga menemukan bahwa perusahaan manajemen kekayaan, yang menyediakan perencanaan keuangan, pajak, saran investasi dan perencanaan perumahan kepada klien mereka, lambat untuk naik pertumbuhan aset kripto. 67% perusahaan manajemen kekayaan mengatakan mereka tidak memiliki rencana untuk menawarkan produk atau layanan aset digital.

“Perusahaan manajemen kekayaan, aset digital adalah peluang pendapatan senilai US$ 54 miliar, namun sebagian besar diabaikan.”

Riset Accenture

Perusahaan manajemen kekayaan mengaku kurangnya kepercayaan dan pemahaman tentang aset digital, pola pikir wait and see dan kompleksitas operasional meluncurkan penawaran aset digital sebagai alasan utama untuk menahan, mengarahkan investor untuk memprioritaskan inisiatif lain sebagai gantinya.

Baca juga: $750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?

Accenture mengatakan akibat langkah yang lambat dari perusahaan manajemen kekayaan tersebut, membuat investor dipaksa untuk mendapatkan nasihat keuangan mereka tentang aset kripto dari sumber yang tidak dapat diandalkan. Namun, Accenture telah menekankan pentingnya perusahaan manajemen kekayaan untuk maju ke ruang aset digital, atau berisiko tertinggal.

Pada bulan April, sebuah laporan oleh exchange global, Gemini menemukan bahwa adopsi kripto meroket pada tahun 2021, terutama di negara-negara seperti Indoneisa, India dan Hong Kong. Sekitar 45% responden di Asia Pasifik membeli aset kripto pertama mereka pada tahun 2021.



Sumber : news.tokocrypto.com

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?

Menurut data dari Coinglass, tercatat bahwa sekitar $ 750 Juta posisi short terlikuidasi dan mengalami kerugian di pasar crypto dalam satu hari terakhir.

Kondisi ini terjadi bersama dengan mayoritas crypto bergerak naik, terutama Ethereum yang memperlihatkan apresiasi terbesarnya sejak beberapa pekan terakhir. 

Akibat kondisi ini, mayoritas investor terlihat percaya dengan pemulihan Ethereum untuk kembali ke atas Rp 30 Juta. Namun apakah benar?

$750 Juta Posisi Short di Pasar Crypto Rugi

Data dari Coinglass memperlihatkan bahwa terjadi likuidasi melebihi $ 750 Juta hanya dalam satu hari terakhir dari posisi trading di pasar derivatif terutama futures

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Data Likuidasi 24 Jam Terakhir Coinglass

Terlihat bahwa penyumbang likuidasi posisi terbesar datang dari Ethereum (ETH) yang menyumbang hingga $ 700 Juta lebih dana likuidasi dari trader yang rugi. 

Hingga 16.30 WIB saat artikel ini ditulis, sejak kemarin di waktu yang sama, tercatat bahwa likuidasi pasar crypto secara menyeluruh telah mencapai $ 813,04 juta. 

Kondisi positif ini terjadi bersama dengan mulainya pekan yang baru di awal Bulan Juni 2022. Dalam beberapa hari terakhir, mayoritas trader melihat pergerakan positif dari Minggu ke Senin. 

Pergerakan positif dari Minggu ke Senin umum terjadi pada kondisi bear market atau kondisi konsolidasi walau tidak ada sentimen positif yang besar. 

Sayangnya bagi trader yang belum memahami kondisi tersebut, kerugian adalah hasilnya di mana seperti gambar di atas terlihat banyak kerugian hanya dalam 24 Jam. 

Kerugian terbesar dialami oleh trader dengan aset derivatif Ethereum diikuti Bitcoin (BTC), Solana (SOL), dan Terra (LUNA). Mayoritas posisi yang dibuka adalah posisi short yang membuat banyaknya likuidasi saat harga naik. 

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Data Likuidasi Exchange 24 Jam Terakhir dari Coinglass

Bursa perdagangan atau exchange dengan penyumbang trader yang mengalami likuidasi terbesar adalah Bitfinex. 

Bitfinex terlihat mengalami likuidasi sebanyak $684,31 Juta hanya dalam 24 Jam terakhir. 

Posisi likuidasi tersebut adalah short di mana 98,73% posisi yang dibuka trader di exchange tersebut adalah posisi short.

Kedudukan Bitfinex diikuti oleh Okex dan Binance, di mana urutan ini mengejutkan karena umumnya Binance menjadi pemimpin likuidasi saat terjadi likuidasi besar di pasar. 

Terlihat dari data di atas bahwa 96% posisi trade di pasar dalam 24 Jam terakhir yang terlikuidasi adalah posisi short karena adanya apresiasi harga signifikan. 

Banyak trader dan investor yang berasumsi bahwa apresiasi ini tidak dipimpin hanya oleh Bitcoin namun juga Ethereum yang membawa mayoritas token dalam ekosistemnya untuk naik. 

Asumsi ini wajar karena likuidasi terbesar terlihat berada pada Ethereum. Namun, apakah ini berarti Ethereum akan mulai naik?

Ethereum Berusaha Pulih

Jika mengacu pada analisis onchain, terlihat bahwa saat ini dalam jangka pendek, ETH memberikan pergerakan yang positif. 

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Data Inflow Ethereum dari Glassnode

Jika melihat pada data inflow atau jumlah ETH yang masuk ke exchange, terlihat bahwa Ethereum yang masuk ke exchange mulai menurun, menandakan potensi penurunan tekanan jual. 

Dalam satu pekan terakhir, terlihat bahwa penurunan terus terjadi yang menandakan potensi pergerakan positif. 

Tapi jika mengacu pada akhir Mei 2022, setelah penurunan drastis umumnya terjadi peningkatan, yang umumnya mengacu pada tekanan jual meningkat dan harga ETH kembali turun. 

