Tag Archives: aset kripto

Tokocrypto Market Signal 25 Mei 2022: Dinamika Pasar Kripto Masih Statis

Pergerakan market aset kripto tampaknya masih statis selama beberapa waktu mendatang. Secara umum, dinamika pasar kripto belum menunjukan penguatan harga, lantaran belum ada sentimen kuat yang mampu mendongkrak nilai transaksi.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan sebagian besar investor masih belum terlalu optimistis terhadap pasar kripto, mengingat ancaman ketidakpastian makroekonomi yang masih membayangi. Alhasil pergerakan sejumlah aset kripto terutama yang berkapitalisasi besar atau big cap belum mampu menyentuh level resistance-nya.

“Pelaku pasar sebenarnya belum all out di pasar kripto karena sentimen pasar belum membaik. Mereka tampaknya ragu meramaikan market, setelah melihat nilai indeks Nasdaq yang juga terjun,” kata Afid.

Afid kembali mengingatkan bahwa ada tiga situasi makroekonomi yang saat ini membuat market kripto tertekan dan belum menunjukan bull run-nya. Tiga hal tersebut adalah inflasi tinggi di sejumlah negara, potensi resesi ekonomi dan kebijakan moneter hawkish The Fed. 

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto.

“Menyikapi hal tersebut, investor akan bergerak menuju aset yang lebih aman. Namun, ada sedikit kecenderungan investor akan mengambil sikap akumulasi buy the dip yang mungkin bisa menopang laju kripto di jangka pendek,” terangnya.

Trading Altcoin Lebih Cuan Dibanding Bitcoin

Di samping itu, Afid melihat saat ini cukup bagus untuk melakukan trading di altcoin daripada Bitcoin dan aset kripto besar lainnya. Altcoin lagi potensial buat minggu, terlebih sudah ada yang mencapai kenaikan harga yang signifikan.

Bitcoin (BTC) terus diperdagangkan dengan ketat dan masih berjuang untuk membuat terobosan yang menentukan di atas atau di bawah $ 30.000. Level support BTC kini berada dikisaran $ 27.500, yang telah menstabilkan aksi harga selama seminggu terakhir.

Pelaku pasar kini cenderung perlahan mengakumulasi altcoin, utamanya ADA dan DOT untuk memitigasi risiko BTC. Kemudian, Kava (KAVA) yang tumbuh 14,99% dalam 24 jam terakhir pada Rabu (25/5) menjelang perilisan upgrade Kava 10.

Selain KAVA, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan keempat bulan Mei ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.

Baca juga: Direktur IMF Akui Keunggulan Aset Kripto dan Sepakat Bukan Mata Uang

Daftar 5 Aset Kripto Bullish

1. Kava (KAVA)

Analisis teknikal Kava (KAVA).

Membuka daftar aset kripto berpotensi bullish di pekan terakhir Mei 2022 ini adalah KAVA. Kripto ini sudah lama nyaman dalam daftar bullish, namun apakah akan terus berlanjut?

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, yakin potensi kenaikan harga KAVA masih terus berlanjut. Alasannya, KAVA masih tetap akan meluncurkan mainnet Kava 10 yang digelar 25 Mei ini.

“Sentimen positif KAVA terus menguat. Kemungkinan besar level support KAVA akan meningkat dari $ 2,3 menjadi $ 2,8. KAVA masih dapat bergerak menuju harga sekitar $ 4 atau naik 76% dalam beberapa hari ke depan,” kata Afid.

Menurut Afid, mainnet Kava 10 sudah lama ditunggu investor, karena akan menghubungkan dua ekosistem terdesentralisasi terbesar antara Ethereum dan Cosmos. Tentu akan menciptakan lonjakan aktivitas di jaringan Kava.

Peringkat KAVA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #83, dengan kapitalisasi pasar $ 552.078.034. Pasokan yang beredar 197.039.622 koin KAVA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

2. THORChain (RUNE)

Analisis teknikal THORChain (RUNE).

Selanjutnya adalah THORChain yang berpotensi bullish. Token RUNE masih dipengaruhi oleh sentimen positif dari perilisan mainnet yang kemungkinan terjadi pada 31 Mei mendatang.

Berdasarkan analisis teknikalnya, Afid melihat RUNE memang sempar terjadi koreksi harga, tapi, saat ini perlahan bergerak naik. Kemungkinan besar RUNE dapat terus bergerak menuju harga $ 4 atau naik sekitar 50% dari harga bawah $ 2,9 dalam beberapa hari ke depan. 

“RUNE masih mendapatkan sentimen positif dari rumor perilisan mainnet pada akhir Mei nanti. Kabar itu sudah menguat sehingga mendorong harga RUNE, di mana investor sudah mulai hold dan trading,” kata Afid.

THORChain sendiri adalah sebuah protokol blockchain terdesentralisasi yang memungkinkan pengguna dengan mudah menukar aset kripto mereka dari berbagai jaringan, termasuk Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), dengan token lainnya yang tidak berada di dalam jaringan yang sama, tanpa perlu pihak ketiga, seperti Coinbase atau Binance.

Peringkat RUNE di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #56, dengan kapitalisasi pasar $ 1.018.379.350. Pasokan yang beredar 330.688.061 koin RUNE dan maksimal pasokan 500.000.000 koin RUNE.

3. IoTeX (IOTX)

Analisis teknikal IoTeX (IOTX).

IoTeX (IOTX) sudah dikenal luas di dunia kripto dengan status sebagai aset yang sangat menjanjikan. IoTeX (IOTX) adalah sebuah platform yang menggabungkan teknologi blockchain yang aman dengan Internet of Things (IoT). 

Afid menjelaskan IOTX bisa menjadi kripto yang berpotensi bullish pekan ini. Sentimen positif IOTX datang dari perilisan mainnet pada 30 Mei mendatang. Mainnet ini bisa meningkat kecepatan dan transaksi, staking yang didukung melalui protokol web3 hingga peningkatan ketahanan koneksi p2p.

“Dari analisis teknikalnya, harga IOTX perlahan sudah naik dalam beberapa hari terakhir. Harga IOTX bisa mencapai $ 0,046 atau sekitar 16% dari level support-nya yang berada di $ 0,039,” kata Afid.

Peringkat IOTX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar $ 381.234.875. Pasokan yang beredar 9.540.779.324 koin IOTX dan maksimal pasokan 10.000.000.000 koin IOTX.

Baca juga: Aset Kripto Jadi Primadona dalam Agenda Pertemuan Tahunan WEF 2022

4. Loopring (LRC)

Analisis teknikal Loopring (LRC).

LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.

Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. Alasannya kabar GameStop, perusahaan game ritel terbesar di dunia meluncurkan versi beta dompet kripto dan NFT yang menggunakan jaringan Loopring Layer 2. 

“Masuknya GameStop ke industri kripto dengan dukungan Loopring membuat harga LRC berpotensi naik. Analisis teknikal melihat LRC akan mengalami kenaikan harga hingga 28% menuju $ 0,64 dari level support $ 0,54,” tutur Afid.

Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #68, dengan kapitalisasi pasar $ 752.428.116. Jumlah koin yang beredar 1.330.082.009 koin LRC dan maks. pasokan 1.374.513.896 koin LRC.

5. Fantom (FTM)

Analisis teknikal Fantom (FTM).

Fantom adalah platform smart contract berbasis directed acyclic graph (DAG) dengan kinerja yang tinggi, aman serta skalabilitas tinggi. Sayangnya, dalam dua pekan terakhir ini nilai FTM terus merosot.

Afid melihat nilai FTM yang reli bergerak naik diakibatkan oleh spekulasi tokoh penting dalam Fantom dan Yearn Finance, Andre Cronje yang merupakan arsitek di Fantom Foundation akan kembali aktif proyek DeFi tersebut.

“FTM belum bisa lepas dari dampak keluarnya Andre Cronje dan Anton Nell. Namun, ada spekulasi mereka akan kemballi meningkatkan harga FTM,” jelas Afid. 

Analisis teknikal FTM melihat ada pergerakan naik meski perlahan dalam beberapa hari terakhir. Kemungkinan besar nilai FTM bisa mencapai $ 0,51 atau sekitar 31% dari level support $ 0,41.

Peringkat FTM di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #52, dengan kapitalisasi pasar $ 1.079.759.008. Pasokan yang beredar 2.545.006.273 koin FTM dan maksimal pasokan 3.175.000.000 koin FTM.

Daftar 5 Aset Kripto Bearish

1. Beta Finance (BETA)

Analisis teknikal Beta Finance (BETA).

Beta Finance (BETA) adalah platform pinjaman aset kripto dan DeFi. Beta Finance memiliki alat perdagangan untuk memfasilitasi pengalaman pengguna DeFi.

Beta Finance memang sudah dikenal luas di dunia aset kripto dengan status sebagai crypto yang sangat menjanjikan. Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan BETA kemungkinan besar masih akan terus mengalami penurunan harga.

“Dari analisis teknikal, terlihat saat ini BETA sudah sampai titik jenuh atau overbought. Penurunan harga akan terjadi ke $ 0,12 atau sekitar 23% dan bisa anjlok ke level support-nya $ 0,07 selama beberapa hari ke depan,” ucap Afid.

Peringkat BETA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #366, dengan kapitalisasi pasar $ 62.957.220. Jumlah koin yang beredar 401.666.667 koin BETA dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin BETA.

Baca juga: Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

2. Anchor Protocol (ANC)

Analisis teknikal Anchor Protocol (ANC).

Anchor Protocol (ANC) kembali terjebak dalam fase bearish pada pekan ini. Kabar penolakan proposal pemotongan hasil oleh pemegang token ANC masih terus menekan harganya. 

“ANC kemungkinan besar akan masuk bearish. Dari segi analisis teknikalnya ANC tidak ada harapan lagi untuk bullish. ANC bisa terus turun bahkan bisa mencapai harga di bawah $ 0,3,” kata Afid.

Anchor Protocol adalah protokol pinjam meminjam di blockchain Terra. ANC adalah token utilitas dan tata kelola asli protokol yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam tata kelola, pinjam meminjam, dan mendapatkan bunga dengan aset digital mereka menggunakan model jaminan berlebih.

Peringkat ANC di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #276, dengan kapitalisasi pasar $ 101.367.663. Pasokan yang beredar 348.969.807 koin ANC dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ANC.

3. Elipsis (EPX)

Analisis teknikal Ellipsis (EPX).

Ellipsis adalah aset kripto yang beroperasi pada platform BNB Smart Chain (BEP20). Pada 31 Maret lalu, melakukan migrasi token dari Ellipsis (EPS) ke Ellipsis (EPX).

Setelah migrasi, token baru dikunci dari transfer hingga protokol Ellipsis 2.0 diluncurkan pada 23 Mei lalu, Binance Convert telah menambahkan beberapa pasangan EPX untuk diperdagangkan. Afid melihat EPX bisa masuk fase bearish karena sudah melampaui titik jenuh atau overbought pasca protokol baru dirilis.

“EPX bisa turun harganya kalo dilihat dari analisis teknikalnya. Penurunan dapat terjadi sekitar 15% menuju harga $ 0,0022 tapi masih jauh dari level support-nya yang berada di $ 0,0015,” ungkap Afid.

Peringkat EPX di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #2813, dengan kapitalisasi pasar tidak tersedia. Pasokan yang beredar tidak tersedia dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin EPX.

4. Perpetual Protocol (PERP)

Analisis teknikal Perpetual Protocol (PERP).

Perpetual protocol adalah sebuah protokol terdesentralisasi yang dapat digunakan untuk memperdagangkan kontrak perpetual dengan dana pinjaman. PERP token adalah sebuah ERC-20 native token dari Perpetual protocol yang digunakan sebagai token tata kelola dan juga staking.

Afid mengatakan PERP kemungkinan besar akan masuk zona bearish. “PERP telah mencoba untuk bergerak naik, namun tampaknya gagal dan akan terus alami penurunan. PERP bisa turun hingga harga $ 1,16 atau 17% dari $ 1,42,” jelasnya.

Peringkat PERP di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #271, dengan kapitalisasi pasar $ 103.567.376. Pasokan yang beredar 76.475.000 koin PERP dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

5. Automata Network (ATA)

Analisis teknikal Automata Network (ATA).

Automata Network adalah protokol layanan terdesentralisasi yang menyediakan lapisan privasi middleware untuk dApps di beberapa blockchain. Sementara, ATA adalah token utilitas asli di ekosistem Automata Network dan merupakan bagian dari Binance Launchpool.

Afid melihat dari analisis teknikalnya, ATA telah mengalami penurunan yang cukup signifikan pada pekan lalu, kemudian berusaha konsolidasi bergerak naik, namun gagal. Kemungkinan besar ATA akan kembali masuk zona bearish pada pekan ini.

“ATA gagal menuju level resistance-nya di $ 0,26 sehingga sulit untuk bull run. ATA kemungkinan akan terus turun dari harga saat ini $ 0,18 menuju $ 0,16 atau sekitar 13%,” ucap Afid.

Peringkat ATA di CoinMarketCap pada Rabu (25/5) pukul 12.00 WIB adalah #539, dengan kapitalisasi pasar $ 29.428.002. Pasokan yang beredar 172.252.000 koin ATA dan maksimal pasokan tidak tersedia.

Disclaimer:

Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.



Sumber : news.tokocrypto.com

Boss Binance: Jika Binance Bangkrut, Investasi Kalian Masih Aman

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ), mengatakan bahwa jika pertukaran (Binance) bangkrut, pengguna Binance akan diprioritaskan untuk pengembalian dana sebelum pemegang saham.

Komentar ini dikatakan ketika sesi AMA (Ask Me Anything) yang dilakukan pada 21 Mei. Sayangnya sesi AMA ini sudah dihapus dan tidak ada alasan.

Dalam sesi ini, CZ juga menjelaskan berbagai topik seperti dana pengguna, masa depan Binance Chain.

Changpeng Zhao mengatakan bahwa Binance tidak pernah mencampurkan dana pengguna dengan dana operasi pialang Binance.

