Tag Archives: china

2 Beasiswa LPDP 2025 di China Sedang Buka Pendaftaran, Cek!


Jakarta

Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) tengah membuka pendaftaran beasiswa LPDP 2025 di China. Ada dua jenis beasiswa kerja sama Indonesia-China yang bisa detikers pilih.

Beasiswa pertama yakni Beasiswa Kerja Sama Indonesia-Tiongkok Bidang Metallurgical Engineering di University of Science and Technology Beijing (USTB), Republik Rakyat Tiongkok. Beasiswa Kerja Sama Metallurgical Engineering USTB adalah beasiswa master (S2) 3 tahun (36 bulan) yang didanai bersama oleh LPDP, USTB, dan PT Eternal Tsingshan Indonesia.

Peningkatan mutu dan kemampuan awardee melalui beasiswa LPDP di USTB China ini diharapkan mendukung hilirisasi industri mineral di Tanah Air.


Beasiswa LPDP kedua di China yang sedang dibuka yakni Beasiswa Kerja Sama Indonesia-Tiongkok Bidang Metallurgical Engineering di Northeastern University (NEU), Republik Rakyat Tiongkok. Beasiswa Kerja Sama Metalurgi NEU merupakan program kemitraan Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Republik Indonesia (Kemenkoinfra), LPDP, NEU, dan Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd untuk kuliah magister (S2) maksimal 3 tahun (36 bulan), termasuk studi lapangan di Zhejiang Huayou Cobalt Co. Ltd.

Beasiswa Kerja Sama Metalurgi NEU dikembangkan untuk mendukung penelitian dan pendidikan bidang metalurgi, kimia, pengolahan mineral, teknik mesin, teknik elektro, geologi, dan bidang lain yang relevan. Awardee diharapkan memperoleh peningkatan mutu dan kemampuan untuk turut mendukung hilirisasi mineral RI.

Beasiswa LPDP 2025 bidang teknik metalurgi dan metalurgi ini meliputi:

Dana Pendidikan

  • Biaya kuliah (tuition fee)
  • Dana pendaftaran
  • Dana tunjangan buku
  • Dana penelitian tesis
  • Dana seminar internasional
  • Dana publikasi jurnal internasional

Dana Pendukung

  • Dana transportasi
  • Dana aplikasi visa
  • Dana asuransi kesehatan
  • Dana kedatangan
  • Dana hidup bulanan
  • Dana keadaaan darurat (jika diperlukan)

Syarat Beasiswa LPDP 2025 Metalurgi USTB dan NEU

  • WNI masyarakat umum, CPNS, PNS (tidak untuk personel TNI atau anggota Polri)
  • Tidak sedang ikut seleksi beasiswa LPDP, kecuali sudah dinyatakan tidak lolos Seleksi Bakat Skolastik pada 2 Mei 2025
  • Peserta dilarang mengundurkan diri selama studi kecuali disetujui LPDP.
  • Jika kuliah melebihi batas waktu pendanaan beasiswa, maka wajib membiayai sendiri biaya pendidikan hingga selesai.
  • Beasiswa dimulai pada 2025-2028.
  • Tidak dapat pindah ke prodi, perguruan tinggi, dan/atau program Beasiswa LPDP lainnya; jika melanggar, maka akan dibatalkan kelulusannya kecuali disetujui LPDP.
  • Sudah lulus D4 atau S2, diutamakan dari prodi metalurgi, kimia, pengolahan mineral, teknik mesin, teknik elektro, geologi, dan bidang relevan lainnya.
  • Lulusan S2 tidak dapat mendaftar.
  • Jika sedang S2 tapi belum lulus, bisa mendaftar dengan syarat prodi/kampus tujuan berbeda dengan yang sedang ditempuh.
  • IPK S1/D4 minimal 3,00 dari 4,00.
  • Skor bahasa Inggris minimal TOEFL IBT 61, IELTS 6.0, atau Duolingo English Test 80.

Jadwal Beasiswa LPDP 2025 Metalurgi USTB dan NEU

  • Pendaftaran: 17 April-14 Mei 2025
  • Seleksi administrasi: 15-21 Mei 2025
  • Pengumuman hasil seleksi administrasi: 23 Mei 2025
  • Pengajuan sanggah hasil seleksi administrasi: 24-25 Mei 2025 (hanya klarifikasi, tidak bisa ganti informasi pada dokumen yang sudah didaftarkan)
  • Pengumuman hasil sanggah: 2 Juni 2025
  • Seleksi substansi: 3-10 Juni 2025
  • Pengumuman hasil seleksi substansi: 19 Juni 2025
  • Penyampaian LoA Unconditional pada LPDP: 15 Juli 2025
  • Mulai kuliah: 1 September 2025

Simak informasi dan syarat selengkapnya untuk beasiswa LPDP 2025 di China bidang metalurgi ini di laman https://lpdp.kemenkeu.go.id/ bagian Beasiswa Targeted. Semoga bermanfaat, detikers!

(twu/pal)



Sumber : www.detik.com

Dari Singapura hingga Jerman, Ratusan Pelari Ramaikan Ijen Trail Run 2025


Jakarta

Banyuwangi Ijen Green Trail Run 2025 sukses digelar pada 6-7 September dengan menghadirkan 378 pelari dari dalam dan luar negeri. Ajang yang masuk kalender Asia Trail Master ini menyuguhkan kombinasi tantangan fisik dan panorama Geopark Gunung Ijen.

Selain Indonesia, ajang ini juga diikuti oleh peserta dari berbagai negara seperti Singapura, Jepang, China, Malaysia, Vietnam, Brunei Darussalam, Filipina, Mesir, Prancis, Belanda, hingga Jerman yang terbagi dalam empat kategori, yakni 8 km, 14 km, 25 km, dan 50 km.

Salah satu peserta, Thimo Kilberth (51) asal Jerman, berhasil menjadi juara pertama kategori master men 25 km. Ia mengaku terpesona dengan jalur lari yang ditawarkan Banyuwangi.


“Lintasannya berat, tapi sangat indah. Apalagi saat naik ke kawah Ijen. Semuanya luar biasa,” terang Thimo dalam keterangan tertulis, Minggu (7/9/2025).

Menurutnya, pengalaman berlari di Banyuwangi sangat berbeda dibandingkan event serupa di negara lain. Fenomena Blue Fire Kawah Ijen serta jalur Gunung Ranti menjadi daya tarik unik yang sulit ditemui di tempat lain. Kesan positif juga datang dari Akhmad Nizar, pelari asal Jember yang keluar sebagai juara umum kategori 50 km men.

