Sepanjang awal Mei 2022, market aset kripto terus tertekan dan cenderung bearish. Di tengah kondisi market tersebut, terjadi drama stablecoin TerraUSD (UST) yang menambah panik investor akan masa depan investasi kripto ke depan. Simak terus aritkel ini untuk tips investasi kripto agar tetap cuan!
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, mengatakan ada beberapa tips investasi kripto yang bisa dilakukan oleh investor ketika kondisi market sedang bearish. Kondisi market kripto yang naik-turun menjadi siklus yang biasa dan juga terjadi pada instrumen investasi lainnya.
“Penting bagi investor untuk tidak panik dan tetap berkepala dingin. Kondisi market yang bearish masih bersifat sementara. Market kini sudah mulai stabil dan nilai pasar pun akan kembali menguat,” kata Afid.
Terkait kekhawatiran investor terhadap stablecoin yang dianggap sudah terlalu volatil untuk saat ini sebagai salah portofolio investasi, Afid yakin hal itu juga akan bersifat sementara dan berdampak dalam jangka pendek.
“Stablecoin memang sentimennya lagi negatif. Namun, stablecoin sendiri ini masih jadi inovasi terkuat di dunia kripto. Stablecoin bisa menjadi media investasi yang baru bagi pasar. Stablecoin yang memiliki underlying aset mata uang fiat, seperti rupiah dan dolar AS menjadi pembeda dari aset kripto lain, dari segi nilai praktis dan kegunaannya,” ungkapnya.
Di tengah situasi yang fluktuatif ini, apa yang bisa dilakukan oleh investor untuk menghadapi market bearish?
5 Tips Investasi Kripto agar Tetap Cuan
Pahami risiko yang sebelum berinvestasi
Penting untuk memahami apa yang investor hadapi sebelum berinvestasi dalam aset kripto. Pertama, sifat kriptografi blockchain harus dipahami oleh setiap investor. Investor harus memahami bagaimana transaksi dicatat dalam database terdistribusi, dan bagaimana blockchain yang berbeda mendukung koin kripto yang berbeda.
“Misalnya, dalam kasus crash UST baru-baru ini, stablecoin seharusnya tetap stabil, bahkan jika pasar kripto berfluktuasi. Jangan kaget jika Anda melihat nilai kripto naik atau turun dengan selisih yang signifikan, karena market ini masih baru dengan segala inovasinya,” kata Afid.
Sulit untuk memprediksi kondisi pasar ketika dalam kondisi market bearish. Sebaiknya jangan berinvestasi ketika hanya ingin fokus untuk menjadi kaya dalam waktu cepat. Fokuslah pada pendekatan jangka panjang untuk berinvestasi dan asumsikan bahwa setiap aset yang dibeli saat ini akan terus dipegang selama beberapa tahun kedepan.
Lakukan strategi buy the dip ketika harga sedang turun
Hal yang paling sering dilakukan dalam perdagangan aset kripto adalah mengambil keuntungan dari harga rendah sebagai titik masuk yang baik di market bearish. Harapannya adalah investor tetap dapat bisa mendapatkan keuntungan ketika harga kembali pulih. Namun, tetap pelajari teknikal analisis masing-masing aset kripto yang dipilih.
“Bagi yang baru ingin memulai investasi di aset kripto, kondisi market bearish ini dapat dijadikan sebagai titik awal memulai investasi karena aset kripto cenderung berada di harga yang lebih rendah dari biasanya,” ungkap Afid.
Memakai istilah menempatkan semua telur dalam satu keranjang, bukanlah strategi yang tepat di dunia kripto. Lebih baik adalah membagi pendapatan yang dapat diinvestasikan menjadi aset yang berbeda.
Gunakan dana yang investor mampu. Jika membeli kripto apa pun, mulailah dalam jumlah kecil. Investasikan hanya uang yang tidak akan mengubah atau membahayakan gaya hidup dengan cara apa pun.
Berinvestasi di stablecoin
Walau masih diterpa sentimen negatif UST, stablecoin masih menjadi portofolio yang tergolong aman saat kondisi pasar bearish. Sebelum memilih investasi di stablecoin, lakukan riset terlebih dahulu, karena ada banyak jenis dengan dukungan aset yang berbeda, ada yang didukung uang fiat, aset kripto dan komoditi, seperti emas. Semuanya ada keuntungan dan kekurangan.
Pasar kripto sedang mengalami fase yang sulit. Untuk itu perlu adanya strategi untuk menghadapi bear market di saat terjadinya penurunan nilai Bitcoin dan altcoin yang populer. Harga Bitcoin telah turun 70% dari harga tertinggi sepanjang masa di $ 69.044 menjadi sekitar $ 20.348 pada saat artikel ini ditulis.
Begitu juga dengan nasib aset kripto lainnya, seperti harga Ethereum yang turun lebih dari 75%, Tron turun 76% dan SOL dan AVAX yang keduanya turun hingga 88%. Sementara itu, nilai kapitalisasi market kripto sempat anjok $ 1 triliun. Untuk menghadapi bear market diperlukan strategi yang kuat untuk melewati fase sulit ini.
VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein, mengatakan industri aset kripto global kini memasuki kontraksi yang mereka labeli dengan istilah “crypto winter.” Kekacauan makroekonomi dan geopolitik saat ini sebagai katalis untuk masalah tersebut.
“Sentimen pasar kripto global kini memasuki masa yang tertekan ditandai dengan ketakutan yang ekstrem, dan gejolak ekonomi global baru-baru ini menambah perubahan secara menyeluruh di industri. Investor harus melakukan penyesuaian dengan kondisi market untuk tetap mendapatkan profit dalam jangka pendek maupun panjang,” kata Adytia.
Di tengah kondisi suku bunga yang tinggi, banyak investor yang ragu untuk masuk ke investasi aset berisiko seperti kripto. Bahkan tidak sedikit investor yang menjual aset kripto mereka dengan kerugian. Jadi apa tindakan terbaik yang harus diambil oleh investor kripto?
Strategi Tepat Investasi Kripto di Tengah Tren Bear Market
Menurut Adytia, hal yang paling penting untuk dipahami adalah bahwa apa yang disebut “crypto winter” bukanlah akhir dari segalanya. Kabar baiknya adalah, setidaknya secara historis, musim dingin kripto selalu diikuti oleh kenaikan kuat yang membuat Bitcoin dan berbagai proyek altcoin mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa.
Strategi Menghadapi Bear Market
1. Tetap Tenang
Bagi investor, strategi terbaik yang harus dilakuka untuk menghadapi bear market adalah mencoba dan menilai situasi secara objektif. Terlalu mudah untuk membuat keputusan berdasarkan emosi ketika nilai portofolio hancur sangat tidak bijak. Mengelola emosi selama bear market terjadi tidaklah mudah. Oleh karena itu, harus tetap tenang dan mengingat kembali tujuan investasi di kripto sejak awal,” jelasnya.
2. Gunakan Strategi Dollar Cost Averaging dan Buy Dip
Strategi untuk menghadapi bear marketselanjutnyaadalahdengan mengamati pergerakan aset kripto cenderung sulit diprediksi. Banyak investor setuju bahwa jalan terbaik ke depan adalah dengan mengadopsi strategi Dollar Cost Averaging (DCA) dan Buy The Dip di mana membeli sejumlah aset kripto di saat pasar mengalami koreksi bearish yang signifikan.
Ilustrasi market aset kripto.
“Strategi ini sendiri dapat menjadi peluang yang menguntungkan, ketika market kembali bull run. Sampai saat ini, DCA telah terbukti bisa meningkatkan nilai investasi dalam perdagangan kripto, jika melihat historis sacara market bearish beberapa waktu lalu,” ucap Adytia.
Lebih lanjut, strategi short selling saat harga aset kripto turun bisa diterapkan. Short positioning ini akan menguntungkan saat nilai aset tertentu mengalami penurunan. “Namun, perlu diingat pelajari dahulu teknis short selling, karena dibutuhkan prediksi yang tepat atas pergerakan harga kripto.”
