Tag Archives: aset kripto

Lonjakan Aktivitas Pasar, Harga Fartcoin Diproyeksi Naik Menuju $2,75

Fartcoin (FARTCOIN), meme coin berbasis Solana, sedang menarik perhatian investor dan trader kripto dengan lonjakan harga dan aktivitas pasar yang signifikan.

Setelah mencatatkan kenaikan harga lebih dari 289% sejak Maret 2025, Fartcoin kini diperdagangkan sekitar $1,23, mendekati rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) di $2,75.

Beberapa faktor kunci, termasuk lonjakan open interest, arus keluar token dari bursa, dan buzz media sosial, menunjukkan potensi kenaikan lebih lanjut menuju ATH tersebut.

Baca Juga: FARTCOIN Terancam Koreksi 45% Jika Support $1,15 Jebol

Lonjakan Open Interest dan Aktivitas Pasar

Open interest Fartcoin di pasar futures mencapai rekor tertinggi $422 juta, meningkat tajam dari $95 juta pada bulan sebelumnya.

Kenaikan ini mencerminkan meningkatnya minat dan aktivitas spekulatif dari para trader.

Selain itu, tingkat pendanaan positif menunjukkan bahwa posisi long lebih dominan, menandakan sentimen bullish di kalangan trader.

Arus keluar token dari bursa juga mencatatkan penurunan signifikan, dengan jumlah token di bursa turun 15% dalam seminggu terakhir.

Data ini menunjukkan bahwa investor lebih memilih untuk menyimpan token mereka di dompet pribadi, mengurangi tekanan jual jangka pendek dan meningkatkan potensi kenaikan harga.

Pergerakan harga Fartcoin (FARTCOIN/USDT) pada Rabu, 21 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Fartcoin (FARTCOIN/USDT) pada Rabu, 21 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Media Sosial dan Dukungan Influencer

Aktivitas media sosial Fartcoin mengalami lonjakan hampir 500% pada awal April 2025, dengan dominasi sosial dan jumlah kontributor meningkat masing-masing sebesar 162% dan 136%.

Lonjakan ini mencerminkan meningkatnya keterlibatan komunitas dan visibilitas proyek, faktor penting dalam memicu minat investor.

Beberapa influencer kripto terkemuka juga memberikan prediksi harga yang optimis untuk Fartcoin, dengan target harga berkisar antara $2,75 hingga $10.

Dukungan dari figur publik ini dapat memperkuat sentimen positif dan menarik lebih banyak investor ke dalam ekosistem Fartcoin.

Prospek Harga dan Risiko

Dengan momentum bullish yang sedang berlangsung, Fartcoin berpotensi menembus level resistance di $1,50 dan melanjutkan perjalanan menuju ATH di $2,75.

Namun, investor perlu waspada terhadap potensi koreksi harga, terutama jika terjadi perubahan sentimen pasar atau penurunan aktivitas media sosial.

Indikator teknikal seperti Relative Strength Index (RSI) dapat membantu mengidentifikasi kondisi overbought yang berisiko terhadap pembalikan harga.

Baca Juga: Whale Kripto Taruhan Besar di Fartcoin, Raup Untung Ratusan Ribu Dolar

Harga Fartcoin menunjukkan potensi pertumbuhan yang signifikan didukung oleh lonjakan open interest, arus keluar token dari bursa, dan buzz media sosial yang meningkat.

Meskipun demikian, investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan melakukan analisis menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi.

Memantau faktor-faktor seperti volume perdagangan, sentimen media sosial, dan indikator teknikal dapat membantu dalam menilai arah pergerakan harga Fartcoin ke depannya.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pengaruh Inflasi Terhadap Pergerakan Harga Kripto

Inflasi ternyata bisa berdampak hingga ke pasar kripto. Ketika nilai uang menurun dan suplai meningkat, investor mulai mencari aset alternatif yang dapat mempertahankan nilai. Salah satunya adalah kripto seperti Bitcoin, yang sering disebut sebagai “emas digital”. 

Tapi bagaimana sebenarnya hubungan antara inflasi, suplai uang (M2), dan harga kripto? Simak penjelasan singkatnya di bawah.

Apa itu Inflasi?

Inflasi adalah kondisi meningkatnya harga barang dan jasa secara umum dalam jangka waktu tertentu. Ketika inflasi terjadi, nilai uang menurun karena daya belinya melemah. 

