Tag Archives: cryptocurrency

Bos Binance Soroti Penyebab Keruntuhan Parah Harga Terra LUNA

Bos Binanc,e Changpeng Zhao (CZ), mengatakan bahwa rubuhnya harga Terra LUNA dan UST dapat dihindari jika cadangan Bitcoin Luna Foundation Guard (LFG) memang digunakan.

Pendapat CZ itu adalah yang terbaru, merespons soal kekacauan masif dan sistematis proyek kripto besutan Do Kwon dan Daniel Shin itu.

Harga Terra LUNA Hari Ini Menguat Lebih 50 Persen

Sementara itu, harga Terra LUNA hari ini menguat amat signifikan, karena naik lebih dari 50 persen dalam 24 jam terakhir. Terpantau di CoinMarketCap.com, harga Terra LUNA naik dari dari $ 0,000112 pada kemarin dan menjadi $ 0,0001731 pada hari ini, Minggu (22/5/2022).

harga Terra LUNA hari ini

CZ: Tim Terra Lambat Mengendalikan Situasi

CZ juga berpendapat, bahwa Tim Terra sangat lambat dalam mengendalikan situasi untuk membuat TerraUSD (UST) tetap stabil 1 dolar AS, khususnya dengan menggunakan cadangan Bitcoin mereka.

“Tim Terra lambat dalam menggunakan cadangan Bitcoin mereka untuk memulihkan pasak UST. Seluruh insiden mungkin dapat dihindari jika mereka menggunakan cadangan mereka ketika ‘depeg’ berada di 5 persen. Setelah nilai kripto turun hingga 99 persen (atau US$80 miliar), mereka justru mencoba menggunakan US$3 miliar untuk melakukan penyelamatan. Tentu saja, cara itu tidak berhasil,” kata CZ di blog resmi Binance.

Terkait cadangan Bitcoin yang sedianya digunakan untuk menstabilkan harga, pihak Terraform Labs sebelumnya sudah mengakui sudah menjual sebagian besar. Hanya tersisa sekitar 300 BTC.

Tentu saja hal utama yang disoroti CZ adalah, tim Terra lalai memantau pergerakan UST, yang mulai terjun bebas, hingga mencapai posisi terendah US$0,225 dari yang seharusnya $1.

Itu tak seberapa, hingga merembet kemudian kepada kripto LUNA dan berlanjut ke pasar kripto secara umum. Investor LUNA kehilangan 100 persen nilainya dalam semalam setelah mencapai tingkat mendekati nol.

CZ juga berpendapat bahwa badai mulai mengguyur blockchain Terra setelah lebih banyak LUNA yang diterbitkan dalam upaya untuk menyelamatkan situasi.

“Menambah banyak LUNA ke pasar justru hanya melemahkan para hodler yang ada. Menerbitkan LUNA secara berlebihan dan cepat membuat masalah menjadi jauh lebih buruk,” ujarnya.

Baca juga: Ketahui Pengertian Kriptografi dan Penjelasan Lengkapnya di Sini

Itu memanglah fakta, per Minggu (22/5/2022), circulating supply LUNA berdasarkan catatan Messari adalah 6.534.869.472.865,85 unit. Bandingkan dengan sebelum crash yakni 343.092.421,78 unit. Ultra-hyperinflation ini justru mempercepat kelemahan LUNA. Kendati dengan harga Terra LUNA hari ini naik 50 persen dibandingkan sehari sebelumnya, sejatinya itu ulah spekulator yang ingin mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek.

Kelemahan lainnya yang disoroti CZ lagi adalah penggunaan insentif yang terlalu agresif, yakni 20 persen per tahun (APY) di Anchor Protocol.

“Secara khusus, APY tetap 20 persen dari Anchor untuk mendorong pertumbuhan (in-organik). Anda dapat menggunakan insentif untuk menarik pengguna ke ekosistem Anda. Namun pada akhirnya, Anda perlu menghasilkan ‘penghasilan’ untuk mempertahankannya, yaitu, lebih banyak pendapatan daripada pengeluaran. Jika tidak, Anda akan kehabisan uang dan crash,” sebutnya.

Baca juga: Astaga! Ada Investor Terra LUNA Korsel yang Akhirnya Terlilit Utang, Do Kwon Akui Bubarkan Perusahaan di Korsel

Tragedi Terra telah memicu dugaan publik apakah para pendiri Terraform Labs secara sengaja memanipulasi jaringan sehingga runtuh. Atau apakah sejak awal tahu sangat rapuh, tetapi tidak diberitahu kepada publik dan para investor awal.

Dugaan ini memuncak, ketika 5 korban investasi Terra LUNA di Korsel melaporkan Do Kwon dan Daniel Shin kepada polisi beberapa hari ini. Hingga kemarin, pihak Kejaksaan Agung sudah menerima limpahan kasus itu dan mungkin akan mengenakan pasal praktik skema ponzi yang diduga ada lewat Anchor Protocol itu.

Do Kwon juga sudah mengakui, bahwa Terraform Labs di Korsel memang berhenti beroperasi beberapa hari sebelum harga kripto itu turun drastis. Kwon menjawab santai, bahwa itu hanyalah kebetulan saja dan dirinya saat ini berada di Singapura.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Pasar Sepekan: Market Kembali Beraksi, Mulai Reli?