“Treknya sangat menantang, komplit lewat Gunung Ranti dan Ijen. Wisatanya juga makin bagus dan ramai,” ungkapnya.

Sementara itu, Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani yang hadir langsung untuk menyerahkan hadiah menilai ajang ini tak sekadar olahraga, tapi juga bagian dari promosi sport tourism.

“Jalur yang dilewati masuk dalam site Geopark Ijen. Kami ingin menghadirkan pengalaman baru bagi wisatawan sekaligus menguatkan branding Banyuwangi yang menekankan kekuatan alam, budaya, dan keberlanjutan,” ujarnya.

Berikut daftar juara Ijen Green Trail Run 2025:

  • Kategori 50 KM (Men): 1. Akhmad Nizar (Jember), 2. Enjelius Barung (Flores), 3. Nobou Mori (Jepang)
  • Kategori 50 KM (Women): 1. Dian Pradina (Bali), 2. Wong Yin Hong (Singapura), 3. Fauziah (Palu)
  • Kategori 25 KM (Umum Men): 1. Wildan Yusuf (Banyuwangi), 2. Ikmal Manggala (Malang), 3. I Rahmad Faisal (Blitar)
  • Kategori 25 KM (Umum Women): 1. Nur Anisa (Banyuwangi), 2. Citra Aprilia (Bali)
  • Kategori 25 KM (Master Men): 1. Thimo Kilberth (Jerman), 2. Laurent Roeykens (Belgia), 3. I Rifki (Surabaya)
  • Kategori 25 KM (Master Women): 1. Eni Mardijanti (Sleman), 2. Liesdawati (Makassar), 3. Liga Wiratama (Surabaya)
  • Kategori 14 KM (Men): 1. Mohammad Ikhwan (Banyuwangi), 2. Wawang Aruanda (Banyuwangi), 3. Muhammad Diov (Samarinda)
  • Kategori 14 KM (Women): 1. Bintan Pratiwi (Malang), 2. Andinna Martadinova (Depok), 3. Yuka Kanai (Jepang)
  • Kategori 8 KM (Men): 1. Muhamad Ardy (Blitar), 2. Akhmad Nizar (Bontang), 3. Muhammad Rifky (Surabaya)
  • Kategori 8 KM (Women): 1. Isaura Nur Saidah (Banyuwangi), 2. Fidyan Magfirotunnisa (Jombang), 3. Valencia Ichwandi (Bondowoso).

(akn/ega)

Sumber : sport.detik.com

Alhamdulillah lapangan olahraga اللهم صل على رسول الله محمد
ilustrasi gambar : unsplash.com / sandro schuh

Bakat Dalang hingga Broadway Pukau Juri di Grand Final Emeron Hijab Hunt

Jakarta

Grand final Emeron Hijab Hunt 2024 masih berlangsung di P7 Ballroom Kuningan City Jakarta (31/8/2024). Finalis ada yang ujuk bakat mendalang, bermain drum hingga broadway.

Penampilan 14 finalis dinilai oleh para juri antara lain Anang Hermansyah, Indah Nada Puspita dan Intan Nuraini. Masing-masing juri memberikan penilaian dan komentar yang membangun untuk para finalis.

Penampilan selanjutnya ada Jauza Kamila dengan gaun serba biru dan unjuk bakat bernyanyi. Ia membawakan lagu yang berjudul Mengejar Matahari.


Jauza Cahaya Kamila tampil dalam Grand Final Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, (Sabtu/8/2024)Penampilan memukau Jauza Cahaya Kamila dalam Grand Final Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, (31/8/2024). Foto: Andhika Prasetia.

“Pemilihan warna dan look kamu anggunnya itu cantik banget. Sukses terus buat jauza,” ujar Nada.

Anang Hermansyah juga memuji aksi Jauza dan ingin Jauza bisa lebih berkembang lagi dan konsisten di dunia tarik suara.

“Suara kamu mendukung banget akan meneruskan ke bidang ini, kamu punya modal di atas rata-rata dan 70% sisa 30% itu kemampuan teknik bernyanyi kamu sangat banyak. Nah, ini yang harus kamu perbaiki karena sayang banget ada beberapa part lumayan fatal. Aku berharap jika kamu ikut sekarang 21 tahun masih banyak karier kamu untuk menjadi superstar. Untuk menjadi sesuatu yang besar tidak mudah, terus berjuang karena kamu mempunyai potensi,” ucap Anang kagum.

Salma Naila tampil dalam Grand Final Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, (Sabtu/8/2024)Salma Naila tampil dalam Grand Final Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, (31/8/2024). Foto: Andhika Prasetia.

Selanjutnya ada Salma Naila yang menggabungkan tarian modern, aksi martial arts wushu dan dance K-Pop dengan berbusana hitam dan putih.”Aku menggabungkan China, Korea dan Indonesia. Aku juga menggabungkan batik dengan busaya China,” ucap Naila.

Intan Nuraini mengatakan pada saat audisi di Bandung penampilannya boyish, sedangkan hari ini cantik banget dan pangling. Jujur kamu itu bunglon bisa didandanin apa aja. Kamu masuk ke finalis favorit aku,” puji Intan.

“Kamu menarinya beragam banget. Selain jago menari kamu bisa memadu padankan etnik dan K-Pop leluasa banget menarinya. Aku menikmati pertunjukan kamu,” jelasnya.

Aulia Hanifah tampil dalam Grand Final Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, (Sabtu/8/2024)Aulia Hanifah tampil dalam Grand Final Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, (31/8/2024). Foto: Andhika Prasetia.

Aulia Hanifah tampil menghayati ketika memerankan sebagai tokoh wanita lewat bakat aktingnya. Ia ingin menyampaikan pesan kepada juri dan penonton tentang women support women.

Ibu dari dua anak ini menunjukkan semangat dan pesan mendalam untuk wanita Indonesia. Agar bisa lantang bersuara dan menolak kekerasan terhadap wanita.

Az Zahra Tania Arifani di final emeron hijab hunt 2024Az Zahra Tania Arifani di final Emeron Hijab Hunt 2024. Foto: Andhika Prasetia.

Kemudian ada Az Zahra Tania yang menunjukkan aksi dalang yang mengagumkan. Suara Zahra yang lantang membuat penonton bertepuk tangan.

“Zahra cantik banget penampilannya yang membuat keputusan kita tepat banget dan waktu audisi suara kamu hilang, aku benar-benar The Prayer itu kan tinggi banget. Kamu waktu itu kan sinden dan jarang suaranya juga bagus cengkoknya. Bagus banget penampilan kamu,” puji Intan.