Faktor penyebabnya bisa berasal dari permintaan berlebih, biaya produksi yang meningkat, atau kebijakan moneter yang longgar seperti pencetakan uang secara masif.

Baca juga: Apakah Itu Inflasi? Membedah Fenomena Ekonomi yang Penting

Mekanisme Inflasi dalam Sistem Ekonomi 

Dalam sistem ekonomi tradisional, inflasi dikendalikan oleh bank sentral melalui kebijakan suku bunga dan pengaturan jumlah uang beredar. 

Ketika inflasi tinggi, suku bunga biasanya dinaikkan untuk menahan laju konsumsi dan investasi. Namun, ini juga berdampak pada berkurangnya likuiditas dan tekanan pada pasar investasi, termasuk kripto.

Baca juga: Pengaruh Pergerakan Dolar AS terhadap Pasar Crypto

Sekilas Fungsi dan Tujuan Awal Kripto

Pionir dari boomingnya aset kripto saat ini yakni Bitcoin diciptakan sebagai alternatif dari sistem keuangan terpusat. 

Dengan pasokan terbatas (maksimal 21 juta BTC), Bitcoin dirancang untuk tahan terhadap inflasi, berbeda dengan mata uang fiat yang bisa dicetak tanpa batas. Inilah sebabnya mengapa banyak investor melihat kripto sebagai penyimpan nilai atau “emas digital”.

Di tengah tantangan inflasi yang dihadapi ekonomi global, muncul pertanyaan: apakah ada aset yang mampu mempertahankan nilainya? Di sinilah kripto masuk sebagai alternatif.

Baca juga: Apa Itu Bitcoin? Dan Bagaimana Cara Mendapatkannya?

Kripto sebagai Lindung Nilai (Hedge) terhadap Inflasi

Karena nilainya memiliki pasokan yang terbatas, aset kripto dalam hal ini Bitcoin sering dianggap sebagai sebagai lindung nilai (hedge) terhadap inflasi.

Meskipun harga Bitcoin tidak berkorelasi langsung dengan tingginya inflasi, data historis menunjukkan bahwa ketika M2 Global meningkat, harga Bitcoin cenderung naik, tetapi ketika M2 menyusut, Bitcoin juga mengalami pelemahan.

M2 sendiri merupakan adalah salah satu ukuran jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. M2 mencakup semua elemen dari M1 (uang tunai dan rekening giro) ditambah dengan tabungan, deposito berjangka pendek, dan beberapa instrumen pasar uang.

M2 sering digunakan sebagai indikator likuiditas ekonomi karena mencerminkan jumlah uang yang tersedia untuk transaksi dan investasi.

Ketika M2 meningkat, biasanya ada lebih banyak uang yang beredar, yang dapat mendorong inflasi. Sebaliknya, jika M2 menurun, likuiditas ekonomi bisa berkurang, yang berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi.

Grafik korelasi pergerakan Bitcoin dan M2 Global Money Supply. Sumber data: Bitcoin Counter Flow.

Terlihat bahwa ketika M2 Global naik secara tajam (khususnya sekitar 2020–2021), harga Bitcoin juga mengalami lonjakan signifikan. Ini menunjukkan bahwa pertumbuhan suplai uang global dapat mendorong minat investor terhadap Bitcoin sebagai alternatif lindung nilai terhadap inflasi fiat.

Setelah puncak M2 pada akhir 2021, pertumbuhan mulai melambat, yang juga diikuti oleh konsolidasi harga Bitcoin. Ini menunjukkan bahwa ketika suplai uang mulai dikendalikan (tightening), pasar kripto juga mengalami koreksi.

Bisa disimpulkan bahwa hubungan Bitcoin memiliki korelasi positif dengan tingginya uang yang beredar dan ketika M2 naik karena pencetakan uang besar-besaran, investor cenderung mencari alternatif seperti Bitcoin sebagai aset lindung nilai.

Strategi Investasi Kripto dalam Lingkungan Inflasi Tinggi

  • Diversifikasi portofolio dengan kombinasi kripto, stablecoin, dan aset tradisional.
  • Pantau M2 dan inflasi global sebagai indikator makro.
  • Gunakan stablecoin untuk menyimpan nilai sementara.
  • Manfaatkan analisis teknikal dan fundamental untuk pengambilan keputusan yang lebih baik.