Dia menekankan jika ada kebangkrutan atau kejadian yang tidak terduga, maka uang atau investasi akan dikembalikan terlebih dahulu ke pengguna.

Baca juga: Apakah Do Kwon Layak Dipenjara, Atau Keruntuhan Terra Hanya Keteledoran?

Di dalam pertanyaan AMA ini, CZ juga mengatakan tentang masa depan BNB Chain:

“Secara jujur, saya tidak terlibat didalam pengambilan keputusan di BNB chain. Saya mempunyai pemahaman teknologi yang terbatas. Yang saya tahu adalah ada trade off antara jumlah node dengan kinerja (saat ini) untuk evolusi blockchain kami.”

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

Ketika ditanya tentang adanya UST dan LUNA lagi di Binance, dia menjawab bahwa ada banyak pertukaran terdesentralisasi di dunia. Jika perdagangan diberhentikan dan harga naik di bursa lain, investor akan mempertanyakan keputusan tersebut.

Walaupun dia mengetahui UST dan LUNA adalah projek gagal, dia tetap memutuskan untuk melanjutkan perdagangan kedua token tersebut.

Dia menambahkan:

“Tidak ada yang memaksa siapa pun untuk membeli hanya karena pialang menyediakan. Ada pembeli dengan toleransi resiko tinggi yang bersedia melakukan perdagangan. Pasar bersikap netral.”

CEO Binance, Changpeng Zhao (CZ)

Baca juga: Terra LUNA Naik 100% di Tengah Volatilitas yang Gila, Fokus pada Rencana Pemulihan

Karena LUNA, Binance juga rugi sangat banyak. Ketika LUNA di harga tertinggi, Binance mempunyai $ 1,6 miliar dari LUNA. Namun, dia tidak menjual satu token-pun. Pada tanggal 18 May, investasi Binance di Luna hanya senilai $ 2,7 juta, rugi $ 300.000 karena investasi awal kepada LUNA senilai $ 3 juta.

CZ juga mengatakan kepada Do Kwon, pencipta LUNA, untuk mengembalikan uang retail investor terlebih dahulu sebelum mengembalikan uang kepada Binance.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Terra LUNA Naik di Tengah Volatilitas yang Gila

Runtuhnya ekosistem Terra akibat ambruknya harga dari stablecoin UST dan token LUNA benar-benar menjadi berita terpanas saat ini, karena ada begitu banyak investor yang merugi dan kehilangan tabungan seumur hidup mereka.

Terra yang pada awalnya terlihat sangat menjanjikan, yang juga memborong Bitcoin (BTC) sebagai cadangan dari UST, telah dihantam aksi jual besar-besaran yang merosotkan nilai UST jauh dari kata stabil.

Karena algoritmiknya, jatuhnya UST memicu pencetakan token LUNA secara masif, yang menciptakan hiper inflasi dan membawa harganya jatuh mendekati 100%.

Terlihat suram, ini memang hampir mati karena aksi jual gila dan investor mulai pesimis terhadapnya.

Namun, belum lama harga dari token LUNA, yang sudah merosot tajam, mengalami kenaikan 100% di tengah volatilitas yang gila, menuju kisaran $ 0,0002, tapi pagi hari ini sudah turun lagi sebanyak 25%, ke $ 0,00016.

Baca juga: Nilai Burn Shiba Inu (SHIB) Lompat 800% Setelah Hadiah Didistribusikan

Tentu saja, setiap kenaikan menjadi sorotan pada LUNA, yang mendapat tanggapan beragam, ada yang melihat itu adalah “aksi tipu daya” para bandar, dan ada juga yang melihat kejatuhan LUNA tidaklah seburuk yang difikirkan, ini masih bisa bangkit kembali.

Memang jelas, masih ada beberapa ahli yang meyakini bahwa LUNA masih memiliki dukungan yang kuat dan penilaian pasar yang besar, yang membuatnya mampu tumbuh di tengah koreksi pasar crypto, sebelum crash melandanya. Dalam beberapa pandangan, ini jatuh karena manipulasi pemain besar dan dilakukan dengan sengaja.

Baca jugaInilah 4 Cara Orang Kaya Menghasilkan Pendapatan Pasif

Yang jelas, CEO Terraform Labs, Do Kwon dan tim, masih berdiri untuk memulihkan ekosistem, dengan mengupayakan hard fork yang masih dalam tahap voting, yang akan segera berakhir untuk melihat seperti apa ini akan berjalan.

Secara teknikal analisis, tidak ada alat yang mendorong pembelian Terra LUNA. Jika menggunakan timeframe lebih tinggi, sudah kelihatan Terra LUNA adalah pump and dump koin.

Sudah tentu dimana ada volatilitas di sana anda bisa menghasilkan uang, juga sama, anda juga akan rugi.

Untuk saat ini, tidak bagus untuk membeli semua altcoin karena kripto tersebut berdarah, jika dibandingkan dengan BTC, ETH dan juga USDT.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya

Ethereum 2.0 dikabarkan akan meluncur di Bulan Agustus 2022 setelah adanya pernyataan dari developer utama Ethereum (ETH) di acara Permissionless. 

Tim developer Ethereum sedang mengejar waktu menuju Agustus karena dengan Ethereum 2.0, mereka harus mengurus mekanisme “difficulty bomb” atau peningkatan kesulitan menambang ETH yang juga harus diluncurkan di Agustus.

Ethereum 2.0 Diprediksi Meluncur Agustus 2022

Developer utama Ethereum, Preston Van Loon menyatakan bahwa Ethereum 2.0 akan diselesaikan dalam tiga bulan ke depan. 

Sejauh ini jika sesuai rencana, menurutnya Ethereum 2.0 akan diluncurkan pada Bulan Agustus yang membuat urgensi difficulty bomb menjadi lebih besar. 

Difficulty bomb adalah mekanisme yang diciptakan oleh developer Ethereum pada Tahun 2016 dalam rangka untuk terus meningkatkan kesulitan penambangan Ethereum agar imbalan penambang terus berkurang sepanjang waktu. 

Mekanisme ini diterapkan pada blockchainnya saat ini yang menggunakan mekanisme Proof of Work

Baca juga: Belajar dari Kripto UST dan LUNA, Stablecoin Masih Aman Jadi Instrumen Investasi?

Tapi, jika ETH 2.0 diluncurkan maka mekanisme ini tidak diimplementasikan di blockchain baru, karena blockchain barunya menggunakan mekanisme Proof of Stake

Justin Drake dari Ethereum Foundation juga menyetujui rencana ini dengan mendorong developer untuk meluncurkan Ethereum 2.0 bersama difficulty bomb di Agustus. 

Nantinya jika Ethereum 2.0 diluncurkan, akan terjadi penggabungan dalam sebuah kejadian yang dinamakan The Merge. 

The Merge mereferensikan kondisi dimana data dari blockchain Ethereum Proof of Work saat ini bergabung dengan blockchain Proof of Stake yang baru.   

