Di tengah koreksi pasar kripto hari ini pada Senin (15/12) , sejumlah altcoin justru mencuri perhatian dengan reli kuat, FORM melonjak 31%, JELLYJELLY naik 27%, dan FIS menguat 13%, menunjukkan minat spekulatif yang masih aktif.
Ke depan, optimisme mulai mengarah ke Q1 2026 yang dinilai berpotensi memicu lonjakan besar harga kripto seiring berakhirnya QT The Fed, penurunan suku bunga, serta membaiknya likuiditas dan sentimen politik. Lihat lebih lengkap di bawah ini:
Daftar Altcoin Pimpin Kenaikan di Tengah Koreksi Pasar Kripto
FORM mengalami kenaikan 31%, dengan harga mencapai $0,3974.
Harga FIS melonjak 13%, saat ini diperdagangkan di level $0,0295.
5 Alasan Q1 2026 Bisa Picu Lonjakan Harga Kripto Terbesar
The Fed hentikan QT, suku bunga turun, likuiditas kripto meningkat.
Likuiditas pendek dan politik dukung stabilitas pasar hingga paruh masa jabatan.
Data kerja lemah kebijakan longgar potensi kenaikan harga saham Q1 2026.
Kado Akhir Tahun Khusus VIP Traders Total Hadiah 100 Juta*
Christmas Came Early for Tokocrypto VIP Traders 🎄✨
Hadiah akhir tahun sudah datang lebih cepat khusus untuk VIP Traders Tokocrypto! Cukup deposit dan trade, kamu bisa mendapatkan ekstra Bitcoin dengan total cashback hingga IDR 100 juta*
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Bitcoin berpotensi menghadapi tekanan besar seiring rencana Bank of Japan (BoJ) menaikkan suku bunga acuannya pada pertemuan 18–19 Desember 2025. Kenaikan ini diperkirakan menjadi yang tertinggi dalam hampir 30 tahun terakhir dan berisiko memicu gejolak di pasar aset berisiko global, termasuk kripto.
Pasar memperkirakan BoJ akan menaikkan suku bunga dari 0,5% menjadi sekitar 0,75%. Kebijakan tersebut diambil untuk merespons tekanan inflasi domestik dan pelemahan nilai tukar yen. Meski berfokus pada kondisi ekonomi Jepang, dampaknya diprediksi meluas ke pasar keuangan global.
Risiko Bitcoin
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 14 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Salah satu risiko utama bagi Bitcoin berasal dari potensi berakhirnya yen carry trade, strategi lama di mana investor meminjam yen dengan bunga rendah untuk diinvestasikan ke aset berimbal hasil lebih tinggi seperti saham teknologi, pasar negara berkembang, dan kripto. Kenaikan suku bunga membuat biaya pinjaman meningkat, sehingga investor cenderung menutup posisi dan menjual aset berisiko.
Pengetatan likuiditas akibat pembongkaran carry trade dapat menjadikan Bitcoin sebagai sumber likuiditas, bukan aset lindung nilai. Kondisi ini berpotensi melemahkan daya beli global dan meningkatkan volatilitas, terutama di sektor spekulatif.
Selain itu, penguatan yen sering kali diartikan sebagai sinyal “risk-off” di pasar global. Dalam situasi tersebut, investor biasanya mengurangi eksposur terhadap aset volatil, termasuk kripto. Bitcoin dikenal sensitif terhadap arus likuiditas global, sehingga penguatan yen dapat menghilangkan salah satu faktor pendukung utama reli kripto dalam beberapa tahun terakhir.
Secara historis, reaksi Bitcoin terhadap kebijakan BoJ cenderung tajam. Pada Juli 2024, ketika BoJ terakhir kali menaikkan suku bunga menjadi 0,5%, harga Bitcoin tercatat turun signifikan pada awal Agustus seiring menguatnya yen dan mengetatnya pasar pendanaan Jepang.
Meski pasar telah memperhitungkan kenaikan 0,25%, perhatian investor kini tertuju pada dua faktor kunci. Pertama, panduan ke depan (forward guidance) dari Gubernur BoJ Kazuo Ueda. Sinyal mengenai kenaikan lanjutan atau normalisasi kebijakan yang lebih cepat berpotensi memicu reaksi cepat di pasar global. Kedua, pergerakan nilai tukar yen. Apresiasi yen yang tajam sering menjadi indikator awal pembongkaran carry trade.
Sejumlah analis menilai sebagian investor telah mengurangi risiko menjelang pertemuan BoJ, sehingga dampak langsung mungkin lebih terbatas. Namun, risiko pergerakan tajam tetap terbuka, terutama jika pernyataan BoJ lebih agresif dari perkiraan.
Kebijakan BoJ ini juga terjadi di tengah dinamika global yang kompleks, ketika bank sentral Amerika Serikat diperkirakan bersiap memasuki siklus pemangkasan suku bunga pada 2026. Perbedaan arah kebijakan moneter tersebut berpotensi menciptakan tekanan tambahan bagi pasar kripto dalam jangka pendek.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Pernah terbayang gak kalau kamu bisa memiliki eksposur langsung terhadap aset kripto, tapi diurus oleh manajer investasi layaknya Reksa Dana atau ETF?
Index dari CoinMarketCap yang satu bekerja dengan cara yang mirip seperti Reksa Dana dan ETF, melacak langsung harga dari 20 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar—dilakukan secara real time, dan mengalami kalibrasi di setiap bulannya.
Menariknya, index ini juga memiliki versi token yang dikenal dengan Decentralized Token Folio (DTF). Bobotnya terdiri dari 20 aset kripto yang didominasi oleh 68% Bitcoin dan 14% Ethereum, sisanya 18 aset dengan kapitalisasi pasar tertinggi yang masuk ke dalam kriteria.