Baca juga: Strategi Investasi Aset Crypto Jangka Panjang yang Sukses

Inflasi dan M2 money supply adalah dua faktor makroekonomi utama yang secara langsung dan tidak langsung mempengaruhi nilai aset kripto. 

Dengan memahami korelasi antara inflasi dan pergerakan harga kripto khususnya Bitcoin ini semoga bisa memberikan insight lebih agar kamu bisa mengambil keputusan investasi yang lebih bijak.

Jangan sampai ketinggalan informasi terbaru dari pasar kripto dan diskusi langsung dengan para trader dengan join komunitas Tokocrypto di Telegram sekarang! GRATIS!

Klik link berikut untuk mulai gabung dengan komunitas Tokocrypto: https://t.me/TokocryptoOfficial


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. 

Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi, bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Beraksi, Harga Ethereum Berpotensi Kembali ke $2.600

Harga Ethereum (ETH) saat ini berada di sekitar $2.397,34, mencatat penurunan sebesar 0,0337% dari penutupan sebelumnya.

Meskipun mengalami koreksi, sejumlah indikator teknikal dan aktivitas investor besar (whale) menunjukkan potensi pemulihan harga Ethereum menuju $2.600 dalam waktu dekat.

Baca Juga: Volume Stablecoin Ethereum Sentuh Rekor $908 Miliar

Aktivitas Whale dan Penurunan Pasokan di Bursa

Dalam 30 hari terakhir, lebih dari 1 juta ETH telah ditarik dari bursa, mengurangi pasokan sebesar 5,5%.

Saldo ETH di bursa kini berada di level terendah sejak 2021, yaitu sekitar 17 juta ETH.

Pergerakan ini menunjukkan bahwa investor besar memindahkan aset mereka ke penyimpanan dingin (cold storage), mengurangi tekanan jual di pasar dan mencerminkan kepercayaan terhadap potensi kenaikan harga.

Indikator Teknikal Menunjukkan Potensi Kenaikan

Meskipun ETH sempat turun ke $2.457 setelah gagal menembus resistensi di $2.500, harga tetap berada di atas level Fibonacci 0,786 di $2.403.

Indikator Relative Strength Index (RSI) telah turun dari kondisi overbought, sementara Moving Average Convergence Divergence (MACD) masih menunjukkan momentum bullish meskipun histogram mulai menyempit.

Data Derivatif Mendukung Struktur Bullish

Data dari Coinglass menunjukkan bahwa trader top di Binance tetap bullish terhadap Ethereum, dengan rasio long/short sebesar 3,04 berdasarkan akun dan 2,66 berdasarkan posisi.

Hal ini menujukkan bahwa lebih dari 75% trader terkemuka mengharapkan kenaikan harga.

Meskipun volume derivatif ETH turun sebesar 12,78% menjadi $72,27 miliar, open interest tetap stabil di $30,84 miliar, menunjukkan bahwa posisi terbuka tetap tinggi meskipun terjadi penurunan volume perdagangan.

Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 19 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Ethereum (ETH/USDT) pada Senin, 19 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dengan kombinasi aktivitas akumulasi oleh investor besar, penurunan pasokan di bursa, dan indikator teknikal yang mendukung, Ethereum menunjukkan potensi untuk kembali ke level $2.600 dalam waktu dekat.

Investor disarankan untuk memantau pergerakan harga dan indikator teknikal guna mengidentifikasi peluang perdagangan yang optimal.

Baca Juga: Ethereum Catat Rekor Volume Stablecoin $908 Miliar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Meme Coin Pacu Pendapatan Solana hingga $1,2 Miliar

Solana (SOL) mencatatkan kinerja kuartalan terbaiknya dalam 12 bulan terakhir dengan pendapatan aplikasi mencapai $1,2 miliar pada Kuartal I 2025, meningkat 20% dibandingkan kuartal sebelumnya.

Lonjakan ini didorong oleh aktivitas intensif di bulan Januari, yang menyumbang hampir 60% dari total pendapatan kuartal tersebut.

Pump.fun dan Phantom Pimpin Kontribusi Pendapatan

Platform peluncuran meme coin, Pump.fun, menjadi kontributor terbesar dengan pendapatan sebesar $257 juta.

Diikuti oleh dompet kripto Phantom yang menghasilkan $164 juta, dan Photon dengan $122 juta.