“Menampilkan budaya itu sangat kreatif. Aku salut bisa menemukan talenta yang seperti ini dan rezeki secara kemampuan aku tidak meragukan dan kemampuan kamu di laur rata-rata,” lanjut Anang.

Selanjutnya ada Palupi Krakatao unjuk bakat aksi teatrikal. Ia berpuisi dengan ekspresi yang dalam dan menghayati setiap kata yang ia ucapkan.

“Mudah-mudahan selanjutnya Palupi akan semakin sukses dan menikmati penampilan Palupi,” ujar Nada. Anang juga memberikan tepuk tangan dengan aksi teatrikal Palupi.

Palupi Krakatao di final Emeron Hijab Hunt 2024Aksi Palupi Krakatao di final Emeron Hijab Hunt 2024. Foto: Rafida Fauzia.

Finalis Emeron Hijab Hunt 2024 Jabodetabek, Shasyelfa Setyaning mendapatkan standing applause dari juri lewat suaranya yang melengking.

“Lagu ini sangat rumit, hafal lirik, memainkan ekspresi mata dan aku bisa bilang penampilan kamu itu sangat rumit. Kamu layak menjadi superstar,” kagumnya.

Intan Nuraini juga memberikan pesan kepada Shasyelfa Setyaning juga takjub dengan suara Shasyelfa. Ia juga memberikan pesan kepada Shasyelfa ini agar tetap belajar dan rendah hati ketika dimana pun berada.

Shasyelfa Setyaning Haryoseno di final Emeron Hijab Hunt 2024Shasyelfa Setyaning Haryoseno di final Emeron Hijab Hunt 2024. Foto: Rafida Fauzia.

Dian Anggun membuat penonton dan juri bernyanyi bersama lewat tabuhan drumnya. Dian Anggun tampil percaya diri dan energi yang penuh ketika berada di atas panggung.

“Waktu audisi di Solo aku sudah lihat kamu sudah punta bakat yang berbeda dengan yang lain dan membuktikan jika wanita bisa melakukan apa pun. Ini kelihatan banget persiapannya 100%. Kamu memutar stick drum kamu melakukannya mulus, sukses Dian,” lanjut Intan.

Nada juga terkesima ketika melihat aksi panggung Dian Anggun.”Kamu bisa membawa aku dan penonton bisa menikmati lagunya. Dibalik penampilan kamu serba pink ternyata kamu sangat garang ketika bermain drum,” puji Nada takjub.

Anang menambahkan komentar tentang aksi Dian Anggun yang berhasil membuat kagum.

“Yang kamu lakukan ini tidak mudah. Aku kepengen kamu punya sertifikat dan kemampuan kamu dibayar mahal ini. Aku berharap karena punya kemampuan ini supaya nanti profesi kamu bisa menghidupi kamu. Kalau bisa kamu bikin band,” jelasnya.

Dian Anggun Larasati tampil dalam Grand Final Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, (Sabtu/8/2024)Penampilan Dian Anggun Larasati dalam Grand Final Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, (31/8/2024). Foto: Andhika Prasetia.

Pemenang Golden Ticket, Rita Aprianti membius penonton lewat aktingnya sebagai seorang istri yang tersakiti. Ia berjalan di depan juri dan penonton dengan berjualan keripik untuk bertahan hidup.

“Jujur waktu Rita pertama kali tampil dan melibatkan penonton. Kita sempat ketawa dan tetap fokus dengan apa pun. Menurut aku itu kualitas aktor. Alur ceritanya juga menarik. Aku berharap suatu saat nanti yang bisa melibat bakat Rita. Bukan hanya ada di sini tapi bisa menghiasi layar kaca,” terang Intan.

Indah Nada takjub dengan ekspresi Rita yang totalitas berakting. “Harapan aku Rita beneran bisa nonton Rita di bioskop dan televisi,” kata Nada.

Acara ini didukung oleh Emeron Hijab Shampoo, Shopee Indonesia, Bank Syariah Indonesia, Social Media KipasKipas, EZnet by Telkomsel Internet Mudah Murah Untuk Seisi Rumah, Casio dan GIS Travel Sahabat Umroh dan Haji Anda. Official Hospitality Partner Aryaduta Suites Semanggi.

Rita Aprianti tampil dalam Grand Final Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, Sabtu (31/8/2024)Rita Aprianti tampil dalam Grand Final Emeron Hijab Hunt 2024 di Kuningan City, Jakarta, Sabtu (31/8/2024). Foto: Andhika Prasetia.

(gaf/gaf)



Sumber : wolipop.detik.com

Nina Nugroho ‘Sulap’ Batik Aceh Jadi Baju Kerja di IN2MF 2024

Jakarta

Nina Septiana merupakan salah satu desainer yang konsisten mengangkat kain wastra Nusantara dalam setiap rancangannya. Seperti kali ini ia mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.

Nina Septiana dikenal dengan rancangan baju kerja yang simpel dan elegan lewat label busana Nina Nugroho sejak tahun 2016. Kini Nina menampilkan koleksi terbarunya di Indonesia International Modest Fashion Festival fashion show (IN2MF) 2024.

Koleksi Nina yang bertajuk Peuhaba berasal dari bahasan Aceh yang berarti ‘apa kabar’. Nina menjelaskan ‘apa kabar’ di sini mengingatkan kembali tentang kekayaan budaya Aceh, keunikan dan kesantunan dalam berbusana dan berinteraksi. Aceh adalah salah satu daerah istimewa yang mengangkat hukum islam sebagai panduan kehidupannya.


Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

Selain itu, Aceh juga senada dengan semangat keberdayaan wanita yang diangkat oleh Nina Nugroho. Menurutnya Aceh merupakan salah satu daerah yang memiliki pahlawan wanita terbanyak. Sebagaimana singkatan dari namanya yaitu Arab, China, Eropa dan Hindia, Aceh juga merupakan cerminan kekayaan budaya, suku bangsa dan berbagai keanekaragaman di Indonesia.

Dalam fashion show di IN2MF, busana bertema Peuhaba ini dituangkan dalam delapan koleksi dengan menggunakan bahan utamanya yaitu batik Aceh bermotif pinto Aceh. Pinto Aceh merupakan kebanggaan Aceh yang memiliki makna kepribadian yang tidak mudah terbuka dengan masyarakat luar, namun bisa sangat akrab dengan penuh kehangatan apabila sudah saling mengenal. Dari tangan para UKM di Aceh, maka lahir lah berbagai lembaran kain batik dengan inspirasi Pinto Aceh.

Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

“Kehadiran batik pinto Aceh merupakan aksi nyata Nina Nugroho dalam mengembangkan sustainable modest fashion, sebagaimana tema IN2MF kali ini,” ungkap Nina Septiana.

Batik Pinto Aceh yang dibeli langsung dari para pengrajin batik di Aceh merupakan wujud Nina membantu meningkatkan kesejahteraan ekonomi para pengrajin. Selain untuk fashion show Nina Nugroho juga menggunakannya sebagai bahan dasar untuk produksi series terakhirnya di tahun 2024 yaitu “Aceh Series.”

Batik Pinto Aceh ini merupakan inovasi tersendiri karena dibuat dengan menggunakan warna dasar gelap, tidak seperti biasanya yang menggunakan warna terang dan menyala. Hal ini merupakan bentuk penyesuaian agar dapat digunakan oleh para pecinta batik di luar daerah Aceh.

Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

Pada fashion show ini, keseluruhannya merupakan koleksi busana kerja. Sebagai ciri khas busana, Nina Nugroho juga mengaplikasikan detail berupa piping, pleats dan double manset (wudhu friendly).

Koleksi dari batik Pinto Aceh ini menggunakan warna hitam, coklat, marun, dan abu-abu. Selain itu ada warna earth colour ini memiliki makna keberanian, kelembutan, kehangatan, alami dan netral.

Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba.Desainer Nina Septiana mengeluarkan koleksi yang terinspirasi dari kebudayaan Aceh bertajuk Peuhaba. Foto: Dok. Nina Nugroho.

(gaf/eny)



Sumber : wolipop.detik.com

Jelang Lebaran 2025, Dress Cantik dari Bangkok Jadi Buruan di Thamrin City

Jakarta

Selain di Pasar Tanah Abang, kamu bisa mencari koleksi baju Lebaran di Thamrin City, Jakarta Pusat. Seperti apa koleksi baju Lebaran di Thamrin City?

Saat Wolipop mengunjungi Thamrin City, pada lantai dasarnya terlihat beragam pilihan busana import dari beberapa negara, seperti China dan Thailand. Harga dan bahan koleksinya pun beragam dari mulai bahan knit, tile hingga katun dengan warna pastel.

Beranjak ke lantai 2 Thamrin City, ada banyak koleksi dress Bangkok. Salah satunya di toko Airin Fashion LT. 2 Blok F50 No.2. Dress dari bahan shimmer kombinasi katun bisa ditemukan di toko ini.


Toko Airin Fashion LT. 2 Blok F50 No.2, Thamrin City menjual dres cantik untuk Lebaran.Toko Airin Fashion LT. 2 Blok F50 No.2, Thamrin City menjual dres cantik untuk Lebaran. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

“Bahannya shimmer kombinasi katun brokat ukurannya muat lingkar dada 115cm dengan panjangnya 135 cm. Hanya ada satu warna. Bedanya dia punya brokat yang berbeda. Harganya Rp 650 ribu barang dari Bangkok dan China,” kata Ria dari toko Airin Fashion.

Selain dress shimmer ada juga, bahan organza yang harganya Rp 500 Ribu. Dress ini satu ukuran dan model keluaran terbaru.

“Warna yang Lebaran banyak yang cari peach, hitam dan putih warna basic soalnya di sini banyak warna pastel,” jelasnya.

Toko Airin Fashion LT. 2 Blok F50 No.2, Thamrin City menjual dres cantik untuk Lebaran.Toko Airin Fashion LT. 2 Blok F50 No.2, Thamrin City menjual dres cantik untuk Lebaran. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

Selanjutnya Wolipop melihat ada dress bahan silk print dari Bangkok di toko Anona Lusi Lantai Dasar B9A No.5, Thamrin City. “Bahannya silk print jadi satu dengan outer ukurannya all size muat sampai lingkar dada 120 cm. Hanya ada satu warna harganya Rp 750 Ribu dari Bangkok,” kata penjaga toko Anona Lusi.

Toko anona Lusi Lantai Dasar B9A No.5 yang menjual aneka dress Lebaran dari Bangkok.Toko anona Lusi Lantai Dasar B9A No.5 yang menjual aneka dress Lebaran dari Bangkok. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

(gaf/eny)



Sumber : wolipop.detik.com

5 Tempat Beli Baju Lebaran di Jakarta 2025, Banyak Model dan Harganya Murah


Daftar Isi






Jakarta

Menjelang Lebaran, biasanya masyarakat akan berbondong-bondong pergi membeli baju baju. Setiap tahuannya, ada tren baju Lebaran dengan berbagai model, warna, hingga bahannya.

Mall, butik, hingga pasar tradisional juga menjadi pilihan tempat untuk membeli koleksi busana Lebaran secara langsung. Jakarta sendiri punya beberapa pilihan tempat untuk membeli baju Lebaran dengan beragam model dan harga. Di mana saja?

Rekomendasi Tempat Beli Baju Lebaran di Jakarta

Berikut adalah rekomendasi beberapa lokasi terkenal yang sering dijadikan pilihan tempat beli baju lebaran di Jakarta:


1. Thamrin City

Zain Fashion Lantai Dasar Blok A2A No.1 menjual semi kebaya.Toko Fashion Lantai Dasar Blok A2A No.1 menjual semi kebaya. Foto: Dok. Gresnia/Wolipop.

Thamrin City terkenal menjadi salah satu tempat yang dituju untuk membeli baju Lebaran di Jakarta. Di sini, kamu bisa menemukan koleksi busana Lebaran dengan harga yang terjangkau. Mulai dari baju koko, gamis, aneka busana muslim modern, hingga aksesoris bisa kamu beli di sini.

Alamat: Jl. Thamrin Boulevard, Kebon Melati, Kecamatan Tanah Abang, Kota Jakarta Pusat.

2. Pasar Tanah Abang

Suasana aktifitas jual beli di kawasan Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Senin (18/11/2024). Tarif Pajak Pertambahan Nilai akan naik menjadi 12 mulai 1 Januari 2025. Hal itu berdasarkan Undang-undang Nomor 7 Tahun 2021 tentang Harmonisasi Peraturan Perpajakan.Toko-toko baju di Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat. Foto: Grandyos Zafna

Pasar Tanah Abang mungkin sudah tak asing lagi jadi tempat favorit banyak berburu pakaian. Terutama jika belinya dalam jumlah banyak, biasanya harganya akan lebih murah.