Bagi kamu yang ingin memahami apa itu CMC20, bagaimana cara kerjanya, serta mengapa konsep ini menarik simak langsung penjelasannya yuk!
Apa Itu CMC20 Index?
Data CMC20 di Reserve Protocol lengkap dengan data koleteral. Sumber: Reserve Right Procotol
CMC20 Index adalah indeks dari CoinMarketCap yang melacak pergerakan harga dari 20 aset kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar—kecuali aset yang bermasalah, likuiditasnya kecil, aset wrapped, dan stablecoin.
Konsepnya kurang lebih mirip dengan indeks saham seperti LQ45 atau S&P 500 yang melacak kumpulan saham tertentu. Tujuannya untuk memberikan gambaran yang transparan, data-driven, dan tidak bias tentang kondisi pasar kripto.
Tidak hanya sebagai index, CMC20 juga tersedia dalam bentuk token, mirip seperti Reksa Dana atau ETF karena dapat diperjualbelikan secara langsung—bahkan dikirim melalui jaringan BNB.
CMC20 bekerja dengan menggunakan metode market-capitalization weighting, yaitu menimbang setiap aset sesuai dengan nilai kapitalisasi pasarnya. Lebih lengkap, sistemnya seperti ini:
Constituent Selection
Indeks hanya memasukkan 20 aset kripto terbesar berdasarkan peringkat kapitalisasi pasar di CoinMarketCap. Stablecoin (misalnya USDT) dan token yang “dibungkus” (wrapped tokens seperti WBTC atau stETH) tidak dihitung supaya indeks benar-benar mencerminkan aset kripto yang aktif diperdagangkan.
Weighting Method
Bobot tiap aset ditentukan oleh besar kapitalisasi pasarnya. Jadi, semakin besar nilai pasar suatu kripto, semakin besar pengaruhnya terhadap pergerakan indeks. Contoh: Bitcoin punya bobot dominan karena kapitalisasi pasarnya jauh lebih besar dibanding koin lain.
Rebalancing
Agar tetap relevan, rebalancing dilakukan setiap bulan pada tanggal 1 pukul 00:00 UTC. Tujuannya agar komposisi indeks tetap relevan dengan kondisi pasar terbaru, misalnya jika ada kripto baru yang masuk 20 besar atau ada yang keluar.
Currency
Semua perhitungan dilakukan dalam USD, sehingga nilai indeks bisa dibandingkan secara konsisten.
Calculation Frequency
Nilai indeks diperbarui setiap detik menggunakan data CoinMarketCap yang tervalidasi. Membuat indeks ini diperbarui secara real-time dan mencerminkan kondisi pasar pada saat itu.
Komposisi CMC20 per Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap
Saat ini komposisi CMC20 didominasi oleh Bitcoin (BTC) dengan bobot sebesar 68.15%, diikuti oleh Ethereum (ETH) sebesar 14.54%.
Aset lainnya seperti XRP, BNB, dan Solana memiliki bobot yang jauh lebih kecil, masing-masing di bawah 5%. Sementara itu, aset seperti TRX, DOGE, ADA, dan LINK hanya menyumbang kurang dari 1% terhadap total indeks.
Token ini adalah hasil kerjasama Reserve Protocol dan Lista DAO, untuk melihat lebih lengkap mengenai komposisi terbaru dan kolateral dari token CMC20 DTF, kamu bisa mengunjungi laman Reserve app.
Kelebihan dan Kekurangan CMC20
Keuntungan
Sebagai index, CMC20 dapat menjadi salah satu cara bagi investor untuk mengetahui pergerakan pasar secara umum, terlebih lagi pasar kripto sering mengikuti pergerakan BTC dan bobot BTC dalam index ini mencapai lebih dari 60%.
Sebagai token, CMC 20 dapat menjadi salah satu cara untuk melakukan diversifikasi dan membantu mengurangi volatilitas harga jika dibandingkan dengan membeli satu aset tunggal.
Kekurangan
Karena bobot indeks ditentukan oleh kapitalisasi pasar, Bitcoin (±68%) dan Ethereum (±14%) mendominasi pergerakan CMC20. Akibatnya, meskipun disebut “20 aset”, indeks akan sering kali bergerak hampir searah dengan BTC dan ETH.
Selain itu, sebagai token, meskipun transparan, CMC20 belum resmi diperdagangkan dan tidak memiliki jaminan dari pemerintah seperti di reksadana konvensional.
Bagaimana Cara Membeli Token CMC20?
Token ini baru tersedia di jaringan DeFi BNB seperti PancakeSwap, untuk membeli token ini kamu butuh pemahaman tentang cara kerja DEX, penggunaan wallet, biaya jaringan, serta risiko likuiditas dan keamanan sebelum membeli.
Siapkan Wallet: Gunakan web3 wallet seperti Binance Wallet atau Trust Wallet dan pastikan dalam jaringan BNB Smart Chain.
Beli BNB di Tokocrypto: Cari pasangan BNB/IDR di aplikasi Tokocrypto, beli sesuai kebutuhan.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Pada tanggal 12 Desember 2025, seorang miner individu atau lebih sering dikenal dengan solo miner yang menggunakan solo pool dengan Solo CK berhasil menyelesaikan blok Bitcoin nomor 927474. Blok ini memberikan subsidy (hadiah blok) sebesar 3.125 BTC plus biaya transaksi 0.008 BTC, total 3.133 BTC.