Aplikasi lain seperti Bullx dan Jupiter juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, masing-masing mencatatkan pendapatan $87 juta dan $80 juta.

Baca Juga: Arus Modal Solana Tumbuh 5%, Awal Tren Bullish?

Penurunan TVL DeFi dan Lonjakan Kapitalisasi Stablecoin

Meskipun pendapatan aplikasi meningkat, total nilai terkunci (TVL) dalam sektor DeFi di Solana mengalami penurunan sebesar 64% menjadi $6,6 miliar.

Sebaliknya, kapitalisasi pasar stablecoin di jaringan ini melonjak 145% menjadi $12,5 miliar, didorong oleh peluncuran meme coin seperti TRUMP pada 17 Januari.

USDC mencatat pertumbuhan 148% menjadi $9,7 miliar, sementara USDT naik 154% menjadi $2,3 miliar.

Volume DEX Meningkat dan Dominasi Raydium

Volume perdagangan harian rata-rata di bursa terdesentralisasi (DEX) Solana meningkat 41% menjadi $4,6 miliar, dipicu oleh spekulasi meme coin pasca peluncuran token TRUMP.

Raydium memimpin dengan volume harian rata-rata $2 miliar dan pangsa pasar 43%. Orca dan Meteora juga menunjukkan pertumbuhan signifikan, dengan peningkatan volume masing-masing sebesar 45% dan 3047% secara kuartalan.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 19 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Senin, 19 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Rasio Penangkapan Pendapatan Aplikasi Meningkat

Rasio Penangkapan Pendapatan Aplikasi (App RCR) Solana meningkat dari 117,6% menjadi 142,8% secara kuartalan.

Artinya, untuk setiap $1 yang dibelanjakan dalam biaya transaksi, aplikasi di jaringan Solana menghasilkan $1,43 dalam pendapatan, menunjukkan efisiensi monetisasi yang tinggi.

Harga SOL Naik 24% dalam 30 Hari Terakhir

Harga SOL saat ini berada di sekitar $166,88, mencatat kenaikan 24% dalam 30 hari terakhir.

Kapitalisasi pasar mencapai $86,59 miliar dengan volume perdagangan harian sebesar $3,59 miliar.

Baca Juga: DeFi Development Corp. dan Bonk Kolaborasi Strategis di Solana

Kinerja luar biasa Solana pada Kuartal I 2025 menunjukkan kekuatan ekosistemnya dalam menghadapi dinamika pasar.

Meskipun sektor DeFi mengalami penurunan, lonjakan aktivitas meme coin dan stablecoin menunjukkan pergeseran minat investor.

Dengan efisiensi monetisasi yang meningkat dan pertumbuhan aplikasi yang signifikan, Solana berada dalam posisi strategis untuk mempertahankan momentum positifnya di kuartal-kuartal mendatang.




Sumber : news.tokocrypto.com

Arus Modal Solana Tumbuh 5%, Awal Tren Bullish?

Solana (SOL) kembali menjadi sorotan di pasar kripto setelah mengalami peningkatan permintaan dan arus modal positif.

Data terbaru dari Glassnode menunjukkan bahwa setelah mengalami arus keluar kapitalisasi realisasi selama beberapa bulan, arus modal 30 hari SOL kini berbalik positif, tumbuh pada tingkat stabil sekitar 4–5%.

Pertumbuhan ini sebanding dengan yang diamati pada XRP, mengindikasikan permintaan baru yang masuk ke ekosistem Solana.

Level Harga Kritis dan Potensi Tren Bullish

Saat ini, SOL diperdagangkan di atas zona permintaan penting, menunjukkan kekuatan dengan bertahan di atas level $170.

Namun, untuk mengonfirmasi kelanjutan reli bullish yang berkelanjutan, SOL harus menembus dan menutup secara meyakinkan di atas level resistensi $185.

Wilayah ini telah bertindak sebagai batas atas yang kuat dalam aksi harga baru-baru ini, dan merebutnya kembali kemungkinan akan membuka momentum yang dibutuhkan untuk keuntungan lebih lanjut.

Reli saat ini di pasar kripto yang lebih luas, termasuk Bitcoin dan Ethereum, telah memicu optimisme bahwa fase bullish yang lebih besar mungkin sedang berlangsung.

Bagi Solana, ini bisa menandai awal dari pembalikan tren yang kuat setelah berbulan-bulan volatilitas dan ketidakpastian.