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Data Posisi Futures Terbuka dari Coinglass

Jika melihat data pasar derivatif, terlihat bahwa trader belum positif karena posisi yang dibuka belum mengalami peningkatan drastis. Kondisi ini umumnya menandakan potensi konsolidasi dalam beberapa hari ke depan. 

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Model MVRV Z-Score dari Glassnode

Tapi, jika mengacu pada jangka panjang melalui model MVRV Z-Score, masih terdapat kemungkinan ETH akan turun kemungkinan hingga sekitar Rp 23 Juta hingga Rp 17 Juta. 

Secara keseluruhan kemungkinan besar pergerakan positif ini belum akan membawa pemulihan. Sebab, walau dalam jangka pendek memiliki potensi positif, kemungkinan besar dalam jangka panjang ETH masih akan bergerak dalam konsolidasi. 

$750 Juta Posisi Short Rugi! Ethereum Kembali Pulih?
Grafik Mingguan ETHUSD

Dari sisi teknikal grafik mingguan, terlihat bahwa saat ini muncul potensi terbentuknya pola candlestick morning doji star. Tapi pola tersebut akan benar, jika hanya pekan ini Ethereum ditutup dengan candlestick mingguan hijau. 

Melihat adanya publikasi data inflasi Amerika dan beberapa negara pada pekan ini, kemungkinan tersebut menjadi sangat kecil. Meski begitu kemungkinan besar ETH masih akan terjebak dalam pergerakan konsolidasi. 



Sumber : news.tokocrypto.com

Alasan Bitcoin Jadi Investasi yang Lebih Baik daripada Emas

Banyak orang yang membicarakan soal peluang investasi aset kripto, terutama Bitcoin (BTC) untuk jangka panjang. Terlebih diskusi yang terjadi selalu mengaitkan Bitcoin dengan emas. Bahkan pendukung kripto sering sebut Bitcoin sebagai “emas digital”.

Melihat situsi ekonomi global yang semakin mengerikan akibat dampak dari angka inflasi tertinggi selama empat puluh tahun terakhir di Amerika Serikat, banyak analis keuangan merekomendasikan emas sebagai investasi untuk melindungi dari volatilitas dan kemungkinan penurunan nilai dolar AS.

Tapi di sisi lain, tidak hanya emas, Bitcoin juga digadang-gadang memiliki sifat lindung nilai yang tidak kalah baiknya dalam menghadapi inflasi. Tetapi pertanyaannya, apakah BTC itu sebenarnya investasi yang lebih baik daripada emas?

Mari kita lihat beberapa argumen konvensional yang dikutip Cointelegraph untuk membandingkan antara investasi emas dan Bitcoin.

Penyimpanan Nilai

Salah satu alasan paling umum banyak investor membeli emas dan Bitcoin adalah karena keduannya memiliki riwayat sejarah yang dapat mempertahankan nilainya saat melalui masa ketidakpastian ekonomi.

Fakta sejarah tersebut telah didokumentasikan dengan baik, dan tidak dapat disangkal bahwa emas telah menawarkan beberapa perlindungan kekayaan terbaik secara historis, tetapi tidak selalu mempertahankan nilainya. Grafik di bawah ini menunjukkan bahwa perdagangan emas, juga telah mengalami penurunan harga yang lama.

Harga emas
Harga emas. Sumber: TradingView.

Dari grafik di atas, seseorang yang membeli emas pada bulan September 2011, harus menunggu hingga Juli 2020 untuk bisa mendapatkan untung atau setidaknya balik modal.

Dalam sejarah Bitcoin, tidak pernah membutuhkan lebih dari tiga hingga empat tahun untuk harganya kembali dan melampaui level tertinggi sepanjang masa, menunjukkan bahwa pada garis waktu jangka panjang, BTC bisa menjadi penyimpan nilai yang lebih baik.

Baca juga: Market Awal Pekan: Bitcoin Sukses Perkasa, tapi di Bawah Tekanan The Fed

Harga Cenderung Naik

Emas secara historis dipandang sebagai lindung nilai yang baik terhadap inflasi karena harganya cenderung naik seiring dengan kenaikan biaya hidup. Namun, melihat lebih dekat pada grafik untuk emas dibandingkan dengan Bitcoin, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Dari grafik di bawah ini menunjukkan bahwa emas telah melihat kenaikan sederhana sebesar 21,84% selama dua tahun terakhir, harga Bitcoin telah meningkat 311%.

Emas vs grafik 1 hari BTC/USDT. Sumber: TradingView.
Emas vs grafik 1 hari BTC/USDT. Sumber: TradingView.

Di seluruh dunia, di mana biaya hidup secara keseluruhan meningkat lebih cepat daripada yang dapat ditangani kebanyakan orang, memegang aset yang dapat melebihi kenaikan inflasi sebenarnya membantu meningkatkan kekayaan daripada mempertahankannya.

Sementara, volatilitas dan penurunan harga pada tahun 2022 sangat menyakitkan, Bitcoin memang masih memberikan lebih banyak keuntungan bagi investor jangka panjang.

Simpanan Aman saat Ketidakpastian Geopolitik

Emas sering disebut sebagai “komoditas krisis”, karena dikenal memiliki nilainya selama masa ketidakpastian geopolitik. Orang-orang diketahui berinvestasi dalam emas ketika ketegangan konflik perang dunia meningkat.

Emas disebut sebagai logam krisis, jika ekonomi masuk ke dalam resesi lagi, emas akan naik sebagai komoditas. Sayangnya, bagi orang-orang yang berada di zona konflik atau daerah lain yang rentan terhadap ketidakstabilan, membawa benda berharga, seperti emas adalah proposisi yang berisiko, menjadi sasaran penyitaan dan pencurian aset.