Blok yang berhasil ditambang dengan hadiah 3 BTC senilai Rp4,5 miliar. Sumber: Mempool
Nilai ini setara dengan sekitar kurang lebih $284.000 USD, atau sekitar Rp4,8 miliar. Kejadian seorang solo miner yang berhasil menambang BTC dalam jumlah besar, bukan hanya kali ini terjadi. Sebelumnya pernah juga kasus serupa di mana penambang tunggal dengan perangkat terbatas berhasil menambang satu blok penuh. Misalnya, pada tahun 2022 seorang solo miner dengan kekuatan hash yang relatif kecil berhasil menemukan blok dan menerima hadiah lebih dari 6 BTC.
Fenomena ini menunjukkan bahwa meskipun jaringan Bitcoin didominasi oleh mining pool besar dengan kekuatan komputasi masif, peluang bagi penambang solo nampaknya masih terus ada walaupun kemungkinannya sangat kecil.
Lantas apa kenapa hal ini bisa terjadi dan kenapa solo miner bisa mendapatkan ubah dari blok yang sangat besar, bahkan bisa mengalahkan miner dengan hashrate yang lebih tinggi?
Apa itu Solo Mining?
Solo mining adalah metode penambangan di mana miner bekerja sendirian untuk menyelesaikan blok. Berbeda dengan pool mining, di mana ribuan miner menggabungkan kekuatan komputasi mereka dan berbagi hadiah, solo miner mengambil semua risiko dan hadiah sendiri.
Proses solo mining ini menggunakan peralatan ASIC (Application-Specific Integrated Circuit) yang melakukan triliunan hash per detik untuk memecahkan puzzle SHA-256.
Namun, karena hash rate jaringan Bitcoin saat ini mencapai sekitar 1.100-1.243 ZH/s (zettahashes per detik), yang berarti lebih dari 1 kuadriliun hash per detik, bagi miner dengan hash rate rendah, seperti 6 TH/s (terahashes per detik), peluang menemukan blok adalah 1 banding 180 juta.
Jadi solo miner yang berhasil menambang blok 927474 dan mendapatkan 3 BTC Senilai Rp4,5M dengan hash rate 90 TH/s, sama dengan seperti mendapatkan hadiah lotre dengan peluang 1 banding 12 juta.
Alasan Kenapa Solo Miner Bisa Tambang 3 Bitcoin Sendiri
Meskipun peluang mendapatkan hadiah blok fantastis dari mining Bitcoin bagi solo miner sangat kecil, solo mining tetap memungkinkan karena sifat acak dari proses Proof-of-Work (PoW). Berikut beberapa alasannya!
Mekanisme Proof-of-Work yang Acak
Bitcoin dirancang oleh Satoshi Nakamoto agar siapa pun bisa berpartisipasi dalam penambangan tanpa perlu izin dari pihak ketiga. Proses PoW melibatkan pemecahan puzzle matematis (hashing) untuk memvalidasi transaksi dan menambahkan blok baru ke blockchain.
Miner yang pertama kali menemukan hash valid mendapatkan hadiah blok penuh, dalam kasus di atas hadiahnya berupa 3.125 BTC ditambah biaya transaksi sekitar 0.008 BTC.
Karena PoW bersifat probabilistik atau acak, maka tidak ada jaminan siapa yang menang; ini seperti lotre di mana setiap hash yang dihasilkan adalah tiket. Meskipun hash rate jaringan Bitcoin mencapai ratusan exahash per detik (EH/s), seorang solo miner dengan hash rate rendah masih memiliki peluang, meski sangat kecil.
Jika beruntung solo miner dapat mendapatkan hadiah blok untuk dirinya sendiri, ini berbeda dengan pool mining, di mana miner menggabungkan kekuatan untuk meningkatkan peluang kolektif, tapi hadiah dibagi rata berdasarkan kontribusi.
Siapa Saja Bisa Melakukan Mining Bitcoin
Meskipun 80-90% hash rate dikuasai oleh pool besar seperti Foundry USA atau AntPool, protokol Bitcoin memastikan bahwa setiap individu masih bisa ikut serta untuk melakukan mining secara mandiri. Ini mencegah sentralisasi penuh dan menjaga jaringan tetap aman dari serangan.
Dukungan dari Pool Solo Khusus dan Perangkat Efisien
Banyak solo miner sukses menggunakan layanan seperti Solo CK Pool, yang bukan pool berbagi hadiah melainkan infrastruktur untuk miner independen. Pool ini memungkinkan miner menjalankan node tanpa setup rumit, dengan biaya minimal 2% jika menang. Ini membuat solo mining lebih mudah diakses, meskipun tetap sendirian dalam kompetisi.
Selain itu, perangkat ASIC modern di 2025 semakin efisien, dengan hash rate tinggi tapi konsumsi listrik rendah (misalnya Bitaxe Gamma 601 dengan 1.2 TH/s). Ini memungkinkan miner rumahan bersaing, meski odds rendah. Bandingkan dengan pool: Di pool, hardware sederhana cukup karena kontribusi kecil pun dibayar, tapi potensi untung besar hilang. Solo mining cocok untuk mereka yang sabar dan punya toleransi risiko tinggi.
Keberuntungan
Keberuntungan menjadi salah satu faktor kunci kenapa solo miner bisa berhasil mendapatkan blok rewards dari mining Bitcoin.
Secara teknis, peluang seorang penambang tunggal untuk menemukan blok sangat kecil karena harus bersaing dengan total hash rate global yang didominasi oleh mining pool besar.
Semakin besar hash rate, peluang yang dimiliki untuk memecahkan puzzle matematis Bitcoin, dan menemukan blok. Tetapi meskipun hashrate kecil, tetap ada kemungkinan untuk memecahkan puzzle tersebut dan mendapatkan blok, meskipun peluangnya 1 berbanding jutaan.
Rewards dari solo mining memang terlihat menggiurkan tapi, dengan probabilitas yang sangat kecil maka peluang menemukan blok sangat rendah. Ini berarti solo miner juga harus siap berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun tanpa menemukan blok sama sekali.
