Tag Archives: bitcoin

Analisa Harga BTC Hari Ini: Terkoreksi ke $90.232, Tren Bullish Melemah?

Pergerakan harga Bitcoin (BTC) hari ini kembali menjadi sorotan investor global setelah aset kripto terbesar di dunia tersebut mencatat penurunan harian sebesar -1,02%, membawa harganya turun ke $90.232,73.

Meski koreksi ini terbilang moderat, dinamika pasar menunjukkan adanya tekanan yang patut diwaspadai, khususnya ketika BTC masih berjuang memulihkan momentum dari level psikologis $90.000 yang kini berubah menjadi area support terdekat.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,801 triliun dan volume perdagangan harian $55,30 miliar, Bitcoin tetap menjadi aset paling dominan di industri kripto.

Namun data teknikal dan fundamental harian mengindikasikan fase konsolidasi yang mulai rapat, memberi sinyal bahwa pergerakan besar dapat terjadi dalam waktu dekat.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Harga Naik$91.347, Pasar Mulai Bangkit

Koreksi Harian: Tekanan Profit Taking dan Ketidakpastian Makro

Penurunan 1,02% dalam 24 jam terakhir tidak terlepas dari aksi ambil untung (profit taking) yang kembali muncul setelah BTC menyentuh level tertinggi harian di $92.267 sebelum tergelincir ke titik terendah $89.644.

Rentang volatilitas yang hampir menyentuh $2.600 ini menunjukkan aktivitas trader jangka pendek yang cukup agresif.

Faktor makro seperti spekulasi kebijakan suku bunga AS, pergerakan indeks dolar (DXY), dan ketidakpastian geopolitik juga masih menjadi katalis utama yang mengguncang sentimen pelaku pasar.

Harga Bitcoin Masih Terkoreksi Secara Historis

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 9 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Selasa, 9 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Jika ditarik dalam rentang lebih panjang, koreksi harga BTC tampak lebih signifikan:

  • Hari ini: -$967,30 (-1,06%)
  • 30 hari: -$11.527,84 (-11,32%)
  • 60 hari: -$31.002,30 (-25,56%)
  • 90 hari: -$21.230,25 (-19,04%)

Artinya, meskipun secara mingguan masih menguat +4,1%, Bitcoin berada dalam tren melemah untuk time frame jangka menengah.

Penurunan 25% pada rentang 60 hari memperlihatkan adanya tekanan distribusi yang belum sepenuhnya mereda.

Level Teknis Krusial: Apakah BTC Masih Aman?

1. Support Terdekat: $89.500 – $90.000

Zona ini saat ini menjadi pertahanan utama agar Bitcoin tidak memasuki fase koreksi yang lebih tajam. Jika level ini ditembus, BTC berpotensi turun ke area $87.000 – $88.000.

2. Resistance Kuat: $92.000 – $93.000

BTC sempat menembus level ini dalam beberapa kesempatan, namun gagal mempertahankannya. Penguatan solid hanya akan terlihat jika Bitcoin mampu kembali ke atas $93.000.

3. Tren Jangka Pendek Masih Netral-Melemah

Pergerakan 1 jam yang menguat +0,2% memang mengindikasikan minat beli kecil, tetapi belum cukup mengubah struktur tren harian.

Fundamental Pasar Masih Kokoh, Meski Momentum Melemah

Bitcoin tetap mempertahankan dominasi pasar dengan:

  • Sirkulasi pasokan: 19,96 juta BTC (95,05% dari total supply)
  • Total supply maksimum: 21 juta BTC
  • Fully Diluted Market Cap: $1,895 triliun

Kondisi fundamental ini menunjukkan bahwa secara jangka panjang, Bitcoin masih memiliki struktur ekonomi yang solid dengan pasokan yang semakin menipis mendekati halving selanjutnya.

Namun, semakin mendekati titik jenuh pasokan (hanya tersisa 1,04 juta BTC belum ditambang), volatilitas jangka pendek akan semakin tinggi.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $89.662, Tekanan Bearish

Fase Konsolidasi Sebelum Pergerakan Besar?

Analisa harga BTC hari ini memperlihatkan bahwa Bitcoin memasuki fase konsolidasi yang semakin ketat, dengan tekanan profit taking yang menahan laju penguatan.

Penurunan harian -1,02% memang tidak ekstrem, tetapi menjadi tanda bahwa pasar belum siap kembali menanjak menuju $95.000, apalagi mendekati rekor tertinggi $126.198.

Hal yang wajib dipantau oleh para investor antara lain level support $89.500 dengan level resistance di angka $92.500.

Jika level support jebol, BTC berpotensi jatuh ke zona $87.000. Sebaliknya, tembusnya resistance dapat membuka jalan menuju $95.000 dan memulihkan struktur bullish.

Untuk saat ini, investor disarankan tetap berhati-hati, memonitor volatilitas, dan menunggu konfirmasi arah pasar sebelum membuat keputusan besar.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

⁠⁠Crypto AI Bubble Pecah? Ini Harga Koin-Koinnya Sekarang!

Di tengah AI yang meledak sejak 2023-2024, sektor cryptocurrency dengan narasi AI (crypto AI) menjadi salah satu yang paling menarik perhatian investor. 

Namun, memasuki akhir 2025, kira-kira bagaimana performa koin-koin ini sekarang? Simak lebih lengkap!

Apa Itu Crypto AI Bubble?

Crypto AI menggabungkan teknologi blockchain dengan kecerdasan buatan, menciptakan ekosistem di mana AI bisa beroperasi secara desentralisasi. Proyek seperti Bittensor (TAO) memungkinkan kolaborasi model machine learning global, sementara Render (RENDER) fokus pada rendering GPU yang mendukung aplikasi machine learning untuk AI. 

Didorong oleh kemajuan ChatGPT, narasi crypto AI sempat meledak di tahun 2024 dan membuat integrasi AI di blockchain semakin marak, yang mendorong market cap sektor ini melonjak hingga $69.92 miliar.