Kondisi market aset kripto pada pekan ketiga Mei ini mulai menunjukan arah yang positif. Terpantau dari situs CoinMarketCap pada Jumat (20/5) sejumlah kripto, terutama 10 aset yang berkapitalisasi besar atau big cap mulai bergerak menuju zona hijau dalam 24 jam terakhir.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono, menjelaskan ada angin segar pada perdagangan aset kripto menjelang akhir pekan ini. Kondisi pasar kripto juga secara mengejutkan tidak mengikuti situasi di pasar modal seperti biasanya. Sejak awal tahun, pasar kripto dan saham terbilang bergerak senada, karena sama-sama tergolong aset berisiko.

“Jika dilihat dari sisi teknikalnya, terlihat kondisi imbas dari para pelaku pasar yang kembali melancarkan aksi beli setelah meyakini sejumlah aset kripto sudah memasuki keadaan oversold. Kondisi ini secara teknikal membuat adanya kemungkinan investor melakukan pembelian sehingga harga kripto berpeluang naik,” kata Afid.

Trader Tokocrypto, Afid Sugiono.
Trader Tokocrypto, Afid Sugiono. Foto: Tokocrypto

Baca juga: Mendag Rusia Akan Melegalkan Perdagangan Kripto

Lebih lanjut Afid mencontohkan pergerakan Bitcoin yang sudah oversold di mana pergerakan downtrend yang signifikan dan konsisten dalam waktu lama. Kini, BTC bergerak dan diperdagangkan pada harga kisaran $ 30.000-$ 31.000. Level support BTC kini berada di titik $ 27.500 dan resistance di $ 35.000 untuk bull run.

Kendati demikian, Afid mengingatkan bukan berarti sentimen di pasar kripto sudah sepenuhnya stabil. Market dan tindakan pelaku pasar masih dibayangi tekanan oleh ketidakpastian makroekonomi yang terdiri dari meroketnya inflasi, kebijakan agresif bank sentral dan potensi resesi.

“Investor khawatir pelemahan ekonomi global ke depan, bisa berujung pada resesi. Dampaknya daya beli masyarakat menurun. Bank sentral berbagai negara bakal mengerek suku bunga acuannya dengan agresif demi menangkal inflasi. Namun, jika itu terjadi, maka pertumbuhan konsumsi dan investasi bisa terhambat,” terangnya.

belajar memahami grafik trading
Ilustrasi market kripto. Foto: Shuterstock.

Baca juga: Founder Coinmetrics: Stablecoin Tetap Kuat, Kecuali UST

Kondisi itu tentu membuat investor akan mengalihkan uangnya dari pasar modal ke aset yang lebih aman. Market kripto pun ikut menjadi korban.

Di sisi lain, dampak dari drama stablecoin UST dan mutualnya LUNA mungkin akan memperlambat antusiasme investor dalam jangka pendek, tetapi dalam jangka panjang tidak. Kejadian itu tidak akan menimbulkan risiko besar bagi ekosistem kripto dalam jangka panjang.

Market kripto ya terpukul dan berdampak, tapi itu jadi efek jangka pendek. Dalam jangka panjang, permintaan kripto terutama stablecoin sebagai instrumen investasi dan lindung nilai terhadap inflasi fiat akan terus tumbuh,” yakin Afid.

Baca juga: Tanah Cluster Metaverse Pertama di Indonesia Laku Terjual Rp 150 Juta



Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Terra LUNA Korsel Mencapai 280 Ribu Orang

Investor Terra LUNA Korea Selatan diperkirakan mencapai 280 ribu orang dengan total kepemilikan 70 miliar LUNA. Sejauh ini baru sekitar 5 orang melaporkan lewat kantor pengacara LKB & Partners.

Hal itu ditulis dalam tajuk rencana (editorial) kantor berita Korsel, Yon Hap, Kamis (19/5/2022), berdasarkan catatan Financial Services Commission (FSC). Komisi ini setara dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Indonesia.

Tajuk rencana sebuah media mencerminkan keluasan dan dampak sebuah peristiwa terhadap publik. Dalam hal ini kasus Terra LUNA sejatinya merugikan jutaan warga di banyak negara, termasuk di Korea Selatan sendiri, karena harga kripto itu sempat masuk ke titik nol beberapa hari lalu.

“Otoritas keuangan Korea Selatan mengatakan ada sekitar 280.000 investor lokal, diyakini memegang sekitar 70 miliar LUNA,” sebut media itu, ditulis oleh Kim Han-joo.

Salah satu puncak kekisruhan parah ini adalah ketika hari ini Kantor Pengacara ternama, LKB & Partners atas nama sejumlah klien mereka, melaporkan Do Kwon dan Daniel Shin dan Perusahaan yang didirikannya, Terraform Labs, kepada Kantor Kejaksaan Distrik Selatan di Seoul.

Baca juga: Jadi, Crypto Halal atau Haram? Ketahui Selengkapnya Berikut!