Selain dengan mining, kamu juga bisa mendapatkan Bitcoin dengan membeli langsung di exchange resmi dan terpercaya seperti Tokocrypto—dapatkan potongan 20% dengan memasukkan kode TEMUTOKO saat registrasi. Download dan daftar di sini!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
Analisa harga BTC hari ini menunjukkan Bitcoin kembali bergerak melemah dalam 24 jam terakhir. Aset kripto terbesar di dunia tersebut turun 2,13% dan diperdagangkan di level $90.321,38 per BTC.
Penurunan ini menekan kapitalisasi pasar Bitcoin ke kisaran $1,80 triliun, meski volume perdagangan harian justru melonjak tinggi mencapai $82,18 miliar.
Kondisi ini mencerminkan meningkatnya aktivitas jual beli di tengah ketidakpastian arah pasar. Investor dan trader tampak masih berhati-hati, terutama setelah Bitcoin gagal mempertahankan area psikologis di atas $92.000.
Pergerakan Harga Harian: Volatilitas Tinggi Masih Berlanjut
Dalam perdagangan 24 jam terakhir, harga Bitcoin bergerak pada rentang $89.532,60 hingga $92.721,77. Tekanan jual terlihat semakin kuat ketika BTC mendekati area resistance harian, memicu aksi ambil untung dari pelaku pasar jangka pendek.
Perubahan harga per jam tercatat relatif datar di -0,03%, mengindikasikan fase konsolidasi setelah koreksi tajam.
Meski demikian, volatilitas tinggi masih berpotensi terjadi seiring besarnya volume transaksi yang masuk ke pasar.
Kinerja Jangka Pendek hingga Menengah Masih Tertekan
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 13 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Jika dilihat dari performa waktu yang lebih panjang, tekanan bearish Bitcoin masih cukup jelas:
30 hari: turun 11,56%
60 hari: terkoreksi 20,40%
90 hari: melemah 21,83%
Data ini menunjukkan bahwa meskipun Bitcoin masih menjadi aset kripto paling dominan, tekanan makro dan sentimen pasar global terus membatasi ruang kenaikan harga.
Jarak antara harga saat ini dan rekor tertinggi sepanjang masa di $126.198,07 juga semakin menegaskan bahwa fase koreksi belum sepenuhnya berakhir.
Volume Besar, Sinyal Distribusi atau Akumulasi?
Lonjakan volume perdagangan hingga $82 miliar dalam 24 jam menjadi salah satu poin penting dalam analisa harga BTC hari ini.
Volume besar sering kali menandakan dua kemungkinan utama, yaitu:
Distribusi – Investor besar melepas aset di tengah ketidakpastian, menekan harga.
Akumulasi tersembunyi – Pelaku pasar institusional memanfaatkan koreksi untuk mengumpulkan BTC secara bertahap.
Dengan suplai beredar sebesar 19,96 juta BTC atau sekitar 95,05% dari total suplai maksimum 21 juta BTC, kelangkaan Bitcoin tetap menjadi faktor fundamental jangka panjang.
Namun dalam jangka pendek, sentimen dan likuiditas pasar masih menjadi penggerak utama harga.
Level Support dan Resistance yang Perlu Diperhatikan
Dari sudut pandang teknikal, beberapa level kunci menjadi perhatian pelaku pasar:
Support penting:
$89.500 – area terendah harian dan penopang psikologis jangka pendek
$87.000 – $88.000 – zona support berikutnya jika tekanan jual berlanjut
Resistance terdekat:
$92.700 – puncak harga harian
$95.000 – level psikologis yang perlu ditembus untuk memulihkan sentimen bullish
Selama BTC masih bergerak di bawah area $92.000–$95.000, potensi rebound cenderung terbatas dan rawan tertahan aksi jual.
Meski harga Bitcoin melemah hari ini, perubahan harga mingguan masih mencatatkan kenaikan +0,79%, menandakan adanya minat beli yang belum sepenuhnya hilang.
Namun, kombinasi koreksi bulanan dan tekanan volume besar membuat pasar cenderung bersikap defensif.
Investor jangka panjang umumnya masih memandang Bitcoin sebagai aset lindung nilai dan penyimpan nilai digital. Sebaliknya, trader jangka pendek menghadapi risiko volatilitas tinggi dalam beberapa hari ke depan.
Analisa harga BTC hari ini menegaskan bahwa Bitcoin masih berada dalam fase koreksi dengan tekanan jual yang cukup kuat.
Penurunan ke area $90.000 terjadi di tengah volume perdagangan yang tinggi, menandakan pertarungan sengit antara penjual dan pembeli.
Selama BTC belum mampu menembus resistance utama, pergerakan harga cenderung fluktuatif dengan risiko penurunan lanjutan.
Pelaku pasar disarankan untuk terus memantau level support dan resistance, serta mengelola risiko dengan disiplin di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Bitcoin (BTC), sang raja aset kripto, kembali menunjukkan penguatan signifikan setelah sempat bergerak lesu dalam beberapa hari terakhir.
Harga BTC hari ini tercatat di level $92,563.53, menguat +2.92% dalam 24 jam terakhir, sekaligus menjadi salah satu performa harian terbaik BTC dalam pekan ini.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1.847 triliun dan volume perdagangan 24 jam sebesar $60.28 miliar, Bitcoin mempertahankan dominasinya sebagai aset digital nomor satu di dunia.
Sirkulasi suplai BTC saat ini berada di 19.96 juta BTC, mendekati batas maksimum yang hanya 21 juta — faktor yang membuat Bitcoin semakin langka dan menarik sebagai aset jangka panjang.