Istilah “bubble” sendiri muncul karena harga aset crypto dalam sektor AI sempat naik tidak wajar, seolah-olah “menggelembung” jauh di atas nilai intrinsiknya, dan bisa pecah tiba-tiba pecah kapan saja seperti balon.

Grafik saham Nvida. Sumber: Google

Sementara AI di pasar saham masih menunjukkan kekuatan yang solid, seperti Nvidia yang tetap kokoh dengan harga saham yang tidak jauh dari harga tertingginya di 2025, penjualan chip mencapai $57 miliar dan posisi dominan di infrastruktur AI, sektor AI di crypto justru mulai mulai menunjukkan tanda-tanda keruntuhan.

Banyak proyek dianggap hanya hype, aspek crypto yang hanya dianggap formalitas karena fitur masih bisa diakses tanpa blockchain, atau sekedar join the tren sebagai meme coin. Membuat janji inovasi desentralisasi sering kali tidak sebanding dengan realisasi pendapatan atau adopsi. 

Total kapitalisasi pasar aset crypto dengan narasi AI. Sumber: CoinMarketCap

Dari data CoinMarketCap, kapitalisasi pasar sektor AI di crypto kini berada di level yang sama dengan awal 2024, setelah sebelumnya sempat menyentuh kapitalisasi pasar tertinggi di tahun 2025, yakni di  $69.92 miliar.

Penurunan dari level kapitalisasi pasar tertinggi di 2025 ke level hari ini tersebut mencatatkan penurunan sebesar 71.5%, maka tak heran banyak banyak koin AI turun 50-90% dari ATH mereka di awal 2025.

Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Harga Proyek Crypto AI yang Pernah Booming Sekarang

Berikut daftar koin dari proyek crypto AI yang sempat populer dan viral. Untuk harga terbaru, kamu bisa kunjungi Tokocrypto.com atau download aplikasi Tokocrypto dan masukkan kode: TEMUTOKO untuk dapatkan potongan biaya trading 20% — Download di sini!

Nama Koin Ticker Harga Saat Ini (USD) % Penurunan dari ATH 2024-2025 Keterangan
Chainlink LINK 13.89 -55.0% (ATH $30.81, 2024) Oracle desentralisasi untuk data AI large language models (LLMs) on chain.Meskipun mengalami penurunan yang cukup signifikan, LINK masih kokoh jadi salah satu proyek AI terbaik di crypto.
Bittensor TAO 297.72 -60.8% (ATH $757.60, Apr 2024) Jaringan blockchain desentralisasi untuk kolaborasi AI dan model machine learning peer-to-peer.Meskipun dengan penurunan lebih dari 60% TAO masih kokoh masuk 100 aset crypto terbesar.
NEAR Protocol NEAR 1.76 -80.5% (ATH $9.00, Mar 2024) platform blockchain modular dan scalable untuk aplikasi AI native serta agen otonom.
Render RENDER 1.61 -88.1% (ATH $13.53, Mar 2024) Jaringan rendering GPU desentralisasi untuk konten digital, serta mendukung LLM.
Artificial Superintelligence Alliance FET 0.2389 -93.1% (ATH $3.45, Mar 2024) Sempat hype karena merger Fetch.ai, SingularityNET, dan Ocean Protocol, FET kini turun lebih dari 90% dari harga tertingginya.
Virtuals Protocol VIRTUAL 0.8404 -83.5% (ATH $5.07, Jan 2025) Protokol infrastruktur untuk agen AI otonom.
The Graph GRT 0.0466 -90% ($0.48, ATH 2024) Database blockchain untuk indexing dan querying data AI melalui GraphQL.
Eliza ELIZA 0.0001917 -99.7% (ATH $0.0767, Nov 2024) Framework agen AI open-source dari ai16z untuk operasi crypto dan AI yang sempat naik tinggi karena hype AI dan Pump.Fun.
ChainGPT CGPT $0.037179 90% (ATH $0.36, Feb 2025) Platform berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk mendukung ekosistem Web3, Blockchain, dan Crypto. 
Act I : The AI Prophecy ACT $0.0212 95% (ATH $0.67 Desember 204) Meme coin yang diterbitkan oleh salah satu user Pump.Fun dengan narasi AI yang sempat hype.
Sumber: Harga terbaru dari Tokocrypto.com

Dari data tersebut, terlihat bahwa hampir semua koin AI mengalami penurunan lebih dari 50%, membuat crypto dengan narasi AI seperti mengalami proses gelembung yang sekarang sudah pecah.

Bagi investor, penting untuk memahami bahwa strategi jangka panjang lebih efektif dibanding sekadar mengejar momentum. Salah satu cara yang terbukti membantu menghadapi fluktuasi harga adalah dengan menerapkan Dollar-Cost Averaging (DCA), yaitu membeli aset kripto secara rutin untuk mendapatkan harga rata-rata yang lebih stabil di tengah fluktuasi.

Daftar dan coba fitur DCA di Tokocrypto, DI SINI!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut.

Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Harga Naik$91.347, Pasar Mulai Bangkit

Bitcoin kembali menunjukkan sinyal pemulihan di tengah tekanan pasar kripto global.

Berdasarkan data harga terkini, BTC hari ini diperdagangkan di level $91.347, mencatat kenaikan 1,87% dalam 24 jam.

Lonjakan ini memperlihatkan perubahan sentimen pasar menuju arah positif, meskipun dalam jangka menengah Bitcoin masih berada dalam fase koreksi yang cukup dalam.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,823 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $52,05 miliar, Bitcoin mempertahankan dominasinya sebagai aset kripto paling likuid dan populer di dunia.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di $89 Ribu

BTC Bergerak Positif dengan Kenaikan Nyata

Kenaikan harian sebesar $1.678,35 atau +1,87% menjadi titik terang bagi investor setelah beberapa minggu terakhir dipenuhi penurunan harga.

Rentang pergerakan Bitcoin dalam 24 jam berada pada level $87.799,56 (terendah) hingga level $91.740,85 (tertinggi).