Saat bear market dan aktivitas transaksi menurun, investor bisa memanfaatkan waktu tersebut untuk melakukan riset. Pelajari kembali berbagai jenis aset kripto yang saat ini tersedia di market atau mencari lebih banyak strategi investasi untuk mengurangi risiko kerugian di masa mendatang.
“Jadi, pastikan investor lakukan analisis mengapa harga turun, dan gali lebih dalam alasannya. Dan tidak lupa untuk melakukan diversifikasi investasi di berbagai aset kripto, jangan fokus pada jenis-jenis kripto tertentu saja,” pungkas Adytia.
Investor kripto kini tengah dihadapkan dengan bear market. Indikasi besarnya harga Bitcoin telah turun 70% dari pencapaian All Time High (ATH) US$ 68.789 di November 2021.
Tidak hanya itu, market cap kripto secara keseluruhan kembali di bawah US$ 1 triliun untuk pertama kalinya sejak Januari tahun 2021 lalu di tengah kondisi bear market. Melihat kondisi market bearish ini, investor bisa mengikuti beberapa tips di bawah ini agar tetap profit atau untung.
Berikut5 tips tetap profit saat bear market untuk investor kripto:
1. Lakukan Strategi Buy the Dip dan Dollar Cost Averaging
Market aset kripto memang terkenal sangat fluktuatif, tetapi itu tidak berarti investor harus diam saja melihat portofolio anjlok di saat bear market. Sudah saatnya menerapkan strategi Buy the Dip yang mengacu pada praktik membeli sejumlah kripto setiap kali ada koreksi bearish yang signifikan di pasar.
“Idenya adalah, jika harga kripto yang dibeli sebelumnya kembali ke level tertinggi, investor akan mendapatkan keuntungan yang bagus. Meskipun membeli kripto di saat harga turun dapat dilakukan dalam satu perdagangan, strategi yang paling direkomendasikan adalah menerapkan Dollar Cost Averaging (DCA),” kata VP Marketing Tokocrypto, Adytia Raflein.
DCA ini melibatkan pembelian kripto menjadi bagian-bagian yang lebih kecil dan melakukan beberapa perdagangan dari waktu ke waktu. Misalnya, kamu punya cadangan dana sebesar Rp 1 juta. Strategi DCA yang baik adalah memecah jumlah tersebut menjadi lima tahap senilai Rp 200 ribu atau bahkan 10 tahap sebesar Rp 100 ribu dan menempatkan perdagangan menggunakan jumlah yang lebih kecil tersebut.
Biasanya lebih baik membeli kripto dengan nominal kecil dan menunggu untuk melihat apakah aset jatuh harga lebih lanjut. Jika ya, belilah sedikit lagi, dan seterusnya. Melakukan hal ini biasanya akan mendapatkan hasil yang jauh lebih baik daripada kamu telah menginvestasikan semua modal dalam satu perdagangan.
Mungkin bagi sebagian orang investasi aset kripto punya tujuan yang berbeda-beda. Jadi jangan sampai melakukan kesalahan yang sama seperti orang lain dengan faktor risiko yang berbeda tingkatannya.
Jadi, tetapkan batas berapa banyak kamu berinvestasi dalam aset kripto tertentu dan jangan tergoda untuk berinvestasi dengan lebih banyak uang daripada yang bisa ditanggung, jika mengalami kerugian.
“Investasi kripto adalah instrumen berisiko tinggi, terlebih saat bear market seperti ini, investor dituntut untuk lebih ketat dalam mengelola risiko dan dana yang bisa diinvestasikan. Pastikan pengelolaan finasial berjalan baik,” saran Adytia.
Ilustrasi perempuan semakin tertarik investasi aset kripto.
3. Gunakan Indikator untuk Temukan Titik Masuk Terbaik
Untuk investor yang memiliki pemahaman dasar atau lebih tinggi tentang analisis teknis, yaitu praktik memprediksi pergerakan harga aset berdasarkan tren, indikator dan pola grafik dimungkinkan untuk menggunakan indikator tertentu untuk mengukur kapan aset telah mencapai titik terendah atau bottom.
Tentu saja, tidak ada indikator yang benar secara mutlak, tetapi sering kali dapat memberi sinyal yang kuat saat harus membeli di saat harga kripto mengalami penurunan. Salah satu, metode yang populer adalah dengan menggunakan indikator Relative Strength Index (RSI), yang bisa menandakan di mana titik oversold dan overbought kripto untuk sinyal bullish dan bearish.
4. Diversifikasi Portofolio Kripto
Investor juga wajib melakukan diversifikasi aset kripto yang dimiliki. Mungkin saat bear market ini, altcoin lebih menguntungkan dibanding Bitcoin. Jadi mengakumulasi dan trading altcoin cenderung lebih untung, karena ada banyak sentimen yang menggerakannya.
Tidak ada gunanya berinvestasi terlalu banyak dalam satu aset kripto tunggal. Seperti halnya saham, sebarkan dana di antara berbagai aset kripto. Ini berarti investor tidak mengambil risiko yang tinggi, jika salah satu dari mereka jatuh nilainya terutama karena harga pasar dari investasi ini sangat fluktuatif.
Ini mungkin tampak sederhana, tapi sulit dilakukan. Mengelola emosi selama bear market tidak semudah kedengarannya. Faktanya, ini sering digambarkan sebagai hal yang paling sulit untuk dikuasai ketika mempelajari cara berinvestasi kripto secara profesional.
Ilustrasi sukses investasi aset kripto.
Langkah penting adalah menyadari bahwa ketakutan dan keserakahan adalah motivator yang kuat dan sering kali dapat menyebabkan pengambilan keputusan cepat yang berakhir dengan kehilangan keuntungan. Memiliki rencana konkret, sebelum melakukan investasi dapat menghasilkan keuntungan.
Pergerakan market kripto sangat fluktuatif, sehingga investor mungkin frustasi, jika melewatkan kesempatan untuk membeli di saat harga penurunan kali ini. Pastikan untuk memilih strategi berinvestasi dengan tepat, kemudian menyimpan sejumlah modal sebagai cadangan untuk tetap tenang saat bear market yang berkepanjangan.
6. Ikut Promo dari Tokocrypto
Untuk tetap untung saat bear market, Tokocrypto membebaskan biaya trading Bitcoin dengan pairingfiat untuk seluruh penggunanya. Benefit ini bisa didapatkan langsung dengan mudah.
Program Zero-Fee Bitcoin Trading ini bisa digunakan untuk seluruh pengguna Tokocrypto. Promo ini berlaku untuk perdagangan dengan pairing BTC yang dapat nikmati mulai 8 Juli 2022.
Ilustrasi program program Zero-Fee Bitcoin Trading di Tokocrypto.
Ada 6 spot trading pairs yang dibebaskan untuk biayanya mulai dari BTC/BIDR, BTC/BUSD, BTC/DAI, BTC/TUSD, BTC/USDC dan BTC/USDT. Syarat untuk mendapatkan gratis trading fee Bitcoin, pengguna Tokocrypto harus menyelesaikan verifikasi KYC (Know Your Costumer) Level 1.
Tidak hanya itu, Tokocrypto juga meluncurkan fitur baru, yaitu TKO Trading Fee, di mana pengguna bisa membayar biaya trading menggunakan TKO dan mendapatkan diskon sebesar 25%. Hadirnya fitur TKO Trading Fee yang memberikan keuntungan untuk para holders TKO.
Dengan fitur TKO Trading Fee, pengguna Tokocrypto tidak akan dipusingkan lagi dengan biaya trading fee, sehingga bisa dapat keuntungan yang maksimal. Diskon trading fee ini bisa digunakan semua pengguna dengan berbagai pilihan aset kripto.
Untuk mengetahui informasi lebih lengkap terkait program Zero-Fee Bitcoin Trading bisa simak di linkini dan TKO Trading Fee di linkini.