Investor Terra LUNA Korsel Rugi US$1,1 Juta

Menurut juru bicara tim pengacara, sejauh ini mereka mewakili 5 orang investor Terra LUNA dengan total kerugian mencapai 1,4 miliar won ($ 1,1 juta). Para korban menduga para tergugat melakukan penipuan dan melanggar undang-undang tentang penggalangan dana (crowdfunding). Bahkan pengacara mengakui ada investor dari negara lain, seperti Amerika Serikat dan Italia.

“Do Kwon dan rekan pendiri Terraform Labs lainnya memberikan informasi tak benar tentang kesalahan algoritma di LUNA dan UST yang berdampak pada jatuhnya harga. Bahkan perusahaan terlibat dalam skema investasi yang menjanjikan keuntungan hingga 19,4 persen per tahun. Kami dan klien kami menilai itu sebagai bentuk penipuan,” kata kantor pengacara itu dalam siaran pers.

Do Kwon mendirikan Terraform Labs bersama Daniel Shin (pendiri TMON) pada tahun 2018 di Korea Selatan dan punya entitas serupa di Singapura, termasuk Luna Foundation Guard (LFG).

Baca juga: Bos Penerbit USDC: Kami Sudah Ramalkan Keruntuhan Terra LUNA dan UST

Beberapa hari lalu beredar dokumen yang tampk asli yang disebut-sebut sebagai bukti bahwa Terraform Labs sudah membubarkan diri pada 30 April 2022 lalu, berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham. Pada awal Mei 2022, pihak Pengadilan Tinggi di Seoul sudah mengesahkannya pembubaran itu.

Sebelumnya, seorang pria di Seoul menyerahkan diri kepada polisi. Ia mengaku dirinyalah yang datang ke rumah Do Kwon dan bertanya kepada istrinya di mana Do Kwon berada. Ia juga sempat menyatroni rumah itu sehari sesudahnya. Dia mengaku adalah investor LUNA yang rugi setara puluhan miliar rupiah.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Founder Coinmetrics: Stablecoin Tetap Kuat, Kecuali UST

Stablecoin dianggap sebagai inovasi terkuat di dunia crypto karena memberikan kemampuan desentralisasi dari sisi transaksi. 

Pernyataan tersebut dituturkan oleh Nic Carter, Pendiri Coinmetrics dan Petinggi Castle Island Ventures dalam acara Permissionless oleh Blockworks. 

Acara Permissionless Bahas Stablecoin 

Ia menyatakan pandangannya dengan menyatakan bahwa pemerintah tidak bisa memberikan apa yang diberikan oleh inovasi stablecoin.

Pernyataan ini disampaikan dengan adanya beberapa petinggi di dunia crypto seperti 

Kepala Bidang CBDC Visa, Catherine Gu, Developer Utama MakerDAO Sam MacPherson, Pendiri Frax Sam Kazemian.

Acara ini juga seharusnya menyambut CEO Terra, Do Kwon terkait kasus stablecoin yang sedang ramai, tapi ia tidak hadir. 

Perbincangan ini juga menyangkut kondisi USTerra atau UST yang sedang turun jauh di bawah $1 menjadi sekitar $ 0,1 keluar dari statusnya sebagai stablecoin

Menanggapi kondisi ini banyak stablecoin yang juga terimbas sentimen negatif, tapi satu stablecoin berdiri kuat yaitu USDC. Circle, perusahaan yang bertanggung jawab atas USDC menyatakan, 

“Cara kerja kami sangat membosankan, sistemnya sangat mudah, terdasari uang fiat. Pengguna memberi 1 Dolar Amerika, kita memberi 1 USDC dan sebaliknya.”

Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

USDC menjadi salah satu topik yang dibahas dalam acara ini karena perbedaannya yang sangat drastis dengan UST dari Terra. 

Sebab untuk sistem USDC stablecoin-nya adalah stablecoin tradisional tapi UST menggunakan sistem stablecoin algoritma. 

Stablecoin tradisional adalah stablecoin yang didasari uang fiat sedangkan stablecoin algoritma didasari oleh token atau koin yang terikat dengannya dari sisi nilai. 

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Kehancuran Terra Sudah Diprediksi 

Nic Carter juga menyatakan bahwa Terra adalah sebuah proyek yang sudah diprediksi akan hancur dalam jangka panjang. Ia menyatakan, 

“Luna Terra jelas adalah sebuah bom waktu di dunia crypto, jelas sekali proyek yang paling rentan.”

Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

Carter menyatakan bahwa Terra adalah sebuah sistem keuangan yang sangat teledor dari sisi infrastrukturnya dan menganggap bahwa kehancurannya sudah dapat diprediksi sejak lama bagi yang memiliki “pandangan jernih”.

Ia menambahkan bahwa sistem algoritma UST membuatnya rumit bahkan terlalu rumit dan sulit dimengerti oleh para investor yang tertarik.  

Selain itu Carter juga menambahkan bahwa mekanisme ini tidak pernah dikoreksi karena Do Kwon sangat agresif dan aktif di Twitter, membuat investor jengkel saat memberi kritik. 