Pergerakan ini menunjukkan volatilitas yang cukup tinggi namun tetap dalam kisaran yang dianggap sehat untuk pasar BTC.

Penguatan dalam 1 jam terakhir sebesar +0,24% juga menunjukkan bahwa tekanan beli mulai kembali mendominasi.

Kondisi Pasar 7–90 Hari: BTC Masih dalam Fase Recovery

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 8 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Senin, 8 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Meski menguat hari ini, data historis memperlihatkan bahwa Bitcoin masih berusaha bangkit dari koreksi besar. Berikut performa dalam beberapa rentang waktu:

  • 7 hari: +5.79%
  • 30 hari: -11.38%
  • 60 hari: -25.21%
  • 90 hari: -18.14%

Koreksi dalam 60–90 hari terakhir merupakan bagian dari penurunan besar setelah Bitcoin menyentuh rekor tertinggi $126.198, yang menjadi puncak sejarah terbaru.

Tekanan profit-taking, penyesuaian pasar pasca-halving, serta kondisi makroekonomi global menjadi faktor yang menekan BTC dalam beberapa bulan terakhir.

Namun pemulihan mingguan yang cukup signifikan (+5.79%) memberi sinyal bahwa fase konsolidasi mulai menemukan titik stabilnya.

Likuiditas Tinggi Dorong Kepercayaan Investor

Dengan volume perdagangan 24 jam mencapai $52,05 miliar, Bitcoin menunjukkan pangsa pasar yang tetap sangat kuat.

Volume yang besar menunjukkan tiga hal penting, yakni minat investor masih tinggi, pasar dalam fase akumulasi, dan volatilitas yang sehat.

Sementara itu, market cap Bitcoin yang mencapai $1,823 triliun juga memperlihatkan stabilitas dominasi dibanding aset kripto lainnya, mempertahankan posisinya sebagai kripto nomor satu di pasar global.

Pasokan BTC Mendekati Batas Maksimum

Bitcoin memiliki suplai beredar 19,96 juta BTC, atau 95,04% dari total maksimum 21 juta BTC. Ini berarti tekanan inflasi Bitcoin semakin kecil, membuatnya semakin langka dari waktu ke waktu.

Semakin mendekati batas maksimal, semakin besar kemungkinan nilai BTC meningkat di jangka panjang, terutama ketika permintaan terus bertumbuh.

Kapitalisasi pasar terdilusi penuh saat ini berada di angka $1,916 triliun, mencerminkan nilai aset jika semua BTC sudah sepenuhnya beredar, angka yang menunjukkan kekuatan ekonomi Bitcoin sebagai kelas aset digital.

Baca Juga: Pasokan Habis Diserap! Aksi Whales Picu Spekulasi Rally Besar Bitcoin

Outlook Harga BTC: Apakah Kenaikan Bisa Berlanjut?

Melihat tren harian dan mingguan, Bitcoin mulai menunjukkan tanda pembalikan arah (reversal) meskipun tren jangka menengah masih bearish.

Potensi kenaikan dapat terjadi jika BTC mampu bertahan di atas level psikologis $90.000, yang kini menjadi area support penting.

Beberapa faktor pendukung kenaikan harga Bitcoin juga mulai terlihat, seperti aktivitas institusional mulai meningkat kembali; likuiditas pasar stabil pada level tinggi; sentimen global terhadap aset digital mulai membaik; hingga inflasi global perlahan mereda.

Meski begitu, investor tetap perlu waspada mengingat Bitcoin masih dalam rentang volatilitas yang cukup luas.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Kripto Hari Ini 8 Desember 2025: Awal Pekan Sinyal Bullish!

Pasar kripto hari ini, Senin (8/12) membuka awal pekan dengan sentimen positif, dipimpin oleh reli sejumlah altcoin. GLMR melonjak 33% ke $0,0365, sementara 2Z naik 10% ke $0,1414, diikuti MDT yang menguat 9% menjadi $0,01718.

Momentum ini turut diperkuat oleh kebangkitan Bitcoin yang kembali menembus $91.000, didorong ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dan arus masuk ETF Bitcoin spot AS sebesar $54,79 juta. BTC juga berhasil menembus SMA dan EMA 7-harinya, menandakan perbaikan struktur harga jangka pendek.

Di tengah naiknya optimisme pasar, Tokocrypto merilis program LAUNCHDROP bersama DRX Token, memberikan total hadiah hingga Rp80 juta bagi pengguna yang mengakumulasi TKO. Lihat lebih lengkap di bawah ini:

Daftar Altcoin Pimpin Kenaikan Pasar Awal Pekan Ini

  • GLMR naik 33%; diperdagangkan pada $0,0365.
  • 2Z naik 10% (24 jam), kini seharga $0,1414.
  • MDT menguat 9% (harian), dihargai $0,01718.

Harga Bitcoin Tembus $91K Lagi, Pasar Kripto Bangkit

  • Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga The Fed minggu ini.
  • ETF Bitcoin spot AS mencatat arus masuk bersih sebesar $54,79 juta.
  • BTC menembus SMA 7-harinya ($90.343) dan EMA ($90.319).

LAUNCH-DROP DRX Token Raih Total Hadiah Rp80Juta*

Alasan Desember Waktu Terbaik Mulai DCA Altcoin

  • Indikator Dasar Kuat di Desember Dukung Akumulasi Altcoin.
  • Minat Sosial, Volume, dan Tren Teknis Tunjukkan Kondisi DCA Menguntungkan.
  • Dominasi USDT Turun, Minat Investor ke Altcoin Meningkat.

Coinbase: Pasar Kripto Bisa Pulih Desember

  • Coinbase Institutional: Kripto Pulih Bulan Ini Berkat Likuiditas Membaik.
  • Tim Riset: Gelembung AI Belum Pecah, Positif bagi Pasar.
  • Coinbase: Perdagangan Short Menarik di Level Sekarang.

Baca juga: Riset Kripto 1-5 Des 2025: Bitcoin Menguat: Santa Rally atau Bull Trap?