Bitcoin (BTC) akhirnya kembali meluncur ke titik pivot penting di harga $ 30.000 per keping, setelah reli singkat awal pekan ini menjadi sekitar $ 31.700. Ternyata pergerakan Bitcoin ini masih dipengaruhi oleh sejumlah sentimen negatif.
Aset kripto terbesar sejagat itu baru-baru ini berpindah tangan sekitar $ 30,100, turun 3,31% pada Kamis (9/6) pukul 9.00 WIB yang terpantau di CoinMarketCap. Sementara, nilai Ethereum (ETH), aset kripto terbesar kedua berdasarkan nilai pasar, turun 1,4% menjadi $ 1.788.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan Bitcoin masih sangat bergantung dengan kemungkinan hasil pertemuan kebijakan moneter Bank Sentral Eropa pada hari Kamis ini. Dan, ada kemungkinan bank sentral di luar Federal Reserve AS mungkin mulai memegang kendali atas pasar.
“Investor masih belum menunjukkan tanda-tanda bakal melakukan aksi jual dengan agresif. Pasalnya, mereka mengantisipasi hasil rapat Bank Sentral Eropa hari ini dan perilisan inflasi AS Mei keesokannya,” kata Afid.
Lebih lanjut Afid menerangkan, ketika bank sentral mulai menaikkan suku bunga, secara teoritis membuat investor akan menahan uang mereka karena lebih menarik dibandingkan masuk ke investasi yang berisiko, seperti kripto.
Hal tersebut bisa berimplikasi pada Bitcoin karena harganya biasanya dalam mata uang dolar AS, dan trennya sering kali bertepatan dengan pergerakan greenback versus mata uang regional utama.
“Jika Bank Sentral Eropa menaikkan suku bunga acuannya, maka The Fed pun kemungkinan bakal ikutan menaikkan suku bunga sebesar 50 basis poin bulan ini. Kenaikan suku bunga acuan agresif menaikkan daya tarik instrumen berpendapatan tetap dan nilai Dolar AS,” jelasnya.
Aset berisiko dipandang tidak menarik di mata investor dan membeli aset kripto menjadi lebih mahal, mengingat harganya selalu diukur dalam denominasi dolar AS. Faktor makroekonomi sangat mempengaruhi keputusan investor institusi untuk keluar-masuk pasar kripto. Dengan demikian, ada kemungkinan harga aset kripto bakal kembali berbalik arah dalam beberapa waktu mendatang.
Regulasi aset kripto dan angka ekonomi yang lemah jelas membebani sentimen investor dan data derivatif menunjukkan investor Bitcoin menghindari posisi long leverage, ditambah mereka enggan mengambil risiko penurunan.
Saat ini, jelas bahwa kondisi bear market menetapkan $ 32.000 sebagai level resistance dan penurunan berulang ke level $ 28.200 kemungkinan akan berlanjut.
Market aset kripto ternyata bergerak positif pasca, Bank Sentral AS, The Fed menaikkan suku bunga acuannya sebesar 75 basis poin alias kenaikan tertinggi sejak tahun 1994. Satu yang mengejutkan, harga Bitcoin yang sempat anjlok ke US$ 20.000, kini bergerak agresif menuju zona hijau.
Melansir CoinMarketCap pada Kamis (16/6) pukul 09.00 WIB, nilai Bitcoin (BTC) naik 1,57% dalam sehari terakhir menjadi di US$ 22.594. Sementara itu, nilai Ethereum (ETH) juga naik 1,18% ke US$ 1.232 di waktu yang sama.
Performa mengejutkan dari sejumlah altcoin, seperti Solana (SOL), Polkadot (DOT) dan Dogecoin (DOGE) kompak meroket lebih dari 10% dalam 24 jam terakhir. Altcoin yang menjadi juara adalah Aragon (ANT) yang meluncur 53,99% dalam sehari terakhir. Selain itu, terdapat pula Basic Attention Token (BAT) yang tumbuh 24,05% di waktu yang sama.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat ini dampak positif dari keputusan The Fed yang menaikkan suku bunga acuan untuk menekan inflasi AS yang terus meninggi. Selain itu, investor menangkap kebijakan The Fed ini hanya berdampak sementara, sehingga market kembali bergairah, seperti saham dan kripto.
“Peningkatan ini memulihkan sebagian besar kerugian yang dialami oleh investor selama enam hari terakhir. Kenaikan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, karena dalam market ada istilah “sell on rumor buy on news.” Karena ekspektasi suku bunga naik 75 basis poin dan ternyata terjadi, maka investor jual dulu dan beli setelah udah benar naik 75 basis poin,” jelas Afid.
Kenaikan atau rebound pada market kripto bisa saja tidak terjadi, jika The Fed menaikan suku bunga acuan hingga 100 basis poin, karena investor yang terlanjur melakukan aksi jual, tidak akan kembali beli. Hal ini terjadi ketika pengumuman data inflasi AS pada Jumat (10/5) lalu, investor tidak melakukan aksi beli karena salah prediksi, yang diperkirakan akan turun, tetapi malah meninggi.
Investor juga perlahan tenang setelah ketua The Fed, Jerome Powell, mengatakan bahwa mereka hanya akan mengerek suku bunga acuan dengan kencang pada saaat tertentu saja. Akibatnya, pengetatan kebijakan moneter tersebut hanya untuk sementara dan tidak berencana mengerek suku bunganya secara agresif di jangka panjang.
“Sinyal terkait kepastian kebijakan moneter tersebut menuntun pelaku pasar kembali ke market kripto dan meninggalkan aset berpendapatan tetap. Aset digital secara signifikan berkorelasi dengan pasar keuangan AS dalam beberapa bulan terakhir, yang keduanya terus melemah,” tutur Afid.
Ilustrasi aset kripto, Bitcoin dan Ethereum. Foto: Pixabay.
Proyeksi harga Bitcoin dan Ethereum Setelah Rebound
Gerakan rebound ini mungkin hanya sementara, sentimen negatif masih membayangi market kripto. Seperti, Bank Sentral Eropa mengadakan pertemuan yang tidak dijadwalkan untuk mempertimbangkan masalah pasar yang lebih luas, termasuk meningkatnya biaya pinjaman di antara negara-negara berutang di benua itu.
Sementara itu, industri kripto terus memperhitungkan dampak dari Celsius dan runtuhnya stablecoin TerraUSD (UST) dan token LUNA bulan lalu.
Jika, bear market masih terus berlanjut harga Bitcoin bisa turun dari zona overhead ini dan mencoba untuk melanjutkan tren dengan menarik pasangan di bawah US$ 20.000. Jika berhasil turun, harga BTC bisa ke level support berikutnya di US$ 17.500 dan kemudian US$ 16.000.
Sementara, Ethereum bisa menembus di bawahUS $ 1.000, ini akan menandakan dimulainya kembali tren turun. ETH kemudian bisa turun ke US$ 900 di mana pembeli akan kembali mencoba menahan penurunan.
Pergerakan market aset kripto di tengah pekan ini, terlihat sumringah ada sedikit reli menimbulkan kenaikkan harga. Sejak awal pekan, market terus berjuang untuk tidak anjlok lebih dalam di tengah penguatan sinyal resesi.
Melansir situs CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB, 10 aset kripto berkapitalisasi pasar terbesar atau big cap sukses melaju ke zona hijau dalam 24 jam terakhir. Nilai Bitcoin (BTC) melambung 1,08% ke $ 20.505 per keping dalam sehari terakhir.
Sementara, nasib altcoin lain seperti Ethereum (ETH) lebih baik, naik 3,28% ke $ 1.184 di waktu yang sama. Solana (SOL), Dogecoin (DOGE) dan Cardano (ADA) juga mengalami peningkatan masing-masing 3,28%, 1,69% dan 1%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat pergerakan market kripto yang mengalami kenaikan singkat ini disebabkan karena investor yang mulai bersemangat, setelah melihat dinamika yang terjadi di indeks pasar saham AS. Investor melacak pasar ekuitas utama seperti, Nasdaq, S&P 500 dan Dow Jones Industrial Average semuanya naik, meskipun sedikit.