Bitcoin menawarkan opsi yang lebih aman bagi orang-orang dalam situasi ini, karena mereka dapat bepergian tanpa takut kehilangan dana mereka. Begitu mereka mencapai tujuan, dapat menyusun kembali dompet kripto dan memiliki akses ke kekayaan mereka.

Sifat digital Bitcoin dan ketersediaan beberapa pasar terdesentralisasi dan pertukaran peer-to-peer memberikan peluang lebih besar untuk memperoleh Bitcoin.

apakah bitcoin aman
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Alternatif Aset saat Dolar AS Terus Kehilangan Nilainya

Mata uang dolar AS menguat dalam beberapa bulan terakhir, tetapi tidak selalu demikian. Selama periode di mana nilai dolar jatuh terhadap mata uang lain, investor diketahui berbondong-bondong ke emas dan Bitcoin.

Meskipun emas telah menjadi aset utama selama ribuan tahun, emas tidak digunakan atau diterima secara luas dalam masyarakat digital modern dan bahkan oleh kebanyakan orang di generasi muda, belum pernah melihat koin emas secara langsung.

Untuk situasi ini, Bitcoin mewakili opsi yang lebih familiar yang dapat diintegrasikan ke dalam gaya hidup masyarakat yang digunakan atau diaplikasikan secara digital, dan tidak memerlukan keamanan ekstra atau penyimpanan fisik.

Bitcoin yang Langka

Banyak investor dan pakar keuangan menunjukkan sifat kelangkaan dan kendala pasokan emas, setelah bertahun-tahun produksi menurun sebagai alasan aset tersebut merupakan investasi yang baik.

Ilustrasi Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin. Sumber: Shutterstock.

Baca juga: Melihat Potensi dan Tantangan Besar Metaverse di Indonesia

Diperlukan waktu lima hingga sepuluh tahun bagi tambang baru untuk mencapai produksi, yang berarti peningkatan pasokan yang cepat tidak mungkin terjadi. Meskipun demikian, diperkirakan masih ada lebih dari 50.000 metrik ton emas di dalam tanah, yang akan dengan senang hati digali oleh para penambang jika terjadi kenaikan harga yang signifikan.

Di sisi lain, Bitcoin memiliki pasokan tetap sebesar 21 juta BTC yang diproduksi dan diterbitkan. Sifat keterbukaan dari blockchain Bitcoin memungkinkan lokasi setiap Bitcoin diketahui dan diverifikasi.

Tidak ada cara untuk benar-benar menemukan dan memvalidasi semua toko emas di planet ini, yang berarti pasokan sebenarnya tidak akan pernah benar-benar diketahui. Karena itu, Bitcoin memenangkan perdebatan kelangkaan dan ini adalah bentuk uang tersulit yang diciptakan oleh umat manusia hingga saat ini.



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok, Tanda Apa?

Seorang analis dari CryptoQuant melihat adanya aksi serok dari para investor Bitcoin jangka panjang, yang tentu menjadi tanda menarik untuk diperhatikan.

Sejauh ini, pasar kripto masih dikatakan bergerak dalam arus bearish, yang tampak masih terus mencoba mendominasi pandangan investor ketika berbagai sentimen tidak mendukung.

Kebijakan bank sentral AS, konflik Rusia dan Ukraina, serta dampak pandemi masih menghantam selera risiko investor. Sehingga, Bitcoin cs masih belum dapat dikatakan mampu pulih.

Investor Bitcoin Jangka Panjang Mulai Serok 

Berdasarkan hasil analisis CryptoQuant yang dilansir Crypto Potato, analis bernama Edris aksi kapitulasi dari pemegang jangka panjang telah dimulai.

Sekadar informasi, kapitulasi adalah aksi melepas kepemilikan aset dari investor yang telah menyerah dengan keadaan saat ini, yakni pada gelombang bearish yang tengah melanda.

Itu artinya, individu atau perusahaan yang telah memegang BTC dalam waktu lama, telah melepas kepemilikan mereka pada aset kripto, entah itu dalam kondisi untung atau merugi.

Baca juga: Yuga Labs Akui Akun Discord Mereka Diretas, NFT Rp5 Milyar Raib

Ini memang menjadi dasar penurunan yang terlihat masih dominan, ketika kerugian melanda sebagian besar investor.

Dan Edris menilai, pada pasar bearish saat ini, kapitulasi pemegang jangka panjang biasanya dapat menandai titik terendah multi-tahun.

Biasanya, aksi kapitulasi ini terjadi setelah beberapa bulan pasca pasar bergerak ke arah Selatan.

Saat aksi kapitulasi terjadi, itu artinya akan ada semakin banyak aksi jual di masa mendatang, tetapi ini juga menandakan kian dekatnya harga ke titik terendahnya.

Analisis tersebut mengungkapkan bahwa, saat kapitulasi melepaskan banyak aset kripto, maka akan ada investor yang dengan senang hati membelinya di harga terdiskon besar-besaran.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Website T-Launchpad, Platform IDO Pertama di Indonesia yang Baru Rilis

Ini disebut uang pintar, saat investor baru membeli di harga yang sangat rendah dari ATH, yang akan memberikan keuntungan berlipat pada mereka dalam jangka panjang.

Saat kapitulasi berjalan, itu tandanya tidak akan lama lagi pasar akan masuk ke fase akumulasi (serok) uang pintar. Mereka dapat menggandakan uang mereka, atau lebih, di BTC jika setelah membeli harga kembali ke ATH-nya, dalam jangka panjang.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin Sukses Perkasa, tapi di Bawah Tekanan The Fed

Kondisi market kripto awal pekan ini, Senin (6/6) terlihat tampak optimis. Bitcoin (BTC) dan altcoin lainnya yang masuk dalam daftar aset kripto berkapitalisasi besar sukses mengalami kenaikan harga dalam 24 jam terakhir.