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

RUU P2SK Ancam Industri Kripto Lokal, Apa Isinya?

Rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) yang tengah digodok DPR RI sedang menjadi sorotan besar di kalangan pelaku industri kripto.

Isu ini ramai diperbincangkan di media sosial X, dengan mayoritas komentar menunjukkan penolakan. Data @socialcrabdotid bahkan mencatat sekitar 76% sentimen terhadap rancangan ini bersifat negatif.

Meskipun tujuannya dimaksudkan untuk menciptakan lingkungan ekonomi yang kondusif, tapi justru RUU ini justru menuai kritik dari pelaku industri kripto karena dalam salah satu revisinya dianggap berlawanan dengan inti dari semangat desentralisasi kripto, mengancam industri kripto lokal, hingga dianggap dapat memicu gelombang PHK besar-besaran.

Apa Itu RUU P2SK?

RUU P2SK merupakan revisi Rancangan Undang-Undang nomor 4 tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan atau disingkat dengan UU P2SK.

Rancangan undang-undang ini  sedang dibahas oleh DPR RI untuk menyesuaikan dengan putusan Mahkamah Konstitusi (MK) No.59/PUU-XXI/2023 dan No.85/PUU-XXII/2024, serta memperkuat independensi lembaga seperti Bank Indonesia (BI), Otoritas Jasa Keuangan (OJK), dan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS).

Dikutip dari Detik Finance,  menurut Wakil Ketua Komisi XI DPR dari Fraksi Gerindra Mohammad Hekal, pembahasan dan pembentukan panja terhadap perubahan UU P2SK ini telah dilakukan sejak Januari 2025.

Di dalamnya, revisi ini mencakup 16 materi pokok, termasuk penguatan pengawasan industri kripto yang sejak Januari 2025 berada di bawah OJK.

Baca juga: Black Swan: Peristiwa Tak Terduga yang Picu Crypto Bear Market!

Isi Revisi Terkait Kripto

Dikutip dari laman Coinvestasi, melalui draft dari revisi ini, aset kripto akan ditempatkan sebagai bagian dari Inovasi Teknologi Sektor Keuangan (ITSK) di bawah pengawasan OJK, dengan Lembaga Jasa Keuangan Aset Kripto (LJK Aset Kripto) yang akan menjalankan kegiatan sektor keuangan digital terkait aset kripto.

Selain aturan baru tersebut, ada beberapa pasal pasal kunci yang menjadi sorotan:

Pasal 215A ayat (4)

Revisi Pasal 215A ayat (4) ini berbunyi: Seluruh aktivitas ITSK terkait aset keuangan digital, termasuk aset kripto, yang dilakukan wallet digital aset kripto, wajib ditransaksikan melalui dan dilaporkan kepada bursa.

Dalam revisi ini artinya setiap pengguna yang ingin melakukan transaksi aset kripto, wajib dilakukan lewat bursa resmi dan melaporkannya ke bursa. Dalam hal ini, aktivitas digital yang dilakukan dari dompet kripto seperti aktivitas DeFi, Airdrop, trading meme coin melalui PumpFun dan lain sebagainya harus juga dilaporkan ke bursa resmi.

Hal ini bertujuan untuk memastikan pengawasan terpusat, tetapi menuai kritik karena berpotensi mengancam desentralisasi Web3.

Pasal 215C dan Pasal 312A

Pasal 215C dan Pasal 312A dalam RUU P2SK menjadi pasal yang paling disorot oleh para pelaku industri kripto, baik itu investor dan exchange. Alasannya, karena pasal ini dianggap dapat membuat seluruh perdagangan kripto terpusat di bawah kendali satu bursa.

Dikutip dari Investor.id, isi dari rancangan aturan baru, Pasal 215C poin 9 menyebutkan bahwa bursa kripto harus memiliki atau mengendalikan sistem penyelenggaraan perdagangan aset keuangan digital, termasuk aset kripto dan derivatif.

Pasal ini digadang-gadang berpotensi menghilangkan peran Pedagang Aset Keuangan Digital (PAKD) atau sering kita kenal dengan exchange, dan memusatkan seluruh aktivitas perdagangan di bawah kendali bursa. Akibatnya, peran exchange yang ada di Indonesia bisa diambil alih penuh oleh bursa sehingga bisa menimbulkan gelombang PHK.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Blockchain Indonesia (ABI) William Sutanto, juga beranggapan bahwa jika aturan ini benar-benar dilakukan maka “PHK mungkin tidak bisa dihindari”, ujarnya dalam sebuah pernyataan.

Menyusul rancangan aturan tersebut, Pasal 312A poin C menjelaskan bahwa ada masa transisi selama dua tahun hingga bursa resmi dapat menyelenggarakan seluruh perdagangan aset digital, termasuk mempertemukan penawaran jual dan beli. Setelah masa tersebut, perdagangan kripto di luar bursa resmi tidak diperkenankan lagi.

Dampak Potensial pada Industri Kripto Lokal

Dikutip dari ​​Beritasatu, menurut salah satu salah satu direktur utama yang masuk ke dalam Pedagang Aset Kripto Digital (PAKD), Hamdi Hassyarbaini, aturan ini masih multi tafsir, dan menurutnya ada tiga kemungkinan utama:

  • Pertama, bursa hanya mengelola perdagangan aset digital yang penawaran perdananya dilakukan di Indonesia. 
  • Kedua, bursa mengatur seluruh perdagangan, sementara PAKD hanya berfungsi sebagai broker
  • Ketiga, seluruh perdagangan dilakukan langsung oleh bursa tanpa peran PAKD sama sekali.

Yang paling ditakutkan adalah kemungkinan kedua dan ketiga, dimana industri kripto Indonesia, mencakup 25 Pedagang Aset Kripto Digital (PAKD) berizin yang di dalamnya ada Tokocrypto, berisiko kehilangan peran utama sebagai exchange mandiri. Serta dapat mengakibatkan monopoli bursa, hilangnya potensi arbitrase, dan memicu PHK.