Kinerja BTC Masih Lemah dalam 90 Hari, Meski Menguat Harian
Meski hari ini BTC mencetak kenaikan yang solid, tren makro Bitcoin tetap berada dalam jalur koreksi dalam 3 bulan terakhir. Berdasarkan data historis:
Periode
Perubahan
Persentase
Hari ini
+$2,947.78
+3.29%
30 hari
-$10,526.71
-10.20%
60 hari
-$23,011.54
-19.90%
90 hari
-$23,381.58
-20.15%
Dalam 90 hari terakhir, BTC kehilangan lebih dari 20% nilainya, terutama karena aksi profit-taking dan tekanan makroekonomi global.
Namun kenaikan 3% hari ini dan performa positif 0.04% dalam 7 hari memberikan sinyal bahwa pasar mulai membentuk pondasi pemulihan.
Pergerakan Intraday: BTC Rebound dari Level $89,000
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak di rentang harga terendah senilai $89,335.30 dan tertinggi di level $93,554.27.
BTC sempat turun ke level $89,335, mendekati zona psikologis $89,000, sebelum pembeli masuk dan mendorong harga kembali ke atas $92,000.
Rebound ini menunjukkan adanya akumulasi kuat dari pelaku pasar, terutama investor jangka panjang yang melihat penurunan kemarin sebagai peluang membeli di harga diskon.
Level Harga Kunci yang Harus Diperhatikan
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 12 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Seiring BTC bergerak naik, beberapa zona penting menjadi landasan analisa jangka pendek:
Support Utama
$90,000 — level psikologis yang menjadi garis pertahanan pertama
$88,500 — area support kuat yang memicu reaksi beli
$85,000 — support jangka menengah jika koreksi berlanjut
Resistance Utama
$93,500 — tertinggi 24 jam dan resistance pertama
$95,000 — resistance psikologis
$98,000 – $100,000 — zona kritis sebelum menuju reli lebih tinggi
Jika BTC berhasil menembus $93,500, peluang menuju $95,000 hingga $98,000 semakin terbuka lebar. Namun kegagalan mempertahankan $90,000 berpotensi memicu koreksi kembali ke $88,000.
Di Bawah Bayang-Bayang ATH
Bitcoin masih jauh dari rekor tertinggi sepanjang masa (ATH) yang berada di level $126,198.07. Untuk kembali ke level tersebut, BTC membutuhkan kenaikan lebih dari 36%.
Kenaikan ini bukan tidak mungkin, terutama jika sentimen bullish global kembali menguat, baik melalui perkembangan ETF Bitcoin spot, peningkatan adopsi institusional, atau inflow dana baru ke pasar kripto.
Apa yang Mendorong BTC Naik Hari Ini?
Beberapa faktor mendukung kenaikan harga Bitcoin dalam 24 jam terakhir:
1. Sentimen Pasar Membaik
Investor kembali masuk setelah pasar menunjukkan sinyal stabilisasi.
2. Likuiditas Tinggi
Volume perdagangan $60 miliar menandakan pasar sedang aktif, memudahkan harga bergerak naik.
3. DXY & Risiko Makro Menurun
Dolar AS sempat melemah, memberi ruang bagi aset berisiko seperti Bitcoin untuk menguat.
Harga Bitcoin hari ini menguat ke $92,563 dan mencatat kenaikan lebih dari 3% dalam 24 jam. Meski tren jangka menengah masih bearish, kenaikan ini mengindikasikan potensi pembalikan arah jika BTC mampu menembus resistance kuat di area $93,500 hingga $95,000.
Namun, investor tetap perlu waspada karena BTC masih dalam fase konsolidasi dan volatilitas tinggi kemungkinan terus berlanjut.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Harga Bitcoin kembali melemah dan berada dalam tekanan signifikan. Berdasarkan data terbaru, BTC diperdagangkan di level $90.130,40, turun -2,69% dalam 24 jam terakhir.
Koreksi ini memperpanjang tren negatif selama sepekan dan sebulan terakhir, memperlihatkan bahwa sentimen pasar masih belum pulih.
Dengan kapitalisasi pasar sebesar $1,79 triliun dan volume perdagangan harian mencapai $69,99 miliar, Bitcoin tetap menjadi aset kripto terbesar.
Namun volatilitas tetap tinggi, terutama setelah harga BTC gagal mempertahankan posisi di atas $94.000.
Penurunan Harian dan Tekanan Mingguan Semakin Terlihat
Dalam 24 jam terakhir, BTC mengalami penurunan sebesar $2.488,67, turun 2,69%. Koreksi ini memperlihatkan melemahnya minat beli di level psikologis $92.000.
Tren negatif juga terlihat lebih luas:
7 Hari: -3,56%
30 Hari: -14,86%
60 Hari: -19,01%
90 Hari: -21,90%
Data tersebut menunjukkan bahwa Bitcoin telah memasuki fase koreksi menengah. Sejak beberapa minggu terakhir, BTC kehilangan hampir $25.000 dari puncak 90 harinya.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Kamis, 11 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan 24 Jam: Fluktuasi Tinggi di Tengah Sentimen Campuran
Dalam periode 24 jam terakhir, harga BTC bergerak antara $94.477,16 (tertinggi) hingga level terendah senilai $89.459,73.
Volatilitas ini muncul setelah investor menunjukkan kehati-hatian terhadap data ekonomi global serta kekhawatiran suku bunga dan kebijakan moneter dari Federal Reserve.
Meskipun harga sempat rebound tipis dalam 1 jam terakhir (+0.31%), tekanan sell-off masih lebih dominan.
Level Teknis Penting: BTC Dekati Support Kritis
Dari perspektif teknikal, Bitcoin kini mendekati area support penting yang dapat menentukan arah pasar dalam beberapa hari ke depan.