Kejadian ini akan membuat para penambang atau miner berubah menjadi staker atau kegiatan melakukan staking. Sebab dalam blockchain Proof of Stake, untuk menjadi validator, seorang individu harus melakukan staking

Mekanisme mining atau penambangan masih bisa dilakukan pada jaringan yang lama, namun tergantung penggunanya. 

Apa bila tidak ada yang menggunakan jaringan lama untuk transaksi maka kegiatan penambangan akan berhenti karena tidak ada transaksi yang divalidasi. 

Baca juga: Investor Terra LUNA Korsel Mencapai 280 Ribu Orang, Total 70 Miliar LUNA

Mengapa Agustus?

Banyak investor yang bertanya mengapa tim Ethereum memilih Agustus sebagai waktu peluncuran Ethereum 2.0 tersebut. 

Jawabannya adalah karena adanya mekanisme difficulty bomb yang sebelumnya telah dikatakan. 

Mekanisme difficulty bomb jika dilihat secara luas hampir dapat disamakan dengan mekanisme halving yang berada pada blockchain Bitcoin

Intinya mekanisme tersebut akan membuat validasi transaksi lebih sulit dan imbalan menjadi lebih kecil. 

Agustus merupakan waktu dimana implementasi mekanisme ini akan dilakukan lagi dan dengan adanya mekanisme tersebut urgensi Ethereum 2.0 untuk selesai menjadi lebih besar. 

Alasannya adalah, developer Ethereum dapat meningkatkan difficulty bomb secara drastis sehingga penambangan jauh lebih sulit dan imbalan jauh lebih kecil dari saat ini. 

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya
Pengertian Difficulty Bomb

Bersama dengan peluncuran Ethereum 2.0, mekanisme tersebut akan mengurangi insentif untuk para validator yang menetap di blockchain lama agar pindah ke blockchain baru yaitu Blockchain Proof of Stake Ethereum 2.0. 

Jadinya developer Ethereum “mengejar target” untuk menyelesaikan Ethereum 2.0 di Agustus agar bisa “mengusir” para penambang di blockchain lama dan memberinya “tempat” baru untuk mendapat imbalan secara sekaligus. 

Hingga saat ini sangat banyak investor yang menunggu peluncuran Ethereum 2.0 karena beberapa alasan. 

Pertama adalah dengan blockchain baru maka Ethereum akan bergerak lebih efisien dengan biaya transaksi yang lebih rendah, konsumsi energi yang lebih rendah, dan kecepatan transaksi yang lebih tinggi. 

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Kedua adalah dengan blockchain baru maka untuk menjadi validator di Ethereum menjadi lebih mudah dari sisi mekanisme, walau tetap butuh modal untuk staking sebesar minimal 32 ETH. 

Ketiga adalah akan munculnya kelangkaan terhadap persediaan ETH yang beredar di pasar. Hal ini disebabkan dengan ETH 2.0, jumlah ETH yang dikeluarkan akan berkurang hingga 90%. 

Jadi dengan mekanisme ini ETH akan lebih langka. Jika permintaan meningkat maka kemungkinan besar harga akan meningkat. 

Ethereum 2.0 Siap Meluncur Agustus? Ini Kejelasannya
Penjelasan Mekanisme Sharding ETH 2.0

Keempat adalah dari sisi teknikal blockchain dimana akan adanya mekanisme sharding yang telah terbukti membuat peningkatan dalam efisiensi penyimpanan data dalam satu block yang berujung pada kecepatan transaksi yang meningkat. 

Hingga saat ini belum ada kabar terbaru lagi, tapi developer masih terus berusaha untuk mengejar target di Bulan Agustus 2022. 

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

3 Altcoin yang Perlu Dibeli di Tahun 2022

Bitcoin sudah turun dari $ 30.000 menjadi $ 29.200 pada saat berita ini tayang. Banyak orang bertanya apakah saat ini bisa beli buy the dip untuk Bitcoin dan altcoin?

Cryptoharian memprediksi penurunan lebih dalam masih akan terjadi (bukan finansial advice).

Kapan akan turun? Menurut Cryptoharian, setelah FOMC meeting yang akan terjadi di tanggal 14-15 Juni menurut website the FED.

Kenapa?

Karena Jerome Powell, ketua FED, sudah mengatakan bahwa The Fed akan mengambil tindakan tegas untuk mengurangi inflasi dan menetral kan pasar. Netral pasar berada di 2-3% menurut beberap analis, tapi The Fed mempunyai kalkulasi mereka sendiri.

Sebagai perbandingan, saat ini pasar berjangka berada di 3.2% di Desember.

Ketika the Fed menaikan suku bunga, DXY, dollar index, akan naik yang akan menyebabkan semua pasar saham akan anjlok. Karena Bitcoin (BTC) mempunyai korelasi positif dengan pasar saham, Bitcoin juga akan anjlok.

Apa hubungannya dengan altcoin?

Ketika Bitcoin anjlok, altcoin juga akan anjlok. Bahkan terkoreksi lebih dalam.

Di artikel sebelumnya, saya sudah menulis berapa Bottom Bitcoin. Anda bisa membaca di sini.

Ini beberapa altcoin yang sedang saya perhatikan dan akan membeli dikemudian hari.

1. Cardano (ADA)

ADA sudah turun sekitar 87% dari ATH. Jika dilihat dengan chart, masih ada kemungkinan untuk ADA turun sekitar 10% lagi.

Baca juga: Investor Terra LUNA Siap Laporkan Do Kwon Atas Dugaan Penipuan Investasi

Garis biru adalah support, dan garis support diatas, WICK sudah hampir menyentuh di ($ 0,35), jika hilang ADA akan ke (0.1441).

Sangat besar kemungkinan ini akan terjadi, mengingat harga BTC sedang naik turun. Bahkan jika Bitcoin naik menjadi $ 40.000 dalam 1 malam.

Kemungkinan ADA untuk turun sangat besar karena ketika Bitcoin naik atau turun, altcoin juga akan turun. Ini sudah terjadi di tahun 2019, dimana ADA turun ketika Bitcoin naik dengan cepat.

Link sudah turun 89%-an sejak ATH.

Fundamental Link sangat bagus, jadi ini adalah salah satu investasi crypto yang lebih aman jika dibandingkan dengan Shiba Inu.

Kenapa?

Karena Chainlink Lab adalah sebuah oracle dan memberikan feed harga kepada semua pengguna.

LINK sudah digunakan oleh ratus hingga ribu perusahaan crypto.

Mengingat tahun 2018 Bubble, harga semua crypto hampir turun 99% dari harga tertinggi.

Jadi, sangat sensible atau masuk akal jika Bitcoin benar-benar capitulate (turun), Harga Bottom LINK bisa berada di sekitar $ 1,50 hingga $ 5. Apalagi jika Bitcoin tidak bisa membuat ma200 harga terendahnya.

Pada saat berita ini tayang, harga LINK berada di $6.90.

Baca juga: Prediksi Harga Bitcoin 2022: Analisa BTC Mingguan

3. Cosmos(ATOM)

Salah satu altcoin yang berperforma bagus ketika bull-run. Coin ini juga sebuah rival dari Ethereum.

Disamping itu, coin ini juga memiliki banyak pendukung dan sudah digunakan oleh banyak perusahaan.