Selain itu, risiko keamanan juga meningkat karena seluruh aset digital terkonsentrasi pada satu titik. Kondisi ini menciptakan potensi Single Point of Failure, yaitu situasi di mana jika terjadi satu kegagalan, maka dapat melumpuhkan keseluruhan sistem.

Ditengah gonjang-ganjing ini, Calvin Kizana, CEO Tokocrypto, menyampaikan harapan besar agar semua pihak dapat berdialog secara terbuka agar kebijakan yang sedang dirumuskan ini tetap bisa mendorong industri kripto dalam negeri.

“Kami memahami bahwa revisi undang-undang ini dimaksudkan untuk memperkuat sektor keuangan nasional, termasuk industri aset digital. Namun, penting bagi semua pihak untuk memastikan agar kebijakan ini tetap mendorong inovasi dan tidak mematikan pelaku lokal yang sudah berkontribusi membangun ekosistem kripto di Indonesia,” ujarnya.

Baca juga: Trading dengan Pair IDR vs USD, Mana yang Cocok Buat Kamu?

Perkembangan RUU P2SK

Progres RUU P2SK. Sumber: DPR RI

Per Desember 2025, rancangan Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (RUU P2SK) masih berada dalam tahap harmonisasi.

Dengan status yang masih harmonisasi, artinya aturan final mengenai perdagangan aset digital, termasuk pasal-pasal kontroversial seperti 215C dan 312A, belum resmi ditetapkan. 

Lebih lengkap, kamu dapat memantau secara langsung perkembangan RUU tentang Perubahan UU Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK) melalui halaman berikut: Situs Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia.

Kolom partisipasi dan masukan untuk RUU P2SK. Sumber: DPR RI

Selain itu kamu juga bisa memberikan partisipasi langsung dalam bentuk saran untuk RUU P2SK melalui laman resmi DPR di atas, dengan masuk ke tab “Partisipasi” atau kirim masukkan melalui melalui alamat e-mail: [email protected].


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

Sumber:

Beritasatu: Revisi UU P2SK Dinilai Ancam Keberlangsungan Industri Aset Kripto. Diakses 8 Desember 2025

Coinvestasi: Revisi UU P2SK Ancam Exchange Kripto Lokal, Risiko PHK Mengintai. Diakses 8 Desember 2025

WartaEkonomi: Revisi UU P2SK Dinilai Ancam Keberlangsungan Industri Aset Kripto. Diakses 8 Desember 2025

DetikFinance: Isi RUU Perubahan P2SK: Atur Kripto, Asuransi hingga Perluas Peran BI. Diakses 8 Desember 2025





Sumber : news.tokocrypto.com

PMI Runtuh, Altcoin Season Ikut Terkubur! Investor Terkejut

Siklus pasar kripto 2025 kembali mengejutkan investor. Data terbaru menunjukkan bahwa dominasi altcoin ternyata bergerak seirama dengan indikator ekonomi Amerika Serikat, yakni US ISM Manufacturing PMI. Dengan PMI berada di level 48,2 pada November 2025, analis menyimpulkan bahwa kondisi ini menjadi penyebab utama hilangnya altseason sepanjang tahun ini, sementara Bitcoin justru makin mendominasi pasar.

Altcoin Ikut Merosot Seiring PMI

Analisis dari Crypto Rover menunjukkan bahwa sejak 2019, grafik dominasi altcoin memiliki pola yang sangat mirip dengan pergerakan PMI.

  • PMI di atas 55 → ekonomi menguat → altcoin cenderung naik.
  • PMI menurun → likuiditas mengetat → investor lari ke aset lebih aman seperti Bitcoin.

Tren ini kembali terlihat jelas di 2025.

Metrik Altcoin Season Index pada 7 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap.
Metrik Altcoin Season Index pada 7 Desember 2025. Sumber: CoinMarketCap.

PMI 48,2 dan Bitcoin Kuasai 59% Pasar

PMI November 2025 mencatat angka 48,2, menandakan sektor manufaktur AS masih berkontraksi. Kondisi ini beriringan dengan dominasi Bitcoin yang mencapai 59%, meninggalkan altcoin yang kesulitan menarik modal baru.

Analis dari CoinEdition dan Phemex mencatat bahwa situasi makro yang tidak stabil membuat investor memilih Bitcoin, sementara altcoin dianggap terlalu berisiko dalam kondisi ekonomi yang belum pulih.

Harapan Altseason Baru: Menunggu PMI Pulih di 2026

DIlaporkan Coinfomania, jika siklus historis terulang, altseason baru berpotensi lahir pada awal 2026, dengan syarat:

  • PMI harus kembali ke atas 50 agar ekonomi masuk fase ekspansi.
  • PMI di atas 55 dapat memicu perpindahan likuiditas besar-besaran dari Bitcoin dan Ethereum menuju altcoin berisiko tinggi.

Sampai saat ini, lingkungan makro masih mendukung dominasi Bitcoin.

Indeks Altcoin Season CMC: Pasar Masih Milik Bitcoin

CoinMarketCap Altcoin Season Index menunjukkan skor 19/100, menandakan pasar masih berada dalam fase Bitcoin Season.

  • Kemarin: 20
  • Minggu lalu: 25
  • Bulan lalu: 28

Angka ini memperlihatkan bahwa mayoritas altcoin berkinerja lebih buruk dibanding Bitcoin dalam 90 hari terakhir.

Tahun 2025 bukan menjadi tahun kebangkitan altcoin. Dengan PMI masih berada di zona kontraksi, arus modal lebih memilih Bitcoin sebagai aset yang dianggap aman. Investor kini menunggu pemulihan ekonomi global yang berpotensi membuka kembali pintu altseason pada 2026.