“Investor kripto ternyata sedikit bergairah melihat market saham AS yang juga mengalami kenaikan. Hal ini wajar saja, mereka selalu berkaca pada stock market AS, untuk melihat ketertarikan market secara keseluruhan terhadap aset berisiko secara umum,” kata Afid.
Laporan terbaru Coin Metrics menunjukkan, korelasi antara aset kripto dan indeks saham AS telah mencapai level terkuatnya di kuartal II 2022 sejak Maret 2020. Bisa dibilang Bitcoin dan ekuitas AS bergerak hampir sejajar.
Meski demikian, reli singkat ini kemungkinan diprediksi hanya sementara. Menurut Afid, sentimen utama market kripto belum kondusif. Investor masih mencermati dinamika makroekonomi dan efektivitas pengetatan kebijakan moneter The Fed terhadap tingkat inflasi AS. Kemudian, kegagalan platform kripto, Three Arrows Capital (3AC) dan Voyager.
“Kondisi market kripto saat ini yang belum kondisi. Masih ada banyak pukulan yang bisa menghantam lebih jauh, mulai dari ketidakpastian makroekonomi, agresivitas The Fed hingga kegagalan sistem ekosistem kripto itu sendiri. Investor menyakini tidak melihat harga naik dalam waktu dekat, kecuali perubahan tak terduga terjadi,” jelasnya.
Afid melihat investor sangat menanti data inflasi AS yang sedianya bakal dirilis pekan depan. Data tersebut mungkin menunjukkan kebijakan moneter The Fed efektif atau tidak. Jika inflasi turun dan indikator ekonomi lainnya juga melanjutkan penurunan, investor mungkin merasa lebih yakin masuk ke market kripto.
Khusus untuk pergerakan Bitcoin sendiri, Afid melihat saat ini masih cenderung konsolidasi dan ada potensi penurunan harga di kisaran US$ 18.000-US$ 20.000. Bitcoin telah ‘beristirahat’ di atas US$20.000 untuk hari ketiga berturut-turut.
Adapun altcoin yang meningkat pesat adalah Storj (STORJ) yang nilainya melonjak 16,52% dalam 24 jam terakhir. Kemudian, ada THORChain (RUNE) dan Sandbox (SAND) yang masing-masing tumbuh 8,14% dan 7,62%.
Di samping itu, Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan kedua bulan Juli ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
API3, membuka daftar aset kripto berpotensi bullish pekan ini. API3 sendiri adalah token Ethereum yang digunakan untuk mendukung project API3 yang dapat digunakan untukstaking dan menerima reward, serta berfungsi sebagai jaminan untuk keberlangsungan keamanan dalam jaringan.
Afid menilai API3 dalam pekan ini bisa dibilang sebagai token keuangan terdesentralisasi (DeFi) terbaik untuk berpotensi bullish. Pemicu sentimen positifnya adalah API3 mengadakan panggilan komunitas Livestream, di mana mereka memperkenalkan Communications Lead baru mereka.
“Token API3 memiliki sentimen positif untuk masuk fase bullish. Meski akan sedikit alami penurunan terlebih dahulu diperkirakan capai harga US$ 8,4, tapi ada kemungkinan melonjak ke US$ 10,18 atau naik sekitar 18%,” kata Afid.
Peringkat API3 di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #278, dengan kapitalisasi pasar US$ 76.505.405. Pasokan yang beredar 36.907.810 koin API3 dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. Basic Attention Token (BAT)
Analisis teknikal Basic Attention Token (BAT).
Basic Attention Token (BAT) adalah token yang menggerakkan platform periklanan digital berbasis blockchain. Project kripto ini menarik karena dirancang untuk memberi reward yang adil kepada pengguna yang melihat iklan dan memberikan pengembalian yang lebih baik kepada pengiklan atas pembelanjaan iklan mereka.
Afid menilai selama 30 hari terakhir BAT telah naik lebih dari 12,1%, sementrara dalam seminggu terakhir telah naik lebih dari 15,5%. Reli BAT sebagian besar tampaknya didukung oleh berita Komunitas BAT yang memperpanjang batas waktu pengiriman untuk BAT Meme Contest untukairdrop Solana BAT NFT Brave yang akan datang di platform MagicEden.
“Ini menghasilkan minat besar dalam protokol, sehingga membawa RSI (Relative Strength Index) ke 57,53 selama sesi perdagangan intra-hari pada hari Rabu (6/7). Harga BAT bisa mencapai US$ 0,4904 dari titik support-nya US$ 0,4157 atau naik 18%,” jelas Afid.
Peringkat BAT di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #64, dengan kapitalisasi pasar US$ 642.315.114. Pasokan yang beredar 1.497.691.558 koin BAT dan maksimal pasokan 1.500.000.000 koin BAT.
3. iExec RLC (RLC)
Analisis teknikal iExec RLC (RLC).
iExec adalah platform terkemuka komputasi terdesentralisasi berbasis blockchain. Blockchain digunakan untuk mengatur jaringan pasar di mana orang dapat memonetisasi daya komputasi mereka, serta aplikasi dan bahkan kumpulan data.
Afid menilai dari pergerakan harga RLC selama 7 hari terakhir perdagangan mengarah ke peringkat risiko rendah. Alasannya pergerakan harga baru-baru ini relatif terhadap volume perdagangan memberi alasan kepada investor untuk percaya diri pada manipulasi token.
“Analisis teknikalnya memperlihatkan kenaikan secara bertahap. Titik support RLC saat ini ada di harga US$ 0,985. Lalu akan ada kemungkinan naik hingga harga US$ 1,273 dari US$ 1,046 atau melonjak 29%,” terangnya.
Peringkat BAT di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #273, dengan kapitalisasi pasar US$ 80.834.709. Pasokan yang beredar 80.999.785 koin RLC dan maksimal pasokan 86.999.785 koin RLC.
Cosmos (ATOM) memiliki proyek untuk membuat teknologi blockchain tidak terlalu rumit dan sulit bagi pengembang, berkat kerangka kerja modular yang terdesentralisasi. Afid melihat ATOM telah menembus dari garis support naik jangka panjang dan dari indikator RSI harian memiliki sinyal bullish.
“Cosmos (ATOM) telah memulai sinyal pembalikan tren, menjadikannya salah satu token tren teratas. Melampaui penolakan sebelumnya di dekat EMA 50 bisa menjadi titik balik dalam proyeksi harga token ATOM. Harga ATOM berpotensi bisa menembus US$ 10,18 atau naik 18% dari level US$ 8,54,” kata Afid.
Afid menjelaskan Cosmos telah digambarkan sebagai “Blockchain 3.0”, tujuan utamanya adalah memastikan bahwa infrastrukturnya mudah digunakan. Untuk tujuan tersebut, kit pengembangan software Cosmos berfokus pada modularitas. Ini memungkinkan jaringan dibangun dengan mudah menggunakan potongan kode yang ada.
Peringkat ATOM di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar US$ 8.548.724.516. Pasokan yang beredar 286.370.297 koin ATOM dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
5. Loopring (LRC)
Analisis teknikal Loopring (LRC).
LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.
Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini. “Dengan indikator RSI bergerak menuju wilayah overbought dan AO berkedip hijau, LRC mungkin dapat ditutup di atas US$ 0,47 pada akhir minggu ini mengingat posisinya saat ini di US$ 0,41,” tutur Afid.
Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #70, dengan kapitalisasi pasar US$ 536.222.079. Jumlah koin yang beredar 1.330.088.530 koin LRC dan maksimal pasokan 1.374.513.896 koin LRC.
Daftar 5 Aset Kripto Bearish
1. Convex Finance (CVX)
Analisis teknikal Convex Finance (CVX).
Convex Finance adalah protokol pengoptimal dan otomatisasi hasil yang dibangun di Curve Finance. Protokol ini memungkinkan pengguna untuk menerima CRV dan reward mining likuiditas yang ditingkatkan dengan usaha minimal.