Di sini, ada berbagai macam model dan warna pakaian muslim, hijab, hingga aksesoris Lebaran yang sangat lengkap. Biasanya mendekati Lebaran pasar Tanah Abang akan semakin ramai.

Tidak hanya di Jakarta, Pasar Tanah Abang merupakan pusat belanja pakaian terbesar di Asia Tenggara. Di pasar ini terdiri dari beberapa blok, mulai dari Blok A, Blok B, Blok F lama, hingga Blok Metroitu.

Alamat: Jl. K.H. Fachrudin, Kelurahan Kampung Bali, Kecamatan Tanah Abang, Jakarta Pusat.

3. ITC Mangga Dua

Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kunjungi ITC Mangga DuaSaat Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan kunjungi ITC Mangga Dua. Foto: Anisa Indraini/detikcom

Selain menjual aneka tekstil atau produk fashion, pusat perbelanjaan ini juga dikenal menjual berbagai macam barang, mulai dari suvenir, dan berbagai macam aksesoris.

ITC Mangga Dua kerap dijadikan tempat beli baju Lebaran di Jakarta, karena harga yang dipatok biasanya lebih murah daripada toko pada umumnya.

Dilansir laman ITC Shopping Festival, di ITC Mangga Dua kamu akan menemukan berbagai jenis produk dari dalam dan mancanegara. Mulai dari produk dari China, Korea, Hongkong dan Thailand.

Alamat: Jl. Mangga Dua Raya, RT.11/RW.5, Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara.

4. Pusat Grosir Cililitan (PGC)

Menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak warga berburu baju lebaran. PGC menjadi tempat alternatif tempat berbelanja baju jelang lebaran.Ilustrasi menjelang Hari Raya Idul Fitri, banyak warga berburu baju lebaran. PGC menjadi tempat alternatif tempat berbelanja baju jelang lebaran. Foto: Chelsea Olivia Daffa

Buat kamu yang suka cari baju dengan harga grosir yang terjangkau, PGC bisa jadi pilihannya. Meski harganya bersaing, di sini kamu akan dengan mudah menemukan berbagai gamis, tunik, baju koko, hingga hijab, dengan desain yang trendi.

Alamat: Jl. Mayjen Sutoyo Nomor 76 Cililitan, Kramat Jati, Jakarta Timur.

5. Pasar Senen

Sejumlah warga berbelanja pakaian bekas impor di Blok 3 Pasar Senen, Jakarta, Senin (10/5/2021). Sejumlah pedagang setempat mengaku penjualan pakaian bekas impor seharga Rp20.000-Rp100.000 per buah tersebut mengalami kenaikan permintaan 50-100 persen selama sepekan terakhir menjelang Lebaran. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww.Ilustrasi thrifting di Pasar Senen menjelang Lebaran. ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/aww. Foto: ADITYA PRADANA PUTRA/ADITYA PRADANA PUTRA

Buat kamu yang suka thrifting, kamu bisa mengunjungi Pasar Senen. Di sini, kamu bakal banyak menemukan pakaian bekas yang masih layak pakai.

Meskipun harganya lebih murah dibandingkan dengan baju baru, di sini kamu juga bisa berkesempatan mendapatkan baju dengan brand terkenal yang hargaya mahal.

Alamat: Jalan Pasar Senen Raya, Kelurahan Senen, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat.

(khq/fds)



Sumber : wolipop.detik.com

Bak Drama China, Gadis Desa di Jatim Viral Ternyata Putri CEO Perusahaan

Jakarta

Seorang hijabers asal Jawa Timur mendadak viral usai kisah hidupnya bak drama China menyebar di media sosial. Adalah Heffy, yang masa kecilnya tumbuh sederhana di desa, baru belakangan ini mengetahui bahwa ayahnya ternyata seorang CEO.

Dalam unggahan yang viral di media sosial, Heffy bercerita kepada Fenny Rose bahwa sejak kecil ia tinggal bersama kakek dan neneknya di Singosari, Jawa Timur. Kisahnya yang unik, ia menjadi bintang tamu di program televisi, Rumpi Trans Tv.

“Gadis yang masa kecilnya di desa ternyata ayahnya CEO, wow. Heffy kan kamu ketemu sama ayah, tinggal bareng ayah tuh dari umur 12/14 tahun. Betul ya? Tapi kamu baru bikin kontennya sekarang-sekarang ini,” tanya Fenny Rose.


“Iya,” jawab Heffy.

“Itu karena kata terinspirasi drama China?” tanya Fenny seraya tertawa.

“Iya kan lagi populer itu yang season di TikTok. Karena ayah aku juga suka nonton begitu. Terus lah kok kaya cerita aku dan aku bikin konten itu,” ungkap Heffy.

“Momen ketika ayahku beneran diam-diam CEO,” tulis Heffy di TikTok.

Video kisah wanita yang hidup sederhana di desa, ternyata ayahnya seorang CEO mendadak viral di media sosial.Video kisah wanita yang hidup sederhana di desa, ternyata ayahnya seorang CEO mendadak viral di media sosial. Foto: Dok. Youtube Trans Tv Official

Postingan tersebut sudah ditonton hingga 5 juta kali di media sosial. Heffy sendiri tinggal di Singosari, Jawa Timur. Dia tak mengetahui pekerjaan ayahnya yang ternyata seorang CEO. Kehidupan sehari-harinya begitu sederhana, seperti bermain di sawah dan sungai, serta menunggu momen sekolah untuk bisa pergi ke kolam renang.

“Jadi kebetulan aku tinggal sama nenek dan kakek. Seperti umumnya anak yang tinggal di desa. Ya, aku main di sungai, sawah dan kalau mau ke kolam renang itu nunggu dari sekolah dulu,” ungkap Heffy.

Meski hidup sederhana, ia sama sekali tidak menyangka bahwa ayahnya memiliki posisi tinggi di sebuah perusahaan. Heffy bahkan baru tinggal bersama sang ayah saat usianya menginjak remaja, sekitar 12-14 tahun.

“Kamu tidak mendapatkan uang saku berapa gitu?” tanya Fenny penasaran.

“Ya dapat seperti anak SD pada umumnya,” jawabnya.

Video kisah wanita yang hidup sederhana di desa, ternyata ayahnya seorang CEO mendadak viral di media sosial.Video kisah wanita yang hidup sederhana di desa, ternyata ayahnya seorang CEO mendadak viral di media sosial. Foto: Dok. Youtube Trans Tv Official.