Baca juga: 3 Indikator Menunjukkan Altcoin Season Mungkin Muncul November


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda aberdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Bertahan di $89 Ribu

Harga Bitcoin kembali bergerak stagnan di kisaran $89.587,99 dalam 24 jam terakhir, mencatat perubahan tipis -0,1%, meski tekanan bearish jangka menengah masih terasa kuat.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,788 triliun USD dan volume perdagangan harian sebesar $35,90 miliar, BTC tetap mempertahankan dominasinya sebagai aset kripto nomor satu, tetapi momentum bullish tampak melemah.

Data terbaru menunjukkan bahwa sentimen pasar terhadap BTC saat ini berada pada zona hati-hati, terutama setelah penurunan yang signifikan dalam 30–90 hari terakhir.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $89.662, Tekanan Bearish

Bitcoin Masih dalam Fase Konsolidasi Setelah Koreksi Dalam

Melihat riwayat harga 30—90 hari, Bitcoin mencatat penurunan cukup tajam:

  • 30 hari: -12,41%
  • 60 hari: -26,21%
  • 90 hari: -19,25%

Penurunan tersebut menunjukkan bahwa BTC belum sepenuhnya pulih dari tekanan jual yang muncul setelah gagal mempertahankan level psikologis $100.000.

Meski demikian, data intraday menunjukkan sinyal stabilisasi:

  • Rendah 24 jam: $88.951
  • Tinggi 24 jam: $90.267
  • Perubahan 1 jam: +0,17%

Pergerakan sempit ini mengindikasikan BTC kini berada dalam fase konsolidasi, menunggu katalis baru untuk menentukan arah harga berikutnya.

Fundamental Supply Tetap Kuat: 95% BTC Sudah Beredar

Saat ini, pasokan Bitcoin yang beredar mencapai 19,96 juta BTC, atau 95,04% dari total maksimum 21 juta BTC.

Tingginya tingkat distribusi ini menciptakan narasi bullish jangka panjang karena suplai baru semakin minim pasca halving.

Namun dalam jangka pendek, fundamental tersebut belum cukup kuat untuk mengangkat harga kembali ke area puncak, terutama setelah Bitcoin menyentuh rekor tertinggi (ATH) $126.198 beberapa waktu lalu dan kini sedang terkoreksi sekitar -29% dari ATH.

Tekanan Jangka Pendek Masih Muncul dari Profit-Taking & Makro Global

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 7 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 7 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Penurunan -12% dalam 30 hari terakhir sebagian besar dipicu oleh:

1. Aksi Ambil Untung Pasca ATH

Investor institusi dan miner memanfaatkan reli sebelumnya untuk mengunci profit, mendorong tekanan jual bertahap.

2. Ketidakpastian Makro

Fluktuasi pasar saham AS, data inflasi, dan kebijakan suku bunga global mempengaruhi psikologi investor kripto. BTC cenderung melemah ketika pasar tradisional dilanda ketidakpastian.

3. Ketiadaan Katalis Besar

Tidak ada pengumuman besar terkait ETF, regulasi positif, atau adopsi institusi dalam beberapa minggu terakhir. Hal ini membuat pasar bergerak sideways.

Analisis Teknikal: BTC Menguji Support Kuat

Dari sudut pandang teknikal, BTC kini bergerak dalam range yang semakin menyempit. Dua level penting yang menjadi perhatian:

Support Kuat: $88.500 – $89.000

Level ini berhasil bertahan dalam beberapa hari terakhir. Jika jebol, BTC berpotensi turun ke $85.700, $82.500, atau hingga $79.000 (support mayor psikologis).

Resistance Utama: $90.500 – $92.000

Untuk kembali bullish jangka pendek, BTC perlu menembus resistance ini, yang selama seminggu terakhir sulit dilewati.

Saat ini BTC sedang bertahan. Pasalnya, perubahan 7 hari hanya terkoreksi -1,32%. Stagnasi mingguan ini memperkuat teori konsolidasi.

Apa yang Perlu Dipantau Investor?

1. Pergerakan Volume

Volume harian berada di angka $35,9B, cukup stabil. Peningkatan volume biasanya menjadi tanda awal breakout.

2. Sentimen ETF & Regulasi

Setiap kabar terkait ETF Bitcoin spot atau kebijakan pajak kripto global masih mampu memicu lonjakan harga.

3. Aktivitas Whale

Pergerakan wallet besar kerap memicu volatilitas tajam, terutama di level kritis seperti saat ini.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $89.662, Tekanan Bearish

BTC Masih Stabil, Tapi Perlu Katalis Baru untuk Breakout

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan bahwa Bitcoin saat ini sedang bergerak sideways dalam fase konsolidasi setelah koreksi dalam beberapa minggu terakhir.

Kestabilan di level $89.000 menunjukkan buyer masih bertahan, tetapi tekanan bearish jangka menengah belum sepenuhnya hilang.

Untuk kembali ke tren bullish, BTC harus menembus resistance $92.000—sementara penurunan di bawah $88.500 dapat membuka jalan menuju koreksi lanjutan.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke $89.662, Tekanan Bearish

Bitcoin kembali menunjukkan performa negatif dalam 24 jam terakhir, diperdagangkan di level $89,662.41 setelah melemah -2.72%. Koreksi ini menegaskan lanjutan tekanan jual yang telah membayangi pasar kripto dalam beberapa minggu terakhir.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1.789 triliun dan volume perdagangan harian sebesar $61.51 miliar, Bitcoin tetap mempertahankan dominasinya di peringkat 1, meskipun volatilitas jangka pendek semakin meningkat.

Baca Juga: Sejarah Baru! Vanguard Buka Akses untuk Bitcoin dan Crypto ETF

Arah Pergerakan Harga: Sentimen Pasar Masih Dingin

Dalam satu hari terakhir, Bitcoin diperdagangkan antara $88,152.14 (terendah) hingga $92,498.17 (tertinggi).

Fluktuasi ini menunjukkan bahwa pasar masih berusaha mencari level keseimbangan baru setelah tekanan bearish yang berlangsung sejak Oktober.

Secara jangka pendek, harga BTC sempat mencatat kenaikan tipis 0.05% dalam 1 jam, menandakan adanya percobaan rebound dari pelaku pasar. Namun, hal ini belum cukup kuat untuk membalikkan tren penurunan yang lebih dominan.