Melansir situs CoinMarketCap pada perdagangan hari Senin (6/6) pukul 10.00 WIB, BTC alami kenaikan 4.05% ke harga $ 30,973, Ethereum (ETH) naik ke $ 1.861 atau 3,93 %. Sementara, Cardano (ADA), Solana (SOL) dan Polkadot (DOT) masing-masing melonjak di atas 4%.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan pergerakan aset kripto di awal pekan ini cukup membuat investor optimis, meski sebenarnya rentang kenaikan ini sudah terjadi juga pada pekan-pekan sebelumnya. Misalnya saja Bitcoin yang terus saja diperdagangkan di angka $29.000-$30.000.

“Perdagangan Bitcoin sebenarnya masih tetap lemah. BTC belum menginjak rentang harga $ 31.000 hingga $ 32.000 di mana itu adalah level resistance-nya. Satu hal yang dikhawatirkan adalah aksi jual akan marak ketika BTC naik sedikit dan bisa membuatnya kembali ke bawah $ 30.000. Sehingga harga BTC tampaknya bakal tetap sideways,” kata Afid.

market aset kripto bitcoin
Ilustrasi market aset kripto. Foto: Roy Buri, Pixabay.

Baca juga: Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Antisipasi Tekan The Fed

Pekan ini, pergerakan market kripto harus mengantisipasi respons The Fed terhadap data inflasi Amerika Serikat yang akan dirilis pada hari Jumat (10/6) mendatang. Ini berupa dokumen Indeks Harga Konsumen (consumer price index/CPI) untuk bulan Mei lalu yang dapat memicu volatilitas, jika inflasi terbukti berjalan di atas ekspektasi yang sudah tinggi.

“Pergerakan harga aset kripto secara keseluruhan sebenarnya masih naik-turun sangat tipis. Apalagi, investor kemungkinan masih akan cenderung melakukan aksi jual pekan ini karena dibayang-bayangi kebijakan moneter agresif The Fed,” ucap Afid.

Lebih lanjut Afid menjelaskan investor bisa memanfaatkan trading volume yang kecil untuk melakukan price actions sebelum pasar kembali bergejolak dan alami penurunan yang dalam.

Investor akan mendapatkan ukuran terbaru tentang seberapa cepat kenaikan harga barang dan jasa di seluruh AS ketika Biro Statistik Tenaga Kerja merilis Indeks Harga Konsumen terbaru Jumat nanti.

Sebagai langkah antisipasi inflasi inflasi mendekati level tertinggi 40 tahun, pembuat kebijakan The Fed akan segera mengendalikan dengan kenaikan suku bunga, sehingga memicu kekhawatiran langkah-langkah tersebut dapat meredam pertumbuhan ekonomi.

Baca juga: CEO Celsius Network: Bitcoin Pulih ke $ 38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto



Sumber : news.tokocrypto.com

Kenal Lebih Aset Kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP)

Dua aset kripto Golem (GLM) dan Optimism (OP) memiliki utilitas yang berguna untuk mempermudah sistem layanan keuangan desentralisasi (DeFi). Misalnya, Golem ditujukan untuk membangun ekonomi berbagai atau economy sharing untuk dunia desentralisasi.

Sementara, Optimism memungkinkan pengguna untuk menikmati biaya gas atau gas fee yang lebih rendah pada transaksi mereka yang dilakukan di jaringan Optimism yang tentu sudah terdesentralisasi.

So, mari berkenalan lebih dekat dengan Golem (GLM) dan Optimism (OP).

Golem (GLM)

Apa Itu Golem (GLM)?

Golem Network adalah jaringan komputasi terdesentralisasi, yang merupakan cara baru mendistribusikan daya komputasi yang berlebihan kepada mereka yang membutuhkannya, sesuai permintaan. Golem Project diumumkan pada tanggal 28 April 2016. Jaringan diluncurkan di mainnet pada 10 April 2018.

Golem Network menciptakan jaringan peer-to-peer di mana pengguna yang bergabung dengan kapasitas yang sama dapat membeli dan menjual komputasi mereka, membagi tugas-tugas rumit menjadi subtugas yang lebih kecil di jaringan. Di Golem tidak ada otoritas pusat dan tidak ada pengguna yang lebih atau kurang penting dari yang lain.

Golem (GLM)
Ilustrasi aset kripto, Golem (GLM).

Baca juga: Mengenal Aset kripto Augur (REP) dan Orion Protocol (ORN)

Golem mengandalkan sistem transaksi berbasis Ethereum untuk menyelesaikan pembayaran antara penyedia, pemohon, dan pengembang perangkat lunak. Jaringannya terdiri dari kekuatan gabungan mesin pengguna, dari komputer hingga pusat data besar. Penggunaan jaringan Golem menargetkan berbagai kasus penggunaan, mulai dari rendering CGI hingga komputasi ilmiah yang kompleks.

Apa yang Membuat Golem (GLM) Unik?

Ide untuk membuat Golem Network pertama kali dipresentasikan selama DevCon 0 pada November 2014. Platform terdesentralisasi ini dimaksudkan untuk menjadi lingkungan bebas proxy dan tahan sensor pertama untuk proyek intensif komputer di seluruh dunia. Setelah memperkenalkan konsep ini di DevCon 0, tim bekerja tanpa lelah untuk mengembangkan Golem Network dan meluncurkan acara crowdfunding publik pada 11 November 2016.

Pada tahun 2019, berdasarkan pembelajaran kolektif mereka, tim menyadari bahwa mereka membutuhkan arsitektur yang benar-benar baru untuk membangun platform yang lebih menyeluruh untuk komputasi terdistribusi umum. Hal ini pada akhirnya menghasilkan arsitektur baru yang lebih baik dan pendekatan bangunan baru yang dirancang untuk memberi pengguna kemungkinan tak terbatas dalam hal membuat di atas Golem.