Sementara, CVX adalah token asli Convex Finance untuk staking, mengeklaim biaya kinerja, dan voting tata kelola. Token ini menurut Afid berpotensi masuk ke fase bearish.
“CVX juga diperdagangkan dengan volume yang sangat rendah. Harga token saat ini berada di US$ 5,64 setelah kenaikan harga 11,96% selama sehari terakhir. CVX juga diperdagangkan dengan volume yang sangat rendah. Harga CVX potensi turun ke US$ 4,33 dari US$ 5,90 atau anjlok 25%,” ungkapnya.
Peringkat CVX di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #86, dengan kapitalisasi pasar US$ 362.694.639. Pasokan yang beredar 64.673.029 koin CVX dan maksimal pasokan 100.000.000 koin CVX.
Pekan ini Harmony (ONE) tampaknya masih terjebak di fase bearish. Afid menjelaskan dampak dari kabar Bridge Horizon yang ada di jaringan Harmony Protocol mengalami peretasan masih terasa di market.
“Investor harus menaikkan harga lebih dari US$ 0,019 untuk mencegah ONE turun di bawah US$ 0,014 sebagai tanggapan terhadap berita negatif. Penurunan tidak valid jika titik support US$ 0,023 dilanggar. Untuk menjadi bullish dalam waktu dekat, candle harga harian atau mingguan ONE harus ditutup di atas US$ 0,023,” tutur Afid.
Peringkat ONE di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #119, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 220.590.910. Pasokan yang beredar 12.295.022.547 koin ONE dan maksimal pasokan tidak tersedia.
3. Lido DAO (LDO)
Analisis teknikal Lido DAO (LDO).
Lido DAO (LDO) bernasib sama dengan Harmony (ONE) yang masih “nyaman” duduk di dalam daftar aset kripto yang potensi bearish pekan ini. Penurunan nilai LDO lalgi masih dipicu oleh kekisruhan Lido yang mengusulkan skema tata kelola baru.
“Kripto LDO masih tertekan dengan kesepakatan token tata kelola jaringan yang tak kunjung usai, membuat nilainya semakin anjlok. Dari analisis teknikalnya, nilai LDO bisa turun 37% ke harga US$ 0,416 dari US$ 0,680. Sementara level resistance-nya berada di angka US$ 0,947,” kata Afid.
Peringkat LDO di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #139, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 177.261.211. Pasokan yang beredar 312.951.154 koin LDO dan maksimal pasokan yang tersedia 1.000.000.000 koin LDO.
4. Kyber Network Crystal v2 (KNC)
Analisis teknikal Kyber Network Crystal v2 (KNC).
Kyber Network Crystal v2 (KNC) harus terkoreksi dengan penurunan nilai yang cukup signifikan. Menurut Afid, KNC akan berpotensi bearish, salah satu penyebabnya adalah karena exchange, Crypto.com pada 27 Juni lalu menghapus 15 altcoin termasuk KNC dari program Crypto Earn-nya.
“Crypto.com tidak menawarkan klarifikasi apa pun tentang mengapa ia menghapus 15 koin ini dari program hadiah Crypto Earn, tapi membuat harga KNC anjlok. Harga KNC bisa turun hingga US$ 1,207 dari US$ 1,402 atau anjlok 14%,” tutur Afid.
Peringkat KNC di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #113, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 240.851.999. Pasokan yang beredar 177.809.350 koin KNC dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Curve (CRV) merupakan token native dari Curve DAO, pertukaran terdesentralisasi untuk stablecoin. Tujuan CRV adalah untuk berfungsi sebagai media tata kelola, struktur insentif dan metode pembayaran biaya, serta metode pendapatan jangka panjang untuk penyedia likuiditas.
Afid melihat CRV telah menembus dari garis resistensi yang menurun, sehingga sudah ada sinyal bearish. CRV telah jatuh sejak mencapai tertinggi US$ 6,40 pada Januari. Pergerakan ke bawah sejauh ini telah menyebabkan rendahnya US$ 0,535 pada 18 Juni lalu.
“Dari analisis teknikalnya, nilai CRV bisa turun 20% ke harga US$ 0,839 dari US$ 1,880,” pungkas Afid.
Peringkat CRV di CoinMarketCap pada Kamis (7/7) pukul 09.00 WIB adalah #71, dengan kapitalisasi pasar langsung US$ 522.037.730. Pasokan yang beredar 537.372.111 koin CRV dan maksimal pasokan 3.303.030.299 koin CRV.
Disclaimer
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.
Untuk pertama kalinya sejak Januari 2021, kapitalisasi pasar kripto global turun di bawah $1 triliun ke kisaran US$ 977 miliar sejak 13 Juni 2022. Merujuk CoinMarketCap, kapitalisasi pasar kripto global saat artikel ini ditulis mencapai US$ 854,63 milyar.
Berdasarkan Crypto Fear dan Greed Index, sentimen investor sekarang berada dalam zona “ketakutan yang ekstrem”. Meski demikian, masih banyak pelaku industri kripto yang optimis pasar bearish ini akan berlalu dan kembali menghangat.
CEO Ripple, Brad Garlinghouse, mendorong investor kripto baru untuk bersabar di tengah pasar bearish yang memburuk.
Dia mencatat bahwa situasi pasar seperti ini bukanlah hal baru dan akan segera berlalu dan pulih. Hal itu berdasarkan pengalaman dan keyakinannya setelah melihat banyak pergerakan bullish di tahun-tahun sebelumnya.
Garlinghouse mencatat pasar mungkin menyusut dalam waktu dekat tetapi kripto akan berhasil di masa depan. “Saya dan banyak lainnya memiliki keyakinan bahwa kripto akan berhasil di masa depan sebagai bagian integral dari sistem keuangan global,” jelas dia.
Rasa optimis yang sama disampaikan oleh miliader dan investor kripto, Mark Cuban, beberapa waktu lalu.
Dia percaya pasar akan bangkit dengan syarat pelaku industrinya dapat mengembangkan aplikasi atau platform dengan utilitas yang benar-benar berguna sehingga dapat menarik kripto dari keterpurukannya.
Terkait dengan utilitas proyek, Founder Kuncicoin, Joko Crypto, menjelaskan pihaknya concern dan memiliki fundamental dengan use case project-project menarik yang tengah dibangun dan terus dikembangkan ke depannya yang menjadikannya utilitas bagi pemanfaatan Kunci.
“Kunci ingin menunjukkan kepada publik dan global, bahwa Kunci serius dalam membangun ekosistem kripto yang jelas dan berfundamental di Indonesia,” katanya kepada portalkripto.com.
Dia juga menjelaskan potensi industri kripto di Indonesia sangat besar, karena pemanfaatan kripto dapat menjadi alternatif penyelesaian beberapa masalah yang terjadi di industri kripto.
Contohnya, kripto dapat menjadi alternatif instrumen investasi dan NFT dapat menjadi cara untuk menjaga originalitas suatu karya, menambah nilai karya seni, dan memberikan royalti yang lebih baik bagi para artis sebagai pelaku industri kreatif.
Joko optimis pasar kripto, khususnya di Tanah Air, akan pulih dan berkembang terutama karena regulasi pemerintah yang mendukung.
“Regulasi aset kripto di Indonesia sudah baik dan pemerintah juga menyambut kehadiran teknologi yang masih terhitung baru seperti tidak hanya kripto tetapi juga blockchain,” kata dia.
Seperti diketahui tidak semua negara memiliki regulasi untuk mengatur kripto, apalagi mendukungnya. Setidaknya ada 12 negara yang secara terbuka menyampaikan menentang industri kripto, di antaranya Mesir, Irak, Qatar, Oman, Moroko, Algeria, Tunisia, Bangladesh, dan yang terbesar China.
Saat sebagian pelaku industri kripto optimis pasar yang sedang turun ini akan pulih, pelaku industri lainnya merasa pesimis.
Investor dan manajer hedge fund terkemuka asal AS, John Alfred Paulson, menganggap kripto adalah bubble yang akan terbukti “tidak berharga.”