“Investor tidak bisa memberi kritik terhadap UST karena Do Kwon sangat vokal di Twitter. Terdapat kondisi dimana kritik menjadi sebuah hal yang menyinggung bagi komunitas Terra, jadi besar insentifnya untuk tidak memberi kritik ke Terra.” 

Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

MacPherson, developer utama dari MakerDAO juga setuju dengan pernyataan tersebut dimana Terra dianggap olehnya sebagai proyek yang teledor sejak awal berdiri. 

Ia juga menambahkan bahwa kasus UST membuat adanya kebutuhan yang tinggi terkait penjagaan nilai stablecoin berdasarkan nilai uang fiat asli yang ada di dana cadangan penerbit. 

MacPherson juga menyinggung DAI yang memiliki cadangan 1,64 kali dari stablecoin yang diterbitkannya sehingga dianggap sebagai stablecoin yang aman. 

DAI juga diangkat dalam perbincangan tersebut karena sebelumnya Do Kwon menyinggung DAI dan berjanji untuk mematikan proyek tersebut. 

Terlihat bahwa saat ini DAI masih hidup dan UST mati yang juga menjadi salah satu topik hangat di dunia crypto saat ini. 

Baca juga: 3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih

Masih Menjadi Inovasi Terkuat Crypto

Dalam acara tersebut, perwakilan dari Visa, Catherine Gu, juga menyatakan pendapatnya terkait kasus Terra.

Ia menyatakan bahwa Visa menginginkan kegunaan yang unik dari stablecoin dan fokus Visa saat ini memang masih hanya di stablecoin yang didasari fiat. Gu menyatakan:

“Kita harus memikirkan tentang pembentukan proyek crypto yang ada saat ini karena adanya standar keamanan merupakan hal yang penting untuk konsumen, investor ritel, dan institusi. Penting untuk tau proses audit dari stablecoin dan bagaimana mereka menguji kestabilan stablecoin tersebut.” 

Kepala Bidang CBDC Visa, Catherine Gu

Selain itu Gu juga menggarisbawahi bahwa banyak institusi yang saat ini lebih percaya terhadap CBDC atau mata uang digital bank sentral, dibandingkan stablecoin.  

MacPherson dari MakerDAO juga menyetujui pandangan positif terhadap stablecoin dengan menyatakan bahwa jika CBDC masuk ke blockchain terbuka maka bisa menjadi stablecoin yang lebih aman. 

Reginatto dari Circle, perusahaan terkait USDC memiliki tanggapan yang berbeda. Ia menyatakan bahwa bank sentral akan kesulitan jika diberi tanggung jawab mengendalikan fiat di blockchain karena sistemnya yang berbeda dan lebih rumit.

Ia juga berargumen bahwa sistem antara CBDC dan stablecoin itu berbeda dimana CBDC bersifat terpusat dan stablecoin tidak terpusat serta transparan. 

Namun kritik terkait CBDC datang dari Nic Carter yang menyatakan bahwa stablecoin lebih mendukung konsumen. Ia menyatakan: 

Stablecoin adalah inovasi terkuat dari crypto sejauh ini, tidak ada perbandingannya. Stablecoin bertanggung jawab atas transisi autonomi transaksi yang besar di dunia keuangan saat ini.” 

Pendiri Coinmetrics, NIC CARTER

Carter menambahkan bahwa CBDC tidak bisa memberikan transparansi dan sifat anonim yang datang dari CBDC.  

Jadi ia percaya bahwa walau sekarang terjadi kekacauan di sekitar stablecoin, dengan adanya infrastruktur dan sistem audit yang tepat, maka stablecoin akan tetap kuat sebagai produk utama dunia crypto

Baca juga: Mendag Rusia Akan Melegalkan Perdagangan Kripto

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bagaimana Cara CEO Binance Melindungi Pemilik UST (Luna)?

Binance CEO, Changpeng Zhao, memberikan wawasan bagaimana Binance mengambil tindakan untuk memastikan pengguna Binance dilindungi dengan runtuhnya UST Terra Luna.

Pada tanggal 16 Mei lalu, Boss Binance men-tweet secara terinci bagaimana koneksi Binance dan proyek Luna dan cara mereka untuk memastikan pengguna tetap terlindungi.

Dalam serangkaian tweet ini, CZ (sapaan Changpeng Zhao), mengakui Binance memegang 15 juta Luna yang pada ATH bernilai $ 1,6 miliar.

Token tersebut diberikan kepada luna sebagai hadiah atas investasi awal yang dilakukan oleh Binance kepada Proyek sebesar $3 juta.

Sudah pasti ini adalah investasi yang sangat menguntungkan, mengingat Luna naik beribu-ribu persen.

Sangat disayangkan LUNA hanya berharga $ 0,000184615 dan Binance investasi hanya bernilai $ 2,7 juta-an.

Baca jugaApakah Kamu Menjual Aset Crypto Selama Crash? CEO Ini Bilang TIDAK!

Bisa dibilang bahwa Binance hanya rugi $ 300.000. Jumlah ini terbilang kecil jika kita bandingkan dengan beberapa orang yang hilang hingga $ 20 juta UST.

CZ juga menekankan bahwa Binance tidak pernah menjual Luna yang mereka pegang. Anda bisa mencheck di sini.