Golem (GLM)
Ilustrasi aset kripto, Golem (GLM).

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

GNT atau token Golem Network diperlukan untuk membayar perhitungan di jaringan dan merupakan mata uang yang menggerakkan pasar. Penyedia jasa dapat menetapkan tawaran sejumlah GNT yang bersedia dibayarkan kepada pengguna lainnya agar tugas selesai. Sebagai penyedia bisa juga mendapatkan GNT dengan menghitung tugas untuk pengguna lainnya.

Pada 19 November 2020, token GNT memulai migrasi ke token GLM baru di mana individu yang memegang GNT dapat membakar token GNT lama mereka dan menerima GLM baru 1:1. Migrasi GNT ke GLM 1:1 selalu dapat dilakukan. 82% dari GLM pergi ke peserta penjualan token, 12% ke perusahaan yang beroperasi, dan 6% ke pendiri Golem.

Peringkat GLM di situs CoinMarketCap pada Senin (6/6) jam 09.00 adalah #116, dengan kapitalisasi pasar langsung sebesar $ 296.556.735. Ini memiliki pasokan yang beredar dari 1.000.000.000 koin GLM dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin GLM.

Optimism (OP)

Apa Itu Optimism (OP)?

Optimism (OP) adalah blockchain layer-dua di atas Ethereum. Optimisme mendapat manfaat dari keamanan mainnet Ethereum dan membantu menskalakan ekosistem Ethereum dengan menggunakan optimistic rollups.

Mekanisme optimistic rollups adalah solusi penskalaan layer-2 yang mengandalkan komputasi off-chain untuk mencatat transaksi yang terjadi. Itu berarti transaksi dicatat tanpa kepercayaan di Optimism, tetapi pada akhirnya diamankan di Ethereum.

Optimism (OP)
Ilustrasi aset kripto, Optimism (OP).

Optimism dipimpin oleh Optimism Foundation, sebuah organisasi nirlaba yang didedikasikan untuk menumbuhkan ekosistem Optimism. Mirip dengan Ethereum, Optimism bertujuan untuk menjadi barang publik yang sepenuhnya terdesentralisasi yang tidak berorientasi pada keuntungan.

Baca juga: Mengenal Kripto AC Milan Fan Token (ACM) dan TrueFi (TRU)

Apa yang Membuat Optimism (OP) Unik?

Optimism adalah salah satu solusi penskalaan terbesar untuk Ethereum dengan TVL lebih dari $300 juta. Ini adalah rumah bagi 35 protokol, yang terbesar adalah Synthetix (SNX), Uniswap (UNI) dan Velodrome (VELO).

Pengguna dapat memulai perjalanan mereka di Optimisme dengan menambahkan rantai di Metamask mereka dan menjembatani token seperti ETH ke L2. Pada tanggal 31 Mei 2022, Optimism melakukan airdrop token OP yang sangat dinanti. Airdrop sangat populer sehingga secara singkat memperlambat blockchain Optimism.

Optimism dirancang di sekitar empat prinsip inti:

  • Simplicity
  • Pragmatism
  • Sustainability
  • Optimism
Optimism (OP)
Ilustrasi aset kripto, Optimism (OP).

Optimism bertujuan untuk jumlah minimum bagian yang bergerak sambil membangun solusi layer-2 untuk Ethereum. Dalam praktiknya, ini berarti menggunakan kode dan infrastruktur Ethereum. Optimisme dengan demikian bertujuan untuk menjaga kodenya sesederhana mungkin dan bekerja secara langsung dengan basis kode yang ada.

Ekosistem lebih lanjut menekankan pragmatisme dan didorong oleh kebutuhan dan kendala dunia nyata dari timnya sendiri dan pengguna yang terlibat dengan ekosistem. Oleh karena itu, Optimism bertujuan untuk membangun secara iteratif dan mengimplementasikan fitur seperti kesetaraan EVM secara bertahap.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Mantra Dao (OM) dan QuickSwap (QUICK)

Optimism bertujuan untuk menciptakan ekosistem, di mana nilai dihasilkan untuk tiga konstituennya:

  • Pemegang token menerima nilai melalui penyebaran kembali pendapatan sequencer yang produktif.
  • Kontributor dan pembangun menerima nilai dari pendanaan barang publik yang berlaku surut.
  • Pengguna dan anggota komunitas menerima nilai dari airdrop yang sedang berlangsung dan insentif proyek.

Peringkat OP di situs CoinMarketCap pada Senin (6/6) jam 09.00 adalah #2806, dengan kapitalisasi pasar langsung, pasokan yang beredar dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Golem (GLM) dan Optimism (OP) Listing di Tokocrypto

Tokocrypto terus menghadirkan beberapa aset kripto baru untuk memberikan pelayanan trading yang lebih luas lagi, seperti Golem (GLM) dan Optimism (OP).

Trading GLM/BTC, GLM/ETH, OP/USDT, OP/BUSD dan OP/BTC dapat dilakukan mulai tanggal 03 Juni 2022 pukul 16.00 WIB. Kini, pengguna dapat melakukan deposit/setoran GLM dan OP di Tokocrypto sebagai persiapan trading.

DISCLAIMERBukan saran atau ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.



Sumber : news.tokocrypto.com

Melihat Potensi dan Tantangan Besar Metaverse di Indonesia

Potensi perkembangan teknologi metaverse di Indonesia kembali menjadi perbincangan akhir-akhir ini. Teknologi baru yang mulai populer sejak akhir tahun 2021 ini, mulai menarik perhatian semua pihak.

Dalam ajang Asia Tech Singapore (ATxSG) 2022 di Singapura, Selasa (31/5), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno, menyebutkan potensi metaverse di Indonesia sangat besar. Menurut Sandiaga, metaverse harus dioptimalkan untuk kepentingan pemulihan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Metaverse bisa mendorong ekonomi digital di mana Indonesia memiliki potensi yang luar biasa dengan 600.000 talenta digital per tahun. Dan ada potensi 30 juta UMKM serta kontribusi ekonomi yang diprediksi bisa mencapai 150 miliar dolar AS pada 2025.