Dia menyatakan bahwa kripto memiliki “limited supply of nothing” dan tidak memiliki nilai intrinsik karena volatilitas yang tinggi dibandingkan dengan yang pasar tradisional yang relatif stabil
Paulson menyimpulkan pemikirannya tentang kripto dengan dengan pernyataan tegas.
“Kripto entah dari mana mereka diperdagangkan pada akhirnya akan terbukti tidak berharga. Setelah kegembiraan habis atau likuiditas mengering, mereka akan menjadi nol. Saya tidak akan merekomendasikan siapa pun untuk berinvestasi dalam mata uang kripto,” tandasnya.
Terlepas dari optimisme dan pesimisme, teknologi blockchain dan kripto akan terus berkembang dan menawarkan fitur, fungsionalitas, dan kemampuan baru. Adopsi arus utama diprediksi semakin mungkin terjadi di tahun-tahun yang akan datang.
Aset kripto, Bitcoin mengalami gejolak kembali di akhir Juni 2022. Di awal pekan ke-4 Juni, aset kripto terbesar tersebut turun mencapai nilai terendah.
Nilai tersebut setara dengan angka tertinggi yang pernah tercatat pada 2017 lalu, tepatnya pada angka US$ 19.500 per keping.
Menyikapi situasi tersebut, pengamat aset kripto, Gareth Soloway justru menggambarkan optimismenya. Ia bahkan memperkirakan nilai Bitcoin akan menembus angka US$ 25.000 hingga US$ 28.000 secara analisis teknis.
Gareth menjabarkan bahwa terdapat beberapa alasan bahwa situasi terkini merupakan kondisi penurunan jangka pendek. Ia menerangkan bahwa Bitcoin telah mencapai yang lebih rendah dari nilai tertingginya di tahun 2017.
Pemegang aset kripto saat ini mulai melakukan banyak pembelian dengan asumsi menahan aset. Hal tersebut menunjukkan banyak orang telah cukup banyak kembali mengambil risiko. Gareth berpendapat bahwa hal tersebut akhirnya akan menjadi serangan bunuh diri.
“Penting untuk memperhatikan dan mengetahui orang-orang berinvestasi pada aset tersebut. Sehingga investor strategis dapat memahami bahwa telah mengikuti arus mayoritas,” ujarnya membuka analisa lanjutan.
Ia menjelaskan bahwa hal tersebut menjadi menarik, sebab mayoritas investor saat ini berada dalam posisi merugi. Sehingga keputusan tersebut juga dapat dikatakan sebagai sesuatu yang terlalu berisiko.
“Bitcoin pada tahun 2009 hanya berharga beberapa pennies. Perbandingan nilainya saat ini tentu sangat menakjubkan,” ujarnya.
Ia menggambarkan kondisi tersebut sebagai situasi yang sangat menjanjikan dalam jangka panjang pada aset kripto terkait. Namun Gareth tidak menganggap hal serupa berlaku dalam jangka pendek.
“Jika dibandingkan dengan momen penurunan Terra LUNA, maka Bitcoin telah kehilangan US$ 14.000 dari nilai sebelumnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa dalam dunia trading, hal tersebut dikenal dengan waktu untuk pendekatan terukur. Situasi tersebut berkaitan dengan penurunan jangka pendek.
“Sebab durasi tersebut juga akan menjadi perkiraan yang sepadan dengan peningkatan kembali sebuah aset,” ujarnya.
Ia memperkirakan bahwa Bitcoin akan mengalami peningkatan kembali hingga titik US$ 25.000 sebagai target terdekat. Nilai tersebut berpotensi menjadi nilai stabil untuk beberapa waktu menurutnya.
“Lalu tren tersebut akan berlanjut dengan gelombang naik-turun berikutnya sebelum penurunan lain yang lebih besar,” ujar Gareth. [Im]
Selain bitcoin, salah satu mata uang kripto yang saat ini banyak diperbincangkan oleh investor dan trader adalah ethereum. Ethereum banyak dicari setelah harganya yang terus naik dalam satu tahun kebelakang. Dengan umurnya yang baru menginjak 6 tahun pada 2020 ini, nilai ethereum diprediksikan akan terus naik pada tahun-tahun berikutnya.
Ethereum sendiri mulai dikenalkan oleh Vitalik Buterin pada tahun 2014, berawal dari seorang penambang bitcoin. Buterin memandang bitcoin bisa digunakan untuk hal yang lebih modern dan lebih besar. Pada saat itu, Buterin dan teman-temannya mulai membuat rancangan Whitepaper tentang proyek tersebut. Buterin menyebutkan bahwa Ethereum dirilis untuk memenuhi kebutuhan transaksi Cross-Chain dan Cross-Platform dengan tujuan utamanya menghancurkan batas-batas transaksi finansial yang ada saat ini dan didominasi oleh perbankan.
Ethereum sendiri secara sederhana merupakan platform software untuk programmer membangun aplikasi yang menggunakan teknologi blockchain. Pada platform Ethereum, ada mata uang kripto bernama Ether yang digunakan untuk bertransaksi pada jaringan tersebut. Jadi ethereum merupakan platform aplikasi, yang sebenarnya masuk ke dalam cryptocurrency adalah ether yang merupakan mata uang dari platform Ethereum. Sementara itu, bitcoin lebih dahulu ditemukan oleh anonim yang bernama Satoshi Nakamoto pada tahun 2009. Bitcoin juga menggunakan teknologi blockchain dalam sistemnya. Secara sederhana perbedaan dari dua mata uang kripto ini ada pada tujuan dan fungsinya. Bitcoin menawarkan sistem uang elektronik peer-to-peer untuk pembayaran atau transfer Bitcoin. Sementara Ethereum memfokuskan blockchain-nya untuk menjalankan program terdesentralisasi, termasuk salah satunya pembayaran atau transfer Ether. Untuk lebih lengkapnya mari kita bahas bersama.
Perbedaan Ethereum dengan Bitcoin
Hampir sama seperti Bitcoin, Ethereum merupakan sistem yang terdesentralisasi. Artinya, tidak ada seseorang ataupun perusahaan yang bisa mengontrol Ethereum. Namun, pada sistem Ethereum terdapat fitur yang paling berbeda dari bitcoin. Fitur tersebut adalah Smart Contract.
Smart Contract secara sederhana merupakan fitur untuk perjanjian antara dua orang dalam bentuk kode pada komputer. Smart contract berada di jaringan blockchain, sehingga data tersebut disimpan di database publik dan tidak dapat diubah.
Transaksi yang terjadi menggunakan smart contract akan diproses oleh blockchain, sehingga smart contract dapat dikirim secara otomatis tanpa pihak ketiga seperti bank, pemerintah, broker, dan lain sebagainya. Transaksi hanya terjadi pada kondisi ketika perjanjian terpenuhi. Dengan tidak adanya pihak ketiga, maka tidak ada entitas yang perlu dipercayai dalam menjalankan smart contract tersebut. Selain fitur smart contract ada beberapa yang berbeda dari dari kedua mata uang kripto yang sedang naik daun tersebut. Diantaranya adalah:
Generasi Blok: di Ethereum, Generasi Blok pada sistem blockchain memiliki kecepatan 12 detik per blok. Sedangkan pada Bitcoin, Generasi Blok memiliki kecepatan yang jauh lebih lama 10 menit per blok.
Kecepatan Transaksi: Karena perbedaan Generasi Blok yang sudah dijelaskan di atas, kecepatan perpindahan blok pada Ethereum berbanding jauh dari Bitcoin, sehingga proses kecepatan transaksinya pun menjadi jauh lebih cepat.
Biaya Transaksi: Pada bitcoin, biaya yang dikenakan per transaksi adalah tetap, namun pada Ethereum biaya transaksi berbeda-beda. Tergantung pada daya komputasi yang ada pada saat itu.