Data on-chain mendukung kasus bullish ini, dengan arus modal yang kembali positif menunjukkan kepercayaan investor yang diperbarui dan permintaan baru dalam ekosistem Solana.

Baca Juga: Solana Siap Kejutan, Bitcoin Melonjak, Shiba Inu di Ujung Tanduk

Pandangan Pasar dan Prospek Jangka Pendek

Meskipun ada tanda-tanda positif, beberapa analis memperingatkan bahwa Solana mungkin mengalami overheat dalam jangka pendek setelah lonjakan harga baru-baru ini.

Mereka menyarankan kehati-hatian, mengingat potensi retracement jika SOL gagal mempertahankan level dukungan kritis.

Namun, jika SOL berhasil bertahan di atas $170 dan menembus resistensi $185, ini bisa memicu breakout agresif dan memimpin sektor altcoin menuju kenaikan lebih lanjut.

Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Solana (SOL/USDT) pada Jumat, 16 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kesimpulan

Dengan arus modal yang kembali positif dan permintaan yang diperbarui, harga Solana menunjukkan potensi untuk melanjutkan tren bullish.

Namun, keberhasilan jangka pendek akan sangat bergantung pada kemampuannya untuk menembus level resistensi kunci dan mempertahankan dukungan yang ada.

Investor dan trader disarankan untuk memantau pergerakan harga dengan cermat dalam beberapa hari mendatang, karena ini dapat menentukan arah tren Solana di masa depan.

Baca Juga: Solana Catat Rekor Baru: Volume DEX Mingguan Tembus $22,39 Miliar


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Aktivitas DOGE Naik 15x, Harga Stagnan: Kenapa?

Dogecoin (DOGE), salah satu mata uang kripto paling populer, baru-baru ini mengalami lonjakan signifikan dalam aktivitas jaringan.

Menurut data dari Santiment, jumlah alamat aktif harian DOGE meningkat dari sekitar 45.000 menjadi lebih dari 680.000 pada 14 Mei 2025, menandai lonjakan 15 kali lipat dalam waktu kurang dari tiga hari .

Namun, meskipun ada peningkatan aktivitas ini, harga DOGE tetap stagnan di sekitar $0,22 hingga $0,24.

Lonjakan Aktivitas Jaringan

Lonjakan dalam alamat aktif harian biasanya menunjukkan peningkatan minat pengguna atau distribusi besar-besaran.

Namun, dalam kasus ini, lonjakan tersebut mungkin juga disebabkan oleh hype jangka pendek atau aktivitas dompet otomatis.

Meskipun lonjakan semacam ini sering kali mendahului lonjakan harga, belum ada bukti bahwa peningkatan ini akan menghasilkan perubahan harga yang signifikan.

Baca Juga: Dogecoin Hadapi Tantangan: Data On-Chain Ungkap Level Resistensi

Spekulasi Pasar dan Posisi Long

Di platform Binance, rasio Long/Short untuk DOGE meningkat dari sekitar 2,0 pada awal Mei menjadi lebih dari 3,0, menunjukkan bahwa tiga kali lebih banyak trader bertaruh pada kenaikan harga DOGE dibandingkan dengan penurunan.

Dominasi posisi long ini mencerminkan kepercayaan di antara trader bullish, tetapi juga meningkatkan risiko koreksi tajam jika harga tidak mengikuti ekspektasi.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Jumat, 16 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis Teknis dan Harga Saat Ini

Meskipun ada lonjakan aktivitas jaringan, harga DOGE tetap berada di sekitar $0,22 hingga $0,24.

Relative Strength Index (RSI) berada di angka 61, menunjukkan momentum bullish yang melemah.

Harga juga tetap di atas Simple Moving Average (SMA) 20 hari, menunjukkan dukungan struktural, tetapi penolakan pada Bollinger Band atas menunjukkan bahwa resistensi tetap kuat.

Faktor Eksternal dan Masa Depan DOGE

Beberapa faktor eksternal dapat mempengaruhi harga DOGE dalam waktu dekat.

Pengajuan ETF DOGE oleh 21Shares yang diakui oleh SEC telah meningkatkan optimisme di pasar, dengan peluang persetujuan ETF DOGE pada tahun 2025 meningkat menjadi 68%.

Selain itu, peluncuran produk cbDOGE di jaringan Base oleh Coinbase juga menambah dukungan institusional dan utilitas untuk DOGE.