Jika dilihat dari grafik, ATOM sudah turun 81% dari ATH. Menurut Cryptoharian, daerah sekitar $ 4,00 adalah harga yang sangat bagus untuk mengakumulasi ATOM.

Harga saat ini juga sangat menarik untuk melakukan partial-buy.

Kesimpulan

Tidak ada yang tahu kemana harga Bitcoin akan mengarah. Jika Bitcoin bisa bounce back, ada kemungkinan semua altcoin akan mengalami kenaikan juga.

Jika Bitcoin benar-benar ke ma200, harga altcoin bisa minus 50% dari harga saat ini. Jika benar-benar ke $ 15.000, harga altcoin bisa minus 99% dari saat ini.

Note: Bukan finansial advice.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Apakah Do Kwon Layak Dipenjara atas Keruntuhan Terra LUNA

Tanggal 9 Mei 2022 adalah waktu yang akan tercatat dalam sejarah industri aset kripto. Di mana tanggal tersebut merupakan hari dimulainya kehancuran sebuah bulan yang sebelumnya sempat bersninar terang di pasar kripto. 

Tanggal tersebut menjadi penanda awal jaringan Terra runtuh berserta semua ekosistemnya. Stablecoin UST yang sebelumnya diagung-agungkan sebagai koin stabil paling “canggih” hancur berkeping-keping. UST jauh kehilangan pasaknya dari nilai dollar AS. 

Keruntuhan Terra bisa disebut sebagai salah satu bencana terbesar di industri kripto. Banyak orang yang kehilangan uangnya. Investor kecil hingga kakap pun sama-sama gigit jari. Dan yang tak kalah penting, kehancuran Terra menggerus kepercayaan pasar pada industri yang baru saja berkembang ini. 

LUNA/USDT 1 day. Tradingview
Analisis teknikal Terra (LUNA).

Lantas, apakah yang dilakukan oleh developer Terra adalah tindakan kriminal atau sebuah penipuan. Atau hal tersebut merupakan sebuah keteledoran sebuah jaringan?

Perlu sebuah kajian hukum yang mendalam untuk mengkategorikan apakah kasus Terra ini adalah sebuah penipuan yang layak dipidanakan atau mungkin hal ini merupakan ketelodran yang menjadikan jaringan mereka rusak. 

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Namun, banyak pihak terutama investor dan ritel telah menyeret kasus ini ke ranah pidana. Pendiri Terra Do Kwon mendapat kritkan tajam dan dilaporkan ke penegak hukum, terutama oleh masyarakat Korea Selatan–di mana Do Kwon berdomisili.

Dikutip dari Decrypt, seorang profesor hukum dan mantan jaksa yang berspesialisasi dalam kejahatan kerah putih Randall Eliason, mengatakan, untuk menjatuhkan klaim bahwa Do Kwon dan developer Terra telah melakukan penipuan, diperlukan bukti-bukti yang cukup. Dan menurutnya, hal tersebut bukanlah hal yang mudah. 

Eliason pun membandingkan kasus Terra ini dengan penyebab krisis tahun 2008. Di mana saat itu sebuah bank terbesar Amerika Serikat, Lehman Brother, bangkrut dan mengakibatkan pasar keuangan jatuh dan menjalar pada krisis keuangan ke hampir seluruh dunia. 

Eliason mengatakan, dalam kasus tersebut tidak ada yang dipenjara seoarang pun meski telah  menyebabkan krisis keuangan 2008. Menurutnya, kasus tersebut lebih pada kesembronoan lembaga.

Namun, ini tidak berarti, bahwa Kwon akan lolos dari tuntutan pidana. Penegak hukum masih bisa menyelidiki kasus ini lebih dalam lagi. Karena, dari beberapa isu yang mencuat, terdapat masalah pada platform investasi Terra, Anchor, yang menjanjikan pengembalian yang dijamin sebesar 20%. Meski, jumlah pengembalian  ini masih sangat masuk akal di dunia crypto.

Selemah-lemahnya, komunitas kripto hisa mengharapkan badan pengatur non-kriminal seperti SEC untuk menindak Kwon dengan semua yang mereka miliki dalam hal denda dan hukuman profesional. 

Ini adalah konsekuensi  yang nampaknya lebih adil, bahwa Kwon akan dilarang dari segala jenis perusahaan yang terkait dengan sekuritas di AS, dan bahwa ia akan menghindari menginjakkan kaki di tanah Amerika di masa mendatang.

Baca juga: Apa Itu Aset Kripto Nexo (NEXO) dan Mobilecoin (MOB)?

Sistem Jaringan Terra Mempunyai Kelemahan Fatal

Kehancuran Terra dan jatuhnya harga UST dan LUNA lebih pada kelemahan jaringan yang sangat fatal. Hal tersebut dikatakan oleh seorang developer blockchain sekaligus CTO Ansvia dan Founder Rantai Nusantara Foundation, Robin Syihab

Robin dalam utasnya di Twitter mengatakan, bahwa sistem jaringan di Terra mempunyai celah yang dapat “dipermainkan” oleh entitas yang mempunyai jumlah token UST dalam jumlah besar. 

Selama beroperasi, Terra disokong oleh sejumlah entitas venture capital. Di mana para VC ini yang memodali jaringan Terra untuk menjalankan skema algoritmik bagi stablecoin mereka.

Robin menduga, kehancuran jaringan ini dilakukan oleh seseorang atau sekelompok dengan menggunakan gaya serangan George Soros yang pernah membuat krisis moneter di Asia termasuk Indonesia pada tahun 1998.

“Selain bisa menghancurkan sistem Terra LUNA serangan ala George Soros juga bisa menguntungkan penyerangnya,” tulis Robin. 

Kendati demikian, kasus ambruknya Terra menjadi sebuah pelajaran yang penting bagi komunitas kripto. Dan menjadi tantangan bagi sebuah regulasi yang adil bagi para investor maupun pengembang proyek. 

DISCLAIMER : Bukan ajakan membeli! Investasi atau perdagangan aset crypto masih beresiko tinggi. Artikel ini hanya berisi informasi yang relevan mengenai aset kripto tertentu.

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Nilai Burn Shiba Inu (SHIB) Lompat 800% Setelah Hadiah Didistribusikan

Nilai dari mekanisme pembakaran (burning) token Shiba Inu (SHIB) melompat dengan hebat, sebanyak 800% dan mencetak rekor baru di 12,8 miliar token.

Lonjakan fantastis tersebut datang setelah didistribusikannya hadiah bagi kontributor burning melalui portal pembakaran mereka di ShibaSwap. Para kontributor, yakni investor, akan mendapatkan hadiah berupa token yang berbeda ekosistem dengan SHIB, yaitu RYOSHI.

Sejak diluncurkan pada akhir April lalu, portal pembakaran tersebut telah menarik lebih banyak peserta dan jumlah token yang dibakar, untuk dihilangkan dari peredaran untuk selamanya, mengurangi pasokan tetapnya.