Fitur transaksi: Pada Ethereum terdapat fasilitas seperti exchanger yang dapat digunakan oleh user untuk menukarkan Ethereum ke bitcoin atau ke mata uang kripto lainnya. Namun, pada Bitcoin hanya mendukung transaksi antar pengguna Bitcoin saja, sehingga penukaran bitcoin ke mata uang kripto lain atau ke mata uang konvensional membutuhkan exchanger seperti Tokocrypto.
Fitur EVM: Pada fitur EVM dapat diaplikasikan dalam platform lainnya sebagai penyedia layanan transaksi berbasis Ether. Evm adalah sebuah proses pencatatan transaksi yang cepat aman dan mudah. Fitur ini juga dapat diimplementasikan pada sistem lainya.
Nah itulah perbedaan-perbedan dari ethereum dengan bitcoin. Jika anda ingin memiliki kedua mata uang kripto tersebut anda bisa mengakses websites www.tokocrypto.com atau menghubungi kami lewat media sosial dengan username @Tokocrypto.
Pekan terakhir bulan Maret 2022, menjadi momen krusial bagi market kripto. Setelah reli panjang sejak pekan lalu, sejumlah aset kripto tampaknya mulai menjauh dari zona hijau.
Terpantau dari CoinMarketCap, Rabu (30/3) pukul 08.00 WIB, hanya ada lima dari 10 aset kripto berkapitalisasi besar atau big cap yang masih bertahan di zona hijau dalam 24 jam terakhir. Seperti, nilai Ethereum (ETH), masih tumbuh 0,28%, Solana (SOL) naik 1,25% dan Avalanche (AVAX) meninggi dengan 0,34% dalam sehari terakhir. Sementara, Bitcoin harus meninggalkan zona nyaman dengan penurunan 0,47%.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, melihat saat ini para pelaku pasar sudah mulai beralih ke aset lain di akhir kuartal I 2022 ini. Pasar modal khususnya di Amerika Serikat sedang tumbuh, sehingga investor kripto di Negeri Paman Sam itu mulai beralih untuk dapat keuntungan lebih.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
“Selain itu anjloknya harga minyak dunia akibat ketegangan Rusia-Ukraina membuat pelaku pasar mulai kembali berani mendiversifikasikan aset berisikonya ke saham. Kemudian, banyak swing trader yang beberapa hari terakhir mengambil untung dengan menjual aset kriptonya, sehingga aksi beli berkurang dan mempengaruhi sentimen pasar,” kata Afid.
Untuk prospek mendatang, Afid menyakini bahwa market kripto akan kembali tancap gas di bulan April mendatang. Menurutnya hal ini dipengaruhi oleh awal kuartal II 2022, akan banyak perusahaan yang mengeluarkan laporan keuangannya dan kemungkinan besar turut mempengaruhi market.
“Dari pattern yang ada biasanya perusahaan-perusahaan besar itu, akan mengeluarkan laporan keuangan dan akan taking profit dari investasi yang dilakukan oleh mereka. Kemudian, April itu kan awal kuartal, banyak orang akan lebih agresif untuk investasi di instrumen apa pun itu, termasuk kripto,” jelas Afid.
Afid juga memberikan rincian sejumlah aset kripto yang berpotensi bullish dan bearish di pekan terakhir bulan Maret ini. Simak selengkapnya di Tokocrypto Market Signal.
Cosmos (ATOM) memiliki proyek untuk membuat teknologi blockchain tidak terlalu rumit dan sulit bagi pengembang, berkat kerangka kerja modular yang terdesentralisasi. Trader Tokocrypto, Afid Tokocrypto, melihat dengan pembaruan jaringan ATOM yang bernama Theta pada akhir Maret ini, bisa meningkatkan harganya.
“Cosmos (ATOM) akan meng-upgrade jaringan mereka ke Theta yang akan meningkatkan kemampuan tata kelola jaringannya. Ini diperkirakan akan meluncur pada akhir Maret ini. Dari analisis teknikalnya, sentimen positif ini sudah bisa meningkatkan harga ATOM hingga 11%,” kata Afid.
Afid menjelaskan Cosmos telah digambarkan sebagai “Blockchain 3.0”, tujuan utamanya adalah memastikan bahwa infrastrukturnya mudah digunakan. Untuk tujuan tersebut, kit pengembangan software Cosmos berfokus pada modularitas. Ini memungkinkan jaringan dibangun dengan mudah menggunakan potongan kode yang ada.
Peringkat ATOM di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #22, dengan kapitalisasi pasar $ 8.548.724.516. Pasokan yang beredar 286.370.297 koin ATOM dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
2. Axie Infinity (AXS)
Ilustrasi analisis teknikal Axie Infinity (AXS).
Axie Infinity (AXS) adalah token yang digunakan di dalam game dengan judul yang sama. Axie Infinity sendiri merupakan game NFT (Non-Fungible Token) yang dibangun di atas jaringan blockchain Ethereum (ETH).
Game Axie Infinity saat ini baru tersedia di PC. Namun, pada 31 Maret nanti, pengembang Axie Infinity akan merilis aplikasi game untuk smartphone Android dan iOS. Kabar ini turut membuat harga AXS melonjak tinggi.
“Axie Infinity ini akan mengalami sentimen positif karena game play-to-earn mereka akan rilis di IOS dan Android. Jika dilihat dari roadmap-nya ini sudah sesuai dengan timeline yang ada. Analisis teknikal melihat nilai AXS bisa meroket hingga 21% dari harga $ 66,” jelas Afid.
Peringkat AXS di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #42, dengan kapitalisasi pasar $ 3.912.514.485. Pasokan yang beredar 60.907.500 koin AXS dan maksimal pasokan 270.000.000 koin AXS.
3. VeChain (VET)
Ilustrasi analisis teknikal VeChain (VET).
VeChain (VET) adalah platform smart contract L1 yang serbaguna. VeChain bertujuan untuk menggunakan tata kelola terdistribusi dan teknologi Internet of Things (IoT) guna menciptakan ekosistem yang memecahkan rintangan data utama di berbagai industri global mulai dari medis, energi, makanan & minuman hingga sustainability.
VET masuk dalam daftar kripto yang bakal bullish pekan ini. Afid mengatakan VeUSD, stablecoin asli pertama VeChain akan segera rilis di mainnet dan mengantarkan era baru bagi VeChainThor.
“Dengan stablecoin, VeChainThor sekarang dapat menyediakan fungsionalitas DeFi yang serupa dengan jaringan seperti Ethereum, tetapi dengan arsitektur yang jauh lebih unggul. Setiap VeUSD yang dicetak akan sepenuhnya didukung oleh cadangan fisik uang fiat Dolar AS yang dapat ditukarkan dengan rasio 1:1 kapan saja,” katanya.
Afid menambahkan dari segi analisis teknikalnya VET sudah mengalami koreksi harga dan kini sedang bergerak naik. Kemungkinan besar peningkatan harganya bisa mencapai 24% dari harga $ 0,07.
Peringkat VET di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #37, dengan kapitalisasi pasar $ 4.639.083.524. Pasokan yang beredar 64.315.576.989 koin VET dan maksimal pasokan 86.712.634.466 koin VET.
Chiliz (CHZ) adalah token ERC-20 yang berjalan pada blockchain Chiliz yang berbasis Ethereum. Token CHZ berfungsi sebagai mata uang yang memungkinkan pengguna untuk membeli NFT di pasar token penggemar (fan token market) Socios Chiliz.
Pada pekan ini, CHZ berpotensi bullish karena ada perilisan pembaruan jaringan Chiliz 2.0, sehingga minat investor pada token ini tumbuh secara keseluruhan. Afid melihat sejak awal pekan lalu Chiliz naik hampir 12% dari segi analisis teknikal.
“Chiliz telah menarik perhatian untuk peningkatan signifikan pada blockchain-nya. Pengembang menjanjikan bahwa jaringan yang disempurnakan akan memungkinkan perdagangan NFT dan aset digital lainnya bisa lebih murah dibanding Ethereum,” terang Afid.