Meskipun aktivitas jaringan Dogecoin telah meningkat secara signifikan, harga DOGE tetap stagnan.

Hal ini menunjukkan bahwa meskipun ada minat yang meningkat, belum ada katalis yang cukup kuat untuk mendorong harga naik secara signifikan.

Investor dan trader harus tetap waspada terhadap perkembangan pasar dan faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga DOGE di masa depan.

Baca Juga: Harga Dogecoin Tembus di Zona Beli Utama




Sumber : news.tokocrypto.com

Fartcoin Turun 10,62%: Bullish Comeback?

Setelah mencatatkan lonjakan harga yang signifikan sejak akhir Maret 2025, Fartcoin (FART) mengalami koreksi tajam sebesar 10,62% dalam 24 jam terakhir, dengan harga saat ini berada di kisaran $1,23.

Penurunan ini terjadi setelah reli yang membawa token ini naik lebih dari 575% dari titik terendahnya di bulan Maret.

Faktor Teknis dan Sentimen Pasar

Indikator teknikal menunjukkan bahwa Relative Strength Index (RSI) Fartcoin telah menurun ke level 55,05, mengindikasikan bahwa token ini tidak lagi berada dalam kondisi overbought.

Selain itu, open interest, jumlah total kontrak berjangka yang belum diselesaikan, turun lebih dari $100 juta, mencerminkan penurunan minat investor terhadap token ini.

Baca Juga: Apa itu Fartcoin: Sejarah hingga Alasan di Balik Hype-nya

Penurunan ini juga dapat dikaitkan dengan aksi ambil untung oleh investor setelah reli besar-besaran yang terjadi sebelumnya.

Meskipun demikian, beberapa analis percaya bahwa koreksi ini bisa menjadi fase konsolidasi sebelum potensi kenaikan berikutnya, tergantung pada bagaimana pasar merespons dalam beberapa hari mendatang.

Pergerakan harga Fartcoin (FARTCOIN/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Fartcoin (FARTCOIN/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Perspektif Pasar dan Masa Depan Fartcoin

Sebagai salah satu meme coin yang mendapatkan perhatian besar di komunitas kripto, Fartcoin telah menunjukkan volatilitas yang tinggi, khas dari aset digital sejenis.

Namun, keberhasilan jangka panjang token ini akan sangat bergantung pada adopsi yang lebih luas dan pengembangan ekosistem yang mendukung utilitas nyata bagi penggunanya.

Investor disarankan untuk tetap berhati-hati dan melakukan analisis mendalam sebelum mengambil keputusan investasi, mengingat volatilitas pasar kripto yang tinggi dan faktor-faktor eksternal yang dapat mempengaruhi harga Fartcoin secara signifikan.

Dengan kondisi pasar yang terus berkembang, penting bagi investor untuk memantau perkembangan terbaru dan menyesuaikan strategi investasi mereka sesuai dengan dinamika pasar yang ada.

Baca Juga: FARTCOIN Melejit 550% dalam 2 Bulan, Apakah Saatnya Koreksi?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Harga Shiba Inu Diprediksi ‘Gila-gilaan’ Tembus $0,001

Dunia kripto kembali diramaikan dengan prediksi harga yang sangat optimis untuk Shiba Inu (SHIB).

Seorang analis kripto terkemuka, Henry, memprediksi potensi lonjakan harga Shiba Inu yang luar biasa, mencapai 790%! Jika prediksi ini tepat, harga SHIB bisa meroket hingga ke zona $0,001.

Prediksi ‘gila-gilaan’ ini didasarkan pada dua faktor utama: meningkatnya adopsi Shibarium, jaringan Layer 2 milik Shiba Inu, dan program pembakaran token (token burn) yang terus berjalan.

Saat ini, Shiba Inu menunjukkan performa yang mengesankan dengan kenaikan bulanan sebesar 29%, dan harga saat ini berada di $0,00015.

Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Shiba Inu (SHIB/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Selain itu, ada fenomena menarik di mana para pemegang SHIB (holders) semakin kuat, terlihat dari penurunan jumlah SHIB yang disimpan di bursa kripto, dari 7 miliar menjadi hanya 1,2 miliar.

Hal ini menunjukkan kepercayaan yang tinggi dari para investor terhadap potensi jangka panjang SHIB.