Diserangkaian tweet tersebut, CZ menegaskan bahwa Luna harus berfokus untuk melindungi pengguna dan memberikan kompensasi kepada mereka, sebelum ke Binance.

Karena Luna masih terlisting di Binance, CZ berhak untuk mendapatkan ganti rugi. Namun, dia mengatakan:

Untuk memberikan contoh tentang MELINDUNGI PENGGUNA, Binance akan ‘memaafkan’ untuk kali ini dan meminta tim Terra untuk memberikan kompensasi kepada pengguna ritel dan Binance terakhir (JIKA TERJADI).

Cryptoharian sudah memberikan kenapa Terra Luna terjadi seperti ini. Secara singkat, ini terjadi karena UST/USD kehilangan peg $1.

Sebagai stablecoin 1 UST=$ 1. Namun, dalam kasus ini, 1 UST tidak $ 1

Baca juga: Ahli Strategi Bloomberg: Bitcoin dan Ethereum akan Ungguli Pasar Saham

Untuk mempertahankan PEG, tim Terra Luna juga menjual cadangan BTC mereka. Ini-lah kenapa harga Bitcoin sempat mencapai $ 26 ribu di Binance.

Beberapa artikel dan Youtuber mengatakan ini adalah sebuah koordinasi attack yang mau menghancurkan Luna.

Namun, Cryptoharian tidak bisa memberikan komentar untuk ini. Salah satu Youtuber yang mengatakan hal ini adalah Crypto Banter.

DISCLAIMER: Cryptocurrency adalah aset yang sangat volatil, trade dengan berhati-hati.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Mendag Rusia Akan Melegalkan Perdagangan Kripto

Menteri Keuangan Rusia, Denis Manturov, menyatakan bahwa negaranya akan melegalkan perdagangan aset kripto.

“Pertanyaannya adalah kapan ini akan terjadi, bagaimana itu dilakukan, dan bagaimana hal itu akan diatur. Sekarang baik Bank Sentral maupun pemerintah aktif membahas jal tersebut,” jelas Manturov.

Rusia sebenaranya sudah mendalami berbagai aspek soal perdagangan kripto ini sejak 2022, namun belum membuat atau menghasilkan kebijakan yang mendukungnya. Meski demikian secara mendasar, Kementerian Keuangan Rusia telah mengusulkan landasan hukum dasar soal perdagangan kripto ini melalui RUU “On Digital Currency” pada April silam.

Ilustrasi Presiden Rusia, Vladimir Putin isyaratkan toleransi terhadap cryptocurrency
Ilustrasi Presiden Rusia, Vladimir Putin isyaratkan toleransi terhadap cryptocurrency.

Baca juga: 3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih

RUU ini disambut antusias komunitas kripto di negeri yang sedang konflik dengan Ukraina ini. Dalam berbagai kesempatan, Manturov ditanyai sampai sejauh mana perkembangan rencana perdagangan kripto menjadi legal.

“Dalam waktu yang cepat atau lambat rencana ini akan dilakukan. Tapi, sekali lagi harus legal, benar, sesuai dengan aturan yang akan dirumuskan,” imbuhnya.

Bank Sentral Rusia (CBR) dan Kementerian Keuangan hingga saat ini memiliki pandangan yang berbeda tentang regulasi kripto, dimana bank sentral tidak menyetujui perdagangan kirpto sementara kementerian mencari solusinya dengan kemungkinan menerapakan aturan perpajakan.

Rusia Rampungkan RUU Kripto Sebagai Alat Pembayaran
Ilustrasi bendera Rusia.

Baca juga: TokoCare Bersama BeKind dan WeCare.id Distribusikan Kado Lebaran ke 200 Anak Spesial

Pada Januari lalu, CBR telah mengusulkan larangan menyeluruh pada perdagangan dan penambangan kripto lokal karena potensi risiko stabilitas keuangan yang terkait dengan sektor ini.

Namun, setelah invasi ke Ukraina, CBR menyatakan sikapnya terlalu kaku terhadap perdagangan kripto sehingga menghambat pertumbuhannya.

Gubernur bank sentral, Elvira Nabiullina, mengatakan sanksi ekonomi Eropa dan Amerika Serikat yang dijatuhkan kepada negaranya memberikan perspektif lain soal potensi kripto.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih

Jurrien Timmer, Direktur Divisi Makroekonomi Global dari Fidelity, salah satu perusahaan crypto terbesar di dunia baru saja mempublikasi analisis terkait Bitcoin melalui data on-chain

Ia mengatakan bahwa saat ini Bitcoin memiliki potensi untuk mulai pulih akibat adanya beberapa tanda dari data on-chain atau data transaksi langsung dari blockchain.  

Menurutnya saat ini harga Bitcoin sudah mencapai harga dasarnya dan kemungkinan tidak akan turun lebih lagi bahkan bisa bergerak naik. 

Ia mempublikasi melalui Twitternya beberapa data yang membuktikan bahwa prediksinya kemungkinan besar akan benar. Berikut adalah tiga data on-chain yang ia gunakan.  