“Indonesia memiliki potensi luar biasa dan ini jadi peluang usaha kita untuk bisa meningkatkan aktivitas pembiayaan dan usaha sehingga bisa membuka lapangan kerja baru dan salah satunya di space metaverse ini,” kata Sandiaga dikutip dari siaran pers Kemenparekraf.

Ilustrasi token kripto dan dunia Metaverse.
Ilustrasi dunia metaverse. Foto: Tokocrypto

Baca juga: Pasar Sepekan: Market Kripto Mulai Stabil, Akankah Reli Kencang?

Senada dengan Sandiaga, Ketua Umum Asosiasi Pedagang Aset Kripto Indonesia (Aspakrindo), Teguh Kurniawan Harmanda, mengatakan metaverse adalah sebuah keniscayaan. Menurutnya cepat atau lambat perkembangan metaverse akan begitu masif seiring dengan adopsi aset kripto dan blockchian yang bisa menjadi bagian dunia virtual yang dibangun nantinya.

“Adopsi kripto dan blockchain akan mempercepat pengembangan metaverse yang memiliki potensi besar di Indonesia. Bayangkan akan banyak inovasi yang muncul saat ini akan lari ke arah metaverse di masa depan. Apa yang kita rasakan di dunia nyata, semua akan bisa terjadi juga di metaverse,” kata pria yang akrab disapa Manda.

Tantangan Metaverse di Indonesia

Lebih lanjut, Manda mengungkap metaverse bisa melahirkan inovasi yang membantu menciptakan pasar baru dari segala aspek, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga ekonomi. Indonesia bisa beradaptasi dan menggali potensi metaverse dengan baik, jika infrastrukturnya didukung sudah optimal dan literasi masyarakat soal metaverse sudah inklusif.

“Infrastruktur dan literasi masyarakat menjadi tantangan perkembangan metaverse ke depan. Metaverse akan optimal jika dapat dikombinasikan dengan adopsi kripto, blockchain, NFT hingga DeFi berjalan dengan baik. Misalnya, Web3 akan jadi bagian penting metaverse sebagai gambaran terbaru dari internet ciptakan ruang terdesentralisasi di mana pengguna memiliki lebih banyak otonomi, kontrol, dan peluang koneksi tanpa otoritas pusat,” jelasnya.

Lima Aset Kripto Metaverse Paling Top
Ilustrasi metaverse.

Baca juga: Melihat Lebih Dekat Website T-Launchpad, Platform IDO Pertama di Indonesia yang Baru Rilis

Sementara itu, pekerjaan rumah lainnya yang harus diselesaikan adalah pengembang dalam teknologi augmented reality (AR) dan virtual reality (VR). Riset PwC mengungkap teknologi VR dan AR untuk metaverse meningkatkan Produk Domestik Bruto (PDB) global US$ 1,4 triliun pada 2030. 

Selain kontribusi ke PDB global, perangkat VR dan AR, serta serta menggaet konten kreator untuk membuat program di metaverse bisa memberikan dampak ke pekerjaan baru di masa depan. Pengembangan teknologi ini dinilai mampu mendorong terciptanya 23,3 juta pekerjaan baru pada 2030.

Riset dari The Analysis Group, metaverse pada 2031 akan memiliki kontribusi terhadap perekonomian global mencapai US$ 3,01 triliun. Kajian yang bertajuk “The Potential Global Economic Impact of Metaverse” ini menyebut angka itu setara dengan 2,8 persen dari pertumbuhan ekonomi dunia.

Menurut Manda, metaverse nantinya bukan hanya akan menjadi tren baru dalam dunia virtual untuk media sosial dan lainnya, tapi juga memunculkan solusi-solusi baru atas berbagai masalah yang dihadapi Indonesia saat ini.

Baca juga: Analisis Solana (SOL) yang Sering Mati Jaringan Blockchain, Masih Menarik?



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kripto Mulai Stabil, Akankah Reli Kencang?

Pergerakan market aset kripto dalam seminggu terakhir, memang bikin wajah investor muram dan senyum dalam waktu yang berdekatan. Membuka awal pekan ini, market sempat menghijau, tapi tak lama trus anjlok dan menjelang akhir pekan kembali positif.

Dalam pantauan situs CoinMarketCap pada Jumat (3/6) pukul 15.00 WIB secara umum market kripto berkinerja apik. 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar berhasil melaju ke zona hijau dalama 24 jam terakhir. Seperti, Bitcoin (BTC) berhasil tumbuh 1,81% dalam sehari terakhir dan kini berada di US$ 30.480,2. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) naik 0,75% ke US$ 1.828,6 di waktu yang sama.

Altcoin lainnya pun ikut menguat meski dengan angka yang tak begitu signifikan. Binance Coin (BNB), Dogecoin (DOGE) dan XRP kompak tumbuh di atas 2% dalam sehari belakangan. Sementara itu, Solana (SOL) dan Cardano (ADA) tumbuh lebih dari 4% di waktu yang sama.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

Baca juga: Mengenal Aset Kripto Tribe (TRIBE) dan LTO Network (LTO)

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan stabilnya market aset kripto menjelang akhri pekan pertama bulan Juni ini, mengikuti pergerakan yang terjadi di pasar saham. Laju kencang indeks saham AS berimbas pada market kripto yang kembali bergairah, sehingga investor percaya diri untuk melakukan aksi beli.