Dan sejak hadirnya portal dan pendistribusian hadiah tersebut, para pendukung Shiba Inu, ShibaArmy, telah membakar sekitar 29,5 miliar token SHIB. Setelahnya, angka terus melesat hingga 42,47 miliar token.

Baca juga: Lebih Memahami Ekonomi Kreatif: Pengertian, Pendorong dan Contohnya

Ini adalah rekor yang luar biasa, menunjukkan betapa besar antusias para investor untuk menekan pasokan beradar SHIB, guna mengangkat harganya di masa depan. Setidaknya, itulah tujuan dari burning SHIB.

Diketahui, ada satu alamat burn SHIB besar yang menghancurkan 1,3 miliar token sejauh ini. Itu telah menerima hampir $ 6,5000 dalam bentuk RYOSHI

Portal Burning di ShibaSwap memungkinkan para peserta mendapatkan token RYOSHI. Dan untuk mengklaimnya, peserta harus menggunakan fitur “WOOF” pada ShibaSwap, mengunci aset mereka untuk mencegah peserta menjual RYOSHI mereka setelah didapatkan.

Baca juga20 Pola Candlestick Pattern Lengkap Untuk Trading Saham, Crypto, Forex, Konfirmasi dan Open Posisi

Namun, pada saat pers, harga SHIB berada di $0,00001185 menurut Coingecko. Walaupun ada pembaharuan yang begitu significan, harga tetap tidak kunjung naik. Ini dikarenakan Bitcoin masih indecisive kemana harga jalan.

Saat pasokan terus menyusut, diharapkan kelak permintaan akan token SHIB juga akan meningkat melalui ekosistem mereka, seperti Metaverse, NFT, Game dan lainnya, sehingga permintaan tinggi di kala pasokan menipis, dapat mengangkat harganya lebih baik, bahkan mencetak ATH baru yang diidam-idamkan. Kita lihat saja!

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Beranjak dari Kasus Terra UST, Apa Itu Stablecoin dan Apa Saja Jenisnya?

Kasus Terra UST telah menarik perhatian lebih pada stablecoin, termasuk urusan regulasi dari para pemangku kepentingan di sektor keuangan. Lalu, apa itu stablecoin dan apa saja jenisnya? Dan apa respons dari Robby, Direktur Rekeningku.com?

Apa Itu Stablecoin?

Secara umum, stablecoin adalah aset kripto berupa token, yang nilainya dipatok dengan aset bernilai tetap atau stabil, seperti mata uang negara (fiat money), yakni dolar AS dan euro. Ada pula stablecoin yang dipatok dengan harga emas (gold).

Selain menggunakan mata uang yang asli disimpan di bank, nilainya dipatok dengan surat utang perusahaan ataupun surat utang negara, seperti yang diterapkan oleh perusahaan Tether untuk USDT. Perusahaan penerbit harus berusaha menstabilkan USDT agar nilainya tetap 1 banding 1 terhadap dolar AS.

Hadirnya stablecoin ini untuk memberikan bentuk token yang tidak bervolatilitas seperti Bitcoin dan altcoin lainnya. Juga, ini biasanya disimpan sebagai dana cepat jika investor tertarik untuk berinvestasi di aset kripto lain, tanpa perlu mengubahnya menjadi uang yang ada di rekening bank, melainkan tetap di akun di bursa kripto.

Seperti yang disebutkan di atas, stablecoin juga ada yang nilainya dipatok dengan komoditas seperti emas, yang ditujukan sebagai bentuk dari tokenisasi emas fisik itu sendiri. Nilai satu token akan sama dengan emas satu troy ounce. Contohnya adalah Pax Gold (PAXG), yang dikeluarkan oleh perusahaan Paxos.

Juga, secara umum ada dua jenis stablecoin, yakni yang memiliki underlying asset asli dan yang menggunakan kode, alias algoritmik.

Jenis pertama adalah stablecoin USDT dan USDC. Sedangkan jenis kedua adalah DAI dan UST. DAI ini cukup bertahan hingga saat ini dan punya keunikan sendiri.

Baca juga: Harga Terra LUNA Hari Ini Menguat 50 Persen, Bos Binance Soroti Penyebab Keruntuhan Parah Sebelumnya

Jika membahas, stablecoin jenis pertama, maka kita pasti sudah banyak menggunakannya untuk membeli aset kripto lain di berbagai bursa.

Karena ini nilainya stabil, investor menyimpannya tidak untuk mencari keuntungan dari capital gain (pertumbuhan nilai), melainkan melalui produk staking layaknya deposito di bank, yang disediakan oleh beberapa bursa kripto utama. Bunganya pun tak kalah menarik.

Dan salah satu fungsi utama dari stablecoin adalah, Anda dapat melakukan transfer uang lintas negara dengan lebih cepat dan murah dibandingkan melalui transfer antar bank.

Melirik Kasus Terra UST 

Meski sejatinya stablecoin dirancang untuk tetap stabil, namun kasus dari Terra UST membuat banyak orang berfikir kembali akan kemampuan stablecoin, terutama yang berjenis algoritmik.

UST, yang menerapkan mekanisme penyeimbang secara algoritmik, telah berhasil dihancurkan melalui serangan aksi jual skala besar, hingga nilainya benar-benar jauh dari kata stabil, di bawah US$1.

Pada saat penulisan, berdasarkan data dari CoinMarketCap, nilai dari UST kini telah merosot lebih dari 94 persen, berada di US$0,055.

UST juga menyeret token tata kelola Terra, LUNA, ke dalam kehancuran karena algoritmiknya akan mencetak LUNA secara otomatis untuk menyeimbangkan UST. Alhasil, pasokan beredar LUNA membludak, menjatuhkan harganya lebih dari 99 persen.

Lalu, bagaimana nasib Terra LUNA dan UST hari ini?

Baca juga: Tips Cuan Investasi Kripto Kala Market Bearish dan Kekhawatiran Stablecoin

Voting Terra LUNA di Mata Bos Rekeningku.com

Apa yang menjadi perhatian investor dan pengamat saat ini adalah, voting Terra untuk proposal pemulihan ekosistem di Terra Station.

Nantinya, itu akan menghadirkan jaringan Terra 2.0, yang benar-benar baru melalui forking. Juga, token LUNA 2.0 akan hadir dengan jumlah pasokan yang tetap. Ini tidak terkait lagi dengan UST.

Sementara, jaringan lama akan berubah nama menjadi Terra Classic, begitu pula dengan token LUNA saat ini, berubah menjadi Luna Classic (LUNC). Sedangkan ini, masih akan terkait dengan UST.

Voting saat ini sudah mencapai kesepakatan di 62,06 persen, meski total suara yang masuk belum seluruhnya. Voting akan berakhir pada 25 Mei 2022.

“Apa yang benar-benar diharapkan adalah, keberhasilan forking jika pada akhirnya proposal sah dilaksanakan. Investor masih berharap, tetapi belum ada rincian kegiatan nyata yang mampu menyelamatkan harga LUNA,” ujar Direktur Rekeningku.com, Robby kepada Blockchainmedia.id, Minggu (22/5/2022).