Support Kuat Terdekat
$89.000 → support kunci jangka pendek
$87.500 → support berikutnya jika sell-off berlanjut
$85.000 → area demand kuat yang pernah memicu rebound besar
Jika BTC jatuh di bawah $89.000, tekanan jual diprediksi meningkat karena banyak trader mengantisipasi potensi retest ke level $85.000.
Resistance Terdekat
$92.000 → resistance terdekat
$94.500 → area yang gagal ditembus dalam 24 jam terakhir
$98.000 – $100.000 → zona psikologis yang menjadi target bullish
Saat ini, Bitcoin berada di bawah tekanan teknikal karena tidak mampu mempertahankan puncak harian. Struktur pasar masih condong bearish selama BTC diperdagangkan di bawah $94.000.
Indikator On-Chain dan Sentimen Pasar
Beberapa indikator on-chain mencerminkan situasi pasar yang kurang bergairah:
1. Aktivitas Jaringan Melambat
Transaksi harian menurun dalam dua minggu terakhir, menunjukkan berkurangnya aktivitas spekulatif.
Bitcoin saat ini berada di titik kritis. Koreksi ke $90.130 membuka peluang penurunan lebih dalam jika BTC gagal mempertahankan level support di $89.000.
Namun peluang rebound tetap ada, terutama jika volume beli meningkat dan sentimen global membaik. Level krusial yang wajib dipantau:
Support: $89.000 – $87.500
Resistance: $92.000 – $94.500
Jika BTC mampu kembali naik di atas $94.000, tren bullish jangka pendek bisa pulih. Namun jika support jebol, Bitcoin berpotensi turun menuju area $87.000 atau lebih rendah.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Dengan undian grup Piala Dunia yang baru saja keluar pada 6 Desember 2025 kemarin di Washington DC, perayaan 4 tahunan sepak bola dunia ini kini semakin dekat.
Piala Dunia kali ini akan melibatkan 48 tim dari seluruh dunia dan total 104 pertandingan yang tersebar di 16 kota di tiga negara: Amerika Serikat (11 kota), Kanada (2 kota), dan Meksiko (3 kota).
Venue-venue yang dipilih termasuk stadion ikonik seperti MetLife Stadium di New Jersey, AT&T Stadium di Dallas, dan BMO Field di Toronto. Pemilihan ini tujukan untuk optimalisasi perjalanan tim dan pengalaman penggemar, dengan pertimbangan geografis untuk mengurangi jet lag dan meningkatkan aksesibilitas.
Dengan kick off yang akan dimulai pada 11 Juni 2026 dan berakhir pada 19 Juli 2026, event ini tidak hanya ditunggu oleh para pecinta olahraga, namun berpotensi memberikan dampak bagi pasar keuangan.
Ketika Piala Dunia dimulai, banyak mata tertuju pada pergelaran event besar ini, termasuk para investor—membuat likuiditas pasar “tersedot” karena perhatian investor beralih ke lapangan hijau, khususnya pasar prediksi.
Piala Dunia dan Dampaknya Pada Likuiditas Pasar
Event olahraga sebesar Piala Dunia bukan hanya tentang gol dan trofi—namun pagelaran ini juga mempengaruhi ekonomi global, termasuk pasar keuangan.
Penelitian dari European Central Bank pada Piala Dunia 2010 menunjukkan bahwa selama pertandingan tim nasional, jumlah transaksi turun hingga 45%, dan volume trading merosot 55% dibandingkan saat kondisi normal.
Efek ini digadang-gadang disebabkan oleh “investor inattention” yang merupakan kondisi dimana ketika perhatian investor terbatas dan mudah teralihkan oleh hal-hal lain, sehingga mereka tidak sepenuhnya memproses informasi pasar.
Dengan hype Piala Dunia yang semakin panas, perhatian investor jadi teralihkan ke pertandingan, terutama saat ada gol dicetak, yang menyebabkan penurunan tambahan 5% dalam aktivitas trading.
Studi lain dari Journal of Financial Markets menemukan bahwa selama pertandingan sepak bola yang tumpang tindih dengan jam trading, membuat volume trading meningkat sebelum pertandingan, tetapi kemudian turun selama laga.
Volatilitas pasar sebelum kick-off dan turun selama pertandingan, sementara likuiditas menurun dengan spread yang melebar. Ini lebih parah di negara-negara dengan penggemar sepak bola yang fanatik, di mana distraksi dari pagelaran ini dapat menyebabkan pengurangan volatilitas harga, tapi penurunan price discovery.
Secara historis, Piala Dunia mempengaruhi return di saham. Sebuah analisis dari Project Syndicate dalam kurun waktu dari tahun 1950 hingga 2006 menunjukkan return rata-rata pasar AS turun 2.6% selama periode World Cup, dibandingkan kenaikan 1.2% di periode normal. Di pasar forex, volume trading rendah menyebabkan volatilitas lebih tinggi, dan pasar bisa turun setelah kekalahan tim nasional.
Bagaimana dengan Pasar Kripto?
Selama Piala Dunia, pasar prediksi seperti platform Polymarket dan Kalshi jadi lebih menarik perhatian karena selain investor bisa mendukung tim kesayangan, banyak investor yang beranggapan bahwa mereka bisa menikmati Piala Dunia sambil mendapatkan keuntungan.
Pasar kripto sering kali dalam periode penurunan (bear market), hal ini salah satunya karena siklus Halving yang juga sama-sama 4 tahun seperti Piala Dunia, membuat pasar kripto dan Piala Dunia memiliki ritme yang sama.
Grafik Bitcoin dan mulainya Piala Dunia. Sumber: TradingView
Event Piala Dunia 2026 diproyeksikan FIFA menarik hingga 6 miliar penonton yang akan terlibat melalui streaming, highlights, atau bentuk interaksi lainnya, menjadikannya salah satu acara olahraga terbesar dalam sejarah.