Menariknya, kebiasaan hidup sederhana terbawa hingga masa kuliahnya. Heffy mengaku sempat merasa sungkan saat meminta biaya kuliah ke ayahnya yang kala itu ia ketahui memiliki jabatan penting.

“Terus katanya kamu kalau beli ice cream sebulan sekali. Waktu kuliah itu kamu katanya takut ngomong sama bapak kamu untuk membiayai?” tanya Fenny.

“Iya, nah kebetulan aku itu sudah tinggal sama ayah. Tapi kan masih apa ya? Masih hemat banget sama uang. Terbawa di kehidupan sebelumnya. Terus pas mau kuliah itu kebetulan itu kampus swasta yang lumayan sama biayanya. Ayah, ini biayanya mahal banget. Terus aku pikir ayah gak bisa bayar” kenang Heffy.

Ayah Heffy juga tak kalah eksis di media sosial. Dia membagikan perjalanan hidupnya hingga menjadi CEO dengan bisnis yang ia bangun. Pria tersebut pernah jualan sabun dan shampo. Dan perlahan mempunyai karyawan.

“Pertama kali ke China. Karyawan makin banyak. Bisa ngontrak gudang yang cukup besar. Bisa beli dan bangun kantor milik sendiri. Nambah dua gudang,” begitu kisah ayah Heffy dalam unggahannya di media sosial.

Usaha ayah Heffy semakin berkembang dan mulai menambah dua workshop produksi. Membuka cabang di Jawa Timur hingga bisa membeli rumah untuk ibu dan mertua.

Banyak warganet, termasuk Fenny Rose, yang menyebut kisah Heffy seperti drama populer asal China. “Ini benar-benar cerita seperti drama China dan itu tidak ada yang tidak mungkin,” jelas Fenny.

Heffy kini aktif bekerja, mempunyai usaha di Bali dan sudah mempunyai pasangan. Tak lama, hubungannya berakhir dan kembali ia bikin konten. Ia bercerita ke ayahnya dan langsung dibuatkan usaha untuknya.

“Ya ampun seru banget hidupnya,” ucap Fenny saat tertawa.

Ketika konten tersebut viral, ayahnya sudah mengetahui dan banyak anak-anak gen Z yang ikut mencari tahu ayah Heffy. “Ya, awalnya ngomel dan jadi dikepoin sama anak-anak gen z. Ayah itu emang suka bikin konten juga. Malah ayah yang mengajarkan bikin konten,” ujarnya.

Di balik kemewahan yang ia rasakan, Heffy menuturkan ayahnya mengajarkan dirinya agar mempunyai semangat berjuang saat membangun usaha.

“Sebenarnya karena di keluarga aku ketika kita punya privilege itu, kita juga punya tanggung jawab buat menolong orang sekitar dan banyak lagi. Semakin tinggi semakin berat tanggung jawabnya,” pungkasnya.

(gaf/eny)



Sumber : wolipop.detik.com

Penampakan Makam Han Siong Kong di Lasem yang Bikin Marga Han Dikutuk



Lasem

Orang-orang bermarga Han dikutuk di Lasem. Semua itu gara-gara Han Siong Kong yang makamnya masih ada sampai sekarang dan bisa dikunjungi wisatawan.

Kutukan untuk orang-orang bermarga Han itu adalah mereka dilarang untuk menginjakkan kaki di Lasem. Jika melanggar, mereka dipercaya akan hidup sengsara dan jatuh miskin.

Kutukan itu diberikan oleh Han Siong Kong kepada anak-anaknya dan keturunan mereka. Cerita bermula ketika keluarga Han Siong Kong datang dan tinggal di Lasem dari Tian Bao (Fujian), China pada era tahun 1700-an.


Atas usaha dagangnya yang sukses besar, Han Siong Kong pun berhasil mengumpulkan pundi-pundi kekayaan. Namun, kesuksesan itu malah dimanfaatkan oleh anak-anaknya.

Mereka disebut suka menghambur-hamburkan harta milik sang ayah. Mereka hobi berfoya-foya dan doyan bermain judi.

Jenazah Sang Ayah Ditelantarkan Anaknya

Ketika Han Siong Kong meninggal, anak-anaknya pun ikut menandu jenazah sang ayah untuk dibawa menuju ke tempat peristirahatan terakhir di Desa Babagan, Lasem.

Setibanya di area makam, tiba-tiba hujan lebat datang mengguyur. Anak-anak Han Siong Kong yang semula menandu jenazah bapaknya, malah pergi meninggalkan begitu saja jenazah itu.

Setelah hujan reda, anak-anak Han Siong Kong kembali ke lokasi dimana mereka meninggalkan jenazah sang ayah. Betapa kagetnya mereka ketika mengetahui jenazah sang ayah sudah menghilang dan berganti jadi gundukan makam.

“Tiba-tiba petir muncul dan terdengarlah kutukan, bahwa keturunan Han tidak boleh tinggal di Lasem. Apabila melanggar akan jatuh miskin,” ujar Agni Malagina, peneliti Sejarah Cina di Lasem.

Makam Han Siong Kong Masih Ada dan Bisa Dikunjungi

Makam Han Siong Kong hingga kini ternyata masih dapat dijumpai wisatawan. Lokasinya berada di Desa Babagan, Kecamatan Lasem, Rembang, Jawa Tengah.

Makam itu terletak berdekatan dengan permukiman warga dan area tegalan. Jarak antara lokasi pohon tempat jenazah Han Siong Kong ditelantarkan anaknya, dengan lokasi makamnya terbilang cukup jauh, sekitar 300-an meter.

Makam Han Wee Sing atau Han Siong Kong di Desa Babagan, Lasem, Rembang, Rabu (29/5/2024).Makam Han Wee Sing atau Han Siong Kong di Desa Babagan, Lasem, Rembang. Foto: Mukhammad Fadlil/detikJateng

Ada papan nama penunjuk lokasi makam. Di papan penunjuk lokasi tertulis ‘Makam Keramat Han Wee Sing (Nama lain Han Siong Kong) di Desa Babagan’.

Di lokasi makam Han Siong Kong, suasana sepi begitu terasa. Makam itu dikelilingi tanaman semak-semak sebagai pagar pembatas.

Di lokasi itu hanya ada dua makam. Dua-duanya berciri khas makam Tionghoa. Material bangunannya memakai tembok, dicat berwarna putih.

Satu makam ukurannya cenderung lebih besar dan makam yang satunya lagi berukuran lebih kecil. Kedua makam itu ada bongpainya atau batu nisan China. Masing-masing bongpai itu memakai tulisan aksara China.