Robby pun menambahkan bahwa, tentu saja forking akan menjadi ide yang menarik dari Do Kwon dan tim, tetapi eksekusinya adalah apa yang benar-benar perlu dipantau.

Selain itu, di Terra Station juga telah ada proposal voting baru untuk UST, di mana ada ide untuk burn UST melalui pool komunitas untuk menolong harganya.

Namun, jumlah peserta masih sangat sedikit, kurang dari 30 persen total peserta, dan ini masih akan berakhir pada 27 Mei. Sehingga, akan terlaksana atau tidaknya masih belum dapat dipastikan. 

Baca juga: Investasi Aset Kripto Sarana Pengembangan Ekonomi Anak Muda

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Underlying Adalah Aset Yang Seperti Apa? Simak Penjelasannya Disini

Secara umum aset underlying adalah suatu aset keuangan yang menjadi harga derivatif. Sederhananya, aset underlying merupakan aset yang menjadi patokan untuk menetapkan harga aset lainnya. Artikel kali ini akan membahas lebih mendalam tentang apa itu aset underlying beserta contohnya. Di bagian akhir, Anda juga bisa menemukan pembahasan mengenai pengertian tentang aset underlying pada kripto dibawah ini. Mari simak bersama!

Apa itu Aset Underlying?

Dalam bahasa Inggris, kata underlying sendiri mengacu pada suatu kata sifat yang memiliki arti “mendasari”. Sedangkan, underlying dalam dunia keuangan berarti indikator yang digunakan untuk menentukan nilai atau harga dari suatu aset. Adanya aset underlying ini bertujuan untuk menghindari terjadinya konflik kepentingan terhadap aset tertentu.

Contoh Aset Underlying

Salah satu contoh aset underlying adalah opsi saham (stock option). Dalam opsi saham, para pemegang saham diberi hak untuk membeli maupun menjual asetnya. Hanya saja, hak tersebut berlaku pada waktu yang terbatas, sesuai dengan kontrak yang telah disepakati sebelumnya. Pada situasi tersebut, yang menjadi aset underlying adalah saham itu sendiri.

Di sini, aset underlying berfungsi sebagai alat untuk menentukan nilai opsi saham hingga mencapai masa kedaluwarsa nanti. Di samping itu, underlying juga digunakan untuk mengidentifikasi aset dalam perjanjian yang dapat memberikan nilai pada kontrak. Aset underlying mendukung keamanan pihak yang terlibat dalam perjanjian dan hal ini disetujui oleh para pihak yang terlibat untuk kemudian ditukarkan sebagai bagian dari kontrak derivatif.

Syarat-syarat Aset Underlying

Untuk bisa menjadi underlying, suatu aset harus melalui persyaratan tertentu. Di Indonesia sendiri, persyaratan untuk aset underlying mencakup:

1. Punya nilai ekonomis

Syarat utama aset underlying harus memiliki nilai ekonomis yang jelas. Hal ini berkaitan dengan aliran penerimaan kas. Apabila aliran penerimaan kas suatu aset lancar dan dapat dilacak, maka bisa dijadikan aset underlying, tentunya dengan menimbang aspek lainnya terlebih dulu.

Dari persyaratan ini, dapat diketahui bahwa aset underlying merupakan aset yang harganya dapat ditakar dengan mudah, misalnya tanah atau bangunan. Walau begitu, aset juga bisa berupa hal yang belum berwujud, namun dapat diprediksi nilainya, seperti proyek pembangunan jalan tol.

2. Bukan hal yang dilarang

Syarat berikutnya, aset underlying juga bukan merupakan hal yang dilarang. Jika dalam suatu negara, aset tersebut tidak boleh melawan hukum atau bertentangan dengan aturan negara. Apabila aset tersebut diproduksi dengan cara dan menggunakan bahan baku yang dilarang, maka tidak boleh dijadikan underlying. Begitu pula jika cara perdagangan dan penyediaannya melawan hukum.

Underlying seperti ini juga diterapkan dalam syariat Islam. Suatu aset tidak akan menjadi underlying jika mengandung unsur haram. Menurut Dewan Syariat Nasional (DSN-MUI), adanya unsur haram dalam suatu aset dikhawatirkan akan merusak moral masyarakat.

3. Tidak bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan

Masih berhubungan dengan poin sebelumnya, aset underlying juga sebaiknya tidak bertentangan dengan nilai-nilai keagamaan. Misalnya, dalam syariat Islam, dianjurkan untuk menghindari aktivitas perekonomian atau produk ekonomi yang mengandung unsur gharar (ketidakpastian), dharar (kerugian), dan qimar (transaksi yang tidak baik).

Baca juga: Pahami Pengertian Leverage Adalah dan Fungsinya dalam Kripto!

Apakah Aset Kripto Bisa Memiliki Aset Underlying?

ilustrasi melihat underlying di aset kripto

Lalu, bagaimana dengan aset kripto? Bisakah kripto memiliki aset underlying? Jika menurut aturan yang dikeluarkan oleh Majelis Ulama Indonesia atau MUI, aset kripto boleh diperjualbelikan asal mengikuti sil’ah dan juga memiliki underlying yang jelas. Aturan tersebut secara tersirat menjelaskan bahwa kripto pun bisa memiliki aset underlying

Pada dasarnya, setiap aset kripto memiliki underlying masing-masing. Hanya saja, tidak semua kripto punya aset fisik yang mudah dipahami. 

Beberapa contoh kripto dengan aset underlying fisik adalah USDT dan XSGD. Namun, ada juga yang menerapkan underlying abstrak seperti biaya penerbitan. Model underlying ini banyak digunakan oleh mata uang kripto besar seperti Bitcoin (BTC).

Aset underlying menjadi suatu aset yang digunakan untuk menetapkan harga suatu instrumen. Untuk bisa dikatakan sebagai underlying, aset harus melalui beberapa persyaratan khusus Satu syarat yang wajib dipenuhi adalah aset bukan merupakan barang terlarang dan tidak melawan hukum negara.

Aset kripto sendiri punya aset underlying yang dapat dipertanggungjawabkan. Beberapa punya aset fisik, namun ada juga yang menjadikan aspek seperti biaya penerbitan sebagai underlying

Baca juga: Yuk, Kenalan dengan Aset Kripto HOT Coin dan Cara Kerjanya!Jadi, Anda tak perlu ragu lagi untuk mulai berinvestasi di kripto. Terlebih, kini sudah ada Tokocrypto, marketplace aset kripto pertama dan terbesar di Indonesia yang terjamin keamanannya. Daftarkan diri Anda untuk investasi aset kripto di Tokocrypto dan gabung di komunitas Tokocrypto di Telegram dan Discord sekarang juga! 



Sumber : news.tokocrypto.com

Kriptografi adalah Sebuah Metode Keamanan Dalam Aset Kripto

Tahukah Anda bahwa kriptografi adalah dasar dari aset kripto? Kriptografi sendiri dikenal sebagai ilmu sekaligus  praktik untuk membangun dan menganalisis protokol dalam melindungi dari campur tangan pihak ketiga. Berangkat dari situ, kriptografi kemudian dikembangkan menjadi sebuah aset dengan tingkat keamanan tinggi yang sulit untuk ditembus pihak luar. Namun, sebenarnya, bagaimana cara kerja kriptografi itu sendiri? Yuk, ketahui bersama!