Paparan masif ini tidak hanya meningkatkan antusiasme, tetapi juga berpotensi mendorong narasi SportFi di dunia kripto, sebagai perpaduan antara sports dan decentralized finance (DeFi) yang memanfaatkan teknologi blockchain untuk inovasi seperti tokenisasi hak penggemar, NFT collectibles berbasis olahraga, dan platform engagement yang memungkinkan penggemar berpartisipasi secara finansial dalam ekosistem tim favorit mereka.
Total kapitalisasi pasar Fan Token. Sumber: CoinMarketCap
Fan token, sebagai salah satu aset kripto utama dalam narasi ini, bisa menjadi pilihan yang patut dilirik oleh investor, mengingat total kapitalisasi pasarnya baru mencapai sekitar $241 juta, dimana masih relatif kecil dibandingkan dengan narasi lain seperti AI, RWA, atau DeFi.
Kamu bisa trading fan token kripto, dengan biaya 0% melalui Tokocrypto yang telah berizin resmi dan diawasi oleh OJK! DAFTAR SI INI!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.
Pernah mendengar Polymarket? Platform prediksi berbasis blockchain ini sempat mencuri perhatian dunia karena berhasil membaca arah kemenangan Donald Trump dalam pemilihan presiden AS 2024 lebih cepat dibanding banyak lembaga survei.
Kira-kira apa itu Polymarket dan bagaimana Polymarket bisa memberikan prediksi yang ‘tepat’ hingga bisa terintegrasi dengan Google? Simak lebih lengkap yuk!
Apa Itu Polymarket?
Polymarket adalah platform prediksi berbasis blockchain dalam jaringan Polygon (MATIC) yang diluncurkan pada tahun 2020 oleh seorang wirausahawan muda bernama Shayne Coplan.
Polymarket memungkinkan pengguna untuk membeli dan menjual prediksi yang naik atau turun seiring waktu, mirip seperti saham.
Contoh prediksi yang ada di Polymarket.
Misalnya, pengguna bisa membuka posisi pada pertanyaan seperti:
“Bagaimana Keputusan Suku Bunga The FED di Desember?”
Contoh plihan preksi yang ada di Polymarket.
Setelah itu pengguna diharuskan memilih apa keputusan the FED yang akan keluar nantinya, misal ketika pengguna memilih pemotongan suku bunga 50bps dan chance tersebut semakin tinggi seiring waktu, maka pengguna bisa menjual dengan harga tinggi, dan ketika benar-benar diumumkan dengan hasil demikian, maka pengguna dapat menikmati hasil dari multiplier tertentu.
Polymarket mendukung deposit menggunakan kartu debit dan kredit, serta jaringan blockchain besar, mulai dari Ethereum, Polygon, Base, Arbitrum, dan Solana.
Mengapa Polymarket Menarik?
Polymarket menjadi menarik karena dapat memberikan sentimen yang berdasarkan data kolektif. Sebab Polymarket secara tidak langsung melakukan survey sukarela akan topik tertentu, hasil dari pertanyaan-pertanyaan seputar prediksi tersebut dapat menjadi sebuah crowd wisdom atau pandangan kolektif.
Pandangan ini dinilai dapat mewakili opini dari ribuan pengguna yang bisa menghasilkan prediksi yang lebih akurat dibanding sekadar pendapat ahli tunggal atau hasil survei tradisional.
Karena mekanisme jual beli dari kontrak prediksi yang terbuka, setiap orang dapat membeli dan menjual kontrak prediksi sesuai keyakinan mereka terhadap suatu peristiwa.
Membuat harga kontrak yang terbentuk menjadi cerminan probabilitas kolektif, dan berfungsi sebagai “barometer publik” yang dinamis.
Contohnya seperti salah satu kasus yang masih hangat, yakni pemilihan Wali Kota New York.
Jauh sebelum Zohran Mamdani ditetapkan sebagai Wali Kota terpilih, sejak akhir Juni 2025 platform Polymarket sudah memprediksi bahwa Zohran Mamdani memiliki peluang terpilih sebesar 73% dan angka ini terus meningkat hingga momen pemilihan berakhir.
Prediksi Polymarket di pemilihan Wali Kota New York.
Pergeseran drastis dari probabilitas Cuomo ke Zohran yang terjadi di bulan Juni 2025, memberikan gambaran bagaimana perubahan opini publik dan berita politik yang beredar, dan langsung tercermin dalam grafik harga kontrak di Polymarket.
Apakah Polymarket Dapat Dipercaya?
Polymarket pada dasarnya adalah cerminan dari prediksi para penggunanya, bukan sebuah keniscayaan atau kepastian mutlak.
Setiap prediksi dari platform ini lahir dari opini kolektif ribuan trader yang mempertaruhkan uang mereka pada hasil suatu peristiwa. Artinya, angka probabilitas yang muncul hanyalah representasi dari sentimen publik saat itu, dan meskipun prediksi yang tercermin sering kali akurat, itu bukan jaminan bahwa hasilnya pasti terjadi.
Apakah Polymarket Legal?
Di Indonesia sendiri secara hukum, segala bentuk aktivitas yang menyerupai perjudian, termasuk pasar prediksi seperti Polymarket, dikategorikan sebagai ilegal atau dilarang.
Selain itu, bagi mayoritas muslim di Indonesia, aktivitas semacam ini juga termasuk dalam kategori halyangdiharamkan.
Jadi Polymarket sebaiknya dipandang hanya sebagai cerminan opini publik dan indikator sentimen kolektif, bukan sebagai sarana taruhan yang sah.
Integrasi Polymarket dengan Google: Apa Artinya?
Illustrasi Polymarket di Google Finance.