Ketua Pokdarwis Desa Babagan, yang sekaligus Pemerhati Budaya dan Sejarah di Lasem mengatakan, makam keramat Han Wee Sing di desanya itu adalah makamnya Han Siong Kong.

“Ya makamnya di situ (Desa Babagan). Ada papan petunjuk, ‘Makam Keramat Han Wee Sing di Desa Babagan’. Itu Makamnya Han Siong Kong. Dia dikenal juga dengan nama Han Wee Sing atau Han Siong Kong. Yang besar itu makamnya Han Siong Kong, kalau kecil itu Dewa Bumi. Orang Tionghoa kalau mau nyekar harus nyembayangi dulu Dewa Bumi. Ibarat orang Jawa kalau mau kirim doa orang tuanya, harus nyebut Nabi Muhammad dulu,” tutur Agik.

——

Artikel ini telah naik di detikJateng.

(wsw/wsw)



Sumber : travel.detik.com

Bukan Negeri China, Ini Old Shanghai di Jakarta Timur yang Asyik buat Ngonten



Jakarta

Butuh tempat foto dengan latar bangunan-bangunan khas Negeri Tirai Bambu? Atau butuh tempat baru yang memiliki banyak pilihan makanannya? Old Shanghai bisa jadi tujuan tersebut, tempat ini memiliki konsep yang unik dan bisa memberikan kesan yang menarik saat berkunjung ke sini.

Berada di kawasan Sedayu City, Kelapa Gading, Jakarta Timur, Old Shanghai jadi tujuan baru masyarakat Jakarta untuk berburu kuliner dengan nuansa khas China. Fasad bangunan-bangunan di kawasan itu menjadi daya tarik.

Arsitektur ala bangunan tradisional China ini keren-keren, cocok untuk diabadikan dan di-upload di sosial media. Jika orang-orang tak tahu dengan tempat ini mungkin akan menyangka traveler sedang berada di daratan China sungguhan.


Ketika pertama kali masuk akan disambut gapura megah nan tinggi menjulang dengan ornamen yang bertuliskan aksara China dan makhluk ikoniknya, naga. Di kedua sisi gapura ini juga terdapat mural-mural yang tak kalah memesona,

Masih berada di area depan, pengunjung juga pastinya bakalan mengabadikan momen terlebih dahulu di gapura tersebut sebelum masuk lebih dalam dan mengeksplorasi setiap sudut di Old Shanghai ini. Berjalan melewati gapura tersebut, detikTravel pun makin terpukau dengan bangunan pagoda berwarna merah yang tepat berada sejajar dengan gapura.

Tempat ini mengingatkan detikTravel dengan film-film kolosal yang kerap diperankan oleh Jet Li, saat berada di sini terasa kita masuk ke tempat kaisar-kaisar China zaman dahulu. Tak perlu mengeluarkan kocek yang mahal traveler akan serasa tengah berlibur berada di China.

Selain bangunan-bangunan ikonik, di Old Shanghai Sedayu City juga terdapat beberapa patung. Salah satunya patung tinggi yang berada dekat pagoda, patung tersebut adalah Dewi Tian Shang Shen Mu atau Dewi Mazu yang merupakan dewi samudera.

Old Shanghai Sedayu City Jakarta TimurOld Shanghai Sedayu City Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

“Satu hal yang juga menjadi sorotan di Old Shanghai yaitu pagoda dan Altar Dewi Mazu di area tengah-tengah Old Shanghai, di mana Altar Dewi Mazu juga dijadikan tempat ibadah di depan patungnya, kami siapkan dupa dan banyak pengunjung yang berdoa disitu,” kata Deputy Division Head Commercial Retail 1 Agung Sedayu Group, Jarenta Sinaga, kepada detikTravel, Rabu (19/6/2024).

Masih banyak lagi bangunan-bangunan keren yang berada di Old Shanghai ini, lawasan yang berdiri seluas 14,515 meter persegi ini juga memiliki banyak tenant-tenant makanan. Ya memang tempat ini selain menyuguhkan keindahan suasana Kota Shanghai juga jadi spot kulineran warga sekitar.

Dalam laman resmi Agung Sedayu Group, sebagai perusahaan yang membidani tempat ini, menyebut terdapat lebih dari 80 tenant kuliner. Untuk masyarakat muslim juga tenang karena di Old Shanghai juga banyak makanan-makanan halal.

“Old Shanghai menyediakan banyak pilihan makanan non halal dan sekitar 70 persen kuliner di Old Shanghai merupakan kuliner halal,” keterangan di laman itu.

Tak cukup dengan suasana dan sajian kulinernya, Old Shanghai juga memiliki supermarket yang juga bernuansa China. Old Shanghai memang masih terbilang muda sebagai sebuah destinasi karena baru tahun 2022 lalu tempat ini resmi beroperasi.

Old Shanghai Sedayu City Jakarta TimurOld Shanghai Sedayu City Jakarta Timur (Muhammad Lugas Pribady/detikTravel)

Kendati masih baru tapi pamor tempat ini sudah begitu masyhur, terlihat dari video-video yang berseliweran di media sosial tenant Old Shanghai. Memang tak aneh bila tempat ini jadi magnet untuk para pembuat konten, tempat yang keren serta akses masuk yang mudah.

“Banyak pengunjung yang gemar mencari spot foto yang instagramable dan aesthetic, seringkali juga banyak yang membuat konten vlog ala-ala di sini. Sehingga membuat kita menjadi bertambah exposure dan semakin banyak orang mengenal Old Shanghai,” kata Jarenta.

Untuk bisa masuk ke kawasan ini tak dipungut biaya dan jika ingin berkunjung ke tempat ini, waktu yang pas adalah sore hari. Selain tak terlalu terik, keindahan tempat ini akan semakin meningkat ketika lampu-lampu mulai menyala.

Ini semakin menggugah semangat untuk mengeksplor setiap ikon di Old Shanghai dengan latar bangunan khas China dan lampion-lampion menggantung yang semakin membuat foto jadi keren. Old Shanghai juga bisa didatangi setiap hari, mulai Senin-Jumat buka pada pukul 10.00-22.00 WIB dan Sabtu-Minggu mulai pukul 07.00 WIB sampai 23.00 WIB.

(wsw/fem)



Sumber : travel.detik.com

Gedung Candra Naya Bertahan Dipeluk Gedung-gedung Modern nan Menjulang



Jakarta

Jakarta Barat memiliki kawasan Pecinan terluas di Indonesia. Salah satunya ditandai dengan bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa, salah satunya Gedung Candra Naya.