“Ada kecenderungan investor kini kembali tergugah masuk ke pasar aset berisiko. Hal ini sejalan dengan tren positif di pasar saham. Namun, ada kemungkinan ini tidak akan berlangsung lama. Market kripto belum memiliki sentimen yang kuat untuk reli kencang dalam waktu dekat,” kata Afid.

Lebih lanjut, Afid memperingatkan kinerja pasar kripto yang mulai stabil ini, bisa saja kembali berumur pendek. Sentimen pasar pun masih terpantau bearish akibat situasi makroekonomi yang tidak menentu. Investor masih dihadapkan pada ancaman resesi ekonomi, kebijakan moneter agresif The Fed, dan inflasi yang meroket.

belajar memahami grafik trading
Ilustrasi market kripto.

Baca juga: Analisis Solana (SOL) yang Sering Mati Jaringan Blockchain, Masih Menarik?

Pasalnya, dari sisi analisis teknikal, harga-harga aset kripto masih bergerak di rentang harga yang sangat pendek dan bahkan belum sukses menembus level resistance-nya. Seperti, Bitcoin harus menyentuh level $ 33.500 untuk memulai fase bullish-nya.

“Jika Bitcoin tidak mampu mempertahankan level saat ini atau kembali menembus harga di atas $ 30.000, maka akan melanjutkan periode bearish-nya, di pemberhentian pertama di level $ 28.630. Namun, jika harga rebound dari $ 28.600, BTC dapat kembali mencoba reli ke $ 32.659,” kata Afid.

Prediksi Bitcoin ke level $ 14.000

Kontributor CryptoQuant, Venturefounder, menyebutkan jika ditilik dari pola historis setelah siklus halving Bitcoin sebelumnya, maka harga terendah makro BTC saat ini berada di level $ 14.000-$ 21.000. Ia menganalisis bahwa kemungkinan level tersebut akan terbentuk di enam bulan ke depan. 

“Dalam 670 hari ke depan, BTC akan menyerah dalam 6 bulan ke depan dan mencapai titik terendah ($14-21k), kemudian memotong sekitar $28-40k di sebagian besar tahun 2023 dan berada di ~$40rb lagi setelah halving berikutnya (2024),” tulis Venturefounder di akun Twitter-nya. 

Baca juga: Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

Prediksi ini tentu bukan kabar baik bagi investor Bitcoin dan kripto secara umum, namun hal ini sangat mungkin untuk terjadi. Data menunjukan jika setelah halving harga BTC memang akan mengalami penurunan. 

Contoh, satu tahun setelah halving di 2017 Bitcoin raih ATH di kisaran angka $ 20.000, di Desember 2018 Bitcoin sempat turun ke $ 3.100 dan baru berhasil pulih tujuh bulan sesudahnya ke angka $ 13.800. Selanjutnya kembali turun ke harga $ 3.600 di Maret 2020 saat pandemi COVID-19 menerjang dunia. 

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset kripto masih berisiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis: Kapan Waktu Tepat Beli Bitcoin di Tahun 2022?

Bitcoin (BTC) yang harganya saat ini tengah berupaya pulih dari kisaran level psikologis $ 30.000 telah menjadi sorotan, baik para pengamat dan juga para analis teknikal.

Dalam pasar bearish yang mendalam ini, ada beberapa pihak yang kini telah melihat peluang dari aset crypto utama ini, untuk membeli di harga potensial, buy the dip, atau dalam diskon besar.

Rekt Capital ada di antara pihak yang melihat peluang tersebut, dengan menggunakan pendekatan analisis teknikal yang tampaknya patut dijadikan bahan pertimbangan dalam analisis jangka panjang.

Dalam buletin langganan Rekt Capital, pendekatan tersebut menggunakan indikator Moving Average 20 bulan, atau MA 20-bulan, untuk menemukan sudut pandang jangka panjang yang secara data, menarik untuk disimak.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fba66f85d-18da-4594-bf04-6760b63a5116_1800x1264.png

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

Dengan melihat sejarah, penggunaan MA ini terlihat tepat untuk mengukur prospek tren pada Bitcoin, di mana ketika harga berada di bawahnya, ini berpeluang bergerak lebih rendah lagi sebelum membentuk pemulihan.

Menariknya, MA ini ditembus dalam rentang 4 tahun sekali, dari 2014, 2018 dan 2020, dengan jarak penurunan yang kian mengecil dari masa ke masa, di 2014 (63%), 2018 (52%) dan 2020 (46%).

Dan saat ini, harga mengalami lebih cepat 2 tahun, di 2022, sehingga ini memiliki dua peluang, yaitu langsung membangun pemulihan, atau bergerak lebih rendah lagi sebelum membentuk pijakan baru untuk reli.

Dalam strategi Rekt Capital, saat harga BTC semakin rendah dari MA 20-bulan, maka semakin besar pula peluang keuntungan yang akan didapat investor jangka panjang.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fbf83baae-3e9a-44a7-8dee-370c5f173e8b_1862x1264.png

Baca juga: Aset Kripto dan Blockchain Jadi Perhatian di Pertemuan Tahunan WEF 2022, Apa Dampaknya?

Dan pada gambar di atas, harga saat ini tampak telah mengikuti pergerakan pada 1 Mei 2020, yang keluar dari garis Channel. Ini bisa saja mengikuti pergerakan selanjutnya, yaitu membangun kenaikan dan bergerak lebih tinggi ke ATH yang baru. Tentu saja, ini berdasarkan sudut pandang teknikal, mengesampingkan sentimen fundamental yang ada.

https://substackcdn.com/image/fetch/f_auto,q_auto:good,fl_progressive:steep/https%3A%2F%2Fbucketeer-e05bbc84-baa3-437e-9518-adb32be77984.s3.amazonaws.com%2Fpublic%2Fimages%2Fe02434e1-915a-464e-95b4-faca754ce016_1800x1264.png

Dan dari grafik Weekly di atas, harga tampak masih bertahan di wilayah Macro Range Low, yang bertindak sebagai Support Utama bagi BTC.