Tekanan Jangka Menengah: Koreksi Makin Dalam

Jika menilik data historis 30–90 hari, gambaran pasar menunjukkan tekanan yang semakin nyata:

  • 30 hari: BTC turun -13.37%
  • 60 hari: BTC anjlok -27.94%
  • 90 hari: BTC melemah -18.97%

Koreksi terdalam terjadi pada rentang 60 hari, menunjukkan aksi jual besar-besaran yang kemungkinan dipicu oleh kombinasi faktor eksternal: penguatan dolar AS, keluarnya arus modal dari aset berisiko, hingga sentimen makro global yang memburuk.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 6 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 6 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Dari All-Time High ke Koreksi Dalam

Bitcoin saat ini terpantau jauh dari rekor tertingginya di $126,198.07. Penurunan lebih dari 28% dari level ATH menunjukkan bahwa pasar sedang berada di fase konsolidasi bearish setelah reli besar awal tahun.

Sementara itu, tingkat suplai BTC juga semakin mendekati batas maksimalnya. Dengan 19.96 juta BTC yang telah beredar (95.04% dari total pasokan), tekanan supply-demand mulai memasuki fase kritis menuju kelangkaan absolut.

Meski secara teori hal ini positif, sentimen jangka pendek masih didominasi ketidakpastian.

Level Support dan Resistance Kunci

Berdasarkan data harga terbaru, berikut area teknikal yang patut diperhatikan:

  • Support terdekat: $88,000
    Penembusan di bawah level ini berpotensi menyeret harga menuju zona $85,000.
  • Support lanjutan: $82,500
    Jika tekanan jual berlanjut, area ini menjadi benteng penting sebelum pasar memasuki wilayah bearish yang lebih dalam.
  • Resistance terdekat: $92,500
    Ini adalah area yang telah diuji tetapi gagal ditembus; BTC perlu breakout kuat untuk memulai pemulihan.
  • Resistance lanjutan: $95,000
    Penembusan resistance ini dapat membuka ruang menuju $100,000 kembali.

Sentimen Pasar: Hati-Hati, Tetapi Ada Peluang Rebound

Meskipun tren jangka pendek dan menengah masih bearish, beberapa faktor dapat memberikan potensi pemulihan dalam waktu dekat:

  1. Volume besar ($61.48B) menandakan pasar masih aktif — volatilitas tinggi dapat menjadi peluang trader jangka pendek.
  2. Kenaikan 1 jam menunjukkan adanya upaya akumulasi di harga bawah.
  3. Faktor fundamental Bitcoin (kelangkaan pasokan, adopsi institusional, ekosistem semakin matang) tetap menjadi penopang jangka panjang.

Namun, trader disarankan tetap waspada, terutama terhadap pergerakan mendadak di bawah $88,000 yang dapat memicu gelombang jual baru.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah 1,37% Hadapi Tekanan

Analisa harga BTC hari ini menggambarkan pasar yang masih berada dalam fase tekanan kuat. Bitcoin melemah ke $89,662 dengan tren 30–90 hari yang menunjukkan koreksi besar.

Meskipun demikian, fundamental Bitcoin tetap solid dan potensi pemulihan masih terbuka, terutama jika BTC mampu menembus kembali resistance kunci di atas $92,500.

Bagi investor jangka panjang, fase ini bisa menjadi area akumulasi bertahap. Bagi trader, volatilitas tetap menjadi peluang, namun harus disertai manajemen risiko yang ketat.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Pasokan Habis Diserap! Aksi Whales Picu Spekulasi Rally Besar Bitcoin

Investor besar atau whales tengah membeli Bitcoin pada tingkat tercepat dalam sejarah, meski harga aset kripto itu turun 2,41% ke level US$90.460 pada Jumat (5/12). Penurunan harga hingga menyentuh US$80.000 justru memicu aksi borong masif, menandai perubahan drastis dalam sentimen pasar.

Data pasar menunjukkan para pemegang besar beralih dari menjual menjadi agresif melakukan akumulasi, di tengah realisasi kerugian yang mencapai US$5,7 miliar, salah satu yang terbesar dalam beberapa tahun terakhir.

Aksi Beli Terbesar Sepanjang Siklus Bitcoin

Aksi serap Bitcoin oleh dompet besar terjadi pada level yang belum pernah terlihat di siklus-siklus sebelumnya. Menurut analisis terkini, whales kini menyerap hingga 240% dari total pasokan baru tahunan Bitcoin, jauh melampaui tingkat normal pasar.

Indikator akumulasi dari Glassnode menunjukkan nilai mendekati 1—level yang menandakan tekanan beli ekstrem. Tren serupa terakhir kali muncul pada Juli lalu, sebelum Bitcoin melesat ke rekor US$124.500 pada Agustus.

Selain pemegang besar, kelompok pemilik 10–1.000 BTC juga tercatat agresif membeli dalam beberapa minggu terakhir, memperkuat sinyal bahwa akumulasi terjadi di hampir seluruh kategori investor.

Pasokan di Bursa Menyusut Drastis

Saldo Bitcoin di bursa turun ke level terendah dalam sejarah, dengan tingkat penyusutan tahunan mencapai -130%. Investor memilih menarik aset ke penyimpanan pribadi (self-custody), biasanya sebagai indikasi strategi penyimpanan jangka panjang.

Pemegang yang menguasai lebih dari 100 BTC mencatat laju akumulasi 1,5 kali lebih tinggi dari tingkat pasokan tahunan, menjadikannya kecepatan pembelian tercepat kelompok sharks dan whales sejak Bitcoin diciptakan.

Dilaporkan Coinpaper, institusi keuangan tradisional juga memperbesar eksposur mereka, didorong oleh meningkatnya permintaan ETF dan perusahaan treasury yang kini memasukkan Bitcoin ke dalam neraca perusahaan.