1. Rasio Bitcoin dan Emas

Data pertama yang digunakan adalah data rasio antara Bitcoin dan Emas dimana data tersebut membandingkan rasio antara harga Bitcoin dan Emas. 

Menurut Timmer, data tersebut sering digunakan karena sudah menjadi dasaran untuk memprediksi pergerakan Bitcoin karena diikat dengan aset terlaris saat ini yaitu Emas. 

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
Rasio Bitcoin dan Emas dari Fidelity

Baca juga: Investor Terra LUNA Siap Laporkan Do Kwon Atas Dugaan Penipuan Investasi

Menurut grafik data tersebut, angka rasio saat ini berada di batas bawah yang baik sama dengan sebelum Bitcoin mengalami apresiasi signifikan di 2021 dan 2020. 

Melihat grafik tersebut, jika angka tersebut terjaga di batas yang terlihat, maka kemungkinan besar Bitcoin akan mulai mengalami apresiasi kembali seperti Tahun 2020 dan Tahun 2021 walau tidak seperti sebelumnya melihat saat ini sedang bear market. 

Jika bergerak kembali naik, maka Bitcoin akan melanjutkan konsolidasinya yang dimulai dari sejak akhir Tahun 2021. Kemungkinan besar Bitcoin akan kembali mencoba mencapai $ 50.000 jika data ini benar. 

2. Dormancy Flow

Data berikutnya yang ia gunakan adalah Dormancy Flow yang merupakan sebuah indikator yang melihat banyaknya Bitcoin yang dimiliki investor jangka panjang yang dijual. 

Saat ini data terlihat menunjukkan angka yang rendah yang menunjukkan investor yang menyimpan Bitcoin dalam jangka panjang terlihat meningkat. 

Timmer menyatakan bahwa dengan angka Dormancy Flow yang berada di angka terendah sejak Tahun 2014, Bitcoin memiliki harapan untuk tidak turun lebih jauh bahkan naik. 

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
Bitcoin Dormancy Flow dari Fidelity

Baca juga: Mengenal Dekat Kripto Wrapped Bitcoin (WBTC) dan Kava Lend (HARD)

Jika melihat pergerakan pada tahun 2014, saat itu adalah kondisi di mana bull run baru selesai dan crypto masuk ke bear market

Pada saat itu pergerakan harga mayoritas crypto terlihat bergerak stagnan namun tidak turun lebih jauh setelah koreksi yang signifikan. 

Apa bila mengacu pada pergerakan tersebut, kemungkinan besar saat ini Bitcoin akan mengalami konsolidasi yang panjang tapi tidak akan turun lebih jauh lagi terutama dari $ 28.000 yang merupakan batas bawah terkuatnya beberapa hari terakhir. 

Data tersebut disandingkan dengan model permintaan yang dinamakan S-Curve Model yang mencerminkan prediksi harga Bitcoin. 

Jika melihat pada model tersebut, kemungkinan besar jika disandingkan dengan data Dormancy Flow, kemungkinan Bitcoin hanya akan naik atau stagnan dan tidak akan turun lebih jauh. 

3. Bitcoin Holder 

Terakhir adalah data Bitcoin Holder yang merupakan data yang menunjukkan seberapa banyak investor Bitcoin jangka panjang yang menyimpan BTC-nya dan tidak menjual. 

Terlihat bahwa walau terjadi penurunan harga Bitcoin hingga 60% mayoritas investor jangka panjang atau yang biasa disebut dengan holder masih belum menjual. 

3 Tanda Onchain Menunjukkan Bitcoin Mulai Pulih
Data Bitcoin Hodlers dari Fidelity

Baca juga: Ahli Strategi Bloomberg: Bitcoin dan Ethereum akan Ungguli Pasar Saham

Terlihat bahwa saat ini masih ada 13% dari seluruh investor jangka panjang yang masih menyimpan Bitcoin-nya dan tidak menjual walau koreksi signifikan. 

Angka investor jangka panjang ini juga belum terlihat menurun sejak Tahun 2020 yang menandakan tekanan jual semakin berkurang secara garis besar. 

Melihat data tersebut bahwa bisa dikatakan bahwa investor jangka panjang yang menjual terlihat menurun yang mengecilkan kemungkinan untuk harga Bitcoin turun lebih lanjut. 

Hal ini disebabkan mayoritas investor jangka panjang memiliki Bitcoin yang disimpan dalam jumlah yang cukup besar. 

Menurut kesimpulan dari tiga data tersebut, bisa dikatakan bahwa saat ini Bitcoin kemungkinan besar akan bertahan dan tidak akan turun lebih lanjut. 

Jurrien Timmer menyatakan bahwa dengan data ini terdapat kesimpulan saat ini batas bawah Bitcoin terlihat kuat dan menjadi kesempatan yang baik untuk membeli. 

Disclaimer

Artikel ini merupakan pandangan pribadi penulis dan bukan saran atau ajakan untuk investasi atau trading. Risiko ditanggung masing-masing.

Sumber





Sumber : news.tokocrypto.com

Investor Terra LUNA Siap Laporkan Do Kwon

Investor Terra LUNA di Korea Selatan siap melaporkan Do Kwon kepada polisi atas dugaan penipuan investasi. Pengacara yang mewakili dari firma hukum ternama, yakni LKB & Partners.