Baru-baru ini, Google mengumumkan bahwa layanan pencarian dan Google Finance akan mulai menampilkan data dari Polymarket (dan juga pesaingnya Kalshi).
Langkah ini menjadikan Google sebagai pintu utama menuju dunia “crowd-sourced finance”, di mana miliaran pengguna bisa melihat prediksi masa depan ekonomi, politik, hingga kripto—tanpa harus membuka situs lain.
Dampak bagi pengguna:
Akses lebih luas: Data yang sebelumnya hanya bisa dilihat di platform niche kini tersedia bagi miliaran pengguna Google di seluruh dunia.
Bukan hanya data, tapi juga forecast: Bukan hanya laporan keuangan atau harga saham, tapi “apa yang mungkin terjadi” kini muncul sebagai bagian dari hasil pencarian.
Perubahan cara mengambil keputusan: Pelaku bisnis, investor, maupun pengguna umum bisa menggunakan probabilitas ini sebagai pertimbangan — misalnya saat memprediksi tren ekonomi atau politik.
Polymarket menjadi salah satu bukti bahwa crowd wisdom dapat menjadi indikator yang patut diperhitungkan, karena setiap prediksi lahir dari opini kolektif—dan dengan integrasi Google, opini yang tertuang dalam bentuk grafik prediksi ini bukan tidak mungkin kedepannya dapat mempengaruhi pengguna dalam mengambil keputusan.
Namun, penting diingat bahwa semua probabilitas di Polymarket hanyalah cerminan opini publik, bukan kepastian mutlak! Bagi masyarakat Indonesia, aktivitas yang menyerupai perjudian tetap ilegal dan bagi umat Muslim termasuk kategori yang diharamkan, sehingga platform ini sebaiknya tidak terlibat langsung dengan aktivitas Polymarket dan cukup dipandang sebagai alat pembaca sentimen publik ya!
DISCLAIMER: Artikel ini hanya bersifat edukasi. Segala bentuk aktivitas yang menyerupai perjudian, termasuk Polymarket, ilegal di Indonesia dan haram bagi Muslim. Penulis tidak bertanggung jawab atas segala bentuk penggunaan informasi untuk aktivitas yang menyerupai perjudian atau tindakan ilegal. Segala keputusan dan risiko sepenuhnya berada di tangan pembaca.
Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.
Bitcoin kembali menunjukkan sinyal pemulihan setelah beberapa minggu bergerak dalam tekanan. Harga BTC hari ini tercatat di level $92.340,74, menguat +2,29% dalam 24 jam terakhir.
Dorongan harga ini membawa angin segar bagi pasar kripto yang sempat dilanda koreksi tajam secara bulanan.
Meski begitu, pemulihan ini belum cukup untuk menutupi pelemahan jangka menengah. Data menunjukkan bahwa dalam 30–90 hari terakhir, Bitcoin masih mencatat koreksi signifikan yang perlu dicermati oleh investor.
Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,84 triliun dan volume perdagangan harian $67,89 miliar, Bitcoin tetap menjadi aset kripto nomor satu yang mendominasi pergerakan pasar secara keseluruhan.
Berikut rangkuman perubahan harga BTC dalam beberapa rentang waktu terakhir:
24 jam: +2,4%
7 hari: -0,45%
30 hari: -12,74%
60 hari: -18,50%
90 hari: -18,89%
Meskipun kenaikan harian terlihat cukup kuat, data bulanan menunjukkan bahwa BTC masih berada dalam fase konsolidasi setelah sempat menyentuh rekor tertinggi $126.198,07.
Penurunan dalam 30–90 hari menunjukkan adanya tekanan kuat dari aksi ambil untung (profit taking) dan ketidakpastian makro global.
Dalam 24 jam terakhir, Bitcoin bergerak pada rentang $89.586,98 (terendah) hingga level tertinggi senilai $94.601,57.
Kenaikan yang terjadi menunjukkan bahwa pembeli mulai menguasai momentum setelah harga sempat turun di bawah area psikologis $90.000.
Kenaikan <0,01% dalam 1 jam terakhir juga menunjukkan bahwa BTC kini dalam fase stabil, dengan volatilitas harian mulai menurun.
Pasokan yang beredar saat ini mencapai 19,96 juta BTC, atau 95,05% dari total pasokan maksimum 21 juta BTC.
Artinya, pasokan Bitcoin hampir sepenuhnya beredar, sehingga tekanan inflasi jangka panjang sangat kecil dibandingkan aset digital lainnya.
Kapitalisasi pasar terdilusi mencapai $1,93 triliun, menjadi sinyal bahwa Bitcoin tetap menjadi aset dominan di ekosistem kripto global.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Rabu, 10 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Melihat kombinasi performa harian dan tekanan jangka menengah, sentimen pasar berada di area neutral-to-bullish.
Kenaikan 2,4% hari ini menunjukkan minat beli yang kembali meningkat, tetapi investor masih berhati-hati menghadapi kondisi makro.
Diantaranya seperti ketidakpastian kebijakan suku bunga global; potensi arus keluar dari ETF Bitcoin; penguatan dolar AS; hingga minimnya katalis baru dalam jangka pendek.
Meski begitu, harga BTC tetap bertahan di atas area psikologis $90.000, yang menjadi indikator penting bahwa bull masih memegang kendali jangka pendek.
Resistance terdekat:
$95.000 – level psikologis & area rejection sebelumnya
$100.000 – resistance utama yang sangat diperhatikan pasar
Support terdekat:
$90.000 – support psikologis penting
$88.000 – level yang jika ditembus bisa memicu koreksi lebih dalam
$85.000 – support kuat jangka menengah
Jika BTC berhasil menembus area $95.000, peluang menuju $100.000 kembali terbuka. Namun bila gagal bertahan di atas $90.000, tekanan jual kemungkinan akan meningkat.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.