Gedung Candra Naya berada di Jalan Gajah Mada Nomor 188, Jakarta Barat. Gedung itu dulu merupakan rumah tinggal milik Mayor Khouw Kim An dan didirikan pada abad ke-19.

Gedung Candra Naya tak terlihat dari jalan raya. Gedung itu diapit oleh bangunan-bangunan tinggi seperti hotel, perkantoran, dan apartemen.


Gedung Candra Naya memiliki tiga bangunan asli. Satu bangunan utama dekat lobi hotel sedangkan dua lainnya berada di kedua sisi bangunan utama tersebut. Sebetulnya dulu ada empat bangunan namun kini sudah berubah menjadi apartemen.

Petugas keamanan yang berjaga di Gedung Candra Naya, Lutfi mengatakan bangunan tersebut merupakan ruangan selir dan bangunan itu memiliki dua tingkat.

Jakarta Barat memang terkenal dengan Pecinan Glodoknya, di area tersebut berjejal berbagai makanan hingga bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa. Namun beranjak sedikit dari kawasan tersebut ada bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang telah melegenda. Bangunan itu adalah Gedung Candra Naya.Gedung Candra Naya di Glodok, bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang melegenda. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Saat detikTravel berkunjung Gedung Candra Naya, Rabu (17/7/2024) Lutfi menceritakan beberapa hal tentang gedung yang telah menjadi cagar budaya itu.

“Ini bangunan ada tiga bangunan, sisi selatan sama sisi utara, nah ini bangunan induknya. Ini rumah Khouw Kim An, dulu dibelakang ada (bangunan) dua lantai nah itu tempatnya para selir, sekarang udah dibongkar dimakan sama apartemen,” kata Lutfi.

Dari catatan sejarah yang berada di gedung tersebut, belum ada tahun pasti kapan bangunan ini resmi didirikan, yang pasti bangunan ini sudah ada sebelum Khouw Kim An lahir. Jadi entah sang kakek Khouw Kim An (Khouw Tjeng Tjoan) atau sang ayah (Khouw Tian Sek), anggapannya bangunan ini dibangun tahun 1807 oleh Khow Tjeng Tjoan untuk merayakan kelahiran anaknya yakni ayah dari Khouw Kim An di tahun 1808.

“Yang dari sejarah itu kemungkinan sekitar 1800-an ini bangunan dibangun, sekarang yang orang tahu tuh rumahnya Mayor Khouw Kim An. Nah itu Khouw Kim An sendiri adalah penerus, dia sebagai cucu bukannya sebagai yang punya (pendiri) bangunan ini jadi ini peninggalan rumah kakeknya,” ujar Lutfi.

Jakarta Barat memang terkenal dengan Pecinan Glodoknya, di area tersebut berjejal berbagai makanan hingga bangunan-bangunan bernuansa Tionghoa. Namun beranjak sedikit dari kawasan tersebut ada bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang telah melegenda. Bangunan itu adalah Gedung Candra Naya.Gedung Candra Naya, bangunan lama berarsitektur Tionghoa yang melegenda. (Muhammad Lugas Pribady/detikcom)

Khouw Kim An sendiri lahir pada 5 Juni 1879, berjalannya waktu rumah peninggalan keluarganya itu ditempati olehnya. Melanjut dari catatan di Gedung Candra Naya, Khouw Kim An menempati bangunan ini pada tahun 1934.

Khouw Kim An diberikan jabatan oleh Pemerintah Belanda kala itu untuk mewakili etnis Tionghoa di Batavia, tahun 1905 karena karirnya dianggap mumpuni alhasil pangkat letnan disematkan kepadanya. Dan kurang dari sepuluh tahun Khouw Kim An sudah dua kali naik jabatan, di tahun 1908 menjadi kapten dan 1910 menjadi mayor.

Ketika Bangsa Jepang masuk ke Indonesia di tahun 1942, dalam catatan Khouw Kim An ditahan oleh Jepang dan meninggal dalam tahanan pada 13 Februari 1945. Sepeninggal Khouw Kim An bangunan ini pun beberapa kali beralih fungsi.

Alih Fungsi dari Pusat Perkumpulan Warga Tionghoa hingga Pusat Pendidikan Candra Naya

Setelah Perang Dunia Kedua berakhir di tahun 1946, bangunan ini dipakai menjadi tempat bagi Asosiasi Xin Ming (perkumpulan sosial) yang memiliki tujuan sebagai pusat informasi bagi etnis Tionghoa kala itu. Berbagai kegiatan banyak asosiasi ini lakukan di antaranya membuat klinik diagnostik yang menjadi awalan dari Rumah Sakit Sumber Waras.

Selain itu juga beberapa kegiatan olahraga seperti biliar, bulu tangkis hingga kungfu. Dan gedung tersebut juga sempat jadi pusat pendidikan SD, SMP, SMA yang bernama Candra Naya, di tahun 1965 atas permintaan Organisasi Persatuan Etnis untuk mengganti nama gedung menjadi Gedung Candra Naya.

Kini di area belakang bangunan utama Gedung Candra Naya terdapat sebuah kolam ikan yang indah. Menurut Lutfi kolam tersebut bukan bawaan dari bangunan lama.

Ia mengetahui setelah bertanya kepada salah satu pengunjung yang ternyata sempat mengenyam pendidikan di SD Candra Naya.

“Kolam ikan itu baru, dulu lapangan tempat latihan kungfu. Soalnya saya dapat informasi ini semuanya itu memang dari alumni SD dulu yang di sini, saya tanya umurnya udah berapa? Udah 60 tahunan,” kata dia.

Gedung Candra Naya saat ini seperti tak lekang dimakan zaman, walaupun sudah ratusan tahun berdiri daya tarik bangunannya masih terus terjaga. Arsitektur China klasik terlihat dari berbagai ukiran yang ada di setiap bangunan tersebut, Lutfi juga menyebut juga kerap datang arsitek yang ingin melihat bangunan Candra Naya.

“Ada beberapa arsitek yang datang ke sini, liat-liat bangunan ini katanya buat referensi dia gitu,” ujar Lutfi.

Bangunan yang statusnya sudah menjadi cagar budaya ini tetap bertahan di tengah gempuran gedung tinggi di sekelilingnya. Jika ingin langsung melihat keindahan bangunan ratusan tahun ini, kamu bisa datang setiap harinya mulai pukul 08.00 hingga 20.00 WIB.

(fem/fem)



Sumber : travel.detik.com