Kerugian Terealisasi Mencapai Rekor Baru

Di sisi lain, gejolak harga memicu lonjakan kerugian terealisasi terbesar sejak runtuhnya FTX pada 2022.

  • US$3 miliar kerugian dialami short-term holders pada 22 November
  • US$1,78 miliar dicatat long-term holders
  • US$5,78 miliar total kerugian terealisasi pasca jatuhnya harga ke US$80.000

Kerugian terbesar diderita investor baru yang membeli pada level harga tinggi. Sementara itu kontribusi ETF terhadap tekanan jual hanya sekitar 3%, menunjukkan aksi distribusi lebih banyak datang dari investor individu dan entitas kecil.

Kesimpulan
Aksi borong masif dari investor besar di tengah koreksi harga menunjukkan perubahan struktural dalam pasar Bitcoin. Dengan pasokan terus diserap secara agresif dan saldo bursa jatuh ke titik terendah, beberapa analis menilai pasar mungkin sedang memasuki fase akumulasi besar sebelum potensi pergerakan baru.

Baca juga: Perilaku Investor Bitcoin: Kunci Dibalik Tren Harga


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com

Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah 1,37% Hadapi Tekanan

Harga Bitcoin (BTC) kembali bergerak turun dalam 24 jam terakhir, mencatat penurunan 1,37% dan berada di level $92.475,96.

Pergerakan ini menunjukkan adanya tekanan jangka pendek meski secara mingguan aset kripto terbesar di dunia tersebut masih menguat 1,94%.

Dengan kapitalisasi pasar mencapai $1,846 triliun dan volume perdagangan harian $61,32 miliar, BTC tetap mempertahankan posisinya sebagai aset nomor satu di pasar kripto.

Penurunan yang terjadi hari ini menjadi lanjutan dari pelemahan dalam beberapa pekan terakhir. Selama 30 hari, Bitcoin telah merosot 8,59%, sementara dalam 60 hari, koreksi lebih dalam terlihat dengan penurunan 25,38% dari harga tertingginya pada periode tersebut.

Kondisi ini menandakan bahwa BTC berada dalam fase konsolidasi pasca reli besar menuju rekor tertinggi tahun ini.

Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat 1,32% di Tengah Tekanan

Pergerakan Harga: Tekanan dalam 24 Jam Terakhir

Dalam rentang 24 jam, BTC bergerak dalam kisaran $90.976 – $94.038, menunjukkan volatilitas moderat.

Meski sempat mencoba menembus area resistance minor di $94.000, tekanan jual lebih dominan sehingga harga kembali terkoreksi ke bawah $93.000.

Rekor tertinggi Bitcoin masih berada di level $126.198, dan saat ini BTC diperdagangkan sekitar 26% di bawah level tersebut.

Meskipun demikian, pergerakan naik 0,09% dalam satu jam terakhir menandakan adanya minat beli yang mulai muncul di area support.

Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Jumat, 5 Desember 2025. Sumber: Tokocrypto.

Kondisi Pasar dan Sentimen Investor

Di tengah tekanan harga, kapitalisasi pasar Bitcoin tetap kuat di level $1,846 triliun, mencerminkan kepercayaan investor jangka panjang.

Dominasi BTC di pasar kripto tetap stabil berkat arus modal institusional yang masuk melalui berbagai instrumen investasi, termasuk ETF Bitcoin spot.

Likuiditas juga masih terjaga baik, terlihat dari volume perdagangan yang mencapai $61,35 miliar, menjadi salah satu yang tertinggi dalam sepekan terakhir.

Meski harga bergerak turun, investor tampaknya masih memposisikan Bitcoin sebagai aset lindung nilai di tengah ketidakpastian global.

Sementara itu, pasokan beredar saat ini berada pada 19,96 juta BTC, atau sekitar 95,04% dari total pasokan maksimum 21 juta.

Keterbatasan suplai ini terus menjadi faktor fundamental utama yang mendukung nilai Bitcoin dalam jangka panjang.

Analisis Teknis: Arah Pergerakan BTC Selanjutnya

Dari sisi teknikal, koreksi hari ini membawa BTC semakin dekat dengan area support kuat di $90.000, yang dalam beberapa bulan terakhir menjadi zona beli penting bagi banyak investor.

Jika BTC mampu bertahan di atas area ini, potensi rebound menuju $95.000–$97.000 tetap terbuka.

Namun, jika tekanan jual berlanjut dan BTC turun di bawah $90.000, maka pasar dapat melihat penurunan lanjutan menuju $88.000, bahkan ke support lebih dalam di $85.000.

Indikator lain yang perlu diperhatikan:

  • RSI harian berada pada zona netral-cenderung-lemah, menandakan potensi konsolidasi.
  • Struktur harga masih menunjukkan pola koreksi jangka menengah.
  • Volume beli mulai meningkat meski belum signifikan untuk membalikkan tren.

Prospek Jangka Pendek dan Jangka Panjang

Dalam jangka pendek, Bitcoin kemungkinan masih berada dalam fase sideways to bearish seiring investor menunggu pemicu fundamental baru.

Faktor seperti data ekonomi AS, pergerakan dolar, dan kebijakan suku bunga The Fed dapat memengaruhi volatilitas BTC dalam pekan mendatang.

Namun, untuk jangka panjang, sentimen tetap bullish. Adanya kedekatan menuju halving berikutnya, pertumbuhan adopsi institusional, dan perkembangan regulasi global terus menjadi katalis yang memperkuat posisi Bitcoin sebagai aset digital utama.

Baca Juga: Sejarah Baru! Vanguard Buka Akses untuk Bitcoin dan Crypto ETF

Analisa harga BTC hari ini menunjukkan pelemahan moderat ke level $92.475, namun tren mingguan masih memberikan sinyal positif.

Dengan volatilitas yang terjaga dan minat beli institusional tetap kuat, Bitcoin masih memiliki peluang untuk kembali menguat asalkan mampu mempertahankan area support di $90.000.


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto Berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan.



Sumber : news.tokocrypto.com