“Firma hukum Korea Selatan LKB & Partners bersiap untuk menuntut salah seorang pendiri dan CEO Terraform Labs Do Kwon atas penipuan atas nama investor yang dirugikan secara finansial akibat runtuhnya harga Terra LUNA minggu lalu,” sebut pengacara itu, dilansir dari media lokal Korsel, Munhwa, Rabu (18/5/2022).

Bahkan para pengacara dalam rencana laporannya agar sejumlah aset dan properti milik Do Kwon disita sementara.

Baca juga: Berikut Jenis Asic Miner yang Bisa Dipakai Untuk Mining Aset Kripto!

Investor Terra LUNA Korsel Tuntut Do Kwon

“Ada investor terkait di dalam firma hukum, dan kami berencana untuk mengajukan keluhan terhadap CEO Kwon dengan Unit Investigasi Keuangan dari Badan Kepolisian Metropolitan Seoul,” katanya kepada Munhwa.

Beberapa hari lalu beredar dua lembar dokumen yang disebut-sebut sebagai bukti bahwa Terraform Labs sudah membubarkan diri pada 30 April 2022 lalu, berdasarkan hasil rapat umum pemegang saham. Pada awal Mei 2022, pihak Pengadilan Tinggi Seoul sudah mengesahkannya. Dokumen itu belum dapat diverifikasi apakah asli atau tidak.

Sebelumnya lagi, seorang pria di Seoul menyerahkan diri kepada polisi. Ia mengaku dirinyalah yang datang ke rumah Do Kwon dan bertanya kepada istrinya di mana Do Kwon berada. Ia juga sempat menyatroni rumah itu sehari sesudahnya. Dia mengaku adalah investor LUNA yang rugi setara puluhan milyar rupiah.

Investor Terra LUNA korsel

Sementara itu di Reddit, beredar surat laporan kepada polisi Singapura atas nama para investor Terra LUNA. Lagi-lagi, dokumen yang tampak asli itu tidak bisa diverifikasi kebenarannya.

Dari media lokal juga tersiar, bahwa lembaga keuangan dan investasi terkait di Negeri Ginseng itu kemungkinan besar akan memeriksa kasus ini. Parlemen juga berencana akan memanggil Do Kwon.

Baca juga: Terra LUNA Mencoba Bangkit, UST Akan Dikuburkan dengan Syarat Ini

Voting untuk Forking Blockchain Terra Sedang Berlangsung

Di atas itu semua, tim pengembang Terra pimpinan Do Kwon saat ini tengah membenahi sistem mereka dengan melakukan voting untuk forking terhadap blockchain Terra.

Voting sudah berlangsung sejak kemarin malam dan berlangsung selama 7 hari. Ketika artikel disusun, lebih dari 90 persen menyatakan setuju, 0,29 persen menyatakan tidak setuju.

Voting itu akan dinyatakan kuorum jika 40 persen suara terkumpul, dengan ambang batas mencapai 50 persen.

Jika mayoritas menyetujui proposal forking itu, maka akan ada dua blockchain baru, berdasarkan blockchain yang saat ini masih digunakan. Blockchain baru yang akan digunakan kelak tidak berfitur stablecoin TerraUSD (UST) lagi.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Beredar Dokumen Terraform Labs (Terra LUNA) Korsel Telah Bubar

Di tengah gonjang-ganjing kasus Terra LUNA dan UST, beberapa hari lalu beredar dokumen di Reddit bahwa Terraform Labs Korea Selatan sudah sah bubar oleh Pengadilan Tinggi setempat pada 4 Mei 2022, berdasarkan permohonan pihak perusahaan pada 30 April 2022.

Dokumen berkop resmi dan tampaknya cukup meyakinkan itu, tak pelak kian memicu spekulasi tambahan bahwa Do Kwon (bernama lengkap Kwon Do-hyeong) mungkin telah mengetahui kekacaubalauan yang sedang terjadi bagi Terra LUNA dan UST. Spekulasi kuat lainnya adalah, mungkin pembubabaran Terraform Labs di Korsel itu adalah sebagai langkah antisipasi meredam kerontokan lebih parah.

Seperti yang diketahui publik, harga LUNA sejatinya tak bernilai pada minggu lalu, ketika mendekati titik nol. Sementara itu stablecoin TerraUSD (UST) kehilangan pasaknya, menjadi olok-olok di dunia maya menjadi “Unstable Stable Token“.

Do Kwon, atas nama perusahaan pun mengambil sejumlah langkah, di antaranya adalah akan melakukan forking terhadap blockhain Terra, jika usulan itu disetujui lewat jajak pendapat yang akan dimulai hari ini, Rabu (18/5/2022).

Rencana forking memang tidak sepakati oleh komunitas sendiri, termasuk oleh Changpeng Zhao Bos Binance yang punya investasi di perusahaan itu. Baginya forking tidak memberikan nilai utuh, walaupun ada kompensasi kripto terhadap mereka yang mengalami kerugian.

Baca juga: Berikut Jenis Asic Miner yang Bisa Dipakai Untuk Mining Aset Kripto!