Apa Itu Kriptografi?

Menurut buku Introduction to Modern Cryptography (2005) yang ditulis oleh Mihir Bellare dan Phillip Rogaway, Kriptografi adalah ilmu yang mempelajari tentang cara membangun dan menganalisis suatu protokol yang dapat mencegah campur tangan pihak ketiga dalam suatu informasi pribadi

Istilah kriptografi berasal dari bahasa Yunani Kuno, “kryptós”, yang berarti rahasia dan tersembunyi, serta “graphein” yang berarti menulis. Secara harfiah, kriptografi berarti menulis rahasia atau pesan tersembunyi. 

Dari definisi ini, bisa diketahui bahwa kriptografi memiliki fungsi untuk menciptakan suatu sistem kerahasiaan yang melindungi informasi pribadi seseorang dari keterlibatan pihak ketiga. Lalu, bagaimana kriptografi dapat mencapai fungsi tersebut?

Cara Kerja Kriptografi

cara kerja kriptografi adalah

Seperti yang telah dipaparkan sebelumnya, dapat disimpulkan bahwa konsep dari kriptografi adalah tentang kerahasiaan. Dalam kriptografi, suatu informasi bersifat rahasia dan hanya dapat diakses oleh pihak yang telah dikehendaki. 

Secara sederhana, cara kerja kriptografi adalah sebagai berikut.

  1. Pengirim menerapkan suatu sistem kerahasiaan untuk melindungi informasi yang akan dikirimkan, di mana sistem tersebut merupakan sebuah kata sandi. 
  2. Saat proses pengiriman, informasi berubah menjadi sebuah kode yang tidak dapat dibaca. 
  3. Untuk bisa mengetahui isi pesan tersebut, penerima harus memasukkan kata sandi dari pengirim
  4. Setelah kata sandi dimasukkan, secara otomatis kode akan berubah menjadi pesan yang dapat dibaca.

Jenis Metode Kriptografi

Proses pengubahan pesan menjadi kode dalam kriptografi disebut dengan istilah enkripsi. Nah, metode enkripsi dalam kriptografi dibagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Symmetric encryption

Metode ini menggunakan kunci rahasia yang sama untuk mengenkripsi pesan pengirim, mengirimkan pesan ke penerima, dan mendekripsi pesan untuk penerima. Jenis metode ini terdiri dari tingkat kesulitan yang berbeda-beda. Berikut adalah contoh symmetric encryption yang paling sederhana.

Katakanlah Anda ingin mengirim pesan “HAI” dengan menggunakan kode alfabet yang diubah menjadi angka. Itu artinya, A menjadi 1, B menjadi 2, dan seterusnya. Maka, pesan “HAI” akan terenkripsi menjadi kode 819. Kode inilah yang kemudian dikirimkan kepada penerima. Nantinya, penerima akan melakukan dekripsi dengan sistem yang telah disepakati hingga pesan “HAI” muncul.

2. Asymmetric encryption

Pada metode ini, terdapat dua kunci rahasia yang berbeda, kunci publik (public key) dan kunci privat (private key). Satu kunci berfungsi sebagai enkripsi dan kunci lainnya sebagai dekripsi. Kunci publik bisa disebarluaskan, sedangkan kunci privat hanya akan diketahui oleh pemiliknya. Nantinya, pesan dapat dienkripsi dengan kunci publik penerima, namun proses dekripsinya hanya bisa diketahui oleh pemilik kunci privat.

3. Hash

Terakhir ada metode hash. Metode ini biasanya digunakan untuk memverifikasi apakah data transaksi di suatu jaringan sudah terintegrasi dengan baik. Salah satu contoh penerapan hash adalah pemeliharaan struktur data blockchain serta pengkodean alamat akun pengguna. Sering kali, metode hash juga dilengkapi dengan tanda tangan digital sebagai jaminannya. Dengan tanda tangan digital, mereka yang memiliki kewenangan terhadap data bisa membuktikan identitas kepada jaringan.

Baca juga: Wajib Tahu! Inilah Faktor yang Buat Harga Aset Kripto Berubah

Peran Kriptografi dalam Aset Kripto

apakah bitcoin aman

Kriptografi merupakan jantung aset kripto. Tanpa penerapan kriptografi, maka aset kripto akan sangat mudah untuk ditembus dan dikuasai oleh pihak ketiga. Dalam transaksi aset kripto, kriptografi memungkinkan terjadinya proses yang lebih aman dan rahasia.

Dengan kriptografi, Anda juga bisa melakukan transaksi aset kripto hanya dengan pihak yang bersangkutan, tanpa ada campur tangan dari pihak ketiga seperti bank atau perusahaan kartu kredit. Selain itu, metode enkripsi kriptografi seperti hashing juga diperlukan untuk merawat struktur data blockchain yang menjadi “rumah” dari aset kripto.

Apa manfaat langsung dari praktik kriptografi pada transaksi aset kripto?

Mengutip Coinbase, dikarenakan aset kripto merupakan aset digital yang hanya terdiri dari sekumpulan kode, besar kemungkinan untuk terjadinya duplikasi kode dalam memperoleh aset dalam jumlah banyak oleh oknum. Dalam mengatasinya, dicetuskan lah solusi dengan memanfaatkan konsep kriptografi oleh Satoshi Nakamoto, pendiri aset kripto pertama yang ada yaitu Bitcoin.

Bitcoin menggunakan enkripsi public-private key yang ada pada jenis metode asymmetric encryption yang dikenal dengan sebutan ‘secp256k1’. Di mana dalam jaringan Bitcoin, para pengguna mendapatkan private key yang juga sudah terikat dengan public key, di mana proses pengikatan itu menggunakan konsep hash

Jadi, jaringan akan secara otomatis “mengenal” siapa saja pemilik Bitcoin dan sifatnya permanen hingga Bitcoin tersebut pindah ke tangan pengguna lain dan menghindari adanya praktik penduplikasian aset kripto.

Dari sini, bisa disimpulkan bahwa kriptografi adalah suatu proses yang mengubah informasi menjadi kode. Tujuannya adalah agar informasi tersebut tidak dapat diakses oleh pihak yang tidak ada kaitannya sama sekali. 

Dalam pengelolaan aset kripto, teknik ini digunakan untuk memastikan keamanan dan kerahasiaan transaksi, juga menjamin agar tidak ada pihak ketiga yang ikut campur dalam suatu transaksi.

Kriptografi juga telah diterapkan di exchange kripto pertama Indonesia, Tokocrypto. Di Tokocrypto, Anda dapat jual-beli aset kripto dengan rahasia dan tentunya aman karena sudah resmi terdaftar di Bappebti. Terlebih, Tokocrypto juga menyediakan pairing yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan, mulai dari BIDR, USDT, hingga BUSD. Daftarkan diri Anda untuk investasi aset kripto di Tokocrypto dan gabung di komunitas Tokocrypto di Telegram dan Discord sekarang! 



Sumber : news.tokocrypto.com