Baca Juga: Shiba Inu: Lonjakan Burn Rate 6.500% Picu Spekulasi Kenaikan Harga

Shibarium Cetak Tonggak Sejarah Baru

Shibarium, jaringan Layer 2 yang menjadi andalan Shiba Inu, baru saja mencapai tonggak sejarah penting dengan melampaui 11 juta blok!

Saat ini, Shibarium telah mencapai 11.014.000 blok. Pencapaian ini adalah bukti nyata dari peningkatan aktivitas dan pertumbuhan basis pengguna dalam ekosistem SHIB.

Shibarium dikenal karena efisiensi dan skalabilitasnya. Jaringan ini telah memproses lebih dari 1 miliar transaksi, berkontribusi signifikan terhadap peningkatan adopsi dan pengembangan masa depan Shiba Inu.

Dengan biaya transaksi yang lebih rendah dan kecepatan yang lebih tinggi dibandingkan jaringan Ethereum, Shibarium menjadi solusi ideal untuk berbagai aplikasi dan layanan dalam ekosistem SHIB, termasuk game, DeFi (Decentralized Finance), dan NFT (Non-Fungible Tokens).

Aktivitas Whale Meningkat Tajam

Selain perkembangan positif dari Shibarium, aktivitas “whale” kripto (investor besar) juga menunjukkan peningkatan yang signifikan.

Dalam satu minggu terakhir, lebih dari 1,4 triliun token SHIB telah diakumulasikan oleh para paus.

Hal ini mengindikasikan bahwa para investor besar melihat potensi besar dalam Shiba Inu dan bersiap untuk pergerakan harga yang signifikan di masa depan.

Masa Depan Cerah untuk Shiba Inu?

Dengan kombinasi dari prediksi harga yang optimis, pencapaian Shibarium yang luar biasa, dan peningkatan aktivitas paus kripto, masa depan Shiba Inu terlihat sangat cerah.

Jika tren positif ini terus berlanjut, bukan tidak mungkin harga SHIB akan mencapai target $0,001 dalam waktu dekat.

Namun, penting untuk diingat bahwa pasar kripto sangat fluktuatif, dan investasi dalam aset kripto selalu mengandung risiko.

Oleh karena itu, lakukan riset mendalam dan pertimbangkan toleransi risiko Anda sebelum membuat keputusan investasi.

Baca Juga: Harga Shiba Inu Tembus $0,0002, Burn Rate Hingga 3.000%


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Whale Jual 170 Juta DOGE, Pasar Derivatif Rugi $7 Juta

Dalam 24 jam terakhir, Dogecoin (DOGE) mengalami tekanan signifikan dengan penurunan harga hampir 10%, diperdagangkan pada kisaran $0,215.

Penurunan ini dipicu oleh aksi jual besar-besaran dari investor besar (whale) dan likuidasi posisi panjang di pasar derivatif.

Aksi Jual Whale Menekan Harga

Data dari Santiment menunjukkan bahwa dalam sehari, pemegang DOGE dengan saldo antara 10 juta hingga 100 juta DOGE mengurangi kepemilikan mereka dari 23,91 miliar menjadi 23,74 miliar DOGE.

Ini berarti lebih dari 170 juta DOGE dijual dalam waktu singkat, menambah tekanan jual di pasar.

Baca Juga: Aktivitas Dogecoin Naik 15 Kali Lipat Tapi Harga Tetap Stagnan, Apa yang Terjadi?

Pasar Derivatif Alami Likuidasi Besar

Di pasar derivatif, data dari Rekt mencatat bahwa dalam 24 jam terakhir, posisi panjang senilai $6,78 juta terlikuidasi secara paksa, sementara posisi pendek senilai $1,14 juta juga mengalami likuidasi.

Selain itu, open interest turun 6,9% menjadi $2,58 miliar, menunjukkan penutupan posisi terbuka senilai lebih dari $290 juta.

Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Dogecoin (DOGE/USDT) pada Minggu, 18 Mei 2025. Sumber: Tokocrypto.

Analisis Teknis: Tren Turun Berlanjut

Secara teknikal, DOGE saat ini berada dalam tren turun, bergerak dalam saluran paralel menurun pada grafik empat jam.

Jika harga menembus garis tren bawah, ada potensi penurunan lebih lanjut menuju $0,17, menghapus keuntungan yang diperoleh setelah reli sebelumnya.