Peluang dari mampu tidaknya harga untuk pulih juga dapat diharapkan selama harga masih di dalam wilayah tersebut.

Kesimpulan

Selama Bitcoin di bawah 20 MA, ini adalah kesempatan untuk membeli. (beli sedikit demi sedikit)

Semakin dalam Bitcoin di bawah 20 MA, semakin bagus kesempatan untuk untung.

Ketika Bitcoin di atas 20 MA, HODL untuk beberapa Minggu atau bulan ke depan.

Namun, menurut Cryptoharian, harga yang paling bagus untuk membeli Bitcoin berada di sekitar $ 28.000-an Karena trader Cryptoharian prediksi Bottom Bitcoin berada di sekitar $ 22.000, terkecuali ada event black swan.

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisis Solana (SOL) yang Sering Mati Jaringan Blockchain

Aset kripto Solana (SOL) menjadi perbincangan hangat dalam beberapa hari terakhir. Penyebabnya jaringan blockchain Solana sempat mati atau down selama empat jam pada Kamis (2/6) lalu. Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran bagi pelaku pasar yang meng-hold kripto SOL dan bagaimana masa depannya?

Jaringan blockchain Solana dilaporkan down selama empat jam yang diakibatkan oleh adanya bug yang menghentikan produksi blokchain. Akun Twitter resmi Solana menyatakan, insiden ini terjadi pada 1 Juni 2022, pukul 13.00 ET atau 2 Juni 2022 pukul 00.00 WIB.

Jaringan kembali online pada pukul 17.00 ET atau 04.00 WIB di hari yang sama. Melalui situs resminya, Solana melaporkan jaringannya down selama 4 jam 10 menit.

Anatoly Yakovenko, salah satu pendiri Solana, mengungkap masalah tersebut disebabkan oleh bug yang muncul dalam fitur Durable Nonce Transactions. Fitur ini digunakan untuk menjalankan transaksi yang bisa dilakukan secara offline tanpa memerlukan kode blok yang terbaru.

Baca juga: Tokocrypto Market Signal 02 Juni 2022: Laju Pasar Kripto Belum Optimal

“Masalah tersebut membuat beberapa bagian jaringan menganggap blok itu tidak valid dan sebagai hasilnya tidak ada konsensus yang dapat dibentuk,” tulis Yakovenko di Twitternya.

Dikutip Portal Kripto, validator kemudian bekerja sama untuk menghidupkan ulang jaringan Solana dengan menonaktifkan fitur Durable Nonce Transactions. Yakovenko juga memastikan bug yang muncul akan langsung diperbaiki.

Bagaimana Masa Depan Solana (SOL)?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan jaringan blockchain Solana yang terhenti memang menimbulkan sentimen negatif bagi koin SOL. Akibat banyaknya sentimen negatif terkait Solana saat ini, harga Koin SOL mengalami koreksi drastis hanya dalam satu hari.

Dari situs CoinMarketCap saja, nilai SOL sempat turun lebih dari 11% pada Kamis (2/6) pukul 17.00 WIB di hari kejadian jaringannya down menjadi $ 39. Walaupun begitu, harga SOL sudah kembali naik pada Jumat (3/6) menjadi $ 41 atau naik 1,6% dalam 24 jam terakhir.

“Masalah jaringan Solana yang down masih belum menimbulkan dampak yang besar. Harga SOL masih bisa naik dan kuat. Posisi SOL juga masih kuat berada di peringkat sembilan dalam kapitalisasi pasar kripto setelah berhasil mengalahkan Dogecoin (DOGE) dan Polkadot (DOT),” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.

Baca juga: Tokocrypto dan Nexticorn Gelar NXC Web3 Startup Competition 2022 Cari Project Lokal Terbaik

Untuk saat ini harga SOL masih perlahan kembali positif, bersamaan dengan pergerakan yang juga mengarah ke zona hijau. Terkait harga SOL yang turun pada Kamis (2/6) lalu, banyak investor yang menuangkan kekecewaannya karena mengaitkannya dengan kondisi jaringan yang kurang stabil.

Dikutip Coinvestasi, kejadian halt ini bukan pertama kalinya terjadi di jaringan Solana. Sebelumnya Solana sempat mengalami pemberhentian beberapa kali, terakhir pada 30 April 2022, pemberhentian terakhir terjadi akibat adanya kerusakan yang disebabkan bot yang membanjiri mint beberapa koleksi NFT.

Hingga saat ini telah terjadi sekitar empat insiden pemberhentian jaringan, termasuk kejadian di Januari 2022, Desember 2021, dan September 2021. Rentetan kejadian tersebut juga membuat banyak keraguan terkait sistem desentralisasi dari blockchain Solana yang sebenarnya tidak terdesentralisasi sepenuhnya.

Harga Solana Meningkat 400%
Ilustrasi aset kripto Solana (SOL).

Solana merupakan jaringan pesaing Ethereum yang saat ini tengah menjadi platform populer untuk proyek NFT, decentralized apps (dapps) dan games, serta layanan decentralized finance (DeFi). Token SOL mengalami kenaikan harga signifikan tahun lalu, namun nilainya melesu sejak pasar kripto mengalami guncangan dalam beberapa bulan terakhir.

“Karena SOL masih berada dalam daftar 10 besar aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap. Harga yang turun bisa dimanfaatkan investor untuk buy to dip untuk mengakumulasi keuntungan saat pasar tumbuh positif dan tim pengembang Solana melakukan perbaikan jaringan agar hal tersebut tidak terulang,” pungkas Afid.

Baca juga: CEO Celsius Network: Bitcoin Pulih ke $38.000, Inflasi Tidak Dapat Menghentikan Kripto

DISCLAIMER: Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.





Sumber : news.tokocrypto.com