Afid menambahkan dari analisis teknikalnya nilai CHZ bisa melonjak hingga 24%. Namun, ia melihat akan ada sedikit koreksi sebentar, lalu akan rebound dari harga $ 0,28 bisa mencapai $ 0,35.
Peringkat CHZ di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #64, dengan kapitalisasi pasar $ 1.757.330.030. Pasokan yang beredar 6.000.316.458 koin CHZ dan maksimal pasokan 8.888.888.888 koin CHZ.
5. Elrond (EGLD)
Ilustrasi analisis teknikal Elrond (EGLD).
Koin EGLD kemungkinan besar akan bullish pada pekan ini, karena sentimen positif dari pemberitaan MEXC Global bermitra dengan Elrond Network untuk meningkatkan adopsi Web3. MEXC Global sendiri adalah platform perdagangan aset kripto global terkemuka yang mendukung pengembangan Elrond Network.
Kemitraan ini akan membuat token asli dari Elrond (EGLD) yang digunakan untuk membayar transaksi, menjalankan smart contract, dan mengamankan jaringan melalui staking, akan terdaftar di MEXC Global.
“Berita kemitraan EXC Global dan Elrond Network sukses meningkatkan harga EGLD. Dari segi analisis teknikal, nilai EGLD terus melonjak tinggi sejak awal pekan. Pada minggu ini diperkirakan akan ada lonjakan nilai hingga 20% dari harga $ 204 mencapai $ 234,” kata Afid.
Elrond sendiri adalah platform berbasis blockchain yang dibangun untuk menawarkan kecepatan transaksi yang sangat cepat dengan menggunakan sharding. Proyek ini menggambarkan dirinya sebagai ekosistem teknologi untuk internet baru, yang mencakup fintech, keuangan terdesentralisasi, dan Internet of Things (IoT).
Peringkat EGLD di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #38, dengan kapitalisasi pasar $ 4.280.736.747. Pasokan yang beredar 21.717.669 koin EGLD dan maksimal pasokan 31.415.926 koin EGLD.
Sejauh ini, Waves (WAVES) telah menjadi salah satu token dengan kinerja terbaik pada tahun 2022. Namun, pada pekan ini WAVES diperkirakan akan alami penurunan nilai.
Menurut Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, penyebabnya adalah WAVES sudah mengalami lonjakan nilai yang sangat tinggi bahkan 240% Monthly Gain. Menurutnya untuk menjaga stabilitas Waves akan mengalami koreksi karena sudah overbought.
“WAVES juga sudah alami overbought. Investor sudah mulai jenuh dan pola reverse cup and handle sudah terbentuk. Dari analisis teknikalnya juga terlihat potensi penurunan sekitar 17 persen,” ujar Afid.
Waves adalah sebuah platform blockchain dengan banyak kegunaan yang mendukung berbagai use case, termasuk decentralized application (DApp) dan juga smart contract. Selain itu, token ini juga dirancang untuk memudahkan para pengguna dalam membuat dan meluncurkan token kripto sesuai yang diinginkan pengguna.
Peringkat WAVES di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #32, dengan kapitalisasi pasar $ 5.409.884.218. Jumlah koin yang beredar 107.866.006 koin WAVES dan maksimal pasokan tidak tersedia.
2. Conflux (CFX)
Ilustrasi analisis teknikal Conflux (CFX).
Conflux adalah blockchain konsensus layer-1 yang menggunakan algoritma konsensus Tree-Graph yang unik, memungkinkan pemrosesan blok dan transaksi paralel untuk meningkatkan throughput dan skalabilitas. Conflux memberikan keuntungan unik untuk proyek yang dibangun dan diperluas ke Asia, menghubungkan ekonomi yang terdesentralisasi untuk memperkuat ekosistem DeFi global.
Afid melihat CFX akan bearish pada pekan ini. Alasannya koin ini juga sudah overbought dengan lonjakan yang terlalu tinggi dengan cepat.
“Dari segi analisis teknikalnya, CFX akan mengalami sedikit rebound, tapi akan tetap turun karena tidak bisa melewati level resistennya. Penurunan bisa terjadi hingga 17% dari harga $ 0,18 ke $ 0,15,” katanya.
Peringkat CFX di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #187, dengan kapitalisasi pasar $ 270.812.803. Jumlah koin yang beredar 1.563.253.077 koin CFX dan maksimal pasokan tidak tersedia.
Anchor Protocol (ANC) masih terus terjebak dalam fase bearish yang kemungkinan akan berkelanjutan pada pekan ini. Kabar penolakan proposal pemotongan hasil oleh pemegang token ANC terus menekan harganya.
“ANC sulit untuk naik. Dari segi analisis teknikalnya ANC tidak ada harapan lagi untuk bullish. ANC akan terus turun bahkan bisa mencapai 24 persen. Penurunan harganya terjadi dari $ 2,8 hingga mencapai $ 1,9,” kata Afid.
Anchor Protocol adalah protokol pinjam meminjam di blockchain Terra. ANC adalah token utilitas dan tata kelola asli protokol yang memungkinkan pengguna untuk berpartisipasi dalam tata kelola, pinjam meminjam, dan mendapatkan bunga dengan aset digital mereka menggunakan model jaminan berlebih.
Peringkat ANC di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #102, dengan kapitalisasi pasar $ 782.627.278. Pasokan yang beredar 270.462.648 koin ANC dan maksimal pasokan 1.000.000.000 koin ANC.
Ilustrasi analisis teknikal Bitcoin DOWN (BTCDOWN).
Bitcoin DOWN (BTCDOWN) berpeluang mengalami penurunan pada pekan terakhir Maret 2022 ini. Menurut Afid, kondisi market kripto sekarang turut berpengaruh negatif pada BTCDOWN karena Bitcoin sedang bullish yang saat ini sudah melewati harga $ 46.000.
“Pergerakan BTCDOWN sudah menunjukan pattern bearish. Grafiknya menunjukkan sinyal bearish yang mengindikasikan tren penurunan harga. Dari analisis teknikalnya, BTCDOWN memang akan rebound dulu, lalu kemungkinan besar akan terus turun hingga 19%,” kata Afid.
BTCDOWN bertujuan untuk menghasilkan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin turun. Sedangkan BTCUP bertujuan memberikan keuntungan berlipat kali ketika harga Bitcoin naik. Jumlah keuntungan yang berlipat kali ini ditetapkan di antara 1,25x dan 4x.
Peringkat BTCDOWN di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #2905, dengan kapitalisasi pasar $ 6.707.385. Jumlah koin yang beredar dan maksimal pasokannya tidak tersedia.
5. Loopring (LRC)
Ilustrasi analisis teknikal Loopring (LRC).
LRC adalah token kripto Loopring berbasis Ethereum, protokol terbuka yang dirancang untuk membangun pertukaran crypto terdesentralisasi. Tujuan Loopring adalah untuk menggabungkan jaringan terpusat dengan penyelesaian pesanan on-blockchain yang terdesentralisasi menjadi produk hybrid.
Afid mengungkap LRC kemungkinan besar akan bearish pada pekan ini. Alasannya LRC tidak memiliki sentimen yang kuat untuk bangkit.
“Analisis teknikal melihat LRC akan mengalami penurunan hingga 18%. Sebelum longsor, harga LRC akan terkoreksi dulu, lalu akan terus turun. Penurunan harga bisa dari $ 1,2 hingga $ 1,” tutur Afid.
Peringkat LRC di CoinMarketCap pada Rabu (30/3) pukul 07.00 WIB adalah #67, dengan kapitalisasi pasar $ 1.701.406.017. Jumlah koin yang beredar 1.329.675.414 koin LRC dan maks. pasokan 1.374.513.896 koin LRC.
Konten ini bersifat informatif, bukan ajakan/anjuran membeli dan atau menjual aset kripto. Segala bentuk perdagangan aset kripto ditanggung pelanggan dengan segala risikonya karena merupakan keputusan pribadi. Tokocrypto tidak bertanggung jawab atas segala resiko yang terjadi, baik keuntungan maupun kerugian dari perdagangan aset kripto.