Sentimen Pasar dan Prospek Ke Depan

Meskipun beberapa trader top menunjukkan bias panjang dengan rasio long/short di Binance sebesar 3,46, secara keseluruhan, rasio long/short berada di 0,94, menunjukkan sentimen bearish yang lebih luas di pasar.

Penurunan harga DOGE juga terjadi di tengah koreksi pasar memecoin secara keseluruhan, dengan token seperti SHIB dan TRUMP juga mengalami penurunan signifikan.

Baca Juga: Dogecoin Hadapi Tantangan: Data On-Chain Ungkap Level Resistensi

Aksi jual besar-besaran oleh paus dan likuidasi posisi panjang di pasar derivatif telah menekan harga Dogecoin secara signifikan.

Meskipun ada indikasi pembelian oleh beberapa trader top, sentimen pasar secara keseluruhan tetap bearish.

Investor disarankan untuk berhati-hati dan memantau perkembangan pasar secara cermat sebelum mengambil keputusan investasi.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Binance dan Kraken Gagalkan Serangan Siber

Dua bursa kripto terkemuka, Binance dan Kraken, berhasil menggagalkan upaya peretasan melalui rekayasa sosial (social engineering) yang sebelumnya menimpa Coinbase.

Serangan siber ini menyoroti kerentanan dalam sistem keamanan bursa kripto dan pentingnya kewaspadaan terhadap taktik peretasan yang semakin canggih.

Serangan Rekayasa Sosial: Taktik Baru Para Peretas

Berbeda dengan serangan langsung ke sistem teknis, rekayasa sosial memanfaatkan manipulasi psikologis untuk mendapatkan informasi sensitif.

Dalam kasus Coinbase, peretas menyuap staf dukungan di luar negeri untuk mendapatkan akses ke data pribadi dan catatan manajemen akun pengguna.

Akibatnya, Coinbase harus menanggung kerugian sekitar 400 juta dolar AS untuk mengatasi dampak insiden ini dan memberikan kompensasi kepada pengguna yang terdampak.

Baca Juga: Binance Umumkan Airdrop Token NXPC untuk Pemegang BNB

Binance dan Kraken Lebih Siap

Tidak seperti Coinbase, Binance dan Kraken memiliki sistem keamanan internal yang lebih kuat.

Ketika para peretas mencoba menghubungi perwakilan dukungan mereka melalui Telegram untuk meminta informasi pelanggan seperti saldo akun dan alamat rumah, sistem keamanan berbasis kecerdasan buatan (AI) di kedua bursa berhasil mendeteksi dan memblokir upaya tersebut.

Ilustrasi hacker Lazarus Group. Sumber: Pixabay.

Pelajaran Berharga bagi Industri Kripto

Insiden ini menjadi peringatan bagi seluruh industri kripto. Metode peretasan semakin canggih, dan para pelaku tidak hanya fokus pada celah teknis, tetapi juga mencari “mata rantai terlemah” dalam organisasi, yaitu karyawan.

Staf dukungan, terutama yang bekerja jarak jauh dan kurang terlatih dalam keamanan informasi, menjadi target yang rentan.

bitcoin segera melonjak

Ancaman yang Berkembang

Serangan terhadap bursa kripto semakin terarah. Peretas tidak hanya berusaha membobol pertahanan, tetapi juga mencari celah melalui karyawan.

Pelatihan keamanan informasi yang komprehensif bagi seluruh staf, terutama yang berinteraksi langsung dengan pelanggan, menjadi sangat penting.

Baca Juga: Ekonom Kraken Ramal Daftar Altcoin Bakal Melejit

Keamanan Berlapis: Kunci Pertahanan

Keberhasilan Binance dan Kraken menunjukkan pentingnya sistem keamanan berlapis.

Selain perlindungan teknis yang kuat, bursa kripto juga harus berinvestasi dalam pelatihan karyawan, menerapkan protokol keamanan yang ketat, dan memanfaatkan teknologi seperti AI untuk mendeteksi aktivitas mencurigakan.

Masa Depan Keamanan Kripto

Industri kripto harus terus beradaptasi dengan ancaman yang terus berkembang.

Kerja sama antara bursa, penegak hukum, dan perusahaan keamanan siber sangat penting untuk mengembangkan strategi pertahanan yang efektif.

Edukasi pengguna tentang praktik keamanan terbaik juga merupakan bagian penting dari upaya kolektif untuk melindungi aset digital.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com