Terraform Labs (Terra LUNA) Korsel Bubar Pada 4 Mei 2022?

Pada dokumen di Reddit yang beredar beberapa hari lalu itu, disebutkan bahwa Terraform Labs di Korsel itu bermarkas di Busan. Pada 30 April 2022 perusahaan bermohon kepada pihak pengadilan setempat untuk membubarkan diri dan disahkan oleh pihak pengadilan pada 4 Mei 2022. Tanggal itu selaras dengan beberapa hari sebelum harga LUNA dan UST terperosok.

Dokumen itu memang sulit untuk diverifikasi kebenarannya, namun jikalau itu benar, setidaknya selaras dengan laporan dari media lokal di Korsel, yang mengklaim punya dokumen bahwa Terraform Labs Korea memutuskan membubarkan kantor mereka di Busan dan Seoul, berdasarkan rapat umum pemegang saham pada 30 April 2022.

Terraform Labs (Terra LUNA)
Terraform Labs (Terra LUNA)

Laporan itu dari media itu menambahkan bahwa markas Terraform Labs Korea dilikuidasi pada 4 Mei 2022, dan cabang Seoul dilikuidasi pada 6 Mei 2022. Berdasarkan catatan perusahaan di daftar perusahaan, nama likuidator terdaftar sebagai sang CEO, yakni Kwon Do-hyeong.

Baca juga: Terra LUNA Mencoba Bangkit, UST Akan Dikuburkan dengan Syarat Ini

Kwon mendirikan cabang Terraform Labs di Korea Selatan pada tahun 2019, setahun setelah ia ikut mendirikan perusahaan itu di Singapura.

Tetapi laporan media itu mencatat bahwa kemungkinan ada perusahaan lain yang didirikan Kwon sebelum meluncurkan Terraform, termasuk proyek stablecoin yang ia tinggalkan (dengan nama anonim) pada tahun 2017, yakni Basis Cash.

Media lokal yang sama secara terpisah melaporkan, bahwa Financial Services Commission dan Financial Supervisory Service Korsel tampaknya memulai penyelidikan terkait kasus Terra ini secara lokal. [ps]

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com

Bitcoin dan Ethereum akan Ungguli Pasar Saham

Ahli Strategy Bloomberg, Mike McGlone, mengatakan bahwa aset crypto utama Bitcoin (BTC) dan Ethereum (ETH), akan menungguli pasar saham, karena nantinya volatilitas pada keduanya akan menyusut.

Dalam wawancaranya dengan Yahoo Finance, Mike telah meyakini bahwa Bitcoin akan mendapatkan pembelian responsif yang lebih banyak di bawah pasar. 

Menurutnya, BTC yang dalam jangka panjang akan bergerak naik, setelah the Fed mengalami kekalahan, yang tentu saja akibat dari perbuatan mereka sendiri.

Menyoroti hilangnya pasark dari USDT setelah masalah LUNA dan UST, Mike menggarisbawahi bahwa setiap terjadi hantaman pada Tether USD, ini biasanya akan menjadi semacam tanda Bear dalam jangka pendek di pasar dan Bottom untuk Bitcoin.

Baca juga: Elon Musk Prediksi Adopsi Besar untuk Kripto Dogecoin (DOGE)

Baginya, crash saat ini yang melanda pasar crypto adalah cara untuk “membersihkan” aset-aset spekulatif, salah satunya seperti UST dari Terra, sedangkan Bitcoin sedang mempersiapkan langkah untuk menjadi jaminan digital sosial.

Dari sudut pandangnya, meningkatnya sentimen risk-off membuat pasar crypto dan saham jatuh, karena aset crypto adalah investasi yang berisiko.

“Ketika the Fed menaikkan suku bunga, pembersihan terhadap aset spekulatif mulai terjadi, itu termasuk pada token seperti Dogecoin dan Shiba Inu.”

Baca jugaApakah Bitcoin Sudah Bottom? Berapa Target Harga Menurut Cryptoharian?

Secara teknis, Mike melihat bahwa titik support yang baik adalah $ 30.000 untuk BTC dan $ 2.000 untuk ETH. Ia menambahkan:

“Pasar saham akan tetap turun karena Fed mau pasar saham turun untuk mengurangi inflasi, Bitcoin dan Ethereum akan turun juga, tetapi mereka tidak turun separah saham.”

The Fed sudah bertekat untuk menaikan suku bunga hingga pasar netral. Mereka memiliki berbeda pendapat dengan kata Netral. Menurut Alex Kruger, netral berada di 2%-3%. Harga pasar berjangka berada di 3,25% di bulan Desember.

Namun, menurut analis Rekt Capital, Bitcoin telah kehilangan Kijun sebagai support. Kehilangan ini, support sudah menjadi resistensi dan secara historis Bitcoin akan turun lebih dalam.

Volatilitas pasar crypto Bitcoin dan Ethereum pun terlihat telah menurun, yang pada akhirnya ini akan membawanya menjadi aset yang benar-benar jangka panjang dan dapat mengungguli emas, serta saham, secara luas.

Sumber



Sumber : news.tokocrypto.com